Manfaatkan Potensi Desa! Sulap Sungai Brantas Jadi Wisata Air Omzet 70 Juta/Event
Dmj9wSKEMdg • 2025-08-18
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Kantang. Jadi nama kearifan lokal itu mau enggak mau kita harus tertantang untuk memunculkan kembali, membangun kembali. Masya secara bahasa Ngeliban itu memang tidak populer karena yang populer pasti tabing, rafting, dan sebagainya. Tapi kami berani munculkan itu karena kalau kita bicara ngeliban se-Indonesia yang ada hanya di Minggirsari. Ini bagian dari del kami, Mas. Ee sekali lagi kita harus mengedukasi yang namanya kita orang deso ya, orang Jawa. Oh, kita sudah punya nama seperti ini kok. Kenapa kita harus pakai bahasa-bahasa yang ya mohon maaf bahasa-bahasa asing itu memang bahasa yang lebih populer dari kita? Jadi itu keberanian kami lah. Secara efek branding itu sudah kena. Efek branding sudah kena banget. Yang belum kena itu banyak mindset dari masyarakat umum tanda kutip Kali Bantas seperti itu. Nah, ini yang belum kena di situ. Itu sih dan sekali lagi tujuan kami ayo alam ini sahabat kita. Kita ini dengan alam harus bersinergi. Jangan kita menjis alam ini, oh kalibrat seram dan sebagainya. Jangan. [Musik] Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera untuk kita semuanya. Om swastiastu. Namo buddhaya. Kejikan Rahayu. Perkenalkan nama saya Eko Haradi dan saya di Desa Minggirsari ini sebagai ketua dari paguipan Watuonang. Di mana ee paguipan Watuonang ini kita memunculkan untuk ngeliban kegiatan refting yang ada di Kalibrantas. J saya sebagai ketua ataupun pengelola di pagipan Watuang di dalam hal bidang refting. Lokasinya kita di Papringan Minggirsari ya di Desa Minggirsari. Kenapa kita sebut papringan? Karena secara kearifan lokal di sini sudah terbentuk secara alami ya pohon-pohon bambu pring sehingga kita enggak perlu menamakan yang lain-lain. Cukup kita langsung papringan wae. Terus kemudian untuk area yang kita jadikan rafting ini kita Kalibrantas ya. Jadi kalau Kalibrantas itu mohon maaf mohon maaf sangat banyak mindset masyarakat tuh menjustice kalibrantas itu sungai yang seram dan sebagainya. Waduh ini kalau menurut kami kurang sepakat sangat kurang sepakat. Kita ketahui bersama bahwasanya Kali Brantas saya menyebutnya Kali bukan sungai. Karena di hulunya di Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu di sana itu terdapat hulunya Kali Brantas di lerengnya Gunung Arjuna. Ya, kalau kita melihat hulunya langsung ke sana, itu kawasan konservasi itu dan hanya mungkin 2 meteran. Dan sekarang sampai di Minggirsari, sampai di Tulungagung, Kediri, sampai ke hilirnya besar banget. Karena Kali Brantas itu mempunyai sifat kalau kita bicara soal alam sifat yang sangat ikhlas. Yaah, maksudnya gini, Kalibrantas itu akan besar karena apa? Karena banyak sumber. sumber dari sungai Leksok kah, sungai Abab kah, sungai apa dan sebagainya yang menjadi satu di dalam nama Kaliib Brantas. Coba kita bayangkan ketika Kaliib Brantas ini dia idealisnya tinggi dan hanya mengandalkan DBT yang dari Kaliibantas mungkin enggak sampai Blitar. suatu manfaat yang luar biasa. 362 km kali berantas ini bisa dikatakan sungai terpanjang kedua di Jawa Timur eh sori di Jawa satunya Bawangan Solo dan menurut data 14% ya untuk penghasil pertanian padi itu dari sekitarnya Kali Brantas. Kita bayangkan kenapa kok kali seram dan sebaga oh makan korban yang salah siapa yang salah kitanya gitu loh. Jadi ini bagian kami dari paguipan watu bonang dan teman-teman penggiat sungai yang lainnya bahwasanya kalibrantas ini sahabat kita bukan musuh kita. Ayo kita munculkan kegiatan refting eliban di sini ya harapan kita seperti itu Mas. Itu mengedukasi semuanya gitu loh. Jadi ide itu muncul ketika saya waktu itu ke Jogja dan waktu itu saya membawa tamu untuk berkunjung ke Gua Pindul ya di Gunung Kidul. Dari situlah muncul wah lah minggir sari iki loh alame keren duwe kali berantas weh keren nyapo or lah itu ceritanya munculnya itu. Akhirnya setelah dari Jogja kita beli pelampung ban sama helm banyak lima waktu itu kita trial mencari titik startnya di mana ini yang cocok kemudian finishnya di mana nih yang cocok kita trial ini beberapa kali gitu itu kurang lebih kita mulai 2018 hampir setahun kita trial 2018 kita munculkan trial itu. Kenapa kami berani? Mohon maaf kenapa kami dikali berantas? Karena satu dari Paprian Pinggirsari atau Desa Minggirsari ini untuk startnya itu dibendungan serut. Jadi secara debit air terkontrol ya dari sini ini finishnya di sini ini kita ke startnya 4 km. Durasi waktu tempuh itu kurang lebih 45 menit dan banyak konsumen ataupun penikmat Kaliib Brantas ini merasa kurang jauh itu sih. Dan sekali lagi tujuan kami ayo alam ini sahabat kita. kita ini dengan alam harus bersinergi. Jangan kita menjasis alam ini, oh kalibrat seram dan sebagainya. Jangan. Dan mohon maaf papringan ini dulunya memang angker. Bisa dikatakan angker dulu. Sekarang alhamdulillah. Ya, sekarang karena kita itu hidup di Jawa, kita pun juga adab dan sebagainya. Kita permisi dan sebagainya kepada semuanya yang ada. Karena sekali lagi alam ini sahabat kita. Tujuan utama kami bagaimana dengan adanya ngeliban ya bahasa ngeliban. Kenapa kita enggak pakai bahasa tabing dan sebagainya? Kita munculkan bahasa karifan lokal saja. Sebetulnya Mas ngeli dengan keli kan beda ya. Kalau Kelly itu bagian dari mohon maaf bencana. Tapi kalau Ngeli kita sengaja bagaimana kita mengajak pengunjung ngeli di Kalibrantas menikmati keindahan Kaliib Brantas. Ayo kita ngeli dan filosofinya kan juga ada. Iya kan gitu kan ngeli dan keli. Itu katakanlah kalau kita bicara ngeli kita dengan komunitas teman kita dan sebagainya ngeli nanging ojo keli. Kita mengikuti arus di teman kita tapi ketika mohon maaf katakanlah itu e frekuensinya sudah beda berarti kita jangan sampai keli. Ini bagian dari filosofi sebenarnya. Jadi kita dulu itu tahun 2020 awal kita membuat membuka akses jalan itu selama 7 bulan dan murni swadaya dari kuludur paguyu yang ada. Dulu tidak ada jalan, sepedah motor pun enggak bisa masuk. Sekarang roda 4 sudah bisa masuk. Dan tantangan kami untuk ngeli untuk rafting ya seperti ini, Mas. Karena masyarakat mengetahui semuanya konotasi dari Kalibant seperti itu. Dan kami terus semangat hal ini, terus istikamah. Dan alhamdulillah sekarang sudah muncul kegiatan-kegiatan yang setiap minggu pertama dan ke minggu ketiga yaitu pasar wisata Kalibantas. Alhamdulillah sekarang papringan minggir seari mulai banyak dikunjungi dan kita ini bisa dikatakan bukan wisata ya tapi tempat ngisis gitu loh. Karena kalau kita bisa wisata itu waduh nanti sup-nya macam-macam sih Mas. Harus ada wah tempat selfienya mana ini sedangkan kami swadaya ini. Kami swada swadaya dari warga dari paguyupan ya. Kita tempat aja ngesis y nek papringan minggirari ngesis ngopi sama di warung itu ya. Itu aja. Jadi nama kearifan lokal itu mau enggak mau kita harus tertantang untuk memunculkan kembali, membangun kembali. Masya ngeliban itu memang tidak populer karena yang populer pasti tabing ya kan pasti tabing rafting dan sebagainya. Tapi kami berani memunculkan itu karena kalau kita bicara ngeliban se-Indonesia yang ada hanya di Minggirsari ngeliban soalnya. Tapi kalau tabing mungkin banyak tempat ya ini bagian dari kami Mas. Ee sekali lagi kita harus mengedukasi yang namanya kita orang deso ya, orang Jawa. Woh, kita sudah punya nama seperti ini kok. Kenapa kita harus pakai bahasa-bahasa yang ya mohon maaf bahasa-bahasa asing itu memang bahasa yang lebih populer dari kita. Jadi itu keberanian kami lah gitu, Mas. Secara efek branding itu sudah kena. Efek branding sudah kena banget. yang belum kena itu banyak mindset dari masyarakat umum tanda kutip Kali Bantas seperti itu. Nah, ini yang belum kena di situ. Dan sebetulnya kalau di area ini yang kita gunakan Eliban ini sejauh 4 km ini karakternya sangat fun banget. Tidak ada batu-batu besar, enggak ada dan kita pun enggak pakai helm, enggak apa-apa karena di sini fun. Yang paling utama safety kita harus pelampung. Pelampung yang kami sediakan ini bisa menahan berat badan 150 kg. Yang terpenting hanya itu saja sebetulnya. Jadi sepanjang 4 km sangat fun, Mas. Kita pun sambil arisan bisa di ini sampai gitu ya. Iya. Semisal kita bawa kompor kecil itu ya kasih di ban sambil ng bisa itu keren banget. Sangat disayangan ketika banyak orang menjasti sekali beri. Waduh ini kadang-kadang kita bertentangan banget gitu Mas. Dan ini kalau menurut kami, pandangan kami, ini yang hal yang luar biasa di Jawa Timur karena sungai berantas kali berantas mempunyai sejarah yang besar dan kami pun harus berupaya membangunkan sejarah tersebut dengan kegiatan refting ini tadi dengan ngeliban ini tadi. Har kita seperti itu sih, Mas. Dan warga semuanya akan sadar, oh iya ternyata Brantas itu sahabat kita ya, bukan seperti itu ya dan sebagain ya. Memang di dalam edukasi sepanjang area Kali Brantas 362 km ini memang semuanya harus bersinergi dan kami pun juga mengikuti kegiatan-kegiatan dari Jambur Kalibrantas. Jadi teman-teman komunitas juga mengikuti Mas untuk mengedukasi semuanya terkait Kalibrantas gitu Mas. modalnya kita swada sih. Jadi saya waktu itu mengajak teman-teman semuanya, ayo kita mempunyai potensi alam yang luar biasa. Dan ketika potensi alhamm yang luar biasa ini hal yang utama harus kita munculkan apa? Yaitu akses jalan. Ketika akses jalan sudah muncul, kami yakin pasti akan ada orang datang. Waktu itu ya kita beli pelampung ya kurang lebih kita 500-an lah mungkin R00-an.000. Iya waktu itu untuk beli pelampung karena masih trail ya. Tapi sekarang kita sudah pelampung kita sudah banyak juga. Ban kita juga sudah banyak alhamdulillah. Jadi dari penikmat ngeliban yang datang ini kan kita juga mengelola untuk kas paguiban juga ini Mas untuk penambahan fasilitas ya seperti itulah Masari sahabat. Jadi kalau kita bicara mulai tahun 2020 ya kalau mulai tahun 2020 kita gini aja per bulan kita rata-rata sekarang masih di angka kurang lebih 200-an lah. 200-an orang lah per bulan kita rata-rata ya. Kalau kita bicara tahun mulai tahun 2020 sampai sekarang karena waktu itu memang benar-benar viral Mas ya. Biasalah bahasa viral seperti itulah coba-coba dan sebagainya. Tapi di dalam sisi yang lain dalam tim kami kita harus selalu solid bagaimana safety-nya dan sebagainya. itu Mas ATM saja kita amati tiru modifikasi aja kan banyak teman kita kan ya kan kita harus gotongroyong enggak bisa kita kita sendirian enggak bisa saya yakin itu loh dan di dalam kegiatan kita rafting selain pakai ban ngeli ban kan kita juga ada fting yang pakai perahu dan kita juga punya paner juga di sini Mas untuk yang terkait bidangnya dia sudah mempunyai skill untuk perahunya dan sudah bersertifikasi semuanya tim kami sudah bersertifikasi semuanya dan mohon maaf mohon izin jadi kalau kita bicara asuransi kita juga ada ketika dia wisata rafting asuransi nah itu dan kami pastinya juga berterima kasih ya Mas kepada Jasa Tirtam, kepada BBWS kemudian kepada Kecamatan Koramil Polsek setempat kemudian kepada PMKaten tentunya juga dengan pecah telur. Karena apa? Karena kegiatan seperti ini memang apa ya Mas? Kalau kita bicara izin itu kan prosesnya lama Mas. Terus terang kami ya mohon izin kami izin kita kepada siapa? Kepada sang pencipta alam semesta. Sudah itu aja Mas. Karena kita mengikuti regulasi itu. Aduh enggak jalan-jalan tuh. Saya yakin. Saya yakin enggak akan jalan. Oh, izin sana. Sedangkan kita itu wong deso. Kita sudah berupaya munculkan produk ngeliban. Mbok yo. Yang terkait itu juga menyengkuyung kegiatan kita ini. Kalau alhamdulillah dari pemerintah desa support banget pemerintah desa loh ya. Tapi kalau yang lainnya ya gitulah Mas. Tapi kami enggak patah semangat Mas. Kami selalu memotivasi kepada tim-tim kami bahasanya desa kui maha kaya. Desa itu maha kaya. Ayo sing penting adik istikamah. Wis adik yakin mantap pasti akan ada jalannya. Tapi kalau hal seperti ini karena mohon maaf hal wisata ini di desa Minggirari hal yang baru dan teman-teman ini enggak ada yang punya basic wisata semuanya ya bapak-bapak rumah tangga ya Mas ada yang kuli bangunan, ada yang bengkel, ada yang peternak, petani dan sebagainya. Kita sama sekali tidak ada basic wisata, enggak ada. Dan alhamdulillah sekarang kita munculkan di Desa Minggirsari ada wisata ini. Jadi waktu itu 2018 sebelum jadi kepala desa ketika saya trial ini banyak orang yang mencibir hukung jadi lurah aneh-aneh dolanan kalibrates dan tapi pada prin saya secara pribadi bismillah karena ini untuk kepentingan orang banyak bukan untuk kepentingan saya pribadi. Insyaallah Gusti Allah pasti akan memberikan jalan. Dan alhamdulillah sekarang ini ketika ada kegiatan Pasar Wisata Kali Brantas yang gelaran ke4 kemarin tembus Rp70 juta omsetnya Pasar Wisata Kalantas per event. Bisa saya katakan jam .30 pagi sampai jam 10. pagi sudah habis jualannya ibu-ibu itu. Jangan bayangkan tembus R0 juta. Hal yang sepele ya. Tapi ternyata alhamdulillah ternyata Kali Brantas ini memberikan manfaat alamnya Kali Brantas. Jadi kalau ee sudut pandang orang yang pro dan kontra yang ngomong baik dan jelek dan sebagainya alah silakanlah bagaimana tergantung niat kita gitu aja sih Mas. Kalau kita jadi wisata desa matata manen tandurane tanggane ini kita ambil dari bahasa karfan lok kalau sebetulnya kan sering kan muncul bahasa penak ora nandur tapi manenah ini itu bagian dari role model kita bagian dari integrasi kita di dalam wisata desa yang ada di Desa Minggirsari Mas jadi ketika pengunjung atau penikmat wisata Desa Minggirsari ini setelah dari pasar wisataakah setelah dari refting atau ngeliban atau fun rafting ayo barangkali pengin menikmati atau memetik sayuran segar tanpa bahan kimia bisa. Dan anehnya Mas kemarin itu ada kunjungan juga satu dua keluarga kalau enggak salah dan kebetulan di tempat yang wisata di matata itu ada pohon kelapa nih Mas. Bu niki gigih po dewe Mas. Jadi sudah keren ini ya kan berarti manen tanduran tonggone sudah kena di cuma berbayar gitu aja sih Mas. Kita untuk rafting untuk saat ini per orang Rp55.000 karena ada tiket asuransi dan tiket khusus yang wisata air Rp55.000 untuk pengeliban. Kalau yang pakai perahunya di angka Rp100.000 R000 per orang dan satu perahu bisa berisi 5 sampai 6. Jadi ada beberapa fasilitas kalau kita bicara fun rafting Mas ada makan siang juga ada tergantung kebutuhan dari konsumen. Makan siangnya juga iya dengan menu kearifan lokal saja tapi. Waduh kalau finansial ini kita sudut pandang kita beda-beda ya Mas pastinya kalau di dalam internal saya pas finansial ya ya tergantung nikmat syukur kita lah. Kalau kita bicara seperti itu. Nikmat syukur kita seperti apa. Kalau kita bicara kurang pasti kurang. Tapi yang jelas, Mas, ketika kita melakukan kegiatan ini, ini ternyata kenyamanan batin yang muncul. Wah, ini senang banget. Apalagi melihat orang datang di sini tembus sampai 1000 orang, 2000 orang. Terharu, Mas. Kita melihat banyak konten kreator yang masuk ke desa Minggirsari. Terharu itu, Mas. Ibu-ibu bercerita, "Pak, alhamdulillah kemarin kita dapat R2 juta, ada yang dapat R1 juta, yang jualan jagung dapat Rp600.000." Senang lah ini, Mas. Jadi kalau kita bicara finansial di dalam internal keluarga saya ya semua itu tergantung nikmat syukurnya lah ya seperti ini banyak banyak berkecimpung dengan yang produktif Mas artinya dengan kegiatan-kegiatan yang ada desa yang tujuannya memunculkan ee ekonomi kerakyatan. Jadi ada pasar wisata Kalibrantas, ada Ngeliban yang refling tadi, ada wisata Desa Matata, ada nanti angkringan dan sebagainya. Ini waduh keren banget, Mas. itu terjadi ketika mohon maaf ya, itu terjadi ketika di awal-awal saya menjadi kepala desa. Jadi di tahun pertama sampai ketiga itu saya kelupaan sama dengan keluarga. Istri protes, anak protes, dan sebagainya. Ini benar nih, Mas. Saya ke sana ke tempat kegiatan ini dan sebagainya sampai benar keluarga terlupakan. Tapi di di dalam perjalanan ini dinamikanya pasti ada. Dan kemudian saya pun juga harus merasakan oh yang utama tetap keluarga ya. Ya itu bagian dari dinamika Mas. Bagian dari tahapan dengan cara gimana ya? Dengan cara ya banyak tidur di rumah. Dulu itu hampir tiap malam saya tidur di kantor desa, tidur di papringan, tidur di ngipik dan sebagainya. Pernah juga seperti itu. Enggak tahu itu apa kena ketidur dan sebagainya. Tapi alhamdulillah keluarga, istri mulai terbiasa dengan hal itu gitu loh. Dan tahapan-tahapan ini mulai kami rasakan ya bersama keluarga khususnya ya memang harus seperti inilah perjalanannya. Alhamdulillah istri saya sudah menyadari. Sekarang saya di 45 tahun masih timur sekali. Masih timur sekali dan rambutnya juga masih hitam. Saya bergerak di bidang entertain dulu. Saya pernah pegang organ tunggal juga. Kemudian saya pernah berkecimbung di lingkup radio. Jadi saya dulu di organ tunggal. Kemudian alhamdulillah saya dididik digembleng di Mayangkara Grup tepatnya di radio Jos Tulungagung oleh Pak Wawan. Pak Wawan Mayangkara itu beliau yang menggembleng saya habis-habisan itu. Dan dulu itu titik tidak nyaman ada ketika di situ. Kenapa gak nyaman, Pak? Ya karena gemblengan kita enggak terbiasa dengan hal yang itu dengan lingkungan yang baru. Organ tunggal. Kemudian saya diajak ke Tulung Agung waktu itu ee di warung josnya itu kita entertain. kemudian ee masuk ke dunia radio, kemudian kita di EO kemudian diadvertising dan alhamdulillah ketika tahapan menjadi kepala desa ini, oh saya bisa merasakan ternyata gemblengan-gemblengan ketika saya di radio jos ini loh. Jadi saya di Minggir Sari itu kontrak tahun 2012. Saya asli saya Karangsari, Kota Blitar. Istri saya Sentul. Saya kontrak di sini 4 tahun. Saya lulus SMP '96 saya ngamen di jalanan. Kemudian masih ngamen itu sampai tahun 2000. Kemudian saya jahit di Thailor itu. Iya, Mas. Jadi saya enggak berpikir, enggak pernah membayangkan sekarang mohon maaf sekarang saya menjadi kepala desa. Saya enggak tahu juga bagaimana ceritanya. Yang penting kalau waktu itu yang saya saya alami dari proses saya itu saya enggak berpikir muluk-muluk. Yang penting apa yang ada di hadapan saya itu yang saya kerjakan dengan senang. Jadi saya lulusan STM itu pun dulu pengine yo ggak sekolah saja ni karo Mbahe kon sekolah akhirnya sekolah STM. Ya itu Mas jadi perjalanan saya saya enggak ya itulah benar pengaman jalanan. [Musik] Betul. Sangat-sangat enggak ada di bayangan kita. Kita hanya mengalir saja. Jadi, sering saya sampaikan ke tim-tim kita khususnya anak-anak muda. Kalau kita bicara logika kadang-kadang kita enggak dapat. Oh, saya sekolah di ini, saya kuliah di ini, saya harus jadi ini. Ini sekian persen lah yang berhasil. Ya, kalau menurut saya ya karena s pandang saya karena saya orangor seperti ini. Kalau saya jalani apa yang di depan saya yaitu saya harus menikmati. Enggak tahu nanti Gusti Allah itu memberikan jalan seperti apa, nanti saya nikmati dan saya ya enggak takut nanti jadi apa jadi apa enggak ngerti itu Mas T jenuh kita kita mengajak kolaborasi warga kadang-kadang mentok mereka kemudian ee enggak aktif ya ini kadang-kadang muncul Juh. Tapi di dalam apa ya kita sebagai nahqoda, sebagai kepala, sebagai orang yang dicontoh, berarti kita harus memberikan contoh. Kita jangan jenuh, kita jangan putus asa, kita harus istikamah dan sebagainya. Yaitu titik jenuh pasti ada. Ketika saya muncul titik jenuh pasti saya akan merenung. Oh, kita wis babat mulai tahun 2020 loh. Mosok arep buyar ini aja ya. grilia. Saya harus grilia dengan penggiat-penggiat yang masih sefrekuensi. Yang saat ini tidak sefrekuensi ya sudah dan alhamdulillah sekarang sudah merapat kembali. Sekarang kita sudah bisa melibatkan hampir 70 orang yang di paguyupan untuk mengelola papringan ini. Dulunya kita hanya orang tujuh malam ngopi wis ngomong sak tetai ngomong opo dan sebagainya. Alhamdulillah ke sana Gusti Allah Mas ada ide yang namanya pasar wisata Kalibrantas. Inilah yang bisa menyatukan kita semuanya. Dan saya selalu menyampaikan kepada semua penggiat, kita membawa nama besar Kalibrantas. L Kalibrantas iki lek ngomongne e sifat alam, sifat sing ikhlas. Kaliantas iso gede kron opo? Krono akeh sumber. Dan kita pun harus seperti itu. Ayo kita bawa filosofi Kalibrantas. Kalau kita ingin menjadi orang yang besar, kita harus terbuka hati kita untuk siapa saja. Kita terbuka pikiran kita untuk siapa saja. Karena sumber ilmu itu datangnya dari mana-mana. Sumber gotongroyong juga datangnya dari mana-mana. Contohnya dengan dari pecah telur seperti ini ya. Alhamdulillah kalau kita enggak kenal seperti ini. Waduh, Mas semua gotong royong. Jadi ngeliban sekali lagi, Mas itu ee kita masih terkendala mindset warga ya, terkait kali berantas. Jadi, kalau kita bicara di angka 200 orang lah, berarti 200 orang dari R5.000 bisa dikatakan seperti itulah. Nanti kalau fun rafting, fun rafting pun juga masih jarang. Tapi yang jelas kami terus berupaya, Mas. Kan itu kita kelola satu untuk SDM kita ketika yang jadi guide-nya itu siapa? Marketingnya siapa? Ee kemudian asuransinya ini Boomdes yang lola, kemudian untuk listrik kamar kecil ya seperti itu, Mas. Jadi hanya sekian persen yang untuk aspaguyupan. Apa yang kita dapat ya kita kembalikan kepada tim-tim kita mulai kita sewa pikupnya, sewa pelampungnya seperti pelampung dan itu kita anggap sewa di situ. Ini saya pribadi ya berarti kalau hal-hal prinsip pribadi itu pasti ada pikiran itu, Mas. Tapi saat ini kami ee masih mempunyai PR besar. PR besar bagaimana dengan diamanahkan saya dan istri saya. Saya sebagai kepala desa Minggirsari, istri saya sebagai ketua PKK Desa Minggirsari. Tanggung jawab moral saya kepada siapa? Kepada sang pencipta alam semesta. Ketika saya diberi tanggung jawab seperti itu, bagaimana? Jadi sesama yang ada di star saya pun harus bisa merasakan kenikmatan dari alam yang ada, Mas. Jadi kalau bicara hal seperti ini, bagaimana kita dari sudut pandang pribadi saya, kearifan lokal ini yang harus kita munculkan yang bisa memberikan manfaat untuk banyak orang. Jadi saat ini kami terkait bisnis pribadi ya mungkin hanya sekian persen sangat kecil Mas karena kembali lagi ke pengabdian kami niat kami seperti itu ya inilah contohnya enggak pengin sugih jenengan ya pengin lah tapi alhamdulillah sekarang sugih dulur sugih dulur alhamdulillah jadi kalau dulu berbanding berbalik banget Mas kalau dulu saya masih di advertising itu saya yang mengerjakan kegiatan-kegiatan dari salah satu BUMN itu saya bisa sampai ke Indonesia Timur ke Merauke ke Manwari ke Ambon dan sebagainya Knya ke Jawa Barat pacane yo nyetil lah ambune wangi ya sekarang ya ngene iki siklus-kulene iki tapi ternyata di sininya yang kaya Mas hatinya yang kaya ternyata itulah ya mungkin ini dari bagian dari proses saya ya enggak tahu nanti seperti apa. Jadi yang proses yang paling berat di tahapan-tahapan saya ketika saya mengelola CV saya dan saya menjadi vendornya BUMN itu tantangan paling berat. Karena apa? Karena saya berangkat tanpa modal Mas. Saya mengerjakan advertising, mengerjakan event itu tanpa modal. Modalnya apa? Bismillah. Modal kepercayaan. Ketika saya ada job dan sebagainya, saya harus mencari modal dengan teman-teman saya. Eh, aku mbok nyilih duite toh tak gawe iki. Kadang-kadang ketika enggak ada modal suedih. Ya Allah, iki loh job gede golek modal kok yo angel yo pasan. Jadi waktu itu kalau saya bicara titik-titik yang kurang mengenakkan malah di waktu itu. Tapi secara finansial sangat-sangat tercukupi. Tapi ternyata tekanan-tekanan itu luar biasa. Ya mungkin itu bagian dari gemblengan-gemblengan dari sang pencipta untuk saya ya untuk nantinya oh Eko iki bariki didel kene lah jadi kepala desa. Mungkin seperti itu mungkin. Waduh banyak itu. Beberapa kali saya kejadian seperti itu Mas. Jadi saya di php teman kita kerja sama kita mau buka tambang. H kita mau buka ini, ini sering, Mas, waktu itu. Karena yang ada di pikiran saya waktu itu, mohon maaf duit, duit duit. Bagaimana saya dapat duit, dapat duit, dapat duit tanpa berpikir, "Oh, ini nanti ternyata seperti ini, seperti ini." Waduh. Heh, itu yang sangat-sangat saya don, Mas. Waktu itu kalau mikir duit sekarang masih toh, Mas. Enggak mikir duit. Artinya kalau dulu itu ee di dalam keluarga itu pengendali kan istri ya, Mas. Istri itu sering mengingatkan hal itu. Ya ojo ngene toh ngene ngene ngene selalu mengingatkan. Tapi sing jenenge wong lanang pengin ngewak keluargane ii sing akeh ak dia tidak berpikir hal yang ternyata oh aku enggak berpikir. Ya sekarang seperti ini, Mas. Jadi kalau dulu bicara omset mala pribadi ya. Tapi sekarang kalau kepala desa itu opo toh? Kepala desa itu bukan penggawaian. Kepala desa bukan pekerjaan. Sah itu bukan pekerjaan. Murni pengabdian sudut pandang pribadi saya. Tapi yang masing-masing kepala desa kan punya pemikiran beda-beda. Kalau saya ya seperti ini sudah CV-nya sudah tidak saya jalankan lagi. Sebetulnya kalau kita mau gerak masih bisa sih. Tapi ternyata pikiran enggak bisa, Mas. Walaupun saya meminit orang ya karena kembali lagi kepada trust. Saya enggak enggak ingin klien saya itu akan terbohongi dengan pola saya. Saya enggak ingin seperti itu. Ketika saya enggak terjun sendiri dengan tim saya yang ada di lapangan seolah-olah saya akan membohongi diri saya, Mas. Karena saya suatu pekerjaan saya harus terjun langsung walaupun mohon maaf waktu itu saya sebagai owner katakanlah itu ya ketika saya survei di suatu tempat di luar Jawa kah di Papua saya harus turun langsung ke sana saya harus seperti itu. Saya enggak nyaman ketika saya harus hanya tim saya yang soro Mas. Jadi saya harus membuka jalan dulu. Oh ben ngerti prosesnya baru saya bilang ke tim saya. Waktu itu seperti itu. Dan hal ini pun alhamdulillah juga saya jalankan di Desa Minggirsari. Jadi kali berantas ya, mari kita sama-sama berpikiran yang positif dengan semesta alam ini karena semesta alam bisa memberikan manfaat. Dan untuk semua warga yang ada di sitaran Kalibrantas kah atau sungai-sungai yang lainnya mohon maaf minta tolong untuk saling menjaga terkait kebersihannya. Jangan buang sampah di sembarangan tuh, Mas. Kasihan gitu loh. Jangan buang limbah-limbah di Kalibrantas. Janganlah. Kasihan semuanya. Ayo, ini alam kita, alam yang indah kita jaga mulai dari hulu sampai hilirnya. Kita harus bisa menjadi seperti kalibrantas yang bisa memberikan manfaat untuk banyak orang. Saya Eko Haradi sebagai pendiri, sebagai penggagas dari adanya kegiatan Ngeliban Minggirsari yaitu tabeng di pagi pada waktu Bonang ini mengucapkan terima kasih untuk tim pecah telur dan silakan untuk dulur-dulur semuanya yang mau dulan ke Blitar silakan dulan ke Minggir Sari. Kita menikmati alam kali Brantas yang luar biasa dan Pakipan waktu yang mikir sari siap memfasilitasi untuk Anda semuanya menjadi sahabat Kali Brantas. Ayo Dolan ke minggir sari. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Musik]
Resume
Categories