Kind: captions Language: id saya adalah magnet rezeki. Saya bilang, "Eh, tunggu dulu. Kita itu bukan magnet rezeki. Kita enggak bisa loh menarik rezeki. Rezeki itu sudah dijamin sama Allah. Lupakan afirmasi yang selalu kita ego. Seakan-akan kita yang menarik keberlimpahan, kita kaya raya, kita ganti afirmasinya sesuai dengan surat almulk ayat 15. Jadi, di dalam dompet saya itu saya tulis secari kertas R00 juta. Ketika saya masuk wartek, itu yang pertama kali saya lihat. Walaupun nanti bayarnya Rp10.000 Ibu, nasi telur gitu ya. 500 juta itu benar-benar Allah datangkan ke dalam kehidupan kami. Ketika kami mahasiswa, kita bahkan diminta berdoa itu jangan terlalu puitis. Ya Allah, berikanlah rezeki kepada saya jika Engkau menghendaki. Ya Allah, ampuni saya jika Engkau menghendaki. Itu dilarang. Hadisnya sahih. Karena apa? Kita berdoa enggak mantap. Minta aja to the point. Nah, biasa pengusaha itu tanya, "Wah, saya pengin minta sama Allah apa? Usaha laris, manis, berkah, lancar jaya." Bisa enggak kayak gitu? Saya bilang, "Bisa, bisa aja." Cuma yakin enggak minta kayak gitu? Enggak yakin. Katanya lah. E sampean mau minta apa di bisnisnya? Oh, minta sekian orderan. 1000 orderan tiap hari. Ya udah, minta aja sama Allah. Kan sebenarnya kalau afirmasi yang benar gitu menurut Mas Rudin seperti apa? Nah, [Musik] asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Insyaallah senang sekali saya, Mas, kedatangan tamu jauh dari Jakarta ya, Mas ya. Alhamdulillah. Benar, dari Jakarta. Alhamdulillah. Terima kasih juga nih sudah menerima. Saya sering lihat kontennya Mas Rusdin sebenarnya di TikTok kan, Mas. Di TikTok kencang sekali loh, Mas, kontennya. Jenengan FYP banyak yang FYP kan. Alhamdulillah. Masyaallah. Live juga sering kan? live sering. Kemudian memang ee kita sering buat video-video untuk edukasi sebenarnya dan untuk membangun inspirasilah buat ee umat muslim ya. Kalau Mas Rusin sendiri kan biasa di biasa apa itu brandnya itu kan Quranic law of attraction gitu ya. Benar ya? Iya betul. Quranic law of attraction. Bukunya sendiri tadi saya lihat catatan terjual dari lebih dari 1 juta 1 juta eksemplar. 1 juta plus eksemplar. Masyaallah tabarakallah. Nah, kalau sebenarnya Mas Rosin sendiri itu Heeh. background-nya apa sebenarnya? Iya. Jadi ee dulu saat Habibi buat sekolah, jadi itu di Indonesia itu ada dua itu insan cendekiah. Jadi saya kalau bisa dibilang itu angkatan angkatan awal percobaan gitu ya. Jadi, sebuah misi dari almarhum Habibi itu bagaimana ee anak-anak ini ya generasi waktu itu adalah bukan cuma memiliki pemahaman agama yang baik, tapi juga pemahaman teknologi. Jadi, berawal dari sanalah saya mendalami namanya Insan Cendekia. Insan Cendekia. Iya. Jadi, sekarang sudah tersebar di mana-mana. Ada di Serpong, ada di Gorontalo, dan beberapa e ada dulu di mana awalnya? di Gorontalo. Gorontalo saya masuk yang di Gorontalo itu hanya dua sekolah ya waktu itu di Serpong dan di Gorontalo sebagai mungkin dibilang sebagai pilot project dari almarhum BJ Habibi saat itu. Heeh. Nah, dari awal itu belajarlah ilmu agama, belajarlah ilmu sains. Nah, kemudian ya ee karena kan ini pondok ya, Islamic Boarding School lah ya. Kita belajar di sana tentang apa ya tafsir gitu ya. ee kemudian tentang Al-Qur'an, tentang fikih, macam-macamlah ya. Ya, pada pesantren pada umumnya ditambah dengan ilmu pengetahuan dan teknologi seperti itu. Nah, setelah lulus dari sana ee Qadarullah saya diterima di Sekolah Tinggi Ilmu Statistik. H ee jadi ee udah angka-angka, udah riset ya. Setelah itu saya karena itu kan sekolah kedinasan ya ee jadi setelah lulus dari Sekolah Tinggi Ilmu Statistik diharuskan wajib untuk jadi pegawai negeri PNS. Nah, sebelum PNS saya terlibat di project World Bank saat itu terkait dengan riset 6 bulan. Kemudian tugas di daerah alhamdulillah itu di kepulauan kecil di ujung timur Sulawesi. Bentar bentar dulu di World Bank berarti ya? Jadi itu di di mana berarti perah ee jadi BPS itu Badan Pusat Statistik punya project kerja sama dengan ee Bank Dunia untuk merumuskan SOP metode-metode penelitian yang ada, metode survei, metode sensus, apakah perlu diperbarui atau enggak. Nah, seperti itu di Jakarta. Heeh. Nah, setelah itu tahun 2010 itu sensus penduduk. Nah, kemudian saya ditugaskan di daerah yang terpencil tadi ya, daerah terpencil. Jadi listrik itu cuma jam sampai jam 12. Kemudian pulau-pulau kecil tuh kalau survei di pulau-pulau kecil. Nah, kemudian akhirnya saya memutuskan setelah setahun lebih di pegawai negeri, saya memutuskan untuk mengundurkan diri ganti rugi ke negara. Kemudian ganti rugi ganti rugi ke negara karena kan ikatan dinas sebelum 8 tahun. Begitu kita memutuskan ikatan apa enggak melanjutkan berarti kita harus membayar ganti rugi ke negara. Banyak gitu kayak gitu Mas ya. Lumayan ya lumayan. Kemudian saya ke Jakarta. Nah di Jakarta saya mulai perjalanan apa namanya? Perjalanan karir dan usaha. sebenarnya seperti itu. Tapi untuk menulis buku Quran Cloud of Attraction ini sebenarnya semenjak saya mahasiswa yaitu di tahun 2007 2008 di sanalah saya menulis buku Qurani Cloud of Attraction ini. Siap. Sebelum itu Mas apa dasar Masnya untuk kok bisa nulis gitu di tahun 20078 itu apa inginnya kegelisahannya apa gitu. Heeh. Jadi sewaktu itu ada satu buku yang namanya buku Des Secret karya Ronda Bernjemahkanlah di Indonesia sama Gram Media. Nah, di sanalah saya tertarik nih mempelajari apa sih konsep The Secret dan law of attraction itu. Saya baca-baca dan seterusnya. Oh, ternyata ini bisa jadi karena waktu itu kan bestseller bukunya ya dan sangat bestseller sangat bestseller rame di mana-man videonya beredar beredar. Termasuk saya yang mengkonsumsi. Lanjut, Mas. Nah, kemudian apa namanya saya bilang, Wak, setelah saya pelajari ada dua kekhawatiran saya. Pertama, kalau kita ikut konsepnya The Secret Law of Attraction yang konvensional itu saya saya bilang ini bisa menakguan tauhid. Oke. Betul. kepada umat saat itu. Karena bisa jadi kalau kan bunyinya kan kalau kita berpikir yang baik, berperasaan yang baik, maka universe mereka sebut atau alam semesta akan merespon apa yang ada di dalam pikiran dan perasaan kita. Nah, jangan-jangan ini kan bisa mengganggu nilai-nilai tauhid kita. Jangan-jangan bisa jadi kita menuhankan pikiran kita, menuhankan alam semesta. Di sanalah saya gelisah sehingga saya bilang, "Oke, yuk saya pelajari lebih dalam lagi. Ambil lagi itu kitab-kitab yang kita pelajari ya di pesantren lalu Bukhari, Muslim, Fikut Doa, Imam Said Alaham, Ibnu Qayyim, Aljauziyah dan seterusnya. Oh, ternyata ya dari hasil kajian kami eh law of attraction ini atau hukum ketertarikan ini ada di dalam Al-Qur'an dan hadis dan jelas banget dan lebih clear lagi. Dan enaknya ketika kita paham konsep hukum ketertarikan berlandaskan Al-Qur'an ini dan Asunah itu justru meningkatkan level tauhid kita. Hmm. Gitu ya malah ya. Iya. Sehingga saya bilang, "Wah, ini enggak boleh nih. Enggak boleh ada umat yang cuma belajar laa yang konvensional." Tapi setidaknya ada opsi. He gitu ya. Ada opsi supaya umat ini mereka belajar law of attraction berdasarkan Quranic value dan asunah value-nya supaya apa? Makin tebal itu tauhid mereka kepada Allah azza wa jalla. Sehingga wah udahlah saya tulis bukunya. Tulis. Dan waktu itu saya masih penulis pemula. Hmm. Buku pertama berarti. Buku pertama bisa dibilang seperti itu. Baru pemula nulis gitu kan tiap hari itu nulis. E kurang lebih saya tulis 30 sampai 45 hari dengan tujuan tadi. Ah ini biar ada opsiah apa umat biar tauhidnya ini makin tinggi. Nah saya pilihlah penerbit waktu itu Mizan. Kenapa saya pilih Mizan? Karena waktu itu zamannya lagi jaya-jayanya. Wah, distribusinya di mana-mana. Dan dia bisa berkompetisi dengan Gramedia di saat itu, tapi mau masuk ke sana susahnya minta ampun. Oh, gitu ya. Karena apa? Gaya penulisannya harus gampang dimengerti. Bukan cuman itu aja ee apa namanya? Bahasanya enggak menggurui itu dicek sama apa? Penerbit mizan sampai ada enggak dasar berpikirnya? H ada enggak Al-Qur'annya? Logik enggak? Ee apa namanya? Al-hadisnya ada enggak sampai ke sana. Tapi saya yakin ketika kita punya tadi ya niat yang lurus ya ingin agar umat ini bisa punya opsi dalam belajar hukum ketertarikan, saya yakin pasti dibukakan sama Allah pintu-pintu kemudahan dan masyaallah tabarakallah saya kirim dan alhamdulillah dapat approval dari dari penerbit mizan di saat itu tahun 2008 April. Kemudian alhamdulillah masyaallah tabarakallah diterbitkan lagi dalam versi bahasa Malaysia. H di sanalah tahun itu bertebaran tuh buku-buku spiritual kayak gitu dan diminta mau enggak buat seminar karena banyak banget ya seminar rezeki-rezeki macam-macam di tahun itu saya bilang enggak saya enggak mau melakukan seminar dulu karena ini saya harus praktikkan dulu gitu apa yang saya tulis baru saya mau seminarkan dan baru seminar tahun 2023 gitu ya saya bilang wah ini baru yang sudah kami praktikk apa yang kami tulis mungkin bisa lebih ada apa ya semacam proven method-nya gitu. Siap. Wih, mantap sekali, Mas. Sampai merinding aku. Nah, gini sebelum ke aku mau kasih sebuah cerita dulu. Dulu saya pernah menginterview seorang yang bagus menurut saya, pengusaha di daerah Bandung. Heeh. Dia juga sangat apa ya, Mas? Sangat believe gitu ya. Sangat believe. dia sangat menerapkan juga law of law of attraction yang konvensional tapi he eh tapi juga udah kerasa begitu ya jadi karena dia juga dulunya nothing menjadi seorang yang luar biasa dari ilmu yang dia praktikkan itu. Namun kemudian ketika mau publish biasanya kan kita kasih sodor dulu Mas videonya Mas. Pak ini videonya sudah jadi barangkali ada di koreksi silakan. Ternyata ada dia juga sodorkan ke gurunya beliau gitu. Beliau juga seorang yang religius begitu. Dia bilang, "Mas, mohon maaf ya ee kemarin saya sangat benar-benar menggebu-gebu menceritakan ini Quran ee bukan Quranik, law of attraction." Tapi kata guru saya, "Ini ilmu sesat, Mas." Ilmu sesat, Mas. Ini enggak boleh, Mas. Jadi tolong di-cut, Mas. Jadi beliau sampai ee intinya benar-benar niat gitu untuk meng-cut itu. Dan kita memang enggak apa-apa kalau memang ada statement yang kemudian direvisi berbahaya, ya sudah Heeh. dicut aja kita cut. Heeh. Tapi saya juga karena saya juga basicnya tidak apa ya, Mas ya, tidak eh sepeka itu. Jadi ya menganggap law of attraction ya bukan hal yang mengganggu. Saya memahami law of attraction-nya ya sudah ketika kita fokus di sesuatu maka ya kita hanya fokus di situ dan otomatis filter kita akan mengabaikan yang lain dan hanya fokus di situ sehingga otomatis hal-hal yang seperti itu akan mendekat kan gitu. Kalau saya kalau nah saya ingin pemahamannya Mas Rosdin ini seperti apa kalau Quranic love law of attraction itu seperti apa yang sudah dibenarkan gitu ya. Jadi ee di Al-Qur'an itu memang kita mengakui banyak ayat-ayat yang menyatakan bahwa alam semesta ini itu memang bertasbih. Alam semesta ini dia enggak diam. I dia selalu berzikir dan bertasbih kepada Allah. He. Ee oleh sebab itu di pemahaman dari Quran law of attra ketika kita berpikir yang baik-baik, kita berprasangka baik itu bukan ke alam semesta, tapi kita berpikir baik-baik dan berprasangka baik itu kepada Allah. He kepada Allah. Sehingga apa? Allah yang akan menggerakkan he alam semesta ini untuk mendukung kesuksesan dan kebahagiaan kita. Ketika Nabi Ibrahim Alaih Salam itu mau dimasukkan ke dalam api itu kan dia berprasangka baik sama Allah. Heeh. Kemudian Allah enggak bilang sama Ibrahim, tapi Allah bicara sama api. Wahai api, jadilah engkau dingin dan jadi keselamatan bagi Ibrahim Alaih Salam. E jadi konsep dari eh Quran cloud of attraction berarti ketika kita berprasangka baik itu kita berprasangka baik kepada Allah, kita berpikir positif kepada Allah. Dengan begitu Allah menggerakkan alam semesta ini untuk mendukung kesuksesan dan kebahagiaan kita. Kan banyak banget ya kita ah saya pengin jual rumah misalnya. Tiba-tiba kan ada orang yang datang kita enggak ngerti nih belum pernah kenal banyak kejadian kayak gitu ya. Tiba-tiba enggak nawar langsung deal. He. Atau misalnya kita ah pengin banget nih rindu sama seseorang nan jauh di sana tiba-tiba tiba-tiba besok dia telepon duluan atau pengin deh makan nasi kuning atau tiba-tiba datang gitu ya. Iya. Dan yang menggerakkan itu kan adalah Allah azza wa jalla. Nah, sehingga apa ee saya selalu bilang bahwa ketika kita berprasangka baik kepada Allah, Allah sesuai dengan prasangka hambanya. Oke, gitu ya. Apapun masalah kita kalau kita masalah kalau kita lagi happy-happy kan enak banget nih kita berprasangka baik, berpikir positif, berperasaan positif kepada Allah. Tapi kalau lagi enggak baik-baik itu kan agak susah kan. Nah, sehingga kita punya metode-metodenya sehingga kita akan selalu berprasangka baik sama Allah. Dan saya sering katakan di konsep Quran Clow of Attraction, apapun masalah kita, apapun problem kita, di titik terendah dalam hidup kita, ujung-ujungnya pasti Allah tolong. Enggak ada ceritanya Allah enggak tolong, enggak ada. Hm. Ya, pasti Allah tolong ya. Nabi Yusuf Alaih Salam itu kan ceritanya luar biasa ujiannya ya. Dimasukkan ke dalam sumur sama siapa? Sama saudara sendiri. Ada enggak kita dijermusin ke sumur sama saudara sendiri? Kayaknya jarang ya. ini sama saudara sendiri. Enggak, enggak di situ aja. Pernah jadi budak, pernah difitnah lagi beliau. Tapi ujung-ujungnya Allah tolong kok. Dan kadang-kadang enggak masuk ee logika kan Allah tiupkan mimpi kepada raja Mesir saat itu. Dan dengan mimpi itulah atas izin Allah Nabi Yusuf alaihi salam bisa mentafsirkan mimpi itu. Naik lagi derajatnya. Dan banyak banget ya kisah-kisah fakta kalau saya menyebutnya bukan kisah tapi fakta di dalam Al-Qur'an gitu ya. Banyak banget. Iya. Iuj-nya pasti Allah kita. Tapi ada satu syaratnya. Syaratnya adalah kita harus yakin dengan selalu berprasangka baik kepada Allah. Di sinilah konsep qurani cloud of attraction bekerja. Cara kita berprasangka baik kepada Allah azza wa jalla. C kebanyakan kita cuma, "Oh, yakin-yakin saya sudah berprasangka baik sama Allah." Hanya di dalam lisan. Tapi dalam hati kita kan masih banyak pengeluhan, banyak penolakan gitu ya. Nah, oleh sebab itu harus kita punya cara. metode yang terstruktur sehingga kalau kita lakukan secara daily basis itu akan meningkatkan keyakinan kita, prasangka baik kita kepada Allah sehingga meningkatkan tauhid kita kepada Allah azza wa jalla sehingga menumbuhkan satu keyakinan di sinilah kita butuh yang namanya afirmasi positif. Hm. Nah, banyak yang nanya afirmasi positif tuh kayak gimana nih? Ya, banyak kan yang bilang saya menarik rezeki dalam hidup saya. Kalau yang loa konvensional ya, seolah-olah saya udah kaya, saya kaya raya tiap hari lihat cermin gitu ya. Tapi kok makin hari hidup gini-gini aja gitu ya, enggak kaya-kaya, makin susah. Nah, di sinilah saya bilang kalau kita berafirmasi bukan sembarang afirmasi. Karena afirmasi salah satu metode law of attraction. Bukan sembarang afirmasi. Saya adalah magnet rezeki. Saya bilang, "Eh, tunggu dulu." Kita itu bukan magnet rezeki. Kita enggak bisa loh menarik rezeki. Rezeki itu sudah dijamin sama Allah. Bahkan makhluk melata. Jadi lupakan afirmasi yang selalu kita ego. Seakan-akan kita yang menarik keberlimpahan, kita kaya raya, kita ganti afirmasinya sesuai dengan surat almulk ayat 15. Jadi kita libatkan Allah di dalamnya. Jadi sebelum kita salat subuh ya, saat kita bangun tidur gitu ya, kita bisa melakukan afirmasi di saat itu dan beberapa metode lain. Nah, di sinilah yang membedakan kami dengan law of attraction secara fundamental. Kalau teknik sama, ada teknik afirmasinya, ada teknik bersyukurnya, ada teknik visualisasinya. Tapi visualisasi yang kayak gimana nih biar kita enggak dibilang halu. He. Karena kalau kita bervisualisasi seolah-olah itu sudahudah ada kan logika akan bilang lah kamu kok belum ada kamu sudah membayangkan seolah-olah ada. Jadi logika akan bertentangan dengan keyakinan kita. Nah, gimana ini supaya sinkron? Maka metode Quran Cloud ofction itu yang bisa membereskan itu. Seperti itu. Bentar, Mas. Jadi, biar orang enggak bingung. Saya sendiri juga biar enggak bingung. Jadi, kalau kita kalau kita bedah secara e fundamental gitu ya, fundamental. Apa sih sebenarnya yang membedakan Quranic law of attraction secara konvensional? He. Eh, bukan Quranik eh laa konvensional sama laa Quranik ini secara fundamental kalau boleh di bidang-bidang apa aja perbedaannya? I titik fokusnya. He kalau saya bilang tadi kita berpikir positif, berperasaan positif, berprasangka baik itu kepada Allah sehingga Allah gerakkan alam semesta ini siapapun untuk mendukung kebahagiaan dan kesesaan kita. Kalau yang konvensional itu mereka hanya pada pikiran dan universe. Kalau kita berpikir yang baik-baik, berprasangka yang baik kepada universe, kepada alam semesta, maka alam semesta itu akan merespon sesuai dengan apa yang ada di dalam getaran kita. Mereka sebut getaran. Getaran positif alam semesta akan membalikkan pula positif. Kalau negatif, ya begitulah alam semesta akan membalikan. Nah, di sanalah perbedaan. Kalau kita mengakui nih Quran cloud of attraction, alam semesta itu bisa memberikan respon. Heeh. Ya. Tapi yang menggerakkan alam semesta itu adalah bukan pikiran kita, bukan perasaan kita ke alam semesta sehingga alam semesta itu ngerespon. Bukan. Tapi perasaan baik kita, prasangka baik kita itu hanya kepada Allah. Sehingga nanti Allahlah yang menggerakkan tuh alam semesta. Karena alam semesta ini kan tunduk sunatullah, hukum gravitasi, hukum energi hanya bisa energi enggak dapat kita musnahkan. Dia hanya berpindah dari satu bentuk ke bentuk yang lain. Yang ngatur itu kan semua adalah Allah azza wa jalla. Allah buat ini sunatullah. Oleh sebab itu, kenapa di banyak hadis kita diseluh untuk berprasangka baik kepada Allah. Fakta-fakta di dalam Al-Qur'an, Nabi dan Rasul itu selalu berprasangka baik kepada Allah. Bahkan ee Siti Hajar ditinggalkan di padang pasir dengan anaknya gitu kan. itu prasangka baik dulu yang dibangun kemudian action ya lari tujuh kali ya tapi terus berprasangka baik pasti Allah bantu, pasti Allah mudahkan dan enggak disangka-sangka air zamzaim yang saat ini kan hasil dari prasangka baik kita kepada Allah azza waalla di sana titik fokusnya fundamentalnya yang kedua tujuannya berbeda. Oke. Kalau yang eh paham quraniic law of attraction ini, maka ketika impiannya tercapai, ketika visinya tercapai, tujuan-tujuannya tercapai, maka itu akan memberikan impact buat orang lain, bukan untuk diri dia sendiri. Jadi dia enggak gampang flexing, enggak gampang tunjukkan kekayaan dia, enggak. Tapi kalau yang luar biasa karena bertitik berat pada pikiran, perasaan alam semesta sehingga tujuannya kebanyakan 80% hanya untuk diri dia sendiri. Flexing di mana-mana buat ini, wah ini itu dan seterusnya. Memperlihatkan kekayaannya di hadapan orang banyak biar dapat pengakuan. Masih egosentris. Nah, dua itu yang membedakan di dalam konsep law of attraction tadi dengan Quranic law of attraction. Attraction. Wih, mantap. Jadi ibaratnya dulu fokusnya hanya di alam semesta dinaikkan ke pencipta alam semesta. Betul. Dan ketika tujuannya ketika sudah dinaikkan pasti tujuannya akan berbeda gitu ya. Wi mantap. Nah, eh saya penasaran sih. Jadi ketika di 2008 bikin buku Law of Attraction Quran Quranic Law of Attraction itu di 2008 kemudian butuh pembuktian kan proven method bahasanya Mas Rusdin. Kemudian di tahun 2023 baru apa namanya baru melakukan seminar dan sebagainya padahal banyak yang minta sebelumnya. Nah, proven method apa yang Mas Rjin dapatkan di tahun itu? Nah, ketika dalam proses sebelum menulis proses apa buku qurani law of attraction ini atau sebelum mengenal lowa ini sebenarnya itu sudah saya lakukan ketika mahasiswa. Jadi di dalam dompet saya itu saya tulis secari kertas R juta di tahun 2007 saat itu. Jadi ketika mau masuk wartek yang pertama kali saya lihat di dalam dompet saya itu R00 juta tulisan ya di kertas bentuk tulisan berarti ya. bentuk tulisan di dalam kertas. Jadi ketika saya masuk wartek itu yang pertama kali saya lihat walaupun nanti bayarnya Rp10.000 nasi telur gitu ya. Heeh. Tapi apa itu membangun konsep di saya bahwa tidak ada yang mustahil di sisi Allah. 500 juta ini mudah bagi Allah. Mengatur siang dan malam aja mudah bagi Allah. Apalagi cuma yang remeh-temeh ini R00 juta. Artinya apa? Ini membangun syukur saya dong. Vibrasi saya, kesyukuran saya, harapan kepada Allah, prasangka baik kepada Allah. Nah, kebanyakan kita mungkin waduh buka dompet cuma R.000, R.000 udah ngeluh duluan. Ah, ini enggak cukup nih. Susah cari uang, uang susah nih untuk diperoleh dan seterusnya. Akhirnya membangun konsep tadi ya dibelve sistem kita negatif tadi vibrasinya negatif, prasangka buruk kita kepada Allah. Padahal Allah menjamin rezeki kita. Nah, oleh sebab itu saya pakai metode itu dan alhamdulillah 500 juta itu benar-benar Allah datangkan ke dalam kehidupan kami ketika kami mahasiswa. Oh, oke. Itu masih mahasiswa ya? Ya, alhamdulillah. Masyaallah tabarakallah. Betul. Masyaallah. Itu apa jalan yang dibentukkan Allah untuk Mas Rudin bisa dapat R00 juta itu? Jadi salah satu jalannya adalah melalui karena saya ini kan satu waktu mahasiswa itu kan jauh dari orang tua di Sulawesi dan bukan dari keluarga memang yang berada ya dari ekonomi saat itu ekonomi lemah ya jadi kalau mau masuk itu dapat beasiswa harus ke kecamatan, kelurahan dulu itu buat tanda tangan gitu ya. Nah, tapi apa satu konsep saya adalah karena memang saya banyak baca waktu di SMA itu karena buku-bukunya banyak itu saya banyak baca buku-buku eh self development yang banyak terjemahan saya baca banyak ya sehingga di mahasiswa itu rasa-rasanya menulis yang seperti itu jadi lebih mudah karena kan sudah banyak membaca gitu ya. Nah, di saat menulis itu alhamdulillah royalty-nya itu jadi eh saya menulis itu ada sekitar 5 sampai tu buku. Setelah Qurani Clow of Attraction saya tulis buku Taklukkan Takdirmu. Saya tulis buku Smart Heart. Bagaimana mencerdaskan eh hati dengan tujuh mencerdaskan hati pakai tujuh kecerdasan. Multiple intelligence, terus ada quantum istikamah. Pokoknya tuh tiap bulan saya bisa hampir setidaknya satu buku tuh saya tulis. Setiap bulan satu buku. Iya. sampai saya itu dari tingkat 3 ke tingkat setelah tingkat 4 saya off menulis karena tugas di luar kota ya di pedesaan. Nah, dari situ alhamdulillah royalty masuk. Kemudian saya yakin pasti nih Allah kasih jalan keluar yang lain ya ngajar bimbel. Ada-ada aja tuh yang dulu kan masih ini ya masih pakai handphone yang biasa kan atau masih dicari gitu ya. Kemudian telepon bisa enggak ajar bimbel? Akhirnya saya dapat beberapa yang ee ngajar bimbel. Bahkan pernah ada anak autis yang saya ajarin untuk ee bimbingan apa belajar ya seperti itu di Jakarta. Dan alhamdulillah dari sana ya masyaallah Allah datangkan rezeki yang alhamdulillah cukuplah gitu ya. Padahal waktu nulis di 500 juta di dompet cari kertas yang dimasukkan di dompet itu Mas Ri belum nulis waktu itu berarti ya. Ee baru proses untuk menulis buku kan di 2000 2007 belum nulis baru ngajar-ngajar dan enggak akan apa enggak kepikiran juga nanti rezekinya dari sini gitu ya. Enggak akan kepikiran. Oh iya. Tapi kan fokus saya adalah 500 juta ini mudah bagi Allah. Sehingga ketika ke wartek gitu ya walaupun di dompet cuma 5.000 R.000 tapi kita harus hijack ya pikiran kita, perasaan kita, keyakinan kita, prasangka baik lagi kita bangun. Allah pasti bantu ya. Walaupun ee di saat itu kalau sekolah kedinasan ada uang saku, tapi uang saku itu enggak tiap bulan ya. Harus dirapel dulu tuh ya 3 bulan. Iya kalau on time kan. Jadi ya harus ini ya berusaha ikhtiar. Tapi ketika berikhtiar harus di konsep di mindset kita harus yakin dulu ya bahwa Allah pasti bantu, Allah pasti mudahkan. Nah, gimana biar itu selalu tumbuh? Berarti kan kita perlu metode dong gitu ya. Salah satu metode visualisasi tadi scripting tadi ya. 00 juta tadi itu yang saya pakai. He. Dan alhamdulillah sampai sekarang saya pakai beberapa metode berkembanglah metode visualisasi, metode afirmasi dan seterusnya. itu yang jadi apa perjalanan dan saya juga ee enggak apa ya dulu pernah ya aduh ee jadi ee di swasta ya kerja di swasta kemudian saya bilang oh pengin bangun usaha sendiri biar lebih banyak buka lapangan pekerjaan dan alhamdulillah Allah mudahkan untuk bisa bangun usaha sini jadi ketika kita berprasangka baik kepada Allah tapi bukan berarti enggak ada ujian ya bukan berarti wah itu smooth gitu ya kayak seperti galis lurus ketujuh enggak ya dia ya berkelok-kelok bahkan mungkin semberaut gitu ya baru dia sampai ke harapan dan vision kita. Tapi kalau kita terus membangun di konsep Qurani Cloud of Attraction mindsetnya keyakinannya insyaallah lambat laun insyaallah sampai ke tujuan kita. Bahkan mungkin kalau tujuan kita enggak sampai tujuan yang lebih baik sampai ke tujuan yang lebih baik. Justru lebih baik tujuannya. Insyaallah kan kadang-kadang kok saya sudah punya harapan ini, sudah berdoa dan seterusnya kok enggak dapat nih. Iya. Iya. ya gitu ya. Eh malah dapat yang lebih baik. Minta A malah dikasih A+ Masyaallah. Nah, waktu itu kan artinya terbukti bahkan sebelum nulis buku Mas. Jadi artinya dari cari uang secari kertas R00 juta kemudian terbukti bisa real ee ter dapatnya dari alhamdulillah dari royalti buku kan tidak tidak perlu ada pembuktian perlu sampai ke tahun 2023 Mas. Artin itu kan sudah terjadi sebelum buku itu sendiri ada. Kok harus nunggu 2023? Iya. Apakah ada perver method yang lain gitu? Karena saya merasa bahwa ini kan baru part kecil sebenarnya. Oh, ada part besarnya berarti. Berarti kan kita butuh juga part-part yang lainnya ya. Nampaknya 1 2 tahun untuk proven method itu saya pikir belum walaupun secara empiris bisa ya secara penelitian seterusnya mungkin bisa. Tapi saya pikir ya ini kita perlu ee waktu yang cukup panjanglah. Setidaknya 10 tahun gitu ya baru kami pengin ini sharing kepada ee orang ee lebih banyak. Dan ketika kami sharing memang kami jelaskan juga fundamental tadi misalnya law of attraction itu kayak gimana sih? Itu apakah hasil pikiran doang atau ada hist back story-nya itu kayak gimana? Itu kami jelaskan. Jadi, ini kan hasil dari penelitian dari Rond dan kawan-kawannya itu mereka sebenarnya pengin memecahkan cuma satu pertanyaan. Kenapa sih ada orang-orang bisa sampai ke level wealth? Jadi kalau bahasa Inggris itu kan ada rich kaya dan ada wealth yang udah kaya raya tajir melintir. Mereka cuma pengin memecahkan satu pertanyaan tadi. Kenapa sih secara dunia mereka sampai ke titik itu? He cuman itu aja. Akhirnya mereka lakukan dua pendekatan yang namanya itu primary research dan secondary research. Primary riset itu kayak skripsi lah. Mereka wawancara subject matter. Kemudian secondary riset mereka melakukan literasi, kajian literasi manuskrip. Sayangnya mereka pakai banyak di zaman Romawi ya, manuskrip-manuskrip. Kenapa sih orang-orang kayak itu kayak gimana sih habit mereka, cara berpikir mereka? Mereka enggak ikutkan Al-Qur'an saat mereka kajian manuskrip-manuskrip itu. Kalau mereka ikutkan Al-Qur'an, wah saya yakin banget nih. Gitu ya. Jadi Quran. Akhirnya mereka tarik satu garis merah kan, benang merah. Kesimpulannya, oh ternyata key drivernya atau faktor utamanya. Kalau saya bilang faktor utama berarti kan ada faktor-faktor lain dong. Nah, faktor utama itu adalah mereka katakan adalah ketika mereka punya paradigma positif, h pikiran positif, perasaan positif. Mereka yakin berpikir yang baik-baik, maka kebaikan itu akan datang. Dan dalam Al-Qur'an kan banyak banget ya. Ya, kebaikan yang enau lakukan ya kebaikan itu akan datang ke dalam dirimu. Kezaliman yang kau lakukan ya bahkan kita dimintakan berlomba-lomba dalam kebaikan. Sekecil zarah pun itu diperhitungkan kebaikan kita dan kezaliman kita. Seperti itu. Nah, akhirnya jadilah kesimpulan itu mereka sebut sebagai hukum ketertarikan atau law of attraction based on dari riset tadi ya. Dan ketika mereka riset bukan cuma pengusaha yang mereka wawancara. Karena orang kaya kan bukan cuma pengusaha. He kaya itu kan bisa dari berbagai macam kalangan. Nah, enaknya ee sangat variatif. Ada pengusaha, ada dokter, ada hakim profesional sebelum mereka narik nih kesimpulan terkait dengan hukum ketertarikan. Ya, jadi saya pikir ya saya butuh pengalaman yang panjang juga nih ya untuk bisa membawa ini ke level yang lebih dalam lagi seperti menyampaikan ke publik dan seterusnya. Kalau dari 2008 sampai sekarang di 2025, Mas. Heeh. Hal apa yang paling yang menurut Mas Rudin itu paling menakjubkan dari Quran law of attraction yang Mas Rusdin terapkan sendiri atau mungkin yang Masin ketahui dari peserta-peserta yang paling wah gitu loh. Ada enggak? Ya. Jadi yang paling simpel sebenarnya ee ketika saya ketemu klien ini yang paling simpel dari yang paling simpel ketika kita deal dengan klien kalau di awal-awal kita sudah berpikir bahwa wah susah banget nih untuk deal. Enggak mungkin nih bisa deal project ini. Wah, susah nih project ini. Itu enggak kejadian. Tapi kalau kita sudah membangun dari awal itu ya, ah gampang nih jalanin projjectnya. Udah kita bayangin ini si klien pasti akan tersenyum nih. Dia tanda tangan nih projjectnya itu alhamdulillah dari project 400 jutaan, dari project 200 jutaan bahkan ya ee kita sampai dapat beberapa series project itu jauh lebih mudah karena apa ya sebelum ketemu kli kita sudah prasangka baik dulu sama Allah ya Allah pasti nih Allah bantu untuk gerakkan hatinya klien kami ini untuk mau deal dengan project. Nah, itu saya bilang momen-momen yang ee sederhana ya. Dan Allah masyaallah tabarakallah Allah sampaikan maksudnya Allah kabulkan itu ya karena kita bawa di dalam doa, dibawa di dalam afirmasi. Tapi yang paling bangat berkesan itu sebenarnya ee apa namanya? Ketika saya menemukan jodoh. Nah, ketika menemukan pasangan banyak yang mengalami sepertinya. Git. Iya, gitu. Nah, di sanalah paling berkesan ya maksudnya saya ee amalkan prasangka baik kepada Allah gitu ya. Saya yakin bahwa kita hidup pasti dikasih ee berpasangan dan saya harus ngerti juga kriteria apa. Jadi kan harus clear keinginan kita itu apa, kriteria yang kita pengin itu kayak gimana gitu ya. Nah, itu kita bawa di dalam afirmasi, dibawa di dalam doa. Dan itu benar, masyaallah tabarakallah sehingga istri saya itu adalah pembaca buku saya gitu ya. Jadi ya sevibrasi nih berarti kan udah keekonnect nih. Nah itu paling berkesan banget. Saya sangat bersyukur banget Allah kirimkan jodoh gitu ya. Allah kabulkan doa-doa kita, afirmasi kita sehingga alhamdulillah sama-sama kita couple priner karena memang pengin dapat istri yang bisa ee kita jalan sama-samalah couple prer dan alhamdulillah itu yang paling apa namanya paling berkesan menemukan pasangan hidup yang sevibrasi. Yang sevibrasi. Masyaallah. Heeh. Nah, oke, Mas ya. Jadi menurut saya juga buku bisa terjual dari 1 juta eksemplar itu masyaallah ya sangat wow banget gitu loh. Sangat magic banget. Banyak banget Mas R juta itu. Nah, maksudnya kok bisa mencapai di titik itu seperti apa perjalanan buku itu sendiri, Mas? Iya. Jadi di zaman COVID sewaktu itu kita kan saya punya bisnis, bisnis to bisnis ya, consulting, bisnis consulting. Nah, salah satu yang kami pegang waktu itu Alpawan ya. Alpha itu motor listrik. Jadi dia dari awal dari belum jadi motornya sampai dia jadi motornya. Nah, itu kita dampingin dari market, size, dan lain-lain itu kami kasih konsultasi di sana. Nah, tipe-tipe klien seperti itu ketika di zaman COVID itu kan pada putus kontraknya karena mereka kan lagi suver juga. Betul. Betul gitu ya. Kelain dari ee Tunisia, dari ee Timur Tengah kita punya dari Afrika ya punya dari Yunani juga kita punya itu mereka putus tuh ya. Nah, di saat itulah istri ini pasangan hidup lagi nih ya bicara. Nah, ee eh gimana kalau kita update lagi nih buku Quran Law of Attraction? ada something enggak yang bisa kita apa namanya berikan ke lebih banyak orang. Nah, waktu itu kami tulis dua buku. Yang buku pertama itu saya tulis buku agar Konsumen Jatuh Cinta pada produk Anda di pandangan pertama. Yaitu pengalaman kami dalam running bisnis lah. Gimana mengembangkan bisnis-bisnis klien. Misalnya klien yang dia cuma li kontainer, masyaallah tabarakallah setelah kami tanganin dia bisa 60 kontainer di Indonesia. Nah, kami tulis tuh gimana cara bangun ininya bisnisnya. Qadarullah. Buku itu mungkin enggak sekencang ya daripada buku yang quranik law of attraction. Karena mungkin di zaman itu di zaman COVID orang mungkin punya hard skill punya tapi soft skill-nya, motivasinya, mindsetnya mungkin lagi jatuh-jatuhnya. Nah, sehingga momen itu saya masuk ya kita update buku Qurani Clow of Attraction. He. Dan alhamdulillah, masyaallah ee banyak masyarakat banyak yang menerima ee buku kami. Kemudian muncullah TikTok ee TikTok kita ada di TikTok. Kemudian tim saya bilang, "Oke, kita di Facebook." Jadi tim-tim saya yang mengerjakan B2B karena enggak ada project enggak bisa tuh mereka di kantor rukuk tuh selalu didatangin tuh sama Satpol PP. Saya bilang, "Udah, udah, udah kalian udah di apa di kosan saya waktu itu saya punya kosan ada lima kamar ya. anak koson sudah pada cabut semua kan. Ya udah ee karyawan saya, rekan kerja saya, kalian kerja di sana deh. Jangan ke mana-mana di sana aja makan di situ. Saya buatin ruang kantor di situ. Nah, mereka jalanin tuh ya videonya dan seterusnya di meta metanya di Facebook, di TikTok dan seterusnya. Nah, akhirnya alhamdulillah tabarakallah ya itu terus ee terus berkembang. masuklah di TikTok Shop dan lain-lain. Kemudian akhirnya kita di ujung-ujungnya kita lakukan apa namanya seminar. Itu pun seminar karena permintaan banyak pembac dari banyak pembaca gitu ya. Ee karena mungkin ada pembaca yang mungkin hanya baca buku dia bisa paham. Tapi ada juga pembaca selain dia baca buku dia pengin juga experience lebih kan. gimana sih ada di dalam ee mempraktikan ini gimana mereka enggak cuma pengin baca tapi betul ada step by stepnya alhamdulillah ee akhirnya ya ee bukunya alhamdulillah jadi bestseller ya sempat nomor satu juga ya di TikTok Shop dan seterusnya seperti itu. Insyaallah. Iya. Nah, akhirnya saya nulis buku yang lain juga. Akhirnya muncullah divisi baru namanya itu Inbook Store. Nah, Inbook Store ini inspiration book ya. Nah, saya diprotes sama teman-teman saya. Nah, ee mau buat buku, nulis buku, mau buat toko pugu. Saya bilang iya. Dia bilang, "Indonesia jangan." Hm. Jangan. Itu kamu daya baca orang Indonesia itu dikit katanya. Ee di ASEAN kalau ada data UNESCO atau badan internasional itu kita paling baca buku ya, paling rendah baca buku. Kalau baca HP mungkin paling tinggi gitu. Saya bilang enggak enggak. Saya bilang justru ini peluang bagi kita untuk improve daya baca umat dengan menyiapkan buku-buku yang relevan, buku-buku muslim motivasi. Sehingga kita buat satu campaign eh one book, one day, one inspiration book sebanyak sampai 365 hari. Cuma program itu belum kita rilis karena judul buku yang saya tulis baru belasan buku, belum sampai 365 buku. bulan ini nulis tiga buku lagi. Jadi, begitu sampai 365 judul, mendekati 365 judul, kita akan on. 1 hari harus ada satu buku yang dibedah secara online, secara live dan seterusnya. Berbagai channel enggak ada liburnya gitu ya. Nah, akhirnya ya muncullah yang namanya divisi ee buku kami. Akhirnya ya begitulah pertumbuhannya. Insbook store. Insbook store ya. Jadi kalau dulu diterbitkan orang lain, sekarang diterbitkan sendiri begitu. Betul. Sudah diterbitkan ee termasuk juga Quranic law of attraction yang baru yang ada update itu juga sudah di sudah sendiri. Oh. Kita sudah terbitkan dengan apa? Dengan entitas penerbit kita ee sendiri karena ee hak ciptanya sudah habis lama dari Mizan sudah balik lagi ke ke penulisnya. Masyaallah. Bagaimana caranya, Mas, bisa sangat produktif? Menurut saya sangat produktif sekali ya. Heeh. Saya juga pernah ada keinginan, Mas, menulis buku, tapi sampai sekarang belum ada satu buku buku pun yang terwujud. Nah, saya lihat Mas Rin kok kayaknya mudah gitu nulis mudah banyak buku yang ter kemudian bisa tertulis dari itu Mas Rjin semua kan yang nulis dari belasan buku itu. Iya. Baru baru saya yang nulis. Kok bisa ya saya terapkan Quran Cloud of Attraction Method yang saya sebut sebagai soul writer. Menulis dengan jiwa. Wah, gimana tuh? Iya. Jadi gini, misalnya kalau kita nulis buku kadang-kadang ada stuck ide. Betul? Ada stuck ide. Salah satu metodenya itu sebelum kita tidur malam gitu ya, kita syukuri dulu berapapun halaman yang kita tulis dan kita harus kasih keyakinan di alam bawah sadar kita sebelum kita tidur. Kita bilang esok harinya pasti Allah kirimkan ide-ide terbaik. Pasti Allah bukakan ide-ide yang terbaik. Dan ketika saya lakukan itu terus, masyaallah besok itu wah ide itu mengalir ee mengalir e luar biasa. Oleh sebab itu, kemarin terakhir saya buat seminar des writer karena saya pengin 365 judul ini kalau bisa bukan saya aja, tapi ada juga penulis-penulis lain yang mau juga menulis. Jadi tekniknya kayak gitu. Ee sebelum nulis ada juga gimana kita menyiapkan ya menyiapkan diri kita sebelum kita menulis. Karena menulis itu ee saya yakin setiap kita pasti bisa menulis lah ya di ini. Tapi untuk menghidupkan ide berarti kan kita harus apa? Pasrah sama Allah, prasangka baik kita kepada Allah. Pakai metode visualisasi sebelum kita menulis di hadapan laptop. Biasa kan kita buka laptop nulis enggak gerak-gerak itu kan masih halamannya kosong. Karena kita belum menulis di alam bawah sadar kita. Saya bilang nulis di dalam batin dulu. Jadi begitu buka laptop udah banyak ide dan enggak bisa kita stop malah gitu. Karena sebelum kita duduk kita sudah membangun tadi visualisasinya ada, afirmasinya ada, sehingga motivasinya akan tinggi setiap kita habis salat, habis berdoa. Jadi nanti ada ilmunya juga ketika ilmu berdoanya ya. Ee ini yang sering saya bilang kami kan mengkaji. Jadi di LOA itu ada yang namanya kekuatan meminta. Itu mereka selalu sebut minta. Kamu harus minta. Di dalam Islam kita punya yang namanya doa. He ya. Nah, banyak kami kaji doa para nabi dan rasul itu mereka menggunakan kalimat langsung. Kalau bahasa Indonesia kan SOK ya, subjek, predikat, objek, keterangan. Tapi nabi dan rasul itu kalimat langsung jarang pakai semoga. Jarang pakai kata mudah-mudahan ketika mereka meminta kepada Allah. Jarang sekali ya. Langsung direct misalnya ya Rabb, ya raz itu memang perlu asma Allah ya. langsung minta mudahkanlah, lapangkanlah ya bukakanlah, ampunilah kalimat-kalimat yang langsung. Ada yang pakai semoga tapi jarang. Dari kajian kami di dalam Al-Qur'an struktur saya bicara struktur doanya ya. Doa itu macam-macam. Permintaan Nabi dan Rasul itu macam-macam tapi strukturnya hampir mirip sama menyebut asma Allah dan langsung minta. Ketika saya belajar NLP neurolangu programming merinding saya. Ternyata apa? Doa nabi dan rasul ini yang langsung minta kayak gitu menunjukkan level keyakinan mereka sama Allah sangat tinggi. Imannya luar biasa gitu ya. Iya. Dan bahkan saya bilang di hadis yang sahih Bukhari itu kita bahkan diminta berdoa itu jangan terlalu puitis. Jangan terlalu puitis. Misalnya, "Ya Allah berikanlah rezeki kepada saya jika Engkau menghendaki. Ya Allah ampuni saya jika Engkau menghendaki." Itu dilarang. Hadisnya sahih. Karena apa? kita berdoa enggak mantap gitu. Kalau mau minta minta aja tu the point. Nah, biasa pengusaha itu tanya, "Wah, saya pengin minta sama Allah apa usaha laris, manis, berkah, lancar jaya." H bisa enggak kayak gitu? Saya bilang, "Bisa, bisa aja. Cuma yakin enggak minta kayak gitu?" Enggak yakin katanya. "Lah ee sampean mau minta apa di bisnisnya?" "Oh, minta sekian orderan. 1000 orderan tiap hari." Ya udah, minta aja sama Allah. Ya Allah. sehingga kita punya yang namanya formula di dalam doa. Kita sama ketika kita menulis di bawah di dalam doa ada formulanya, "Ya Allah mudahkanlah saya untuk menulis buku motivasi Islam." Sebutkan alasannya apa ya alasannya yang kita libatkan Allah dengan menulis ini bisa mencerahkan. Ya Allah berikan kemampuan saya menulis dua buku di bulan ini. Jadi kita targetnya sudah ada, punya motivasi. Alasannya apa? Allah dengan buku ini bisa menginspirasi lebih banyak orang lain, bisa jadi jalan rezeki dari Engkau ya Allah dan seterusnya baru kita lakukan manifesting. Nah, ada metodenya lagi manifesting visualisasi sehingga ketika kita berdoa doa itu ada impact dalam dalam diri kita, setidaknya semangat kita, gitu. Dan kita enggak mikir lagi itu mau dikabulkan hari ini, besok, lusa, don't care. Karena kita yakin Allah pasti tolong kita di dalam doa-doa kita. Sehingga yang namanya ya pasang surut ya itu normal ya. Ada kad semangat, ada kadang-kadang kita enggak semangat. Tapi kalau ada metode ini, setidaknya ketika kita enggak semangat bisa cepat itu balik. Kita enggak butuh harus berhari-hari gitu ya. 1 2 jam balik lagi ketnya semangat lagi, nulis lagi apa? Bangun karirnya, bangun usahanya gitu ya. Usaha lagi enggak baik-baik aja, jatuh bangun. Oke, mungkin mungkin 1 2 jam kita ngerasain itu manusiawi. Nah, kita pakai metode yang tadi yang yang Quran Club of Attraction. Bangkit lagi kita ya, semangat lagi kita bahkan dapat ide-ide yang enggak pernah kita pikirkan ya. Dapat jalan keluar yang enggak pernah kita pikirkan. Karena kita prasangka baik sama Allah kan bagian dari takwa. Heeh. He. Bagian dari keyakinan dan bagian dari tauhid. Sehingga saya bilang kalau pagi-pagi melakukan afirmasi kita pakai surah almulk ayat 15. Di sana Allah katakan seperti ini, "Aku jadikan bumi ini mudah untukmu, maka jelajahilah." Aku jadikan bumi ini mudah untukmu dijelajahi, maka jelajahilah di segala penjuru. He. Jadi sebelum Allah minta kita jelajahi bumi ini, Allah sudah kasih ikrar di depan, statement di depan. Aku jadikan mudah kok. Heeh. Itu jadi kalau kita tarik ke bisnis, ke bisnis kita, ke bangun karir kita di kantor gitu ya, jangan belum apa-apa kita sudah ngerasa susah. Wah, ini baru mau bangun bisnis udah di pikiran kita udah susah ini. Tapi kalau dia pakai afirmasi surat Almulk ayat 15 ini, dia langsung yakin. Yakin kalau Allah pasti bantu kok. Allah pasti bantu. Jadi sebelum dia ngembangin bisnis atau sedang proses ngebagin bisnis, udah yakin duluan dia Allah pasti bantu kok. Allah pasti mudahkan. Sebenarnya kalau afirmasi yang benar gitu menurut Mas Rudin seperti apa? Nah, akhirnya kita pakai rumusan tadi. Jadi sebelum bangun tidur kita ada rumusnya. Kita kan senang banget ya rumusan-rumusan, formula-formula agar lebih gampang kita praktik. Iya. Jadi kita harus menyebutkan kalimat saya yakin Allah pasti mudahkan saya melunasi utang-utang saya, mendatangkan 1000 konsumen di dalam bisnis saya. Jadi Allah dulu saya yakin Allah pasti bantu saya sebelum subuh, saat mau bangun tidur. Kenapa saat bangun tidur? Karena gelombang otak itu yang logiknya itu belum 100%. Heeh. He. Jadi cepat itu logika kita enggak ngelawan keyakinan kita. Karena kan baru bangun ya, masih gelombang otaknya masih kayak gitu sehingga sangat mudah dia kita tanam di alam bawah sadar kita. Itu itu sangat mudah sehingga membentuk belief system kita, keyakinan kita diucapkan berkali-kali begitu. Diucapkan berkali-kali. Ya, saya yakin Allah pasti mudahkan saya. Karena secara natural ketika kita bangun tidur kemungkinan kita akan ingat-ingat masalah kita. He banyak banget tuh pasti pertanyaan-pertanyaannya. Eh, hutang saya gimana ya? usahanya nanti gimana, gaji karyawan nanti gimana, uang sekolah anak gimana, biasa itu dulu yang muncul kan. Nah, itu kita kita ganti. Saya yakin Allah pasti mudahkan saya, sebutkan keinginannya. Saya yakin Allah pasti tolong saya, sebutkan keinginannya. Nah, dengan begini saya bilang itu sudah bernilai kebaikan sama Allah. Sudah bernilai kebaikan. Karena apa? Ketika kita berikrar kayak gini, berarti kan kita sudah memantapkan diri bahwa tidak ada yang bisa mudahkan kita, tidak ada yang bisa bantu kita kecuali atas izin dari Allah. Jadi, setiap kita bangun pagi, kita sudah bertauhid loh ini sama Allah. Bukan hal yang ee bukan hal yang apa namanya? Jangan dianggap remeh gitu. Bangun tidur kita sudah bertauhid kepada Allah sehingga apa? Insyaallah hari selanjutnya akan enak tuh. Jangan sampai kita bangun tidur mulai itu emosi, marah-marah. Bisa jadi anak kita yang pergi sekolah hari-hari biasa, biasa-biasa aja, lancar-lancar aja, tapi kita bangun pagi udah vibrasi negatif, pengeluhan, eh tiba-tiba dia nangis, tiba-tiba susah dia disuruh pergi sekolah gitu ya. Jangan karena apa ya, vibrasi itu juga bisa memberikan impact kepada ee apa namanya orang sekeliling kita. Siap. Nah, kemudian setelah afirmasi benar katakanlah udah benar nih dari pagi sudah afirmasi itu dikatakan berapa kali berarti? Eh, terserah bebas senyamannya aja. Satu kali, dua kali gitu ya, tiga kali senyamannya aja. Dijadikan wiritan gitu ya. Ya, cuma harus rutin. Kenapa rutinus? Karena kita perlu memasukkan ke alam bawah sadar kita. Oke. Dan alam bawah sadar ini dia itu enggak ngerti dan dia enggak bisa memfilter. Mau baik atau negatif, mau nyata atau tidak nyata, itu diterima sama dia, tertanam. menjadi belief system kita. Nah, di dalam hadis banyak banget bicara belief system. Misalnya apa? Kita itu dilahirkan dalam keadaan fitrah. Heeh. Yang membuat kita itu Nasrani, bajusi itu adalah lingkungan kita, keluarga kita gitu ya. Dan Rasulullah bilang kalau kita gaul sama tukang minyak wangi, kita dapat minyak wanginya lah. Harumnya lah. Pandai besi kita dapat ee panasnya. Artinya apa? Membangun di belief system kita. Kalau ee mungkin kita kan enggak semua berasal dari keluarga yang baik-baik aja kan. Bisa jadi belief system ini kita kebentuk dari keluarga kita, apa yang kita nonton, apa yang kita dengar itu kan mempengaruhi itu di belief sistem kita. Sehingga apa-apa kita, wah kayaknya susah ya, kayaknya enggak bisa ya gitu ya. Ada anak kita datang gitu ya, Abi, Umi, Ayah, Bunda. Suatu waktu saya mau buat 100 perusahaan. Setiap perusahaan ada 100 karyawan. Tiba-tiba dengan otomatis, spontan kita langsung bilang, "Eh, kamu itu halu tuh. Udah, udah belajar, belajar, belajar sana." Ini artinya kita sedang menyuntikkan ke alam bawah sadar anak-anak kita terkait dengan ketidakmungkinan. Nah, harus hati-hati. Jadi secara spontan kalau kita bilang misalnya nih ada orang datang ya ngajak kita haji umrah. Eh, tahun depan kita haji umrah yuk. Tiba-tiba Anda langsung bilang, "Wah, jangan ajak-ajak saya umrah. Jangan ajak-ajak saya haji. Utang aja masih di mana-mana, tabungan belum ada, gaji juga masih gini-gini doang." Itu artinya di belief system kita sudah tertanam kuat terkait dengan ketidakmungkinan. Nah, itu harus dirubah. H banyak saya tanya bisa dirubah enggak? Saya bilang bisa. Bisa dirubah ya tadi dihic tadi melalui afirmasi tadi dan dia repetation berulang-ulang lama-lama akan sendiri. Otomatis. Iya. Sampai dia otomatis. H setelah afirmasi nanti ada yang namanya doa. Nah, kita bawa di dalam doa ya. Nanti ada doa. Nanti doa itu ada metodenya formula formula formula lakukan visualisasi lakukan manifesting. Nah, nanti kalau diulang-ulang itu akan menancap tuh akan makin yakin kita. Dan kalau di malam harinya saya sangat sarankan itu lakukan syukur. Hm. Apapun sekecil apapun yang kita dapatin hari itu harus kita syukuri. Alhamdulillah hari ini sudah bisa ngantar anak-anak saya ke sekolah gitu. Jadi saya kasih dua formula syukurnya. Saya bilang satu, kita syukuri aja. Yang kedua kita kuatkan dengan doa. Misalnya nih, alhamdulillah hari ini saya sudah ngantar anak-anak saya sekolah. Jadikanlah anak-anak kami anak yang saleh salehah, bermanfaat buat agama, bangsa, dan negara. Alhamdulillah hari ini sudah bisa buatin apa suami sarapan, makan malam. Jadikanlah kami keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah. Atau alhamdulillah hari ini dapat 10 orderan gitu ya. Pinginnya 1000 orderan. H. Alhamdulillah hari ini dapat 10 orderan. Saya yakin ya Allah 10 orderan ini sebagai proses untuk menuju 1000 orderan setiap harinya. Jadi kita tidur dengan ini karena alam bawah sadar itu ketika kita tidur dia on. Enggak tidur dia on. Kayak misalnya ya saya bilang kalau Bunda punya anak biasa anaknya ditidurin ee ditidurin. Setelah tidur bundanya kan tidur tuh. Tapi kalau anaknya gerak sedikit, batuk-batuk dikit, bundanya bisa langsung lompat. Heeh. Karena apa? Alam bawah sadarnya itu enggak tidur. Dia on 24 jam. Ya, seperti itu. Jadi ee apa namanya? Masyaallah. Kalau teman-teman bisa lakukan di pagi hari kemudian dibawa di dalam doa, kemudian dibawa di dalam syukur, insyaallah kemudahan itu datang ke dalam ee kehidupan-kehidupan kita. Apalagi kalau kita berdoa, doa itu sudah masuk nih ke alam bawah sadar kita. Heeh. Kan kita latihan doanya scripting. Setelah kita scripting, kita coba masukkan ke alam bawah sadar. Setelah sudah masuk dalam bawah sadar, ya enggak usah dibaca scriptingnya. Kita bisa baca doa kita di waktu-waktu mustajabnya doa, di golden moment of doa atau di tempat-tempat mustajabnya doa kayak di depan Ka'bah dan seterusnya. Tapi harus kita uji. Sudah masuk belum di alam bawah sadar kita? Cara ngujinya adalah ketika bangun tidur kemudian saya tanya, "Doa kamu apa?" Tiba-tiba spontan dia bisa ucapkan. He. Berarti itu sudah masuk ke dalam bawah sadar. Tapi kalau dia bilang keinginan kamu apa? Doa kamu apa? Terus masih mikir apa ya? Apa ya? Dan kebanyakan gini, kalau saya biasa ya ketemu dengan yang konsultasi saya nanya, "Keinginan kamu apa?" Dia enggak ngerti, enggak bisa mengidentifikasi apa yang dia inginkan. Nah, gimana mau memasukkan ke dalam alam bawah sadar kita? Oke. Nah, seperti itu. Nah, oke. Jadi seperti itu formulanya ya. Saya juga banyak inset banget. Nah, kalau Mas jadi kalau nih kadang-kadang kalau kita sedang on on itu kan bagus banget ya. kita selalu dalam oke nih on the track gitu ya. Dari pagi kita sudah afirmasi, sudah doa-doa kita lantunkan, kemudian malam juga sudah bersyukur. Tapi kadang-kadang ketika ujian datang atau kita tidak posisi dalam posisi fit gitu kan kadang-kadang kayak drop gitu ya, Mas. Nah, itu untuk bisa kembali tadi juga dikatakan bisa kembali cepat he 1 jam 2 jam itu seperti apa ya metodenya pakai duha effect saya sebut di dalam Quran yang keluar kita sebut the duha effect. Duha efek ini kami ambil dari surat Adduha. Dari ee asbabun nuzulnya surat Adduha ini ketika Rasulullah di titik terendah kalau bisa dibilang karena wahyu enggak datang-datang, malaikat Jibril enggak datang sampai Rasul di sekeliling orangnya Rasulullah itu sudah mengatakan Tuhan kamu sudah melupakanmu. Iya. Iya. Nah, di situlah turunlah surat Adduha. Nah, di sanalah Rasulullah direminder ya, bahwa Allah tidak melupakanmu, kami tidak meninggalkanmu. Tapi yang menarik adalah kalau kita kan biasanya dilarang untuk mengingat masa lalu. Benar enggak, Mas? Wah, kamu jangan ingat-ingat masa lalu. Tetapi dalam surat Adduha ini justru disuruh ingat masa lalu. Bukankah kamu dulu anak yatim ya, kemudian kami berikan petunjuk. Bukankah dulu kamu enggak punya apa-apa kemudian kami kasih kecukupan. Artinya ketika kita lagi di titik terendah, lagi enggak on, lagi enggak baik-baik aja, kita bisa mengingat momen masa lalu. Tapi yang kita ingat itu adalah momen-momen yang lagi enak-enak. Momen-momen yang kita ditorong sama Allah. Momen-momen usaha kita lagi bagus-bagusnya. Sehingga apa? Kesyukuran itu hadir. Ya, kesyukuran itu adil. Alhamdulillah, ya Allah. Terima kasih banyak, ya Allah. Dengan begitu kita kan minta ampun sama Allah, beristigfar sama Allah. bahwa kita enggak boleh kita bilang, "Seandainya dulu saya enggak gini, seandainya dulu saya enggak buka usaha ini di tempat ini, wah kayaknya saya enggak kayak gini, enggak boleh." Jadi, kita harus ingat momen yang happy-happy masa lalu. Timbul perasaan syukur kita, timbul perasaan kita istigfar, minta ampun. He. Karena gini, Nabi Yunus Alaih Salam itu kan mau lari dari realita. Heeh. Dia hopless banget. Udah dakwah sama umatnya, tapi dicuekin. Enggak ada yang berubah tuh. dia mau lari dia akhirnya benar-benar lari lari masuk kapal. Nah, ini sudah banyak yang tahu ya. Dipikir masalah selesai masuk kapal mah masuklah beliau ke lautan ya. Di lautan dipikir selesai masuk di dalam perut ikan. Di sanalah beliau sadar dan beliau mengakui itu dengan dengan istigfar minta ampun sama Allah. Jadi kalau kita masih di titik terendah boleh kita ingat-ingat masa lalu kita yang enak-enak. Saya yakin kita punyalah. Enggak mungkin selama kita hidup 30 tahun, 40 tahun misalnya usia 40 tahun enggak ada momen-momen enak. Enggak mungkin. Mustahil kayaknya. Nah, ingatlah momen-main itu. Rasa syukur kita datang, tobat kita, istigfar kita lakukan, insyaallah kita akan bangkit lagi ya. Yakin lagi sama Allah kayak gitu. Heeh. Itulah dia duha efek. Jadi kalau di salat duha, setelah salat duha ingatlah momen-momen yang enak-enak dulu. bersyukur, berdoa juga di situ sama Allah biar nanti balik balik dengan cepat gitu ya. Balik dengan cepat. Dan ini kan teguran juga, reminder juga kan dari Allah kepada Rasulullah sallallahu alaihi wasallam sehingga bangkit lagi semangatnya Rasul Sahi Wasam. Alhamdulillah Al-Qur'an kalau kita tahu ya kayak gimana proses turunnya dan lain-lain itu menggambarkan juga kehidupan kita gitu. Saya dibilang udah oh punya konsep Quran law of bukan berarti enggak ada ujian ya enggak kayak gitu ya banyak juga ujian sama gitu cuma ya ada metode-metode sebagai ikhtiar kita untuk bisa kembali ke trek gitu ya keluar trek ya wajar ya ee sili berganti naik turun seperti roller coaster ya bagian dari kehidupan kita nabi dan rasul aja seperti itu kemudian kita berekspektasi enggak kayak gitu ya enggak juga gitu tapi kita punya metode untuk kita balik ke TRK kita. Masyaallah, mantap sekali. Udah enggak terasa sudah hampir 1 jam, Mas. Biasanya kita kita durasinya di 1 jam. Nah, barangkali teman-teman di sini gitu pengin mengunjungi seminarnya atau membeli buku itu di mana sih, Mas, bisa didapat? Jadi kita ada di account @quranic law of attraction itu ada di Instagram, di sosial media lah itu ada. Kemudian kalau di apa TikTok Shop kita punya namanya Stores gitu. Jadi atau teman-teman tinggal apa googling aja ya. Insyaallah insyaallah ada. Kalau seminarnya juga ada di situ ada ada seminarnya, ada bukunya termasuk ada untuk yang Muslim personal growth yang saya bilang adalah mindset ID. Kita juga punya satu lini baru. Apa yang konsultan tadi itu bukan? E bukan ini yang Mindite ID ini Muslim personal growth. Jadi bagaimana kita ingin semua muslim bukan cuma ibadahnya tapi dari sisi kesehatannya, dari sisi berpikirnya. Nah, di sana ada e-course Qurani Cloud of Attraction, ada e-cource tentang jenazah, membandingkan jenazah, ada e-corse angkat beban ya. Muslim angkat beban dari rumah karoke keji malu-malu gitu kan. Nah, dari rumah angkat beban biar apa? Biar salatnya itu enggak gampang capek. Oh. Biar nanti apa? Umrah, haji ya enggak gampang. Iya. Heeh. Jadi di ya sebagai bagian ikhtiar ya. Iya. Iya. I itu tadi di apa? Di di @quranic law of attraction ya. Nanti Muslim personal growth namanya itu mindsite. Oh website berarti ya. Website-nya adaite.id. Di situ nanti ada banyak ee gitu ya maksudnya tinggal dipilih gitu ya. Iya. Kalau buku insbookstores.com banyak sekali. Nanti saya tampilkan aja di bawah ya. Boleh. Oke, Mas. Terima kasih sudah jauh-jauh datang ke Tulungagung untuk Sama-sama. Terakhir, Mas untuk ee teman-teman kita yang sudah menonton sampai sejauh ini. Closing statement dari Mas Rusdi ya. Eh, di titik terendah dalam hidup kita, Teman-teman lagi enggak baik-baik aja, maka yakin teman-teman harus yakin ujung-ujungnya Allah pasti tolong kita. Ujung-ujungnya Allah pasti mudahkan kita. Syaratnya adalah yakin dengan terus berprasangka baik kita kepada Allah azza wa jalla. Insyaallah Allah gerakkan alam semesta ini untuk mendukung kesuksesan dan kebahagiaan teman-teman. Amin. Amin.