File TXT tidak ditemukan.
Peluang Bisnis Menjanjikan di Era Peternakan Modern: Mesin Pencacah Rumput!
NdSQkyBwe2s • 2025-08-27
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id [Musik] Terus saya belajar riba eh tahu akhirnya rumah saya sampai saya jual, Mas di Bekasi itu karena tahu ribanya. Saya pas saat punya KPR itu ya gitu kayak enggak nyenyak itu, L, Mas. Hidup itu kayak gelisah nanti ini gimana gitu. Terus pas ikut kajian-kajian kayak gitu kan sebennya riba itu apa toh? Saya akhirnya ya sudahlah bismillah. Untung itu sesuatu hal yang tidak perlu dicari dalam usaha. Ya pasti otomatis lah, Mas. Untuk keberlangsungan usaha kita kan harus untung. Tapi itu tidak saya jadikan prioritas insyaallah. Tapi yang lebih menarik itu sebenarnya yang saya kerjar itu keberkahan Mas. Kadang itu kalau untung sedikit tapi berkah itu bisa lebih daripada untung besar dalam materi, Mas. Titik terendah seorang manusia itu sing seperti apa toh, Mas? Gitu loh. Titik terendah dan titik teratas itu seperti apa? Saya pikir itu kalau kita selalu bersyukur itu enggak ada titik-titik itu. Kalau kita selalu bersyukur tuh kita enggak mengenal titik-titik itu. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Perkenalkan nama saya Randi Bakhtiya Ridwan. Saya tinggal di Desa Kuningan, Kanigoro Blitar, tepatnya di Desa Kuningan RT2 RW3 Kecamatan Kanigoro, Blitar, Jawa Timur. Saya usahanya di bidang alat teknik, perkakas, pertanian, dan peternakan. Nah, untuk saat ini kita konsen ke alat peternakan yaitu choper atau pencacah rumput. Awalnya memang karena saya itu anak teknik, Mas ya. Jadi ya sesuai bidang saya. Saya memilih untuk alat pertanian dan peternakan itu. Jadi ya belajarnya itu enggak lama-lama itu loh, Mas. Kalau misalkan satu bidang itu cepat memahami dan alhamdulillah juga sesuai dengan harapan. Artinya itu jika ada konsumen yang cari tahu speknya ya alhamdulillah kita bisa menjelaskan dan juga sharing gitu, Mas. Terus untuk kebetulan saya juga peternak jadi ya sklop lah Mas gitu. Contoh misalkan kalau ada konsumen itu beli choper ya Mas biasanya sekalian sharing tentang pakan terus cara pembuatannya dan perawatannya seperti itu, Mas. Gitu. [Musik] Saya pun kerja kan juga sudah saya pernah lakukan, Mas ya, dengan kerja di sebuah perusahaan dan menurut saya cukup lama jugalah 10 tahun. Ya mungkin jenuhlah, Mas dan juga pengin mandiri tentunya. Ibaratnya mau sampai kapan kan jadi karyawan terus gitu loh, Mas. Gitu ya. Akhirnya saya memutuskan untuk membuka usaha seperti itu. Alhamdulillah kita modalnya kepercayaan, Mas. Artinya gini, dari dulu tuh saya memang hobi jualan ya. Mungkin karena dari nasab kakek saya, saya tuh dulu jualin barangnya orang, Mas. Ya, tentunya dengan aturan-aturan tertentu ya, Mas. Minta izin dan lain sebagainya. Terus mungkin saya dinilai yang punya usaha itu bisa ngejualin. Akhirnya saya dititipin barang. Dari situlah ditelatenin berkembang, berkembang rumah kayak gitu, Mas. Untuk pertama kali yang saya jual itu dulu kayak mesin las, terus jet cleaner kendaraan, terus ya bor, gerinda seperti itu, Mas. Dulu masih di Facebook ya dulu marketplace Facebook itu awal-awalnya. Terus kadang kalau pas longgar itu ya mungkin di TikTok, di ya Facebook itu terus ya WA itu aja sih, Mas. Tahun berapa itu, Mas? 2019. Resen tahun 2018 akhir terus mulai buka usaha itu 2019 gitu. Kalau paling sering Pulau Jawa itu sering semua loh Mas. Untuk hari ini aja banyak juga pengiriman paling jauh ya Aceh, Papua, Kalimantan itu alhamdulillah kita sudah kirim ke sana. Tapi kalau untuk yang luar negeri itu kita belum bisa handle lah, Mas. Kalau nama jenengan itu apa, Mas? Berkah Jenderal Teknik. Nah, itu nama ini tuh saya bikin dulu pas saat di Bekasi, Mas. Sebenarnya dulu sebenarnya berkah jenderal agensi. Saya kan marketing keumahan ya. Terus saya belajar riba e akhirnya enggak langsung ini sebenarnya dari konvensional saya ke syariah dulu sebenarnya, Mas. Cuma saya pelajari sistemnya kok masih ada riba-ribanya gitu. Ya, saya tinggal total. Rumah saya sampai saya jual, Mas, di Bekasi itu karena tahu ribanya. Saya dulu kerja di salah satu perusahaan gas, gas kayak hidrogen itu. Terus, nah dulu sembari kerja itu saya kan ya tadi saya kan hobi jualan, Mas. Saya ikut agensi, ikut masarin developer-developeran itu loh, Mas. Saya brosur ya, kadang kanvasing sampai jalan-jalan saya lakukan Mas. Kalau di sana dulu itu kan perumahan itu kayak kacang goreng itu Mas. Apalagi kan di sana kan karyawan PT itu banyak. Jadi ya kayak rumah rumah subsidi itu copet. Saya pas saat punya KPR itu ya gitu kayak enggak nyenyak itu, L masih. Hidup itu kayak gelisah nanti ini gimana gitu. Ya, akhirnya saya terus pas ikut kajian-kajian gitu kan sebennya riba itu apa toh? Saya akhirnya ya sudahlah bismillah dulu. Ya sudah, Jenu aja pertama, Mas. Yang kedua, ya saya kan dua bersaudara, Mas. Dulu waktu itu kakak saya itu masih di Sukabumi karena kan suaminya anggota ya, Sukabumi. Masih malah dilempar ke Lampung. Iya, anggota TNI. Terus ya sudah kalau ini kan enggak ada yang baturi orang tua kan. Akhirnya saya pulang. Lelah tenan Mas. Pas saya pulang itu 18 itu Bapak saya kena ini kanker tenggorokan ya. Terus saya dampingin Blita Surabaya, Berita Surabaya gitu sampai ya akhirnya Allah lebih sayang beliau di tahun 2021. Wah, kalau saya enggak itu betapa menyesalnya saya itu sangat aduh kalau yang saya amati ya mungkin kita bisa membedakan antara ujian dan azab Mas ya. I itu ya, Mas yang bisa dirasakan itu kalau kita itu mungkin keosnya karena azab itu tuh kita kayak aduh berat gitu untuk anu cuman kalau memang ujian dan insyaallah pasti selalu ada jalan Mas. Makanya untuk usaha saya ini pun ya alhamdulillah tanpa riba. Titik terendah seorang manusia itu sing seperti apa toh Mas gitu loh. Titik terendah dan titik teratas itu seperti apa? Saya pikir itu kalau kita selalu bersyukur itu enggak ada titik-titik itu. Kalau kita selalu bersyukur tuh kita enggak mengenal titik-titik itu. Toh kalaupun kita merasa apa ya titik terendah itu pasti ada yang lebih rendah di dari kita, Mas. Iya toh? Pasti ada yang lebih rendah misalkan apalagi ya mohon maaf ya hanya sebatas ekonomi ya pasti lebih ada ya. Contohnya kalau saat ini mungkin kalau kita melihat saudara-saudara kita yang di Gaza mungkin kayak apa itu malah maksudnya di sana itu mungkin bahan-bahan makanan yang diperlukan itu loh Mas. [Musik] Awalnya itu memang saya itu produksi skala kecil, Mas ya. Karena memang dulu kan tidak fokus, Mas, ya. Maksudnya alat yang saya jual kan banyak. Kalau untuk saat ini kan saya fokusnya di choper itu karena juga saya observasi peternak di Indonesia itu kebanyakan masih manual, Mas. Ngarit pakai sabe kayak gitu kan. Kan kalau seperti itu kan harus setiap hari toh, Mas. Tapi dengan kita punya choper kan kita bisa buat selase atau fermentasi yang nantinya kan di simpan di plastik atau di drom stok mungkin 1 minggu 2 minggu itu bisa gitu tergantung volume bank pakannya itu seberapa banyak. Jadi ya saya produksi itu juga niatnya pengin membantu para peternak biar memudahkan itu loh Mas ya. Saya pikir juga aduh di negara-negara lain aja sudah pakai teknologi yang canggih loh, Mas. Masa kita masih manual kan gimana kita bisa bersaing gitu loh, Mas. Kita sudah observasi choper itu beberapa model, Mas. Ini kalau dilihat dari video-video kita di Facebook ataupun di media-media sosial lainnya itu kita bisa dilihat, Mas. Mulai dari model yang pisaunya itu masih silang tanpa piringan, sekarang sudah piringan, itu bisa dilihat TRK reordnya. Pertama kita tentunya bikin dulu terus kan ada feedback dari konsumen. Nah, setelah ada feedback itu kita pelajari tentunya ya kita serap lah Mas untuk feedbacknya dari konsumen itu. Terus kita praktikkan oh ya lebih baik seperti ini, seperti ini. Dan akhirnya terus Mas sampai saat ini pun kita masih riset. Apa kelebihan coper buatan sini Mas? Yang jelas kualitas dan harga, Mas dan juga pelayanan untuk misalkan kalau luar kota, luar pulau itu kita bisa COD. Nah, itu tadi kita salah satunya riset dari pelayanan, Mas ya. Konsumen kadang kan kalau transfer dulu enggak percaya, takutnya ketipu. Kita bisa COD mulai dari ya harga pelayanan itu kita permudahlah gitu. Kalau harga insyaallah termurah se-Indonesia dan Amerika sengat gitu. Makanya saya kalau misalkan ada yang lebih murah dari produk kita dengan spek yang sama, tolong infokan ke kami. Nanti kita pasti bikin lagi yang lebih di bawahnya lah intinya dengan kualitas yang tentunya bersaing. Maser yang masih andalan kita nyiro kidul dan juga WB2. Nyira kidul itu choper cacah khusus cacah itu yang saya setting buat khusus pemula. Jadi kalau peternak pemula itu biasanya kan penginnya itu apa ya kemaruk Mas. Penginnya langsung peternak banyak, kandang mewah, coper langsung sing itu. Padahal belum tentu punya ilmunya gitu kan. Ya itu saya pengin tahan dululah itu lah. Itu nafsunya tahan dulu. Skala kecil dulu aja ya kan. Ternak ya berapalah 10 atau berapa ekor. Ini chuper saya kasih yang ekonomis ya yang paling murah. Nanti kalau memang sudah dapat ilmunya berkembang, sini coper tukar tambah bisa. Nah, gitu. Ah, dan yang sudah-sudah tuh gini, Mas. Yait peternak yang kemaruk yang ini langsung blek bangkrut. Kasihan Mas di sini yang nyiroro Kidul tadi 1950 itu sudah full set saya pakai Rp1.950. Itu bahannya besi loh, Mas ya. Bukan gembreng ataupun triplek gitu ya. Besi itu ya. Ya, besi Mas. Bisa berguna ya. Wah, berguna bermanfaat insyaallah. paling mahal 2.700 itu aja kalau ternak 100 masih menjangkau lah. Niat saya itu pengin membantu peternak itu, Mas. Kalau saya untung nomor kesekian lah kan ya. Kalau untung itu sesuatu hal yang tidak perlu dicari dalam usaha ya pasti otomatis lah, Mas. Untuk keberlangsungan usaha kita kan harus untung. Tapi itu tidak saya jadikan prioritas insyaallah. Terus juga selain itu kebetulan saya juga peternak Mas. Ternak domba. Jadi tahulah Mas untuk keluh kesahnya mereka itu saya juga merasakan gitu loh Mas. Apalagi kalau pas misalkan musim kemarau, musim hujan cari pakan susah, belum ditambah lagi ada penyakit hewan yang menyerang. Misalkan PMK, belum lagi ditambah harga jual pasarannya hewan turun. Seperti saat ini mungkin domba lagi turun-turun. Bagi mereka yang seperti itu kan saya juga merasakan, Mas. Terus kalau ditambah harus beli coper dengan harga yang mahal itu kok kayaknya gimana gitu. Tapi yang lebih menarik itu sebenarnya yang saya kerjar itu keberkahan, Mas. Kadang itu kalau untung sedikit tapi berkah itu bisa lebih daripada untung besar dalam materi, Mas. Dan ya rumusnya kan memang gitu, Mas. Untuk mencari keberkahan tuh salah satunya ngambil untungnya sedikit. Keberkahan itu di ati ayam gini loh, Mas. Kadang kan kita kalau bawa uang panas itu kan gelisah kan. Terus juga ya alhamdulillah bisa mencukupi ya beberapa partner kerja kayak gitu kan. N tentunya bisa membahagikan orang tua terutama ibu, istri, mertua, tetangga sekitar ya itulah. Nah, kalau kita bisa berbagian senang Mas. Ini murahnya dari segi pembuatan, Mas. Ya, kalau kita dari pembuatan tuh kita pertama memang langsung dari pabriknya bahan terus ya memang itu tadi untuk untung ya saya memang saya preskan, Mas. Saya preskanlah yang penting sama-sama jalan antara pembuat dan peternak itu sama-sama jalan kayak gitu. Yang paling banyak itu selain di medsos itu ini, Mas, repeat order dari mulut ke mulut. Misalkan nih tetangganya ada orang beli ke saya, tetangganya pada lihat diantar ke sini terus besoknya lagi tetangganya lagi. Dan itu menurut saya lebih gampang, Mas. Saya enggak perlu menjelaskan speknya dan hasilnya karena beliaunya sudah tahu dari tetangganya yang beli ke saya tadi. Saya senangnya itu juga, Mas. Maksudnya ya alhamdulillah produk saya itu diterima di para peternak seperti itu. Ke depannya saya ingin membuat peralatan selain choper yang bisa memudahkan para peternak. contoh mixer, terus juga mungkin alat buat pembersih kandang dan juga untuk memandikan lembu atau domba secara otomatis. Kalau selama ini kan penggembala mungkin digiringnya ke kali, Mas ya atau disemprot itu kan itu menurut saya tidak efisien. Nah, suatu saat insyaallah saya bikin alat itulah. Insyaallah panjang, Mas. Soalnya gini, saya lihat penduduk Indonesia itu kayaknya semakin sadar kalau ternak itu bisa menguntungkan. Jadi ya logikanya gini aja, Mas. Sebenarnya kan kalau pengrajin coper kan bukan hanya saya saja, tapi alhamdulillah ya juga orderan banyak gitu kan. Makanya saya mau riset itu yang lebih ideal lagiah gitu untuk ya tentunya tetap dari feedback feedback konsumen-konsumen seperti itu. [Musik] Kuncinya ya jujur, tanggung jawab, terus enggak maksiat. Ya itu maksudnya sebenarnya itu Mas simpel cuman ya enak ngomonge angel ngelakon kadang rata-rata lek gudahne pengusaha kayak saya wis podo ae loh Mas. Mak saya berceramin ke teman-teman saya juga gitu loh Mas. Gimana Mas ya kalau saya ekonomi itu bukannya sombong tapi bukan hal prioritas buat saya gitu loh Mas. Sejak dulu saya tuh ya saya dulu tuh juga hidupnya juga ya alhamdulillah cukuplah Mas. Bukannya saya wah dulu enggak bisa makan ya kan makannya pakai batu dibagi berapa enggak gitu ya. I alhamdulillah tercukupilah gitu Mas dan saya berusaha itu bukan karena bala dendam dulu miskin terus kaya itu. Tidak. Saya insyaallah hanya pengin bermanfaat lebih luas lagi aja. Pokoknya intinya gaya hidup enggak neko-neko, enggak kekaian gengsi enggak itu insyaallah amanlah gitu kan ya. Belajarnya kita tentunya dari Al-Qur'an dan hadis Mas tentunya didampingi guru Mas ya. itu biar kita enggak salah tafsir ataupun enggak menyimbulkan sendiri yang akhirnya nanti malah bikin gaduh atau onar gitu kan. Takutnya seperti itu. Pertama bisa datang langsung ke alamat bengkel. Saya malah lebih senang kalau datang ke sini, Mas. Bisa kita bisa ngobrol dicoba langsung. Kalau misalkan terkendala waktu dan jarak bisa via WA gitu. Order kita kirim misalkan kalau belum percaya kita bisa COD gitu. Kita mudahkanlah intinya. Kadang kan orang mau transfer itu bisa langsung ke rekening saya Mas atas nama Randi Bahti Ridwan itu ada BCA dan BRI. Dan gini Mas kalau saya usaha itu bukan lagi mengejar harus T atas tapi lebih tanggung jawab Mas ya. tanggung jawab saya ada partner kerja ya toh juga pengin membahagikan orang tua apalagi sekarang tinggal ibu aja daripada menyesal ya kita kalau untuk balas budi ke orang took kan enggak bisa Mas tapi ya penginnya itu berusaha semaksimal mungkin terus semampunya untuk membahagiakan orang tua ya mungkin ya orang tua minta umroh ajaak alhamdulillah orang tua berarti sudah umrah nih alhamdulillah sudah tiga kali lah ini tinggal semoga saja segera dapat giliran haji. [Musik] Sing mahal itu kadang waktu. Kita terlalu mungkin sibuk nk ngurusi itu tadi. Orang tua pengin ini enggak. Itu yang sebisa mungkin saya hindari itu. Arti sukses menurut Mas Reni berarti apa? Enggak ada apa coba ukuran ukurannya kaya pun kita enggak tahu. Kecuali ya kecuali kita sepakat patokannya itu kekayaan para sahabat Nabi. Misalkan Utsman bin Affan ataupun Abdurrahman bin Auf saat mereka meninggal tuh harta yang ditinggalkan berapa? Mungkin itu yang bisa dijadikan tolak ukur sebenarnya. Kalau di desa ini ya masuk kaya itu mungkin punya mobil, punya rumah mungkin bisa di cuman kalau aku ndak dodolan dodolan ae ya kan kayak gitu. Pas lagi laris yo alhamdulillah lagi pas sepi yo sepi yo situ ae [Musik] jika kita bersyukur kita tidak akan mengenal titik terendah dan titik teratas kalaupun kita di titik atas insyaallah kalau bersyukur kita enggak akan sombong enggak akan kemelet kalaupun kita berada di titik bawah kita juga sedihnya enggak berlarut-larut Soalnya masih banyak pasti yang lebih di bawah kita itu masih. Saya Randi Bahti Ridwan. Usaha saya berkah Jenderal Teknik. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Mantap.
Resume
Categories