24 Tahun Jadi Eksportir, Bukan Indomie, Tapi Kerupuk Yang Paling Laku Keras!!
MnmAQ_isFTA • 2025-07-14
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Kalau di Malaysia siapa yang masih mau
jungkir balik masih bisa dapat duit?
Teman-teman TKI atau TKW atau PMI kita
yang kerja di pabrik. Jadi pulangnya
mereka itu datang ke toko saya kulaan
barang kerupuk tadi ya digoreng kalau
atau kalau sudah siap makan itu akan
dipaik kecil-kecil dikilang itu akan
ditawarkan ke teman-temannya. Oh
gajinya dari pabrik itu utuh
utuh bisa
untuk makan sehari-hari bisa dari
jualan. Ini kalau di Malaysia yang pajak
sendiri itu murah banget. Saya ada
kendaraan Toyota Hilux, ada Volvo XC90
itu R miliar. Itu pajaknya itu cuma
RM300 berarti sekitar Rp.200
1 setahun ya
setahun.
Murah banget ya.
Pajak motornya berapa? RM2
RM2
R3.500* R000
nyaris gratis loh kalau motor gitu loh.
Brandnya itu namanya Xiaomi cu Xiaomi
yang ada di kereta api. Karena seriusnya
masuk Malaysia mereka itu akan redest
terus barangnya di Malaysia. Jadi barang
itu akan dititipkan ke kontainer ke
Tulungagung dikirim ke sana. Di sana
Ciomi ini bikin akun IG, akun sosial
media, bikin juga marketplace akun
Shopee dengan Lazada di Malaysia.
Oh, saking niatnya ya.
Saking niatnya.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Sangat berbangga sekali hari ini
kedatangan orang Malaysia.
Ya, kebetulan aja, Mas. Ini ada undangan
dari Bank Indonesia terus
lagi pulang ke Indonesia gitu.
Iya. Terus akhirnya bisa mampir ke sini,
Pak, ya?
Iya. Saya baliknya besok.
Woh, ya.
Nggih, nggih. Alhamdulillah kebetulan
jadwalnya pas.
Iya, siap. ini Pak Dim seorang eksportir
ee dari Indonesia yang kebanyakan
tinggal di Malaysia malahan Pak ya.
Iya. Ee mungkin apa dalam 1 bulan gitu
ya.
Itu yang 3 minggu di Malaysia begitu.
Yang 1 bulan eh yang 1 minggu mungkin di
Indonesia. Tapi bisa jadi
saya dalam 1 bulan pulang sekali kadang
pulang dua kali bahkan sampai 2 bulan
baru pulang sekali. Itu ada juga
tidak menentulah. Tapi ee kalau bisa
dibilang lebih banyak memang di
Malaysianya.
Iya. Atau juga dikenal juga dengan
sebutan Datuk ya, Pak ya.
Itu itu sebenarnya Datuk ini
datuk-datukan, bukan Datuk yang asli
yang diberikan oleh raja Malaysia itu.
Bukan
itu. Ini se
Datuk itu Pak kan Pak sebenarnya.
Iya. sebenarnya seperti Pak, tapi gelar
yang lebih tinggi seperti itu.
Oh,
kalau Datuk yang asli ee dari Malaysia
itu penghargaan oleh raja yang biasanya
orang tersebut berjasa misalnya begitu
atau
ee ada juga di kalangan bisnis yang mana
bisnisnya itu sudah bagus,
akhirnya layak karena mengangkat ekonomi
negara makanya layak diberikan juga
gelar Datuk. Ada juga kayak warga
Indonesia yang diberi geladatuk seperti
ini ee penyanyi perempuan eh siapa yang
dari Indonesia itu?
Ee Raisa. Eh kok Raisa? Siapa?
Kurang.
Oca yang panggilannya Ocah itu siapa?
Oh teh Oca. Teh Oca iku
Heeh.
Itu itu pun juga meng Rosa. Rosa.
Rosa ini karena memajukan seni musik di
Malaysia pun juga mendapat gelar Datuk.
Oh. Memajukan musik di sana.
Iya.
Siti Nurhalisa juga punya kelas Datuk
Siti Nurhalisa.
Iya. Iya. Iya.
Tidak tidak melulu ke bisnis atau bisa
juga ini ee dulu ee apa atlet
He
atlet bulu tangkis Malaysia yang pernah
menjuarai dunia pun juga mendapat
Gladato.
Gladato. Oh, kayak gelar kebanggaan gitu
ya?
Iya. Gelar kebanggaan yang pokoknya
telah bisa kecuali yang ada di depan
Anda ini
loh. Jangan juga kebanggaan Pak
kebanggaan masyarakat Indonesia. Makanya
di gelar datuknya dari orang Indonesia
tapi.
Betul. Heeh. Iya. Ini yang sebutan
teman-teman aja yang dari Indonesia
sebenarnya. Padahal Datuk yang di saya
itu disematkan, "Woh ini Datuk
Maringgih."
I ya. I ya. I
berarti dalam keseharian lebih banyak di
Malaysia, Pak ya.
Iya, betul. Nah.
Berarti kalau sekarang lagi
booming kempen kabur aja dulu.
Heeh.
Berarti Datuk ini
saya sudah kabur duluan selepas pada
kempen itu.
Saya sudah kabur duluan.
Kabur duluan. Ya, jadi saya pertama kali
kabur
I
itu di tahun 9 Desember. Saya ingat 9
Desember 2001.
20021 ya?
Iya. 2001
sudah 24 tahun yang lalu.
Betul.
Hm.
Itu saya pertama kali kabur ke luar
negeri, saya pertama kali naik pesawat,
saya pertama kali ee apa ee ya ini
keluar daerah yang agak jauh banget
gitu. Iya. Iya.
Jadi sebelum itu ya saya apa tidak
pernah ke mana-mana
itu sendiri?
Sendiri.
Dasarnya apa dulu waktu itu, Pak?
Pada waktu itu kita mau ini melanjutkan
sekolah kuliah ya.
Oh, kuliah di Malaysia.
Di Malaysia.
Oh. Kenapa pilih Malaysia?
Ee karena orang tua saya ada di sana.
Oke.
Jadi orang tua saya jauh lebih awal lagi
kaburnya di tahun -an.
Oh, iya. Ya, sudah kabur di sana.
Kabur di sana.
Iya. Iya. tahun -an di sana merintis ee
usaha. Terus saya selesai S1 di Malang
meneruskan S2-nya di Malaysia.
Malaysia di tahun 2001 tadi.
Dan sampai sekarang ya seperti tadi
polanya, baliknya sebentar-sebentar
sejak tahun 2001 itu.
Iya. Jadi 2001 saya ee apa ee kuliah itu
tapi sebelum sebelum kuliah full kuliah
S2-nya itu saya mengambil kursus bahasa
Inggris di Malaysia.
Hm. He.
Ee terus lanjut kuliah dari 2002 sampai
2004. 2005 saya pulang ke Indonesia.
Ee sempatlah bekerja di Indonesia
ee ya apa pernah jadi pegawai bank juga
di Kelar. Iya. Jadi di Indonesia saya
pernah jadi pegawai bank saya sebutkan
sepil namanya enggak boleh enggak apa-
boleh enggak apa di Bank Danamon sebagai
sales gitu. I.
Jadi ya tahulah ee dunia marketingnya
bank gitu.
Bank
di saat yang bersamaan sebenarnya saya
juga meneruskan ee bis e usaha
peternakan ayam di rumah di
Rejo Tangan. Iya. Jadi
ee pernah juga bos saya itu bos saya di
bank itu. Kenapa sih kamu kok masih mau
kerja di bank juga? Nah gini Bu. ini
walaupun gak seberapa tapi kan ini tiap
bulan kan tetap ini kalau yang ayam itu
telurnya sama tapi harganya enggak tetap
Oh gitu. Nah,
terus setelah ee apa sempat bekerja saya
ee di Indonesia mungkin sekitar 2005
sampai 2009. Nah, itu mulai lagi sering
ke sana lagi
karena sudah ekspor itu.
Iya. Ya, kan sebenarnya mulai ekspor itu
dari 2006. Heeh. Heeh. Ee tapi pada
waktu itu yang namanya ekspor itu ya
satu apa enggak sampai satu kontainer
malah masih cuma sedikit dulu
lalu naik ee apa satu bisa sampai satu
kontainer tapi itu pun habisnya jadi 6
bulan seperti itu. Akhirnya maju 3 bulan
sekali habis
akhirnya maju lagi 1 bulan satu
kontainer 20 fit.
Hm.
Itu di 2007 2008 sekitar itulah.
Terus 2009 mulai meningkat lagi. Mulai
meningkat. saya yang ee berangkat ke
Malaysia lagi.
Hm.
Terus sampai
2012 itu ee frekuensinya hampir mirip.
Artinya separuh-separuh. Saya 2 minggu
di Indonesia, 2 minggu di Malaysia
seperti itu.
Nah, mulai 2013 ke atas seringnya di
sana.
Hmm. Yang kayak tadi 3 minggu di sana,
seminggu di sini.
He. Atau bahkan 1 bulan dulu.
1 bulan. Oke, gitu.
Kalau tadi kan masih kadang-kadang 1
bulan
ee satu kontainer tadi berawal dari satu
kontainer untuk 6 bulan.
Kalau sekarang, Pak, ini yang terbaru
hari ini
ekspornya sudah berapa?
Alhamdulillah ini ee kita sudah tidak
pakai konter 20 fet selalunya yang 40
fet
karena kon kan ada dua 20 sama 40 kan.
Heeh.
40 ini 1 bulan 6 sampai kontainer
itu dari beberapa kota, Pak, ya, bukan
hanya di Rejo tangan.
Iya. Iya. Iya. Jadi ke gudang utama itu
ada di Rejo Tangan. Jadi yang Rejo
tangan ini
itu minimal 1 minggu itu satu.
Hm.
Seperti minggu ini itu dua.
Bahkan dulu pernah 1 minggu itu tiga.
He.
Nah, yang ee satunya lagi itu kita
muatnya di Jawa Barat.
Kita ada gudang ee di Tasikmaya. He.
Satu lagi itu gudang di ee Medan.
Hm.
Jadi yang ee pasti itu kan empat dari
Tulungagung.
Tulungagung kalau satu minggu satu kali.
Oke.
Yang dua ini yang satu dari Tasik
Malaya, yang satu dari Medan.
Makanya kalau ada lebihan kalau tujuh
atau del berarti ada saat di mana di
Tulungagung itu satu minggunya dua kali.
Kali
Pak itu yang diekspor apa?
banyak macam-macam apa yang ada di
isinya minimarket hampir semuanya kita
bawa.
Contoh-contoh
contohnya ya snack-snack terutamanya
memang kita ee ini snack atau mamin
makanan minuman
ee baik yang itu pabrikan maupun yang ee
UMKM.
Hm. He.
Nah, beberapa UMKM dari Tulungagung dan
sekitaran yang kita bawa contohnya dari
ee sini Boyolangu itu ada keripik ee
pisang.
Hm.
Saya tadi pun barusan ya nemui sebentar
sebuah sale gitu ya kalau dulu namanya.
Ee bukan yang ini yang keripik pisang
dari pisang tanduk.
Oh
pisang tanduk yang bulat-bulut pisang
koin namanya.
Itu yang pabriknya ada di ee
Serping ya? Serping.
Serping Pisang.
Oh sriping ya. Iya. I yang ada di
Boyolang. He.
Lalu ada juga yang dari Jawa Barat tadi
itu ada yang jenengan bilang tadi yaitu
pisang sale.
Oh sale.
Pisang sale itu yang diiris tipis terus
dikasih tepung jadi kayak penggaris gitu
loh.
Itu namanya pisang sale lidah.
Hmm.
Nah, ini yang banyak banget itu dulu.
Oh, sale lidah itu.
Iya.
Kalau yang saya tahu kan sale
melungker-mlungker.
Ada juga yang sale versi begitu kayak
keong. Iya,
kayak bekecot gitu. Awalnya mungkin
panjang cuma jadinya jadi mleker-mlunger
kayak pakai cat.
Itu pisang sale yang dijemur.
Iya iya iya iya betul.
Itu pisang sale juga se
kalau yang lidah itu enggak dijemur.
Ee tapi dia dislice dulu
tipis terus dijemur baru dikasih tepung
baru digoreng.
Hmm.
Itu namanya pisang salih lidah. Ada lagi
pisang salih jari.
Pisang jari itu potongnya agak kayak
jari-jari besar gitu. Dicelup tepung
terus di
ee apa baru digoreng.
Heeh. Heeh. Heeh. Selain snack, Pak.
Selain keripik. dari pisang apa ada
kategori lain misal dari
ada alat masak
alat masak kompor berarti
contoh eh bukan
peralatan tunjungan masak yaitu apa
cobek dan ulek-ulek
oh cobek Pak ya ulek-ulek Pak Iya
memang di Malaysia enggak ada, Pak?
Enggak ada ulek-ulek kok ya.
Iya ulek-ulek itu kita dari ulek-ulek
tanah ada.
Oh
ulek-ulek batu ada, ulek-ulek kayu juga
ada.
Oh itu marketnya orang sana ya? Orang
Indonesia kayaknya ya.
Orang Indonesia. Nah, ini. Nah,
ulek-ulek yang tanah itu ada dua,
ulek-ulek Jawa sama ulek-ulek Madura.
Kalau ulek-ulek Jawa itu
ee agak tipis, bawahnya itu gak ada
kakinya.
Hm.
Kalau yang e kalau ee yang dari Madura
bawah itu ada kakinya bulat gitu.
Oh, saya belum tahu malah.
Nah, itu terus ini tebal. Nah, itu
khasnya Madura.
Yang unik lagi kalau di orang Madura di
Malaysia itu kan populasinya juga banyak
sekali. Iya.
Tiap menjelang apa mulut itu mereka ada
budaya untuk memecahkan
ulek-ulek itu
ee lemperlempernya
cobeknya.
Oh, cobek. I
jadi kita kulaan lebih banyak kalau
menjelang mulutan.
Oh, iya iya iya. Karena mau dipecahkan
ini
dipecahkan.
Oh, pada budaya gitu ya.
Iya. Jadi semacam kenduri, habis kenduri
itu dipecahin gitu.
Iya. Oh, tapi kalau memang orang Madura
di mana-mana memang banyak, Pak. Enggak
hanya di Malaysia,
di sini juga banyak. Heeh.
Nah, barang apa, Pak, yang dari dulu
Heeh.
ee sampai sekarang tetap diekspor,
dibutuh dibutuhkan di Malaysia?
Pertama, kerupuk.
Kerupuk ya.
Kerupuk itu ee bisa dibilang 40%
komposisi dari kontainer eh 30% lah. 30%
komposisi kontainer isinya kerupuk
semua.
Kerupuk Palembang, kerupuk uyel, kerupuk
kepang, kerupuk
ee apa? ee Kasandra, kerupuk mawar,
kerupuk
ee tahu.
Iya iya iya. Berapa persen tadi, Pak?
30% dari konten itu isinya kerupuk
semua.
Mentah tapi ya
mentah. Kalau yang ini mentah. Tapi
beberapa akhir-akhir ini kita pun juga
ada ee UMKM dari Malang
itu pun juga sudah ada yang digoreng
sudah ready. Terus di Rejo tangan juga
ada namanya kerupuk tahu. Mantap. Itu
juga sudah apa sudah goreng.
Sudah jadi gitu. Oke, oke, oke.
Ada lagi yang ee rare, ada agak jarang
tapi sering kita bawa itu adalah Ampok,
Gatot, dan Tiwul.
Ini yang nyupl dari Trenggalek.
Hm.
Jadi itu apa ee yang meminta siapa? Ya
tetap orang Indonesia.
Karena dulu itu pernah juga ada orang
Malaysia nanyain
ee apa kalau tahu apa tiwul itu mereka
masih tanya ini macam mana nak masak?
Itu bahasa Malaysianya begitu. He.
Jadi masih banyak pertanyaan macam mana
nak masak, macam mana nak makan. Ini
bahasain-innya begitulah.
Jadi bagaimana cara makannya, bagaimana
cara masaknya tapi kalau orang Indonesia
kan sudah paham ya sudah di apa? Heeh.
Gatot itu kan
tiwul itu kan direndam air sebentar baru
dikukus kan begitu. Makan bisa pakai
sayur atau pakai
ee apa? Kelapa. Parutan kelapa gitu.
Kalau orang Malaysia enggak paham gitu
karena enggak ada
enggak tahu opo i
opo iki
rasanya kok asing.
Heeh. gitu.
Iya. Iya. Oke. Gitu. Nah, ini kalau
mekanisme, Pak. Jadi kalau mekanisme
ee tadi juga dikatakan awalnya misal
satu kontainer bisa untuk 6 bulan, kok
tiba-tiba sekarang ee jadi 1 bulan bisa
minimal bahkan 7uh atau bahkan kalau pas
waktu seminggu ada 3 berarti kan bisa 10
begitu ya.
Iya.
Itu seperti apa metode penyebaran
makanannya, Pak?
Iya. Nah, di sana itu kalau di Indonesia
kan ada tiga pemberangkatan
I
tiga P O PT of loading namanya
istilahnya ekspor itu di sana pod-nya
pot of eh destination-nya itu satu di
Pot Klang namanya. Pot Klang ini satu
pelabuhan besar he
ee di seputaran Kuala Lumpur. Jadi
kayak Tanjung Priuknya di Jakarta gitu.
Nah, di daerah Potklang ee di daerah
Kuala Lumpur Selangor itu kami punya
gudang utama.
Jadi, setiap kontennya datang akan
di-unloading ke situ dulu.
Nah, begitu unloading itu akan disebar
minimal ke cabang-cabang kami dulu.
Oh,
kami punya cabang ada di Peneng, ada di
ee Melaka, ada di Ipoh, Perak, ada di
Johor, ada Johor itu yang perbatasan
dengan Singapura. Pinang tadi yang
berbatasan dengan Thailand dari ujung
selatan sampai ujung utara kita ada
cabangnya.
Jadi begitu nyampai langsung sebar sebar
sebar
itu untuk minimal untuk cabang-cabang
kita sendiri.
Oh
belum lagi yang kita suplai ke memang
existing customer-customer kita.
Bentuknya apa? Toko.
Mereka bisa jadi toko, bisa jadi warung.
Warung makan.
Warung makan Indonesia. Warung makan
Indonesia lah. Warung makan Indonesia
kan membutuhkan saos,
membutuhkan kerupuk-kerupuk yang mana
kerupuk ini nanti akan mereka goreng
sendiri, dipacking sendiri.
Oh.
Atau ada juga jenis customer yang mereka
kerjaannya menggoreng kerupuk aja.
Jadi beli mentahan kerupuk di tempat
saya,
digoreng, dipacking, lalu dirop-drop ke
ee toko kelontong.
Oh.
Ataupun warung-warung. Ada yang warung
yang tenaganya gak cukup. Jadi
beli jadi sudah digoreng. He.
Kalau ee waktunya anak anak buahnya
cukup,
orangnya cukup akan goreng sendiri.
Untungnya kan lebih banyak.
Iya. Iya. Itu orang kita juga di sana.
Pasti orang kita. Kita orang ya.
Kita orang.
Pokoknya ee hampil di banyak ceruknya ee
Malaysia saya rasa enggak sulit untuk
nyari orang Indonesia.
Eh, tadi yang ngintang di kota-kota tadi
atau sudah bentuknya toko?
Ee kalau yang pusat itu berupa gudang.
He.
Jadi bangunannya besar terus dalamnya
arak gitu. Nah, kalau yang cabang-cabang
itu ruko yang disekat
sebagian depan itu sebagai outlet untuk
retail.
Yang partisi yang belakang itu isinya
rak isinya untuk jual ini jual grosir.
Oh.
Nah, ini ini ada bahasa Malaysia ini ya.
Kalau retail itu di sana sebutnya
runcit.
Runcit.
Heeh.
Jadi toko retail itu namanya kedai
runcit.
Nah, kalau grosir itu namanya borong.
Borong. Miriplah sama kita. Boronglah
gitu ya.
Kedai borong itu borong
toko grosir gitu.
Nah, pemborong itu adalah bukan
pemborong seperti di Indonesia.
Pemborong adalah pembeli dalam jumlah
banyak.
Iya. Oh, ya. Kalau kita pemborong kan
rumah biasanya.
Pemborong rumah. Iya. Developer gitu ya.
Developer kan? I. Iya. Kalau sana orang
yang beli grosir namanya pemborong.
Pemborong. Pemborong. Penjual harga apa?
ee dalam jumlah besar atau pembelinya.
Iya. Iya. Iya. Kalau enggak salah dulu
waktu kita podcast, Pak ya dulu sekitar
eh bukan podcast ya, dulu masih
dokumenter pas Datuk juga ada di
Tulungagung juga. Saya pernah main ke
rumahnya kita bikin video di sana.
Heeh.
Waktu itu kan sedang develop sebuah
minimarket
yang sudah jadi kalau enggak salah
namanya apa?
Domat. Nah, itu gimana kabarnya?
Domat. Nah, ee setelah berdirinya Domat
waktu itu juga sempat di
buka sama siapa gitu kan.
Iya. Itu dulu diresmikan oleh Menteri
Perdagangan pada waktu itu Pak Zulkiwi
Hasan.
Ah, iya kan betul betul.
Iya. Jadi pada waktu itu ada kunjungan
Pak Presiden Jokowi Widodo ke Malaysia
kan biasa kan namanya presiden membawa
menteri-menteri yang terkait gitu. I
ada pertahanan pada waktu Pak Prabowo
pun juga ikut antara Menteri Dalam
Negeri dan sebagainya itu ada salah
satunya
yang ikut itu adalah
Pak Zulkiflian Pak Zulifli Hasan. Lalu
kita negosiasi dengan KBRI agar diminta
untuk
meresmikan
meresmikan toko domat tersebut.
Indonesia Mar gitu kan domart itu
I domat itu dari kata Indonesia Mar.
Wah keren keren keren.
Cuma di dis apa dipendekkan
jadi biar namanya domat. Dan dulu sempat
juga disepil oleh beberapa media di
Indonesia
banyak banget termasuk IDX Channel pada
waktu itu juga menampilkan itu
menampilkan kehadiran domat itu.
Tetapi ini kabar buruknya.
Aduh kabar buruk ini
perlu
tadi saya berusan senang loh, Pak.
Aduh enggak apa-apa tapi ada kabar baik
di balik itu.
Oh buruk kemudian baik
kemudian baik lagi gitu. Jadi kabar
buruknya ini ee rupanya ee brand Domat
ini peningkatan brandnya itu kurang
bagus. Oh.
Nah, terus ada di apa? Kami sudah ada
backupan namanya Indor Grosser.
Hmm. Indo Grosser.
Nah, tulisannya Indo GR O C Indo
Grosser.
Di Malaysia ada ee supermarket besar
namanya Gaya Jaya Grosser.
Kami meniru grosernya.
Tapi ini Indo Grosser itu
ee apa? Melayani retail dan grosir.
Bedanya dengan domat. Domat itu untuk
retail saja. Oh,
rupanya marketnya itu lebih bagus yang
juga melayani
melayani pemborong.
Pemborong.
Saya sudah mulai hafal kan
ya. Jadi karena apa? Ee
kalau Indrocer ini ee maksudnya dua dua
dua market yang berbeda yaitu orang yang
mau dikonsumsi sendiri dan dijual lagi
bisa kulaan di tempat Indo Grosser.
Oh,
itu bedanya. He.
Dan alhamdulillah ini atas apa upaya
kebetulan yang Indogroser ini brand yang
dipegang oleh anak saya.
Oh,
jadi ee apa brand awareness-nya,
marketingnya, sosial medianya dipegang
oleh Genzet beneran.
Oh, iya. Iya. Bukan yang pura-pura
Genzet.
Iya. Kan apa Genzet itu kan generasi
milenial lah. Ini bapaknya ini generasi
kolonial
tentu berbeda gitu.
Tentu berbeda. Nah, ini ternyata naik
tajam. Oh,
dengan teknik-teknik atau strategi
marketingnya Ala Genzet.
He.
Ee beberapa kali mengundang influencer
yang lokal Malaysia, Pak.
Oh, influencer Malaysia.
Betul. Selama ini kita berpatokan, "Oh,
produk Indonesia itu dijualnya ke orang
Indonesia." Ternyata enggak.
Oh,
orang Malaysia pun ternyata tertarik.
Tertarik ya. bahkan yang bukan
influencer malah mereka adalah
portal-portal apa media itu sudah ada
kayak places Malaysia itu pernah datang
tanpa diundang
tiba-tiba mereka dengar dan langsung ee
ambil video di e tempat kita gitu.
Iya. Berarti anu ya Pak ee
Indogroser ini di dikelola oleh anaknya.
Iya. Iya. Oh,
jadi ini memang satu pilot project yang
apa dijalankan oleh anak saya yang mana
ini biar ini biar apa ya? Biar ee saya
persilakan semua jurus silat yang
dipunyai anak saya silakan dijalankan
gitu.
Dikasih kesempatan
kasih kesempatan dan ternyata
alhamdulillah works.
Oh, keren
jadi performanya bagus.
Itu di mana lokasinya?
Ada di namanya Petaling Jaya itu di
wilayah Selangor juga.
Hm. Hm.
Nah, cabangnya itu sudah dua. Satu di
Pedalijaya, yang satu di
ee Penang.
Hm.
Di Pulau Penang.
Oke. Oke. Oke. Ini orang-orang yang
dengar podcast ini yang ada di Malaysia
silakan dikunjungin
ya. Jangan lupa mau nyari barang
Indonesia, makanan Indonesia, silakan
datang ke Indo Grosir Malaysiaer.
Oke oke oke. Nah, menarik sekali. Kalau
anaknya juga seperti itu. Jadi lama di
Malaysia juga dan jarang di Indonesia.
Iya. Kalau anak saya memang ee banyakan
di Malaysia. Oke.
Tapi sebenarnya minggu lalu pun juga
pulang.
Sering juga beberapa kali ke
sering pulang.
Nah, juga akhir-akhir ini itu anu, Pak
apa ya kalau kita lihat konten media
sosial memang banyak ee semakin
ngetrennya hashaguraja dulu itu juga
orang-orang jadi compare kan compare ke
Malaysia.
Iya.
Ee contoh dengan misal kayak harga
BBM-nya
lebih enak ke sana gitu kan.
Iya. Iya. Bukan hanya murah.
Oh, gitu ya.
Bukan murah banget. I
e saat ini harga ee BBM
BBM paling jelek, paling busuk itu
Ronnya itu 95 enggak ada 90 enggak ada
92 enggak ada.
Kalau kita itu apa itu pertama
pertama pertama atau pertama plus malam
itu 9
yang pertama 92 kalau enggak salah
pertama 925
95 atau 96 seperti itu.
Itu di sana paling busuk ya
sana paling busuk paling jelek.
Oh
itu yang disubsidi dan harganya cuma
RM2.5.
RM2.5 Mas itu berapa? Kalau sini
R.300-an.
Wah, lebih murah sana, Pak. Ya,
jauh. Sudah dapat 95 RON 95 harganya
R.300-an. 7.500. Let's say lah.
R.500. Jadi, jadi bisa dibilang begini
ee kita anggap aja bekerja satu hari
kerja kuli kah?
I. I
kerja kuli ee let's say ke sana itu
UMR-nya kan RM1.700.
Heeh.
Berarti 1000 kalau R.00 500 kan satu
harinya 50.
Iya. Iya.
RM50
untuk beli bensin itu sudah dapat 100
liter.
Heeh. Heeh.
Lah di Indonesia berapa
kerja? Kadanglah Rp100.000.
Heeh. Untuk beli bensin R 10.000.
10 lit.
10 lit
dua kali lipat ya berarti
sana 100 lit.
Oh 100 lit tadi ya.
Sebentar. 50 dibagi 2
25. Sori matematika saya kok
2 seteng kali kehidupan lebih enak di
sana dari kalau kalau dikompare harga
betul
BBM.
Harga BBM.
Betul.
Sekarang harga yang lain mau dikompare
lagi apa nih?
Pajak kendaraan.
Pajak kendaraan. Oke. Gimana itu?
Betul. Jadi kalau di Malaysia yang pajak
sendiri itu murah banget.
Oh.
Saya ada kendaraan ee Toyota Hilux, ada
Volvo XC90. He.
Itu kalau di Indonesia itu mungkin
R miliar ee kalau second lah mungkin
700800 juta.
Heeh.
Itu pajaknya itu cuma RM300 berarti
sekitar Rp1.200
1 setahun ya
setahun.
Murah banget ya. Kalau di sini kan
sekitar tiga atau empat gitu ki
tap lebih
eh lebih ya
ee bisa sampai belasan.
Oh ya itu kelasnya mobil
bukan seperti mobilnya pecah telur. Iya
iya iya. Kalau alpad aja kalau yang
terbaru itu kan bisa sampai 1520.
Iya. I
kalau tahun baru ini ya cuma juta segitu
Rp1.300-an.
Terus cuman ini ini yang bedanya
asuransi itu wajib.
Oh
lebih mahal asuransinya daripada
pajaknya.
Oh gitu.
Paj asuransinya itu bisa sampai R3.500
R10 juta
per bulan.
Per tahun.
Oh per tahun. Asuransi apa itu?
Per ee Allrisk
untuk untuk kendaraan tadi atau
Oh. Jadi kita itu harus membeli asuransi
agar bisa membayar pajak tahunan.
Oh, harus itu, Pak, ya? Berarti semua
orang pakai asuransi?
Harus, semua pakai asuransi. Jadi kalau
yang terjadi namanya tabrakan itu enggak
ada cerita sing salah siapa gitu, enggak
perlu.
Oh, enggak perlu. Wis pokoknya mereka
akan berdua datang akan mentelepon e
asuransinya masing-masing. Mobil akan
diowing akan datang kan towing-nya kan
gratis dari asuransi akan diowing akan
masuk ke
ee apa workshop apa eh
reparation
reparation bengkel bengkel reparasi yang
sudah
jadi langganan asuransinya
masing-masing. Tetapi sebelum itu
biasanya mereka berdua akan datang ke
kantor polisi untuk membuat surat
laporan kecelakaan itu tadi.
Jadi semuanya klaim ke asuransi.
Selesai.
Enggak usah apa ee
apa marah-marahan, bentak-bentakan gitu.
Siapa yang salah, siapa sudah asuransi
aja.
Itu juga meng-cover kalau sakit atau apa
gitu juga. Iya.
Ee bukan, ini untuk kendaraan aja.
Kendara aja tapi ini wajib.
Terus motor
itu asuransinya itu murah sekitar 300
400. Nah,
apa pajak motornya berapa? RM2.
RM2. RM2 itu kan
4.000. ee 3.500* 2
R.000.
Oh, murah banget.
Jadi nyaris gratis loh kalau motor gitu
loh.
Iya kan setahun gitu kan R.000.
Betul.
Terus apa motor bisa masuk ke tol.
Oh iya iya iya. Saya sering lihat itu.
Jadi orang-orang kita yang
hobi motor itu bias sering ke Malaysia
kan.
Betul. Dia pamer-pamer kalau di sini
bisa naik bisa
karena bisa memacu
melihat kemampuan motor moge sebenarnya
itu ada di tol Malaysia.
Di tol Malaysia. Kalau sini enggak bisa.
Enggak bisa. Enggak bisa.
Oh.
Nah lah sini sudah mulai kena di 100
atau 120 ada becak lewat.
Iya. Enggak iso. Enggak iso.
Ada anak sekolah lewat sudah enggak bisa
kalau sana tol los.
Iya. Los ya Pak ya?
Iya. Gak gak bayar lagi.
Gak tolnya enggak bayar. Enggak bayar
kalau motor.
Oh, kalau mobil bayar.
Kalau mobil bayar. Nah, ini satu lagi
yang bisa diperbandingkan.
Satu lagi
yaitu tarif tol per kilometernya itu
murah banget.
Tarif. Oh, berapa, Pak?
Ee saya sering kan traveling dari Kuala
Lumpur ke Johor
ke toko saya misalnya visit toko saya
gitu ya.
Itu jaraknya 350 km.
Jauhlah itu ya.
Jauhlah. Jadi tolnya berapa? R32.
32 itu berarti
Rp10.000.
Murah banget, Pak.
Ya, ya, ya. Murah dengan kilometer yang
sama kalau gak salah di Indonesia ya,
Jakarta ke mungkin ke Semarang lah
mungkinlah kalau gak salah loh ya. Itu
600.000 kalau di Indonesia.
Jadi per kilometernya anggap aja kalau
350 ee itu anggap aja nih bayar tolnya
35 berarti seper berapa? 350 / 35 eh 35
/ 750.
Iya. Saya loading saya
10 sen eh per kilometernya mungkin 10 ee
RM1 lah ya.
Iya iya iya. Ini lebih murah lah
intinya.
R1 itu berarti ya 3.500 per km kil
i per kilometer.
Jadi kalau Bapak berarti dengan hashag
kabur aja dulu. Kemudian nanti kalau
sekarang kan kalau orang-orang yang
mungkin ee apa di Indonesia susah
kemudian ya sudah kabur aja dulu nanti
sambil cari modal atau cari anu di luar
kemudian balik lagi ke Indonesia. Bang
Indonesia sepakat Pak ya. Kalau saya
saat ini sepakat
karena gimana ya ini eh kalau di luar
negeri atau kita merantau lah kalau
kalau cakupannya luar kota atau luar
pulau ini kita ngomong ke luar negeri
he
itu kita kan dituntut untuk struggle
untuk untuk berjuang kerasul
kan kalau pulang tanpa
apa tanpa ada embel-embel berhasil kita
atau di mana
iya iya i
dan terpaksa kita mau mau sambat sama
siapa, kita mau mengeluh sama siapa di
luar ya kita harus terus fighting-nya,
fighting spiritnya itu betul-betul
tinggi. Akhirnya ini saya sebagai ambil
satu contoh aja ee Mas ya untuk apa ee
bagian ini
keuletan gitu.
Jadi ada di Malaysia itu teman-teman TKI
atau TKW atau PMI kita yang kerja di
pabrik,
pabrik-pabrik elektronik itu kan
rata-rata banyak TKI atau tenaga kerja
wanita Indonesia
itu yang kerja di pabrik. Jadi pulangnya
mereka itu datang ke toko saya.
Hm. He
kulaan barang.
Oke.
Lalu pulang ke asramanya ke kosan.
Di situ misalnya kalau kerupuk tadi ya
digoreng kalau atau kalau sudah ee siap
makan itu akan dipaik kecil-kecil.
Besoknya di
ee ee pabrik tadi kalau istilahnya sana
pabrik itu kilang.
Di kilang itu akan ditawarkan ke
teman-temannya.
Kilang. Oh,
inilah contoh keuletan.
Oh, iya. I ya. Orang-orang yang sudah
mau Heeh. yang di sana yang bisa
mendapatkan income tambahan
kulaan di tempat saya. Saya menemui
orang seperti ini banyak sekali
customer-custom yang seperti itu.
Jadi mereka gajinya dari pabrik itu utuh
utuh bisa
untuk makan sehari-hari bisa dari jualan
ini
jualan kerupuk atau jualan
jualan kerupuk gitu. He.
Terus yang kedua, saya itu sering
memberi istilah atau memberikan gambaran
kepada teman-teman kalau di Malaysia
sopo sing
siapa yang masih mau jungkir balik
masih bisa dapat duit.
Hm.
Artinya kita mau evot sedikit saja, evot
tambahan. He.
Itu akan ada return-nya, akan ada
duitnya. Kok
peluangnya lebih mudah didapat?
Peluangnya. Heeh. Adalah adalah ee
benefitnya, adalah untungnya.
Contohnya apa? Ya, itu tadi banyak apa
ee yang kaca tadi. Yang kedua itu ada ee
contoh riil itu ada orang ee di
Indonesia, orang Indonesia yang di sana
itu melihat di Malaysia di
kampung-kampung itu ada pohon pisang
yang itu terbengkelai sana itu kan apa
ladang
di belakang rumah atau di samping rumah
itu kan jarang yang dirawat
dibiarin aja. Kalau ada pohon pisang
yang sudah mulai tua buahnya itu di ee
permisi itu saya beli aja. satu tundun
besar itu itu paling R5, RM10 aja boleh.
Heeh. He he.
Karena daripada
enggak enggak diapa-apain diapain gitu
dan sebagainya dapatlah RM5, RM10 itu.
Lalu dibawa pulang dibikin jiping
pisang.
Oh.
Di rumah dibungkus dititipin ke toko
saya.
Oh.
Itu contoh tadi. Siapa yang jungkir
balik pasti dapat duit.
Pasti dapat.
Lah di Indonesia jungkir balik sampai
belum tentu dapat uangnya. Iya.
Karena di sini peluangnya itu sedikit,
orangnya banyak, Pak. Betul. Betul. Jadi
terus lagi ini restoran di Malaysia itu
sangat laris. Bisnis kuliner itu sangat
bagus. Kenapa?
Karena di sana budaya makan di luar itu
sudah menjadi biasa.
Hm.
Jadi masak di rumah itu jarang banget
orang.
Kadang ada keluarga-keluarga tertentu
yang mereka sibuk
ee suami istri bekerja itu ee apa?
Pembantu rumah itu hanya ngurusi anak,
tidak untuk masak. He.
Jadi makannya di luar luar.
Ada loh beberapa orang di Malaysia ini
yang tiga kali makan, tiga kalinya di
warung.
Oh.
Jadi warung itu ramai banget dan laku.
Terus biasanya di weekend, Sabtu Minggu
jadi satu keluarga itu satu meja panjang
itu isinya bapak, anak,
terus kadang neneknya juga diajak
pokoknya apa dinner bareng gitu. Ramai
banget. Makanya bisnis kuliner di sana
itu
bagus banget.
Iya. Oh. Dat enggak ada keinginan budak
bikin kuliner di sana?
Dulu pernah.
Oh, dulu pernah.
Jadi pernah kita bikin itu untuk apa?
Kerjaan istri saya. Jadi kita bikin
warung namanya Kampung Dahar. Spesialnya
itu bebek bumbu hitam khas Madura.
Lagi ramai itu
dulu ramai. Jadi terus tapi karena ini e
keterbatasan apa tenaga kerja pada waktu
nyari nyari pekerja untuk warung itu
agak susah akhirnya sudah ditutup.
Agak susah.
Iya. Iya. Fokus ke retail aja. Retail
dan borong.
Fokus. Iya. Iya.
e runcit dan borong.
Oh, runcit dan borong. Iya. Heeh.
Nah, kalau misal gini ee kayak orang TKI
kemudian yang apa ya mempertaruhkan
ee kehidupannya di sana gitu ya, itu
sebenarnya kalau tanpa harus apa ya,
kayak tadi misal harus
ee cari opportunity tambahan itu
sebenarnya sudah cukup atau enggak sih,
Pak?
Ee sebenarnya kalau itu CRU yang dulu
artinya zaman dulu yang belum ada
inflasi. Iya. I
besar gitu itu mungkin akan surplus
banyak.
Tapi belakangan ini memang ee nyaris
pas gitu ya,
hampir pas-pasan aja. Makanya mereka
biasanya kebanyakannya akan
ee ini cari samb tambahan
tambahan.
Kalau budaya kerja di sana, kalau kalau
di sini kan 8 jam kerja, kalau di sana
berapa?
Sama juga. Sama juga. Nanti kalau lebih
namanya OT overtime gitu.
Oh, bonus itu sama ya?
Heeh. Dapat dapat OT-nya berapa gitu?
Kalau hitungan gaji ee per hari itu
ee kalau UMR-nya sana
itu RM1.700 per
per bulan.
Per bulan.
Nah, terus cuman ee kebanyakan kalau
kerja di ee pabrik itu nanti take
homepay tambah plus plus itu ya bisa
sampai di angka minimal 2.000-an.
2.000 itu berarti kalau dikurskan,
ya sekitar R.500
Rp7.500 R.500
atau R juta sampai R juta kalau kursus
sekarang sekitar hampir R juta
ya. Kalau biaya hidup bulanan
ya itu tadi karena banyak yang murah
biaya hidup makan termasuk murah.
He
saya rasa apa ee
untuk orang yang biasa-biasa enggak dan
sebagainya masih he masih
masih berapa kira-kira
saving
mungkin untuk sewa rumah lah biasanya
itu sekitar 300 sampai 500 kalau itu
bekerja di luar
ee asrama tidak diberikan oleh
perusahaan misal gitu. Kalau yang
diberikan oleh Ban berarti ee tidak ada
biaya akomodasinya.
Paling makan 1 bulan 700, 500, 700 bisa.
Jadi artinya lese saving itu 1.000
sampai 1300
masih bisa.
Masih bisa
1000 katakanlah diambil minim 1.000 gitu
aja. 1000 itu kali sekarang 3,5
sebenarnya tepatnya kalau hari ini sih
3.800.
3.800 berarti masih bisa saving
Rp3.500. Oh, masih bisalah. Kalau di
sini kan memang untuk operasional ya.
Kalau UMR di Indonesia habis dimakan
kan?
Habis dimakan untuk operasional. I
itu tadi yang agak membedakan mungkin ee
perusahaan akan memrovide tempat tinggal
apa tidak. Oh,
oke.
Tapi ee kalau kerja di pabrik biasanya
otomatis akan dapat.
Ee tapi kalau di tempat saya pun juga
kita kasih di jadi
ee tim saya pekerja yang di toko-toko
saya memang kebanyakan sih orang
Indonesia
itu termasuk tempat tinggal kita kasih.
Hmm. Sekarang timnya Datuk berapa orang?
Total ada 20-an.
20-an yang di sana dan di sini.
Iya.
Oh,
tapi kebanyakan di sana.
Heeh.
Kalau di sini itu kan hanya tim ee untuk
mencari barang. Jadi mengkoordinir
packing-packing gitu ya.
Supplier. Terus
yang agak banyak nanti kuli lepas untuk
waktu naik ke dalam kontainer. Kalau
yang yang di Indonesia kan yang yang
pekerja tetap itu ada driver, truk,
ee kepala gudang, ee kepala kantor, sama
admin keuangan. Ada cuma empat aja yang
yang
cukup efisien ya menurut saya dengan
load yang pekerjaan yang seperti itu.
Hanya 20 orang menurut saya sangat
efisien. lumayan efisien karena ee
kalau di sana itu ini sana itu lebih
satu toko itu paling tidak biasanya kita
kasih ada dua dua pekerja cukup
dua cukup ya.
Nah, dua cukup. Nah, total kalau di
bawah manajemen saya itu ada empat toko.
Terus ada yang toko-toko yang di-handle
oleh adik-adik saya.
Hm.
Nah, adik-adik saya total ini pokoknya
kalau dihitung semuanya ada delapan.
Hm.
Tujuh. Eh, delan dengan sidomat itu
kalau dikurangi shat berarti tinggal
tujuh sekarang.
H
itu yang at least untuk ee yang di bawah
manajemen saya dan adik-adik saya.
Ini belum yang orang lain yang
yang apa biasa kulaan banyak ke saya
gitu.
Nah,
ee satu informasi lagi di Kuala Lumpur
itu ada satu pasar namanya Pasar Coket.
Itu pasar kayak pusat grosir induk
barang Indonesia.
Oh, pasar joget ya?
Heeh. Jadi waktu Pak Jokowi ke Malaysia
pun disempatkan untuk datang ke situ
karena di situ itu pusatnya orang
Indonesia.
Mau nyari barang apa aja di Indonesia di
situ ada.
Oh
gitu.
Siap siap.
Nah saya
menyuplai banyak toko di situ.
Di pasar joget itu.
Di pasar joget itu. Itu termasuk pasar
apa? Termasuk customer saya yang besar
di sana. Jadi seminggu itu bisa dua
sampai tiga kali pengiriman ke Juket. He
ya. Nak tahu ke depan juga enggak tahu
apakah seperti ini atau bahkan lebih
gelap. ekonomi kan lagi susah.
Kalau di Malaysia apakah juga seperti
itu?
Nah, ini yang sedikit ee agak
mengkhawatirkan kan sama juga
teman-teman saya di story-storynya ee
keep money apa kayak W andC seperti itu.
Nah, alhamdulillahnya saya itu
selagi masih banyak
ee apa saudara-saudara kita di Malaysia,
orang-orang Indonesia yang di Malaysia
ya itu masih start stagnan
maksudnya masih stabil. H
masih stabil dan main lah.
Ee walau tidak bisa dibilang peningkatan
drastis, tapi juga enggak bisa dibilang
turun.
Ee stabil,
stabil lah. Masih masih apa ee steady di
ya adalah peningkatan tapi sedikit kayak
gitu. Nah, seperti saya sendiri omset
tahun 2024
dibanding 2023 itu saya ada kenaikan
tapi cuman 11%.
Oh naik ya malah
ya? Naik tapi cuma sedikit loh.
Itu boleh dipil Pak Opsetnya berapa?
adalah cukup cukup ya.
Heeh cukup cukup
iya cukup untuk haji tiap tahun gitu ya
untuk beli mobil setiap bulan gitu ya.
Iya iya iya
ya iya semoga makin tumbuh Pak bisnisnya
Pak. Semoga makin berjaya
kami turut bangga orang kita ada yang di
Malaysia dan juga apa ya bisa ekspor
bareng-bareng ke Malaysia.
Iya. Iya.
Kalau itu Pak kalau misal nih ee
penonton pecah telur gitu ya. Penonton
pecah telur
ingin Heeh. mungkin barangkali ingin
meng apa ya mencoba menghubungi
manajemennya mau nitip Bu produk atau
apa itu seperti apa mekanismenya.
Iya. Ee karena gini yang urusan
purchasing atau pencarian barang atau
untuk pengumpulan barang di Indonesia
itu kan sudah saya pasrahkan ke tim yang
di Indonesia.
Ada namanya Pak Basuki.
Pak Basuki.
Iya. Pak Basuki ini yang akan men-handle
itu semuanya. Nah, jika ingin apa ee
mencoba masuk itu nanti sebaiknya
konsultasi atau tanya dengan Pak Basuki
Pak Basuki aja.
Karena terus terang saya kalau ditanya
sekarang harganya apa e kecap ABC berapa
rupiah saya enggak apa
yang tahu Pak Basuki
berapa harganya kerupuk itu Pak Basuki
ya Pak. Nah, ee tahap pertama jadi apa
ee pokoknya itu masih di bidang makanan
minuman. Insyaallah itu bisa aja pada
pasarnya.
Makanan minuman ya. Kata kuncinya ya
snack ya. Iya. Kita memang istikamah di
sana dulu
saat ini banyakan ke makanan dan
minuman. Makanan dan minuman. Lalu ee
apa
biasanya bisa jadi barang yang dimiliki
oleh teman-teman ee penonton pecah telur
itu kami sudah biasa ee kirim.
Oh,
bisa jadi belum?
Bisa jadi sudah gitu. Nah, kalau yang
sudah itu kan sudah ada kita
suppliernya.
Enggak bisa nerima juga kan.
Bisa juga.
Oh, bisa juga.
Bisa juga. Jadi tinggal ini kan sudah
ada ee apa harganya.
Oh,
bisa gak ee bersaing dengan harga yang
ada. Oke.
Kalau belum pernah ada ya kita
mencoba dulu.
Coba dulu karena kita tidak juga menutup
kemungkinan akan laku. He.
Nah, ini ada beberapa contoh barang yang
kita coba pasarkan gak laku tapi kita
kita tidak ngapa-ngapain ternyata laku.
Hm.
Ceritanya gini, salah satu contoh itu
sambal pecel.
Sambal pecel.
Iya. Dulu kami itu membangun brand
sendiri. Oh,
saya saya sebut namanya itu mereknya
Delima itu betul-betul dari bawah kita
bikin brand itu.
He
ee suppliernya atau pembuatnya ini dari
Blitar.
Hm. Heeh. Terkenal kan memang di
Blitarnya.
Ada. Iya terkenal Blitar ee Mediun itu
Kediri Tulagu itu beda ya. Kebetulan
kami kerja sama dengan yang di orang
Blitar. Nah, ini sudah bikin
sudah ee lumayanlah penjualannya dan
merajai beberapa toko gitu.
He.
Tetapi ee tiba-tiba ada ini ada merek
baru.
Heeh.
Dari Kediri.
Oke.
Mereknya KDR.
KDR. Kediri kan?
I Kediri.
KDR.
Nah, yang merek KDR ini
iya
ada orang pelanggan kita yang di
Malaysia. Pak, tolong cariin merek ini.
Emangnya jadi ada request dari customer
gitu.
Artinya kita itu mengikuti apa? Customer
stream. Jadi ada
market yang minta
market yang minta. Lalu kita cari He
ee sambal pejal KDR itu dan kita bawa
sampai hari ini ternyata
brand yang kita bangun itu dilindas oleh
KDR.
Jadi delima turun KDR naik.
KDR naik itu.
Oh
lah. Terus masalahnya apa? masalahnya
apa? K
apa ee KDR ini rasanya enak, harganya
murah.
Oh,
jadi si supplier kita yang di Blitar
kita kasih tahu sekarang yang laku ini
I
ee harganya loh kok bisa segitu gitu
kaget itu pasti banyak campuran ya
whatever apa apapun itu. Tapi itu
realitanya itu laku realitas dilaku dan
diminati
dan enak dan repeat ordernya itu
kencang.
Oh. Oh.
Nah, inilah yang saya sebut ada salah
satu contoh
brand merek yang tanpa
kerja keras
tapi laku kuat.
Lagu keras.
Sementara ada juga loh contoh yang tidak
berhasil.
Tidak berhasilnya itu mereka sudah
mencoba beberapa kali kirim sampel.
Bahkan kita juga ngasih
gratis sampel itu ke ee
penggoreng-penggoreng
ke penggoreng-penggoreng
kerupuk itu. Heeh. kita kerupuk mentah
kan dia produknya kerupuk mentah kita
kasih gratisan ke penggoreng-penggoreng
coba kamu goreng terus ada yang bilang
oh ini kurang mekarlah oh ini rasanya
kurang guri kurang apa gitu ya kalau
pelanggannya bilang enggak cocok ya saya
enggak akan
kulaan barang itul
kami itu kan kayak ini loh kayak
grosiran gitu
jadi tanggung jawab untuk memasarkan itu
eh tanggung jawab untuk mempromosikan,
memarketingkan itu masih ada di pemilik
barang pemilik brand
kayak tok itu kan kayak groser itu kan
ada yang SPG-SPG dari misalnya
supermarket ada SPG susu bayi, ada SPG
rokok gitu. Nah, cuman ini posisinya ada
di Malaysia. Tidak perlu menghadirkan
secara fisik seorang SPG
tetapi harus marketing lewat sosial
media.
Oh, tetap juga itu berarti ya
harus itu harus dilakukan karena begitu
nyampai di tempat saya kan gak tahu
kalau barang itu sudah ada di Malaysia
di tempat saya.
Ini kebanyakan dari teman-teman yang
mungkin salah kaprah.
Oh. pikirnya ketika dibawa Datuk bakalan
lari.
Bakal lari dan saya yang dikejar-kejar
ini. Gimana, Pak? Gimana, Pak?
Oh, sudah laku belum gitu.
Itu masih utuh lah. Kamu ngapain? Ya
enggak ngapa-ngapain. Saya enggak
promosi, enggak apa. Aduh lah itu
ya harus saling bersambutlah ya, Pak ya.
Oh,
betul. Ini ini ibaratnya ya ee ee kalau
saya ya daripada jual begitu mendingan
jualan yang Indomie yang sudah terkena.
Iya. Dia sudah punya merek. sudah punya
merek gitu loh. Nah, ini ada satu contoh
juga yang
ee apa percobaannya ke Malaysia itu
bagus.
Saya sebutkan aja
brandnya itu namanya Ciomi. Cuanki Ciomi
yang ada di kereta api.
Iya. Saya pernah I ya ya. Menarik
menarik.
Betul. Nah, Ciomi ini saking niatnya
karena seriusnya masuk Malaysia, mereka
itu akan redest terus barangnya di
Malaysia. He.
Jadi barang itu akan dititipkan ke
kontainer ke Tulong Agung dikirim ke
sana. Di sana Ciomi ini bikin akun IG
akun sosial media misalnya Xiaomi
Malaysia
gitu. Xiaomi e apa ee Xiaomi Malaysia.
Terus ee bikin juga marketplace akun
Shopee dengan Lazada di Malaysia.
Oh saking niatnya ya.
Saking niatnya. Terus yang kedua, dia
sampai menyiapkan boot portable. Jika
ada pameran, jika ada expo
itu siap
hadir.
Hadir. Berarti orangnya dia juga ke
sana.
Kalau ee memungkinkan maka orang Xiaomi
akan datang. Tapi jika tidak
memungkinkan itu biasanya akan meng-hire
iya.
Ee mahasiswa Indonesia yang di sana. Ya
sudah Rp50. 100 itu pun sudah bisa
dan itu sukses di sana.
Bagus.
Sudah mulai dikenal. Terus sering juga
kami sebagai ee pengimpor barang
Indonesia, kami kan sering ada
event-event di KBRI gitu. Ada pertemuan
apa ee Dharma Wanitanya KBRI atau
komunitas-komunitasnya orang Indonesia
di sana itu kan sering ada gathering
atau apa yang diundang oleh KBRI. Nah,
si pun kadang hadir ngasih goodie bag
tapi kalau mau tambahan beli.
Iya. I betul betul menarik ya. Jadi
berbagai macam cara ya untuk betul
betul.
Siap-siap. Nah, ini Pak. Kalau misal nih
ada orang kemudian pengin dibawa
produknya ee di Datuk
itu apakah dibeli atau kayak titip atau
seperti apa sistemnya?
Nah, untuk yang tes market itu
kami tidak meminta bayaran karena
namanya test market itu kan untuk
icip-icip untuk tester kan untuk untuk
dibak kasihkan ke
ee ke ke pelanggan ke pelanggan
pelanggan. Jadi dititipkan ke kami
ongkos kirim tidak kita minta. Oh, untuk
tes market.
Untuk tes market loh ya. Kita tidak
menjual dan kita tidak meminta ongkos
kirim.
Iya. Iya. Iya. Memang benar-benar gratis
lah ya. Silakan itu ee nanti di apa
dibagi-bagikan kan itu ujung-ujungnya
nanti. Nah, terus ee
mohon maaf itu biasanya berapa jumlahnya
untuk test market?
Ee terserah.
Oh, terserah kesediaan dari brandnya.
He ke kemampuannya. Kemampuan pemilik
barang itu mau berapa untuk tesnya gitu.
seperti hari ini tadi itu ada pabrikan
dari pabrik kerupuk dari Pasuruan.
Pasuruan atau pokoknya Pandaan sekitar
sana. Tadi baru sampai paket itu
mengirim
ee kerupuk mentah.
Heeh. He.
Satu varian itu dua bungkus 5 kilo
seperti itu. Itu untuk tester.
Untuk tester nanti diminta di
kasih-kasihkan ke orang
h
ke apa? Ke penggoreng-penggoreng untuk
tester di sana gitu. Nah, itu yang cara
yang belum ada marketnya, yang belum
apa ya, belum ada pembelinya.
Iya, produk baru,
produk baru gitu. Nah, jika produk itu
memang berasal dari permintaan dari
saya, saya ada permintaan dari customer
minta ke saya, terus ternyata ada
teman-teman yang punya barang yang saya
cari.
Oke. He he.
Nah, kalau seperti itu langsung saya
beli.
Langsung dibeli.
Langsung beli
karena berdasarkan permintaan
karena sudah jelas ada pembelinya.
Iya. Iya. gitu. Oh, kayak KDR tadi
langsung dibeli,
langsung dibeli.
Orang minta
ee ee sudah ada jelas minta lah.
Heeh.
Kita nyari-nyari, "Pak, ini sistemnya
harus dibeli." Ya gak apa-apa memang
saya sudah tutup mata nanti nyampai sana
pasti laku.
Pasti ada pembeli. Oh,
oke oke oke.
Itu atau cara yang ketiga?
Oh, ada yang ketiga.
Yang ketiga ini ee apa? Tapi terus
terang saya juga agak belum ada
menemukan formula yang tepat yaitu
dititip jualkan.
Hm. Jadi
titip juga
konsinyasi.
Oh, konsinyasi.
Iya. Tapi saya ee pun akan selektif
untuk konsinyasi ini
karena ada beberapa kasus yang pernah
terjadi sebelumnya konsinyasi yaitu tadi
kembali lagi pemilik brand itu tidak
melakukan marketing apapun akhirnya itu
expired. Akhirnya saya yang disuruh
bayar.
Iya kan?
Ya saya enggak mau dong wong saya enggak
mendapatkan hasil penjualan dari barang
tersebut.
Iya. Malah kena biaya ongkos kirim kan.
Malah kena biaya ongkos kirim. Yang itu
sebelum saya bebankan sebelumnya. Iya,
iya, iya, iya.
Karena ini sistemnya konsinyasi.
Tapi ini maksud saya selektif adalah
ee kita mengukur barang ini kira-kira
laku apa tidak.
Oh,
itu tugasnya Pak Basuki juga nanti yang
akan menseleksi.
Iya, iya, iya.
Karena Pak Basuki sudah tahu ee apa ee
pattern-nya, barang-barang kayak apa sih
yang bisa dijual di sana.
Oh, siap, Pak Basugi kayaknya sudah
mulai pusing di belakang itu ya.
Ternyata banyak tugasnya.
Pokoknya yang yang bau rekso Indonesia.
Baiksa Indonesia. Pak Basuki Basuki
closing statement. Nah, dari Pak dari
Datuk seperti apa untuk masyarakat kita
ee Indonesia?
Iya. Eh gini
ee di saat apa ya ekonomi yang kayaknya
saat-saat ini tuh kayak gak menentu yaul
lebih-lebih dihantui dengan perang dunia
ketiga ini.
Aduh hampir-hampir sudah nyaris gitu
sudah worry ini gimana jadinya
ee apa
kami mencoba untuk membuka pasar yang di
luar negeri yang mana ini Malaysia yang
mana ini masih bisa dibilang agak
stabil. Oh. mungkin juga ada ee
teman-teman atau paling tidak yang
selama ini yang beberapa waktu
belakangan ini ya. Semoga apa ya apa
yang kami lakukan itu bermanfaat untuk
sekitar kami terutamanya ya
supplier-supl UMKM ataupun pabrik-pabrik
yang ada di Tulungagung ini
dan sekitarnya lah ya hanya Tulungagung
seitar sekitarnya termasuklah ada itu
saya ngambil salah satu barang dari apa
ee Malang, dari Mojokerto, dari Kediri,
Trenggalek dan sebagainya. He.
Jadi paling tidak saya masih menjadi
sarana untuk memperlancar ee rezeki
mereka dengan mengirimkannya ke ee
Malaysia gitu. Dan termasuk juga ini
apa ee informasinya dari Pak Basuki yang
disampaikan ke saya. Sales-seles produk
pabrikan pun juga sudah mulai banyak
yang mengeroyok Pak Basuki karena
targetnya enggak nyampai.
Oh gitu ya. Jadi kami sebagai tempat
buangan ya buang maksudnya tempat untuk
harapan terakhir.
Harapan terakhir
seperti itu.
Iya gak apa-apa Pak kan yang penting
saling menguntungkan dan
selagi Heeh. selagi ini ada permintaan
pasti akan kami
ambil kita bawa.
Siap. Siap. Saya kelupaan satu hal tapi
ini saya tanyakan.
Iya. Kalau sebenarnya kalau visi misinya
atau dreamnya Pak
Datuk ini apa nanti bakalan seperti apa
sih
yang ingin dikejar diharap
ya kalau di Malaysia kita ya berharap ee
menjadi apa distribusi
ee jalur apa perusahaan distribusi
produk Indonesia yang terbesar
dan insyaallah arah terbesar itu untuk
yang multiproduk ada kan
perusahaan Malaysia atau perusahaan
Indonesia yang memegang brand-brand
besar Seperti saya ambil contoh Kara.
Santan Kara itu apa? Perusahaannya besar
banget di Malaysia.
Oh.
Ada brand-brand yang lain seperti yang
Kapal Api ada apa ee stra
itu sampai jos itu mensponsori Liga T
nya Malaysia saking kuat brandnya itu
sampai itu kan brand kita kan brand
Indonesia. I
jadi sudah sampai merakyatnya.
Oh.
Ee brandra jos kapal api itu juga sudah
bagus. H
ada
apa Indomie ada M sedap semuanya masuk
sana. Nah kami itu disebutnya PI paralel
importer.
Parel import itu multi
multiproduct multi brand multiproduct.
Jadi ee saat ini ya insyaallah lah kami
bisa bilang ee sudah mau apa yang
menjadi yang paling besar dilihat dari
frekuensi per bulannya tadi.
Wah mantap. Mantap
gitu. Jadi frekuensi semakin sering atau
banyak kontener dalam 1 bulan itu bisa
menjadi yang paling besar.
Ja.
Kami minta doa dari teman-teman
dari teman-teman sobat pecah telur
semoga
terlaksana
terlaksana dan bisa bareng-bareng besar
bersama
karena ujung-ujungnya nanti akan semakin
banyak produk dari Indonesia dari
teman-teman yang di Indonesia akan kami
serap dan kita jualkan di Malaysia.
Oke terima kasih Datuk atas datangnya di
podcast pecah telur. Semoga makin gede
makin bermanfaat. Amin. Amin. Amin.
Amin.
Teman-teman terima kasih. Sampai jumpa
di next episode. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
[Musik]
Yeah.
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:31:01 UTC
Categories
Manage