File TXT tidak ditemukan.
Petani Muda 22 Tahun Punya Lahan Berhektar dari Tanam Cabai
xX1HTRdbxV8 • 2025-05-09
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Saya itu broken home, Mas. Saya itu dirawat sama kakek nenek sama paman. Paman saya itu yang ibaratnya menuntun saya dari kecil sampai sekarang. Iya. Dulu itu ya punya dendam yang amat dalam sebenarnya. Tapi saya pikir alah ng opo gunane dendam gitu. kita itu hidup itu kalau bisa itu damai dengan segala keadaan ya meskipun senang, sedih, semua itu pasti berlalu. Prinsip saya itu badai pasti berlalu. Sesulit apapun hari ini pasti akan berlalu. Sesenang apapun hari ini pasti juga akan berlalu. Gitu namanya jega usaha itu kan pasti ada jatuh bangunnya, Mas. Kadang ada sampai modalnya HP sampai jual sapi, jual anu ya itu setiap petani pasti pernah ngalami. Siapapun itu. Rezeki itu pasti ada, Mas. Tidak datang hari ini, besok pasti ada gitu. Kita gagal hari ini, besok pasti berhasil, gitu. Kalau total itu 1 tahun itu kan kadang kita tanam du sampai 3 lan itu perlahan itu bisa tembus 100 lebih, Mas. kemarin sempat tahun 2023 akhir sampai 2023 Maret Februari ya. Itu kan harga CMK lagi tinggi itu sampai tembus ke harga 67. Woh itu ya lumayan kita dapat 150-an lebih lah satu lahan. [Tertawa] [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Perkenalkan nama saya Hebi Rizki Susanto beralamatkan di Desa Pulotondo, Kecamatan Ngunot, Kabupaten Tulungagung. Panggilan saya Happy. Iya. Petani cabai biasanya nanam cabai sama tomat kadang ya semangka gitu. mengikuti musim, Mas. Paling sering tapi tanam cabai dalam 1 tahun bisa dua kali. Kadang enggak tentu karena kan cabai itu masa hidupnya itu kan enggak selalu cepat dan enggak selalu lama. Kadang itu cuma bisa bertahan 6 bulan, kadang bisa sampai 9 bulan juga. Tapi yang jelas 6 bulan itu sudah maksimal. Dari segi perolehan tonase itu sudah cukup untuk memenuhi hasil panen tersebut. Usia saya 22 tahun. Dari waktu masih sekolah itu kan sering bantu-bantu orang tua toh, Mas. Ya, akhirnya dari hal-hal kecil tersebut saya jadi cinta sama tanaman itu. Jadi sampai sekarang itu cuma bertani sama ternak. Di rumah ada ingon-ingon ternak. Kalau petani itu kan syaratnya harus punya ingon-ingon lah. Kadang itu di lahan itu ada rumput daripada kebuang dan nanti bawa pulang untuk pakan ternak. Kita bekerja itu seenaknya, Mas. Kadang berangkat pagi jam .00 kita berangkat nyemprot katakanlah 2 jam, 3 jam selesai. Kita kan jam 09.00, jam 10. Jadi sisa waktunya itu bisa untuk istirahat atau bisa untuk pengembangan usaha lainnya. Katakanlah kalau punya usaha sampingan. Tapi ya ada enggak enaknya juga karena selama kita masa penanaman sampai panen itu kita harus puasa, Mas. 2 bulan sampai 3 bulan itu kita puasa tidak ada penghasilan sama sekali. Kita hanya mengeluarkan modal-modal dan tenaga saja. Senangsang karena sudah dari hati dan jiwa itu sudah menyatu dengan pertanian. Darah ini mengalir gramason. Saya itu sudah diberi tanggung jawab sejak kecil, Mas. Dulu waktu masih sekolah setiap sore tuh harus mencari pakan untuk ternak. Syaratnya sebelum dolan. Kalau dulu kan waktu masih SD gitu kan setiap pulang TPI itu kan bermain toh, Mas. Biasanya di lapangan sama teman-teman. Kalau saya enggak setelah pulang saya harus cari pakan dulu. Sedapatnya sedapatnya entah satu tekem, dua tekem yang penting bisa dibawa untuk pakan ternak. dari itu sudah kebiasaan oh untuk melatih mental dan jiwa saya lah. Jadi sampai sekarang hanya kebentuk di jiwa-jiwa pertahanan ini. Kalau total itu ada sekitar dua bau 1000 ru 1 hektar seteng itu tapi lahannya pencar-pencar di sini ada, di sana ada gitu. Jadi saya tanam itu rolling bergantian. Yang tanah 200 masih semangka tapi masih masa penyerbukan. Menurut saya ya, cabe itu kalau kita sudah paham dengan ilmu dan teorinya itu terasa sangat mudah sekali. Ketika kita tanam cabe di musim sulit lah, terserang penyakit, katakanlah keriting atau apapun itu, itu kita rawat 2 sampai 3 minggu kita bisa pulihkan bisa seperti pada umumnya kembali gitu. Diarani gagal itu insyaallah tidak karena ada masa pemulihan dan masa peralihan itu cabe itu enaknya gitu. Cabe apa yang mental Mas? Cabe keriting ya. Karena menurut saya tonasinya lumayan bagus daripada cabai rawit gitu kalau khususnya daerah saya. Dan kalau di sini kalau CMB cabai merah besar itu sulit enggak cocok sama datarannya kan di sini kan dataran rendah cuma 40 mdpl kalau enggak salah itu pengaruh sekali terhadap pertumbuhan cabe ya. Kalau dari segi perawatan yang pertama itu sebenarnya olahlahan Mas dari awal pondasi setiap rumah kan ada pondasinya yaitu pondasi dari tanaman cabe itu yaitu olah lahan. Kalau bisa itu ulalahan itu ketika dibajak pertama kali itu didiamkan dulu sebelum dibuat larian. Didiamkan selama kurang lebih 2 minggu. Kalau musimnya panas kayak gini cocok 2 minggu. Setelah 2 minggu di traktor, nah lalu 2 minggu lagi itu dibajak buat bedengan. Setelah buat bedengan kita tabur pupuk dasar sama kompos yang sudah fermentasi. Terus kita semprot pakai di komposer ya. bisa M21, bisa trikoderma dan sebagainy lah. Untuk nutrisi mikroorganisme di bawah tersebut kita spray, terus kita tutup mosa, kita diamkan lagi selama seminggu lalu kita tanami cabe. Ya, setelah itu kita rawat dengan sebagaimana mestinya kita semprot 3 hari sekali, kita pupuk seminggu sekali gitu. Kalau kita cuma main teori itu mustahil rasanya kalau bisa sukses. Kita harus praktik dan terjun untuk melihat situasi yang sebenarnya terjadi di lapangan gitu. Tanam cabe keriting, terus tanam cabai terkena patek, terkena busuk batang. Itu sudah saya alami. Kita kan semua itu pengalaman toh. Berawal dari pengalaman dan yang sudah pernah kita lewati di masa lalu untuk jadi pembelajaran di masa depan. Setiap petani kan punya praktik dan teori sendiri-sendiri. Yang penting rutin semprot insektisidan itu 3 hari sekali dicampur sama nutrisi juga boleh. Semprot pagi atau sore itu juga baik. Kalau untuk di musim yang terik saat ini itu yang bagus sebenarnya semprutnya sore hari, Mas. Atau sore menjelang malam itu lebih efektif. Karena kan hama ketika di malam hari itu ibaratnya kumpul pulang ke rumahnya ibaratnya gitu. Kalau gini siang-siang semprot ses semprot insek ya itu kan hama terbang. Nah, kalau malam itu kan hama meskipun terbang terkena kabut dari spray tersebut insyaallah pasti kena pasti mati. Untuk mempercepat membunuh hama dan serangga itu malam hari Mas yang efektif. Tapi kalau untuk spray nutrisi pagi. Pagi itu bagus karena stomatannya kan terbuka. Sekarang kan eranya kan era digital toh, Mas. Jadi kita bisa sharing-sharing dari rumah saja. kita sudah bisa kenalan sama orang-orang se-Indonesia bahkan di luar negeri juga toh lewat media sosial tersebut. Sekarang itu lebih mudah lah, Mas untuk belajar karena informasi itu datang dari berbagai sumber. Kalau sistem saya pribadi loh, bukan untuk orang lain. Saya itu enggak pernah ngghitung modal sedetail mungkin karena kan sistem saya kan tanamnya itu nyambung pecut. Kalau orang Jawa itu ngarani bertahap. Jadi lahan satu untuk ngerageti lahan kedua, lahan dua untuk lahan ketiga, lahan ketiga untuk lahan keempat. Jadi itu modal itu hanya muter saja. Nanti kalau masih ada sisa ya kita tabung gitu. Kalau enggak ada sisa ya sudah kita cuma bekerja yang penting kita bisa makan, bisa minum itu sudah cukup bagi saya. Rezeki itu pasti ada, Mas. Tidak datang hari ini, besok pasti ada gitu. Kita gagal hari ini, besok pasti berhasil, gitu. Namanya jega usaha itu kan pasti ada jatuh bangunnya, Mas. Kadang ada sampai modalnya habis, sampai jual sapi, jual anu ya. Setiap petani pasti pernah ngalami siapapun itu. Tapi kan kita berhati-hati dalam menanam, dalam merawat dan kita lebih ke manajemen lah. Kita tekan pengeluaran sekecil mungkin dan kita upayakan tanaman cabe tersebut atau tanaman lainnya tersebut harus maksimal. Kalau versi saya itu kita rawat tanaman sebaik mungkin, Mas. Biarpun harga murah, kita harus menang ke tonase. Semisal kalau kita tanam cabai yang biasa, maksudnya perawatan biasa lah, itu satu pohon hanya kuat 3 ons atau 4 ons itu kan kalau dipikir-pikiran kurang maksimal sebenarnya. Nah, lalu kita tekan biaya itu dalam artian ibaratnya kalau orang dikasih makan banyak itu kan jadinya kan kembung gitu loh. Lah kita itu beri makan cabe, beri makan tanaman itu secukupnya saja. Tanaman butuh ini kita kasih ini, tanaman butuh itu kita kasih itu, gitu. harus mengikuti apa kemauan tanaman dari itu insyaallah kan pertumbuhan cabe dan proses pembuhan kan maksimal ya jadi tonase kita bisa dapat satu pohon bisa keluar 7 ons atau 8 on kalau di sini 1 kilo itu agak berat ya ada tapi agak berat Mas untuk mencapai 1 pohon 1 kilo itu karena 1 kilo itu banyak loh untuk cabe ya yang pasti itu paling sekitar 6 7 8 gitu rata-rata itu kan kalau bisa mencapai target itu kita tanam sekian ribu batang kita kan tinggal ngalihkan segitu kita potong semisal ada kematian berapa ratus batang kita kan gitu toh ngitungnya bersih berapa ribu batang dikali segitu dengan harga rata-rata berapa itu kan sudah kelihatan hasilnya ya kadang itu kan teori enggak sesuai dengan praktik toh Mas tapi kan setidaknya kita bisa berupayalah kita bisa ngotot agar tanaman itu bisa tumbuh dengan maksimal gitu [Tepuk tangan] Kalau di musim kemarau itu hama trips, terus kutu kebulun. Kalau musim kemarau itu identik dengan kutu-kutuan. Tapi kalau musim penghujan itu dengan penyakit jamur. Kalau di musim penghujan itu biasanya yang nyerang antarnosa, terus patek itu terus busuk batang, terus busuk daun, busuk akar, fusarium gitu sebagainya ya. Kalau di musim kemarau itu kita harus perkuat insek, Mas. Insektis. Tidak perlu banyak-banyak yang penting rutin. Semisal interval penyemprotan pada umumnya ketika musim penak lah, katakanlah itu kan 4 hari sekali. Kalau di musim sulit, musim kemarau itu du hari sekali enggak apa-apa. Yang penting tipis. Kita kasih sore hari itu kita semprot tipis. Seses. Cuma kembunan saja jangan sampai keluo. Kalau terlalu kelomoh basah itu kadang malah gosong. Overdosis mungkin dan terkena puanas yang begini ini. Jadi ya banyak yang seloyo pupusnya. Itu tunas barunya itu. Di jamur itu penyemprotan harus pagi. Biasanya kan penyebaran jamur itu paling cepat kena embun toh Mas. Embun pagi itu kan datang kadang membawa penyakit gitu kita semprot fungisida kadang ya kita rolleng dengan bakteri kan jammer kan kadang ada yang bakteri ada yang sejenisnya pitoptora gitu toh itu kan dua penyakit yang berbeda la bakteri samaarium itu kita semprot pakai fungisida kadang kita kocor fungisida juga akarnya untuk membunuh jamur terus kalau roba kalau dobel kita campur Mas insek juga masuk fungija juga masuk tipis-tipis saja Kalau untuk insektisida saya biasanya pakai Agrimac Agrimac dari Sigenta itu. Terus untuk hama trips Agrimax. Untuk hama alat buah itu saya pakai Sidation dan untuk nutrisi biasanya saya pakai Vitaron SL sama Ambison ya. Terus untuk fungisida biasanya saya pakai mancosep bahan aktif mankosep. Tapi itu bahan aktif mankosep itu banyak produknya maknya enggak cuma mancoseep aja itu kan ada sejenisnya juga probinep. Kalau di Agrimac itu kandungannya abamctin. Kalau di sidation itu provenover sama delta metrin terus sama di Ambison itu ada sama Mino untuk macu tunas. Di Vitaron itu ada unsur mikro untuk membeningkan tunas-tunas baru itu untuk fotosintesis lah. Terus dari fungisida itu bahan aktif Mancosep itu ada merek Ditan. Terus sama antrakol itu bahan aktifnya probinet itu sudah cukup, Mas. Nanti kalau penyakitnya masih ada, kita spray pakai yang sistemik. Biasanya saya pakai cabriotop, bahan aktif peraglosin sama metiram untuk sistemik untuk masuk ke dalam jaringan. Kalau total itu 1 tahun itu kan kadang kita tanam du sampai 3 lan itu perlahan itu bisa tembus 100 lebih. Mas, kemarin sempat tahun 2023 akhir sampai 2023 Maret Februari ya itu kan harga CMK lagi tinggi itu sampai tembus ke harga 67. Woh itu ya lumayan kita dapat 150-an lebih lah satu lahan. Tapi itu waktu itu yang sebagian lahan belum ke tanaman. Adapun tanaman itu bukan tanaman cabe untuk rollingan. Kadang itu meleset dari perkiraan. Kadang itu juga cocok dengan angen-angen. Karena harganya kan naik turun. Waktu kita masih merah sedikit. harga tinggi. Ketika kita puncak petikan harga tiba-tiba nyungsep gitu ya. Yang jelas saya hitung-hitung tembuslah 100 lebih. Setahun tiga tanaman tiga lahan perlahannya itu bisa dapat 100 lebih. Tapi semua itu enggak seindah yang dibayangkan untuk teman-teman semuanya yang ingin bertani. Karena setiap petani pasti malam jatuh bangun. Ya, kita tunggu saja pasti rezeki [Tepuk tangan] ada. [Musik] Enggak enaknya jadi petani itu gini, kadang itu kita kalau kerja lagi banyak ya itu kan kadang teorinya kan wah enak petani berangkat pagi jam 09.00, jam 10. Tapi kan ada kerjaan yang harus bisa diskan hari itu toh kita itu dari pagi sampai siang, siang sampai sore kadang itu sampai tembus malam juga waktu pengerjaan. Kalau ada semisal olah lahan, semisal kita pasang musa, itu biasanya kan di sini kan malam ya. Kita itu kerja itu harus ekstra waktu, enggak seindah yang dibayangkan. Berangkat jam 0.00, jam 09.00 pulang, jam 10.00 pulang enggak gitu. Terus enggak nanya lagi ketika kita tanam dan ketika kita perawatan itu terkena penyakit ataupun hama yang sulit ditanggulangi itu wah pikiran itu kelemun-kelemun, Mas. yang ada itu dipikiran beh yo tanamanku kok ampreh isone pulih beh piye yo tanamanku amrih isone hasile akeh kan gitu toh i pikiran itu jadi susah gitu loh Mas terus enggak enaknya lagi ketika panen kita dapat petikan yang lumayan banyak tapi harga murah gitu itu yang jelas jadi enggak enaknya petan dan kita tuh yang jelas kerja harus berani terik Mas petani itu harus hitam kalau enggak hitam bukan petani gitu enggak bisa kita santai-santai saja enggak bisa kita harus ekstra all in lah Ya kadang orang tua itu kan ngeyel kan, Mas. Ikut bantu juga. Karena kan kalau orang dulu ya mungkin sudah jiwa pekerja kerasnya itu sudah melekat. Jadi itu tetap bantu ya. Saya suruh istirahat itu enggak mau. Kadangnya ya wis tahu tak ewang-ewang malah sehat katanya kan gitu. Masih bantu-bantu sampai sekarang. Tapi ya gitu kalau capek istirahat pulang gitu. Saya dulu jurusan teknik alat berat. Ekskavator jumlahe ekskavator loader alat berat-alat berat di pertambangan gitu toh sebenarnya jurusan saya sekolah ya mekanik kalau basicnya di sekolah itu. Terus sekarang putar haluan jadi petani gak kangge sama sekali kita enggak pernah pegang kobeng gilahan. Tapi orang tua tidak pernah mempermasalahkan di sini tuh malah jadi petani itu sekarang itu malah jadi primadona Mas terutama anak-anak muda. Banyak sekali di sini anak muda yang wah banget ya. Malah dari pegawai-pegawai itu kalau di daerah saya ya itu malah tidak terlihat namanya lah. Katakanlah benar itu Mas. Malah di sini kebanyakan petani petani muda genzi itu jadi petani malah dapat oleh-olehan Mas jadi petani itu, Mas. lah ketika kita punya panenan ketika harga mahal gitu kita kan bisa beli ini beli bisa beli motor bisa beli mobil bisa beli anu semuanya kan gitu dapat dari dunia pertanian orang-orang di sini itu bisa bangun rumah bisa anu gitu singane megang uang sebanyak itu gak tergoda akal namanya enggak alhamdulillah saya teguh dengan pendirian saya kalau kita punya uang jangan kita habiskan saat ini juga karena kita butuh untuk hidup besok dan lusa gitu ibaratnya Akhirnya kalau kita hari ini makan enak, besok kita harus mikir besok kita makan apa gitu. Lusa kita makan apa. Enggak mungkin kalau kita cuma makan nasi saja. Sebenarnya gitu. Kita punya uang, kita sisihkan. Sebagian buat kesenangan, sebagian buat modal ke depan, dan sebagian untuk sedekah gitu. Jangan lupa sedekah. Sedekah itu kalau menurut saya pribadi ya, kita itu enggak harus melulu mengasih uang kepada orang. Bentuk sedikah saya kepada para karyawan gitu ya, Mas ya. Kadang ketika panen itu k saya kasih sembako ya sedikit-sedikit yang penting rata. Biasanya kan akhir musim lah ibaratnya akhir musim kita kasih sangu sedikit-sedikit yang penting rata kita kasih angklop terus sama kadang itu kita bantu juga anak yatim tapi kita enggak pernah npin diacara sant itu enggak pernah kita kasih langsung yang bersangkutan gitu. Kadang itu kan request kan para buruh-buruh yang bekerja bet itu lek wis senggang pengge mbok dijak dolan ya bian saya ajak jalan-jalan gitu ya. Kita itu kan sebenarnya kan wujud sedekah to Mas. Wujud sedekah yang kalau orang enggak bisa merasakan ya bukan sedekah tapi. Tapi kalau orang bisa merasakan itu sedekah itu namanya juga sedekah. Tapi saya merayakan hal kecil tersebut saya anggap sudah bersedekah. Kita berbagi kebahagiaan kepada orang lain agar kita tidak menikmati kesenangan itu sendiri. [Musik] Saya itu broken home, Mas. Saya itu dirawat sama kakek, nenek sama paman. Paman saya itu yang ibaratnya menuntun saya dari kecil sampai sekarang. Saya itu di waktu SD kelas 2. Ibu saya berpamitan ke luar negeri. Ayah saya juga gitu. Tapi ternyata ayah saya itu ketika bukan ke luar negeri sih, ke luar pulau ke Kalimantan dulu pamitannya itu enggak ada kabar sama sekali selama 10 tahun. Jadi saya itu cuma bisa merasakan nafkah lahir dari ibu saya. Kalau ayah saya itu lahir batinnya enggak. Sama dari waktu kelas 2 SD itu terus saya kan dirawat sama kakek sama nenek itu. Jadi sampai sekarang ya masih mereka berdua yang ngerawat saya. Tapi setelah 10 tahun itu kan ketemu jemput saya di sekolahan. Saya tuh kaget kaget tuh kok kayak kenal gitu. Wah, ternyata Bapak saya terus ya kita ngobrol-ngobrol dengan orang yang sedarah dengan kita tapi tidak pernah bertemu selama sekian tahun gitu kan. Masih ada rasa kangen sama ya intinya itu gelo lah kadang niku gelone niku kok dengan anak kok bisa-bisanya lepas tanggung jawab gitu. Meskipun enggak memberi nafkah lahir batin enggak masalah yang penting bisa komunikasi. Eh, ternyata ayah saya itu menikah lagi di Bojonegoro sana, tapi sekarang sudah meninggal, jatuh dari bangunan. Sudah mau 2 tahun ini ya yang jemput saya di rumah K Bayangkara sana kan istrinya di Bojonegoro kerja di Surabaya. Surabaya itu jatuh meninggal terus saya dikabari dari pihak posek sekitar sana itu saya suruh ngambil jenazahnya. Kan saya sebagai anak harus bertanggung jawab merawatlah. Kalau kita enggak bisa merawat hidupnya, kita harus bisa merawat matinya ibaratnya gitu. saya bawa ke sini juga meskipun sekian tahun enggak pernah memberi saya nafkah apapun itu, saya tetap insyaallah saya rawat, saya beri doa yang terbaik untuk ayah [Musik] saya. Iya, dulu itu ya punya dendam yang amat dalam sebenarnya, tapi saya pikir alah ngih opo gunane dendam gitu loh. Kita itu hidup itu kalau bisa itu damai dengan segala keadaan ya. meskipun senang, sedih, semua itu pasti berlalu. Prinsip saya itu badai pasti berlalu. Sesulit apapun hari ini pasti akan berlalu. Sesenang apapun hari ini pasti juga akan berlalu. Gitu. Itu prinsip pegangan hidup saya. Jadi saya itu enggak pernah kaget ketika ada momen jatuh, ada momen senang, bahagia itu saya enggak pernah begitu merayakan itu enggak pernah ya. Karena semua itu pasti akan berlalu, Mas. Sebenarnya itu saya suruh pulang toh ibu itu. Tapi kan mungkin ya dia berpikir masih muda masih layak untuk kerja di sana kan gitu tuh. Tapi katanya itu habis kontrak ini mau pulang dari luar itu netap di sini selamanya menghabiskan kontrak lah bahasanya 13 tahun ibu. Saya terakhir apa? Hari 2023 dia pulang cuti selama 1 bulan terus kembali lagi ke sana mungkin 2 tahun lagi sudah pulang ke Indo. Kalau ibu nonton semoga Ibu di sana diberi kelancaran, diberi kemudahan dalam bekerja semoga sehat selalu dan bisa pulang berkumpul dengan anak-anak dan keluarga. Semua sudah merindukanmu. Bertani iya ngonten juga iya ternyata. Kenapa kok juga dikontenin? ya karena kita harus personal branding, Mas. Harus pengenalan diri kita ke dunia luar. Gimana? Dengan cara promosi yang sedemikian rupa. Kita kan bisa ya ibaratnya begini. Saya waktu bertani saya dokumentasikan, eh ternyata kan didm sama tim pecah telur lah. Akhirnya kan diliput kita ya kan gitu toh. Kalau saya enggak ngonten mungkin kan pecah telur enggak ngerti saya, saya juga enggak ngerti pecah telur. Kan gitu ada baliknya. Untuk mendokumentasi Mas sebenarnya itu untuk kita itu setiap tanam itu pasti ada dokumentasi tanaman. tahun ini, bulan ini, tahun yang lalu, di bulan apa gitu kan pasti ada dokumentasinya untuk kenang-kenangan sebenarnya. TikTok ada, Instagram ada, Facebook juga ada. Media sosial itu sebenarnya untuk saya berkampanye, Mas, untuk mensosialisasikan agar para pemuda-pemuda itu suka dengan bertani, cinta dengan pertanian. Karena saat ini tuh usia petani di Indonesia mayoritas itu sudah 40 ke atas. Bnya sudah tua, sudah cukup umur. Dan kita tuh sebagai yang muda kita teruskan. Insyaallah prospek ke depannya kalau pemerintah bisa ikut andil dalam bidang pertanian semisal pupuk kita dapatkan dengan mudah atau ada bantuan benih atau bantuan insek insektisida mungkin itu lebih membantu petani karena selama ini petani itu mandiri Mas ya. Ada kelompok tani untuk penyaluran pupuk itu ada. Tapi kadang kita enggak memenuhi apa yang dibutuhkan lahan kita. Kurang ibaratnya. Tapi kita dengan kita buat organik bisa, kita buat beli kimia yang mahal juga bisa. Tapi kan sebaiknya kan pemerintah ikut andil dalam bidang pertanian ini agar para petani-petani itu merasa dimudahkan gitu. Kadang itu pupuk, Mas. Pupuk itu waktu banyak yang butuh itu enggak segera datang, enggak segera disalurkan. Entah itu dari sana macet atau dari sini macet itu saya enggak paham karena kita kan cuma fokus di usaha kita. Tapi kan bobo itu harus penyuplai utama nutrisi tanaman toh, Mas. Ibaratnya orang masa enggak dikasih makan cuma dikasih minum bisa gede kan enggak mungkin ya. Itu makannya itu harus pupuk. Untuk para pemuda yang ada di seluruh Indonesia khususnya Genzi jangan malu untuk bertani karena bertani itu menyenangkan dan jangan gengsi untuk memulai. Semua itu tidak ada kata terlambat asalkan kita mau menjalankannya. Mari tanam cabe bersamaku dan kita nikmati hasilnya bersama-sama. Saya Hipi Rizki Susanto, petani cabai dari Pulau Tondo Ngono Tulungagung. Terima kasih sudah menonton video ini. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. aku
Resume
Categories