Mantan Guru Sukses Jadi Peternak Ayam, Produksi 200 Kg Tepung Telur per Hari
DmhkCXY-8K4 • 2025-07-23
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
[Musik]
Telur satu butir sekarang tuh hanya gak
ada 2.000. Bayangkan kerupuk 2.000.
Mosok telur kalah harus kerupuk. Nah,
gisinya jauh sekali.
Mulai ada perubahan yang signifikan itu
pemerintah di bawah pemimpin Pak
Presiden Pak Prabowo itu kan mengadakan
program makan siang bergizi gratis.
Kalau makan siang berkisi gratis
Rp80.000 e peserta anak didik ke sana
itu sangat membutuhkan telur. Akhirnya
saya optimis ayam itu akan tetap stabil.
Akhirnya saya bagaimana caranya supaya
ayam saya pulih kembali.
[Musik]
Saya melihat memang lingkungan di Mitar
kan pengusaha ayam semuanya yang punya
mobil baik, yang rumah baik itu kok pada
saat itu loh ya itu dari ayam kepengin
bebas saya itu kalau pegawai negeri itu
semuanya diatur lelah itu loh kalau
ingin menjadi sukses atau kaya ya jangan
jadi pega negeri.
[Musik]
Sebenarnya propasi peternak itu
akhir-akhir ini. Namun sebelumnya saya
itu sebenarnya koneksi saya adalah PNS.
Saya itu guru di SMA Sine Ngawi itu 10
tahun. Kemudian pindah di Blitar di SMP
1 Ponggok. Karena di Blitar itu
merupakan mayoritas mata usahanya itu
adalah peternak, maka kami juga tertarik
untuk menjadi peternak. Di samping itu
memang sebelum saya menjadi guru itu
memang saya ikut ke Pak Lik saya yang
mana Pak Lik saya itu peternak generasi
pertama yang berhasil. Jadi saya ngangsu
kawuh di sana sehingga sudah e barang
tentu ada korelasilah pada saat saya
masih sekolah kuliah ee kemudian kami
setelah pindah ke Mitar kami merintis
budidaya ayam. Jadi kami tahun 2011 umur
saya 50 tahun kami mengajukan pensiun
dini seharusnya tahun 2021. Jadi gini
saya merintes peternak tahun 1996.
Kemudian pada saat itu umur 50 tahun
rintisan saya itu saya harus memilih dua
di antara pegawai negeri diteruskan
sampai pensiun akhir kemudian dengan ee
usaha yang kami rintis. Akhirnya saya
simpulkan karena sudah 50 tahun boleh
mengajukan pensiun maka saya mengajukan
pensiun diri mendapat walaupun mendapat
gaji pensiunan itu hanya 60%
dibandingkan dengan yang normal.
Akhirnya saya mengembangkan menjadi
peternak sekaligus jual beli telur. Jadi
menurut saya ya, menurut saya kalau
ingin menjadi sukses atau kaya ya jangan
jadi pega negeri. Gajine guru saya
golongan 4A yo itu yo cukup bukan enggak
cukup cukup semuanya cukup cuma orang
kan tidak hanya cukuplah kita kalau bisa
ya untuk anak cucu kita makanya yang
penting dapat pensiunan kemudian
merintis menjadi peternak modalnya pada
saat itu karena Pakik saya itu sebagai
pengusaha peternakan kemudian saat itu
saya ditawari beliau punya hutang di
bank itu lunas Rp100 juta pada saat itu.
Kalau sekarang yo 1,5 M lah. Itu saya
disuruh menggunakan uang itu untuk
budidaya ayam. Kemudian saya tanya,
"Ayam itu kembali modal berapa tahun,
Pak? Pak Le itu 3 tahun sudah kembali.
Alhamdulillah saya berani. Jadi Rp100
juta saya ambil. Kemudian setiap bulan
kami menyicil hati hasilnya itu semuanya
100% saya gunakan untuk nyicil
tanggungan itu. Karena saya dan istri
saya pegawai negeri sehingga untuk makan
per hari-harinya sudah cukup. Jadi itu
alhamdulillah setelah krisis tahun 99
sudah lunas.
Kalau pada saat itu saya melihat memang
lingkungan di MIT kan pengusaha ayam
semuanya yang punya mobil baik, yang
rumah baik itu kok pada saat itu loh ya
itu dari ayam. Kemudian saya mencoba
ayam itu alhamdulillah jauh sangat jauh
berbeda dengan penghasilan dari pega
negeri 50 sampai 100% itu kalau berhasil
ya kalau pas harganya baik, harga telur
baik, harga pakan normal itu yo bisa
100%. Jadi pada saat itu sebelum lunas
tahun krisis itu ayam saya masih muda.
Pada saat itu sampai banyak yang
peternak-peternak yang dijual ayamnya
karena krisis tahun '98 itu. Namun
alhamdulillah setelah krisis pada saat
itu akhirnya lunas 6 bulan setelah
krisis itu. Jadi kendalanya banyak
sekali kalau ayam. Jadi begini, ayam itu
setelah disahkan peraturan undang-undang
tentang budidaya yang mana tahun 2009
itu pemerintah mengeluarkan peraturan
atau undang-undang yang mana pabrik atau
integrator itu diperbolehkan budidaya.
Tahun 2009 itu dahsyahkan. Akhirnya
setelah itu pabrik kan mengembangkan
diri menjadi pengusaha yang ikut
budidaya toh pabrikan pakan itu. Pada
saat tahun 2000 mulai 14 itu mulai
terasa yang mana peternak ayam potong
sudah gugur ya karena bersaing dengan
integrator pabrikan. Peternak layar atau
petelur mulai juga bukan gugur tapi
mempertahankan diri bagaimana caranya
berjuang agar tetap eksis. Akhirnya apa?
Kami berjuang memperjuangkan
peternak-peternak itu membentuk suatu
asosiasi dengan pas Mas Ropi namanya
PPRN, Persatuan Peternak Rakyat
Nasional. Lah itu tahun 2016 lah pada
saat itu. Karena apa? Harga telur selalu
ring murah, harga jagung mahal. Itu
karena apa? Karena telur pabrik kan
budidaya atau mati kan kita bersaing
dengan perusahaan-perusahaan besar. Nah,
kita yang kalah modal, kalah
segala-galanya akhirnya harga turun. Lah
kalau kah turun kita sampai demo
pemimpin demo di Jakarta. Pernah
memimpin demo di Jakarta di istana.
Iya tapi murni masalah peternakan bukan
masalah politik. Blitar itu demo dua
kali di Blitar. Jadi supaya apa toh?
Supaya harga telur tuh stabil. Gak minta
muluk-muluk harga lah ya. Harga jagung
stabil. Permintaannya hanya itu. Jangan
kita itu dibiarkan karena kita itu
menyumbang membantu pemerintah untuk
menyediakan gizi ya pada masyarakat.
Telur satu butir sekarang tuh hanya gak
ada 2.000. Bayangkan kerupuk itu 2.000
mosok telur kalah harus kerupuk. Nah,
bis jauh sekali. Makanya kami berjuang
maksimal sampai demo Jakarta. Akhirnya
dari situlah alhamdulillah pada saat itu
Pak Dirjen Peternakan namanya Pak Ketut
pada saat itu kami diundang setelah
demo-demo itu diundang ke Jakarta dijak
rapat diajak membahas kalau ada apa-apa
akhirnya kami diikutkan membahas
permentan peraturan menteri ee pertanian
pada saat itu kami ikut membahas di sana
bagaimana supaya intinya membatasi
jangan terlalu los lah untuk pabrik
untuk ikut budidaya akhirnya keluarlah
Permentan 32 itu.
Kalau itu tidak, tapi gulung tikarnya
pada saat kemarin ada COVID. Ada COVID
itu sudah luar biasa. Bayangkan orang
tidak boleh ke mana-mana di Jakarta.
Padahal pasar kita itu 60% ke Jakarta.
Kalau orang tidak banyak keluar kan
otomatis akhirnya penyerapan telur kan
berkurang harganya amblek, jagung mahal.
Akhirnya apa yang terjadi? Pas Presiden
datang ke Mitar ke makam, teman saya itu
karena jagung mahal membentangkan kertas
Manila itu, "Pak, tolong minta jagung
harga wajar." Lah, Pak Presiden membaca
itu pas keluar dari parkiran itu.
Setelah itu kami 2 minggu berikutnya
diundang ke istana ke Pak Presiden itu.
Akhirnya kami beberapa perwakilan datang
ke istana. Kemudian beliau Pak Presiden,
Pak Jokowi mengatakan bahwa kebutuhan
jagung bertenak minta harga berapa?
Akhirnya saya minta harga R.500, Pak.
Sesuai dengan Permendak Peraturan
Menteri Perdagangan. Oke, Pak Menteri
silakan sediakan jagung peternak 30.000
ton harga R.500. Tidak boleh lama.
Alhamdulillah di situlah dibantu.
Kemudian kami ee mengusulkan pada Pak
Jokowi pada saat itu, Pak, untuk harga
telur tolong dibantu melalui bansos itu
loh, Pak. Karena bansos itu programnya
pemerintah dana sudah ada itu isinya
bagian itu ada telurnya. Kalau bans ada
telur otomatis kan menyerap e telur dari
peternak-peternak UMKM. Ya sudah besok
saya undang Ibu Burisma. Nah buisma pada
saya itu alhamdulillah di situ jarak 10
hari jagung sudah dibantu oleh
pemerintah. Harga 4.500 sampai pada
peternak. Pas Covid itu akhirnya gak
tahan. Nak tahan yang mana produksi di
Blitar itu 1 hari 12.00 200 ton telur.
Populasi saya tidak banyak, hanya
sekitar 12.000 ekor. Kemudian pada saat
COVID akhirnya ndak kuat nahan harga
telur murah, jagung mahal. Akhirnya
diapir-akhir tinggal 3.000 ekor. Nah,
udah itu udah sudah punya hutang.
Udahlah wis pokoknya bonyok semuanya
peternak itu. Itu akhirnya apa? Sampai
kami dengan teman-teman itu minta
keringanan bank mendatangi BNI Litar
sama BRI. e minta keringanan akhirnya
difasilitasi oleh Pak Wakil Bupati MITAR
dipertemukan dengan BI dan bank-bank itu
dan itu diundang akhirnya intinya kami
minta keringanan bunga dan atau
penundaan alhamdulillah pemerintah atau
bank membolehkan penundaan itu.
Alhamdulillah dibantu. Itu mulai ada
perubahan yang signifikan itu pemerintah
di bawah pemimpin Pak Presiden Pak
Prabowo itu kan mengadakan program makan
siang bergizi gratis. Akhirnya saya
berkesimpulan bahwa suatu saat kalau
makan siang bergisi gratis Rp80.000 Ibu
e peserta anak didik ke sana itu itu
sangat membutuhkan telur. Akhirnya saya
optimis ayam itu akan tetap stabil.
Akhirnya saya bagaimana caranya supaya
ayam saya pulih kembali gitu. Dan
alhamdulillah sebenarnya banyak masalah
sebetulnya di peternakan itu karena ya e
tadi karena perusahaan-perusahaan besar
ikut budidaya itu tadi banyak masalah
terutama jagung. Jagung itu kita tuh
sering demo gara-gara jagung mahal.
Sudah.
Apakah harus jagung, Pak?
Iya 50% jagung. Jadi
kalau gak jagung
gak bisa
gak mau makan
yo gak gak mau makan gak tapi ee
energinya kita menggunakan jagung
sehingga bisa produksi maksimal jadi
warna kuningnya juga bagus gitu lah di
MIT itu rata-rata peternaknya itu
nyampur sendiri semielmik lah. Jadi
kalau peternak besar biasanya ngambil
pakan jadi dari pabrik gitu. Kalau kami
terak yang UMKM ini pakannya nyampur
sendiri, konsentrer dari pabrik, bekatul
dari masyarakat, dari lingkungan, dan
jagung. Jagungnya yang 50%. Makanya
kalau jagung mahal kami selalu
berteriak. Sudah kalau sudah jauh gak
bisa diatasi teriak. Paling terakhir
adalah demo. Itu pilihan terakhir itu.
Tapi alhamdulillah sekali dengan
berdirinya Banas Badan Pangan Nasional
beliau itu sangat membantu pada
peternak. Jadi terutama UMKM setelah ada
B panas itu karena Blitar itu merupakan
pusatnya telur sehingga kalau Mitar
jelek lainnya ikut jelek makanya kalau
tinggi yo lainnya ikut tinggi ya baru
meternya di MIT jagung juga sama jadi
alhamdulillah Bapakas itu membantu
jagung misalkan jagung terlalu tinggi
harga kan standarnya 4.500 pada saat
itu. Kalau harga di sini mendekati 6.000
kan terlalu jauh barangnya langka.
Akhirnya pemerintah dengan Pak ee dari
Bapanas kami dibantu peternak-peternak
itu melalui koperasi-koperasi bisa
membantu biaya transportasi jagung dari
NTB. NTB kan pusatnya jagung itu dibantu
transportasi. Alhamdulillah bisa masuk.
Tahun 2025 ini kita bersyukur sekali
bahwa pemerintah sudah menyediakan
jagung untuk peternak 1 juta ton per
tahun dan ada program makan bergizi
gratis. Itulah akhirnya kami semangat
lagi teman-teman. semangat
kitaak tuh sering diundang ke Jakarta
tahun 2018. Pada saat itu Pak Dirjen PKH
Pak Ketut itu memaparkan bahwa Indonesia
itu masih impor tepung telur 100%
jumlahnya 2.000 ton per tahun tepung
telur. Akhirnya pada saat itu pemerintah
ingin merintis Indonesia punya pabrik
tepung telur. Nah, setelah itu rapat
diputuskan Pak Blitar tempatnya Pak
Bupati siap Pak Rianto pada saat itu
teman siap. Akhirnya tenak-tenak
menyusun rencana bahwa jana itu jimpitan
dari peternak-peternak yang ngambil doc
utuk itu kinai biaya diklumpukne
dinggegae tepung telur. Nah usul saya
Pak impor itu diganti telur fresh Pak
gak bisa Pak itu karena mesinnya memang
didesain menggunakan tepung telur
pabrik-pabrik itu. Nah akhirnya kita
sepakat tempatnya di Blitar dananya dari
Jimpitan disuruh mengelola dana
Jimpitan. Maka Java Confit pada saat itu
disuruh mengelola dana ini secara legal.
ada badan hukum diberi waktu 2 bulan
pada saat itu. Kemudian ada tim yang
studi kelayakan ke Blitar juga studi
kelayakan untuk tepung telur. Nah,
karena kondisi peternaknya banyak dan
sebagainya akhirnya setujui. Namun
ternyata 2 bulan diundang lagi, Java Kon
pada saat itu tidak siap untuk mengelola
dana jimpitan tadi. Akhirnya gagal total
rencana tepung telur dari pemerintah.
Rencananya dana 200 miliar pada saat
itu. besar sekali dari seluruh Indonesia
ngambil DOC itu dikenakan tambahan biaya
tadi. Setelah itu kami rencana dengan
teman-teman dibanding tepung telur di
Taiwan pada saat itu difasilitasi
atau disponsori oleh Nyuhubakan ternak.
Pada saat mau berangkat karena COVID
akhirnya tidak boleh. Dari situlah tidak
boleh akhirnya gagal. tahun 2019 akhir
kami itu tawari oleh ada berita bahwa
Dijen PKH membantu mesin tepung telur.
Rintisan daripada tepung telur tadi kami
akhirnya membentuk kelompok ternak bukan
koperasi ya. Kelompok ternak namanya
Guyub Rukun Selawase itu mengajukan
proposal tadi. Alhamdulillah tahun 2020
akan dibangun karena refocusing pada
situ COVID. Akhirnya tahun 2022 mulailah
dibangun. Tapi skalanya sangat kecil,
hanya satu mesin tak bisa diproduksi.
Karena tepung telur itu kalau gak
jumlahnya relatif banyak sangat
merugikan ya. Karena rendemannya tepung
telur itu 5 kilo telur ini me jadi sak
kilo. Nah, bayangkan itu pertama itu.
Yang kedua konsumennya, pasarnya itu
sementara hanya pabrik-pabrik. ee
pabrik-pabrik makanan seperti mie, kue,
biskuit, mayones, dan sebagainya itu
menggunakan tepung telur. Akhirnya kami
sudah dibimtek oleh pemerintah di Bogor
mempelajari tentang tepung telur itu.
Tapi skalanya skala sangat kecil.
Akhirnya kami ketemulah dengan Pak Tito
yang ada di Bandung tentang tepung telur
itu. Ayo kami berempat pada saat itu ayo
gawe pabrik tepung telur gitu. Karena
prospeknya sangat bagus. Alhamdulillah
terbentuklah si paman sinergi pangan
mandiri. Lah tempatnya di mana? Kalau
boleh usul aku gitu tempate neng Blitar.
Nyapo neng Blitar? Karena pusate telur
di Mitar. Otomatis bahan baku kan lebih
murah gitu toh. Oke. Oke. Akhirnya saya
punya gudang saya bisa mencarikan bahan
baku. Gudang saya nganggur bisa dipakai.
Setelah itu diac mendirikan ee tepung
telur. Akhirnya mulailah akhir tahun
itu bangun ini alhamdulillah bisa
terbentuk ini. Namun semuanya
terkendala. Kendalanya apa? pemasaran.
Nah, jadi permasalahan banyak dari
mesin-mesin yang kita rancang. Ternyata
mesin-mesin bisa memproduksi maksimal
tapi ternyata apa? Opennya kurang kurang
maksimal akhirnya otomatis mengurangi
produksi dan sebagainya. Itu yang
pertama. Yang kedua, pasar. Jadi menjual
tepung telur gak seperti menjual kacang
goreng. Tapi ini enggak. Jadi
persyaratan dari masing-masing
perusahaan itu memiliki spek
sendiri-sendiri dan kita harus bersaing
dengan pasar impor dikuasai oleh
importir ngambil dari 99% dari India.
Akhirnya kami matur ke pemerintah.
Pemerintah akhirnya tahu. Akhirnya Pak
Direktur ke sini, Pak Dirjen pernah ke
sini bahwa akan dicarikan pasar dan
mengundang importir. Importir tepung
telur diundang. Kita diajak zoom bahwa
Indonesia sudah ada reproduksi walau
skalanya UMKM. Kalau spek sudah masuk
sesuai dengan standar, maka diwajibkan
importir membeli tepung telur itu. Namun
tidak semudah itu. Perusahaan kan minta
spek sendiri-sendiri. Si A spek ini, si
B spek ini. Lah kita memberi apa contoh
untuk sampel sampel sampel dilapkan.
Sebetulnya tepung telur kami adalah
tepung telur bagus karena apa? Warnanya
masih kuning karena murni kuning masih
berbau. Baunya bau agak anyir agak is
kayak telur itu. Itu karena apa? protein
yang kami produksi ini masih 39%
proteinnya. Padahal impor itu hanya 28%.
Nah, baik ini cuma karena pabrik kuliner
impor penggunaan dan impor untuk masuk
ke pabrik itu harus melalui
tahapan-tahapan. Kalau harga kami
sekitar Rp15.000
per kg. Kita harus bisa bersaing
daripada impor kalau bisa.
Kalau mesin 6 ini sementara sekitar 9
kuintal telur sampai 1 ton telur per
hari. Telurnya sak gitu tapi produksinya
hanya 6 ton
tepungnya. tepungnya itu untuk sementara
kemarin ke Bandung terus ke CLV terus ke
ya permintaan ke ada yang keluar pulau
nanti Pak Tito teman kami yang sebagai
marketing
kalau spek masuk untuk misalkan kue
pabrik apa itu ya monggo misalnya kalau
ada pertanyaan ada tanya Pak kami butuh
tepung telur saya suruh komunikasi
dengan Pak Tito. Jadi kami di sini
sebagai direktur produksi. Jadi kami
memproduksi cari bahan baku memproduksi
spek apanya pun itu Pak Tito yang yang
menentukan. Jadi PA membutuhkan spek
begini kita kuatkan gitu.
Tepung telur itu untuk apa saja?
Untuk bahan makanan. Bahan makanan
banyak sekali kali mie itu orang membuat
mie pasti ada telurnya itu. Padahal mie
itu pabriknya banyak sekali. Kita belum
bisa bersaing dengan importi. Jadi kita
itu hanya ya di pinggir-pinggir dulu lah
kita merintis. Merintis itu ternyata nak
mudah mencari pasar tuh yang paling
susah gitu. Telur datang dari peternak
itu dimasukkan ke ruangan tempat khusus
bahan baku kemudian dicuci menggunakan
dimestan. Kemudian ditiris dius gitu
kemudian dipecah. Sudah dipecah.
Sekarang yang butuh apa? Kuning tok apao
putih tok apao campuran? Kita kita buat
wajah campuran ya. Nah, campuran jadi ya
telur semuanya telur isi telur itu
dimaksudkan jadi satu itu campuran itu
kemudian diolah. Nah, agitator namanya
dimasukkan di situ. Untuk pabrik kami
menggunakan agitator. Agitator itu mesin
untuk mengolah cairan telur menjadi
kristal. Itu suhunya maksimal 70
derajat. Itu aturannya dari bimtek saya
kemarin tuh. Karena kalau lebih dari 70
derajat struktur lemak maupun proteinnya
berubah. Makanya kami menggunakan suhu
rendah 70 derajat sekitar 5 sampai 6 jam
diputar di panasan. Nah, setelah itu
sudah mengkristal itu akhirnya kita
masukkan ke open. Open sekitar 5 sampai
6 jam. Terus kering kemudian keluar kita
giling. Nah, kita giling kita yak.
Itulah proses tepung telurnya. Jadi
kalau pabrik besar menggunakan spray
dryerti disemprotkan dengan suhu 185
derajat. Makane warna kami itu
keunggulannya warnanya masih kuning dan
baunya masih itu. Itu itu keunggulan
kami. Jadi gini, awalnya kami bingung.
Cangkang itu setelah saya masukkan ke
karung sak itu 3 hari itu sudah keluar
belatung. Waduh, ini gimana ini?
Kesimpulan saya ini harus dikeringkan.
Akhirnya saya membuat penjemuran
cangkang telur menggunakan alami
matahari. Saya buatkan plastik UP
tertutup rapat. Masukkan di situ.
Ternyata 1 hari 1 malam sudah kering.
Kemudian kita giling sementara ini ya.
Saya giling saya gunakan untuk pakan
ternak. Jadi pengganti daripada grit
seperti bebek apa namanya ayam itu kan
ada yang menggunakan bekecot
cangkangnya, ada yang menggunakan tepung
batu itu. Jadi untuk menambah kulit
rabangnya itu kami gunakan itu ternyata
hasilnya sangat bagus. Ayam saya yang
mula-mula produksi yang tua itu 6 59%
menjadi 75. Nah, ini kan bagus sekali
lah. Yang muda 70 menjadi 80%
produksinya. Jadi bagus sekali itu
cangkangnya itu saya giling. Jadi itu
karena apa? Kalsium kandungan kalsium
cangkang telur itu 98% kandungannya tu.
Itu sangat bagus sebenarnya untuk pupuk
pertanian sangat bagus. itu sangat bagus
juga untuk tulang-tulang itu juga saya
baca-baca itu ee di Jepang itu cang
telur sangat dibutuhkan untuk
pertumbuhan anak-anak. Tapi kami belum
bisa melangar ke sana karena perlu
proses yang sangat ribet itu. Jadi gak
ada yang buak sama sekali ya. Sementara
itu tangat tenak kita giling tidak
lembut ya. Sekitar berapa mili itu saya
gunakan pakan campuran pakan campuranlah
10%.
Kami tuh cita-cita kami itu membendikan
tepung telur ini supaya kami bisa
mengambil telur-telur yang jelek-jelek.
Dalam mati jelek bukan jelek hanya
warnanya lah. Kan telur itu kan ada
warna krem, ada yang warna putih. Yang
paling itu agak susah dijual itu ee yang
putih yang krem itu susah dijual. Yang
paling mahal kan yang cokelat toh
merah-merah coklat itu toh. Kami ingin
ee menggunakan telur-telur itulah ya.
Gunakan agar pertama kami bisa bersaing
harga karena bahan bakunya agak relatif
murah. Nah, supaya nanti harga telur
bisa stabil. Misalkan harga telur pada
suatu saat kami besar, produksi kami
besar, ga harga telur itu agak ambelah,
kita bisa menyerap supaya harganya bisa
stabil. itu apa sebenarnya itu karyawan
semuanya di sini aja. Jadi semakin
sedikit karyawan semakin bagus karena
tidak kontaminasi dengan darah luar atau
kalau banyak orang kan mesti banyak
masalah lahnya semakin sedikit semakin
baik kita terapkan itu. Jadi kita masuk
pintu sini kemudian masuknya sana di
sana ada air yang untuk cuci kaki yang
sudah disingektan dan di sini ada APD. B
diganti kemudian masuk ke sana ada
disegang kemudian sesuai dengan tugasnya
apa di sana semuanya dijalankan dan gak
boleh bolak-balik begitu jadi harus
arahnya ke sana ada yang dari ada migaga
kami dimintai sampel sudah kelihatannya
permintaannya banyak sekali itu itu
untuk men-supplay terus banyak kok yang
membutuhkan itu banyak cuma ya kembali
lagi masih ada minta contoh ada yang
perusahaan besar minta contoh sudah
dites masuk hanya kurang kental A. Nah,
kemudian kita rubah speknya supaya
memenuhi standar itu. Jadi memang
macam-macamlah permintaannya itu.
Prosesnya sama saja sebenarnya cuma yang
kalau ada spek yang berbeda itu hanya
penambahan apa bahan-bahan tertentulah
itu yang yang membedakan itu. Tapi
dasarnya kan kita dasarnya dari murni
toh. Jadi permintaannya begini ya kita
tambahi apa ya sesuai dengan permintaan.
Jadi kami itu bekerja pertama semangat.
Kita harus semangat kita jalankan. Kami
kalau ada masalah itu saya punya
kelebihan ndak iso susah aku. W enek
mualah opo ngono wis bah urat ngono saya
lah tak tinggal nyapo tenes olahraga
saya senengan sebenarnya beban itu kalau
orang menilai sangat berat tapi tak gai
rileks aja lah itu yang pertama yang
kedua kita harus bersyukur usaha kita
jalan keluarga ujub rukun sehat-sehat
dan sambil kita kalau ada waktu kita
usahakan kita berdoalah mendekahkan diri
pada Tuhan alhamdulillah sudah beberapa
tahun ini terakhir tuh setiap jam jam
.30 itu saya tuh kayak ada yang
membangunkan itu. Nah, itulah terus
dengan sadar akhirnya sudah terbiasa
salat tahajud petunjuk kesehatan, rukun
keluarga rezeki lancar hanya itu aja itu
yang kami lakukan. Kalau pendapatan ya
gak begitu banyak sebenarnya, tapi kami
punya keyakinan kalau kami bisa
sementara kan telurnya masih telur yang
dari telur baik maksudnya telur warna
coklat loh. Kalau nanti kita bisa
mengambil telur-telur yang warna krem
itu insyaallah akan mendapatkan
keuntungan yang lumayan. Kalau saya
begitu, tapi ya kembali lagi bisa
mencarikan solusi salah satu untuk
mtabilkan harga telur tujuan. Makanya
pemerintah alhamdulillah kemarin Pak
Dirjen Dirjen PKH Peternakan dan
Kesehatan Hewan kami dibantu oleh
beliau, oleh pemerintah untuk
mendapatkan sertifikasi HCCP. Nah, itu
kalau mengurus sendiri habis R juta. R
juta itu alhamdulillah kemarin setelah
ee kunjungan ada Indolis Stok di
Surabaya, kemudian dari Sukopindo juga
hadir, dari Pak Dirjen hadir, semuanya
hadir. Alhamdulillah kok akhirnya
ESR-nya Sekupindo itu diberikan kepada
si paman berupa sertifikat HCCV gratis.
Terima kasih. Alhamdulillah pemerintah
memberikan bantuan sertifikat gratis HCV
itu yang R juta kalau ngurus sendiri.
Jadi kita bersyukurlah kalau sudah HCC
sudah terbit itu nanti
perusahaan-perusahaan pasti semuanya
masuk.
Saya itu terung-terang kepengin bebas
saya itu kalau pegawai negeri itu
semuanya diatur. Kalau saya ngajar tuh
karena bertahun-tahun mengajar sehingga
kalau ngajar ya wis haal gitu apapun wis
haal dengan sendirinya wi rutinitas itu
fisika ya itu ngajar tapi walaupun hanya
mengajar semacam itu lelah itu loh capek
gitu tapi lek bebas ngene kan bebas tuh
menentukan sendiri sering ngene sering
ngene bebas itu itulah sifat manusia
yang berbeda-beda. Kalau saya memang
saya pengin bebas. Kalau pegawai negeri
itu ya wis begitulah monoten itu penak
sebenarnya penak dipenakne pega negeri
opo-opo di cukup pemerintah tapi kan
hanya itu ituu aja lah kita kan kalau
bisa kancak cari yang lebih lah bebas
dalam arti kan saya mendirikan koperasi
ditunjuk dari ketua koperasi
alhamdulillah bisa berkembang dari
mula-mula tahun 2018 itu kebanyak
koperasi itu begini kan harga telur
jelek wis enak masalah kami itu demo
ning pendopo kabupaten salah satu kabak
perkonomian pada saya itu, "Pak, kenapa
gak bentuk koperasi?" Akhirnya enggak
apa-apa, Bu. Bentuk. Akhirnya terbentah
koperasi dari 35 anggota rapat, bentuk
koperasi, uyuran R1 juta, ram pokok dan
wajibnya se.000.
Dari 35 orang dengan modal 350, kami
tiap minggu sekali itu keliling
desa-desa untuk mencari anggota.
Alhamdulillah berjalan bagus. BI masuk,
Bank Indonesia masuk bahwa iki operasi
peternak itu harus diangkat. Diangkat
caranya bagaimana BI? BI itu
mendatangkan daerah yang masih
kekurangan telur. Padahal militar kan
pusatnya telur. Alhamdulillah pada saat
itu datanglah BUMD DKI Jakarta datang ke
Mitar di mana BUMD DKI Jakarta itu
namanya food station itu membutuhkan
telur dalam jumlah banyak ya. MIT
jumlahnya telur juga banyak klop.
Setelah klop kami akhirnya B2B
pemerintah sudah lepas toh ya kami
dipertemukan wilaj B2B antara saya
dengan kami koperasi dengan F station
berjalan lancar alhamdulillah amo itu
lancar sekali setelah itu MU lah antara
bupati dengan Pak Anis Bawdan pada saat
itu. Jadi setelah terbentuk asosiasi dan
koperasi itu kami selalu dibutuhkan
pemerintah membutuhkanlah contoh
stunting. stanting itu bagaimana caranya
lah. Akhirnya kami tolong Blitar Jawa
Timur Blitar yang menyediakan telur. Oke
koperasi jadi itu lebih dibutuhkan
asosiasi atau koperasi. Jadi luwih bebas
sing bangkong piye, arep nyandi piye ora
enek sing nyeneni lebih baik dadi
pengusaha walaupun kecil-kecilan lebih
baik pengusaha tapi memang orang
Indonesia saat ini kon milih ngo milih
pegawai negeri rata-rata misalkan punya
uang R juta iki nggih pegawai negeri apa
nggih usaha rata-rata pega negeri.
Karena apa? Karena mesti bayarane mesti
balik. Tapi kalau R juta ng usaha belum
tentu bisa berhasil karena gak
pengalaman. Nah, ini
jadi mencari uang itu tidak harus
pegawai negeri. Kalau swasta pun banyak
sekali sebenarnya ee jenis-jenis susah
kalau mau. Jadi kalau saya lebih baik
kok lebih-lebih anak muda belajarlah
menjadi pengusaha walaupun hanya
kecil-kecilan jangan besar.
Kecil-kecilan lama-kelamaan akan menjadi
besar. Itu harus ditekuni. Jadi pesan
saya kepada anak-anak muda, lebih baik
menjadi pengusahalah. Kita itu bebas,
iso sukses, iso besar. Itu harapan kami.
Saya Sukarman, owner dari PT Sipaman
Sinergi Pangan Mandiri yang memproduksi
tepung telur. Alamat Desa Dadaplangu
RT04 RW01 Kecamatan Ponggok, Kabupaten
Blitar mengucapkan terima kasih.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
[Musik]
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:30:30 UTC
Categories
Manage