Sisi Gelap FRANCHISE Gerobakan! Bikin FOMO, Tapi Realitanya..
Upbd7pgJ2cg • 2025-05-20
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Halo sobat pecah telur. Kita kembali lagi ke segmen detektif bisnis. Kita akan membahas hal terkait franchise. Terutama adalah franchise gerobakan. Franchise memang murah. Kita penginnya cuan cepat tapi ternyata tidak seperti itu. Berujung sepi dan bahkan bangkrut. Saya sendiri ngambil frenches dua gerobak di tahun lalu dan ternyata kurang manis endingnya. Kita akan bahas suntas terkait itu. Apa saja yang membuat saya kurang berhasil dan ternyata itu juga dialami banyak pemain franchise yang lain. Banyak janji-janji franchiser yang tidak terpenuhi. Kita akan bahas tuntas di segmen detek bisnis kali ini. Oke, yuk kita [Musik] bahas. Oke, Teman-teman. Sebenarnya frenchise itu apa sih? Jadi, frenchise itu adalah kita membeli bisnis. Misal ini yang saya lakukan adalah saya membeli bisnis gerobakan ayam goreng crispy. Waktu itu saya bertemu dengan seseorang yang cukup akhirnya menjadi teman dan kemudian saya mengambil frenchise di dia. Memang hari ini sangat banyak ya. Ini menjadi juga jalan bagi seorang pebisnis mengembangkan bisnisnya dengan cara yang cepat. Tapi ahli-ahli mereka fokus terhadap bagaimana frenchise yang diambil ini sukses, ini digunakan menjadi jalan yang dia ambil untuk mengembangkan secara cepat tanpa memikirkan orang yang ambil franchise. Ini adalah ironi, Teman-teman. Dan banyak juga pengusaha yang memanfaatkan kefomoan Indonesia karena masyarakat Indonesia sangat fomo sekali. Diiming-imingi dikit mereka mudah terlena. Termasuk saya ternyata ya. Saya juga waktu itu FOMO. Saya FOMO karena keadaan yang ada di waktu itu saya ngambil frenches untuk adik saya, adik kemonakan dan juga istri saya. Jadi saya memiliki tiga orang anak. Saya berfokus di kerja, istri saya berfokus di rumah, ngomong anak bahasanya dan mengurusi pekerjaan rumah tangga. Anak yang pertama saya dan yang kedua ini mulai sekolah sehingga istri merasa butuh kegiatan tambahan karena memiliki banyak waktu luang. Istri ke saya, "Mas, kayaknya saya boleh nih mengerjakan pekerjaan yang lain karena pekerjaan yang utama sudah mulai ada, gitu." Adik saya juga gitu. Saya memiliki adik keponakan yang dia baru menikah dan dia belum memiliki usaha yang pasti sehingga dia joret juga. Kalau ada lowongan pekerjaan atau ada usaha boleh dong dibagi gitu ya. Dari kegiatan dua itu saya merasa kayak terpanggil untuk mencarikan kegiatan kedua orang terdekat saya, istri saya dan adik keponakan. Singkat cerita saya bertemu teman di mana teman itu memiliki franchise dan dia cerita, "Wah, ternyata salah seorang yang mengambil frenchise-nya dia ini sukses besar." Seorang ibu-ibu mantan TKW yang kemudian berbisnis ngambil frenchise gitu ya. Sehari bisa 10 kg ayam goreng crispy. Wih, kebayang dong dia kasih hitung-hitungan 1 kilo ayam crispy itu untungnya sekian. Kalau 10 kilo ini sudah sekian. Waktu itu dihitungkan sampai Rp10 juta pendapatannya. Wih, gede juga ya gitu ya. Oke, ada juga cerita yang lain. Kita diiming-imingi sebuah cerita dan memang benar sedemikian rupa saya tidak menyalahkan teman saya berkata bohong. Tidak. Memang benar yang dia katakan adalah ada seorang yang seperti itu. Tapi itu kan sekian persen dari orang yang ngambil frenchise gitu. Tidak semuanya akan sukses. Dan ternyata setelah saya lihat-lihat, setelah saya riset di AI kemudian saya melihat pemberitaan memang banyak franchise gerobakan itu gulung tikar di 1 tahun sampai 2 tahun pertama. Bahkan dikatakan di chat GPT ya, 60 sampai 80% bisnis franchise gerobakan tutup di 1 tahun sampai 2 tahun pertama. Itu sangat gede sekali. Memang tidak ada situs resmi atau tidak ada pernyataan resmi yang ada datanya, tapi boleh dikatakan 50% ke atas franges itu tutup di 1 tahun sampai 2 tahun pertama. [Musik] Nah, ternyata ada beberapa faktor yang kemudian bisa saya ramu menjadi beberapa alasan yang menyebabkan para financesor itu rugi. Yang pertama adalah overpromise dari seorang penyedia frenchise. Jadi, kadang-kadang mereka itu promosinya lebay 3 bulan BEP bisa penghasilan R500.000 per hari. itu saya kira banyak faktor memang bisa tapi banyak faktor realitanya yang mencapai omset sekian hanya mungkin segelintir orang yang ngambil franchise tidak semuanya bahkan kebanyakan gagal jadi para pemilik usaha yang di franchise kan ya jangan terlalu lebay lah jangan terlalu overpromis kasihan orang yang ngambil franchis apalagi masyarakat kita itu gampang fomo, tidak mau ketinggalan, dapat berita sedikit, "Oh manis nih, enak nih usaha ini. Dapat sekian nih, ini buktinya ada." tanpa berpikir panjang ngambil. Alasan yang kedua, Teman-teman, adalah janji pendampingan yang kadang-kadang tidak ditungikan secara sempurna. Kadang-kadang di situ dituliskan nanti akan didampingi sampai bisa menghasilkan. Realitanya yang saya alami dan juga banyak dialami oleh teman-teman. Sebagian besar para yang muka frenchise itu terlebih yang murah-murah ya yang merupakan yang mungkin kalau saya dulu ambil di angka R juta. Mereka bilang, mereka janji oke ini akan didampingi dikasih SOP-nya detail dari awal pembukaan, cara penggorengan, cara penyajian dan lain sebagainya. Tapi realita yang saya alami, Teman-teman, tidak seperti itu. Realitanya adalah kita dibantu di awal cara menggoreng ayam yang benar. Itu pun juga cuma sehari. PDF-nya juga tidak ada, pendampingan SOP yang lain juga tidak ada. Dan ternyata banyak juga yang lain seperti itu. Saya tidak menyalahkan ini ya, tidak, tapi memang realitanya seperti itu kebanyakan ya. Walaupun juga ada yang benar-benar kasih SOP yang baik, tapi kalau yang harganya R5 jutaan seperti yang saya ambil, jangan harap ada SOP yang detail karena mereka juga belum melakukan itu. Saya kira ya. Kemudian yang ketiga, Teman-teman, adalah salah pilih lokasi. Memang hari ini itu terkesan gampang cari tempat yang strategis untuk buka usaha. gerobakan toh juga gerobakan ya mudah di depan minimarket bisa, di depan sebuah toko yang ramai juga bisa. Realitanya teman-teman hari ini tuh padat sekali. Gerobakan itu hampir ada di 100 m. Coba lihat teman-teman keliling di tempat-tempat ramai hampir 100 m ada gerobak entah minuman, entah makanan. Kalau tempat-tempat itu strategis pasti sudah ada gerobaknya. Tinggal kita tempat-tempat yang mungkin agak jauh ataupun strategis nanti mahal jatuhnya siwanya. Itu yang kemudian jadi dilema. Waktu itu saya mendapatkan tempat yang bagus, Teman-teman, di depan rumah sakit yang sedang perluasan. Wah, itu bagus banget. Itu pun juga masih kurang. Nanti saya ceritakan detailnya. Itu yang istri saya ya, yang adik keponakan saya itu mendapatkan tempat yang kurang bagus sehingga apa? Sehingga malah sangat sedikit sekali. Saya bisa hampir 2 kilo per hari, adik saya malah kurang dari sekilo. Itu sangat minim sekali. Sekilo itu mungkin profitnya hanya 10 sampai Rp2.000. Sangat kurang untuk operasional. Masalah lagi yang saya temukan adalah biasanya tidak cocok, Teman-teman. tidak cocok bidang yang dia ambil dengan karakternya. Karena apa? Karena di awal kita hanya terkiri oleh profitnya. Dia diceritakan ibu ini untung sekian, bapak ini untung sekian, tante ini untung sekian. Jadi kita sangat terbayang oleh profit profit profit. Kadang-kadang itu tidak sesuai dengan bidangnya gitu loh. Itu yang saya alami. Dan banyak juga teman-teman seperti itu. Mereka tidak mengerti bisnis kuliner sebelumnya. Mereka tidak ngerti bisnis ayam goreng sebelumnya. Jadi enggak ngerti. Jadi kayak mumpung ada kesempatan ini ngambil di sini belum ada. Seperti itu realitanya. Jadi yang kadang-kadang itu tidak sesuai dengan basic kemampuannya dia. Yang selanjutnya adalah brand belum kuat, Teman-teman. Brand ini belum kuat secara mereknya belum dikenal. Kemarin itu ketika saya ngambil brand itu di Tulungagung, enggak ada yang kenal ini brand apa. Ketika ini belum dikenal sehingga value brand-nya tinggal sedikit ya. Kita bersaing dengan ayam goreng yang lain gitu ya. Kita mungkin ketika kita ngambil minuman, kita bersaing dengan minuman yang lain gitu. Tidak ada value yang kemudian diterima oleh di masyarakat kita. Jadi memang ya value-nya sedikit dan kalau yang harganya murah jangan mengharapkan brandnya terkenal itu ya. Jadi pikir-pikir lagi ya ketika teman-teman mau ngambil franchise pikir-pikir lagi. Banyak pertimbangan nanti kita bahas di belakang. Problem selanjutnya adalah di sistem supl teman-teman. Sistem suplai ini apa? Jadi waktu itu kita juga ditawari teman-teman karena ini di Tulungagung belum ada agennya maka kita diminta untuk jadi agen atau stokis gitu ya. Tujuannya apa? Jadi sistemnya seperti ini, Teman-teman. dari pusat itu masuk ayam dalam kondisi dingin yang sudah termarinasi dalam kondisi yang sangat banyak itu katakanlah satu kintal atau 2 kintal kita sebagai stokisnya. Stokis nanti bertugas sebagai tempat untuk orang yang frenchis itu ngambil ayam di tempat kita. Waktu itu dijanjikan juga nanti di Telaku bakalan banyak kita akan iklan geber-geberan sehingga ketika Mas Agung ini mau jadi stokis nanti juga akan ada french-franchis yang lain yang ambil ayam di tempat Mas Agung. Realitanya, Teman-teman, sampai saat ini belum ada yang ambil french selain saya berdua itu, saya dan adik saya enggak ada. Jadi, memang saya pun juga akhirnya beli alat freezer besar untuk menjadi stokis. Itu pun juga tidak terpakai saat ini. Jadi, sistem suplennya memang masih berantakan. Terlebih juga ayam yang dikasih itu enggak standar, Teman-teman. Pertama itu gede-gede dan kita oke ini laris gitu ya. Tapi ternyata kiriman kedua kok jadi kecil-kecil. Saya enggak tahu apakah yang lain juga seperti itu atau ketika teman-teman frenches minuman apakah seperti itu rasanya enggak standar. Itu yang saya alami. Dan ternyata juga ketika saya riset juga di internet ternyata juga memang sistem suplai itu sering kali bermasalah. Enggak standar, belum standar gitu ya. Potongannya yang berubah-ubah ataupun ramuannya, kekentalannya misal minuman juga berubah-ubah. Jadi sistem suplai ini masih belum terselesaikan. Yang selanjutnya adalah operasional. Operasional ini juga bermasalah teman-teman ya. challenging gitu ya, bukan bermasalah challenging karena ini sistem gerobakan ya. Kita mau ngerekrut orang banyak-banyak pastinya enggak bisa secara keuntungan pasti enggak ketemu. Tapi kalau kita lakukan sendiri kita akan mengorbankan yang lain. Kan seperti itu. Itu yang terjadi di dua franchis yang saya ambil. Adik saya ditungguin sendiri tapi ternyata enggak cukup untuk memenuhi dia dan keluarga kecilnya. Saya pun juga gitu. Karena saya sudah memiliki aktivitas istri bantuin di dapur tapi enggak bisa nungguin. Dia juga ee ngerekrut satu orang yang nunggu. Itu pun enggak cukup, Teman-teman. Tapi enggak apa-apa kita tombok awal kita kasih tombok kita subsidi terus. Tapi ternyata apa? Permasalahan yang teman-teman alami dan ini juga dialami banyak orang bisobakan adalah turnover yang tinggi, orang staf keluar masuk yang tinggi. Itu yang kemudian jadi persoalan. Kalau kita belum pernah bisnis sebelumnya dan ini masih kecil akan susah menanggulangi seperti itu. Kita harus siap fighter sering mencari lowongan pekerjaan. Nah, itu yang kemudian dialami oleh teman-teman gerobakan kalau tidak dihitungin sendiri. Kalau dihitungin sendiri enggak cukup. Kalau ng-rekrut orang gampang keluar [Musik] masuk. Oke, lantas apa yang harus dilakukan oleh seorang yang mau ngambil frenchise supaya mereka enggak boncos, supaya mereka enggak rugi? Pertama adalah teman-teman tentukan dulu riset lokasi dan kompetitor. Jadi, teman-teman riset dulu. Alurnya adalah bukan teman-teman nemu frenchise apa kemudian cari lokasi. Carilah lokasi dulu. Cari lokasi dulu, kompetitornya di situ apa, yang belum ada apa, apakah minumannya yang kurang banyak atau makanan yang kurang banyak itu akan lebih enak atau ketika teman-teman memiliki tempat di situ apa yang belum ada. Nah, kemudian cari vendor frenchise. Kedua, jangan hanya percaya testimoni teman-teman ya. Cek lapangan lah. Kemudian teman-teman mendatangi salah satu tokonya yang mengambil franchise itu. Bagaimana kondisinya? Apakah ramai atau tidak? Nah, itu perlu cek lapangan sendiri. Kemudian kalau ada kesempatan tanya ke mitra itu apakah ramai seperti apa, Bep-nya berapa lama? Kalau ada kesempatan juga datangi orang yang X-nya yang dulu mungkin mengambil french itu sekarang tidak mengambil ya didatangi seperti apa, kenapa berhenti, dan sebagainya. Memang agak ribet, tapi ini sangat menjadi filter awal yang kemudian bisa membantu teman-teman. Kemudian hitung realistis teman-teman ya. Jangan hanya percaya angka yang mereka tampilkan. Hitung sendiri realitis lah. Jadi ayam itu kalau kita jualan ayam goreng itu sehari laku berapa? rata-rata dihitung sendiri BP-nya apakah ini angka yang disorderkan mereka realistis atau memang overpromise. Dan tentukan, pastikan teman-teman sistem pembelajaran mereka itu sudah valid gitu loh ya. Pastikan mereka memiliki SOP, pastikan mereka ada pelatihan, pastikan mereka ibaratnya itu open terhadap kita, tidak culculan begitu loh, tidak ngambil VJ ya sudah dibiarkan kita berjuang sendiri. Jadi pastikan itu, pastikan itu juga di mitra-mitranya ataupun dipastikan beberapa kali kepada vendornya. Dan teman-teman juga harus pastikan nanti sistem operasional seperti apa. Teman-teman harus belajar juga. Akhirnya saya waktu itu juga belajar teman-teman bagaimana merekrut karyawan yang kerupakan, bagaimana sistem salary-nya itu akhirnya saya belajar sendiri dan itu harus teman-teman pahami. Walaupun saya memiliki bisnis ya, Teman-teman ya di pecah telur katakanlah atau bis sebelumnya yang konveksi suarga hijab itu sistem penggajiannya sangat berbeda itu ya. Jadi ternyata pendekatannya berbeda. Alhamdulillah kalau teman-teman yang di kita yang di teman-teman kreatif di pecah telur itu mereka well educated menurut saya ya. Mereka filternya juga bagus dan kita memberikan salary yang bagus tapi ternyata tidak berlaku juga untuk gerobakan teman-teman ya. Pendekatannya berbeda. Ee yang rata-rata mereka memang agak bawah itu secara rate-nya. Tapi kalaupun kita kasih UMR atau seperti yang saya terapkan di sini enggak jalan, Teman-teman, ya. Kurang bisa berjalan gitu ya. Jadi memang Teman-teman harus kuasai operasional di gerobakan gitu ya. Walaupun saya sudah mengelola bisnis, ternyata saya juga kalah juga gitu ya. Enggak bisa gitu ya. Terakhir teman-teman, ternyata juga tetap butuh inovasi teman-teman ya. Tetap butuh inovasi. Jadi jangan berharap ketika teman-teman ngambil franchise kemudian tinggal enak, duduk manis, semuanya sudah ada dibantuin, kemudian tinggal enggak ngapa-ngapain, ternyata nonsens. Gak seperti itu realitanya. Tetap harus butuh inovasi. yang saya awalnya saya bisa tetap kerja, tetap fokus di pekerjaan utama dan ini menjadi sampingan, tetap harus dipikirin, Teman-teman, ya. Tetap harus kita inovasi, enggak bisa dibiarkan. Kita juga harus menyisihkan sedikit fokus kita ke situ. Intinya tetap butuh inovasi, Teman-teman. Inovasi produk, inovasi minuman, inovasi pemasaran. Apakah mendatangkan influencer lokal, ada brosur-brosur dan lain sebagainya, tetap harus untuk inovasi. Tidak bisa kita tinggal diam dan ya akan berjalan. Itu tidak bisa. Lantas bagaimana endingnya? Ya, endingnya alhamdulillah cukup manis juga walaupun waktu itu tidak dijanjikan kita ada buyback, ternyata bisa dibyback ya, Teman-teman. Buyback itu adalah dibeli kembali walaupun tidak 100%. Alhamdulillah saya dihargai 70% itu. Alhamdulillah saya terima kasih kepada penyedia vendor waktu itu mau membback gerobak saya gitu ya. Jadi sehingga kita tidak rugi-rugi banyak itu juga teman-teman bisa pastikan ke vendor apakah ada buyback kalau tidak berjalan lancar seperti apa gitu ya. Dan ternyata memang teman-teman brand itu di kota saya tidak berjalan dan hanya berjalan di kota-kota yang gede. Jadi memang realitanya tidak semua french itu berjalan di kota kita gitu ya. Dan kadang-kadang mereka itu menggunakan kita untuk uji coba market di sini dan itu merugikan kita. Saran saya pikir-pikir dulu teman-teman ketika mau ngambil franchise. Terlebih franchise-nya yang kerobakan yang harganya R juta sampai R juta. Pikir-pikir dulu siapa yang akan nungguin seperti apa SDM-nya, inovasinya apa, marketnya bagaimana. Dan kalau itu adalah uang yang teman-teman miliki, satu-satunya uang yang teman-teman miliki, artinya uang R10 juta itu adalah total dari semua tabungan teman-teman. Kalau ini hilang akan menjadi teman-teman susah lagi nabungnya. Mending kalau saran saya adalah riset sendiri. Realitanya apa? Realitanya kita tetap butuh riset, Teman-teman. kita tetap butuh inovasi. Lantas kenapa kita enggak inovasi dari awal? Sebenarnya kan orang yang ngambil frenchise gerobakan itu kan sebenarnya malah malas untuk belajar lah ya. Malas untuk belajar awal yang sebenarnya itu semua ada di internet. Resep-resep sudah ada di internet, cara pemasaran sudah ada di internet. Rombong pun vendor-fender juga mereka berpromosi ada di internet. Jadi sangat mudah sekali sekarang teman-teman ya. Opini saya pribadi kami tidak menyarankan membuka franchise gerobakan kalau teman-teman tidak mau belajar. Realitanya harus belajar teman-teman ya. Jadi teman-teman mending belajar dari awal, mending fokus belajar membuat resep yang enak, kemudian membuat pemasaran yang oke. Jadi mending seperti itu. Kalaupun toh terpaksa ngambil franchise harus dipastikan brandnya bagus, kemudian sistemnya bagus, SOP-nya sudah tertata, dan lain sebagainya. Dan terakhir teman-teman kalau teman-teman nanti merasa butuh untuk belajar bagaimana cara memasarkan kuliner yang baik, kami juga sudah menyediakan materi di membership teman-teman. Tidak harus daftar sekarang teman-teman ya. Pastikan nanti aja kalau sudah butuh. Kalau sudah butuh mau berbisnis kuliner, ternyata harus belajar kuliner lebih dalam, ini mungkin bisa membantu teman-teman bisa daftar di membership level 3 brand dan marketing. Cukup terjangkau juga untuk pembakalan teman-teman bagaimana bisa memasarkan kuliner sehingga bisa ramai offline dan online. Bagi teman-teman yang sudah terlanjur ngambil frenchise, mungkin ini saatnya teman-teman juga belajar cara memasarkan kuliner yang bagus dan benar. Ini saya juga tetap belajar dan ini yang mengisi bukan saya karena saya juga bukan praktisi kuliner. yang mengisi adalah Pak Zahim Fatawi. Di mana Pak Zaha Im Fatawi itu sudah 10 tahun berbisnis kuliner dan memiliki enam brand yang di mana eksis semua. Jadi pantas untuk dijadikan mentor untuk belajar. Sampai jumpa di next episode, Teman-teman. Semoga tayangan ini bermanfaat. See you. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Yeah.
Resume
Categories