Mantan Tukang Parkir Jago Jualan di TikTok & Shopee, Ini Rahasianya..
3tTgy88yN_g • 2025-08-26
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Ada satu brand itu kalau kita lihat di
data itu 1 bulan itu produksi videonya
Rp100.000 brand dari luar yang masuk di
Indonesia.
100.000 video.
He
lah kalau kita ingin mengalahkan 100.000
video itu berarti kan harus lebih dari
100.000 video itu.
He kalau quantity.
Iya. Game of quantity. di Cina itu kan
live selling-nya itu live selling-nya
itu omsetnya sudah melebihi transaksi
live selling di Indonesia. Omsetnya
mungkin segini di Cina live selling.
Heeh.
Kalau di Indonesia masih segini.
Tujuannya TikTok itu saat ini adalah
agar omset live selling di Indonesia
biar sepadan dengan Cina. sehingga
banyak konten-konten kreator yang lagi
live banyak yang berhasil kan sekarang
banyak yang sukses karena dikasih
traffic.
Ketika ada seorang kepala keluarga yang
saya ajarin speaking skill public
speaking atau life selling sampai bisa
menafkahi dan lain macam sebagainya.
harapan saya dan kira-kira alhamdulillah
saya ibarat menabung
energi positif
ketika saldonya sudah bisa dicairkan
terserah Allah akan mencairkannya dalam
bentuk apa
lah alhamdulillah bisa jadi saya ketemu
Mas Agung ini bentuk pencairan saldo
energi positif saya ketika saya membantu
Mas Agung nyari tempat dulu bisa jadi
kan
[Musik]
asal Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Mas Agung, gimana kabarnya
Mas Agung? Loh, kok aku duluan?
S kok aku Mas
karena mungkin terbiasa dengan public
speaking, jadi langsung
Iya, betul. Langsung responsif.
Langsung responsif.
Langsung responsif
atau gantian aja, Mas. Saya yang
ditanya-tanya, Mas.
Red card-nya enggak terlalu mahal kok,
Masar. Apa kabar?
Alhamdulillah, masyaallah. Terima kasih
sudah diundang ke sini. Saya merasa
enggak pantas ini duduk di sini karena
kan sebelum-sebelumnya anu ya omsetnya
besar-besar ya.
I kalau ini super besar omsetnya.
Jadi ada Mbak Kumala terus Mas Rusdin A
belum ke sini loh Mas
Flow of Attraction dokumenter ya.
Oh iya iya iya.
Terima kasih Mas Agung. Terima kasih tim
pecah telur yang di balik layar maupun
di depan layar.
Sama-sama, Mas Nur. Jadi kalau Mas Nur
ini kan aku kenalnya dulu kan waktu sama
Mas Egi ya, Mas.
Pertama kali kita ketemu kan waktu itu
bantuin kita cari tempat syuting ya.
Iya.
Terus kemudian kok waktu kemarin ketemu
akhir-akhir sudah beda nih apa namanya
basic keilmuannya. Nah, sebenarnya Mas
Nur sendiri ini
ee bidangnya apa sih sebenarnya? Saya
bidangnya di industri pembantu
profesional, Mas. Jadi
pembantu profesional gimana?
Saya dulu SMA itu kalau ada dis natalis
jadi tukang parkir.
Oke.
Tukang parkir profesional ya. Sudah bisa
upselling dulu. Dulu kok bisa upselling
itu karena parkir zaman 2000
9 2010 kan 2.000 3.000 kan mahal ya.
Iya
ya. Karena karena 3.000 sekarang kan
uang parkir kan. He
dulu kan zamannya 1000 atau zaman dulu
saya di natal itu minimal 3.000 kalau
keluarnya mudah atau paling depan karena
paling aman saya upselling jadi R.000
itu upselling atau malak sih Mas?
upselling bahasa upselling dan saya
masih SMA ya bukan apa saya bukan LSMA
atau bukan apa
tapi saya masih pelajar masih pelajar
yang buka tukang parkir
maksudnya upselling itu bisa memberikan
sebuah value lebih gitu tuh Mas
iya kalau keluarnya semakin mudah kan
semakin mahal
iya oke oke ok
kalau setelah dis natalis itu kan setiap
selesai konser
Heeh
itu kan kalau mau pulang itu kan macet
lah ini kalau enggak Enggak pengin
macet, keluarnya paling mudah ya mahal.
Akses mudah, bayar mahal.
Bayar mahal. Habis itu setelah lulus SMA
saya kuliah di Universitas Brawijaya.
Heeh. Heeh.
Ilmu komunikasi. Kenapa saya pilih ilmu
komunikasi? Karena yang SPP-nya paling
murah pada saat itu,
gitu.
Iya. Iya. Oh, komunikasi paling murah
memang. He.
Tapi anu ijazah saya belum saya ambil
waktu di sana.
Loh, berarti kuliah untuk apa?
Dulu sebelum wisuda, alhamdulillah atas
izin Allah saya sudah kerja.
Oke.
Saya sudah kerja terus sampai sekarang
lupa mau ngambil gitu.
Jadi masih di sana mungkin sudah
masih di sana
sudah disingkirkan di pinggirnya lah
Masan.
Enggak apa-apa tapi yang penting saya
enggak terpinggirkan di dunia ini. Iya
kan? Gitu. Oke.
Seperti itu. Mas.
Berarti tadi kan pertanyaanku sebenarnya
Mas Nur ini itu siapa? Berarti
kalau saat ini teman-teman ee mungkin
kenal saya
public speaker.
Public speaker trainer. Oke.
Sama human capital ya. Karena saya ee
beberapa teman-teman itu ngelihat get
kontak saya
itu Mas Nur HRD atau Mas Nur public
speaking gitu.
Heeh. Heeh.
Nah, saya tahu bahwa diri saya itu siapa
ketika melihat getak. Apa label yang
disematkan orang kepada Mas Nur itu?
Betul. Saya ini juga dulu anu loh ya ee
salah satu subscriber awal-awal pecah
telur sebelum 1000 subscriber.
Oh iya toh?
Sebelum video-videonya ini apa ini kan
COVID pandemi itu ya. Covid pandemi.
Oh iya. I
itu kemudian ketemu di Kediri ya waktu
itu sama Mas Eki dan alhamdulillah
sekarang juga masih aktif sama Mas Egi.
Heeh. dulu sampai apa namanya pecah
telur jualan apapun jualan kacang
terus jualan madu bentar lagi jualan
parfum ya
sekarang jualan kelas masyaallah
kelas pecah telur ya
heeh
iya iya iya berarti jenengan ini mas ini
human capital di perusahaannya masalah
satu perusahaan multinasional
ya dengan 60 brand ya Kalau enggak salah
terakhir
60 perusahaan.
60 perusahaan yang di-handle itu HRD-nya
Mas
ya. Ada Mas Nur yang
ada tim salah satunya saya.
Oh gitu. Oke.
Serabutanlah Mas ya karena ya juga HRD,
TikTok
ee apapun yang diperbantukan.
Heeh. Heeh.
Insyaallah kita siap. Ada Mas Agung jadi
tamu kemarin. Saya ikut membantu ya kan
yang mana
dulu waktu nyari tempat.
Oh iya
iya
iya iya iya i. Pembantu profesional.
Pembantu profesional. Menarik.
He. Makanya red card-nya mahal. Jadi
buat
karena ada HBL profesional.
Heeh.
Nah, terakhir itu kan gini, Mas. Jadi
kayak kemarin aku juga minta teman-teman
minta Mas Nur ini mengisi kelas di ee
kelas pecah telur untuk kelas live
streaming kan. Iya.
Ternyata Mas Nur ini juga memiliki
keahlian
ee apa mengajar live live streaming Mas
atau sebagai live streamer sendiri
jenengan itu di UMR brand Umer kan?
Iya. Heeh.
Di ee sebelum itu juga saya membantu
beberapa teman-teman kita UKM yang aktif
di TikTok
untuk ngajarin host-nya.
Kan kalau kita mainan TikTok itu kan ada
dua sumber revenue. Betul. V video
TikTok yang ada disematkan keranjang
kuning sama live streaming.
Heeh.
Nah, kalau VT ini ee pelatihan yang
dibutuhkan itu adalah pelatihan atau
kelas content creator atau content
creation.
Heeh. Karena bikin video kan.
Heeh. Cuman bikin video take edit take
edit. He.
Kalau live streaming ini variabelnya
masih banyak. Ada host.
Heeh.
Nanti host-nya harus skillful dan
skillful itu harus dilatih dan dilatih
itu harus ada ilmunya.
Heeh. Heeh. lah saya juga diumer sebagai
live streamer atau host-nya juga ee
TikTok-nya juga.
Dan kemudian alhamdulillah kemarin
diberikan kesempatan pecah telur untuk
berbagi di kelas pecah telur terkait
live streaming
gitu.
Tapi sebelum itu saya juga belajar ee
berangkat workshop atau training yang
diadakan sama TikTok Official Indonesia.
Heeh. Heeh.
di sana diajarkan untuk jadi certified
live host streaming TikTok official.
Oh.
Nah, dari dan itu pelatihannya gratis
dari TikTok. Ada ujiannya tapi.
Oh, enggak semua orang bisa diterima.
Iya. Kalau lulus baru dapat titel
certified-nya itu seperti itu.
Sebentar, Mas. Sebelum jauh ke situ kan
tadi dari pembantu profesional
dari hak apa? Human capital atau HD itu
kok tiba-tiba ke TikTok itu ceritanya
gimana itu, Mas?
Saya orang yang suka ngulik media sosial
dan saya suka belajar.
Heeh.
Ada workshop atau training yang
sekiranya saya butuh, saya berangkat.
Hm.
Gitu.
Suatu ketika saya bikin TikTok. Bikin
TikTok.
Berarti TikTok pribadi ya.
Heeh. Akun-akun publik gitu ya. He
kayak mungkin apa
ee volksat kan teman-teman tahu ya
TikTok-tiktok yang akun-akun publik yang
postingnya itu posting random
seperti apa contohnya
volksat Jakarta keras gitu
Jakarta keren lah saya bikin namanya
komentator kehidupan
oke
nah di TikTok komentator kehidupan itu
saya posting apapun yang saya jumpai
apapun yang saya temui. Oke
lah. Kok ternyata beberapa kali FYP.
Heeh.
Kemudian ada teman ee teman kita sesama
entrepreneur di beberapa komunitas biar
FYP seperti apa lah. Ternyata FYP itu
ada polanya. Eh lah kok ternyata
views-nya meledak.
Oh teman yang mau belajar itu mau kasih
beberapa strategi views-nya meledak
juga.
Viewnya meledak. Kalau meledak kan nanti
ngefeknya ke keranjang kuningnya kan.
Oke.
Itu sebelum ada
live sebelum ada live streaming itu.
Tapi sebelum jauh ke TikTok itu saya
masih ingat dulu ada Bapak-bapak penjual
madu tapi belum madu sahir ini ya.
Heeh.
Ada Bapak-bapak penjual madu.
Mungkin nanti ditawari sahir kali ya.
Oh iya. Penjual madu produsen madu di
Kabupaten Kediri.
Oh sudah produsen berarti enggak bisa.
Heeh.
itu
suka pameran.
Heeh.
Suka pameran. Saya tadi dengar timnya
Madu Sahir ketika pameran itu ludes.
Betul.
Iya kan?
Iya.
Lah ini Bapak ini
enggak ludes jualannya ketika pameran
dan kemudian saya ngomong apa? Ngasal
aja Pak coba live IG. Pada saat itu lagi
ngetrennya live Instagram kan ya?
Heeh. Heeh. Heeh.
Belum ada TikTok, masih snack video atau
apa dulu musically. Nah, live IG sama
sambil saya suruh ngomong ini, Pak.
Karena basic saya public speaking bisa
transfer omongan. Nanti ngomongnya ini
ini ini. Skripnya seperti ini.
Apa yang kamu ajarkan waktu itu?
Nah, itu ada di kelasnya pecah telur
itu.
Enak intinya diajarin itu ya.
Iya, pasti. Nanti saya bocorin di sini.
Oh, iya iya iya. Nah, pada saat itu
alhamdulillah sampai saat ini atas izin
Allah juga ya itu
ber dari jalur jualan madu itu anaknya
kuliah di Universitas Airlangga
lulus.
Setelah lulus sarjana itu sekolah
apoteker.
Hmm.
Dan alhamdulillah bangun rumah sekarang
si Bapak tersebut.
Oke. Oke. Dari jualan madu ya? I
di jualan madu. Dulu live IG, sekarang
merambah ke live TikTok juga.
Alhamdulillah.
Gitu lah. Dari situ kok ternyata ilmu
ini ngefek ya.
He.
Ilmu ini berdampak ya buat orang lain
ya. Dari situ saya ingin menyebarlaskan.
Waktu
awal mula jadi tertarik di live
streaming itu karena ikut yang di itu
yang di Bandung itu certified host.
Betul.
TikTok itu awal mula berarti itu.
Iya. Saya melihat
certified live host TikTok itu kalau
saya melihat itu kan enggak bisa
diterima semua ya. Saya niatnya iseng
terus ada screening. Saya kayak ngirim
CV gitu. He
he.
Saya ngirim CV untuk ikut workshop atau
kursusnya yang diadakan TikTok Official
Indonesia by dance.
Heeh. Eh lah kok ternyata saya dihubungi
H-2 atau H-1 Bapak
Bapak bisa ikut karena Bapak lolos
screening kami.
Oh
ya mungkin karena tahu bahwa ada
background saya sebelumnya public
speaking kan saya ada beberapa certified
public speaking kan.
Oh.
Eh jadi molesnya mungkin lebih mudah
gitu. Dari situ saya berangkat 3 hari 2
malam diuji dimasukkan ke dalam kamar
untuk live
di situ.
Iya di situ.
Ee 3 hari 2 malam.
Iya. Ujian praktik sama ujian tulisnya.
Ee kalau enggak praktik enggak boleh
keluar.
Kalau enggak kalau pada saat praktik
nilainya kurang, suruh praktik lagi
sampai lulus.
Oh. Nilaimu yang enggak lulus juga?
Lah. Kebetulan lulus
di Jawa Timur ada beberapa salah satunya
saya. Oh, tak kira enggak lulus. Lulus
ya?
Alhamdulillah lulus.
Alhamdulillah.
Kalau enggak lulus enggak mungkin ngisi
di kelas pecah telur.
Enggak ngisi di sini.
Heeh.
I
langsung cck out kelasnya pecah telur.
Langsung cek out.
Sebenarnya dalam kalau boleh dibocorin
Mas, kalau
sebenarnya kunci dalam kita jualan di
live streaming atau live sell
atau apa bahasanya yang lebih
live selling ya. Itu apa sih, Mas?
Ling. Iya. Kalau dari saya melihat
beberapa pola, he
teman-teman yang live selling atau tim
yang kami bina, pola yang pertama itu
yang sebelumnya adalah mindset,
skill set, sama tool set.
Ya, dari mindset dulu.
Heeh.
Mindset, skill set, toolset. Mindsetnya
kita kan harus percaya diri dulu. He.
Mes. Karena kita enggak ngomong sama
orang kan ngomongnya.
Iya. Kayak ngomong sama orang tapi di
depan kita bukan orang. Kamera.
Heeh. He.
Kalau enggak kalau penontonnya nol
biasanya kita percaya diri turun gitu.
Heeh.
Aduh penonton nol ini. He he.
Nambah satu, nambah dua. Mulai bangkit
lagi. Masyaallah. Teman-teman silakan
dicek out payment madu syairnya langsung
check out check out madu syairnya. Kalau
penontonnya 10 11 atau ada penontonnya.
Kalau penontonnya nol kadang bingung mau
ngomong apa kan. Penontonnya nol siapa
yang mau dengerin kita lah. Itu ngelop
terus. Kalau di beberapa akun media
sosial atau marketplace life selling
Shopee ataupun TikTok
enggak apa-apa. Nol itu ngomong terus
aja karena algoritma kan mencari
penonton.
Heeh. He gitu.
Mindset. Percaya diri kemudian yakin
sama produknya.
Tahu benefit value-nya. Mindset.
Heeh. Heeh. harus yakin bahwa produknya
ini bagus dan menjadi solusi dari
masalah para viewers itu.
Nah, tapi jangan
minder juga kalau pada saat life selling
itu enggak ada orang yang check out
payment. Saya nyebutkan check out
payment karena check out itu belum tentu
payment.
Heeh. Heeh.
I kan
copcop itu biasanya ya.
He kayak bunda-bunda itu suka COCO kan
tapi belum dipayment. H
I kan
lah yang payment siapa? suaminya ya kan
lah
kalau di live itu kadang bisa ngefek itu
pada saat live selling pada saat live on
atau setelah live
apalagi dibost sama GMV Max-nya Shopee
TikTok kan punya fitur GMV Max.
Iya.
Nah itu ada beberapa teman itu yang
jualan ngefeknya notif cring cring cring
Anda mendapatkan pesanan baru itu
setelah live.
Hmm. Hm.
Karena kadang kalau kita
nyari madu syahir di marketplace live
selling, ada notif orang lagi live. Nah,
itu membantu penjualan kan ditunjukkan
waduh syairnya.
Ketika enggak ada live biasanya ada
rekaman video sebelumnya kalau di Shopee
ya.
Heeh. He
seperti itu. Itu mindset.
Eh, itu baru mindset lah ya.
Itu baru mindset.
Oke. Oke. Lanjutlanjut.
Yang kedua apa tadi?
Skill set.
Mindset. Skill set. Skill set.
Ada tiga skill yang dibutuhkan untuk
life selling. Skill yang pertama pasti
public speaking. He.
Skill yang kedua storytelling. Dan skill
yang ketiga content creation. Tapi yang
dasar atau basic aja.
H.
Tak bahas yang ketiga dulu.
Heeh. Heeh. Kenapa seorang host atau
live streamer selling itu butuh skill
content creation? Karena dibutuhkan
video prehit, video trailer.
Heeh. He.
Sebelum live kadang kita menjumpai,
silakan join ke live kita ya, Kak. Ada
di FYP Brand join live kita ada promo
flash sell menarik. Silakan join
sekarang sebelum kehabisan. Itu kan
video brehit. He.
Kayak film main di bioskop. Ada
trailernya dulu. Heeh.
Lah itu trailernya dibost
pakai iklan.
Pakai iklan.
H. Heeh.
Ya. Kemudian masuklah orang ke room live
kita.
He. Heeh.
Ee content creation. Nah, content
creation ini wajah host-nya kan sama.
Silakan masuk yang dilihat di host-nya
sama. Oh, wajahnya masih tetap Mas ini.
Heeh. He
gitu. Misalkan saya ngomong, "Ayo join
live-nya Madu Syahir." Kemudian masuk
wajahnya Mas Agung.
Kok hostnya beda? Lah itu kadang
penonton bertanya-tanya.
Berbeda ya, Mas ya? Itu bisa jadi
bermasalah ya.
Bukan bermasalah, penonton akan
bertanya-tanya
gitu.
Ini benar enggak sih gitu ya?
Ee gitu.
Tapi kalau akunnya banyak enggak apa-apa
kan banyak akun sekarang yang pakai
metode live selling. Satu akun satu
live. He
boleh.
Itu tadi content creation yang ketiga.
Yang kedua, storyting.
Kita nyeritakan produknya bukan sekedar
ngomong teman-teman madu ini telah lulus
uji laboratorium yang sesuai dengan
standar pemerintah.
Jadi check out sekarang juga.
Itu kan jualan biasa ya.
Tapi kalau pakai storytelling,
Teman-teman, kalau di rumah Teman-teman
belum ada madu, nah jangan cekot dulu.
Saya ceritakan dulu ya. bahwa kalau di
dalam Quran surat An-Nahl sekitar ayat
50-an berapa itu seorang muslim itu ada
anu
lebah ya kalau enggak salah ya itu madu
itu masuk dalam sunah Nabi. Nah, kalau
teman-teman mau mengikuti sunah Nabi,
check out madu ini sekarang juga.
Oh, ada ceritanya ya.
Heeh.
Oke oke oke. Menarik. Nah, madu k itu
kayak sama kayak saya jualan parfum di
pameran. He
pakai storyelling. Storytelling-nya
begini. Biasanya
kalau orang jualan parfum dikasih paper
tes kan,
paper tes gitu. Habis itu
orangnya pergi.
Heeh. He
silakan Pak. Orangnya tanya ketahanannya
berapa lama? Orangnya tanya gitu kan.
Heeh. Yang wajar.
Iya.
Saya enggak langsung jawab 8 sampai 13
jam. Saya tanya dulu problemnya dia kan.
Bapak suka parfum yang soft, segar atau
strong?
Oh, saya suka. Eah, dia enggak bahas
pertanyaannya tadi yang awal. Ketahanan
berapa? Saya suka yang segar.
Eah, kalau yang segar pakainya ini, Pak.
Pakainya ini. Nah, ketahanannya berapa
lama? Bapak semprot dulu ini, Pak. Saya
semprot dulu, ya, Pak. Ya,
saya semprot dulu. Ketahannya berapa
lama? Heeh.
Rata-rata, Pak. Menurut ulasan pelanggan
kami itu 8 sampai 13 jam karena ini
X-ray the parfum.
Heeh.
Tapi Bapak jangan percaya dulu. Ini kan
lagi pameran luas, Pak. Bapak
muter-muter dulu aja. Kalau wanginya ini
hilang, Bapak pulang enggak apa-apa.
Kalau masih wangi, Bapak kembali ke sini
temui saya.
Kira-kira orangnya kembali lagi enggak?
Kembali, Pak.
Kembali karena sudah saya semprot ya
kan. Iya. I
strategi. Strategi.
Oh. Apa tadi? Skill setoryting.
Oke.
Orang tanya sesuatu enggak langsung
dijawab.
Dijawab.
Nah, kemud
digiring ya sesuai dengan yang akan kita
ingin kan kalau enggak salah
itu ya ada di YouTube-nya pecah telur
ada storyting juga kan ya.
Itu. Nah, teman-teman bisa belajar di
situ juga.
Sebenarnya sepakat sih, Mas. Nanti kalau
berlangganan di level 3
itu ada storyting, ada yang Mas
juga ajarkan.
Berarti anu luar biasa luar biasa. Jadi
apa kayak
satu kali berlangganan bisa nonton
banyak.
Iya kayak kalau di film kayak Netflix
lah.
Heeh. Kayak Netflix. Nah, itu ya
storytelling yang kedua.
Oke, lanjut.
Yang pertama tadi 321 kan ya. He.
Yang pertama, public speaking.
Oke.
Meskipun kita berbicara di hadapan
kamera, tapi di dalam kamera itu ada
banyak orang yang akan mendengarkan
Anda.
Heeh. He
public speaking. Berbicara di depan
publik.
Heeh. He
lah. Public speaking seperti apa? Ya,
opening, konten, isi, closing, itu kan
hal yang basic. Nah, opening-nya seperti
apa? Ya, berarti harus punya
stopping power yang powerful.
Stop.
lah. Itu kan ee stopping power. Kalau
cuman
stopping power ya.
Stopping power.
He.
Kekuatan membuat orang untuk berhenti di
pembicaraan kita.
Oh.
Nah, ketika kita ngomong orang berhenti.
Stop. Tolong hentikan scroll Anda.
Tonton video ini sampai habis jika ini
adalah solusi untuk hidup Anda. Ahah.
Misalkan gitu ya.
Ada lagi kayak gini apa?
Tolong jangan skip video ini. Kalau kamu
cari wangi yang sekiranya menggigit,
wangi itu kan enggak ada yang menggigit
ya.
Tapi kan ini storytelling ya.
Wangi-wangi yang menggigit. Nah, ee
kalau kamu cari madu yang memang
benar-benar asli dari petani ya, tonton
video ini sampai habis. Nah, ini membuat
orang akan nonton sampai habis kan. Iya.
Oke. Oke.
Seperti itu.
Menarik-menarik ya, Mas. Oke. Nah, tadi
yang ee kan ada mindset, ada skill set
tool set.
Tool set. Tool setnya biar nanti orang
lihat di membership aja ya.
Iya. Tool set ini toolset
nonton pecah telur ini sudah toolset
bisa dilihat ini nonton ee toolset itu
peralatan atau perlengkapan kan
untuk menuju itu
untuk menunjang itu kayak bal HP dan
sebagainya.
Iya.
ee barang atau produk sampelnya juga.
Kalau madu sahir berarti
ee perlengkapan ini perlengkapan yang
mau dijual apa? Produk sampelnya ya madu
sahir.
Kalau jualan madu saher live madu sahir
produk sampelnya ee air putih enggak
relevan kan gitu.
Tapi enggak apa-apa air putih saya minum
dulu.
Silakan diminum Mas. Itu memang untuk
diminum
atau madunya ditetesin?
Boleh boleh boleh. Enggak apa-apa, Mas.
Tapi enggak ada aduknya. Aman. Aman.
Nah, gini, Mas. Kalau ini saya mau
belajar dari UMER sendiri.
Iya.
Umer kan berarti parfum ya, Mas. Parfum
dari brandnya
Mas Nur sama Mas Egi.
Ee itu seperti apa ketika before di live
streaming sama after di live streaming?
Apakah ada penjualan signifikan?
Setiap industri ini gamenya beda ya game
atau cara bermainnya. Heeh.
Apalagi produk kita itu menyasar ke
kelas premium.
Heeh. Heeh.
Nah, kita awal launching itu sekitar
ee 2 awal-awal 2025 kemarin.
Oh, baru ya.
Kita kan di Trisna Grup ada 60
perusahaan. Heeh. He.
Dan kebanyakan itu perusahaan mitra
dengan Pertamina atau franchise
minimarket lah. Kita masuk ke industri
kreatif ini tantangannya berbeda.
Makanya saya perlu belajar
untuk bermain di TikTok gitu.
Lah kalau di TikTok itu mainnya adalah
game of number.
Semakin banyak konten video yang
diproduksi dan di-upload
itu yang menang. Nah, kita alhamdulillah
ketika kita jalan iklan GMV Max, GMV Max
ya bisa V kerancang kuning ataupun
live-nya yang di GMV Max.
GMV Max itu kan TikTok milih sendiri
konten mana yang mau dibus,
yang berpotensi untuk
yang berpotensi dibus. He
lah.
Alhamdulillah ee bisa membantu
mendongkrak penjualan. He.
Dan kalau kita kan ee punya mindset
bisnis owner ya, Mas Agung juga bisnis
owner. Kita kan membuka lapangan
pekerjaan.
Heeh. He.
Kalau ada omset berarti kan bisa gaji
karyawan ya. Heeh.
Dan alhamdulillah tim kita ada sekitar
banyaklah ya itu sudah bisa gaji itu
punya rasa bersyukur tersendiri kan
seperti itu.
Apalagi ini mulai besok kalau enggak
salah ada anak magang juga
yang ingin belajar
tentang TikTok
gitu.
Nah,
dengan berbagai macam channel penjualan
itu enggak hanya TikTok ini nanti kita
mau coba juga live selling di Shopee.
Karena kan
sekarang eranya era selling ya.
Heeh. Heeh. Heeh.
Eh, live selling itu kalau kata
pelanggan itu sebagai penentu keputusan
pembelian. Heeh.
Heeh.
Karena kan orang main ke TikTok atau
main ke Shopee tujuannya kan enggak
nyari parfum Umair kan.
Heeh. Heeh. Atau orang main ke TikTok,
orang main ke Shopee tujuannya enggak
langsung ngetik madu syahir kan biasanya
ngetik madu.
Madu
atau ngetik parfum.
Heeh. Heeh. Heeh.
Lah ketika orang ngetik itu kalau kita
lagi live berarti kan kelewatan sama
dia.
Heeh.
Saya punya teori itu namanya teori bola
mata.
Bola mata.
Iya. Semakin sering kita tampil
atau semakin intensitas tinggi tampil di
depan mata konsumen lah itu keputusan
pembelian semakin banyak.
Hm. Heeh.
Makanya ada fitur GMV Max game-nya game
of number quantity.
Heeh. Heeh. He.
Ya, mungkin Mas Agung pernah ngecek atau
masuk scroll ke akun TikTok-nya siapa.
Kemudian dari situ, wah kenek terus
afiliator-afliatornya itu.
Heeh. Nah, itu
ada satu brand itu kalau kita lihat di
data itu 1 bulan itu produksi videonya
Rp100.000 brand dari luar yang masuk di
Indonesia
100.000 video.
He
lah kalau kita ingin mengalahkan 100.000
video itu berarti kan harus lebih dari
100.000 video itu.
He kalau quantity.
Iya. Game of quantity.
Kita aja produksi
video di UMER itu masih
berapa ya? 500-an
sebulan. 250 2 ya hampir 1000 hampir
1000.
Heeh. Heeh.
Itu seperti itu game of quantity
mainnya. Siap. Memang hari ini memang
zamannya lifestelli Mas ya.
Iya. Zamannya lifestell. Nah, ada juga
kemarin itu gini, Mas.
Ee beberapa
ee VTI ataupun juga ada ekor-sekor juga
hari ini yang sudah menggantikan AI
sebagai
eh talent,
sebagai host, live streamer.
Live streamer itu menurut
Mas Nur gimana?
Itu keren luar biasa ya. Sekarang
misalkan ada pakai host Avatar AI ya kan
dan
sudah banyak yang jual cara membuat host
AI.
He
kalau menurut saya mungkin sesekali itu
dibutuhkan ya. Tapi pertanyaannya
sekarang saya juga belum tahu dan belum
nyoba.
He.
Kalau pertanyaannya pelanggan itu
random, apakah AI itu bisa menjawab
hostnya tersebut?
Karena
host yang nyata itu kadang lebih engage
dengan orang.
Soalnya ada yang tanya itu biasanya di
host, "Kak,
kalau buat kondangan wangi yang cocok
pakai apa?" Kita kan ada 11 varian ya,
wangi yang cocok pakai apa lah. Itu
kalau AI mungkin bisa ng-random ya.
Kalau kita kan ini, Kak wangi yang cocok
pakai ini karena kandungannya ini. Wah,
ini cocok banget nih buat Kakak. Tapi
sebelum Kakak check out, aku jelasin
dulu, Kak.
Heeh. He he.
Gitu kan. Kalau AI mungkin scriptnya
kita buatin.
Iya.
Tapi kalau kita kan skriptnya kita bisa
moles, kreatif. Kalau kita lagi nge-hang
bisa improve kan gitu.
Tapi keren. Itu keren. Sesekali kayaknya
perlu.
Iya. Iya. Tapi memang untuk case-case
yang random agak agak susah itu, Mas ya.
dan kurang humanity kayaknya ya memang
kan AI ya bukan human.
Kalau saya dapat bocoran dari orang
dalam di TikTok
Iya
ya itu di Cina itu kan live selling-nya
itu live selling-nya itu omsetnya sudah
melebihi
transaksi live selling di Indonesia.
Live selling.
Heeh. He
ya. Omsetnya mungkin segini di Cina live
selling.
Heeh. Kalau di Indonesia masih segini.
Heeh.
Lah tujuannya TikTok itu saat ini adalah
agar omset live selling di Indonesia
biar sepadan dengan Cina.
Heeh.
Sehingga banyak konten-konten kreator
yang lagi live banyak yang berhasil kan
sekarang.
Banyak yang sukses karena dikasih
traffic.
Hm.
Nah, ini waktunya teman-teman live gitu
karena live mumpung ada traffic gitu.
Mumpung ada traffic. Mumpung targetnya
TikTok ee ingin menumbuhkan para
host-host itu.
Siap. Siap. Teman-teman itu live-nya
biasanya berapa lama, Mas, dalam sehari?
Kalau dari standar TikTok sendiri,
seorang host itu bisa gacor.
Heeh.
Itu maksimal 4 jam bisa gacor, ya.
Heeh. Heeh. Heeh.
Coba teman-teman bayangkan Mas Agung
bayangkan ngomong terus gini
4 jam
teman-teman ini kita ada maduang 1 jam
aja ini kita haus.
Heeh. Kesal.
Nah, kesal. Kalau haus minum.
Ya kan lah.
Terus
habis itu nge-host lagi 1 jam.
Teman-teman e silakan dicek out payment
madu akhirnya ini cekot 1 jam kan 1 jam
yang kedua haus minum lagi sampai 4 jam.
Standar gacornya itu 4 jam.
Oke. Standar gacornya 4 jam.
Standar gacornya 4 jam.
Kalau ada yang lebih wah ini bisa 8 jam
itu pasti 4 jam. Habis itu istirahat 1
sampai 2 jam. Kemudian lanjut lagi.
Lanjut lagi. Oh,
kalau ada host yang saya belum ketemu
itu belum ketemu host yang gacor lebih
dari 4 jam gacor ya. Kalau
ada host itu ee host jualan Al-Qur'an
itu kan enak ya. Host jualan Al-Qur'an
kan cuman auzubillahiminasyaitanirrajim.
Alhamdulillahirabbildin. Amin.
Bunda-bunda, Ayah-ayah, kalau
Bunda-bunda, Ayah-ayah ingin belajar
Al-Qur'an yang lebih mudah, silakan
check out Al-Qur'annya seperti ini. Itu
aja 2 jam udah haus.
Apalagi yang gacor.
Gacor full.
Gacor full 4 jam. Standarnya TikTok 4
jam.
Makanya
sekarang host di Jawa Barat, Jakarta
Bandung itu kan red card-nya di atas
UMRUMR Jakarta kan.
Oke.
Karena tidak semua orang bisa jadi host
karena skill set-nya langka
dan gacornya itu butuh tenaga.
Rata-rata berapa, Mas, untuk biaya jadi
host atau mencari host live streamer itu
biayanya?
Tergantung
di lokasi perusahaan industrinya di
mana. Kalau Mas Agung
madu syahir ini buka di Jakarta, Mas
Agung nyari madu, nyari host untuk madu
syahir di Jakarta, ya pasti ngikut UMR
Jakarta. Jakarta untuk 4 jamnya.
E untuk 4 jamnya.
Heeh. Heeh. Heeh. Rata-rata berapa kalau
di Jakarta katakanlah let's say
ee 4 mungkin ya.
4 jam dalam 4 jutaan.
Heeh. Dalam sebulan ya.
Iya. Karena karena gini setelah saya
setelah saya lulus certifiedos itu
keluar dari ruangan itu langsung
ada penawaran.
Penawaran
e disuruh nulis red card-nya.
Hmm.
Sangar ya. ditulis mungkin disuruh nulis
saja itu.
Heeh. Disuruh nulis saja terus saya
nulis yang tinggi.
Oke.
Biar saya bisa pulang.
Oke.
Kalau saya nulis murah kan
ditahan kan diterima yaitu
biar saya bisa pulang.
Nah itu rata-rata kan saya tahu
teman-teman saya yang jadi host karena
kan satu angkatan
gitu.
Kalau mungkin ada viral kan host
Mas-masik itu.
Ahah itu udah
ee rate-nya tinggiah host.
Itu teman seangkatan.
Iya. ang
ya. Cuman saya enggak jualan batik ini
masih ganteng sana soalnya.
Loh, cuman kalau jualan parfum lebih
ganteng sih, Mas.
Apa jualan madu?
Apalagi jualan madu itu
jualan madu
fix yang dibawa pulang ya madunya itu
ganteng.
I apalagi madu saher teman-teman. Ini
jenis sopia ya teman-teman ya. Madunya
asli asli. Silakan check out payment
sekarang juga ya. Karena stok kita
terbatas. Kalau stok kita banyak berarti
kebanyakan ini kalau stok kita banyak
itu panennya ke mana lah kita panennya
sedikit.
Iya iya
kan kalau panen sedikit kan
marah mahal atas limited.
Asli limited
siap-siap.
Kalau Nah alhamdulillahnya saya ada
teman kan itu kena lay.
Heeh. Heeh.
Ijazahnya ketahan.
Ee teman di Kediri.
Di Kediri
ijazahnya ke Leo ee ditahan. Eh, Mas itu
memang ijazah ditahan itu beneran ada
beneran beneran ada ada beneran ada.
Kalau mau keluar harus ditebuskan.
Oh,
belum belum dan
belum ada uang untuk nebus.
Nah, kebetulan saya ada teman punya
brand butuh host.
Hm.
Saya hubungkan.
He.
Kamu mau enggak jadi host?
Dia kendalanya apa? Mindset, skill set,
toolset. Tool set dulu. Enggak punya
iPhone kan? Kalau pakai iPhone kan
paling proper pakai iPhone kan.
Bening lah ya.
I
enggak punya iPhone gampang nanti brand
yang nyediain.
Heeh. Heeh.
Terus mindset skillsnya wah aku belum
pernah jadi host ya tak latih.
Heeh. Heeh.
Alhamdulillah sekarang bisa dan bisa
menghidupi istri sama keluarganya.
Wih. Alhamdulillah bisa nebus ijazahnya
juga.
Bisa nebus ijazahnya. Ya kelupaan ya.
Apa tuh?
Kelupaan ijazahnya tadi. Ijazahnya sudah
ditebus. Tapi ijazah saya sendiri belum
tak ambil ya. Tapi sudah lunas koknya.
Sudah lunas.
Bukan ditahan ya.
Bukan ditahan.
Oke. Oke. Nah, aku juga apa Mas? Ini
yang pengin tak tanyain sebenarnya ke
Mas Nur itu
ee
di Instagram komentator kehidupan.
Iya.
Kan ada sebuah quote yang menurutku
keren, Mas.
Heeh.
Apa itu quot-nya? Senang
senang melihat orang lain bertumbuh dan
berkembang.
Iya.
Heeh. Itu keren loh, Mas. Itu beneran
loh, Mas didasari ng keren-kerenan aja
diikut itu atau memang benar-benar
intisari dari sebuah pelajaran kehidupan
yang Mas alami.
Kalau ding keren-kerenan pasti di situ
sudah banyak postingannya, Mas.
Itu nol ya. I
hari ini saya ke empat-empat sharing
berbagi ilmu, sharing ke empat-tempat
ini. Tempat yang keempat ini hari ini.
Hari ini.
Heeh. Hari hari podcast ini.
Hari podcast ini ke tempat keempat
ngelesi lah ya istilahnya. He.
Ketika saya melihat teman-teman
bertumbuh sama karyawannya bertumbuh
jadi pintar.
Heeh.
Itu saya cukup senang. Jadi ketika
perjalanan hidupnya dia
Heeh. Heeh.
Ada nama saya.
Saya cukup bangga di perjalanan
keberhasilannya dia ada nama saya
yang membersamai dia. Woh
aku iso public speaking ya cara jawane.
Wah aku alhamdulillah iso jadi host
saiki menghidupi istri anakku. Latihanmu
ning i ning nggone Mas Nur.
Heeh.
Padahal saya enggak matok tarif untuk
saya belum pernah toh buka kelas
workshop sama teman-teman. Belum pernah.
Iya. Iya.
Hanya cuman dari mulut ke mulut aja.
Nah, itu mulai dari Bapak penjual madu,
terus apa? Anaknya kuliah di UNER,
sekolah apoteker. Itu kan senang ya
ngelihat.
He.
Kemudian anaknya bertamu ke rumah saya
senang.
Senang yang tidak bisa diukur sama uang.
He
red card berapapun itu enggak bisa bayar
itu. Terus
iya
ada juga Mas sales motor di Kediri.
Sales Motor ini itu target hariannya eh
sori target bulanannya per bulan
ditarget 9 unit motor harus keluar.
Okelah Mas. Banyak loh
seilan.
Sembilan itu banyak.
Oh kalau sembilan masih standar ya
karena mobil itu kan 3 unit
per
per bulan. Kalau sales mobil
kalau tadi per
motor per bulan.
Oh per bulan. Tadi kayaknya per hari to.
Iya saya revisi per bulan.
Oh iya
iya kan unit motor per bulan.
Per bulan. Oke.
I kan. Terus kemudian kalau mobil 3 unit
per bulan.
Per bulan.
Nah, masih standar kalau di industri
sales.
He.
Kemudian
kita ngobrol-ngobrol, saya suka sharing,
coba kamu gini, saya kan orangnya
ngawur, suka bukan sok mengajarkan.
Ya,
Mas, coba pakai strategi ini. Set gitu.
Singkat cerita ketemu saya 3 bulan ee 2
bulan setelah ketemu itu.
He,
penjualannya Mas Agung tebak berapa?
1 bulan
10 lah.
Oke. 49.
Wis
awalnya
9.
Awalnya 9 sampai target aja.
9 itu mengkis-mengkis.
Mengkis-mengkis. Sekarang 49.
49 ituismisak.
49 itu tercapai di tanggal 10-an atau
belasan kan kalau sales itu
iya.
Ketika sudah mencapai target itu kan
nyantai gitu kan.
Cutof-nya kan tanggal 30. Jadi tanggal
11 sampai tanggal 30 itu dia
asik Bos sudah mencapai target 49 dan
itu
konsisten sampai sekarang 17 20 kan
industri kan beda-beda keadaan
ekonominya sekarang.
Ee pada saat itu 49 kemarin 19 per bulan
20 di atas target
diajarin apa?
Public speaking. Public speaking-nya
diapain? Heeh.
Diads kan di meta ads.
Oh.
Dia ngomong motor bla bla bla bla bla.
Di ads itu videonya.
Oh.
Ada WA masuk tingnya dia balisi WA bukan
ikut pameran atau nyebar brosur.
E kombinasi antara public speaking dan
digital marketing.
Digital marketing. Mantap.
Nah, Mas kadang-kadang misal nih saya
nih ya saya kembali lagi ke quote tadi.
Saya senang ketika rekening saya banyak.
Eh, rekening saya banyak, isi uang di
rekening saya banyak kan gitu lah.
Sampean kan agak sebuah value yang
berbeda.
Heh.
Ee mungkin senang ketika melihat orang
sukses dan ingat kepada Mas Nur karena
mungkin akan ditransferi dan sebagainya.
Ee kok berhenti? Apa yang membuat Mas
Nur seperti itu? Maksudnya senang
melihat orang lain bertumbuh dan
berkembang.
Apa namanya? Kan saya anu agak
apa kalau didengar orang manggil coach,
he
mentor atau trainer itu kan bagi saya
berat ya bagi diri saya.
Heeh.
Tapi kayak seorang anak
ngajarin diajarin ngaji.
He
ya. Diajarin ngaji
awalnya kan huruf hijaiyah.
Habis itu dari huruf hijaiyah ke tajwid.
Habis tajwid ke juz 1 sampai juz 30.
Nah,
saya adalah orang yang ngajari seorang
anak untuk bisa ngaji huruf hijaiyah.
Hm.
adalah seseorang yang belum bisa public
speaking. Saya ajarin jadi kan ee di TPA
anak kita itu kan ngajarin huruf alif ba
ta sudah dipanggil ustaz kan.
Heeh. Benar.
Ketika si ustaz tersebut, si anak
tersebut ngomong alif ba ta terus
alfatihahnya di anu pahalanya si ustaz
ini anu dapat pahala terus sampai di
akhir hayat kan.
Oke.
Nah, ketika ada seorang kepala keluarga
yang saya ajarin speaking skill, public
speaking atau life selling sampai bisa
menafkahi dan lain macam sebagainya.
harapan saya dan kira-kira alhamdulillah
saya ibarat menabung
energi positif.
Nah, kalau kata guru kita Pak Jamil
Azini, perbanyak tabungan energi
positifmu.
Ketika saldonya sudah bisa dicairkan,
terserah Allah kan mencairkannya dalam
bentuk apa
lah. Alhamdulillah bisa jadi saya ketemu
Mas Agung ini bentuk pencairan saldo
energi positif saya ketika saya membantu
Mas Agung nyari tempat dulu. Bisa jadi
kan. He
seperti itu. Saya enggak tahu saldo ini
nanti sama yang di atas dicairkan dalam
bentuk apa. Enggak tahu.
Heeh. Heeh. He.
Saya pernah apa sharing ngisi itu
dikasih 2 M.
Heeh.
Ya, saya enggak apa-apa 2 M. Makasih,
Mas. Gitu. Itu karena kan saya
profesional udah dapat gaji, sudah dapat
uang.
Oke,
ya. Istri juga punya usaha. Minggu car
free day saya enggak tidur, saya jualan.
Ya, tinggal waktu saya ini saya
pergunakan untuk berbagi aja apa yang
bisa saya bagi ya ilmu sama skill
seperti itu.
Arah kehidupan atau arah nanti Mas Nur
ini ke mana nih ya? End game-nya mau ke
mana sih sebenarnya ini?
Ya kalau end game-nya
sudah pernah saya tulis ya di buku
catatan saya. Saya ingin membuat
direktur saya, CEO saya ini, Mas Egi
atau beberapa teman-teman saya
bisa pensiun.
Ingin membuat Mas Egi atau
teman-temannya Mas bisa pensiun.
Iya, bisa pensiun di bisnisnya
masing-masing.
Nah, bisa pensiun itu berarti apa?
Sistemnya berjalan.
Oke.
Kalau sistemnya berjalan berarti ada
yang menjalankan kan?
Heeh. Heeh.
Orangnya berarti harus berjalan, harus
pintar, harus bertumbuh.
Bisnis autopilot. bisnis autopilot itu
atau perusahaan autopilot itu syaratnya
satu,
ada pilotnya.
Heeh. He
lah. Pilotnya harus menguasai
bisa ngomongin pramugarinya,
pramugaranya, kru awak kabin kapalnya.
Berarti kan harus terlatih itu. He
lah. Itu kan
Mas Agung. Ayo Mas Agung hari ini bisa
enggak pensiun
di perusahaan pecah telur ini? He
kan hostnya masih Mas Agung. Berarti Mas
Agung harus melatih host lagi untuk
sepadan skill-nya sama dengan Mas Agung.
He.
Biar kameramen ini biar teman-teman
kameramen pensiun. Berarti harus ada
orang yang bisa dilatih
menata kameranya. Ini kan menata ini kan
butuh skill juga,
butuh
apa namanya?
Ee angle juga. Itu kan juga harus
dilatih juga gitu.
Membuat teman-teman pensiun itu salah
satu B saya.
Berarti ketika Mas Nur mem apa ya,
membuat mereka pensiun,
Mas Nurnya enggak pensiun berarti ya.
Ya enggak apa-apa
ya. Enggak apa-apa. Kalau teman-teman
pensiun kan istilah kata kasar-kasarnya
ini sudah pernah ada salah satu yang
mungkin semi-semi pensiun kan. Semi
semi-semi pensiun. Ketika dia wisata ke
mana saya diajak
kan.
Iya iya iya. Kenapa Mas Egi? Mas K Mas
kok ee Mas saya lihat juga sangat akrab
dengan Mas
karena setelah lulus kuliah saya di
perusahaan tersebut awalnya jadi apa?
Enggak langsung HRD
waiters.
Oh waitnya Mas Egi
di salah satu di Trisna Grup itu punya
bisnis kuliner dulu.
Oh
kafe. Heeh.
Saya jadi wets. Kemudian purchasing. Wis
apapun
Heeh.
Nata motor orang yang beli.
Heeh.
apapun kasir
sudah kemudian dibutuhkan namanya 60%
pasti banyak apa
dinamika butuh SDM ini SDM ini
masuk-masuk kok dicoba coba
alhamdulillah sampai di titik ARD terus
TikTok terus apa terus apa terus apa
kayak gitu dari saya masuk di Trisna
Grup 2017
sampai sekarang 2015 berarti eh 2025
sekarang berarti berapa tahun 7 8 Ya,
del
an tahun. He he.
Dan masih betah ya?
Masih. Masih. Masih sampai sekarang.
Sampai nanti.
Sampai nanti. Oh iya. Sampai nanti kalau
sampai sekarang besoknya enggak tahu ya.
Insyaallah.
Itu Mas Egi itu cocok didokumentasikan
di telur itu
i itu bangun 60% gimana? Kita membangun
madu satu ini aja pusing ya.
Ya. Habis inilah ya.
Heeh. Heeh.
Ini ceritanya juga lagi bangun podcast
di sini, Mas. Dulu masih pindah-pindah.
Betul.
Alhamdulillah. Sekarang subscribernya
berapa?
Ya tetap
1 jutaan ya.
dari 1000 saya subscriber ke berapa dus
[Musik]
sekarang sudah R1 juta
Mas Nur ee
closing statement mungkin bagi
teman-teman kita yang sedang merintis
atau yang ingin join di
nambah live streamer atau apa gitu
teman-teman viewers pecah telur atau
sobat pecah telur Lur, nasib kita hari
ini adalah hasil dari keputusan kita di
masa lalu. Dan nasib kita di masa depan
adalah keputusan kita di hari ini. Maka
putuskan hari ini mau bertumbuh atau
tidak. Kalau teman-teman mau bertumbuh
berarti resikonya teman-teman harus
belajar. Dan belajar itu enggak enak
proses kan. Belajar itu kan enggak enak.
Dulu kita SD, SMP, SMA. Belajar itu
butuh waktu, butuh tenaga. butuh
pikiran. Kenapa butuh pikiran? Karena
harus nyerap ilmu. Mas Agung mungkin
pernah ikut workshop yang berhari-hari
itu kan
kayak otak itu kan panas, pusing lah.
Itu resikonya seperti itu. Tapi efek
atau dampaknya semakin banyak ilmu yang
kita praktikkan, bukan semakin banyak
ilmu yang masuk aja tapi harus
dipraktikkan itu insyaallah membuat diri
kita dan orang-orang di sekitar kita
bertumbuh. Pecah telur ini akan
bertumbuh kalau orang-orangnya
bertumbuh. Perusahaan teman-teman akan
bertumbuh kalau orang-orangnya
bertumbuh. Perusahaan kita semua akan
bertumbuh kalau semua segala sistem
SDM-nya juga bertumbuh. Ada yang bilang,
"Ini zamannya robot, ini zamannya AI.
Oke, ada sebuah pabrik pakai robot, kita
enggak butuh manusia." Kira-kira yang
bikin robotnya manusia bukan manusia.
Terus yang ngkrut manusia untuk bikin
robot itu manusia bukan manusia. yang
belanja perangkatnya
robot itu manusia bukan manusia. Berarti
kita sebagai manusia itu harus
memutuskan hari ini untuk bertumbuh
dengan proses pembelajaran yang
terus-menerus. Salah satu tempat belajar
yang bisa teman-teman
pelajari adalah di kelasnya pecah telur
itu.
Terima kasih, Mas sudah hadir di podcast
Guayeng,
Teman-teman. Semoga tayangan ini
menginspirasi teman-teman dan ada sisi
yang bisa diaplikasikan untuk kehidupan
teman-teman. Sampai jumpa di next
episode. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Madu Syahir check out di
payment sekarang juga. Terima kasih
pecah telur.
[Tepuk tangan]
[Musik]
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:30:33 UTC
Categories
Manage