File TXT tidak ditemukan.
Modal 250 Ribu! Peternak Muda Raup Cuan Jutaan dari Kelinci Pedaging!
BK7SBGrdfRE • 2025-07-30
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id [Musik] Dulu waktu mulai itu saya kira-kira modelnya 250-an, Mas. Rp250.000 itu dapat anakan kalau enggak salah lima itu saya putar lagi dibesarkan besar jadi indukan beranak. Nah, itu terus dikembangkan terus, Mas. Kalau di tootal, Mas, termasuk dari kandang, dari pelet, dari semuanya itu ya seminggu bisa 3 seteng, Mas. Itu dari semua. Kadang saya juga jualan pupuk yang hasil ini kotorannya, urinya ini kadang juga dari kandang, kadang itu daging kelinci ya. bersihnya segitulah 3,5. [Musik] Sebenarnya kandungan daging kelinci itu juga bagus, Mas, buat kesehatan. Untuk pengobatan biasanya misal ada orang yang udah nikah lama kok belum punya keturunan. Itu kalau kata dokter ya disaranin daging kelinci. Biasanya yang diambil itu hati sama otak buat pengobatan. dulu soalnya ada yang berlangganan, Mas, seminggu dua kali terus alhamdulillah sampai empat kali kalau enggak salah itu wis udah positif itu. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Nama saya Jauhar, owner dari Jauhar Rabbit. Untuk alamat saya ada di Narungan, RT2 RW2 Kademangan Bitar. Iya, ternak kelinci. Saya ternak mulai 2015 pertengahan itu malah sebenarnya saya nerusin usaha orang tua. Jadi yang terjun dulu itu orang tua dulu. Baru setelah orang tua ada kendala ya mungkin di pekerjaan karena disambi di bangunan. Jadi enggak ke rumat dewanya. Akhirnya saya yang nerusin usahanya sampai sekarang ini. Orang tua mulai dari 2005an, Mas. Waktu saya masih SD, Mas itu saya bantu cari rumput di sawah gitu. Dulu kan belum ada kayak sekarang pakan pelet gitu belum ada. Jadi cuma rumput sama bekatul dulu kan saya sekolah itu perikanan, Mas. Lucunya itu saya PKL-nya di bidang koi gram gitu. Terus saya setelah lulus dapat tawaran dari Pak Sis Jatinom. Nah, itu saya pegang dialun itu ada kolam patin. Dulu saya setahun lebih jaga di sana jadi mandor sambil makan ikan itu. Terus setelah itu saya nikah dan setelah nikah itu saya langsung punya anak. Jadi enggak sempat waktunya itu. Jadi saya memutuskan resign terus bangun usaha ini semakin dikembangkan. Nah, sampai sekarang, Mas. Dulu juga enggak kayak gini, langsung kandang bagus. Dulu kandangnya masih dari kayu, bambu gitu. Dan untuk jenisnya juga masih yang lokal, yang kelinci murah pasar-pasar gitu. Kalau sekarang udah yang jenis yang pedaging dan yang hias ada beberapa ini saya sumber penghasilan murni dari kelinci ini ya, dari kelinci, dari pakan kelinci, kandang, perlengkapan segala macamnya. Yang penting cuma kelinci ini aja. Jadi enggak ada usaha lain. Waktu itu mulai usia usia berapa, Mas? Usia sekitar 16, Mas. Dulu ya udah jualan, Mas, ke pasar hewan gitu. Nah, yang saya lihat di bidang kelinci itu masih belum terlalu banyak, Mas, pesaingnya atau yang ternak kelinci itu kan enggak seperti kambing atau sapi gitu kan. Kebanyakan orang kan sudah bisa. Kalau kelinci itu ya mungkin hewannya itu untuk perawatannya mungkin ada yang agak sulit, ada yang lebih mudah itu nanti ya tergantung yang pelihara Mas. Kadang ada yang cuma diumbar, Mas. Istilahnya dilepas liarkan aja. Cuma dikasih tempat-tempat, kotak-kotak buat beranak gitu. Itu bisa beranak-pinak. Ada juga yang kayak gini dikasih bok. Jadi tergantung yang pelihara. Kalau ternak kelinci itu ya kembali lagi si penghobinya, Mas. Kadang orang ini lihatnya kok si A itu sukses di kelinci terus misal mau ikut-ikutan. Nah, dia belum tahu perawatan detailnya. langsung beli banyak itu malah bahaya, Mas. Jadi kalau saran saya untuk peternak yang baru mulai misal mau usaha kelinci itu ya diawali dua t ekor aja dulu. Itu dilihat pertumbuhan, perkembangan, bagaimana perawatannya dari penyakit. Nah, misal nanti katakan udah mampu menghadapi itu, nah itu baru ditambahin enggak apa-apa, Mas. Bertahap. Kalau SOP-nya itu untuk pembersihan kandang, Mas. Misal enggak setiap hari, 2 hari, 3 hari sekali bisa untuk dibersihin kotoran. Cuma 1 minggu sekali kalau bisa dikasih desinfektan buat disemprot gitu. Desinfektan yang buat ayam itu bisa, Mas. Cairan itu ada di toko pakan biasanya. Kalau enggak gitu pakai yang mudah. Detol bisa detol antisep itu. Itu disemprotkan di kandang juga buat mencegah kalau ada gudik biasanya. itu kalau kandangnya udah bersih dari itu ya tinggal nanti kelincinya kalau bisa 1 bulan sekali disuntik pakai B komplek yang cair itu. Nah, kalau enggak bisa nyuntik ya dikasih yang butiran ada juga, Mas. Jadi lebih enak tergantung nanti yang pelihara. Kadang ada yang baru mulai enggak berani nyuntik. Nah, itu bisa dikasih berupa butiran tadi. Di toko pakan juga ada itu biasanya. [Musik] Iya. Untuk pasar yang paling ramai itu kan yang pedaging, Mas. Itu pedaging kan untuk kebutuhan pasar daging banyak, Mas. Sedangkan yang pelihara itu kan juga enggak terlalu banyak. Jadi, kekurangan barang untuk pengiriman. Kalau untuk stok Blitar misal untuk kiriman ke Batu atau ke Sarangan itu nanti kalau pas hari raya atau libur panjang itu enggak mampu, Mas, untuk dagingnya dari maksudnya hasil dari Blitar kadang ya ambil dari Tulungagung, Kediri gitu. Untuk marketnya kalau yang pedaging itu ya biasanya ya pusatnya ke Batu ke Songgoriti. Nah itu kan banyak penjual-jual sate di pinggir jalan. itu di sana kalau enggak gitu ke daerah Bumiaji ada juga pengebulnya yang ambil daging dari luar kota gitu seperti dari Blitar, Tulungagung gitu ya kan yang dekat Mas ya. Dulu awalnya itu malah mulai dari lokal Mas setelah berkembang itu nanti nyari jenis yang lebih bagus, lebih cepat pertumbuhan. Nah, ketemulah si pedaging ini. Jadi pedaging ini keunggulan kan bisa waktunya lebih cepat waktu panen. Terus pakannya juga enggak terlalu banyak kayak lokal. Lebih cepat untunglah kalau main pedaging daripada yang lokal kalau buat daging. Oh, kalau saya itu produksinya ya kelinci, pakan, kandang, mungkin obat-obatan juga. Nanti ya yang berhubungan dengan kelinci ya. Kadang saya jual olahan sate, kadang ya rica-rica gitu. Kalau misal katakan cuma ada stok kok dikit, misal dikirim rugi nanti ya. Itu kita olah sendiri. Kadang ada yang beli minta diolahin sendiri gitu, Mas. Kalau pedaging dulu itu ya waktu 2016 17 itu kan masih baru masuk toh, Mas. Kalau di daerah sini. Nah, itu untuk harga bibitnya juga masih lumayan mahal. Jadi, saya berani pindah dari lokal ke pedaging itu ya karena belum banyak yang punya. Jadi, otomatis kan kalau kita udah punya nanti ada pembeli sekitar itu kan pasti minta bibitnya ke sini. Nah, itu kan untuk harga masih tinggi, Mas. Jadi, dijual bibitan itu anakan itu untungnya ya lumayan banyak. Kalau sekarang, Mas, untuk yang pedaging anakan 2 bulan mulai Rp75.000. Kalau pedaging itu biasanya 3 bulan udah siap panen, Mas. Itu bobot ya sekitar 2 kilo kadang ya 1,8 gitu. Itu udah bisa dibuat konsumsi dipotong gitu. Yang ada ini ada loop, ada anggora, ada Dutch, ada Netherland Draft, ada juga Rex, Haila, dan Hikol. Itu Mas jenisnya. Ya, kalau saya itu mainnya yang kualitasnya ya kadang nomor dua, Mas. Jadi kita bukan pemain kontes. Nah, untuk harga jadi saya ya enggak mahal juga enggak murah di tengah-tengah gitu, Mas. Kadang makanya orang beli itu kan kalau cari kelinci kontes kan pasti mahal. Mungkin mainnya nanti ke penghobi. Kalau yang saya pelihara ini kan menengah ke bawah masih bisa, Mas. Harganya masih memungkinkanlah. Untuk yang hias mungkin anakan di 150 sampai yang mahal mungkin 300, Mas. Itu satu ekornya. Kalau yang kualitas kontes itu ya bisa sampai R juta, Rp3 juta bisa, Mas. Tapi kalau buat penghobi yang katakan ini hiasnya ini kategori nomor dua itu ya mungkin paling mahal 1,5 lah untuk yang jenis Netherland biasanya anggura gitu. Untuk yang tertinggi itu ya sekitar R3, Mas. Rp1.300. 300 itu jenisnya giant, Mas. Untuk barangnya itu pesan, Mas. Saya ambil dari orang soalnya kan harga mahal, Mas. Jadi saya ambil dari peternak baru tak kirim gitu. Untuk kiriman saya biasanya ya yang ramai itu sekitar Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah gitu, Mas. Tapi ada juga yang dari luar pulau kemarin dari NTB, dari Makassar, Lampung itu juga udah pernah kita kirim pakai pesawat gitu. Untuk ongkir pesawatnya aja kalau misal ke luar pulau itu R00 sampai R juta, Mas. Tergantung nanti berapa ekornya. Jadi biasanya kalau orang beli dari luar pulau itu enggak mungkin cuma satu, Mas. Mesti lebih dari satu. Jadi biar enggak rugi di ongkirnya. Kalau untuk packingan kita pastinya kalau banyak itu pakai kayu, Mas. Pakai kayu itu nanti terus dikasih e makanan. Biasanya saya jagung kalau enggak gitu apel juga bisa sama dikasih rumput. Tapi yang pasti sebelum berangkat kita kasih vitamin, dikasih madu biar selama perjalanan itu staminanya enggak terkuras. Jadi sampai sana masih sehat. Biasanya kan du harian, Mas. Kalau berangkat dari sini misal ke Kalimantan atau Sulawesi itu dua harian. Kayu itu ya di model kotak gitu, Mas. Nanti disekat-sekat gitu dikasih kawat ya itu kelincinnya dimasukin udah diilakban gitu terus dikasih makanan di dalamnya. yang kayunya cuma pinggir, nanti yang di samping-sampingnya pakai kawat RAM itu, Mas, yang hijau itu. Jadi, sirkulasinya kan losos, Mas. Itu jadi enggak samar kekurangan oksigen untuk pakan. Kalau yang bagus ya tetap pelet, Mas. Selain pelet ya dikasih hijauan. Hijuan sekarang lebih enak, Mas. Cuma daun pepaya, daun pisang, daun ketela juga bisa. Jadi enggak harus rumput. Mau kalau kelinci itu udah pelet, nanti dikasih hijauan dikit pasti mau dia. Hijau itu fungsinya cuma buat nutrisi tambahan biar nanti kotorannya itu padat terus. Kalau kebanyakan pelet enggak ada hijauan itu ya juga kadang kotorannya lembek gitu. Normalnya itu di protein berapa, Mas? Normalnya yang aman itu 16, Mas. 16%. 16% itu udah bagus buat pertumbuhan juga. Kotorannya juga bagus, enggak terlalu lembek. Jadi aman. Kalau populasi di kandang ini kalau sekarang ya sekitar 60-an, Mas. Kalau full ya bisa 80. Nah, tapi saya itu kalau kurang ambil dari mitra. Saya kan sistemnya kemitraan, Mas. Jadi kalau ada teman-teman yang mau join, misal nanti enggak bisa jual, itu bisa dijual ke sini. Untuk yang dekat-dekat sini dekat rumah saya itu ambil bibit, indukan, dan pakannya. Nanti jual anakannya lagi ke sini bisa jadi lebih mudah. Untuk mitra saat ini 10-an orang, Mas yang tetap bekerja sama lah. Nanti kalau ada panen bisa saya ambil atau diantar ke sini bisa sekalian ngambil pakan gitu. Jadi kalau di tootal sama mitra ya hampir 500-an Mas kelincinya itu. Cuma ya nanti setiap minggu pasti ada panen gitu. Ya, saya dulu gitu, Mas. Waktu awal mau sembelih itu ya kok enggak mentolo ngono, Mas. Tapi selain itu saya dituntut profesional karena ada ya waktu itu buat beli untuk kok berobat, minta daging. Nah, itu akhirnya tega enggak tega saya potong, Mas. Itu waktu pertama dulu istri saya yang megangin. Jadi, saya yang motong itu saya enggak lihat pertama. Nah, sebenarnya kandungan daging kelinci itu juga bagus, Mas, buat kesehatan. Untuk pengobatan biasanya misal ada orang yang udah nikah lama kok belum punya keturunan. Itu kalau kata dokter ya disaranin daging kelinci. Biasanya yang diambil itu hati sama otak buat pengobatan. Kalau enggak gitu buat yang asma itu bisa juga. Dulu soalnya ada yang berlangganan Mas seminggu dua kali terus alhamdulillah sampai empat kali. Kalau enggak salah itu wis udah positif itu. Kalau biasanya per minggu, Mas, kita per minggu itu paling dikit biasanya sampai 30 ekor. Soalnya sekali panen tiap minggu itu ada 20 25 ekor, Mas. Itu yang rutin. Belum nanti yang kiriman luar kota, kiriman yang kita posting di media sosial itu nanti ada yang luar kota beli gitu. Nah, itu kita kirim-kirim ya bisa sampai 1520 ekoran 1 minggunya. Kalau paling banyak dulu waktu 2020, Mas, itu 1 minggu bisa 50 60 ekor untuk anakan. Itu juga rutin, Mas. Kita kontrak dulu sama di pengobatan Malang ada juga. Itu jadi sistem kontrak kita pelihara dulu banyak, Mas. Tapi yang lokal dulu [Musik] saya udah dapat motor, Mas. Scoopy yang putih tadi itu hasil dari kelinci 2 tahun. itu saya nabung dikit-dikit ya, dapat motor itu asli dari kelinci. Selain itu ya buat kandang ini enggak dikit, Mas. Ini R juta juga lebih ini hasil dari kandang ini upgrade dari sebelumnya bambu yang gampang rusak. Terus kita upgrade ke galvanis ya buat investasi aja, Mas. Ini semakin kelihatan bersih juga ee tahan lama kalau kandangnya bagus kayak gini. Dulu waktu mulai itu saya kira-kira modalnya 250-an, Mas. Rp250.000 itu dapat anakan kalau enggak salah lima itu saya putar lagi dibesarkan besar jadi indukan beranak. Nah, itu terus dikembangkan terus, Mas. Terus akhirnya ada modal tambahan kita belanjakan pakan gitu. Jadi buat beli pelet, kita kan juga jualan pelet. Kalau dulu beli, Mas, pelet itu kalau di tootal, Mas, termasuk dari kandang, dari pelet, dari semuanya itu ya seminggu bisa 3 seteng, Mas. Itu dari semua. Kadang saya juga jualan pupuk yang hasil ini kotorannya, urinya ini kadang juga dari kandang, kadang itu daging, kelinci ya bersihnya segitulah 3,5. I kalau masa hidup itu ada yang sampai saat ini 6 tahunan ada, Mas. Punya orang lingi sana ada yang dulu beri dari anakan itu sekarang itu 5 tahun udah lebih 6 tahunan lah kira-kira. Kembali lagi di perawatan, Mas. Kalau perawatannya bagus, pakannya bagus, itu pertumbuhannya juga bagus, Mas. Jadi usianya juga mungkin bisa lebih lama. Kalau peliharanya asal kelinci sering sakit ya mungkin 2 tahunan udah bisa meninggal. [Musik] Kalau rencana sih pasti ada, Mas, cuma nanti masih terkendala di waktu dan juga untuk perawatannya. Nah, kelemahan kelinci ini itu enggak semua orang bisa handle, Mas. Misal saya kok kewalaan pelihara banyak itu saya nyuruh orang buat jaga. Itu juga enggak sembarangan, Mas. Soalnya kan linci itu nanti kalau dipegang salah yang rawat nanti juga malah rusak, Mas. Kadang orang itu ada yang mungkin kebersihannya kurang, akhirnya kelincinya jadi gampang kena skyebis atau mungkin kelinci udah mau sakit itu dia enggak peka dibiarin akhirnya mati. Nah, kalau saya yang tak takutkan itu, Mas. Misal nyuruh orang kok dia belum pernah pegang kelinci ya itu yang dikhawatirkan kelincinya malah rusak atau bahkan mati. Untuk tantangan yang pasti nomor satu persaingan harga, Mas. Mungkin ada pembeli A ini pembeli ini tanya peternak A harga sekian, tanya saya sekian itu bandingkan di sana kok lebih murah, Mas, di sampean kok mahal. lah itu biasanya belum tahu kelincinya, ukurannya, kualitasnya. Nah, itu yang jadi tantangan itu, Mas. Ya, kalau untuk persaingan harga itu nanti ya kembali ke pembeli, Mas. Kita ngasih tahunya mungkin kalau dari anakan biar tahu besar kecilnya kita timbang nanti suruh dibandingin sama si peternak tadi yang kasih harga misal lebih murah itu bobotnya berapa. Jadi kan kelihatan besar kecilnya kelinci itu. Nah, dari situ biasanya kalau udah ada perbandingan bobot lebih misal besar punya saya pasti dia berpikir lagi untuk belinya. Itu kalau penyakit sekarang itu ya udah ada obatnya, Mas. Misal skabis dulu kan disuntik, kalau sekarang lebih ke oles lebih cepat. itu untuk mencret atau kembung itu juga udah ada obatnya. Jadi enggak terlalu sulitlah untuk perawatan kelincinya. Kalau untuk yang anggura misal kok bulunya udah waktunya nyukur ya dicukur, Mas. Biasanya kalau anggura itu kan kalau udah lebat itu nanti pasti dia menggumpal itu enggak bisa dimandiin. Harus dipotong, dicukur. Untuk kalau jenis lain itu ya normal aja, Mas. Soal bulunya kan pendek-pendek. Tak mandiin pakai air hangat, pakai shampo bayi juga enggak bisa, Mas. Jadi harus dicukur itu. Kalau prospeknya itu ya masih prospek, Mas. Soal ya untuk populasi sama permintaan barang itu juga masih jauh, Mas. Maksudnya untuk memenuhi pasar itu ya kebutuhan kelincinya itu masih tinggi. Sedangkan untuk yang pelihara itu ya katakannya masih rendah. Cuma beberapa orang misal di daerah sini. Untuk kebutuhan pasar, Mas, jika kita kirim ke luar kota itu permintaannya 1 minggu bisa 100 sampai 200 ekor, Mas. Untuk anakan itu ada jenis rek dat kadang ya NZ juga ada. Sedangkan untuk panenan tiap minggu paling mentok cuma di 30-an anakan. Soalnya masa kelinci itu sebenarnya juga enggak terlalu lama, Mas. Cuma 1 bulan kan udah beranak dan 2 bulan udah bisa dipanen. Jadi, kira-kira 3 bulanan. untuk panen kelinci. [Musik] Kalau ke depan pastinya saya masih mau mengembangkan lagi, Mas. Untuk jenis yang belum ada kita lengkapin, kita tambahin. Untuk kandangnya juga ditambahin. Itu pasti ada. Tapi kembali lagi nanti ya itu seberapa mampu saya. Soalnya akhir-akhir ini, tahun ini setelah beberapa kita posting di media sosial itu kan kita jadi lebih banyak dikenal orang, lebih sering kirim-kirim. Ya nanti kita kalau enggak waktunya kita nut nanti ya kita pelihara lebih banyak. Jadi kembali lagi di ini, Mas. Baune, Mas. Asline kalau cukup enggak kerepotan nambah ya nambah 50-an lagi bisa kayaknya. Iya. Untuk yang paling pecat itu di TikTok, Mas. TikTok itu banyak banget orang yang tanya, yang DM, yang komen. Kira-kira udah ratusan kali, Mas, kalau ke bawah diroll gitu kiriman-kiriman. Kadang ada juga yang betabakan gitu enggak saya videokan karena ya terkendala jam tadi waktu mungkin satu minta di travel satu dibush itu kita ngejar waktu jadi kita bikin videonya cuma satu TikTok sama di Facebook ada, Mas. Cuma kalau di Facebook itu kan pasarnya masih lokal seputar Blitar, Tulungagung, Kediri. Jadi kurang luaslah. Kalau saya tuh simpel, Mas. Saya kadang cuma posing itu waktu pengiriman. Kalau enggak gitu waktu bersih-bersih kandang. Itu cuma tak kasih backsound lagu yang lagi viral saat ini. Ya, itu bisa menaikkan viewer. Terus akhirnya banyak yang tanya-tanya kepo gitulah. Akhirnya kalau minat bisa lanjut ke DM atau tak kasih nomor WA bisa langsung WA secara pribadi kan lebih enak. Itu sampai kurang bareng, Mas. Sampai kadang itu ada yang pesan juga misal ada kelinci yang baru beranak kok anaknya bagus itu sudah dipesan udah dibayar dulu belum sampai di sapi. Nah ini kadang banyak yang tanya ini Mas ternak kelinci itu kalau buat sampingan sebenarnya bisa yang penting semampunya itu tadi Mas kesibukannya kerja itu terus waktu luangnya kalau setelah kerja jam .00 Kira-kira jam .00 itu kalau ngasih makan 10 15 itu kewalahan enggak? Kalau enggak ya pelihara segitu. Kalau masih kurang ya ditambah 20-an. Sebenarnya kelinci itu enggak ribet, Mas. Maksudnya enggak ribet itu enggak harus setiap waktu apa setiap jam kita ke kandang itu enggak harus. Yang penting pagi sama kalau saya malam, Mas, untuk ngasih makan itu. Nah, kalau untuk kebersihan kandang mungkin bisa kalau enggak pagi sore. Kalau enggak sempat ya 2 hari, 3 hari sekali enggak apa-apa. Kenapa malam? Karena kelinci nokturnal, Mas. Dia lebih suka makan itu kalau malam hari. Kalau siang atau pagi setelah jam 0.00 itu lebih sering tidur. Kelinci enggak aktivitas sama sekali. Tapi kalau udah habis magrib itu dia sampai pagi ngunyah terus maunya. ya mungkin apa istirahat sebentar makan lagi gitu. Kalau jam segini dia enggak dikasih makan ya paling cuma makan dikit setelah itu wis diam sampai jam .00 Ya, biasanya ya kalau rugi ada Mas, tapi ya sedikit mungkin ada kelinci yang baru datang misal beli gitu kurang cocok pakan gitu, Mas. Nah, itu kadang bisa mati juga soalnya kan beda pakan pelet itu kan proteinnya kadang beda-beda, Mas. Setiap merek pakan itu kan beda-beda. Kita enggak tahu nanti mereknya apa. Misal saya juga sering beli dari Jawa Barat, Jawa Tengah gitu kalau ada pesanan gitu. Nah, itu nanti kalau belum diambil kita kasih makan. Kalau enggak mau makan ya yang aman kita kasih daun-daunan aja, Mas. Itu kalau pelet malah bahaya. Buat teman-teman yang mau usaha kelinci itu kalau bisa dimulai dari sedikit dulu. Misal udah dirasa ada prospek, ada perkembangan, baru ditambah. Jangan keburu-buru langsung pelihara banyak. itu malah bisa rugi nanti. Saya Jauhar, owner dari Jauhar Rabbit Farm, alamat di Darungan RT2 RW2 Kademangan Blitar. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
Resume
Categories