Kind: captions Language: id Ada satu brand itu kalau kita lihat di data itu 1 bulan itu produksi videonya Rp100.000 brand dari luar yang masuk di Indonesia. 100.000 video. He lah kalau kita ingin mengalahkan 100.000 video itu berarti kan harus lebih dari 100.000 video itu. He kalau quantity. Iya. Game of quantity. di Cina itu kan live selling-nya itu live selling-nya itu omsetnya sudah melebihi transaksi live selling di Indonesia. Omsetnya mungkin segini di Cina live selling. Heeh. Kalau di Indonesia masih segini. Tujuannya TikTok itu saat ini adalah agar omset live selling di Indonesia biar sepadan dengan Cina. sehingga banyak konten-konten kreator yang lagi live banyak yang berhasil kan sekarang banyak yang sukses karena dikasih traffic. Ketika ada seorang kepala keluarga yang saya ajarin speaking skill public speaking atau life selling sampai bisa menafkahi dan lain macam sebagainya. harapan saya dan kira-kira alhamdulillah saya ibarat menabung energi positif ketika saldonya sudah bisa dicairkan terserah Allah akan mencairkannya dalam bentuk apa lah alhamdulillah bisa jadi saya ketemu Mas Agung ini bentuk pencairan saldo energi positif saya ketika saya membantu Mas Agung nyari tempat dulu bisa jadi kan [Musik] asal Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Mas Agung, gimana kabarnya Mas Agung? Loh, kok aku duluan? S kok aku Mas karena mungkin terbiasa dengan public speaking, jadi langsung Iya, betul. Langsung responsif. Langsung responsif. Langsung responsif atau gantian aja, Mas. Saya yang ditanya-tanya, Mas. Red card-nya enggak terlalu mahal kok, Masar. Apa kabar? Alhamdulillah, masyaallah. Terima kasih sudah diundang ke sini. Saya merasa enggak pantas ini duduk di sini karena kan sebelum-sebelumnya anu ya omsetnya besar-besar ya. I kalau ini super besar omsetnya. Jadi ada Mbak Kumala terus Mas Rusdin A belum ke sini loh Mas Flow of Attraction dokumenter ya. Oh iya iya iya. Terima kasih Mas Agung. Terima kasih tim pecah telur yang di balik layar maupun di depan layar. Sama-sama, Mas Nur. Jadi kalau Mas Nur ini kan aku kenalnya dulu kan waktu sama Mas Egi ya, Mas. Pertama kali kita ketemu kan waktu itu bantuin kita cari tempat syuting ya. Iya. Terus kemudian kok waktu kemarin ketemu akhir-akhir sudah beda nih apa namanya basic keilmuannya. Nah, sebenarnya Mas Nur sendiri ini ee bidangnya apa sih sebenarnya? Saya bidangnya di industri pembantu profesional, Mas. Jadi pembantu profesional gimana? Saya dulu SMA itu kalau ada dis natalis jadi tukang parkir. Oke. Tukang parkir profesional ya. Sudah bisa upselling dulu. Dulu kok bisa upselling itu karena parkir zaman 2000 9 2010 kan 2.000 3.000 kan mahal ya. Iya ya. Karena karena 3.000 sekarang kan uang parkir kan. He dulu kan zamannya 1000 atau zaman dulu saya di natal itu minimal 3.000 kalau keluarnya mudah atau paling depan karena paling aman saya upselling jadi R.000 itu upselling atau malak sih Mas? upselling bahasa upselling dan saya masih SMA ya bukan apa saya bukan LSMA atau bukan apa tapi saya masih pelajar masih pelajar yang buka tukang parkir maksudnya upselling itu bisa memberikan sebuah value lebih gitu tuh Mas iya kalau keluarnya semakin mudah kan semakin mahal iya oke oke ok kalau setelah dis natalis itu kan setiap selesai konser Heeh itu kan kalau mau pulang itu kan macet lah ini kalau enggak Enggak pengin macet, keluarnya paling mudah ya mahal. Akses mudah, bayar mahal. Bayar mahal. Habis itu setelah lulus SMA saya kuliah di Universitas Brawijaya. Heeh. Heeh. Ilmu komunikasi. Kenapa saya pilih ilmu komunikasi? Karena yang SPP-nya paling murah pada saat itu, gitu. Iya. Iya. Oh, komunikasi paling murah memang. He. Tapi anu ijazah saya belum saya ambil waktu di sana. Loh, berarti kuliah untuk apa? Dulu sebelum wisuda, alhamdulillah atas izin Allah saya sudah kerja. Oke. Saya sudah kerja terus sampai sekarang lupa mau ngambil gitu. Jadi masih di sana mungkin sudah masih di sana sudah disingkirkan di pinggirnya lah Masan. Enggak apa-apa tapi yang penting saya enggak terpinggirkan di dunia ini. Iya kan? Gitu. Oke. Seperti itu. Mas. Berarti tadi kan pertanyaanku sebenarnya Mas Nur ini itu siapa? Berarti kalau saat ini teman-teman ee mungkin kenal saya public speaker. Public speaker trainer. Oke. Sama human capital ya. Karena saya ee beberapa teman-teman itu ngelihat get kontak saya itu Mas Nur HRD atau Mas Nur public speaking gitu. Heeh. Heeh. Nah, saya tahu bahwa diri saya itu siapa ketika melihat getak. Apa label yang disematkan orang kepada Mas Nur itu? Betul. Saya ini juga dulu anu loh ya ee salah satu subscriber awal-awal pecah telur sebelum 1000 subscriber. Oh iya toh? Sebelum video-videonya ini apa ini kan COVID pandemi itu ya. Covid pandemi. Oh iya. I itu kemudian ketemu di Kediri ya waktu itu sama Mas Eki dan alhamdulillah sekarang juga masih aktif sama Mas Egi. Heeh. dulu sampai apa namanya pecah telur jualan apapun jualan kacang terus jualan madu bentar lagi jualan parfum ya sekarang jualan kelas masyaallah kelas pecah telur ya heeh iya iya iya berarti jenengan ini mas ini human capital di perusahaannya masalah satu perusahaan multinasional ya dengan 60 brand ya Kalau enggak salah terakhir 60 perusahaan. 60 perusahaan yang di-handle itu HRD-nya Mas ya. Ada Mas Nur yang ada tim salah satunya saya. Oh gitu. Oke. Serabutanlah Mas ya karena ya juga HRD, TikTok ee apapun yang diperbantukan. Heeh. Heeh. Insyaallah kita siap. Ada Mas Agung jadi tamu kemarin. Saya ikut membantu ya kan yang mana dulu waktu nyari tempat. Oh iya iya iya iya iya i. Pembantu profesional. Pembantu profesional. Menarik. He. Makanya red card-nya mahal. Jadi buat karena ada HBL profesional. Heeh. Nah, terakhir itu kan gini, Mas. Jadi kayak kemarin aku juga minta teman-teman minta Mas Nur ini mengisi kelas di ee kelas pecah telur untuk kelas live streaming kan. Iya. Ternyata Mas Nur ini juga memiliki keahlian ee apa mengajar live live streaming Mas atau sebagai live streamer sendiri jenengan itu di UMR brand Umer kan? Iya. Heeh. Di ee sebelum itu juga saya membantu beberapa teman-teman kita UKM yang aktif di TikTok untuk ngajarin host-nya. Kan kalau kita mainan TikTok itu kan ada dua sumber revenue. Betul. V video TikTok yang ada disematkan keranjang kuning sama live streaming. Heeh. Nah, kalau VT ini ee pelatihan yang dibutuhkan itu adalah pelatihan atau kelas content creator atau content creation. Heeh. Karena bikin video kan. Heeh. Cuman bikin video take edit take edit. He. Kalau live streaming ini variabelnya masih banyak. Ada host. Heeh. Nanti host-nya harus skillful dan skillful itu harus dilatih dan dilatih itu harus ada ilmunya. Heeh. Heeh. lah saya juga diumer sebagai live streamer atau host-nya juga ee TikTok-nya juga. Dan kemudian alhamdulillah kemarin diberikan kesempatan pecah telur untuk berbagi di kelas pecah telur terkait live streaming gitu. Tapi sebelum itu saya juga belajar ee berangkat workshop atau training yang diadakan sama TikTok Official Indonesia. Heeh. Heeh. di sana diajarkan untuk jadi certified live host streaming TikTok official. Oh. Nah, dari dan itu pelatihannya gratis dari TikTok. Ada ujiannya tapi. Oh, enggak semua orang bisa diterima. Iya. Kalau lulus baru dapat titel certified-nya itu seperti itu. Sebentar, Mas. Sebelum jauh ke situ kan tadi dari pembantu profesional dari hak apa? Human capital atau HD itu kok tiba-tiba ke TikTok itu ceritanya gimana itu, Mas? Saya orang yang suka ngulik media sosial dan saya suka belajar. Heeh. Ada workshop atau training yang sekiranya saya butuh, saya berangkat. Hm. Gitu. Suatu ketika saya bikin TikTok. Bikin TikTok. Berarti TikTok pribadi ya. Heeh. Akun-akun publik gitu ya. He kayak mungkin apa ee volksat kan teman-teman tahu ya TikTok-tiktok yang akun-akun publik yang postingnya itu posting random seperti apa contohnya volksat Jakarta keras gitu Jakarta keren lah saya bikin namanya komentator kehidupan oke nah di TikTok komentator kehidupan itu saya posting apapun yang saya jumpai apapun yang saya temui. Oke lah. Kok ternyata beberapa kali FYP. Heeh. Kemudian ada teman ee teman kita sesama entrepreneur di beberapa komunitas biar FYP seperti apa lah. Ternyata FYP itu ada polanya. Eh lah kok ternyata views-nya meledak. Oh teman yang mau belajar itu mau kasih beberapa strategi views-nya meledak juga. Viewnya meledak. Kalau meledak kan nanti ngefeknya ke keranjang kuningnya kan. Oke. Itu sebelum ada live sebelum ada live streaming itu. Tapi sebelum jauh ke TikTok itu saya masih ingat dulu ada Bapak-bapak penjual madu tapi belum madu sahir ini ya. Heeh. Ada Bapak-bapak penjual madu. Mungkin nanti ditawari sahir kali ya. Oh iya. Penjual madu produsen madu di Kabupaten Kediri. Oh sudah produsen berarti enggak bisa. Heeh. itu suka pameran. Heeh. Suka pameran. Saya tadi dengar timnya Madu Sahir ketika pameran itu ludes. Betul. Iya kan? Iya. Lah ini Bapak ini enggak ludes jualannya ketika pameran dan kemudian saya ngomong apa? Ngasal aja Pak coba live IG. Pada saat itu lagi ngetrennya live Instagram kan ya? Heeh. Heeh. Heeh. Belum ada TikTok, masih snack video atau apa dulu musically. Nah, live IG sama sambil saya suruh ngomong ini, Pak. Karena basic saya public speaking bisa transfer omongan. Nanti ngomongnya ini ini ini. Skripnya seperti ini. Apa yang kamu ajarkan waktu itu? Nah, itu ada di kelasnya pecah telur itu. Enak intinya diajarin itu ya. Iya, pasti. Nanti saya bocorin di sini. Oh, iya iya iya. Nah, pada saat itu alhamdulillah sampai saat ini atas izin Allah juga ya itu ber dari jalur jualan madu itu anaknya kuliah di Universitas Airlangga lulus. Setelah lulus sarjana itu sekolah apoteker. Hmm. Dan alhamdulillah bangun rumah sekarang si Bapak tersebut. Oke. Oke. Dari jualan madu ya? I di jualan madu. Dulu live IG, sekarang merambah ke live TikTok juga. Alhamdulillah. Gitu lah. Dari situ kok ternyata ilmu ini ngefek ya. He. Ilmu ini berdampak ya buat orang lain ya. Dari situ saya ingin menyebarlaskan. Waktu awal mula jadi tertarik di live streaming itu karena ikut yang di itu yang di Bandung itu certified host. Betul. TikTok itu awal mula berarti itu. Iya. Saya melihat certified live host TikTok itu kalau saya melihat itu kan enggak bisa diterima semua ya. Saya niatnya iseng terus ada screening. Saya kayak ngirim CV gitu. He he. Saya ngirim CV untuk ikut workshop atau kursusnya yang diadakan TikTok Official Indonesia by dance. Heeh. Eh lah kok ternyata saya dihubungi H-2 atau H-1 Bapak Bapak bisa ikut karena Bapak lolos screening kami. Oh ya mungkin karena tahu bahwa ada background saya sebelumnya public speaking kan saya ada beberapa certified public speaking kan. Oh. Eh jadi molesnya mungkin lebih mudah gitu. Dari situ saya berangkat 3 hari 2 malam diuji dimasukkan ke dalam kamar untuk live di situ. Iya di situ. Ee 3 hari 2 malam. Iya. Ujian praktik sama ujian tulisnya. Ee kalau enggak praktik enggak boleh keluar. Kalau enggak kalau pada saat praktik nilainya kurang, suruh praktik lagi sampai lulus. Oh. Nilaimu yang enggak lulus juga? Lah. Kebetulan lulus di Jawa Timur ada beberapa salah satunya saya. Oh, tak kira enggak lulus. Lulus ya? Alhamdulillah lulus. Alhamdulillah. Kalau enggak lulus enggak mungkin ngisi di kelas pecah telur. Enggak ngisi di sini. Heeh. I langsung cck out kelasnya pecah telur. Langsung cek out. Sebenarnya dalam kalau boleh dibocorin Mas, kalau sebenarnya kunci dalam kita jualan di live streaming atau live sell atau apa bahasanya yang lebih live selling ya. Itu apa sih, Mas? Ling. Iya. Kalau dari saya melihat beberapa pola, he teman-teman yang live selling atau tim yang kami bina, pola yang pertama itu yang sebelumnya adalah mindset, skill set, sama tool set. Ya, dari mindset dulu. Heeh. Mindset, skill set, toolset. Mindsetnya kita kan harus percaya diri dulu. He. Mes. Karena kita enggak ngomong sama orang kan ngomongnya. Iya. Kayak ngomong sama orang tapi di depan kita bukan orang. Kamera. Heeh. He. Kalau enggak kalau penontonnya nol biasanya kita percaya diri turun gitu. Heeh. Aduh penonton nol ini. He he. Nambah satu, nambah dua. Mulai bangkit lagi. Masyaallah. Teman-teman silakan dicek out payment madu syairnya langsung check out check out madu syairnya. Kalau penontonnya 10 11 atau ada penontonnya. Kalau penontonnya nol kadang bingung mau ngomong apa kan. Penontonnya nol siapa yang mau dengerin kita lah. Itu ngelop terus. Kalau di beberapa akun media sosial atau marketplace life selling Shopee ataupun TikTok enggak apa-apa. Nol itu ngomong terus aja karena algoritma kan mencari penonton. Heeh. He gitu. Mindset. Percaya diri kemudian yakin sama produknya. Tahu benefit value-nya. Mindset. Heeh. Heeh. harus yakin bahwa produknya ini bagus dan menjadi solusi dari masalah para viewers itu. Nah, tapi jangan minder juga kalau pada saat life selling itu enggak ada orang yang check out payment. Saya nyebutkan check out payment karena check out itu belum tentu payment. Heeh. Heeh. I kan copcop itu biasanya ya. He kayak bunda-bunda itu suka COCO kan tapi belum dipayment. H I kan lah yang payment siapa? suaminya ya kan lah kalau di live itu kadang bisa ngefek itu pada saat live selling pada saat live on atau setelah live apalagi dibost sama GMV Max-nya Shopee TikTok kan punya fitur GMV Max. Iya. Nah itu ada beberapa teman itu yang jualan ngefeknya notif cring cring cring Anda mendapatkan pesanan baru itu setelah live. Hmm. Hm. Karena kadang kalau kita nyari madu syahir di marketplace live selling, ada notif orang lagi live. Nah, itu membantu penjualan kan ditunjukkan waduh syairnya. Ketika enggak ada live biasanya ada rekaman video sebelumnya kalau di Shopee ya. Heeh. He seperti itu. Itu mindset. Eh, itu baru mindset lah ya. Itu baru mindset. Oke. Oke. Lanjutlanjut. Yang kedua apa tadi? Skill set. Mindset. Skill set. Skill set. Ada tiga skill yang dibutuhkan untuk life selling. Skill yang pertama pasti public speaking. He. Skill yang kedua storytelling. Dan skill yang ketiga content creation. Tapi yang dasar atau basic aja. H. Tak bahas yang ketiga dulu. Heeh. Heeh. Kenapa seorang host atau live streamer selling itu butuh skill content creation? Karena dibutuhkan video prehit, video trailer. Heeh. He. Sebelum live kadang kita menjumpai, silakan join ke live kita ya, Kak. Ada di FYP Brand join live kita ada promo flash sell menarik. Silakan join sekarang sebelum kehabisan. Itu kan video brehit. He. Kayak film main di bioskop. Ada trailernya dulu. Heeh. Lah itu trailernya dibost pakai iklan. Pakai iklan. H. Heeh. Ya. Kemudian masuklah orang ke room live kita. He. Heeh. Ee content creation. Nah, content creation ini wajah host-nya kan sama. Silakan masuk yang dilihat di host-nya sama. Oh, wajahnya masih tetap Mas ini. Heeh. He gitu. Misalkan saya ngomong, "Ayo join live-nya Madu Syahir." Kemudian masuk wajahnya Mas Agung. Kok hostnya beda? Lah itu kadang penonton bertanya-tanya. Berbeda ya, Mas ya? Itu bisa jadi bermasalah ya. Bukan bermasalah, penonton akan bertanya-tanya gitu. Ini benar enggak sih gitu ya? Ee gitu. Tapi kalau akunnya banyak enggak apa-apa kan banyak akun sekarang yang pakai metode live selling. Satu akun satu live. He boleh. Itu tadi content creation yang ketiga. Yang kedua, storyting. Kita nyeritakan produknya bukan sekedar ngomong teman-teman madu ini telah lulus uji laboratorium yang sesuai dengan standar pemerintah. Jadi check out sekarang juga. Itu kan jualan biasa ya. Tapi kalau pakai storytelling, Teman-teman, kalau di rumah Teman-teman belum ada madu, nah jangan cekot dulu. Saya ceritakan dulu ya. bahwa kalau di dalam Quran surat An-Nahl sekitar ayat 50-an berapa itu seorang muslim itu ada anu lebah ya kalau enggak salah ya itu madu itu masuk dalam sunah Nabi. Nah, kalau teman-teman mau mengikuti sunah Nabi, check out madu ini sekarang juga. Oh, ada ceritanya ya. Heeh. Oke oke oke. Menarik. Nah, madu k itu kayak sama kayak saya jualan parfum di pameran. He pakai storyelling. Storytelling-nya begini. Biasanya kalau orang jualan parfum dikasih paper tes kan, paper tes gitu. Habis itu orangnya pergi. Heeh. He silakan Pak. Orangnya tanya ketahanannya berapa lama? Orangnya tanya gitu kan. Heeh. Yang wajar. Iya. Saya enggak langsung jawab 8 sampai 13 jam. Saya tanya dulu problemnya dia kan. Bapak suka parfum yang soft, segar atau strong? Oh, saya suka. Eah, dia enggak bahas pertanyaannya tadi yang awal. Ketahanan berapa? Saya suka yang segar. Eah, kalau yang segar pakainya ini, Pak. Pakainya ini. Nah, ketahanannya berapa lama? Bapak semprot dulu ini, Pak. Saya semprot dulu, ya, Pak. Ya, saya semprot dulu. Ketahannya berapa lama? Heeh. Rata-rata, Pak. Menurut ulasan pelanggan kami itu 8 sampai 13 jam karena ini X-ray the parfum. Heeh. Tapi Bapak jangan percaya dulu. Ini kan lagi pameran luas, Pak. Bapak muter-muter dulu aja. Kalau wanginya ini hilang, Bapak pulang enggak apa-apa. Kalau masih wangi, Bapak kembali ke sini temui saya. Kira-kira orangnya kembali lagi enggak? Kembali, Pak. Kembali karena sudah saya semprot ya kan. Iya. I strategi. Strategi. Oh. Apa tadi? Skill setoryting. Oke. Orang tanya sesuatu enggak langsung dijawab. Dijawab. Nah, kemud digiring ya sesuai dengan yang akan kita ingin kan kalau enggak salah itu ya ada di YouTube-nya pecah telur ada storyting juga kan ya. Itu. Nah, teman-teman bisa belajar di situ juga. Sebenarnya sepakat sih, Mas. Nanti kalau berlangganan di level 3 itu ada storyting, ada yang Mas juga ajarkan. Berarti anu luar biasa luar biasa. Jadi apa kayak satu kali berlangganan bisa nonton banyak. Iya kayak kalau di film kayak Netflix lah. Heeh. Kayak Netflix. Nah, itu ya storytelling yang kedua. Oke, lanjut. Yang pertama tadi 321 kan ya. He. Yang pertama, public speaking. Oke. Meskipun kita berbicara di hadapan kamera, tapi di dalam kamera itu ada banyak orang yang akan mendengarkan Anda. Heeh. He public speaking. Berbicara di depan publik. Heeh. He lah. Public speaking seperti apa? Ya, opening, konten, isi, closing, itu kan hal yang basic. Nah, opening-nya seperti apa? Ya, berarti harus punya stopping power yang powerful. Stop. lah. Itu kan ee stopping power. Kalau cuman stopping power ya. Stopping power. He. Kekuatan membuat orang untuk berhenti di pembicaraan kita. Oh. Nah, ketika kita ngomong orang berhenti. Stop. Tolong hentikan scroll Anda. Tonton video ini sampai habis jika ini adalah solusi untuk hidup Anda. Ahah. Misalkan gitu ya. Ada lagi kayak gini apa? Tolong jangan skip video ini. Kalau kamu cari wangi yang sekiranya menggigit, wangi itu kan enggak ada yang menggigit ya. Tapi kan ini storytelling ya. Wangi-wangi yang menggigit. Nah, ee kalau kamu cari madu yang memang benar-benar asli dari petani ya, tonton video ini sampai habis. Nah, ini membuat orang akan nonton sampai habis kan. Iya. Oke. Oke. Seperti itu. Menarik-menarik ya, Mas. Oke. Nah, tadi yang ee kan ada mindset, ada skill set tool set. Tool set. Tool setnya biar nanti orang lihat di membership aja ya. Iya. Tool set ini toolset nonton pecah telur ini sudah toolset bisa dilihat ini nonton ee toolset itu peralatan atau perlengkapan kan untuk menuju itu untuk menunjang itu kayak bal HP dan sebagainya. Iya. ee barang atau produk sampelnya juga. Kalau madu sahir berarti ee perlengkapan ini perlengkapan yang mau dijual apa? Produk sampelnya ya madu sahir. Kalau jualan madu saher live madu sahir produk sampelnya ee air putih enggak relevan kan gitu. Tapi enggak apa-apa air putih saya minum dulu. Silakan diminum Mas. Itu memang untuk diminum atau madunya ditetesin? Boleh boleh boleh. Enggak apa-apa, Mas. Tapi enggak ada aduknya. Aman. Aman. Nah, gini, Mas. Kalau ini saya mau belajar dari UMER sendiri. Iya. Umer kan berarti parfum ya, Mas. Parfum dari brandnya Mas Nur sama Mas Egi. Ee itu seperti apa ketika before di live streaming sama after di live streaming? Apakah ada penjualan signifikan? Setiap industri ini gamenya beda ya game atau cara bermainnya. Heeh. Apalagi produk kita itu menyasar ke kelas premium. Heeh. Heeh. Nah, kita awal launching itu sekitar ee 2 awal-awal 2025 kemarin. Oh, baru ya. Kita kan di Trisna Grup ada 60 perusahaan. Heeh. He. Dan kebanyakan itu perusahaan mitra dengan Pertamina atau franchise minimarket lah. Kita masuk ke industri kreatif ini tantangannya berbeda. Makanya saya perlu belajar untuk bermain di TikTok gitu. Lah kalau di TikTok itu mainnya adalah game of number. Semakin banyak konten video yang diproduksi dan di-upload itu yang menang. Nah, kita alhamdulillah ketika kita jalan iklan GMV Max, GMV Max ya bisa V kerancang kuning ataupun live-nya yang di GMV Max. GMV Max itu kan TikTok milih sendiri konten mana yang mau dibus, yang berpotensi untuk yang berpotensi dibus. He lah. Alhamdulillah ee bisa membantu mendongkrak penjualan. He. Dan kalau kita kan ee punya mindset bisnis owner ya, Mas Agung juga bisnis owner. Kita kan membuka lapangan pekerjaan. Heeh. He. Kalau ada omset berarti kan bisa gaji karyawan ya. Heeh. Dan alhamdulillah tim kita ada sekitar banyaklah ya itu sudah bisa gaji itu punya rasa bersyukur tersendiri kan seperti itu. Apalagi ini mulai besok kalau enggak salah ada anak magang juga yang ingin belajar tentang TikTok gitu. Nah, dengan berbagai macam channel penjualan itu enggak hanya TikTok ini nanti kita mau coba juga live selling di Shopee. Karena kan sekarang eranya era selling ya. Heeh. Heeh. Heeh. Eh, live selling itu kalau kata pelanggan itu sebagai penentu keputusan pembelian. Heeh. Heeh. Karena kan orang main ke TikTok atau main ke Shopee tujuannya kan enggak nyari parfum Umair kan. Heeh. Heeh. Atau orang main ke TikTok, orang main ke Shopee tujuannya enggak langsung ngetik madu syahir kan biasanya ngetik madu. Madu atau ngetik parfum. Heeh. Heeh. Heeh. Lah ketika orang ngetik itu kalau kita lagi live berarti kan kelewatan sama dia. Heeh. Saya punya teori itu namanya teori bola mata. Bola mata. Iya. Semakin sering kita tampil atau semakin intensitas tinggi tampil di depan mata konsumen lah itu keputusan pembelian semakin banyak. Hm. Heeh. Makanya ada fitur GMV Max game-nya game of number quantity. Heeh. Heeh. He. Ya, mungkin Mas Agung pernah ngecek atau masuk scroll ke akun TikTok-nya siapa. Kemudian dari situ, wah kenek terus afiliator-afliatornya itu. Heeh. Nah, itu ada satu brand itu kalau kita lihat di data itu 1 bulan itu produksi videonya Rp100.000 brand dari luar yang masuk di Indonesia 100.000 video. He lah kalau kita ingin mengalahkan 100.000 video itu berarti kan harus lebih dari 100.000 video itu. He kalau quantity. Iya. Game of quantity. Kita aja produksi video di UMER itu masih berapa ya? 500-an sebulan. 250 2 ya hampir 1000 hampir 1000. Heeh. Heeh. Itu seperti itu game of quantity mainnya. Siap. Memang hari ini memang zamannya lifestelli Mas ya. Iya. Zamannya lifestell. Nah, ada juga kemarin itu gini, Mas. Ee beberapa ee VTI ataupun juga ada ekor-sekor juga hari ini yang sudah menggantikan AI sebagai eh talent, sebagai host, live streamer. Live streamer itu menurut Mas Nur gimana? Itu keren luar biasa ya. Sekarang misalkan ada pakai host Avatar AI ya kan dan sudah banyak yang jual cara membuat host AI. He kalau menurut saya mungkin sesekali itu dibutuhkan ya. Tapi pertanyaannya sekarang saya juga belum tahu dan belum nyoba. He. Kalau pertanyaannya pelanggan itu random, apakah AI itu bisa menjawab hostnya tersebut? Karena host yang nyata itu kadang lebih engage dengan orang. Soalnya ada yang tanya itu biasanya di host, "Kak, kalau buat kondangan wangi yang cocok pakai apa?" Kita kan ada 11 varian ya, wangi yang cocok pakai apa lah. Itu kalau AI mungkin bisa ng-random ya. Kalau kita kan ini, Kak wangi yang cocok pakai ini karena kandungannya ini. Wah, ini cocok banget nih buat Kakak. Tapi sebelum Kakak check out, aku jelasin dulu, Kak. Heeh. He he. Gitu kan. Kalau AI mungkin scriptnya kita buatin. Iya. Tapi kalau kita kan skriptnya kita bisa moles, kreatif. Kalau kita lagi nge-hang bisa improve kan gitu. Tapi keren. Itu keren. Sesekali kayaknya perlu. Iya. Iya. Tapi memang untuk case-case yang random agak agak susah itu, Mas ya. dan kurang humanity kayaknya ya memang kan AI ya bukan human. Kalau saya dapat bocoran dari orang dalam di TikTok Iya ya itu di Cina itu kan live selling-nya itu live selling-nya itu omsetnya sudah melebihi transaksi live selling di Indonesia. Live selling. Heeh. He ya. Omsetnya mungkin segini di Cina live selling. Heeh. Kalau di Indonesia masih segini. Heeh. Lah tujuannya TikTok itu saat ini adalah agar omset live selling di Indonesia biar sepadan dengan Cina. Heeh. Sehingga banyak konten-konten kreator yang lagi live banyak yang berhasil kan sekarang. Banyak yang sukses karena dikasih traffic. Hm. Nah, ini waktunya teman-teman live gitu karena live mumpung ada traffic gitu. Mumpung ada traffic. Mumpung targetnya TikTok ee ingin menumbuhkan para host-host itu. Siap. Siap. Teman-teman itu live-nya biasanya berapa lama, Mas, dalam sehari? Kalau dari standar TikTok sendiri, seorang host itu bisa gacor. Heeh. Itu maksimal 4 jam bisa gacor, ya. Heeh. Heeh. Heeh. Coba teman-teman bayangkan Mas Agung bayangkan ngomong terus gini 4 jam teman-teman ini kita ada maduang 1 jam aja ini kita haus. Heeh. Kesal. Nah, kesal. Kalau haus minum. Ya kan lah. Terus habis itu nge-host lagi 1 jam. Teman-teman e silakan dicek out payment madu akhirnya ini cekot 1 jam kan 1 jam yang kedua haus minum lagi sampai 4 jam. Standar gacornya itu 4 jam. Oke. Standar gacornya 4 jam. Standar gacornya 4 jam. Kalau ada yang lebih wah ini bisa 8 jam itu pasti 4 jam. Habis itu istirahat 1 sampai 2 jam. Kemudian lanjut lagi. Lanjut lagi. Oh, kalau ada host yang saya belum ketemu itu belum ketemu host yang gacor lebih dari 4 jam gacor ya. Kalau ada host itu ee host jualan Al-Qur'an itu kan enak ya. Host jualan Al-Qur'an kan cuman auzubillahiminasyaitanirrajim. Alhamdulillahirabbildin. Amin. Bunda-bunda, Ayah-ayah, kalau Bunda-bunda, Ayah-ayah ingin belajar Al-Qur'an yang lebih mudah, silakan check out Al-Qur'annya seperti ini. Itu aja 2 jam udah haus. Apalagi yang gacor. Gacor full. Gacor full 4 jam. Standarnya TikTok 4 jam. Makanya sekarang host di Jawa Barat, Jakarta Bandung itu kan red card-nya di atas UMRUMR Jakarta kan. Oke. Karena tidak semua orang bisa jadi host karena skill set-nya langka dan gacornya itu butuh tenaga. Rata-rata berapa, Mas, untuk biaya jadi host atau mencari host live streamer itu biayanya? Tergantung di lokasi perusahaan industrinya di mana. Kalau Mas Agung madu syahir ini buka di Jakarta, Mas Agung nyari madu, nyari host untuk madu syahir di Jakarta, ya pasti ngikut UMR Jakarta. Jakarta untuk 4 jamnya. E untuk 4 jamnya. Heeh. Heeh. Heeh. Rata-rata berapa kalau di Jakarta katakanlah let's say ee 4 mungkin ya. 4 jam dalam 4 jutaan. Heeh. Dalam sebulan ya. Iya. Karena karena gini setelah saya setelah saya lulus certifiedos itu keluar dari ruangan itu langsung ada penawaran. Penawaran e disuruh nulis red card-nya. Hmm. Sangar ya. ditulis mungkin disuruh nulis saja itu. Heeh. Disuruh nulis saja terus saya nulis yang tinggi. Oke. Biar saya bisa pulang. Oke. Kalau saya nulis murah kan ditahan kan diterima yaitu biar saya bisa pulang. Nah itu rata-rata kan saya tahu teman-teman saya yang jadi host karena kan satu angkatan gitu. Kalau mungkin ada viral kan host Mas-masik itu. Ahah itu udah ee rate-nya tinggiah host. Itu teman seangkatan. Iya. ang ya. Cuman saya enggak jualan batik ini masih ganteng sana soalnya. Loh, cuman kalau jualan parfum lebih ganteng sih, Mas. Apa jualan madu? Apalagi jualan madu itu jualan madu fix yang dibawa pulang ya madunya itu ganteng. I apalagi madu saher teman-teman. Ini jenis sopia ya teman-teman ya. Madunya asli asli. Silakan check out payment sekarang juga ya. Karena stok kita terbatas. Kalau stok kita banyak berarti kebanyakan ini kalau stok kita banyak itu panennya ke mana lah kita panennya sedikit. Iya iya kan kalau panen sedikit kan marah mahal atas limited. Asli limited siap-siap. Kalau Nah alhamdulillahnya saya ada teman kan itu kena lay. Heeh. Heeh. Ijazahnya ketahan. Ee teman di Kediri. Di Kediri ijazahnya ke Leo ee ditahan. Eh, Mas itu memang ijazah ditahan itu beneran ada beneran beneran ada ada beneran ada. Kalau mau keluar harus ditebuskan. Oh, belum belum dan belum ada uang untuk nebus. Nah, kebetulan saya ada teman punya brand butuh host. Hm. Saya hubungkan. He. Kamu mau enggak jadi host? Dia kendalanya apa? Mindset, skill set, toolset. Tool set dulu. Enggak punya iPhone kan? Kalau pakai iPhone kan paling proper pakai iPhone kan. Bening lah ya. I enggak punya iPhone gampang nanti brand yang nyediain. Heeh. Heeh. Terus mindset skillsnya wah aku belum pernah jadi host ya tak latih. Heeh. Heeh. Alhamdulillah sekarang bisa dan bisa menghidupi istri sama keluarganya. Wih. Alhamdulillah bisa nebus ijazahnya juga. Bisa nebus ijazahnya. Ya kelupaan ya. Apa tuh? Kelupaan ijazahnya tadi. Ijazahnya sudah ditebus. Tapi ijazah saya sendiri belum tak ambil ya. Tapi sudah lunas koknya. Sudah lunas. Bukan ditahan ya. Bukan ditahan. Oke. Oke. Nah, aku juga apa Mas? Ini yang pengin tak tanyain sebenarnya ke Mas Nur itu ee di Instagram komentator kehidupan. Iya. Kan ada sebuah quote yang menurutku keren, Mas. Heeh. Apa itu quot-nya? Senang senang melihat orang lain bertumbuh dan berkembang. Iya. Heeh. Itu keren loh, Mas. Itu beneran loh, Mas didasari ng keren-kerenan aja diikut itu atau memang benar-benar intisari dari sebuah pelajaran kehidupan yang Mas alami. Kalau ding keren-kerenan pasti di situ sudah banyak postingannya, Mas. Itu nol ya. I hari ini saya ke empat-empat sharing berbagi ilmu, sharing ke empat-tempat ini. Tempat yang keempat ini hari ini. Hari ini. Heeh. Hari hari podcast ini. Hari podcast ini ke tempat keempat ngelesi lah ya istilahnya. He. Ketika saya melihat teman-teman bertumbuh sama karyawannya bertumbuh jadi pintar. Heeh. Itu saya cukup senang. Jadi ketika perjalanan hidupnya dia Heeh. Heeh. Ada nama saya. Saya cukup bangga di perjalanan keberhasilannya dia ada nama saya yang membersamai dia. Woh aku iso public speaking ya cara jawane. Wah aku alhamdulillah iso jadi host saiki menghidupi istri anakku. Latihanmu ning i ning nggone Mas Nur. Heeh. Padahal saya enggak matok tarif untuk saya belum pernah toh buka kelas workshop sama teman-teman. Belum pernah. Iya. Iya. Hanya cuman dari mulut ke mulut aja. Nah, itu mulai dari Bapak penjual madu, terus apa? Anaknya kuliah di UNER, sekolah apoteker. Itu kan senang ya ngelihat. He. Kemudian anaknya bertamu ke rumah saya senang. Senang yang tidak bisa diukur sama uang. He red card berapapun itu enggak bisa bayar itu. Terus iya ada juga Mas sales motor di Kediri. Sales Motor ini itu target hariannya eh sori target bulanannya per bulan ditarget 9 unit motor harus keluar. Okelah Mas. Banyak loh seilan. Sembilan itu banyak. Oh kalau sembilan masih standar ya karena mobil itu kan 3 unit per per bulan. Kalau sales mobil kalau tadi per motor per bulan. Oh per bulan. Tadi kayaknya per hari to. Iya saya revisi per bulan. Oh iya iya kan unit motor per bulan. Per bulan. Oke. I kan. Terus kemudian kalau mobil 3 unit per bulan. Per bulan. Nah, masih standar kalau di industri sales. He. Kemudian kita ngobrol-ngobrol, saya suka sharing, coba kamu gini, saya kan orangnya ngawur, suka bukan sok mengajarkan. Ya, Mas, coba pakai strategi ini. Set gitu. Singkat cerita ketemu saya 3 bulan ee 2 bulan setelah ketemu itu. He, penjualannya Mas Agung tebak berapa? 1 bulan 10 lah. Oke. 49. Wis awalnya 9. Awalnya 9 sampai target aja. 9 itu mengkis-mengkis. Mengkis-mengkis. Sekarang 49. 49 ituismisak. 49 itu tercapai di tanggal 10-an atau belasan kan kalau sales itu iya. Ketika sudah mencapai target itu kan nyantai gitu kan. Cutof-nya kan tanggal 30. Jadi tanggal 11 sampai tanggal 30 itu dia asik Bos sudah mencapai target 49 dan itu konsisten sampai sekarang 17 20 kan industri kan beda-beda keadaan ekonominya sekarang. Ee pada saat itu 49 kemarin 19 per bulan 20 di atas target diajarin apa? Public speaking. Public speaking-nya diapain? Heeh. Diads kan di meta ads. Oh. Dia ngomong motor bla bla bla bla bla. Di ads itu videonya. Oh. Ada WA masuk tingnya dia balisi WA bukan ikut pameran atau nyebar brosur. E kombinasi antara public speaking dan digital marketing. Digital marketing. Mantap. Nah, Mas kadang-kadang misal nih saya nih ya saya kembali lagi ke quote tadi. Saya senang ketika rekening saya banyak. Eh, rekening saya banyak, isi uang di rekening saya banyak kan gitu lah. Sampean kan agak sebuah value yang berbeda. Heh. Ee mungkin senang ketika melihat orang sukses dan ingat kepada Mas Nur karena mungkin akan ditransferi dan sebagainya. Ee kok berhenti? Apa yang membuat Mas Nur seperti itu? Maksudnya senang melihat orang lain bertumbuh dan berkembang. Apa namanya? Kan saya anu agak apa kalau didengar orang manggil coach, he mentor atau trainer itu kan bagi saya berat ya bagi diri saya. Heeh. Tapi kayak seorang anak ngajarin diajarin ngaji. He ya. Diajarin ngaji awalnya kan huruf hijaiyah. Habis itu dari huruf hijaiyah ke tajwid. Habis tajwid ke juz 1 sampai juz 30. Nah, saya adalah orang yang ngajari seorang anak untuk bisa ngaji huruf hijaiyah. Hm. adalah seseorang yang belum bisa public speaking. Saya ajarin jadi kan ee di TPA anak kita itu kan ngajarin huruf alif ba ta sudah dipanggil ustaz kan. Heeh. Benar. Ketika si ustaz tersebut, si anak tersebut ngomong alif ba ta terus alfatihahnya di anu pahalanya si ustaz ini anu dapat pahala terus sampai di akhir hayat kan. Oke. Nah, ketika ada seorang kepala keluarga yang saya ajarin speaking skill, public speaking atau life selling sampai bisa menafkahi dan lain macam sebagainya. harapan saya dan kira-kira alhamdulillah saya ibarat menabung energi positif. Nah, kalau kata guru kita Pak Jamil Azini, perbanyak tabungan energi positifmu. Ketika saldonya sudah bisa dicairkan, terserah Allah kan mencairkannya dalam bentuk apa lah. Alhamdulillah bisa jadi saya ketemu Mas Agung ini bentuk pencairan saldo energi positif saya ketika saya membantu Mas Agung nyari tempat dulu. Bisa jadi kan. He seperti itu. Saya enggak tahu saldo ini nanti sama yang di atas dicairkan dalam bentuk apa. Enggak tahu. Heeh. Heeh. He. Saya pernah apa sharing ngisi itu dikasih 2 M. Heeh. Ya, saya enggak apa-apa 2 M. Makasih, Mas. Gitu. Itu karena kan saya profesional udah dapat gaji, sudah dapat uang. Oke, ya. Istri juga punya usaha. Minggu car free day saya enggak tidur, saya jualan. Ya, tinggal waktu saya ini saya pergunakan untuk berbagi aja apa yang bisa saya bagi ya ilmu sama skill seperti itu. Arah kehidupan atau arah nanti Mas Nur ini ke mana nih ya? End game-nya mau ke mana sih sebenarnya ini? Ya kalau end game-nya sudah pernah saya tulis ya di buku catatan saya. Saya ingin membuat direktur saya, CEO saya ini, Mas Egi atau beberapa teman-teman saya bisa pensiun. Ingin membuat Mas Egi atau teman-temannya Mas bisa pensiun. Iya, bisa pensiun di bisnisnya masing-masing. Nah, bisa pensiun itu berarti apa? Sistemnya berjalan. Oke. Kalau sistemnya berjalan berarti ada yang menjalankan kan? Heeh. Heeh. Orangnya berarti harus berjalan, harus pintar, harus bertumbuh. Bisnis autopilot. bisnis autopilot itu atau perusahaan autopilot itu syaratnya satu, ada pilotnya. Heeh. He lah. Pilotnya harus menguasai bisa ngomongin pramugarinya, pramugaranya, kru awak kabin kapalnya. Berarti kan harus terlatih itu. He lah. Itu kan Mas Agung. Ayo Mas Agung hari ini bisa enggak pensiun di perusahaan pecah telur ini? He kan hostnya masih Mas Agung. Berarti Mas Agung harus melatih host lagi untuk sepadan skill-nya sama dengan Mas Agung. He. Biar kameramen ini biar teman-teman kameramen pensiun. Berarti harus ada orang yang bisa dilatih menata kameranya. Ini kan menata ini kan butuh skill juga, butuh apa namanya? Ee angle juga. Itu kan juga harus dilatih juga gitu. Membuat teman-teman pensiun itu salah satu B saya. Berarti ketika Mas Nur mem apa ya, membuat mereka pensiun, Mas Nurnya enggak pensiun berarti ya. Ya enggak apa-apa ya. Enggak apa-apa. Kalau teman-teman pensiun kan istilah kata kasar-kasarnya ini sudah pernah ada salah satu yang mungkin semi-semi pensiun kan. Semi semi-semi pensiun. Ketika dia wisata ke mana saya diajak kan. Iya iya iya. Kenapa Mas Egi? Mas K Mas kok ee Mas saya lihat juga sangat akrab dengan Mas karena setelah lulus kuliah saya di perusahaan tersebut awalnya jadi apa? Enggak langsung HRD waiters. Oh waitnya Mas Egi di salah satu di Trisna Grup itu punya bisnis kuliner dulu. Oh kafe. Heeh. Saya jadi wets. Kemudian purchasing. Wis apapun Heeh. Nata motor orang yang beli. Heeh. apapun kasir sudah kemudian dibutuhkan namanya 60% pasti banyak apa dinamika butuh SDM ini SDM ini masuk-masuk kok dicoba coba alhamdulillah sampai di titik ARD terus TikTok terus apa terus apa terus apa kayak gitu dari saya masuk di Trisna Grup 2017 sampai sekarang 2015 berarti eh 2025 sekarang berarti berapa tahun 7 8 Ya, del an tahun. He he. Dan masih betah ya? Masih. Masih. Masih sampai sekarang. Sampai nanti. Sampai nanti. Oh iya. Sampai nanti kalau sampai sekarang besoknya enggak tahu ya. Insyaallah. Itu Mas Egi itu cocok didokumentasikan di telur itu i itu bangun 60% gimana? Kita membangun madu satu ini aja pusing ya. Ya. Habis inilah ya. Heeh. Heeh. Ini ceritanya juga lagi bangun podcast di sini, Mas. Dulu masih pindah-pindah. Betul. Alhamdulillah. Sekarang subscribernya berapa? Ya tetap 1 jutaan ya. dari 1000 saya subscriber ke berapa dus [Musik] sekarang sudah R1 juta Mas Nur ee closing statement mungkin bagi teman-teman kita yang sedang merintis atau yang ingin join di nambah live streamer atau apa gitu teman-teman viewers pecah telur atau sobat pecah telur Lur, nasib kita hari ini adalah hasil dari keputusan kita di masa lalu. Dan nasib kita di masa depan adalah keputusan kita di hari ini. Maka putuskan hari ini mau bertumbuh atau tidak. Kalau teman-teman mau bertumbuh berarti resikonya teman-teman harus belajar. Dan belajar itu enggak enak proses kan. Belajar itu kan enggak enak. Dulu kita SD, SMP, SMA. Belajar itu butuh waktu, butuh tenaga. butuh pikiran. Kenapa butuh pikiran? Karena harus nyerap ilmu. Mas Agung mungkin pernah ikut workshop yang berhari-hari itu kan kayak otak itu kan panas, pusing lah. Itu resikonya seperti itu. Tapi efek atau dampaknya semakin banyak ilmu yang kita praktikkan, bukan semakin banyak ilmu yang masuk aja tapi harus dipraktikkan itu insyaallah membuat diri kita dan orang-orang di sekitar kita bertumbuh. Pecah telur ini akan bertumbuh kalau orang-orangnya bertumbuh. Perusahaan teman-teman akan bertumbuh kalau orang-orangnya bertumbuh. Perusahaan kita semua akan bertumbuh kalau semua segala sistem SDM-nya juga bertumbuh. Ada yang bilang, "Ini zamannya robot, ini zamannya AI. Oke, ada sebuah pabrik pakai robot, kita enggak butuh manusia." Kira-kira yang bikin robotnya manusia bukan manusia. Terus yang ngkrut manusia untuk bikin robot itu manusia bukan manusia. yang belanja perangkatnya robot itu manusia bukan manusia. Berarti kita sebagai manusia itu harus memutuskan hari ini untuk bertumbuh dengan proses pembelajaran yang terus-menerus. Salah satu tempat belajar yang bisa teman-teman pelajari adalah di kelasnya pecah telur itu. Terima kasih, Mas sudah hadir di podcast Guayeng, Teman-teman. Semoga tayangan ini menginspirasi teman-teman dan ada sisi yang bisa diaplikasikan untuk kehidupan teman-teman. Sampai jumpa di next episode. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Madu Syahir check out di payment sekarang juga. Terima kasih pecah telur. [Tepuk tangan] [Musik]