File TXT tidak ditemukan.
Transcript
r2s8rSl8pTg • Usaha Sejak SMA, Kini Punya 100 Karyawan, 8 Cabang, dan Omzet Miliaran!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/PecahTelur/.shards/text-0001.zst#text/0524_r2s8rSl8pTg.txt
Kind: captions
Language: id
[Musik]
Lek wis ramai mulai saya ndak bisa.
Karakter saya bukan seperti itu.
Mendingan saya yang tidak punya uang
daripada karyawan saya yang tidak kerja
akhirnya tidak bisa memberi nafkah ke
keluarganya.
[Musik]
Jadi pulang sekolah itu bawa baju ganti,
bawa sampel-sempel batu, tak taruh di
depan. Jadi jam 12. Itu dulu pulang saya
langsung ke Jogja, saya langsung ke Solo
naik motor, Mas. Bawa sampel nawarin ke
toko-toko sampel barang produk saya yang
di Tulungagung.
[Musik]
Kalau dulu itu sebenarnya saya
produksinya dari limbah utamanya, Mas.
Dari limbah batu alam sama marmer.
Gimana cara limbah ini biar jadi uang?
[Musik]
daripada ini terus polanya seperti ini,
cash flow-nya saya kalah. Karena mau gak
mau setiap minggu itu kebebanan-beban
gaji karyawan sekitar 50 sampai R
[Musik]
juta. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Perkenalkan nama saya Rizki Ranuratma.
Saya asli dari Desa Ngentrong, Kecamatan
Campur Darat, Kabupaten Tulungagung,
tepatnya Kota Marmer. Aktivitas usaha
keseharian di Kerajinan Marmer dan Batu
Alam fokusnya di bidang itu, Mas.
Mayoritas di sini banyak home industri
atau UMKM yang berjalan di bidang
tersebut.
Meskipun Tulungagung itu hanya punya
satu jenis item batu ya, tapi kebanyakan
bahan baku itu memang dari luar
kabupaten. Cuma terkenalnya Tulungagung
itu memang kotanya marmer. Bahan mentah
mayoritas malah dari luar Kabupaten
Tulungagung. Jenis-jenis batu alam,
jenis probos. Terus Andesit itu marah
dari luar Kabupaten Tulungagung. Kalau
Tulungagung asli punyanya cuma marmer.
Total berapa pengrajit di daerah sini,
Mas? Ratusan Masakor yang ada di wilayah
selatan ini pengrajin home industri UMKM
yang bergelut di bidang kerajinan marmer
dan batu alam. Saya memulai usaha ini
dari kelas 2 SMA mulai dari dua karyawan
dulunya karena ekonomi, Mas. Ekonomi
yang memaksa keadaannya yang memaksa
saya harus mandiri. Memang basic saya
itu dagang. Karena berangkat sekolah
kita harus punya uang saku. Gimana cara
kita mendapatkan uang saku mau gak mau
akhirnya kerja. Kalau dulu dagangnya
musiman lebih pasnya saya di
buah-buahan, Mas. Jadi entah itu
musimnya buah durian saya beli kulaan
durian ataupun musimnya rambutan saya
kulaan rambutan. Jadi memang pedagang
musiman. Jadi kalau berangkat sekolah
itu dulu mesti bawa obrok, bawa serandul
di belakangnya. Berangkat sekolah ya
dibawa ke sekolahan. Di dalam jok itu
mesti ada baju ganti, ada peralatan yang
dibutuhkan seperti jaring, pisau, dan
yang lainnya. Itu setiap kali berangkat
sekolah mesti bawa.
[Musik]
Kalau dibilang tidak mampu, bukan tidak
mampu tapi cukup pas-pasan aja buat
kehidupan sehari-hari keluarga itu.
Karena dulu Bapak itu puli bangunan,
Mas. Jadi otomatis bisa gak bisa saya
harus mandiri. Prinsip saya, saya sudah
masuk sekolah, sudah SMA. Gimana cara
hidup saya biar tidak membebani orang
tua saya? Itu awal mulanya itu saya pas
waktu jualan duren itu kenal dengan
salah satu pengusaha umum industri juga
namanya Pak Joko. Lah dari situ saya
dibilangin, "Mas, daripada jualan durian
itu kan cuma musiman." Beliau pikep
nanti buat jasa muat barangku dari
pabrik dibawa ke gudang. Jadi buruh
buruh usung bawa bawa barang dari pabrik
ke gudang. Awal mulainya seperti itu.
Jadi tak buat samping pagi saya sekolah
sore usung marmermanol. Kalau orang
Tulungagung bilangnya dapat uangnya dulu
itu beli pikep jelek-jelekan. Meskipun
pertama kali awal mula saya hutang bank
gitu, Mas. Jadi saya masih keingat saya
pertama kali utang bank itu R juta
nominalnya. Itu saya kelas 2 SMA.
Meskipun bukan atas nama saya, itu atas
namanya orang tua. Saya minta tolong
orang tua karena saya butuh kendaraan
tersebut tapi penanggung jawabnya saya
sendiri. Makanya sampai sekarang sih
hubungannya dengan perbankan itu baik
karena tersebut R juta itu masih keingat
saya angsuran R juta itu angsurannya
cuma R900.000 berapa gitu per bulannya,
Mas. Setelah 4 bulan berjalan, akhirnya
ngapunten Pak Joko yang dulu yang tak
ikuti itu agak menurun usahanya. Terus
aku ndak bisa jasa muat barang dari
pabriknya beliau dibawa ke gudangnya
beliau. Akhirnya gak ada kerjaan.
Lah di situ aku dimarahi sama orang tua.
Tapi saya punya prinsip jika memang saya
ndak kuat bayar apa yang menjadi
tanggung jawab saya. Saya sudah bilang
dengan orang tua, saya akan putus
sekolah dan saya akan pergi ke luar
negeri ataupun keluar daerah. Intinya
gimana saya membayar tanggungan yang
dari perbankan tersebut? Pertama kali
saya punya karyawan itu kan dua orang.
Jadi gajiannya itu kan hari Sabtu 1
minggu sekali lah. Pas waktu itu saya
itu gak kuat gaji dua karyawan tersebut,
Mas. Akhirnya dimarahinlah sama orang
tua. Wis enggak usah nyambut gae.
Nyambut gae enggak usah usaha sing
aneh-aneh. Awakmu saiki melu buruh kono
nimbani ngisin-ngisini wong tuamu.
Padahal cuma satu kali itu saya pertama
kali ndak kuat bayari karyawan. Meskipun
cuma dua orang paling nominalnya gak
banyak. Kalau dulu itu per satu karyawan
sekitar Rp300.000-an, Mas. Kalau dua
orang kan berarti Rp600.000. Itu saya
gak kuat bayari beban gaji Rp600.000 itu
karena orang yang tak ikuti dulu
usahanya juga lagi menurun. Otomatis
keuangan saya kan ngikut di situ. Kalau
dia menurun aku kan juga ikut turun.
Jalan keluarnya tetap optimis, Mas. Dan
saya pilih keluar sekolah. Saya tetap
bertanggung jawab dua orang ini gimana
saya bayari. Kalau memang ke depannya
itu saya ndak siap, saya ndak sanggup
bayari karyawan atau bayari tanggungan
perbankan saya, saya akan keluar sekolah
seperti itu. Dan akhirnya alhamdulillah
tidak keluar sekolah. Mas, dapat uang
bayari R00.000 dari mana? Alhamdulillah
itu dapat rezeki yang tidak terduga. Pas
waktu itu saya itu disuruh sama tetangga
buat nyarikan bongkahan batu limbahnya
itu buat bahan pondasi. Kan saya punya
pikep tadi ya disuruh nyarikan itu.
Alhamdulillah selesai dari itu kerjaan 2
hari sama beliaunya tetangga saya itu
dibayar dan bayarannya itu langsung tak
kasihkan kedua orang tersebut.
Nah, otomatis mau gak mau harus putar
otak gimana saya menghidupi karyawan
saya yang dua orang tersebut. Karena iki
wis melu aku, iki wis dadi tanggung
jawabku. Otomatis ketika dia bekerja,
hasil dari keringatnya karyawan tersebut
dari orangku itu ditunggu sama
keluarganya di rumah. Dan saya tidak
tega kalau sampai bilang, "Awakmu lereno
disik iki nyambut geni sik sepi. Lek wis
rame mulene saya ndak bisa. Karakter
saya bukan seperti itu. Mendingan saya
yang tidak punya uang daripada karyawan
saya yang tidak kerja akhirnya tidak
bisa memberi nafkah ke keluarganya.
Kalau dua karyawan itu bertahan sekitar
2 tahunan. Setelah dari beliaunya Pak
Lan yang setelah Pak Joko yang tak ikuti
tadi, dia akan redup. Mau gak mau saya
ngerjakan dua orang. Saya punya produk,
saya punya barang. gimana cara saya
ngejual barang tersebut. Akhirnya
setelah itu saya mau gak mau harus
keluar ke lapangan. Saya harus jemput
bola. Saya jadi sales marketing nawarin
produk saya ke toko-toko di luar
Kabupaten Tulungagung. Dan itu pun ndak
langsung mudah. Apalagi saya juga masih
SMA ya waktu itu ibaratnya masih bocah
kan. Apalagi saya juga pas waktu itu
pulang sekolah dulu yang tak serang
pangsa-pasar pertama itu wilayah Jogja
sama Solo. Jadi pulang sekolah itu bawa
baju ganti, bawa sampel-sampel batu tak
taruh di depan. Jadi jam 12.00 itu dulu
pulang saya langsung ke Jogja, saya
langsung ke Solo naik motor, Mas. Bawa
sampel nawarin ke toko-toko sampel
barang produk saya yang di Tulungagung.
sore kita harus nawarin barang, paginya
kita harus sekolah. Mungkin di sekolahan
kebanyakan tidur saya, Mas. Karena itu
jam 12.00 berangkat sampai Solo
perjalanan 3 jam nyampai sana biasanya
sekitar jam 3.30 sampai magrib itu saya
nawarin barang berusaha masuk ke
toko-toko. Kalau tokonya sudah tutup,
tak cari alamat rumahnya mana. Saya
nanya tetangga kiri kanannya toko
tersebut. Saya main ke rumahnya. Produk
pertama yang saya tawarkan itu list-list
motif dari batu alam profilan lah. Itu
yang buat variasi saja. Sebenarnya bukan
kebutuhan pokok produk saya tersebut itu
cuma variasi saja untuk dinding langsung
laku gak
laku. Jadi perlu proses memang kan
prosesnya itu ya memang lama karena itu
tadi dulu saya masih SMA otomatis enggak
semua orang itu langsung percaya. saya
harus meyakinkan beliaunya dulu. Jadi,
gimana caranya saya membangun komunikasi
dengan beliau biar beliau itu punya
kepercayaan ke saya sehingga order
barang tersebut itu ke saya. Pecah
telurnya itu mengalir di tahun
2017-2018. Jadi, dari dua karyawan
tersebut aku punya order. Alhamdulillah
itu enggak sengaja itu dari salah satu
media sosial dari Facebook. Dia order
barang ke saya itu jumlahnya banyak. Itu
nominalnya sekitar 1.500 biji ya. Satu
pickup list batu alam itu nominalnya
sekitar di angka R5 jutaan. Dan modal
tersebut langsung tak buatkan beli mesin
buat nambah karyawan, nambah bahan baku.
Jadi biar bisa produksinya terus.
[Musik]
Alhamdulillah sekarang ada empat tempat
produksi, Masu. Kalau jumlah mesinnya
saya gak apa. Kalau karyawan kurang
lebih sekitar 100-an. Kalau mesinnya
soalnya ada yang satu mesin bisa
dipegang satu orang, ada yang satu mesin
yang harus dipegang dua orang. Jadi
kalau jumlah mesinnya belum bisa
ngitung. Itu orang sekitar sini juga
saya mengutamakan tetangga sekitar,
warga lokal kalau memang ada nanti kalau
memang gak ada saya nyari dari tetangga
desa. Tapi saya prioritaskan tetangga
warga yang ada di wilayah lingkungan
saya sendiri. mulai konsisten
penghasilan itu di
tahun 2018-an, Masor berjangka 1 tahun
dari itu. Alhamdulillah dari
bertambahnya produksi tadi otomatis kan
barang yang jadi kan semakin banyak. Mau
gak mau saya harus mencari customer lagi
dan berjalan sampai 2018 itu semakin
berkembang. Semakin berkembang gitu,
Mas. Kalau dulu itu sebenarnya saya
produksinya dari limbah utamanya, Mas.
dari limbah batu alam sama marmer.
Gimana cara limbah ini biar jadi uang?
Itu tadi diolah menjadi lis batu alam
yang profil. Ada juga list yang
motif-motif. Jadi kan itu gak mutuhkan
bahan yang besar-besar ya, Mas. Itu cuma
membutuhkan bahan yang ukuran 4 cent 5
centtian. Dari limbahnya potongan pabrik
besar tak kelola di mana barang ini
laku. Seperti itu. Sampai sekarang
produksi itu terus atau bertambah, Mas?
tetap produksi itu tapi nambah
produk-produk yang lain. Karena prinsip
usaha jangan pernah meninggalkan usaha
awalmu meskipun ada usaha yang kedua
yang lebih besar. Saya yakin. Jadi
sedikit apapun barang yang tak produksi
di awal sampai sekarang pun tak
produksi. Selain di kerajinan le
sekarang juga ada di batu alam untuk
dinding. Terus ada batu alam untuk
lantai juga ada marmer. Jadi semua yang
dari batu alam ataupun marmer itu saya
olah gimana caranya mengolah bahan
tersebut untuk jadi uang. Setiap batu
alam ataupun setiap marmer itu ada
berbagai macam karakter ya Mas. Jadi
setiap jenis itu berbeda lah. Itu nanti
kita produksinya dari tingkat kapasitas
ketebalan dan kita pilih kalau memang
itu batunya berurat kalau di sampai
dipotong itu pecah itu enggak kita
potong kita sisihkan. Kalau memang
dibuat ukuran besar itu gak bisa, terus
kita buat jadi ukuran yang lebih kecil
lagi seperti itu. Karena kan jenis
ukurannya kan banyak. Kalau batu alam
semarmer itu, Mas. Yang paling laku
sekarang itu batu marmer sama andesit,
Mas. Itu untuk dinding bisa, untuk
lantai bisa. Tapi kebanyakan kalau
ukuran besar 60 kali panjang terus 120 *
120 itu biasanya buat lantai, buat mar.
Tapi kalau ukuran yang kecil 30
4060 itu dibuat dinding.
menyesuaikan dari permintaannya. Jadi
kita bisa bu custom karena kebanyakan
mayoritas customer itu, "Mas, bisa gak
ini misalkan diganti warna putih, Mas,
misalkan ini acaknya dibuat yang lebih
besar, ini dibuat lebih kecil bisa gak?"
Kalau untuk meningkatkan penjualan tetap
ya strategi yang dipakai strategi
marketing mix. Strategi marketing mix
itu ada 4P, produk, price, price, dan
promotion. Jadi produknya itu tadi kita
harus inovatif biar customer itu tidak
jenuh. Terus yang kedua harganya gimana
cara kita produksi barang yang bagus
kelihatan mewah tapi dengan harga yang
murah. Terus yang ketiga, promosinya
kita seperti apa? Sales marketingnya
tetap ada yang bagian nawarin-nawarin ke
toko-toko. Terus ditambah dengan adanya
media sosial ya enggak kayak dulu. Belum
ada WhatsApp, belum ada BBM, itu masih
pakai HP tolalit Nokia itu. Jadi kalau
telepon, "Mas, order motif ini gambarnya
seperti ini." "Lah iku pripun, Pak?"
Gambare lah iku kok sing dwur putih,
Mas, ngisore abang ngisore neh. Jadi
kita harus mendikte karena gak ada
gambar pas waktu itu kita kesusahan lah.
Setelah itu kan keluar BBM ya dulu Mas.
Lah itu agak dibantu kita bisa kirim
foto, bisa kirim gambar. Kalau dulu
pakai SMS jumaan sama telepon.
Kendalanya itu ini Mas, kalau di bidang
batu alam itu kan pembayarannya utang
ya, tempo dan itu nominalnya juga
lumayan banyak. Satu toko itu rata-rata
30 sampai ratusan juta lah. Puluhan
sampai ratusan juta lah. Itu kan
pembayarannya kan cuma setiap minggu
lah. Mau gak mau daripada ini terus
polanya seperti ini cash flow-nya saya
kalah. Karena mau gak mau setiap minggu
itu kebebanan-beban gaji karyawan
sekitar 50 sampai R juta. Jadi cash
flow-nya itu kan kurang enggak muter
istilahnya. lah mau gak mau saya harus
ada outlet, ada toko sendiri. Gimana
saya ngejual barang? Yang pertama dapat
dari keuntungan produksi juga dapat
keuntungan dari retail. Tapi utamanya
cash flow-nya lebih cepat. Karena kalau
customer rumahan itu kan enggak ada yang
utang. Dia beli barang kan langsung
dibayar. Alhamdulillah bikin outlet di
beberapa kabupaten memangan ada di
wilayah Ponorogo ada dua terus di
Madiun, Ngawi, Magetan, Boyolali,
Wonosobo sama
Banjarnegara masih delapan ini Mas untuk
sementara. Mudah-mudahan tahun ini bisa
berkembang lagi menjadi yang lebih
banyak. Jadi setiap kali kita membuka
outlet atau toko di kabupaten tersebut
itu kan kita mesti melihat pesaing kita
toko yang lain itu seperti apa, terus
kelebihannya dan kelemahannya itu
seperti apa toko pesaing kita. Terus
yang terakhir pangsa pasar keadaan
ekonomi di kabupaten tersebut itu
gimana? Cocok gak kalau saya buka usaha
jenis ini di kota kabupaten tersebut?
Saya harus menilai itu dulu dengan
pertimbangan-pertimbangan mengalir aja,
Mas. Mengalir dalam arti sembari kita
berjalan di lapangan sembari kita
menilai mungkin membutuhkan waktu 3
sampai 4 bulan untuk menilai.
[Musik]
Alhamdulillah kalau market paling jauh
di barat itu kita masuk di Aceh. Semua
kota kabupaten 1 Indonesia kita punya
langganan sampai di paling ujung timur
itu di Papua ya. Batu Alam Malmur
tersebut. Kalau omset per bulan tidak
mesti dalam arti kita juga melihat
keadaan pembangunan Indonesia juga
seperti apa. Itu kan juga berdampak,
Mas. Kurang lebih di angka 1 1,2 miliar.
Kalau kebanyakan ya, Mas, orang wilayah
selatan itu khususnya di bidang marmer
sama batu alam itu kan usaha yang
turun-menurun dari orang tua atau dari
kakeknya turun ke bapak terus turun ke
anaknya. Kalau ini gak masak beror beda
usaha yang menurun terus turun. Gimana
tu maksudnya? Jadi menurun terus turun
yang dulunya usaha ee saya akhirnya saya
turunkan ke orang tua. Jadi dulu itu
sebelum saya punya lahan sendiri, bisa
beli tanah sendiri, bisa bangun pabrik
sendiri, itu kan saya masih nunut di
tanahnya orang tua neng hempokan di
pinggir gitu. Ah, masih nunut karena
bayar karyawan dua orang aja gak mampu
apalagi beli tanah. Mas akhirnya kan
masih nunut produksinya nunut di situ
lah. Alhamdulillah punya rezeki yang
lebih diberi kelancaran juga di
usahanya. Saya bisa beli tanah, bisa
bangun pabrik sendiri dan mesin-mesin
sama peralatan yang berada di tempatnya
orang tua, di lahannya orang tua itu gak
ada yang saya bawa sama sekali. semua
saya tinggal. Saya suruh biar orang tua
yang melanjutkan produksinya saya yang
bawa bukan mewarisi. Iya. Kalau usahanya
kan biasanya turun-menurun lah. Ini
menurun-turun dari anaknya diwariskan ke
bapaknya, ke orang tua.
Orang tua komentar mesti bangga Mas.
Karena dulu itu sering
dibanding-bandingkan saya itu loh koy
kae wonge pintter koy kae loh usahane
melaku pas waktu belum mulai usaha ya
lah dan alhamdulillah itu sudah terbukti
saya bisa membuktikan dan bisa menjadi
kebanggaan orang tua Mas yang jelas
sudah nak bisa diceritakan dengan
kata-kata kalau kebanggaannya orang tua
saya sendiri aja gumun Mas dengan apa
yang saya lakuin kok bisa ya yang dari
apa yang diseneni dilontarni dari bapak
dulu wis awakmu enggak usah nyambut gawe
aneh-aneh awakmu ora usah usaha
reno-reno awakmu melu buruh neng kono ae
sing jelas mungkin itu kata-kata
motivasi bagi saya Mas kata-kata
motivasi sehingga saya itu bisa menjadi
seperti ini. Mungkin tanpa dukungan dari
beliau, tanpa doa dari orang tua, aku
tidak akan seperti ini. Jadi ucapan
sangat-sangat terima kasih dari kedua
orang tua yang selalu mendoakan,
men-support. Meskipun supportnya itu
hanya berupa kata-kata itu sudah menjadi
hal yang lebih.
[Musik]
Saya Rizki Ranisa Nuratma, owner dari CP
Selo Indah Grup, alamat Desa Ngentrong,
Kecamatan Campur Darat, Kabupaten
Tulungagung dari Kota Marmer. Mungkin
pesan-pesan saya, sekecil apapun usaha
Anda, Anda adalah bosnya. Setinggi
apapun pangkat Anda, Anda adalah
katiawannya. Sekian dari saya.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]