File TXT tidak ditemukan.
Gelap Terang Franchise Ayam Almaz: Apakah Peluang Emas?
R_F1cGhA0_E • 2025-07-09
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Halo sobat pecah telur. Kita akan membahas sisi terang dan sisi gelap bisnis franchise. Brand yang akan kita bahas kali ini adalah Almas Fried Chicken. Nah, mungkin teman-teman sering kali dengar karena brand ini cukup populer, cukup viral akhir-akhir ini. Yuk, kita bahas sisi terang dan sisi gelap bisnis franchise Almas Fried Chicken. [Musik] Halo, saya Agung Hartadi. Saya sudah 4 tahun ngonten di pecah telur, Teman-teman. Cuma saya di balik layar. Nah, sekarang akhir-akhir ini beberapa bulan terakhir saya lebih aktif menyapa teman-teman langsung untuk tampil di depan layar di segmen detective bisnis. Segmen detective bisnis ini kita sajikan dengan kita melihat dari berbagai sisi sebuah bisnis. Harapannya teman-teman semakin teredukasi, kita belajar bareng sehingga kita melek terhadap sebuah bisnis. Oke, seperti judul kita akan membahas sisi terang dan sisi gelap bisnis franchise Almas Fried Chicken. Kita mulai dari sisi terangnya dulu. Almas Fried Chicken ini muncul di saat yang tepat ya, Teman-teman ya. Di saat ada gerakan boikot yang mungkin Teman-teman juga familiar dengan gerakan itu. Gerakan boikot KFC Fred Chicken karena diduga waktu itu tidak pro terhadap Palestina. Malah ada dikatakan menyumbang donasi bagi negara yang waktu itu menyerang Palestina. Maka waktu itu ada gerakan boikot dan gerakan boikot itu cukup masif dan disambut oleh masyarakat Indonesia. Nah, Almas ini hadir di saat yang tepat, di saat brand besar. Jadi, KFC ini kan market leader, Teman-teman, ya. Market leader itu share marketnya sampai 32%. Restoran cepat saji western ya. Bukan hanya tentang ayam ya, ini di global cepat saji western dia kuenya itu 32%. Ini cukup banyak dan market leader di kategori ini. Outlet-nya pun juga banyak. Di tahun 2020 KFC memiliki 738 outlet di Indonesia. Nah, ini cukup banyak sekali dan market leader memang di kategori ini. Nah, ketika si raksasa ini kemudian ada gerakan boikot, maka Almas hadir di saat yang tepat. Maka boleh dikatakan ini rezeki. Jadi, rumus rezeki itu kan adalah ketika ada kesempatan bertemu dengan kemampuan gitu ya. Itu namanya rezeki. Atau boleh juga dikatakan juga momentum. Momentumnya pas. Jadi ketika ada yang tumbang dia hadir memberikan solusi. Nah, itu adalah sebuah langkah cerdas atau langkah yang mungkin sudah menjadi rezekinya Almas itu hadir di saat yang tepat. Dan sisi terangnya lain adalah bahwasanya ini lokal ya, ini lokal dan membawa isu-isu yang membuat isu kebalikan dari brand sebelumnya diboikot. Artinya apa? Pertama ini lokal dan men-support Palestina. Jadi orang memboikot brand sebelumnya karena Palestina dan ini isunya pas gitu ya atau ibaratnya itu masuk dengan momentum yang pas dengan membawa sebuah angle yang pas. Jadi kayak pas begitu loh. Bahkan dikatakan di situ 5% dari keuntungan disumbangkan untuk Palestina. Jadi, bagi kita mungkin yang belum bisa menyumbang Palestina langsung, maka akan tergerak untuk bagaimana menyumbang Palestina lewat brand ini. Minimal dengan beli brandnya secara tidak langsung kita akan ikut men-support Palestina. Social prener. Jadi, prener yang memiliki sosial yang tinggi. Dan sisi terangnya lagi adalah bahwasanya ada juga dikatakan di antara news bahwasanya 5% dari omset itu disedekahkan untuk warga lokal. Wah, ini juga keren sekali. Artinya tidak hanya peduli terhadap Palestina, dia juga peduli terhadap warga lokal merupakan sembako, makanan gratis atau support kegiatan lokal. Ini luar biasa. Tapi saya tidak mendapatkan info dari berita itu apakah ini dilakukan di semua cabang atau di cabang tertentu ya. Harapannya bisa di semua cabang ya. Jadi social prennya benar-benar kerasa. Sisi terangnya lagi adalah brandingnya bagus, positioning-nya tepat. Jadi Almas ini memiliki tagline ayam goreng Saudi nomor satu di Indonesia. Ah, ini kan sebuah positioning yang keren gitu ya menurut saya positioning yang baru. Jadi dia membawa konsep albaik yang ada di Saudi dibawa ke Indonesia. Bagi orang-orang yang terbiasa makan ayam albaik di Saudi ketika mereka umrah atau haji maka akan familiar dengan ini. Dan ini saya rasa bagus menurut saya posisionnya bagus, waktunya juga pas gitu ya. Dan ibarat produk itu bisa diterima terbukti viral begitu ya. Ini sisi terangnya dari Almas Fried Chicken. Oke, kita masuk sekarang. Berapa harga franchise Almas Fried Chicken? Ini saya bacakan ya. Dari website franchise.indonesia dikatakan estimasi harga franchise Almas Fried Chicken paket franchise Jabredetabek investasi awal Rp450 juta. Masa kerja sama 5 tahun. Estimasi balik modal atau BEP sekitar 10 bulan. Perkiraan keuntungan bersih sekitar 20%. Wah, ini sangat menggiurkan ya, Teman-teman ya. Oke, jadi kalau dari website tersebut start dari kisaran R00 juta. Namun ada juga sumber lain mengatakan ada teman saya waktu itu mau mengambil franchise di luar Jaburetaabek waktu itu dikenakan 1 koma lebih gitu ya. Jadi 1 koma kalau enggak salah seingat saya 1,2 atau 1,3. Jadi mungkin yang tertera tadi 899 atau 900 itu mungkin belum termasuk biaya lain-lain ya mungkin jadi membengkak 1 kom sekian. Ada juga yang mengatakan itu belum termasuk sertifikasi halal ya karena halalnya ngurus sendiri. Jadi memang soal halal ini kemarin cukup viral beritanya untuk Almas Fried Chicken ini. Tapi memang saya yakin ini apa ya ibaratnya R miliar lebih gitu loh ya walaupun juga di Jakarta mungkin yang 400 itu adalah outlet yang tidak begitu besar. Contoh ya teman-teman ya gambar inilah ini seringkiali muncul mungkin nih teman-teman ada outlet Almas Fried Chicken yang sebelahnya ada KFC yang di mana KFC-nya sepi, Almasnya ramai. Nah ini adalah outlet di Karawang ya teman-teman ya. Nah, outlet di Karawang ini yang itu juga area yang mahal begitu ya. Itu pernah ada teman saya juga mau buka usaha di daerah sana menanyakan harga outlet di daerah sekitar situ. Rata-rata harganya sudah 400-an gitu ya. Jadi memang dikatakan R miliar lebih ini ya memang ini segmennya menengah gitu ya. Dan enggak mungkin orang sewa Almas itu atau orang sewa usaha itu 1 tahun bisanya 2 tahun, 3 tahun atau bahkan 5 tahun begitu ya. Karena eman dengan biaya renovnya, dengan alatnya dan sebagainya biasanya agak lama sewanya. Jadi ya outlet yang besar yang bisa biasa teman-teman lihat itu pasti di atas R miliar untuk biaya franchise-nya. Untuk informasi BEP ini memang tidak bisa dilakukan. Ada yang lebih cepat dari yang dianggarkan, ada yang lebih lama begitu ya. Kalau ternyata ramai ya bisa jadi lebih cepat. Kalau ternyata enggak ramai ya biasanya lebih lama. Dan memang segmentasi ini menengah ya. Beli ayam goreng di Almas Fried Chicken ini harganya sekitar Rp20.000. Jadi memang ini agak menengah. Jadi profitnya ya lumayan agak tebal lah insyaallah. Oke, Teman-teman, kita masuk ke sisi gelap bisnis franchise Almas Fried Chicken. Nah, sisi gelap ini adalah kategori baru atau new produk di Indonesia, Teman-teman, ya. Jadi, bisnis ayam goreng Arab ini dengan nasinya kebuli atau ayam mandi ini merupakan new kategori produk. Biasanya untuk new kategori produk ini nunggu beberapa saat dulu, mungkin 1 tahun, 2 tahun atau bahkan lebih dari itu untuk bisa melihat apakah produk yang ini benar-benar bisa diterima oleh masyarakat kita. Maksudnya begini, apakah masyarakat kita itu mau membeli itu sering sering makan situ atau mungkin hanya momentum aja mungkin sekali bersama orang-orang tercinta dalam momentum apa atau bisa dimakan setiap hari. Loh, Pak, di sana kan ada ayam goreng dan juga nasi biasa. Iya, benar memang ada. Tapi memang kan yang dibrandingkan kan adalah ayam Saudinya atau ayam Saudi nomor satu di Indonesia. Jadi, brandingnya memang sudah ayam Saudi begitu ya dengan kebuli dan juga ayam goreng. Jadi, ini masuknya new kategori produk. Jadi, bagi teman-teman yang mungkin mau mengambil franchise-nya, jadi ada dua kemungkinan. Kemungkinan pertama adalah memang teman-teman ini dapat momentum karena hari ini momentumnya masih oke, masih hangat. Bisa jadi teman-teman kalau masuk sekarang bisa jadi masih kebagian hype-nya. Kemungkinan kedua kita enggak tahu momentumnya sampai kapan dan bagaimana respon masyarakat kita terhadap new kategori produk ini. Apakah makannya sekali atau sering? Lantas, bagaimana langkah kita ketika mau ngambil franchise-nya Almas Fried Chicken? tetap yang saya sarankan dan wajib bagi seorang pengusaha adalah riset. Riset ini wajib ya. Jadi teman-teman harus riset di segala macam usaha apapun di semua franchise yang teman-teman mau ambil harus pertama adalah riset ya. Risetnya seperti apa? Bukan hanya riset ke pusat ya, riset ke cabang-cabang terutama ke daerah yang mungkin secara geografinya mirip dengan lokasi teman-teman. Jadi misal teman-teman ada di Tulungagung ya lihat aja ke kota-kota yang mirip dengan Tulungagung bukan ke pusat ya atau ke daerah-daerah yang ramai. Jadi teman-teman riset dulu berbeda kasus ketika teman-teman memang sangat sudah senang banget nih sudah senang banget sama Almas Fried Chicken value-nya bagus karena dia juga menyumbang Palestina ada juga social ke masyarakat dan juga karyawannya harus salat dan sebagainya ada value-value agama yang diangkat dan saya memang saya sangat suka dengan value-value agama yang diusung oleh Almas Fred Chicken. Kalau teman-teman sudah jatuh cinta, enggak enggak mau riset-riset ya aku langsung ambil aja. Ya terserah ya teman-teman ya. Terserah itu nanti berarti preferensinya bukan objektif lagi tapi kesukaan. Dan itu terserah teman-teman. Misal teman-teman aku enggak apa-apa kok kehilangan uang sekian ya enggak apa-apa. Jadi bagi teman-teman yang masih mendang-mending, masih pikir-pikir ya harus direset dulu. Karena apa? Karena ini kalau menurut kami kategorinya new kategori market dan mungkin butuh waktu beberapa saat untuk bisa melihat apakah benar-benar produknya bisa diterima secara konsisten di masyarakat kita. Sisi gelap yang kedua adalah kecepatan Almas ini dalam membuka outlet ya. Jadi menurut kami Almas ini sangat cepat sekali membuka outlet di mana bahkan bukan hanya di Cabut Databek di beberapa kota di Indonesia. Dan kita tahu scale up tim atau scale up operasional ini tidak semudah scale up cabang. Biasanya kalau teman-teman yang kita interview itu memang scale up cabang itu mudah. Buka cabang di manapun asalkan punya uang atau dapat pendanaan dari luar bisa investor atau franchise itu mudah. Tapi yang susah adalah scale up operasionalnya, scale up tim-nya. Apalagi ini semuanya dikelola oleh tim pusat atau Almas. Jadi scale up tim ini yang kemudian perlu kita pikirkan matang-matang gitu ya. Perlu dipikirkan tim Almasang-matang. Tapi saya pernah juga lihat videonya Bang Okta, ownernya Almas ini berkata, "Kalau produknya bagus dan timnya sudah siap, kenapa harus ditahan-tahan?" gitu. Nah, saya mengasumsikan bahwasanya mungkin sepengetahuan kami atau kami tidak tahu timnya sudah solid dan produknya sudah bagus. Itu beda cerita. Bisa jadi sisi gelap itu menjadi sisi terang ketika timnya sudah bagus, sudah solid, dan produknya sudah bisa diterima di masyarakat luas. Nah, bagi teman-teman sobat pecah telur juga bisa komen di bawah. Kita saling menginfokan bagaimana kondisi Almas di daerah Teman-teman. [Musik] Jadi sebenarnya itu saya itu sangat senang ya, sangat cinta, sangat senang terhadap brand ini. Pertama adalah brand lokal. bisa menyaingi brand dari luar itu menurut saya sudah keren. Yang kedua, orangnya baik insyaallah karena pernah muncul juga di channel kami dan pernah kami juga menginterview. Secara sekilas insyaallah orangnya baik. Yang ketiga adalah kebetulan saya penyuka kebully juga. Saya suka ayam kebully. Saya juga suka ayam goreng. Jadi sebenarnya saya tuh sangat khawatir karena progresnya yang terlalu cepat nanti enggak bisa bertahan lama begitu ya. Karena kadang-kadang viralitas itu membunuh gitu ya. Kita sudah tahu viralitas itu sangat mematikan ketika kita tidak siap. Dan saya berharap harapan saya adalah Mas Okta ini siap, timnya siap, brand-nya juga siap berkembang sehingga apa? Sehingga brandnya bagus dan tetap jangka panjang. Karena saya ingin brand ini terus ada, terus berkembang, dan sampai ke kota saya karena saat ini belum ada. Tapi saya enggak buru-buru untuk ada di kota saya. Biarkan tumbuh dengan apa adanya gitu ya. Tidak diburu-buru dan tidak dipercepat gitu. Karena kata teman-teman IIBF, speed is killing. Jadi kadang-kadang kecepatan itu membunuh. Saya berharap brand ini awet sih. Oke, Teman-teman coba tulis di komentar bagaimana opini Teman-teman terhadap brand Almas Fried Chicken ini. Sampai jumpa di next episode di program detektif bisnis yang lain. See you. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Resume
Categories