File TXT tidak ditemukan.
Modal 250 Ribu! Peternak Muda Raup Cuan Jutaan dari Kelinci Pedaging!
BK7SBGrdfRE • 2025-07-30
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
[Musik]
Dulu waktu mulai itu saya kira-kira
modelnya 250-an, Mas. Rp250.000 itu
dapat anakan kalau enggak salah lima itu
saya putar lagi dibesarkan besar jadi
indukan beranak. Nah, itu terus
dikembangkan terus, Mas. Kalau di
tootal, Mas, termasuk dari kandang, dari
pelet, dari semuanya itu
ya seminggu bisa 3 seteng, Mas. Itu dari
semua. Kadang saya juga jualan pupuk
yang hasil ini kotorannya, urinya ini
kadang juga dari kandang, kadang itu
daging kelinci ya. bersihnya segitulah
3,5.
[Musik]
Sebenarnya kandungan daging kelinci itu
juga bagus, Mas, buat kesehatan. Untuk
pengobatan biasanya misal ada orang yang
udah nikah lama kok belum punya
keturunan. Itu kalau kata dokter ya
disaranin daging kelinci. Biasanya yang
diambil itu hati sama otak buat
pengobatan. dulu soalnya ada yang
berlangganan, Mas, seminggu dua kali
terus alhamdulillah sampai empat kali
kalau enggak salah itu wis udah positif
itu.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Nama saya Jauhar, owner
dari Jauhar Rabbit. Untuk alamat saya
ada di Narungan, RT2 RW2 Kademangan
Bitar. Iya, ternak kelinci. Saya ternak
mulai 2015 pertengahan itu malah
sebenarnya saya nerusin usaha orang tua.
Jadi yang terjun dulu itu orang tua
dulu. Baru setelah orang tua ada kendala
ya mungkin di pekerjaan karena disambi
di bangunan. Jadi enggak ke rumat
dewanya. Akhirnya saya yang nerusin
usahanya sampai sekarang ini. Orang tua
mulai dari 2005an, Mas. Waktu saya masih
SD, Mas itu saya bantu cari rumput di
sawah gitu. Dulu kan belum ada kayak
sekarang pakan pelet gitu belum ada.
Jadi cuma rumput sama bekatul dulu kan
saya sekolah itu perikanan, Mas. Lucunya
itu saya PKL-nya di bidang koi gram
gitu. Terus saya setelah lulus dapat
tawaran dari Pak Sis Jatinom. Nah, itu
saya pegang dialun itu ada kolam patin.
Dulu saya setahun lebih jaga di sana
jadi mandor sambil makan ikan itu. Terus
setelah itu saya nikah dan setelah nikah
itu saya langsung punya anak. Jadi
enggak sempat waktunya itu. Jadi saya
memutuskan resign terus bangun usaha ini
semakin dikembangkan. Nah, sampai
sekarang, Mas. Dulu juga enggak kayak
gini, langsung kandang bagus. Dulu
kandangnya masih dari kayu, bambu gitu.
Dan untuk jenisnya juga masih yang
lokal, yang kelinci murah pasar-pasar
gitu. Kalau sekarang udah yang jenis
yang pedaging dan yang hias ada beberapa
ini saya sumber penghasilan murni dari
kelinci ini ya, dari kelinci, dari pakan
kelinci, kandang, perlengkapan segala
macamnya. Yang penting cuma kelinci ini
aja. Jadi enggak ada usaha lain.
Waktu itu mulai usia usia berapa, Mas?
Usia sekitar 16, Mas. Dulu ya udah
jualan, Mas, ke pasar hewan gitu. Nah,
yang saya lihat di bidang kelinci itu
masih belum terlalu banyak, Mas,
pesaingnya atau yang ternak kelinci itu
kan enggak seperti kambing atau sapi
gitu kan. Kebanyakan orang kan sudah
bisa. Kalau kelinci itu ya mungkin
hewannya itu untuk perawatannya mungkin
ada yang agak sulit, ada yang lebih
mudah itu nanti ya tergantung yang
pelihara Mas. Kadang ada yang cuma
diumbar, Mas. Istilahnya dilepas liarkan
aja. Cuma dikasih tempat-tempat,
kotak-kotak buat beranak gitu. Itu bisa
beranak-pinak. Ada juga yang kayak gini
dikasih bok. Jadi tergantung yang
pelihara. Kalau ternak kelinci itu ya
kembali lagi si penghobinya, Mas. Kadang
orang ini lihatnya kok si A itu sukses
di kelinci terus misal mau ikut-ikutan.
Nah, dia belum tahu perawatan detailnya.
langsung beli banyak itu malah bahaya,
Mas. Jadi kalau saran saya untuk
peternak yang baru mulai misal mau usaha
kelinci itu ya diawali dua t ekor aja
dulu. Itu dilihat pertumbuhan,
perkembangan, bagaimana perawatannya
dari penyakit. Nah, misal nanti katakan
udah mampu menghadapi itu, nah itu baru
ditambahin enggak apa-apa, Mas.
Bertahap. Kalau SOP-nya itu untuk
pembersihan kandang, Mas. Misal enggak
setiap hari, 2 hari, 3 hari sekali bisa
untuk dibersihin kotoran. Cuma 1 minggu
sekali kalau bisa dikasih desinfektan
buat disemprot gitu. Desinfektan yang
buat ayam itu bisa, Mas. Cairan itu ada
di toko pakan biasanya. Kalau enggak
gitu pakai yang mudah. Detol bisa detol
antisep itu. Itu disemprotkan di kandang
juga buat mencegah kalau ada gudik
biasanya. itu kalau kandangnya udah
bersih dari itu ya tinggal nanti
kelincinya kalau bisa 1 bulan sekali
disuntik pakai B komplek yang cair itu.
Nah, kalau enggak bisa nyuntik ya
dikasih yang butiran ada juga, Mas. Jadi
lebih enak tergantung nanti yang
pelihara. Kadang ada yang baru mulai
enggak berani nyuntik. Nah, itu bisa
dikasih berupa butiran tadi. Di toko
pakan juga ada itu biasanya.
[Musik]
Iya. Untuk pasar yang paling ramai itu
kan yang pedaging, Mas. Itu pedaging kan
untuk kebutuhan pasar daging banyak,
Mas. Sedangkan yang pelihara itu kan
juga enggak terlalu banyak. Jadi,
kekurangan barang untuk pengiriman.
Kalau untuk stok Blitar misal untuk
kiriman ke Batu atau ke Sarangan itu
nanti kalau pas hari raya atau libur
panjang itu enggak mampu, Mas, untuk
dagingnya dari maksudnya hasil dari
Blitar kadang ya ambil dari Tulungagung,
Kediri gitu. Untuk marketnya kalau yang
pedaging itu ya biasanya ya pusatnya ke
Batu ke Songgoriti. Nah itu kan banyak
penjual-jual sate di pinggir jalan. itu
di sana kalau enggak gitu ke daerah
Bumiaji ada juga pengebulnya yang ambil
daging dari luar kota gitu seperti dari
Blitar, Tulungagung gitu ya kan yang
dekat Mas ya. Dulu awalnya itu malah
mulai dari lokal Mas setelah berkembang
itu nanti nyari jenis yang lebih bagus,
lebih cepat pertumbuhan. Nah, ketemulah
si pedaging ini. Jadi pedaging ini
keunggulan kan bisa waktunya lebih cepat
waktu panen. Terus pakannya juga enggak
terlalu banyak kayak lokal. Lebih cepat
untunglah kalau main pedaging daripada
yang lokal kalau buat daging. Oh, kalau
saya itu produksinya ya kelinci, pakan,
kandang, mungkin obat-obatan juga. Nanti
ya yang berhubungan dengan kelinci ya.
Kadang saya jual olahan sate, kadang ya
rica-rica gitu. Kalau misal katakan cuma
ada stok kok dikit, misal dikirim rugi
nanti ya. Itu kita olah sendiri. Kadang
ada yang beli minta diolahin sendiri
gitu, Mas.
Kalau pedaging dulu itu ya waktu 2016 17
itu kan masih baru masuk toh, Mas. Kalau
di daerah sini. Nah, itu untuk harga
bibitnya juga masih lumayan mahal. Jadi,
saya berani pindah dari lokal ke
pedaging itu ya karena belum banyak yang
punya. Jadi, otomatis kan kalau kita
udah punya nanti ada pembeli sekitar itu
kan pasti minta bibitnya ke sini. Nah,
itu kan untuk harga masih tinggi, Mas.
Jadi, dijual bibitan itu anakan itu
untungnya ya lumayan banyak. Kalau
sekarang, Mas, untuk yang pedaging
anakan 2 bulan mulai Rp75.000.
Kalau pedaging itu biasanya 3 bulan udah
siap panen, Mas. Itu bobot ya sekitar 2
kilo kadang ya 1,8 gitu. Itu udah bisa
dibuat konsumsi dipotong gitu. Yang ada
ini ada loop, ada anggora, ada Dutch,
ada Netherland Draft, ada juga Rex,
Haila, dan Hikol.
Itu Mas jenisnya. Ya, kalau saya itu
mainnya yang kualitasnya ya kadang nomor
dua, Mas. Jadi kita bukan pemain kontes.
Nah, untuk harga jadi saya ya enggak
mahal juga enggak murah di tengah-tengah
gitu, Mas. Kadang makanya orang beli itu
kan kalau cari kelinci kontes kan pasti
mahal.
Mungkin mainnya nanti ke penghobi. Kalau
yang saya pelihara ini kan menengah ke
bawah masih bisa, Mas. Harganya masih
memungkinkanlah. Untuk yang hias mungkin
anakan di 150 sampai yang mahal mungkin
300, Mas. Itu satu ekornya. Kalau yang
kualitas kontes itu ya bisa sampai R
juta, Rp3 juta bisa, Mas. Tapi kalau
buat penghobi yang katakan ini hiasnya
ini kategori nomor dua itu ya mungkin
paling mahal 1,5 lah untuk yang jenis
Netherland biasanya anggura gitu. Untuk
yang tertinggi itu ya sekitar R3, Mas.
Rp1.300. 300 itu jenisnya giant, Mas.
Untuk barangnya itu pesan, Mas. Saya
ambil dari orang soalnya kan harga
mahal, Mas. Jadi saya ambil dari
peternak baru tak kirim gitu.
Untuk kiriman saya biasanya ya yang
ramai itu sekitar Jakarta, Jawa Barat,
Jawa Tengah gitu, Mas. Tapi ada juga
yang dari luar pulau kemarin dari NTB,
dari Makassar, Lampung itu juga udah
pernah kita kirim pakai pesawat gitu.
Untuk ongkir pesawatnya aja kalau misal
ke luar pulau itu R00 sampai R juta,
Mas. Tergantung nanti berapa ekornya.
Jadi biasanya kalau orang beli dari luar
pulau itu enggak mungkin cuma satu, Mas.
Mesti lebih dari satu. Jadi biar enggak
rugi di ongkirnya. Kalau untuk packingan
kita pastinya kalau banyak itu pakai
kayu, Mas. Pakai kayu itu nanti terus
dikasih e makanan. Biasanya saya jagung
kalau enggak gitu apel juga bisa sama
dikasih rumput. Tapi yang pasti sebelum
berangkat kita kasih vitamin, dikasih
madu biar selama perjalanan itu
staminanya enggak terkuras. Jadi sampai
sana masih sehat. Biasanya kan du
harian, Mas. Kalau berangkat dari sini
misal ke Kalimantan atau Sulawesi itu
dua harian. Kayu itu ya di model kotak
gitu, Mas. Nanti disekat-sekat gitu
dikasih kawat ya itu kelincinnya
dimasukin udah diilakban gitu terus
dikasih makanan di dalamnya. yang
kayunya cuma pinggir, nanti yang di
samping-sampingnya pakai kawat RAM itu,
Mas, yang hijau itu. Jadi, sirkulasinya
kan losos, Mas. Itu jadi enggak samar
kekurangan oksigen
untuk pakan. Kalau yang bagus ya tetap
pelet, Mas. Selain pelet ya dikasih
hijauan. Hijuan sekarang lebih enak,
Mas. Cuma daun pepaya, daun pisang, daun
ketela juga bisa. Jadi enggak harus
rumput. Mau kalau kelinci itu udah
pelet, nanti dikasih hijauan dikit pasti
mau dia. Hijau itu fungsinya cuma buat
nutrisi tambahan biar nanti kotorannya
itu padat terus. Kalau kebanyakan pelet
enggak ada hijauan itu ya juga kadang
kotorannya lembek gitu.
Normalnya itu di protein berapa, Mas?
Normalnya yang aman itu 16, Mas. 16%.
16% itu udah bagus buat pertumbuhan
juga. Kotorannya juga bagus, enggak
terlalu lembek. Jadi aman. Kalau
populasi di kandang ini kalau sekarang
ya sekitar 60-an, Mas. Kalau full ya
bisa 80. Nah, tapi saya itu kalau kurang
ambil dari mitra. Saya kan sistemnya
kemitraan, Mas. Jadi kalau ada
teman-teman yang mau join, misal nanti
enggak bisa jual, itu bisa dijual ke
sini. Untuk yang dekat-dekat sini dekat
rumah saya itu ambil bibit, indukan, dan
pakannya. Nanti jual anakannya lagi ke
sini bisa jadi lebih mudah. Untuk mitra
saat ini 10-an orang, Mas yang tetap
bekerja sama lah. Nanti kalau ada panen
bisa saya ambil atau diantar ke sini
bisa sekalian ngambil pakan gitu. Jadi
kalau di tootal sama mitra ya hampir
500-an Mas kelincinya itu. Cuma ya nanti
setiap minggu pasti ada panen gitu.
Ya, saya dulu gitu, Mas. Waktu awal mau
sembelih itu ya kok enggak mentolo
ngono, Mas. Tapi selain itu saya
dituntut profesional karena ada ya waktu
itu buat beli untuk kok berobat, minta
daging. Nah, itu akhirnya tega enggak
tega saya potong, Mas. Itu waktu pertama
dulu istri saya yang megangin. Jadi,
saya yang motong itu saya enggak lihat
pertama. Nah, sebenarnya kandungan
daging kelinci itu juga bagus, Mas, buat
kesehatan. Untuk pengobatan biasanya
misal ada orang yang udah nikah lama kok
belum punya keturunan. Itu kalau kata
dokter ya disaranin daging kelinci.
Biasanya yang diambil itu hati sama otak
buat pengobatan. Kalau enggak gitu buat
yang asma itu bisa juga. Dulu soalnya
ada yang berlangganan Mas seminggu dua
kali terus alhamdulillah sampai empat
kali. Kalau enggak salah itu wis udah
positif itu. Kalau biasanya per minggu,
Mas, kita per minggu itu paling dikit
biasanya sampai 30 ekor. Soalnya sekali
panen tiap minggu itu ada 20 25 ekor,
Mas. Itu yang rutin. Belum nanti yang
kiriman luar kota, kiriman yang kita
posting di media sosial itu nanti ada
yang luar kota beli gitu. Nah, itu kita
kirim-kirim ya bisa sampai 1520 ekoran 1
minggunya. Kalau paling banyak dulu
waktu 2020, Mas, itu 1 minggu bisa 50 60
ekor untuk anakan. Itu juga rutin, Mas.
Kita kontrak dulu sama di pengobatan
Malang ada juga. Itu jadi sistem kontrak
kita pelihara dulu banyak, Mas. Tapi
yang lokal dulu
[Musik]
saya udah dapat motor, Mas. Scoopy yang
putih tadi itu hasil dari kelinci 2
tahun. itu saya nabung dikit-dikit ya,
dapat motor itu asli dari kelinci.
Selain itu ya buat kandang ini enggak
dikit, Mas. Ini R juta juga lebih ini
hasil dari kandang ini upgrade dari
sebelumnya bambu yang gampang rusak.
Terus kita upgrade ke galvanis ya buat
investasi aja, Mas. Ini semakin
kelihatan bersih juga ee tahan lama
kalau kandangnya bagus kayak gini. Dulu
waktu mulai itu saya kira-kira modalnya
250-an, Mas. Rp250.000 itu dapat anakan
kalau enggak salah lima itu saya putar
lagi dibesarkan besar jadi indukan
beranak. Nah, itu terus dikembangkan
terus, Mas. Terus akhirnya ada modal
tambahan kita belanjakan pakan gitu.
Jadi buat beli pelet, kita kan juga
jualan pelet. Kalau dulu beli, Mas,
pelet itu
kalau di tootal, Mas, termasuk dari
kandang, dari pelet, dari semuanya itu
ya seminggu bisa 3 seteng, Mas. Itu dari
semua. Kadang saya juga jualan pupuk
yang hasil ini kotorannya, urinya ini
kadang juga dari kandang, kadang itu
daging, kelinci ya bersihnya segitulah
3,5. I
kalau masa hidup itu ada yang sampai
saat ini 6 tahunan ada, Mas. Punya orang
lingi sana ada yang dulu beri dari
anakan itu sekarang itu 5 tahun udah
lebih 6 tahunan lah kira-kira. Kembali
lagi di perawatan, Mas. Kalau
perawatannya bagus, pakannya bagus, itu
pertumbuhannya juga bagus, Mas. Jadi
usianya juga mungkin bisa lebih lama.
Kalau peliharanya asal kelinci sering
sakit ya mungkin 2 tahunan udah bisa
meninggal.
[Musik]
Kalau rencana sih pasti ada, Mas, cuma
nanti masih terkendala di waktu dan juga
untuk perawatannya. Nah, kelemahan
kelinci ini itu enggak semua orang bisa
handle, Mas. Misal saya kok kewalaan
pelihara banyak itu saya nyuruh orang
buat jaga. Itu juga enggak sembarangan,
Mas. Soalnya kan linci itu nanti kalau
dipegang salah yang rawat nanti juga
malah rusak, Mas. Kadang orang itu ada
yang mungkin kebersihannya kurang,
akhirnya kelincinya jadi gampang kena
skyebis atau mungkin kelinci udah mau
sakit itu dia enggak peka dibiarin
akhirnya mati. Nah, kalau saya yang tak
takutkan itu, Mas. Misal nyuruh orang
kok dia belum pernah pegang kelinci ya
itu yang dikhawatirkan kelincinya malah
rusak atau bahkan mati. Untuk tantangan
yang pasti nomor satu persaingan harga,
Mas. Mungkin ada pembeli A ini pembeli
ini tanya peternak A harga sekian, tanya
saya sekian itu bandingkan di sana kok
lebih murah, Mas, di sampean kok mahal.
lah itu biasanya belum tahu kelincinya,
ukurannya, kualitasnya. Nah, itu yang
jadi tantangan itu, Mas. Ya, kalau untuk
persaingan harga itu nanti ya kembali ke
pembeli, Mas. Kita ngasih tahunya
mungkin kalau dari anakan biar tahu
besar kecilnya kita timbang nanti suruh
dibandingin sama si peternak tadi yang
kasih harga misal lebih murah itu
bobotnya berapa. Jadi kan kelihatan
besar kecilnya kelinci itu. Nah, dari
situ biasanya kalau udah ada
perbandingan bobot lebih misal besar
punya saya pasti dia berpikir lagi untuk
belinya. Itu
kalau penyakit sekarang itu ya udah ada
obatnya, Mas. Misal skabis dulu kan
disuntik, kalau sekarang lebih ke oles
lebih cepat. itu untuk mencret atau
kembung itu juga udah ada obatnya. Jadi
enggak terlalu sulitlah untuk perawatan
kelincinya. Kalau untuk yang anggura
misal kok bulunya udah waktunya nyukur
ya dicukur, Mas. Biasanya kalau anggura
itu kan kalau udah lebat itu nanti pasti
dia menggumpal itu enggak bisa
dimandiin. Harus dipotong, dicukur.
Untuk kalau jenis lain itu ya normal
aja, Mas. Soal bulunya kan
pendek-pendek. Tak mandiin pakai air
hangat, pakai shampo bayi juga enggak
bisa, Mas. Jadi harus dicukur itu. Kalau
prospeknya itu ya masih prospek, Mas.
Soal ya untuk populasi sama permintaan
barang itu juga masih jauh, Mas.
Maksudnya untuk memenuhi pasar itu ya
kebutuhan kelincinya itu masih tinggi.
Sedangkan untuk yang pelihara itu ya
katakannya masih rendah. Cuma beberapa
orang misal di daerah sini. Untuk
kebutuhan pasar, Mas, jika kita kirim ke
luar kota itu permintaannya 1 minggu
bisa 100 sampai 200 ekor, Mas. Untuk
anakan itu ada jenis rek dat kadang ya
NZ juga ada. Sedangkan untuk panenan
tiap minggu paling mentok cuma di 30-an
anakan. Soalnya masa kelinci itu
sebenarnya juga enggak terlalu lama,
Mas. Cuma 1 bulan kan udah beranak dan 2
bulan udah bisa dipanen.
Jadi, kira-kira 3 bulanan. untuk panen
kelinci.
[Musik]
Kalau ke depan pastinya saya masih mau
mengembangkan lagi, Mas. Untuk jenis
yang belum ada kita lengkapin, kita
tambahin. Untuk kandangnya juga
ditambahin. Itu pasti ada. Tapi kembali
lagi nanti ya itu seberapa mampu saya.
Soalnya akhir-akhir ini, tahun ini
setelah beberapa kita posting di media
sosial itu kan kita jadi lebih banyak
dikenal orang, lebih sering kirim-kirim.
Ya nanti kita kalau enggak waktunya kita
nut nanti ya kita pelihara lebih banyak.
Jadi kembali lagi di ini, Mas. Baune,
Mas. Asline kalau cukup enggak kerepotan
nambah ya nambah 50-an lagi bisa
kayaknya. Iya. Untuk yang paling pecat
itu di TikTok, Mas. TikTok itu banyak
banget orang yang tanya, yang DM, yang
komen. Kira-kira udah ratusan kali, Mas,
kalau ke bawah diroll gitu
kiriman-kiriman. Kadang ada juga yang
betabakan gitu enggak saya videokan
karena ya terkendala jam tadi waktu
mungkin satu minta di travel satu dibush
itu kita ngejar waktu jadi kita bikin
videonya cuma satu TikTok sama di
Facebook ada, Mas. Cuma kalau di
Facebook itu kan pasarnya masih lokal
seputar Blitar, Tulungagung, Kediri.
Jadi kurang luaslah. Kalau saya tuh
simpel, Mas. Saya kadang cuma posing itu
waktu pengiriman. Kalau enggak gitu
waktu bersih-bersih kandang. Itu cuma
tak kasih backsound lagu yang lagi viral
saat ini. Ya, itu bisa menaikkan viewer.
Terus akhirnya banyak yang tanya-tanya
kepo gitulah. Akhirnya kalau minat bisa
lanjut ke DM atau tak kasih nomor WA
bisa langsung WA secara pribadi kan
lebih enak. Itu sampai kurang bareng,
Mas. Sampai kadang itu ada yang pesan
juga misal ada kelinci yang baru beranak
kok anaknya bagus itu sudah dipesan udah
dibayar dulu belum sampai di sapi.
Nah ini kadang banyak yang tanya ini Mas
ternak kelinci itu kalau buat sampingan
sebenarnya bisa yang penting semampunya
itu tadi Mas kesibukannya kerja itu
terus waktu luangnya kalau setelah kerja
jam .00 Kira-kira jam .00 itu kalau
ngasih makan 10 15 itu kewalahan enggak?
Kalau enggak ya pelihara segitu. Kalau
masih kurang ya ditambah 20-an.
Sebenarnya kelinci itu enggak ribet,
Mas. Maksudnya enggak ribet itu enggak
harus setiap waktu apa setiap jam kita
ke kandang itu enggak harus. Yang
penting pagi sama kalau saya malam, Mas,
untuk ngasih makan itu. Nah, kalau untuk
kebersihan kandang mungkin bisa kalau
enggak pagi sore. Kalau enggak sempat ya
2 hari, 3 hari sekali enggak apa-apa.
Kenapa malam?
Karena kelinci nokturnal, Mas. Dia lebih
suka makan itu kalau malam hari. Kalau
siang atau pagi setelah jam 0.00 itu
lebih sering tidur. Kelinci enggak
aktivitas sama sekali. Tapi kalau udah
habis magrib itu dia sampai pagi ngunyah
terus maunya. ya mungkin apa istirahat
sebentar makan lagi gitu. Kalau jam
segini dia enggak dikasih makan ya
paling cuma makan dikit setelah itu wis
diam sampai jam .00 Ya, biasanya ya
kalau rugi ada Mas, tapi ya sedikit
mungkin ada kelinci yang baru datang
misal beli gitu kurang cocok pakan gitu,
Mas. Nah, itu kadang bisa mati juga
soalnya kan beda pakan pelet itu kan
proteinnya kadang beda-beda, Mas. Setiap
merek pakan itu kan beda-beda. Kita
enggak tahu nanti mereknya apa. Misal
saya juga sering beli dari Jawa Barat,
Jawa Tengah gitu kalau ada pesanan gitu.
Nah, itu nanti kalau belum diambil kita
kasih makan. Kalau enggak mau makan ya
yang aman kita kasih daun-daunan aja,
Mas. Itu kalau pelet malah bahaya. Buat
teman-teman yang mau usaha kelinci itu
kalau bisa dimulai dari sedikit dulu.
Misal udah dirasa ada prospek, ada
perkembangan, baru ditambah. Jangan
keburu-buru langsung pelihara banyak.
itu malah bisa rugi nanti. Saya Jauhar,
owner dari Jauhar Rabbit Farm, alamat di
Darungan RT2 RW2 Kademangan Blitar.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Waalaikumsalam
warahmatullahi wabarakatuh.
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:30:10 UTC
Categories
Manage