Kind: captions Language: id Nabi Muhammad dulu kan bilang bahwa kamu rajin-rajin silaturahim nanti rezekimu akan tambah. Tambah. Salah satu yang saat ini untuk menjalani silaturahim adalah sosial media. Perumpamaan yang bagus ngonten adalah silaturahim. Silaturahim. Saya pernah juga ditanya sama beberapa vendor, "Ke gak isin tiktokan wong wis tuwek ngono loh." Aku isin nek gak duit aku. Iya. itu mungkin sama tetangga itu enggak terlalu berbaur, tapi saya enggak pernah mengganggu gitu loh. Tapi kalau ada tetangga yang kesusahan, saya siap bantu. Orang yang sukses itu bukan orang yang bekerja keras, tapi orang yang beruntung. Berpikir seperti itu berarti alah sukses berarti cuman keuntungan. Cuman beruntung diusahain. Iya. Ternyata tuh beruntung itu ada rumusnya. Mas berarti anu ya kalau kalau ditanya gitu kan ada ada orang tanya, "Mas, berarti rumus FYB itu apa?" Itu jawabnya gimana? Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Kembali lagi di segmen Guayeng Pecah Telur dengan tamu spesial kita Pak Kik. Eh, Pak apa Mas? Iki Mas Khalik aja ya. Tengah-tengah boleh Om gitu. Oh, iya. Om KH dari Malang. Beliau jenengan berarti sebutannya apa, Mas? Pengusaha videotron ya atau apa? Malang. Iya, pengusaha videotron mungkin lebih bahasa resminya sebenarnya LED screen atau LED display. ee pengusaha LED display. Iya, betul. Kalau istilah resminya internasional LED display. Display. Kalau orang Indonesia nyebutnya Videotron. Videron. Padahal sebenarnya Videotron itu adalah nama perusahaan telekomunikasi dan TV di Kanada. Oh kayak Sanyo gitu ya mungkin ya. Sanyoiki gitu yang aqua gitu ya. Asal usul ya. Biasanya kalau dulunya awal saya kan di event tahunya LED namanya. H. Nah, lalu ada istilah di pertengahan tahun 2012 saya pernah diminta untuk pengadaan ee bisa enggak eventmu ada videoon lah. Video Tron itu apa? Kita searching ternyata LED lah. Itu sebutan itu muncul saya dengar di tahun 2012. Wah. Tapi dulunya saya kenalnya LED. LED. Dan itu menjadi berkah sendiri. Kenapa saya tetap mengambil kata videotron? Karena videodon adalah area jangkauannya Indonesia yang nyebutnya cuman di Indonesia ini salah kaprah tapi ya jadi bisa jangkauan kalau kita ambil ee hashag videotron pasti Indonesia. Oh oh hanya di Indonesia liar nanti mana-mana. Iya kalau LED wah views pun nanti banyak orang Mexico yang lihat juga kan enggak tahu ini kalau videoon pasti orang Indonesia yang nyebut dan yang spesial dari Mas Klek ini karena viral di TikTok gitu ya Mas ya. Iya, pernah viral dulu. Oh, sekarang kan juga sekarang viral enggak sekarang? Ya kadang-kadang viral kadang-kadang gak itu karena apa? Kalau dulu sering viral kenapa? Kenapa, Mas? Karena jarang pekerjaan. Kalau sekarang kenapa jarang viral? Ya karena sibuk pekerjaan. Oh, jarang karena jarang ngonten. Ya peranya pernah ditanya seperti ini, "Mas, kenapa kok sudah sering enggak ngonten?" Oh, berarti saya kerja harus ngumpulkan portofolio dulu baru setelah agak segang baru saya ngonten. Iya. Iya. Iya. Itu lah. Karena sering jeda-jeda itu mungkin sudah enggak begitu ini ya, enggak begitu apa ee konsisten. Akhirnya view-nya mungkin akan turun. Berarti dikerjakan sendiri ya, Mas ya? Masih dikerjakan sendiri. Dulu pernah punya tim tapi timnya gak kuat karena terlalu banyak nganggurnya. Karena semua konsep masih dari saya. Jadi semua ide kemudian skripnya dari saya, Mas. Berarti itu tim kreatif yang tidak kreatif, Mas. Iya, karena menunggu perintah gitu kan. Dan mungkin karena pengetahuan tentang videoon kan enggak semua orang tahu gitu loh. Padahal sebenarnya kita bisa menggali materi dari sesuatu hal yang mereka enggak tahu. Iya. Apa sih ini bisa jadikan konten gitu ya? Biasanya seperti ini. Apakah LED atau videotron itu kalau di malam hari itu biasa ganggu pengendara jaran karena silau lah. Itu apakah bisa di-setting ke caranya? Ya, ternyata bisa lah pertanyaan-pertanyaan dari netizen itu sebenarnya kita gali lalu dijadikan konten. Oke. Kebanyakan seperti kalau saya waktu itu ee ibaratnya idenya kosong baru saya cari komen-komen yang bisa dijadikan konten gitu. Oh, cara nyari idenya dari situ ya. Oh, gitu. Nah, dan termasuk anu Mas kelebihannya ini sudah sampai ke mana-mana ya, Mas ya? Paling jauh ke mana? Saya paling jauh itu di Wamina. Wamena. Jan di Wamena. Wamena itu masuk Papua pegunungan kalau enggak salah. Papua pegungan dari Malang sampai Papua loh. Iya. Jadi perjalanan kalau ke naik pesawat itu dari Surabaya transit Makassar dulu kemudian transit Jayapura baru Jayapura Wamena. Wamena itu alatnya di alatnya dari Surabaya diangkut dari ee sori dari Surabaya diangkut pakai kapal sekitar 1 bulan. Habis itu dari Jayapura baru di angkat angkut enggak bisa darat. Harus pakai udara. Iya, pakai udara ke Wamina. Orang Papa enggak ada yang pengusaha tron, Mas. Order ke Malang itu diron belum ada. Belum ada. Kalau kalau rental sudah ada. Jadi yang kebetulan yang beli itu adalah pemilik hotel. Waktu itu ada acara KPU yang debat-debat untuk Pilkada kan dari aturan KPU mewajibkan pakai videotron. Dia mendatangkan dari Jayapura. ongkos sewanya fantastis karena harus pakai pesawat juga kan di situ. Kemudian dia berpikir bahwa wah hotel ini kalau dibeli atau dipasang videoon permanen di situ mungkin lebih banyak ee minat dari orang yang mau sewa itu lebih banyak ya daripada kalau sewa kan di situ enggak ada pengusaha di Wamena itu. Makanya dia inisiatif untuk beli sekalian beli akhirnya sekalian beli ya dipasang permaren di situ. Itu tahunya juga dari TikTok apa dari mana Mas waktu itu? Iya dari sosial media tahunnya. Awalnya, Mas. Awalnya gimana ini? Kok tertarik di dunia videoon atau yang jenengan sebut LED itu gimana asal muasalnya? Asal muasalnya saya tuh dulu kuliah sudah semester 10 dan semester 10 ini sama orang tua sudah sudah enggak usah. Kamu harus kerja kalau mau lulus semester sisanya harus bayar sendiri. H akhirnya ada peluang saya Mas kerja ikut orang Chinese di bidang event organizer dan mereka butuh memang orang yang bisa ngedit video untuk ditayangkan di event-nya. Lah kebiasaan orang yang ee video pasti akan berpikir bahwa dokumentasi ternyata video yang saya bikin ini untuk acaranya. Jadi saya bikinnya itu pra pra acara kayak yang ditampilin waktu event itu ya. Iya. bumper opening, lalu nanti bumper launching dan sebagainya itu berarti memang background-nya suka ngedit berarti ya? Background-nya saya suka ngedit dan kuliah saya di DKV. Oke, cocoklah ya. Cocok ya, masih nyambung gitu. Nah, terus di situ baru ternyata tahu kalau ada yang namanya LED itu. Oh. Di event tersebut itu berlanjut sampai tahun 2015. 2015 saya resign kemudian saya berpikir bahwa kalau saya bisa dengan keahlian ini saya bisa bantu IO-i lain juga enggak harus ke sini. Jadi saya jadi independen lah freelancer atau vendor tapi khusus untuk bikin konten-konten yang tayang di LED tersebut. Tapi waktu desa sudah bagus kondisi keuangannya gak bagus. Gak bagus. Iya sempat ya waktu itu saya malah jadi jadi apa ya? pintar dalam menjual gitu. Dalam seller tuh saya pintar sekali. Jadi ada TV saya jual kemudian apa kulkas saya jual gitu. Jadi langsung itu jualan iya langsung jualan pintar gitu. Pintar itu jadi omset sama dengan untung itu karena barangnya sendiri. Barang sendiri itu langsung untuk bertahan hidup. Karena waktu itu ternyata saya berkeluar tidak semudah itu. Hm. He untuk meyakinkan bahwa ee orang tuh atau waktu itu memang kondisi LED itu masih masih jarang pemainnya dan dianggap bahwa event yang ada LED-nya itu adalah event yang mewah. Waktu itu tahun 2012 menuju 2017 masih dianggap mewah karena harga sewanya mahal dan saya juga kalau bikin visualnya juga ee lumayanlah untuk V-nya V-nya. Jadi dengan kondisi yang segmented ini kan memang kadang sebulan ada, sebulan berikutnya 3 bulan gak ada. Sebulan ada, 3 bulan enggak ada. Enggak ada. Oh masih kok berani resign Mas? Apa yang membuatmu berani untuk? Karena kondisi waktu itu di keluarga. Jadi saya mementingkan anak salah satu anak yang barepnya itu space delay. Heeh. Nah space delay. Lalu saya izin keluar untuk tiap pagi itu ngantar sekolah lalu pulangnya diterapi ya gitu. Oh, speak delay-nya sampai waktu itu TK terus sudah SD ya sudah lancar. Jadi sekitar 2 tahun lah saya terapi bolak-balik seperti itu. Baru kerasa ee apa ya? Kerasa normalnya. Jadi sudah ini sebulan dapat berapanya di tahun ke tahun 2017 itu baru tahu. Oh kerasanya kalau setiap 1 bulan itu ada minimal ada 4 L event lah yang bisa saya pegang untuk pembuatan konten. Jadi konten saya itu bekerja itu tir lapis ketiga. Yang pertama kalau di event yang pertama adalah backdrop. Oke backdrop yang statis yang konvensional itu ya. Yang kedua, tiik kedua itu videotron. yang dua itu. Nah, baru saya muncul di situ. Bisa jadi video tron cuma nayangin dari kamera atau dari panitia sudah ada yang bikin. Kalau belum ada itu semua baru saya kerja baru. Nah, itu sampai 2019 pik-piknya di 2019 Desember sampai saya berangkat ke Singapura juga untuk ngisi event di sana. Berarti ngisi desain ininya. Iya. Sampai berangkat sampai berangkat ke Singapura. Weh, berarti terkenal ya, Mas ya? Maksudnya sudah sampai Singapura ya? terkenal karena getuk tular lah dari ini sampai mulut ke mulut terus akhirnya ee berlanjut dan cocok ya sudah dipakai. Awalnya juga ke Singapura itu cuman kirim file dulu. Hm. Terus ada event yang besar dan mereka enggak sanggup untuk ngoperatori. Saya berangkat ke Singapura. Oh memang susah ya Mas ngoperatori gitu? Susah kalau yang belum tahu. Tapi akhirnya ya itu setelah ketemu kalau eventmu gede seperti ini aku harus berangkat ya nanti yang di rumah kacau. Maksudnya pekerjaan yang di Malang gimana? saya ajari biar saya kirim file aja atau harganya sama ini berarti masih posisi freelance tadi masih freelance loh berarti maksudnya prosesnya progresnya positif banget tu positif tiap tahun alhamdulillah 2017 sampai 2019 revenue-ya menaik terus heeh he baru kejadian di 2020 ya itu kan pandem pandemi Maret heeh terus kenapa dengan pandemi itu dengan pandemi itu ya ibaratnya event kan gak ada kan saya pemasukan di event semua Oh, enggak ada event enggak ada event. Yang punya videoon aja atau punya LED aja enggak kerja apalagi saya. Mau tak desain di mana itu tayangan saya enggak ada enggak ada medianya ya? Medianya. Iya di situ. Heeh. Terus akhirnya waktu itu berpindah ke apa di 2020? 2020 sempat jualan bebek saya. Iya. Jualan bebek goreng lah. Kebetulan saya penyuka bebek goreng. Itu beloknya kok jauh sekali. Jauh. Itu bukan lagi untuk wis bukan masalah keahlian tapi kebutuhan. harus makan kan itu maksudnya itu anu buka warung itu atau apa ya enggak sampai buka warung sih karena saat itu kan riskan ya karena juga daya belinya juga orang membatasi untuk pengalaman iya dikirim dari kenalan-kenalan ataupun buka onlinean secara ekonomi juga turun banget ya turun banget dan waktu itu sempat ngambil rumah kan ngambil rumah kok diac-nya pas pandem h akhirnya ngejual mobil h Sudah ini jadi selama pandemi itu ya punya Vario aja dengan anak empat itu anak empat. Eh waktu itu lima ya? Lima punya anak lima. Sekarang enam ya Mas ya? Sekarang alhamdulillah enam. Alhamdulillah malah pandemi nambah satu lagi. Ya memang pandemi cocok nambah anak sih. Iya karena ya kesibukannya banyak di rumah ya kan. Iya iya iya itu. S tapi bisa terlewati itu ya maksudnya dengan apa terlewati masa-masa susah itu? masa-masa susah ya saya ndak pernah yang istilahnya itu ngerepoti teman. Saya ndak paling suka ngerepoti teman. Apa yang bisa saya usahakan semaksimal mungkin ya tadi itu apa yang ada harga jual jualan BP. Kemudian ada juga kita perhiasan atau investasi emas ini kita jual iya pintar jualan lah ya waktu itu pint jualan waktu itu jualan banget gitu. Jadi kalau saya seminim mungkin atau semok-mentok, aku enggak mau minjam apa-apa ke teman. Ee gitu. Di situlah opo sing aku duwe iki tak usahakan di sini. Berarti artinya kan enggak sampai habis ya. Enggak sampai habis tapi ya minus lah ya. Ada minusnya juga. Minusnya berarti dari mana? Kan enggak minjam kan dari bank itu kan masih ada kan apa ee pinjaman rumah itu. Oh iya cicil tiap bulan nyicil juga waktu itu ya berarti ya? ya sempat ada program keringanan tapi itu pun di saat varian Delta di varian Delta parah. Jadi waktu itu kalau saya merasakan bahwa COVID itu ada itu di varian Delta karena sudah di komunitas kita di event keluarga-keluarga terdekat event tuh sudah ada yang kena. He yang sebelumnya saya ngerasa bahwa ya ini masih jauh ini masalah COVID atau gak ada itu ee 50% 50% percaya atau dendaknya itu ternyata waktu di Delta benar-benar di ee di orang terdekat itu tetangga itu ada yang meninggal mana itu jadi setelah waktu Delta itu aku pikirnya gini sudah wis aku enggak kerja 2 3 bulan gak masalah yang penting aku hidup setelah saya hidup saya bisa kerja lagi. Jadi aku wis benar-benar semedi aku di rumah di rumah aja wis rumah aja. Oh wis kalau yang itu yang masalah tanggungan-tangguhan itu bisa dinego. Jadi bisa alhamdulillah bisa terlewati dan 2021 akhir bisa bangkit lagi dengan Zoom online yang itu event-event online. Oh mulai mulai ada event Zoom online itu. Iya sebenarnya sudah dimulai tahun 2020 pertengahan sudah ada. Cuman ramainya setelah varian Delta karena digiatkan lagi untuk yang online sebelum varian Delta itu masih ada yang istilahnya hybrid. Nah, ada yang kumpul lalu ada yang online gitu. Nah, di situlah untuk kalau kita ngomong Zoom itu apakah bisa ee meningkatkan strata ekonomi? Ya enggak, Mas. ya cukup cukup buat bertahan bertahan karena nilainya enggak gede. Lalu operasional juga banyak kayak kita harus pinjam kamera perlengkapan seperti ee ini mixer lalu green screen lalu mic dan sebagainya kan kita harus invest juga. Heeh. Berarti sebagai pembicara Mas di Zoom itu sebagai operator. Oh sebagai operator ya? Iya. Yang host-nya lah. Host-nya seperti Mas-masid depan ini. Heeh. Oh, yang handle itu berarti buka jasa seperti itu gitu ya? Iya, jasa. Jasa event online. Event berarti itu perlu keliling apa bisa di rumah aja sih? Kalau pernah di rumah saja pernah. Jadi ada acara webinar di Kalimantan acara yang cukup nasional. Hostnya di rumah saya. Jadi kayak moderatornya bukan ya, bukan moderatornya ya, malah operatornya. Adminnya itu loh, Mas. Kan ada Zoom itu ada adminnya itu ya. Ad. Oh, kita nanti ngpin hostnya, kemudian pembicara kita pin, kita masukkan dalam satu frame gitu. Oh, gitu. Merangkap gitu ternyata enggak ya. Waktu pandemi kayak cukup viral ya apa jasa itu. Iya. Dan masih ada di saat ini seperti itu untuk bukan masalah menghindari COVID ya, tapi kayak ee pembicaranya enggak bisa datang. Iya sih. Itu nanti ya acara isi materinya lewat Zoom dan itu masih sekarang masih berlanjut. Masih berlanjut jalanin itu juga. Oh, enggak. Ya, kalau sekarang gak karena karena sudah kalau sekarang sudah tak kesampingan fokus ke benar-benar ke videoon videoon kenalannya sama videoon itu piyeik. Oh, boleh boleh minum dulu boleh boleh turing turing ini katanya untu kering untuk garing. Untung garing. Oh iya. Iya. Ee ada event yang sering saya handle tuh acarnya Poles. H dari Poles Malang. biasa dia sewa di tempat saya walaupun waktu itu saya belum punya belum punya barangnya untuk disewa itu belum punya lah kok sewa gimana berarti mereka percaya kalau saya bisa ini karena kadang kan orang gini saya gak punya barang sudah teritahu saya enggak punya barang tapi kalau kamu yang handle aman gitu jadi kamu bertanggung jawab ngejob ke orangnya yang punya lalu kamu jagain barangnya sampai nyala sampai acara selesai itu kadang dari beberapa Orang masih berbeda seperti itu. Walaupun tahu kalau aku tahu kalau kamu punya barang, tapi kamu bisa handle semua. Ada kebutuhan-kebutuhan mendadak itu bisa di-handle. He. Kalau eh nambah sound, nambah sound datangkan daripada dari pihak ee yang punya acara harus sewa ke mana karena kan kadang enggak kenal ataupun enggak percaya ke nanti ketipu gitu ya. Iya seperti itu. Barangnya enggak bagus atau apa lah. Nanti jadi masalah di situ. Makanya saya dipercaya untuk itu tiap hampir kegiatan untuk acara Kapolda, acara ee Polri kalau ada butuh koordinasi memakai Zoom dan wajib pakai videotron. Waktu itu pakai LED karena untuk layar besar gitu. Nah, bolak-balik sewa, bolak-balik sewa. Kapolresoresnya inisiatif untuk masang di aulanya. Oh, jadi beli waktu itu ditantang. Saya enggak berani, saya belum bisa. Ya wis saya tanya orang Jakarta aja. Tanya orang Jakarta. Harganya lumayan waktu itu di R00 juta pasangnya. Oh berapa meter itu? R juta itu 8 m. 8 m². Oh mahal ya memang ya. Teral mahal. Waktu itu masih mahal. Terus bisa enggak kamu? Enggak usah dibawanya disamakan aja gak apa-apa. Oh, yang penting ada kamu nanti yang jaga ini. Ada apa-apa garas ini kasih yang lama biar nanti kalau ada apa-apa kamu bisa backup. Heeh. Ya udah saya coba cari referensi ibaratnya referensi maksudnya ngesup lah. Oh maksud gitu ya. vendor vendor la cari vendor la referensi ada ketemu orang Surabaya itu untuk saya masang di situ. Sudah saya dapat video-videonya cara masang seperti apa gini tapi belum punya pikiran kalau saya nanti buka ini. Masih belum cuman tak koleksi aja videonya gini gini gini gini udah sudah sudah selesai sudah serah terima, sudah lunas semua, sudah dapat untung walaupun enggak sebanyak itu kan. Jadi kan kadang hampir marginnya ada yang tipis-tipis yang penting tembus itu sudah. Oke. Setelah itu ini di bulan Februari April itu baru pas waktu puasa kan pekerjaan kalau puasa event kan turun. Iya nganggur. Iseng-iseng diedit saya posting lah. Kok viral? Itu video pertama kali ya? Video pertama di TikTok yang sebelumnya ya aku cuman konten-konten sama anak-anak main ke mana, terus makan di mana kayak gitu untuk konten keluarga aja. Kalau yang di TikTok, kalau yang di IG memang untuk usaha. Heeh. Lah lalu FYP, wah banyak yang tanya saya komen, banyak yang DM saya balas, banyak yang WA saya balas sampai sahur. Sampai sahur sampai sahur istri saya itu sebum mijitin tengkuk saya ini karena sudah pegel waktu itu. Karena karena memang prinsip kerja saya kalau ada yang tanya harus sudah saya jawab fast respon itu sampai sekarang. Eh, tapi sudah saya pilah-pilah. Kalau sudah tahu ya remuk Mas. Kalau yang komen di apa di TikTok dan DM si mau dibalasin ya remuk gitu ya. Remuk itu konten apa, Mas? Pertama ingat enggak? Di Pores itu jadi tentang cara kerjanya gitu ya. Cara ee masih hard selling banget waktu itu. Jadi Oh ini videoon kualitasnya seperti ini. Lalu ukuran seperti ini. Kalau mau butuh ke tempat saya hubungi saya gitu. Ini masih waktu itu masih hard selling banget dan itu FYP karena belum ada. Waktu itu memang belum ada yang mau mengblow up seperti itu. Oh, padahal hard selling aja bisa sampai viral di 2021 ya. 2022 22 memang sangat sedikit Mas. TikTok masih sangat jarang yang bermain gak seperti sekarang ya semua orang punya TikTok. Betul. Terus akhirnya banyak yang tanya pertanyaan pun enggak bisa saya jawab langsung karena saya pengetahuannya minim ya. saya cari referensi, cara-cari tanya yang vendor yang dulu atau pemain-pemain yang sudah ee tahu ataupun cari di internet, habis itu saya jawab. H. Terus ya dari situlah kok ini tak tekuni aja gimana yang ini mumpung gitu loh. Mulai kepikiran itu setelah setelah dari TikTok yang FYP setelah berapa hari setelah FYP? Ee setelah lebaran atau langsung? Oh setelah lebaran. Iya setelah lebaran itu di ada masalah lagi sebenarnya. Jadi rumah saya yang di Magelang itu kan saya aslinya Magelang. Nah, dijual sama Bapak karena ada masalah. Magelang. Heeh. Dan kok ini kudu bangkit iki. Hm. Terus Bapak kan tak boyong ke Malang akhirnya. Oh, tak boyong ke Malang. Sudah, Pak. Tinggal sini aja. Gak usah dipikir masa rumah itu ya. Walaupun waktu itu belum punya pegangan yang kuat untuk bisa ini untuk bisa bisa menghidupi itu ya. Iya. boyong itu. Tapi PD karena kekuatan di sosmet itu lumayan kalau untuk saat ini. Heeh. Heeh. Kalau boleh saya menganalogikan tuh kalau Nabi Muhammad dulu kan bilang bahwa kamu rajin-rajin silaturahim. Heeh. Nanti rezekimu akan tambah. Tambah. Betul. Nah, salah satu yang saat ini untuk menjalin silaturahim adalah sosial media. Oh, iya. Perumpamaan yang bagus ngonten adalah silaturahim. Silaturahim. Karena orang itu akan merasa dekat dengan kita walaupun belum kenal. Iya. Betul. Betul. Iya. Sepakat sih, Mas. Heeh. Iya. Heeh. Jadi orang tahu kalau silaturahim mungkin dulu apa mungkin ya kita berkunjung terus bercerita sekarang kamu apa? Aku sekarang aku dagang unta mungkin. Wah sok aku nek butuh unto neng. Nah, itu kan mungkin di situlah nyambung rezekinya mungkin di situ ataupun rezeki yang lain mungkin rezeki secara kesehatan ataupun yang lain itu kan berbeda lagi. Tapi saya menganalogikan seperti itu untuk saat ini cara menyambung selim yang mudah ya pakai efektif sosial media. Iya, ini aku baru kepikiran sekarang kepikiran tentang itu ternyata main blowing ya bisa dipakai buat ibadah juga. Ternyata bikin konten itu ibadah karena bisa masuk silaturahim kalau diniati kayak gitu. Iya. Iya. Pokok gatuk ya, Mas. Tapi, tapi ya enggak kep sebenarnya kalau ternyata bisa dilihat dari sudut pandang itu berarti baru setelah itu fokus akhirnya fokus. Akhirnya fokusnya pun tetap belum punya strategi. Jadi masih asal sekedar kita bikin konten. Tapi sudah ada orang yang mau beli atau sewa, Mas? Sudah. Waktu itu setelah FYP tuh wah sehari itu kalau bikin penawaran minimal tiga. Tiga penawaran yang yang keluar yang saya buat. Jadi ya gimana ya orang tanya langsung saya tanggapi orang saya tanggapi dulu itu kalau untuk sekarang ini mulai tahun 2024 ada yang tanya sudah saya detailkan kebetulan berapa meter lokasi di mana, kota mana he sudah itu habis itu saya bilang ee nanti sore atau nanti malam saya kasih R-nya. He. Oke. Kalau dia sore atau malam nanya berarti ini serius baru saya bikinkan. Tapi kalau gak ya sudah berarti dia cuma tanya-tanya doang. Tanya-tanya doang. Kalau dulu wah dulu langsung bl gitu. Capek berarti Mas semua dibuatin ya cuapek itu. Dan waktu itu aku saya masih kadang nerima job untuk yang dan waktu itu pegawai saya baru satu yang backup ini yang satu ee bikin visual tetap yang satunya freelan. Akhirnya setelah kalau saya ngedit video habis itu sama ngedit word sudah ambadul gitu. Akhirnya gak fokus, saya nambah pegawai lagi untuk yang visual ini sekarang tiga orang. Jadi saya pure untuk visual sudah saya lepas. Jadi saya enggak pegang laptop saya itu sekarang isinya ya yang sering dibuka Excel. Hm. Penawaran. Penawaran RB. LB kalau kalau dulu edit editing ya. Iya. Adob Premier atau After Effect itu sekarang sudah Adob itu sudah saya delete semua. Delete. Iya. Di uninstall. Uninstall. Iya. He Mas berarti anu ya kalau kalau ditanya gitu kan ada ada orang tanya, "Mas, berarti rumus FYB itu apa?" Itu jawabnya gimana? Tiap tahun beda-beda ya, Mas beda-beda. Untuk saat ini kan tetap main di retensi ya, tetap di mana kita ee video atau konten kita ini dilihat sampai utuh. He. Nah, sekarang ini ya pintar-pintar main di hook kemudian bangun biar orang tuh selalu awet lihat video kita gitu. Di situlah sekarang tantangannya di situ. Tapi ee kalau menurut saya ada sisi baiknya views kita itu sedikit. Ternyata kalau dulu saya lihat di TikTok itu semua disebar. Jadi kamu tertarik dengan video drone gak? Kasih lihat semua. Jadi view-nya kelihatan tinggi karena disebar. Kalau yang sekarang ini orang yang berminat di videoon atau yang di dunia yang kita maini itu yang langsung disebar ke situ. Jadi f-nya angkanya sedikit tapi listnya tetap banyak tersegmen gitu ya. Tersegmen. Betul. Dan untuk saat ini tahun 2024. Iya tahun 2025. Kalau tahun lalu itu sekitar 400 RAB yang saya keluarkan. 400 400 dalam setahun. Dan RAB itu iya penawaran tadi RAB. Oke. Saya nyebutnya lebih suka RAB. RAB karena saya enggak pernah menawarkan. Oh gitu ya. I ini nanti tak ceritakan kenapa saya enggak pernah menawarkan tadi lah RAB untuk untuk Mei ini sudah 300-an RAB. Oh hampir terpenuhi ya. Hampir terpenuhi selama hampir sama dengan bulan tahun lalu padahal baru setengah tahun. Tahun lalu padahal view-nya saya visnya jauh lebih dikit. Jauh lebih dikit. Oh gitu lah. Kenapa saya enggak suka menyebut penawaran? Karena dalam bisnis saya, saya enggak pernah nawari ke orang. Engak pernah nawari sebutannya apa? Jadi misalkan gini, saya ketemu teman atau orang ini loh saya punya videoon. Heeh. Saya punya jasa pemasangan atau rental. Kalau ada event atau butuh videoon ke tempat saya. Saya enggak pernah seperti itu dalam bisnis. Walaupun teman dekat, walaupun teman saya itu kerja di pemerintahan, walaupun pernah enggak pernah saya menawarkan pernah kenapa? Memang apa ada pantangan atau enggak? Karena saya mental saya enggak bisa seperti itu. Oh. Karena di saat saya ditawari misalkan mobil, saya itu enggak butuh tapi tawari mobil saya kerasa enggak enak itu. H lah begitu juga saya terapkan semisal ada teman saya enggak butuh videoon saya tawari videoon. Heeh. Ngerasa enggak enak juga gitu loh. Ya ya ya yo engkok engk tapi ternyata yo gak gitu. Nah akhirnya saya bikin itu di sosial media ini akhirnya aku bisa mengakali. Oke. Seperti itu karena saya enggak nawarkan ke orang. Jadi otomatis yang masuk ke saya itu adalah semua orang yang butuh. He. Bukan suatu hal yang saya tawarkan. Jadi lebih tepat sasaran nanti. Iya. Terus makanya saya lebih nyebut RAB. Kalau penawaran aku enggak nawari kok. Lo singkatannya apa? Rencana anggaran belanja. Oh berarti sudah kalau ada yang tanya baru dikirim RAB gitu ya. Iya gitu. Berarti orang tanya karena dia butuh atau kepo gitu ya? Butuh. Nah, kita enggak tahu. Makanya kita saya kasih waktu jedu. Iya. Nanti kalau dia tanya lagi, berarti ini butuh. Entah itu nanti cuma sebagai pembanding ya nanti enggak tahu. Tapi kalau memang sudah minat pasti saya diundang untuk presentasi. Heeh. Zoom presentasi ataupun sekedar Zoom meeting nanti biar menjelaskan kenapa harganya sekian lah gitu. Di antara 400 RAB yang di tahun 2024, Mas, yang closing sampai berapa persen? 25. ee 25 project berarti sekitar 5% lebih ya? 5% lebih. Oh ya setahun 25 project ya? Iya 25 project enggak ya enggak banyak gitu tapi nilainya gede-gede ya. Iya saya ngambil yang gede-gede aja. Ini boleh dibocorin enggak sampai berapa projek-projek yang ditanganin? Sekitar 320 m yang saya pasang khusus untuk pembelian 320 m yang saya pasang. Kalau rupiahnya di kisaran berapa itu, Mas? Hampir 7 M. Oh, 7. Itu satu project ya? Bukan. Enggak. Itu total setahun tadi. Total setahun yang total setahun yang dikerjakan 700. Dan itu pembelian. Pembelian yang visual sama itu enggak saya itu belum sewa. Belum sewa dan juga yang lain belum sewa dan lain. Kaya berarti sampeannya ya, Mas ya? Tidak masih ada yang lebih kaya biasa aja. Kalau untuk tahun ini sampai Mei sudah 280 m. Oh, hampir mendekati. Padahal masih Mei. Padahal masih Mei. Iya. Dan masih ada projek. Biasanya kalau untuk projek pengadaan seperti itu paling banter di semester kedua. Oh, berarti ada potensi yang semester du ini lebih tinggi ya? Lebih tinggi. Itu pengalaman 3 tahunan saya seperti itu. Siap-siap. Nanti kalau ada yang dari pecah telur ya komisilah ya berarti ya. Aman. Eh, tapi enggak saya enggak menawar gak mau. Oh, iya enggak menawarkan. Sungkan yang yang enggak menawarkan kan Mang Salwarin pecah telur. Oke. Oke. Bercanda bercanda. Kalau anu Mas kalau orderan paling gede satu project itu sampai berapa meter? 96 m. 96 m. Iya. Di tahun 2023 ada projek di tambang itu 4 titik satu titiknya 24 m. Gede loh, Mas. 24 m itu ya? Besar. Iya. 20 m itu 6* 4 biasa standar untuk dipasang di alun-alun atau di man ya kan yang gede-gede itu kan ya iya itu 6* 96 m totalnya projeknya nilainya berapa kalau boleh tahu 3,4 w gede 3 miliar lebih dan itu projek kita kerjakan dalam waktu 1 tahun lebih itu lama ya lama karena ya saya kan minim pengalaman juga di area tambang ternyata tidak bisa lembur kemudian kalau hujan harus berhent jadi ee K3-nya ketatlah lah di situ. Oh, proses-proses. Jadi yang memang requestnya dari sana berarti ya. Iya, memang ee di tambang seperti itu. Beda kalau kita di tempat lain yang pekerjaan bisa lembur. He. Kemudian kalau gerimis pun tetap bisa kerja kayak gitu. Kalau standarnya misal, Mas kayak pengerjaan yang gede itu berapa hari? Kalau yang standar di 3 minggu sebenarnya selesai satu titik ya. Satu titik 3 minggu titik. Kalau tadi empat titik ya berarti sekitar 2,5 bulan lah. 2,5 bulan atau 3 bulan maksimal 3 bulan selesai. Hm. Yang lama itu konstruksinya itu hampir setahun di situ. Konstruksin konstruksinya kayak bajanya. Iya. Kita ngecok lalu bikin tempat LED-nya intinya kan. Iya. Itu yang lama. Waktu pemasangan satu titiknya cuma 3 hari. Hmm. Berarti kayak jenengan ya sak ngecore bareng ya Mas ya? Iya. Semua strukturnya juga sampai kelistrikan juga semuanya. kayak bangun konstruk konstruksi ya apa berarti ya sebutnya i sipilnya itu sipil menantang yang di situ itu Mas ditambah ditambang paling menantang di situ. Iya paling dan itu malah di awal-awal itu 2023 pertengahan 20023 pertengahan. Kalau alurnya alur kerja dengan klien itu, Mas, itu apakah nanti dibayar lunas di awal atau harus ee nalangi dulu? Apa gimana kalau biasanya? Iya. Punyanya Mas Kik. Kalau waktu 2023 dulu kan saya bangun masih ya beberapa orang kan gak tahu mungkin sik masih masih sekedar belum seperti saat ini ya. He masih bangun. Masih bangun kan ya. Jadi saya juga hati-hati milih klien. Ee jadi saya harus DP dulu waktu itu sekitar 50% karena nilainya kan lumayan gede banget Mas 50% dan modal saya ya enggak segede itu 50%. Jadi waktu itu kenapa 2023 sebenarnya projek saya sedikit cuman 12 project di 2023 karena saya datangin ee dari luar negeri kan impor sendiri impor sendiri itu sekitar 2 bulan baru nyampai jadi Oh si usernya harus nunggu gitu jadi misal ada deal project itu datangkan aja 2 bulan ya iya 2 bulan dan itu kita kok kebetulan ya memang custom jadi enggak ada yang jualan di ee marketplace di Indonesia yang model seperti itu. Jadi ada yang bermain lengkung sudut waktu itu memang belum ada orang yang nyetok. Jadi saya harus pesan ke pabrikan, diproduksi dulu baru dikirim. Dari mana, Mas? Dari Cina. Cina ya? Iya. Cina. Terus akhirnya ya karena kelamaan nunggu itulah dari projek saya gakitu. Kalau saat ini dirubah ada teman yang selaku sekarang supplier yang siap support. Jadi dia nyetok karena tapi dia bukan pemain ya. Jadi bukan pemain project. Dia memang akhirnya jualan ecer. Jualan ecer dia ngelayani beberapa orang seperti saya juga ada. Hm. Cuman lah ini di-support sama teman saya. Sebenarnya enggak teman sih. Jadi saya lebih suka itu pekerjaan atau kita bisnis dimulai bukan dari teman atau dari saudara. Heeh. Tapi dari pekerjaan akhirnya jadi teman. Jadi teman. Oh. Itu lebih awet biasanya. Lebih awet. Iya. Jadi saya kenal dia karena pekerjaan itu akhirnya sekarang jadi kayak teman. Nah terus kalau sekarang pekerjaan mau DP nol yang penting ada SPK resmi berangkat. Berani berani dan itu langsung 3 hari setelah SPK keluar langsung berangkat gitu. H yang penting barang sampai lokasi material onset dibayar nanti 30% atau 50% nanti setelah terima baru pelunasan. Berarti harus pakai modal sendiri dulu waktu pengadaan ya. Kalau kalau tahun 2023 ya sebagian Oh kalau sekarang teman tadi. Teman tadi sekarang ya. Jadi ibaratnya dapat pinjamannya dari situ. Iya. Bawa dulu nanti bayar. itu 2024 ya. 2025 sudah saya bayar karena sungkan. Oh 2025 uangnya sudah banyak daripada direkening mending untuk bayar. Iya daripada muter-muter enggak jelas ya. 2026 bisa jadi punya toko gitu toko seb. Tapi selama ada temannya kan mending diputar di tempat yang lain ya. Iya betul. Kalau yang proyek sewa sama proyek penjualan lebih banyak porsinya lebih besar mana sekarang Mas? Kalau sekarang ini lebih banyak di penjualan. Penjualan ya, Pak? Iya. Karena di daerah Jawa Timur terutama mungkin yang teman-teman belum tahu bahwa persewaan videotron paling murah se-Indonesia itu ada di Jawa Timur. Oke, ya. Karena sudah banyaknya sekali vendor-vendor yang ee punya usaha seperti itu. Lalu juga karena dia vendor-vendor yang pemain itu kadang gini, kalau dulu ya per meter berapa? Harga per meter Rp500.000 ataupun Rp750.000. Sekarang gak, Mas. Saya mau sewa ukuran sekian seekian kali sekian budgetmu piro? Sudah gitu mainnya. Oh, gitu. Sudah main budget. Jadi persaingan banyak, lalu banting-banting harga itu sudah banyak untuk persewaan lah. Terutama kalau yang sekarang tapi kenapa saya jualnya tetap masih di angka yang lumayan lah. Heeh. Heeh. Untuk ee enduser saya di 500 di R500.000 per meter di end user itu kita tetap jaga karena saya enggak ngandalkan beberapa reseller karena saya dapat langsung end user di bermain sosm itu kan orang tahu langsung gitu. Kalau ee reseller itu semacam misalkan ini ada orang sound ditanya sama yang punya acara, "Mas, kalian sak videoon gitu." Akhirnya orang sound ke saya kan itu harga reseller akhirnya itu kadang ditekan dari user budgetnya 400 kita harus ngeduk lagi biar si seorang sound itu punya dapat itu kan itu lah akhirnya kan kita enggak tahu budgetnya berapa kan enggak tahu juga he e strateginya yang jenengan terapkan apa di biar FYP atau biar terus atau strategi apa yang jenengan maksud tadi strategi ngonten atau strategi bisnis kalau yang sekarang Ini saya membangun bahwa menaikkan lagi bahwa video Tron ini suatu hal yang segmented tetap yang segmented. Ada beberapa contonent kreator yang pemain-pemain seperti saya bangun bahwa video tron itu murah. Oh, brand image-nya itu ya? Brand image dimurahkan gitu. Dimurahkan. Nah, kalau itu jadi bumerang nantinya ke belakangnya. Dan sekarang ini untuk kita kenapa mahal? karena kita mulai impornya resmi. Hm. Jadi memang faktur bisa keluar. Kemudian dari faktur dari kita ada misalkan nanti dari ee pembeli juga bayar pajaknya juga itu bisa ada semua. Jadi kenapa kita mahal? Karena untuk perpajakan nantinya. Heeh. Heeh. Nah, kalau kita bangun image-nya saya sendiri ini tak murahkan nanti jadi bumurang ke legesinya saya. Kalau harga videuton sudah murah, murah murah dan harga ataupun nilai jual angka nilai uang itu kan turun terus. Iya. Nanti penerus saya itu dapat apa gitu. Nah, untuk bangun image itu memang harus agak rodok sombong titik memang. He. He. Jadi ee pekerjaan-pekerjaan saya tampilkan di konten tu selalu yang gede-gede, yang kecil-kecil enggak saya tampilkan. He he. Bukan berarti meremeh kan gak cuman untuk membangun di bisnis saya kesan image-nya. Iya. Oh, eklusif begitu ya. Oke, Mas. Ee kan mahal tapi realitanya juga banyak yang pesan gitu loh. Makanya itu apa yang menjadi value selain selain itu tadi ya? Yang menjadi valuemu itu apa? ya karena ini value saya ini sebenarnya di ee after sale. Jadi after sale-nya saya itu tak panjangin dan saya jamin fast respon dan itu semua ada komplain-komplain gak bakal masuk ke langsung ke anak buah tapi ke saya langsung langsung ke saya. Jadi nomor-nomor kalau misalkan ya mungkin user-user saya ada yang tanya nomor ke tim yang pasang silakan tapi kalau ada ketidak ee responnya dari tim saya ya itu kesalahan mereka sendiri. Kalau kalau Anda respon apa maksudnya ada trouble lalu hubungi saya langsung pasti fast respon. Hm. Pernah kejadian miss-nya itu di Bali. Ada klien saya punya toko tas, dia lapor kalau video saya trouble. Video yang trouble itu wajar ya. Enggak wajar tuh kalau udah trouble dibiarin saja sama vendornya. Karena itu video enggak kayak TV ini pada umumnya ya. I kita langsung bisa di kalau itu perlu ada sambung-sambung kabel ataupun perakitan ada sentuhan tangan manusia lagi. Jadi ada trouble itu pasti ada nantinya ke belakangnya lah. Tinggal dari vendor yang masang itu ee komponen-komponennya sudah sesuai pabrikan atau gak atau dia ngakali lah. Itu yang akhirnya jadi bedot itu awet atau gak lah. Yang di Bali itu ada yang trouble ee korosi. Jadi korosi karena korosi itu apa? korsi karena tempatnya lembab atau apa gitu atau kena panas yang terlalu ee terlalu ekstrem ya itu ya bisa karena cuacalah itu korosi. Direspon saya ngomong ke anak buah saya tolong dikomuniskan dengan tim sana gimana sudah direspon bahwa suruh ganti sparep kan sudah kita sediakan. Heeh. suruh ganti lah. Ternyata si anak buah mereka enggak ngomong ke atasannya kalau saya itu enggak berani ganti gitu loh. Nah, kalau enggak berani ganti aku punya solusi. Saya suruh teman saya vendor-vendor Bali juga ada untuk me-replace itu. Akhirnya setelah 1 bulan baru ownernya bilang, "Mas, ini belum dibetulin toh?" Loh, kemarin saya sudah info ke anak buahnya. Oh, ya wis gimana solusinya ini? Atau perlu saya bayar gak apa-apa. itu belum ada setahun jalan 9 bulan lah gitu. Enggak apa-apa wis nanti malam setelah toko tutup saya perbaiki sudah tim saya ee teman saya berangkat setengah jam selesai terus dia ya sama-sama minta maaflah dia. Saya minta maaf karena ada kesalahpahaman dan mereka juga menyadari ternyata anak buahnya juga gak ngomong ke bapaknya kalau dia enggak berani dan ganti gitu loh. Dipikir ini kok dibiarin saja sama saya. Setelah chatnya itu ya sudahudah nanti lantai du ini sudah habis sewa kontraknya nanti mau saya pasang juga. Oh jadinya malah order lagi? Iya. Jadi itu ya yang jadi spesial after sales-nya ya. Jadi bertanggung jawab sampai berapa tahun kayak gitu? Saya 3 tahun. Wah lama ya 3 tahun padahal standar pabrik itu 1 sampai 2 tahun. Jan kasih lebih sampai 3 tahun. Sampai 3 tahun. Jadi selama 3 tahun ada trouble bisa menghubungi vendor. Itu pun saya jual sudah harga mahal. Ada juga yang lebih mahal dari saya juga ada. Hmm. Ya, ya tengah-tengah lah ya. Iya, tengah-tengah. Maksudnya mahal sama murah itu cuman angka. Tapi kalau servis dan kepercayaan itu ya. Weh, itu yang awet lah. Bangun itu kan enggak enggak enggak sebentar lama. Dan saya baru 3 tahun untuk membangun kepercayaan itu kan juga lama. Tapi kalau saya salah sat salah berbuat itu aja sudah jadi bumerang dan itu langsung meruntuhkan yang saya bangun tadi itu. Makanya tetap saya jaga itu walaupun di daerah Wamena dan sebagainya kita tetap bisa mengasih apa ya ngasih servis. Servis lebih. Servis lebih. Tadi aja makanya waktu datang aja sudah telepon mau masuk telepon berarti kan kelihatan respon respon time-nya masih di-handle semuanya sendiri. Iya masih di-handle saya sendiri. Iya. Apa enggak pusing, Mas? Ee lebih pusing kalau enggak punya pekerjaan. I benar juga. Kalau mending stres banyak kerjaan daripada stres enggak ada kerjaan. Nah, itu karena pernah ngalami semua stres enggak ada kerjaan. Iya. Ya. Kalau ini Mas terkait masih terkait TikTok ee kalau buat pengusaha UMKM apalagi kalau zaman sekarang kan kayaknya wajib ya ee main di sosial media untuk makin memperkenalkan produk atau jasa kita. Heeh. Kalau tips buat pemula ee ngubah gimana PD ngomong di kamera, gimana nanti itu naruh produknya? Kalau tips dari jenengan gimana? Jadi salah satu teman saya yang di Surabaya itu dia sempat ya dia punya punya usaha yang sama kayak saya. Kode itu sudah kelasnya ee nasional lah. Oh nasional juga. Tapi masalah sosmet memang dia ngakui saya lebih he lebih majuah di sosmet di TikTok terutama. Dan setelah dia kepo-kepo ke beberapa orang akhirnya bocor. Heeh. Bocor. Kenapa kok saya bisa seperti itu lah. Salah satunya saya dulunya itu aktif di dunia peran dulunya. Oh. Sering manggung. Saya pernah tembus di audisi pelawak TPI waktu itu di sampai Jakarta saya pernah. Oh. Oh. Oh berarti zamannya bajai apaapa itu di bawahnya di tahun 2008 sebelumnya itu malah ya season 4. Iya lebih senior berarti sampan ya enggak di bawah di bawahnya oh di bawahnya maksudnya setelahnya setelahnyaah iya di tahun setelahnya terus tahun 2012 saya aktif di stand up komedi juga Heeh. Terus sampai tahun 2016 karena saya harus bangun bisnis itu saya vakum sudah. Wah, gitu. Jadi ngonsep, nulis, kemudian bikin humor sedikit-sedikit itu sudah sudah biasa. Sudah biasa ya. Sudah biasa lah. Mungkin ya untuk kepercayaan diri itu dibangun tuh enggak seketika. Heeh. Tapi kalau tipsnya misalkan aku malu kan kondisi malu. Saya pernah juga ditanya sama beberapa vendor, "Kowe enggak isin tiktokan wong wis tuwek ngono aku isin nek gak duit aku iya." Jadi itu jadi saya orang yang mungkin sama tetangga itu enggak terlalu berbaur tapi saya enggak pernah mengganggu gitu loh. Tapi kalau ada tetangga yang kesusahan saya siap bantu. Oke. Nah, tapi ya makanya itu kalau saya ndak di duit engko isin nek gak iso ngewangi kalau ada gitu. Jadi gitulah. Jadi lebih baik saya mal dicap enggak duwe scenein di depan kamera atau apa. Karena memang basicnya saya adalah seperti itu. Kalau beberapa orang yang kenal kok PD yo. Heeh. PD ya. Karena dulunya saya aktif di dunia peran di panggung itu sudah kelilingan. Jadi ndak malu. Cuman kalau untuk ngadap kamera atau ngonsep jangan sekali-kali langsung apa ya kalau bikin konten itu ee enggak terkonsep. Harus dikonsep, ditulis dulu. Oh, berarti enggak spontanitas sebenarnya kontennya jenengan itu enggak spontanitas ya. Ada konsepnya. Ada konsepnya. Hm. Saya konsep saya tulis seperti saya kan kenal akhirnya kenal Bu Dendi gitu. Bu Dendi itu tanya, "Om, punyam gitu rek gawe konten di kanu ya, di konsep." Iya, saya konsep. Kalau aku langsung gitu loh. Tapi seperti sekarang sudah Bu Dedi sudah sudah terkonsep bagus sekarang. Sudah bagus. Heeh. Kalauok mungkin ya itu kan dari karakter orang masing-masing kan dia bisa spontan bagus. Kalau saya ndak ndak bisa karena sudah enggak terlatih yang dulu waktu di panggung. Iya tes tes tes nimpali opo langsung isok-isok gitu. Karena sudah lama vakum lebih ke desain lebih akeh menenge gak akeh ngomonge ya itu akhirnya harus dilatih lagi dari awal tapi dasarnya tetap ada. Kalau ngomongin tentang konsepnya sendiri sebenarnya apa sih yang ditulis Mas? Apa skrip lengkap apa poin-poin kalau jenengan model yang gimana? Pertama saya di poin-poin dulu. Oke. Jadi hook-nya apa? Kemudian nanti bahas apa, terus ending-nya itu harus yang puncak. Endingnya itu benar-benar bisa ee ngasih bukan puncaknya itu bukan ngasih kesimpulan, tapi ngasih pertanyaan lagi biar apa? Biar banyak komen. Oh. Jadi saya enggak akan ngasih solusi yang sudah pasti tapi solusinya ngambang. biar terjadi perdebatan di komen-komen itu. Akhirnya kontennya bisa naik karena ada engement ada komen-komen itu. Oh, jadi kalau bisa ngundang kontroversi lah di Iya. Dikit-dikit. Iya. Seperti saya pernah bikin konten tentang kenapa saya enggak menyewakan untuk acara Soundhwork gitu loh. Heeh. Lah itu saya jelaskan ya karena pasar saya enggak di situ dan sebagainya saya jelaskan dan ini juga bisa merusak barang saya kalau gini gini gini gini. Itu pun kalau kita ngomong fans soundk sama yang pro sama kontra kan sering serang-serangan. Nah, itu ya sudah saya lihat mereka dikomen serang-serangan aja wis. Oh, jadi yang ramai apa? Hek terus horek dipakai buat konten itu bisa relevan sama kita apa produk kita apa. Betul. Iya. Sebenarnya enggak harus kita jualan di kita terus itu malah enggak jadi sesuatu yang ngikut sama gelombang yang sekarang. apa misalkan nanti ada yang viral misalkan penahanan ijazah yang dulu itu misalkan kita bisa bikin konten tentang videoon tapi soal itu contohnya gimana Mas kalau misalnya yang terakhir kan memang tentang ijazah itu ditahan kalau dihubungin sama videoon kan aku enggak kebayang videoon sama ijazah ditahan iya kan dari kru kan bisa Heeh jadi sekarang konten itu enggak harus si owner atau ngundang beberapa artis jadi brand ambassadornya ini Oke. Tapi sekarang usaha-usahai malah dari pegawai-pegawai sendiri yang ikut ngonten. Jadi kru kita diajak bahwa nanti dibikin sebuah skrip semacam ee apa? Drama ya. Ngelamar kerja di videoon seperti apa. Heeh. Itu jadi ijazahnya nanti disimpan buat apa itu masih bisa nyambung nantinya. Oh. Jadi tetap ada ini crow videoon. Nah gitu ngelamar kerjaan ngelamar kerjaan gitu. akhirnya bisa ikut tren algoritma tren tentang ijazah itu juga keluar juga di situ. Iya. Oh. Memanfaatkan tren itu juga ya meskipun enggak enggak langsung nyambung enggak langsung sama videoonnya. Langsung oke oke oke oke. Tipsnya untuk yang masih malu atau kagok apa ya ngomong di depan kamera itu? Iya. Kalau saya ngomong di depan orang mungkin sudah terlatih ya di panggung. Tapi pernah saya ikut audisi dan ngomong di depan kamera canggung banget malah ndak wah teng plekot l mas bahasane arep noto omong opo iku gak iso ngomong opo enggak iso akhirnya ya itu cari-cari referensi gimana ngomong di depan kamera lancar ternyata tuh ada aplikasinya oh ada aplikasinya gimana itu iya ada yang namanya teleprompter gitu loh lah kita tulis ketikan di situ dan kita menghadap langsung seakan-akan kita tuh ngadap di kamera dan itu sebenarnya baca itu awal-awal saya ngonton seperti itu. Hm. Jadi pakai teleprompter sekarang yang di CapCut sudah ada itu teleprompter. Teleprompter itu. Tapi sudah sekarang sudah malah jarang pakai karena sudah terbiasa. Iya, sudah terbiasa. Tapi awalnya bisa dilatih mulai pakai telet prompter itu. Iya, justru di kamera jauh lebih hasilnya maksimal. Karena apa? Karena kita ngomong di kamera salah sedikit kita bisa ulang. Iya. kita bisa edit, kita bisa potong, kita sempurnakan jeda-jeda yang ee itu bisa hilang semua itu. Makanya dengan ngonten sosial media ini just mendukung kita untuk meningkatkan bisnis itu sangat sangat menunjang dengan adanya keberadaan sosial media ini. K harus sering ngonten dengan kambing, Mas. Biar orang tahu saya jualan kambing, Mas. Iya. I I ya i. Oke oke oke oke. Nanti kadang-kadang anu Mas kalau pas podcast ini bawa kambing di sini. Iya. Ya, Mbak-mbak, Mbak-mb. Enggak apao wis kambing. Tapi kalau lebih enak pakai satenya. Oh, iya. Oh, iya. Itu bisa juga. Itu bisa juga. Ide bagus. Ide bagus. Sayangnya sekarang belum ada. I ya, ya. Benar, oke, Mas. Terima kasih sudah mampir. Semoga usahanya makin berkah. Amin. Nanti teman-teman apa nama akunnya Mas kalau mau berkunjung di kalau di TikTok di Khaliksan, kalau di Instagram di Singham Multimedia atau akun pribadi saya juga ada barusan netas barusan pecah telur pecah telur pecah telur. Iya nanti akan kita tulis juga di deskripsi. Makasih, Teman-teman. Ee sem artinya apa ya Mas? Mas Khaliq ini dari apa? Dari tadi apa? B sebatangkara bahasanya jenengan ya? Iya sebatang. Batangkara bisa berubah dengan sosial media TikTok yang hari ini lagi in, YouTube juga bisa jadi tidak ada alasan untuk tidak bergerak ya maksudnya ya. He gitu Mas Kik ya. Iya betul. Sama kata-kata e sama apa ini ya? Jadi saya tuh pernah seliworan di FYP. Dokter siapa? Ryu Hasan. Oh drkter Ryu Hasan ya. Pernah bilang bahwa orang yang sukses itu bukan orang yang bekerja keras tapi orang yang beruntung. Oke. Nah, tapi kalau kita berpikir seperti itu berarti alah sukses berarti cuman keuntungan cuman beruntung bisa diusahain tuh. Iya. Ternyata tuh beruntung itu ada rumusnya. Oh ya keberuntungan atau privilege dari Tuhan kan. Keberuntungan berarti privilege dari Tuhan. Berarti Tuhan memberikan privilege kita itu apa? Satu, mungkin kita rajin ibadah, mungkin kita rajin sedekah, kita enggak ngelawan orang tua, kita enggak ganggu tetangga atau enggak ngusik orang lain, tidak merkan orang lain. Itu bisa jadi privilege kita yang setelah kita berusaha ternyata dapat keberuntungan tadi. Keberuntungan ya. Jadi ada ilmunya keberuntungan. Jadi keberuntungan itu enggak random tapi bisa diusahakan sebenarnya. Bisa diusahakan. Kalau keberuntungan versisnya Mas Kolik. Nah, kalau coba di-review di flashback apa? yang bikin beruntung. Kunci keberuntungannya, Mas K. Kunci keberuntungan. Kunci beruntungan mungkin. Ah, ini saya disupport sama istri satu. Oke. Istrinya masuk free. Masuk free. Istrinya di luar ya. Jadi supportnya bukan di pekerjaan, tapi setidaknya tidak mengganggu pekerja itu sudah men-support. Oh, jadi saya bisa fokus untuk bekerja lalu fokus untuk metime ya. Jadi kadang pria itu tidak bercerita tapi diam-diam pegang stik PS ya mancing stik PS berarti kalau membiarkan suami main PS itu sebenarnya men-support suami menupport karena sumpek sumpek kerja semakin sering megang PS itu berarti lagi sumpek-sumpeknya pertanda berarti masih sering hobi main PS sampai sekarang masih dulu saya sempat punya rental PS juga tapi kukut oke oke oke oke okoke itu membuktikan bahwa hobi tidak bisa dibuat pekerjaan itu ya. Iya, benar juga itu keberuntungan terus mungkin ya itu sedekah gitu. Sedekah juga ya. Iya. Walaupun sedekah tidak jadikan acuan kalau kita aku harus nyumbang sekian nanti saya harus minta ke Allah sekian gak. Tapi sedekah itu untuk me saya berpikir sedekah bukan untuk untuk menambah rezeki tapi untuk mengamankan saya dari bala karena pekerjaan saya ini penuh resiko. Oh, gitu. Iya. baik di saya maupun di tim saya. Resikonya apa? Kalau resikonya ya ketipu ataupun tidak gagal bayar ataupun di pengadaannya ada kasus. Lalu juga timnya kan penekan sering naik ya namanya resiko kecelakaan kerja walaupun sudah pakai APD itu juga pasti ada gitu. Jadi saya tetap rajin itu. Itu kata Gus saya dulu sedekah itu ya salah satunya menolak bala. Bala itu walaupun jangan beranggapan kau rajin sedekah terus kowe tambah sukses ojok. Heeh. Heeh. Heeh. Heeh. Tapi saya lebih yakin kalau sedekah itu untuk menolak bala. Menolah bala. Caranya seperti apa kalau yang biasa dilakukan oleh Mas Klik? Saya itu terinspirasi dari teman waktu event di Blitar. dia cerita kalau di Blitar itu ada pengusaha yang tiap bulan mengeluarkan sampai berapa ton beras dikirim ke orang-orang yang enggak mampu. Setelah itu saya tahun 2022 waktu bisnis mulai lumayanlah, event mulai ada, coba saya saya mem mulai terapkan di tetangga sekitar sekitar 4 K rumah yang 5 kiloan itu. He. Sekarang sudah sampai 800 kilo sebulan. W banyak ya, Mas? Belum. Sama beberapa minyak sama sembakau lainnya lah. Itu saya terapkan di situ. Dan kalau bilang kepaksa ya harus dipaksa. H. Karena kalau sedekah nunggu ikhlas itu anu ndak sedekah-sedekah. Karena saya alhamdulillah sudah dapat peningkatan rezeki ya harus dibagi gitu ya. Berarti konstan terus atau seperti apa atau pas lagi ada omset gede sem dinaikkan atau gimana? Pernah waktu tahun eh tahun lalu itu waktu sepi itu enggak ada untuk dikeluarkan ya. Akhirnya kita jual aset untuk sedekah. Untuk tetap ngeluarin sampai jual aset untuk sedekah. Iya. Jual emas. Kita jual emas yang penting sedekahnya lancar. He dipaksakan gitu. Heeh. Tapi piye cara makso kan sampai jual aset itu jadi ya karena yang rutin itu jadi kebiasaan. Yang kebiasaan itu kalau ditinggalkan jadi enggak enak gitu kan. Oh iya ono sing kurang aneh ya rasane kurang. Kita doakan semoga Mas Khal makin sukses tambah banyak yang tambah banyak yang disedekahkan ke orang-orang tetangganya. Sampai syukur-sukur sampai Mitar sini ya Mas ya. Tapi ada ongkirnya. Terima kasih teman-teman sudah nyimak sesi bersama Mas Kholik. Semoga teman-teman bisa mengambil hikmahnya. Sampai jumpa di next episode. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah. [Musik] Yeah.