Mantan Guru Sukses Jadi Peternak Ayam, Produksi 200 Kg Tepung Telur per Hari
DmhkCXY-8K4 • 2025-07-23
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id [Musik] Telur satu butir sekarang tuh hanya gak ada 2.000. Bayangkan kerupuk 2.000. Mosok telur kalah harus kerupuk. Nah, gisinya jauh sekali. Mulai ada perubahan yang signifikan itu pemerintah di bawah pemimpin Pak Presiden Pak Prabowo itu kan mengadakan program makan siang bergizi gratis. Kalau makan siang berkisi gratis Rp80.000 e peserta anak didik ke sana itu sangat membutuhkan telur. Akhirnya saya optimis ayam itu akan tetap stabil. Akhirnya saya bagaimana caranya supaya ayam saya pulih kembali. [Musik] Saya melihat memang lingkungan di Mitar kan pengusaha ayam semuanya yang punya mobil baik, yang rumah baik itu kok pada saat itu loh ya itu dari ayam kepengin bebas saya itu kalau pegawai negeri itu semuanya diatur lelah itu loh kalau ingin menjadi sukses atau kaya ya jangan jadi pega negeri. [Musik] Sebenarnya propasi peternak itu akhir-akhir ini. Namun sebelumnya saya itu sebenarnya koneksi saya adalah PNS. Saya itu guru di SMA Sine Ngawi itu 10 tahun. Kemudian pindah di Blitar di SMP 1 Ponggok. Karena di Blitar itu merupakan mayoritas mata usahanya itu adalah peternak, maka kami juga tertarik untuk menjadi peternak. Di samping itu memang sebelum saya menjadi guru itu memang saya ikut ke Pak Lik saya yang mana Pak Lik saya itu peternak generasi pertama yang berhasil. Jadi saya ngangsu kawuh di sana sehingga sudah e barang tentu ada korelasilah pada saat saya masih sekolah kuliah ee kemudian kami setelah pindah ke Mitar kami merintis budidaya ayam. Jadi kami tahun 2011 umur saya 50 tahun kami mengajukan pensiun dini seharusnya tahun 2021. Jadi gini saya merintes peternak tahun 1996. Kemudian pada saat itu umur 50 tahun rintisan saya itu saya harus memilih dua di antara pegawai negeri diteruskan sampai pensiun akhir kemudian dengan ee usaha yang kami rintis. Akhirnya saya simpulkan karena sudah 50 tahun boleh mengajukan pensiun maka saya mengajukan pensiun diri mendapat walaupun mendapat gaji pensiunan itu hanya 60% dibandingkan dengan yang normal. Akhirnya saya mengembangkan menjadi peternak sekaligus jual beli telur. Jadi menurut saya ya, menurut saya kalau ingin menjadi sukses atau kaya ya jangan jadi pega negeri. Gajine guru saya golongan 4A yo itu yo cukup bukan enggak cukup cukup semuanya cukup cuma orang kan tidak hanya cukuplah kita kalau bisa ya untuk anak cucu kita makanya yang penting dapat pensiunan kemudian merintis menjadi peternak modalnya pada saat itu karena Pakik saya itu sebagai pengusaha peternakan kemudian saat itu saya ditawari beliau punya hutang di bank itu lunas Rp100 juta pada saat itu. Kalau sekarang yo 1,5 M lah. Itu saya disuruh menggunakan uang itu untuk budidaya ayam. Kemudian saya tanya, "Ayam itu kembali modal berapa tahun, Pak? Pak Le itu 3 tahun sudah kembali. Alhamdulillah saya berani. Jadi Rp100 juta saya ambil. Kemudian setiap bulan kami menyicil hati hasilnya itu semuanya 100% saya gunakan untuk nyicil tanggungan itu. Karena saya dan istri saya pegawai negeri sehingga untuk makan per hari-harinya sudah cukup. Jadi itu alhamdulillah setelah krisis tahun 99 sudah lunas. Kalau pada saat itu saya melihat memang lingkungan di MIT kan pengusaha ayam semuanya yang punya mobil baik, yang rumah baik itu kok pada saat itu loh ya itu dari ayam. Kemudian saya mencoba ayam itu alhamdulillah jauh sangat jauh berbeda dengan penghasilan dari pega negeri 50 sampai 100% itu kalau berhasil ya kalau pas harganya baik, harga telur baik, harga pakan normal itu yo bisa 100%. Jadi pada saat itu sebelum lunas tahun krisis itu ayam saya masih muda. Pada saat itu sampai banyak yang peternak-peternak yang dijual ayamnya karena krisis tahun '98 itu. Namun alhamdulillah setelah krisis pada saat itu akhirnya lunas 6 bulan setelah krisis itu. Jadi kendalanya banyak sekali kalau ayam. Jadi begini, ayam itu setelah disahkan peraturan undang-undang tentang budidaya yang mana tahun 2009 itu pemerintah mengeluarkan peraturan atau undang-undang yang mana pabrik atau integrator itu diperbolehkan budidaya. Tahun 2009 itu dahsyahkan. Akhirnya setelah itu pabrik kan mengembangkan diri menjadi pengusaha yang ikut budidaya toh pabrikan pakan itu. Pada saat tahun 2000 mulai 14 itu mulai terasa yang mana peternak ayam potong sudah gugur ya karena bersaing dengan integrator pabrikan. Peternak layar atau petelur mulai juga bukan gugur tapi mempertahankan diri bagaimana caranya berjuang agar tetap eksis. Akhirnya apa? Kami berjuang memperjuangkan peternak-peternak itu membentuk suatu asosiasi dengan pas Mas Ropi namanya PPRN, Persatuan Peternak Rakyat Nasional. Lah itu tahun 2016 lah pada saat itu. Karena apa? Harga telur selalu ring murah, harga jagung mahal. Itu karena apa? Karena telur pabrik kan budidaya atau mati kan kita bersaing dengan perusahaan-perusahaan besar. Nah, kita yang kalah modal, kalah segala-galanya akhirnya harga turun. Lah kalau kah turun kita sampai demo pemimpin demo di Jakarta. Pernah memimpin demo di Jakarta di istana. Iya tapi murni masalah peternakan bukan masalah politik. Blitar itu demo dua kali di Blitar. Jadi supaya apa toh? Supaya harga telur tuh stabil. Gak minta muluk-muluk harga lah ya. Harga jagung stabil. Permintaannya hanya itu. Jangan kita itu dibiarkan karena kita itu menyumbang membantu pemerintah untuk menyediakan gizi ya pada masyarakat. Telur satu butir sekarang tuh hanya gak ada 2.000. Bayangkan kerupuk itu 2.000 mosok telur kalah harus kerupuk. Nah, bis jauh sekali. Makanya kami berjuang maksimal sampai demo Jakarta. Akhirnya dari situlah alhamdulillah pada saat itu Pak Dirjen Peternakan namanya Pak Ketut pada saat itu kami diundang setelah demo-demo itu diundang ke Jakarta dijak rapat diajak membahas kalau ada apa-apa akhirnya kami diikutkan membahas permentan peraturan menteri ee pertanian pada saat itu kami ikut membahas di sana bagaimana supaya intinya membatasi jangan terlalu los lah untuk pabrik untuk ikut budidaya akhirnya keluarlah Permentan 32 itu. Kalau itu tidak, tapi gulung tikarnya pada saat kemarin ada COVID. Ada COVID itu sudah luar biasa. Bayangkan orang tidak boleh ke mana-mana di Jakarta. Padahal pasar kita itu 60% ke Jakarta. Kalau orang tidak banyak keluar kan otomatis akhirnya penyerapan telur kan berkurang harganya amblek, jagung mahal. Akhirnya apa yang terjadi? Pas Presiden datang ke Mitar ke makam, teman saya itu karena jagung mahal membentangkan kertas Manila itu, "Pak, tolong minta jagung harga wajar." Lah, Pak Presiden membaca itu pas keluar dari parkiran itu. Setelah itu kami 2 minggu berikutnya diundang ke istana ke Pak Presiden itu. Akhirnya kami beberapa perwakilan datang ke istana. Kemudian beliau Pak Presiden, Pak Jokowi mengatakan bahwa kebutuhan jagung bertenak minta harga berapa? Akhirnya saya minta harga R.500, Pak. Sesuai dengan Permendak Peraturan Menteri Perdagangan. Oke, Pak Menteri silakan sediakan jagung peternak 30.000 ton harga R.500. Tidak boleh lama. Alhamdulillah di situlah dibantu. Kemudian kami ee mengusulkan pada Pak Jokowi pada saat itu, Pak, untuk harga telur tolong dibantu melalui bansos itu loh, Pak. Karena bansos itu programnya pemerintah dana sudah ada itu isinya bagian itu ada telurnya. Kalau bans ada telur otomatis kan menyerap e telur dari peternak-peternak UMKM. Ya sudah besok saya undang Ibu Burisma. Nah buisma pada saya itu alhamdulillah di situ jarak 10 hari jagung sudah dibantu oleh pemerintah. Harga 4.500 sampai pada peternak. Pas Covid itu akhirnya gak tahan. Nak tahan yang mana produksi di Blitar itu 1 hari 12.00 200 ton telur. Populasi saya tidak banyak, hanya sekitar 12.000 ekor. Kemudian pada saat COVID akhirnya ndak kuat nahan harga telur murah, jagung mahal. Akhirnya diapir-akhir tinggal 3.000 ekor. Nah, udah itu udah sudah punya hutang. Udahlah wis pokoknya bonyok semuanya peternak itu. Itu akhirnya apa? Sampai kami dengan teman-teman itu minta keringanan bank mendatangi BNI Litar sama BRI. e minta keringanan akhirnya difasilitasi oleh Pak Wakil Bupati MITAR dipertemukan dengan BI dan bank-bank itu dan itu diundang akhirnya intinya kami minta keringanan bunga dan atau penundaan alhamdulillah pemerintah atau bank membolehkan penundaan itu. Alhamdulillah dibantu. Itu mulai ada perubahan yang signifikan itu pemerintah di bawah pemimpin Pak Presiden Pak Prabowo itu kan mengadakan program makan siang bergizi gratis. Akhirnya saya berkesimpulan bahwa suatu saat kalau makan siang bergisi gratis Rp80.000 Ibu e peserta anak didik ke sana itu itu sangat membutuhkan telur. Akhirnya saya optimis ayam itu akan tetap stabil. Akhirnya saya bagaimana caranya supaya ayam saya pulih kembali gitu. Dan alhamdulillah sebenarnya banyak masalah sebetulnya di peternakan itu karena ya e tadi karena perusahaan-perusahaan besar ikut budidaya itu tadi banyak masalah terutama jagung. Jagung itu kita tuh sering demo gara-gara jagung mahal. Sudah. Apakah harus jagung, Pak? Iya 50% jagung. Jadi kalau gak jagung gak bisa gak mau makan yo gak gak mau makan gak tapi ee energinya kita menggunakan jagung sehingga bisa produksi maksimal jadi warna kuningnya juga bagus gitu lah di MIT itu rata-rata peternaknya itu nyampur sendiri semielmik lah. Jadi kalau peternak besar biasanya ngambil pakan jadi dari pabrik gitu. Kalau kami terak yang UMKM ini pakannya nyampur sendiri, konsentrer dari pabrik, bekatul dari masyarakat, dari lingkungan, dan jagung. Jagungnya yang 50%. Makanya kalau jagung mahal kami selalu berteriak. Sudah kalau sudah jauh gak bisa diatasi teriak. Paling terakhir adalah demo. Itu pilihan terakhir itu. Tapi alhamdulillah sekali dengan berdirinya Banas Badan Pangan Nasional beliau itu sangat membantu pada peternak. Jadi terutama UMKM setelah ada B panas itu karena Blitar itu merupakan pusatnya telur sehingga kalau Mitar jelek lainnya ikut jelek makanya kalau tinggi yo lainnya ikut tinggi ya baru meternya di MIT jagung juga sama jadi alhamdulillah Bapakas itu membantu jagung misalkan jagung terlalu tinggi harga kan standarnya 4.500 pada saat itu. Kalau harga di sini mendekati 6.000 kan terlalu jauh barangnya langka. Akhirnya pemerintah dengan Pak ee dari Bapanas kami dibantu peternak-peternak itu melalui koperasi-koperasi bisa membantu biaya transportasi jagung dari NTB. NTB kan pusatnya jagung itu dibantu transportasi. Alhamdulillah bisa masuk. Tahun 2025 ini kita bersyukur sekali bahwa pemerintah sudah menyediakan jagung untuk peternak 1 juta ton per tahun dan ada program makan bergizi gratis. Itulah akhirnya kami semangat lagi teman-teman. semangat kitaak tuh sering diundang ke Jakarta tahun 2018. Pada saat itu Pak Dirjen PKH Pak Ketut itu memaparkan bahwa Indonesia itu masih impor tepung telur 100% jumlahnya 2.000 ton per tahun tepung telur. Akhirnya pada saat itu pemerintah ingin merintis Indonesia punya pabrik tepung telur. Nah, setelah itu rapat diputuskan Pak Blitar tempatnya Pak Bupati siap Pak Rianto pada saat itu teman siap. Akhirnya tenak-tenak menyusun rencana bahwa jana itu jimpitan dari peternak-peternak yang ngambil doc utuk itu kinai biaya diklumpukne dinggegae tepung telur. Nah usul saya Pak impor itu diganti telur fresh Pak gak bisa Pak itu karena mesinnya memang didesain menggunakan tepung telur pabrik-pabrik itu. Nah akhirnya kita sepakat tempatnya di Blitar dananya dari Jimpitan disuruh mengelola dana Jimpitan. Maka Java Confit pada saat itu disuruh mengelola dana ini secara legal. ada badan hukum diberi waktu 2 bulan pada saat itu. Kemudian ada tim yang studi kelayakan ke Blitar juga studi kelayakan untuk tepung telur. Nah, karena kondisi peternaknya banyak dan sebagainya akhirnya setujui. Namun ternyata 2 bulan diundang lagi, Java Kon pada saat itu tidak siap untuk mengelola dana jimpitan tadi. Akhirnya gagal total rencana tepung telur dari pemerintah. Rencananya dana 200 miliar pada saat itu. besar sekali dari seluruh Indonesia ngambil DOC itu dikenakan tambahan biaya tadi. Setelah itu kami rencana dengan teman-teman dibanding tepung telur di Taiwan pada saat itu difasilitasi atau disponsori oleh Nyuhubakan ternak. Pada saat mau berangkat karena COVID akhirnya tidak boleh. Dari situlah tidak boleh akhirnya gagal. tahun 2019 akhir kami itu tawari oleh ada berita bahwa Dijen PKH membantu mesin tepung telur. Rintisan daripada tepung telur tadi kami akhirnya membentuk kelompok ternak bukan koperasi ya. Kelompok ternak namanya Guyub Rukun Selawase itu mengajukan proposal tadi. Alhamdulillah tahun 2020 akan dibangun karena refocusing pada situ COVID. Akhirnya tahun 2022 mulailah dibangun. Tapi skalanya sangat kecil, hanya satu mesin tak bisa diproduksi. Karena tepung telur itu kalau gak jumlahnya relatif banyak sangat merugikan ya. Karena rendemannya tepung telur itu 5 kilo telur ini me jadi sak kilo. Nah, bayangkan itu pertama itu. Yang kedua konsumennya, pasarnya itu sementara hanya pabrik-pabrik. ee pabrik-pabrik makanan seperti mie, kue, biskuit, mayones, dan sebagainya itu menggunakan tepung telur. Akhirnya kami sudah dibimtek oleh pemerintah di Bogor mempelajari tentang tepung telur itu. Tapi skalanya skala sangat kecil. Akhirnya kami ketemulah dengan Pak Tito yang ada di Bandung tentang tepung telur itu. Ayo kami berempat pada saat itu ayo gawe pabrik tepung telur gitu. Karena prospeknya sangat bagus. Alhamdulillah terbentuklah si paman sinergi pangan mandiri. Lah tempatnya di mana? Kalau boleh usul aku gitu tempate neng Blitar. Nyapo neng Blitar? Karena pusate telur di Mitar. Otomatis bahan baku kan lebih murah gitu toh. Oke. Oke. Akhirnya saya punya gudang saya bisa mencarikan bahan baku. Gudang saya nganggur bisa dipakai. Setelah itu diac mendirikan ee tepung telur. Akhirnya mulailah akhir tahun itu bangun ini alhamdulillah bisa terbentuk ini. Namun semuanya terkendala. Kendalanya apa? pemasaran. Nah, jadi permasalahan banyak dari mesin-mesin yang kita rancang. Ternyata mesin-mesin bisa memproduksi maksimal tapi ternyata apa? Opennya kurang kurang maksimal akhirnya otomatis mengurangi produksi dan sebagainya. Itu yang pertama. Yang kedua, pasar. Jadi menjual tepung telur gak seperti menjual kacang goreng. Tapi ini enggak. Jadi persyaratan dari masing-masing perusahaan itu memiliki spek sendiri-sendiri dan kita harus bersaing dengan pasar impor dikuasai oleh importir ngambil dari 99% dari India. Akhirnya kami matur ke pemerintah. Pemerintah akhirnya tahu. Akhirnya Pak Direktur ke sini, Pak Dirjen pernah ke sini bahwa akan dicarikan pasar dan mengundang importir. Importir tepung telur diundang. Kita diajak zoom bahwa Indonesia sudah ada reproduksi walau skalanya UMKM. Kalau spek sudah masuk sesuai dengan standar, maka diwajibkan importir membeli tepung telur itu. Namun tidak semudah itu. Perusahaan kan minta spek sendiri-sendiri. Si A spek ini, si B spek ini. Lah kita memberi apa contoh untuk sampel sampel sampel dilapkan. Sebetulnya tepung telur kami adalah tepung telur bagus karena apa? Warnanya masih kuning karena murni kuning masih berbau. Baunya bau agak anyir agak is kayak telur itu. Itu karena apa? protein yang kami produksi ini masih 39% proteinnya. Padahal impor itu hanya 28%. Nah, baik ini cuma karena pabrik kuliner impor penggunaan dan impor untuk masuk ke pabrik itu harus melalui tahapan-tahapan. Kalau harga kami sekitar Rp15.000 per kg. Kita harus bisa bersaing daripada impor kalau bisa. Kalau mesin 6 ini sementara sekitar 9 kuintal telur sampai 1 ton telur per hari. Telurnya sak gitu tapi produksinya hanya 6 ton tepungnya. tepungnya itu untuk sementara kemarin ke Bandung terus ke CLV terus ke ya permintaan ke ada yang keluar pulau nanti Pak Tito teman kami yang sebagai marketing kalau spek masuk untuk misalkan kue pabrik apa itu ya monggo misalnya kalau ada pertanyaan ada tanya Pak kami butuh tepung telur saya suruh komunikasi dengan Pak Tito. Jadi kami di sini sebagai direktur produksi. Jadi kami memproduksi cari bahan baku memproduksi spek apanya pun itu Pak Tito yang yang menentukan. Jadi PA membutuhkan spek begini kita kuatkan gitu. Tepung telur itu untuk apa saja? Untuk bahan makanan. Bahan makanan banyak sekali kali mie itu orang membuat mie pasti ada telurnya itu. Padahal mie itu pabriknya banyak sekali. Kita belum bisa bersaing dengan importi. Jadi kita itu hanya ya di pinggir-pinggir dulu lah kita merintis. Merintis itu ternyata nak mudah mencari pasar tuh yang paling susah gitu. Telur datang dari peternak itu dimasukkan ke ruangan tempat khusus bahan baku kemudian dicuci menggunakan dimestan. Kemudian ditiris dius gitu kemudian dipecah. Sudah dipecah. Sekarang yang butuh apa? Kuning tok apao putih tok apao campuran? Kita kita buat wajah campuran ya. Nah, campuran jadi ya telur semuanya telur isi telur itu dimaksudkan jadi satu itu campuran itu kemudian diolah. Nah, agitator namanya dimasukkan di situ. Untuk pabrik kami menggunakan agitator. Agitator itu mesin untuk mengolah cairan telur menjadi kristal. Itu suhunya maksimal 70 derajat. Itu aturannya dari bimtek saya kemarin tuh. Karena kalau lebih dari 70 derajat struktur lemak maupun proteinnya berubah. Makanya kami menggunakan suhu rendah 70 derajat sekitar 5 sampai 6 jam diputar di panasan. Nah, setelah itu sudah mengkristal itu akhirnya kita masukkan ke open. Open sekitar 5 sampai 6 jam. Terus kering kemudian keluar kita giling. Nah, kita giling kita yak. Itulah proses tepung telurnya. Jadi kalau pabrik besar menggunakan spray dryerti disemprotkan dengan suhu 185 derajat. Makane warna kami itu keunggulannya warnanya masih kuning dan baunya masih itu. Itu itu keunggulan kami. Jadi gini, awalnya kami bingung. Cangkang itu setelah saya masukkan ke karung sak itu 3 hari itu sudah keluar belatung. Waduh, ini gimana ini? Kesimpulan saya ini harus dikeringkan. Akhirnya saya membuat penjemuran cangkang telur menggunakan alami matahari. Saya buatkan plastik UP tertutup rapat. Masukkan di situ. Ternyata 1 hari 1 malam sudah kering. Kemudian kita giling sementara ini ya. Saya giling saya gunakan untuk pakan ternak. Jadi pengganti daripada grit seperti bebek apa namanya ayam itu kan ada yang menggunakan bekecot cangkangnya, ada yang menggunakan tepung batu itu. Jadi untuk menambah kulit rabangnya itu kami gunakan itu ternyata hasilnya sangat bagus. Ayam saya yang mula-mula produksi yang tua itu 6 59% menjadi 75. Nah, ini kan bagus sekali lah. Yang muda 70 menjadi 80% produksinya. Jadi bagus sekali itu cangkangnya itu saya giling. Jadi itu karena apa? Kalsium kandungan kalsium cangkang telur itu 98% kandungannya tu. Itu sangat bagus sebenarnya untuk pupuk pertanian sangat bagus. itu sangat bagus juga untuk tulang-tulang itu juga saya baca-baca itu ee di Jepang itu cang telur sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan anak-anak. Tapi kami belum bisa melangar ke sana karena perlu proses yang sangat ribet itu. Jadi gak ada yang buak sama sekali ya. Sementara itu tangat tenak kita giling tidak lembut ya. Sekitar berapa mili itu saya gunakan pakan campuran pakan campuranlah 10%. Kami tuh cita-cita kami itu membendikan tepung telur ini supaya kami bisa mengambil telur-telur yang jelek-jelek. Dalam mati jelek bukan jelek hanya warnanya lah. Kan telur itu kan ada warna krem, ada yang warna putih. Yang paling itu agak susah dijual itu ee yang putih yang krem itu susah dijual. Yang paling mahal kan yang cokelat toh merah-merah coklat itu toh. Kami ingin ee menggunakan telur-telur itulah ya. Gunakan agar pertama kami bisa bersaing harga karena bahan bakunya agak relatif murah. Nah, supaya nanti harga telur bisa stabil. Misalkan harga telur pada suatu saat kami besar, produksi kami besar, ga harga telur itu agak ambelah, kita bisa menyerap supaya harganya bisa stabil. itu apa sebenarnya itu karyawan semuanya di sini aja. Jadi semakin sedikit karyawan semakin bagus karena tidak kontaminasi dengan darah luar atau kalau banyak orang kan mesti banyak masalah lahnya semakin sedikit semakin baik kita terapkan itu. Jadi kita masuk pintu sini kemudian masuknya sana di sana ada air yang untuk cuci kaki yang sudah disingektan dan di sini ada APD. B diganti kemudian masuk ke sana ada disegang kemudian sesuai dengan tugasnya apa di sana semuanya dijalankan dan gak boleh bolak-balik begitu jadi harus arahnya ke sana ada yang dari ada migaga kami dimintai sampel sudah kelihatannya permintaannya banyak sekali itu itu untuk men-supplay terus banyak kok yang membutuhkan itu banyak cuma ya kembali lagi masih ada minta contoh ada yang perusahaan besar minta contoh sudah dites masuk hanya kurang kental A. Nah, kemudian kita rubah speknya supaya memenuhi standar itu. Jadi memang macam-macamlah permintaannya itu. Prosesnya sama saja sebenarnya cuma yang kalau ada spek yang berbeda itu hanya penambahan apa bahan-bahan tertentulah itu yang yang membedakan itu. Tapi dasarnya kan kita dasarnya dari murni toh. Jadi permintaannya begini ya kita tambahi apa ya sesuai dengan permintaan. Jadi kami itu bekerja pertama semangat. Kita harus semangat kita jalankan. Kami kalau ada masalah itu saya punya kelebihan ndak iso susah aku. W enek mualah opo ngono wis bah urat ngono saya lah tak tinggal nyapo tenes olahraga saya senengan sebenarnya beban itu kalau orang menilai sangat berat tapi tak gai rileks aja lah itu yang pertama yang kedua kita harus bersyukur usaha kita jalan keluarga ujub rukun sehat-sehat dan sambil kita kalau ada waktu kita usahakan kita berdoalah mendekahkan diri pada Tuhan alhamdulillah sudah beberapa tahun ini terakhir tuh setiap jam jam .30 itu saya tuh kayak ada yang membangunkan itu. Nah, itulah terus dengan sadar akhirnya sudah terbiasa salat tahajud petunjuk kesehatan, rukun keluarga rezeki lancar hanya itu aja itu yang kami lakukan. Kalau pendapatan ya gak begitu banyak sebenarnya, tapi kami punya keyakinan kalau kami bisa sementara kan telurnya masih telur yang dari telur baik maksudnya telur warna coklat loh. Kalau nanti kita bisa mengambil telur-telur yang warna krem itu insyaallah akan mendapatkan keuntungan yang lumayan. Kalau saya begitu, tapi ya kembali lagi bisa mencarikan solusi salah satu untuk mtabilkan harga telur tujuan. Makanya pemerintah alhamdulillah kemarin Pak Dirjen Dirjen PKH Peternakan dan Kesehatan Hewan kami dibantu oleh beliau, oleh pemerintah untuk mendapatkan sertifikasi HCCP. Nah, itu kalau mengurus sendiri habis R juta. R juta itu alhamdulillah kemarin setelah ee kunjungan ada Indolis Stok di Surabaya, kemudian dari Sukopindo juga hadir, dari Pak Dirjen hadir, semuanya hadir. Alhamdulillah kok akhirnya ESR-nya Sekupindo itu diberikan kepada si paman berupa sertifikat HCCV gratis. Terima kasih. Alhamdulillah pemerintah memberikan bantuan sertifikat gratis HCV itu yang R juta kalau ngurus sendiri. Jadi kita bersyukurlah kalau sudah HCC sudah terbit itu nanti perusahaan-perusahaan pasti semuanya masuk. Saya itu terung-terang kepengin bebas saya itu kalau pegawai negeri itu semuanya diatur. Kalau saya ngajar tuh karena bertahun-tahun mengajar sehingga kalau ngajar ya wis haal gitu apapun wis haal dengan sendirinya wi rutinitas itu fisika ya itu ngajar tapi walaupun hanya mengajar semacam itu lelah itu loh capek gitu tapi lek bebas ngene kan bebas tuh menentukan sendiri sering ngene sering ngene bebas itu itulah sifat manusia yang berbeda-beda. Kalau saya memang saya pengin bebas. Kalau pegawai negeri itu ya wis begitulah monoten itu penak sebenarnya penak dipenakne pega negeri opo-opo di cukup pemerintah tapi kan hanya itu ituu aja lah kita kan kalau bisa kancak cari yang lebih lah bebas dalam arti kan saya mendirikan koperasi ditunjuk dari ketua koperasi alhamdulillah bisa berkembang dari mula-mula tahun 2018 itu kebanyak koperasi itu begini kan harga telur jelek wis enak masalah kami itu demo ning pendopo kabupaten salah satu kabak perkonomian pada saya itu, "Pak, kenapa gak bentuk koperasi?" Akhirnya enggak apa-apa, Bu. Bentuk. Akhirnya terbentah koperasi dari 35 anggota rapat, bentuk koperasi, uyuran R1 juta, ram pokok dan wajibnya se.000. Dari 35 orang dengan modal 350, kami tiap minggu sekali itu keliling desa-desa untuk mencari anggota. Alhamdulillah berjalan bagus. BI masuk, Bank Indonesia masuk bahwa iki operasi peternak itu harus diangkat. Diangkat caranya bagaimana BI? BI itu mendatangkan daerah yang masih kekurangan telur. Padahal militar kan pusatnya telur. Alhamdulillah pada saat itu datanglah BUMD DKI Jakarta datang ke Mitar di mana BUMD DKI Jakarta itu namanya food station itu membutuhkan telur dalam jumlah banyak ya. MIT jumlahnya telur juga banyak klop. Setelah klop kami akhirnya B2B pemerintah sudah lepas toh ya kami dipertemukan wilaj B2B antara saya dengan kami koperasi dengan F station berjalan lancar alhamdulillah amo itu lancar sekali setelah itu MU lah antara bupati dengan Pak Anis Bawdan pada saat itu. Jadi setelah terbentuk asosiasi dan koperasi itu kami selalu dibutuhkan pemerintah membutuhkanlah contoh stunting. stanting itu bagaimana caranya lah. Akhirnya kami tolong Blitar Jawa Timur Blitar yang menyediakan telur. Oke koperasi jadi itu lebih dibutuhkan asosiasi atau koperasi. Jadi luwih bebas sing bangkong piye, arep nyandi piye ora enek sing nyeneni lebih baik dadi pengusaha walaupun kecil-kecilan lebih baik pengusaha tapi memang orang Indonesia saat ini kon milih ngo milih pegawai negeri rata-rata misalkan punya uang R juta iki nggih pegawai negeri apa nggih usaha rata-rata pega negeri. Karena apa? Karena mesti bayarane mesti balik. Tapi kalau R juta ng usaha belum tentu bisa berhasil karena gak pengalaman. Nah, ini jadi mencari uang itu tidak harus pegawai negeri. Kalau swasta pun banyak sekali sebenarnya ee jenis-jenis susah kalau mau. Jadi kalau saya lebih baik kok lebih-lebih anak muda belajarlah menjadi pengusaha walaupun hanya kecil-kecilan jangan besar. Kecil-kecilan lama-kelamaan akan menjadi besar. Itu harus ditekuni. Jadi pesan saya kepada anak-anak muda, lebih baik menjadi pengusahalah. Kita itu bebas, iso sukses, iso besar. Itu harapan kami. Saya Sukarman, owner dari PT Sipaman Sinergi Pangan Mandiri yang memproduksi tepung telur. Alamat Desa Dadaplangu RT04 RW01 Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar mengucapkan terima kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Musik]
Resume
Categories