Modal Sejuta Jadi 25 Kolam: Mantan Sopir Sukses Budidaya Koi di Kolam Semi-Tanah!
XMd7Oanu1z4 • 2025-05-14
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id [Musik] Awalnya cuma empat, empat kotak. Kolamnya itu awal semi, yang bawah itu kan tanah, yang samping terpal. Kalau beton itu untuk pertumbuhan kurang maksimal peri. Kalau untuk show itu bisa sampai size 12 itu Rp15uta. Pernah dulu ada Mas ya 50-an up kayaknya itu sampai size segitu enggak pernah kalah Mas di lomba sampai pernah ada ee show itu enggak boleh ikut karena enggak ada musuhnya. Heeh. Enggak ada lawannya. sampai sekarang dengar-dengar ditukar sama rebon satu enggak boleh gak dikasih. Itu gini yang dikasih makan keleleh itu yang cacat sama yang enggak ada warna. Harga jualnya enggak ada. Cuma nanti kalau dijual yang cacat itu kasihan yang beli. Kasihan kan enggak dirawat apa lebih baik dikasih makan ke predator gitu. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Nama saya Agun, usia 34 tahun. Usahanya budidaya ikan koi ee yang beralamat di Desa Tenggur, Kecamatan Rejotan, Tulungagung, Jawa Timur. Awalnya itu kan ee dulu kan saya apa ya dulu nyupir terus sepi. Nah, punya teman itu penjual ikan hias awalnya. Nah, terus saya ikut sambil belajar lah. Terus ada teman saya lagi itu kadang-kadang juri, juri anu ikan koi kadang ya kontes kalau enggak juri gitu. Akhirnya saya disuruh anterin ke soso kan ke luar kota-keluar kota. Akhirnya saya tertarik tertarik budidaya ikan koinya itu. Terus sambil apa ya istilahnya ya nganterin nyupir-nyopir itu sambil jualan ikan teman suruh bantuin jual terus lama-kelamaan punya modal belanja sendiri dikit-dikit ya sambil ngumpulin buat indukan yang prospek untuk induk ya. Akhirnya dikit-dikit terkumpul sambil berjalan waktu saya nyoba mijah sendiri. Awalnya cuma modal R1 juta, R jutaan lah awalnya itu belanja ya maksudnya belanja itu yang istilahnya yang ikannya lumayan lah layak untuk di kiping lah istilahnya kalau di perkoinan ya ikan baguslah calon bagus akhirnya sedikit-sedikit ngumpulin ngumpulin lama-lama sambil apa itu sambil nganterin teman saya juri kontes itu akhirnya kan gede tuh yang buat indukan akhirnya sudah siap untuk dipijah saya mijah ee ambil yang apa ya yang F1 istilahnya nya anakan yang indukannya itu dulu impor pejantannya lokal. Nah, anak hasil anaknya itu nanti saya pilih yang prospek bagus untuk indukan. Nah, setelah udah siap dipijah, saya pijah carikan pejantan yang FB1 juga. Heeh. Tapi prosesnya enggak enggak cepat itu. Maksudnya awal tahun 2019. 2019 awal sampai mulai mijah itu 2020 baru mijah. Awalnya juga nyoba-nyoba beli apa ya buraya yang anakan yang masih besarnya selidi-lidi itu loh. Itu beli ke teman nyoba 1000 loh kok ada hasilnya gitu kan. Lama-lama tertarik terus nyoba mijah sendiri. Mijah pun kadang pejantan sama induk itu enggak langsung jadi anaknya enggak langsung jadi bagus. Harus prosesnya itu minimal paling cepat 6 bulan tahu kalau anaknya itu bagus jadinya. Kalau enggak ya nyoba awal lagi. Kalau modal Rp1 juta itu awalnya tuh buat belanja aja. belanja yang di luar kolam maksudnya maksudnya ya itu lama-lama duit terkumpul buat kolam sendiri. Awalnya cuma empat empat kotak. Kolamnya itu awal semi, yang bawah itu kan tanah, yang samping terpal. Kalau beton itu untuk pertumbuhan kurang maksimal lama untuk pertumbuhan ya. Soalnya kan kayak tanah pun juga pengaruh apa ya? Kayak ada kandungannya itu beda untuk budidayanya itu. Awalnya itu cuma beli buraya itu 1.000 1.000. Terus ee umur satu kolam. Heeh. Yang lain tuh udah belinya udah yang 5 cent 10 cent. Terus yang kolam satu yang tak coba yang buraya dengan burayak 1.000 ekor lah sampai umur 1 bulan setengah dipilih lagi. Kan yang jelek-jelek itu kan dipisah. Kalau yang dibesarkan yang bagus-bagus itu cuma ketemu 10%. Jadi cuma dapat 100 ekor. Heeh. Cuma kalau yang paling bagus ya mungkin cuma 5 ekor yang untuk show. Yang lainnya masih Heeh. untuk bahan-bahan. Kalau sekarang banyak, Mas. Populasi sekarang itu kebutuhan 1 bulan itu buraya paling dikit itu Rp50.000 semua. Kalau per kolam itu minimal R5.000. Per kolam R5.000 ada 25an kolam lah sekarang. Luas lahan itu kan tempatnya kan enggak enggak satu tempat. Ada yang nyewa, ada yang tanah sendiri. Kalau yang satu minimal per tempat itu ada tanah luas 300 ru, ada yang 100 ru. Cuma kan kalau lebar kolam satu kolam itu lebarnya minimal 10 * 20 m. Itu paling kecil. Kalau yang besar ya sekitar 20 * 35. Soalnya kan saya enggak enggak pernah apa ya buat ikan sampai sesi yang gede. Cuma paling 1520 centti. Heeh. Pokoknya 1 tahun itu satu kolam itu harus panen dua kali. 1 tahun. Soalnya kan target pasar itu kan cuma buat apa show sama keeping. Jadi size-nya itu cuma 1520. Kalau kelamaan induknya kan juga putaran apa 1 bulan itu ee kelamaan seperti mijahnya tadi. Mijahnya tadi kan kalau satu induk itu umurnya kan 3 sampai 4 bulan sudah siap dipijah lagi. Sedangkan induk ada 70 ekor. Kalau kelamaan itu nanti enggak bisa dipijah. Perawatan sih sebenarnya gampang-gampang susah ya. Kalau sudah tahu itu sebenarnya gampang. E kalau air kalau air di misal kalau kam pembesaran itu apa ya? K kan pakai sanyo air apa ya? Sumur bor itu nyalainnya biasanya sore sampai pagi nambahin airnya di kolam itu. Karena apa? Kalau nambah airnya itu siang itu percuma. Karena oksigen itu full kalau siang. Kalau siang kalau malam apalagi kalau musim dingin itu oksigen kan berkurang akhirnya kan apa ya mabuk. Terus nanti efeknya ke waktu diangkat. Waktu diangkat itu karantinanya itu jadi susah kalau siapa ya? Nambahin airnya itu siang. Intinya ikan kan harus full oksigen gitu. Kalau listrik per tempat itu minimal 100 sampai Rp150.000. Cuma sebenarnya enggak banyak cuma 10050 untuk listrik per tempat. Kalau pakan enggak seberapa banyak kan cuma soalnya kan ikannya masih kecil-kecil. Terus populasi per kotak kan enggak banyak, enggak seperti konsumsi. Mungkin satu per kotak itu cuma 100 sampai 200 untuk pembesarannya. Heeh. Full pabrikan enggak? Soalnya kan kalau koi kan motifnya diambil motif sama bagusnya ikan dari warna warnanya itu strong terus sama pola pola warnanya itu warnanya itu strong, seimbang terus apa ya? Ee nyeplok-nyeplok loh, Mas. di mulut harus enggak ada warna, harus di atas apa? Hidung. Batasnya itu hidung. Itu yang bagus. Terus warnanya itu enggak full. Satu badan tu enggak full. Heeh. Cuma apa ya? Medot-medot lah istilahnya. Kalau yang bagus itu kan varietinnya kan banyak ya. Macam-macamnya koi itu kan banyak. Ada yang kalau kohaku itu kan warnanya cuma merah sama putih ya. Nah, itu kalau bisa banyak yang putih. Warna merahnya cuma simpel lah. Terus kalau sowak kan ada hitam, ada merah, ada putih. Sama. Kalau intinya warna dasar yang putih itu harus banyak. Kalau cuma merah itu ya bisa apa ya bennyi. Kalau jenis koi yang di sini itu ada soa, Kohaku, sanke, susui, sama goromo. Lima. Lima. Lima macam. Lima jenislah. Kalau untuk prosesnya waktu nebar bibit ya itu dibersihin dulu. Kan biasanya kalau baru buat baru dikosongin itu kan banyak hamanya. istilahnya hama kayak anakan sama udang itu pasti ada, Mas. Untuk budidaya apa pembesaran kolam pembesaran kok itu pasti ada udangnya udang kecil-kecil. Nah, itu harus dibersihin dulu. Waktu mau nebar awal, mau penebaran bibit yang masih buraya ya istilahnya buraya itu harus dibersihin dulu. Dikuras bersih, diracun sama apa ya? Dibajak lah. Itu biar tanahnya bagus lagi. Baru diisi air. Diisi air nunggu minimal 2 hari. Kalau saya biasanya 2 hari, minimal 2 hari itu baru ditebar terus dikasih kutu air. Kutu air itu biar pertumbuhannya cepat. Nanti ditunggu 2 minggu nanti dikasih pakan udang. Sentrat udang loh. Itu yang lembut yang kayak tepung itu sampai umur 3 minggu. 3 minggu. umur 3 minggu nanti paka diganti yang kasar yang agak gede-gede itu nanti terus nunggu sampai umur minimal 1 bulan itu baru dipilih yang bagus sama yang enggak masuk dibesarin itu dibuang sampai 1 bulan setengah lah maksimal. Kalau panen biasanya sih 4 sampai 6 bulan. Kadang tergantung pesanan sih. Kan banyak juga yang ngambil di sini teman-teman itu ya dari luar kota itu banyak yang ngambil juga bibitan bahanbahan untuk kiping, bahan untuk show, terus mau dibesarin lagi. L istilahnya kita itu menyediakan bahan yang sudah siap untuk dibesarkan. Itu gini, yang dikasih makan keleleh itu yang cacat sama yang enggak ada warna. Enggak ada warnanya itu harga jualan enggak ada. Cuma nanti kalau dijual yang cacat itu kasihan yang beli ikan cacat kok dijual gitu loh. Kalau jual SD ya tetap normal ikan yang normal yang ada warnanya. Kalau yang enggak ada warna ya kita kasihan ee enggak dirawat apa lebih baik dikasih makan ke predator gitu. Heeh. Oh ya, lele. Kalau penjualan itu yang utama itu online TikTok kayak live ke TikTok terus sama teman-teman sama penjual yang jual lokalan sini itu 1 minggu sekali ada yang 1 minggu dua kali gitu. Yang kalau tiap hari itu online kiriman tiap hari. Heeh. Awalnya kan lihat TikTok itu kan jual ada yang jual hewan-hewan kayak ayam, burung, terus iseng-iseng nyoba live ke TikTok 2 hari, 3 hari itu ada responnya penonton itu bagus. Akhirnya banyaklah yang ngambil yang yang check out check out gitu loh. Pas lab itu rata-rata 50 100 sampai 5.000 akhirnya ya rata-rata paling 50 100 ya. Cuma kan apa ya? Terus gantian gantian gantian terus. Pokoknya tiap hari itu ada yang ngambil lah. Kalau biar lame untuk live ikannya ikannya itu buat ikannya yang menarik. Terus kalau bisa banyak macamnya biar penonton itu nanti bisa langsung milih ya. Pokoknya kalau intinya itu ikannya macam-macam terus bagus-baguslah untuk menarik penonton sama pembeli. Kalau ikannya gimana ya? Kalau cuma macamnya satu ekor, dua ekor itu penonton jenuh. Enggak ada kuranglah daya tarik anu pembeli. Kalau penjualan yang terjauh ke Medan, ke Batam pernah. Terus yang kalau ke Metro itu seminggu dulu dua dua kali kiriman. Heeh. langganan tetap kalau ke Metro itu 1 minggu tiga kali kalau ramai sama Bali ke Kuningan, Jakarta sama Tangerang. Kalau cara kirim itu via bus sama kereta. Kalau Jawa Timur ke Jawa Tengah itu via travel. Travel khusus ikan kan ada untuk itu area Jawa Timur sama Jawa Tengah. Kalau Jawa Barat, Lampung itu masih bisa pakai bis. Kalau luar pulau lagi pakai kargo pesawat. Akhirnya cuma akhirnya agak lumayan. Ada yang per ekor, ada yang per paket, ada yang ngambil. Kan banyak yang juual grosiran itu biasanya juga ngambil macam-macam. Kalau per paket isi 10. Ada yang 300, ada yang R, ada yang Rp1 juta. Tergantung pesanan. Kalau di TikTok itu rata-rata kan dibuat sama sama harganya, cuma kan ikannya beda-beda sama ukurannya yang beda. Biar pembeli itu enak, tinggal milih size sama ikannya. Kalau harga sama per biji. Kalau untuk ikan untuk show itu bisa sampai size 12 itu ada yang dulu ada yang mahal Rp15uta 1 ekor size-nya 12 cent. Pernah dulu ada Mas ya size 12 itu R5uta terus dirawat sama orang Nganjuk sampai sekarang itu size-nya 50-an up kayaknya itu sampai size segitu enggak pernah kalah Mas di lomba turun di show itu enggak pernah kalah sampai pernah ada ee show itu enggak boleh ikut karena enggak ada musuhnya. Heeh. Enggak ada lawannya sampai sekarang dengar-dengar ditukar sama rebon satu enggak boleh gak dikasih. Itu yang paling mahal. Kalau kena hama, hama itu banyak kayaknya. Kalau di kolam pembesaran, Mas ya, kolam tanah lah itu banyak seperti apa ya? Burung, ular, sama kalau dicuri enggak pernah sih, Mas, untuk saat ini. Yang pasti ya apa ya itu burung sama ular. Gimana ya? dia kasih jaring untuk antisipasinya harus pakai jaring biar ya kalau burung itu kan malam biasanya malam yang makan itu itu kasih atasnya kolam itu dikasih jaring sama pinggir itu kasih jaring biar ular sama apa ya biawak itu loh itu enggak bisa masuk habis loh Mas kalau segini bibitan kan masih 10 15 cent itu burung masih bisa kalau rugi berapa ya minimal ya R5 juta R10 juta itu pernah cuma Heeh soalnya kan habis yo Ular itu kan banyak. Kalau penyakit seperti jamur itu alhamdulillah selama ini jarang Mas ya. Hampir hampir tidak nak pernah. Itu kan kalau itu tergantung gimana ya cara kita merawat sama air. Yang penting airnya itu ya jernih terus sama apa ya gerucjukan. Kalau ah ngalir itu bagus ya aman insyaallah amanlah kalau untuk penyakit. Kalau pertama kenapa pilih koi ya itu karena awalnya suka awalnya itu kok bagus kan ikut apa nganterin show terus belajar sama teman itu lihat-lihat lama-lama kok suka akhirnya itu nyoba suka terus dulu kan mudah anu penjualan Mas penjualan itu pasarnya itu mudah asal ada ada warna ada pola warnanya itu bagus pasti laku kalau sekarang pemasaran sekarang itu ya kadang rameai ya kadang engak sepi gitu. Tapi sejak live ke TikTok itu alhamdulillah ramai, Mas. Lahan difokuskan untuk ke lahan enggak ada. Cuma sementara masih fokus ke memperbanyak lahan biar e bisa memenuhi kebutuhan pasar. Kalau prospek untuk sekarang sama ke depannya insyaallah bagus soalnya secara modal itu enggak banyak. Kalau ke konsumsi kan pakannya banyak terus bibitannya agak lumayan ya. belum. Nanti kalau konsumsi itu kendalanya juga resikonya itu kalau koi juga sama sih sebenarnya, Mas. Banyak penghobi baru gitu kan. Enggak mungkin ikan itu kalau penghobi baru itu biasanya belum begitu bisa merawat ya, Mas. Itu kadang mati beli lagi, mati beli lagi gitu. Kadang kalau yang udah lama kan warnanya kalau enggak bisa merawat kan rusak. akhirnya beli lagi. Kalau kesulitan budidaya itu ya hampir-hampir minim lah. Kalau kesulitan itu paling minim sih. Kalau koi resikonya itu sedikit, modalnya dikit, resikonya itu minim. Kalau tip untuk pemula kalau bisa belajar ke yang sudah berpengalaman aja. Soalnya kalau masih pemula itu biasanya perawatannya itu kurang maksimal. Kebanyakan gini, kalau pemula itu biasanya beli ke penjual bibit. Biasanya penjual bibit kadang itu bibit apa ya? Grid kan grid itu ada A B C. Kadang kalau ada penjual yang gimana ya ada beberapa sih enggak banyak sih itu C itu kadang dibilang B. Kadang beli B itu dibesarkan nanti air sama tanah enggak cocok jadinya kese. Jadi ya untuk awal-awal itu harus tahu kondisi air sama tempatnya itu yang cocok yang jenis apa. Enggak setiap tempat itu sama hasilnya. usaha sebelum enggak ada, cuma nyupir. Kalau ownernya kan ada tiga. itu selama itu satu pemikiran kan biasanya kalau grup itu ada ownernya ada beberapa itu kadang ada yang oh ini harus gini gini kan bentrok akhirnya itu alhamdulillah ya ada sih kalau kadang ada cuma enggak seberapa kebanyakan satu pemikiran kadang salah satu yang ngatur satu biar satu keputusan biar enggak bertolak belakang terus hasilnya biar bisa maksimal titik terendah dulu waktu sudah koi itu ada titik terendahnya ikan mati-mati Mijah enggak jadi. Satu kolam, satu kolam full mati. Itu cuaca terus airnya kurang maksimal mengalirnya. Itu waktu cuaca ekstrem. Terus kalau runtanya ke rezeki juga si ya itu sampai mati satu kolam, dua kolam tuh di atas si susah. Mijah juga telurnya enggak netas. Terus sudah netas akhirnya mati-mati. umur 2 hari itu mati-mati bibitannya itu buraya pasar sepi. Akhirnya waktu itu kan sudah pasar sepi setelah corona. Setelah corona pasar sepi, mijah susah, ikan mati-mati di kolam. Udah hampir-hampir putus asa puluhan lah. Puluhan indukan mati-mati gitu, Mas. Pokoknya itu terus beruntun kalau alhamdulillah. Ya, itulah titik terendahnya cuma waktu bangun koi. Kalau pegangan hari ini kalau usaha itu harus ditekuni ikhlas. Pokoknya yang penting itu berusaha tekuni dijalani dengan ikhlas nanti pasti hasilnya akan keluar. Kayak kata pepatah itu, Mas. Benar emang usaha itu tidak mengkhianati hasil. Tidak akan mengkhianati hasil ya. Itu saya ingat-ingat tuh kalau dari orang tua, teman-teman itu pokoknya tekunin aja, jalanin dengan ikhlas, berusaha. pasti nanti ada hasilnya. Akhirnya itu jadi sekarang ini harus berusaha semaksimal mungkinlah sama ya berdoa bagaimana hasilnya bisa maksimal diusahakan dipelihara semaksimal mungkinlah seperti hewan itu kalau melihara koi itu seperti intinya pakai kasih sayang lah isti-intinya gitu pokoknya ditekun ikhlas berusaha itu insyaallah hasilnya akan lumayan untuk anak-anak muda itu kalau bisa buat usaha sendiriah maksudnya kalau bisa tuh bangun usaha daripada kerja itu kadang ada kadang enggak. Kalau di desa loh ya itu harus menciptakan usaha sendirilah lapangan kerja kalau bisa. Kalau untuk anak muda kebanyakan kan sekarang banyak yang gengsi ya, Mas. Untuk bertani apa budidaya ikan apa beternak itu kadang itu banyak yang gengsi. Tapi itu kalau ditekuni di apa ya dijalani itu hasilnya lumayan sebenarnya lumayan lebih menjanjikan daripada kerja di kantoran. Kalau menurut saya itu sih Mas untuk anak muda yang mau beternak entah apa beternak apa kalau ditekuni lumayan hasilnya. Saya Agun. Usaha saya kan koi. Nama farm saya BSG Koi Center yang beralamat di Rajotangan Tulungagung, Jawa Timur. Terima kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Musik]
Resume
Categories