Transcript
JljVhM9d1rY • IBU HEBAT! TULANG PUNGGUNG KELUARGA!!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/PecahTelur/.shards/text-0001.zst#text/0579_JljVhM9d1rY.txt
Kind: captions
Language: id
Saya punya komunitas namanya PJKA. Masa
ada disebutno
persatuan janda kualitas A.
Sebagai janda itu jangan sampai
merendahkan harga harga diri kita.
Apalagi godaannya janda itu wah luar
biasa.
Banget ya, Mbak ya.
Heeh. Apalagi suami orang ya. Ye. Tak
tak pikir dulu godaannya janda itu
adalah duda. Ternyata enggak
enggak ya?
Enggak. Suami orang. Nah itu loh
healingnya orang kan macam-macam ya. Ada
yang healingnya kerja, ada yang
healingnya.
E saya termasuk orang yang healingnya
sibuk. Kalau diam edan
bisa merasakan Mbak Lutfit. Oh, aku
sembuh nih. Itu berapa tahun?
5 tahun. Tingkat sakit saya luar biasa
dengan mantan sampai keinginan yang
pertama dulu saya keinginannya untuk
bunuh diri. Saya kedua ingin membunuh.
C ada masalah bawaannya pengin cerita ke
cowoknya misal atau ke suaminya gitu.
kamu kalau masih ada masalah selesaikan
dulu.
Oh, enggak mau dengerin dia.
Heeh. Karena ada laki-laki yang belum
siap menerima tambahan cerita
di tengah kemumetannya itu loh.
Ataukah ada pikiran aku pengin apa
membuat dia menyesal
itu? Kalau aku ada. Kalau Mbakku malah
kan enggak ada. Iya. Iya. Kalau Mbak
Luti ada.
Oh, ada.
Dan itu akhirnya senjata makan tuan.
Seiring berjalannya waktu memang melihat
dia lebih soro itu emang seru juga
kayak syukur ya. Syukur gitu ya. Tapi
asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakat
wabarakatuh.
Ee kali ini beda sekali. Saya
menghadirkan dua wanita cantik.
I kita tepuk tangan.
Boleh dibilang kan woman prener ya.
Heeh.
Woman prener. Tapi juga ada satu lagi
yaitu sebagai single mother.
Oh iya.
Pura-pura kaget
seakan-akan kok kaget gitu, Pak.
Kan tadi sudah dibriefeng
bagus gak kaget
seperti dibuat-buat sih
ya. Tapi ee apa ya? Saya salut sih. Saya
salut. Artinya tidak tidak semua wanita
bisa seperti kalian gitu ya. Bisa bisa
tangguh, bisa tegar, bangkit dari boleh
dibilang patah hati gitu. bangkit dari
patah hati dan bisa berkarir dan bisa
sukses kalau dari kacamata saya gitu
kan.
Dan ee artinya kan tidak single lagi kan
artinya sudah ada anak kan ada Mbak
Lutfi satu ya.
Heeh.
Satu Mbak Kumara dua.
Ada dua.
Ada dua gitu. Kalau eh sebagai wanita
karir atau entrepreneur atau woman
prener ini sejak dulu atau kemudian
ada kejadian mungkin berpisah e kemudian
memulai dari awal. Nah, gimana dari Mbak
Kumala dulu?
Ee berkarir dulu terus patah hati, Mas.
Terus melanjutkan berkarir lagi gitu ya
tepatnya. Cuma ya pas bangkit dari itu
tadi ya agak PR Mas kan ibaratnya rodane
empat karek karek telu ya Mas ya jadi
agak terseok-seok
tapi bisa kan
iya berarti memang sudah berkarir dulu
iya sudah sudah berkarir dulu awalnya
terus patah hati terus ya memang agak
agak PR enggak sih Kak kalau apa ya
ibarate enek sing nyemangati ngono loh
Oh iya iya
itu.
Siap, Mbak Lutfi. Mbak Lutfi.
Nah berarti agak beda nih.
Agak beda ya. Berarti ber kalau Mbak
Kumala kan berkarir dulu. Kalau Mbak
Lutfi.
Nah aku patah hati dulu baru berkarir.
Eh patah hati dulu baru berwiraswasta
ya. Baru jadi pengusaha.
Kalau sebelum patah hati berarti enggak
jadi pengusaha.
Belum. Enggak. Aku justru malah sebelum
patah hati itu mikirnya cita-citaku itu
jadi ASN, jadi PNS. Oh,
karena kan 10 tahun jadi guru honorer.
Cita-citanya guru honorer itu pasti
diangkat jadi PNS tuh.
Heeh.
Nah, karena enggak diangkat-angkat terus
kemudian tapi sejak ee izin ya ini ee
tidak menjelekkan
mantan, tapi istilahnya seketika
pernikahan pun ee saya terbiasa jadi
wanita yang jadi tulang punggung
keluarga dan biasalah biasa bekerja.
Jadi istilahe setelah bercerai pun tidak
ada hal yang kalau tadi Mbak Kumal
bilang tidak ada yang nyemangati.
Saya itu terbiasa hidup seperti itu.
Cuma bedanya ketika terbiasa awalnya ee
mungkin istilah apa ya
patah hati itu buat personal. Akhirnya
patah hati akhirnya memang apa
menurunkan banyak energi yang biasanya
bisa istilahe buat ngepus untuk kerja
akhirnya jadi perlahan-lahan hilang
semangatnya itu memang otomatis tapi
bagi saya itu bukan semangat karena
orang lain tapi lebih kepada
ketidakpercayaan diri jadi lebih ke
masalah mental head pada diri sendiri
gitu loh kalau aku ya
Iya siap
kan titik baliknya adalah itu tadi di ee
jadi wirausaha aku tak jadi wirausaha
kayak gitu. Iya. Ee tapi artinya kan
gini ya, sebelum patah hati atau
bercerai pun juga sudah berkegiatan yang
menghasilkan uang
dengan cara yang tadi.
Tapi betul, tapi jadi guru, jadi
karyawan gitu, belum sebagai e woman
prener gitu.
Tadi dibilang Oh, iya betul ya. Tapi
tadi juga dibilang ee sudah menjadi
tulang punggung sebelum.
Yes.
Artinya
pendapatan dari Mbak Lutfi
ee pernah seperti itu. Jadi,
oke
karena nyuwun sewu ya perceraian izin
perceraian itu kalau aku juga salah
satunya adalah masalah ekonomi. Salah
lainnya juga ada beberapa. Jadi ya gitu
perannya udah timpang
ada banyak faktor gitu ya.
Betul.
Kalau Mbak Kumala apa juga ada faktor
ekonomi di dalamnya?
Ada. Ada, Mas.
Ada ya?
Ada. Jadi selama 3 tahun kalau dibilang
saya jadi tulang punggung enggak juga,
Mas. Karena pikirnya kan kerja bareng.
Oke.
Cuma ibaratnya saya di otaknya,
beliaunya di tenaganya gitu loh, Mas.
Jadi ee apa ya bisa dibilang kerja
bareng juga. Tapi ada beberapa hal yang
karena yang sebelum-sebelumnya kayak
jadinya bom waktu gitu loh, Kak. Jadinya
bom waktu yang ditimbun akhirnya meledak
dan kayak gak udah enggak bisa dibenahi
lagi gitu loh, Mas. Kayak wis ibarate
bane bocor tambalan wis wake akeh kan yo
ganti ban ngono enggak sih, Mas?
Salah.
Ini kata-katanya agak ekstrem ya.
Enggak ya?
Iya juga ya.
Iya. Nanti dicut enggak apa-apa. Jangan
dekat ya.
Enggak bercanda, bercanda. Artinya kayak
ee artinya apa ya?
Faktor ekonomi penentunya kah yang
paling dominan atau
bukan? Bukan. Kalau saya bukan di
ekonomi.
Kalau ekonomi enggak sih, Mas. Tapi
finansial ya sama enggak sih, Kak?
Ekonomi
finansial kalau ekonomi sama sih beda
bagiku mirip ya sama ya? Mirip ya? Mirip
ya. Karena ngomonginnya keluarga nih,
tapi kalau ngomongin perusahaan
finansial
mungkin beda.
Iya
maksudnya masalah keuangan kan.
Masalahnya income juga. Iya ada. Ada di
situ ada.
Terus ada yang lain juga gitu loh, Mas.
Heeh. Heeh. He he. Yang lain ini enggak
bisa dibicarakan gitu ya.
Enggak enggak usah
senyumnya kok menakutkan, Mbak Li.
Kalau Mbak apakah ada statement? Eh,
tapi by the way ya, ini curhatan dari
beberapa ee kalau saya saya punya
komunitas namanya PJKA.
Apa
apa itu?
Apa itu?
Eh, jangan diketawain tadi
kayak kereta api
persatuan.
Iya.
J-nya tit J
masa ada disebutno
persatuan janda kualitas A
PJKA. Saya ketua umumnya.
Tepuk tangan untuk ketua PJKA. Aku mau
masuk jadi anggotaku boleh.
Itu membawai wilayah mana aja?
Sementara masih ada di Tulungagung. Saya
juga punya wakilnya itu punya
sekretaris. Jadi
di Kediri
apa Kediri boleh masuk PJKA?
Boleh. Boleh. Mau ya nanti jadi ketua
umumnya Kediri dong.
Langsung diangkat langsung diangkat.
Jadi ketua umum Kediri. I kan s sampai
bikin komunitas saking seniornya saya
jadi
memang kegiatannya apa di PJKA itu?
Oh banyak. Jadi tapi informal ya
istilahnya gimana? Jadi wanita yang high
value
sebagai janda itu jangan sampai
merendahkan harga harga diri kita.
Apalagi nyuwun se godaannya janda itu
wah luar biasa
banget ya Mbak ya.
Heeh. Apalagi suami orang ya. Heak
ojo sampai gitu.
Tak tak pikir dulu godaannya janda itu
adalah duda. Ternyata enggak
enggak ya?
Enggak. Suami orang. Nah itu loh
ketika itu itu satu case ya satu case.
Nah kalau sampai janda akhirnya
tergoda sama suami orang itu value kita
sudah turun. Jangan sampaiun
jangan sampai kalau kalau mau masuk PJKA
enggak boleh kayak gitu syaratnya.
Syarat anggota tidak boleh mengganggu
suami orang.
Betul.
Betul ya. Tapi kalau sama Duda enggak
apa-apa punya relationship sama orang
enggak apa-apa.
Kalau berondong boleh enggak?
Oh boleh banget.
Tapi kamu jangan torek ya. Apa torok ya?
Ombok apa ya? Jangan jangan mau
dimanfaatin. Kayak gitu. Jadi gitu. Jadi
harus jadi janda yang berkualitas.
Betul. Apalagi kalau nanti kamu pengin
dapat lagi jodoh yang baik, berarti kamu
harus valuem juga harus oke. Kalau kamu
pengin ee duda level A misal, berarti
kamu juga harus jadi janda level A nih.
Memantaskan diri loh, itu sunah Rasul.
Oh, benar-benar harus yang sekufu ya.
Berarti kita memantaskan diri dulu benue
ngono ya, Kak ya. Makanya dan
kegiatannya banyak bahkan ee aku sudah
pernah bikin sama Rader Tulungagung,
tapi aku enggak pakai PJKA ya diguyuk.
Aku tadi aku tadi sampai mikir opo sih?
Ayo mosok disebut op ngel ngelag
benar-benar ngelag sebenarnya kayak
kalian ini ya Mbak Lutfi sama Mbak
Kumala
dijebut janda itu tersinggung enggak
sih? Enggak,
Mbak. Ke mana
agak ya, Kak? Ya kan saya anyar, Mbak.
Oh, anyar.
Berapa lama?
2023 akhir.
Oh, iya. Banteng.
Oh, masih tersinggung.
Agak agak piye ngo loh, Mas. Ee mending
sukan dipanggil. Oh, single m
single itu lebih kayak
lebih menghargai gitu ya. Menghargai.
Kalau aku sudah biasa
dipanggil janda itu enggak apa-apa.
Iya,
enggak apa-apa banget. Bahkan saya suka
mengakui
saya janda gitu. Bangga jadi janda.
bangga karena dalam status itu bukan
saya yang nyalahi.
Iya, saya
jadi bukan ee saya janda itu bukan bukan
karena salahku dan sudah berdamai kalau
aku, Kak.
Heeh. Jadi mau disebut janda, mau
disebut rondo lek wong
Jawa
rondo kempling.
Bahkan guyonan
wis 12 tahun wisor
ya. Wis tingkat e joksnya itu dark
banget.
Dark banget. Wis tak alami ya. Bayangin
aja 12 tahun, Guys.
Oh 12 tahun ya, Pak ya. High value itu
maksudnya high value terkait apa nih?
Banyak.
Banyak ya. banyak karena yang pertama
itu dari diri sendiri dulu, value diri,
kemudian pekerjaan.
Apapun pekerjaannya tetap harus high
value. Itu aja sih
ngomongin dua hal itu sudah berat banget
sebenarnya karena satu itu mental health
issue. Ngomongin mental he issue
otomatis orang yang sudah pernah
bercerai. ini spesial yang bercerai
karena bagi saya izin ya ee saya enggak
ee dari beberapa teman saya yang janda
izin karena suaminya meninggal itu
tingkat
ee stres, depresi, penerimaan itu
lumayan berbeda daripada yang bercerai.
Heeh.
Kenapa? Karena di dia ini laki-laki
hanya dua, diambil orang lain atau
diambil Tuhan?
Nah, diambil Tuhan ini ya wis namanya
diambil yang punya ya sedih
tapi
ee
challenge-nya hatinya istilahnya tidak
dalam trauma sakit hati.
Heeh. Heeh. He.
Tapi kalau dalam perceraian otomatis
pasti ada luka di situ. Nah, itulah
kenapa
high value itu lebih ke mental
health-nya. Jadi, jangan depresi.
Apalagi saya dulu penyintas Mbak Kumala,
penyintas depresi pengin bunuh diri dan
sebagainya. Heeh.
sampai minum obat ee psikiater. Jadi,
penyembuhan lukanya bagi saya luar
biasa. Nah, makanya itu saya enggak
pengin ada Lutfi-Lutfi yang lain yang
ngalamin hal itu dan aku pengin jadi ee
ini loh, kalau kamu sudah sembuh nanti
bisa kayak gini. Maksudnya dibilang
janda enggak tersinggung. Kemudian ya
santai aja melihat orang lain menikah,
melihat orang lain gandeng suaminya kita
biasa aja. itu salah satu bentuk kita
berdamai
gitu. Simpelnya kayak gitu. Kemudian
dari segi perjaan karena wanita mostly
ketika mood-nya atau hatinya enggak
good, enggak pasti itu impact banget di
pekerjaan.
Makanya kalau diri sendiri sudah baik,
perjaan juga itu. Makanya kenapa
akhirnya ee Mbak Kumala jadi sukses itu
karena dia sudah bisa fokus nih sama
dirinya. akhirnya energinya itu ee
nyerapnya ke pekerjaan karena ya itu
tadi wanita sebenarnya kan fokusnya
kedua ya kalau dia kerja suami sama
kerjaan. Kalau dia sudah enggak ada
suami energi yang tercurah ke pekerjaan
itu bisa jadi lebih banyak. Saya juga
seperti itu. Kalau ada orang yang enggak
seperti itu, berarti ada dalam dirinya
yang masih banyak luka. Bisa jadi kayak
gitu.
He. Yang dalam diri tadi belum selesai
gitu ya.
Betul sekali.
Perspektifnya Mbak Kumala seperti apa?
Betul kata Mbak tadi
senior
12 tahun 3 tahun
emang sudah ada 3 tahun belum?
Belum ya 2 tahun ya?
Iya mau 2 tahun ya?
Iya iya.
Jadi ee mungkin yang seperti Mbak Lutfi
tadi bilang kalau kita ada suami sama
kerjaan itu ada yang nyemangati kan,
Kak? awalnya
terus ketika tiba-tiba enggak ada itu
kan
ee jatuh patah itu pasti banget Mas aku
ngerasa kembak Yohan sama ya sama ya
terus cuma bedanya karena kues kayak wes
mempersiapkan kan Mas kayak luka tambah
luka tambah luka jadinya jadi pw
akhirnya meledak ketika pas melepaskan
itu yo enggak gimana-gimana kayak wis yo
wis ngoten loh
karena ada luka sebelumnya
karena ada luka sebelumnya dan itu kayak
wis enggak sakit lagi ketika melepaskan
tapi ada di momen-momen tertentu itu
apalagi pas setelah ketok palu tekt itu
ya ya lihat orang boncengan itu kayak
dek enggak wenak gitu
padahal orang lain kan
orang lain
pas lihat orang boncengan itu kayak
tiba-tiba langsung
ketriger
flashback heeh flashback kayak gini
terus oh ya udah oh ya udah akhirnya
setelah lama-lama
ketika kita sudah mulai mencintai diri
kita sendiri oh ternyata ee memang harus
berdamai mau enggak mau ya harus sembuh
kan gitu Mas walaupun sebenarnya saat
ini mungkin Tingkat kesembuhanku belum
sembuh banget, Mbak. Sebenarnya enggak
usah dibaca.
Kadang masih ada rasa sakit itu masih
ada. Kadang
cuma kayak eman, tapi eman ya gitu loh.
Tapi nek misal ngeling-ngeling sing
nengi-ndengi, oh ya wis enggak apa-apa
ya. Emang harusnya gini mungkin. Karena
apalagi jadi ibu itu ketika mau
memutuskan hal yang besar kan dampaknya
banget banyak banget ya, Mbak itu ya.
Itu kan mikirnya ribuan kali Mas.
Apalagi saya anak broken home juga.
Terus setelah itu
ee
engkau anak-anak kayak gimana ya? Terus
nanti keluarga gimana ya? Terus ada satu
kalimat itu kalau kita udah mencintai
diri kita gini intinya
kamu itu siapa kok iso aku ibaratnya wis
tak wei iki aku mau ide-ide gitu loh Mas
kayak enggak terima gitu ya.
Iya. Eh, masok ibaratnya kok ngalah
terus ibaratnya wis disakiti
berkali-kali kok aku tuh kayak bodoh
banget gitu loh, Mbak. Di pikiran yang
sebelum-sebelum sebelum pisah ya
kayak wis dimaafkan kok malineh,
dimaafkan baleni neh.
Koy aku malih enggak mengajeni diriku
sendiri gitu loh. Akhirnya saya minta
petunjuk berkali-kali. Ternyata
jawabannya kayaknya kayaknya ya emang
harusnya udah pisah ya udah saya pisah
itu Mbak.
Jadi kayak emang benar-benar wis
bismillah lah aku wis manut dalane sing
kuo gitu tok kemarin.
Iya. Sekarang lebih ke cara bangkitnya
aja. Cara bangkitnya seperti apa Mbak
Kumal?
Cara bangkitnya itu benar kata Mbak
Luffi tadi kita harus ada aktivitas
harus kerja, harus mikir kayak gimana.
Cuma sesekali kadang se enggak enak gitu
Mbak. Bahkan kayak kemarin semangate
ibarate maune 100% kadang malah lebih
dari 100%. Kalau yang dulu-dulu ya,
kalau yang kemarin tuh 80 90 gitu, Mas.
Soalnya kan biasane nek sing ngewangi
enggak enek sing ngewangi gitu loh.
Heeh.
Terus akhirnya terbiasa terbiasa opo-opo
dewe sampai pulang ambil ee dari
percetakan itu jam 11.00 malam sampai
rumah jam 12.00 malam. Ya wis akhirnya
berdamai mencoba berdamai mencoba
dinikmati.
Ya udah akhirnya sampai sekarang itu
masih bisalah. Semoga cepat sembuh ya
Mbak aku ya.
Semoga cepat sembuh gitu.
Sip. Sip.
Jadi dengan banyakin aktivitas gitu.
Banyakin aktivitas.
Banyakin aktivitas sama kumpul ke
komunitaskomunitas kayak gitu.
PJKA Kediri.
Iya.
Belum ada itu katanya ya. Belum ada
komunitas. Komunitas apa maksudnya?
Komunitas untuk belajar Mas. Sekarang
lebih ke upgrade leher ke atas.
Oke.
Sekarang saya kuliah loh, Mas.
Oh, kuliah.
Iya. Kemarin kan saya bilangnya S3, SD,
SMP, SMK. Nah, kemarin itu karena ada
teman saya yang sejenis dengan kita
juga, Kak.
Heeh. He member calon member. Iya.
Engak. Tapi sudah sold out, Kak.
Enggak bisa masuk.
Pas kemarin pas ngasih tahu itu masih
sama, sekarang sudah sold out beliaunya.
Anu apa? Kuliah aja, Kak. Kamu kuliah,
kamu penuhi inner cheatmu. Kita itu
cewek harus jadi
apa?
value. Terus kuliah lagi enggak apa-apa
ee pilih yang enggak terlalu menyita
bisnisnya kita. Apalagi kan apa kalau
kita kuliah terus ada bisnis kan kadang
koy kecontalan gitu kan, Mas. Ya wis
akhirnya pilih di salah satu universitas
itu. Kemarin baru OSMB
apa itu kayak ospek gitu ya.
Iya kayak apa ya cara pembelajarannya
gitu lah Mas 2 hari.
Ya udah langsung loh kuliah. Jadi
sekarang tuh, Kak,
kalau ada pembelajaran apapun entah dari
TikTok atau dari apa itu langsung tak
ikutin aja. Soalnya kayaknya ya itu
menyibukkan diri sih sebenarnya.
Menyibukkan diri
ben enggak kelingan mantan ya
koy lagune
kalau Mbak Lutfi ee seperti apa untuk
bangkitnya?
Nah, seperti apa untuk bangkit? Kalau
tips saya itu yang pertama menikmati
kesedihan dulu.
Kesedihan dinikmati.
Betul. Karena dulu kenapa saya depresi?
Karena saya ternyata terlalu memaksa
untuk cepat sembuh.
Gimana itu?
Nah, ketika luka itu seik berdarah-darah
Heeh. He
cepat dipaksa sembuh, dipaksa kerja,
otomatis darahnya keluar kan lebih
banyak. Sama konsep lukanya kayak gitu.
Nah, ternyata setelah saya ke psikiater
kemudian belajar psikologi, ternyata
tahapan saya banyak yang loncat. Nah,
berarti proses kebangkitannya itu yang
pertama harus nikmati lukanya. Lek sedih
ya sedih aja. Terima sadari. Kamu harus
sadar kamu sedih. Kamu harus sadar kamu
sekarang adalah ee single mom. Sadar
dulu. Jangan langsung nerima. Enggak
apa-apa. Kalau kamu sedih, sedih aja.
Makanya kalau nangis itu enggak enggak
jangan ditahan. Heeh.
Saya tuh gak pernah menyuruh orang
jangan nangis. Karena nangis itu secara
hormonal bisa bantu untuk itu tadi
proses kesadaran kayak gitu. Nah,
setelah sadar barulah mikir ee bagaimana
ini aku harus sembuh dengan cara seperti
apa gitu. Belum masalah nerima dulu
juga. Nerima itu step ketiga.
Heeh. mau sembuh kapan ada deadline-nya
sama kayak pekerjaan. He.
Ini pekerjaan ini mau tak selesaikan
kapan? Nah, dari deadline itu juga
enggak perlu dipaksa karena ee keadaan
kita itu enggak bisa dipaksa. Jadi,
kalau misal kita penginnya sembuh bulan
depan, berarti selama 1 bulan menuju
bulan depan aku harus ngapain nih biar
sembuh?
Apakah aku harus bercerita sama orang?
Apakah aku harus ke psikolog? Apakah aku
harus eh membiasakan diri delete kontak
semuanya menghilang dari ee media
sosial? Enggak apa-apa. Itu adalah
proses yang bisa dilalui untuk cara-cara
kesembuhan.
He.
Baru setelah ketiga
baru menerima. Menerima itu kalau sembuh
gitu.
Itulah kenapa lukanya misal mbakku malah
aku enggak tahu ya. Akuak bukan apa
bukan praktis bukan ini orang yang bisa
ngjudge gitu. Jadi kalau yang bisa
merasakan ya diri sendiri. Ini lukaku
itu sudah sampai mana sih? Apa se basah
apa se apa wis kering tapi dalamnya
masih basah. Yang tahu hanya diri kita
sendiri gitu. Salah satu cara untuk
menyibukkan diri itu bisa masuk ke poin
kedua. Belum tentu orang yang
menyibukkan diri itu menerima
keadaannya.
pengalihan aja.
Betul. Bisa jadi.
Heeh. Heeh.
Bisa di bisa jadi dikatakan pelarian,
bisa jadi cara untuk menyembuhkan. Jadi
healing.
Healingnya orang kan macam-macam ya. Ada
yang healingnya kerja, ada yang
healingnya
stayation, main, nonton,
menyendiri, banyak. Heeh. He.
Ee saya termasuk orang yang healingnya
sibuk. He
gitu. Kalau diam edan gitu ya kan. Nah,
makanya kayak tadi Mbak Kumala
menyibukkan diri sekolah bagus itu self
healing itu bagus
proses
sebagai senior yang sudah 12 tahun Mbak
Lutfi
berapa tahun untuk bisa merasakan Mbak
Lutf oh aku sembuh nih itu berapa tahun
5 tahun baru tak validasi saya sembuh
validasinya seperti apa
validasinya adalah yang pertama
karena izin ya tingkat sakit saya luar
biasa dengan mantan sampai keinginan
yang pertama dulu saya keinginannya
untuk bunuh diri saya kedua ingin
membunuh
parah toh? Nah, tingkat kesembuhan saya
adalah ketika melihat orang itu aku wis
enggak benci.
Hm.
Gitu.
Ingin membunuh berarti ingin membunuh
dia.
Heeh. Ekstrem ya?
Ekstrem.
Astagfirullah. Untung enggak sidol.
Untung enggak sido loh, Mbak.
Heeh.
Kalau jadi enggak ada di sini sih, Mbak
Lutfi.
Iya. Makanya itu kan, makanya orang itu
kan ada tingkat kejiwaannya parah ee
macam-macam ya, tingkat keparahannya
macam-macam. Makanya makanya ada orang
yang sampai bunuh diri itu karena memang
dia wis
aku merasakan itu
wis
ee pikiran apa yang sampai membuatmu
ingin bunuh diri itu apa gitu loh yang
seperti apa kalau boleh di
bucin
bucin ya?
Menggantungkan semuanya ke beliaunya
awalnya gitu
itu gimana? Oh iya kayak bucin itu budak
cinta.
Iya maksudnya bucinnya Mbak L seperti
apa?
Oh kayak cuinta banget gitu loh sama
orang meng apa mungkin ini Mas semuanya
itu pokoknya kamu gitu loh
ketika ditinggal kayak enggak bisa gitu.
Heeh. Iya.
Kok kok aku ditinggal sih? Padahal aku
udah ee istilahnya wis cinta banget
ngurusin semuanya kerja kok jadi kayak
wis memberikan 100% kok
kok dia sor ya dia memilih orang lain
gitu kan itu
apa akhirnya
sakit
intinya gini loh saya itu bukan orang
yang har sebenarnya pada pernikahan itu
ketika aku kerja dia enggak kerja atau
seperti apa itu sebenarnya enggak
masalah bagi saya selama dalam konteks
komitmen pernikahan kan saling tuh.
He.
Tapi ketika komitmen itu berjalan
ternyata dia mencederai itu bagiku udah
wis
ee enggak enggak fair gitu. Nah,
akhirnya apalagi akhirnya
dia memilih orang lain. Nah, berarti kan
wis kayak itu salahku. Makanya akhirnya
aku belajar dari situ. Ternyata
kesalahanku adalah merasa memiliki
sesuatu.
Hm.
Itu salah.
Iya.
Itu tak sadari 5 tahun. H.
Makanya e enggak sampai 5 tahun, Lek,
sing menyadari tentang kepemilikan. Ee
mungkin 3 tahun setelah berceraya.
Makanya kayak di bisnisku pun sama
anakku pun aku tidak boleh merasa
memiliki 100%. Makanya saya bilang,
"Zendo itu punyanya Gusti Allah. Aku
hanya ini aja biar apa sih?"
Oh, F itu dari situ ya?
Iya, itu dari situ berangkatnya.
Iya.
Biar apa toh? Nauzubillah ya.
Heeh.
Ketika bisnis ini diambil sama Allah,
aku enggak edan.
Siap. Iya.
Enggak gila seperti kehilangan waktu
itu.
Jadi itu dari situ turunannya.
Iya kan aku sering dengar itu zendo.
Saya kira itu hanya kayak
gimik
ya. Mohon maaf bukan gimik ya. Engak
apa orang
kayak hanya sekedar apa ya e ya
statement aja belum belum diresapi
dengan hati gitu loh. Tapi ternyata
dalam ya.
Ter betul. Dan dari situ dan ee komit
komitmennya beneran. Jadi kepemilikan ya
sudah ada
kasaran investasi. Jadi ada bagi hasil
yang selalu setiap bulan saya berikan
i
kepada investor
yaitu
melalui ekosistem sosial yang saya
bangun dalam bisnis macam-macam. Ada
bersih-bersih masjid, ada membeli untuk
berbagi UMKM yang membutuhkan. Kemudian
ada lagi alhamdulillah ada saya ada anak
angkat, anak asuh karena rumah saya
kecil tak titipkan ke panti asuhan. Ada
yang ada di ASO orang ada tapi kita
support macam-macam.
Iya iya iya.
Kemudian ke driver
banyaklah. Jadi kayak gitu jalannya itu
kayak gitu gitu ceritane gitu. Makanya
sekarang saya sudah tidak merasa
memiliki sesuatu.
Duwe opo itu ini titipane Gusti Allah.
Ternyata ditakdirkan menikah lagi
harapanku aku enggak bucin lagi. Ketika
mencintai orang pun harapanku enggak
bucin.
Mencintai karena Allah.
Betul. harus
dicukupkan sama Allah. Makane
benar kata opo yo opik kali ya lagunya.
Cukup bagi cukup bagiku Allah itu
akhirnya sekarang tak pelajari beberapa
tahun ini.
Wih sampai ke tauhid lah ini sampean itu
keidulah. Makanya itu tak syukuri juga
karena itu. He
kayak siapa itu? Kayak seorang wali
perempuan.
Y wali perempuan
siapa sih? Ee aladawiyah adawiyah itu
kan mencintai karena Allah. Betul. Itu
itu tak pikir dulu itu orang itu bilang
mencintai karena Allah itu kayak kayak
gimana.
Aku belum dapat dulu ketika orang bilang
gitu. Iya.
Sekarang itu aku sudah belajar meskipun
dalam konteks bukan mencintai laki-laki,
tapi mencintai pekerjaan, mencintai
keluarga, mencintai anak. Itu tak
praktikkan sekarang. Jadi koy ambisi itu
maleh anu, Kak apa ya?
Ya, sebatas seat. Mampu enggak kamu
ketika kamu minta A berarti kamu
dititipi Allah harus siap untuk A itu
berarti pantas enggak kamu? Nah, caranya
gimana ya kamu memantaskan diri?
Memantaskan diri
gitu konsepnya saiki ngono kakak
ceritane.
Oke.
Malih serius yo.
Iya malah serius. Tadi ngakak-ngakak ya
kita tadi ngakak-ngakak sekarang serius
langsung dapat pencerahan langsung sem
langsung ya kamu belajar dari senior ya.
Benar.
Berarti statement ee sepakat enggak ee
Mbak Kumala dengan statement-nya Mbak
Lutfi?
Sepakat yang masalah bucin ya, Mbak ya.
Jadi kayak wis ibaratnya ii dulu enggak
punya rumah karena kan broken home dari
kecil kurang figur ayah kan Kak aku kak
terus dapat ini sing iso ngomong dan
lain-lain. Terus ternyata ya ceritanya
sebenarnya hampir sama Kak.
Cuma aku bolak-balik gitu loh Kak.
Bagus enggak buat psikologi? Enggak
apa-apa aku cari tahu. Cari tahu
sendiri. Aku itu orangnya by data, tidak
pernah menunjuk kamu selingkuh ya. Misal
ini misal tanpa aku ada data itu gak.
Jadi ketika ee dan ee perceraian itu
rata-rata izin ya tak jeda ya.
Perceraian itu pasti bukan karena satu
hal aja orang bercerai.
Betul.
Dan bukan hari misal perselingkuhan
pasti bukan sekali orang itu selingkuh
pasti itu gitu enggak? Heeh.
Karena wanita itu sebenarnya
pemaaf banget.
Fitrahnya pemaaf banget.
Pemaaf banget.
Fitrahnya pemaaf banget. Wis toh sak
enggak bucin-bucino pasti
tingkat maafnya itu udah
tinggi banget.
Heeh.
Ee teman-teman ee mungkin ee bagi
teman-teman yang lihat ini mau saya mau
kasih pesan ke teman-teman yang melihat
tayangan ini mungkin nanti kita tidak
begitu membahas teknik bisnis yang
banyak ya. Karena ee untuk yang pengin
tahu lihat videonya Mbak Lutfi sudah
pernah kita tayangkan dua kali Mbak
Lutfi ya.
Iya. Di link di bawah ini ya.
Nanti linknya ada di bawah. Boleh juga
nih direenshot nih. Video pertama ini,
video kedua ini.
Heeh.
Termasuk ee kalau boleh saya sepil
sedikit Mbak Lutfi ini adalah seorang
awalnya seorang ojek wanita.
Heeh.
Kemudian berhasil mengembangkan menjadi
ojek di Tulung
Agung.
Masyaallah. dengan beberapa berapa
driver waktu itu di Tulungagung
pas sama pecah telur ya
ee pas waktu pertama kali pecah telur
belum ada 30 kayak
e sekitar 30 ee habis itu sekarang diale
up menjadi
115 driver di Tulungagung Tungagung di
total 445
kalau 400
ada di beberapa kota
iya 30
ada di 30 kota jadi memang kalau pengin
teman-teman pengin lihat perjalanannya
Mbak Levi tentang bisnis nanti
di video yang lain. Nah, hari ini kita
maembahas tentang cara move on-nya.
Kalau Mbak Komala ini ee seorang
TikToker boleh dibilang ya, TikToker
atau pegiat online dari Lazada ke
TikTok.
Terus pernah juga omset tertingginya itu
3 bulan Rp800 juta
dengan dengan jualan amplop di TikTok
ya.
TikTok. Betul, Kak.
Itu sudah 3 bulan. Nah, pas pada saat
patah hati.
Hm. Nah, nanti teman-teman kalau mau
lihat videonya ini screenshot-nya bisa
dibantu editor dikasih screenshot nanti
videonya saya taruh juga di link
deskripsi. Jadi kita membahas cara
bangkitnya ini. Ini ganti jen gitu. Jadi
kok jadi anu apa rumah tangga
masih ada relate dengan bisnis.
Heeh. Enggak apa-apa karena memang
ternyata di dunia nyata pun
Heeh.
banyak banget woman prener
Heeh.
Yang single apa ya? single prer banyak
single mom preneer itu banyak satu.
Kedua, banyak sekali istri atau ibu
rumah tangga masih punya suami tapi
rasanya sudah kayak
ee single parent
itu banyak
sebenarnya lebih banyak itu
karena keputusan mereka untuk ngambil
langkah ee bercerai itu banyak
pertimbangan bisa banyak pertimbangan.
Salah satunya enggak berani. Salah
duanya mikir anak. Salah tiganya masalah
ekonomi. Salah empatnya adalah mereka
itu sebenarnya enggak yakin aku nanti
bisa. Heeh.
Bahkan ada lagi yang yakin kalau aku ee
berpisah dengan suamiku sekarang, apakah
aku akan mendapatkan yang lebih baik
atau justru gak? Itu juga ada
macam-macam. Sor ya saking seniore
banyak banget yang curhat gitu. Makanya
sampai aku bikin sesi mental health
sharing and caring itu
ada yang spesial edisi khusus eh wanita
tu
yang masih bersuam
Heeh. Dan single parent itu
alhamdulillah jalan sampai sekarang.
Maksudnya tadi yang masih bersuami dan
single parent gitu. Tapi yang masih
bersuami yang serasa seperti single
parent juga hadir gitu.
Iya. Heeh.
Oke. Oke.
Gitu.
Mbak Lutfi, aku pernah e dengar
statement dari Mbak Lutfi dulu waktu
entah itu waktu syuting atau di luar
kamera saya lupa. Bahkan waktu saking
bucinnya atau apa gitu ya, saking
senangnya sama mantannya
enggak apa-apa rela untuk di didoakan
gitu.
He
benar itu itu
pas waktu bucin ya.
Betul. Iya karena izin ya.
Jadi kan kalau enggak dinikah juga
apa?
Dan saya tuh enggak apa-apa
diduakan
enggak apa-apa. Tapi ya itu syaratnya.
Apakah nanti kamu bisa memperbaiki
pernikahan ini atau enggak atau justru
perhatian semuanya
teralih ke istrinya yang baru. Itu tak
tanyakan juga, kita diskusikan juga.
Tapi dia katanya memilih untuk tidak ee
poligami, tapi pada praktiknya enggak
bisa kan, Mas?
Terus juga ada statement juga nih, Mbak
Lutfi akhir-akhir ini yang
e karena aku sering diskusi Mbak Kumalah
sama Mbak Lutfi ini ee pernah juga
katanya mau balikan, pengin balik ya
kan. Itu setelah setelah berapa tahun
itu tahun berapa ya? 2022 apa 2023 ya?
sudah 10 tahun berpisah.
Betul. Itu pun karena ee anak maksudnya
anakku komunikasi nyambung lagi sama
bapaknya.
Heeh. Heeh.
Menurut anakku, bapaknya sudah berubah,
sudah ada tanda-tanda perubahan.
Heeh.
Jadi anakku kita dulu cerah anakku masih
2 tahun ya. Jadi enggak dia sebenarnya
notes bapaknya pun ketika sudah
besar.
Heeh. Nah, dari situ kemudian terlihat
ada etikat baik.
Ya aku itu yo ku meng loh opo maafe
dan bucin itu koyoke kok enggak hilang
ya
kayak kembali lagi gitu ya.
Heeh. Tapi alhamdulillah wis enggak rasa
kepemilikan itu enggak tapi koy misal
masih ada rasa
Heeh. Misal ketika ada orang suka sama
kamu kamu biasa aja. Tapi lek wis
menikah rasa cintamu itu bisa jadi lebih
tinggi daripada
laki-lakimu gitu loh. Kalau aku
kayak gitu. Nah, dari situ aku merasa
bahwa mungkin ee ini ada
fase baik nih. Karena pernikahan kita
secara agama pun itu tidak talak tiga.
Kemudian secara hukum itu kalau yang
perempuan yang mengajukan perceraian itu
talak satu bunyinya. Jadi secara ini
sebenarnya masih bisa balik gitu tanpa
ada pernikahan lagi. Meskipun dia sudah
nikah k
dan bercerai sama yang tadi.
Oh.
Tapi sudah cerai.
Sudah cerai ya.
Heeh. Gitu ceritanya. Tapi ya
alhamdulillah
tidak jadi.
Karena
kenapa tidak jadi?
Ya karena sama Gusti Allah itu tadi.
Eh
karena aku tidak akan mengulang merasa
memiliki jadi mohon dibantu Tuhan.
Apakah keputusan ini baik? Kalau gak
tunjukkan. Nah, ini ditunjukkan.
Tunjukkan. Masyaallah.
Tunjukkanlah dengan cara yang Tuhan
senang gitu. Tuhan senang ngasih
challenge nih ke aku kan.
Jadi ngasih ee nunjukinnya ya gitu. E
ada wanita-wanita yang datang
memberikan testimoni-testimoni
yang akhirnya membuat oh berarti aku
jangan balikan. Kayak gitu.
Alhamdulillah loh Kak
ya. Dan aku menanggapinya sudah sangat
tenang. Jika dulu ketika si
itu datang, aku se mencak-mencak sik
episode kedua ini ketika ada wanita yang
datang aku lebih santai. Oh gitu ya,
Mbak. Jadi karena itu tadi lah aku value
wis aku wis merasa diriku sudah lebih
baik enggak mencak-mencak itu. Jadi tak
tanggapi ya biasa ngopi ketemu gini. Oh
gitu. Jadi ya oh ya sudahah ya
alhamdulillah noh sampean ngomong jadi
aku lebih masya dalam hatiku itu se enek
perut apa ada jelakan
menghadapi ya sama kayak ke karyawan
gitu ya
heeh
mas wis arep kar-kar ya se iso apik-apik
kan sama konsepnya kayak gitu gitu.
Oke. Nah kalau Mbak Kumala ee apakah ada
niatan misal kayak pengin balikan sama
mantan gitu? Sesekali kadang kepikiran
Mas ee kayak
piye ya Mas kene seoleh neh enggak yo ya
Allah gitu loh
seoleh jodoh maneh enggak ya Allah ada
kayak gitu ada yang kelima tadi kan
dapat
ada yang lebih baik enggak iya terus nek
misal dapat itu nanti ee ekspektasinya
lebih baik apa lebih buruk gitu loh Mbak
jadi kayak pernah Mas pas kayaknya pasti
ya Mas ya setiap ee setiap orang yang
mungkin sama dengan kita itu
pikiran-pikiran kayak gitu bisa jadi
pasti ada kepikiran. Heeh. Heeh. Cuma
kan kadang nek misal pas ada pikiran
kayak gitu tuh ngelingi eng sanakuanu
moco buku ceritone balik maneh gitu loh.
Terus enggak lah lis fokus fokus fokus
tenang fokus karena mungkin belum
terlalu sembuh ya mbak ya sayanya
kayak yang Mbak Lutfi tadi bilang ee
Mbak Lutfi aja butuh waktu 5 tahun
apalagi kan saya yang baru mau 2 tahun
jadi masih
Oh 3 tahun
2023 Mas. Iya kan ini
2025 belum gen akhir belum belum genap
belum genap 2 tahun jadi masih ada
ee pikiran-pikiran sing kayak gitu tuh
masih ada.
Heeh. Heeh. Heeh.
Cuma ee karena sekarang fokusnya itu
lebih ke anak-anak. lebih ke anak-anak
dan aku piye yo carane ben e value-nya
lebih naik terus makanya itu
ngupgrade-upgrade walaupun sambil apa
lukanya masih menganga ya tapi kan tetap
kayak harus kayaknya harus dipaksa ya
walaupun nanti sembuhnya enggak tahu
kapan tapi alhamdulillah ini tadi dapat
pencerahan dari jenengan Mbak kalau kita
tuh harus punya tenggat waktu
untuk benar-benar sembuh iya harus kita
harus punya target itu tadi. Jadi di
sini tadi, wah aku belajar banget ini
tadi ceritanya.
Kita harus punya target ternyata. Betul.
Ketika melihat materi dari Mbak Luti,
ada target waktu Mbak Kumal ingin
menergetkan kapan? Maksudnya untuk bisa
sembuh dengan step-stepnya itu pengin
berapa lama?
Penginnya yang pasti secepatnya ya, Mas
ya. Biar ee move on-nya benar-benar udah
plong. Tapi kalau ketemu itu sebenarnya
udah enggak yang gimana-gimana, Mbak.
Cuma kadang saya yang enggak mau nemui.
Padahal aku sing mutusnya loh, Mbak.
Tapi aku enggak enggak apa-apa ya.
Enggak apa-apa kan up and down ya. Iman
aja up and down apalagi perasaan kita
sama orang.
Iya. Jadi misal ketemu itu kayak ya
ketoke biasa cuma enggak pernah tak
lihat gitu loh Mas mukanya enggak mau
lihat.
Engak apa gak apao
kalau ngelihat mukah denial maksudnya
kudu ndelok enggak ya sepenginmu aja
ya cuma tak sopo gitu tok. proses
alamiah itu biar berjalan karena dipaksa
ketika kita denial sama sesuatu yang
alami itu malah
enggak
bertolak belakang sama energi kita
sendiri.
Berarti kira-kira saya di tahapan yang
mana tadi, Kak?
Nomor dua ya.
Nomor dua
apa itu tadi? Tahapan nomor dua
ee proses penyembuhan ya.
Masih proses penyembuhan.
Heeh. Gak apa-apa
Mbak Lutfi kan sudah lama terus ya sudah
sembuh. Gak pengin kayak cari yang lain
gitu Mbak? pengin saya masih optimis
istilahnya gini kalau sekarang di level
saya ya kalau masih ada ditakdirkan
berjodoh sama orang itu alhamdulillah
tapi jikal tidak
saya enggak apa-apa karena apa ya
masih ada dalam satu hal dalam diri saya
itu ketidakpercayaan diri itu masih ada
sometimes
aku enggak percaya diri punya suami
misal itu masih ada tapi itu Tidak. Itu
kayak hal berbeda selain dalam
penyembuhan. Bukan berarti
ketidakpercayaan diri itu seya belum
sembuh. Enggak. Setiap orang punya ee
sisi ketidakpercayaan diri.
Heeh.
Gitu. Gitu enggak sih?
Betul.
Dalam berbisnis saja kadang kita enggak
percaya diri juga ada.
Iya. Karena misal katakanlah pernah
gagal dan trauma di bidang ini, maka dia
enggak pengin ke situ lagi kan gitu kan.
Betul. Jadi
jadi karena pernah mungkin merasa kurang
berhasil dalam membangun
Heeh. keluarga merasa kurang percaya
diri di area situ gitu.
Iya, di area situ. Kalau aku yang bikin
enggak percaya diri itu masalah bucin.
Itu memang hal yang
apa ya bisa jadi itu kayak kalau
dibilang penyakit ya,
takut kecintaan banget gitu.
Gimana ya? Itu tadi loh apa kalau untuk
kepemilikan enggak ya. Bucin itu koy
piye yo
membodohkan itu loh jadi orang bodoh
gitu loh Mas.
Lek masalah mau memiliki alhamdulillah
sudah enggak. Heeh. Tapi kalau jadi auto
bodoh itu yang
Heeh.
sifat wanita yang kayaknya enggak
sendirian deh.
Maksudnya Mbak takut bucin.
Iya.
Takut bucin lagi dan tidak siap untuk
kehilangan lagi gitu ya.
He. Kalau kehilangan gak takut tiba-tiba
levelku misal dia cintanya 30 aku 60
gitu aku
kan enggak apa-apa juga sih gitu enggak
boleh ya?
Enggak apa-apa gak apa-apa. Tapi aku
takut
itu nanti enggak apa maksudnya enggak
saling to Mbak? Maksudnya gini, kan
misal dia 30, jenengan 70, nanti bisa
enggak sih jenengan yang 30 dia yang 70?
Jadi kayak naik turun
di subsidi gitu tosidi
kan mood-nya orang hari-harinya beda
gitu, Mas.
Kalau itu masalah cowok itu coba gimana,
Mas?
Kalau cowok itu mencintai cewek kayak
gimana sih?
Nah, itu
jadi e ganti ya ini.
Iya, mohon maaf saya host ya.
Iya sih. Ee kadang-kadang bisa ke bawah
sih. Kadang-kadang bisa ke bawah. Misal
kayak
misal pasangan kita
cintanya sangat berlebih kepada kita.
Heeh.
Ee saya saya meyakini rasa itu bisa
nular.
Hm.
Bisa nular. Jadi bisa ke bawah. Jadi
kalau kayak kalau dulu kan kalau
orang-orang mungkin ada kan tradisi di
orang-orang kita yang menikah bukan atas
dasar cinta.
Heeh. He.
Jadi misal kayak ee misal di pesantren
gitu kan
taaruf Gus sama Ning gitu ya
taaruf. Ternyata secara cocok dan
sebagainya mereka nikah ee tanpa kenal
atau tanpa cinta sebelumnya. Maka dari
hubungan itu kan pembentuk kebiasaan
mereka jadi cinta. Menurutku kayak bisa
di masih bisa ditularkan gitu loh.
Kalau case saya menurutku loh. Ya
betul. Berarti ee manifestingku adalah
dapat suami yang bisa tertular dari
energi bucinku itu tadi.
Ben seimbang.
Berarti enggak semua orang bisa
tertular? Ya
enggak enggak semua berarti kan kalau
dari yang tak baca ada orang yang enggak
bisa menerima cinta kita.
Ada orang yang enggak bisa menerima
cinta kita
atau cara kita mencintai. Ada
Oh, beda maksudnya. Oh gini mungkin apa
yang misal ada yang sukanya itu dikasih
pujian atau langutnya
ada orang yang enggak bisa nerima itu ya
betul.
Oh iya i
enggak menerima love language-nya beda
beda love language-nya Mas.
Oh
jadi ada yang suka di di misal di ya
Allah cantiknya gitu wis seneng ya Mas
ya.
Tapi ada juga yang of service.
Iya iya
perhatiannya itu kayak ee tiba-tiba
bangun tidur HP-nya sudah penuh kayak
gitu loh, Mas. Kan itu termasuk bentuk
perhatian ya, Mbak ya.
Heeh.
Maksudnya Mbak Lui tadi mungkin itu.
Iya. Jadi
misal act of eh love language ya. Love
language misal eh perhatian yang penuh.
Ee sering ngabari terus ke mana misal
kep pecah telur ngabari.
Aku jemput anakku ngabari belah. Ada
laki-laki yang enggak siap dikabari
kayak gitu ribet gitu. Heeh. ada yang
kayak gitu atau ada yang kebalikannya.
Nah, harapanku berarti ketemu dengan
level yang sama yang bisa menerima
kalaupun enggak sama bisa menerima cinta
dan cara kita mencintai.
Betul.
Kalau kata saya pernah dengar kata-kata
sabrang nih ya. Sabrang anaknya Cak Nun
itu.
Oh iya.
Jadi kan memang kan kita kayak ketemu di
tengah kan gitu kan. Jadi misal kayak ee
mentoleransi cara orang untuk bagaimana
mencintai kita dan kita ketemu di tengah
kan gitu.
Nah, itu ya.
Heeh. Kan memang kan ya komunikasi di
apa sering
sering komunikasi sering mencurahkan apa
yang dia inginkan kita inginkan kan
gitu. Akhirnya ketemu di tengah
kan ketemulah kata saling kan akhirnya
saling berkorban di tengah-tengah.
Betul. Betul. Heeh. Itu bisa jadi. Sama
halnya kayak gini, Mbak. Kumalah
contohnya misal kalau cewek misal kalau
ada masalah misal ini aku enggak tahu
kamu kayak gini apa enggak ya. Ini
contoh aja. Misal kalau cewek ada
masalah bawaannya pengin cerita ke
cowoknya misal atau ke suaminya gitu.
Di sisi lain suami itu enggak pengin
kamu kalau masih ada masalah selesaikan
dulu.
Oh. Enggak mau dengerin dia ibaratnya.
Heeh. Karena ada laki-laki yang belum
siap menerima tambahan cerita
di tengah kemumetannya itu loh. Heeh. He
he. Ee laki-laki punya pekerjaan wis
pusing sendiri.
Ketika kok tambahi dengan kemumetanmu
bisa jadi dia belum siap. Ada laki-laki
yang kayak gitu.
Jadi banyak banyak tipe laki-laki.
Kenapa laki-laki?
Iya. Bukan hanya banyak tipe laki-laki.
Perempuan juga banyak tipe
wanita tapi selalu benar.
Iya betul.
Kalau salah lihat pasal 1 ya. Betul itu.
Oke.
Saya jadi tambah ilmu di sini
ya. Nanti ada bereisode-episode kalau
bagus ini. Sebetulnya Mbak Loti cocok
loh jadi psikolog kayak gini.
Iya. Enggak. Tapi lebih ke praktisi ya.
Praktisi ya. Benar-benar mengalami.
Heeh. Itulah kenapa akhirnya ada
beberapa series ee
mental health sharing and caring. He he.
Itu aku juga sama psikolog Mbak. Jadi
gandeng psikolog. Kalau aku versi prak
praktisnya. Heeh. Beliau versi
keilmuanik
Kediri belum ada, Kak.
Kemarin yang itu ada orang Kediri.
Orang Kediri juga sudah masuk di PJK.
Oh, belum.
Kalau tadi kan katakanlah Mbak Lutfi ee
siap menerima apakah ee nanti akan
ditakdirkan untuk bisa memiliki suami
lagi. Kalaupun toh enggak juga enggak
apa-apa gitu ya. Toh juga enggak
jelek-jelek banget. Heeh.
Eh, toh gini juga baik-baik saja gitu
kata-kata Mbak Ludi kalau enggak salah.
Iya, betul.
Heeh. Toh gini juga baik-baik saja.
Kalau Mbak Kumalah seperti apa?
Kalau saya Nah, ini menarik sekali, Kak.
Jadi, awalnya itu engko lek misal pisah
ko enek sing gelem karo aku enggak yo
gitu loh. Ada ada masih ada kayak gitu,
Kak. Jadi, pas awal-awal itu
ee karena
stat teman janda itu kan di masyarakat
apalagi di desa kan rodo
negatif toh, Mas. Heeh.
Nah, untuk menenangkan diriku gini lah.
Terus lek misal aku anak loro wong aku
yo ayu aku yo pintter iku Mas kok tak
ngeng diriku sendiri kayak gitu kan.
Ini itu valid bagus itu.
Jadi ee ketika ada orang pastilah itu
pasti kerigger ya Mas ya kata-kata yang
kayak gitu.
Se aku nge-lag Mas
dulu. Monggo.
Pertanyaannya apa, Mas? ee pengin ada
pengin ada lagi atau enggak? Ee tentunya
ya pasti pengin ya, Mas ya. Apalagi usia
saya masih 30-an.
He.
Tapi ya kembali lagi ee kemarin itu
sebenarnya
secepatnya pengin punya karena saya ada
anak perempuan
bentengki cintanya itu penuh gitu loh,
Mbak. Kemarin saya mikirnya gitu tapi
kan enggak iso maksingannya kita. Jadi
kalau misal ditakdirkannya cepat yo
alhamdulillah. Kalau belum ya wis ya wis
upgrade diri dulu. Nanti kan ketika wis
ngupgrade insyaallah dapat yang setara
kan Mas ya. Masok tolek enggak nganu
mbak. Amin. Amin.
Jadi ada rasa ketakutan kayak gitu ada,
Mas.
Heeh. Dan itu bagus apa yang kamu
rasakan sekarang sudah punya mode pengin
menikah lagi di usia perceraian yang 2
tahun ya. Iya.
Nah, itu sudah bagus karena rata-rata di
umur segitu Mas enggak pengin nikah.
Oh, gitu.
Karena masih luka, masih trauma, itu
masih main kebanyakan ya. Makanya aku
bilang ee yang kamu ter itu bagus dan
valid. Justru itu harus kamu lanjutkan
istilahnya. Alhamdulillah itu sudah one
step ahead lebih baik daripada
ee umumnya rata-rata di usia perceraian
segini aku enggak pengin nikah lagi aja.
Aku belum pengin belum mikir mereka
bahasanya belum mikir. Nah, kalau Mbak
Kumalang berarti kan sudah ada pikiran
bagus itu
tadi kan karena mikir anaknya kan.
Iya,
anaknya yang perempuan. Jadi kalau
enggak salah nih waktu interview Mbak
Kumala karena Mbak Kumala itu merasakan
seperti mungkin karena ketika Mbak
Kumala kecil kekurangan
sosok
sosok ayah Father. Kemudian dia itu
tidak ingin anaknya seperti Mbak Kumalah
gitu ya.
Iya betul.
Makanya dia pengin cepat-cepat gitu.
Iya. Terus ee apa namanya, Mas?
Karena ya itu tadi masuk ngelag.
Silakan diminum. Ini sepertinya mau
menceritakan sesuatu tapi enggak bisa
kayaknya. Iya,
gak usah dipaksa aja sih. Usah. He gak
usah diceritakan di sini juga enggak
apa-apa.
Nanti kalau kamu bilang enggak usah
dimasukkan juga enggak apa-apa.
He nanti ceritanya di balik layar lah.
Kita jadi acara ngerumpi. Ya,
benar. Pantes loh ya dia jadi host
bisnis pantes host materi keluarga
pantes betul betul betul
oke oke. Nah kalau kaitannya bisa
dikorelasikan enggak? Jadi kesuksesannya
Mbak Lutfi, kesuksesannya Mbak Kumala di
bisnis ee ini apakah
karena itu atau ya something different
aja gitu? Karena pernah mengalami luka
kemudian sukses atau ada kaitannya
enggak?
Ada.
Tapi bukan selalu ya.
Heeh.
Itu tadi lebih kepada karena kita lebih
mempedulikan diri sendiri. Makanya ada
yang bilang, "Kenapa orang habis cerai
jadi kelihatan cantik?" Itu aja, start
dari situ aja. Karena apa? Karena
akhirnya dia mikir dirinya sendiri.
Karena selama jadi istri nih, dia mikir
suami, mikir rumah, mikir anak, dirinya
itu kie istilahnya cintanya itu untuk
mereka dulu nih
baru mikir ke dirinya. Makanya
akhirnya ketika dia sudah cerai, dia
enggak mikir suami, mikir dirinya gimana
biar terlihat fresh, cantik. Kemudian
ini aku biar dapat uang gimana? He.
Kemudian aku berkembang gim kan. Nah,
jadi gitu fokusnya udah beda.
Makanya sebenarnya pernikahan itu hal
yang enggak hanya sakral buat semua
orang ya, wanita utamanya. Karena itu
pasti wanita itu sudah ada something
yang dikorbankan utamanya dirinya.
Heeh. Heeh.
Suamine disik. Kebahagiaan suaminya
disik. Apapun itu. Apalagi kalau sudah
ada anak disik, bojo disik. Aku gampang.
Itulah kerennya perempuan, Mas. Akhirnya
ketika
tangan akhirnya itu kan sudah cerai
enggak cuma cantiknya enggak cuma tambah
cantik tapi juga bisa jadi terlihat
tambah sukses lah opo karena fokusnya
udah
itu tadi
atau juga ada karena ingin kayak ee
membuat dia menyesal atau kecewa adakah
seperti itu
enggak kalau saya enggak
engak ada ya
kayak nek kalau saya enggak ya Mas kayak
kayak
ee tanggung jawabnya kan anak otomatis
saya yang mikir I. Jadi kayak gimana
caranya biar lebih apa? Biar lebih
sukses. Bukan, bukan biar lebih sukses,
biar saya itu bisa menghidupi anak-anak
saya gitu loh.
Dengan lebih baik gitu.
Dengan lebih baik.
Tapi benar tadi kan katanya kalau kata
Mbak L tadi kan sebelum
apa sebelum bisa pun kan jenengan yang
tulang punggungnya ya fase di situ.
Jadi saya kan juga hampir sama
walaupun cuma 3 tahun ya Mas. He
maksudnya itu ee ketika beliaunya enggak
ee ketika kita kerja sama bareng kan 3
tahunan itu. Jadi
sumpah Mas ngelek maneh mas.
Waduh.
Oke.
Iya iya iya
gak apa-apa tenangin dulu aja santai.
Kayak masih itu loh. Kayak aduh.
Heeh. Iya. I. Heeh. Trigger itu namanya.
Enggak apa-apa. Enggak apao. Heeh.
It's oke.
It's oke. Enggak.
Inhale. Exhale.
Heeh. Good.
[Tertawa]
Tapi enggak nangis sudah bagus kok.
Mungkin kalau ada
air mataku
mungkin kalau enggak ada Mbak Lin nangis
dia.
Oh iya.
Tapi memang ketika aku diskusi sama Mbak
Kumalas sering nge-lag sih.
Oh berarti bawaan ya Mas?
Bukan itu deh kayaknya.
Enggak. Kalau yang kemarin pas sama Mas
Agung itu kan bahas yang ineritku itu ya
Mas ya. Eh apa masa kecilku jadinya ke
bawa masih nangis loh, Mbak. Kalau yang
asmara kayaknya udah enggak bisa gitu,
Mbak.
Iya, udah selesai.
Bagus. Udah enggak bisa.
Ya, baguslah. Semoga cepat sembuh.
Tandanya sembuh. Tandanya hampir sembuh.
Hampir sembuh. Heeh.
Insyaallah ya.
Amin.
Tapi kalau pertanyaan yang tadi
dikasihkan ke Mbak Kumala, apakah ada
kaitannya patah hati itu dengan
kesuksesannya Mbak Kumala?
Ada sih, Mas. Patah hati dengan
kesuksesan. Karena
seik bentar, Mas. Aku se belum menemukan
itu soalnya.
Oh, berarti enggak ada kaitannya?
Belum, belum, belum. Saya masih belum
kan mungkin apa baru 2 tahun ya, Mbak
ya?
It patah hati enggak pat sebelumnya dia
sudah berbisnis kan.
Kalau ee levelku adalah sangat ee
berbeda.
Heeh. Heeh.
Makanya ketika Mas Agung tanya apa
ataukah ada pikiran aku pengin apa
membuat dia menyesal itu kalau aku ada.
Kalau Mbak Kumalah kan enggak ada. Iya.
I kalau Mbak ada
ada. Dan itu akhirnya senjata makan
tuan.
Oh
ketika sudah terlihat sukses. Heeh.
Akhirnya dia datang lagi itu lihat orang
sukses mendekati lagi. Ternyata aku
masih buka pintu tuh.
Nah akhirnya kan kemakan karena itu aku.
Makanya enggak bisa. Ternyata niat biar
membuat dia akhirnya
menyesal itu enggak bagus. malah
kembalinya ke aku lagi. Jadi buat
teman-teman di luar sana yang pengin
sukses atau pengin biar orang itu nyesal
itu enggak words
tak buktikan sendiri. Enggak words ya.
Heeh. Enggak words. Jadi enggak usah
enggak usah ee enggak usah
pakai parameter itu untuk sukses.
Heeh. Heeh.
Meskipun memang enggak enggak
satu-satunya tapi kan aku masih ada
keinginan membuat tono aku sukses.
Aku bisa sukses nih gitu. Tanpa kamu
bisa sukses nih gitu. Nah, aku ada itu.
Heeh. He.
Tapi ternyata itu jadi senjata makan
Tuhan balik lagi bumerangnya.
Heeh.
Makanya dia ada kesempatan balik lagi
kan. Heeh. He.
Dan Mbak welcome
karena dia tahu kan kelemahanku apa kan
otomatis. Nah, dari situ malah bahaya.
Makanya
niat untuk ya wis berbisnis sesuai fokus
di niatnya.
Makanya itu tadi kalau aku ada. Makanya
aku tadi kalau Mas Agung tanya apakah
ada kayak gitu aku ada.
Ada. Kalau ini enggak ada. Memang
beda-beda ya. I
kalau Mbak kayak akhirnya ketika sudah
menemukan itu tidak baik kemudian
dipindah ke apa ditwist ke apa anunya
ee motivatenya.
Nah itu kembali. Jadi visiku berbisnis
itu tidak pernah berubah
tapi bisa bertambah.
Heeh.
Jadi visi yang pertama dulu aku pengin
punya usaha yang bisa punya banyak
karyawan dan bermanfaat untuk orang
banyak.
Apapun keadaannya nanti berpegang
teguhku di sini.
Kalau nyun sewu nauzubillah. Kalau ada
rugi-ruginya jangan sampai akhirnya aku
berhenti hingga akhirnya mengorbankan
yang ini nih.
Tapi ternyata dalam perjalanannya ada
keinginan itu tadi biar dia menyesal.
Oh, ada tambahan itu.
Tapi alhamdulillah dua ini enggak enggak
hilang sampai sekarang.
Apa tadi? Memperjakan
gimana bisa ya itu loh ee bermanfaat
untuk orang banyak.
Bermanfaat untuk orang banyak. Satunya
apaagi?
Membuka lapangan kerjaannya. Oh ya itu.
Heeh. Kayak gitu. Tapi ya itu akhirnya
seiring berjalannya waktu memang melihat
dia lebih soro itu emang seru juga
kayak syukur ya syukur gitu.
Iya. Tapi makan makan tuan.
Makan tuan ya makan tuannya dia akan
kembali lagi ke kita gitu ya.
Ya. Iya. Ternyata kayak gitu bahkan
ketika dia cerhat aku enggak ada
pekerjaan bla bla bla bla ini udah.
Oh syukur kapok biyen ngono ya.
Heh gitu.
Heeh. Tapi yo ku ternyata aku diajak
balikan ya sempat mau meskipun
alhamdulillah enggak jadi.
Enggak jadi.
Nah, itu kan kemakan omonganku sendiri
kan berarti enggak usah. Jadi niat buruk
itu enggak usah.
Ee kalau triggernya kayaknya kan tadi
yang bisa mempekerjakan atau bermanfaat
untuk orang banyak kayaknya kayak saklek
banget itu value yang sangat
he
tidak bisa ditawar-tawar itu. Ada
asbabnya enggak? Ada penyebabnya enggak,
Mbak? Itu
ada. Karena aku itu orangnya anu apa
penginnya sesuatu itu tidak hanya bisa
tak nikmati sendiri. Utamanya keluargaku
harus merasakan dan orang di sekitarku
harus merasakan. Itu tak rasakan banget
ketika aku dulu mau sekolah itu susah
bayar SPP, orang tuaku susah dan
bagaimana melihat mereka kesulitan. Dari
situ itu aku melihat bahwa ngerasak
angele urip. Itulah kenapa aku ojo
sampai dalam lingkunganku ono sing angel
mangan, ono sing angel kerjo,
kayak gitu dari situ. Karena saking dulu
itu susah banget, bapakku buruh, ibuku
enggak kerja, adikku disabilitas,
omahku gedek, Mbak. Wis pokok susahlah
uripe dari situ itu. Ini tak pakai
pegangan sampai sekarang. Makanya aku
itu lek iso enggak mecat orang.
Heeh. Heeh. Tapi kamu dipecat orang.
bercand tahu sih
ee dari akhirnya dari lingkungan yang
kemudian sangat ee di bawah itu kemudian
memunculkan visi yang seperti itu. Itu
berarti visi sejak lama ya?
Iya. Sudah
sejak waktu itu di
sejak sejak sukuan.
Sejak sukuan itu padal masih kerja
tahun 2006.
Hm. He.
Lulus SMA itu aku sudah mikir apa ya?
Pekerjaan yang mulia, pekerjaan yang
bisa bantu. Oh, jadi guru, aku jadi
guru. Akhirnya ketika aku jadi guru tapi
ternyata gajine enggak worth it, tak
lakukan terus sampai 10 tahun enggak
apa-apa. Masih idealis biar men-deliver
ilmu bla bla bla. Tapi akhirnya ketika
utangku banyak apalagi
janda ya saat itu. Terus ya akhirnya
mikir kalau kemurnian niat ini sudah
enggak 100% jadi guru, kasihan muridku
yang nerima ilmuku.
He
opo yo pekerjaan lain yang bisa
value-nya sama. Nah ketemulah jadi
wirausaha itu.
Heeh. Dan ketemulah ojek itu.
Betul. Dan qadarullah akhirnya saat
pengabdianku kan di Muhammadiyah ya Mas
10 tahun ya.
Iya. He.
Ketika aku meninggalkan tapi tidak
meninggalkan dengan buruk istilahnya aku
mau mengabdi tapi tidak di situ.
Ternyata ini ditemukan lagi sama
Muhammadiyah. Jadi
tetap ada jalannya gitu selama niat kita
baik.
Jadi Zendo ini adalah ojeknya
Muhammadiyah
gitu.
Yang foundernya adalah orang
Tulungagung. Inilah foundernya yang
pakai kaos Rabu.
Rabu
besok Kamis aku pakai kaos.
Oke. Nah, Mbak, kalau Mbak Kumala,
apakah ada semacam value yang seperti
Mbak Lutfi yang pengin ini bukan compare
ya, maksudnya apakah ada Mbak Mbak
Kumala value dalam bisnis yang
benar-benar diperjuangkan gitu?
Insyaallah ada ya, Mas ya. Karena kan
kalau bisnisnya saya itu kan ke amplop
Lebaran. He.
Jadi pengin ibu-ibu yang di rumah
apalagi apa yang kalau di rumah kan
enggak ada pekerjaan jadi bisa buat
yang bisa dikerjakan di rumah gitu loh,
Mas.
Oh, dibawa pulang biar mereka ada
pekerjaan.
Iya. Yang amplopnya kemarin itu kan juga
dibawa ke rumah, Mas, sebagian.
Jadi bisa dikerjakan di rumah nanti
mungkin ee keluarganya biasanya kalau
teman-teman tuh ngembantunya malam sama
suaminya, anaknya gitu. Jadi penginnya
itu bermanfaat buat lingkungan dulu.
Yang pertama ibu-ibu terutama.
Kenapa terutama ibu-ibu?
Karena
jarang ya yang ee kalau mau kerja itu
kan pasti meninggalkan rumah.
Mamanya saya aja ninggalkan rumah ya kan
kerja.
Terus saya penginnya itu ibu-ibu
walaupun di rumah itu bisa kerja gitu
loh, Mas. lebih ke situ dan itu
alhamdulillah banyak
yang tertolong apalagi pas bulan puasa
itu kan masyaallah
jadi kayak senang gitu loh Mas
ngelihatnya ibu-ibu lebih ke ibu
mengkaryakan ibu-ibu senang gitu ya
sampai berapa waktu Ramadan 35 yang
dibawa ke rumah dibawa ke rumah
35 ibu-ibu.
Iya 35
yang kemudian mendapatkan manfaat dari
pembuatan amplop itu. Iya
semoga bulan ini jadi banyak lebih
banyak lagi. Amin. 100 mungkin atau 200,
300. Amin. Amin. Amin.
Oke.
Jadi lebih bermanfaat ke ibu-ibu.
Terima kasih ee para single mom dan juga
janda
PJKA.
PJKA. Ketua PJKA.
Iya. Distrik Tulungagung.
Distrik Tulungagung. Ee nanti kalau ada
teman-teman yang ingin buka ee PJKA di
daerah mana bisa menghubungi Mbak Lutfi.
Tapi saya tidak menerima anggota baru
ya.
Tidak menerima anggota baru
karena harapannya enggak ada yang
tereng.
Sekarang anggotanya sudah berapa?
Anggotanya masih empat.
Bukan masih yo. Harapan
tapi ini sempat lima. Alhamdulillah satu
salat.
Alhamdulillah sudah keluar kamu
dari komunitas. Iya. I.
Oke. Ee closingnya sampai bingung aku
mau closing seperti apa.
Closing statement.
Close eh boleh juga nih closing
statement lah dari
kalian dari entah tentang apapun lah.
Heeh.
Closing statement
aku dulu. Oke. Aku dulu closing
statement. Buat teman-teman mungkin ada
yang senasib sama kita, single mom
ataupun mungkin belum menjadi
entrepreneur atau pokoknya single mom.
Eh, jangan menyerah sama keadaan. Tetap
harus punya value. Harga diri kalian itu
penting. Menghidupi keluarga juga
penting. Jadi intinya value harus punya
biar kita pantas untuk dapat apa yang
kita inginkan. Kalau kita inginnya
pengin dapat suami lagi ya cek pantes
oleh singkufu gitu.
Nice, nice. Bala ada
eh apa ya, Mas ya? Sesuatu yang tidak
bisa kau beli dengan materi, rawatlah
jauh dengan lebih hati-hati. Itu aja
sih, Kak.
Wis.
Wah, menarik. Itu dia. Terima kasih
untuk kalian berdua. Sampai jumpa untuk
menonton untuk di episode selanjutnya.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih pecah fl
kuatnya apa? Aku saya kayak masih ada
rasa untuk
ngomong enggak ya gitu loh, Mbak. Oh,
gitu.
Takut. Eh, ngomong enggak? ngak guak
akhirnya nge-lag
[Musik]