Dari Buruh Cuci Truk Jadi Pemilik Brand Cincin Custom Premium No.1 di Indonesia
9YKCIHDkrkI • 2025-08-01
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
[Musik]
Jadi awal saya ya buruh cuci truk sama
bis mobil itu ya orang lain pada pacaran
saya nyuciin motornya gitulah kira-kira
gitu.
Di situlah saya di laundry lah kata
Allah itu saya dipisahkan dengan istri
yang saya sayangi. E saat itu juga
posisinya hamil dan melahirkan. Di titik
itulah yang titik terberat dalam hidup
dititanya.
Ya, asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Namaku Soko Artio. Saat ini
diamannya Allah sebagai CEO dan founder
dari PT Kota Giri Jaweleri Grup.
Brandnya namanya Kota Giri Jaweleri.
Perusahaan manufaktur, cincin kawin,
anniversary, dan juga fashion. Num ya
insyaallah di Indonesia dan juga diaman
juga sebagai Presiden Sukses Berkah
Community sekaligus jadi pengasuh
pesantren Quran Riyadul Janah Indonesia
yang ada di Bantul. Kurang lebih
santrinya sekitar 400 sampai 500 anak.
Kota Gereja Grup itu sebenarnya grupnya
ya amal usahanya salah satunya ya kota
gereja itu sebagai yang utama. Terus
pusat pelatihan dan pendampingan super
tim itu yang kedua Mas. Jadi kita punya
dua. Jadi ee Kota Gede Joleri dulu 2015
sampai sekarang baru yang lini kedua itu
pelatihan pendampingan khusus
pembangunan supertim. Jadi itu banyak
teman-teman yang minta jadinya saya
ngadain itu karena ada permintaan dari
rekan-rekan gitu.
Berdiri dari 2000
15 Maret 2015. Berarti kalau sekarang
saya usianya 34, istri juga 34. Ya wajah
mungkin agak boros tapi kalau usia masih
34.
Jadi e orang tahunya kan saya di Kota
Gede Joler ini kan biasanya ya kalau
toko emas itu seorang owner yang seusia
90 itu adalah generasi kedua atau
ketiga, Mas? Minimal kedua
maksimal-maksimal ya ketiga, keempat.
Engkongnya sudah punya emas rata-rata
dan Chinese ya. Nah, kalau ini
engkongnya enggak ada emasnya dan juga
bukan sainis. Jadi, saya dulu, Mas,
mengawali ini itu ketika lulus saya anak
orang tidak punya. Saya ditinggal orang
tua itu Bapak sejak umur 2 tahun saya
sudah ditinggal. Bapak kena penyakit ee
kanker otak. Jadi, saya ditinggal dengan
ibu saya seorang janda yang cukup
miskin. Jadi, yang lain sudah punya
listrik saya belum punya. sampai dengan
ee kita berjuang sama ibu ya penuh
pengorbananlah jadi buru lah mam saya
itu jualan sarung bantal dari mulai
pasar Jogja ke Solo. Lalu ee muncullah
saya di titik terakhir itu di 92 90
lahir 92 Bapak enggak ada. Ee emak itu
membesarkan saya sendirian dan tidak
menikah lagi sejak saat itu. Karena
tidak mampu saya profesi awalnya itu
bukan seorang jualan emas, Mas. Saya pas
SMA ya buruh kayak bikin boneka dari
rotan itu. SMA saya sudah boneka rotan.
Terus ketika lulus SMA saya itu buruh
cuci bis dan truk, Mas. Terus ketika mau
kuliah itu tidak punya uang keterima di
UIN saat itu ya. Karena ternyata pas
wayah bayar Bapak angkat juga kena
halangan jadi saya enggak bisa masuk.
Jadi alhasil saya jadi dep kolektor
dulu, Mas. Sebenarnya untuk mulainya itu
ada dua, Mas. Sabtu itu saat SMA itu
sudah mulai kan kita di Kota Gede Mas
Sentra Perak. Saya lihat itu banyak
juragan-juragan gitu loh. Ok lah kalau
orang ngomongnya sekarang tuh orang kaya
lama lah OKL-okl enggak banyak flexing
tapi asetnya banyak itu ya saya belajar
I caranya op sih sugih saya penasaran
gitu kok saya kere gitu kan asalah saya
apa gitu kan. Nah, saya lihat, oh
ternyata mereka produksi perak di sana.
Terus saya belajar, "Oh, sahabat Nabi
kok kaya-kaya. Saya kan juga mikir buka
bukunya. Oh, ternyata pinjam." Nah, saya
mulai pinjam Mas ke Pak Bandio namanya.
Kalau beliau nonton ini ya, Pak Bandiono
itu minjami saya, "Pak, boleh gak saya
pinjam? Saya tak nyeles. Mulainya yang
tak tekuni sales kuliah, Mas." Mulai
kuliah itu saya nyeles sama privat untuk
yang hariannya itu 1 bulan ya empat
siswa kira-kira satu siswa 300. Kalau
bayarnya enggak molor gitu ya. Kadang
suka menjelang hari H enggak dibayar
saya. E kalau yang itu harian sudah
kecukupan saya untuk ngidupin orang tua
pakai R1,2 juta itu, Mas. Emak saya
kasih tuh 700, 800 sayanya yang 300 gitu
kan. Nah, terus dari Pak Band itu saya
pinjam itu barangnya, Mas. Pak, boleh
enggak saya pinjam, Pak? Saya enggak
punya, Pak. Jaminannya enggak ada, Pak.
Ya wis, pokoknya nek jenengan saya
maling ya nanti jenengan tahulah rumah
saya, Pak. Itu akhirnya pinjamin, Mas.
Sedikit-sedikit hari satu tas. Pak
Haryanto itu juga saya pinjami itu satu
tas juga boleh gitu kan. Begitu pulang
saya balikin itu tasnya, ini
penjualannya. Untungnya saya kasih dulu,
Mas. Saya enggak ngambil untung, Pak.
Ini kulaan misalkan dulu tuh cincin saya
ingat Rp100.000-an, Mas, kulanya. Nah,
satu pasang 80 sampai 100 saya jualnya
350, Mas. Emang standarnya segitu, Mas.
Kalau perak emang tinggi, ya. Makanya
itu orang Kota Gede kayaknya luar biasa
karena pengalinya itu GP-nya kencang.
Nah, itu terus pulang saya kasihin,
"Pak, ini lakunya sekian. Ya wis, kamu
sekian, aku sekian." Gitu terus, Mas.
Berjalan terus. Dan saya enggak pernah
enggak ngembalikin, Mas. Ngemplang juga
enggak pernah. Jadi tak balikin terus
itu tepat waktu misalkan seminggu ya
seminggu gitu. Nah terus percaya kasih
terus di titik itulah saya jadi seorang
sales Mas ya. Dulu kan enggak tahu
tentang Islam banget terus enggak boleh
pacaran. Enggak tahu ya orang pacaran
saya kasih saya beribik supaya beli
cincin gitu ya dengan bahasa emosional
kayak apalah pokoknya ya. Cara nih dia
beli dosen saya suruh beli teman saya
suruh jadi distributor reseller itu
berjalan terus sampai saya lulus kuliah.
Kira-kira begitu. Berarti kalau kuliah
itu 2008 Mas. Nggih. Lulus 2012 yang S1.
Nggih. Itulah wasilah bisa lulus karena
bioperasionalnya dari situ Mas. Kan
beasiswanya hanya ngover SPP aja, Mas.
Enggak ngover yang lain-lain. Ternyata
yang lain-lain lebih banyak orang
kuliah. Saya kan baru tahu toh orang tua
saya enggak ada yang kuliah kok. Jadi
itu itu setelah kuliah, Mas baru saya
kembali lagi ke dunia kela, Mas. Masuk
lagi ke bank plat biru depannya B lah
pokoknya kayaknya cuman satu deh. Itu
saya masuk enggak jadi depollektor, Mas.
Malah diminta jadi HC Mas. human capital
atau HRGA yang bantu atasnya saya nyari
depollektor, Mas. Jadi malah naik kelas
saya punya kartu kredit lima. Jadi kalau
di bank ya berat itu. Jadi masuk lulus
saya belum hijrah, Mas itu belum belum
tahu yang namanya riba itu belum tahu.
Saya masuk ya pokoknya kerenlah ee Bank
Biru depannya B lah. Pokoknya kerenlah.
Itu swasta terbesar lagi di Indonesia.
Itu masuk posisi langsung mentereng. Mas
HRGA. Oh lah ya. itu kan bisa membantu
menentukan orang masuk dan enggak di
level itujejerin teller-teller milihin
aduh itu ya terus dep collektor bantu
ngerekrutin sama atasan walaupun saya
support tok tapi repot dan di ujung saya
diamanahkan untuk diminta naik jabatan
dapat penghargaan lagi sga terbaik tanda
tangan regional dari bank tersebut oh
senang banget noh mas main kartu kredit
lim ya seneng ya toh lima kartu kredit
bedep semua karena rekan saya lebih
bedep gitu jadi saya terbawa di
perbankan itu biasa Biasa, Mas. Gaji
enggak nyampai dua, tapi limitnya R juta
itu biasa, Mas. Lima kartu kredit kalau
satunya R.000 kan 25 ya. Kalau lancar
kan upselling. Caranya lancar kan
diputar-putar terus. Jadi lancar deh
Kumanya gitu. Tapi kelam saat itu belum
belum paham hijrah dan saya belum
menikah saat itu Mas karena 2000 2000
Mas 2003 2012 ya. Dan saya nikah baru
2013. Resahnya itu karena saya sering
masuk rumah sakit Mas. Jadi saya
punyakan penyakit itu emah tiba-tiba
sakit emah terus masuk rumah sakit itu
sebulan bisa mungkin dua kali kayak IGD
terus berhubungan dengan apa yang saya
makan dan perut akhirnya banyak yang
menyadarkan dari kajian dari banyak hal
itu. Dan juga ketika saya menikah istri
ngomong, "Mas, itu bukan pekerjaan yang
baik. Kartu kredit itu bukan yang baik.
Kerja di bank itu bukan hal yang baik.
Kalau ada pekerjaan yang lain, Mas Joko
bisa cari pekerjaan yang lain." Tapi kan
saya enggak punya pandangan. Keluar
dulu, insyaallah nanti ada pekerjaan.
Saat itu saya keluar, Mas. Jadi
benar-benar karena saya modelnya jarang
ngomong, tapi sekali ngomong saya selalu
itu mutiara yang saya tahu dan itu
jarang orang kalau sering ngomong dengan
yang jarang ngomong beda kok. Saya yakin
dan dia mempertimbangkan betul itu
ngomong dan teman-teman saya juga ya
mungkin yang melihat tayangan ini ya
sudah banyak yang ketika saya keluar itu
banyak aja yang ngikut keluar. Jadi bisa
bersama keluar terus kita karena istri
ya kita cari pekerjaan lain yang
diterimalah saya di sebuah perusahaan
sarung terbesar di Indonesia. Paganya
HRD tapi sudah lebih tinggi namanya HR
supervisor atau HR leader di sana
membaai 1950 orang karyawan. Di situlah
saya belajar banyak tentang SuperT.
Totalnya kalau PCI itu sekitar dua.
Kalau yang di Sarung Atlas ya saya sebut
merek karena dua-duanya baik sama saya
ya dan kita berpisah semuanya dengan
baik. Itu sekitar 3 tahun. Jadi totalnya
saya karyawan itu sekitar 5 sampai 6
tahun. Selesai di 2016. Oh, enggak
enggak lama. Saya di bank itu hanya
sekitar 2 tahun gak pakai nganggur, Mas.
Jadi ketika istri minta itu untuk
keluar, saya keluar. Padahal saat itu
saya belum punya pegangan, ya. Hanya
punya tabungan beberapa. Saya keluar
lalu diterimalah di sarung Atlas
tersebut. Itu posisinya di Pekalongan,
Mas. Itulah yang jadi titik balik banyak
hal di kehidupan itu. Karena justru
storynya yang paling paling bisa
mengubah hidup itu ada di sarung Atlas.
Atlas itu tahun pertama saya hijrah,
Mas. Ketika ditanya apa istimewanya
sarung BHS dan sarung Atlas? Itu kan PT
BHSK sarungnya Atlas sama BHS. Di
sanalah saya berjumpa dengan kehidupan
baru sebagai seorang manusia yang
menyelesaikan hutang-hutang. Utangnya
enggak banyak, Mas. Cuman R0 jutaan plus
kartu kredit 5. Tapi bagi saya yang
gajinya itu saat itu enggak nyampai di
angka lima, itu jadi masalah. Kan kecil
ya, cuman sekitar Rp3 jutaan saat itu.
Hutangnya masih 70-an. sampai
dikejar-kejar di kolektor tapi saya saya
telepon saya selesaikan semua satu
persatu sampai dengan close semuanya
selesai dapat surat lunas dari bank gitu
Mas. Jadi kalau memang ditanya apa yang
selesai, nah di situlah saya dilondri
lah kata Allah itu saya dipisahkan
dengan istri yang saya sayangi. Ee saat
itu juga posisinya hamil dan melahirkan.
Di titik itulah yang titik terberat
dalam hidup. Kalau ditanya titik
terendahnya bukan saat saya jadi de
kolektor tuh bukan. Titik terbarat saya
ketika saya dipisahkan dengan emak yang
saya cintai, istri yang saya cintai,
anak-anak saat itu juga masih dalam
kandungan anaknya. Itu perjalanannya,
Mas, itu kalau Jogja sama Pekalongan.
Jadi, jaraknya kita sekitar kalau naik
motor ya itu sekitar 6 jam sampai 7 jam.
Dan saya tempuh tuh naik motor, Mas.
Karena memang saya kangen, saya harus
menunaikan kewajiban suami. Saya pulang
itu setiap minggu, Mas. Triggernya
adalah hijrah itu munculnya ada orang
yang diberikan soft ya, teguran
ringan-ringan. Kalau saya tegurannya
sudah cukup berat ya. karena sakit yang
berkepanjangan. Terus saya tiba-tiba mah
itu enggak sembuh, tiba-tiba langsung
dinyatakan operasi khusus buntu, Mas.
Dan itu enggak ada angin, enggak ada
hujan. Tiba-tiba saya sakit semua di
pencernaan. Lalu saya bertemu dengan
guru-guru kiai, saya minta nasihat, saya
minta arahan. Ternyata saya salah. Apa
yang saya makan dan saya berikan ke
keluarga itu salah. Terus juga enggak
tenang, jarang bisa tidur karena punya
kartu kredit, terus dikejar-kejar terus.
Jadi ininya tuh kanu, Mas. Berat.
Akhirnya berat terus enggak tenang.
Hidup itu rasanya tuh kalau bangun itu
berat gitu, Mas. Enggak enggak bisa
menikmati hidup. Pagi cerah tapi sayanya
yang enggak cerah gitu ya. Benar-benar
enggak merasakan aduh gimana gitu ya
neranginnya ya. Jadi benar-benar sudah
sampai di titik wis i sumpek lah Mas.
Ini ada yang salah dengan hidup saya dan
saya cek ini enggak sesuai ini dengan
yang seharusnya saya cicip sebagai
manusia kan diciptakan untuk menghamba,
bukan untuk main kartu kredit untuk
utang bukan untuk main di bank dan
sebagainya.
Titik baliknya adalah orang bertanya
mulainya dari mana dan inspirasinya dari
siapa. Banyak orang kan datang dari
YouTube pecah telur misalkan ya YouTube
apa gitu ya terus dari orang lain saya
gak Mas. Saya dititik di mana ketika
saya sudah benar-benar pasrah. Saya
capek betul itu Mas dan lelah betul
lelah fisik, tenaga, pikiran orang
sayangan saya di Jogja. Saya kerja di
Pekalongan, Mas. Gaji itu R3,5 juta. 3,5
juta dua tungku. Terus di sana saya
hidup hanya dengan mungkin R juta karena
uangnya dikasih istri untuk hidup dan
juga bayar hutang sisa R juta, Mas. 1
bulan, Mas. Potong bensin perjalanan
itu, Mas. PP itu wah paling tinggal 600.
Saya hidup paling Rp600.000, Mas,
sebagai seorang leader, Mas. Dan orang
enggak ada yang tahu tuh segitu. Paling
hanya beberapa sahabat yang nyupport
saya makan di titik itu. Sampai dengan
naik motor itu, bayangin, Mas, naik
motor Jogja. Saya kalau hari Minggu
berangkat dari Jogja penuh dengan sedih
itu jam . malam naik motor sampai
Pekalongan itu jam 3. dini hari. Jam
3.00 itu tidur sejenak salat subuh.
terus melek enggak bisa tidur lagi. Jam
. sudah apel pagi dan itu tiap hari
Senin begitu tuh kalau Jumat pulang dari
sana Pekalongan itu Jumat dan apa dari
sana sore gitu ya jam . Sampai rumah
sudah dini hari terus dan itu mungkin
kalau orang Mas enggak takut setan saya
kok enggak kepikiran setan saya sudah di
titik di mana enggak menakutkan siapapun
hanya Allah yang saya takut jadi Allah
jadi sandingan di titik itu paling berat
nih Mas perjalanan jam 12.00 semalam di
pantura itu motor saya tuh mati lampunya
Mas dan itu motor satu-satuan hujan
deras hanya ada hujan deras mati
otomatis saya harus di belakang truk itu
lampu truk kan merah ya saya di belakang
izin sama sopir truknya saya tuh buntuti
terus selama 2 jam sampai ke Pekalongan
di saat itu udah di titik sudah sangat
capek saya berdoa di tengah jalan di
tengah hujan deras itu antara air mata
dengan apa dengan hujan itu udah enggak
enggak bisa dipisahkan saya sengaja saya
buka itu apa ee helmnya saya buka di
tengah itu saya masih ingat namanya
daerah Tersono menjelang Subah itu hal
yang paling horor, paling riskan, begal,
aneka macam di sana semua. Saya datang
terus. Ya Allah, Allah pun moten kuat
saya. Saya saya bilang saya enggak kuat
Allah. Saya wis ora kuat tenan. Saya
menghamba engkau yang maha kuasa engkau
yang maha kaya. Tolong saya dijadiin
seorang pengusaha saja ya Allah. Biar
waktu saya bisa cukup untuk keluarga.
Jangan sampai saya itu meninggal di saat
emak saya tuh saya enggak bisa nyanding
gitu. Mak, saya sudah 73, Mas. Saat itu
65 saat itu dan sudah sakit-sakitan.
Jangan sampai saya enggak ada di saat
orang tua saya meninggal. Jangan sampai
keluarga saya itu kayak gini terus itu
saya udah aduh saya udah habislah itu
nyawa saya saat itu naik motor sambil
wah itu habis jadi titik itu hari
berikutnya saya puasa da terus Mas
sampai beberapa bulan nah 15 Maret 2015
malamnya itu saya tuh dapat mimpi
blueprint kalau panjenengan tahu
blueprint itu lengkap banget Mas detail
namanya itu brandnya Kota Gede Jawelari
dibukanya channelnya di mana Instagram
postingnya harus kayak apa guru yang
ditemui siap besok belajarnya apa
bagaimana cara memulainya itu ada semua,
Mas. Jelas. Bahkan saya paginya masih
bisa nyalin itu blueprint-nya itu. Jadi,
bangun itu terjadi blueprint antara jam
.00 sampai jam .00 dini hari. Ini
mungkin orang banyak yang enggak
percaya, tapi banyak orang mendapatkan
petunjuk itu lewat mimpi. Salah satunya
saya ketika dititik saya sudah
menghamba, wis enggak kuat ya Allah.
Pokoknya kulo manut loh pokoknya itu
dapat detail namanya. Alamat akunnya aja
saya dikasih tuh sama Allah itu detail.
Akunnya harus posting apa aja terus
gurunya besok belajar ke mana itu ada
ya. Saya cari ada itu gurunya itu detail
itu Mas. Jadi benar-benar kalau ditanya
mulai dari mana? Dari mimpi, Mas. Tapi
jauh sebelum mimpi itu datang kita sudah
menghamba, sudah payah betul dan sudah
riadah dan sedekah barang terakhir yang
saya miliki yang berharga saya itu iPad
ya saya jual, Mas. iPad saya jual saya
pakai HP biasa ada sisa uang sekitar R2
juta mungkin saya kasih ke orang tua,
"Mak, saya belum bisa bakti ini iPad
saya jual ada R2 juta. Panjenengan ambil
aja monggo ambil berapa mak saya?" Ee
saya ambil 500 aja le sisanya kalau mau
disedekah yang lain monggok itu diambil
500 itu dunia berubah itu, Mas. Di titik
itu dunianya udah signifikan. Dan sejak
saat itu terakhir di ujung ikhtiar saya
setelah puasa neka macam sedekah
berharga gitu ya, saya nulis surat ke
seorang kiai di daerah Gunung Kidul
namanya beliau Kiai Harun Alrasyid. Saya
nulis, "Pak Kiai saya sudah dalam
kepayahan. Saya mohon saya bukan orang
yang baik. Saya mohon saya dibantu doa
karena doa saya mungkin tidak berlaku
untuk orang hina seperti saya, Pak. Masa
lalu saya kelam, Pak Kiai, mohon saya
dibantu doa tercapai satu, saya bisa
kuliah lagi. Saya bisa jadi pengusaha,
saya bisa mengumrahkan keluarga saya,
saya bisa mencukupi kebutuhannya. Saya
pengin meninggal, orang tuanya masih
bersamping saya. Terus saya tulis semua
dan alhamdulillah saya tulis semua itu,
Mas. Semuanya tercapai. Hanya satu yang
belum itu karena memang haji ya haji
memang ada beberapa tahun lagi
insyaallah berangkat. Tapi yang lain,
Mas semuanya sudah terkabul lengkap.
Bahkan bonusnya itu banyak hal dari Kota
Gede Jaweleri jadi seorang mentor, jadi
pembicara Mas itu sudah Mas hampir kalau
dibilang apa yang 34 yang masuk belum
tercapai. Ada, Mas. satu tok mungkin
haji karena haji berbagai macam tawaran
berangkat haji lebih cepat saya menolak
saya tahu ujungnya ke mana kok itu
duitnya tanpa kuitansi dipercepat saya
enggak mau saya mau yang natural aja lah
gaji plus ya plus kayo memang saatnya
berangkat ya berangkat percepatan 60
sekedepan motor tinggal transfer tapi
saya enggak mau saya tahu kok itu bukan
hal yang baik kalau resmi pasti ada
pengumumannya kan gitu hanya itu tok Mas
yang berucap kalau yang lain insyaallah
sudah di 34 ini mungkin bagi saya maka
ketika sudah selesai itu guru saya
mengajarkan kalau segera selesai dengan
diri sendiri maka sudah bisa bermanfaat
lain. Maka 2019 saya sudah selesai, Mas,
dengan diri sendiri. 2019 di usia saat
itu berarti belum ada kepala tiga,
mungkin 29.
[Musik]
Part membangun ya dari blueprint yang
pertama dia Allah kasih lewat mimpi itu
hanya cukup untuk berjalan ternyata
hanya untuk satu step. Kalau di bisnis
itu how to start, how untuk memulai
sedangkan how to grow, how to
establish-nya enggak ada. Tak cari itu
blueprintnya enggak ketemu, Mas. Emang
ternyata itu memang didedikasi Allah itu
penting k mulai saat itu saja. itu
blueprint itu cukup untuk jualan cincin
itu 30 pesis 30 orderan sebulan itu
sudah nyampai itu blueprint dari Allah
itu satu cincin itu kalau yang premium
saat itu bisa terjual di angka Rp3
jutaan Mas dengan GP bisa sekitar 40%
itu saat itu masih nututlah ya separuh
lah itu masih ok lah kalau separuh saja
Mas sekitar 1,5* 30 itu kan udah cukup
masih usia muda dapat 30-an saat itu
yang sudah lama banget loh sudah cukup
gaji karyawan sudahlah beberapa cukuplah
gitu modalnya enggak pakai modal Mas kan
kita bisnisnya nya di blueprint ada
tulisannya you tidak perlu modal
modalnya dari customer udah ada Mas
syaratnya itu sudah tertulis jadi nanti
bukanya cincin nanti custom nanti PO
nanti PO-nya itu DP-nya kamu set 80 itu
ada Mas detail saya juga mungkin kalau
suruh suruh nyeritain kayak apa wujudnya
bingung tapi kalau disalin paginya masih
bisa jadi kalau 80 HP-nya enggak nyampai
80 kan kenapa saya harus modal Mas lah
iya toh enggak perlu maka saya juga
bingung lah itu terus piye Gusti Allah
mulain itu sudah dijawab di dalam mimpi
itu ada nah itu cukup untuk sampai
dengan how to start. Nah, how to run,
how to grow gitu to how to establish
itu. Itu ketemulah sama yang namanya
Coach Ridwan Abadi di pendampingan
wanjer coaching, pendampingan bisnis 1
tahun sukses berkah community pecah
telur kemarin ada. Nah, itulah saya
sudah mulai jalan ngomset timnya sudah
mulai 7 sampai 10 ketemulah sama Kosit
One baru ditata di sana dapatlah sekolah
gratis 1 tahun 12 kali pertemuan
keliling-keliling Indonesia ora dibayar.
Beliau enggak mau dibayar kita hanya
bayar untuk makan sama penginapan. Mas,
betapa mulianya ada orang kayak gitu.
Saya juga enggak percaya tuh di dunia
masih ada orang kayak gitu. Tapi beliau
guru ya. Ternyata urut itu Mas diajarin
basic-nya bisnisnya bagaimana. Purpose
of life, tujuan berbisnisnya enggak
boleh balas dendam, harus bermanfaat.
Terus distribusinya marketing, branding,
marketing, selling, present production,
human capital, keuangan itu setahun,
Mas, digembleng 2019 sampai 2020. Jadi
yang blueprint itu cuman berlaku 2015
sampai 2018, Mas. Ternyata cuman berlaku
3 tahun. Acek kenapa enggak ngasihnya
tuh full saya itu ya. Ternyata enggak
ngasih segitu aja udah cukup, Mas, untuk
kehidupan. Udah udah sisa itu untuk
kehidupan. Yes. Yang bertembuh secara
corporate ya, Mas ya. Dibangun CV-nya,
dibangun PT-nya itu yaitu 2019 yang PT
lah ya. Kalau CV sudah dari awal. Ah,
kalau itu sudah 2017 sudah buka, Mas.
Yang di gedong Kuning kecil. Ukurannya
sekitar muka 8 belakang ya sekitar 10
lah, Mas. Enggak gede-gede amat. Itu
kecil satu ruko jadi dua ruko. Itu belum
ketemu dengan konstituhan abadi dan
belum ada sekolah bisnis. sekolahnya
masih ya S1 dengan sekolah blueprint
itulah blueprint itu dikasih Allah kita
praktikin aja tuh apa adanya dapat satu
toko. Nah, kalau mulai corporate yang
benar-benar tertata bagus itu mulai
2019, Mas. Alhamdulillah Allah titipkan
ini sekarang outlet-nya enam Mas. Jogja
dua, Semarang, Surabaya, Bandung, Solo
gitu ya kan dan beberapa mitra. Tapi ee
yang saya sebut yang apa yang milik kita
aja. Yang lain kan cuma
reseller-reseller enggak kita sebut.
Nah, itu dulu sudah ada, Mas, di
blueprint, tapi awalnya cuman kecil, ya.
Nah, saya baru belajar ketika itu
bersama di OYC Wanjar Coaching itu kita
belajar lengkapnya enggak boleh satu,
Mas. income stream-nya. Jadi, multiple
income of stream. Jadi, makanya kalau
sekarang kenapa bisa banyak? Satu, kita
itu mainnya di cincin nikah atau cincin
kawin ya 1,2 sampai 1,5 juta orang
menikah setiap tahunnya lah ya. Itu
kalau kita ngambil 10% aja cukup. Dan
alhamdulillah kita secara rating seJawa
Bali itu yang pelayanan dan desainnya
paling bagus kita number one. Jadi bukan
kita yang ngomong ya, itu Google rating.
Kalau di rating itu sejawa Bali kita
paling banyak. Yang kedua kita ada di
anniversarian. Kalau nikah kan sekali,
Mas. Nah, sehingga suruh berputar pakai
apa? Anniversaryan. Anniversary kan
kalau punya uang setahun sekali loh,
Mas. Kalau punya uang ganti cincin terus
ya. Apalagi dulu cincinnya jelek terus
dulu dipinjam lagi sama suami enggak
dibalikin ya digadein ya. Terus sekarang
mungkin ngasihnya kan lebih banyak. Ada
juga cincin fashion. Fashion itu yang
karakter-karakter. Jadi fashion itu bisa
buat daily. Terus yang ini kalau fashion
biasanya marketplace. Kalau yang ini
biasanya lewat Instagram dan lewat yang
lain. Jadi pengaturannya enggak cuman
itu, Mas. Jadi banyak ada juga yang
repair. Jadi brand-brand lain yang
sahabat-sahabat kita yang berbuat onar
itu dikirimnya ke kita, Mas. Nerima kami
terima kok sebisa kami. Saya ngomong
kalau hasilnya kayak kami persis enggak
bisa, Pak. Tapi kalau kita optimalkan
bisa gitu ya. Kan banyak yang ditinggal
kabur Mas. Kasihan. Jadi mereka enggak
peduli dengan ratingak. Yang penting and
run kabur. Nanti datangnya kick kita.
Kita benerin matanya kita ganti yang
bagus kita terangin ini yang benar ini
yang bagus kayak gini. Yang jelek kayak
gini dileburang ya. warahmatullahi
wabarakatuh.
Kalau di perputaran uang mungkin saya
gak bisa cerita. Tetapi kalau untuk
ngopeni santri kira-kira bisa ngopeni
sekitar 400 Mas.
400. Jadi santri yang kecil itu 99, yang
dewasa itu 200-an. Eh masyarakat gitu
ya. Ee kalau tim kita tim saat ini
namanya santri karya itu sekitar 90-an
Mas ya. Satu santri itu macam-macam ya
Mas ya. Ada yang dapat satu santri itu.
Ada yang kalau full ya ada yang
Rp800.000 itu sekolah sama bensin 300.
Ada yang dapat Rp300.000 saja, ada yang
dapat makannya saja. Makannya tok.
Karena di pesantren kita itu full
service. Jadi secara secara itu tidak
bayar, Mas. SPP-nya gratis. Terus
seluruh pengajar itu certified tilawati
itu sampai level instruktur. Seluruh
pengajar itu jauh di atas UMK
pendapatannya, Mas. Kecuali di part
e itu gratis baju seragam satu set, Mas.
Tidak bayar. Terus nanti setiap datang
itu ada makan sama snacknya, Mas. every
day, every session itu dapat. Dan nanti
kalau orang tuanya ada pengajian dapat
sembako tuh satu sembako kira-kira ya
40-an rib kadang ada yang Rp100.000.
Kalau ada event parenting kemarin itu
kita ngundang duh keos kemarin
ngundangnya itu siapin sembako 400 gitu
ya yang datang 850 Mas. Jadi kalau Omsat
ya saya gak bisa cerita itu dalam bentuk
apa ngih dalam bentuk keyakinan untuk
tidak menceritakan tetapi kalau dalam
manfaat semoga jadi inspirasi
teman-teman supaya apa? Saya jadi
presiden SBC komunitas muslim. Kalau
saya nanti ngomongnya bab omset itu
penting, tetapi lebih penting manfaatnya
apa gitu. Karena banyak yang flexing di
sana itu mobilnya bagus, rumahnya bagus.
Saya flashingah untuk apa gitu loh. Itu
untuk mengundang hasad dan ain itu tok
manfaatnya. Tapi kalau untuk inspirasi
yo baguslah itu. Tapi kami tidak
menganut yang demikian. Jadi kalau ada
liputan aneka macam ya saya mungkin
manfaat-manfaatnya aja monggo diambil.
Kalau dibilang nih, Mas ya, Mas. Apakah
Mas Joko sejak hijrah itu pernah
kehabisan uang? Jawabannya pernah di
fase laundri saja, fase pembersihan
dosa-dosa. Itu bukan kehabisan lagi.
Enggak punya uang itu memang benar.
Setahun setelah hijrah. Jadi kalau ada
yang hijrah jadi lebih baik, belajar
salat, belajar ngaji, meninggalkannya
jelek, terus jadi kaya. Itu saya boleh
garis bawah ya, entar itu ada fase
sebelumnya yaitu fase laundry. itu
dibersihkan dosa-dosanya itu aneka
macamlah berhidup ayahlah biasanya itu.
Nah, setelah itu baru fasenya itu mulai
paling mungkin ya 2017 mungkin Mas sejak
saat itu itu kalau dibilang dompet
kosong Mas rekening kosong enggak pernah
ada fase mindset yang berbeda saat itu.
Menyadari bahwasanya kalau dulu fasenya
segera kaya, segera bisa mentereng yo
apa carane bisa ngece balik ya toh yang
dulu daftar namanya gitu ece balik gitu
ya. Ternyata itu salah. Ternyata fasenya
di mana kita sudah jadi lebih baik dan
hijrah itu kalau kita nanti menemukan
titik ini saya inati wusuki
wahmatillahiabbil alamin itu kalau sudah
tahu bahwasanya kita diciptakan hidup
itu untuk Allah kita tahu kok berarti
rezeki kita bukan untuk kita kita ambil
secukupnya kita sebar sebanyak-banyaknya
di titik itu, Mas kita mengerjakan
projeknya Allah Quran surah Muhammad
ayat 7 barang siapa menolong agama Allah
maka Allah akan menolong dan meneguhkan
berarti kan wis jelas w ada angin gini
mau COVID kita buka cabang Mas Covid
buka cabang jadi angene-angene ono sing
ngcei kan lain. Nah, di titik itulah
rezeki itu kalau dibilang enggak ada
hari kalau kok enggak ada uang tuh
enggak ada packening itu ada terus cukup
ya Mas ya. Saya enggak ngomong
nominalnya berapa miliar berapa anu
enggak tapi cukup pas butuh ya ada gitu
Mas kalau kalau ditanya butuh itu ya ada
gitu butuh berangkat umrah bareng itu
ada gitu jadi ya kalau banyak enggak
cukup kan sia-sia toh maksudnya saya
milih cukup aja jadi guru saya kiai saya
mending cukup le daripada banyak belum
tentu cukup katanya ng iya deng saya
pikir betul juga tapi sejak memikirkan
tentang hajatnya Allah maka benar Masin
itu memang beneran itu memang
benar-benar kita kayak wis dijaminlah
nanti pas sepi itu ya tinggal insyaallah
kok sepi gitu value-nya itu namanya
spiritual enterprise. Spiritual
enterprise itu visi, misi, nilainya itu
berdasar pada Quran dan hadis, kepada
nilai-nilai yang diajarkan dalam Quran
dan hadis dan nilai-nilai kebaikan
agama. Sehingga kalau memang mau masuk
di kota Goleri itu, maka seleksi
pertamanya adalah seleksi culture,
seleksi nilai. Nanti ada tim sendiri Mas
yang menyeleksi tim kami seleksinya dua,
satu as profesional ese spiritual. Jadi
asesor yang profesional itu ya nanti
isinya ya cek portofolionya. ee kalau
misalnya dia seorang digital marketing,
y portoflomu mana? You bisa menyampaikan
enggak yang kemarin buktinya apa?
Kompetensimu, sertifikatmu mana? Terus
pengalaman memimu kayak apa? Tapi yang
di sisi spiritual itu cek Mas satu-satu.
Ada namanya Ustaz Widodo, pimpinan
yayasan dan pondoknya yang datang ke
sini setiap kali interview ngecek, "Ayo
Mas ngaji." Gek ngaji. Nanti digrading
level tilawati 1 2 3 4 Quran boleh
diterima asalkan bisa membaca Quran
walaupun terbatah-batah. Tapi kalau buta
membaca Quran enggak boleh. coret banyak
banyak
banyak enggak cuman fotofolionya juga
sudah miliaran coret tetapan lah buat
apa toh wong dia sendiri aja sama Allah
gak berani kok apalagi kita yang cuman
makhluknya gitu kan logikanya kan dia
loh sama pencipta aja enggak hormat pagi
ora salat ngaji ora tahu poso blas
tahajud ora tahu enggak pernah sama
sekali Allah saja diginiin sama dia lah
apalagi kita yang yang seorang owner
yang cuman cuman pelaksana jadi bukan
untuk menakuti dan wah masoko ini garis
keras bukan bukan garis keras tapi kita
punya value enggak Enggak sama enggak
apa-apa. Di dalam SDM kan PKWT gitu
orang mau nikah kan sampean senang
enggak sama saya? Senang. Saya senang
sama jenengan. Ya sudah saling rida kita
menikah kan enggak ada yang dipaksa.
Harus menikah ya sama saya sama di kota
gereja wali juga enggak dipaksa. Mas
mbak tempat kami budayanya kayak gini
penilainya ada 7 sampai 8 elemen. Mulai
dari pagi itu subuh berjamaah di masjid
yang cowok. selawat duha, tilawati,
hafalan, salat tepat waktu, terus
berbakti pada orang tua itu banyak, Mas.
Ada buku kayak buku tahu buku Ramadan,
Mas. Ah, kami Ramadan tiap hari, Mas.
Jadi nek kira-kira enggak siap ya enggak
apa-apa enggak harus masuk di tempat
kami. Tapi kalau siap, monggo silakan.
Jadi enggak ada paksaan kok.
[Musik]
Secara waktu kita berkurang, Mas.
berkurang kalau misalkan 7 jam kita
kerja gitu ya Mas ya kan 8 jam kurang 1
jam kan berarti 7 ya Mas ya itu yang 1
jam sampai lebih sedikit itu ya untuk ya
ibarate kita kulo nuwun lah pagi itu
sebelum memulai ya kita kunun ya Allah
yang maha pencipta rezeki hari ini saya
membawa tim saya untuk bisa mendekat
pada panjenengan tolonglah diberikan
rezeki itu kan kita membawa tim kita
untuk dekat dan itu tanda tangannya
orang tua loh Mas bukunya itu. Kalau dia
sudah nikah tanda tangan suami ya enggak
ganggu ya kita memang waktunya berkurang
tetapi keberkahan kan tidak berkurang
enggak apa-apa dunia suruh nunggu aja
dunianya enggak usah kita yang disuruh
nunggu sama dunia saya suruh nunggu
dunianya itu. Saya enggak mau saya mulai
itu. Pokoknya ngaji dulu aja enggak
apa-apa nanti 0.30 baru mulai kerja ya.
Gak apa-apa Mas, enggak ngaruh ke
teman-teman. Productivity naik. Bahkan
penelitian kita 5 tahun terakhir karena
saya background-nya S2 saya ngambilnya
itu di UGM juga meneliti tentang
perilaku. Saya ngambil jurusannya SDM
itu perilaku. Tiap yang nilai
spiritualnya baik, relatif positif, Mas.
Korelasinya positif terhadap orang yang
berkinerja tinggi. Jadi sekarang nyari
orang yang kinerja rendah gampang cek
spiritualnya. Masing-masing orang di
tempat kami punya pendamping spiritual
dari pesantren yang kita bangun. Jadi
pesantren itu sebagai pendamping
spiritual, Mas. Jadi ini pesantrennya
ini perusahaannya cara ngelolanya. Jadi
kalau secara profesional dikelola atasan
sama mentor, tapi yang spiritual ini
sama Ustaz Do dan gitu kira-kira Mas.
Jadi nanti difeedback seminggu sekali
ngumpul buku eh or tau salat k ki k
telatan ki conteng gitu. Nanti bonusnya
itu dikali semua dengan pencapaian
spiritual. Bonus Rp3 juta kalau
spiritualnya 70% dia enggak dapat
apa-apa, Mas. Hangus bonusnya. Tapi
pendapatan tetap dapat ya. Kita enggak
zalim ya. Minimal pencapaian bonus itu
bisa dicairkan 80% Mas. Kalau nilai
spiritual 80% cair 80%. 85 cair 85.
Kalau 90 ke atas cair 100%. Fair. Ada
yang protes sih kemarin, "Mas, masa
bonus harus dikali spiritual?" Lah
gimana wong saya cuman kuliah bagian
bagi rezeki. Yang bagi kan yang punya
Allah. Masa saya kan enggak enak sama
yang ngasih gitu kan. Oh iya, orangnya
paham. Ya udah deh, Mas, enggak apa-apa
katanya orangnya. Ya udah deh, Mas,
enggak apa-apa katanya gitu. Akhirnya
besok orangnya tuh bagus, Mas. Itu
menanamkan nilai-nilainya itu diinstal
ke dalam. Itulah yang diminta banyak
rekan-rekan. Kadang di SBC teman-teman
relasi itu, "Mas, diwangi, Mas. Nanti
kalau ada ee installing nanti dari
yayasan yang akan berangkat membantu
untuk nginstal dari mulai awal sampai
dengan nanti berjalan. Wah, ada semua
itu spiritual tadi.
Yes, betul. Dan kita hampir apa ngih
bukan pastikan karena bukan Tuhan ya.
Tapi menurut penelitian empirit itu
spiritual tinggi korelasenya positif.
Ada sih yang pintar spiritual tiba-tiba
ngapusi ya ada. Tapi kan itu jumlahnya
jumlahnya sedikit sih. Nah, kalau
berkualitas kita itu barangnya Mas kan
orang banyak pakai pemurnian ya. emas
lokal, emas hasil tambang ilegal itu ya
yang harganya murah. Jadi supaya saya
cepat kaya gampang saya pakai emas yang
kualitasnya rendah, enggak jelas asal
usulnya tapi kita tuh hanya pakai emas
anta Mas tok til. Dan itu kami tuh wah
di Jogja tuh yang kayak kita tuh dikit
banget Mas. Mungkin bakule itu yang jual
suppliernya sampai heran. Podo wae toh,
Mas. Sama saja tok, Mas. Kenapa jenengan
harus? Karena saya butuh asbabul
nuzulnya. ini jelas gitu loh barang ini
bukan dari barang ilegal pencurian makam
dan teman-temannya gitu loh. Harganya
lumayan ya Mas 1,5 aja saya kalau me
cepat kaya gampang kok. Itu yang dari
tambang ilegal 1,7 saya cuman beli 1,2
tapi saya tetap pakai Antam. Kalau
bergaransi garansinya paling panjang
sampai 10 tahun Mas mau pecah mau anu,
mau retak mau tak tukar tukar baru
kecuali satu tok garansinya enggak bisa
ngover hilang. Kalau hilang enggak bisa
kalau hilang. Kalau syari ya nilai-nilai
kita tanamkan sehingga syari itu
dilihatnya nanti keseharian,
Teman-teman. Dan itu akan ngimpactnya
nanti ke review kok. Review Google My
Bisnis-nya boleh dicek, review di
marketplace-nya boleh dicek. Yang paling
gede GMB sih, Mas. GMB itu ngecek
pelayanannya tuh muncul. E dia kan
spiral enterprise kan dari ketulusan.
Jadi nanti kelihatan pelayanannya itu
bukan karena uang gitu loh. Karena sudah
diajari ya kerjamu yo dinggo Gusti Allah
gitu loh untuk dirimu sendiri. Dan tim
kita itu enggak enggak khawatir gitu ya
kalau nilai-nilai ini, "Wah nanti kalau
misalkan kota gereja itu bertumbuh, Pak
Joko yang kaya." Enggak. Mereka tahu kok
uangnya untuk apa, untuk pondoknya juga
tahu. Mereka yang menyerahkan uangnya.
Tahu alirannya berapa itu juga tahu kok.
Kita lapor juga ke pajak, kita lapor
juga ke dewan dakwah, kita lapor ke
Basnas. Insyaallah ya berkualitas bergad
syari itu penjabaran secara singkatnya,
Mas. Nah, bukan market itu
uniknya gini ee hampir 20% sampai 30%
yang beli di tempat kita itu repeat,
Mas. Nah, jenengan kan tuju kan masa
cincin kawin repeat dia nikah lagi apa
dia cerai nikah lagi kan pertanyaannya
gitu enggak repeat dan tidak pakai biaya
marketing Mas. Nah kan repeatnya itu
ternyata dari referensi Mas orang yang
cocok diut kami itu lucunya Mas uniknya
cocok puas dia ngasih rating dan dia
mereferensik sayangnya enggak mau
dikasih uang Mas padahal ada Ve itu 10%
ditransfer enggak mau maunya cuman
dikasih ucapan terima kasih paling
nilainya barang anduk tumbler atau apa
gitu tas. Tapi kalau uang enggak mau,
Wis kok, Mas J. Saya sudah kaya, ngapain
saya dapat uang dari jenengan katanya
gitu ya. Kalau saya puas-puas aja gitu.
Dan ada yang datang gini, Mas, pelayanan
grup pit sepeda gitu ya, grup apa
bapak-bapak, emak-emak mampir lihat
enggak beli tetap dilayani dengan baik.
Boleh minum tuh minuman makanan itu saya
sediakan semua gratis. Ngelak yo minum
aja kalau haus. Rugi enggak, Mas?
Enggak. Enggak rugi. Wong sedekah kok
rugi toh. Lah dia yang mampir minum tok
gitu, Mas. Besoknya itu keluarganya itu
ke sini. Jadi kadang jangan dibayangkan
kalau new market, new campaign gak
selalu gitu. Ada CRM yang jalan, ada
referensi yang siluman. Kami nyebutnya
itu referensi gaib itu ada beneran di
tabel kami namanya tuh teman ya dalam
tanda gaib itu karena layanan yang
ngetulus itu akan mendatangkan customer
yang referensi yang tulus juga. Jadi ada
gitu Mas 20 30% loh Mas. Banyak itu
kalau untuk kayak gini. Nah, yang sudah
nanti kan bisa repeat untuk yang
di-upsel ke yang ee fashion. Yang punya
bisa dibenerin yang di rumah. Jadi, kan
enggak cuman jualan orang tahunya cincin
kawnya doang, Mas. Sebenarnya enggak.
Kita jualannya banyak hal ya. Bisa
dijuali lontinya, bisa dijuali apanya,
beliannya doang ganti di rumah gitu kan
bisa. Kadang kita kempengnya cincin
bekas, perhiasan bekas jadi cincin baru.
Bisa kumpulinnya bawa sini saya lebur,
saya kadar nanti kita sampaikan
kadarnya. Ini kita beli dulu selesai
jual putus nanti baru kita pakai akad
yang baru. Enak Mas. Ada lagi ya banyak
sih pertanyaan itu, Mas. Kan enggak
orang Indonesia nikah tiap hari, tapi
Mas Joko kok jualan tiap hari? Itu
enggak cuma jenengan yang pusing. Banyak
yang nanyain itu ke saya.
Oh iya pasti konsumen itu bagi kami
selalu jadi ingatan positif ya. Karena
dialah konsemen pertama kami. Kansemen
pertama namanya Mbak Pita dari
Kalimantan. Kalau Mbak Vita lihat ini
ya. Saya mengucapkan terima kasih banyak
sudah ngelalarisi karena konsumen
pertama itu enggak ada rating, Mas.
Enggak ada review, cuman modal upload
doang sesuai blueprint tadi saya upload
kan urutannya saya beli itu. Dan lucunya
itu enggak nanya, "Ini yang sudah pakai
ada enggak ya? Ratingnya mana?" Itu
enggak tanya. Untungnya dia enggak
tanya. Kalau tanya saya juga bingung ini
mau jawab apa gitu ya. Saya juga, "Mbak,
saya baru jualan pertama ya." Saya
ngomong kemarin itu beliau ngirim ke
sini, "Saya gratisin cincin berliannya
saya kasih semua mas gratis sampai kapan
pun tak gratisi, Mbak. Itu sampai gitu
saya. Mbak Pita namanya itu. Itu
customer pertama dari Kalimantan. Beliau
kerja di tambang di daerah Kalimantan.
Mungkin usianya sekarang ya mungkin 35
sampai 39 tahun lah. Sekarang masih
diingat itu. Jadi customer-customer awal
itu nomornya masih saya pegang, Mas.
Jadi yang tahun pertama kedua itu kan
masih pakai HP pribadi. Itu kalau ngecat
langsung fast respon jam berapa pun saya
balas. Selama saya masih melek ya dan
enggak salat itu saya balesin rata-rata
saya gratisin. Mas mau tukar cincin
sekalian po Mas. Mbak gratis gak apa-apa
kok baik katanya gitu. Iya, karena dulu
jenengan sudah ngelarisi pertama kali
customer-customer tuh masih saya ingat
kok itu sebenarnya tidak harus sih,
tidak harus dengan levelnya pesantren.
Kadang juga mungkin rumah Quran kadang
juga mungkin tidak harus kalau misalkan
Mas saya kan awal saya kalau bangun
pesantren itu izinnya Neng Kemenak juga
repot itu kan burung izin TPQ-nya, izin
Rumah Qurannya belum pengajarnya lebih
dari 10. Nah, untuk mengawalinya
bagaimana? Cukup kalau dulu kami
mengawalinya dengan ngopeni santri itu
cuman berapa santri, Mas? Tiga. Tujuh
itu ngaji di rumah. Ngaji di rumah, di
tempat usaha itu mulai ngaji rutin,
panggilin ustaz satu. Nanti ustaznya
itulah yang ngasih nasihat ke santri.
Otomatis itu juga nasihat ke kita.
Hatinya lembut kok, Mas. Kalau ngopeni
santri itu hatinya lembut. Pasti Allah
akan lembutkan kok. Kalaupun nanti
orangnya tuh marah, dulu saya marah saya
tukang marah gitu ya. Saya tegas itu
ngopi santri itu kenapa ya? Saya saya
bingung ya menceritakan. Tapi Allah yang
melembutkan ternyata jadi lebih lembut.
Terus integrasinya apa harus enggak
banyak rekan-rekan yang pakai rumah
tahfid bisa. Ada juga rekan-rekan enggak
mampu sama sekali ngelola rumah Quran
itu kerja sama sama yang sudah jalan.
Mas, boleh enggak saya support? Boleh.
Nanti tolong ya kasih siraman rohami ke
tim kita. Ya kan bisa, Mas. Jadi mulai
dari yang sederhana gitu, enggak harus
yang repot-repot. Karena di dalam hadis
itu tertuliskan Mas, amalan kita akan
terputus kecuali tiga hal. Satu, itu
adalah anak yang saleh. Dua, ilmu
manfaat. tiga amal jariah. Saya memilih
pesantren dan sedekah itu karena itu
mencakup ke dalam banyak hal yang sudah
tertera di dalam Quran dan hadis. Dan
itulah yang saya cuman mampunya itu Mas.
Kalau saya mampu berjihad ah saya
ngerakit aja enggak bisa gitu ya dalam
tanda petik ya. Saya berjihad fisik saja
terbatas. Kenapa itu ya pesantren dan
sedekah itulah itu bisa membuat
kehidupan itu jadi lebih baik. Karena
ada ilmu yang manfaat, Mas. Ada juga
anak yang saleh. Otomatis anak kita, Mas
itu enggak ikut ke pesantren. Sebenarnya
ada pesantrennya sendiri, tapi lambat
laun dia rasanya jadi lebih saleh
daripada yang sebelum-sebelumnya gitu
ya. Karena saya 10 tahun ya itu sekarang
lebih sering ke masjid tanpa saya minta.
Terus istri lebih salehah, terus
keluarga juga enggak ada yang
lempar-lemparan piring. Kalau ada
masalah ya kecil-kecil enggak pernah
sampai ada ke pengadilan agama itu ya
enggak pernah. Keluarga besar juga bisa
tersatukan dengan pesantren, Mas. Ada
kajian doa mendoakan leluhur itu juga
bisa. Jadi gede banget manfaatnya Mas
dunia akhirat pesantren itu. Walaupun
mungkin hanya rumah tahfid tok misalkan
kecil mampunya tuh bikin gitu. Karena
itu luar biasa bangetlah. Jadi amal
jariahnya dapat, dunianya juga dapat dan
apakah itu yang mengantarkan kita ke
surga? Ya semoga insyaallah. Karena
bukan tentang jalannya mengantarkan ke
surga, Mas. Orang baik pun belum tentu,
orang jelek pun belum tentu tidak masuk.
Tapi hanya satu yaitu rida Allah. Maka
bukan saya menuju itulah jalan menuju
surga saya bukan itu hanya saya berdoa
ya Allah semoga pesantren dan sedekah
ini jadi panjenengan tuh rida sama saya
aja kalau Mbah Nun guru saya e MHun
Najib itu berpesan Gusti Allah enggak
marah aja sama kamu tuh alhamdulillah
Mas gitu udah Allah aja senang sama kamu
alhamdulillah Mas udah itu targetnya itu
aja nanti surga itu urusan belakang
karena kalau Allah suka apa ya kamu mau
ditaruh di neraka kan enggak mungkin
kalau Allah tresno kan masa ya ditaruh
di neraka jadi tugas kita ya
menyenangkan Allah saja kehidupan kita,
usaha kita pesantren itu kan hanya
wasilah tok saya orang yang kotor jadi
saya mengakui saya bukan orang yang baik
maka ya pesantren sedekah itulah yang
jadi penebus masa lulu saya yang dulu ya
nagihi dengan brutal jadi dep kolektor
main kartu kredit kerja di bank ya itu
saya pengin menebus itu sih Mas
jadi salah satunya itu lebih ke mindset
Masnya bahwasanya bisnis itu berasal
dari mindset owner jadi kalau bisnisnya
enggak baik-baik saja aja. Jangan mudah
menyalahkan bisnisnya. Itu adalah fase
dalam mentoring bisnis. Bisnis salah,
tidak bertumbuh, tidak berkembang. Yang
salah bukan bisnisnya, pasti ownernya.
Yang ownernya di mana salahnya?
Mindsetnya. Nomor satu dicek sebelum
ngecek dia belajar di mana, mindsetnya
bagaimana. Kalau mindsetnya
mengembangkan harus dengan hutang, itu
repot, Mas. Padahal banyak bisnis yang
bahkan bisnis itu tidak harus dibuka
dengan memproduksi barang sendiri. Bisa
jadi auturan materi pertama dalam
mentoring bisnis kan how to start. How
to start? Ya, bagaimana memulai enggak
harus punya produk kan bisa kerja sama
dengan yang lain. Kongsi kayak saya
pinjam, saya jualin, yang penting kan
dapat cash. Kalau mindsetnya benar. Nah,
tapi kalau riba, memang riba
menghancurkan Mas. Tetapi bukan
sepenuhnya salah ribanya. Riba itu ada
tapi kalau enggak didekatin kan enggak
apa-apa. Bukan kan kita kalau suruh
menghancurkan riba kan repot. Kita harus
jadi DPR dulu, kita bikin bikin
peraturan dulu, kita harus jadi
presiden. Enggak nutut waktunya. Ah, kan
DPR-nya juga harus bisa kita pegang
semua dulu kan enggak nutut, Mas. Ya,
paling tidak kalau memang riba kita
berjuang edukasi teman kita, sahabat
keluarga kita, konten kayak gini kita
edukasi, Mas. Pol mentok kan itu Mas
berjuangnya membebaskan orang yang kena
riba. Saya Mas juga ada di yayasan ada
ee fitur untuk membebaskan orang yang
kena riba itu juga termasuk. Tapi kan
kemampuannya seberapa toh, Mas? Jadi
kalau bisnisnya hancur gara-gara riba,
ya salah satunya mindsetnya orangnya itu
yang mendekati riba juga. Sebenarnya
enggak harus didekati pun enggak
apa-apa, Mas. Tempat pelacuran mohon
maaf akan ada terus kok, Mas. itu mau
dibuntel, mau dibungkus kayak apa dan
kita mau nutup akan sulit kalau
sistemnya tidak komprehensif untuk
menutup negara itu. Tapi kalau kitanya
enggak mendekat kan jadi enggak masalah
ya. Kita tetap berdakwah ya supaya itu
tidak ada di lingkungan kita. Itu
penting supaya enggak muncul azab. Nah,
jadi kalau ditanya itu menghancurkan ya
menghancurkan Mas. Dan pengelolaan itu
juga tidak harus riba karena berhutang.
Pintunya kan gitu hutang karena tidak
bisa mengelola uang. Kenapa tidak bisa
mengelola uang? Kan 5Y caranya ya.
Karena you pengeluarannya lebih besar
daripada pendapatan. Kenapa pengeluar
asat bisa pendapatan? Ya karena tidak
dibudgeting dan planning dan hawa
nafsunya mungkin besar. Belum saatnya
memiliki tapi sudah memiliki. Belum
saatnya beli sudah beli. Saya rumah itu
baru dapat itu di ujung tahun berapa
gitu, Mas? Saya sampai 2019 2020, Mas.
Padahal usaha itu ada sejak 2015. Iya.
Uangnya untuk apa? Ya muter bisnis. Mau
bangun rumah gitu wah beli dagangan. Mau
beli mobil wah kayaknya beli toko dulu
deh katanya. Jadi akhirnya tertunda
sampai 5 tahun. Akhirnya istri woh sudah
saatnya Mas. Itu pun pondasi doang, Mas.
Tak tinggal lagi. Nanti bangun tembok
gitu ya, belum difinish tinggal lagi.
Sampai orang buta aja lewat tahu progres
saya belum selesai, Mas. Orang buta itu
berangkat ke masjid, "Mas, kok enggak
selesai-selesai rumahnya?" gitu kan,
Pak. "Lah jenengan kan enggak lihat kan
buta gitu ya." Kan saya dengar dari
warga katanya gitu. Masyaallah, orang
buta aja tahu saya tuh rumahnya enggak
selesai-selesai, Mas. Karena fokusnya
pengembangan uangnya untuk pengembangan
bisnis. Itu pesan guru saya sih. Memang
kalau memang sudah pantas beli enggak
apa-apa, tapi kalau belum jangan.
Siap.
Metode menggabungkan dan mensinkronkan
antara spiritual dan bisnis ya. Iya.
Metodenya supaya bisa sinkron, supaya
bisa harmoni antara spiritual dan bisnis
itu karena kita POV-nya adalah kita
sebagai karyawan, Mas. Bukan sebagai
owner. Sekali lagi coba kita bayangkan
sebagai karyawan. Saya jadi karyawan dan
rekan-rekan saya itu di bank, Mas. Dan
yang main kartu kredit dan kerja sampai
pagi sampai malam. Pagi sampai malam
itu-nya Mas capek, Mas. Luar biasa.
Capek tenaga, fisik, perasaan habis,
Mas. Itu mau saya berkata kasar ya itu
cepat mati mudah Mas. itu kenapa
dihabiskan waktunya, pikirannya,
tenaganya untuk sesuatu yang tidak
dibawa mati. Coba saya dulu di bank itu
pulangnya paling gasik jam 7 loh, Mas.
Berangkatnya jam 0.00, Mas. 12 jam
gajinya 7 jam. Gajinya 7 jam kerjanya 12
13 jam. Terus terus. Dan itu juga tidak
hanya untuk terbangkan, untuk yang di
Jakarta wah lebih parah lagi. Kerjanya
sampai jam 09.00 malam belum perjalanan
KRL. Karena tim saya banyak yang dari
Jakarta jadi tahu kisahnya dan orang
pada masuk ke sini, Mas. Itu bukan untuk
mencari sengsara. Kalau sudah harmoni
antara spiritual dan bisnis itu bisa
diharmonikan, orang itu mendapatkan yang
namanya ketenangan. Alikrillahi
tatmainulubuhum. Hanya dengan mengingat
Allah hati bisa menjadi tentram. Jadi
kalau disangka tidak bisa tentram antara
ini spiritual ibadah dengan kerja justru
kalau konsinkron tenang Mas karena
dijamin ketenangannya. Orang mau belajar
mau kerja yuk mengingat Allah dulu ngaji
sik. Orang wayah salat ya salat. Puasa
ya bareng-bareng puasa. Buka puasa yo
bareng Mas dicepak-cepak terus enggak
bisa ngaji diajari ngaji. Enggak bangun
subuh loh Mas. Ditelepon Mas ada yang
bagian nelepon bangun subuh lah. Opo ora
kehidupan fabiayikumatu kadiban toh ya
untuk orang-orang yang pikirannya waras
gitu ya. Apakah tidak cres? Cres mas
untuk yang frekuensinya berbeda. Kalau
yang arahnya sudah dunia sudah enggak
bisa berarti kita enggak bisa
memaksakan. Karena hidayah itu hanya
Allah yang punya. Jadi ya sinkron Mas.
Alhamdulillah sinkron. Geger, Mas. Geger
pertamanya pasti geger. Tapi kalau sudah
jalan kan merasakan oh ternyata gini ada
yang berpisah saja penuh dengan tangis
kan diminta suaminya ya sudah kerja 4
tahun gitu ya terus ngikut suaminya saya
ngomong di syariat jenengan harus ikut
suami mbak berbakti ditinggal sambil
nangis g doa bersama pisah jadi dan
mereka boleh usaha sendiri boleh silakan
saya persersilakan kok jadi sinkron
insyaallah sinkron mas bisa
target dong jadi jangan dikira kalau
misalkan nanti kan innallahairin itu
terus sabar ownernya sabar kalau enggak
target sabar enggak kayak gitu enggak
kayak gitu justru Islam itu mengajarkan
etosnya kerja tinggi. Tertuliskan
hadisnya jelas Quran hadisnya jelas dan
Allah Rasul dan orang-orang mukmin
melihat pekerjaan kalian kan cetok. Jadi
saya ngomong loh Allah loh Rasul yang
sudah wafat itu beliau enggak wafat loh
lihat kerjaanmu kok Allah ya lihat masok
kamu kayak gitu kerjanya. Dan itu
berlaku profesional Mas. Contoh nih ya,
sales untuk magang. Contoh harus 3 bulan
target sekian ratus juta. Magang aja
targetnya sekian ratus juta. Lolos ya
diangkat. Enggak lolos ya enggak
diangkat. Tapi kalau lolosnya ini 80%
tapi spiritualnya 95 angkut Mas. Enggak
apa-apa karena kurang. Tapi kalau ini
pencapaian 30% spiritual 100 saja itu
enggak masuk. Artinya spiritual dia
catatan saja Mas pasti. Kalau
spiritualnya genah baik pasti ini tuh
naik Mas. Ngikutin pasti contohnya ya
Mas ya. Ini korelasinya ya biar mudah.
Orang yang tahajud, tim kita yang
tahajud relatif dia curhat sama Allah
lebih, otomatis dia ketika bekerja lebih
tenang. Orang yang rajin untuk berpuasa,
dia enggak banyak marah, dia bisa
menahan amarah. Orang yang bisa deres
Qurannya itu baik, secara penelitian dia
lebih teliti dan laten. Masa bahasa
Qurannya asal-asalan kan enggak ada
aturannya. Dia patuhi aturan. Orang yang
terbiasa itu bersedekah dan membantu dia
akan mendapatkan ketenangan jiwa dan
rasa syukurnya akan bertumbuh. Lah
otomatis kan ada korelasinya, Mas,
antara spiritual dengan profesional. itu
korelasinya di situ. Ini yang kita
kembangkan penelitiannya dan jadiin
tools yang itu banyak kemarin dim
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:31:00 UTC
Categories
Manage