Anak Muda Sukses Usaha Sampingan Budidaya Kura-Kura Brazil, Cuannya Lumayan
EXAQPRmxWK8 • 2025-06-16
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
[Musik]
Kalau di tahun pertama itu saat saya
carikan pejantalnya, Mas ya, itu mau
bertelur namun tidak fertil, Mas. Karena
itu indukannya pejantannya kurang spek
untuk indukan. Akhirnya dari yang
pertama itu sekitar 15 sampai 10 telur,
Mas. Itu enggak jadi semua. Semua
kempes, enggak fertil.
[Musik]
Kalau kura-kura alhamdulillah kolam
kolam sama pakan alhamdulillah tidak
ambil dari pekerjaan lainnya Mas.
Jadinya untuk penjualan itu saya putar
lagi ke ee kura-kuranya sendiri. Bisa
untuk pakan, bisa untuk perlengkapannya
dia seperti untuk basking, seperti
kolamnya, pembenahan seperti itu. Dan
untuk makan sendiri e setiap penjualan
saya sisihkan, Mas.
Kan 10% lah 10% untuk beli pakan lagi
kan. Kalau kura-kura sendiri kan untuk
hiburan Mas, untuk hiburan untuk hobi
ngoten. Terus masalah dia terjual terus
menghasilkan cuan itu adalah bonus dari
Gusti Allah. Masalamualaikum
[Musik]
warahmatullahi wabarakatuh. Perkenalkan
nama saya Ruli Effendi, owner dari Puno
Turtle, Pertenak Kura-kura Brazil di
daerah Ngaringan, Kecamatan Handusari,
Blitar. Kalau kura-kura ini, Mas, ya,
saya masih 2 tahun kebelakangan ini nih,
Mas. Sebetulnya sebelum kura-kura ini
saya basicnya di rosokan, Mas, bersama
Bapak lah. Setelah itu di tahun 2020
saya juga mengembangkan usaha lagi,
yaitu seni paper cutting, yaitu seni
ukir kertas. itu semacam kertas terus
disketsa seperti itu di cutting
menggunakan cutter dan setelah tahun
berikutnya saya mengembangkan lagi Mas
di situ itu ada seperti hantaran
souvenir terus buket seperti itu. Terus
di 2 tahun kebelakangan ini itu saat
ambil rosokan juga Mas kebetulan. Nah
saat ambil rosokan itu ada orang yang
mau membuang kura-kuranya Mas ada buang
kura-kura. Terus Bapak bilang, "Itu mau
diapain, Bu? kura-kuranya mau saya
buang, Pak, di sungai loh. Eman, Bu,
daripada dibuang, buat saya aja loh.
Sampean mau tahu mau. Akhirnya dibawalah
sama Bapak lah. Saat dibawa itu kan
sekaligus sama storan, Mas. Lah di situ
itu ketemu sama bosnya ingin juga mau
dibeli kura-kuranya itu. Tapi sama bapak
enggak boleh. Dikasihkanlah satu kan
dikasih tiga, tiga ekor. Kebetulan itu
semua adalah betina. Dikasihkan satu,
yang dua dibawa pulang dan saya
peliharalah. Nah, setelah itu saya
carikan pejantannya, Mas. Di tahun
pertama itu saya carikan pejantan. Namun
di tahun pertama itu kurang spek Mas.
Karena pejantannya itu terlalu tua dan
kurang produktif untuk dibudidayakan
seperti itu. Awalnya cuma hobi, Mas.
Sebetulnya dulu itu saat sekolah juga
pernah memelihara kura-kura, namun mati
dikarenakan belum tahu ilmunya. Wis
pokoknya syukur memelihara lah seperti
itu. Banyak yang Mas yang bertanya
seperti itu. Karena dari tempurung itu
kelihatannya seperti sama Mas. Padahal
itu ada beda di kuku bagian depan, Mas.
Kuku bagian depan kalau jantan itu
cenderung panjang, Mas. Sama ekornya itu
besar. Terus dari ukuran tubuh pun
dengan umur yang sama jantan itu lebih
kecil dari betinanya. Untuk betina
sendiri kuku cenderung pendek rata gitu
seperti itu. Terus ekornya pendek,
badannya gemuk seperti itu untuk bedain
antara jantan dan betina. Kalau di tahun
pertama itu saat saya carikan
pejantannya Mas ya, itu mau bertelur
namun tidak fertil Mas karena itu
indukannya pejantannya kurang spek untuk
indukan. Akhirnya dari yang pertama itu
sekitar 15 sampai 10 telur, Mas. Itu
enggak jadi semua. Semua kempes, enggak
fertil. Dan akhirnya di tahun kedua saya
tanya-tanya ke sesama breeder, terus
sesama teman dari Blitar itu ada teman
dan senior saya Mas Asep dan juga dari
Jember Mas Beni. Itu kita sharing lewat
WA, Mas. Kita cari gimana sih cara
indukin kura-kura Brazil biar bisa
bertelur, bisa netas dan sehat-sehat.
Akhirnya dikasih tahulah ternyata di
Blitar itu juga banyak Mas pencita
reptil khususnya di kura-kura. Akhirnya
saya cari di grup itu. Alhamdulillah
dapat. Di tahun kedua mulai saya
campurkan dengan indukan saya yang lama.
Alhamdulillah mulai bertelur. Dari
sekitar 25 telur itu menjadi 10 telur,
Mas. Meningkat. Nah, itu bisa menetas
dan itu kebanggaan luar biasa, Mas.
Seperti itu karena prosesnya agak
panjang.
Ee kalau kura-kura tidak, Mas. Karena
kura-kura Brazil itu sangat mudah
pemeliharaannya. Itu bisa disambi, Mas.
Saya e ternak kura-kura ini bisa saya
sambil kerja, Mas. Ini mengurusnya saat
sore setelah pulang kerja atau bikin art
saja. Karena kura-kura Brazil sering
disebut juga dengan nama kura-kura
sejuta umat. Karena saking mudahnya
untuk memelihara seperti itu. Kalau
kura-kura itu kan biasanya kalau ikan
harus pakai filter, harus diarinya
selalu bersih. Itu kalau kura-kura
tidak, Mas. Air keruh pun juga bisa
hidup, Mas. Iya, seperti itu. Jadinya
lebih enak. Terus asalkan setiap kurang
lebih 2 minggu dua kali atau 2 minggu
sampai empat kali itu harus dijemur
katakan. Berarti 1 minggu dua kali jemur
itu bagus, Mas. Soalnya jemur itu
berguna untuk proses penumbuhan tubuhnya
itu sama sistem pencernaannya itu kalau
terkena sinar matahari itu lebih bagus
terus lebih cepat besar. Dan itu yang
penting kura-kura air ya itu ada air
sama ada daratannya. Istilahnya kalau di
Jawa itu adalah caring gitu loh.
Kura-kura sering caring seperti itu.
Kalau di sini kebetulan ada beberapa,
Mas. Tapi saya fokusnya di kura-kura
Brazilnya sama kura-kura ambenok di
sini. Kalau di kolam saya sendiri ini
ada unifilis, terus ada kura-kura daun,
terus ada lagi yellow belly. Itu masih
sejenis dengan kura-kura Brazil. Kalau
hidupnya itu kalau normal nggih bagus
pertumbuhannya terus pakai kasih
makannya juga rutin terus terjamin itu
sekitar 20 sampai 25 tahun tetap survive
Mas Seperti itu istilahnya tergantung
kita l kalau kita memelihara hewan
apapun itu kalau kita pelihara dengan
baik umurnya pasti akan panjang Mas
Namun kalau kurang ya itulah kita
namanya makhluk hidup enggak tahu
seberapa dia bisa survive
ngerawatnya gimana sehingga umur
kura-kura ni panjang? Kalau saya pakai
semi order, Mas. Semior. Jadi saya taruh
di luar ruangan sehingga saya setiap
pagi itu bisa terkena paparan sinar
matahari, Mas. Jadi dia caring sendiri.
Nanti kalau dia badannya sudah agak
panas dia selilem sendiri ke air seperti
itu. Kalau kura-kura res sendiri
sebetulnya full air juga bisa, Mas.
Cuman kalau kita ngonsnya itu mereka
enggak tahan lama, Mas. Iya, hidupnya.
Betul. Soalnya kalau di air itu dia
mampu bisa hidup sekitar 1 sampai 2 jam
itu di air nanti akan naik lagi. Soalnya
dia bernapasnya pakai paru-paru seperti
itu. Kalau itu kan masalah belajar, Mas.
Kita sering sharing sebetulnya pertama
itu Mas saya wah banyak yang mati Mas
karena belum tahu bagaimana cara
ngerawatnya. Ternyata sesimpel itu yang
penting ada air, ada darat sudah beres
sama pakan itu aja nanti kalau airnya
sudah koruh ganti dah seperti itu.
Pakannya apa, Mas? Eah kalau di saya itu
untuk sehari-hari Mas saya beri pakan
pelet bisa pakai pelet ikan, pelet lele
itu juga mau. Kadang juga saya beri
dengan sayur-sayuran, Mas. Bayam,
kangkung. Terus di sekitar tuh kadang
saya cari eceng gondok juga saya
masukkan dimakan, Mas. Mau? mau. Terus
untuk protein sendiri kadang saya kasih
ikan kecil-kecil, Mas. Ikan cere cetul
gitu loh. Itu untuk makannya. Sesekali
juga saya kasih siput keong sawah
seperti itu lah. Itu untuk meninggan
protein, mempercepat dia besar dan juga
metabolisnya bagus, Mas. Apalagi untuk
proses breeding. Kalau dikasih protein
yang tinggi dia akan cepat menelur, Mas.
Kalau di saya itu ya breeding ya jual
beli, Mas. Ya, seperti itu. Jadinya
kalau sudah ada yang siap jual ya saya
jual. seperti itu. Iya, betul, Mas. Jadi
selama saya kiprah di dunia
perkura-kuraan ini, setiap saya nyetok
alhamdulillah habis semua, Mas. Sekitar
kalau untuk sementara ini, Mas, ya, saya
belum berani nyetok banyak. Saya sekitar
kalau indukan sekitar 10 15 ekor lah.
Itu kan agak lama jualnya. Tapi kalau
babyan bisa 20 sampai 30 ekor setiap
bulan, Mas. Setiap bulan itu
alhamdulillah masih habis perputarannya
seperti itu. Ngih. Harganya berapa tuh,
Mas, yang kecil sama yang gede itu? Oh,
ya. Kalau tahun kemarin itu masih di
kisaran 30 sampai 35, Mas. Yang kecil
itu yang baby-babyan itu yang paling
laris. Tapi untuk sekarang harganya
banyak yang naik, Mas. Soalnya banyak
dari teman-teman breeding itu yang
enggak bisa menetas gitu. Akhirnya
harganya naik sekarang itu sekitar R5 ke
Rp40.000, Mas. Untuk satu ekornya
Babbian dari kura-kura Brazil. Kalau
besar di saya sendiri itu kisaran 180
sampai 250, Mas. Itu tergantung lihat
dari coraknya ya, Mas. Semakin coraknya
bagus terus cerah itu harganya lebih
mahal. Karena dari berawal nelateni Mas
dengan kita nelateni itu kemudian hari
kan besar seperti itu, Mas. Kan saya
tidak fokus di sini masih belum fokus di
sini. Jadinya saya juga bekerja sambil
memelihara kura-kura ini. Namun ke
depannya saya juga memiliki harapan
besar Mas. Semoga kura-kura yang saya
ternak, saya breeding ini bisa lebih
banyak lagi Mas. Soalnya dari peminat
sendiri khususnya untuk yang babyan itu
banyak yang meminati. Kalau besarnya ya
tergantung Mas ini menyesuaikan lah.
Soalnya kalau itu kan masalah Gusti
Allah masalah Gusti Allah yang tahu.
Terus kita wajibnya hanya ikhtiar
berusaha saja. Yang penting saya
berupaya untuk memelihara dengan baik,
mengasih makan dengan baik. Itu nanti
untuk hasil kita akan menuai di
belakang. Enggak apa-apa kalau kura-kura
alhamdulillah. kolam kolam sama pakan
alhamdulillah tidak ambil dari pekerjaan
lainnya, Mas. Jadinya untuk penjualan
itu saya putar lagi ke ee kura-kuranya
sendiri. Bisa untuk pakan, bisa untuk
perlengkapannya dia seperti untuk
basking, seperti kolamnya, pembenahan
seperti itu. Dan untuk makan sendiri
setiap penjualan saya sisihkan, Mas.
Saya sisihkan 10% lah. 10% untuk beli
pakan lagi. Kalau pemasaran saya lewat
online, Mas. online saya ada di
Instagram itu adalah Ponoartel 99. Iya,
kalau di Facebook itu ada di Pono kadang
juga saling save di nomor WA. Mas, boleh
sebut nomor WA-nya? Oh, kalau nomor WA
saya ada di 085731374929
itu langsung nomor saya sendiri. Terus
cara ngirimnya gimana kalau misalkan
jauh gitu? Ya, kalau jauh kita bisa
packing, Mas. Kita pakai toples yang
bening mika itu nanti setelah ditoples
kita kasih lubang biar angin bisa masuk
langsung kita bungkus dengan karton
seperti itu. Kardus itu bisa dan itu
bisa bertahan sampai 1 minggu mampu Mas.
Tapi kalau untuk bagian maksimal 4
sampai 5 hari harus sampai di tempat
konsumen ya. Itu tadi Mas untuk yang
paling mudah diot adalah kura-kura rest
Red Air S leader atau sering disebut
dengan kura-kura Brazil. itu paling
mudah makannya, paling aktif, dan cara
pemeliharaannya yang sangat simpel. Beda
dengan kura-kura yang lain, Mas. Yang
lainnya itu harus kasih treatmen, terus
kasih pakan yang vitamin yang bagus,
terus ya kurang lebih di seputar itulah.
Tapi kalau kura-kura Brazil pun ada yang
bilang kura-kura nyampah. Maksudnya apa?
Dikasih apapun dia makan.
Harapannya satu, Mas, bisa edukasi, Mas.
ke depan bisa edukasi tentang kura-kura,
Mas. Karena di Blitar sendiri sebetulnya
ada yang breeding dan peternak
kura-kura, tapi belum banyak, Mas, di
sini. Dengan harapan kalau bisa kita
edukasi terus ada teman atau siapapunlah
yang ingin belajar, monggo di sini kita
sama-sama belajar di breeding kura-kura.
Karena apa? Nanti semakin banyak yang
breeding di sini kan otomatis
kura-kuranya semakin banyak kita mudah
untuk mencarinya, Mas. Untuk sekarang
ini kebanyakan saya kalau pas di rumah
stok kurang ya itu saya ambil dari luar
kota, Mas dan harganya pun relatif mahal
Mas seperti itu. Tapi kalau di Blitar
sendiri sudah stoknya banyak kita kan
jualnya enak terus harga itu tidak
terlalu tinggi seperti itu.
I katen banget jenengan ya. Usia berapa
toh, Mas? Kalau usia untuk sekarang 27
tahun Mas. Iya.
[Tertawa]
Belum. Belum. Iya. Kalau rosok itu mulai
dari Bapak, Mas. Saya ee bagiannya
membantu saja seperti itu. Itu sejak
saya kecil, Mas, dari SD untuk rosok itu
kadang saya saat ambil itu ikut kadang
ada teman saya yang menawari terus saya
kasih tahu ke Bapak terus kita ambil
bareng-bareng. Kalau untuk sekarang
alhamdulillah anu Mas kita ambilnya via
telepon Mas ya. Kalau dulu keliling Mas.
Kalau dulu keliling. Kalau sekarang
alhamdulillah kita cukup di rumah. Nanti
tunggu telepon dari customer kita ambil
seperti itu. Dan ada beberapa juga dari
teman-teman Bapak itu yang cari terus
ngepul di sini. Kalau dikata senang ya
pasti lebih senang usahanya sendiri Mas
itu. Soalnya dari situ kita akan
menemukan Mas ketertarikan terus
kesenangan usaha sendiri karena kita
terlibat dari mulai awal dari awal kita
mengetahui kura-kuranya. Oh ini sudah
bertelur, ini yang belum, ini yang
sakit, ini yang sehat. Itu kita bisa
tahu, Mas. dan lebih enjoy kalau itu
usaha sendiri harus terima, Mas. Soalnya
itu sudah berjalan terus dari rosok juga
itu alhamdulillah menghasilkan Mas
seperti itu kan kalauar rosok setiap
hari setiap minggu itu pasti ada yang
buang gitu loh. Akhirnya kan kita main
di limbahnya itu. Betul nggih. Karena
kalau kura-kura itu kan itu enggak
nyangka dikasih orang terus akhirnya
saya pelihara dan menjadi banyak itu loh
Mas. ketertarikannya di situ. Soalnya
kan belum banyak, Mas, belum banyak
orang yang bisa untuk memelihara sampai
bisa nelur, sampai bisa netas itu belum
banyak. Tapi misal ada yang belajar,
monggo bisa kita belajar sama-sama
seperti itu ya. Kalau di Ngaringan sini,
Mas ya, berhubung iklimnya gak menentu
kadang itu siang panas Mas, tiba-tiba
sore hujan. Nah, itu sering terkena
penyakit pilek Mas. Flu itu bisa pilek,
Mas. Ste itu karena dia berjemurnya
kurang, Mas. Sinar mataharinya kurang.
Kan kadang kalau mendung gitu ya, itu
enggak ada matahari seharian itu bahaya,
Mas. Kura-kura bisa sakit. Semua hewan
lah. Semua hewan itu kalau iklimnya
kurang bagus otomatis akan terserang
penyakit. Dan di sini juga penyakit
penomia itu adalah penyakit kura-kura
yang awalnya sehat tiba-tiba mati.
Setelah saya ceridiki ternyata itu
akibat dari suhu, Mas. Dari suhu iklim
itu tadi yang enggak menentu seperti
itu. Namanya hewan kura-kura itu menjadi
stres, Mas. Sebetulnya kalau air hujan
itu kan air yang suci sebetulnya bersih,
Mas. yang bikin sakit itu stresnya saat
jatuh ke kolam itu loh, Mas. Otomatis
kan kura-kura kadang ada yang bingung
akhirnya lari ke sana kemari itu
akhirnya dia stres dan sakit
ujung-ujungnya itu ya. Kalau saya
sendiri, Mas ya, kalau ada di musim
penghujan kadang untuk kolam itu saya
kasih tutup, Mas agar air hujan itu
tidak masuk ke kolam. Terus kadang kalau
sakit itu kita sendirikan, Mas. Karena
penyakit itu bisa menular ke kura-kura
yang lain. Nanti kalau ada panas kita
jemurlah. Nanti sambil jemur itu dikasih
air sama diberi pakan. Nanti untuk malam
full kita keringkan, besoknya lagi baru
kita jemur lagi. Seperti itu. Apakah
kura-kura itu termasuk hewan yang
dilindungi toh, Mas? Kebetulan kalau
kura-kura Brazil ini tidak, Mas. Ini
banyak yang budidaya. Kalau di luar
daerah tuh banyak sekali, Mas. Tapi
kalau di Blitar belum. Memang belum. Ada
tapi belum banyak. Tapi kalau di luar
kota itu ada skala besar, Mas. Ada yang
e sampai e mengeluarkan sampai 1000
ekor, 500 ekor itu bisa. Soalnya indukan
mereka itu sudah banyak. Otomatis
telurnya juga yang dihasilkan banyak
seperti itu. Kalau kura-kura sementara
ini tidak, Mas. Jadinya kita buy
langsung kirim. Kan untuk kirim saya
masih skala di Jawa Timuran sini, Mas.
Kalau luar kota yang jauh masih belum
seperti itu. Kadang sering saya kirim ke
Malang, ke Tulungagung, Kediri, kadang
ke Pasuruan seperti itu. Tapi untuk
pembeli yang banyak itu di offline lokal
militar sini saja. Kadang untuk pembeli
offline itu saja saya sampai kewalahan,
Mas. Soalnya stok di rumah itu sampai
habis dan kura-kura yang bertelur di
rumah itu belum banyak. Soalnya kan
masih belajar itu masih mengembangkan
ngoten. Kalau normal, Mas ya, ukuran
kura-kura normal itu biasanya setahun
empat kali Mas. Tapi kalau di kolam saya
sendiri setahun dua kali. Itu di antara
bulan November sampai bulan Maret. Nanti
ada lagi bulan sekitar bulan Agustus
seperti itu. Itu ndak tentu tergantung
dari pakan sama cuaca, Mas. Kalau di
sini sendiri di kolam saya sering
nelurnya itu saat musim hujan itu mulai
pijah. Nanti akan datang musim kemarau
dia mulai bertelur. Makanya untuk di
kolam saya setting ada kolam, ada
daratan pasirnya, Mas. Jir itu mereka
bisa berjemur, bisa caring. Itu sama
untuk bertelur, Mas. Nah, bertelurnya
itu kan gali seperti penyu itu, Mas.
Gali dulu lubang terus dia bertelur.
Akhirnya ditutup terus ditinggal. Untuk
antisipasi biar telurnya itu bisa aman.
Setiap saya bersihkan kolam sambil
mengolah tanahnya, Mas. Saya gali
tanahnya untuk menggemburkan sama cari
ada telurnya apa tidak. Misal ada saya
ambil terus saya inkup sendiri saya
masukkan ke dalam toples seperti itu.
Iya supaya toples saja tutup rapat
sudah. Ini ada di belakang sini nanti
ada contoh telurnya Mas yang lagi
diinkubasi. Untuk masa netas itu agak
lama Mas itu harus sabar. Kalau netah
itu di antara 2 sampai 3 bulan, Mas.
Baru bisa netas. Lamanya seperti itu.
Dan nanti untuk siap jual itu minimal
kuning kan setap dia netas terus masih
membawa cadangan makanan, Mas. Yellow eg
itu sampai kempes dulu terus dia mau
makan pelet baru bisa jual. Itu di umur
sekitar 2 mingguan, Mas. 2 minggu sampai
3 minggu kita baru berani jual.
Kalau selama ini saya memelihara jarang
sih ribetnya. Ribetnya cuma kalau ada
yang sakitin, Mas. Karena cuaca soalnya
itu harus jemur setiap hari terus kita
harus nunggu panas dulu seperti itu.
Kadang juga saya pakai lampu, Mas. Cuma
itu kurang maksimal di sini seperti itu.
Kalau dia sehat, survive, ya udah
ditinggalin aja seminggu enggak kasih
makan aman, Mas. Kalau kura-kura itu
jadinya kadang saya kasih makan tidak
setiap hari, Mas. 2 hari atau 3 hari
sekali kita baru kasih makan itu kuat,
Mas. Gitu. I ini misalkan ditinggal
keluar kota gitu juga masih aman-aman
aja. Masih aman, Mas. Yang penting kalau
di kolam atau di akuarium, Mas itu saya
taruh ikan kecil-kecil tadi, Mas. Ikan
cere, terus ikan cedol itu atau ikan
nila set tersahikanlah. Ikan hias pun
yang keropyok juga mau, Mas. Koki-koki
kopyok itu mau. Ini kalau kita tinggal
tidak khawatir, Mas. Otomatis dia kalau
lapar akan berburu sendiri makan ikan.
Iya, alhamdulillah, Mas. Untuk istri
sendiri itu mendukung, Mas. Itu kalau
saya pelihara kura-kura ini Brazil atau
ampod atau lainnya. Tapi kalau kura-kura
labi-labi bulus itu, Mas. Aduh, itu
enggak mau, Mas. Karena itu bulus itu
kan galak, Mas. Dia sekali gigit udah
ditarik itu sangat sakit, Mas. Tapi
kalau kura-kura Brazil ini adalah
kura-kura jinak, Mas. Kura-kura yang
bersahabat dengan manusia. Kalau ini kan
seperti kayak saya bilang tadi, Mas. ini
bisa sambi j tidak harus di kolam tidak
Mas ya jadi di lain waktu saya juga
bantu istri juga bantu bapak masih
mecah-mecah seperti itu, Mas. Inya
kadang kalau siang saya bantu bapak
nanti sorenya kasih makan aja terus
malamnya ganti bantu istri mengerjakan
pesanan. Kadang kalau tinggal
kirim-kirim itu saya yang kirim untuk
lokal militar sini saja. Kemungkinan
tidak hanya satu, Mas. Soalnya ini sudah
jalan, terus yang samping juga jalan.
Itu lebih bagus, Mas, daripada kita
bertumpu di satu, Mas. Emang ada
strategi kita fokus di satu usaha itu
akan lebih meningkat. Namun, kalau saya
sendiri sering suka nganu, Mas,
berpetualang seperti itu loh. Jadinya
saya kalau hanya satu pekerjaan tuh
kadang lebih jenuh, Mas. Terus akhirnya
ada ya ada kura-kura untuk hiburan,
terus ada usaha perkadoan itu untuk
menunjang sehari-hari seperti itu kan.
Kalau kura-kura sendiri kan untuk
hiburan Mas, untuk hiburan untuk hobi
ngoten lah. Terus masalah dia terjual
terus menghasilkan cuan itu adalah bonus
dari Gusti Allah. Mas ngapunten untuk
pelanggan dari Pono Turtartel untuk yang
belum mendapat atau belum berkesempatan
dapat kura kurura dari saya mohon maaf
karena skalanya masih kecil terus telur
yang dikeluarkan itu masih sedikit
otomatis barangnya langka tidak setiap
hari itu ready seperti itu. Mohon maaf
sekali tapi setiap kalau ada yang nelur
ada yang siap jual pasti saya posting di
media sosial saya seperti itu. Mohon
maaf sekali ngoten. Saya berharap untuk
khususnya pemuda ng pemuda atau orang
tua bisalah semuanya kalau ingin
usahanya lancar monggo giat dan fokus
untuk menekuni usaha yang dijalani.
Meskipun itu ada beberapa itu tidak
masalah yang penting kita ikhtiar kita
berusaha. Untuk kura-kura sendiri untuk
teman-teman yang ingin belajar, ingin
sharing monggo bisa datang ke kami.
Nggih. Terima kasih. Itu adalah
pemaparan dari saya tentang kura-kura.
Jika itu ada kekurangan atau banyak yang
belum saya sampaikan, saya mohon maaf
sekali. Saya Ruli Effendi, owner dari
Pono Turtartel. Alamat di Desa
Ngaringan, Kecamatan Gandusari, Blitar.
Terima kasih. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh. Yeah.
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:30:32 UTC
Categories
Manage