24 Tahun Jadi Eksportir, Bukan Indomie, Tapi Kerupuk Yang Paling Laku Keras!!
MnmAQ_isFTA • 2025-07-14
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Kalau di Malaysia siapa yang masih mau jungkir balik masih bisa dapat duit? Teman-teman TKI atau TKW atau PMI kita yang kerja di pabrik. Jadi pulangnya mereka itu datang ke toko saya kulaan barang kerupuk tadi ya digoreng kalau atau kalau sudah siap makan itu akan dipaik kecil-kecil dikilang itu akan ditawarkan ke teman-temannya. Oh gajinya dari pabrik itu utuh utuh bisa untuk makan sehari-hari bisa dari jualan. Ini kalau di Malaysia yang pajak sendiri itu murah banget. Saya ada kendaraan Toyota Hilux, ada Volvo XC90 itu R miliar. Itu pajaknya itu cuma RM300 berarti sekitar Rp.200 1 setahun ya setahun. Murah banget ya. Pajak motornya berapa? RM2 RM2 R3.500* R000 nyaris gratis loh kalau motor gitu loh. Brandnya itu namanya Xiaomi cu Xiaomi yang ada di kereta api. Karena seriusnya masuk Malaysia mereka itu akan redest terus barangnya di Malaysia. Jadi barang itu akan dititipkan ke kontainer ke Tulungagung dikirim ke sana. Di sana Ciomi ini bikin akun IG, akun sosial media, bikin juga marketplace akun Shopee dengan Lazada di Malaysia. Oh, saking niatnya ya. Saking niatnya. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Sangat berbangga sekali hari ini kedatangan orang Malaysia. Ya, kebetulan aja, Mas. Ini ada undangan dari Bank Indonesia terus lagi pulang ke Indonesia gitu. Iya. Terus akhirnya bisa mampir ke sini, Pak, ya? Iya. Saya baliknya besok. Woh, ya. Nggih, nggih. Alhamdulillah kebetulan jadwalnya pas. Iya, siap. ini Pak Dim seorang eksportir ee dari Indonesia yang kebanyakan tinggal di Malaysia malahan Pak ya. Iya. Ee mungkin apa dalam 1 bulan gitu ya. Itu yang 3 minggu di Malaysia begitu. Yang 1 bulan eh yang 1 minggu mungkin di Indonesia. Tapi bisa jadi saya dalam 1 bulan pulang sekali kadang pulang dua kali bahkan sampai 2 bulan baru pulang sekali. Itu ada juga tidak menentulah. Tapi ee kalau bisa dibilang lebih banyak memang di Malaysianya. Iya. Atau juga dikenal juga dengan sebutan Datuk ya, Pak ya. Itu itu sebenarnya Datuk ini datuk-datukan, bukan Datuk yang asli yang diberikan oleh raja Malaysia itu. Bukan itu. Ini se Datuk itu Pak kan Pak sebenarnya. Iya. sebenarnya seperti Pak, tapi gelar yang lebih tinggi seperti itu. Oh, kalau Datuk yang asli ee dari Malaysia itu penghargaan oleh raja yang biasanya orang tersebut berjasa misalnya begitu atau ee ada juga di kalangan bisnis yang mana bisnisnya itu sudah bagus, akhirnya layak karena mengangkat ekonomi negara makanya layak diberikan juga gelar Datuk. Ada juga kayak warga Indonesia yang diberi geladatuk seperti ini ee penyanyi perempuan eh siapa yang dari Indonesia itu? Ee Raisa. Eh kok Raisa? Siapa? Kurang. Oca yang panggilannya Ocah itu siapa? Oh teh Oca. Teh Oca iku Heeh. Itu itu pun juga meng Rosa. Rosa. Rosa ini karena memajukan seni musik di Malaysia pun juga mendapat gelar Datuk. Oh. Memajukan musik di sana. Iya. Siti Nurhalisa juga punya kelas Datuk Siti Nurhalisa. Iya. Iya. Iya. Tidak tidak melulu ke bisnis atau bisa juga ini ee dulu ee apa atlet He atlet bulu tangkis Malaysia yang pernah menjuarai dunia pun juga mendapat Gladato. Gladato. Oh, kayak gelar kebanggaan gitu ya? Iya. Gelar kebanggaan yang pokoknya telah bisa kecuali yang ada di depan Anda ini loh. Jangan juga kebanggaan Pak kebanggaan masyarakat Indonesia. Makanya di gelar datuknya dari orang Indonesia tapi. Betul. Heeh. Iya. Ini yang sebutan teman-teman aja yang dari Indonesia sebenarnya. Padahal Datuk yang di saya itu disematkan, "Woh ini Datuk Maringgih." I ya. I ya. I berarti dalam keseharian lebih banyak di Malaysia, Pak ya. Iya, betul. Nah. Berarti kalau sekarang lagi booming kempen kabur aja dulu. Heeh. Berarti Datuk ini saya sudah kabur duluan selepas pada kempen itu. Saya sudah kabur duluan. Kabur duluan. Ya, jadi saya pertama kali kabur I itu di tahun 9 Desember. Saya ingat 9 Desember 2001. 20021 ya? Iya. 2001 sudah 24 tahun yang lalu. Betul. Hm. Itu saya pertama kali kabur ke luar negeri, saya pertama kali naik pesawat, saya pertama kali ee apa ee ya ini keluar daerah yang agak jauh banget gitu. Iya. Iya. Jadi sebelum itu ya saya apa tidak pernah ke mana-mana itu sendiri? Sendiri. Dasarnya apa dulu waktu itu, Pak? Pada waktu itu kita mau ini melanjutkan sekolah kuliah ya. Oh, kuliah di Malaysia. Di Malaysia. Oh. Kenapa pilih Malaysia? Ee karena orang tua saya ada di sana. Oke. Jadi orang tua saya jauh lebih awal lagi kaburnya di tahun -an. Oh, iya. Ya, sudah kabur di sana. Kabur di sana. Iya. Iya. tahun -an di sana merintis ee usaha. Terus saya selesai S1 di Malang meneruskan S2-nya di Malaysia. Malaysia di tahun 2001 tadi. Dan sampai sekarang ya seperti tadi polanya, baliknya sebentar-sebentar sejak tahun 2001 itu. Iya. Jadi 2001 saya ee apa ee kuliah itu tapi sebelum sebelum kuliah full kuliah S2-nya itu saya mengambil kursus bahasa Inggris di Malaysia. Hm. He. Ee terus lanjut kuliah dari 2002 sampai 2004. 2005 saya pulang ke Indonesia. Ee sempatlah bekerja di Indonesia ee ya apa pernah jadi pegawai bank juga di Kelar. Iya. Jadi di Indonesia saya pernah jadi pegawai bank saya sebutkan sepil namanya enggak boleh enggak apa- boleh enggak apa di Bank Danamon sebagai sales gitu. I. Jadi ya tahulah ee dunia marketingnya bank gitu. Bank di saat yang bersamaan sebenarnya saya juga meneruskan ee bis e usaha peternakan ayam di rumah di Rejo Tangan. Iya. Jadi ee pernah juga bos saya itu bos saya di bank itu. Kenapa sih kamu kok masih mau kerja di bank juga? Nah gini Bu. ini walaupun gak seberapa tapi kan ini tiap bulan kan tetap ini kalau yang ayam itu telurnya sama tapi harganya enggak tetap Oh gitu. Nah, terus setelah ee apa sempat bekerja saya ee di Indonesia mungkin sekitar 2005 sampai 2009. Nah, itu mulai lagi sering ke sana lagi karena sudah ekspor itu. Iya. Ya, kan sebenarnya mulai ekspor itu dari 2006. Heeh. Heeh. Ee tapi pada waktu itu yang namanya ekspor itu ya satu apa enggak sampai satu kontainer malah masih cuma sedikit dulu lalu naik ee apa satu bisa sampai satu kontainer tapi itu pun habisnya jadi 6 bulan seperti itu. Akhirnya maju 3 bulan sekali habis akhirnya maju lagi 1 bulan satu kontainer 20 fit. Hm. Itu di 2007 2008 sekitar itulah. Terus 2009 mulai meningkat lagi. Mulai meningkat. saya yang ee berangkat ke Malaysia lagi. Hm. Terus sampai 2012 itu ee frekuensinya hampir mirip. Artinya separuh-separuh. Saya 2 minggu di Indonesia, 2 minggu di Malaysia seperti itu. Nah, mulai 2013 ke atas seringnya di sana. Hmm. Yang kayak tadi 3 minggu di sana, seminggu di sini. He. Atau bahkan 1 bulan dulu. 1 bulan. Oke, gitu. Kalau tadi kan masih kadang-kadang 1 bulan ee satu kontainer tadi berawal dari satu kontainer untuk 6 bulan. Kalau sekarang, Pak, ini yang terbaru hari ini ekspornya sudah berapa? Alhamdulillah ini ee kita sudah tidak pakai konter 20 fet selalunya yang 40 fet karena kon kan ada dua 20 sama 40 kan. Heeh. 40 ini 1 bulan 6 sampai kontainer itu dari beberapa kota, Pak, ya, bukan hanya di Rejo tangan. Iya. Iya. Iya. Jadi ke gudang utama itu ada di Rejo Tangan. Jadi yang Rejo tangan ini itu minimal 1 minggu itu satu. Hm. Seperti minggu ini itu dua. Bahkan dulu pernah 1 minggu itu tiga. He. Nah, yang ee satunya lagi itu kita muatnya di Jawa Barat. Kita ada gudang ee di Tasikmaya. He. Satu lagi itu gudang di ee Medan. Hm. Jadi yang ee pasti itu kan empat dari Tulungagung. Tulungagung kalau satu minggu satu kali. Oke. Yang dua ini yang satu dari Tasik Malaya, yang satu dari Medan. Makanya kalau ada lebihan kalau tujuh atau del berarti ada saat di mana di Tulungagung itu satu minggunya dua kali. Kali Pak itu yang diekspor apa? banyak macam-macam apa yang ada di isinya minimarket hampir semuanya kita bawa. Contoh-contoh contohnya ya snack-snack terutamanya memang kita ee ini snack atau mamin makanan minuman ee baik yang itu pabrikan maupun yang ee UMKM. Hm. He. Nah, beberapa UMKM dari Tulungagung dan sekitaran yang kita bawa contohnya dari ee sini Boyolangu itu ada keripik ee pisang. Hm. Saya tadi pun barusan ya nemui sebentar sebuah sale gitu ya kalau dulu namanya. Ee bukan yang ini yang keripik pisang dari pisang tanduk. Oh pisang tanduk yang bulat-bulut pisang koin namanya. Itu yang pabriknya ada di ee Serping ya? Serping. Serping Pisang. Oh sriping ya. Iya. I yang ada di Boyolang. He. Lalu ada juga yang dari Jawa Barat tadi itu ada yang jenengan bilang tadi yaitu pisang sale. Oh sale. Pisang sale itu yang diiris tipis terus dikasih tepung jadi kayak penggaris gitu loh. Itu namanya pisang sale lidah. Hmm. Nah, ini yang banyak banget itu dulu. Oh, sale lidah itu. Iya. Kalau yang saya tahu kan sale melungker-mlungker. Ada juga yang sale versi begitu kayak keong. Iya, kayak bekecot gitu. Awalnya mungkin panjang cuma jadinya jadi mleker-mlunger kayak pakai cat. Itu pisang sale yang dijemur. Iya iya iya iya betul. Itu pisang sale juga se kalau yang lidah itu enggak dijemur. Ee tapi dia dislice dulu tipis terus dijemur baru dikasih tepung baru digoreng. Hmm. Itu namanya pisang salih lidah. Ada lagi pisang salih jari. Pisang jari itu potongnya agak kayak jari-jari besar gitu. Dicelup tepung terus di ee apa baru digoreng. Heeh. Heeh. Heeh. Selain snack, Pak. Selain keripik. dari pisang apa ada kategori lain misal dari ada alat masak alat masak kompor berarti contoh eh bukan peralatan tunjungan masak yaitu apa cobek dan ulek-ulek oh cobek Pak ya ulek-ulek Pak Iya memang di Malaysia enggak ada, Pak? Enggak ada ulek-ulek kok ya. Iya ulek-ulek itu kita dari ulek-ulek tanah ada. Oh ulek-ulek batu ada, ulek-ulek kayu juga ada. Oh itu marketnya orang sana ya? Orang Indonesia kayaknya ya. Orang Indonesia. Nah, ini. Nah, ulek-ulek yang tanah itu ada dua, ulek-ulek Jawa sama ulek-ulek Madura. Kalau ulek-ulek Jawa itu ee agak tipis, bawahnya itu gak ada kakinya. Hm. Kalau yang e kalau ee yang dari Madura bawah itu ada kakinya bulat gitu. Oh, saya belum tahu malah. Nah, itu terus ini tebal. Nah, itu khasnya Madura. Yang unik lagi kalau di orang Madura di Malaysia itu kan populasinya juga banyak sekali. Iya. Tiap menjelang apa mulut itu mereka ada budaya untuk memecahkan ulek-ulek itu ee lemperlempernya cobeknya. Oh, cobek. I jadi kita kulaan lebih banyak kalau menjelang mulutan. Oh, iya iya iya. Karena mau dipecahkan ini dipecahkan. Oh, pada budaya gitu ya. Iya. Jadi semacam kenduri, habis kenduri itu dipecahin gitu. Iya. Oh, tapi kalau memang orang Madura di mana-mana memang banyak, Pak. Enggak hanya di Malaysia, di sini juga banyak. Heeh. Nah, barang apa, Pak, yang dari dulu Heeh. ee sampai sekarang tetap diekspor, dibutuh dibutuhkan di Malaysia? Pertama, kerupuk. Kerupuk ya. Kerupuk itu ee bisa dibilang 40% komposisi dari kontainer eh 30% lah. 30% komposisi kontainer isinya kerupuk semua. Kerupuk Palembang, kerupuk uyel, kerupuk kepang, kerupuk ee apa? ee Kasandra, kerupuk mawar, kerupuk ee tahu. Iya iya iya. Berapa persen tadi, Pak? 30% dari konten itu isinya kerupuk semua. Mentah tapi ya mentah. Kalau yang ini mentah. Tapi beberapa akhir-akhir ini kita pun juga ada ee UMKM dari Malang itu pun juga sudah ada yang digoreng sudah ready. Terus di Rejo tangan juga ada namanya kerupuk tahu. Mantap. Itu juga sudah apa sudah goreng. Sudah jadi gitu. Oke, oke, oke. Ada lagi yang ee rare, ada agak jarang tapi sering kita bawa itu adalah Ampok, Gatot, dan Tiwul. Ini yang nyupl dari Trenggalek. Hm. Jadi itu apa ee yang meminta siapa? Ya tetap orang Indonesia. Karena dulu itu pernah juga ada orang Malaysia nanyain ee apa kalau tahu apa tiwul itu mereka masih tanya ini macam mana nak masak? Itu bahasa Malaysianya begitu. He. Jadi masih banyak pertanyaan macam mana nak masak, macam mana nak makan. Ini bahasain-innya begitulah. Jadi bagaimana cara makannya, bagaimana cara masaknya tapi kalau orang Indonesia kan sudah paham ya sudah di apa? Heeh. Gatot itu kan tiwul itu kan direndam air sebentar baru dikukus kan begitu. Makan bisa pakai sayur atau pakai ee apa? Kelapa. Parutan kelapa gitu. Kalau orang Malaysia enggak paham gitu karena enggak ada enggak tahu opo i opo iki rasanya kok asing. Heeh. gitu. Iya. Iya. Oke. Gitu. Nah, ini kalau mekanisme, Pak. Jadi kalau mekanisme ee tadi juga dikatakan awalnya misal satu kontainer bisa untuk 6 bulan, kok tiba-tiba sekarang ee jadi 1 bulan bisa minimal bahkan 7uh atau bahkan kalau pas waktu seminggu ada 3 berarti kan bisa 10 begitu ya. Iya. Itu seperti apa metode penyebaran makanannya, Pak? Iya. Nah, di sana itu kalau di Indonesia kan ada tiga pemberangkatan I tiga P O PT of loading namanya istilahnya ekspor itu di sana pod-nya pot of eh destination-nya itu satu di Pot Klang namanya. Pot Klang ini satu pelabuhan besar he ee di seputaran Kuala Lumpur. Jadi kayak Tanjung Priuknya di Jakarta gitu. Nah, di daerah Potklang ee di daerah Kuala Lumpur Selangor itu kami punya gudang utama. Jadi, setiap kontennya datang akan di-unloading ke situ dulu. Nah, begitu unloading itu akan disebar minimal ke cabang-cabang kami dulu. Oh, kami punya cabang ada di Peneng, ada di ee Melaka, ada di Ipoh, Perak, ada di Johor, ada Johor itu yang perbatasan dengan Singapura. Pinang tadi yang berbatasan dengan Thailand dari ujung selatan sampai ujung utara kita ada cabangnya. Jadi begitu nyampai langsung sebar sebar sebar itu untuk minimal untuk cabang-cabang kita sendiri. Oh belum lagi yang kita suplai ke memang existing customer-customer kita. Bentuknya apa? Toko. Mereka bisa jadi toko, bisa jadi warung. Warung makan. Warung makan Indonesia. Warung makan Indonesia lah. Warung makan Indonesia kan membutuhkan saos, membutuhkan kerupuk-kerupuk yang mana kerupuk ini nanti akan mereka goreng sendiri, dipacking sendiri. Oh. Atau ada juga jenis customer yang mereka kerjaannya menggoreng kerupuk aja. Jadi beli mentahan kerupuk di tempat saya, digoreng, dipacking, lalu dirop-drop ke ee toko kelontong. Oh. Ataupun warung-warung. Ada yang warung yang tenaganya gak cukup. Jadi beli jadi sudah digoreng. He. Kalau ee waktunya anak anak buahnya cukup, orangnya cukup akan goreng sendiri. Untungnya kan lebih banyak. Iya. Iya. Itu orang kita juga di sana. Pasti orang kita. Kita orang ya. Kita orang. Pokoknya ee hampil di banyak ceruknya ee Malaysia saya rasa enggak sulit untuk nyari orang Indonesia. Eh, tadi yang ngintang di kota-kota tadi atau sudah bentuknya toko? Ee kalau yang pusat itu berupa gudang. He. Jadi bangunannya besar terus dalamnya arak gitu. Nah, kalau yang cabang-cabang itu ruko yang disekat sebagian depan itu sebagai outlet untuk retail. Yang partisi yang belakang itu isinya rak isinya untuk jual ini jual grosir. Oh. Nah, ini ini ada bahasa Malaysia ini ya. Kalau retail itu di sana sebutnya runcit. Runcit. Heeh. Jadi toko retail itu namanya kedai runcit. Nah, kalau grosir itu namanya borong. Borong. Miriplah sama kita. Boronglah gitu ya. Kedai borong itu borong toko grosir gitu. Nah, pemborong itu adalah bukan pemborong seperti di Indonesia. Pemborong adalah pembeli dalam jumlah banyak. Iya. Oh, ya. Kalau kita pemborong kan rumah biasanya. Pemborong rumah. Iya. Developer gitu ya. Developer kan? I. Iya. Kalau sana orang yang beli grosir namanya pemborong. Pemborong. Pemborong. Penjual harga apa? ee dalam jumlah besar atau pembelinya. Iya. Iya. Iya. Kalau enggak salah dulu waktu kita podcast, Pak ya dulu sekitar eh bukan podcast ya, dulu masih dokumenter pas Datuk juga ada di Tulungagung juga. Saya pernah main ke rumahnya kita bikin video di sana. Heeh. Waktu itu kan sedang develop sebuah minimarket yang sudah jadi kalau enggak salah namanya apa? Domat. Nah, itu gimana kabarnya? Domat. Nah, ee setelah berdirinya Domat waktu itu juga sempat di buka sama siapa gitu kan. Iya. Itu dulu diresmikan oleh Menteri Perdagangan pada waktu itu Pak Zulkiwi Hasan. Ah, iya kan betul betul. Iya. Jadi pada waktu itu ada kunjungan Pak Presiden Jokowi Widodo ke Malaysia kan biasa kan namanya presiden membawa menteri-menteri yang terkait gitu. I ada pertahanan pada waktu Pak Prabowo pun juga ikut antara Menteri Dalam Negeri dan sebagainya itu ada salah satunya yang ikut itu adalah Pak Zulkiflian Pak Zulifli Hasan. Lalu kita negosiasi dengan KBRI agar diminta untuk meresmikan meresmikan toko domat tersebut. Indonesia Mar gitu kan domart itu I domat itu dari kata Indonesia Mar. Wah keren keren keren. Cuma di dis apa dipendekkan jadi biar namanya domat. Dan dulu sempat juga disepil oleh beberapa media di Indonesia banyak banget termasuk IDX Channel pada waktu itu juga menampilkan itu menampilkan kehadiran domat itu. Tetapi ini kabar buruknya. Aduh kabar buruk ini perlu tadi saya berusan senang loh, Pak. Aduh enggak apa-apa tapi ada kabar baik di balik itu. Oh buruk kemudian baik kemudian baik lagi gitu. Jadi kabar buruknya ini ee rupanya ee brand Domat ini peningkatan brandnya itu kurang bagus. Oh. Nah, terus ada di apa? Kami sudah ada backupan namanya Indor Grosser. Hmm. Indo Grosser. Nah, tulisannya Indo GR O C Indo Grosser. Di Malaysia ada ee supermarket besar namanya Gaya Jaya Grosser. Kami meniru grosernya. Tapi ini Indo Grosser itu ee apa? Melayani retail dan grosir. Bedanya dengan domat. Domat itu untuk retail saja. Oh, rupanya marketnya itu lebih bagus yang juga melayani melayani pemborong. Pemborong. Saya sudah mulai hafal kan ya. Jadi karena apa? Ee kalau Indrocer ini ee maksudnya dua dua dua market yang berbeda yaitu orang yang mau dikonsumsi sendiri dan dijual lagi bisa kulaan di tempat Indo Grosser. Oh, itu bedanya. He. Dan alhamdulillah ini atas apa upaya kebetulan yang Indogroser ini brand yang dipegang oleh anak saya. Oh, jadi ee apa brand awareness-nya, marketingnya, sosial medianya dipegang oleh Genzet beneran. Oh, iya. Iya. Bukan yang pura-pura Genzet. Iya. Kan apa Genzet itu kan generasi milenial lah. Ini bapaknya ini generasi kolonial tentu berbeda gitu. Tentu berbeda. Nah, ini ternyata naik tajam. Oh, dengan teknik-teknik atau strategi marketingnya Ala Genzet. He. Ee beberapa kali mengundang influencer yang lokal Malaysia, Pak. Oh, influencer Malaysia. Betul. Selama ini kita berpatokan, "Oh, produk Indonesia itu dijualnya ke orang Indonesia." Ternyata enggak. Oh, orang Malaysia pun ternyata tertarik. Tertarik ya. bahkan yang bukan influencer malah mereka adalah portal-portal apa media itu sudah ada kayak places Malaysia itu pernah datang tanpa diundang tiba-tiba mereka dengar dan langsung ee ambil video di e tempat kita gitu. Iya. Berarti anu ya Pak ee Indogroser ini di dikelola oleh anaknya. Iya. Iya. Oh, jadi ini memang satu pilot project yang apa dijalankan oleh anak saya yang mana ini biar ini biar apa ya? Biar ee saya persilakan semua jurus silat yang dipunyai anak saya silakan dijalankan gitu. Dikasih kesempatan kasih kesempatan dan ternyata alhamdulillah works. Oh, keren jadi performanya bagus. Itu di mana lokasinya? Ada di namanya Petaling Jaya itu di wilayah Selangor juga. Hm. Hm. Nah, cabangnya itu sudah dua. Satu di Pedalijaya, yang satu di ee Penang. Hm. Di Pulau Penang. Oke. Oke. Oke. Ini orang-orang yang dengar podcast ini yang ada di Malaysia silakan dikunjungin ya. Jangan lupa mau nyari barang Indonesia, makanan Indonesia, silakan datang ke Indo Grosir Malaysiaer. Oke oke oke. Nah, menarik sekali. Kalau anaknya juga seperti itu. Jadi lama di Malaysia juga dan jarang di Indonesia. Iya. Kalau anak saya memang ee banyakan di Malaysia. Oke. Tapi sebenarnya minggu lalu pun juga pulang. Sering juga beberapa kali ke sering pulang. Nah, juga akhir-akhir ini itu anu, Pak apa ya kalau kita lihat konten media sosial memang banyak ee semakin ngetrennya hashaguraja dulu itu juga orang-orang jadi compare kan compare ke Malaysia. Iya. Ee contoh dengan misal kayak harga BBM-nya lebih enak ke sana gitu kan. Iya. Iya. Bukan hanya murah. Oh, gitu ya. Bukan murah banget. I e saat ini harga ee BBM BBM paling jelek, paling busuk itu Ronnya itu 95 enggak ada 90 enggak ada 92 enggak ada. Kalau kita itu apa itu pertama pertama pertama atau pertama plus malam itu 9 yang pertama 92 kalau enggak salah pertama 925 95 atau 96 seperti itu. Itu di sana paling busuk ya sana paling busuk paling jelek. Oh itu yang disubsidi dan harganya cuma RM2.5. RM2.5 Mas itu berapa? Kalau sini R.300-an. Wah, lebih murah sana, Pak. Ya, jauh. Sudah dapat 95 RON 95 harganya R.300-an. 7.500. Let's say lah. R.500. Jadi, jadi bisa dibilang begini ee kita anggap aja bekerja satu hari kerja kuli kah? I. I kerja kuli ee let's say ke sana itu UMR-nya kan RM1.700. Heeh. Berarti 1000 kalau R.00 500 kan satu harinya 50. Iya. Iya. RM50 untuk beli bensin itu sudah dapat 100 liter. Heeh. Heeh. Lah di Indonesia berapa kerja? Kadanglah Rp100.000. Heeh. Untuk beli bensin R 10.000. 10 lit. 10 lit dua kali lipat ya berarti sana 100 lit. Oh 100 lit tadi ya. Sebentar. 50 dibagi 2 25. Sori matematika saya kok 2 seteng kali kehidupan lebih enak di sana dari kalau kalau dikompare harga betul BBM. Harga BBM. Betul. Sekarang harga yang lain mau dikompare lagi apa nih? Pajak kendaraan. Pajak kendaraan. Oke. Gimana itu? Betul. Jadi kalau di Malaysia yang pajak sendiri itu murah banget. Oh. Saya ada kendaraan ee Toyota Hilux, ada Volvo XC90. He. Itu kalau di Indonesia itu mungkin R miliar ee kalau second lah mungkin 700800 juta. Heeh. Itu pajaknya itu cuma RM300 berarti sekitar Rp1.200 1 setahun ya setahun. Murah banget ya. Kalau di sini kan sekitar tiga atau empat gitu ki tap lebih eh lebih ya ee bisa sampai belasan. Oh ya itu kelasnya mobil bukan seperti mobilnya pecah telur. Iya iya iya. Kalau alpad aja kalau yang terbaru itu kan bisa sampai 1520. Iya. I kalau tahun baru ini ya cuma juta segitu Rp1.300-an. Terus cuman ini ini yang bedanya asuransi itu wajib. Oh lebih mahal asuransinya daripada pajaknya. Oh gitu. Paj asuransinya itu bisa sampai R3.500 R10 juta per bulan. Per tahun. Oh per tahun. Asuransi apa itu? Per ee Allrisk untuk untuk kendaraan tadi atau Oh. Jadi kita itu harus membeli asuransi agar bisa membayar pajak tahunan. Oh, harus itu, Pak, ya? Berarti semua orang pakai asuransi? Harus, semua pakai asuransi. Jadi kalau yang terjadi namanya tabrakan itu enggak ada cerita sing salah siapa gitu, enggak perlu. Oh, enggak perlu. Wis pokoknya mereka akan berdua datang akan mentelepon e asuransinya masing-masing. Mobil akan diowing akan datang kan towing-nya kan gratis dari asuransi akan diowing akan masuk ke ee apa workshop apa eh reparation reparation bengkel bengkel reparasi yang sudah jadi langganan asuransinya masing-masing. Tetapi sebelum itu biasanya mereka berdua akan datang ke kantor polisi untuk membuat surat laporan kecelakaan itu tadi. Jadi semuanya klaim ke asuransi. Selesai. Enggak usah apa ee apa marah-marahan, bentak-bentakan gitu. Siapa yang salah, siapa sudah asuransi aja. Itu juga meng-cover kalau sakit atau apa gitu juga. Iya. Ee bukan, ini untuk kendaraan aja. Kendara aja tapi ini wajib. Terus motor itu asuransinya itu murah sekitar 300 400. Nah, apa pajak motornya berapa? RM2. RM2. RM2 itu kan 4.000. ee 3.500* 2 R.000. Oh, murah banget. Jadi nyaris gratis loh kalau motor gitu loh. Iya kan setahun gitu kan R.000. Betul. Terus apa motor bisa masuk ke tol. Oh iya iya iya. Saya sering lihat itu. Jadi orang-orang kita yang hobi motor itu bias sering ke Malaysia kan. Betul. Dia pamer-pamer kalau di sini bisa naik bisa karena bisa memacu melihat kemampuan motor moge sebenarnya itu ada di tol Malaysia. Di tol Malaysia. Kalau sini enggak bisa. Enggak bisa. Enggak bisa. Oh. Nah lah sini sudah mulai kena di 100 atau 120 ada becak lewat. Iya. Enggak iso. Enggak iso. Ada anak sekolah lewat sudah enggak bisa kalau sana tol los. Iya. Los ya Pak ya? Iya. Gak gak bayar lagi. Gak tolnya enggak bayar. Enggak bayar kalau motor. Oh, kalau mobil bayar. Kalau mobil bayar. Nah, ini satu lagi yang bisa diperbandingkan. Satu lagi yaitu tarif tol per kilometernya itu murah banget. Tarif. Oh, berapa, Pak? Ee saya sering kan traveling dari Kuala Lumpur ke Johor ke toko saya misalnya visit toko saya gitu ya. Itu jaraknya 350 km. Jauhlah itu ya. Jauhlah. Jadi tolnya berapa? R32. 32 itu berarti Rp10.000. Murah banget, Pak. Ya, ya, ya. Murah dengan kilometer yang sama kalau gak salah di Indonesia ya, Jakarta ke mungkin ke Semarang lah mungkinlah kalau gak salah loh ya. Itu 600.000 kalau di Indonesia. Jadi per kilometernya anggap aja kalau 350 ee itu anggap aja nih bayar tolnya 35 berarti seper berapa? 350 / 35 eh 35 / 750. Iya. Saya loading saya 10 sen eh per kilometernya mungkin 10 ee RM1 lah ya. Iya iya iya. Ini lebih murah lah intinya. R1 itu berarti ya 3.500 per km kil i per kilometer. Jadi kalau Bapak berarti dengan hashag kabur aja dulu. Kemudian nanti kalau sekarang kan kalau orang-orang yang mungkin ee apa di Indonesia susah kemudian ya sudah kabur aja dulu nanti sambil cari modal atau cari anu di luar kemudian balik lagi ke Indonesia. Bang Indonesia sepakat Pak ya. Kalau saya saat ini sepakat karena gimana ya ini eh kalau di luar negeri atau kita merantau lah kalau kalau cakupannya luar kota atau luar pulau ini kita ngomong ke luar negeri he itu kita kan dituntut untuk struggle untuk untuk berjuang kerasul kan kalau pulang tanpa apa tanpa ada embel-embel berhasil kita atau di mana iya iya i dan terpaksa kita mau mau sambat sama siapa, kita mau mengeluh sama siapa di luar ya kita harus terus fighting-nya, fighting spiritnya itu betul-betul tinggi. Akhirnya ini saya sebagai ambil satu contoh aja ee Mas ya untuk apa ee bagian ini keuletan gitu. Jadi ada di Malaysia itu teman-teman TKI atau TKW atau PMI kita yang kerja di pabrik, pabrik-pabrik elektronik itu kan rata-rata banyak TKI atau tenaga kerja wanita Indonesia itu yang kerja di pabrik. Jadi pulangnya mereka itu datang ke toko saya. Hm. He kulaan barang. Oke. Lalu pulang ke asramanya ke kosan. Di situ misalnya kalau kerupuk tadi ya digoreng kalau atau kalau sudah ee siap makan itu akan dipaik kecil-kecil. Besoknya di ee ee pabrik tadi kalau istilahnya sana pabrik itu kilang. Di kilang itu akan ditawarkan ke teman-temannya. Kilang. Oh, inilah contoh keuletan. Oh, iya. I ya. Orang-orang yang sudah mau Heeh. yang di sana yang bisa mendapatkan income tambahan kulaan di tempat saya. Saya menemui orang seperti ini banyak sekali customer-custom yang seperti itu. Jadi mereka gajinya dari pabrik itu utuh utuh bisa untuk makan sehari-hari bisa dari jualan ini jualan kerupuk atau jualan jualan kerupuk gitu. He. Terus yang kedua, saya itu sering memberi istilah atau memberikan gambaran kepada teman-teman kalau di Malaysia sopo sing siapa yang masih mau jungkir balik masih bisa dapat duit. Hm. Artinya kita mau evot sedikit saja, evot tambahan. He. Itu akan ada return-nya, akan ada duitnya. Kok peluangnya lebih mudah didapat? Peluangnya. Heeh. Adalah adalah ee benefitnya, adalah untungnya. Contohnya apa? Ya, itu tadi banyak apa ee yang kaca tadi. Yang kedua itu ada ee contoh riil itu ada orang ee di Indonesia, orang Indonesia yang di sana itu melihat di Malaysia di kampung-kampung itu ada pohon pisang yang itu terbengkelai sana itu kan apa ladang di belakang rumah atau di samping rumah itu kan jarang yang dirawat dibiarin aja. Kalau ada pohon pisang yang sudah mulai tua buahnya itu di ee permisi itu saya beli aja. satu tundun besar itu itu paling R5, RM10 aja boleh. Heeh. He he. Karena daripada enggak enggak diapa-apain diapain gitu dan sebagainya dapatlah RM5, RM10 itu. Lalu dibawa pulang dibikin jiping pisang. Oh. Di rumah dibungkus dititipin ke toko saya. Oh. Itu contoh tadi. Siapa yang jungkir balik pasti dapat duit. Pasti dapat. Lah di Indonesia jungkir balik sampai belum tentu dapat uangnya. Iya. Karena di sini peluangnya itu sedikit, orangnya banyak, Pak. Betul. Betul. Jadi terus lagi ini restoran di Malaysia itu sangat laris. Bisnis kuliner itu sangat bagus. Kenapa? Karena di sana budaya makan di luar itu sudah menjadi biasa. Hm. Jadi masak di rumah itu jarang banget orang. Kadang ada keluarga-keluarga tertentu yang mereka sibuk ee suami istri bekerja itu ee apa? Pembantu rumah itu hanya ngurusi anak, tidak untuk masak. He. Jadi makannya di luar luar. Ada loh beberapa orang di Malaysia ini yang tiga kali makan, tiga kalinya di warung. Oh. Jadi warung itu ramai banget dan laku. Terus biasanya di weekend, Sabtu Minggu jadi satu keluarga itu satu meja panjang itu isinya bapak, anak, terus kadang neneknya juga diajak pokoknya apa dinner bareng gitu. Ramai banget. Makanya bisnis kuliner di sana itu bagus banget. Iya. Oh. Dat enggak ada keinginan budak bikin kuliner di sana? Dulu pernah. Oh, dulu pernah. Jadi pernah kita bikin itu untuk apa? Kerjaan istri saya. Jadi kita bikin warung namanya Kampung Dahar. Spesialnya itu bebek bumbu hitam khas Madura. Lagi ramai itu dulu ramai. Jadi terus tapi karena ini e keterbatasan apa tenaga kerja pada waktu nyari nyari pekerja untuk warung itu agak susah akhirnya sudah ditutup. Agak susah. Iya. Iya. Fokus ke retail aja. Retail dan borong. Fokus. Iya. Iya. e runcit dan borong. Oh, runcit dan borong. Iya. Heeh. Nah, kalau misal gini ee kayak orang TKI kemudian yang apa ya mempertaruhkan ee kehidupannya di sana gitu ya, itu sebenarnya kalau tanpa harus apa ya, kayak tadi misal harus ee cari opportunity tambahan itu sebenarnya sudah cukup atau enggak sih, Pak? Ee sebenarnya kalau itu CRU yang dulu artinya zaman dulu yang belum ada inflasi. Iya. I besar gitu itu mungkin akan surplus banyak. Tapi belakangan ini memang ee nyaris pas gitu ya, hampir pas-pasan aja. Makanya mereka biasanya kebanyakannya akan ee ini cari samb tambahan tambahan. Kalau budaya kerja di sana, kalau kalau di sini kan 8 jam kerja, kalau di sana berapa? Sama juga. Sama juga. Nanti kalau lebih namanya OT overtime gitu. Oh, bonus itu sama ya? Heeh. Dapat dapat OT-nya berapa gitu? Kalau hitungan gaji ee per hari itu ee kalau UMR-nya sana itu RM1.700 per per bulan. Per bulan. Nah, terus cuman ee kebanyakan kalau kerja di ee pabrik itu nanti take homepay tambah plus plus itu ya bisa sampai di angka minimal 2.000-an. 2.000 itu berarti kalau dikurskan, ya sekitar R.500 Rp7.500 R.500 atau R juta sampai R juta kalau kursus sekarang sekitar hampir R juta ya. Kalau biaya hidup bulanan ya itu tadi karena banyak yang murah biaya hidup makan termasuk murah. He saya rasa apa ee untuk orang yang biasa-biasa enggak dan sebagainya masih he masih masih berapa kira-kira saving mungkin untuk sewa rumah lah biasanya itu sekitar 300 sampai 500 kalau itu bekerja di luar ee asrama tidak diberikan oleh perusahaan misal gitu. Kalau yang diberikan oleh Ban berarti ee tidak ada biaya akomodasinya. Paling makan 1 bulan 700, 500, 700 bisa. Jadi artinya lese saving itu 1.000 sampai 1300 masih bisa. Masih bisa 1000 katakanlah diambil minim 1.000 gitu aja. 1000 itu kali sekarang 3,5 sebenarnya tepatnya kalau hari ini sih 3.800. 3.800 berarti masih bisa saving Rp3.500. Oh, masih bisalah. Kalau di sini kan memang untuk operasional ya. Kalau UMR di Indonesia habis dimakan kan? Habis dimakan untuk operasional. I itu tadi yang agak membedakan mungkin ee perusahaan akan memrovide tempat tinggal apa tidak. Oh, oke. Tapi ee kalau kerja di pabrik biasanya otomatis akan dapat. Ee tapi kalau di tempat saya pun juga kita kasih di jadi ee tim saya pekerja yang di toko-toko saya memang kebanyakan sih orang Indonesia itu termasuk tempat tinggal kita kasih. Hmm. Sekarang timnya Datuk berapa orang? Total ada 20-an. 20-an yang di sana dan di sini. Iya. Oh, tapi kebanyakan di sana. Heeh. Kalau di sini itu kan hanya tim ee untuk mencari barang. Jadi mengkoordinir packing-packing gitu ya. Supplier. Terus yang agak banyak nanti kuli lepas untuk waktu naik ke dalam kontainer. Kalau yang yang di Indonesia kan yang yang pekerja tetap itu ada driver, truk, ee kepala gudang, ee kepala kantor, sama admin keuangan. Ada cuma empat aja yang yang cukup efisien ya menurut saya dengan load yang pekerjaan yang seperti itu. Hanya 20 orang menurut saya sangat efisien. lumayan efisien karena ee kalau di sana itu ini sana itu lebih satu toko itu paling tidak biasanya kita kasih ada dua dua pekerja cukup dua cukup ya. Nah, dua cukup. Nah, total kalau di bawah manajemen saya itu ada empat toko. Terus ada yang toko-toko yang di-handle oleh adik-adik saya. Hm. Nah, adik-adik saya total ini pokoknya kalau dihitung semuanya ada delapan. Hm. Tujuh. Eh, delan dengan sidomat itu kalau dikurangi shat berarti tinggal tujuh sekarang. H itu yang at least untuk ee yang di bawah manajemen saya dan adik-adik saya. Ini belum yang orang lain yang yang apa biasa kulaan banyak ke saya gitu. Nah, ee satu informasi lagi di Kuala Lumpur itu ada satu pasar namanya Pasar Coket. Itu pasar kayak pusat grosir induk barang Indonesia. Oh, pasar joget ya? Heeh. Jadi waktu Pak Jokowi ke Malaysia pun disempatkan untuk datang ke situ karena di situ itu pusatnya orang Indonesia. Mau nyari barang apa aja di Indonesia di situ ada. Oh gitu. Siap siap. Nah saya menyuplai banyak toko di situ. Di pasar joget itu. Di pasar joget itu. Itu termasuk pasar apa? Termasuk customer saya yang besar di sana. Jadi seminggu itu bisa dua sampai tiga kali pengiriman ke Juket. He ya. Nak tahu ke depan juga enggak tahu apakah seperti ini atau bahkan lebih gelap. ekonomi kan lagi susah. Kalau di Malaysia apakah juga seperti itu? Nah, ini yang sedikit ee agak mengkhawatirkan kan sama juga teman-teman saya di story-storynya ee keep money apa kayak W andC seperti itu. Nah, alhamdulillahnya saya itu selagi masih banyak ee apa saudara-saudara kita di Malaysia, orang-orang Indonesia yang di Malaysia ya itu masih start stagnan maksudnya masih stabil. H masih stabil dan main lah. Ee walau tidak bisa dibilang peningkatan drastis, tapi juga enggak bisa dibilang turun. Ee stabil, stabil lah. Masih masih apa ee steady di ya adalah peningkatan tapi sedikit kayak gitu. Nah, seperti saya sendiri omset tahun 2024 dibanding 2023 itu saya ada kenaikan tapi cuman 11%. Oh naik ya malah ya? Naik tapi cuma sedikit loh. Itu boleh dipil Pak Opsetnya berapa? adalah cukup cukup ya. Heeh cukup cukup iya cukup untuk haji tiap tahun gitu ya untuk beli mobil setiap bulan gitu ya. Iya iya iya ya iya semoga makin tumbuh Pak bisnisnya Pak. Semoga makin berjaya kami turut bangga orang kita ada yang di Malaysia dan juga apa ya bisa ekspor bareng-bareng ke Malaysia. Iya. Iya. Kalau itu Pak kalau misal nih ee penonton pecah telur gitu ya. Penonton pecah telur ingin Heeh. mungkin barangkali ingin meng apa ya mencoba menghubungi manajemennya mau nitip Bu produk atau apa itu seperti apa mekanismenya. Iya. Ee karena gini yang urusan purchasing atau pencarian barang atau untuk pengumpulan barang di Indonesia itu kan sudah saya pasrahkan ke tim yang di Indonesia. Ada namanya Pak Basuki. Pak Basuki. Iya. Pak Basuki ini yang akan men-handle itu semuanya. Nah, jika ingin apa ee mencoba masuk itu nanti sebaiknya konsultasi atau tanya dengan Pak Basuki Pak Basuki aja. Karena terus terang saya kalau ditanya sekarang harganya apa e kecap ABC berapa rupiah saya enggak apa yang tahu Pak Basuki berapa harganya kerupuk itu Pak Basuki ya Pak. Nah, ee tahap pertama jadi apa ee pokoknya itu masih di bidang makanan minuman. Insyaallah itu bisa aja pada pasarnya. Makanan minuman ya. Kata kuncinya ya snack ya. Iya. Kita memang istikamah di sana dulu saat ini banyakan ke makanan dan minuman. Makanan dan minuman. Lalu ee apa biasanya bisa jadi barang yang dimiliki oleh teman-teman ee penonton pecah telur itu kami sudah biasa ee kirim. Oh, bisa jadi belum? Bisa jadi sudah gitu. Nah, kalau yang sudah itu kan sudah ada kita suppliernya. Enggak bisa nerima juga kan. Bisa juga. Oh, bisa juga. Bisa juga. Jadi tinggal ini kan sudah ada ee apa harganya. Oh, bisa gak ee bersaing dengan harga yang ada. Oke. Kalau belum pernah ada ya kita mencoba dulu. Coba dulu karena kita tidak juga menutup kemungkinan akan laku. He. Nah, ini ada beberapa contoh barang yang kita coba pasarkan gak laku tapi kita kita tidak ngapa-ngapain ternyata laku. Hm. Ceritanya gini, salah satu contoh itu sambal pecel. Sambal pecel. Iya. Dulu kami itu membangun brand sendiri. Oh, saya saya sebut namanya itu mereknya Delima itu betul-betul dari bawah kita bikin brand itu. He ee suppliernya atau pembuatnya ini dari Blitar. Hm. Heeh. Terkenal kan memang di Blitarnya. Ada. Iya terkenal Blitar ee Mediun itu Kediri Tulagu itu beda ya. Kebetulan kami kerja sama dengan yang di orang Blitar. Nah, ini sudah bikin sudah ee lumayanlah penjualannya dan merajai beberapa toko gitu. He. Tetapi ee tiba-tiba ada ini ada merek baru. Heeh. Dari Kediri. Oke. Mereknya KDR. KDR. Kediri kan? I Kediri. KDR. Nah, yang merek KDR ini iya ada orang pelanggan kita yang di Malaysia. Pak, tolong cariin merek ini. Emangnya jadi ada request dari customer gitu. Artinya kita itu mengikuti apa? Customer stream. Jadi ada market yang minta market yang minta. Lalu kita cari He ee sambal pejal KDR itu dan kita bawa sampai hari ini ternyata brand yang kita bangun itu dilindas oleh KDR. Jadi delima turun KDR naik. KDR naik itu. Oh lah. Terus masalahnya apa? masalahnya apa? K apa ee KDR ini rasanya enak, harganya murah. Oh, jadi si supplier kita yang di Blitar kita kasih tahu sekarang yang laku ini I ee harganya loh kok bisa segitu gitu kaget itu pasti banyak campuran ya whatever apa apapun itu. Tapi itu realitanya itu laku realitas dilaku dan diminati dan enak dan repeat ordernya itu kencang. Oh. Oh. Nah, inilah yang saya sebut ada salah satu contoh brand merek yang tanpa kerja keras tapi laku kuat. Lagu keras. Sementara ada juga loh contoh yang tidak berhasil. Tidak berhasilnya itu mereka sudah mencoba beberapa kali kirim sampel. Bahkan kita juga ngasih gratis sampel itu ke ee penggoreng-penggoreng ke penggoreng-penggoreng kerupuk itu. Heeh. kita kerupuk mentah kan dia produknya kerupuk mentah kita kasih gratisan ke penggoreng-penggoreng coba kamu goreng terus ada yang bilang oh ini kurang mekarlah oh ini rasanya kurang guri kurang apa gitu ya kalau pelanggannya bilang enggak cocok ya saya enggak akan kulaan barang itul kami itu kan kayak ini loh kayak grosiran gitu jadi tanggung jawab untuk memasarkan itu eh tanggung jawab untuk mempromosikan, memarketingkan itu masih ada di pemilik barang pemilik brand kayak tok itu kan kayak groser itu kan ada yang SPG-SPG dari misalnya supermarket ada SPG susu bayi, ada SPG rokok gitu. Nah, cuman ini posisinya ada di Malaysia. Tidak perlu menghadirkan secara fisik seorang SPG tetapi harus marketing lewat sosial media. Oh, tetap juga itu berarti ya harus itu harus dilakukan karena begitu nyampai di tempat saya kan gak tahu kalau barang itu sudah ada di Malaysia di tempat saya. Ini kebanyakan dari teman-teman yang mungkin salah kaprah. Oh. pikirnya ketika dibawa Datuk bakalan lari. Bakal lari dan saya yang dikejar-kejar ini. Gimana, Pak? Gimana, Pak? Oh, sudah laku belum gitu. Itu masih utuh lah. Kamu ngapain? Ya enggak ngapa-ngapain. Saya enggak promosi, enggak apa. Aduh lah itu ya harus saling bersambutlah ya, Pak ya. Oh, betul. Ini ini ibaratnya ya ee ee kalau saya ya daripada jual begitu mendingan jualan yang Indomie yang sudah terkena. Iya. Dia sudah punya merek. sudah punya merek gitu loh. Nah, ini ada satu contoh juga yang ee apa percobaannya ke Malaysia itu bagus. Saya sebutkan aja brandnya itu namanya Ciomi. Cuanki Ciomi yang ada di kereta api. Iya. Saya pernah I ya ya. Menarik menarik. Betul. Nah, Ciomi ini saking niatnya karena seriusnya masuk Malaysia, mereka itu akan redest terus barangnya di Malaysia. He. Jadi barang itu akan dititipkan ke kontainer ke Tulong Agung dikirim ke sana. Di sana Ciomi ini bikin akun IG akun sosial media misalnya Xiaomi Malaysia gitu. Xiaomi e apa ee Xiaomi Malaysia. Terus ee bikin juga marketplace akun Shopee dengan Lazada di Malaysia. Oh saking niatnya ya. Saking niatnya. Terus yang kedua, dia sampai menyiapkan boot portable. Jika ada pameran, jika ada expo itu siap hadir. Hadir. Berarti orangnya dia juga ke sana. Kalau ee memungkinkan maka orang Xiaomi akan datang. Tapi jika tidak memungkinkan itu biasanya akan meng-hire iya. Ee mahasiswa Indonesia yang di sana. Ya sudah Rp50. 100 itu pun sudah bisa dan itu sukses di sana. Bagus. Sudah mulai dikenal. Terus sering juga kami sebagai ee pengimpor barang Indonesia, kami kan sering ada event-event di KBRI gitu. Ada pertemuan apa ee Dharma Wanitanya KBRI atau komunitas-komunitasnya orang Indonesia di sana itu kan sering ada gathering atau apa yang diundang oleh KBRI. Nah, si pun kadang hadir ngasih goodie bag tapi kalau mau tambahan beli. Iya. I betul betul menarik ya. Jadi berbagai macam cara ya untuk betul betul. Siap-siap. Nah, ini Pak. Kalau misal nih ada orang kemudian pengin dibawa produknya ee di Datuk itu apakah dibeli atau kayak titip atau seperti apa sistemnya? Nah, untuk yang tes market itu kami tidak meminta bayaran karena namanya test market itu kan untuk icip-icip untuk tester kan untuk untuk dibak kasihkan ke ee ke ke pelanggan ke pelanggan pelanggan. Jadi dititipkan ke kami ongkos kirim tidak kita minta. Oh, untuk tes market. Untuk tes market loh ya. Kita tidak menjual dan kita tidak meminta ongkos kirim. Iya. Iya. Iya. Memang benar-benar gratis lah ya. Silakan itu ee nanti di apa dibagi-bagikan kan itu ujung-ujungnya nanti. Nah, terus ee mohon maaf itu biasanya berapa jumlahnya untuk test market? Ee terserah. Oh, terserah kesediaan dari brandnya. He ke kemampuannya. Kemampuan pemilik barang itu mau berapa untuk tesnya gitu. seperti hari ini tadi itu ada pabrikan dari pabrik kerupuk dari Pasuruan. Pasuruan atau pokoknya Pandaan sekitar sana. Tadi baru sampai paket itu mengirim ee kerupuk mentah. Heeh. He. Satu varian itu dua bungkus 5 kilo seperti itu. Itu untuk tester. Untuk tester nanti diminta di kasih-kasihkan ke orang h ke apa? Ke penggoreng-penggoreng untuk tester di sana gitu. Nah, itu yang cara yang belum ada marketnya, yang belum apa ya, belum ada pembelinya. Iya, produk baru, produk baru gitu. Nah, jika produk itu memang berasal dari permintaan dari saya, saya ada permintaan dari customer minta ke saya, terus ternyata ada teman-teman yang punya barang yang saya cari. Oke. He he. Nah, kalau seperti itu langsung saya beli. Langsung dibeli. Langsung beli karena berdasarkan permintaan karena sudah jelas ada pembelinya. Iya. Iya. gitu. Oh, kayak KDR tadi langsung dibeli, langsung dibeli. Orang minta ee ee sudah ada jelas minta lah. Heeh. Kita nyari-nyari, "Pak, ini sistemnya harus dibeli." Ya gak apa-apa memang saya sudah tutup mata nanti nyampai sana pasti laku. Pasti ada pembeli. Oh, oke oke oke. Itu atau cara yang ketiga? Oh, ada yang ketiga. Yang ketiga ini ee apa? Tapi terus terang saya juga agak belum ada menemukan formula yang tepat yaitu dititip jualkan. Hm. Jadi titip juga konsinyasi. Oh, konsinyasi. Iya. Tapi saya ee pun akan selektif untuk konsinyasi ini karena ada beberapa kasus yang pernah terjadi sebelumnya konsinyasi yaitu tadi kembali lagi pemilik brand itu tidak melakukan marketing apapun akhirnya itu expired. Akhirnya saya yang disuruh bayar. Iya kan? Ya saya enggak mau dong wong saya enggak mendapatkan hasil penjualan dari barang tersebut. Iya. Malah kena biaya ongkos kirim kan. Malah kena biaya ongkos kirim. Yang itu sebelum saya bebankan sebelumnya. Iya, iya, iya, iya. Karena ini sistemnya konsinyasi. Tapi ini maksud saya selektif adalah ee kita mengukur barang ini kira-kira laku apa tidak. Oh, itu tugasnya Pak Basuki juga nanti yang akan menseleksi. Iya, iya, iya. Karena Pak Basuki sudah tahu ee apa ee pattern-nya, barang-barang kayak apa sih yang bisa dijual di sana. Oh, siap, Pak Basugi kayaknya sudah mulai pusing di belakang itu ya. Ternyata banyak tugasnya. Pokoknya yang yang bau rekso Indonesia. Baiksa Indonesia. Pak Basuki Basuki closing statement. Nah, dari Pak dari Datuk seperti apa untuk masyarakat kita ee Indonesia? Iya. Eh gini ee di saat apa ya ekonomi yang kayaknya saat-saat ini tuh kayak gak menentu yaul lebih-lebih dihantui dengan perang dunia ketiga ini. Aduh hampir-hampir sudah nyaris gitu sudah worry ini gimana jadinya ee apa kami mencoba untuk membuka pasar yang di luar negeri yang mana ini Malaysia yang mana ini masih bisa dibilang agak stabil. Oh. mungkin juga ada ee teman-teman atau paling tidak yang selama ini yang beberapa waktu belakangan ini ya. Semoga apa ya apa yang kami lakukan itu bermanfaat untuk sekitar kami terutamanya ya supplier-supl UMKM ataupun pabrik-pabrik yang ada di Tulungagung ini dan sekitarnya lah ya hanya Tulungagung seitar sekitarnya termasuklah ada itu saya ngambil salah satu barang dari apa ee Malang, dari Mojokerto, dari Kediri, Trenggalek dan sebagainya. He. Jadi paling tidak saya masih menjadi sarana untuk memperlancar ee rezeki mereka dengan mengirimkannya ke ee Malaysia gitu. Dan termasuk juga ini apa ee informasinya dari Pak Basuki yang disampaikan ke saya. Sales-seles produk pabrikan pun juga sudah mulai banyak yang mengeroyok Pak Basuki karena targetnya enggak nyampai. Oh gitu ya. Jadi kami sebagai tempat buangan ya buang maksudnya tempat untuk harapan terakhir. Harapan terakhir seperti itu. Iya gak apa-apa Pak kan yang penting saling menguntungkan dan selagi Heeh. selagi ini ada permintaan pasti akan kami ambil kita bawa. Siap. Siap. Saya kelupaan satu hal tapi ini saya tanyakan. Iya. Kalau sebenarnya kalau visi misinya atau dreamnya Pak Datuk ini apa nanti bakalan seperti apa sih yang ingin dikejar diharap ya kalau di Malaysia kita ya berharap ee menjadi apa distribusi ee jalur apa perusahaan distribusi produk Indonesia yang terbesar dan insyaallah arah terbesar itu untuk yang multiproduk ada kan perusahaan Malaysia atau perusahaan Indonesia yang memegang brand-brand besar Seperti saya ambil contoh Kara. Santan Kara itu apa? Perusahaannya besar banget di Malaysia. Oh. Ada brand-brand yang lain seperti yang Kapal Api ada apa ee stra itu sampai jos itu mensponsori Liga T nya Malaysia saking kuat brandnya itu sampai itu kan brand kita kan brand Indonesia. I jadi sudah sampai merakyatnya. Oh. Ee brandra jos kapal api itu juga sudah bagus. H ada apa Indomie ada M sedap semuanya masuk sana. Nah kami itu disebutnya PI paralel importer. Parel import itu multi multiproduct multi brand multiproduct. Jadi ee saat ini ya insyaallah lah kami bisa bilang ee sudah mau apa yang menjadi yang paling besar dilihat dari frekuensi per bulannya tadi. Wah mantap. Mantap gitu. Jadi frekuensi semakin sering atau banyak kontener dalam 1 bulan itu bisa menjadi yang paling besar. Ja. Kami minta doa dari teman-teman dari teman-teman sobat pecah telur semoga terlaksana terlaksana dan bisa bareng-bareng besar bersama karena ujung-ujungnya nanti akan semakin banyak produk dari Indonesia dari teman-teman yang di Indonesia akan kami serap dan kita jualkan di Malaysia. Oke terima kasih Datuk atas datangnya di podcast pecah telur. Semoga makin gede makin bermanfaat. Amin. Amin. Amin. Amin. Teman-teman terima kasih. Sampai jumpa di next episode. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. [Musik] Yeah.
Resume
Categories