Anak Muda Sukses Usaha Sampingan Budidaya Kura-Kura Brazil, Cuannya Lumayan
EXAQPRmxWK8 • 2025-06-16
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id [Musik] Kalau di tahun pertama itu saat saya carikan pejantalnya, Mas ya, itu mau bertelur namun tidak fertil, Mas. Karena itu indukannya pejantannya kurang spek untuk indukan. Akhirnya dari yang pertama itu sekitar 15 sampai 10 telur, Mas. Itu enggak jadi semua. Semua kempes, enggak fertil. [Musik] Kalau kura-kura alhamdulillah kolam kolam sama pakan alhamdulillah tidak ambil dari pekerjaan lainnya Mas. Jadinya untuk penjualan itu saya putar lagi ke ee kura-kuranya sendiri. Bisa untuk pakan, bisa untuk perlengkapannya dia seperti untuk basking, seperti kolamnya, pembenahan seperti itu. Dan untuk makan sendiri e setiap penjualan saya sisihkan, Mas. Kan 10% lah 10% untuk beli pakan lagi kan. Kalau kura-kura sendiri kan untuk hiburan Mas, untuk hiburan untuk hobi ngoten. Terus masalah dia terjual terus menghasilkan cuan itu adalah bonus dari Gusti Allah. Masalamualaikum [Musik] warahmatullahi wabarakatuh. Perkenalkan nama saya Ruli Effendi, owner dari Puno Turtle, Pertenak Kura-kura Brazil di daerah Ngaringan, Kecamatan Handusari, Blitar. Kalau kura-kura ini, Mas, ya, saya masih 2 tahun kebelakangan ini nih, Mas. Sebetulnya sebelum kura-kura ini saya basicnya di rosokan, Mas, bersama Bapak lah. Setelah itu di tahun 2020 saya juga mengembangkan usaha lagi, yaitu seni paper cutting, yaitu seni ukir kertas. itu semacam kertas terus disketsa seperti itu di cutting menggunakan cutter dan setelah tahun berikutnya saya mengembangkan lagi Mas di situ itu ada seperti hantaran souvenir terus buket seperti itu. Terus di 2 tahun kebelakangan ini itu saat ambil rosokan juga Mas kebetulan. Nah saat ambil rosokan itu ada orang yang mau membuang kura-kuranya Mas ada buang kura-kura. Terus Bapak bilang, "Itu mau diapain, Bu? kura-kuranya mau saya buang, Pak, di sungai loh. Eman, Bu, daripada dibuang, buat saya aja loh. Sampean mau tahu mau. Akhirnya dibawalah sama Bapak lah. Saat dibawa itu kan sekaligus sama storan, Mas. Lah di situ itu ketemu sama bosnya ingin juga mau dibeli kura-kuranya itu. Tapi sama bapak enggak boleh. Dikasihkanlah satu kan dikasih tiga, tiga ekor. Kebetulan itu semua adalah betina. Dikasihkan satu, yang dua dibawa pulang dan saya peliharalah. Nah, setelah itu saya carikan pejantannya, Mas. Di tahun pertama itu saya carikan pejantan. Namun di tahun pertama itu kurang spek Mas. Karena pejantannya itu terlalu tua dan kurang produktif untuk dibudidayakan seperti itu. Awalnya cuma hobi, Mas. Sebetulnya dulu itu saat sekolah juga pernah memelihara kura-kura, namun mati dikarenakan belum tahu ilmunya. Wis pokoknya syukur memelihara lah seperti itu. Banyak yang Mas yang bertanya seperti itu. Karena dari tempurung itu kelihatannya seperti sama Mas. Padahal itu ada beda di kuku bagian depan, Mas. Kuku bagian depan kalau jantan itu cenderung panjang, Mas. Sama ekornya itu besar. Terus dari ukuran tubuh pun dengan umur yang sama jantan itu lebih kecil dari betinanya. Untuk betina sendiri kuku cenderung pendek rata gitu seperti itu. Terus ekornya pendek, badannya gemuk seperti itu untuk bedain antara jantan dan betina. Kalau di tahun pertama itu saat saya carikan pejantannya Mas ya, itu mau bertelur namun tidak fertil Mas karena itu indukannya pejantannya kurang spek untuk indukan. Akhirnya dari yang pertama itu sekitar 15 sampai 10 telur, Mas. Itu enggak jadi semua. Semua kempes, enggak fertil. Dan akhirnya di tahun kedua saya tanya-tanya ke sesama breeder, terus sesama teman dari Blitar itu ada teman dan senior saya Mas Asep dan juga dari Jember Mas Beni. Itu kita sharing lewat WA, Mas. Kita cari gimana sih cara indukin kura-kura Brazil biar bisa bertelur, bisa netas dan sehat-sehat. Akhirnya dikasih tahulah ternyata di Blitar itu juga banyak Mas pencita reptil khususnya di kura-kura. Akhirnya saya cari di grup itu. Alhamdulillah dapat. Di tahun kedua mulai saya campurkan dengan indukan saya yang lama. Alhamdulillah mulai bertelur. Dari sekitar 25 telur itu menjadi 10 telur, Mas. Meningkat. Nah, itu bisa menetas dan itu kebanggaan luar biasa, Mas. Seperti itu karena prosesnya agak panjang. Ee kalau kura-kura tidak, Mas. Karena kura-kura Brazil itu sangat mudah pemeliharaannya. Itu bisa disambi, Mas. Saya e ternak kura-kura ini bisa saya sambil kerja, Mas. Ini mengurusnya saat sore setelah pulang kerja atau bikin art saja. Karena kura-kura Brazil sering disebut juga dengan nama kura-kura sejuta umat. Karena saking mudahnya untuk memelihara seperti itu. Kalau kura-kura itu kan biasanya kalau ikan harus pakai filter, harus diarinya selalu bersih. Itu kalau kura-kura tidak, Mas. Air keruh pun juga bisa hidup, Mas. Iya, seperti itu. Jadinya lebih enak. Terus asalkan setiap kurang lebih 2 minggu dua kali atau 2 minggu sampai empat kali itu harus dijemur katakan. Berarti 1 minggu dua kali jemur itu bagus, Mas. Soalnya jemur itu berguna untuk proses penumbuhan tubuhnya itu sama sistem pencernaannya itu kalau terkena sinar matahari itu lebih bagus terus lebih cepat besar. Dan itu yang penting kura-kura air ya itu ada air sama ada daratannya. Istilahnya kalau di Jawa itu adalah caring gitu loh. Kura-kura sering caring seperti itu. Kalau di sini kebetulan ada beberapa, Mas. Tapi saya fokusnya di kura-kura Brazilnya sama kura-kura ambenok di sini. Kalau di kolam saya sendiri ini ada unifilis, terus ada kura-kura daun, terus ada lagi yellow belly. Itu masih sejenis dengan kura-kura Brazil. Kalau hidupnya itu kalau normal nggih bagus pertumbuhannya terus pakai kasih makannya juga rutin terus terjamin itu sekitar 20 sampai 25 tahun tetap survive Mas Seperti itu istilahnya tergantung kita l kalau kita memelihara hewan apapun itu kalau kita pelihara dengan baik umurnya pasti akan panjang Mas Namun kalau kurang ya itulah kita namanya makhluk hidup enggak tahu seberapa dia bisa survive ngerawatnya gimana sehingga umur kura-kura ni panjang? Kalau saya pakai semi order, Mas. Semior. Jadi saya taruh di luar ruangan sehingga saya setiap pagi itu bisa terkena paparan sinar matahari, Mas. Jadi dia caring sendiri. Nanti kalau dia badannya sudah agak panas dia selilem sendiri ke air seperti itu. Kalau kura-kura res sendiri sebetulnya full air juga bisa, Mas. Cuman kalau kita ngonsnya itu mereka enggak tahan lama, Mas. Iya, hidupnya. Betul. Soalnya kalau di air itu dia mampu bisa hidup sekitar 1 sampai 2 jam itu di air nanti akan naik lagi. Soalnya dia bernapasnya pakai paru-paru seperti itu. Kalau itu kan masalah belajar, Mas. Kita sering sharing sebetulnya pertama itu Mas saya wah banyak yang mati Mas karena belum tahu bagaimana cara ngerawatnya. Ternyata sesimpel itu yang penting ada air, ada darat sudah beres sama pakan itu aja nanti kalau airnya sudah koruh ganti dah seperti itu. Pakannya apa, Mas? Eah kalau di saya itu untuk sehari-hari Mas saya beri pakan pelet bisa pakai pelet ikan, pelet lele itu juga mau. Kadang juga saya beri dengan sayur-sayuran, Mas. Bayam, kangkung. Terus di sekitar tuh kadang saya cari eceng gondok juga saya masukkan dimakan, Mas. Mau? mau. Terus untuk protein sendiri kadang saya kasih ikan kecil-kecil, Mas. Ikan cere cetul gitu loh. Itu untuk makannya. Sesekali juga saya kasih siput keong sawah seperti itu lah. Itu untuk meninggan protein, mempercepat dia besar dan juga metabolisnya bagus, Mas. Apalagi untuk proses breeding. Kalau dikasih protein yang tinggi dia akan cepat menelur, Mas. Kalau di saya itu ya breeding ya jual beli, Mas. Ya, seperti itu. Jadinya kalau sudah ada yang siap jual ya saya jual. seperti itu. Iya, betul, Mas. Jadi selama saya kiprah di dunia perkura-kuraan ini, setiap saya nyetok alhamdulillah habis semua, Mas. Sekitar kalau untuk sementara ini, Mas, ya, saya belum berani nyetok banyak. Saya sekitar kalau indukan sekitar 10 15 ekor lah. Itu kan agak lama jualnya. Tapi kalau babyan bisa 20 sampai 30 ekor setiap bulan, Mas. Setiap bulan itu alhamdulillah masih habis perputarannya seperti itu. Ngih. Harganya berapa tuh, Mas, yang kecil sama yang gede itu? Oh, ya. Kalau tahun kemarin itu masih di kisaran 30 sampai 35, Mas. Yang kecil itu yang baby-babyan itu yang paling laris. Tapi untuk sekarang harganya banyak yang naik, Mas. Soalnya banyak dari teman-teman breeding itu yang enggak bisa menetas gitu. Akhirnya harganya naik sekarang itu sekitar R5 ke Rp40.000, Mas. Untuk satu ekornya Babbian dari kura-kura Brazil. Kalau besar di saya sendiri itu kisaran 180 sampai 250, Mas. Itu tergantung lihat dari coraknya ya, Mas. Semakin coraknya bagus terus cerah itu harganya lebih mahal. Karena dari berawal nelateni Mas dengan kita nelateni itu kemudian hari kan besar seperti itu, Mas. Kan saya tidak fokus di sini masih belum fokus di sini. Jadinya saya juga bekerja sambil memelihara kura-kura ini. Namun ke depannya saya juga memiliki harapan besar Mas. Semoga kura-kura yang saya ternak, saya breeding ini bisa lebih banyak lagi Mas. Soalnya dari peminat sendiri khususnya untuk yang babyan itu banyak yang meminati. Kalau besarnya ya tergantung Mas ini menyesuaikan lah. Soalnya kalau itu kan masalah Gusti Allah masalah Gusti Allah yang tahu. Terus kita wajibnya hanya ikhtiar berusaha saja. Yang penting saya berupaya untuk memelihara dengan baik, mengasih makan dengan baik. Itu nanti untuk hasil kita akan menuai di belakang. Enggak apa-apa kalau kura-kura alhamdulillah. kolam kolam sama pakan alhamdulillah tidak ambil dari pekerjaan lainnya, Mas. Jadinya untuk penjualan itu saya putar lagi ke ee kura-kuranya sendiri. Bisa untuk pakan, bisa untuk perlengkapannya dia seperti untuk basking, seperti kolamnya, pembenahan seperti itu. Dan untuk makan sendiri setiap penjualan saya sisihkan, Mas. Saya sisihkan 10% lah. 10% untuk beli pakan lagi. Kalau pemasaran saya lewat online, Mas. online saya ada di Instagram itu adalah Ponoartel 99. Iya, kalau di Facebook itu ada di Pono kadang juga saling save di nomor WA. Mas, boleh sebut nomor WA-nya? Oh, kalau nomor WA saya ada di 085731374929 itu langsung nomor saya sendiri. Terus cara ngirimnya gimana kalau misalkan jauh gitu? Ya, kalau jauh kita bisa packing, Mas. Kita pakai toples yang bening mika itu nanti setelah ditoples kita kasih lubang biar angin bisa masuk langsung kita bungkus dengan karton seperti itu. Kardus itu bisa dan itu bisa bertahan sampai 1 minggu mampu Mas. Tapi kalau untuk bagian maksimal 4 sampai 5 hari harus sampai di tempat konsumen ya. Itu tadi Mas untuk yang paling mudah diot adalah kura-kura rest Red Air S leader atau sering disebut dengan kura-kura Brazil. itu paling mudah makannya, paling aktif, dan cara pemeliharaannya yang sangat simpel. Beda dengan kura-kura yang lain, Mas. Yang lainnya itu harus kasih treatmen, terus kasih pakan yang vitamin yang bagus, terus ya kurang lebih di seputar itulah. Tapi kalau kura-kura Brazil pun ada yang bilang kura-kura nyampah. Maksudnya apa? Dikasih apapun dia makan. Harapannya satu, Mas, bisa edukasi, Mas. ke depan bisa edukasi tentang kura-kura, Mas. Karena di Blitar sendiri sebetulnya ada yang breeding dan peternak kura-kura, tapi belum banyak, Mas, di sini. Dengan harapan kalau bisa kita edukasi terus ada teman atau siapapunlah yang ingin belajar, monggo di sini kita sama-sama belajar di breeding kura-kura. Karena apa? Nanti semakin banyak yang breeding di sini kan otomatis kura-kuranya semakin banyak kita mudah untuk mencarinya, Mas. Untuk sekarang ini kebanyakan saya kalau pas di rumah stok kurang ya itu saya ambil dari luar kota, Mas dan harganya pun relatif mahal Mas seperti itu. Tapi kalau di Blitar sendiri sudah stoknya banyak kita kan jualnya enak terus harga itu tidak terlalu tinggi seperti itu. I katen banget jenengan ya. Usia berapa toh, Mas? Kalau usia untuk sekarang 27 tahun Mas. Iya. [Tertawa] Belum. Belum. Iya. Kalau rosok itu mulai dari Bapak, Mas. Saya ee bagiannya membantu saja seperti itu. Itu sejak saya kecil, Mas, dari SD untuk rosok itu kadang saya saat ambil itu ikut kadang ada teman saya yang menawari terus saya kasih tahu ke Bapak terus kita ambil bareng-bareng. Kalau untuk sekarang alhamdulillah anu Mas kita ambilnya via telepon Mas ya. Kalau dulu keliling Mas. Kalau dulu keliling. Kalau sekarang alhamdulillah kita cukup di rumah. Nanti tunggu telepon dari customer kita ambil seperti itu. Dan ada beberapa juga dari teman-teman Bapak itu yang cari terus ngepul di sini. Kalau dikata senang ya pasti lebih senang usahanya sendiri Mas itu. Soalnya dari situ kita akan menemukan Mas ketertarikan terus kesenangan usaha sendiri karena kita terlibat dari mulai awal dari awal kita mengetahui kura-kuranya. Oh ini sudah bertelur, ini yang belum, ini yang sakit, ini yang sehat. Itu kita bisa tahu, Mas. dan lebih enjoy kalau itu usaha sendiri harus terima, Mas. Soalnya itu sudah berjalan terus dari rosok juga itu alhamdulillah menghasilkan Mas seperti itu kan kalauar rosok setiap hari setiap minggu itu pasti ada yang buang gitu loh. Akhirnya kan kita main di limbahnya itu. Betul nggih. Karena kalau kura-kura itu kan itu enggak nyangka dikasih orang terus akhirnya saya pelihara dan menjadi banyak itu loh Mas. ketertarikannya di situ. Soalnya kan belum banyak, Mas, belum banyak orang yang bisa untuk memelihara sampai bisa nelur, sampai bisa netas itu belum banyak. Tapi misal ada yang belajar, monggo bisa kita belajar sama-sama seperti itu ya. Kalau di Ngaringan sini, Mas ya, berhubung iklimnya gak menentu kadang itu siang panas Mas, tiba-tiba sore hujan. Nah, itu sering terkena penyakit pilek Mas. Flu itu bisa pilek, Mas. Ste itu karena dia berjemurnya kurang, Mas. Sinar mataharinya kurang. Kan kadang kalau mendung gitu ya, itu enggak ada matahari seharian itu bahaya, Mas. Kura-kura bisa sakit. Semua hewan lah. Semua hewan itu kalau iklimnya kurang bagus otomatis akan terserang penyakit. Dan di sini juga penyakit penomia itu adalah penyakit kura-kura yang awalnya sehat tiba-tiba mati. Setelah saya ceridiki ternyata itu akibat dari suhu, Mas. Dari suhu iklim itu tadi yang enggak menentu seperti itu. Namanya hewan kura-kura itu menjadi stres, Mas. Sebetulnya kalau air hujan itu kan air yang suci sebetulnya bersih, Mas. yang bikin sakit itu stresnya saat jatuh ke kolam itu loh, Mas. Otomatis kan kura-kura kadang ada yang bingung akhirnya lari ke sana kemari itu akhirnya dia stres dan sakit ujung-ujungnya itu ya. Kalau saya sendiri, Mas ya, kalau ada di musim penghujan kadang untuk kolam itu saya kasih tutup, Mas agar air hujan itu tidak masuk ke kolam. Terus kadang kalau sakit itu kita sendirikan, Mas. Karena penyakit itu bisa menular ke kura-kura yang lain. Nanti kalau ada panas kita jemurlah. Nanti sambil jemur itu dikasih air sama diberi pakan. Nanti untuk malam full kita keringkan, besoknya lagi baru kita jemur lagi. Seperti itu. Apakah kura-kura itu termasuk hewan yang dilindungi toh, Mas? Kebetulan kalau kura-kura Brazil ini tidak, Mas. Ini banyak yang budidaya. Kalau di luar daerah tuh banyak sekali, Mas. Tapi kalau di Blitar belum. Memang belum. Ada tapi belum banyak. Tapi kalau di luar kota itu ada skala besar, Mas. Ada yang e sampai e mengeluarkan sampai 1000 ekor, 500 ekor itu bisa. Soalnya indukan mereka itu sudah banyak. Otomatis telurnya juga yang dihasilkan banyak seperti itu. Kalau kura-kura sementara ini tidak, Mas. Jadinya kita buy langsung kirim. Kan untuk kirim saya masih skala di Jawa Timuran sini, Mas. Kalau luar kota yang jauh masih belum seperti itu. Kadang sering saya kirim ke Malang, ke Tulungagung, Kediri, kadang ke Pasuruan seperti itu. Tapi untuk pembeli yang banyak itu di offline lokal militar sini saja. Kadang untuk pembeli offline itu saja saya sampai kewalahan, Mas. Soalnya stok di rumah itu sampai habis dan kura-kura yang bertelur di rumah itu belum banyak. Soalnya kan masih belajar itu masih mengembangkan ngoten. Kalau normal, Mas ya, ukuran kura-kura normal itu biasanya setahun empat kali Mas. Tapi kalau di kolam saya sendiri setahun dua kali. Itu di antara bulan November sampai bulan Maret. Nanti ada lagi bulan sekitar bulan Agustus seperti itu. Itu ndak tentu tergantung dari pakan sama cuaca, Mas. Kalau di sini sendiri di kolam saya sering nelurnya itu saat musim hujan itu mulai pijah. Nanti akan datang musim kemarau dia mulai bertelur. Makanya untuk di kolam saya setting ada kolam, ada daratan pasirnya, Mas. Jir itu mereka bisa berjemur, bisa caring. Itu sama untuk bertelur, Mas. Nah, bertelurnya itu kan gali seperti penyu itu, Mas. Gali dulu lubang terus dia bertelur. Akhirnya ditutup terus ditinggal. Untuk antisipasi biar telurnya itu bisa aman. Setiap saya bersihkan kolam sambil mengolah tanahnya, Mas. Saya gali tanahnya untuk menggemburkan sama cari ada telurnya apa tidak. Misal ada saya ambil terus saya inkup sendiri saya masukkan ke dalam toples seperti itu. Iya supaya toples saja tutup rapat sudah. Ini ada di belakang sini nanti ada contoh telurnya Mas yang lagi diinkubasi. Untuk masa netas itu agak lama Mas itu harus sabar. Kalau netah itu di antara 2 sampai 3 bulan, Mas. Baru bisa netas. Lamanya seperti itu. Dan nanti untuk siap jual itu minimal kuning kan setap dia netas terus masih membawa cadangan makanan, Mas. Yellow eg itu sampai kempes dulu terus dia mau makan pelet baru bisa jual. Itu di umur sekitar 2 mingguan, Mas. 2 minggu sampai 3 minggu kita baru berani jual. Kalau selama ini saya memelihara jarang sih ribetnya. Ribetnya cuma kalau ada yang sakitin, Mas. Karena cuaca soalnya itu harus jemur setiap hari terus kita harus nunggu panas dulu seperti itu. Kadang juga saya pakai lampu, Mas. Cuma itu kurang maksimal di sini seperti itu. Kalau dia sehat, survive, ya udah ditinggalin aja seminggu enggak kasih makan aman, Mas. Kalau kura-kura itu jadinya kadang saya kasih makan tidak setiap hari, Mas. 2 hari atau 3 hari sekali kita baru kasih makan itu kuat, Mas. Gitu. I ini misalkan ditinggal keluar kota gitu juga masih aman-aman aja. Masih aman, Mas. Yang penting kalau di kolam atau di akuarium, Mas itu saya taruh ikan kecil-kecil tadi, Mas. Ikan cere, terus ikan cedol itu atau ikan nila set tersahikanlah. Ikan hias pun yang keropyok juga mau, Mas. Koki-koki kopyok itu mau. Ini kalau kita tinggal tidak khawatir, Mas. Otomatis dia kalau lapar akan berburu sendiri makan ikan. Iya, alhamdulillah, Mas. Untuk istri sendiri itu mendukung, Mas. Itu kalau saya pelihara kura-kura ini Brazil atau ampod atau lainnya. Tapi kalau kura-kura labi-labi bulus itu, Mas. Aduh, itu enggak mau, Mas. Karena itu bulus itu kan galak, Mas. Dia sekali gigit udah ditarik itu sangat sakit, Mas. Tapi kalau kura-kura Brazil ini adalah kura-kura jinak, Mas. Kura-kura yang bersahabat dengan manusia. Kalau ini kan seperti kayak saya bilang tadi, Mas. ini bisa sambi j tidak harus di kolam tidak Mas ya jadi di lain waktu saya juga bantu istri juga bantu bapak masih mecah-mecah seperti itu, Mas. Inya kadang kalau siang saya bantu bapak nanti sorenya kasih makan aja terus malamnya ganti bantu istri mengerjakan pesanan. Kadang kalau tinggal kirim-kirim itu saya yang kirim untuk lokal militar sini saja. Kemungkinan tidak hanya satu, Mas. Soalnya ini sudah jalan, terus yang samping juga jalan. Itu lebih bagus, Mas, daripada kita bertumpu di satu, Mas. Emang ada strategi kita fokus di satu usaha itu akan lebih meningkat. Namun, kalau saya sendiri sering suka nganu, Mas, berpetualang seperti itu loh. Jadinya saya kalau hanya satu pekerjaan tuh kadang lebih jenuh, Mas. Terus akhirnya ada ya ada kura-kura untuk hiburan, terus ada usaha perkadoan itu untuk menunjang sehari-hari seperti itu kan. Kalau kura-kura sendiri kan untuk hiburan Mas, untuk hiburan untuk hobi ngoten lah. Terus masalah dia terjual terus menghasilkan cuan itu adalah bonus dari Gusti Allah. Mas ngapunten untuk pelanggan dari Pono Turtartel untuk yang belum mendapat atau belum berkesempatan dapat kura kurura dari saya mohon maaf karena skalanya masih kecil terus telur yang dikeluarkan itu masih sedikit otomatis barangnya langka tidak setiap hari itu ready seperti itu. Mohon maaf sekali tapi setiap kalau ada yang nelur ada yang siap jual pasti saya posting di media sosial saya seperti itu. Mohon maaf sekali ngoten. Saya berharap untuk khususnya pemuda ng pemuda atau orang tua bisalah semuanya kalau ingin usahanya lancar monggo giat dan fokus untuk menekuni usaha yang dijalani. Meskipun itu ada beberapa itu tidak masalah yang penting kita ikhtiar kita berusaha. Untuk kura-kura sendiri untuk teman-teman yang ingin belajar, ingin sharing monggo bisa datang ke kami. Nggih. Terima kasih. Itu adalah pemaparan dari saya tentang kura-kura. Jika itu ada kekurangan atau banyak yang belum saya sampaikan, saya mohon maaf sekali. Saya Ruli Effendi, owner dari Pono Turtartel. Alamat di Desa Ngaringan, Kecamatan Gandusari, Blitar. Terima kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Yeah.
Resume
Categories