Cara Sederhana Ternak Entok Jumbo Tanpa Bau, Hasilnya Bisa Untuk Melunasi Hutang
iCfUZQAudg0 • 2025-07-04
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id [Musik] Seminggu yang lalu, Mas, saya jual jantan 4 juta satu ekor. Heeh. Tapi itu market penghobi, bukan market konsumsi. R juta itu tertinggi atau pernah lebih dari itu? Pernah lebih dari itu, Mas. Berapa? 12. Heeh. Et asam toh, Mas. Dicampur dek pakan sifatnya pelarut. Jadi ketika masuk di dalam lambung si entok membantu asam lambunge iku mencerna makanan. Jadi pencernaan maksimal pencernaan maksimal seperti protein sebagainya lah. Intinya kan kalau kandang bau itu sebenarnya protein yang tidak tercerna di dalam tubuh. Tapi kalau protein tercerna dengan sempurna itu amonia enggak bau sama sekali. [Musik] Perkenalkan nama saya Sada Maulana. Saya selaku owner dari Skalafarm. Skalafarm sendiri bergerak di bidang peternakan entok. Lokasinya di Kademangan Blitar, RT4 RW4 Ringin Anom, Kademangan, Kabupaten Blitar. Untuk sejarahnya sendiri iku waktu COVID usaha utama. optik iku hampir gulung tikar sampai dua cabang tutup. Terus saya itu waktu iku udah punya entok 100 sekian ekor lah, tapi entok spek kecil, entok-entok lokal lah. Terus lambat laun-lambat laun karena butuh uang ngambil keuangan dari optik enggak mungkin soalnya udah tergerus lah Mas karena l wong bayari karyawan iku tok ngemin, Mas. Optiko sampai ngemin banyak iku. Terus buat makan iku sampai per hari saya jual entok satu sampai du ekor. Terus pas tak kalkulasi kan sebelumnya kan enggak pernah dihitung toh, Mas. Dihitung pokok ngopeni jual, ngopeni jual toh, Mas. Terus coba tak hitung secara pembukuan lah. Kok badi toh? Ada untung itu dengan padahal kan entok lokal. Terus saya berspekulasi entok lokal saja bisa untung apalagi kalau entok jenis jumbo. Dan notabennya pada saat iku entok jumbo mahal, Mas. Soale Covid 2020 iku baru saya mulai nenani di Entok Jumbo. Sing berawal dari saya jual motor Evo itu laku R juta nambahi R juta lah enggak salah R juta sekian itu dapat entok jenis jumbo satu jantan tiga betina. Dulu pas pertama booming-boomingnya entok jumbo. Terus lek dipikir secara logis kan enggak memungkinkan gitu, Mas. Kalau mau dibuat skala besar. Soale dengan nominal harga segitu kan enggak worth it. Terus saya ngitung ketika kita mau untung banyak dari modal mati yang terlalu besar kan solusinya memperbanyak populasi dahulu iku selama pokok 2020-2021 ituu saya enggak jual sama sekali. Jadi memperbesar populasi dulu dengan nyempet-nyempetne dana lah. Maksude nyolong-nyolong dana dari optik sampai makan aja bingung. itu rugi berapa optik? R00 juta operasional tidak terlalu berjalan. Covid kan daya beli menurun terus ada sisa uang untuk dana darurat lah. Dana darurat toko dibawa kabur sekalian. Yang tukang pulak itu loh, Mas. Orang dalam. [Musik] Waktu itu istri sempat jualan cheesecake terus jajan-jajan kering keripik terus jual beli mau kena. Itu waktu itu sebelum mengajar di pondok. itu posisi masih kuliah. Soalnya kan saya nikah, posisi istri masih kuliah. Terus e akad saya ke mertua bilang, "Ini biar saya yang nuntaskan kuliahnya." Jadi makan dari situ, Mas. Untung kecil, untung kecil dari situ. Intinya pas COVID iku pen omong kuat-kuatan lah, Mas ya. Jadi pada COVID iku saya gimana caranya optik ini tetap hidup. Soale yang membiayai saya mulai dari saya di pondok, saya kuliah ya optik ini. Terus terang itu warisan orang tua dan kebetulan pas diwariskan ke saya pas Don saya itu kan dari kecil terdidik usaha Mas yo dari kecil itu orang tua dagang semua. Entok ini ada dua pasar. Pokok usaha saya dalam bidang ternak saya mencari market yang punya enggak hanya konsumsi saja. Jadi market penghobi ada, market konsumsi ada. Jadi ketika dalam satu kali periode Mas ya katakan populasi sedikitnya 100 itu katakan kita main konsumsi pengepul pedaging itu sudah dapat untung dan kalau kita aplikasikan ke yang bagus itu disortir kita jual penghobi itu untungnya tikel. Jadi saya lebih masuk ke entok apalagi saat ini entok jumbo kan masih booming Mas. Entok jumbo itu peminatnya masih banyak karena kontesnya ada di mana-mana. Contohnya seperti yang di sini itu spek kontes. 2 hari yang lalu itu baru ada kontes di Magelang. Tapi strategi saya cuma gini, Mas. Ketika saya memunculkan nama brand-brand saya itu saya cukup ikut satu kontes ketika waktu di Blitar. Kontes Entok nasional waktu di Blitar. Alhamdulillah dapat juara dan mulai dari situ nama saya naik. Heeh. nyari icon terlebih dahulu baru untuk marketnya mengikuti. Nah, jadi enggak semua entok jumbo itu layak untuk kontes. Tapi kalau saya pribadi entok jumbo itu sangat layak untuk konsumsi pedaging. Tapi apabila yang posturnya bagus, masuk market kontes penghobi itu sangat bagus. Postur, Mas. Mulai dari bobot panjangnya sampai beauty. Beauty itu keserasian tubuh. Contohnya kalau yang spek contest yang ada di sini itu panjangnya 1 m. mulai dari paruh sampai kaki. Itu yang swek-spek kontes. Kalau untuk konsumsi pedaging biasanya paling ya cuma 80 sampai 90 cm. Terus untuk bobot makanya lebih diunggulkan. [Musik] Total seluruh kandang ya, Mas. Kalau indukan 700800 lah. Satu kandang berapa? Ada yang 60, ada yang 100, ada yang 250. Tergantung pemilik lahan itu punya lahan kuatnya populasi berapa. Untuk skala farm sendiri yang saya terapkan karena modal seadanya mau membeli lahan atau tanah untuk lokasi kandang pun tidak ada. Jadi saya memutar otak. Ketemulah solusi kita bekerja sama dengan pemilik lahan. Contohnya, "Pak, saya punya barang. Kira-kira jenengan ada lahan nganggur? Kenapa enggak dibuat kandang? Kalau si pemilik lokasi itu enggak ada dana, saya enggak punya uang, Mas, kalau buat kandang. Wis, gini aja saya buatkan. Tapi masuk bon. Masuk bon nanti hewan seperti pakan hewan itu saya yang ngisi gimana win-win solusinya seperti itu. Tapi itu nanti kan masuknya ke hitung-hitungan nota. Nah nanti dipotong ketika panen atau ketika setor induk minimal populasi 30 sampai 50 lah minimal. Jadi biar maintenance-nya enggak terlalu repot. Tapi kalau untuk pembesaran minimal 100 lah kalau untuk pembesaran. Kalau untuk indukan 1/1 meternya itu 3 ekor. Satu satunya 3 ekor. Tapi kalau itu untuk betina. Kalau ada jantannya berarti 1 * 1, satu jantan dua betina. Itu per 1* 1 mnya. Tapi kalau untuk pembesaran sampai usia 2,5 sampai 3 bulan itu 1 per 1 mnya itu 4 sampai 6 ekor. Itu untuk pembesaran. Soalnya kan pembesaran usia 2,5 sampai 3 bulan jual. Masa panen 2,5 sampai 3 bulan. Itulah keunggulan entok jumbo, Mas. Kalau entok lokal itu saya dulu pernah nerjuni iku 4 sampai 5 bulan baru layak panen. Kalau entok jumbo itu lebih cepat. Dalam tanda kutip pakan sama-sama kualitas bagus. Tapi yang dipahami masyarakat awam ya Mas, kebanyakan kan entok iku hewan sing makannya banyak. Ah sebenarnya nak Mas, semakin tinggi kualitas pakan semakin rendah konsumsi pakan gitu. Sebenarnya kalau pakannya bagus entok juga makannya sedikit. Penyebabnya iku ketika se entok nutrisi yang dibutuhkan per hari sudah mencukupi ya wis leren enggak manganeh. Contohnya seperti di belakang ini. Ini populasi cuma tinggal 30 ekor. Ini cuma saya kasih pakan 2 155 kilo tadi. Kalau sore habis ya kasih pakan lagi. Kalau enggak ya udah sehari itu aja. Untuk kandungan per kilo pakan ya Mas. Untuk pembesaran proteinnya sendiri saya pakai di 16 sampai 17% untuk protein. Untuk energi metabolisnya 3.000 sampai 3.100 energi metabolis dalam satuan em. Perubahannya itu ketika usia 3 bulan ke atas itu untuk mempersiapkan masa produksi. Contohnya seperti yang sebelah sini itu kan sudah mulai saya persiapkan pakan yang kualitas lebih rendah daripada pembesaran. Karena ketika entok jumbo itu terlalu besar produksi telur sedikit. Lek entok itu kan lek secara bahasa ilmiahnya itik hibrida modern. Entok itu hewan buras, Mas. Hewan buras itu hewan yang karakteristiknya liar. Enggak bisa bertelur setiap hari. Kalau bebek itu kan bertelur setiap hari. Nah, perbedaannya di situ. Terus dari harga jual pun lebih unggul hewan buras. Kalau bebek apapun bebek jenisnya lah itu kan maksudnya hewan ras, Mas. Bebek itu hewan ras. Hewan ras cenderung harga fluktuasinya ngeri, Mas. Menakutkan. Contohnya per hari ini harga bebek per kilo di Britar sangat murah. Terus terang saya juga main bebek tapi udah 2 bulan saya enggak ngisi karena harganya majur. Jadi full tak isim entok. Kalau untuk entok sendiri kan harga jualnya tetap Mas enggak ada pergerakan sama sekali. Soalnya untuk konsumsi pasar, kebutuhan pasar pun masih sangat banyak. Per hari ini pengepul saya per 1 hari 500 ekor pun mampu. Kalau untuk entok yang dewasa ya, Mas. bulunya itu sangat dibutuhkan untuk kok, bagian buntut sama bagian sayap. Terus dagingnya untuk konsumsi bahkan bisa menjadi pengganti bebek. Dan untuk kadar kolesterolnya sendiri jauh lebih rendah daripada bebek. Dan gak alot ya. Beneran gak alot ya, Mas? Ya, kalau usia masih 3 bulan gak Mas. Kan usia masih muda, usia masih anakan lah usia 3 bulan itu cuma sudah layak konsumsi. Kenapa saya pakai di usia 3 bulan? Sebenarnya usia berapa pun pengepul masuk, Mas. Tapi saya kalkulasi lebih menguntungkan di pas 2,5 sampai 3 bulan. Di atas usia 3 bulan itu hanya memperpanjang volume bulu. Kalau di bawah 2,5 bulan itu untuk bobot daging, pembentukan daging belum maksimal. Jadi keuntungan rendah. Makanya saya main di 2,5 sampai 3 bulan. [Musik] Kalau di Blitar kan ada pasar dimoro, Mas. Pasar dimoro itu pasar hewan terbesar Jawa Timur. Nah, alhamdulillah dekat dari sini. Kadang bakulnya datang ke sini atau ke lokasi kandang yang mau dipanen itu nanti tinggal totalannya kita ke pasar. Kalau untuk saat ini yang paling bestseller lah di skala farm pembelian Minti Mas. Anakan entok jumbo. Soale anak entok jumbo di skala farm harganya lebih rendah daripada di luar. Ya, bahkan saya pernah di demo Mas pasang harga segitu karena kan untuk saat ini untuk jumbo skala besar main pedaging kan belum terlalu banyak. Kalau saya jualnya 13 sampai Rp18.000. Heeh. Di luaran berapa? 25 sampai 30. Bahkan ada yang lebih tinggi. Kirim ke mana aja itu, Mas? Luar pulau juga bisa, Mas. Oh, bisa. Heeh. Paling jauh Medan, Palembang. Dia kargo pesawat, Mas. Tapi ya ongkirnya kalau luar pulau kan biasanya kalau semakin banyak kita ngambil semakin ketemu ongkir lebih murah. Saya usia 3 bulan ke atas kalau mau mempercepat produksi intinya kan semakin cepat bulu tumbuh produktivitas semakin cepatlah semakin awal. Itu saya kasih konsentrat pabrikan baru konsentrat petelur itu usia di atas 3 bulan. Kalau saya pakai konsentrat terj, bahan bau konsentrat pada umumnya lah. Kalau untuk di luar konsentrat seperti jagung, kebi, sparator, katul, sama nasi aking dicampur semua jadi satu, Mas. Sama ditambah saya pakai penambahan premik. Kebetulan saya juga bikin sendiri premiknya dan untuk menghilangi amonia, amonia itu bau, Mas. Kan di sini yo enggak t bau tuh. Nah, itu saya simpel, Mas. Arane pakai sitrun dicampur dek pakan. Sitrun itu kan asam toh, Mas. Sifatnya pelarut. Jadi ketika masuk di dalam lambung si entok membantu asam lambunge itu mencerna makanan. Jadi pencernaan maksimal pencernaan maksimal seperti protein sebagainya lah. Intinya kan kalau kandang bau itu sebenarnya protein yang tidak tercerna di dalam tubuh. Tapi kalau protein tercerna dengan sempurna itu amonia enggak bau sama sekali. Jadi meningkatkan zat asam yang di dalam lambung si hewan, si entok itu tadi. Di mana ada penjualnya pasti ada pembelinya toh, Mas? Intinya malah lebih menguntungkan dulu ketika awal. Soalnya masih jarang, Mas. Keuntungan kita enake omong yo harga sak jeplake omong lah. Seminggu yang lalu, Mas saya jual jantan R juta satu ekor. Heeh. Tapi itu market penghobi bukan market konsumsi. R juta itu tertinggi atau pernah lebih dari itu? Pernah lebih dari itu, Mas. Berapa? 12. Satu ekor. Heeh. Entok itu market penghobi, Mas. Tapi kebanyakan ya, Mas, pemain entok kan main senyap. Saya pernah didemo, Mas sama pemain entok lah intinya karena terkait harga dan sebagainya lah. Karena di harga saya miring itu sebenarnya yang di luar menyebar itu enggak terlalu miring. Toh kan pemain-pemain besar sebagian lah enggak semuanya itu banyak juga yang ambil barang yang mau disiapkan untuk kontes. Biasanya kalau orang hobi untuk kontes mbok yo piro-piro dibudali Mas. itu untuk market penghobi. Dan alhamdulillah ketika waktu saya di demo itu pemain-pemain yang pro dengan saya itu tetap ojo leren mas me kono tok e tak dekengi wis banyak yang bilang seperti itu. Market konsumsi itu pada saat ini pun bakul enggak nolak, enggak pernah nolak barang untuk entok sendiri. Terus di sisi lain saya melihat potensi entok yang di Indonesia ini terkhusus entok jumbo ya Mas sangat sedikit. Bahkan di luar pulau itu harga satu ekor anakan 60. Saya punya reseller di luar pulau tepatnya di Medan sama Palembang. Di sana jualnya 50 60 lek. Saya kan jualnya enggak segitu toh, Mas. Intinya gini, Mas. Pemain entok juga banyak yang bangkrut kok, Mas. Soalnya gini, terlalu besar spekulasi kita beli entok mahal terus pengin jual anakannya juga mahal. Kalau yang jual mahal market penghobi kan enggak iso lumintu, Mas. Enggak iso lancar teruslah setiap hari. Nah, ya. Makanya di awal tadi saya itu memperbesar dulu populasi dan ketika populasi sudah besar kita jual lebih rendah pun enggak rugi. Kebanyakan kalau peternak entok jumbo, terutama pemula itu ketika beli induk mahal. Penginnya anakan dijual mahal terus enggak laku, muring-muring leren. Enggak seperti itu, Mas. Ee kalau saya pribadi ngambil sudut pandang dari sisi bisnis ya, Mas. Kita beli induk itu kan modal mati. yang dihitung itu kan cash flow-nya. Cash flow di peternakan pakan operasional yang dihitung kebanyakan pemain Entok itu beli entoknya bukan cash flow-nya. Kalau beli entoknya kan mosok a dewe gawe kandang. Kandangnya yo diut dipateni. Kan enggak bisa toh Mas. Kalau saya ngambil sisi sudut pandengnya dari sisi bisnis. Kita main per minggu omset dari satu kandang 40 60. Heeh. He. Kalau semua kandang kandang induk ada tujuh. Tujuh lokasi kandang pembesaran 13. 20 * 40 sudah 200 perputaran. Heeh. [Musik] Intine yo lebih enak terlihat biasa, Mas. Tapi enek isine intin ngono lah. Soalnya kan ada kok Mas ya plasma saya. He plasma saya itu ketika sudah panen, beli ini, beli ini, beli ini, beli ini. Akhirnya untuk modal berikutnya kan saya itu memberi keringanan bantuan modal maksimal itu 2 tahun. Di atas 2 tahun sampai enggak punya modal sendiri kebacut lah sampean enggak ngelumpukne intine gitulah, Mas. Dan ternyata ketika sudah 2 tahun berjalan ketika mau ngisi hewan lagi itu sudah enggak punya modal. Terus tak tanyakan lah modalmu entek nendi to lak ngopeni 2 tahun kan antara saya dengan peternak ngomongin untung ya Mas lebih untung peternak soalnya saya cuma ngambil untung dari pakan bibit sama ketika jual ketika jual ambilnya pun enggak banyak 1.000 sampai 2.000 per kilo atau per ekor. Sisanya peternak semua. Kalau jual sendiri ya boleh sih, Mas. Tapi lebih ke informasinya itu awalnya kalau peternak-peternak yang sudah enggak saya pegang ketika jual sendiri enggak ada totalannya ke saya kan pakan dari saya, bibit dari saya seperti itu. Heeh. Yang penting kan akadnya terus transparannya gitu, Mas. Nah, banyak kok peternak yang sudah saya putus dengan kenakalan seperti itu. Ketika saya memberi kebebasan, dia malah nakal. nakalnya seperti itu tadi. Bahkan pakan dari saya, Mas ya, itu untuk hewan lain, untuk hewan-hewannya sendiri. Terus pakan entoknya malah pakan hijau-hijauan, daun-daunan tok itu ada. Jadi untuk yang namanya kita bangun plasma ya, Mas kan setiap owner kandang itu kan enggak sama karakternya. Ada yang amanah, ada yang gak jadi ya kuat-kuatan lah. Kuat-kuatan ngopeni wong. Sering diremehne itu pakan perawatan. Identikan entok makan sembarang toh Mas. Sebenarnya gak lebih ke hewan omnivora apa-opo sing mangan sembarang intine entok seperti itu toh, Mas? Sebenarnya seperti itu. Tapi ketika dia konsumsi pakannya terjaga kebutuhan gizi tercukupi, makannya yang enggak makan sembarang. Kalau makan sembarang itu malah mortalitas kematiannya itu lebih tinggi dan pertumbuhannya enggak maksimal. Terus yang sering diremehin itu perawatan. Contohnya gini, entok itu banyak yang kenal hewannya kuat, tahan penyakit dan sebagainya. Sebenarnya sama aja, Mas, ketika kita salah rawatan. Sebenarnya kan kalau penyakit seperti flu burung itu lek saya ngarani ya ngenteni lenone kewan, virus tetap ada Mas. Di sini juga virus banyak. Jadi kita sebagai peternak iku PR-nya ya memaksimalkan imunitas dengan cara dipakan itu tadi terus penggunaan premik dan kalau mau pencernaan lancar ditambah sitrun itu tadi. Emang jarang yang pakai Mas mungkin sekarang sudah mulai banyaklah hanya peternak-peternak tertentu. Tapi saya pakai sitrun itu udah 4 tahun. Kalau untuk perawatan usia 0 sampai 3 minggu tetap kandang broading. Kandang broading itu kandang bok yang kandang untuk anakan lah, Mas. Dan untuk pakannya diusahakan tetap pabrikan. Saya kalau untuk anakan tetap pabrikan, Mas. Soalnya bikin pakan untuk anakan terus terang sulit. Saya ngelab beberapa kali pun enggak jadi. Untuk 3 minggu ke atas baru kita turun tanah dan dipastikan kandangnya itu steril. Maksudnya steril contohnya gini, Mas. Nah, gini kan itu ini setelah panen ini ada hewan pun enggak berani saya langsung masukkan ke sini. Jadi, kita diangkat mau panen itu kandang paling enggak kosong 2 hari lah kita sterilkan dari bakteri sebelumnya. Antisep saya biasanya pakai antisep. E pakai antisep atau pakai harpik kita sterilkan. Setelah steril dikiranya tanah atau alasnya sudah kering baru kita turunkan. Untuk perata-katanya seperti itu. Dan yang pasti kalau untuk pakan tetap dimaksimalkanlah, Mas. Dimaksimalkan. Jangan kita yang boncos. Sebenarnya banyak peternak entok yang salah persepsi. Pakan bagus, kualitas bagus. Nah, yang dipakai itu pakan full pabrikan. Full pabrikan dengan harga segitu. Saya pernah hitung untung tapi nipis banget, Mas. Tenaganya enggak terbayarkan. Nah, tapi kalau kita mau nyampur sendiri lebih tepatnya full self mix, itu sangat-sangat untunglah intinya. Kan pakan pabrik harga standar kan 10 sampai 12. Le pakan saya nyampur sendiri cuma Rp6.000 separuhnya ketemunya di situ. Dan konsumsi pakan pun sama. Yang enggak panen itu biasanya kita buat untuk pagar mangkok, Mas. Pagar mangkok itu kan enggak semua kandang skala farm itu kan di lahan seperti inilah kan. Ini lahan kanan kiri rumah peternak semua. Ada yang kandangnya di area perumahan. maksudnya sekitar dekat rumah lah. Ketika ada yang enggak layak panen, kalau yang enggak layak panennya itu banyak, baru kita alokasikan ke kandang lain. Hitungannya tetap saya beli, tapi sebenarnya saya alokasikan entah itu di gudang ini atau gudang lain kita rawat lagi. Tapi kalau untuk yang lebihnya sedikit kita buat pagar mangkok. Pagar mangkok i nyangoni tonggo kan sebenarnya kan kalau kandang di sekitar rumah itu kan sangat kurang recommended toh Mas. Karena mengingat kita bertangga. Tapi sebenarnya semua itu iso diakali lah. Cara ngakali yo kui mau caraku pager mangkok. Paling enggak sebulan sekaliah ngasih mentok yang enggak layak panen diantar ke tempat jagal itu paling per ekor bayar cuma R5.000 toh Mas. Per ekor bayarnya dipetti dan sebagainya di karkas lah. Terus diantterin ke tetangga ya wis aman Mas. Malah tetangga bantu untuk jaga kandang kita. Di sini juga saya terapkan seperti itu. Bahkan saya mengajari kandang-kandang plasma juga seperti itu. Jadi benar enggak didemo lah intine. [Musik] Kalau dari genetik itu masa afkir entok 5 tahun masih bisa produksi, Mas. Tergantung perawatan dan tergantung genetik juga. Tapi lek sing tak pakai di SOP kandang itu maksimal 2 tahun. Nah, terus yang ketika yang diafkir itu masih produksi, okelah kita pakai untuk market penghobi. Pomong usia afkir pun masih laku baguslah, harga bagus gitu. Orang kalau pengin bikin kandang entok yang mungkin secara cuan menguntungkan itu minimal populasi berapa? Minimal boleh pul 100. Per 100-nya keuntungan itu bisa sampai 1 sampai R juta. Dari sisi keuntungan. Keutan bersih itu tergantung si peternya sendiri mau ngisi berapa estafet. Kan kadang ada dalam satu lokasi katakan populasi 500 lah. 500 itu enggak satu kali panen semua. Panennya per 100. Jadi tergantung usia kan maksimal 2,5 sampai 3 bulan ya Mas. Jadi kita bisa panen 2 minggu sekali dengan hitungan populasi total 500 dalam satu lokasi. Jadi bisa panen 2 minggu sekali. Untuk caranya sendiri yang saya utangkan mariska residenan AG. Terus enggak semata-mata langsung saya kasih populasi besar. Nah, saya lihat trik recordnya terlebih dahulu. Soalnya kan tanpa jaminan Mas. Kita kan berplasma enggak ada jaminannya. Terus ketika populasi kecil dia amanah, perawatan oke, oke kita lanjut. Tapi kalau dari populasi kecil saja, dari tingkat keilmuan terus amanahnya kurang, ee mungkin ini win-win solusinya selesai itu. Jadi enggak semata-mata langsung kita pegang, kita lihat trik record-nya dahulu. Alasannya ya itu tadi karena kita kerja sama itu enggak ada jaminan apapun dan modal kan pure dari pihak skala. [Musik] Usia 27. Terus terang aku kan kuliah enggak tutup, Mas. Karena itu tadi orang tua single parent masuku. Jadi membi kuliah mondok dan sebagainya sendiri. Dan ketika orang tua posisi seperti itu. Waktu itu istri saya kan sudah dekat toh, Mas. Sampai istri saya bilang kalau enggak ngorbanin kuliah yang dikorbankan orang tua. Dan pada waktu itu kena masalah kayak gitulah Mas. Wong tua kan otomatis k wedok perempuan sakit kan yo pola pikire wong tuek karo cahukan sej Mas. Terus mau enggak mau saya dipaksa nyemplung iku dengan nominal sekian. Terus terang iku orang tua enggak setuju leke dua cabang iku dilepas. Tapi mau enggak mau toh, Mas dengan kondisi ibu sing sakit terus kalau enggak saya ambil alih sopo maneh? Saya lima bersaudara laki-laki sendiri marep. Dan pada saat sakit iku kan posisi masih kerugian tebal lah. Yo kebetulan saya belum punya ilmu dalam bidang usaha cuma dibekali dari kecil dididik daganglah intinya itu. Jadi ya mau enggak mau saya ambil kesimpulan sendiri, saya ambil keputusan sendiri melepas dua cabang itu tadi dua toko. Intinya kan saya enggak mau optik ini bangkrut intinya gitu tok. Jadi mempertahankan tok lah Mas. Jadi ketika sudah dilepas ya sudah cuma punya satu lokasi doang ngono cilik. yang sekarang jadi toko utama sama rumah di Selopuro. Terus buka lagi di daerah Samben dan alhamdulillah wis hidup lagilah enggak kayak waktu Covid. [Musik] Jadi obate amri gak gendeng dadak lah intine yo salah to mas yo nyuwun sewu kan biyen saya mondoke di pondok Quran pondok tahfid lah biyen mikir amri solusi ndak temu wis tah silo ambil wudu silo bah kui moco quran bah kui keturon wis pokok mbuh kui keturunan eneng ngimpi pi enek cara apa pian enek pernah kok mas nah salah satune pas mau ngelepas dua cabang yo kok tahajud kui tapi Sekarang sik yo dilampai mas tahajuh tetap mepet-mepet lek biyen kan yo jam jam rono mikir tapi saiki wis lekas berjalan lah yo malih rodok penak jadi yo tahajude mempet subuh atau mungkin itu istilahnya resepe jenengan ya enggak itu tok sih Mas me serge poso kui tok lek puasa daut tetep Mas dari pondok biyen kan daut penak to mas sehari puasa sekali ndak niku jadi yo no awak lah jaga sekolah tubuh Sehat nggih awak lih mas secara agamis lah cuma itu tok puasa tahajud salah satunya pas rugi ukeh kui mas iku kan main bank dan sampai sekarang kan utangnya terusang belum lunas lambat laun masih tak tutup dikit-dikit nah tak tutup dengan bantuan entok ini tadi sebenarnya saya itu enggak cuma satu di bidang ternak tok Mas optik terus tataran mobil niku intinya untuk membantu nutup tang tadi 800 enggak sampai 1 miliar total cuma 800 wis kapok lah intin ii kesalahan anj yo mungkin lek dari sisi bisnis pun banyak yang menyarankan lek enggak utang gak duwe tapi sing tak rasakne maring ngene mas saya itu kan lulusan pondok di mana orang sing ngelakoni ngerti dosone kok malah ngelakoni kui mesti luwih abot yo kuwi resikoku wis ngono kesalahanku kui ancene lek biyen awale ii krono ambisi lah terus enggak sesuai spekulasi ny bar lah rencana lunas berapa tahun lagi mas 2 tahun lag Soale mau tak lunasi iku sama pihak bank sik apa enggak mauambil lagi ngono. PH males takoni ngono yo asli enggak enggak terima benang Mas Kis merah sampean genah ki emang kesalahan yo mungkin enggak semua orang main bank iku koy aku. Tapi semua orang yang bermain bank punya resiko kayak saya tapi enggak semua orang yang main bank kena resiko seperti saya. Semua peternak entok terkhusus mentok jumbo itu yang minta maunya semuanya mahal. Jenis entok jumbo kan masih mahal tuh, Mas. Dan yang saya rasakan saat ini entok jumbo saya belanja dulu mahal. Bahkan sampai saat ini ketika ada entok yang saya pengin harga R2 juta Rp3 juta saya libah satu ekor itu saya pakai untuk salah satu icon di farm ini, farm ini, farm ini, plasma lah saya buat icon di sini, sini sini sini seperti itu. Jadi beli induk itu enggak harus kita jual anakannya mahal. Jadi indukan itu modal mati. Yang kita hitung cash flow. Cash flow talk itu pakan operasional, tenaga. Itu saja. Jadi enggak bakal majulah kalau kita terus penginnya jual mahal. Sedangkan kan market penghobi itu kan enggak tentu. Yang tentu itu market konsumsi. Karena semua orang butuh konsumsi. Kalau dari tips secara spiritual ya, Mas. Wong Islam ojo lali agomone intine ibadahe tok. Terus lek saya ya Mas dari dulu wis entah kui mungkin dari sisi realita orang tua menurunkan utang. toh. Tapi lek dari sisi kemanusiaan masing tak openi me gur tiga bidadari istri, ibu, ibu mertua. Kebetulan ibu mertua juga sudah single jadi ngopeni tok mas aku jadi ada apapun mbuh kui pas ada apapun lah budal diusahakan ngopeni tiga bidadariku tadi. sing tak rasakne memang istimewa, Mas. Lek muliane kandaikan pada waktu itulah seandaikan orang tua saya enggak ada sing tak pikir me siji saya minta doa ke siapa lagi ya? Mungkin kalau bapak saya masih ada saya muliakan kedua orang tua. Tapi karena tinggal sebelah hanya ibu ya saya muliakan ya itu aja. Lek dari sisi bisnis jangan terlalu ambisi dengan spekulasi yang belum pasti. Soalnya kan cah enom mas biasanya mikirnya des des des to. Dan kebanyakan anak muda sekarang ambisinya gede kui karena spekulasinya terlalu besar dan satu kali spekulasinya tercapai wis gaya hidupnya berubah kebanyakan iku. Tapi lek saya dulu pernah seperti itu dan ternyata kan yo ndak baik toh. Terus makanya saya rubah pola hidupnya terus terang saya mengikuti istri. Istri saya pola hidupnya sederhana. Saya sing rodok glamor. Dan ketika jatuh dash, istri yang membelajari saya hidup sederhana apa adanya iku enggak enggak g susah lah intine malah lebih nyaman. Saya Sadam owner dari Skalafarm yang beralamat di RT4 RW4 Ringin Anom Sumber Jati Kademangan, Kabupaten Blitar. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Yeah.
Resume
Categories