Dari Buruh Cuci Truk Jadi Pemilik Brand Cincin Custom Premium No.1 di Indonesia
9YKCIHDkrkI • 2025-08-01
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id [Musik] Jadi awal saya ya buruh cuci truk sama bis mobil itu ya orang lain pada pacaran saya nyuciin motornya gitulah kira-kira gitu. Di situlah saya di laundry lah kata Allah itu saya dipisahkan dengan istri yang saya sayangi. E saat itu juga posisinya hamil dan melahirkan. Di titik itulah yang titik terberat dalam hidup dititanya. Ya, asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Namaku Soko Artio. Saat ini diamannya Allah sebagai CEO dan founder dari PT Kota Giri Jaweleri Grup. Brandnya namanya Kota Giri Jaweleri. Perusahaan manufaktur, cincin kawin, anniversary, dan juga fashion. Num ya insyaallah di Indonesia dan juga diaman juga sebagai Presiden Sukses Berkah Community sekaligus jadi pengasuh pesantren Quran Riyadul Janah Indonesia yang ada di Bantul. Kurang lebih santrinya sekitar 400 sampai 500 anak. Kota Gereja Grup itu sebenarnya grupnya ya amal usahanya salah satunya ya kota gereja itu sebagai yang utama. Terus pusat pelatihan dan pendampingan super tim itu yang kedua Mas. Jadi kita punya dua. Jadi ee Kota Gede Joleri dulu 2015 sampai sekarang baru yang lini kedua itu pelatihan pendampingan khusus pembangunan supertim. Jadi itu banyak teman-teman yang minta jadinya saya ngadain itu karena ada permintaan dari rekan-rekan gitu. Berdiri dari 2000 15 Maret 2015. Berarti kalau sekarang saya usianya 34, istri juga 34. Ya wajah mungkin agak boros tapi kalau usia masih 34. Jadi e orang tahunya kan saya di Kota Gede Joler ini kan biasanya ya kalau toko emas itu seorang owner yang seusia 90 itu adalah generasi kedua atau ketiga, Mas? Minimal kedua maksimal-maksimal ya ketiga, keempat. Engkongnya sudah punya emas rata-rata dan Chinese ya. Nah, kalau ini engkongnya enggak ada emasnya dan juga bukan sainis. Jadi, saya dulu, Mas, mengawali ini itu ketika lulus saya anak orang tidak punya. Saya ditinggal orang tua itu Bapak sejak umur 2 tahun saya sudah ditinggal. Bapak kena penyakit ee kanker otak. Jadi, saya ditinggal dengan ibu saya seorang janda yang cukup miskin. Jadi, yang lain sudah punya listrik saya belum punya. sampai dengan ee kita berjuang sama ibu ya penuh pengorbananlah jadi buru lah mam saya itu jualan sarung bantal dari mulai pasar Jogja ke Solo. Lalu ee muncullah saya di titik terakhir itu di 92 90 lahir 92 Bapak enggak ada. Ee emak itu membesarkan saya sendirian dan tidak menikah lagi sejak saat itu. Karena tidak mampu saya profesi awalnya itu bukan seorang jualan emas, Mas. Saya pas SMA ya buruh kayak bikin boneka dari rotan itu. SMA saya sudah boneka rotan. Terus ketika lulus SMA saya itu buruh cuci bis dan truk, Mas. Terus ketika mau kuliah itu tidak punya uang keterima di UIN saat itu ya. Karena ternyata pas wayah bayar Bapak angkat juga kena halangan jadi saya enggak bisa masuk. Jadi alhasil saya jadi dep kolektor dulu, Mas. Sebenarnya untuk mulainya itu ada dua, Mas. Sabtu itu saat SMA itu sudah mulai kan kita di Kota Gede Mas Sentra Perak. Saya lihat itu banyak juragan-juragan gitu loh. Ok lah kalau orang ngomongnya sekarang tuh orang kaya lama lah OKL-okl enggak banyak flexing tapi asetnya banyak itu ya saya belajar I caranya op sih sugih saya penasaran gitu kok saya kere gitu kan asalah saya apa gitu kan. Nah, saya lihat, oh ternyata mereka produksi perak di sana. Terus saya belajar, "Oh, sahabat Nabi kok kaya-kaya. Saya kan juga mikir buka bukunya. Oh, ternyata pinjam." Nah, saya mulai pinjam Mas ke Pak Bandio namanya. Kalau beliau nonton ini ya, Pak Bandiono itu minjami saya, "Pak, boleh gak saya pinjam? Saya tak nyeles. Mulainya yang tak tekuni sales kuliah, Mas." Mulai kuliah itu saya nyeles sama privat untuk yang hariannya itu 1 bulan ya empat siswa kira-kira satu siswa 300. Kalau bayarnya enggak molor gitu ya. Kadang suka menjelang hari H enggak dibayar saya. E kalau yang itu harian sudah kecukupan saya untuk ngidupin orang tua pakai R1,2 juta itu, Mas. Emak saya kasih tuh 700, 800 sayanya yang 300 gitu kan. Nah, terus dari Pak Band itu saya pinjam itu barangnya, Mas. Pak, boleh enggak saya pinjam, Pak? Saya enggak punya, Pak. Jaminannya enggak ada, Pak. Ya wis, pokoknya nek jenengan saya maling ya nanti jenengan tahulah rumah saya, Pak. Itu akhirnya pinjamin, Mas. Sedikit-sedikit hari satu tas. Pak Haryanto itu juga saya pinjami itu satu tas juga boleh gitu kan. Begitu pulang saya balikin itu tasnya, ini penjualannya. Untungnya saya kasih dulu, Mas. Saya enggak ngambil untung, Pak. Ini kulaan misalkan dulu tuh cincin saya ingat Rp100.000-an, Mas, kulanya. Nah, satu pasang 80 sampai 100 saya jualnya 350, Mas. Emang standarnya segitu, Mas. Kalau perak emang tinggi, ya. Makanya itu orang Kota Gede kayaknya luar biasa karena pengalinya itu GP-nya kencang. Nah, itu terus pulang saya kasihin, "Pak, ini lakunya sekian. Ya wis, kamu sekian, aku sekian." Gitu terus, Mas. Berjalan terus. Dan saya enggak pernah enggak ngembalikin, Mas. Ngemplang juga enggak pernah. Jadi tak balikin terus itu tepat waktu misalkan seminggu ya seminggu gitu. Nah terus percaya kasih terus di titik itulah saya jadi seorang sales Mas ya. Dulu kan enggak tahu tentang Islam banget terus enggak boleh pacaran. Enggak tahu ya orang pacaran saya kasih saya beribik supaya beli cincin gitu ya dengan bahasa emosional kayak apalah pokoknya ya. Cara nih dia beli dosen saya suruh beli teman saya suruh jadi distributor reseller itu berjalan terus sampai saya lulus kuliah. Kira-kira begitu. Berarti kalau kuliah itu 2008 Mas. Nggih. Lulus 2012 yang S1. Nggih. Itulah wasilah bisa lulus karena bioperasionalnya dari situ Mas. Kan beasiswanya hanya ngover SPP aja, Mas. Enggak ngover yang lain-lain. Ternyata yang lain-lain lebih banyak orang kuliah. Saya kan baru tahu toh orang tua saya enggak ada yang kuliah kok. Jadi itu itu setelah kuliah, Mas baru saya kembali lagi ke dunia kela, Mas. Masuk lagi ke bank plat biru depannya B lah pokoknya kayaknya cuman satu deh. Itu saya masuk enggak jadi depollektor, Mas. Malah diminta jadi HC Mas. human capital atau HRGA yang bantu atasnya saya nyari depollektor, Mas. Jadi malah naik kelas saya punya kartu kredit lima. Jadi kalau di bank ya berat itu. Jadi masuk lulus saya belum hijrah, Mas itu belum belum tahu yang namanya riba itu belum tahu. Saya masuk ya pokoknya kerenlah ee Bank Biru depannya B lah. Pokoknya kerenlah. Itu swasta terbesar lagi di Indonesia. Itu masuk posisi langsung mentereng. Mas HRGA. Oh lah ya. itu kan bisa membantu menentukan orang masuk dan enggak di level itujejerin teller-teller milihin aduh itu ya terus dep collektor bantu ngerekrutin sama atasan walaupun saya support tok tapi repot dan di ujung saya diamanahkan untuk diminta naik jabatan dapat penghargaan lagi sga terbaik tanda tangan regional dari bank tersebut oh senang banget noh mas main kartu kredit lim ya seneng ya toh lima kartu kredit bedep semua karena rekan saya lebih bedep gitu jadi saya terbawa di perbankan itu biasa Biasa, Mas. Gaji enggak nyampai dua, tapi limitnya R juta itu biasa, Mas. Lima kartu kredit kalau satunya R.000 kan 25 ya. Kalau lancar kan upselling. Caranya lancar kan diputar-putar terus. Jadi lancar deh Kumanya gitu. Tapi kelam saat itu belum belum paham hijrah dan saya belum menikah saat itu Mas karena 2000 2000 Mas 2003 2012 ya. Dan saya nikah baru 2013. Resahnya itu karena saya sering masuk rumah sakit Mas. Jadi saya punyakan penyakit itu emah tiba-tiba sakit emah terus masuk rumah sakit itu sebulan bisa mungkin dua kali kayak IGD terus berhubungan dengan apa yang saya makan dan perut akhirnya banyak yang menyadarkan dari kajian dari banyak hal itu. Dan juga ketika saya menikah istri ngomong, "Mas, itu bukan pekerjaan yang baik. Kartu kredit itu bukan yang baik. Kerja di bank itu bukan hal yang baik. Kalau ada pekerjaan yang lain, Mas Joko bisa cari pekerjaan yang lain." Tapi kan saya enggak punya pandangan. Keluar dulu, insyaallah nanti ada pekerjaan. Saat itu saya keluar, Mas. Jadi benar-benar karena saya modelnya jarang ngomong, tapi sekali ngomong saya selalu itu mutiara yang saya tahu dan itu jarang orang kalau sering ngomong dengan yang jarang ngomong beda kok. Saya yakin dan dia mempertimbangkan betul itu ngomong dan teman-teman saya juga ya mungkin yang melihat tayangan ini ya sudah banyak yang ketika saya keluar itu banyak aja yang ngikut keluar. Jadi bisa bersama keluar terus kita karena istri ya kita cari pekerjaan lain yang diterimalah saya di sebuah perusahaan sarung terbesar di Indonesia. Paganya HRD tapi sudah lebih tinggi namanya HR supervisor atau HR leader di sana membaai 1950 orang karyawan. Di situlah saya belajar banyak tentang SuperT. Totalnya kalau PCI itu sekitar dua. Kalau yang di Sarung Atlas ya saya sebut merek karena dua-duanya baik sama saya ya dan kita berpisah semuanya dengan baik. Itu sekitar 3 tahun. Jadi totalnya saya karyawan itu sekitar 5 sampai 6 tahun. Selesai di 2016. Oh, enggak enggak lama. Saya di bank itu hanya sekitar 2 tahun gak pakai nganggur, Mas. Jadi ketika istri minta itu untuk keluar, saya keluar. Padahal saat itu saya belum punya pegangan, ya. Hanya punya tabungan beberapa. Saya keluar lalu diterimalah di sarung Atlas tersebut. Itu posisinya di Pekalongan, Mas. Itulah yang jadi titik balik banyak hal di kehidupan itu. Karena justru storynya yang paling paling bisa mengubah hidup itu ada di sarung Atlas. Atlas itu tahun pertama saya hijrah, Mas. Ketika ditanya apa istimewanya sarung BHS dan sarung Atlas? Itu kan PT BHSK sarungnya Atlas sama BHS. Di sanalah saya berjumpa dengan kehidupan baru sebagai seorang manusia yang menyelesaikan hutang-hutang. Utangnya enggak banyak, Mas. Cuman R0 jutaan plus kartu kredit 5. Tapi bagi saya yang gajinya itu saat itu enggak nyampai di angka lima, itu jadi masalah. Kan kecil ya, cuman sekitar Rp3 jutaan saat itu. Hutangnya masih 70-an. sampai dikejar-kejar di kolektor tapi saya saya telepon saya selesaikan semua satu persatu sampai dengan close semuanya selesai dapat surat lunas dari bank gitu Mas. Jadi kalau memang ditanya apa yang selesai, nah di situlah saya dilondri lah kata Allah itu saya dipisahkan dengan istri yang saya sayangi. Ee saat itu juga posisinya hamil dan melahirkan. Di titik itulah yang titik terberat dalam hidup. Kalau ditanya titik terendahnya bukan saat saya jadi de kolektor tuh bukan. Titik terbarat saya ketika saya dipisahkan dengan emak yang saya cintai, istri yang saya cintai, anak-anak saat itu juga masih dalam kandungan anaknya. Itu perjalanannya, Mas, itu kalau Jogja sama Pekalongan. Jadi, jaraknya kita sekitar kalau naik motor ya itu sekitar 6 jam sampai 7 jam. Dan saya tempuh tuh naik motor, Mas. Karena memang saya kangen, saya harus menunaikan kewajiban suami. Saya pulang itu setiap minggu, Mas. Triggernya adalah hijrah itu munculnya ada orang yang diberikan soft ya, teguran ringan-ringan. Kalau saya tegurannya sudah cukup berat ya. karena sakit yang berkepanjangan. Terus saya tiba-tiba mah itu enggak sembuh, tiba-tiba langsung dinyatakan operasi khusus buntu, Mas. Dan itu enggak ada angin, enggak ada hujan. Tiba-tiba saya sakit semua di pencernaan. Lalu saya bertemu dengan guru-guru kiai, saya minta nasihat, saya minta arahan. Ternyata saya salah. Apa yang saya makan dan saya berikan ke keluarga itu salah. Terus juga enggak tenang, jarang bisa tidur karena punya kartu kredit, terus dikejar-kejar terus. Jadi ininya tuh kanu, Mas. Berat. Akhirnya berat terus enggak tenang. Hidup itu rasanya tuh kalau bangun itu berat gitu, Mas. Enggak enggak bisa menikmati hidup. Pagi cerah tapi sayanya yang enggak cerah gitu ya. Benar-benar enggak merasakan aduh gimana gitu ya neranginnya ya. Jadi benar-benar sudah sampai di titik wis i sumpek lah Mas. Ini ada yang salah dengan hidup saya dan saya cek ini enggak sesuai ini dengan yang seharusnya saya cicip sebagai manusia kan diciptakan untuk menghamba, bukan untuk main kartu kredit untuk utang bukan untuk main di bank dan sebagainya. Titik baliknya adalah orang bertanya mulainya dari mana dan inspirasinya dari siapa. Banyak orang kan datang dari YouTube pecah telur misalkan ya YouTube apa gitu ya terus dari orang lain saya gak Mas. Saya dititik di mana ketika saya sudah benar-benar pasrah. Saya capek betul itu Mas dan lelah betul lelah fisik, tenaga, pikiran orang sayangan saya di Jogja. Saya kerja di Pekalongan, Mas. Gaji itu R3,5 juta. 3,5 juta dua tungku. Terus di sana saya hidup hanya dengan mungkin R juta karena uangnya dikasih istri untuk hidup dan juga bayar hutang sisa R juta, Mas. 1 bulan, Mas. Potong bensin perjalanan itu, Mas. PP itu wah paling tinggal 600. Saya hidup paling Rp600.000, Mas, sebagai seorang leader, Mas. Dan orang enggak ada yang tahu tuh segitu. Paling hanya beberapa sahabat yang nyupport saya makan di titik itu. Sampai dengan naik motor itu, bayangin, Mas, naik motor Jogja. Saya kalau hari Minggu berangkat dari Jogja penuh dengan sedih itu jam . malam naik motor sampai Pekalongan itu jam 3. dini hari. Jam 3.00 itu tidur sejenak salat subuh. terus melek enggak bisa tidur lagi. Jam . sudah apel pagi dan itu tiap hari Senin begitu tuh kalau Jumat pulang dari sana Pekalongan itu Jumat dan apa dari sana sore gitu ya jam . Sampai rumah sudah dini hari terus dan itu mungkin kalau orang Mas enggak takut setan saya kok enggak kepikiran setan saya sudah di titik di mana enggak menakutkan siapapun hanya Allah yang saya takut jadi Allah jadi sandingan di titik itu paling berat nih Mas perjalanan jam 12.00 semalam di pantura itu motor saya tuh mati lampunya Mas dan itu motor satu-satuan hujan deras hanya ada hujan deras mati otomatis saya harus di belakang truk itu lampu truk kan merah ya saya di belakang izin sama sopir truknya saya tuh buntuti terus selama 2 jam sampai ke Pekalongan di saat itu udah di titik sudah sangat capek saya berdoa di tengah jalan di tengah hujan deras itu antara air mata dengan apa dengan hujan itu udah enggak enggak bisa dipisahkan saya sengaja saya buka itu apa ee helmnya saya buka di tengah itu saya masih ingat namanya daerah Tersono menjelang Subah itu hal yang paling horor, paling riskan, begal, aneka macam di sana semua. Saya datang terus. Ya Allah, Allah pun moten kuat saya. Saya saya bilang saya enggak kuat Allah. Saya wis ora kuat tenan. Saya menghamba engkau yang maha kuasa engkau yang maha kaya. Tolong saya dijadiin seorang pengusaha saja ya Allah. Biar waktu saya bisa cukup untuk keluarga. Jangan sampai saya itu meninggal di saat emak saya tuh saya enggak bisa nyanding gitu. Mak, saya sudah 73, Mas. Saat itu 65 saat itu dan sudah sakit-sakitan. Jangan sampai saya enggak ada di saat orang tua saya meninggal. Jangan sampai keluarga saya itu kayak gini terus itu saya udah aduh saya udah habislah itu nyawa saya saat itu naik motor sambil wah itu habis jadi titik itu hari berikutnya saya puasa da terus Mas sampai beberapa bulan nah 15 Maret 2015 malamnya itu saya tuh dapat mimpi blueprint kalau panjenengan tahu blueprint itu lengkap banget Mas detail namanya itu brandnya Kota Gede Jawelari dibukanya channelnya di mana Instagram postingnya harus kayak apa guru yang ditemui siap besok belajarnya apa bagaimana cara memulainya itu ada semua, Mas. Jelas. Bahkan saya paginya masih bisa nyalin itu blueprint-nya itu. Jadi, bangun itu terjadi blueprint antara jam .00 sampai jam .00 dini hari. Ini mungkin orang banyak yang enggak percaya, tapi banyak orang mendapatkan petunjuk itu lewat mimpi. Salah satunya saya ketika dititik saya sudah menghamba, wis enggak kuat ya Allah. Pokoknya kulo manut loh pokoknya itu dapat detail namanya. Alamat akunnya aja saya dikasih tuh sama Allah itu detail. Akunnya harus posting apa aja terus gurunya besok belajar ke mana itu ada ya. Saya cari ada itu gurunya itu detail itu Mas. Jadi benar-benar kalau ditanya mulai dari mana? Dari mimpi, Mas. Tapi jauh sebelum mimpi itu datang kita sudah menghamba, sudah payah betul dan sudah riadah dan sedekah barang terakhir yang saya miliki yang berharga saya itu iPad ya saya jual, Mas. iPad saya jual saya pakai HP biasa ada sisa uang sekitar R2 juta mungkin saya kasih ke orang tua, "Mak, saya belum bisa bakti ini iPad saya jual ada R2 juta. Panjenengan ambil aja monggo ambil berapa mak saya?" Ee saya ambil 500 aja le sisanya kalau mau disedekah yang lain monggok itu diambil 500 itu dunia berubah itu, Mas. Di titik itu dunianya udah signifikan. Dan sejak saat itu terakhir di ujung ikhtiar saya setelah puasa neka macam sedekah berharga gitu ya, saya nulis surat ke seorang kiai di daerah Gunung Kidul namanya beliau Kiai Harun Alrasyid. Saya nulis, "Pak Kiai saya sudah dalam kepayahan. Saya mohon saya bukan orang yang baik. Saya mohon saya dibantu doa karena doa saya mungkin tidak berlaku untuk orang hina seperti saya, Pak. Masa lalu saya kelam, Pak Kiai, mohon saya dibantu doa tercapai satu, saya bisa kuliah lagi. Saya bisa jadi pengusaha, saya bisa mengumrahkan keluarga saya, saya bisa mencukupi kebutuhannya. Saya pengin meninggal, orang tuanya masih bersamping saya. Terus saya tulis semua dan alhamdulillah saya tulis semua itu, Mas. Semuanya tercapai. Hanya satu yang belum itu karena memang haji ya haji memang ada beberapa tahun lagi insyaallah berangkat. Tapi yang lain, Mas semuanya sudah terkabul lengkap. Bahkan bonusnya itu banyak hal dari Kota Gede Jaweleri jadi seorang mentor, jadi pembicara Mas itu sudah Mas hampir kalau dibilang apa yang 34 yang masuk belum tercapai. Ada, Mas. satu tok mungkin haji karena haji berbagai macam tawaran berangkat haji lebih cepat saya menolak saya tahu ujungnya ke mana kok itu duitnya tanpa kuitansi dipercepat saya enggak mau saya mau yang natural aja lah gaji plus ya plus kayo memang saatnya berangkat ya berangkat percepatan 60 sekedepan motor tinggal transfer tapi saya enggak mau saya tahu kok itu bukan hal yang baik kalau resmi pasti ada pengumumannya kan gitu hanya itu tok Mas yang berucap kalau yang lain insyaallah sudah di 34 ini mungkin bagi saya maka ketika sudah selesai itu guru saya mengajarkan kalau segera selesai dengan diri sendiri maka sudah bisa bermanfaat lain. Maka 2019 saya sudah selesai, Mas, dengan diri sendiri. 2019 di usia saat itu berarti belum ada kepala tiga, mungkin 29. [Musik] Part membangun ya dari blueprint yang pertama dia Allah kasih lewat mimpi itu hanya cukup untuk berjalan ternyata hanya untuk satu step. Kalau di bisnis itu how to start, how untuk memulai sedangkan how to grow, how to establish-nya enggak ada. Tak cari itu blueprintnya enggak ketemu, Mas. Emang ternyata itu memang didedikasi Allah itu penting k mulai saat itu saja. itu blueprint itu cukup untuk jualan cincin itu 30 pesis 30 orderan sebulan itu sudah nyampai itu blueprint dari Allah itu satu cincin itu kalau yang premium saat itu bisa terjual di angka Rp3 jutaan Mas dengan GP bisa sekitar 40% itu saat itu masih nututlah ya separuh lah itu masih ok lah kalau separuh saja Mas sekitar 1,5* 30 itu kan udah cukup masih usia muda dapat 30-an saat itu yang sudah lama banget loh sudah cukup gaji karyawan sudahlah beberapa cukuplah gitu modalnya enggak pakai modal Mas kan kita bisnisnya nya di blueprint ada tulisannya you tidak perlu modal modalnya dari customer udah ada Mas syaratnya itu sudah tertulis jadi nanti bukanya cincin nanti custom nanti PO nanti PO-nya itu DP-nya kamu set 80 itu ada Mas detail saya juga mungkin kalau suruh suruh nyeritain kayak apa wujudnya bingung tapi kalau disalin paginya masih bisa jadi kalau 80 HP-nya enggak nyampai 80 kan kenapa saya harus modal Mas lah iya toh enggak perlu maka saya juga bingung lah itu terus piye Gusti Allah mulain itu sudah dijawab di dalam mimpi itu ada nah itu cukup untuk sampai dengan how to start. Nah, how to run, how to grow gitu to how to establish itu. Itu ketemulah sama yang namanya Coach Ridwan Abadi di pendampingan wanjer coaching, pendampingan bisnis 1 tahun sukses berkah community pecah telur kemarin ada. Nah, itulah saya sudah mulai jalan ngomset timnya sudah mulai 7 sampai 10 ketemulah sama Kosit One baru ditata di sana dapatlah sekolah gratis 1 tahun 12 kali pertemuan keliling-keliling Indonesia ora dibayar. Beliau enggak mau dibayar kita hanya bayar untuk makan sama penginapan. Mas, betapa mulianya ada orang kayak gitu. Saya juga enggak percaya tuh di dunia masih ada orang kayak gitu. Tapi beliau guru ya. Ternyata urut itu Mas diajarin basic-nya bisnisnya bagaimana. Purpose of life, tujuan berbisnisnya enggak boleh balas dendam, harus bermanfaat. Terus distribusinya marketing, branding, marketing, selling, present production, human capital, keuangan itu setahun, Mas, digembleng 2019 sampai 2020. Jadi yang blueprint itu cuman berlaku 2015 sampai 2018, Mas. Ternyata cuman berlaku 3 tahun. Acek kenapa enggak ngasihnya tuh full saya itu ya. Ternyata enggak ngasih segitu aja udah cukup, Mas, untuk kehidupan. Udah udah sisa itu untuk kehidupan. Yes. Yang bertembuh secara corporate ya, Mas ya. Dibangun CV-nya, dibangun PT-nya itu yaitu 2019 yang PT lah ya. Kalau CV sudah dari awal. Ah, kalau itu sudah 2017 sudah buka, Mas. Yang di gedong Kuning kecil. Ukurannya sekitar muka 8 belakang ya sekitar 10 lah, Mas. Enggak gede-gede amat. Itu kecil satu ruko jadi dua ruko. Itu belum ketemu dengan konstituhan abadi dan belum ada sekolah bisnis. sekolahnya masih ya S1 dengan sekolah blueprint itulah blueprint itu dikasih Allah kita praktikin aja tuh apa adanya dapat satu toko. Nah, kalau mulai corporate yang benar-benar tertata bagus itu mulai 2019, Mas. Alhamdulillah Allah titipkan ini sekarang outlet-nya enam Mas. Jogja dua, Semarang, Surabaya, Bandung, Solo gitu ya kan dan beberapa mitra. Tapi ee yang saya sebut yang apa yang milik kita aja. Yang lain kan cuma reseller-reseller enggak kita sebut. Nah, itu dulu sudah ada, Mas, di blueprint, tapi awalnya cuman kecil, ya. Nah, saya baru belajar ketika itu bersama di OYC Wanjar Coaching itu kita belajar lengkapnya enggak boleh satu, Mas. income stream-nya. Jadi, multiple income of stream. Jadi, makanya kalau sekarang kenapa bisa banyak? Satu, kita itu mainnya di cincin nikah atau cincin kawin ya 1,2 sampai 1,5 juta orang menikah setiap tahunnya lah ya. Itu kalau kita ngambil 10% aja cukup. Dan alhamdulillah kita secara rating seJawa Bali itu yang pelayanan dan desainnya paling bagus kita number one. Jadi bukan kita yang ngomong ya, itu Google rating. Kalau di rating itu sejawa Bali kita paling banyak. Yang kedua kita ada di anniversarian. Kalau nikah kan sekali, Mas. Nah, sehingga suruh berputar pakai apa? Anniversaryan. Anniversary kan kalau punya uang setahun sekali loh, Mas. Kalau punya uang ganti cincin terus ya. Apalagi dulu cincinnya jelek terus dulu dipinjam lagi sama suami enggak dibalikin ya digadein ya. Terus sekarang mungkin ngasihnya kan lebih banyak. Ada juga cincin fashion. Fashion itu yang karakter-karakter. Jadi fashion itu bisa buat daily. Terus yang ini kalau fashion biasanya marketplace. Kalau yang ini biasanya lewat Instagram dan lewat yang lain. Jadi pengaturannya enggak cuman itu, Mas. Jadi banyak ada juga yang repair. Jadi brand-brand lain yang sahabat-sahabat kita yang berbuat onar itu dikirimnya ke kita, Mas. Nerima kami terima kok sebisa kami. Saya ngomong kalau hasilnya kayak kami persis enggak bisa, Pak. Tapi kalau kita optimalkan bisa gitu ya. Kan banyak yang ditinggal kabur Mas. Kasihan. Jadi mereka enggak peduli dengan ratingak. Yang penting and run kabur. Nanti datangnya kick kita. Kita benerin matanya kita ganti yang bagus kita terangin ini yang benar ini yang bagus kayak gini. Yang jelek kayak gini dileburang ya. warahmatullahi wabarakatuh. Kalau di perputaran uang mungkin saya gak bisa cerita. Tetapi kalau untuk ngopeni santri kira-kira bisa ngopeni sekitar 400 Mas. 400. Jadi santri yang kecil itu 99, yang dewasa itu 200-an. Eh masyarakat gitu ya. Ee kalau tim kita tim saat ini namanya santri karya itu sekitar 90-an Mas ya. Satu santri itu macam-macam ya Mas ya. Ada yang dapat satu santri itu. Ada yang kalau full ya ada yang Rp800.000 itu sekolah sama bensin 300. Ada yang dapat Rp300.000 saja, ada yang dapat makannya saja. Makannya tok. Karena di pesantren kita itu full service. Jadi secara secara itu tidak bayar, Mas. SPP-nya gratis. Terus seluruh pengajar itu certified tilawati itu sampai level instruktur. Seluruh pengajar itu jauh di atas UMK pendapatannya, Mas. Kecuali di part e itu gratis baju seragam satu set, Mas. Tidak bayar. Terus nanti setiap datang itu ada makan sama snacknya, Mas. every day, every session itu dapat. Dan nanti kalau orang tuanya ada pengajian dapat sembako tuh satu sembako kira-kira ya 40-an rib kadang ada yang Rp100.000. Kalau ada event parenting kemarin itu kita ngundang duh keos kemarin ngundangnya itu siapin sembako 400 gitu ya yang datang 850 Mas. Jadi kalau Omsat ya saya gak bisa cerita itu dalam bentuk apa ngih dalam bentuk keyakinan untuk tidak menceritakan tetapi kalau dalam manfaat semoga jadi inspirasi teman-teman supaya apa? Saya jadi presiden SBC komunitas muslim. Kalau saya nanti ngomongnya bab omset itu penting, tetapi lebih penting manfaatnya apa gitu. Karena banyak yang flexing di sana itu mobilnya bagus, rumahnya bagus. Saya flashingah untuk apa gitu loh. Itu untuk mengundang hasad dan ain itu tok manfaatnya. Tapi kalau untuk inspirasi yo baguslah itu. Tapi kami tidak menganut yang demikian. Jadi kalau ada liputan aneka macam ya saya mungkin manfaat-manfaatnya aja monggo diambil. Kalau dibilang nih, Mas ya, Mas. Apakah Mas Joko sejak hijrah itu pernah kehabisan uang? Jawabannya pernah di fase laundri saja, fase pembersihan dosa-dosa. Itu bukan kehabisan lagi. Enggak punya uang itu memang benar. Setahun setelah hijrah. Jadi kalau ada yang hijrah jadi lebih baik, belajar salat, belajar ngaji, meninggalkannya jelek, terus jadi kaya. Itu saya boleh garis bawah ya, entar itu ada fase sebelumnya yaitu fase laundry. itu dibersihkan dosa-dosanya itu aneka macamlah berhidup ayahlah biasanya itu. Nah, setelah itu baru fasenya itu mulai paling mungkin ya 2017 mungkin Mas sejak saat itu itu kalau dibilang dompet kosong Mas rekening kosong enggak pernah ada fase mindset yang berbeda saat itu. Menyadari bahwasanya kalau dulu fasenya segera kaya, segera bisa mentereng yo apa carane bisa ngece balik ya toh yang dulu daftar namanya gitu ece balik gitu ya. Ternyata itu salah. Ternyata fasenya di mana kita sudah jadi lebih baik dan hijrah itu kalau kita nanti menemukan titik ini saya inati wusuki wahmatillahiabbil alamin itu kalau sudah tahu bahwasanya kita diciptakan hidup itu untuk Allah kita tahu kok berarti rezeki kita bukan untuk kita kita ambil secukupnya kita sebar sebanyak-banyaknya di titik itu, Mas kita mengerjakan projeknya Allah Quran surah Muhammad ayat 7 barang siapa menolong agama Allah maka Allah akan menolong dan meneguhkan berarti kan wis jelas w ada angin gini mau COVID kita buka cabang Mas Covid buka cabang jadi angene-angene ono sing ngcei kan lain. Nah, di titik itulah rezeki itu kalau dibilang enggak ada hari kalau kok enggak ada uang tuh enggak ada packening itu ada terus cukup ya Mas ya. Saya enggak ngomong nominalnya berapa miliar berapa anu enggak tapi cukup pas butuh ya ada gitu Mas kalau kalau ditanya butuh itu ya ada gitu butuh berangkat umrah bareng itu ada gitu jadi ya kalau banyak enggak cukup kan sia-sia toh maksudnya saya milih cukup aja jadi guru saya kiai saya mending cukup le daripada banyak belum tentu cukup katanya ng iya deng saya pikir betul juga tapi sejak memikirkan tentang hajatnya Allah maka benar Masin itu memang beneran itu memang benar-benar kita kayak wis dijaminlah nanti pas sepi itu ya tinggal insyaallah kok sepi gitu value-nya itu namanya spiritual enterprise. Spiritual enterprise itu visi, misi, nilainya itu berdasar pada Quran dan hadis, kepada nilai-nilai yang diajarkan dalam Quran dan hadis dan nilai-nilai kebaikan agama. Sehingga kalau memang mau masuk di kota Goleri itu, maka seleksi pertamanya adalah seleksi culture, seleksi nilai. Nanti ada tim sendiri Mas yang menyeleksi tim kami seleksinya dua, satu as profesional ese spiritual. Jadi asesor yang profesional itu ya nanti isinya ya cek portofolionya. ee kalau misalnya dia seorang digital marketing, y portoflomu mana? You bisa menyampaikan enggak yang kemarin buktinya apa? Kompetensimu, sertifikatmu mana? Terus pengalaman memimu kayak apa? Tapi yang di sisi spiritual itu cek Mas satu-satu. Ada namanya Ustaz Widodo, pimpinan yayasan dan pondoknya yang datang ke sini setiap kali interview ngecek, "Ayo Mas ngaji." Gek ngaji. Nanti digrading level tilawati 1 2 3 4 Quran boleh diterima asalkan bisa membaca Quran walaupun terbatah-batah. Tapi kalau buta membaca Quran enggak boleh. coret banyak banyak banyak enggak cuman fotofolionya juga sudah miliaran coret tetapan lah buat apa toh wong dia sendiri aja sama Allah gak berani kok apalagi kita yang cuman makhluknya gitu kan logikanya kan dia loh sama pencipta aja enggak hormat pagi ora salat ngaji ora tahu poso blas tahajud ora tahu enggak pernah sama sekali Allah saja diginiin sama dia lah apalagi kita yang yang seorang owner yang cuman cuman pelaksana jadi bukan untuk menakuti dan wah masoko ini garis keras bukan bukan garis keras tapi kita punya value enggak Enggak sama enggak apa-apa. Di dalam SDM kan PKWT gitu orang mau nikah kan sampean senang enggak sama saya? Senang. Saya senang sama jenengan. Ya sudah saling rida kita menikah kan enggak ada yang dipaksa. Harus menikah ya sama saya sama di kota gereja wali juga enggak dipaksa. Mas mbak tempat kami budayanya kayak gini penilainya ada 7 sampai 8 elemen. Mulai dari pagi itu subuh berjamaah di masjid yang cowok. selawat duha, tilawati, hafalan, salat tepat waktu, terus berbakti pada orang tua itu banyak, Mas. Ada buku kayak buku tahu buku Ramadan, Mas. Ah, kami Ramadan tiap hari, Mas. Jadi nek kira-kira enggak siap ya enggak apa-apa enggak harus masuk di tempat kami. Tapi kalau siap, monggo silakan. Jadi enggak ada paksaan kok. [Musik] Secara waktu kita berkurang, Mas. berkurang kalau misalkan 7 jam kita kerja gitu ya Mas ya kan 8 jam kurang 1 jam kan berarti 7 ya Mas ya itu yang 1 jam sampai lebih sedikit itu ya untuk ya ibarate kita kulo nuwun lah pagi itu sebelum memulai ya kita kunun ya Allah yang maha pencipta rezeki hari ini saya membawa tim saya untuk bisa mendekat pada panjenengan tolonglah diberikan rezeki itu kan kita membawa tim kita untuk dekat dan itu tanda tangannya orang tua loh Mas bukunya itu. Kalau dia sudah nikah tanda tangan suami ya enggak ganggu ya kita memang waktunya berkurang tetapi keberkahan kan tidak berkurang enggak apa-apa dunia suruh nunggu aja dunianya enggak usah kita yang disuruh nunggu sama dunia saya suruh nunggu dunianya itu. Saya enggak mau saya mulai itu. Pokoknya ngaji dulu aja enggak apa-apa nanti 0.30 baru mulai kerja ya. Gak apa-apa Mas, enggak ngaruh ke teman-teman. Productivity naik. Bahkan penelitian kita 5 tahun terakhir karena saya background-nya S2 saya ngambilnya itu di UGM juga meneliti tentang perilaku. Saya ngambil jurusannya SDM itu perilaku. Tiap yang nilai spiritualnya baik, relatif positif, Mas. Korelasinya positif terhadap orang yang berkinerja tinggi. Jadi sekarang nyari orang yang kinerja rendah gampang cek spiritualnya. Masing-masing orang di tempat kami punya pendamping spiritual dari pesantren yang kita bangun. Jadi pesantren itu sebagai pendamping spiritual, Mas. Jadi ini pesantrennya ini perusahaannya cara ngelolanya. Jadi kalau secara profesional dikelola atasan sama mentor, tapi yang spiritual ini sama Ustaz Do dan gitu kira-kira Mas. Jadi nanti difeedback seminggu sekali ngumpul buku eh or tau salat k ki k telatan ki conteng gitu. Nanti bonusnya itu dikali semua dengan pencapaian spiritual. Bonus Rp3 juta kalau spiritualnya 70% dia enggak dapat apa-apa, Mas. Hangus bonusnya. Tapi pendapatan tetap dapat ya. Kita enggak zalim ya. Minimal pencapaian bonus itu bisa dicairkan 80% Mas. Kalau nilai spiritual 80% cair 80%. 85 cair 85. Kalau 90 ke atas cair 100%. Fair. Ada yang protes sih kemarin, "Mas, masa bonus harus dikali spiritual?" Lah gimana wong saya cuman kuliah bagian bagi rezeki. Yang bagi kan yang punya Allah. Masa saya kan enggak enak sama yang ngasih gitu kan. Oh iya, orangnya paham. Ya udah deh, Mas, enggak apa-apa katanya orangnya. Ya udah deh, Mas, enggak apa-apa katanya gitu. Akhirnya besok orangnya tuh bagus, Mas. Itu menanamkan nilai-nilainya itu diinstal ke dalam. Itulah yang diminta banyak rekan-rekan. Kadang di SBC teman-teman relasi itu, "Mas, diwangi, Mas. Nanti kalau ada ee installing nanti dari yayasan yang akan berangkat membantu untuk nginstal dari mulai awal sampai dengan nanti berjalan. Wah, ada semua itu spiritual tadi. Yes, betul. Dan kita hampir apa ngih bukan pastikan karena bukan Tuhan ya. Tapi menurut penelitian empirit itu spiritual tinggi korelasenya positif. Ada sih yang pintar spiritual tiba-tiba ngapusi ya ada. Tapi kan itu jumlahnya jumlahnya sedikit sih. Nah, kalau berkualitas kita itu barangnya Mas kan orang banyak pakai pemurnian ya. emas lokal, emas hasil tambang ilegal itu ya yang harganya murah. Jadi supaya saya cepat kaya gampang saya pakai emas yang kualitasnya rendah, enggak jelas asal usulnya tapi kita tuh hanya pakai emas anta Mas tok til. Dan itu kami tuh wah di Jogja tuh yang kayak kita tuh dikit banget Mas. Mungkin bakule itu yang jual suppliernya sampai heran. Podo wae toh, Mas. Sama saja tok, Mas. Kenapa jenengan harus? Karena saya butuh asbabul nuzulnya. ini jelas gitu loh barang ini bukan dari barang ilegal pencurian makam dan teman-temannya gitu loh. Harganya lumayan ya Mas 1,5 aja saya kalau me cepat kaya gampang kok. Itu yang dari tambang ilegal 1,7 saya cuman beli 1,2 tapi saya tetap pakai Antam. Kalau bergaransi garansinya paling panjang sampai 10 tahun Mas mau pecah mau anu, mau retak mau tak tukar tukar baru kecuali satu tok garansinya enggak bisa ngover hilang. Kalau hilang enggak bisa kalau hilang. Kalau syari ya nilai-nilai kita tanamkan sehingga syari itu dilihatnya nanti keseharian, Teman-teman. Dan itu akan ngimpactnya nanti ke review kok. Review Google My Bisnis-nya boleh dicek, review di marketplace-nya boleh dicek. Yang paling gede GMB sih, Mas. GMB itu ngecek pelayanannya tuh muncul. E dia kan spiral enterprise kan dari ketulusan. Jadi nanti kelihatan pelayanannya itu bukan karena uang gitu loh. Karena sudah diajari ya kerjamu yo dinggo Gusti Allah gitu loh untuk dirimu sendiri. Dan tim kita itu enggak enggak khawatir gitu ya kalau nilai-nilai ini, "Wah nanti kalau misalkan kota gereja itu bertumbuh, Pak Joko yang kaya." Enggak. Mereka tahu kok uangnya untuk apa, untuk pondoknya juga tahu. Mereka yang menyerahkan uangnya. Tahu alirannya berapa itu juga tahu kok. Kita lapor juga ke pajak, kita lapor juga ke dewan dakwah, kita lapor ke Basnas. Insyaallah ya berkualitas bergad syari itu penjabaran secara singkatnya, Mas. Nah, bukan market itu uniknya gini ee hampir 20% sampai 30% yang beli di tempat kita itu repeat, Mas. Nah, jenengan kan tuju kan masa cincin kawin repeat dia nikah lagi apa dia cerai nikah lagi kan pertanyaannya gitu enggak repeat dan tidak pakai biaya marketing Mas. Nah kan repeatnya itu ternyata dari referensi Mas orang yang cocok diut kami itu lucunya Mas uniknya cocok puas dia ngasih rating dan dia mereferensik sayangnya enggak mau dikasih uang Mas padahal ada Ve itu 10% ditransfer enggak mau maunya cuman dikasih ucapan terima kasih paling nilainya barang anduk tumbler atau apa gitu tas. Tapi kalau uang enggak mau, Wis kok, Mas J. Saya sudah kaya, ngapain saya dapat uang dari jenengan katanya gitu ya. Kalau saya puas-puas aja gitu. Dan ada yang datang gini, Mas, pelayanan grup pit sepeda gitu ya, grup apa bapak-bapak, emak-emak mampir lihat enggak beli tetap dilayani dengan baik. Boleh minum tuh minuman makanan itu saya sediakan semua gratis. Ngelak yo minum aja kalau haus. Rugi enggak, Mas? Enggak. Enggak rugi. Wong sedekah kok rugi toh. Lah dia yang mampir minum tok gitu, Mas. Besoknya itu keluarganya itu ke sini. Jadi kadang jangan dibayangkan kalau new market, new campaign gak selalu gitu. Ada CRM yang jalan, ada referensi yang siluman. Kami nyebutnya itu referensi gaib itu ada beneran di tabel kami namanya tuh teman ya dalam tanda gaib itu karena layanan yang ngetulus itu akan mendatangkan customer yang referensi yang tulus juga. Jadi ada gitu Mas 20 30% loh Mas. Banyak itu kalau untuk kayak gini. Nah, yang sudah nanti kan bisa repeat untuk yang di-upsel ke yang ee fashion. Yang punya bisa dibenerin yang di rumah. Jadi, kan enggak cuman jualan orang tahunya cincin kawnya doang, Mas. Sebenarnya enggak. Kita jualannya banyak hal ya. Bisa dijuali lontinya, bisa dijuali apanya, beliannya doang ganti di rumah gitu kan bisa. Kadang kita kempengnya cincin bekas, perhiasan bekas jadi cincin baru. Bisa kumpulinnya bawa sini saya lebur, saya kadar nanti kita sampaikan kadarnya. Ini kita beli dulu selesai jual putus nanti baru kita pakai akad yang baru. Enak Mas. Ada lagi ya banyak sih pertanyaan itu, Mas. Kan enggak orang Indonesia nikah tiap hari, tapi Mas Joko kok jualan tiap hari? Itu enggak cuma jenengan yang pusing. Banyak yang nanyain itu ke saya. Oh iya pasti konsumen itu bagi kami selalu jadi ingatan positif ya. Karena dialah konsemen pertama kami. Kansemen pertama namanya Mbak Pita dari Kalimantan. Kalau Mbak Vita lihat ini ya. Saya mengucapkan terima kasih banyak sudah ngelalarisi karena konsumen pertama itu enggak ada rating, Mas. Enggak ada review, cuman modal upload doang sesuai blueprint tadi saya upload kan urutannya saya beli itu. Dan lucunya itu enggak nanya, "Ini yang sudah pakai ada enggak ya? Ratingnya mana?" Itu enggak tanya. Untungnya dia enggak tanya. Kalau tanya saya juga bingung ini mau jawab apa gitu ya. Saya juga, "Mbak, saya baru jualan pertama ya." Saya ngomong kemarin itu beliau ngirim ke sini, "Saya gratisin cincin berliannya saya kasih semua mas gratis sampai kapan pun tak gratisi, Mbak. Itu sampai gitu saya. Mbak Pita namanya itu. Itu customer pertama dari Kalimantan. Beliau kerja di tambang di daerah Kalimantan. Mungkin usianya sekarang ya mungkin 35 sampai 39 tahun lah. Sekarang masih diingat itu. Jadi customer-customer awal itu nomornya masih saya pegang, Mas. Jadi yang tahun pertama kedua itu kan masih pakai HP pribadi. Itu kalau ngecat langsung fast respon jam berapa pun saya balas. Selama saya masih melek ya dan enggak salat itu saya balesin rata-rata saya gratisin. Mas mau tukar cincin sekalian po Mas. Mbak gratis gak apa-apa kok baik katanya gitu. Iya, karena dulu jenengan sudah ngelarisi pertama kali customer-customer tuh masih saya ingat kok itu sebenarnya tidak harus sih, tidak harus dengan levelnya pesantren. Kadang juga mungkin rumah Quran kadang juga mungkin tidak harus kalau misalkan Mas saya kan awal saya kalau bangun pesantren itu izinnya Neng Kemenak juga repot itu kan burung izin TPQ-nya, izin Rumah Qurannya belum pengajarnya lebih dari 10. Nah, untuk mengawalinya bagaimana? Cukup kalau dulu kami mengawalinya dengan ngopeni santri itu cuman berapa santri, Mas? Tiga. Tujuh itu ngaji di rumah. Ngaji di rumah, di tempat usaha itu mulai ngaji rutin, panggilin ustaz satu. Nanti ustaznya itulah yang ngasih nasihat ke santri. Otomatis itu juga nasihat ke kita. Hatinya lembut kok, Mas. Kalau ngopeni santri itu hatinya lembut. Pasti Allah akan lembutkan kok. Kalaupun nanti orangnya tuh marah, dulu saya marah saya tukang marah gitu ya. Saya tegas itu ngopi santri itu kenapa ya? Saya saya bingung ya menceritakan. Tapi Allah yang melembutkan ternyata jadi lebih lembut. Terus integrasinya apa harus enggak banyak rekan-rekan yang pakai rumah tahfid bisa. Ada juga rekan-rekan enggak mampu sama sekali ngelola rumah Quran itu kerja sama sama yang sudah jalan. Mas, boleh enggak saya support? Boleh. Nanti tolong ya kasih siraman rohami ke tim kita. Ya kan bisa, Mas. Jadi mulai dari yang sederhana gitu, enggak harus yang repot-repot. Karena di dalam hadis itu tertuliskan Mas, amalan kita akan terputus kecuali tiga hal. Satu, itu adalah anak yang saleh. Dua, ilmu manfaat. tiga amal jariah. Saya memilih pesantren dan sedekah itu karena itu mencakup ke dalam banyak hal yang sudah tertera di dalam Quran dan hadis. Dan itulah yang saya cuman mampunya itu Mas. Kalau saya mampu berjihad ah saya ngerakit aja enggak bisa gitu ya dalam tanda petik ya. Saya berjihad fisik saja terbatas. Kenapa itu ya pesantren dan sedekah itulah itu bisa membuat kehidupan itu jadi lebih baik. Karena ada ilmu yang manfaat, Mas. Ada juga anak yang saleh. Otomatis anak kita, Mas itu enggak ikut ke pesantren. Sebenarnya ada pesantrennya sendiri, tapi lambat laun dia rasanya jadi lebih saleh daripada yang sebelum-sebelumnya gitu ya. Karena saya 10 tahun ya itu sekarang lebih sering ke masjid tanpa saya minta. Terus istri lebih salehah, terus keluarga juga enggak ada yang lempar-lemparan piring. Kalau ada masalah ya kecil-kecil enggak pernah sampai ada ke pengadilan agama itu ya enggak pernah. Keluarga besar juga bisa tersatukan dengan pesantren, Mas. Ada kajian doa mendoakan leluhur itu juga bisa. Jadi gede banget manfaatnya Mas dunia akhirat pesantren itu. Walaupun mungkin hanya rumah tahfid tok misalkan kecil mampunya tuh bikin gitu. Karena itu luar biasa bangetlah. Jadi amal jariahnya dapat, dunianya juga dapat dan apakah itu yang mengantarkan kita ke surga? Ya semoga insyaallah. Karena bukan tentang jalannya mengantarkan ke surga, Mas. Orang baik pun belum tentu, orang jelek pun belum tentu tidak masuk. Tapi hanya satu yaitu rida Allah. Maka bukan saya menuju itulah jalan menuju surga saya bukan itu hanya saya berdoa ya Allah semoga pesantren dan sedekah ini jadi panjenengan tuh rida sama saya aja kalau Mbah Nun guru saya e MHun Najib itu berpesan Gusti Allah enggak marah aja sama kamu tuh alhamdulillah Mas gitu udah Allah aja senang sama kamu alhamdulillah Mas udah itu targetnya itu aja nanti surga itu urusan belakang karena kalau Allah suka apa ya kamu mau ditaruh di neraka kan enggak mungkin kalau Allah tresno kan masa ya ditaruh di neraka jadi tugas kita ya menyenangkan Allah saja kehidupan kita, usaha kita pesantren itu kan hanya wasilah tok saya orang yang kotor jadi saya mengakui saya bukan orang yang baik maka ya pesantren sedekah itulah yang jadi penebus masa lulu saya yang dulu ya nagihi dengan brutal jadi dep kolektor main kartu kredit kerja di bank ya itu saya pengin menebus itu sih Mas jadi salah satunya itu lebih ke mindset Masnya bahwasanya bisnis itu berasal dari mindset owner jadi kalau bisnisnya enggak baik-baik saja aja. Jangan mudah menyalahkan bisnisnya. Itu adalah fase dalam mentoring bisnis. Bisnis salah, tidak bertumbuh, tidak berkembang. Yang salah bukan bisnisnya, pasti ownernya. Yang ownernya di mana salahnya? Mindsetnya. Nomor satu dicek sebelum ngecek dia belajar di mana, mindsetnya bagaimana. Kalau mindsetnya mengembangkan harus dengan hutang, itu repot, Mas. Padahal banyak bisnis yang bahkan bisnis itu tidak harus dibuka dengan memproduksi barang sendiri. Bisa jadi auturan materi pertama dalam mentoring bisnis kan how to start. How to start? Ya, bagaimana memulai enggak harus punya produk kan bisa kerja sama dengan yang lain. Kongsi kayak saya pinjam, saya jualin, yang penting kan dapat cash. Kalau mindsetnya benar. Nah, tapi kalau riba, memang riba menghancurkan Mas. Tetapi bukan sepenuhnya salah ribanya. Riba itu ada tapi kalau enggak didekatin kan enggak apa-apa. Bukan kan kita kalau suruh menghancurkan riba kan repot. Kita harus jadi DPR dulu, kita bikin bikin peraturan dulu, kita harus jadi presiden. Enggak nutut waktunya. Ah, kan DPR-nya juga harus bisa kita pegang semua dulu kan enggak nutut, Mas. Ya, paling tidak kalau memang riba kita berjuang edukasi teman kita, sahabat keluarga kita, konten kayak gini kita edukasi, Mas. Pol mentok kan itu Mas berjuangnya membebaskan orang yang kena riba. Saya Mas juga ada di yayasan ada ee fitur untuk membebaskan orang yang kena riba itu juga termasuk. Tapi kan kemampuannya seberapa toh, Mas? Jadi kalau bisnisnya hancur gara-gara riba, ya salah satunya mindsetnya orangnya itu yang mendekati riba juga. Sebenarnya enggak harus didekati pun enggak apa-apa, Mas. Tempat pelacuran mohon maaf akan ada terus kok, Mas. itu mau dibuntel, mau dibungkus kayak apa dan kita mau nutup akan sulit kalau sistemnya tidak komprehensif untuk menutup negara itu. Tapi kalau kitanya enggak mendekat kan jadi enggak masalah ya. Kita tetap berdakwah ya supaya itu tidak ada di lingkungan kita. Itu penting supaya enggak muncul azab. Nah, jadi kalau ditanya itu menghancurkan ya menghancurkan Mas. Dan pengelolaan itu juga tidak harus riba karena berhutang. Pintunya kan gitu hutang karena tidak bisa mengelola uang. Kenapa tidak bisa mengelola uang? Kan 5Y caranya ya. Karena you pengeluarannya lebih besar daripada pendapatan. Kenapa pengeluar asat bisa pendapatan? Ya karena tidak dibudgeting dan planning dan hawa nafsunya mungkin besar. Belum saatnya memiliki tapi sudah memiliki. Belum saatnya beli sudah beli. Saya rumah itu baru dapat itu di ujung tahun berapa gitu, Mas? Saya sampai 2019 2020, Mas. Padahal usaha itu ada sejak 2015. Iya. Uangnya untuk apa? Ya muter bisnis. Mau bangun rumah gitu wah beli dagangan. Mau beli mobil wah kayaknya beli toko dulu deh katanya. Jadi akhirnya tertunda sampai 5 tahun. Akhirnya istri woh sudah saatnya Mas. Itu pun pondasi doang, Mas. Tak tinggal lagi. Nanti bangun tembok gitu ya, belum difinish tinggal lagi. Sampai orang buta aja lewat tahu progres saya belum selesai, Mas. Orang buta itu berangkat ke masjid, "Mas, kok enggak selesai-selesai rumahnya?" gitu kan, Pak. "Lah jenengan kan enggak lihat kan buta gitu ya." Kan saya dengar dari warga katanya gitu. Masyaallah, orang buta aja tahu saya tuh rumahnya enggak selesai-selesai, Mas. Karena fokusnya pengembangan uangnya untuk pengembangan bisnis. Itu pesan guru saya sih. Memang kalau memang sudah pantas beli enggak apa-apa, tapi kalau belum jangan. Siap. Metode menggabungkan dan mensinkronkan antara spiritual dan bisnis ya. Iya. Metodenya supaya bisa sinkron, supaya bisa harmoni antara spiritual dan bisnis itu karena kita POV-nya adalah kita sebagai karyawan, Mas. Bukan sebagai owner. Sekali lagi coba kita bayangkan sebagai karyawan. Saya jadi karyawan dan rekan-rekan saya itu di bank, Mas. Dan yang main kartu kredit dan kerja sampai pagi sampai malam. Pagi sampai malam itu-nya Mas capek, Mas. Luar biasa. Capek tenaga, fisik, perasaan habis, Mas. Itu mau saya berkata kasar ya itu cepat mati mudah Mas. itu kenapa dihabiskan waktunya, pikirannya, tenaganya untuk sesuatu yang tidak dibawa mati. Coba saya dulu di bank itu pulangnya paling gasik jam 7 loh, Mas. Berangkatnya jam 0.00, Mas. 12 jam gajinya 7 jam. Gajinya 7 jam kerjanya 12 13 jam. Terus terus. Dan itu juga tidak hanya untuk terbangkan, untuk yang di Jakarta wah lebih parah lagi. Kerjanya sampai jam 09.00 malam belum perjalanan KRL. Karena tim saya banyak yang dari Jakarta jadi tahu kisahnya dan orang pada masuk ke sini, Mas. Itu bukan untuk mencari sengsara. Kalau sudah harmoni antara spiritual dan bisnis itu bisa diharmonikan, orang itu mendapatkan yang namanya ketenangan. Alikrillahi tatmainulubuhum. Hanya dengan mengingat Allah hati bisa menjadi tentram. Jadi kalau disangka tidak bisa tentram antara ini spiritual ibadah dengan kerja justru kalau konsinkron tenang Mas karena dijamin ketenangannya. Orang mau belajar mau kerja yuk mengingat Allah dulu ngaji sik. Orang wayah salat ya salat. Puasa ya bareng-bareng puasa. Buka puasa yo bareng Mas dicepak-cepak terus enggak bisa ngaji diajari ngaji. Enggak bangun subuh loh Mas. Ditelepon Mas ada yang bagian nelepon bangun subuh lah. Opo ora kehidupan fabiayikumatu kadiban toh ya untuk orang-orang yang pikirannya waras gitu ya. Apakah tidak cres? Cres mas untuk yang frekuensinya berbeda. Kalau yang arahnya sudah dunia sudah enggak bisa berarti kita enggak bisa memaksakan. Karena hidayah itu hanya Allah yang punya. Jadi ya sinkron Mas. Alhamdulillah sinkron. Geger, Mas. Geger pertamanya pasti geger. Tapi kalau sudah jalan kan merasakan oh ternyata gini ada yang berpisah saja penuh dengan tangis kan diminta suaminya ya sudah kerja 4 tahun gitu ya terus ngikut suaminya saya ngomong di syariat jenengan harus ikut suami mbak berbakti ditinggal sambil nangis g doa bersama pisah jadi dan mereka boleh usaha sendiri boleh silakan saya persersilakan kok jadi sinkron insyaallah sinkron mas bisa target dong jadi jangan dikira kalau misalkan nanti kan innallahairin itu terus sabar ownernya sabar kalau enggak target sabar enggak kayak gitu enggak kayak gitu justru Islam itu mengajarkan etosnya kerja tinggi. Tertuliskan hadisnya jelas Quran hadisnya jelas dan Allah Rasul dan orang-orang mukmin melihat pekerjaan kalian kan cetok. Jadi saya ngomong loh Allah loh Rasul yang sudah wafat itu beliau enggak wafat loh lihat kerjaanmu kok Allah ya lihat masok kamu kayak gitu kerjanya. Dan itu berlaku profesional Mas. Contoh nih ya, sales untuk magang. Contoh harus 3 bulan target sekian ratus juta. Magang aja targetnya sekian ratus juta. Lolos ya diangkat. Enggak lolos ya enggak diangkat. Tapi kalau lolosnya ini 80% tapi spiritualnya 95 angkut Mas. Enggak apa-apa karena kurang. Tapi kalau ini pencapaian 30% spiritual 100 saja itu enggak masuk. Artinya spiritual dia catatan saja Mas pasti. Kalau spiritualnya genah baik pasti ini tuh naik Mas. Ngikutin pasti contohnya ya Mas ya. Ini korelasinya ya biar mudah. Orang yang tahajud, tim kita yang tahajud relatif dia curhat sama Allah lebih, otomatis dia ketika bekerja lebih tenang. Orang yang rajin untuk berpuasa, dia enggak banyak marah, dia bisa menahan amarah. Orang yang bisa deres Qurannya itu baik, secara penelitian dia lebih teliti dan laten. Masa bahasa Qurannya asal-asalan kan enggak ada aturannya. Dia patuhi aturan. Orang yang terbiasa itu bersedekah dan membantu dia akan mendapatkan ketenangan jiwa dan rasa syukurnya akan bertumbuh. Lah otomatis kan ada korelasinya, Mas, antara spiritual dengan profesional. itu korelasinya di situ. Ini yang kita kembangkan penelitiannya dan jadiin tools yang itu banyak kemarin dim
Resume
Categories