14 Tahun Kerja Freelance Designer! 90% Klien Dari Luar Negri Cuannya Lebih Gede
lcQgztn0kOk • 2025-09-02
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
H
India, Pakistan, Bangladesh itu mereka
banyak banget itu untuk yang menguasai
market ee apa online ya kayak gitu.
Negara-negara berkembang ini nih ee
secara rate mungkin jauh ya dibanding
dibanding mereka higher desainer di
sana. Tapi secara kualitas itu enggak
kalah. Fresh graduate itu bisa dari
3.000 atau 4.000 dolar per bulan.
Hm.
Sedangkan di sini kalau dibawa ke
Indonesia itu kan sudah bisa jadi satu
tim sendiri.
Iya.
Itu enggak perlu bakat sebenarnya, Mas.
Saya tekankan itu enggak perlu bakat,
tapi butuh gigih aja mau belajar dari
Allah.
Walaupun enggak enggak bisa gambar gitu
atau enggak bisa
itu bisa dilatih.
Oh, bisa dilatih ya?
Bisa dilatih.
Oh,
ini ini sudah dibuktikan, Mas. Jadi, kan
ee kalau nanti kita ngomongin ke apa
namanya project yang CSR-nya itu kan
selalu CSR saya ada e CSR kami adalah ee
ada sekolah namanya Indonesia Creators
Academy. Heeh. Heeh.
Itu dididik dari nol dan sekarang sudah
masuk angkatan keenam. Rezeki itu bukan
ditanggung perusahaan. Eah. Terus itu
juga bukan tergantung ee apa ya
istilahnya ee skill kita tuh apa aja,
tapi ya seberapa besar, seberapa jauh
ikhtiar kita
plus ketawakalannya.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullah. Selamat
datang, Mas Aro. Jauh-jauh dari Jogja,
Mas.
Alhamdulillah Mas. Akhirnya bisa sampai
ke Tulung Agung kayak namanya Mas Agung
ya.
Tulung Agung ya, Mas.
Jadi banyak yang jenengan tolongi
sebenarnya ya, Mas.
Jadi kalau memperkenalkan diri itu enak.
Agung dari Tulung Agung.
Oh iya iya ya. Jadi berirama ya, Mas ya?
Ee kan kita juga berteman di sosial
media ya.
Alhamdulillah. Jadi juga ada gerakan
sosialnya,
kadang-kadang juga kritik pemerintah,
terus kadang-kadang juga bisnis.
Sebenarnya kalau boleh dikategorikan
atau mendeskripsikan diri itu Mas Aryo
ini disebut sebagai apa kalau Mas Aryo
mendeskripsikan diri sendiri?
Ee siapa ya, Mas ya? Karena saya itu
enggak pernah merasa diri saya spesial
mungkin ya, gitu. Cuman mungkin Allah
amanahkan aja gitu. kebetulan Allah
amanahkan beberapa unit ee studio desain
gitu. Mungkin bagi ee apa namanya
audiens yang belum mengikuti video saya
di sebelumnya gitu.
I
jadi ada studio desain grafis yang mana
itu apa ee pasarnya adalah luar negeri
kayak gitu. Terus kemudian juga apa
namanya beberapa projek-projek CSR yang
saya support juga termasuk projek ee
dakwah dan lain sebagainya kayak gitu.
Terus apa ya Mas ya? ya kalau misalkan
mau mendefinisikan ya saya hany hanyalah
manusia biasa yang mencoba untuk terus
ee memberikan dampak kebermanfaatan
supaya ee apa namanya apa yang kita
usahakan di dunia ini enggak sia-sia.
Nah, gitu
bisa dibawa sampai akhirat.
Amin.
Loh, ini sesuai nih, Mas. Eh, no
timeless legacy. Wah, jadi kan visinya
kita sama legacy kan, Mas.
Gitu.
Iya. Iya, iya. Berarti kalau dari segi
bisnis berarti bisnisnya bergerak di
bidang
desain grafis.
Desain grafis yang di mana marketnya
luar negeri.
Luar negeri gitu.
Oke. Berarti kalau market luar negeri
itu tidak terpengaruh dengan isu-isu
hari ini yang sedang sepi, sedang
penurunan itu enggak pengaruh ya, Mas
Arya. Ya,
alhamdulillah, Mas. Ee izin Allah ya.
Jadi bahkan pas saat pandemi itu malah
kita naik-naiknya.
Hm.
Karena pas waktu itu kan semua pada WFH
gitu. He.
Sehingga pas WFH terus, "Wah, aku bikin
apa ya?" gitu. Akhirnya mereka bikin
podcast ee terus apa ee bikin
channel-channel di sosial media yang
mana itu juga butuh sentuhan desain kan
mulai dari logonya dan lain sebagainya
gitu sampai akhirnya ada produk-produk
yang sebelumnya enggak kepikiran terus
akhirnya dibikin.
Jadi misalkan kayak masker dibranding
kayak gitu itu ada. Jadi ada ee klien
kami yang mereka itu juga B2B, jadi
mereka pun juga punya klien sehingga
mereka bikin produk sesuai dengan
kebutuhan saat itu, gitu. Jadi malah
saat itu pas lagi naik-naiknya gitu.
Alhamdulillahnya itu. Terus kalau
ngomongin yang sekarang mungkin pada
bilang kok pasarnya lesu dan lain
sebagainya gitu
ya. Alhamdulillahnya sih walaupun memang
sebenarnya ee di dunia desain online itu
pun juga ada yang mengalami gitu juga
Mas sebenarnya. Iya. Oh.
Terutama di marketplace marketplace
digital. platform-platform itu mereka
sudah mulai banyak membuat
kebijakan-kebijakan sepihak yang dulunya
awal mereka berdiri itu otomatis mereka
butuh traffic. Jadi mereka itu jor-joran
bakar duitnya. Nah, jadi yang join tuh
dapat referal, dapat berapa duitnya
segala macam. Terus ee mungkin mereka
hanya submit berapa produk digital aja
tapi per bulan kok sudah bisa
menghasilkan income ratusan dolar
misalkan kayak gitu. akhirnya bisa
banyak orang yang join tertarik gitu
loh. Nah, terus makin banyak makin
banyak yang join dan lain sebagainya
sudah mulai aturannya mainnya berubah.
Nah, gitu. Akhirnya mulai ee siapa yang
butuh nih? Nah, gitu. Akhirnya mereka
bikin kebijakan-kebijakan yang itu tuh
mulai menguntungkan dari si platformnya
dan si apa kontributor atau si
desainernya ini mulai dipersulitlah.
Jadi akhirnya ya pada akhirnya yang
berkualitaslah yang bisa bertahan kayak
gitu. Karena kan dulu kan banyak yang
mereka nyepam produk dan lain sebagainya
kayak gitu sih.
Itu contoh platformnya boleh disebut Mas
apa?
Boleh jadi seperti kayak kita ngomongin
kan ada dua orientasi desain Mas ee
orientasinya berbasiskan project atau
service
atau berbasiskan produk. Produk itu ya
aset digital. Kalau misalkan project
atau service itu ya seperti kayak
misalkan ada orang pesan terus kita
bikin terus kita deliver terus kita
dapat bayaran. Nah, itu per project.
Jadi project base. Nah, itu salah satu
contohnya tuh di dribble.com. Nah, jadi
dribble.com itu salah satu platform di
mana ee yang menjadi pintu utama kami
untuk bisa mendapatkan projek-projek ee
dari klien-klien seluruh ee dunia ya
kayak gitu. He.
Nah, dulunya itu tuh hanya berbasiskan
eh subscription atau membership ya,
kayak gitu. Jadi,
wah, ada yang bayar bulanan, ada yang
bayar tahunan gitu untuk biar bisa dia
dapat ee apa namanya? Semacam kayak
privilege atau feature-feature gitu. L.
Jadi, ada member pro sama member tim.
Nah, sekarang ini itu transaksi sudah
enggak boleh apa dibawa keluar. Kalau
dulu boleh. Jadi transaksi itu boleh di
kayak di ada link keluar gitu bisa gitu.
He, nanti terus direct email gitu. Itu
boleh. Tapi sekarang itu harus di
platform tersebut.
Kalau enggak di situ nanti bisa kena
sanksi dan bisa
kena penalti bahkan kena benet kayak
gitu. Itu baru yang e kita ngomongin
dari yang sisi e servis ya.
Nah, kalau mau ngomongin yang sisi
produk itu pun juga salah satunya kayak
shutter stock.
Nah, shutter stock itu kan dulu kita
tahu bahwa itu salah satu agensi
ee apa? Penyedia digital aset yang
terbesar ya kayak gitu. He.
Tapi sekarang sudah mulai banyak ee
kebijakan-kebijakan yang akhirnya
merugikan kontributor-kontributor.
Sampai dulu tuh sempat ada demo gitu,
Mas.
Oh, iya.
Iya. Jadi boikot, boikot e sat segala
macam. Akhirnya yang bersuara gitu malah
akhirnya di ini dibanet kayak gitu.
Berarti yang demo bukan hanya ojol aja
sih, Mas.
Loh, pekerja digital tuh juga gitu, Mas.
Heeh. Pas kayak kemarin ada AI gitu, oh
ada boikot AI, boikot AI. Tapi ya enggak
bisa mau gimana lagi namanya platform
digital atau bisnis model itu kita harus
adaptif memang sih ya dan mereka yang
punya kuasa akhirnya kan kita tuh cuma
numpang ibaratnya gitu ibaratnya ya
kayak misalkan kayak apa ee kita mau
buka lapak di ee di pasar gitu ya pasar
itulah yang harus yang menentukan
kebijakan-kebijakannya kan kayak gitu
kita cuma numpang aja gitu
ya akhirnya pada mau mau enggak mau ya
kita akhirnya nurut-nurut juga gitu loh
tinggal gimana caranya kita bisa terus
adaptif berusaha untuk terus apa
memperbaiki ee servis kita, kualitas
kita dan lain sebagainya untuk bisa
bertahan. Tapi itu pun juga masih terus
ditanda kutip dikerjain ya sama platform
itu. Benar kayak algoritma itu
berubah-ubah gitu yang dulunya diop
terus habis itu bisa terlempar ke
belakang. Kalau mau naik harus bayar
ads-nya. Nah, kayak gitu.
Wah, gitu, Mas. Jadi, ya wis aturan
mainnya kayak gini sih. Memang akan
susah kalau misalkan kita terlalu
mengandalkan platform ya. Memang paling
aman itu kalau kita bisa membuat
platform sendiri kayak misalkan bikin
website sendiri sehingga kalau misalkan
ada kerjaan-kerjaan itu masuknya ke web
kita. Kita punya database-nya sendiri
kita pegang kayak gitu sehingga akan
lebih aman mainnya kayak gitu sih.
Iya Mas. Memang kayak di saya sendiri
misalnya YouTube kan juga bergantung
pada platform.
Platform yang di mana platform itu juga
berpindah-pindah kan algoritmanya
berubah-ubah.
Benar. Berarti kalau kayak Mas Aryo
sendiri itu kan tadi dikatakan ada yang
turun, tapi
alhamdulillah kalau dari sisi Mas Aryo
alhamdulillah naik nih atau stabil lah
gitu ya. Stabil atau cenderung naik?
Stabil. Iya itu naik turun lah ya. Nah
itu gimana ee strategi apa yang
diterapkan ketika di industri kreatif?
Oke kalau sekarang kita ngomongin yang
service bis ya Mas atau yang per
project. Alhamdulillahnya saya ini
berkoneksi sama klien lama yang itu tuh
direct lewat email.
Oh.
Jadi memang enggak lewat platform.
Kita membina kepercayaan itu dan
alhamdulillah ini sudah berjalan sekitar
10 tahunan lebih.
10 tahun ya Mas?
Iya Mas. Bahkan kliennya tuh sudah
pernah sampai datang ke kantor kami
studio kami.
Oh. Orang mana itu, Mas?
San Fransisco.
Waduh.
Iya gitu.
Itu dulunya awalnya per project dulu,
Mas. Gitu. Awalnya dari ketemunya sih di
platform, habis itu kita ee
ngobrol-ngobrol dan kebetulan
platformnya itu tidak
melarang untuk mengajak keluar kliennya
ya. Akhirnya kita
ee kontek-konekan lewat email terus
kemudian kita kerja bareng awalnya per
project per project terus kok terlalu
sering per projectnya sampai nego-negoan
gitu ya udahlah ee saya beri ide terus
udah kita flat ajaalah per bulan berapa
gitu. He
unlimited revision mau minta apa segala
macam desain kita kerjakan. Tapi
syaratnya adalah untuk satu dedicated
desainer, satu manpower gitu. Jadi ee
senilai berapa gitu. Dan itu kita cara
nentukannya adalah cara mainnya tuh
supaya ada batasannya itu sehari adalah
67 jam 5 hari kerja 4 minggu. Nah, kayak
gitu. He
dengan gitu akhirnya tahu tata tertib
aturannya dan pas saat hari libur atau
public holiday-nya Indonesia itu juga
kita bisa libur gitu.
Setelah itu oke lanjut ee kontrak per
bulan, ya kan. Terus ee apa semakin
berkembangnya perusahaan tersebut
semakin banyaklah ee perusahaan itu
membutuhkan desainer ke kami.
Oh jadi enggak cuma satu.
Iya sekarang total sekitar mungkin 18-an
orang Mas
yang dia yang di aja.
Iya gitu. Jadi, inh desainernya mereka
itu
outsourcing ke kita
gitu di bawah manajemennya kita.
Sehingga dengan gitu alhamdulillahnya
kayak kita punya retainer ya per
bulanannya itu dan tidak tergantung sama
platform
dan transfernya pun ya transfer lewat
bank aja gitu. Transfer ee
apa ini? Jadi antar bisnis e jadi antar
bank Sanvasisco sama Indonesia gitu.
Iya kayak gitu.
kan tapi karena potongan terlalu gede
akhirnya lewat gitu dan itu
perusahaannya itu B2B juga jadi dia juga
punya klien gitu dan ee syaratnya memang
ee kita harus nyari desainer yang mau
kerja dari malam sampai pagi mengikuti
jam kerja sana kayak gitu. Nah, dengan
cara seperti itu kita direct langsung ke
klien gitu, itu akan lebih aman sih
walaupun memang enggak bisa kita omong
sepenuhnya aman juga gitu loh. Karena
banyak juga cerita-cerita teman-teman
saya yang mempunyai studio desain yang
terlalu mengandalkan klien. Akhir itu
begitu di cut gitu tanpa persiapan
apa-apa timnya udah wah puluhan bahkan
ratusan akhirnya enggak bisa apa-apa
gitu. akhirnya terus jadi akhirnya harus
nombok e bulanannya gitu. Bahkan ada
cerita di mana kerjaan yang harusnya itu
dibayar dibayarkan itu enggak dibayarkan
akhirnya dia harus nombokin kayak gitu.
Jadi memang ada plus minusnya sih gitu.
Iya karena kan juga tidak kita tidak
bisa memverifikasi kejujurannya dia.
Iya kalau itu memang soal kepercayaan
sih Mas gitu. Memang
memang ee kepercayaan ini itu
benar-benar nomor satu ya kalau kita
ngomongin desain online tuh. Karena kan
kita enggak pernah ketemu sama kliennya
kan. He.
Nah, cara ngakalinya memang dibayar di
awal kayak gitu. Walaupun ini retainer
bulanan, tapi dia bayarnya di awal gitu.
Oh, gitu ya. Bisa ya?
Iya, bisa kayak gitu.
Terus apa namanya? Ee di kalau misalkan
melalui platform kayak PayPal itu kan
ada kayak semacam ee buyer protection
ya. Jadi misalkan nanti terjadi apa-apa
dia bisa minta ee charge back gitu. Jadi
uangnya minta kembali dari platform itu
gitu. Heeh.
Berarti yang kayak mengandalkan klien
yang seperti Mas Arya lakukan itu banyak
dilakukan juga di teman-teman studio
yang lain ni Mas Arya ya?
Iya banyak sih tapi memang kebanyakan
masih come and go gitu. Jadi
ee dia per project basisnya. Tapi ada
juga yang model subscription ada juga.
Jadi dia langganan per bulan bayar
sekian ada paket-paketannya
terus nanti dia bebas mau minta apa
konsultasi dan lain sebagainya dengan
sistem seperti itu gitu ya. Sebenarnya
mirip-mirip sih, tapi kalau dari kami
kan pakainya perman power ya, per
dedicated desainer kayak gitu sih.
Jadi ya sebenarnya banyak juga yang
dilakukan tapi mungkin ee karena udah
terlalu senang di apa namanya per
projectnya gitu ya sudah per project aja
karena kan
enggak terikat gitu kan ada yang senang
lebih senang kayak gitu sih freelance
gitu.
Iya iya iya.
Berarti kalau kalau tadi Mas Aryo itu
kan diab kalau Mas Ar kan punya dua nih
yang gede ya atau apa tiga ya atau
empat?
Iya iya.
Jadi kita ambil contoh dua aja lah. Slap
desain sama letter hand.
He yang paling kalau yang saya tahu
penonjol kan itu ya slap desain sama
letter hand.
Kalau letter hand ini kan lebih ke
pembuatan font ya. Kalau yang berarti
yang Mas Ario katang tadi lebih ke slap
desain berarti ya.
Slap desain. Jadi ini dua contoh yang
bagus sebenarnya Mas yang slap itu masih
kecenderungannya ke servis sedangkan
yang walaupun produk ada juga ya. Nah,
sedangkan kalau yang ini full
walaupun ada yang servis juga sedikit
ya, kayak bikin font custom gitu kayak
kemarin sudah pernah ngerjain font
khusus e corporate ya itu kita kerjain
juga kayak gitu dari warung stik tuh
kita kerjain.
Oh, font corporate. Jadi warung stick
and si itu pesannya di situ.
Iya, kayak gitu.
Customize itu berarti
custom
kayak gitu berarti ada budgetnya aku
bikin font ini budgetnya sekian gitu
atau nego? Iya, iya ya. Nego p awalnya
kayak itu. Jadi dan itu eksklusif ya.
Jadi memang sesuai pesanannya dia.
Jadi enggak enggak bisa kita jual ulang
juga
sampai mahal kayak gitu, Mas. Pesan font
gitu
ya. Mahal dan murah itu kan relatif,
Mas.
Kalau kita ngomongin perusahaan itu kan
ee desain itu kan adalah investasi. Nah,
itu yang mungkin perlu banyak yang
diedukasi ya kayak gitu. Kalau misalkan
kita ngomongin corporate kayak misalkan
warun mereka kan juga paham bahwa desain
itu adalah investasi dan itu bisa
kepakai seterusnya.
Seperti yang kita tahu Mas bahwa
banyak perusahaan-perusahaan yang sampai
sekarang itu juga masih banyak yang
pakai-pakai font ilegal.
Download-nya itu download di ee
situs-situs barangan dan saat mereka
pakai itu desainernya enggak di-brief
dulu bahwa ini harus
ee legal ya. maksudnya dari royalty-nya
segala macam tuh harus free royalty
kayak misalkan kita ngambil dari Google
phone dan lain sebagainya. Nah, setelah
dipakai, setelah di up gitu campaign-nya
produk segala macam, nah akhirnya
ketahuan sama yang punya font. Heeh.
Ditanyain ini sudah beli belum? Bukti
lisensinya mana gitu.
Akhirnya kenalah apa dendanya gitu.
Karena di saat di-download itu
sebenarnya sudah ada di situ. Ini
lisensinya for personal use gitu loh.
Nah, itu banyak yang ee darurat membaca
ya gitu. Padahal sudah jelas gitu.
Nah, dikiranya menjebak padahal enggak.
Di situ sudah tertulis gitu loh.
Tinggal harus mau membaca atau enggak
gitu kan. Terus akhirnya ya sudah
dikenakan denda ada yang puluhan juta
bahkan ratusan juta Mas.
Lah daripada kena denda kan mending
bikin font sendiri gitu. Iya dari awal
gitu loh. Udah tahu karakternya
penginnya kayak apa kan kayak gitu bisa
ngarah-ngarahin sampai selesai kan kayak
gitu. Dan itu hak miliknya dia gitu loh.
Ya kan. He.
Kalau kalau kayak font dari studio lain
atau kita ngambil dari itu kan itu kita
hanya ee perusahaan itu hanya hak pakai
saja atau lisensi aja bukan copyright.
Nah, itu. Nah, itulah yang
sekarang ini darurat itu Mas. Darurat ee
copyright ya. Melek copyright melek
lisensi. Banyak kayak konten-konten
kreator itu yang saya juga resah Mas ya.
Banyak yang keburu ngebet pengin cuan.
He.
Jadi mereka enggak peduli ini copyright
dari mana, dari mana. Yang penting
mereka dapat misalkan free dari internet
download, download download kumpulin
jadi satu bikin desain packaging-nya
upload lah itu di situs-situs tertentu
ya kan dengan habis itu tinggal dipasang
ads udahlah dapat cuan gitu. Itu banyak
banget kan jualan-jualan produk-produk
bajakan punya orang gitu loh Pak ya. Ya,
itu kan kita tahu ya maksudnya ya
istilahnya dia mendapatkan ee apa
namanya keuntungan dari hasil keringat
orang lain itu kan kayak gimana
hukumnya. Saya kan enggak berkompeten
ngomong gitu
kayak gitu, Mas. Itu yang tak resahkan
sih. Dan sempat kemarin-kemarin tak
edukasi juga gitu di sosial media
tentang etika, tentang ee apa istilahnya
hak milik dan lain sebagainya gitu. Tuh
kita harus melek lah kayak gitu. He.
Nah, itu dari dua kembali ya ke
contohnya tadi ke model studio yang ber
studio tadi servis dan produk kayak
gitu.
Ee saya mumpung ingat jadi penasaran
misal kayak ada pengusaha nih kan kita
juga ee channelnya para pebisnis Mas di
sini dipecah telur.
Misal ada yang pengin memiliki font
katakanlah kayak
ee tadi ee apa
dari warung stik tadi.
Iya warung stik tadi. Itu ancar-ancar
budgetnya kisaran berapa? Nah,
Ancer-ancer aja nih nanti
buka redcut nih berarti ya.
Buka redcut siapa tahu nanti aku
penginlah dia punya ciri khas gitu ya.
Ya, puluhan lah ya itu apa
pulahan kecil atau pulan besar
tergantung kesulitannya, Mas. Heeh. Kan
font itu kan ada family-nya ada dia yang
tipis ee sedang, tebal itu kan ada kan.
Kalau misal kita pakai di Word atau di
aplikasi desain itu kan ada kan bisa
milih-milih itu fitur juga akan
menentukan harga ya.
Terus nanti ada pelengkapnya enggak?
Jadi font itu kan biasanya ada font
pairing-nya. Jadi dia ada satu yang sans
atau yang huruf cetak biasa, ada yang
huruf scrip atau latin. Nah gitu.
Satunya latin, satunya apa? Gedrik. Ya
iki pisah-pisah apa gandeng ya?
Oh kayak gitu. Gitu. Jadi itu misalkan
ada dua font yang combo gitu ya, itu
beda lagi harganya kayak gitu sih, Mas.
Oke oke oke.
Nah, tadi kan kalau dari kembali lagi ke
konteks berarti Mas Ario ini ada yang ee
servis yang di slab desain
mengerjakan desain apa aja untuk klien
yang hari ini banyak di luar negeri.
Semua klien berarti di luar negeri ya,
Mas ya?
Iya. 90% nih, Mas ya.
Luar negeri. Dan juga ee yang membuat
font dijual di platform
online luar negeri juga ya.
Iya. itu itu salah satu yang mungkin
bikin kita senang itu pernah dipakai
sama Chelsea FC, Mas.
Hm.
Ya, dipakai di sosial medianya gitu.
Terus baru-baru ini juga ada film
Netflix yang pakai font kita juga ada
kayak gitu.
Jadi kita senang maksudnya
font yang kita produce itu tuh dipakai
hasil karyanya tuh di mana-mana misalkan
gitu. Ada juga di packaging itu pas lagi
di apa market gitu, supermarket loh. Ini
fontnya ini ya
apal ya Mas ya?
Apal bagi desainer-desainernya. N saya
sih enggak terlalu gak apaal gakuh g
iya gitu karena udah ribuan font Mas.
Ribuan ya Mas ya?
Ribuan Mas. 2016 kami letter Hand studio
tuh kalau slap desain kan 2010 11
gitu kalau letterh tuh tahun depan sudah
10 tahun.
Masyaallah
Mas berarti kalau slide desain hari ini
berapa orang Mas?
Sekitar 30 40 ya totalnya
3040. Kalau yang latter hand letter hand
sekitar mungkin 10-an ke ataslah kayak
gitu. profitable yang mana di antara dua
itu?
Ya mungkin eh 11 12 sih, tapi masih
banyak 12-nya yang slap gitu
yang bikin font itu ya.
E yang letter hand. Leher hand itu yang
yang Heeh. yang sebelahnya mungkin.
Oh iya sebelahnya. Berarti selapnya gede
yang servis tadi.
Yang servis. Karena kalau servis itu kan
jelas kelihatan Mas. Begitu selesai
ngerjain langsung dapat bayaran.
Sedangkan kalau kita ngomongin produk
itu kan kita enggak tahu dapatnya entah
kapan. Oh,
iya. Tanda kutip jadi kayak gambling
juga ya.
Kita bikin produk sekarang enggak tahu
ini lakunya kapan. Bahkan mungkin ada
yang sales-nya nol pun sampai sekarang
mungkin ada
salah satu font yang pernah dibuat
sales-nya nol.
Iya, mungkin ada juga gitu loh kalau
misalkan kita ngecek di penjualan ya di
salah satu platform itu karena kan
enggak semuanya cocok juga gitu loh ya.
Makanya akhirnya jadi kayak apa ya kayak
untung-untungan juga gitu loh. Dan itu
ada sering juga ya beberapa kali ada
rezeki dadaan gitu ada yang beli lisensi
korporat dan lain sebagainya gitu. He
he. Ya. Ya. Ya. Berarti kayak gitu itu
gimana maksudnya Mas Ario mau bikin font
tertentu itu gimana cara ah saya mau
bikin font ini deh. Itu cara berpikirnya
gimana Mas?
Ya kalau di lath tuh kan ada timnya tuh
beberapa tim ya Mas. Kita bagi kayak
semacam kayak estafet tuh kerjanya kayak
stasiun kerja ya.
Jadi yang ee fase satu itu adalah
lettering artisnya. Memang dia seniman
lettering.
Jadi dia ngambil inspirasinya bisa dari
apa ya dari berbagai macam ee apa
literaturnya dia ya kayak gitu loh. Kita
lihat inspirasinya mungkin di Pinterest
atau mungkin katakanlah kita ngelihat di
dokumen-dokumen ee jadul gitu namanya
font revival gitu bisa juga gitu. Jadi
misalkan kayak kita ngelihat di museum
mana itu kok ada font yang sudah
zaman-zaman Belanda dulu misalkan itu
dijadikan referensi kayak gitu bisa. He.
He.
Tapi memang di sinilah letak tanggung
jawabnya ee di mana kita jangan sampai
ee apa terlalu bergesekan sama
referensi.
Jadi kalau terlalu berdekatan akhirnya
jadinya plagiari se.
Iya. Betul. Betul.
Mak. Heeh. Makanya triknya adalah saat
melihat referensinya itu lihat dulu
sampai puas ya kan. Ini dari partner
saya sih Mas Hendri Juanda.
Beliau ngasih tipsnya gitu. Lihat dulu
referensinya sampai puas benar-benar
diperhatikan sampai detail-detailnya.
Habis itu tutup semua baru mulailah dari
awal dari
start from blank canvas.
Iya. Enggak boleh sambil lihat itu ya.
Nah, start from scratch. Kalau sambil
ngelihat nanti pasti jatuhnya
nyerempet-nyempet. Iya. Dan itu
sering kemarin sempat beberapa kasus
banyak yang kejadian kayak gitu gitu
loh. Jadi dia bikin lettering tapi
sambil ngelihat ngelihatin font-nya
orang.
Iya. Jadi kayak kita ngelihat apa lukis
wajah itu kan ee lukis wajah sambil
ngelihat ya akhirnya mirip juga kan. Nah
itu secara enggak sadar pasti akan kayak
gitu. Karena gini Mas misalkan bentuk A
huruf latin itu kan
banyak yang berbagai macam variasi ya.
Ada yang keluar-keluarnya tuh kayak
gimana gitu loh ya. Lah kenapa kok
pemilihannya itu, anatominya kok bisa
seperti itu? Nah gitu loh. Baik huruf
A-nya, huruf P-nya, huruf B-nya dan lain
sebagainya. itu tuh kenapa kok
pilihannya bisa itu. Nah, itu kan yang
mengindikasikan bahwa dia tuh ee ngambil
dari font orang kayak gitu. Nah,
biasanya yang tahu itu adalah si pembuat
font itu. Wah, ini ngambil inspirasinya
dari tempatku nih, gitu. Walaupun
mungkin kalau di ditumpuhin overlay
gitu, itu enggak sama ya gitu. Enggak
enggak bisa nge-blat gitu. Tapi itu
jelas ngambil gitu.
Oh, iya. Udah, udah mirip nih anak-anat.
Dan akhirnya iya akhirnya si ee font ini
akhirnya terus kayak ini kayak menuntut
gitu loh ini gimana nih e apa
pertanggungjawabannya gitu loh.
Iya. Iya. I
sebenarnya itu berarti ketahuan baru
dituntut gitu ya sebenarnya Mas ya.
Kayak semacam tadi juga font
font yang dipakai di komersial tadi.
Kalau enggak ketahuan si pembuat fontnya
juga mungkin selama selama itu aman gitu
kan. Kalau ketahuan baru dituntutin
gitu.
Aman. Iya. Kayak gitu. Jadi ya
kucing-kucingan, Mas gitu loh. Heeh. Dan
itu parahnya sih ya Mas e para
freelancer itu yang yang ibaratnya
mereka menuntut tanya ya sebenarnya
awalnya nanya gitu ini sudah beli belum
dan lain sebagainya. Itu tuh kalau
misalnya sama perusahaan gede yang sudah
punya lawyer malah freelancer inilah
yang dikencet. Oh
git gitu. Jadi kayak kita punya lawyer
kamu mau apa kayak gini. Nah gitu.
Padahal jelas-jelas dia yang salah gitu
loh. Tapi yang namanya tanda kutip orang
yang ketahuan berbuat sesuatu hal yang
enggak ini ya misalnya kita ngomongin
maling ketahuan kan dia terjadi
membela diri kan kayak gitu loh. Nah itu
pernah saya rasain Mas kayak gitu tuh.
Heeh. Pernah juga ya
pernah ditelepon itu Mas dia yang salah
malah saya yang dimarah-marahin. Gimana
sih diacam-macam saya ini lawyer pernah
di Dubai dan segala. Wah, ini Pak.
Makanya sekarang di apa di font ini juga
sudah ada perkumpulannya, Mas. Nah, itu
yang akhirnya
ada payung hukumnya sehingga bisa pakai
payung hukum itu misalkan nanti
dibutuhkan itu terus bisa apa ada
legalnya lah untuk mensomasi kayak
gitu-gitu.
He. Itu kayak di platform itu atau di
Indonesia, Mas?
Indonesia. Indonesia.
Tapi kalau mau melalui platform
sebenarnya bisa juga difasilitasi sih.
Ada juga yang platform yang
memfasilitasi. Jadi dia pernah tuh
menginvestasi perusahaan ini pakai font
mulu loh. Coba cek di perusahaanmu apa
di tokomu apakah dia sudah beli. Kalau
belum beli nanti biar tak follow up dia
dapatnya dari mana nanti misalkan bisa
cair dia lisensinya. Nah nanti bisa
dapat. Nah kayak gitu.
Kayak kalau website-nya font itu apa,
Mas Kay yang paling populer?
Paling populer salah satunya
creativmarket.com sama mungkin Myfs.com.
Nah, ini Myfs itu yang paling lama, Mas.
Hm. bisa dibilang gitu ya. Jadi ee dia
apa namanya? Ee grup satu grup gitu.
Jadi ada fonts.com dan lain sebagainya
gitu. Jadi
dia itu apa namanya? Kalau misalkan dulu
kita mau nyari ini fontnya namanya apa
ya? Itu ada ee satu software namanya
waterfontone gitu di di web gitu. Terus
dia bisa mendeteksi oh ini font-nya ini
namanya terus dikirim linknya terus kita
bisa beli di My Font gitu. Oke. Oke.
Berarti kayak pekerjaan seperti Mas Aryo
di bidang desain atau font itu
kategorinya tadi apa, Mas?
Kreatif. Apa bahasa kategorinya Mas
Arya? Ini bidangnya berarti
ee kreatif.
Kreatif desain kan ya?
Iya.
Apanya nih? Maksudnya
ee usahanya kan di bidang
usahanya di bidang kreatif gidatif gitu
ya.
Industri kreatif gitu.
Saya juga industri kreatif sih Mas.
Iya sih sebenarnya. Tapi kalau lebih ke
masalah berarti lebih ke apa ya berarti
ee apa ya? Ya mungkin saya kurang tahu
juga tapi artinya bisa bertahan lama loh
Mas. Jadi kayak tadi selebak
I
terus kemudian
si slap desain yang eh letter hand yang
bikin font 2016 sampai sekarang kan
masih
masih ada nih berarti kan hampir 9 tahun
bentar lagi 10 tahun. Betul.
Kalau yang desain berarti kan sudah 14
tahun i kan?
Oh, berarti kan panjang banget berarti
kan. Tapi kalau menurut Mas Aryo ini
bakalan tetap eksis terus sampai
terus gitu ya, Mas ya. Sampai ee masih
apa ya masih cerah gitu ya.
Insyaallah Mas karena
apa namanya pangsa pasar untuk kebutuhan
visual itu tuh akan terus ada
dan akan terus berkembang walaupun
dengan adanya AI. I mungkin ada ya ada
ya istilahnyaelanelancer yang merasakan
penurunan ee cukup signifikan dari ee
apa namanya pesanan dan lain sebagainya
gitu. Tapi
ee sebenarnya AI itu pun sebenarnya bisa
kita pakai untuk sebagai tools kan kayak
gitu. Tapi
selama kita tuh bisa adaptif itu
kuncinya sih Mas.
Jadi kita bisa adaptif ngikutin
bisnis modelnya tuh seperti apa.
He.
Dan kita bisa terus gerak cepat. Jadi
kalau misalnya ngomongin ee studio
desain online karena kita pasarnya itu
seluruh dunia jadi itu enggak akan ada
habisnya. Beda kalau misalkan kita
ngomongin kuliner atau mungkin ee
laundry yang misalkan ngandalin setempat
ya lokal kayak gitu. Itu kan pasti akan
ada batas marketnya ya. He
hanya segitu aja gitu. Begitu satu
wilayah itu dipenuhi dengan berbagai
macam usaha serupa pasti akan saling
mematikan kan gitu loh. Jadi ee
bunuh-bunuhan harga dan lain sebagainya
kayak gitu. Nah, sekan kalau kita
ngomongin ini market global ya otomatis
unlimited kan bisa dibilang kayak gitu.
Dan kita nih Indonesia nih masih
mengambil porsi yang sangat kecil sekali
gitu loh dibandingkan luar
ya. Yang sekarang yang paling gede
mungkin salah satunya India malahan.
India, Pakistan, Bangladesh itu mereka
banyak banget itu untuk yang menguasai
market ee apa online ya kayak gitu.
terus negara-negara berkembang lain
seperti kayak Filipin gitu. Jadi udah
banyak gitu dan ee orang-orang luar sana
itu tuh paham bahwa negara-negara
berkembang ini nih ee secara rate
mungkin e bisa jauh ya dibanding
dibanding mereka higher desainer di
sana. Tapi secara kualitas itu enggak
kalah. Nah, kayak gitu. Makanya mereka
juga
ee apa istilahnya talent hun ya. Jadi
memburu talent di platform-platform
untuk bisa dapetin desain-desain dan
kualitas bagus tapi dengan rate yang di
bawah mereka kayak gitu. Kalau kita
ngomongin rate aja di sana itu start
ee apa ya? Fresh graduate itu bisa dari
3.000 atau 4.000 dolar per bulan.
Hm.
Sedangkan di sini kalau dibawa ke
Indonesia itu kan sudah bisa jadi satu
tim sendiri.
Iya. 2.000 4.000 itu banyak banget.
Iya. lah ya, makanya sampai 60 juta kan
bisa bikin satu tim sendiri untuk bikin.
Nah, ibaratnya seperti itulah kayak gitu
apa namanya ee perbandingannya. Jadi,
insyaallah akan terus bisa berkembang
sih, Mas. Tergantung nanti bagaimana
industri ini ee berjalan ya, model
bisnis yang terus bergerak ya insyaallah
akan terus kita lakukanlah kayak gitu.
Saya juga ngikutin juga sih, Mas Aryo.
Kayak Mas Aryo bikin channel juga kan di
e pribadinya Mas Aryo
itu juga apa mengunjungi beberapa
studio-studio kreatif yang wih
keren-keren gitu loh menurut saya, Mas.
Benar. Benar.
Termasuk juga di slide-desain itu juga
keren sih maksudnya juga. Oh, ternyata
banyak juga yang keren gitu loh.
Benar, benar, Mas. itu kayak
ee apa studio salah satunya yang studio
Money Monkey yang saya datangin Solo itu
saya juga enggak expect ternyata sampai
puluhan orang dengan
dengan apa ada punya server sendiri
segala macam dan menjadi sub-nya apa ee
studio di Malaysia kan untuk bikin Boboy
dan lain sebagainya itu kan memang ya
itu tuh benar-benar sangat sangat apa ya
banyak peluang-peluang gitu loh Mas
sebenarnya tuh yang bisa kita maksimalin
dari job-job online kayak gitu
itu kayak bisa dilakukan oleh orang yang
kemudian hari ini kena mungkin lesu dan
sebagainya apakah bisa langsung join ke
situ misal langsung join gitu apa yang
harus dia siapkan maksud saya apakah
harus punya skill tertentu untuk kalau
kalau Mas Aro apakah juga bisa ee skill
bikin font atau Iya bisa ya
awalnya dulu tapi
ininya ya bukan bukan bukan
lettering-nya ya
tapi kan ee fase-fase bikin font itu kan
ada beberapa tadi belum I
iya. Jadi pertama adalah bikin
sketsanya, terus lanjut kemudian dibikin
ee vektornya atau jadi sketsa atau
dibikin bentuk grafisnya. Nah, bentuk
grafis sendiri kan belum bisa dipakai
untuk apa ngetik itu belum bisa muncul
kan harus ada coding-nya. Nah, itu ada
di coding sendiri pakai
iya pakai software khusus kita pakainya
font lab. Nah, itu tuh jadi kasih
coding-coding simpel lah, sederhana
gitu. Walaupun memang kalau orang yang
belum buta coding kayaknya ribet ya
kayak gitu. He.
Jadi digenerate fontnya setelah jadi
belum selesai masih bikin ee posternya
dulu. Kan kita kalau jualan font juga
enggak mungkin cuman tulisan huruf doang
hitam putih gitu kan dibikin yang
menarik. Ada poster-poster mokapnya dan
lain sebagainya. Setelah jadi belum
selesai lagi fase terakhir adalah
ngupload. Nah, di-upload lah itu di
berbagai macam marketplace.
Nah, kalau tadi Mas Agung tanya ee bisa
bikin enggak sih? Nah, dulu pertama
ngawalinnya memang kalau di latter hand
itu saya generate font-nya. Nah, jadi
dari font yang sudah jadi A B C sampai Z
terus tak apa lempar ke font lab. Nah,
terus tim akhirnya
eh higher tuh juga benar-benar dari nol
gitu loh. Bahkan salah satunya ada yang
SMK jadi pulang sekolah dia baru kerja
gitu sampai malam.
Nah, itu belajar juga kita jadi
sama-sama belajar gitu akhirnya bisa
jalan kayak gitu. Nah, kalau yang slab
design itu saya dulunya memang awalnya
dari freelancer. Jadi, ee nglogo
khususnya logo, bikin-bikin logo terus
ikut-ikut kompetisi di apa internasional
gitu. Alhamdulillah sempat sampai 10
besar dunia kayak gitu sampai ratusan
logo kita buat kayak gitu. Dan ya sudah
dari situlah dapat klien-klien yang
akhirnya nyangkut sampai sekarang gitu.
Berarti juga harus punya seni juga ya,
Mas. Harus apa ya?
Iya. Kalau sebenarnya gini, Mas. Ee itu
enggak perlu bakat sebenarnya, Mas. Saya
tekankan itu enggak perlu bakat, tapi
butuh gigih aja mau belajar dari Allah.
Walaupun enggak enggak bisa gambar gitu
atau enggak bisa
itu bisa dilatih.
Oh, bisa dilatih.
Bisa dilatih.
Oh,
ini ini sudah dibuktikan, Mas. Jadi kan
ee kalau nanti kita ngomongin ke apa
namanya project yang CSR-nya itu kan
selalu CSR saya ada e CSR kami adalah ee
ada sekolah namanya Indonesia Creators
Academy. Heeh. He.
Itu dididik dari nol dan sekarang sudah
masuk angkatan keenam. Dididik dari nol.
Benar-benar enggak punya skill, enggak
punya enggak bisa gambar apapun. Dan
banyak yang lulusan pondok. Nah, gitu.
Lulusan pondok kan mereka ya istilahnya
dapat ilmu agama gitu kan. Enggak.
karena lulusan pondok terus ya
sebenarnya umum juga sih ya terus
dididik dari nol awalnya manualan dulu
jadi beberapa ee apa waktu awal dikasih
pelajaran manual dia bisa gambar gambar
tangan kayak gitu terus nanti ee apa
namanya ngerti fundamental desain grafis
itu kayak apa gitu. Habis itu penguasaan
ee software. Nah, software itu mulai
dari ee foto editing terus sampai apa
namanya ee Adob Illustrator juga.
Setelah itu lanjut penguasaan hardware,
videografi, fotografi pun juga diajarkan
kayak gitu. Motion graphic sampai video
mapping,
terus live streaming juga. Nah, kayak
gitu. Dan akhirnya selesai itu dalam
rentang waktu enggak sampai setahun plus
itu sudah plus sama magang itu dari nol
benar-benar akhirnya bisa gitu loh.
Dan itu ee apa namanya? Yang penting dia
mau aja gigih aja gitu. Dan ini sudah
kita buktikan gitu, Mas. Jadi kalau ada
orang wah aku enggak punya bakat. gitu.
He
ya. Dari dia ngomong gitu aja itu
sebenarnya sudah apa ya istilahnya
memutuskan semangatnya dia dulu. Ah
kalah dulu sebelum berperang gitu. Lah
kalau kita ngomongin background saya
juga bukan background DKV gitu kan. Saya
hanya senang gambar sejak kecil
karena senang baca komik gitu kan. Dari
situlah terus kemudian mulai
niruin-niruin karakternya
gambar-gambar Dragon Ball kayak
gitu-gitu. Akhirnya terus kebawa sampai
besar itu dan punya passion gimana
caranya saya bisa dapat nafkah, dapat
jalan hidup dari sini dari hobi yang
dibayar. Sesimpel itu, Mas. Sebenarnya
lah. Iya
kayak gitu.
Akhirnya bisa sampai sekarang loh, Mas.
Berarti hari ini juga bisa jadi solusi
bagi orang-orang yang mungkin lagi kena
layof dan sebagainya ya, Mas. Ya,
benar banget, Mas. Jadi, mindset kita
tuh harusnya kita ubah, Mas, bahwa
rezeki itu bukan ditanggung perusahaan.
Terus itu itu juga bukan tergantung ee
apa ya istilahnya ee skill kita tuh apa
aja, tapi ya seberapa besar, seberapa
jauh ikhtiar kita
plus ketawakalannya. Nah, itulah nanti
yang akan memantaskan kita sehingga bisa
Allah tuh kasih rezeki yang sesuai
dengan ee takarannya gitu loh. Karena
kan semuanya memang sudah diatur kan.
Iya. Iya.
Tinggal kitanya sendiri mau diatur
enggak
kayak gitu. Jadi ya apa namanya? jangan
terus langsung putus asa gitu karena
platform tuh sangat banyak sekali Mas
dan
apa ya zaman dulu waktu internet masih
susah waktu saya ngerintis karir itu kan
sekarang tuh sudah sangat amat
dimudahkan sekali gitu loh dengan
berbagai macam bisnis model dan apa ya
tinggal dia mau belajar atau enggak
karena
terkadang mental ya kita tuh terlalu
kayak istilahnya ee penginnya ya sudah
kayak gini aja l kayak kalau enggak mau
berusaha lebih dan sebagainya gitu
apalagi kalau kita ngomongin ya enggak
semuanya sih enggak in general Tapi
kayak ngomongin ee yang dialami oleh Gen
ya gitu. Ada mental illness lah, terus
work life balance lah,
kayak gitu-gitu loh, Mas. Ya maksudnya
harus digembleng lebih kuat lagi
sebenarnya gitu loh kalau kita mau
ngomongin ya itu tadi ya. Jadi rezeki
itu enggak tergantung dari perusahaan
gitu. Misalkan di Lila off terus habis
itu kita jadi enggak dapat rezeki enggak
bisa makan dan lain sebagainya. Ada
tetap ada tinggal mau berusaha atau
enggak gitu. E iya iya keren keren
keren. Terima kasih Mas Taryo
sudah menjelaskan sisi lain dari
pekerjaan yang tidak ada di yang tidak
terlihat
di apa ya di offline tapi ternyata ada
rezekinya
Mas
dan ternyata banyak juga kok. Jadi
teman-teman yang mungkin tertarik nanti
bisa apa ya kayak mulai menguliklah
mengulik di situ banyak hal yang bisa
kita explore lagi di sisi situ.
Benar Mas.
Teman-teman terima kasih sudah menyimak.
Ee kita nanti akan ngobrol lagi dengan
Maso tapi dengan tema yang lain tapi
kita potong di ee di apa di podcast yang
lain. Sampai jumpa di next episode.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
[Musik]
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:30:51 UTC
Categories
Manage