File TXT tidak ditemukan.
Cara Bangun Struktur Organisasi yang Efektif Untuk Bisnismu
8xifD27B4WQ • 2025-06-05
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Tapi di dunia SDM itu ada semacam kredo. Jika anak buah itu berkinerja baik, itu belum tentu gara-gara atasannya. Tapi kalau ada anak buah berkinerja buruk bisa jadi disebabkan oleh atasannya. Seperti kredo di dunia tentara lah yaak. Tidak ada anak buah yang salah, yang salah atas yang salah gitu. Mendiagnosanya mulai dari atasnya. Oh, jadi apa yang kamu lakukan terhadap anak buahmu? Kapan kamu terakhir mengcoachingnya, mengkonselingnya, melatihnya, membimbingnya begitu atau memperbaiki skill dia sendiri? [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Selamat datang, Pak Fad. Jauh-jauh dari Bali ke Tulungagung. Alhamdulillah diundang. Berarti apa ya seorang ahli organisasi atau apa? Kalau orang mau mengenal Pak Pat sebagai apa? Biasanya saya memperkenalkan diri itu sebagai praktisi manajemen SDM. Praktisi manajemen SDM. Iya. Dan tata kelola organisasi. Hmm. Memang biasa nanganin gitu, Pak Fat ya. Biasa nanganin beberapa pengusaha yang mau benerin tata kelnya, tata kelola usahanya begitu. Iya, betul. Kalau background sendiri, Pak Fat apa? Saya background-nya SOSP sebenarnya. H background SOSP eh di pendidikannya SOSPOL. Tapi di lapangannya memang banyak bersentuhan dengan marketing dengan SDM terutamanya juga dan operasional. Hm. Sudah berapa lama di menggeluti di SDM di organisasi ini, Pak? Sudah sejak tahun 2000. 2000? Tahun 2000. Sekarang 2025 loh, Pak. 25. W sudah seperempat abad. Abad ya. Iya. Nah, sebelum memulai aku ada beberapa statement, Pak. Nah, ini menurut Pak Fad benar atau tidak? Fokus scale up dulu operasional belakangan. Benar enggak, Pak? Salah. Oh, kurang tepat, ya. Oh, kurang tepat. Jadi, fokus fokus scale up dulu. Operasional belakangan, Teman-teman. Belum tepat. Organisasi itu rumit ada 2 bilion atau menyelesaikan kerumitan? Menyelesaikan kerumitan. Banyak orang yang beranggapan organisasi itu rumit. Kurang tepat juga. Kurang tepat. Oke. Kebocoran operasional itu besar dan kadang-kadang tidak nampak. Betul. Betul ya? Betul. Wih. Oke. Pak Fat. Seberapa penting bisnis memiliki organisasi? Organisasi itu kan ee mesinnya ya. Organisasi itu mesin. Mesinnya. Jadi yang menjalankan bisnis itu organisasi strukturnya ter gitu. Jadi tanpa mesin itu ee bisnis enggak akan jalan saya kira gitu ya. Kecuali kita berdagang sendiri ya. He. Kalau kita sudah bicara bisnis pasti ada organisasinya. Hm. Ya, seperti itu apa ilustrasinya antara organisasi dan bisnis gitu. Nah, kira-kira mulai kapan? Jadi, kan tadi dikatakan kalau berdagang enggak perlu organisasi, tapi kalau sudah bisnis perlu organisasi. Organisasi itu dari kapan harus dibentuknya, Pak? Dari sejak awal berdiri itu sudah mulai harus tata-tata lah gitu ceritanya ya. Jadi, harus tata-tata dirapiin seiring dengan ee pertumbuhan kita. Karena setiap masa pertumbuhan itu dia memerlukan tata kelola yang berbeda. Oke, ya. Jadi, tahap kelas eh tahap e scale up bentuk organisasi begini, nanti tahap berkembang dia sudah membutuhkan perangkat-perangkat yang begini lagi dan seterusnya gitu. Jadi mengikuti ee perkembangan pertumbuhan bisnis itu sendiri gitu. Jadi tidak perlu menunggu besar bisnis baru kita rapiin begitu. Berarti dari awal, Pak, ya? Dari awal. Kalau menurut pengalaman saya lebih baik begitu. Contohnya, Pak, misal dari awal kan ya cuma berdagang atau ee ngambil barang kemudian dijual belum ada karyawan itu seperti apa organisasi yang dia harus atau harus punya karyawan dulu se begitu. Pengorganisasian aktivitas kan di antaranya ee melakukan apa planning gitu ya enggak ee apa perencanaan itu sudah masuk ke dalam tata tata kelola gitu ya. I. Jadi aktivitas-aktivitas misalnya pemanfaatan waktu prioritas dan seterusnya itu bagian dari pengorganisasian sebenarnya gitu. Ee pengorganisasian barang dagang itu misalnya stok gitu ya, enggak? He. Alur, flow, supply, demand gitu. Itu bagian dari tata kelola sebenarnya. Sudah gitu. Oke. Berarti tidak melulus soal orang, Pak, ya? Tidak melulus soal orang. Hmm. Proses bisnis begitu juga. Proses bisnis gitu. Nanti ada tata kelola orang, ada tata kelola barang gitu. Sebentar saya agak rancu ini dengan kata-kata tata kelola sama organisasi itu dua entitas yang berbeda atau sama tata kelola dan organisasi? Organisasi kan bermula dari organize ya enggak organize ya mengatur ya mengatur mengelola, menata gitu. Jadi include semuanya tadi itu. Oh berarti organisasi itu juga di dalamnya ada tata kelola begitu. Ada tata kelola. Oke. Dari awal harus dipikirin Mas Agung. Kalau enggak begitu nanti dia di tengah jalan rontok. Hm. Karena tata kelola bagian dari fondasinya. Hm. Ya kan banyak ee ee banyak cerita mungkin di sekitar kita kadung besar tapi pondasinya lemah akhirnya roboh kan. Heeh. Banyak memang banyak terjadi gitu gitu saya lihat itu. Nah kemudian apa bahayanya Pak jika bisnis itu hanya fokus scale up? Tadi juga tentang statement pertama scale up aja dulu gitu ya tapi tidak memiliki tata kelola organisasi. bisnis yang tanpa tata kelola itu atau mungkin mendahulukan scale up duluan yang saya pengalaman di lapangan kebanyakan memang pondasinya lemah biasanya begitu pengawasan, kontrol ee apa namanya evaluasi itu lemah gitu kadang-kadang itu akibatnya mungkin bahas anak sekarang tuh boncos kali ya gitu ya. Iya. Boncos di mana-mana begitu. Tadi kalau boncos dalam bentuk keuangan kita bisa ukur gitu, tapi yang kelihatannya apa? Boncos inefisiensi atas akibat tidak efisien dalam pengelolaan itu, itu juga boncos gitu. H. Hanya saja tidak kita konversi keuang kan selama ini. Begitu. He heeh. Contoh rilnya seperti apa, Pak? Itu kalau boleh diambarkan misalnya begini ee ini berdasarkan pengalaman ya. He. Jadi banyak organisasi misalnya salah menyusun struktur organisasi. H. Nah, nah kesalahan struktur organisasinya itu berakibat ee koordinasi eh overlapping job, overlapping fungsi begitu. Itu inefisiensi yang mengai di organisasi gitu ya. Jadi menyebabkan ee misalnya dalam bentuk ee apa namanya ee boros boros koordinasi ya itu bermula dari penataan struktur organisasi yang keliru. Boleh digambarin, Pak. Misal katakanlah dari apa ya contoh scale up yang benar begitu ya atau jadi misalkan bermula dari seorang pedagang berdua sudah mulai grow bisnisnya dia mulai rekrutmen SDM di memasukkan orang di dalamnya. Apakah seperti itu harus sudah disusun begitu ya? Apa ee organisasinya tata kelolanya dengan baik atau yang penting ya sudah masuk-masuk dulu aja fokus growth. I terus kemudian sambil jalan gitu organisasinya atau seperti apa? Kalau saya cenderung memilih yang sambil jalan, sambil perbaiki, sambil growth gitu. Oke. Yang kembali ke harus bebarengan tadi ya yang apa tadi namanya? Iya. Berbarengan tadi itu secara sim eh secara simultan begitu ya. He. Jadi kebanyakan mindset di ee di pebisnis itu nanti tata kelola tuh kalau sudah besar baru begitu. Heeh. He. Tapi nyatanya setelah besar kelabakan begitu. Heeh. Heeh. Ya, karena problem sudah terlanjur banyak gitu ya. Problem sudah terlalu terlanjur banyak begitu. Ee saya banyak menjumpai hal tersebut di lapangan gitu. He he. Dan mindset tentang tata kelola kadang-kadang memang rumit di kalangan pebisnis gitu. Menganggap itu bagian dari birokrasi apa ribet dan segala macam gitu. He. Tapi sebenarnya tidak seperti itu tata kelola itu gitu. Se seperti apa sih sebenarnya tata kelola yang menurut Pak Fad yang ringan, yang mudah gitu ya. dari mulai pengorganisasian tadi itu mengorganize orang, mengorganize eh eh daily activity, mengorganize fungsi-fungsi dengan baik, mengorganize planning dengan baik, begitu. Itu lebih efektif gitu dan mengurangi inefisiensi di organisasi. Contoh overlapping job, Pak tadi yang dikatakan tidak satu family gitu ya. Seperti apa contohnya? Misalnya ee ada job dia mestinya di bagian marketing ya. Terus ketambahan tapi job-job bagian operasional begitu. Oke. Nah, itu seperti overlap overlapping. Overlapping. Jadi dua RT yang berbeda gitu ya sebenarnya kan. Oke. I bukannya kita bicara enggak boleh atau enggak ada orang lain gitu misalnya. Bukan gitu sebenarnya. Tapi hal seperti itu sebenarnya bagian dari apa namanya? Kemubaziran atau inefisiensi tadi itu. Oke. Nah, penataan seperti itu sebenarnya ada ada secara teknikal ee kita bisa tata sebenarnya begitu ya dengan pembagian yang seragam. Contoh ini, Pak ya karena ee ini kasus di saya sendiri ini sambil codat lah ceritanya ya. Jadi ada bagian satu ee karena kita kan masih merangkap Pak ya. Jadi kita pengin jadi malah penginnya itu efektif kan Pak. efektif itu tidak ada kemubajiran waktu dalam SDM kan. Iya. Jadi misal ada orang finance saya, kalau finance di bisnis media ini enggak begitu kencang seperti transaksi pada jual beli kan, Pak. Jarang-jarang. Tapi harus ada kan harus dia ngurusi finance. Tapi banyak waktu yang nganggur kan, banyak waktu yang tidak terpakai dengan baik. Maka kita gabung job desnya itu si orang finance ini namanya Mbak Anita dengan CS CS endore. Nah, ini kan berarti dua family yang tidak harusnya bersatu berarti Pak ya. Nah, ini seperti apa kayak gini? Kalau kalau kita belum mendapatkan tambahan orang ya mungkin masih itu masih dianggap wajar begitu. Iya. Tapi ke depan kalau misalnya ada bagian dari perencanaan mestinya itu kita pisah begitu. Oke. Eah, seperti itu sebenarnya gitu ya. Jadi situasinya ee apa namanya akan berbeda kalau ada pertumbuhan itu tadi. Oh iya. Berarti kalau ada belum ada pertumbuhan dianggap maklum aja gitu. Maklum aja. Tapi pemisahan itu misalnya sederhananya begini Mas Agung. Jadi misalnya kalau bagian secara umum kan organisasi itu ada yang dia berhubungan dengan ee kata tanda petik mendatangkan cuan lah gitu ya. He he he. Itu kita anggap satu family itu semua misalnya marketing, sales, customer serviceu ya atau CRM begitu atau bagian media begitu. Itu satu family itu kita anggap itu 11 12 lah itu isnya. Oh masih oke walaupun itu walaupun bidangnya agak jauh tadi ya. Agak jauh itu kan. Heeh. Satu family gitu tapi dia masih satu flow lah. He. Satu rentated. Nah, kalau yang bidang yang family yang kedua misalnya bagian internal keuangan, personalia, terus ada general affair gitu, itu masih satu family kita anggap ngurusin internal organisasi, ngurusin bagian dalam gitu. Nah, kalau mau muter-muter di situ-situ aja. Oke. Kira-kira di antar family itu. He gitu. Karena dia masih satu hubungan gitu. Kalau boleh dikategorikan hanya ada dua family, Pak. Ya, kadang-kadang ada tiga bagian produksi gitu misalnya. Oke. Oh. Oh iya iya iya betul betul. Jadi ee alur alurnya mulai dari input ee proses sama output gitu dan mengikuti flow itu gitu. Oke. Jadi kita memecah itu berdasarkan kedekatan job dan kemiripan job gitu. Heeh. Heeh. He. Nah itu di antaranya itu. Tadi masih soal omset Pak ya. Masih soal omset. Jadi kadang-kadang orang yang fokusnya omset itu berbeda dengan karakteristiknya itu ya. Itu berbeda dengan orang yang ngurusin operasional. Iya. Biasanya kan orang omset itu suka ngegas. Iya. Kan orang operasional itu kadang-kadang suka suka ngerem. Ngerem. Kemudian dia apa? Teliti hati-hati dan kadang-kadang memang enggak ketemu. Apakah itu bisa dilakukan satu orang atau harus dua orang? Ada yang memang dia punya saya percaya bahwa itu bawaan ya di antara bakat ya dan kompetensi yang tidak setiap orang bisa punya begitu. Ada yang memang dia punya satu aja, punya ngegas aja. Ada yang memang dia tipikalt tippikal ngerem gitu. He. Nah, kecenderungan yang saya temui yang tipe-tipe ngegas ini biasanya itu kecenderungan otak kanannya lebih dominan. Oke. E secara personal ya karakteristiknya. Kalau yang model-model ngerem ini dia model-model otak orang-orang otak kiri. He. Dia risk counter, dia penghitung risiko yang bagus gitu. Kalau yang sebelah tadi itu yang sebelumnya dia risaker dia. Iya. Iya. Dia ngegas. Ngegas aja. Pengambil resiko. Pengambil resiko dia. Nanti urusan belakang git. Urusan belakangan gitu aja gitu ya. Benar ya? Iya. Oke, oke, oke. Jadi kalau yang satu tadi itu ah kalau ada urusan nantilah baru urusannya. Tapi kalau yang satunya tadi yang otak kiri dia nanti gimana kan gitu. Iya. Iya. Heeh. Ini harus kombinasi, Mas. Oke. Heeh. Harus kombinasi karena teamwork itu harus terjadi perbedaan. Oke. Heeh. Jadi kalau saya kan untung di kami itu ada dua dua owner lah ya. Jadi saya yang biasanya ngegas Fat. Jadi partner saya yang biasa ngerem gitu. Jadi kayaknya sudah komplit. Ada rem, ada gas. Ada gas, ada rem. Nah, bagi orang yang mungkin hanya cuma satu, Pak Fad, jadi dia ownernya cuma satu begitu, itu gimana berarti ya dia ngegas doang gitu ya? Iya. Dilengkapi lengkapi dengan yang berbeda dengan dia, dengan rekrut tim gitu ya. Rekrut agar terjadi balancing gitu. Heeh. Ya. Ya. Sifat organisasi begitu kan. Kumpulin dari orang yang berbeda dan urusannya berbeda memang itu. Tapi itu terjadi balancing dari situ. Ya, balancing tim. Heeh. Dan misal katakanlah dia tipe ngegas dan kerekrut orang yang operasional, dia juga harus patuh ya terhadap keputusan yang operasional ambil gitu ya. Iya kan? Di situ nanti ada pertimbangannya enggak? Sebelum ngambil kebijakan pasti ada consideran, ada historical data misalnya dalam pengambil kebijakan. Tapi itu fungsinya seperti itu. Karena ngambil keputusan juga kan pasti ada risiko. Betul. Betul. Yang menyangkut misalnya aspek keuangan, risiko SDM begitu ya, enggak? Risiko hukum dan seterusnya begitu. Heeh. Heeh. Kalau ngegas tanpa ada yang ngingetin gitu ya bisa kena tilang nanti. Tapi memang gitu, Pak. Jadi kalau historikal saya itu dari dulu saya pikir-pikir ngegas terus. Ngegas terus dan katakanlah ee berpater dengan juga orang yang ngegas gitu ya. Jadi dalam waktu singkat benar itu banter banter tapi nanti golong koming ya jatuh gitu ya. Iya. Jadi dari dulu itu usaha saya enggak ada yang lebih dari 3 tahun Pak Fan. Iya. Baru kali ini yang Mas yang termasuk yang paling lama ini 5 tahun. Rekor rekor ini, Pak. Tapi ya itu saya harus benar-benar apa ya bergulat dengan ego kayaknya. Kalau kadang-kadang kan kalau kita sedang ngegas, diperingatin partner yang ngerem kan kita kayak suka, "Waduh ini momentum naik ini." Kita harus kadang-kadang kita harus ah gimana? Tapi ketika kita waktu di rumah ya ada benarnya juga. Oh ya. Oke. Oke. Jadi kayak harus berdamailah begitu ya. Iya. Balancing itu Pak. Balancing ya kunj balancing. Iya. Apa mungkin juga karena faktor umur Pak ya. Jadi sekarang juga udah lebih bisa menerima apa ya perbedaan. Nah, dulu kan masih muda sangat ambisinya gede gitu ya. Faktor faktor juga umur ya bisa jadi gitu ya. Mungkin karena pengalaman kita bertambah banyak. Oke. Oh iya betul itu ya. Iya. Heeh. Pengalaman jatuh, pengalaman keliru. Iya. Iya. Pengalaman jatuhnya banyak. Membentuk tim yang efisien, Pak. Membentuk tim yang efektif dan efisien. Apakah ada kaitannya dengan organisasi, Pak? Sebenirnya sudah dijawab tadi, ya. Iya. Ada kah, Pak? Pit ya? ada dan itu kelihatan dari struktur ya, struktur organisasi gitu. Jadi kalau dalam di manajemen SDM itu dia habis kita merapikan atau memetakan bisnis flow-nya itu langkah berikutnya adalah menyusun struktur organisasi H yang sesuai dengan bisnis flow dan strategi. Nah, di situ kuncinya tim kita itu bisa gemuk, bisa ramping, bisa lues, bisail. itu dari penyusunan struktur organisasi itu. Jadi yang paling penting pertama adalah penyusunan struktur organisasi ya. Iya. Paling tidak itu menjadi step kedua ya setelah kita punya strategi gitu. Oke. I. Nah, strategi ini kan harus dicapai oleh tim, oleh mesinnya seperti apa? Heeh. Heeh. Untuk mencapai strategi dan goals itu mesinnya itu adalah struktur organisasi. Heeh. Heeh. He. Kotak-kotaknya dulu. Baru dari kotak-kotak itu kita cari orang yang tepat untuk menduduki kotak tersebut. Heeh. Heeh. He. Sesuai dengan karakternya. Nah, kalau kebalik, Pak, misal kayak sudah ada orang-orangnya dan kotak-kotaknya belum ada, itu gimana ngepas-ngepas? Sama aja bisa kita susun lagi kotaknya. Oh, puzzelnya kita rapitkan lagi gitu. Iya. Jadi, begitu misalnya strategi kita berubah, kotaknya bisa kemungkinan juga berubah mengikuti strategi. Jadi, kayak tim sepak bola tergantung siapa lawannya ini. Kalau ee apa lawannya tinggi-tinggi ya kita pasang juga tim yang mungkin tinggi-tinggi begitu. He formasinya itu bisa berubah mengubahnya dengan cara mengubah ee struktur organisasi. Kadang-kadang juga ada organisasi yang hanya terpajang aja dan tidak ada kaitannya sama realita, Pak. Ya, ada juga yang begitu ya. Jadi kadang-kadang dan itu kapan terakhir diupdate organisasinya juga sudah lupa kali ya. Iya memang harus sering diupdate harus harus update struktur organisasi itu karena dia struktur organisasi itu merupakan bentuk respon kita terhadap ee apa ee perkembangan teknologi misalnya perkembangan dunia bisnis di luar dan seterusnya. Perkembangan termasuk perkembangan dan perubahan strategi yang kita jalankan. Hmm. Berarti strategi di atas organisasi ya, Pak? Strategi di atas organisasi. Oke. Di atas struktur gitu. Jadi strateginya dulu, habis itu disusun workflow-nya bentuk organisasi itu, gitu ya. Baru diterjemahkan dalam bentuk struktur organisasi itu. Iya. Efektifnya, Pak, yang biasanya dilakukan perubahan struktur organisasi itu setiap berapa lama? Tergantung sih ya. Tergantung ya. Iya, tergantung sikon lah. Begitu. Saya misalnya pernah e punya historical mengubah struktur setahun bisa tiga kali begitu. Setahun tiga kali, Pak. Bisa tiga kali itu tergantung strateginya kita. Dan perubahannya fundamental enggak? Oh, cuma kalau sudah ketemu flow dasarnya paling nanti ee jadi struktur itu kan ada yang misalnya model fungsional. Heeh. Heeh. Ada yang tipe divisional gitu. Nah, itu kita bisa ubah cara mainnya lah begitu ya. H tergantung ee kompetisi kita seperti apa di luar sana dengan sesama pebisnis di industri yang sama misalnya gitu. Ee itu fleksibel lah gitu intinya. Begitu. Yang paling menurut Pak Afad cepat setahun bisa tiga kali. Kalau yang paling lama, Pak biasanya pernah ngerubah paling setahun sekali lah. Oke. Setiap misalnya annual meeting kita kan ng-review lagi tuh. Iya. Enggak kan kita punya bisnis plan itu misalnya bisnis plan kita yang sifatnya tahunan itu kan paling tidak harus nge-review lagi strukturnya match apa enggak lagi dengan bisnis plan kita itu. He he syukur kalau misalnya kita punya rencana strategik di 3 tahun gitu misalnya. Nah, strukturnya bisa dibentuk itu hm untuk mencapai gos. 3 tahun itu. Iya. Berarti kalau yang dipampang di kayak di apa namanya? Di dinding begitu yang sudah agak printnya agak udah segit pudar itu berarti tandanya organisasinya bermasalah, Pak. Ya. Iya. Itu mungkin sudah bertahun-tahun enggak diganti gitu ya. Mungkin organisasinya enggak beralah ya. Pimpinan tertingginya mungkin. Oh, jadi nanti ada kaitan sama pemimpin ya. Ada kaitannya sama pemimpin gitu. Lanjut Pak. Nah, kalau menurut ee berarti kalau tadi kan strategi dulu. Nah, kemudian ada kalau menyusun organisasi itu fondasi dulu atau jobd dulu, Pak? Nah, dari struktur itu baru kita susun jobdnya gitu nanti. He. Jobd-nya susun kompetensi yang dibutuhkan untuk di satu kotak struktur itu gitu. Baru habis itu cari orang yang tepat sesuai dengan struktur itu. Hm. Heeh. Itu kira-kira flow-nya. Heeh. Ya, urutannya gitu. Kalau ternyata ada orang misal ada orang tim yang kemudian tidak sesuai dengan jobd ee kemudian enggak ada di jobd itu diapakan biasanya, Pak? Pertama mungkin kita bisa melalui pendekatan pelatihan dulu ya. Ee tapi pelatihan ini biasanya dia hanya berhubungan dengan aspek-aspek skills dan knowledge saja gitu. Dan ee apa namanya? job des untuk memenuhi standar job des itu dengan skill seperti apa itu mudah relatif lebih mudah begitu pemenuhannya sebenarnya begitu ya. Tapi yang agak sulit memang untuk ee job-job yang misalnya dia berhubungan perlu koordinasinya lintas lintas apa bidang gitu memerlukan keterampilan soft skill lebih banyak itu biasanya lebih sulit h i untuk mendapatkan soft skill yang yang seperti itu tadi seperti itu. Kalau hanya skill teknis relatif lebih mudah Mas. Heeh. Artinya orang enggak bisa ngetik ya kursusin ngetik aja gitu kan gitu. Heeh. Gitu. Jadi intinya di ditempatin di bidang-bidang yang sifatnya teknis gitu ya. Tidak bersifat yang soft skill gitu ya. Kalau ada orang-orang yang mungkin tidak inkompeten nih terhadap orang lama biasanya gitu. Tapi biasanya ee biasanya juga ya karena memang ee pernah mendengar mungkin ya bakat terpendam istilah. Bakat terpendam. Iya. Iya. Karena dia enggak keluar aja. Oh. Atau mungkin bidangnya tidak sesuai dengan bakat terpendamnya gitu ya. bisa jadi begitu, tidak tereksplore selama ini gitu ya, enggak gitu. Atau dia memiliki bakat di tempat yang lain sebenarnya gitu. Hm. Tapi setiap orang pasti punya itu gitu. Heeh. Heeh. He. Hanya kita perlu kejalian untuk menemukannya mengendusnya lah gitu. I lah. Itu caranya gimana biasanya untuk menggali bakat terpendam dari seorang karyawan gitu, Pak? Ya, kita asesmen. H di asesmen misalnya dengan metode interview, penugasan itu ya, enggak? Heeh. Ee apalagi ee dengan tes-tes psikologi itu sudah banyak untuk alat ukurnya. Heeh. Observasi gitu. Yang banyakin dengerin podcast ini kan banyakan UMKM, Pak. Biasanya itu suka bingung nyusun bisnis prosesnya. Nah, ada enggak, Pak, kayak pendekatan yang lebih Minum dulu, Pak. Enggak apa-apa. Iya. pendekatan yang lebih mungkin bisa dipahami oleh UMKM untuk menyusun bisnis proses, Pak. Jadi kalau kita kepengin menyusun bisnis proses itu yang sederhananya ya kita lihat uang itu mengalirnya seperti apa caranya. Heeh. He ya. Masuknya dari mana ya? Enggak lewat pintu apa, lewat produk apa begitu. Terus dia larinya ke mana dulu? Apakah ke CS dulu apa langsung ke keuangan gitu. Itu cara kita memetakannya gitu. Digambar digambar dengan dia apa ya? Flow lah gitu aja. Ini tahap pertama di sini, tahap kedua di sini dan seterusnya. itu dengan cara mapping sederhana itu nanti ketahuan oh di sini siapa yang melakukan fungsinya di step ke sini bidangnya siapa PJ-nya dan seterusnya gitu. Itu cara kita menggambarkan bisnis flow kita gitu sampai kemudian flow itu berujungnya di siapa, kembali ke konsumennya dalam bentuk apa, begitu. Itu cara kita mematakan flow sederhana gitu. He ya. Berarti ikuti arus uangnya begitu ya. Ikuti arusnya ya. Oh. flow uangnya dari mana dari mana dan ke mana gitu dan ke mana gitu larinya aja gitu. Nah itu kan setiap kita pasti bisa memetakannya ya kan ya kan misalnya e jualan ee apa ee jualan duren gitu. He. Masuk duren itu dari mana uangnya kan terus lari ke mana dulu gitu dia pakai packing apa enggak gitu kan gitu. Kalau yang biasa Pak Fatangan itu lebih ke UMKM atau corporate biasanya tergantung ya. Ada yang UMKM, ada yang juga corporate seperti BUMD ya, ada yang BUMN juga gitu. Tapi tergantung masalahnya sih masing-masing itu. I kalau Pak Fad yang pernah Pak Fad tangani itu sampai yang paling gede itu sampai berapa? Jadi kalau kita hasil misalnya perubahan atau transformasi gitu kan kita memetakannya mulai dari kebutuhan dia untuk strategi tadi itu strategi tahun 3 tahun ke depan ee akan seperti apa. Ee dari situ nanti kita turunkan ke dalam bentuk strukturnya yang pas untuk mencapai itu. Lalu baru pilih orang-orangnya gitu. He. Nah, baru pilih orang-orangnya laluangun bangun sistem sama culture ya enggak budaya yang diperlukan untuk mencapai goals dan apa e strateginya itu. Kalau yang ee besar dulu pernah kita lakukan kepada BOMD di Jawa Barat ya, dia holding company gitu. He. Jadi ada delapan anak perusahaan di bawahnya begitu. Oke. BUMD padahal Pak ya. BMD waktu itu. Tapi sudah banyak sampai berapa karyawan waktu itu? Saya enggak hafal gitu ya dulu. Ratusan atau ribuan? Ratusan kayaknya. Oh, ratusan. Karena ada del BUMD di bawahnya. Jadi, ada holdingnya, terus ada anak perusahaannya di bawahnya, gitu. Kayak benderain seperti itu butuh berapa lama, Pak? Tergantung tergantung pada tingkat kerumitan masalahnya bisa 1 tahun gitu ya. Rata-ratanya bisa sampai 2 tahun gitu. Karena dia harus kita susun dari awal blueprint-nya sampai ke implementasi di kepada karyawannya, sosialisasinya. Hm. Gitu. Ee biasanya, Pak, misal kayak ada karyawan nih, katakanlah dia kerjanya kurang kurang greget atau biasanya untuk menyemangati apakah cukup gaji atau ada hal yang lain, Pak, yang untuk bisa memotivasi? Iya, kalau karyawan kurang greget itu jadi buat saya tidak ada masalah yang berdiri sendiri ya. Heeh. Tapi di dunia SDM itu ada semacam kredo. Jika anak buah itu berkinerja baik itu belum tentu gara-gara atasannya. Tapi kalau ada anak buah berkinerja buruk bisa bisa jadi disebabkan oleh atasannya. Bisa jadi tapi ya bisa jadi ya bukan selalu ya. Bukan selalu. Oke. Oke. Oke. Memang harus dilihat masalahnya apa gitu ya. Tapi pasti ada kontribusi di dari atasannya yang menyebabkan anak buah tidak ee perform. Oke. Iya. Seperti kredo di dunia tentara lah ya. Tidak ada anak buah yang salah. Oh iya. Atasnya salah. Atasnya yang salah gitu. Oke. Berarti kalau boleh boleh dibilang berarti kalau karyawannya tidak benar berarti atasnya yang enggak benar. Atasnya harus dicek dulu. Jadi mendiagnosanya mulai dari atasnya. Oh. Jadi apa yang kamu lakukan terhadap anak buahmu ya kan? Kapan kamu terakhir meng-coachingnya, meng-konselingnya, melatihnya, membimbingnya begitu atau memperbaiki skill dia sendiri gitu. He. Jadi sasarannya harus kepada atasannya dulu, jangan kepada anak buah dulu. Heeh. Heeh. Heh. Begitu. Saya pernah juga waktu itu ikut seminarnya Pak Fad itu ya. Ee makanya Pak Fad tidak mau kalau yang ikut itu bukan owner gitu ya. Iya gitu ya. Betul. Karena buang-buang waktu Pak ya gimana ya effortnya tentu lebih besar gitu karena kalau dia berorientasi pada perubahan kan anak buah enggak bisa ngambil perubahan. Enggak bisa. Iya betul. Harus dieksekusi dari atas top down. Heeh. He he. Gitu. Makanya saya mengutamakan ee owner atau simpul dan owner beserta simpul-simpul SDM-nya. Hm. Ee simpul-simpul SDM itu adalah ee para leader yang ada di organisasi tersebut yang punya anak buah. Hm. Nah, kuncinya di situ. Jadi itu makanya saya sebut sebagai simpul SDM. Oh, iya. I iya. Seperti apa sih leadership itu atau budaya yang harus dibangun oleh seorang leader atau leader yang baik itu seperti apa, Pak Fat? Mungkin banyak organisasi membutuhkan leader yang berbeda ya, tergantung jenis industri juga begitu. Tapi leader yang baik menurut saya dia harus pertama itu dia harus jadi role model role model dari yang profil leader di organisasi itu yang dibutuhkan gitu. Pertama itu dulu menurut saya itu jadi dia harus menjadi role model buat anak buahnya gitu. Jadi contoh gitu, contoh dulu itu dulu sebelum yang lain-lainnya begitu. Hm. H. Karena kalau dia sudah jadi contoh ketika leader ini meng apa menginstruksikan sesuatu, meminta sesuatu, dia pasti akan anak buah pasti juga akan ngikut begitu ya. Hm. Harus segan gitu ya anak buah ya. Iya. Iya. Enggak bisa kayak misal kayak ee remote atau apa gitu. Kalau sekarang juga kerjanya juga remote, Pak. Jadi ee work from home terus kemudian ee banyak bercecer enggak enggak di kantor kayak gini itu seperti apa berarti cara memberikan contohnya, Pak? Nah, kalau remote itu biasanya hanya yang diminta hanya result dari pekerjaan. Oke. Ya kan, bukan pada pendidikan orang gitu. Nah, jadi kontraknya itu kontrak result-nya ya. Result di pekerjaan begitu. Dan itu memang tidak memerlukan misalnya banyak pengawasan. Oh, berbeda konteks berarti berbeda konteks gitu ya. Heeh. Ini kaitannya misalnya dengan leader yang ada membutuhkan development H kepada orang-orang yang ada di organisasi tersebut. He he begitu yang yang prosesnya kita yang prosesnya diawasin gitu ya, bukan bukan by result gitu ya. Diwas diawasin atau dibimbing dan juga kadang-kadang fungsi leader itu harus menciptakan pengganti dia kan untuk pemimpin bisnis di masa depan begitu. Iya. Nah, kemudian kalau sudah leader baik Pak Fad, jadi cara bikin budaya perusahaan yang baik itu seperti apa? Budaya perusahaan itu mengerjakan apa yang ditulis, menulis apa yang dikerjakan itu budaya perusahaan? Menurut saya mengerjakan yang ditulis dan menulis apa yang dikerjakan. Ya. Oke. Banyak perusahaan itu dia pampangin apa ee take line ya enggak atau semacam kata penyemangat. Tapi itu tidak terwujud dalam tindakan sehari-hari di tim di leader gitu ya. Enggak. Nah, itu hanya apa namanya ya kayak kayak semacam tidak ada gunanya kalau begitu gitu. He tulisan doang enggak. Iya. Realitanya enggak seperti itu. Realitasanya enggak segitu. Nah, jadi budaya perusahaan itu dibentuk kalau budaya ee jadi ada dua Mas Agung, ada budaya kerja, ada budaya perusahaan, ada budaya organisasi gitu. He he. Budaya kerja itu menyangkut kompetensi. Biasanya berhubungan dengan kompetensi ee yang dibutuhkan itu budaya kerja. Budaya perusahaan itu lebih kepada budaya yang dibutuhkan oleh industri tersebut ya. Nah, di budaya perusahaan misalnya industri ee apa ee teknologi budaya utamanya adalah dia namanya adokrasi misalnya itu budaya inovasi itu budaya riset pasti banyak itu. Nanti strukturnya juga berbeda dia. Hm. Iya. Ada organisasi yang memiliki budaya ee apa? SOP-nya tinggi namanya budaya hierarki istilahnya begitu ya. E kalau ini ketat dia tidak boleh improvisasi di luar di luar yang ditentukan. Di luar yang ditentukan begitu. H misalnya industri kesehatan di rumah sakit misalnya begitu. Itu ketat dengan prosedur tertentu ya enggak? He he. Lalu ada namanya budaya market, budaya organisasi ini dia mengejar market share, mengejar perangnya perang pasar gitu ya. He. Nah, yang keempat ada budaya cllan namanya. Nah, budaya cllan ini lebih longgar. budaya family gu istilahnya lebih rileks itu. Nah, kalau di Indonesia sendiri kecenderungan lebih banyak menganut ee budaya organisasi budaya clen ya, budaya yang lebih longgar tadi yang yang lebih longgar lagi tadi pendekatannya gitu. Itu budaya dari sisi budaya organisasi ya. He. Kalau dari sisi budaya kerja e budaya kerja SDM biasanya ada empat yang paling lazim dipakai itu yang pertama itu namanya integritas, yang kedua profesional. Yang ketiganya ee result oriented. Yang keempat customer service oriented. Jadi ada empat itu. H itu budaya kerja yang paling banyak dan lazim dipakai di berbagai macam perusahaan ya. Jadi ada dua tadi budaya ada budaya kerja sama ada budaya perusahaan. Ada budaya perusahaan gitu begitu. Tadi kan ada juga beberapa pilihan berarti itu itu bisa harus milih atau bisa semuanya Pak atau seperti apa? Misal budaya kerja tadi. Budaya kerja adakah yang empat tadi? Empat tadi itu harus milih atau enggak? Itu umumnya ee paket gitu ya. Oh, paket ya. Paket biasanya gitu. Jadi harus semuanya dipakai gitu ya. Iya, betul. Maksudnya kalau yang empat tadi itu ee saya menyimpulkan dari random banyak organisasi yang memakai itu yang paling banyak dipakai empat itu. Hm. Secara simultan gitu. Jadi keempat-empatnya satu paket itu dipakai. Iya. Kalau yang organisasi yang paling banyak kredo tadi ya. Iya. Yang apa tadi? yang family tadi ya. Iya, yang clan tadi. Oh, sori. Keren clan ya? Iya. Itu apa plus minusnya? Kalau budaya cen ini dia memang human touch-nya tinggi. Hmm. Ya, human touch-nya tinggi. Jadi, budaya organisasi tidak ada yang salah dan tidak ada yang benar ya. He he. Hanya setiap budaya itu dia punya ciri khas dan punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Begitu. Heeh. Heeh. Heeh. Nah, di berbagai organisasi di Indonesia, terutama yang pernah saya damping ini ee mereka pada umumnya menganut tiga pakai tiga budaya secara simultan. Dominannya e budaya klen klen tadi ditambah hierarki sama adokrasi sedikit gitu. He adokrasi tadi yang apa tadi? Yang model entrepreneurship tadi itu. Oh. H. Jadi kalau budaya ee budaya adokrasi itu budaya inovasi lah. Kita memunculkan produk baru yang kita jadi yang pertama di bidangnya. Begitu itu budaya inovasi, Pak. Kalau ternyata ya ini ternyata leadernya itu malah tidak sesuai dengan budaya yang dia ciptakan sendiri. Pak, pernah jumpa seperti itu enggak, Pak? Pernah juga. H pernah ya. Banyak kasusnya begitu ya. Misalnya harusnya ee apa perubahannya dimulai dari leader itu sendiri sebenarnya gitu. He. Karena dia adalah contoh role model budaya organisasinya itu. Heeh. Heeh. Ya, contoh misalnya misalnya kalau di budaya market leadernya harus kompetitif dia h mikirnya bersaing terus pokoknya gitu. Kalau leader di budaya organisasi yang kla pengayom, pelindung, merasa aman gitu, tentram gitu. Heeh. Enggak suka bersaing. He. Kalau di budaya organisasi yang adokrasi ee leadernya cenderung ee inovatif, pemikir, penerobos gitu. Bikin terobosan baru. Kalau leader di tipe hierarki dia cenderung eh strict to SOP semuanya. He ya. Udah ikutin rules ini aja dan harus meminimize kesalahan. He. Nah, itu budaya di hierarki masing-masing itu. Kalau kalau konteksnya leadernya malah tidak apa ya, tidak kompeten atau apa ya, mungkin dia ada seorang yang barusan masuk atau generasi penerus begitu seperti apa sudah ke bentuk budayanya yang bagus itu ya. Ini jadi tentu akan menyulitkan nanti organisasi untuk bergerak ya. Pertama itu leadernya harus mengikutin budaya organisasinya. Terpaksa dia harus belajar ya. harus belajar, harus harus menyesuaikan dengan kebutuhan budaya organisasinya, begitu. Nah, kalau Pak Fat sendiri itu ee kan sudah nanganin banyak perusahaan gitu ya, banyak perusahaan. Kemudian juga sudah berkeliling ke mana-mana. Sebenarnya kalau arah Pak Fat sendiri itu ingin seperti apa nantinya ee goals goals seorang Pak Fad itu? Saya punya mission statement ya di saya itu bahwa saya ee senang membantu personal dan organisasi itu ee untuk tumbuh. Nah, itu mission statement saya dengan keahlian dan pengetahuan yang saya miliki gitu. Agar si organisasi dia bisa mencapai misinya, mencapai goals-nya dan organisasi tersebut bermanfaat bagi masyarakat. Itu misi saya. Hm. He. Misi setiap kegiatan saya, setiap aktivitas saya, setiap mentoring saya, begitu. Heeh. Kalau bicara visinya ya saya kepengin ee apa namanya? Menjadi apa ee dikenal sebagai bereputasi baiklah di kalangan apa ee organisasi. Hanya itu aja anunya goals-nya gitu. Missin statement-nya keren tadi. Ini intinya membangun apa? Membantu orang ya kan? membantu orang dan organisasi. Kenapa memilih visi itu? Apa dasar dari misi itu, misi statement itu? Apa? Dasar dari ee membuat mission statement itu karena saya merasa kelebihan saya di situ, gitu. Hm. Ya. Dan kelebihan itu tidak datang dari saya, tapi ini anugerah dari Allah. Oh. Nah, dan kalau begitu saya memahaminya ini Allah ini kepengin saya ngelatih orang gitu kira-kira saya menterjemahnya kan begitu. He. melalui tadi seperangkat pengetahuan yang saya miliki tadi itu. Nah, inilah mission statement saya yang saya merasa ini kayak saya diutus sama Allah untuk itu, gitu. Untuk bidang itu gitu ya. Merasa diutus Allah untuk di bidang itu tuh apa? Kok kok tiba-tiba dapat statement itu? Maksudnya dari trigger apa atau dari orang yang kemudian berterima kasih ketika Pak Fat ajarin atau dari perenungan Pak Fat atau ya ini dari perjalanan panjang sebenarnya ketika kita menyadari bahwa setiap manusia itu pasti ada fungsi dan perannya h di wilayahnya masing-masing ya. Oke oke oke. Sepakat. saya tidak ee apa saya tidak akan mencontoh orang lain begitu karena saya punya punya seperangkat apa ee alat bantu yang diberikan oleh Allah yang tidak dimiliki mungkin oleh orang lain gitu. H begitu juga orang ee saya tidak memiliki seperangkat ee tools yang diberikan oleh Allah kepada orang lain gitu. Heeh. Heeh. Nah, di situ letak letak pemahaman saya tentang misi misi hidup itu atau misi aktivitas saya selama ini begitu. He gitu. Teman-teman di sini misalnya ada yang jago fotografi, editing video gitu ya. Dia memang berarti dia memang keahliannya di situ ya enggak? Dan itu misi dia memang di situ gitu. H karena ee ya seperti perjalanan waktu itu nanti mengarahkan saya kepada situlah kepada mission statement seperti itu. Itu ditemukan saat tahun berapa berarti Pak? Usia berapa waktu itu? Usia 40-an kali ya. Waduh. Usia usia-usia kenabian ya. Masyaallah. Ini bukan Wahyu tapi ini oke oke oke. Sekarang boleh tahu di kisaran berapa berarti sekarang, Pak? Apanya? Usianya sekarang saya Juli besok 50 tahun Mas. Masyaallah. Iya. Alhamdulillah bisa merasakan usia 50. Eh belum Juli ya? Belum Juli. Belum Juli. Hampir. Hampir ya. Oke. Kalau kemarin kan Ridiadika pelajaran yang dia dapat saat usia 40 tahun. Nah, ini saya mau tanya ke Pak Fat. pelajaran apa yang didapat menjelang usia 50 tahun? Kalau kita tawaf di Ka'bah itu berangkat dari titik awal dan kita akan kembali ke titik yang awal. Oke. Nah, itu pelajarnya itu. Aduh, gimana tuh? Kira-kira begini. Jadi kalau dulu kita datang dari Allah gitu misalnya ya e tanpa membawa apa sekarang di usia 40 tahun ke atas kita merasa kepengin kembali lagi ke ke titik itu gitu. Hm. He. Kepengin kembali ke sumbernya lagi begitu. Itu ada dorongan seperti itu, Mas, ya. Hm. Jadi seperti ee seperti kita lebih me lebih apa ee daya tarik ke akhirat gitu ya untuk untuk amal ibadah dan segala macam lebih kuat kecenderungannya begitu. Hmm. He iya. Tapi saya mendapat ee apa ee perenungan seperti itu karena memang bermula dari ayat kalau kita sudah di atas umur 40 tahun, kita harus memperbanyak doa ee mendoakan orang tua ya ee apa di di Al-Qur'an itu mendoakan minta pengampunan kepada Allah dan satu lagi itu meminta agar kita punya amal yang bisa legasi ya seterusnya gitu. Heeh. Amal yang ada legasi. Berarti amal yang ada legasinya yang yang selalu dimintakan gitu ya. Dimintakan itu saya ee apa di ngambil dari ayat Al-Qur'an ya. Ee golnya nanti Pak Afad ingin apakah berarti ingin seperti ini terus sampai nanti atau seperti apa? Apakah ingin apa begitu, Pak? Saya menikmati sekali ya apa namanya ee ngajar, membimbing gitu ya, memperbaiki organisasi sangat menikmati sekali gitu. He ee apa namanya? Kalau anak muda bilang fulfillment gitu. Wah, jiwanya di situ. P jiwanya fulfilment. Fulfilmentnya di situ gitu ya. He. Ee ya karena pertama memang tadi ee saya merasakan ee itu banyak manfaatnya gitu bagi orang lain gitu ya. Heeh. Heeh. Ya kena semuah ya, Pak ya. Fid dunya hasanah fil akti hasanah. Oh fulfilment banget Pak ya. berarti ingin menjaga aktivitas ini sampai nanti di akhir hayat gitu ya? Iya. Insyaallah. Wih, insyaallah. Kayak termasuk hari ini saya juga amazing loh dari Bali datang. Ini kan dari runtutan kegiatan Pak Fat kan. Iya. Mampir kan? Iya kan? Dari Kediri ke Tulungagung. Habis ini mau ke mana lagi Pak Fad? Rencana ke Blitar. Ke Blitar ya kan? Masyaallah. Di usia yang tidak lagi muda gitu ya atau masih muda ini ya? Merasa muda ya. Alhamdulillah. Karena ee saya selalu meminta agar dalam menjalankan mission tadi itu saya diberi kesehatan ya. E Heeh. Diberi kesehatan ee oleh Allah gitu. Dan itu ee karena saya menjalankan misi nih. Menjalankan misi dalam membantu orang itu. Insyaallah semoga dipermudah oleh Allah. Amin. Oke. Kalau misal nih ada orang nih salah satu penonton di pecah telur itu ingin apa ibaratnya itu ingin mengundang Pak Fat. Ah iya ingin mengundang Pak Fat atau ingin dibantu apa namanya ee organisasinya itu seperti apa mekanismenya? Ya asal telepon WA jadi dah janjian gitu. Oh gitu aja ya. Iya sesimpel itu aja deh gitu. Berarti nanti nomor teleponnya saya cantumkan di bawah ya. Boleh ya. Jadi itu Pak Fat sendiri atau ada saya sendiri. Oke. Siap. Iya. Pertama dalam bidang SDM tadi ya. Jadi dalam bidang SDM itu kan sebenarnya luas Mas Agung. He. Jadi ee area manajemen SDM dan tata organisasi itu cakupannya lumayan luas. He he. Setidaknya ee apa namanya? pengalaman saya ee banyak membantu di aspek itu. Aspek SDM sendiri misalnya mulai dari aspek penyusunan penggajian, penyusunan kompetensi, manajemen kinerja begitu yang sifatnya teknis dan sistem ya, rekrutmen, pelatihan, pengembangan orang gitu ya, pengukuran juga termasuk asesmen gitu. Heeh. Lalu bidang tata kelola organisasi kayak tadi ee apa? mulai dari organization development, tata kelolanya, menentukan prioritas pekerjaan, ee cara berkoordinasi dan seterusnya begitu yang pada intinya untuk membuat organisasi itu dia fit itu kondisinya. Jadi kayak dokter lah gitu, Mas gitu. Di apa didiagnosis sakitnya di mana aja, habis itu diobatin gitu. Habis itu diobatin gitu biar fit gitu aja. Kalau wilayahnya, Pak, wilayahnya bisa mencakup wilayah mana aja? Misal kayak dipanggil itu bebas sih saya selama ini. Indonesia masih masuk ya? Masih masuk itu aja. Iya. Asal jangan apa ee ee jauh-jauh amat gitu. Kategori jauh-jauh amat itu mana? Timor Leste itu ya kan? Gak apa-apa juga sebenarnya ya kalau ada yang manggil ya. Iya bercanda nih. Iya. Oke. Jadi intinya siap dipanggil ke mana aja. Hah? Simatupang katanya kata teman-teman tuh apa itu siang malam tunggu panggilan dari Bali bisa meluncur simatupang ke mana aja. Terima kasih Pak Fat atau juga bagi teman-teman yang di membership pecah telur ee jadi insyaallah Pak Fat ini nanti juga saya minta ngisi Pak ya saya minta ngisi di video membership pecah telur. Jadi teman-teman yang sudah berlangganan terutama di level 3 yang bahas operasional eh maaf level 4 yang bahas operasional dan juga finance nanti Pak Fat juga ngisi di sana. Nah, jadi membahas tentang bagaimana operasional itu biar bagus. Ada 10 TRK, Pak. Insyaallah hari ini kita syuting, ya. Insyaallah. Terima kasih, Pak Fad sudah meluangkan waktu di sini. Sama, Mas Agung. Closing statement dari Pak Fad. Kalau kita menjadikan organisasi kita itu sebagai kendaraan untuk membantu orang lain, ee itu legasi yang tidak tidak seperti amal jariah tidak akan putusnya begitu. Wih, ya. Nah, ee cuman kendalanya begini, kebanyakan owner ee usia organisasinya sepanjang usia owner hanya gitu. Oh, berarti legasinya enggak panjang itu. Jadi ee saya menyarankan teman-teman menyiapkan ee regenerasinya agar amal jariah dari organisasi yang dibentuknya itu termasuk organisasi bisnis tadi ya, bisa diwariskan kepada generasi selanjutnya. Begitu. Nah, itu perlunya tata kelola. Selain juga memberikan legasi urusan untuk dunianya juga menjadi pahala ketika organisasi itu selalu mencetak kebaikan, Pak. Ya, betul. Mantap sekali. Terima kasih, Pak Fad. Terima kasih penonton sudah nyimak sampai saat ini. Sampai jumpa di next episode. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. [Musik]
Resume
Categories