Kind: captions Language: id [Musik] Ini pedas ini, Pak. Inya yang pertama kasih kuah lebih mantap. Heeh. Ternyata ini lebih enak, Mas ya daripada yang tadi. Heeh. Lebih kerasa cirengnya itu transparan. Di dalamnya ada isinya transparan toh. Kelihatan enggak ini? Kalau asinnya ke transparan. He. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Sobat Pecah Telur. Ee ini tayangan yang berbeda. Kita akan mer-review produk-produk laris yang ada di Shopee. Tujuannya untuk memberikan teman-teman mungkin inovasi atau produk-produk yang lagi laris, lagi train. kita tidak di-endorse artinya kita akan berupaya subjektif eh berupaya objektif ya dan kita melirih produk-produk yang laris dan saya tidak sendiri saya mengajak partner saya berdua yang sebelah kanan ada Mbak Putri Mbak Putri yang kesehariannya mengurus bisnis madu madu sahir di bawah naungan pecat telur. Di sebelah kiri ada juga Mas Putra. Mas Putra. Iya kan ada putri harus ada putri. Oh iya siap. ee yang biasanya kejaran mengurus ee pecah legal. Kemarin aku diskusi sama Putri kan, Put. Ini kita ngreview apa produk yang pertama Putri mengusulkan apa? Cireng kuah keju. Kenapa cireng kuah keju? Karena itu kan e saya sering sering scroll-scroll TikTok nih. Banyak ini yang lagi review cireng kuah keju. Itu adalah perpaduan makanan yang baru dengan rasa dari khas cireng itu sendiri dicampur dengan kuah yang creamy dan ada campuran chili oil. Jadi creamy pedas. Kalau cireng sendiri sudah lama kan cireng? Iya itu udah lama kan. Makanya kalau cireng aja lama cuma cireng buah ke eh kuah kuah keju. Kuah keju kategorinya baru. Baru baru banget lagi happening ee lagi sudah berapa bulan makanan itu ada? 3 bulan 2 bulan ini. Ee kategori baru ya teman-teman. Cireng dikasih keju. Kuah keju. Gimana rasanya? Wah kita cobain nanti. Kita coba. Coba ya. Oke. Sudah pesan toh? Tapi sudah takutnya belum. Takutnya belum. Kita harus spending dulu bulan depan. Eh bulan minggu depan. depan produknya datang. Oke, kita akan merreview tiga produk yang paling laris untuk kategori apa, Bu? Tadi cireng, kuah, kuah keju. Oke, Mas Putra bisa diambilkan tiga produk yang kita beli dari putri dulu. Dari mana, Putri? Itu, Put, ini nama tokonya Gudang Snack Tangerang. Pengiriman dari Tangerang. Ini produknya ada 1 du ada lima pisis. Ada lima pis. Ada bumbunya sama chili oil-nya. Itu penjualan berapa, B? Di di Shopee penjualannya 1.000 lebih. 1.000 lebih dengan harga Rp16.000-an satu. Iya. Satunya Rp16.000-an. Terjual 1.000 lebih. 1000 lebih. 1000 1,3. Nanti ee dicantumin ya produknya, Teman-teman. Kalau saya ini ada dari pengirimnya namanya Winnie Azizah 12. Seperti ini. Ini ada cirengnya. Ada banyak ini cirengnya. Kelet-kelet ini. Ada bunder-bunder. Ini ada bunder-bunder juga. Lem apa iki? Apa namanya? Jeruk nipis. Jeruk perut. Oh, jeruk yang putih-putih itu kayaknya duduk toh ini. Oh, yang ini kayak pilus. Pilus kerupuk itu beda ini ya. Sama ini. Ini beda seperti itu. Isiannya lebih banyak. Ini ada cili oil-nya, ada pilus iki ya. Ini kayaknya jeruk ya, Put ya. Jeruk sih. Jeruk. I jeruk. Jeruk nipis apa ya? Jeruk ini isi piro ya? Ini isinya satu. Lima juga ya? Lima sama harganya ini harganya berapa? Ini dengan harga Rp18.000. Terjualnya ini masih sedikit R810 terjualnya. Oke, kategori produk baru sudah lumayan juga sih sebenarnya ya. Terus Mas Putra ini yang ketiga ya. Ini dari Kota Tangerang juga ini tokonya. Tokonya Cemilan Rakyat 1641. Ini lumayan lumayan berat loh. Sudah kayak kayak cireng modelnya. Kayak cireng ya. Kan memang cireng Mas. Cireng, Mas. Cireng. Ini dalamnya juga sama. Ini di dalamnya ada bumbu. Ada minyak sama ini cabe kalau enggak salah. Cili oil. Ini yang yang abon abon ini apa ini? Oh itu berambang goreng Mas A namanya Mas Putra. Sor berambang. He brambang goreng ini ya namanya ya? Iya iya. Harganya berapa, Pak Putri? Kali dapat harganya Rp13.500 dan itu terjual paling banyak di antara tiga ini terjual Rp3.000. 3.000 3.000 pisis. Wih, kenapa? Nanti kita lihat. Dapat. Iya. Dapat 10 pisis, Mas. Yang lain 55. Iya 10 loh ini. 1 2 3 del. Oh delan. Delapan delapan. Ada delapan. Del. Oh memang itu paling murah ya? Iya di paling murah dari ee dapat delapan kan. Oh katanya tadi berat itu kan karena dia dapat. Iya lebih berat ini. Ini sudah ditandai masing-masing. Insyaallah enggak ketukar ya. Ini yang dari produk Wiz 12. 12. Tampilannya seperti ini kalau sudah digoreng. Oh, ini tapi e random ya. Ada yang tanpa isi. Oh, yang tanpa isi ini kayaknya dua tiga ini ya. Satu tumbuk enggak apa-apa ya? Enggak apa-apa. Nah, nanti yang ada isinya dua. Jadi tiga tanpa isi. Dua dengan isi kejunya. Ini tampilan kuah-kejunya. Kuahnya seperti ini. Ketok enggak di di kamera ini? Kayak ket s bentar bentar bentar. Nah, kayak gini ya, Teman-teman. Ngiler ini penonton. Ah. Yuk kita makan sekarang cobain ini biar enggak katot kemakan dibersihin aja ini. Mas itu kuahnya dulu apa di dimasukkan enggak tahu gimana cara makannya. Kalau yang dari TikTok dari Sifah [Musik] S video dari S video. Iya dimasukkan dimasukin. Dimasukkan atau dimasukin? dimasukkan. Dimasukin, dimasukkan. Oh, dimasukin. Oh, terus diaduk gini, Put. Iya. Jadi biar meresap ke dalam-dalam, Pak. Oh, gitu. Nice. Ini bahannya apa, Mbak Put? Bahannya dari tepung aci. Tepung aci itu. Iya, tepung acinya itu diuleni. Kalau saya pernah lihat tutorial, diuleni pakai air panas, dicetak, terus digoreng. Berarti itu helmet ya? Berarti bukan pabrik ya? Betul. Iya. bisa buat sendiri. Jadi itu kita juga jadi teman-teman UMKM ada kemungkinan bikin kayak gini ya, Mas. Siap. Inspirasi juga kayaknya. Kita coba dulu putri dulu. Hm. Kurang creamy, kurang keju. Kalau pedasnya oke. Mungkin dari Nah, ini kan dari produknya enggak ada bagi cara penyajian. Saran penyajian. Oh, enggak ada ya? Iya, enggak ada. Jadi, kan kita harus ngira-ngira sendiri berapa airnya. Nah, mungkin kalau airnya sedikit itu rasanya lebih enak. Hmm. Lebih creamy. Jadi kurang keenceran ya. Betul. Sampan pengin sini, Mas. Saya mau yang soalnya segini cuma dua. Oh, iya situ sampean. Ya wis tak aku tak nyobain sing ada isinya ya. Iya. Siap. Ini Mas B Mas kejunya kurang berasa. He. Iya, kejunya kurang berasa. nya kurang berasa menurutku yang ini tadi terjual paling sedikit ya. Iya paling sedikit baru. Iya. Tapi lumayan pedas ya. He pedas lumayan pedas. Bagu pedas. Ini ada apa itu nampaknya tadi Mbak Putri? Pilus. Pilus. Pilusnya pilusnya ya kurang kriuk soalnya sudah direndam. Sudah direndam. Coba ya. Heeh. Ma kenyal ngono to. Iya. Kenyal-kenyal kayak kerupuk dikum gitu ya. Kerupuk dikum. Kerupuk dikum kayak s enek gurie ya. Iki enggak enek gurie. Oh iya betul. Apa iki isinya apa Mas Agung? Itu isinya ayam. Untuk isnya ayam ini kulitnya cukup tebal ya jadi alot. Alot guys. Tapi yang original ini kayaknya lebih lebih crispy gitu ya. Kalau yang kalau yang enggak di Oh, yang tanpa isi yang tanpa isi lebih crispy bumbunya lebih lebih kerasa. Heeh. Nilai nilai nilainya ini 7 dari 10. H. Ini kita pakai sandalnya putih karena putri yang suka jeleng ya. Lanjut lanjut ke gudang snack. Tengah dulu atau putri dulu? Ngambil dulu. Ambil dulu aja. I ambil dulu anunya mungkin kali ya. Kalau ini beda ya ee secara produk ini dari tampilan lebih kering. Coba icip kuahnya dulu. Hm. Ini lebih enak dari yang pertama secara produk ya. Ini secara penjualan juga lebih tinggi ya. 1.000 ya. 1000. Bisa enggak, Bu dilihat misal kayak 1.000 itu terjual dalam berapa hari gitu bisa enggak dijual? Kalau itu belum bisa sih Pak. belum bisa. Total penjualan R.000. Berarti boleh diasumsikan produk ini lebih laku daripada yang yang tadi pertama tadi. Walaupun kita enggak tahu startnya bareng atau enggak ya. Iya. Itu itu kayaknya saya biasanya kalau mengulik produk di Shopee itu saya lihat dari ulasan bintang satunya dulu biasanya itu komplainnya kayak apa, seperti apa, baru naik naik naik sampai ke bintang lima seperti itu biasanya. Oke. Dari kalau dari rasa lebih kalau kuahnya ini lebih enak dari yang pertama. Ini lebih ngalu. Iya. Tapi krimnya ya juga kurang menurutku. Kurang. Ini juga sama-sama tidak ada saran penyajiannya. Polosan. Heeh. Heeh. Jadi mungkin teman-teman ee UMKM tambahi saran penyajian. Saran penyajian putih ya. Mungkin dikasih selembar sini gitu ya. Iya. Itu misalkan kayak berupa kartu apa stiker bisa. Ini sangat polosan banget dan ketiganya tadi polosan semua. polos semua tidak ada tidak ada apa instruksi ataupun bahan-bahan dan lain sebagainya mungkin lebih lebih modal dikit akan lebih bagus gitu ya. Iya. Ini untuk kulit cirengnya lebih tipis yang ini daripada yang pertama. Oh iya betul. Lebih pedas ini, Pak. Isinya dari yang pertama ini di dalamnya ada apa aja, Put? Ini, Put. Ada ayam. Ini kayaknya dimasak pedas, Mas Putra. Ayam ini ayam toh? Iya, ayam kayak ayam cuwir gitu loh. Oh, iya. Ini isinya udah pedas dari yang pertama pedas. Ini kasih kuah lebih mantap. Heeh. Ternyata ini lebih enak, Mas, ya daripada yang tadiama. Heeh. lebih kerasa. Kalau berarti kalau penjualannya lebih tinggi ya memang dari segi rasa lebih enak ya, Mas. Masuk kalau dari lidah lidah orang awam kayak saya ini ya masuk masuk sih ee mungkin bagi orang yang suka pedas terutama bagi mungkin di wilayah Jawa Timur kayak kita ini lebih cocok tadi ini nilainya berapa, Put? Kalau ini 8/10 jadi produk gitu ya. Iya. Ini yang kita review terakhir yang paling banyak penjualannya Mas Putra. Oh, yang sampai berapa ini penjualannya, Mbak? Ini 3.000 lebih. 3.000 lebih. Kalau yang tadi 800, yang kedua 1.000. Yang ini 3.000 lebih. Kelebihannya apa ini kira-kira? Ini dari tampilan kuahnya lebih menarik daripada yang kedua tadi. Iya, tampilannya kuahnya kayaknya lebih creamy ya. Ini bisa dilihat teman-teman. Iya. Kelihaan enggak? Nah, ini lebih creamy dan lebih banyak Mas Putra. Oh, iya. Dan lebih murah Pak Agung. Ee kan lebih banyak ya. Artinya lebih murah. Harganya juga lebih murah ya. Iya. R.500. Yang ini yang lainnya 16. Yang ini 16, ini 18. Dan dapat banyak. Iya. Dan ini apa itu namanya? Cirengnya ini ya. Kalau kita megang pegang kayak mayang tadi itu beda. Tadi itu lebih keras. Kalau ini lebih gimana ya? Lembut. Coba. Coba ya. Coba transparan. Moncrot. Eh moncrot. Transparan ini ya. Ini sampai transparan loh guys cirengnya itu transparan di dalamnya ada isinya transparan toh. Kelihatan enggak ini? Kalau asinnya ke transparan. Kita coba dari ini. Hmm. Heeh. Ini kulitnya ada rasanya Masung. Heeh. Daripada yang dua tadi ini kulitnya ada rasa gurihnya. Ini sebenarnya lebih tipis ya. Jadi dia lebih enggak ngoyo betul-betul. Lebih enak sihu. Kuahnya kuahnya. [Musik] Heeh. Ini juga lebih creamy, Mas. Knya lebih enak, lebih kerasa wanginya itu lebih keluar. Heeh. Dari warna juga beda. Ini lebih kental. He. Coba coba di celupin. Kalau ini satu bungkus sih kurang kurang kayaknya ya. He. Nah, ini baru berasa kejunya. Krimya enak. Jadi alat. Tapi sebenarnya ini gimana ya? Kalau sing tadi aku masih ketika dimakan sama Aqua itu masih fiyffy. Masih hampir sama. Heeh. Yang kedua tadi sebelumnya tadi. He. Oh. Karena memang aku kan suka anu ya, suka kriuk ya. K menurutku sing kedua ituu dapat kriuk gitu loh. Yang tadi yang kedua ini kayak kurang kurang kriuk ee kelembekan kalu. Nah menurut saya ini untuk cirengnya yang enak itu yang nomor dua. Kuahnya yang enak nomor tiga. Oh bisa jadi. Heeh. Mungkin kalau itu dipandukan di kependukan mantap Pak. Heeh. Ini kuah enak. Tapi yang dua juga enak sih kuahnya. E kayak kaldu. Tapi andaikan ditambahi krim juga lebih enak. Iya sih. Kurang kurang kurang tebal gitu ya rasanya ya. Heeh. Heeh. Kayak piye ya lemas kayak ada yang kurang kayak gitu. He. Tapi ketika dimakan sendiri enak. Iya. Tapi kalau sama kuah jadi lebih enak lagi Pak dimakan sama pasangan sih. Lebih enak lagi Pak dimakan sama pasangan sih. Mantap. Oh, sendiri. Kasihan. Iya, yang lihat sendirian misalnya. Iya, biasa itu orang sudah lama sendirian itu ya. Tapi kenapa Mas ini ee terjual paling banyak ya secara analisa bisnis ini? Mungkin kalau dari orang awam sih ini kan kalau kita makan satu kurang satu bungkus kelihatannya kurang ya, Mas? Masih kurang sih kayaknya rasanya kuahnya itu tebal. He dipadu sama rasa cirengnya yang tipis itu masuk menurut saya sih. Tapi kalau aku disuruh beli aku mending beli yang kedua. K yang kedua. Yang kedua. Kalau saya yang ketiga aja. Yang ini ya? Iya. Saya mending nomor tiga aja kalau yang ini. Oh, ya. Memang dari masyarakat memilih untuk beli kan dari kuahnya itu kan memang enak yang nomor tiga mungkin karena dari harganya paling murah di antara yang dua tadi makanya yang ketiga ini terjualnya banyak. Yang paling laris ya. Eh kesimpulan dari saya ee secara review sekilas ini untuk yang produk yang kita review pertama Ibu mungkin bisa ditambahi apa stiker atau apa. Terus mungkin dari ketiganya kurang ada produk ee petunjuk penyajian. Itu sangat penting supaya kita para konsumen ini tahu cara masak dengan benar itu seperti apa. Suak standarnya itu gini loh cara masaknya gitu biar rasanya ketemu ya gitu. sesuai yang racikan gitu kan. Kalau kayak usaha-usaha pemulai gitu enggak kalau dari sudut pandang legal enggak perlu izin ya, Mas ya. Jalan aja dulu gitu ya. Kalau sudah bisnis berjalan itu kan biasanya yang mengikuti legalitasnya terutama badan. Badan usaha itu harus ada. Terus kalau sudah badan usaha sudah ada berarti kan di dalamnya sudah mulai ada sirkulasi uang masuk dan keluar. Otomatis nanti untuk perpajakannya juga nanti lebih enak. kita juga bisa membantu untuk mendampinginya kayak gitu. Oke, e lanjut ke produk kedua ya, Mas. Produk kedua tadi ah ini produk yang saya suka berarti ya. Terus kemudian kalau packaging rata-rata kurang ya, Mas ya? Kurang. Kalau saya orang packaging polosan. Kalau saya dari orang awam melihatnya itu ya kurang kurang kurang menarik sih. Kurang menarik. Nah, jadinya kan harganya juga kelihatan mohon maaf murahan kayak gitu ya. Jadi kita kurang menarik juga. Terus ya untuk rasa sih kalau dari saya sebagai orang awam rasanya lumayanlah lumayan bisa dinikmati bisa dinikmati. Iya cuman untuk packaging-nya sing yang kurang menarik kayak gitu. Terus kalau yang ketiga itu yang paling yang paling tinggi penjualannya dari yang ketiga kita review memang murah ya Mas ya. Iya murah dan volumenya banyak tapi tetap kembali lagi untuk kemasan yang masih kurang. Kemasan kurang. Heeh. Kalau bumbunya udah enak bumbunya ya. Masuk dari rasa. Heeh. Masuk rasanya. Cuma ya ditambahi lagi dari segi kemasan. Dikitdikit diperbaiki. Diperbaiki teman-teman. Seperti itu review kita. Ee coba teman-teman tulis di bawah nih ee masukannya e untuk kita e apa kita mau review apa, terus penyajian kita seperti apa. Barangkali nanti teman-teman punya ide yang lebih baik tentu akan kita dengarkan. Dan bagi teman-teman yang pemula, semoga tayangan ini bisa menginspirasi teman-teman untuk mencoba mengkreasikan sesuatu yang baru sehingga teman-teman tidak takut untuk mencoba ee sesuatu yang baru. Dan semoga tayangan ini tadi memberikan sebuah wawasan bahwasanya ada produk yang lagi ada yang lagi baru naik namanya cireng kuah keju. Terima kasih sampai jumpa di next review lagi bersama kita bertiga. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.