Transcript
snELXBwEous • Cara Menjadi 1% Lebih Baik Setiap Hari - Atomic Habits oleh James Clear
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/PecahTelur/.shards/text-0001.zst#text/0561_snELXBwEous.txt
Kind: captions
Language: id
Teman-teman coba bayangin deh gimana
rasanya bangun pagi dan ngerasa hidup
kita itu akhirnya mulai berjalan ke arah
yang benar. Hutang mulai berkurang,
pemasukan mulai stabil, pikiran jadi
lebih tenang, dan yang enggak kalah
penting itu hati jadi mulai punya arah.
Kalau belum sampai di titik itu, bukan
berarti teman-teman enggak bisa. Mungkin
teman-teman hanya belum ketemu cara yang
tepat untuk memulainya. Assalamualaikum.
Saya Surya dan ini adalah segmen
detektif bisnis dari channel Pecah
Telur. Di mana kita gak cuma ngobrolin
tentang strategi bisnis, tapi juga
tentang strategi hidup.
[Musik]
Hari ini kita akan menyelami sebuah buku
yang telah mengubah hidup jutaan orang
di dunia, termasuk saya pribadi.
Judulnya itu adalah Atomic Habit karya
James Clear. Buku ini bukan tentang
motivasi instan, tapi tentang bagaimana
perubahan kecil yang bisa kita buat hari
demi hari bisa membentuk hidup yang sama
sekali berbeda. Di video ini saya akan
bagikan resep rahasia dari buku itu.
Kita akan belajar tentang bagaimana
membangun kebiasaan baik tanpa harus
sempurna dulu, lepas hutang pelan-pelan
tapi pasti dan menemukan arah hidup yang
lebih tenang serta bermakna. Kalau
teman-teman udah capek sama sistem lama,
mungkin inilah waktu yang pas untuk
memulai dengan cara yang lebih sederhana
tapi konsisten. Bismillah, yuk kita
mulai.
Bayangin teman-teman naik pesawat dari
Jakarta ke Jayapura, tapi arah
pesawatnya ini digeser 3 derajat ke kiri
aja. Awalnya itu mungkin enggak akan
kerasa bedanya, tapi waktu mendarat
teman-teman itu bisa-bisa malah sampai
mendaratnya itu di Filipina. Nah, ini
sama halnya dengan kebiasaan. Perubahan
kecil setiap hari walau cuma 1% aja. ini
bisa bikin hidup kita mendarat di tempat
yang jauh lebih baik. Atau sebaliknya,
James Clear menyebutnya dengan compound
interest of self-imovement atau bunga
majemuk dari perbaikan diri. Kalau kita
jadi 1% aja lebih baik tiap hari dalam
setahun kita ini bisa jadi 37 kali lipat
lebih baik daripada sebelumnya.
Contohnya baca 10 menit tiap pagi ini
akan menambah wawasan kita atau kontak
satu calon pembeli setiap hari potensi
rezeki jadi terbuka. Bisa juga tentang
menabung Rp10.000 setiap hari
pelan-pelan hutang kita juga akan bisa
terlunasi. Tapi saya tahu kadang kita
udah mulai berubah tapi kok hasilnya
belum kelihatan. Ya, tenang teman-teman.
Itu disebut Valley of Disappointment
atau lembah kekecewaan. Ini masa-masa
paling kritis memang kita udah mulai
disiplin, ngatur uang lebih rapi, ngerem
belanja, nyicil hutang, rajin jualan,
belajar lagi dari nol. Tapi setelah
sebulan, 2 bulan, hasilnya ini masih
enggak kelihatan. Dan kita mulai
bertanya-tanya sama diri sendiri. Apa
aku salah jalan ya? Apa usahaku sia-sia?
Ini mengingatkan saya ke tanaman bambu.
Tahun-tahun pertama setelah ditanam itu
bambu enggak akan langsung tumbuh,
enggak langsung kelihatan. Jadi, bahkan
setelah disiram dan dirawat setiap hari
yang kelihatan itu cuma tanah kosong.
Tapi ternyata selama itu si bambu itu
tumbuhnya ke bawah. Akarnya berkembang
luas dan kuat. Baru setelah 4 sampai 5
tahun, dalam waktu hanya beberapa
minggu, bambu ini bisa tumbuh sampai
kisaran 20 sampai 30 m ke atas. Begitu
juga dengan perubahan hidup. Kadang yang
kita lakukan sekarang ini belum
membuahkan hasil karena bisa jadi
sebetulnya teman-teman sedang
menumbuhkan akarnya lebih dahulu. Jadi
jangan kita cabut akarnya, jangan
tinggalkan prosesnya. Kalau kita terus
siram kebiasaan kecil itu setiap hari,
insyaallah bukan cuma hasil yang kita
tuai, tapi juga diri kita yang baru.
Lebih kuat, lebih tenang, lebih yakin
dengan jalan hidup yang kita pilih.
Selama ini kita sering berpikir kalau
saya mau berubah, saya harus punya
tujuan yang jelas. Tapi James Clear ini
ngasih sudut pandang yang lebih dalam.
Katanya tujuan itu bagus, tapi bukan
untuk menentukan hasil akhir,
Teman-teman. Kenapa? Karena banyak orang
punya tujuan yang sama. Semua orang
misalnya pengin sukses, pengin bebas
hutang, pengin hidup tenang. Tapi
ternyata meskipun tujuannya sama,
hasilnya ini bisa beda-beda. Yang
membedakan mereka itu bukan tujuannya,
tapi sistem yang mereka jalani setiap
hari. Nah, tujuan itu ibarat kompas,
tapi sistem ini seperti kendaraan yang
bikin kita sampai ke sana. Kalau kita
hanya fokus ke tujuannya, kita ini bisa
semangat di awal, tapi rawan cepat habis
energinya. Tapi kalau kita bangun sistem
misalnya kebiasaan, rutinitas,
lingkungan, dan cara berpikir, kita ini
bisa bergerak terus bahkan saat motivasi
kita itu naik turun. Tapi ada satu
lapisan yang lebih dalam lagi, yaitu
identitas. James Clear bilang,
"Perubahan sejati ini bukan dimulai dari
apa yang kamu mau capai, tapi dari siapa
kita akan menjadi." Saya ulangi lagi,
perubahan sejati ini bukan dimulai dari
apa yang kamu mau capai, tapi dari siapa
kita ingin menjadi. Karena identitas itu
seperti akar, Teman-teman. Kalau akarnya
kuat, tindakan dan sistem kita akan kuat
juga. Misalnya gini, kita bilang, "Saya
mau bebas dari hutang." Itu tujuan tuh,
bebas dari hutang. Tapi kalau kita cuma
fokus di situ, Teman-teman, akan mudah
goyah. Apalagi kalau progresnya itu
terasa lambat atau bisa kita mungkin
tergoda untuk belanja lagi. Tapi kalau
kita ubah pendekatannya jadi saya adalah
orang yang bertanggung jawab secara
finansial. Saya ingin jadi suami yang
bisa dipercaya, ayah yang amanah,
pribadi yang bebas riba karena Allah.
Nah, itu itu identitas, Teman-teman.
Maka setiap kali Teman-teman menolak
godaan belanja secara impulsif, terus
kita mencatat pengeluaran atau nyicil
hutang walaupun sedikit, kita sebenarnya
sedang memperkuat identitas tersebut.
Dan setiap tindakan kecil ini seperti
vot suara yang kita berikan untuk
membentuk siapa diri kita sebenarnya.
Perubahan jangka panjang ini lahir dari
konsistensi terhadap identitas, bukan
sekedar semangat sesaat terhadap tujuan.
Nah, setelah kita paham soal sistem dan
identitas, pertanyaannya sekarang,
gimana caranya membentuk kebiasaan yang
tahan lama? James Clear menyederhanakan
jawabannya lewat empat prinsip. Ia
menyebutnya the four laws of behavior
change atau empat hukum perubahan
perilaku. Prinsip ini muncul dari
pemahaman mendalam soal bagaimana otak
manusia itu membentuk kebiasaan. Secara
alami setiap kebiasaan itu terjadi lewat
siklus pertama isyarat, kedua hasrat,
ketiga respons, dan keempat imbalan.
Isyarat atau Q ini akan memicu perhatian
kita. Hasrat atau craving ini melahirkan
keinginan. Respon adalah tindakan kita.
Dan imbalan adalah rasa puas yang
membuat kita ingin mengulanginya lagi.
Nah, James Clear membalik keempat elemen
ini jadi empat strategi membangun
kebiasaan positif. Yaitu yang pertama
jadikan jelas, yang kedua jadikan
menarik, yang ketiga jadikan mudah, yang
keempat jadikan memuaskan. Sekarang kita
bahas satu-satu.
Hukum yang pertama jadikan jelas atau
make it obvious. Nah, Teman-teman,
kebiasaan baik itu enggak akan berjalan
kalau kita sendiri enggak sadar mau
ngerjain apa. Jadi, langkah pertama
adalah membuat kebiasaan itu kelihatan
jelas. Kita bisa tulis target kecil kita
misalnya posting produk setiap jam 09.00
dan pagi. Nah, tempel tulisan ini di
meja kerja. Bukan cuma disimpan di
kepala aja. Kita perlu gunakan habit
staking juga. Contohnya setelah salat
magrib saya akan riset satu strategi
bisnis selama 15 menit dan atur
lingkungan sekitar kita. Ini penting
banget ini untuk ngatur lingkungan kita.
Coba tempel satu kutipan atau ayat
pengingat di cermin atau dekat tempat
tidur. Misalnya, setiap usaha kecilmu
tidak pernah sia-sia. Hal kecil ini bisa
menjadi penyemangat harian yang enggak
kelihatan tapi kerasa. Atau teman-teman
bisa siapkan meja kecil khusus ritual
pagi. Di situ cuma ada buku catatan
keuangan, ide bisnis, sama alat tulis.
Jadi, setiap habis subuh tanpa mikir
lagi, teman-teman bisa langsung duduk di
situ. Enggak perlu pakai niat besar
karena lingkungannya ini udah ngebantu
untuk membuat kita memulai kebiasaan
tersebut.
Hukum kedua, jadikan menarik atau make
it attractive. Teman-teman, kenyataannya
kita ini lebih mudah melakukan sesuatu
kalau hal itu terasa menyenangkan. Otak
kita ini suka sama hadiah. Bahkan kadang
bukan hadiahnya, tapi rasa menantikan
hadiahnya itu yang menyenangkan. Makanya
kita perlu bikin kebiasaan baik ini yang
mau kita bentuk ini jadi sesuatu yang
menarik buat diri sendiri. Contoh
sederhananya, misal kita mau biasakan
nulis laporan keuangan tiap malam. Nah,
coba pasang aturan pribadi. Saya hanya
boleh ngopi susu favorit saya kalau saya
sudah selesai catat laporan pengeluaran
malam ini atau teman-teman lagi belajar
manajemen usaha, boleh banget nih
dengerin podcast inspiratif sambil nyapu
pagi atau beresin rumah. Yang penting
kita perlu menggabungkan hal yang kita
butuh untuk dilakukan dengan hal yang
kita nikmati. Kita juga bisa cari teman
seperjuangan, gabung di grup kecil yang
sama-sama belajar usaha, sama-sama
hijrah dari hutang riba, sama-sama lagi
bangun hidup dari awal. Karena saat kita
lihat orang lain jalan, kita jadi ikut
semangat dan kebiasaan yang awalnya
berat jadi bisa terasa lebih ringan. Dan
yang enggak kalah penting, kita perlu
ubah cara kita bicara ke diri sendiri.
Bukannya aduh saya harus nyatut
pengeluaran nih. Tapi diubah jadi saya
dikasih kesempatan sama Allah buat lebih
amanah jaga rezeki keluarga saya. Bukan
aduh saya harus nahan belanja tapi
diganti jadi saya lagi latihan sabar
biar hidup saya lebih merdeka esok.
Karena yang kadang kita butuhkan itu
bukan motivasi, tapi sebuah makna.
Hukum ketiga, jadikan mudah atau make it
easy. Manusia itu cenderung milih jalan
yang paling gampang. Kalau bisa rebahan,
ya ngapain jongkok. Tapi jangan salah,
justru ini kabar baik. Karena artinya
kita bisa memanfaatkan kecenderungan
alami ini untuk membangun kebiasaan yang
lebih baik. Caranya sederhanakan
prosesnya. Kalau kita pengin bangun
usaha, jangan langsung mikir harus punya
toko, harus punya stok besar. Foto
produk yang mulai dari yang paling
ringan dulu. Buka catatan ide 2 menit. 2
menit aja tiap malam. Satu ide aja
cukup. Yang penting kita nyalain dulu
mesinnya. Lalu misalnya punya target
nyicil hutang tiap hari, kita ini bisa
naruh satu amplop kecil di meja makan
terus dilabeli hari ini Rp10.000. Enggak
usah mikir ribet, ambil, masukin,
selesai. Itu yang namanya sistem. Atau
mau catat laporan keuangan, bikin form
harian sesimpel kotak-kotak tiga kolom
yang isinya tanggal, pengeluaran, dan
catatan. Tempel itu di kulkas kita.
Nanti setiap kita misalnya mau ngambil
air minum, kita jadi ingat nih, wah aku
belum nulis catatan hari ini. Dan kalau
kita pengin hemat tapi susah nahan
belanja, kita bisa nih manfaatin
teknologi. Kita bisa aktifkan auto debit
ke rekening khusus atau pakai fitur
dompet digital buat mindahin sebagian
uang sebelum tangan kita ini gatal, klik
check out. Kebiasaan yang rumit ini
bikin kita mikir dua kali. Tapi
kebiasaan yang mudah bikin kita jalan
tanpa banyak mikir. Dan kadang yang kita
butuhkan ini bukan sistem yang sempurna,
tapi sistem yang bisa kita ulang hari
ini, besok, dan lusa.
Hukum keempat, jadikan memuaskan atau
make it satisfying. Teman-teman pasti
pernah nih nyapu halaman. Terus pas
selesai lihat hasilnya bersih, tiba-tiba
hati ini rasanya jadi puas banget.
Padahal ya itu loh cuma nyapu. Tapi
karena kita bisa langsung lihat
hasilnya, kita bakal ngerasa senang dan
pengin ngelakuin lagi. Itu prinsipnya
sebenarnya teman-teman. Manusia
cenderung mengulang hal-hal yang
memberinya rasa puas dan itu harus saat
itu juga. Sayangnya kebiasaan baik
seringki ngasih hasilnya nanti minggu
depan, bulan depan, bahkan tahun depan.
Sementara kebiasaan buruk itu langsung
enak sekarang. Scroll TikTok, beli
barang enggak penting, tidur-tiduran
seharian. Jadi, tugas kita adalah ngasih
hadiah kecil buat tiap langkah baik yang
kita ambil hari ini. Biar otak kita ini
mau ngulangi lagi besok. Misal kita
nyicil utang Rp10.000 R langsung centang
kalender dinding. Terus coba lihat
deretan centang itu bukan cuma ceklis.
Ini bukti kalau kita sudah menangin hari
demi hari. Kalau hari ini kita lupa atau
malas enggak apa-apa. Tapi ingat prinsip
never miss twice. Satu hari bolong,
besoknya lanjut lagi. Jangan sampai
nunggu Senin baru mulai lagi. Kita juga
bisa ajak pasangan buat jadi teman
sadar. Bikin janji kecil kalau boros
minggu ini kita harus beliin istri
makanan favoritnya atau transfer ke
dompet istri. Karena sebenarnya yang
bikin hidup kita berubah ini bukan satu
gebrakan besar, tapi rasa puas kecil
yang kita kumpulkan dari satu langkah
baik ke langkah berikutnya. Dan dalam
Islam ada satu prinsip yang indah
banget. Allah mencintai amalan yang
kecil tapi dilakukan terus-menerus.
Karena yang kecil tapi konsisten ini
akan tumbuh besar dengan izinnya.
Teman-teman, semangat itu kayak air teh
manis. hangat di awal tapi lama-lama
bisa hambar juga. Biasanya di minggu
pertama kita bakal rajin banget bangun
pagi, nyatut pengeluaran, nonton video
edukasi. Tapi masuk minggu ketiga ini
mulai muncul itu yang namanya godaan.
Ah, besok aja ah ngerjainnya. Dan itu
wajar sebenarnya karena bosan itu adalah
bagian dari proses. Kata James Clear,
orang sukses ini bukan orang yang selalu
semangat, tapi orang yang bisa tetap
jalan meskipun lagi bosan. Kita bisa
lihat atlet profesional mereka ini
enggak tiap hari latihan pakai motivasi,
tapi pakai jadwal. Mereka lari bukan
karena lagi pengin, tapi karena itu
bagian dari sistem mereka. Begitu juga
kita kalau pengin hidup berubah,
Teman-teman. harus belajar jatuh cinta
sama yang namanya kebosanan. Karena
justru di titik kita bosan tapi masih
bertahan, di situlah karakter kita itu
sebenarnya dibentuk. Makanya coba setiap
minggu ambil waktu 10 menit aja untuk
review kebiasaan kita. Tanyakan tiga hal
sederhana ini ke diri kita
masing-masing. Yang pertama, apa yang
berhasil minggu ini. Kedua, apa yang
terasa berat. Lalu yang ketiga, apa hal
kecil yang bisa ditingkatkan untuk
minggu depan? Kita enggak harus
sempurna, tapi kita perlu jujur sama
diri sendiri dan setia sama prosesnya.
Karena perubahan itu bukan datang dari
motivasi yang membara, tapi dari langkah
kecil yang tetap kita ambil. Bahkan
ketika rasanya itu sudah mulai
membosankan.
Mungkin selama ini teman-teman ngerasa
hidupnya berantakan, tapi mungkin bukan
teman-teman yang gagal. Mungkin cuma
cara yang dipakai itu belum tepat. Dan
kabar baiknya kita ini bisa ganti cara
itu mulai hari ini dan dari hal yang
paling kecil. Karena perubahan itu
enggak harus dimulai dari momen yang
besar, tapi dari satu langkah kecil yang
kita ulang pelan-pelan tapi konsisten.
Dan teman-teman enggak enggak sendirian
kok. Ada banyak orang yang juga lagi
belajar untuk bangkit dan kita bisa
saling bantu bukan untuk jadi sempurna
tapi untuk bisa terus jalan. Sekarang
coba deh teman-teman tulis di kolom
komentar apa satu kebiasaan kecil yang
teman-teman siap mulai hari ini. Bukan
minggu depan tapi hari ini. Karena kalau
teman-teman udah nulis berarti
teman-teman bukan cuma niat tapi udah
mulai bertindak. Kalau video ini berguna
buat teman-teman, tolong bagikan juga ke
sahabat seperjuangan supaya kita bisa
terus bertumbuh bareng-bareng di segmen
detektif bisnis ini. Semoga langkah
kecil yang kita pilih hari ini dengan
niat jernih jadi pintu menuju hidup yang
lebih tenang, lebih bertumbuh, dan lebih
berkah. Sampai ketemu di video
selanjutnya. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Yeah.