Transcript
JljVhM9d1rY • IBU HEBAT! TULANG PUNGGUNG KELUARGA!!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/PecahTelur/.shards/text-0001.zst#text/0579_JljVhM9d1rY.txt
Kind: captions Language: id Saya punya komunitas namanya PJKA. Masa ada disebutno persatuan janda kualitas A. Sebagai janda itu jangan sampai merendahkan harga harga diri kita. Apalagi godaannya janda itu wah luar biasa. Banget ya, Mbak ya. Heeh. Apalagi suami orang ya. Ye. Tak tak pikir dulu godaannya janda itu adalah duda. Ternyata enggak enggak ya? Enggak. Suami orang. Nah itu loh healingnya orang kan macam-macam ya. Ada yang healingnya kerja, ada yang healingnya. E saya termasuk orang yang healingnya sibuk. Kalau diam edan bisa merasakan Mbak Lutfit. Oh, aku sembuh nih. Itu berapa tahun? 5 tahun. Tingkat sakit saya luar biasa dengan mantan sampai keinginan yang pertama dulu saya keinginannya untuk bunuh diri. Saya kedua ingin membunuh. C ada masalah bawaannya pengin cerita ke cowoknya misal atau ke suaminya gitu. kamu kalau masih ada masalah selesaikan dulu. Oh, enggak mau dengerin dia. Heeh. Karena ada laki-laki yang belum siap menerima tambahan cerita di tengah kemumetannya itu loh. Ataukah ada pikiran aku pengin apa membuat dia menyesal itu? Kalau aku ada. Kalau Mbakku malah kan enggak ada. Iya. Iya. Kalau Mbak Luti ada. Oh, ada. Dan itu akhirnya senjata makan tuan. Seiring berjalannya waktu memang melihat dia lebih soro itu emang seru juga kayak syukur ya. Syukur gitu ya. Tapi asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakat wabarakatuh. Ee kali ini beda sekali. Saya menghadirkan dua wanita cantik. I kita tepuk tangan. Boleh dibilang kan woman prener ya. Heeh. Woman prener. Tapi juga ada satu lagi yaitu sebagai single mother. Oh iya. Pura-pura kaget seakan-akan kok kaget gitu, Pak. Kan tadi sudah dibriefeng bagus gak kaget seperti dibuat-buat sih ya. Tapi ee apa ya? Saya salut sih. Saya salut. Artinya tidak tidak semua wanita bisa seperti kalian gitu ya. Bisa bisa tangguh, bisa tegar, bangkit dari boleh dibilang patah hati gitu. bangkit dari patah hati dan bisa berkarir dan bisa sukses kalau dari kacamata saya gitu kan. Dan ee artinya kan tidak single lagi kan artinya sudah ada anak kan ada Mbak Lutfi satu ya. Heeh. Satu Mbak Kumara dua. Ada dua. Ada dua gitu. Kalau eh sebagai wanita karir atau entrepreneur atau woman prener ini sejak dulu atau kemudian ada kejadian mungkin berpisah e kemudian memulai dari awal. Nah, gimana dari Mbak Kumala dulu? Ee berkarir dulu terus patah hati, Mas. Terus melanjutkan berkarir lagi gitu ya tepatnya. Cuma ya pas bangkit dari itu tadi ya agak PR Mas kan ibaratnya rodane empat karek karek telu ya Mas ya jadi agak terseok-seok tapi bisa kan iya berarti memang sudah berkarir dulu iya sudah sudah berkarir dulu awalnya terus patah hati terus ya memang agak agak PR enggak sih Kak kalau apa ya ibarate enek sing nyemangati ngono loh Oh iya iya itu. Siap, Mbak Lutfi. Mbak Lutfi. Nah berarti agak beda nih. Agak beda ya. Berarti ber kalau Mbak Kumala kan berkarir dulu. Kalau Mbak Lutfi. Nah aku patah hati dulu baru berkarir. Eh patah hati dulu baru berwiraswasta ya. Baru jadi pengusaha. Kalau sebelum patah hati berarti enggak jadi pengusaha. Belum. Enggak. Aku justru malah sebelum patah hati itu mikirnya cita-citaku itu jadi ASN, jadi PNS. Oh, karena kan 10 tahun jadi guru honorer. Cita-citanya guru honorer itu pasti diangkat jadi PNS tuh. Heeh. Nah, karena enggak diangkat-angkat terus kemudian tapi sejak ee izin ya ini ee tidak menjelekkan mantan, tapi istilahnya seketika pernikahan pun ee saya terbiasa jadi wanita yang jadi tulang punggung keluarga dan biasalah biasa bekerja. Jadi istilahe setelah bercerai pun tidak ada hal yang kalau tadi Mbak Kumal bilang tidak ada yang nyemangati. Saya itu terbiasa hidup seperti itu. Cuma bedanya ketika terbiasa awalnya ee mungkin istilah apa ya patah hati itu buat personal. Akhirnya patah hati akhirnya memang apa menurunkan banyak energi yang biasanya bisa istilahe buat ngepus untuk kerja akhirnya jadi perlahan-lahan hilang semangatnya itu memang otomatis tapi bagi saya itu bukan semangat karena orang lain tapi lebih kepada ketidakpercayaan diri jadi lebih ke masalah mental head pada diri sendiri gitu loh kalau aku ya Iya siap kan titik baliknya adalah itu tadi di ee jadi wirausaha aku tak jadi wirausaha kayak gitu. Iya. Ee tapi artinya kan gini ya, sebelum patah hati atau bercerai pun juga sudah berkegiatan yang menghasilkan uang dengan cara yang tadi. Tapi betul, tapi jadi guru, jadi karyawan gitu, belum sebagai e woman prener gitu. Tadi dibilang Oh, iya betul ya. Tapi tadi juga dibilang ee sudah menjadi tulang punggung sebelum. Yes. Artinya pendapatan dari Mbak Lutfi ee pernah seperti itu. Jadi, oke karena nyuwun sewu ya perceraian izin perceraian itu kalau aku juga salah satunya adalah masalah ekonomi. Salah lainnya juga ada beberapa. Jadi ya gitu perannya udah timpang ada banyak faktor gitu ya. Betul. Kalau Mbak Kumala apa juga ada faktor ekonomi di dalamnya? Ada. Ada, Mas. Ada ya? Ada. Jadi selama 3 tahun kalau dibilang saya jadi tulang punggung enggak juga, Mas. Karena pikirnya kan kerja bareng. Oke. Cuma ibaratnya saya di otaknya, beliaunya di tenaganya gitu loh, Mas. Jadi ee apa ya bisa dibilang kerja bareng juga. Tapi ada beberapa hal yang karena yang sebelum-sebelumnya kayak jadinya bom waktu gitu loh, Kak. Jadinya bom waktu yang ditimbun akhirnya meledak dan kayak gak udah enggak bisa dibenahi lagi gitu loh, Mas. Kayak wis ibarate bane bocor tambalan wis wake akeh kan yo ganti ban ngono enggak sih, Mas? Salah. Ini kata-katanya agak ekstrem ya. Enggak ya? Iya juga ya. Iya. Nanti dicut enggak apa-apa. Jangan dekat ya. Enggak bercanda, bercanda. Artinya kayak ee artinya apa ya? Faktor ekonomi penentunya kah yang paling dominan atau bukan? Bukan. Kalau saya bukan di ekonomi. Kalau ekonomi enggak sih, Mas. Tapi finansial ya sama enggak sih, Kak? Ekonomi finansial kalau ekonomi sama sih beda bagiku mirip ya sama ya? Mirip ya? Mirip ya. Karena ngomonginnya keluarga nih, tapi kalau ngomongin perusahaan finansial mungkin beda. Iya maksudnya masalah keuangan kan. Masalahnya income juga. Iya ada. Ada di situ ada. Terus ada yang lain juga gitu loh, Mas. Heeh. Heeh. He he. Yang lain ini enggak bisa dibicarakan gitu ya. Enggak enggak usah senyumnya kok menakutkan, Mbak Li. Kalau Mbak apakah ada statement? Eh, tapi by the way ya, ini curhatan dari beberapa ee kalau saya saya punya komunitas namanya PJKA. Apa apa itu? Apa itu? Eh, jangan diketawain tadi kayak kereta api persatuan. Iya. J-nya tit J masa ada disebutno persatuan janda kualitas A PJKA. Saya ketua umumnya. Tepuk tangan untuk ketua PJKA. Aku mau masuk jadi anggotaku boleh. Itu membawai wilayah mana aja? Sementara masih ada di Tulungagung. Saya juga punya wakilnya itu punya sekretaris. Jadi di Kediri apa Kediri boleh masuk PJKA? Boleh. Boleh. Mau ya nanti jadi ketua umumnya Kediri dong. Langsung diangkat langsung diangkat. Jadi ketua umum Kediri. I kan s sampai bikin komunitas saking seniornya saya jadi memang kegiatannya apa di PJKA itu? Oh banyak. Jadi tapi informal ya istilahnya gimana? Jadi wanita yang high value sebagai janda itu jangan sampai merendahkan harga harga diri kita. Apalagi nyuwun se godaannya janda itu wah luar biasa banget ya Mbak ya. Heeh. Apalagi suami orang ya. Heak ojo sampai gitu. Tak tak pikir dulu godaannya janda itu adalah duda. Ternyata enggak enggak ya? Enggak. Suami orang. Nah itu loh ketika itu itu satu case ya satu case. Nah kalau sampai janda akhirnya tergoda sama suami orang itu value kita sudah turun. Jangan sampaiun jangan sampai kalau kalau mau masuk PJKA enggak boleh kayak gitu syaratnya. Syarat anggota tidak boleh mengganggu suami orang. Betul. Betul ya. Tapi kalau sama Duda enggak apa-apa punya relationship sama orang enggak apa-apa. Kalau berondong boleh enggak? Oh boleh banget. Tapi kamu jangan torek ya. Apa torok ya? Ombok apa ya? Jangan jangan mau dimanfaatin. Kayak gitu. Jadi gitu. Jadi harus jadi janda yang berkualitas. Betul. Apalagi kalau nanti kamu pengin dapat lagi jodoh yang baik, berarti kamu harus valuem juga harus oke. Kalau kamu pengin ee duda level A misal, berarti kamu juga harus jadi janda level A nih. Memantaskan diri loh, itu sunah Rasul. Oh, benar-benar harus yang sekufu ya. Berarti kita memantaskan diri dulu benue ngono ya, Kak ya. Makanya dan kegiatannya banyak bahkan ee aku sudah pernah bikin sama Rader Tulungagung, tapi aku enggak pakai PJKA ya diguyuk. Aku tadi aku tadi sampai mikir opo sih? Ayo mosok disebut op ngel ngelag benar-benar ngelag sebenarnya kayak kalian ini ya Mbak Lutfi sama Mbak Kumala dijebut janda itu tersinggung enggak sih? Enggak, Mbak. Ke mana agak ya, Kak? Ya kan saya anyar, Mbak. Oh, anyar. Berapa lama? 2023 akhir. Oh, iya. Banteng. Oh, masih tersinggung. Agak agak piye ngo loh, Mas. Ee mending sukan dipanggil. Oh, single m single itu lebih kayak lebih menghargai gitu ya. Menghargai. Kalau aku sudah biasa dipanggil janda itu enggak apa-apa. Iya, enggak apa-apa banget. Bahkan saya suka mengakui saya janda gitu. Bangga jadi janda. bangga karena dalam status itu bukan saya yang nyalahi. Iya, saya jadi bukan ee saya janda itu bukan bukan karena salahku dan sudah berdamai kalau aku, Kak. Heeh. Jadi mau disebut janda, mau disebut rondo lek wong Jawa rondo kempling. Bahkan guyonan wis 12 tahun wisor ya. Wis tingkat e joksnya itu dark banget. Dark banget. Wis tak alami ya. Bayangin aja 12 tahun, Guys. Oh 12 tahun ya, Pak ya. High value itu maksudnya high value terkait apa nih? Banyak. Banyak ya. banyak karena yang pertama itu dari diri sendiri dulu, value diri, kemudian pekerjaan. Apapun pekerjaannya tetap harus high value. Itu aja sih ngomongin dua hal itu sudah berat banget sebenarnya karena satu itu mental health issue. Ngomongin mental he issue otomatis orang yang sudah pernah bercerai. ini spesial yang bercerai karena bagi saya izin ya ee saya enggak ee dari beberapa teman saya yang janda izin karena suaminya meninggal itu tingkat ee stres, depresi, penerimaan itu lumayan berbeda daripada yang bercerai. Heeh. Kenapa? Karena di dia ini laki-laki hanya dua, diambil orang lain atau diambil Tuhan? Nah, diambil Tuhan ini ya wis namanya diambil yang punya ya sedih tapi ee challenge-nya hatinya istilahnya tidak dalam trauma sakit hati. Heeh. Heeh. He. Tapi kalau dalam perceraian otomatis pasti ada luka di situ. Nah, itulah kenapa high value itu lebih ke mental health-nya. Jadi, jangan depresi. Apalagi saya dulu penyintas Mbak Kumala, penyintas depresi pengin bunuh diri dan sebagainya. Heeh. sampai minum obat ee psikiater. Jadi, penyembuhan lukanya bagi saya luar biasa. Nah, makanya itu saya enggak pengin ada Lutfi-Lutfi yang lain yang ngalamin hal itu dan aku pengin jadi ee ini loh, kalau kamu sudah sembuh nanti bisa kayak gini. Maksudnya dibilang janda enggak tersinggung. Kemudian ya santai aja melihat orang lain menikah, melihat orang lain gandeng suaminya kita biasa aja. itu salah satu bentuk kita berdamai gitu. Simpelnya kayak gitu. Kemudian dari segi perjaan karena wanita mostly ketika mood-nya atau hatinya enggak good, enggak pasti itu impact banget di pekerjaan. Makanya kalau diri sendiri sudah baik, perjaan juga itu. Makanya kenapa akhirnya ee Mbak Kumala jadi sukses itu karena dia sudah bisa fokus nih sama dirinya. akhirnya energinya itu ee nyerapnya ke pekerjaan karena ya itu tadi wanita sebenarnya kan fokusnya kedua ya kalau dia kerja suami sama kerjaan. Kalau dia sudah enggak ada suami energi yang tercurah ke pekerjaan itu bisa jadi lebih banyak. Saya juga seperti itu. Kalau ada orang yang enggak seperti itu, berarti ada dalam dirinya yang masih banyak luka. Bisa jadi kayak gitu. He. Yang dalam diri tadi belum selesai gitu ya. Betul sekali. Perspektifnya Mbak Kumala seperti apa? Betul kata Mbak tadi senior 12 tahun 3 tahun emang sudah ada 3 tahun belum? Belum ya 2 tahun ya? Iya mau 2 tahun ya? Iya iya. Jadi ee mungkin yang seperti Mbak Lutfi tadi bilang kalau kita ada suami sama kerjaan itu ada yang nyemangati kan, Kak? awalnya terus ketika tiba-tiba enggak ada itu kan ee jatuh patah itu pasti banget Mas aku ngerasa kembak Yohan sama ya sama ya terus cuma bedanya karena kues kayak wes mempersiapkan kan Mas kayak luka tambah luka tambah luka jadinya jadi pw akhirnya meledak ketika pas melepaskan itu yo enggak gimana-gimana kayak wis yo wis ngoten loh karena ada luka sebelumnya karena ada luka sebelumnya dan itu kayak wis enggak sakit lagi ketika melepaskan tapi ada di momen-momen tertentu itu apalagi pas setelah ketok palu tekt itu ya ya lihat orang boncengan itu kayak dek enggak wenak gitu padahal orang lain kan orang lain pas lihat orang boncengan itu kayak tiba-tiba langsung ketriger flashback heeh flashback kayak gini terus oh ya udah oh ya udah akhirnya setelah lama-lama ketika kita sudah mulai mencintai diri kita sendiri oh ternyata ee memang harus berdamai mau enggak mau ya harus sembuh kan gitu Mas walaupun sebenarnya saat ini mungkin Tingkat kesembuhanku belum sembuh banget, Mbak. Sebenarnya enggak usah dibaca. Kadang masih ada rasa sakit itu masih ada. Kadang cuma kayak eman, tapi eman ya gitu loh. Tapi nek misal ngeling-ngeling sing nengi-ndengi, oh ya wis enggak apa-apa ya. Emang harusnya gini mungkin. Karena apalagi jadi ibu itu ketika mau memutuskan hal yang besar kan dampaknya banget banyak banget ya, Mbak itu ya. Itu kan mikirnya ribuan kali Mas. Apalagi saya anak broken home juga. Terus setelah itu ee engkau anak-anak kayak gimana ya? Terus nanti keluarga gimana ya? Terus ada satu kalimat itu kalau kita udah mencintai diri kita gini intinya kamu itu siapa kok iso aku ibaratnya wis tak wei iki aku mau ide-ide gitu loh Mas kayak enggak terima gitu ya. Iya. Eh, masok ibaratnya kok ngalah terus ibaratnya wis disakiti berkali-kali kok aku tuh kayak bodoh banget gitu loh, Mbak. Di pikiran yang sebelum-sebelum sebelum pisah ya kayak wis dimaafkan kok malineh, dimaafkan baleni neh. Koy aku malih enggak mengajeni diriku sendiri gitu loh. Akhirnya saya minta petunjuk berkali-kali. Ternyata jawabannya kayaknya kayaknya ya emang harusnya udah pisah ya udah saya pisah itu Mbak. Jadi kayak emang benar-benar wis bismillah lah aku wis manut dalane sing kuo gitu tok kemarin. Iya. Sekarang lebih ke cara bangkitnya aja. Cara bangkitnya seperti apa Mbak Kumal? Cara bangkitnya itu benar kata Mbak Luffi tadi kita harus ada aktivitas harus kerja, harus mikir kayak gimana. Cuma sesekali kadang se enggak enak gitu Mbak. Bahkan kayak kemarin semangate ibarate maune 100% kadang malah lebih dari 100%. Kalau yang dulu-dulu ya, kalau yang kemarin tuh 80 90 gitu, Mas. Soalnya kan biasane nek sing ngewangi enggak enek sing ngewangi gitu loh. Heeh. Terus akhirnya terbiasa terbiasa opo-opo dewe sampai pulang ambil ee dari percetakan itu jam 11.00 malam sampai rumah jam 12.00 malam. Ya wis akhirnya berdamai mencoba berdamai mencoba dinikmati. Ya udah akhirnya sampai sekarang itu masih bisalah. Semoga cepat sembuh ya Mbak aku ya. Semoga cepat sembuh gitu. Sip. Sip. Jadi dengan banyakin aktivitas gitu. Banyakin aktivitas. Banyakin aktivitas sama kumpul ke komunitaskomunitas kayak gitu. PJKA Kediri. Iya. Belum ada itu katanya ya. Belum ada komunitas. Komunitas apa maksudnya? Komunitas untuk belajar Mas. Sekarang lebih ke upgrade leher ke atas. Oke. Sekarang saya kuliah loh, Mas. Oh, kuliah. Iya. Kemarin kan saya bilangnya S3, SD, SMP, SMK. Nah, kemarin itu karena ada teman saya yang sejenis dengan kita juga, Kak. Heeh. He member calon member. Iya. Engak. Tapi sudah sold out, Kak. Enggak bisa masuk. Pas kemarin pas ngasih tahu itu masih sama, sekarang sudah sold out beliaunya. Anu apa? Kuliah aja, Kak. Kamu kuliah, kamu penuhi inner cheatmu. Kita itu cewek harus jadi apa? value. Terus kuliah lagi enggak apa-apa ee pilih yang enggak terlalu menyita bisnisnya kita. Apalagi kan apa kalau kita kuliah terus ada bisnis kan kadang koy kecontalan gitu kan, Mas. Ya wis akhirnya pilih di salah satu universitas itu. Kemarin baru OSMB apa itu kayak ospek gitu ya. Iya kayak apa ya cara pembelajarannya gitu lah Mas 2 hari. Ya udah langsung loh kuliah. Jadi sekarang tuh, Kak, kalau ada pembelajaran apapun entah dari TikTok atau dari apa itu langsung tak ikutin aja. Soalnya kayaknya ya itu menyibukkan diri sih sebenarnya. Menyibukkan diri ben enggak kelingan mantan ya koy lagune kalau Mbak Lutfi ee seperti apa untuk bangkitnya? Nah, seperti apa untuk bangkit? Kalau tips saya itu yang pertama menikmati kesedihan dulu. Kesedihan dinikmati. Betul. Karena dulu kenapa saya depresi? Karena saya ternyata terlalu memaksa untuk cepat sembuh. Gimana itu? Nah, ketika luka itu seik berdarah-darah Heeh. He cepat dipaksa sembuh, dipaksa kerja, otomatis darahnya keluar kan lebih banyak. Sama konsep lukanya kayak gitu. Nah, ternyata setelah saya ke psikiater kemudian belajar psikologi, ternyata tahapan saya banyak yang loncat. Nah, berarti proses kebangkitannya itu yang pertama harus nikmati lukanya. Lek sedih ya sedih aja. Terima sadari. Kamu harus sadar kamu sedih. Kamu harus sadar kamu sekarang adalah ee single mom. Sadar dulu. Jangan langsung nerima. Enggak apa-apa. Kalau kamu sedih, sedih aja. Makanya kalau nangis itu enggak enggak jangan ditahan. Heeh. Saya tuh gak pernah menyuruh orang jangan nangis. Karena nangis itu secara hormonal bisa bantu untuk itu tadi proses kesadaran kayak gitu. Nah, setelah sadar barulah mikir ee bagaimana ini aku harus sembuh dengan cara seperti apa gitu. Belum masalah nerima dulu juga. Nerima itu step ketiga. Heeh. mau sembuh kapan ada deadline-nya sama kayak pekerjaan. He. Ini pekerjaan ini mau tak selesaikan kapan? Nah, dari deadline itu juga enggak perlu dipaksa karena ee keadaan kita itu enggak bisa dipaksa. Jadi, kalau misal kita penginnya sembuh bulan depan, berarti selama 1 bulan menuju bulan depan aku harus ngapain nih biar sembuh? Apakah aku harus bercerita sama orang? Apakah aku harus ke psikolog? Apakah aku harus eh membiasakan diri delete kontak semuanya menghilang dari ee media sosial? Enggak apa-apa. Itu adalah proses yang bisa dilalui untuk cara-cara kesembuhan. He. Baru setelah ketiga baru menerima. Menerima itu kalau sembuh gitu. Itulah kenapa lukanya misal mbakku malah aku enggak tahu ya. Akuak bukan apa bukan praktis bukan ini orang yang bisa ngjudge gitu. Jadi kalau yang bisa merasakan ya diri sendiri. Ini lukaku itu sudah sampai mana sih? Apa se basah apa se apa wis kering tapi dalamnya masih basah. Yang tahu hanya diri kita sendiri gitu. Salah satu cara untuk menyibukkan diri itu bisa masuk ke poin kedua. Belum tentu orang yang menyibukkan diri itu menerima keadaannya. pengalihan aja. Betul. Bisa jadi. Heeh. Heeh. Bisa di bisa jadi dikatakan pelarian, bisa jadi cara untuk menyembuhkan. Jadi healing. Healingnya orang kan macam-macam ya. Ada yang healingnya kerja, ada yang healingnya stayation, main, nonton, menyendiri, banyak. Heeh. He. Ee saya termasuk orang yang healingnya sibuk. He gitu. Kalau diam edan gitu ya kan. Nah, makanya kayak tadi Mbak Kumala menyibukkan diri sekolah bagus itu self healing itu bagus proses sebagai senior yang sudah 12 tahun Mbak Lutfi berapa tahun untuk bisa merasakan Mbak Lutf oh aku sembuh nih itu berapa tahun 5 tahun baru tak validasi saya sembuh validasinya seperti apa validasinya adalah yang pertama karena izin ya tingkat sakit saya luar biasa dengan mantan sampai keinginan yang pertama dulu saya keinginannya untuk bunuh diri saya kedua ingin membunuh parah toh? Nah, tingkat kesembuhan saya adalah ketika melihat orang itu aku wis enggak benci. Hm. Gitu. Ingin membunuh berarti ingin membunuh dia. Heeh. Ekstrem ya? Ekstrem. Astagfirullah. Untung enggak sidol. Untung enggak sido loh, Mbak. Heeh. Kalau jadi enggak ada di sini sih, Mbak Lutfi. Iya. Makanya itu kan, makanya orang itu kan ada tingkat kejiwaannya parah ee macam-macam ya, tingkat keparahannya macam-macam. Makanya makanya ada orang yang sampai bunuh diri itu karena memang dia wis aku merasakan itu wis ee pikiran apa yang sampai membuatmu ingin bunuh diri itu apa gitu loh yang seperti apa kalau boleh di bucin bucin ya? Menggantungkan semuanya ke beliaunya awalnya gitu itu gimana? Oh iya kayak bucin itu budak cinta. Iya maksudnya bucinnya Mbak L seperti apa? Oh kayak cuinta banget gitu loh sama orang meng apa mungkin ini Mas semuanya itu pokoknya kamu gitu loh ketika ditinggal kayak enggak bisa gitu. Heeh. Iya. Kok kok aku ditinggal sih? Padahal aku udah ee istilahnya wis cinta banget ngurusin semuanya kerja kok jadi kayak wis memberikan 100% kok kok dia sor ya dia memilih orang lain gitu kan itu apa akhirnya sakit intinya gini loh saya itu bukan orang yang har sebenarnya pada pernikahan itu ketika aku kerja dia enggak kerja atau seperti apa itu sebenarnya enggak masalah bagi saya selama dalam konteks komitmen pernikahan kan saling tuh. He. Tapi ketika komitmen itu berjalan ternyata dia mencederai itu bagiku udah wis ee enggak enggak fair gitu. Nah, akhirnya apalagi akhirnya dia memilih orang lain. Nah, berarti kan wis kayak itu salahku. Makanya akhirnya aku belajar dari situ. Ternyata kesalahanku adalah merasa memiliki sesuatu. Hm. Itu salah. Iya. Itu tak sadari 5 tahun. H. Makanya e enggak sampai 5 tahun, Lek, sing menyadari tentang kepemilikan. Ee mungkin 3 tahun setelah berceraya. Makanya kayak di bisnisku pun sama anakku pun aku tidak boleh merasa memiliki 100%. Makanya saya bilang, "Zendo itu punyanya Gusti Allah. Aku hanya ini aja biar apa sih?" Oh, F itu dari situ ya? Iya, itu dari situ berangkatnya. Iya. Biar apa toh? Nauzubillah ya. Heeh. Ketika bisnis ini diambil sama Allah, aku enggak edan. Siap. Iya. Enggak gila seperti kehilangan waktu itu. Jadi itu dari situ turunannya. Iya kan aku sering dengar itu zendo. Saya kira itu hanya kayak gimik ya. Mohon maaf bukan gimik ya. Engak apa orang kayak hanya sekedar apa ya e ya statement aja belum belum diresapi dengan hati gitu loh. Tapi ternyata dalam ya. Ter betul. Dan dari situ dan ee komit komitmennya beneran. Jadi kepemilikan ya sudah ada kasaran investasi. Jadi ada bagi hasil yang selalu setiap bulan saya berikan i kepada investor yaitu melalui ekosistem sosial yang saya bangun dalam bisnis macam-macam. Ada bersih-bersih masjid, ada membeli untuk berbagi UMKM yang membutuhkan. Kemudian ada lagi alhamdulillah ada saya ada anak angkat, anak asuh karena rumah saya kecil tak titipkan ke panti asuhan. Ada yang ada di ASO orang ada tapi kita support macam-macam. Iya iya iya. Kemudian ke driver banyaklah. Jadi kayak gitu jalannya itu kayak gitu gitu ceritane gitu. Makanya sekarang saya sudah tidak merasa memiliki sesuatu. Duwe opo itu ini titipane Gusti Allah. Ternyata ditakdirkan menikah lagi harapanku aku enggak bucin lagi. Ketika mencintai orang pun harapanku enggak bucin. Mencintai karena Allah. Betul. harus dicukupkan sama Allah. Makane benar kata opo yo opik kali ya lagunya. Cukup bagi cukup bagiku Allah itu akhirnya sekarang tak pelajari beberapa tahun ini. Wih sampai ke tauhid lah ini sampean itu keidulah. Makanya itu tak syukuri juga karena itu. He kayak siapa itu? Kayak seorang wali perempuan. Y wali perempuan siapa sih? Ee aladawiyah adawiyah itu kan mencintai karena Allah. Betul. Itu itu tak pikir dulu itu orang itu bilang mencintai karena Allah itu kayak kayak gimana. Aku belum dapat dulu ketika orang bilang gitu. Iya. Sekarang itu aku sudah belajar meskipun dalam konteks bukan mencintai laki-laki, tapi mencintai pekerjaan, mencintai keluarga, mencintai anak. Itu tak praktikkan sekarang. Jadi koy ambisi itu maleh anu, Kak apa ya? Ya, sebatas seat. Mampu enggak kamu ketika kamu minta A berarti kamu dititipi Allah harus siap untuk A itu berarti pantas enggak kamu? Nah, caranya gimana ya kamu memantaskan diri? Memantaskan diri gitu konsepnya saiki ngono kakak ceritane. Oke. Malih serius yo. Iya malah serius. Tadi ngakak-ngakak ya kita tadi ngakak-ngakak sekarang serius langsung dapat pencerahan langsung sem langsung ya kamu belajar dari senior ya. Benar. Berarti statement ee sepakat enggak ee Mbak Kumala dengan statement-nya Mbak Lutfi? Sepakat yang masalah bucin ya, Mbak ya. Jadi kayak wis ibaratnya ii dulu enggak punya rumah karena kan broken home dari kecil kurang figur ayah kan Kak aku kak terus dapat ini sing iso ngomong dan lain-lain. Terus ternyata ya ceritanya sebenarnya hampir sama Kak. Cuma aku bolak-balik gitu loh Kak. Bagus enggak buat psikologi? Enggak apa-apa aku cari tahu. Cari tahu sendiri. Aku itu orangnya by data, tidak pernah menunjuk kamu selingkuh ya. Misal ini misal tanpa aku ada data itu gak. Jadi ketika ee dan ee perceraian itu rata-rata izin ya tak jeda ya. Perceraian itu pasti bukan karena satu hal aja orang bercerai. Betul. Dan bukan hari misal perselingkuhan pasti bukan sekali orang itu selingkuh pasti itu gitu enggak? Heeh. Karena wanita itu sebenarnya pemaaf banget. Fitrahnya pemaaf banget. Pemaaf banget. Fitrahnya pemaaf banget. Wis toh sak enggak bucin-bucino pasti tingkat maafnya itu udah tinggi banget. Heeh. Ee teman-teman ee mungkin ee bagi teman-teman yang lihat ini mau saya mau kasih pesan ke teman-teman yang melihat tayangan ini mungkin nanti kita tidak begitu membahas teknik bisnis yang banyak ya. Karena ee untuk yang pengin tahu lihat videonya Mbak Lutfi sudah pernah kita tayangkan dua kali Mbak Lutfi ya. Iya. Di link di bawah ini ya. Nanti linknya ada di bawah. Boleh juga nih direenshot nih. Video pertama ini, video kedua ini. Heeh. Termasuk ee kalau boleh saya sepil sedikit Mbak Lutfi ini adalah seorang awalnya seorang ojek wanita. Heeh. Kemudian berhasil mengembangkan menjadi ojek di Tulung Agung. Masyaallah. dengan beberapa berapa driver waktu itu di Tulungagung pas sama pecah telur ya ee pas waktu pertama kali pecah telur belum ada 30 kayak e sekitar 30 ee habis itu sekarang diale up menjadi 115 driver di Tulungagung Tungagung di total 445 kalau 400 ada di beberapa kota iya 30 ada di 30 kota jadi memang kalau pengin teman-teman pengin lihat perjalanannya Mbak Levi tentang bisnis nanti di video yang lain. Nah, hari ini kita maembahas tentang cara move on-nya. Kalau Mbak Komala ini ee seorang TikToker boleh dibilang ya, TikToker atau pegiat online dari Lazada ke TikTok. Terus pernah juga omset tertingginya itu 3 bulan Rp800 juta dengan dengan jualan amplop di TikTok ya. TikTok. Betul, Kak. Itu sudah 3 bulan. Nah, pas pada saat patah hati. Hm. Nah, nanti teman-teman kalau mau lihat videonya ini screenshot-nya bisa dibantu editor dikasih screenshot nanti videonya saya taruh juga di link deskripsi. Jadi kita membahas cara bangkitnya ini. Ini ganti jen gitu. Jadi kok jadi anu apa rumah tangga masih ada relate dengan bisnis. Heeh. Enggak apa-apa karena memang ternyata di dunia nyata pun Heeh. banyak banget woman prener Heeh. Yang single apa ya? single prer banyak single mom preneer itu banyak satu. Kedua, banyak sekali istri atau ibu rumah tangga masih punya suami tapi rasanya sudah kayak ee single parent itu banyak sebenarnya lebih banyak itu karena keputusan mereka untuk ngambil langkah ee bercerai itu banyak pertimbangan bisa banyak pertimbangan. Salah satunya enggak berani. Salah duanya mikir anak. Salah tiganya masalah ekonomi. Salah empatnya adalah mereka itu sebenarnya enggak yakin aku nanti bisa. Heeh. Bahkan ada lagi yang yakin kalau aku ee berpisah dengan suamiku sekarang, apakah aku akan mendapatkan yang lebih baik atau justru gak? Itu juga ada macam-macam. Sor ya saking seniore banyak banget yang curhat gitu. Makanya sampai aku bikin sesi mental health sharing and caring itu ada yang spesial edisi khusus eh wanita tu yang masih bersuam Heeh. Dan single parent itu alhamdulillah jalan sampai sekarang. Maksudnya tadi yang masih bersuami dan single parent gitu. Tapi yang masih bersuami yang serasa seperti single parent juga hadir gitu. Iya. Heeh. Oke. Oke. Gitu. Mbak Lutfi, aku pernah e dengar statement dari Mbak Lutfi dulu waktu entah itu waktu syuting atau di luar kamera saya lupa. Bahkan waktu saking bucinnya atau apa gitu ya, saking senangnya sama mantannya enggak apa-apa rela untuk di didoakan gitu. He benar itu itu pas waktu bucin ya. Betul. Iya karena izin ya. Jadi kan kalau enggak dinikah juga apa? Dan saya tuh enggak apa-apa diduakan enggak apa-apa. Tapi ya itu syaratnya. Apakah nanti kamu bisa memperbaiki pernikahan ini atau enggak atau justru perhatian semuanya teralih ke istrinya yang baru. Itu tak tanyakan juga, kita diskusikan juga. Tapi dia katanya memilih untuk tidak ee poligami, tapi pada praktiknya enggak bisa kan, Mas? Terus juga ada statement juga nih, Mbak Lutfi akhir-akhir ini yang e karena aku sering diskusi Mbak Kumalah sama Mbak Lutfi ini ee pernah juga katanya mau balikan, pengin balik ya kan. Itu setelah setelah berapa tahun itu tahun berapa ya? 2022 apa 2023 ya? sudah 10 tahun berpisah. Betul. Itu pun karena ee anak maksudnya anakku komunikasi nyambung lagi sama bapaknya. Heeh. Heeh. Menurut anakku, bapaknya sudah berubah, sudah ada tanda-tanda perubahan. Heeh. Jadi anakku kita dulu cerah anakku masih 2 tahun ya. Jadi enggak dia sebenarnya notes bapaknya pun ketika sudah besar. Heeh. Nah, dari situ kemudian terlihat ada etikat baik. Ya aku itu yo ku meng loh opo maafe dan bucin itu koyoke kok enggak hilang ya kayak kembali lagi gitu ya. Heeh. Tapi alhamdulillah wis enggak rasa kepemilikan itu enggak tapi koy misal masih ada rasa Heeh. Misal ketika ada orang suka sama kamu kamu biasa aja. Tapi lek wis menikah rasa cintamu itu bisa jadi lebih tinggi daripada laki-lakimu gitu loh. Kalau aku kayak gitu. Nah, dari situ aku merasa bahwa mungkin ee ini ada fase baik nih. Karena pernikahan kita secara agama pun itu tidak talak tiga. Kemudian secara hukum itu kalau yang perempuan yang mengajukan perceraian itu talak satu bunyinya. Jadi secara ini sebenarnya masih bisa balik gitu tanpa ada pernikahan lagi. Meskipun dia sudah nikah k dan bercerai sama yang tadi. Oh. Tapi sudah cerai. Sudah cerai ya. Heeh. Gitu ceritanya. Tapi ya alhamdulillah tidak jadi. Karena kenapa tidak jadi? Ya karena sama Gusti Allah itu tadi. Eh karena aku tidak akan mengulang merasa memiliki jadi mohon dibantu Tuhan. Apakah keputusan ini baik? Kalau gak tunjukkan. Nah, ini ditunjukkan. Tunjukkan. Masyaallah. Tunjukkanlah dengan cara yang Tuhan senang gitu. Tuhan senang ngasih challenge nih ke aku kan. Jadi ngasih ee nunjukinnya ya gitu. E ada wanita-wanita yang datang memberikan testimoni-testimoni yang akhirnya membuat oh berarti aku jangan balikan. Kayak gitu. Alhamdulillah loh Kak ya. Dan aku menanggapinya sudah sangat tenang. Jika dulu ketika si itu datang, aku se mencak-mencak sik episode kedua ini ketika ada wanita yang datang aku lebih santai. Oh gitu ya, Mbak. Jadi karena itu tadi lah aku value wis aku wis merasa diriku sudah lebih baik enggak mencak-mencak itu. Jadi tak tanggapi ya biasa ngopi ketemu gini. Oh gitu. Jadi ya oh ya sudahah ya alhamdulillah noh sampean ngomong jadi aku lebih masya dalam hatiku itu se enek perut apa ada jelakan menghadapi ya sama kayak ke karyawan gitu ya heeh mas wis arep kar-kar ya se iso apik-apik kan sama konsepnya kayak gitu gitu. Oke. Nah kalau Mbak Kumala ee apakah ada niatan misal kayak pengin balikan sama mantan gitu? Sesekali kadang kepikiran Mas ee kayak piye ya Mas kene seoleh neh enggak yo ya Allah gitu loh seoleh jodoh maneh enggak ya Allah ada kayak gitu ada yang kelima tadi kan dapat ada yang lebih baik enggak iya terus nek misal dapat itu nanti ee ekspektasinya lebih baik apa lebih buruk gitu loh Mbak jadi kayak pernah Mas pas kayaknya pasti ya Mas ya setiap ee setiap orang yang mungkin sama dengan kita itu pikiran-pikiran kayak gitu bisa jadi pasti ada kepikiran. Heeh. Heeh. Cuma kan kadang nek misal pas ada pikiran kayak gitu tuh ngelingi eng sanakuanu moco buku ceritone balik maneh gitu loh. Terus enggak lah lis fokus fokus fokus tenang fokus karena mungkin belum terlalu sembuh ya mbak ya sayanya kayak yang Mbak Lutfi tadi bilang ee Mbak Lutfi aja butuh waktu 5 tahun apalagi kan saya yang baru mau 2 tahun jadi masih Oh 3 tahun 2023 Mas. Iya kan ini 2025 belum gen akhir belum belum genap belum genap 2 tahun jadi masih ada ee pikiran-pikiran sing kayak gitu tuh masih ada. Heeh. Heeh. Heeh. Cuma ee karena sekarang fokusnya itu lebih ke anak-anak. lebih ke anak-anak dan aku piye yo carane ben e value-nya lebih naik terus makanya itu ngupgrade-upgrade walaupun sambil apa lukanya masih menganga ya tapi kan tetap kayak harus kayaknya harus dipaksa ya walaupun nanti sembuhnya enggak tahu kapan tapi alhamdulillah ini tadi dapat pencerahan dari jenengan Mbak kalau kita tuh harus punya tenggat waktu untuk benar-benar sembuh iya harus kita harus punya target itu tadi. Jadi di sini tadi, wah aku belajar banget ini tadi ceritanya. Kita harus punya target ternyata. Betul. Ketika melihat materi dari Mbak Luti, ada target waktu Mbak Kumal ingin menergetkan kapan? Maksudnya untuk bisa sembuh dengan step-stepnya itu pengin berapa lama? Penginnya yang pasti secepatnya ya, Mas ya. Biar ee move on-nya benar-benar udah plong. Tapi kalau ketemu itu sebenarnya udah enggak yang gimana-gimana, Mbak. Cuma kadang saya yang enggak mau nemui. Padahal aku sing mutusnya loh, Mbak. Tapi aku enggak enggak apa-apa ya. Enggak apa-apa kan up and down ya. Iman aja up and down apalagi perasaan kita sama orang. Iya. Jadi misal ketemu itu kayak ya ketoke biasa cuma enggak pernah tak lihat gitu loh Mas mukanya enggak mau lihat. Engak apa gak apao kalau ngelihat mukah denial maksudnya kudu ndelok enggak ya sepenginmu aja ya cuma tak sopo gitu tok. proses alamiah itu biar berjalan karena dipaksa ketika kita denial sama sesuatu yang alami itu malah enggak bertolak belakang sama energi kita sendiri. Berarti kira-kira saya di tahapan yang mana tadi, Kak? Nomor dua ya. Nomor dua apa itu tadi? Tahapan nomor dua ee proses penyembuhan ya. Masih proses penyembuhan. Heeh. Gak apa-apa Mbak Lutfi kan sudah lama terus ya sudah sembuh. Gak pengin kayak cari yang lain gitu Mbak? pengin saya masih optimis istilahnya gini kalau sekarang di level saya ya kalau masih ada ditakdirkan berjodoh sama orang itu alhamdulillah tapi jikal tidak saya enggak apa-apa karena apa ya masih ada dalam satu hal dalam diri saya itu ketidakpercayaan diri itu masih ada sometimes aku enggak percaya diri punya suami misal itu masih ada tapi itu Tidak. Itu kayak hal berbeda selain dalam penyembuhan. Bukan berarti ketidakpercayaan diri itu seya belum sembuh. Enggak. Setiap orang punya ee sisi ketidakpercayaan diri. Heeh. Gitu. Gitu enggak sih? Betul. Dalam berbisnis saja kadang kita enggak percaya diri juga ada. Iya. Karena misal katakanlah pernah gagal dan trauma di bidang ini, maka dia enggak pengin ke situ lagi kan gitu kan. Betul. Jadi jadi karena pernah mungkin merasa kurang berhasil dalam membangun Heeh. keluarga merasa kurang percaya diri di area situ gitu. Iya, di area situ. Kalau aku yang bikin enggak percaya diri itu masalah bucin. Itu memang hal yang apa ya bisa jadi itu kayak kalau dibilang penyakit ya, takut kecintaan banget gitu. Gimana ya? Itu tadi loh apa kalau untuk kepemilikan enggak ya. Bucin itu koy piye yo membodohkan itu loh jadi orang bodoh gitu loh Mas. Lek masalah mau memiliki alhamdulillah sudah enggak. Heeh. Tapi kalau jadi auto bodoh itu yang Heeh. sifat wanita yang kayaknya enggak sendirian deh. Maksudnya Mbak takut bucin. Iya. Takut bucin lagi dan tidak siap untuk kehilangan lagi gitu ya. He. Kalau kehilangan gak takut tiba-tiba levelku misal dia cintanya 30 aku 60 gitu aku kan enggak apa-apa juga sih gitu enggak boleh ya? Enggak apa-apa gak apa-apa. Tapi aku takut itu nanti enggak apa maksudnya enggak saling to Mbak? Maksudnya gini, kan misal dia 30, jenengan 70, nanti bisa enggak sih jenengan yang 30 dia yang 70? Jadi kayak naik turun di subsidi gitu tosidi kan mood-nya orang hari-harinya beda gitu, Mas. Kalau itu masalah cowok itu coba gimana, Mas? Kalau cowok itu mencintai cewek kayak gimana sih? Nah, itu jadi e ganti ya ini. Iya, mohon maaf saya host ya. Iya sih. Ee kadang-kadang bisa ke bawah sih. Kadang-kadang bisa ke bawah. Misal kayak misal pasangan kita cintanya sangat berlebih kepada kita. Heeh. Ee saya saya meyakini rasa itu bisa nular. Hm. Bisa nular. Jadi bisa ke bawah. Jadi kalau kayak kalau dulu kan kalau orang-orang mungkin ada kan tradisi di orang-orang kita yang menikah bukan atas dasar cinta. Heeh. He. Jadi misal kayak ee misal di pesantren gitu kan taaruf Gus sama Ning gitu ya taaruf. Ternyata secara cocok dan sebagainya mereka nikah ee tanpa kenal atau tanpa cinta sebelumnya. Maka dari hubungan itu kan pembentuk kebiasaan mereka jadi cinta. Menurutku kayak bisa di masih bisa ditularkan gitu loh. Kalau case saya menurutku loh. Ya betul. Berarti ee manifestingku adalah dapat suami yang bisa tertular dari energi bucinku itu tadi. Ben seimbang. Berarti enggak semua orang bisa tertular? Ya enggak enggak semua berarti kan kalau dari yang tak baca ada orang yang enggak bisa menerima cinta kita. Ada orang yang enggak bisa menerima cinta kita atau cara kita mencintai. Ada Oh, beda maksudnya. Oh gini mungkin apa yang misal ada yang sukanya itu dikasih pujian atau langutnya ada orang yang enggak bisa nerima itu ya betul. Oh iya i enggak menerima love language-nya beda beda love language-nya Mas. Oh jadi ada yang suka di di misal di ya Allah cantiknya gitu wis seneng ya Mas ya. Tapi ada juga yang of service. Iya iya perhatiannya itu kayak ee tiba-tiba bangun tidur HP-nya sudah penuh kayak gitu loh, Mas. Kan itu termasuk bentuk perhatian ya, Mbak ya. Heeh. Maksudnya Mbak Lui tadi mungkin itu. Iya. Jadi misal act of eh love language ya. Love language misal eh perhatian yang penuh. Ee sering ngabari terus ke mana misal kep pecah telur ngabari. Aku jemput anakku ngabari belah. Ada laki-laki yang enggak siap dikabari kayak gitu ribet gitu. Heeh. ada yang kayak gitu atau ada yang kebalikannya. Nah, harapanku berarti ketemu dengan level yang sama yang bisa menerima kalaupun enggak sama bisa menerima cinta dan cara kita mencintai. Betul. Kalau kata saya pernah dengar kata-kata sabrang nih ya. Sabrang anaknya Cak Nun itu. Oh iya. Jadi kan memang kan kita kayak ketemu di tengah kan gitu kan. Jadi misal kayak ee mentoleransi cara orang untuk bagaimana mencintai kita dan kita ketemu di tengah kan gitu. Nah, itu ya. Heeh. Kan memang kan ya komunikasi di apa sering sering komunikasi sering mencurahkan apa yang dia inginkan kita inginkan kan gitu. Akhirnya ketemu di tengah kan ketemulah kata saling kan akhirnya saling berkorban di tengah-tengah. Betul. Betul. Heeh. Itu bisa jadi. Sama halnya kayak gini, Mbak. Kumalah contohnya misal kalau cewek misal kalau ada masalah misal ini aku enggak tahu kamu kayak gini apa enggak ya. Ini contoh aja. Misal kalau cewek ada masalah bawaannya pengin cerita ke cowoknya misal atau ke suaminya gitu. Di sisi lain suami itu enggak pengin kamu kalau masih ada masalah selesaikan dulu. Oh. Enggak mau dengerin dia ibaratnya. Heeh. Karena ada laki-laki yang belum siap menerima tambahan cerita di tengah kemumetannya itu loh. Heeh. He he. Ee laki-laki punya pekerjaan wis pusing sendiri. Ketika kok tambahi dengan kemumetanmu bisa jadi dia belum siap. Ada laki-laki yang kayak gitu. Jadi banyak banyak tipe laki-laki. Kenapa laki-laki? Iya. Bukan hanya banyak tipe laki-laki. Perempuan juga banyak tipe wanita tapi selalu benar. Iya betul. Kalau salah lihat pasal 1 ya. Betul itu. Oke. Saya jadi tambah ilmu di sini ya. Nanti ada bereisode-episode kalau bagus ini. Sebetulnya Mbak Loti cocok loh jadi psikolog kayak gini. Iya. Enggak. Tapi lebih ke praktisi ya. Praktisi ya. Benar-benar mengalami. Heeh. Itulah kenapa akhirnya ada beberapa series ee mental health sharing and caring. He he. Itu aku juga sama psikolog Mbak. Jadi gandeng psikolog. Kalau aku versi prak praktisnya. Heeh. Beliau versi keilmuanik Kediri belum ada, Kak. Kemarin yang itu ada orang Kediri. Orang Kediri juga sudah masuk di PJK. Oh, belum. Kalau tadi kan katakanlah Mbak Lutfi ee siap menerima apakah ee nanti akan ditakdirkan untuk bisa memiliki suami lagi. Kalaupun toh enggak juga enggak apa-apa gitu ya. Toh juga enggak jelek-jelek banget. Heeh. Eh, toh gini juga baik-baik saja gitu kata-kata Mbak Ludi kalau enggak salah. Iya, betul. Heeh. Toh gini juga baik-baik saja. Kalau Mbak Kumalah seperti apa? Kalau saya Nah, ini menarik sekali, Kak. Jadi, awalnya itu engko lek misal pisah ko enek sing gelem karo aku enggak yo gitu loh. Ada ada masih ada kayak gitu, Kak. Jadi, pas awal-awal itu ee karena stat teman janda itu kan di masyarakat apalagi di desa kan rodo negatif toh, Mas. Heeh. Nah, untuk menenangkan diriku gini lah. Terus lek misal aku anak loro wong aku yo ayu aku yo pintter iku Mas kok tak ngeng diriku sendiri kayak gitu kan. Ini itu valid bagus itu. Jadi ee ketika ada orang pastilah itu pasti kerigger ya Mas ya kata-kata yang kayak gitu. Se aku nge-lag Mas dulu. Monggo. Pertanyaannya apa, Mas? ee pengin ada pengin ada lagi atau enggak? Ee tentunya ya pasti pengin ya, Mas ya. Apalagi usia saya masih 30-an. He. Tapi ya kembali lagi ee kemarin itu sebenarnya secepatnya pengin punya karena saya ada anak perempuan bentengki cintanya itu penuh gitu loh, Mbak. Kemarin saya mikirnya gitu tapi kan enggak iso maksingannya kita. Jadi kalau misal ditakdirkannya cepat yo alhamdulillah. Kalau belum ya wis ya wis upgrade diri dulu. Nanti kan ketika wis ngupgrade insyaallah dapat yang setara kan Mas ya. Masok tolek enggak nganu mbak. Amin. Amin. Jadi ada rasa ketakutan kayak gitu ada, Mas. Heeh. Dan itu bagus apa yang kamu rasakan sekarang sudah punya mode pengin menikah lagi di usia perceraian yang 2 tahun ya. Iya. Nah, itu sudah bagus karena rata-rata di umur segitu Mas enggak pengin nikah. Oh, gitu. Karena masih luka, masih trauma, itu masih main kebanyakan ya. Makanya aku bilang ee yang kamu ter itu bagus dan valid. Justru itu harus kamu lanjutkan istilahnya. Alhamdulillah itu sudah one step ahead lebih baik daripada ee umumnya rata-rata di usia perceraian segini aku enggak pengin nikah lagi aja. Aku belum pengin belum mikir mereka bahasanya belum mikir. Nah, kalau Mbak Kumalang berarti kan sudah ada pikiran bagus itu tadi kan karena mikir anaknya kan. Iya, anaknya yang perempuan. Jadi kalau enggak salah nih waktu interview Mbak Kumala karena Mbak Kumala itu merasakan seperti mungkin karena ketika Mbak Kumala kecil kekurangan sosok sosok ayah Father. Kemudian dia itu tidak ingin anaknya seperti Mbak Kumalah gitu ya. Iya betul. Makanya dia pengin cepat-cepat gitu. Iya. Terus ee apa namanya, Mas? Karena ya itu tadi masuk ngelag. Silakan diminum. Ini sepertinya mau menceritakan sesuatu tapi enggak bisa kayaknya. Iya, gak usah dipaksa aja sih. Usah. He gak usah diceritakan di sini juga enggak apa-apa. Nanti kalau kamu bilang enggak usah dimasukkan juga enggak apa-apa. He nanti ceritanya di balik layar lah. Kita jadi acara ngerumpi. Ya, benar. Pantes loh ya dia jadi host bisnis pantes host materi keluarga pantes betul betul betul oke oke. Nah kalau kaitannya bisa dikorelasikan enggak? Jadi kesuksesannya Mbak Lutfi, kesuksesannya Mbak Kumala di bisnis ee ini apakah karena itu atau ya something different aja gitu? Karena pernah mengalami luka kemudian sukses atau ada kaitannya enggak? Ada. Tapi bukan selalu ya. Heeh. Itu tadi lebih kepada karena kita lebih mempedulikan diri sendiri. Makanya ada yang bilang, "Kenapa orang habis cerai jadi kelihatan cantik?" Itu aja, start dari situ aja. Karena apa? Karena akhirnya dia mikir dirinya sendiri. Karena selama jadi istri nih, dia mikir suami, mikir rumah, mikir anak, dirinya itu kie istilahnya cintanya itu untuk mereka dulu nih baru mikir ke dirinya. Makanya akhirnya ketika dia sudah cerai, dia enggak mikir suami, mikir dirinya gimana biar terlihat fresh, cantik. Kemudian ini aku biar dapat uang gimana? He. Kemudian aku berkembang gim kan. Nah, jadi gitu fokusnya udah beda. Makanya sebenarnya pernikahan itu hal yang enggak hanya sakral buat semua orang ya, wanita utamanya. Karena itu pasti wanita itu sudah ada something yang dikorbankan utamanya dirinya. Heeh. Heeh. Suamine disik. Kebahagiaan suaminya disik. Apapun itu. Apalagi kalau sudah ada anak disik, bojo disik. Aku gampang. Itulah kerennya perempuan, Mas. Akhirnya ketika tangan akhirnya itu kan sudah cerai enggak cuma cantiknya enggak cuma tambah cantik tapi juga bisa jadi terlihat tambah sukses lah opo karena fokusnya udah itu tadi atau juga ada karena ingin kayak ee membuat dia menyesal atau kecewa adakah seperti itu enggak kalau saya enggak engak ada ya kayak nek kalau saya enggak ya Mas kayak kayak ee tanggung jawabnya kan anak otomatis saya yang mikir I. Jadi kayak gimana caranya biar lebih apa? Biar lebih sukses. Bukan, bukan biar lebih sukses, biar saya itu bisa menghidupi anak-anak saya gitu loh. Dengan lebih baik gitu. Dengan lebih baik. Tapi benar tadi kan katanya kalau kata Mbak L tadi kan sebelum apa sebelum bisa pun kan jenengan yang tulang punggungnya ya fase di situ. Jadi saya kan juga hampir sama walaupun cuma 3 tahun ya Mas. He maksudnya itu ee ketika beliaunya enggak ee ketika kita kerja sama bareng kan 3 tahunan itu. Jadi sumpah Mas ngelek maneh mas. Waduh. Oke. Iya iya iya gak apa-apa tenangin dulu aja santai. Kayak masih itu loh. Kayak aduh. Heeh. Iya. I. Heeh. Trigger itu namanya. Enggak apa-apa. Enggak apao. Heeh. It's oke. It's oke. Enggak. Inhale. Exhale. Heeh. Good. [Tertawa] Tapi enggak nangis sudah bagus kok. Mungkin kalau ada air mataku mungkin kalau enggak ada Mbak Lin nangis dia. Oh iya. Tapi memang ketika aku diskusi sama Mbak Kumalas sering nge-lag sih. Oh berarti bawaan ya Mas? Bukan itu deh kayaknya. Enggak. Kalau yang kemarin pas sama Mas Agung itu kan bahas yang ineritku itu ya Mas ya. Eh apa masa kecilku jadinya ke bawa masih nangis loh, Mbak. Kalau yang asmara kayaknya udah enggak bisa gitu, Mbak. Iya, udah selesai. Bagus. Udah enggak bisa. Ya, baguslah. Semoga cepat sembuh. Tandanya sembuh. Tandanya hampir sembuh. Hampir sembuh. Heeh. Insyaallah ya. Amin. Tapi kalau pertanyaan yang tadi dikasihkan ke Mbak Kumala, apakah ada kaitannya patah hati itu dengan kesuksesannya Mbak Kumala? Ada sih, Mas. Patah hati dengan kesuksesan. Karena seik bentar, Mas. Aku se belum menemukan itu soalnya. Oh, berarti enggak ada kaitannya? Belum, belum, belum. Saya masih belum kan mungkin apa baru 2 tahun ya, Mbak ya? It patah hati enggak pat sebelumnya dia sudah berbisnis kan. Kalau ee levelku adalah sangat ee berbeda. Heeh. Heeh. Makanya ketika Mas Agung tanya apa ataukah ada pikiran aku pengin apa membuat dia menyesal itu kalau aku ada. Kalau Mbak Kumalah kan enggak ada. Iya. I kalau Mbak ada ada. Dan itu akhirnya senjata makan tuan. Oh ketika sudah terlihat sukses. Heeh. Akhirnya dia datang lagi itu lihat orang sukses mendekati lagi. Ternyata aku masih buka pintu tuh. Nah akhirnya kan kemakan karena itu aku. Makanya enggak bisa. Ternyata niat biar membuat dia akhirnya menyesal itu enggak bagus. malah kembalinya ke aku lagi. Jadi buat teman-teman di luar sana yang pengin sukses atau pengin biar orang itu nyesal itu enggak words tak buktikan sendiri. Enggak words ya. Heeh. Enggak words. Jadi enggak usah enggak usah ee enggak usah pakai parameter itu untuk sukses. Heeh. Heeh. Meskipun memang enggak enggak satu-satunya tapi kan aku masih ada keinginan membuat tono aku sukses. Aku bisa sukses nih gitu. Tanpa kamu bisa sukses nih gitu. Nah, aku ada itu. Heeh. He. Tapi ternyata itu jadi senjata makan Tuhan balik lagi bumerangnya. Heeh. Makanya dia ada kesempatan balik lagi kan. Heeh. He. Dan Mbak welcome karena dia tahu kan kelemahanku apa kan otomatis. Nah, dari situ malah bahaya. Makanya niat untuk ya wis berbisnis sesuai fokus di niatnya. Makanya itu tadi kalau aku ada. Makanya aku tadi kalau Mas Agung tanya apakah ada kayak gitu aku ada. Ada. Kalau ini enggak ada. Memang beda-beda ya. I kalau Mbak kayak akhirnya ketika sudah menemukan itu tidak baik kemudian dipindah ke apa ditwist ke apa anunya ee motivatenya. Nah itu kembali. Jadi visiku berbisnis itu tidak pernah berubah tapi bisa bertambah. Heeh. Jadi visi yang pertama dulu aku pengin punya usaha yang bisa punya banyak karyawan dan bermanfaat untuk orang banyak. Apapun keadaannya nanti berpegang teguhku di sini. Kalau nyun sewu nauzubillah. Kalau ada rugi-ruginya jangan sampai akhirnya aku berhenti hingga akhirnya mengorbankan yang ini nih. Tapi ternyata dalam perjalanannya ada keinginan itu tadi biar dia menyesal. Oh, ada tambahan itu. Tapi alhamdulillah dua ini enggak enggak hilang sampai sekarang. Apa tadi? Memperjakan gimana bisa ya itu loh ee bermanfaat untuk orang banyak. Bermanfaat untuk orang banyak. Satunya apaagi? Membuka lapangan kerjaannya. Oh ya itu. Heeh. Kayak gitu. Tapi ya itu akhirnya seiring berjalannya waktu memang melihat dia lebih soro itu emang seru juga kayak syukur ya syukur gitu. Iya. Tapi makan makan tuan. Makan tuan ya makan tuannya dia akan kembali lagi ke kita gitu ya. Ya. Iya. Ternyata kayak gitu bahkan ketika dia cerhat aku enggak ada pekerjaan bla bla bla bla ini udah. Oh syukur kapok biyen ngono ya. Heh gitu. Heeh. Tapi yo ku ternyata aku diajak balikan ya sempat mau meskipun alhamdulillah enggak jadi. Enggak jadi. Nah, itu kan kemakan omonganku sendiri kan berarti enggak usah. Jadi niat buruk itu enggak usah. Ee kalau triggernya kayaknya kan tadi yang bisa mempekerjakan atau bermanfaat untuk orang banyak kayaknya kayak saklek banget itu value yang sangat he tidak bisa ditawar-tawar itu. Ada asbabnya enggak? Ada penyebabnya enggak, Mbak? Itu ada. Karena aku itu orangnya anu apa penginnya sesuatu itu tidak hanya bisa tak nikmati sendiri. Utamanya keluargaku harus merasakan dan orang di sekitarku harus merasakan. Itu tak rasakan banget ketika aku dulu mau sekolah itu susah bayar SPP, orang tuaku susah dan bagaimana melihat mereka kesulitan. Dari situ itu aku melihat bahwa ngerasak angele urip. Itulah kenapa aku ojo sampai dalam lingkunganku ono sing angel mangan, ono sing angel kerjo, kayak gitu dari situ. Karena saking dulu itu susah banget, bapakku buruh, ibuku enggak kerja, adikku disabilitas, omahku gedek, Mbak. Wis pokok susahlah uripe dari situ itu. Ini tak pakai pegangan sampai sekarang. Makanya aku itu lek iso enggak mecat orang. Heeh. Heeh. Tapi kamu dipecat orang. bercand tahu sih ee dari akhirnya dari lingkungan yang kemudian sangat ee di bawah itu kemudian memunculkan visi yang seperti itu. Itu berarti visi sejak lama ya? Iya. Sudah sejak waktu itu di sejak sejak sukuan. Sejak sukuan itu padal masih kerja tahun 2006. Hm. He. Lulus SMA itu aku sudah mikir apa ya? Pekerjaan yang mulia, pekerjaan yang bisa bantu. Oh, jadi guru, aku jadi guru. Akhirnya ketika aku jadi guru tapi ternyata gajine enggak worth it, tak lakukan terus sampai 10 tahun enggak apa-apa. Masih idealis biar men-deliver ilmu bla bla bla. Tapi akhirnya ketika utangku banyak apalagi janda ya saat itu. Terus ya akhirnya mikir kalau kemurnian niat ini sudah enggak 100% jadi guru, kasihan muridku yang nerima ilmuku. He opo yo pekerjaan lain yang bisa value-nya sama. Nah ketemulah jadi wirausaha itu. Heeh. Dan ketemulah ojek itu. Betul. Dan qadarullah akhirnya saat pengabdianku kan di Muhammadiyah ya Mas 10 tahun ya. Iya. He. Ketika aku meninggalkan tapi tidak meninggalkan dengan buruk istilahnya aku mau mengabdi tapi tidak di situ. Ternyata ini ditemukan lagi sama Muhammadiyah. Jadi tetap ada jalannya gitu selama niat kita baik. Jadi Zendo ini adalah ojeknya Muhammadiyah gitu. Yang foundernya adalah orang Tulungagung. Inilah foundernya yang pakai kaos Rabu. Rabu besok Kamis aku pakai kaos. Oke. Nah, Mbak, kalau Mbak Kumala, apakah ada semacam value yang seperti Mbak Lutfi yang pengin ini bukan compare ya, maksudnya apakah ada Mbak Mbak Kumala value dalam bisnis yang benar-benar diperjuangkan gitu? Insyaallah ada ya, Mas ya. Karena kan kalau bisnisnya saya itu kan ke amplop Lebaran. He. Jadi pengin ibu-ibu yang di rumah apalagi apa yang kalau di rumah kan enggak ada pekerjaan jadi bisa buat yang bisa dikerjakan di rumah gitu loh, Mas. Oh, dibawa pulang biar mereka ada pekerjaan. Iya. Yang amplopnya kemarin itu kan juga dibawa ke rumah, Mas, sebagian. Jadi bisa dikerjakan di rumah nanti mungkin ee keluarganya biasanya kalau teman-teman tuh ngembantunya malam sama suaminya, anaknya gitu. Jadi penginnya itu bermanfaat buat lingkungan dulu. Yang pertama ibu-ibu terutama. Kenapa terutama ibu-ibu? Karena jarang ya yang ee kalau mau kerja itu kan pasti meninggalkan rumah. Mamanya saya aja ninggalkan rumah ya kan kerja. Terus saya penginnya itu ibu-ibu walaupun di rumah itu bisa kerja gitu loh, Mas. lebih ke situ dan itu alhamdulillah banyak yang tertolong apalagi pas bulan puasa itu kan masyaallah jadi kayak senang gitu loh Mas ngelihatnya ibu-ibu lebih ke ibu mengkaryakan ibu-ibu senang gitu ya sampai berapa waktu Ramadan 35 yang dibawa ke rumah dibawa ke rumah 35 ibu-ibu. Iya 35 yang kemudian mendapatkan manfaat dari pembuatan amplop itu. Iya semoga bulan ini jadi banyak lebih banyak lagi. Amin. 100 mungkin atau 200, 300. Amin. Amin. Amin. Oke. Jadi lebih bermanfaat ke ibu-ibu. Terima kasih ee para single mom dan juga janda PJKA. PJKA. Ketua PJKA. Iya. Distrik Tulungagung. Distrik Tulungagung. Ee nanti kalau ada teman-teman yang ingin buka ee PJKA di daerah mana bisa menghubungi Mbak Lutfi. Tapi saya tidak menerima anggota baru ya. Tidak menerima anggota baru karena harapannya enggak ada yang tereng. Sekarang anggotanya sudah berapa? Anggotanya masih empat. Bukan masih yo. Harapan tapi ini sempat lima. Alhamdulillah satu salat. Alhamdulillah sudah keluar kamu dari komunitas. Iya. I. Oke. Ee closingnya sampai bingung aku mau closing seperti apa. Closing statement. Close eh boleh juga nih closing statement lah dari kalian dari entah tentang apapun lah. Heeh. Closing statement aku dulu. Oke. Aku dulu closing statement. Buat teman-teman mungkin ada yang senasib sama kita, single mom ataupun mungkin belum menjadi entrepreneur atau pokoknya single mom. Eh, jangan menyerah sama keadaan. Tetap harus punya value. Harga diri kalian itu penting. Menghidupi keluarga juga penting. Jadi intinya value harus punya biar kita pantas untuk dapat apa yang kita inginkan. Kalau kita inginnya pengin dapat suami lagi ya cek pantes oleh singkufu gitu. Nice, nice. Bala ada eh apa ya, Mas ya? Sesuatu yang tidak bisa kau beli dengan materi, rawatlah jauh dengan lebih hati-hati. Itu aja sih, Kak. Wis. Wah, menarik. Itu dia. Terima kasih untuk kalian berdua. Sampai jumpa untuk menonton untuk di episode selanjutnya. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih pecah fl kuatnya apa? Aku saya kayak masih ada rasa untuk ngomong enggak ya gitu loh, Mbak. Oh, gitu. Takut. Eh, ngomong enggak? ngak guak akhirnya nge-lag [Musik]