Kind: captions Language: id [Musik] Pisang ABC itu ada gridnya, Mas. Ketika dia mulus, dia masuk grid A itu harganya lebih mahal. Kalau dia ada bentik kotor kayak gitu, dia harganya murah bahkan enggak laku. Untuk kefisan KW di sini untuk market emang harus khusus, Mas. Jadi harus punya brand itu ada titiknya. Jadi harga itu bisa stabil di ada printnya di situ. Banyak di komentar itu kan kadang mitra itu cuma dibeli murah kayak gitu hasil panen itu dibeli murah. Sebenarnya kan pisang K di kita jualan kulit Mas kulitnya pisang itu bagaimana itu harga mahal itu kulitnya mulus. Nah itu tinggal petaninya sendiri dia itu mau merawat atau enggak gitu. Asalamualaikum. Nama saya Arifin. Saya di sini sebagai pengelola pisang munking. Itu nama brandnya, Mas. Jadi pisang ini variannya pisang Cavendis. Mungking itu kita awalnya kan kita tuh tanam, Mas. Tanam itu kan kita emang melihat market dulu lah. Dari awal itu kita melihat market dulu dari segi buah. Jadi pangan, Mas. Kita nyasarnya ke pangan. Pokoknya kita pangan. Dari situ kita fokuskan ke buah. buah itu kita cari mana yang pengelolaannya itu bisa terkontrol gitu, Bos. Dari situ kita coba untuk tanam itu di 1000 man. Justru yang di awal itu tanam pisang itu pisang raja. Dari pisang raja itu kita tanam di 1000 m ya. Kita di situ belajar, Mas. Belajar dari tanam sampai penjualan di situ. Dari situ kita sampai panen, Mas. Sampai panen itu ternyata untuk pisang raja itu kita panen tuh pas enggak musimnya susah jual kayak gitu. Dulu itu kita di jarak agak renggang sih, mungkin untuk jumlahnya kurang paham sih, Mas. Tapi untuk dari situ kan kita tahu gitu kalau pisang raja itu pisang musiman. Jadi kok gini kalau kita pas panen kok harganya anjlo kayak gitu loh, Mas. Dari situ kita melihat untuk kita harus pisang apa sih yang bisa stabil dan dari tahun ke tahun itu harga enggak berubah gitu. Kita ketemu di pisang kavis karena kita ya misinya kita untuk pangan sih Mas. bisnis dipangkan kayak gitu. Untuk ke depannya kita yakin sih untuk bisa besar gitu. Sekarang total berapa yang dikelola? Itu sekitar 30 hektar pisang Avendi semua, Mas. Tersebar, Mas. Kita ada di Klaten dan Cilacap. Jadi untuk pisang ini, Mas. Jadi kan kalau untuk 3 kita enggak tanam langsung besar itu enggak. Kita dari 1.000 m itu kita lompat itu ke 1 hektar. dari 1 hektar itu kita belajar lagi karena kan untuk pengelolaan pisang kecil jumlah sedikit sama besar itu beda jauh Mas. Jadi dari 1 hektar itu kita kuasai dulu kita mampu enggak nguasai itu untuk 1 hektar itu ya dari penanaman, perawatan, pembuangan kita kuasai kita berani lebar melebar-melebar terus kayak gitu. Dan ternyata untuk pisang ini untuk kita bikin aplikasi untuk komputerisasi itu bisa, Mas. Jadi kalau penanaman seperti ini kita bisa untuk target marketnya. Jadi kita tanam sekarang terus kita olah, kita perawatan kita tuh sudah tahu untuk berapa sih 3 bulan ke depan kita panen, berapa tonasennya, berapa untuk gridnya itu sudah kelihatan semua Mas. Jadi dari situ kita bisa penyiapan untuk marketnya ke mana aja kayak gitu sudah tersistem. Jadi kita cari tahu dari dikit-dikit itu mulai ketemu semua. Dari situ kita mulai berani untuk banyak. Untuk Win di sini untuk market emang harus khusus, Mas. Jadi harus punya brand itu ada titiknya. Jadi harga itu bisa stabil di ada brandnya di situ. Jadi makanya kita bikin brand kita branding untuk kita sekitaran Kelantan dulu. Kelaten kita jalan kita rambah ke Jogja. Jogja ternyata marketnya kurang makanya kita tanam lagi. Kita coba masuk ke Jakarta. Ternyata pasarnya lebih luas lagi. Kita tanam lagi. Jadi kita ngikut untuk marketnya dulu baru kita buatkan kayak gitu. Kita sekitaran di Solo, Klaten, Jogja dan Sabertik. Kita kan juga sur market. Jadi kita kan penasaran juga untuk semua untuk e hasil pertanian itu tertujuan di sana. Jadi kita ke pasar induk satu dan satunya kayak gitu. Kita kenalan untuk pedagang-pedagangnya. Dari situ kita nyari tahu untuk kebutuhannya seberapa sih kayak gitu. Sonya besar banget Mas di sana. Kita itu kalau supermarket kita beli. Kalau pedagang itu dibeli pedagangannya dia mau bercerita gitu, Mas. Kalau kita cuma tanya-tanya kalau kepedagangan, sungkan juga. Untuk pedagangnya juga mesti mood-nya juga enggak enak gitu. 1 hektarnya antara 2.000 sampai 2.400 pohon. Kalau luasan itu cuma untuk kebutuhan, Mas. Kita tuh mau suplly itu per bulan kah atau 2 bulan sudah habis kayak gitu. Kalau untuk pendanaan kita hitung itu per HPP per pohon, Mas. Per titik itu kita hitung kita detail. Jadi per pohon itu kita ngasil tonase berapa biaya yang dikeluarkan untuk satu pohon itu berapa kayak gitu. Jadi itu kita tinggal ngali aja. Kalau kita mau luasan itu susah, Mas. Jadi kadang-kadang untuk petani-petani yang biasa mungkin enggak ada hitungan di situ. Jadi kita untuk pisang ini enak. Jadi pupuk itu kita tebar itu ada gramasinya untuk per titiknya kayak jadi detail di situ. Jadi satu pohon itu ngasilin tonase berapa kayak gitu. Kita mau 1 itu mau tanam berapa, kita butuh benih itu berapa. Nah itu kan ketemu per A itu berapa kan. Terus olah lahan kita bagi untuk populasinya lagi. Jadi bagi-bagi terus kayak gitu, Mas. Jadi kayak untuk motong daun kan bungkus kayak itu kita hitung tuh bagi untuk populasinya untuk per hari itu pekerja itu dapat berapa itu ketemu nanti untuk per A-nya berapa jadi panen nanti ada sampling untuk sampling lahan itu untuk pertandanya itu rata-rata tonas berapa kayak gitu jadi ketemu untuk harga jual dan harga modalnya berapa BP satu pohon untuk tanam awal mungkin Rp40.000 Cukup 1 tahun. Untuk kafe di sini kan 9 bulan panen, Mas. Memang untuk pisang ini modal awal itu berat karena harus puasa itu 9 bulan. Tapi setelah 9 bulan kita ada rank untuk pemanenan itu cuma 3 bulan, 3 bulan kayak gitu. Jadi lebih pendek. Jadi untung nanti besar itu di kedua, ketiga dan seterusnya gitu. Masa panennya per 3 bulan sekali ya, Mas? Per 3 bulan sekali karena ada indo, anak, nanti ada cucu kayak gitu kan. Kan ada jaraknya Mas. Ini enggak kita anam tanam awal lagi kan. Kalau kita untuk tandan itu untuk market itu biasa di harga itu R5.500 per kilo. Tapi kan itu tipis, Mas, kalau mentah. Makanya kita untuk branding juga dari situ kita ke kayak tandan 13 kilo itu kita jual market itu bisa R200.000 lebih. Untuk menjaga kestabilan market kita emang jalan itu pelan-pelan. Kita jaga untuk market satu itu kita jaga terus untuk per wilayah kita jaga terus. Jadi kita enggak berani untuk lompat ketika itu untuk market yang lokal itu enggak aman itu enggak berani. Itu Jakarta di situ. Untuk ketahanan pisang itu ada ranknya, Mas. Jadi pisang AV di sini bisa panen untuk mentah. Jadi ada ranknya setelah pembungkusan itu ada jarak 8 minggu sampai 12 minggu. ada rank per minggunya itu kita bisa pilih mau panen 9 minggu kah minggu itu ada rank di situ ketika panen kita bisa simpan di precalling kayak gitu col state kayak gitu kita tahan lagi di situ. Jadi untuk stok kita kan juga ada komputerisasi tadi aplikasi kayak tadi kita sudah arahnya buangnya ke mana sudah ketemu semua kayak gitu. Yang terpenting buah itu enggak boleh matang di pohon itu jadi harus mentah ada ada umurnya. Makanya kita hitung umur. Jadi kita udah udah uji coba juga untuk segini kita simpan bagaimana untuk tua kita simpan bagaimana kayak gitu udah trail semua kayak gitu. Jadi ketemu untuk spare-nya itu umers gitu kayak gitu sterilkan kita cuci kita simpan di ruangan bersuhu kayak gitu. Jadi suhu itu kita juga trail juga. Ini untuk suhu segini untuk ketahanan berapa lama sih kayak gitu. Kita ada trail semua di situ Mas. Jadi ketemu kita ketemu sendiri. Bayangan aja Mas itu 30 hektar itu kalau enggak ada hitungan itu kalau itu panen bisa berjangga. Kalau serentak itu kan pasti pusing juga. Market juga putus. Makanya kita panen itu bisa continue terus. Itu per minggu ada pemanan. Jadi ada kurvanya kayak gitu kita bisa stabilkan di situ. Kalau ton belum detail banget. Kalau untuk panen raya kemarin per minggu bisa 2.000 tandan, Mas. Itu selera sih, Mas. Konsumen itu. Oke. Oh, ada seleranya. Ada seleranya. Kadangkan kita pisang itu market tuh enggak satu titik merata itu enggak ada yang untuk pasar tradisional, untuk toko buah yang menengah, kalau untuk yang market modern kayak swalan-soalan kayak gitu. Terus itu dari marketnya dari nanti tingkat kemulusan kulitnya kayak gitu, Mas. Jadi kulit itu ada marketnya sendiri-sendiri dari step. Kalau pisang kab ini bisa diukur, Mas. Jadi bisa dihitung juga step kematangan. Step kematangan itu kalau agak mentah itu kan kurang manis. Banyak orang bilang kafe di kurang manis karena itu belum mentok untuk kematangannya. Yang kurang manis itu diperuntukkan untuk yang diabetes. Kayak untuk yang orang sakit kayak gitu dia cocok untuk yang kurang manis. Nanti step yang lanjut ke step tujuh kayak gitu dia paling manis dan antioksidannya paling tinggi. Ciri-cirinya di pisang kafe dengan kadar gula yang rendah itu secara fisik agak-agak mentah Mas. dia kuningnya belum belum full. Jadi kuning-kuning biasa kayak gitu. Kalau yang paling manis itu kuning ada bitik-bitiknya hitam kayak gitu paling manis. Perawatan pohon ya kita rutin untuk yang penting kan kita tanah dulu kita olah terus kita tanam terus nanti untuk daun gitu kita kelola Mas dari daun itu yang paling penting. Jadi ada 2 minggu sekali gitu ada penyemprotan untuk daunnya kayak gitu. Terus untuk buah kita juga ada semprot terus untuk pembungkusan kayak gitulah. Pupuk itu sebulan sekali kita pupuk. Kita kan tinggal ukur aja, Mas, kebutuhan satu pohon itu berapa sih? Kayak gitu kan beda sama padi, Mas. Padi kan sebar. Kalau untuk pisangnya satu titik. Jadi, kita ukur gramasinya kebutuhan dia per bulan itu berapa sih untuk nutrisinya kayak gitu. Apakah dia masih di pertumbuhan atau pembentukan buah? Jadi, ada umur-umur ciri-ciri tertentu di pohon itu. Oh, untuk semprot daun. Semprot daun kita pakai drone. Kenapa pakai drone, Mas? Karena dari awal kita hitung-hitungan ya, Mas. Jadi, drone itu lebih e efektif, efisien, dan murah ketemunya. Iya, karena lahannya kecil, Mas. Iya. Kita datangkan drone dengan lahan 1000 m pasti kecil. Tapi kalau itu bentuk kelompok kayak kelompok tani dia dikumpulkan lahan itu berhektar-hektar itu lebih murah sebenarnya. Jadi orang itu mikirkan untuk satu lahannya aja, dia enggak berpikir untuk kelompoknya kayak gitu. Kalau kelompok kan drone kan sekali jalan itu Mas, jadi lebih hemat. Sekarang kan juga banyak untuk penyewaan drone kayak gitu. Atnya jenengan sendiri tuh. Iya sendiri, Mas. Pisang itu bisa ditanam di tanah manaun. Tapi yang paling bagus itu tanah yang berpasir. Tanah yang kita genggam itu enggak bisa bentuk bola kayak gitu, Mas. Jadi berpasir kayak gitu. Itu paling bagus di situ. J nanti pergerakan akar bonggol itu lebih lueluasa gitu. Untuk penyerapan air lebih bagus, nutrisi bagus. Kita tanam pisang kan itu buah masing-masnya pangan yang buah dan bisa busuk. Jadi bisnis pisang ini dipaksa untuk cepat putaran cepat gitu. Kita harus jual cepat kita nyediaannya ya cepat kayak gitu. kayak katering kita penyiapan katering itu ya harus untuk tanggal A untuk siap makan ya harus ada. Jadi untuk penyiapan kayak gitu harus disiplin lah. Iya karena untuk spare itu kan ada untuk perencanaan untuk panen kayak gitu sudah ada market sudah tersedia semua. Senangnya lebih enak Mas di kebun kita jam itu lebih enak bisa jalan-jalan ke mana-mana enggak sepaneng itu, Mas. Kalau di kebun itu lebih asyiklah. Kalau menurut saya sih kalau putaran uang kita gimana, Mas ya? kita uang itu cuma untuk pelebaran aja sih. Kita masih step untuk pelebaran kayak gitu. Jadi enggak ada yang beku itu. Enggak ada. Kita putar terus gitu. Jadi kayak kita kan juga untuk ran besar kayak kita untuk menggandeng mitra yang dicelacap kayak gitu kita jalan diputar terus kayak gitu. Ada mitra juga Mas? Kita ada mitra di Cilacap. Iya banyak di komentar itu kan kadang mitra itu cuma dibeli murah kayak gitu hasil panen itu dibeli murah. Sebenarnya kan pisang kafe di sin kita jualan kulit, Mas. Kulitnya pisang itu bagaimana? Itu harga mahal itu kulitnya mulus. Nah, itu tinggal petaninya sendiri dia itu mau merawat atau enggak gitu. Kalau itu pisang dirawat pasti bersih, Mas. Enggak mungkin kotor kayak gitu. Kadang orang itu cuma minta penginnya nanam terus panen hasil besar kayak gitu kan. Enggak bisa kayak gitu. Di pertanian kita, kita rawat tumbuhan ya hidup gitu ya. Harus dirawat untuk yang ngasilin dia juga gitu. Pisang AB di situ ada gridnya, Mas. Ketika dia mulus, dia masuk grade A itu harganya lebih mahal. Kalau dia ada bentik kotor kayak gitu dia harganya murah bahkan enggak laku. Mungkin yang dipersepsikan untuk petani-petani itu dia masuk ke yang greit reject kayak gitu. Kita lihat aja di swalayan kalau pisang yang dipajang itu pisang yang paling bagus. Enggak pisang yang ada bintiknya kotor kayak gitu. Pastikan kalau itu ada brand lain yang mulus kuning terus satunya bintik pasti yang dibeli yang mulus. Enggak mungkin juga yang itu ya dibeli kan enggak mungkin ya. Makanya untuk mitra kadang dia dibeli murah, dibeli murah itu spek pisangnya seperti apa kayak gitu. Kita beli juga sesuai spek kayak gitu. Kayak kita yang untuk jilap itu ada MOU-nya juga, Mas. Untuk perjanjian kayak gitu kita terangkan di awal ya. Kadang kan orang itu berambisi besar dan di akhir kurang untuk perawatan. Sebenarnya simpel, Mas. Untuk untuk ketika jantung itu kita ada injeksi untuk disinfektang eh untuk inseksisidanya biar nanti kan kalau jantung itu biasanya ada namanya ular graya, Mas. Dia nyerang itu waktu jantung belum buka kayak gitu. Jadi kita insektis dari situ. Jadi ulat itu enggak mendekat. Habis itu muncul buah. Biasanya nyerang jamur kita kasih bungi. Habis mentok untuk buah sudah muncul semua kita bungkus biar serangga itu enggak masuk. Sebenarnya sesimpel itu. Kadang orang kan malas untuk lakuin kayak gitu. Tapi kan untuk 30 hektar itu kan kita juga untuk penyeraman tenaga kerja Mas untuk yang sekitar kayak gitu. Kita punya pekerja itu di 50 orang. Jadi untuk tinggal pekerjaannya Mas. Jadi pekerjanya fokus untuk bungkus, untuk beda-beda untuk daun aja kayak gitu. Kita fokusinya beda-beda. Kita untuk lahan ini kekurangan di pekerjaan apa kita plotkan di situ? Belum ada, Mas. Kita fokus di buah saja. Alasannya apa Mas? Karena kalau produk turunan enggak ada, Mas. Karena untuk kalau buah kita maksimalkan kejual semua, Mas. Enggak ada yang untuk reject. Kita tata kelola memang harus jual semua. Jadi dipaksa bagaimana pisang itu bisa masuk untuk penjualan. Jangan sampai, Mas, kita masak mau rejectnya berapa kayak gitu kan. Nanti arahnya ke situ. Daun enggak bisa dijual karena daun kafenis ini lebih tipis, Mas, ya, daripada pisang lainnya. Karena umurumur panen kan paling cepat untuk kafe di sini. Kenapa kafendis, Mas? Ya itu Mas, kita kan untuk tanam itu lihat marketnya dulu. Market di luar itu apa aja gitu lah. Kafe di sini bisa masuk di mana saja, Mas. Ekspor, swalayan, pasar Indo, toko buah sampai pasar tradisional masuk semua, Mas. Kan kita jarang dengar juga untuk pisang raja ekspor di swalayan pisang raja kayak gitu kan jarang Mas Pisang raja ya musim kayak gitu loh. Jadi untuk pilihan bisnis untuk tan pangan itu sebenarnya sangat masuk Mas. Jadi ke depan itu kan kalau bisnis pangan itu enggak mungkin tersingkirkan gitu loh. Mas itu bakal dibutuhkan terus dan ke depan-ke depan makin banyak untuk populasinya dan serapannya makin banyak juga. Harga mungkin enggak mungkin jatuh Mas. Pasti akan naik terus. Kalau untuk perawatan kita kan juga bukan mitra kayak gitu kita ada pendampingan di situ. Kalau memang bingung kita bisa dampingi kayak gitu untuk kayak ada orang untuk bingung tanam pisang terus nanti jualnya ke mana kita bisa bantu juga untuk penjualan. Jadi kemitraan itu kita ajarin untuk nanam dan jualnya ke kita juga dan itu fair di depan kita ada MOU di depan kayak gitu enggak asal kita aja terus kita tinggal itu enggak buka kemitraan juga kita buka kemitraan Mas hubunginya ke ke nomoran langsung atau Iya ke nomor WA mungkin Mas ya jadi kita kan juga ada penjamin Mas jadi bibit kita keluarkan dari kita kayak gitu bibit dari kita kita jari nanam nanti waktu panen kita tinggal potong harga bibit tersebut. Iya, kita ajari untuk merawat pisang dengan tonasi yang paling baik itu. Saya Arifin, pengelola pisang M King dari Klaten. Terima kasih telah menonton video ini. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Uh