Cara Sederhana Ternak Entok Jumbo Tanpa Bau, Hasilnya Bisa Untuk Melunasi Hutang
iCfUZQAudg0 • 2025-07-04
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
[Musik]
Seminggu yang lalu, Mas, saya jual
jantan 4 juta satu ekor. Heeh. Tapi itu
market penghobi, bukan market konsumsi.
R juta
itu tertinggi atau pernah lebih dari
itu?
Pernah lebih dari itu, Mas.
Berapa?
12.
Heeh.
Et
asam toh, Mas. Dicampur dek pakan
sifatnya pelarut. Jadi ketika masuk di
dalam lambung si entok membantu asam
lambunge iku mencerna makanan. Jadi
pencernaan maksimal pencernaan maksimal
seperti protein sebagainya lah. Intinya
kan kalau kandang bau itu sebenarnya
protein yang tidak tercerna di dalam
tubuh. Tapi kalau protein tercerna
dengan sempurna itu amonia enggak bau
sama sekali.
[Musik]
Perkenalkan nama saya Sada Maulana. Saya
selaku owner dari Skalafarm. Skalafarm
sendiri bergerak di bidang peternakan
entok. Lokasinya di Kademangan Blitar,
RT4 RW4 Ringin Anom, Kademangan,
Kabupaten Blitar. Untuk sejarahnya
sendiri iku waktu COVID usaha utama.
optik iku hampir gulung tikar sampai dua
cabang tutup. Terus saya itu waktu iku
udah punya entok 100 sekian ekor lah,
tapi entok spek kecil, entok-entok lokal
lah. Terus lambat laun-lambat laun
karena butuh uang ngambil keuangan dari
optik enggak mungkin soalnya udah
tergerus lah Mas karena l wong bayari
karyawan iku tok ngemin, Mas. Optiko
sampai ngemin banyak iku. Terus buat
makan iku sampai per hari saya jual
entok satu sampai du ekor. Terus pas tak
kalkulasi kan sebelumnya kan enggak
pernah dihitung toh, Mas. Dihitung pokok
ngopeni jual, ngopeni jual toh, Mas.
Terus coba tak hitung secara pembukuan
lah. Kok badi toh? Ada untung itu dengan
padahal kan entok lokal. Terus saya
berspekulasi entok lokal saja bisa
untung apalagi kalau entok jenis jumbo.
Dan notabennya pada saat iku entok jumbo
mahal, Mas. Soale Covid 2020 iku baru
saya mulai nenani di Entok Jumbo. Sing
berawal dari saya jual motor Evo itu
laku R juta nambahi R juta lah enggak
salah R juta sekian itu dapat entok
jenis jumbo satu jantan tiga betina.
Dulu pas pertama booming-boomingnya
entok jumbo. Terus lek dipikir secara
logis kan enggak memungkinkan gitu, Mas.
Kalau mau dibuat skala besar. Soale
dengan nominal harga segitu kan enggak
worth it. Terus saya ngitung ketika kita
mau untung banyak dari modal mati yang
terlalu besar kan solusinya memperbanyak
populasi dahulu iku selama pokok
2020-2021
ituu saya enggak jual sama sekali. Jadi
memperbesar populasi dulu dengan
nyempet-nyempetne dana lah. Maksude
nyolong-nyolong dana dari optik
sampai makan aja bingung. itu rugi
berapa optik?
R00 juta operasional tidak terlalu
berjalan. Covid kan daya beli menurun
terus ada sisa uang untuk dana darurat
lah. Dana darurat toko dibawa kabur
sekalian. Yang tukang pulak itu loh,
Mas. Orang dalam.
[Musik]
Waktu itu istri sempat jualan cheesecake
terus jajan-jajan kering keripik terus
jual beli mau kena. Itu waktu itu
sebelum mengajar di pondok. itu posisi
masih kuliah. Soalnya kan saya nikah,
posisi istri masih kuliah. Terus e akad
saya ke mertua bilang, "Ini biar saya
yang nuntaskan kuliahnya." Jadi makan
dari situ, Mas. Untung kecil, untung
kecil dari situ. Intinya pas COVID iku
pen omong kuat-kuatan lah, Mas ya. Jadi
pada COVID iku saya gimana caranya optik
ini tetap hidup. Soale yang membiayai
saya mulai dari saya di pondok, saya
kuliah ya optik ini. Terus terang itu
warisan orang tua dan kebetulan pas
diwariskan ke saya pas Don
saya itu kan dari kecil terdidik usaha
Mas yo dari kecil itu orang tua dagang
semua. Entok ini ada dua pasar. Pokok
usaha saya dalam bidang ternak saya
mencari market yang punya enggak hanya
konsumsi saja. Jadi market penghobi ada,
market konsumsi ada. Jadi ketika dalam
satu kali periode Mas ya katakan
populasi sedikitnya 100 itu katakan kita
main konsumsi pengepul pedaging itu
sudah dapat untung dan kalau kita
aplikasikan ke yang bagus itu disortir
kita jual penghobi itu untungnya tikel.
Jadi saya lebih masuk ke entok apalagi
saat ini entok jumbo kan masih booming
Mas. Entok jumbo itu peminatnya masih
banyak karena kontesnya ada di
mana-mana. Contohnya seperti yang di
sini itu spek kontes. 2 hari yang lalu
itu baru ada kontes di Magelang. Tapi
strategi saya cuma gini, Mas. Ketika
saya memunculkan nama brand-brand saya
itu saya cukup ikut satu kontes ketika
waktu di Blitar. Kontes Entok nasional
waktu di Blitar. Alhamdulillah dapat
juara dan mulai dari situ nama saya
naik.
Heeh. nyari icon terlebih dahulu baru
untuk marketnya mengikuti. Nah, jadi
enggak semua entok jumbo itu layak untuk
kontes. Tapi kalau saya pribadi entok
jumbo itu sangat layak untuk konsumsi
pedaging. Tapi apabila yang posturnya
bagus, masuk market kontes penghobi itu
sangat bagus. Postur, Mas. Mulai dari
bobot panjangnya sampai beauty. Beauty
itu keserasian tubuh. Contohnya kalau
yang spek contest yang ada di sini itu
panjangnya 1 m. mulai dari paruh sampai
kaki. Itu yang swek-spek kontes. Kalau
untuk konsumsi pedaging biasanya paling
ya cuma 80 sampai 90 cm. Terus untuk
bobot makanya lebih diunggulkan.
[Musik]
Total seluruh kandang ya, Mas. Kalau
indukan 700800 lah.
Satu kandang berapa?
Ada yang 60, ada yang 100, ada yang 250.
Tergantung pemilik lahan itu punya lahan
kuatnya populasi berapa. Untuk skala
farm sendiri yang saya terapkan karena
modal seadanya mau membeli lahan atau
tanah untuk lokasi kandang pun tidak
ada. Jadi saya memutar otak. Ketemulah
solusi kita bekerja sama dengan pemilik
lahan. Contohnya, "Pak, saya punya
barang. Kira-kira jenengan ada lahan
nganggur? Kenapa enggak dibuat kandang?
Kalau si pemilik lokasi itu enggak ada
dana, saya enggak punya uang, Mas, kalau
buat kandang. Wis, gini aja saya
buatkan. Tapi masuk bon. Masuk bon nanti
hewan seperti pakan hewan itu saya yang
ngisi gimana win-win solusinya seperti
itu. Tapi itu nanti kan masuknya ke
hitung-hitungan nota. Nah nanti dipotong
ketika panen atau ketika setor induk
minimal populasi 30 sampai 50 lah
minimal. Jadi biar maintenance-nya
enggak terlalu repot. Tapi kalau untuk
pembesaran minimal 100 lah kalau untuk
pembesaran. Kalau untuk indukan 1/1
meternya itu 3 ekor. Satu satunya 3
ekor. Tapi kalau itu untuk betina. Kalau
ada jantannya berarti 1 * 1, satu jantan
dua betina. Itu per 1* 1 mnya. Tapi
kalau untuk pembesaran sampai usia 2,5
sampai 3 bulan itu 1 per 1 mnya itu 4
sampai 6 ekor. Itu untuk pembesaran.
Soalnya kan pembesaran usia 2,5 sampai 3
bulan jual. Masa panen 2,5 sampai 3
bulan. Itulah keunggulan entok jumbo,
Mas. Kalau entok lokal itu saya dulu
pernah nerjuni iku 4 sampai 5 bulan baru
layak panen. Kalau entok jumbo itu lebih
cepat. Dalam tanda kutip pakan sama-sama
kualitas bagus. Tapi yang dipahami
masyarakat awam ya Mas, kebanyakan kan
entok iku hewan sing makannya banyak. Ah
sebenarnya nak Mas, semakin tinggi
kualitas pakan semakin rendah konsumsi
pakan gitu. Sebenarnya kalau pakannya
bagus entok juga makannya sedikit.
Penyebabnya iku ketika se entok nutrisi
yang dibutuhkan per hari sudah mencukupi
ya wis leren enggak manganeh. Contohnya
seperti di belakang ini. Ini populasi
cuma tinggal 30 ekor. Ini cuma saya
kasih pakan 2 155 kilo tadi. Kalau sore
habis ya kasih pakan lagi. Kalau enggak
ya udah sehari itu aja.
Untuk kandungan per kilo pakan ya Mas.
Untuk pembesaran proteinnya sendiri saya
pakai di 16 sampai 17% untuk protein.
Untuk energi metabolisnya 3.000 sampai
3.100
energi metabolis dalam satuan em.
Perubahannya itu ketika usia 3 bulan ke
atas itu untuk mempersiapkan masa
produksi. Contohnya seperti yang sebelah
sini itu kan sudah mulai saya persiapkan
pakan yang kualitas lebih rendah
daripada pembesaran. Karena ketika entok
jumbo itu terlalu besar produksi telur
sedikit. Lek entok itu kan lek secara
bahasa ilmiahnya itik hibrida modern.
Entok itu hewan buras, Mas. Hewan buras
itu hewan yang karakteristiknya liar.
Enggak bisa bertelur setiap hari. Kalau
bebek itu kan bertelur setiap hari.
Nah, perbedaannya di situ. Terus dari
harga jual pun lebih unggul hewan buras.
Kalau bebek apapun bebek jenisnya lah
itu kan maksudnya hewan ras, Mas. Bebek
itu hewan ras. Hewan ras cenderung harga
fluktuasinya ngeri, Mas. Menakutkan.
Contohnya per hari ini harga bebek per
kilo di Britar sangat murah. Terus
terang saya juga main bebek tapi udah 2
bulan saya enggak ngisi karena harganya
majur. Jadi full tak isim entok. Kalau
untuk entok sendiri kan harga jualnya
tetap Mas enggak ada pergerakan sama
sekali. Soalnya untuk konsumsi pasar,
kebutuhan pasar pun masih sangat banyak.
Per hari ini pengepul saya per 1 hari
500 ekor pun mampu. Kalau untuk entok
yang dewasa ya, Mas. bulunya itu sangat
dibutuhkan untuk kok, bagian buntut sama
bagian sayap. Terus dagingnya untuk
konsumsi bahkan bisa menjadi pengganti
bebek. Dan untuk kadar kolesterolnya
sendiri jauh lebih rendah daripada
bebek.
Dan gak alot ya. Beneran gak alot ya,
Mas? Ya,
kalau usia masih 3 bulan gak Mas. Kan
usia masih muda, usia masih anakan lah
usia 3 bulan itu cuma sudah layak
konsumsi. Kenapa saya pakai di usia 3
bulan? Sebenarnya usia berapa pun
pengepul masuk, Mas. Tapi saya kalkulasi
lebih menguntungkan di pas 2,5 sampai 3
bulan. Di atas usia 3 bulan itu hanya
memperpanjang
volume bulu. Kalau di bawah 2,5 bulan
itu untuk bobot daging, pembentukan
daging belum maksimal. Jadi keuntungan
rendah. Makanya saya main di 2,5 sampai
3 bulan.
[Musik]
Kalau di Blitar kan ada pasar dimoro,
Mas. Pasar dimoro itu pasar hewan
terbesar Jawa Timur. Nah, alhamdulillah
dekat dari sini. Kadang bakulnya datang
ke sini atau ke lokasi kandang yang mau
dipanen itu nanti tinggal totalannya
kita ke pasar. Kalau untuk saat ini yang
paling bestseller lah di skala farm
pembelian Minti Mas. Anakan entok jumbo.
Soale anak entok jumbo di skala farm
harganya lebih rendah daripada di luar.
Ya, bahkan saya pernah di demo Mas
pasang harga segitu karena kan untuk
saat ini untuk jumbo skala besar main
pedaging kan belum terlalu banyak. Kalau
saya jualnya 13 sampai Rp18.000. Heeh.
Di luaran berapa?
25 sampai 30. Bahkan ada yang lebih
tinggi.
Kirim ke mana aja itu, Mas?
Luar pulau juga bisa, Mas.
Oh, bisa.
Heeh. Paling jauh Medan, Palembang. Dia
kargo pesawat, Mas. Tapi ya ongkirnya
kalau luar pulau kan biasanya kalau
semakin banyak kita ngambil semakin
ketemu ongkir lebih murah. Saya usia 3
bulan ke atas kalau mau mempercepat
produksi intinya kan semakin cepat bulu
tumbuh produktivitas semakin cepatlah
semakin awal. Itu saya kasih konsentrat
pabrikan baru konsentrat petelur itu
usia di atas 3 bulan. Kalau saya pakai
konsentrat terj, bahan bau konsentrat
pada umumnya lah. Kalau untuk di luar
konsentrat seperti jagung, kebi,
sparator, katul, sama nasi aking
dicampur semua jadi satu, Mas. Sama
ditambah saya pakai penambahan premik.
Kebetulan saya juga bikin sendiri
premiknya dan untuk menghilangi amonia,
amonia itu bau, Mas. Kan di sini yo
enggak t bau tuh. Nah, itu saya simpel,
Mas. Arane pakai sitrun dicampur dek
pakan. Sitrun itu kan asam toh, Mas.
Sifatnya pelarut. Jadi ketika masuk di
dalam lambung si entok membantu asam
lambunge itu mencerna makanan. Jadi
pencernaan maksimal pencernaan maksimal
seperti protein sebagainya lah. Intinya
kan kalau kandang bau itu sebenarnya
protein yang tidak tercerna di dalam
tubuh. Tapi kalau protein tercerna
dengan sempurna itu amonia enggak bau
sama sekali. Jadi meningkatkan zat asam
yang di dalam lambung si hewan, si entok
itu tadi. Di mana ada penjualnya pasti
ada pembelinya toh, Mas? Intinya malah
lebih menguntungkan dulu ketika awal.
Soalnya masih jarang, Mas. Keuntungan
kita enake omong yo harga sak jeplake
omong lah. Seminggu yang lalu, Mas saya
jual jantan R juta satu ekor. Heeh. Tapi
itu market penghobi bukan market
konsumsi. R juta
itu tertinggi atau pernah lebih dari
itu?
Pernah lebih dari itu, Mas.
Berapa?
12.
Satu ekor.
Heeh.
Entok
itu market penghobi, Mas. Tapi
kebanyakan ya, Mas, pemain entok kan
main senyap.
Saya pernah didemo, Mas sama pemain
entok lah intinya karena terkait harga
dan sebagainya lah. Karena di harga saya
miring itu sebenarnya yang di luar
menyebar itu enggak terlalu miring. Toh
kan pemain-pemain besar sebagian lah
enggak semuanya itu banyak juga yang
ambil barang yang mau disiapkan untuk
kontes. Biasanya kalau orang hobi untuk
kontes mbok yo piro-piro dibudali Mas.
itu untuk market penghobi. Dan
alhamdulillah ketika waktu saya di demo
itu pemain-pemain yang pro dengan saya
itu tetap ojo leren mas me kono tok e
tak dekengi wis banyak yang bilang
seperti itu. Market konsumsi itu pada
saat ini pun bakul enggak nolak, enggak
pernah nolak barang untuk entok sendiri.
Terus di sisi lain saya melihat potensi
entok yang di Indonesia ini terkhusus
entok jumbo ya Mas sangat sedikit.
Bahkan di luar pulau itu harga satu ekor
anakan 60. Saya punya reseller di luar
pulau tepatnya di Medan sama Palembang.
Di sana jualnya 50 60 lek. Saya kan
jualnya enggak segitu toh, Mas. Intinya
gini, Mas. Pemain entok juga banyak yang
bangkrut kok, Mas. Soalnya gini, terlalu
besar spekulasi kita beli entok mahal
terus pengin jual anakannya juga mahal.
Kalau yang jual mahal market penghobi
kan enggak iso lumintu, Mas. Enggak iso
lancar teruslah setiap hari. Nah, ya.
Makanya di awal tadi saya itu
memperbesar dulu populasi dan ketika
populasi sudah besar kita jual lebih
rendah pun enggak rugi. Kebanyakan kalau
peternak entok jumbo, terutama pemula
itu ketika beli induk mahal. Penginnya
anakan dijual mahal terus enggak laku,
muring-muring leren. Enggak seperti itu,
Mas. Ee kalau saya pribadi ngambil sudut
pandang dari sisi bisnis ya, Mas. Kita
beli induk itu kan modal mati. yang
dihitung itu kan cash flow-nya. Cash
flow di peternakan pakan operasional
yang dihitung kebanyakan pemain Entok
itu beli entoknya bukan cash flow-nya.
Kalau beli entoknya kan mosok a dewe
gawe kandang. Kandangnya yo diut
dipateni. Kan enggak bisa toh Mas. Kalau
saya ngambil sisi sudut pandengnya dari
sisi bisnis. Kita main per minggu omset
dari satu kandang 40 60. Heeh. He. Kalau
semua kandang
kandang induk ada tujuh. Tujuh lokasi
kandang pembesaran 13.
20 * 40 sudah 200
perputaran. Heeh.
[Musik]
Intine yo lebih enak terlihat biasa,
Mas. Tapi enek isine intin ngono lah.
Soalnya kan ada kok Mas ya plasma saya.
He
plasma saya itu ketika sudah panen, beli
ini, beli ini, beli ini, beli ini.
Akhirnya untuk modal berikutnya kan saya
itu memberi keringanan bantuan modal
maksimal itu 2 tahun. Di atas 2 tahun
sampai enggak punya modal sendiri
kebacut lah sampean enggak ngelumpukne
intine gitulah, Mas. Dan ternyata ketika
sudah 2 tahun berjalan ketika mau ngisi
hewan lagi itu sudah enggak punya modal.
Terus tak tanyakan lah modalmu entek
nendi to lak ngopeni 2 tahun kan antara
saya dengan peternak ngomongin untung ya
Mas lebih untung peternak soalnya saya
cuma ngambil untung dari pakan bibit
sama ketika jual ketika jual ambilnya
pun enggak banyak 1.000 sampai 2.000 per
kilo atau per ekor. Sisanya peternak
semua. Kalau jual sendiri ya boleh sih,
Mas. Tapi lebih ke informasinya itu
awalnya kalau peternak-peternak yang
sudah enggak saya pegang ketika jual
sendiri enggak ada totalannya ke saya
kan pakan dari saya, bibit dari saya
seperti itu. Heeh. Yang penting kan
akadnya terus transparannya gitu, Mas.
Nah, banyak kok peternak yang sudah saya
putus dengan kenakalan seperti itu.
Ketika saya memberi kebebasan, dia malah
nakal. nakalnya seperti itu tadi. Bahkan
pakan dari saya, Mas ya, itu untuk hewan
lain, untuk hewan-hewannya sendiri.
Terus pakan entoknya malah pakan
hijau-hijauan, daun-daunan tok itu ada.
Jadi untuk yang namanya kita bangun
plasma ya, Mas kan setiap owner kandang
itu kan enggak sama karakternya. Ada
yang amanah, ada yang gak jadi ya
kuat-kuatan lah. Kuat-kuatan ngopeni
wong. Sering diremehne itu pakan
perawatan. Identikan entok makan
sembarang toh Mas. Sebenarnya gak lebih
ke hewan omnivora apa-opo sing mangan
sembarang intine entok seperti itu toh,
Mas? Sebenarnya seperti itu. Tapi ketika
dia konsumsi pakannya terjaga kebutuhan
gizi tercukupi, makannya yang enggak
makan sembarang. Kalau makan sembarang
itu malah mortalitas kematiannya itu
lebih tinggi dan pertumbuhannya enggak
maksimal. Terus yang sering diremehin
itu perawatan. Contohnya gini, entok itu
banyak yang kenal hewannya kuat, tahan
penyakit dan sebagainya.
Sebenarnya sama aja, Mas, ketika kita
salah rawatan. Sebenarnya kan kalau
penyakit seperti flu burung itu lek saya
ngarani ya ngenteni lenone kewan, virus
tetap ada Mas. Di sini juga virus
banyak. Jadi kita sebagai peternak iku
PR-nya ya memaksimalkan imunitas dengan
cara dipakan itu tadi terus penggunaan
premik dan kalau mau pencernaan lancar
ditambah sitrun itu tadi. Emang jarang
yang pakai Mas mungkin sekarang sudah
mulai banyaklah hanya peternak-peternak
tertentu. Tapi saya pakai sitrun itu
udah 4 tahun.
Kalau untuk perawatan usia 0 sampai 3
minggu tetap kandang broading. Kandang
broading itu kandang bok yang kandang
untuk anakan lah, Mas. Dan untuk
pakannya diusahakan tetap pabrikan. Saya
kalau untuk anakan tetap pabrikan, Mas.
Soalnya bikin pakan untuk anakan terus
terang sulit. Saya ngelab beberapa kali
pun enggak jadi. Untuk 3 minggu ke atas
baru kita turun tanah dan dipastikan
kandangnya itu steril. Maksudnya steril
contohnya gini, Mas. Nah, gini kan itu
ini setelah panen ini ada hewan pun
enggak berani saya langsung masukkan ke
sini. Jadi, kita diangkat mau panen itu
kandang paling enggak kosong 2 hari lah
kita sterilkan dari bakteri sebelumnya.
Antisep saya biasanya pakai antisep. E
pakai antisep atau pakai harpik kita
sterilkan. Setelah steril dikiranya
tanah atau alasnya sudah kering baru
kita turunkan. Untuk perata-katanya
seperti itu. Dan yang pasti kalau untuk
pakan tetap dimaksimalkanlah, Mas.
Dimaksimalkan. Jangan kita yang boncos.
Sebenarnya banyak peternak entok yang
salah persepsi. Pakan bagus, kualitas
bagus. Nah, yang dipakai itu pakan full
pabrikan. Full pabrikan dengan harga
segitu. Saya pernah hitung untung tapi
nipis banget, Mas. Tenaganya enggak
terbayarkan. Nah, tapi kalau kita mau
nyampur sendiri lebih tepatnya full self
mix, itu sangat-sangat untunglah
intinya. Kan pakan pabrik harga standar
kan 10 sampai 12. Le pakan saya nyampur
sendiri cuma Rp6.000
separuhnya ketemunya di situ. Dan
konsumsi pakan pun sama. Yang enggak
panen itu biasanya kita buat untuk pagar
mangkok, Mas. Pagar mangkok itu kan
enggak semua kandang skala farm itu kan
di lahan seperti inilah kan. Ini lahan
kanan kiri rumah peternak semua. Ada
yang kandangnya di area perumahan.
maksudnya sekitar dekat rumah lah.
Ketika ada yang enggak layak panen,
kalau yang enggak layak panennya itu
banyak, baru kita alokasikan ke kandang
lain. Hitungannya tetap saya beli, tapi
sebenarnya saya alokasikan entah itu di
gudang ini atau gudang lain kita rawat
lagi. Tapi kalau untuk yang lebihnya
sedikit kita buat pagar mangkok. Pagar
mangkok i nyangoni tonggo kan sebenarnya
kan kalau kandang di sekitar rumah itu
kan sangat kurang recommended toh Mas.
Karena mengingat kita bertangga. Tapi
sebenarnya semua itu iso diakali lah.
Cara ngakali yo kui mau caraku pager
mangkok. Paling enggak sebulan sekaliah
ngasih mentok yang enggak layak panen
diantar ke tempat jagal itu paling per
ekor bayar cuma R5.000 toh Mas. Per ekor
bayarnya dipetti dan sebagainya di
karkas lah. Terus diantterin ke tetangga
ya wis aman Mas. Malah tetangga bantu
untuk jaga kandang kita. Di sini juga
saya terapkan seperti itu. Bahkan saya
mengajari kandang-kandang plasma juga
seperti itu. Jadi benar enggak didemo
lah intine.
[Musik]
Kalau dari genetik itu masa afkir entok
5 tahun masih bisa produksi, Mas.
Tergantung perawatan dan tergantung
genetik juga. Tapi lek sing tak pakai di
SOP kandang itu maksimal 2 tahun. Nah,
terus yang ketika yang diafkir itu masih
produksi, okelah kita pakai untuk market
penghobi. Pomong usia afkir pun masih
laku baguslah, harga bagus gitu.
Orang kalau pengin bikin kandang entok
yang mungkin secara cuan menguntungkan
itu minimal populasi berapa?
Minimal boleh pul 100. Per 100-nya
keuntungan itu bisa sampai 1 sampai R
juta. Dari sisi keuntungan. Keutan
bersih itu tergantung si peternya
sendiri mau ngisi berapa estafet. Kan
kadang ada dalam satu lokasi katakan
populasi 500 lah. 500 itu enggak satu
kali panen semua. Panennya per 100. Jadi
tergantung usia kan maksimal 2,5 sampai
3 bulan ya Mas. Jadi kita bisa panen 2
minggu sekali dengan hitungan populasi
total 500 dalam satu lokasi. Jadi bisa
panen 2 minggu sekali. Untuk caranya
sendiri yang saya utangkan mariska
residenan AG. Terus enggak semata-mata
langsung saya kasih populasi besar. Nah,
saya lihat trik recordnya terlebih
dahulu. Soalnya kan tanpa jaminan Mas.
Kita kan berplasma enggak ada
jaminannya. Terus ketika populasi kecil
dia amanah, perawatan oke, oke kita
lanjut. Tapi kalau dari populasi kecil
saja, dari tingkat keilmuan terus
amanahnya kurang, ee mungkin ini win-win
solusinya selesai itu. Jadi enggak
semata-mata langsung kita pegang, kita
lihat trik record-nya dahulu. Alasannya
ya itu tadi karena kita kerja sama itu
enggak ada jaminan apapun dan modal kan
pure dari pihak skala.
[Musik]
Usia 27. Terus terang aku kan kuliah
enggak tutup, Mas. Karena itu tadi orang
tua single parent masuku. Jadi membi
kuliah mondok dan sebagainya sendiri.
Dan ketika orang tua posisi seperti itu.
Waktu itu istri saya kan sudah dekat
toh, Mas. Sampai istri saya bilang kalau
enggak ngorbanin kuliah yang dikorbankan
orang tua. Dan pada waktu itu kena
masalah kayak gitulah Mas. Wong tua kan
otomatis k wedok perempuan sakit kan yo
pola pikire wong tuek karo cahukan sej
Mas. Terus mau enggak mau saya dipaksa
nyemplung iku dengan nominal sekian.
Terus terang iku orang tua enggak setuju
leke dua cabang iku dilepas. Tapi mau
enggak mau toh, Mas dengan kondisi ibu
sing sakit terus kalau enggak saya ambil
alih sopo maneh? Saya lima bersaudara
laki-laki sendiri marep. Dan pada saat
sakit iku kan posisi masih kerugian
tebal lah. Yo kebetulan saya belum punya
ilmu dalam bidang usaha cuma dibekali
dari kecil dididik daganglah intinya
itu. Jadi ya mau enggak mau saya ambil
kesimpulan sendiri, saya ambil keputusan
sendiri melepas dua cabang itu tadi dua
toko. Intinya kan saya enggak mau optik
ini bangkrut intinya gitu tok. Jadi
mempertahankan tok lah Mas. Jadi ketika
sudah dilepas ya sudah cuma punya satu
lokasi doang ngono cilik. yang sekarang
jadi toko utama sama rumah di Selopuro.
Terus buka lagi di daerah Samben dan
alhamdulillah wis hidup lagilah enggak
kayak waktu Covid.
[Musik]
Jadi obate amri gak gendeng dadak lah
intine yo salah to mas yo nyuwun sewu
kan biyen saya mondoke di pondok Quran
pondok tahfid lah biyen mikir amri
solusi ndak temu wis tah silo ambil wudu
silo bah kui moco quran bah kui keturon
wis pokok mbuh kui keturunan eneng
ngimpi pi enek cara apa pian enek pernah
kok mas nah salah satune pas mau
ngelepas dua cabang yo kok tahajud kui
tapi Sekarang sik yo dilampai mas
tahajuh
tetap mepet-mepet lek biyen kan yo jam
jam rono mikir tapi saiki wis lekas
berjalan lah yo malih rodok penak jadi
yo tahajude mempet subuh
atau mungkin itu istilahnya
resepe jenengan
ya enggak itu tok sih Mas me serge poso
kui tok lek puasa daut tetep Mas dari
pondok biyen kan daut penak to mas
sehari puasa sekali ndak niku jadi yo no
awak lah jaga sekolah tubuh Sehat nggih
awak lih mas secara agamis lah cuma itu
tok puasa tahajud salah satunya pas rugi
ukeh kui mas iku kan main bank dan
sampai sekarang kan utangnya terusang
belum lunas lambat laun masih tak tutup
dikit-dikit nah tak tutup dengan bantuan
entok ini tadi sebenarnya saya itu
enggak cuma satu di bidang ternak tok
Mas optik terus tataran mobil niku
intinya untuk membantu nutup tang tadi
800 enggak sampai 1 miliar total cuma
800 wis kapok lah intin ii kesalahan anj
yo mungkin lek dari sisi bisnis pun
banyak yang menyarankan lek enggak utang
gak duwe tapi sing tak rasakne maring
ngene mas saya itu kan lulusan pondok di
mana orang sing ngelakoni ngerti dosone
kok malah ngelakoni kui mesti luwih abot
yo kuwi resikoku wis ngono kesalahanku
kui ancene lek biyen awale ii krono
ambisi lah terus enggak sesuai spekulasi
ny bar lah
rencana lunas berapa tahun lagi mas
2 tahun lag Soale mau tak lunasi iku
sama pihak bank sik apa enggak mauambil
lagi ngono. PH males takoni ngono
yo asli enggak enggak terima benang Mas
Kis merah sampean genah ki emang
kesalahan yo mungkin enggak semua orang
main bank iku koy aku. Tapi semua orang
yang bermain bank punya resiko kayak
saya tapi enggak semua orang yang main
bank kena resiko seperti saya.
Semua peternak entok terkhusus mentok
jumbo itu yang minta maunya semuanya
mahal. Jenis entok jumbo kan masih mahal
tuh, Mas. Dan yang saya rasakan saat ini
entok jumbo saya belanja dulu mahal.
Bahkan sampai saat ini ketika ada entok
yang saya pengin harga R2 juta Rp3 juta
saya libah satu ekor itu saya pakai
untuk salah satu icon di farm ini, farm
ini, farm ini, plasma lah saya buat icon
di sini, sini sini sini seperti itu.
Jadi beli induk itu enggak harus kita
jual anakannya mahal. Jadi indukan itu
modal mati. Yang kita hitung cash flow.
Cash flow talk itu pakan operasional,
tenaga. Itu saja. Jadi enggak bakal
majulah kalau kita terus penginnya jual
mahal. Sedangkan kan market penghobi itu
kan enggak tentu. Yang tentu itu market
konsumsi. Karena semua orang butuh
konsumsi. Kalau dari tips secara
spiritual ya, Mas. Wong Islam ojo lali
agomone intine ibadahe tok. Terus lek
saya ya Mas dari dulu wis entah kui
mungkin dari sisi realita orang tua
menurunkan utang.
toh. Tapi lek dari sisi kemanusiaan
masing tak openi me gur tiga bidadari
istri, ibu, ibu mertua. Kebetulan ibu
mertua juga sudah single jadi ngopeni
tok mas aku jadi ada apapun mbuh kui pas
ada apapun lah budal diusahakan ngopeni
tiga bidadariku tadi. sing tak rasakne
memang istimewa, Mas. Lek muliane
kandaikan
pada waktu itulah seandaikan orang tua
saya enggak ada sing tak pikir me siji
saya minta doa ke siapa lagi ya? Mungkin
kalau bapak saya masih ada saya muliakan
kedua orang tua. Tapi karena tinggal
sebelah hanya ibu ya saya muliakan ya
itu aja. Lek dari sisi bisnis jangan
terlalu ambisi dengan spekulasi yang
belum pasti. Soalnya kan cah enom mas
biasanya mikirnya des des des to. Dan
kebanyakan anak muda sekarang ambisinya
gede kui karena spekulasinya terlalu
besar dan satu kali spekulasinya
tercapai wis gaya hidupnya berubah
kebanyakan iku. Tapi lek saya dulu
pernah seperti itu dan ternyata kan yo
ndak baik toh. Terus makanya saya rubah
pola hidupnya terus terang saya
mengikuti istri. Istri saya pola
hidupnya sederhana. Saya sing rodok
glamor. Dan ketika jatuh dash, istri
yang membelajari saya hidup sederhana
apa adanya iku enggak enggak g susah lah
intine malah lebih nyaman. Saya Sadam
owner dari Skalafarm yang beralamat di
RT4 RW4 Ringin Anom Sumber Jati
Kademangan, Kabupaten Blitar. Terima
kasih. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Yeah.
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:32:49 UTC
Categories
Manage