Manfaatkan Potensi Desa! Sulap Sungai Brantas Jadi Wisata Air Omzet 70 Juta/Event
Dmj9wSKEMdg • 2025-08-18
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Kantang.
Jadi nama kearifan lokal itu mau enggak
mau kita harus tertantang untuk
memunculkan kembali, membangun kembali.
Masya
secara bahasa Ngeliban itu memang tidak
populer karena yang populer pasti
tabing, rafting, dan sebagainya. Tapi
kami berani munculkan itu karena kalau
kita bicara ngeliban se-Indonesia yang
ada hanya di Minggirsari. Ini bagian
dari del kami, Mas. Ee sekali lagi kita
harus mengedukasi yang namanya kita
orang deso ya, orang Jawa. Oh, kita
sudah punya nama seperti ini kok. Kenapa
kita harus pakai bahasa-bahasa yang ya
mohon maaf bahasa-bahasa asing itu
memang bahasa yang lebih populer dari
kita? Jadi itu keberanian kami lah.
Secara efek branding itu sudah kena.
Efek branding sudah kena banget. Yang
belum kena itu banyak mindset dari
masyarakat umum tanda kutip Kali Bantas
seperti itu. Nah, ini yang belum kena di
situ. Itu sih dan sekali lagi tujuan
kami ayo alam ini sahabat kita. Kita ini
dengan alam harus bersinergi. Jangan
kita menjis alam ini, oh kalibrat seram
dan sebagainya. Jangan.
[Musik]
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh. Salam
sejahtera untuk kita semuanya. Om
swastiastu. Namo buddhaya. Kejikan
Rahayu. Perkenalkan nama saya Eko Haradi
dan saya di Desa Minggirsari ini sebagai
ketua dari paguipan Watuonang. Di mana
ee paguipan Watuonang ini kita
memunculkan untuk ngeliban kegiatan
refting yang ada di Kalibrantas. J saya
sebagai ketua ataupun pengelola di
pagipan Watuang di dalam hal bidang
refting. Lokasinya kita di Papringan
Minggirsari ya di Desa Minggirsari.
Kenapa kita sebut papringan? Karena
secara kearifan lokal di sini sudah
terbentuk secara alami ya pohon-pohon
bambu pring sehingga kita enggak perlu
menamakan yang lain-lain. Cukup kita
langsung papringan wae. Terus kemudian
untuk area yang kita jadikan rafting ini
kita Kalibrantas ya. Jadi kalau
Kalibrantas itu mohon maaf mohon maaf
sangat banyak mindset masyarakat tuh
menjustice kalibrantas itu sungai yang
seram dan sebagainya. Waduh ini kalau
menurut kami kurang sepakat sangat
kurang sepakat. Kita ketahui bersama
bahwasanya Kali Brantas saya menyebutnya
Kali bukan sungai. Karena di hulunya di
Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji,
Kota Batu di sana itu terdapat hulunya
Kali Brantas di lerengnya Gunung Arjuna.
Ya, kalau kita melihat hulunya langsung
ke sana, itu kawasan konservasi itu dan
hanya mungkin 2 meteran. Dan sekarang
sampai di Minggirsari, sampai di
Tulungagung, Kediri, sampai ke hilirnya
besar banget. Karena Kali Brantas itu
mempunyai sifat kalau kita bicara soal
alam sifat yang sangat ikhlas. Yaah,
maksudnya gini, Kalibrantas itu akan
besar karena apa? Karena banyak sumber.
sumber dari sungai Leksok kah, sungai
Abab kah, sungai apa dan sebagainya yang
menjadi satu di dalam nama Kaliib
Brantas. Coba kita bayangkan ketika
Kaliib Brantas ini dia idealisnya tinggi
dan hanya mengandalkan DBT yang dari
Kaliibantas mungkin enggak sampai
Blitar. suatu manfaat yang luar biasa.
362 km kali berantas ini bisa dikatakan
sungai terpanjang kedua di Jawa Timur eh
sori di Jawa satunya Bawangan Solo dan
menurut data 14%
ya untuk penghasil pertanian padi itu
dari sekitarnya Kali Brantas. Kita
bayangkan kenapa kok kali seram dan
sebaga oh makan korban yang salah siapa
yang salah kitanya gitu loh. Jadi ini
bagian kami dari paguipan watu bonang
dan teman-teman penggiat sungai yang
lainnya bahwasanya kalibrantas ini
sahabat kita bukan musuh kita. Ayo kita
munculkan kegiatan refting eliban di
sini ya harapan kita seperti itu Mas.
Itu mengedukasi semuanya gitu loh. Jadi
ide itu muncul ketika saya waktu itu ke
Jogja dan waktu itu saya membawa tamu
untuk berkunjung ke Gua Pindul ya di
Gunung Kidul. Dari situlah muncul wah
lah minggir sari iki loh alame keren
duwe kali berantas weh keren nyapo or
lah itu ceritanya munculnya itu.
Akhirnya setelah dari Jogja kita beli
pelampung ban sama helm banyak lima
waktu itu kita trial mencari titik
startnya di mana ini yang cocok kemudian
finishnya di mana nih yang cocok kita
trial ini beberapa kali gitu itu kurang
lebih kita mulai 2018 hampir setahun
kita trial 2018 kita munculkan trial
itu. Kenapa kami berani? Mohon maaf
kenapa kami dikali berantas? Karena satu
dari Paprian Pinggirsari atau Desa
Minggirsari ini untuk startnya itu
dibendungan serut. Jadi secara debit air
terkontrol ya dari sini ini finishnya di
sini ini kita ke startnya 4 km. Durasi
waktu tempuh itu kurang lebih 45 menit
dan banyak konsumen ataupun penikmat
Kaliib Brantas ini merasa kurang jauh
itu sih. Dan sekali lagi tujuan kami ayo
alam ini sahabat kita. kita ini dengan
alam harus bersinergi. Jangan kita
menjasis alam ini, oh kalibrat seram dan
sebagainya. Jangan. Dan mohon maaf
papringan ini dulunya memang angker.
Bisa dikatakan angker dulu. Sekarang
alhamdulillah. Ya, sekarang karena kita
itu hidup di Jawa, kita pun juga adab
dan sebagainya. Kita permisi dan
sebagainya kepada semuanya yang ada.
Karena sekali lagi alam ini sahabat
kita. Tujuan utama kami bagaimana dengan
adanya ngeliban ya bahasa ngeliban.
Kenapa kita enggak pakai bahasa tabing
dan sebagainya? Kita munculkan bahasa
karifan lokal saja. Sebetulnya Mas ngeli
dengan keli kan beda ya. Kalau Kelly itu
bagian dari mohon maaf bencana. Tapi
kalau Ngeli kita sengaja bagaimana kita
mengajak pengunjung ngeli di Kalibrantas
menikmati keindahan Kaliib Brantas. Ayo
kita ngeli dan filosofinya kan juga ada.
Iya kan gitu kan ngeli dan keli. Itu
katakanlah kalau kita bicara ngeli kita
dengan komunitas teman kita dan
sebagainya ngeli nanging ojo keli. Kita
mengikuti arus di teman kita tapi ketika
mohon maaf katakanlah itu e frekuensinya
sudah beda berarti kita jangan sampai
keli. Ini bagian dari filosofi
sebenarnya.
Jadi kita dulu itu tahun 2020 awal kita
membuat membuka akses jalan itu selama 7
bulan dan murni swadaya dari kuludur
paguyu yang ada. Dulu tidak ada jalan,
sepedah motor pun enggak bisa masuk.
Sekarang roda 4 sudah bisa masuk. Dan
tantangan kami untuk ngeli untuk rafting
ya seperti ini, Mas. Karena masyarakat
mengetahui semuanya konotasi dari
Kalibant seperti itu. Dan kami terus
semangat hal ini, terus istikamah. Dan
alhamdulillah sekarang sudah muncul
kegiatan-kegiatan yang setiap minggu
pertama dan ke minggu ketiga yaitu pasar
wisata Kalibantas. Alhamdulillah
sekarang papringan minggir seari mulai
banyak dikunjungi dan kita ini bisa
dikatakan bukan wisata ya tapi tempat
ngisis gitu loh. Karena kalau kita bisa
wisata itu waduh nanti sup-nya
macam-macam sih Mas. Harus ada wah
tempat selfienya mana ini sedangkan kami
swadaya ini. Kami swada swadaya dari
warga dari paguyupan ya. Kita tempat aja
ngesis y nek papringan minggirari ngesis
ngopi sama di warung itu ya. Itu aja.
Jadi nama kearifan lokal itu mau enggak
mau kita harus tertantang untuk
memunculkan kembali, membangun kembali.
Masya
ngeliban itu memang tidak populer karena
yang populer pasti tabing ya kan pasti
tabing rafting dan sebagainya. Tapi kami
berani memunculkan itu karena kalau kita
bicara ngeliban se-Indonesia yang ada
hanya di Minggirsari ngeliban soalnya.
Tapi kalau tabing mungkin banyak tempat
ya ini bagian dari kami Mas. Ee sekali
lagi kita harus mengedukasi yang namanya
kita orang deso ya, orang Jawa. Woh,
kita sudah punya nama seperti ini kok.
Kenapa kita harus pakai bahasa-bahasa
yang ya mohon maaf bahasa-bahasa asing
itu memang bahasa yang lebih populer
dari kita. Jadi itu keberanian kami lah
gitu, Mas. Secara efek branding itu
sudah kena. Efek branding sudah kena
banget. yang belum kena itu banyak
mindset dari masyarakat umum tanda kutip
Kali Bantas seperti itu. Nah, ini yang
belum kena di situ. Dan sebetulnya kalau
di area ini yang kita gunakan Eliban ini
sejauh 4 km ini karakternya sangat fun
banget. Tidak ada batu-batu besar,
enggak ada dan kita pun enggak pakai
helm, enggak apa-apa karena di sini fun.
Yang paling utama safety kita harus
pelampung. Pelampung yang kami sediakan
ini bisa menahan berat badan 150 kg.
Yang terpenting hanya itu saja
sebetulnya. Jadi sepanjang 4 km sangat
fun, Mas. Kita pun sambil arisan bisa di
ini
sampai gitu ya.
Iya. Semisal kita bawa kompor kecil itu
ya kasih di ban sambil ng bisa itu keren
banget. Sangat disayangan ketika banyak
orang menjasti sekali beri. Waduh ini
kadang-kadang kita bertentangan banget
gitu Mas. Dan ini kalau menurut kami,
pandangan kami, ini yang hal yang luar
biasa di Jawa Timur karena sungai
berantas kali berantas mempunyai sejarah
yang besar dan kami pun harus berupaya
membangunkan sejarah tersebut dengan
kegiatan refting ini tadi dengan
ngeliban ini tadi. Har kita seperti itu
sih, Mas. Dan warga semuanya akan sadar,
oh iya ternyata Brantas itu sahabat kita
ya, bukan seperti itu ya dan sebagain
ya. Memang di dalam edukasi sepanjang
area Kali Brantas 362 km ini memang
semuanya harus bersinergi dan kami pun
juga mengikuti kegiatan-kegiatan dari
Jambur Kalibrantas. Jadi teman-teman
komunitas juga mengikuti Mas untuk
mengedukasi semuanya terkait Kalibrantas
gitu Mas. modalnya kita swada sih. Jadi
saya waktu itu mengajak teman-teman
semuanya, ayo kita mempunyai potensi
alam yang luar biasa. Dan ketika potensi
alhamm yang luar biasa ini hal yang
utama harus kita munculkan apa? Yaitu
akses jalan. Ketika akses jalan sudah
muncul, kami yakin pasti akan ada orang
datang. Waktu itu ya kita beli pelampung
ya kurang lebih kita 500-an lah mungkin
R00-an.000. Iya waktu itu untuk beli
pelampung karena masih trail ya. Tapi
sekarang kita sudah pelampung kita sudah
banyak juga. Ban kita juga sudah banyak
alhamdulillah. Jadi dari penikmat
ngeliban yang datang ini kan kita juga
mengelola untuk kas paguiban juga ini
Mas untuk penambahan fasilitas ya
seperti itulah Masari
sahabat.
Jadi kalau kita bicara mulai tahun 2020
ya kalau mulai tahun 2020 kita gini aja
per bulan kita rata-rata sekarang masih
di angka kurang lebih 200-an lah. 200-an
orang lah per bulan kita rata-rata ya.
Kalau kita bicara tahun mulai tahun 2020
sampai sekarang karena waktu itu memang
benar-benar viral Mas ya. Biasalah
bahasa viral seperti itulah coba-coba
dan sebagainya. Tapi di dalam sisi yang
lain dalam tim kami kita harus selalu
solid bagaimana safety-nya dan
sebagainya. itu Mas ATM saja kita amati
tiru modifikasi aja kan banyak teman
kita kan ya kan kita harus gotongroyong
enggak bisa kita kita sendirian enggak
bisa saya yakin itu loh dan di dalam
kegiatan kita rafting selain pakai ban
ngeli ban kan kita juga ada fting yang
pakai perahu dan kita juga punya paner
juga di sini Mas untuk yang terkait
bidangnya dia sudah mempunyai skill
untuk perahunya dan sudah bersertifikasi
semuanya tim kami sudah bersertifikasi
semuanya dan mohon maaf mohon izin jadi
kalau kita bicara asuransi kita juga ada
ketika dia wisata rafting asuransi nah
itu dan kami pastinya juga berterima
kasih ya Mas kepada Jasa Tirtam, kepada
BBWS kemudian kepada Kecamatan Koramil
Polsek setempat kemudian kepada PMKaten
tentunya juga dengan pecah telur. Karena
apa? Karena kegiatan seperti ini memang
apa ya Mas? Kalau kita bicara izin itu
kan prosesnya lama Mas. Terus terang
kami ya mohon izin kami izin kita kepada
siapa? Kepada sang pencipta alam
semesta. Sudah itu aja Mas. Karena kita
mengikuti regulasi itu. Aduh enggak
jalan-jalan tuh. Saya yakin. Saya yakin
enggak akan jalan. Oh, izin sana.
Sedangkan kita itu wong deso. Kita sudah
berupaya munculkan produk ngeliban. Mbok
yo. Yang terkait itu juga menyengkuyung
kegiatan kita ini. Kalau alhamdulillah
dari pemerintah desa support banget
pemerintah desa loh ya. Tapi kalau yang
lainnya ya gitulah Mas. Tapi kami enggak
patah semangat Mas. Kami selalu
memotivasi kepada tim-tim kami bahasanya
desa kui maha kaya. Desa itu maha kaya.
Ayo sing penting adik istikamah. Wis
adik yakin mantap pasti akan ada
jalannya. Tapi kalau hal seperti ini
karena mohon maaf hal wisata ini di desa
Minggirari hal yang baru dan teman-teman
ini enggak ada yang punya basic wisata
semuanya ya bapak-bapak rumah tangga ya
Mas ada yang kuli bangunan, ada yang
bengkel, ada yang peternak, petani dan
sebagainya. Kita sama sekali tidak ada
basic wisata, enggak ada. Dan
alhamdulillah sekarang kita munculkan di
Desa Minggirsari ada wisata ini.
Jadi waktu itu 2018 sebelum jadi kepala
desa ketika saya trial ini banyak orang
yang mencibir hukung jadi lurah
aneh-aneh dolanan kalibrates dan tapi
pada prin saya secara pribadi bismillah
karena ini untuk kepentingan orang
banyak bukan untuk kepentingan saya
pribadi. Insyaallah Gusti Allah pasti
akan memberikan jalan. Dan alhamdulillah
sekarang ini ketika ada kegiatan Pasar
Wisata Kali Brantas yang gelaran ke4
kemarin tembus Rp70 juta omsetnya Pasar
Wisata Kalantas per event. Bisa saya
katakan jam .30 pagi sampai jam 10. pagi
sudah habis jualannya ibu-ibu itu.
Jangan bayangkan tembus R0 juta. Hal
yang sepele ya. Tapi ternyata
alhamdulillah ternyata Kali Brantas ini
memberikan manfaat alamnya Kali Brantas.
Jadi kalau ee sudut pandang orang yang
pro dan kontra yang ngomong baik dan
jelek dan sebagainya alah silakanlah
bagaimana tergantung niat kita gitu aja
sih Mas. Kalau kita jadi wisata desa
matata manen tandurane tanggane ini kita
ambil dari bahasa karfan lok kalau
sebetulnya kan sering kan muncul bahasa
penak ora nandur tapi manenah ini itu
bagian dari role model kita bagian dari
integrasi kita di dalam wisata desa yang
ada di Desa Minggirsari Mas jadi ketika
pengunjung atau penikmat wisata Desa
Minggirsari ini setelah dari pasar
wisataakah setelah dari refting atau
ngeliban atau fun rafting ayo barangkali
pengin menikmati atau memetik sayuran
segar tanpa bahan kimia bisa. Dan
anehnya Mas kemarin itu ada kunjungan
juga satu dua keluarga kalau enggak
salah dan kebetulan di tempat yang
wisata di matata itu ada pohon kelapa
nih Mas. Bu niki gigih po dewe Mas.
Jadi sudah keren ini ya kan berarti
manen tanduran tonggone sudah kena di
cuma berbayar gitu aja sih Mas. Kita
untuk rafting untuk saat ini per orang
Rp55.000 karena ada tiket asuransi dan
tiket khusus yang wisata air Rp55.000
untuk pengeliban. Kalau yang pakai
perahunya di angka Rp100.000 R000 per
orang dan satu perahu bisa berisi 5
sampai 6. Jadi ada beberapa fasilitas
kalau kita bicara fun rafting Mas ada
makan siang juga ada tergantung
kebutuhan dari konsumen.
Makan siangnya juga
iya dengan menu kearifan lokal saja
tapi. Waduh kalau finansial ini kita
sudut pandang kita beda-beda ya Mas
pastinya kalau di dalam internal saya
pas finansial ya ya tergantung nikmat
syukur kita lah. Kalau kita bicara
seperti itu. Nikmat syukur kita seperti
apa. Kalau kita bicara kurang pasti
kurang. Tapi yang jelas, Mas, ketika
kita melakukan kegiatan ini, ini
ternyata kenyamanan batin yang muncul.
Wah, ini senang banget. Apalagi melihat
orang datang di sini tembus sampai 1000
orang, 2000 orang. Terharu, Mas. Kita
melihat banyak konten kreator yang masuk
ke desa Minggirsari. Terharu itu, Mas.
Ibu-ibu bercerita, "Pak, alhamdulillah
kemarin kita dapat R2 juta, ada yang
dapat R1 juta, yang jualan jagung dapat
Rp600.000." Senang lah ini, Mas. Jadi
kalau kita bicara finansial di dalam
internal keluarga saya ya semua itu
tergantung nikmat syukurnya lah ya
seperti ini banyak banyak berkecimpung
dengan yang produktif Mas artinya dengan
kegiatan-kegiatan yang ada desa yang
tujuannya memunculkan ee ekonomi
kerakyatan. Jadi ada pasar wisata
Kalibrantas, ada Ngeliban yang refling
tadi, ada wisata Desa Matata, ada nanti
angkringan dan sebagainya. Ini waduh
keren banget, Mas. itu terjadi ketika
mohon maaf ya, itu terjadi ketika di
awal-awal saya menjadi kepala desa. Jadi
di tahun pertama sampai ketiga itu saya
kelupaan sama dengan keluarga. Istri
protes, anak protes, dan sebagainya. Ini
benar nih, Mas. Saya ke sana ke tempat
kegiatan ini dan sebagainya sampai benar
keluarga terlupakan. Tapi di di dalam
perjalanan ini dinamikanya pasti ada.
Dan kemudian saya pun juga harus
merasakan oh yang utama tetap keluarga
ya. Ya itu bagian dari dinamika Mas.
Bagian dari tahapan dengan cara gimana
ya? Dengan cara ya banyak tidur di
rumah. Dulu itu hampir tiap malam saya
tidur di kantor desa, tidur di
papringan, tidur di ngipik dan
sebagainya. Pernah juga seperti itu.
Enggak tahu itu
apa kena ketidur dan sebagainya. Tapi
alhamdulillah keluarga, istri mulai
terbiasa dengan hal itu gitu loh. Dan
tahapan-tahapan ini mulai kami rasakan
ya bersama keluarga khususnya ya memang
harus seperti inilah perjalanannya.
Alhamdulillah istri saya sudah
menyadari. Sekarang saya di 45 tahun
masih timur sekali. Masih timur sekali
dan rambutnya juga masih hitam. Saya
bergerak di bidang entertain dulu. Saya
pernah pegang organ tunggal juga.
Kemudian saya pernah berkecimbung di
lingkup radio. Jadi saya dulu di organ
tunggal. Kemudian alhamdulillah saya
dididik digembleng di Mayangkara Grup
tepatnya di radio Jos Tulungagung oleh
Pak Wawan. Pak Wawan Mayangkara itu
beliau yang menggembleng saya
habis-habisan itu. Dan dulu itu titik
tidak nyaman ada ketika di situ.
Kenapa gak nyaman, Pak?
Ya karena gemblengan kita enggak
terbiasa dengan hal yang itu dengan
lingkungan yang baru. Organ tunggal.
Kemudian saya diajak ke Tulung Agung
waktu itu ee di warung josnya itu kita
entertain. kemudian ee masuk ke dunia
radio, kemudian kita di EO kemudian
diadvertising dan alhamdulillah ketika
tahapan menjadi kepala desa ini, oh saya
bisa merasakan ternyata
gemblengan-gemblengan ketika saya di
radio jos ini loh. Jadi saya di Minggir
Sari itu kontrak tahun 2012. Saya asli
saya Karangsari, Kota Blitar. Istri saya
Sentul. Saya kontrak di sini 4 tahun.
Saya lulus SMP '96 saya ngamen di
jalanan. Kemudian masih ngamen itu
sampai tahun 2000. Kemudian saya jahit
di Thailor itu. Iya, Mas. Jadi saya
enggak berpikir, enggak pernah
membayangkan sekarang mohon maaf
sekarang saya menjadi kepala desa. Saya
enggak tahu juga bagaimana ceritanya.
Yang penting kalau waktu itu yang saya
saya alami dari proses saya itu saya
enggak berpikir muluk-muluk. Yang
penting apa yang ada di hadapan saya itu
yang saya kerjakan dengan senang. Jadi
saya lulusan STM itu pun dulu pengine yo
ggak sekolah saja ni karo Mbahe kon
sekolah akhirnya sekolah STM.
Ya itu Mas jadi perjalanan saya saya
enggak ya itulah benar pengaman jalanan.
[Musik]
Betul. Sangat-sangat enggak ada di
bayangan kita. Kita hanya mengalir saja.
Jadi, sering saya sampaikan ke tim-tim
kita khususnya anak-anak muda. Kalau
kita bicara logika kadang-kadang kita
enggak dapat. Oh, saya sekolah di ini,
saya kuliah di ini, saya harus jadi ini.
Ini sekian persen lah yang berhasil. Ya,
kalau menurut saya ya karena s pandang
saya karena saya orangor seperti ini.
Kalau saya jalani apa yang di depan saya
yaitu saya harus menikmati. Enggak tahu
nanti Gusti Allah itu memberikan jalan
seperti apa, nanti saya nikmati dan saya
ya enggak takut nanti jadi apa jadi apa
enggak ngerti itu Mas T jenuh kita kita
mengajak kolaborasi warga kadang-kadang
mentok mereka kemudian ee enggak aktif
ya ini kadang-kadang muncul Juh. Tapi di
dalam apa ya kita sebagai nahqoda,
sebagai kepala, sebagai orang yang
dicontoh, berarti kita harus memberikan
contoh. Kita jangan jenuh, kita jangan
putus asa, kita harus istikamah dan
sebagainya. Yaitu titik jenuh pasti ada.
Ketika saya muncul titik jenuh pasti
saya akan merenung. Oh, kita wis babat
mulai tahun 2020 loh. Mosok arep buyar
ini aja ya. grilia. Saya harus grilia
dengan penggiat-penggiat yang masih
sefrekuensi. Yang saat ini tidak
sefrekuensi ya sudah dan alhamdulillah
sekarang sudah merapat kembali. Sekarang
kita sudah bisa melibatkan hampir 70
orang yang di paguyupan untuk mengelola
papringan ini. Dulunya kita hanya orang
tujuh malam ngopi wis ngomong sak tetai
ngomong opo dan sebagainya.
Alhamdulillah ke sana Gusti Allah Mas
ada ide yang namanya pasar wisata
Kalibrantas. Inilah yang bisa menyatukan
kita semuanya. Dan saya selalu
menyampaikan kepada semua penggiat, kita
membawa nama besar Kalibrantas. L
Kalibrantas iki lek ngomongne e sifat
alam, sifat sing ikhlas. Kaliantas iso
gede kron opo? Krono akeh sumber. Dan
kita pun harus seperti itu. Ayo kita
bawa filosofi Kalibrantas. Kalau kita
ingin menjadi orang yang besar, kita
harus terbuka hati kita untuk siapa
saja. Kita terbuka pikiran kita untuk
siapa saja. Karena sumber ilmu itu
datangnya dari mana-mana. Sumber
gotongroyong juga datangnya dari
mana-mana. Contohnya dengan dari pecah
telur seperti ini ya. Alhamdulillah
kalau kita enggak kenal seperti ini.
Waduh, Mas semua gotong royong. Jadi
ngeliban sekali lagi, Mas itu ee kita
masih terkendala mindset warga ya,
terkait kali berantas. Jadi, kalau kita
bicara di angka 200 orang lah, berarti
200 orang dari R5.000 bisa dikatakan
seperti itulah. Nanti kalau fun rafting,
fun rafting pun juga masih jarang. Tapi
yang jelas kami terus berupaya, Mas. Kan
itu kita kelola satu untuk SDM kita
ketika yang jadi guide-nya itu siapa?
Marketingnya siapa? Ee kemudian
asuransinya ini Boomdes yang lola,
kemudian untuk listrik kamar kecil ya
seperti itu, Mas. Jadi hanya sekian
persen yang untuk aspaguyupan. Apa yang
kita dapat ya kita kembalikan kepada
tim-tim kita mulai kita sewa pikupnya,
sewa pelampungnya seperti pelampung dan
itu kita anggap sewa di situ. Ini saya
pribadi ya berarti kalau hal-hal prinsip
pribadi itu pasti ada pikiran itu, Mas.
Tapi saat ini kami ee masih mempunyai PR
besar. PR besar bagaimana dengan
diamanahkan saya dan istri saya. Saya
sebagai kepala desa Minggirsari, istri
saya sebagai ketua PKK Desa Minggirsari.
Tanggung jawab moral saya kepada siapa?
Kepada sang pencipta alam semesta.
Ketika saya diberi tanggung jawab
seperti itu, bagaimana? Jadi sesama yang
ada di star saya pun harus bisa
merasakan kenikmatan dari alam yang ada,
Mas. Jadi kalau bicara hal seperti ini,
bagaimana kita dari sudut pandang
pribadi saya, kearifan lokal ini yang
harus kita munculkan yang bisa
memberikan manfaat untuk banyak orang.
Jadi saat ini kami terkait bisnis
pribadi ya mungkin hanya sekian persen
sangat kecil Mas karena kembali lagi ke
pengabdian kami niat kami seperti itu ya
inilah contohnya
enggak pengin sugih jenengan
ya pengin lah tapi alhamdulillah
sekarang sugih dulur
sugih dulur alhamdulillah jadi kalau
dulu berbanding berbalik banget Mas
kalau dulu saya masih di advertising itu
saya yang mengerjakan kegiatan-kegiatan
dari salah satu BUMN itu saya bisa
sampai ke Indonesia Timur ke Merauke ke
Manwari ke Ambon dan sebagainya Knya ke
Jawa Barat pacane yo nyetil lah ambune
wangi ya sekarang ya ngene iki
siklus-kulene iki tapi ternyata di
sininya yang kaya Mas hatinya yang kaya
ternyata
itulah ya mungkin ini dari bagian dari
proses saya ya enggak tahu nanti seperti
apa. Jadi yang proses yang paling berat
di tahapan-tahapan saya ketika saya
mengelola CV saya dan saya menjadi
vendornya BUMN itu tantangan paling
berat. Karena apa? Karena saya berangkat
tanpa modal Mas. Saya mengerjakan
advertising, mengerjakan event itu tanpa
modal. Modalnya apa? Bismillah. Modal
kepercayaan. Ketika saya ada job dan
sebagainya, saya harus mencari modal
dengan teman-teman saya. Eh, aku mbok
nyilih duite toh tak gawe iki.
Kadang-kadang ketika enggak ada modal
suedih. Ya Allah, iki loh job gede golek
modal kok yo angel yo pasan. Jadi waktu
itu kalau saya bicara titik-titik yang
kurang mengenakkan malah di waktu itu.
Tapi secara finansial sangat-sangat
tercukupi.
Tapi ternyata tekanan-tekanan itu luar
biasa. Ya mungkin itu bagian dari
gemblengan-gemblengan dari sang pencipta
untuk saya ya untuk nantinya oh Eko iki
bariki didel kene lah jadi kepala desa.
Mungkin seperti itu mungkin.
Waduh banyak itu. Beberapa kali saya
kejadian seperti itu Mas. Jadi saya di
php teman kita kerja sama kita mau buka
tambang. H kita mau buka ini, ini
sering, Mas, waktu itu. Karena yang ada
di pikiran saya waktu itu, mohon maaf
duit, duit duit. Bagaimana saya dapat
duit, dapat duit, dapat duit tanpa
berpikir, "Oh, ini nanti ternyata
seperti ini, seperti ini." Waduh.
Heh, itu yang sangat-sangat saya don,
Mas. Waktu itu
kalau mikir duit sekarang masih toh,
Mas. Enggak mikir duit.
Artinya kalau dulu itu ee di dalam
keluarga itu pengendali kan istri ya,
Mas. Istri itu sering mengingatkan hal
itu. Ya ojo ngene toh ngene ngene ngene
selalu mengingatkan. Tapi sing jenenge
wong lanang pengin ngewak keluargane ii
sing akeh ak dia tidak berpikir hal yang
ternyata oh aku enggak berpikir. Ya
sekarang seperti ini, Mas. Jadi kalau
dulu bicara omset mala pribadi ya. Tapi
sekarang kalau kepala desa itu opo toh?
Kepala desa itu bukan penggawaian.
Kepala desa bukan pekerjaan. Sah itu
bukan pekerjaan. Murni pengabdian sudut
pandang pribadi saya. Tapi yang
masing-masing kepala desa kan punya
pemikiran beda-beda. Kalau saya ya
seperti ini sudah CV-nya sudah tidak
saya jalankan lagi. Sebetulnya kalau
kita mau gerak masih bisa sih. Tapi
ternyata pikiran enggak bisa, Mas.
Walaupun saya meminit orang ya karena
kembali lagi kepada trust. Saya enggak
enggak ingin klien saya itu akan
terbohongi dengan pola saya. Saya enggak
ingin seperti itu. Ketika saya enggak
terjun sendiri dengan tim saya yang ada
di lapangan seolah-olah saya akan
membohongi diri saya, Mas. Karena saya
suatu pekerjaan saya harus terjun
langsung walaupun mohon maaf waktu itu
saya sebagai owner katakanlah itu ya
ketika saya survei di suatu tempat di
luar Jawa kah di Papua saya harus turun
langsung ke sana saya harus seperti itu.
Saya enggak nyaman ketika saya harus
hanya tim saya yang soro Mas. Jadi saya
harus membuka jalan dulu. Oh ben ngerti
prosesnya baru saya bilang ke tim saya.
Waktu itu seperti itu. Dan hal ini pun
alhamdulillah juga saya jalankan di Desa
Minggirsari. Jadi kali berantas ya, mari
kita sama-sama berpikiran yang positif
dengan semesta alam ini karena semesta
alam bisa memberikan manfaat. Dan untuk
semua warga yang ada di sitaran
Kalibrantas kah atau sungai-sungai yang
lainnya mohon maaf minta tolong untuk
saling menjaga terkait kebersihannya.
Jangan buang sampah di sembarangan tuh,
Mas. Kasihan gitu loh. Jangan buang
limbah-limbah di Kalibrantas. Janganlah.
Kasihan semuanya. Ayo, ini alam kita,
alam yang indah kita jaga mulai dari
hulu sampai hilirnya. Kita harus bisa
menjadi seperti kalibrantas yang bisa
memberikan manfaat untuk banyak orang.
Saya Eko Haradi sebagai pendiri, sebagai
penggagas dari adanya kegiatan Ngeliban
Minggirsari yaitu tabeng di pagi pada
waktu Bonang ini mengucapkan terima
kasih untuk tim pecah telur dan silakan
untuk dulur-dulur semuanya yang mau
dulan ke Blitar silakan dulan ke Minggir
Sari. Kita menikmati alam kali Brantas
yang luar biasa dan Pakipan waktu yang
mikir sari siap memfasilitasi untuk Anda
semuanya menjadi sahabat Kali Brantas.
Ayo Dolan ke minggir sari.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
[Musik]
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:31:21 UTC
Categories
Manage