File TXT tidak ditemukan.
Petani Muda 22 Tahun Punya Lahan Berhektar dari Tanam Cabai
xX1HTRdbxV8 • 2025-05-09
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Saya itu broken home, Mas. Saya itu
dirawat sama kakek nenek sama paman.
Paman saya itu yang ibaratnya menuntun
saya dari kecil sampai sekarang. Iya.
Dulu itu ya punya dendam yang amat dalam
sebenarnya. Tapi saya pikir alah ng opo
gunane dendam gitu. kita itu hidup itu
kalau bisa itu damai dengan segala
keadaan ya meskipun senang, sedih, semua
itu pasti berlalu. Prinsip saya itu
badai pasti berlalu. Sesulit apapun hari
ini pasti akan berlalu. Sesenang apapun
hari ini pasti juga akan berlalu.
Gitu namanya jega usaha itu kan pasti
ada jatuh bangunnya, Mas. Kadang ada
sampai modalnya HP sampai jual sapi,
jual anu ya itu setiap petani pasti
pernah ngalami. Siapapun itu. Rezeki itu
pasti ada, Mas. Tidak datang hari ini,
besok pasti ada gitu. Kita gagal hari
ini, besok pasti berhasil,
gitu. Kalau total itu 1 tahun itu kan
kadang kita tanam du sampai 3 lan itu
perlahan itu bisa tembus 100 lebih, Mas.
kemarin sempat tahun 2023 akhir sampai
2023 Maret Februari ya. Itu kan harga
CMK lagi tinggi itu sampai tembus ke
harga 67. Woh itu ya lumayan kita dapat
150-an lebih lah satu lahan.
[Tertawa]
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Perkenalkan nama saya Hebi
Rizki Susanto beralamatkan di Desa
Pulotondo, Kecamatan Ngunot, Kabupaten
Tulungagung. Panggilan saya Happy. Iya.
Petani cabai biasanya nanam cabai sama
tomat kadang ya semangka gitu. mengikuti
musim, Mas. Paling sering tapi tanam
cabai dalam 1 tahun bisa dua kali.
Kadang enggak tentu karena kan cabai itu
masa hidupnya itu kan enggak selalu
cepat dan enggak selalu lama. Kadang itu
cuma bisa bertahan 6 bulan, kadang bisa
sampai 9 bulan juga. Tapi yang jelas 6
bulan itu sudah maksimal. Dari segi
perolehan tonase itu sudah cukup untuk
memenuhi hasil panen tersebut. Usia saya
22 tahun. Dari waktu masih sekolah itu
kan sering bantu-bantu orang tua toh,
Mas. Ya, akhirnya dari hal-hal kecil
tersebut saya jadi cinta sama tanaman
itu. Jadi sampai sekarang itu cuma
bertani sama ternak. Di rumah ada
ingon-ingon ternak. Kalau petani itu kan
syaratnya harus punya ingon-ingon lah.
Kadang itu di lahan itu ada rumput
daripada kebuang dan nanti bawa pulang
untuk pakan ternak. Kita bekerja itu
seenaknya, Mas. Kadang berangkat pagi
jam .00 kita berangkat nyemprot
katakanlah 2 jam, 3 jam selesai. Kita
kan jam 09.00, jam 10. Jadi sisa
waktunya itu bisa untuk istirahat atau
bisa untuk pengembangan usaha lainnya.
Katakanlah kalau punya usaha sampingan.
Tapi ya ada enggak enaknya juga karena
selama kita masa penanaman sampai panen
itu kita harus puasa, Mas. 2 bulan
sampai 3 bulan itu kita puasa tidak ada
penghasilan sama sekali. Kita hanya
mengeluarkan modal-modal dan tenaga
saja. Senangsang karena sudah dari hati
dan jiwa itu sudah menyatu dengan
pertanian. Darah ini mengalir gramason.
Saya itu sudah diberi tanggung jawab
sejak kecil, Mas. Dulu waktu masih
sekolah setiap sore tuh harus mencari
pakan untuk ternak. Syaratnya sebelum
dolan. Kalau dulu kan waktu masih SD
gitu kan setiap pulang TPI itu kan
bermain toh, Mas. Biasanya di lapangan
sama teman-teman. Kalau saya enggak
setelah pulang saya harus cari pakan
dulu. Sedapatnya sedapatnya entah satu
tekem, dua tekem yang penting bisa
dibawa untuk pakan ternak. dari itu
sudah kebiasaan oh untuk melatih mental
dan jiwa saya lah. Jadi sampai sekarang
hanya kebentuk di jiwa-jiwa pertahanan
ini. Kalau total itu ada sekitar dua bau
1000 ru 1 hektar seteng itu tapi
lahannya pencar-pencar di sini ada, di
sana ada gitu. Jadi saya tanam itu
rolling bergantian. Yang tanah 200 masih
semangka tapi masih masa penyerbukan.
Menurut saya ya, cabe itu kalau kita
sudah paham dengan ilmu dan teorinya itu
terasa sangat mudah sekali. Ketika kita
tanam cabe di musim sulit lah, terserang
penyakit, katakanlah keriting atau
apapun itu, itu kita rawat 2 sampai 3
minggu kita bisa pulihkan bisa seperti
pada umumnya kembali gitu. Diarani gagal
itu insyaallah tidak karena ada masa
pemulihan dan masa peralihan itu cabe
itu enaknya gitu. Cabe apa yang mental
Mas? Cabe keriting ya. Karena menurut
saya tonasinya lumayan bagus daripada
cabai rawit gitu kalau khususnya daerah
saya. Dan kalau di sini kalau CMB cabai
merah besar itu sulit enggak cocok sama
datarannya kan di sini kan dataran
rendah cuma 40 mdpl kalau enggak salah
itu pengaruh sekali terhadap pertumbuhan
cabe ya. Kalau dari segi perawatan yang
pertama itu sebenarnya olahlahan Mas
dari awal pondasi setiap rumah kan ada
pondasinya yaitu pondasi dari tanaman
cabe itu yaitu olah lahan. Kalau bisa
itu ulalahan itu ketika dibajak pertama
kali itu didiamkan dulu sebelum dibuat
larian. Didiamkan selama kurang lebih 2
minggu. Kalau musimnya panas kayak gini
cocok 2 minggu. Setelah 2 minggu di
traktor, nah lalu 2 minggu lagi itu
dibajak buat bedengan. Setelah buat
bedengan kita tabur pupuk dasar sama
kompos yang sudah fermentasi. Terus kita
semprot pakai di komposer ya. bisa M21,
bisa trikoderma dan sebagainy lah. Untuk
nutrisi mikroorganisme di bawah tersebut
kita spray, terus kita tutup mosa, kita
diamkan lagi selama seminggu lalu kita
tanami cabe. Ya, setelah itu kita rawat
dengan sebagaimana mestinya kita semprot
3 hari sekali, kita pupuk seminggu
sekali gitu.
Kalau kita cuma main teori itu mustahil
rasanya kalau bisa sukses. Kita harus
praktik dan terjun untuk melihat situasi
yang sebenarnya terjadi di lapangan
gitu. Tanam cabe keriting, terus tanam
cabai terkena patek, terkena busuk
batang. Itu sudah saya alami. Kita kan
semua itu pengalaman toh. Berawal dari
pengalaman dan yang sudah pernah kita
lewati di masa lalu untuk jadi
pembelajaran di masa depan. Setiap
petani kan punya praktik dan teori
sendiri-sendiri. Yang penting rutin
semprot insektisidan itu 3 hari sekali
dicampur sama nutrisi juga boleh.
Semprot pagi atau sore itu juga baik.
Kalau untuk di musim yang terik saat ini
itu yang bagus sebenarnya semprutnya
sore hari, Mas. Atau sore menjelang
malam itu lebih efektif. Karena kan hama
ketika di malam hari itu ibaratnya
kumpul pulang ke rumahnya ibaratnya
gitu. Kalau gini siang-siang semprot ses
semprot insek ya itu kan hama terbang.
Nah, kalau malam itu kan hama meskipun
terbang terkena kabut dari spray
tersebut insyaallah pasti kena pasti
mati. Untuk mempercepat membunuh hama
dan serangga itu malam hari Mas yang
efektif. Tapi kalau untuk spray nutrisi
pagi. Pagi itu bagus karena stomatannya
kan terbuka. Sekarang kan eranya kan era
digital toh, Mas. Jadi kita bisa
sharing-sharing dari rumah saja. kita
sudah bisa kenalan sama orang-orang
se-Indonesia bahkan di luar negeri juga
toh lewat media sosial tersebut.
Sekarang itu lebih mudah lah, Mas untuk
belajar karena informasi itu datang dari
berbagai sumber. Kalau sistem saya
pribadi loh, bukan untuk orang lain.
Saya itu enggak pernah ngghitung modal
sedetail mungkin karena kan sistem saya
kan tanamnya itu nyambung pecut. Kalau
orang Jawa itu ngarani bertahap. Jadi
lahan satu untuk ngerageti lahan kedua,
lahan dua untuk lahan ketiga, lahan
ketiga untuk lahan keempat. Jadi itu
modal itu hanya muter saja. Nanti kalau
masih ada sisa ya kita tabung gitu.
Kalau enggak ada sisa ya sudah kita cuma
bekerja yang penting kita bisa makan,
bisa minum itu sudah cukup bagi saya.
Rezeki itu pasti ada, Mas. Tidak datang
hari ini, besok pasti ada gitu. Kita
gagal hari ini, besok pasti berhasil,
gitu.
Namanya jega usaha itu kan pasti ada
jatuh bangunnya, Mas. Kadang ada sampai
modalnya habis, sampai jual sapi, jual
anu ya. Setiap petani pasti pernah
ngalami siapapun itu. Tapi kan kita
berhati-hati dalam menanam, dalam
merawat dan kita lebih ke manajemen lah.
Kita tekan pengeluaran sekecil mungkin
dan kita upayakan tanaman cabe tersebut
atau tanaman lainnya tersebut harus
maksimal. Kalau versi saya itu kita
rawat tanaman sebaik mungkin, Mas.
Biarpun harga murah, kita harus menang
ke tonase. Semisal kalau kita tanam
cabai yang biasa, maksudnya perawatan
biasa lah, itu satu pohon hanya kuat 3
ons atau 4 ons itu kan kalau
dipikir-pikiran kurang maksimal
sebenarnya. Nah, lalu kita tekan biaya
itu dalam artian ibaratnya kalau orang
dikasih makan banyak itu kan jadinya kan
kembung gitu loh. Lah kita itu beri
makan cabe, beri makan tanaman itu
secukupnya saja. Tanaman butuh ini kita
kasih ini, tanaman butuh itu kita kasih
itu, gitu. harus mengikuti apa kemauan
tanaman dari itu insyaallah kan
pertumbuhan cabe dan proses pembuhan kan
maksimal ya jadi tonase kita bisa dapat
satu pohon bisa keluar 7 ons atau 8 on
kalau di sini 1 kilo itu agak berat ya
ada tapi agak berat Mas untuk mencapai 1
pohon 1 kilo itu karena 1 kilo itu
banyak loh untuk cabe ya yang pasti itu
paling sekitar 6 7 8 gitu rata-rata itu
kan kalau bisa mencapai target itu kita
tanam sekian ribu batang kita kan
tinggal ngalihkan segitu kita potong
semisal ada kematian berapa ratus batang
kita kan gitu toh ngitungnya bersih
berapa ribu batang dikali segitu dengan
harga rata-rata berapa itu kan sudah
kelihatan hasilnya ya kadang itu kan
teori enggak sesuai dengan praktik toh
Mas tapi kan setidaknya kita bisa
berupayalah kita bisa ngotot agar
tanaman itu bisa tumbuh dengan maksimal
gitu
[Tepuk tangan]
Kalau di musim kemarau itu hama trips,
terus kutu
kebulun. Kalau musim kemarau itu identik
dengan kutu-kutuan. Tapi kalau musim
penghujan itu dengan penyakit jamur.
Kalau di musim penghujan itu biasanya
yang nyerang antarnosa, terus patek itu
terus busuk batang, terus busuk daun,
busuk akar, fusarium gitu sebagainya ya.
Kalau di musim kemarau itu kita harus
perkuat insek, Mas. Insektis. Tidak
perlu banyak-banyak yang penting rutin.
Semisal interval penyemprotan pada
umumnya ketika musim penak lah,
katakanlah itu kan 4 hari sekali. Kalau
di musim sulit, musim kemarau itu du
hari sekali enggak apa-apa. Yang penting
tipis. Kita kasih sore hari itu kita
semprot tipis. Seses. Cuma kembunan saja
jangan sampai keluo. Kalau terlalu
kelomoh basah itu kadang malah gosong.
Overdosis mungkin dan terkena puanas
yang begini ini. Jadi ya banyak yang
seloyo pupusnya. Itu tunas barunya itu.
Di jamur itu penyemprotan harus pagi.
Biasanya kan penyebaran jamur itu paling
cepat kena embun toh Mas. Embun pagi itu
kan datang kadang membawa penyakit gitu
kita semprot fungisida kadang ya kita
rolleng dengan bakteri kan jammer kan
kadang ada yang bakteri ada yang
sejenisnya pitoptora gitu toh itu kan
dua penyakit yang berbeda la bakteri
samaarium itu kita semprot pakai
fungisida kadang kita kocor fungisida
juga akarnya untuk membunuh jamur terus
kalau roba kalau dobel kita campur Mas
insek juga masuk fungija juga masuk
tipis-tipis saja
Kalau untuk insektisida saya biasanya
pakai Agrimac Agrimac dari Sigenta itu.
Terus untuk hama trips Agrimax. Untuk
hama alat buah itu saya pakai Sidation
dan untuk nutrisi biasanya saya pakai
Vitaron SL sama Ambison ya. Terus untuk
fungisida biasanya saya pakai mancosep
bahan aktif mankosep. Tapi itu bahan
aktif mankosep itu banyak produknya
maknya enggak cuma mancoseep aja itu kan
ada sejenisnya juga probinep. Kalau di
Agrimac itu kandungannya abamctin. Kalau
di sidation itu provenover sama delta
metrin terus sama di Ambison itu ada
sama Mino untuk macu tunas. Di Vitaron
itu ada unsur mikro untuk membeningkan
tunas-tunas baru itu untuk fotosintesis
lah. Terus dari fungisida itu bahan
aktif Mancosep itu ada merek Ditan.
Terus sama antrakol itu bahan aktifnya
probinet itu sudah cukup, Mas. Nanti
kalau penyakitnya masih ada, kita spray
pakai yang sistemik. Biasanya saya pakai
cabriotop, bahan aktif peraglosin sama
metiram untuk sistemik untuk masuk ke
dalam jaringan. Kalau total itu 1 tahun
itu kan kadang kita tanam du sampai 3
lan itu perlahan itu bisa tembus 100
lebih. Mas, kemarin sempat tahun 2023
akhir sampai 2023 Maret Februari ya itu
kan harga CMK lagi tinggi itu sampai
tembus ke harga 67. Woh itu ya lumayan
kita dapat 150-an lebih lah satu lahan.
Tapi itu waktu itu yang sebagian lahan
belum ke tanaman. Adapun tanaman itu
bukan tanaman cabe untuk rollingan.
Kadang itu meleset dari perkiraan.
Kadang itu juga cocok dengan
angen-angen. Karena harganya kan naik
turun. Waktu kita masih merah sedikit.
harga tinggi. Ketika kita puncak petikan
harga tiba-tiba nyungsep gitu ya. Yang
jelas saya hitung-hitung tembuslah 100
lebih. Setahun tiga tanaman tiga lahan
perlahannya itu bisa dapat 100 lebih.
Tapi semua itu enggak seindah yang
dibayangkan untuk teman-teman semuanya
yang ingin bertani. Karena setiap petani
pasti malam jatuh bangun. Ya, kita
tunggu saja pasti rezeki
[Tepuk tangan]
ada.
[Musik]
Enggak enaknya jadi petani itu gini,
kadang itu kita kalau kerja lagi banyak
ya itu kan kadang teorinya kan wah enak
petani berangkat pagi jam 09.00, jam 10.
Tapi kan ada kerjaan yang harus bisa
diskan hari itu toh kita itu dari pagi
sampai siang, siang sampai sore kadang
itu sampai tembus malam juga waktu
pengerjaan. Kalau ada semisal olah
lahan, semisal kita pasang musa, itu
biasanya kan di sini kan malam ya. Kita
itu kerja itu harus ekstra waktu, enggak
seindah yang dibayangkan. Berangkat jam
0.00, jam 09.00 pulang, jam 10.00 pulang
enggak gitu. Terus enggak nanya lagi
ketika kita tanam dan ketika kita
perawatan itu terkena penyakit ataupun
hama yang sulit ditanggulangi itu wah
pikiran itu kelemun-kelemun, Mas. yang
ada itu dipikiran beh yo tanamanku kok
ampreh isone pulih beh piye yo tanamanku
amrih isone hasile akeh kan gitu toh i
pikiran itu jadi susah gitu loh Mas
terus enggak enaknya lagi ketika panen
kita dapat petikan yang lumayan banyak
tapi harga murah gitu itu yang jelas
jadi enggak enaknya petan dan kita tuh
yang jelas kerja harus berani terik Mas
petani itu harus hitam kalau enggak
hitam bukan petani gitu enggak bisa kita
santai-santai saja enggak bisa kita
harus ekstra all in lah Ya kadang orang
tua itu kan ngeyel kan, Mas. Ikut bantu
juga. Karena kan kalau orang dulu ya
mungkin sudah jiwa pekerja kerasnya itu
sudah melekat. Jadi itu tetap bantu ya.
Saya suruh istirahat itu enggak mau.
Kadangnya ya wis tahu tak ewang-ewang
malah sehat katanya kan gitu. Masih
bantu-bantu sampai sekarang. Tapi ya
gitu kalau capek istirahat pulang gitu.
Saya dulu jurusan teknik alat berat.
Ekskavator jumlahe ekskavator loader
alat berat-alat berat di pertambangan
gitu toh sebenarnya jurusan saya sekolah
ya mekanik kalau basicnya di sekolah
itu. Terus sekarang putar haluan jadi
petani gak kangge sama sekali kita
enggak pernah pegang kobeng gilahan.
Tapi orang tua tidak pernah
mempermasalahkan di sini tuh malah jadi
petani itu sekarang itu malah jadi
primadona Mas terutama anak-anak muda.
Banyak sekali di sini anak muda yang wah
banget ya. Malah dari pegawai-pegawai
itu kalau di daerah saya ya itu malah
tidak terlihat namanya lah. Katakanlah
benar itu Mas. Malah di sini kebanyakan
petani petani muda genzi itu jadi petani
malah dapat oleh-olehan Mas jadi petani
itu, Mas. lah ketika kita punya panenan
ketika harga mahal gitu kita kan bisa
beli ini beli bisa beli motor bisa beli
mobil bisa beli anu semuanya kan gitu
dapat dari dunia pertanian orang-orang
di sini itu bisa bangun rumah bisa anu
gitu singane
megang uang sebanyak itu gak tergoda
akal namanya enggak alhamdulillah saya
teguh dengan pendirian saya kalau kita
punya uang jangan kita habiskan saat ini
juga karena kita butuh untuk hidup besok
dan lusa gitu ibaratnya Akhirnya kalau
kita hari ini makan enak, besok kita
harus mikir besok kita makan apa gitu.
Lusa kita makan apa. Enggak mungkin
kalau kita cuma makan nasi saja.
Sebenarnya gitu. Kita punya uang, kita
sisihkan. Sebagian buat kesenangan,
sebagian buat modal ke depan, dan
sebagian untuk sedekah gitu. Jangan lupa
sedekah. Sedekah itu kalau menurut saya
pribadi ya, kita itu enggak harus melulu
mengasih uang kepada orang. Bentuk
sedikah saya kepada para karyawan gitu
ya, Mas ya. Kadang ketika panen itu k
saya kasih sembako ya sedikit-sedikit
yang penting rata. Biasanya kan akhir
musim lah ibaratnya akhir musim kita
kasih sangu sedikit-sedikit yang penting
rata kita kasih angklop terus sama
kadang itu kita bantu juga anak yatim
tapi kita enggak pernah npin diacara
sant itu enggak pernah kita kasih
langsung yang bersangkutan gitu. Kadang
itu kan request kan para buruh-buruh
yang bekerja bet itu lek wis senggang
pengge mbok dijak dolan ya bian saya
ajak jalan-jalan gitu ya. Kita itu kan
sebenarnya kan wujud sedekah to Mas.
Wujud sedekah yang kalau orang enggak
bisa merasakan ya bukan sedekah tapi.
Tapi kalau orang bisa merasakan itu
sedekah itu namanya juga sedekah. Tapi
saya merayakan hal kecil tersebut saya
anggap sudah bersedekah. Kita berbagi
kebahagiaan kepada orang lain agar kita
tidak menikmati kesenangan itu sendiri.
[Musik]
Saya itu broken home, Mas. Saya itu
dirawat sama kakek, nenek sama paman.
Paman saya itu yang ibaratnya menuntun
saya dari kecil sampai sekarang. Saya
itu di waktu SD kelas 2. Ibu saya
berpamitan ke luar negeri. Ayah saya
juga gitu. Tapi ternyata ayah saya itu
ketika bukan ke luar negeri sih, ke luar
pulau ke Kalimantan dulu pamitannya itu
enggak ada kabar sama sekali selama 10
tahun. Jadi saya itu cuma bisa merasakan
nafkah lahir dari ibu saya. Kalau ayah
saya itu lahir batinnya enggak. Sama
dari waktu kelas 2 SD itu terus saya kan
dirawat sama kakek sama nenek itu. Jadi
sampai sekarang ya masih mereka berdua
yang ngerawat saya. Tapi setelah 10
tahun itu kan ketemu jemput saya di
sekolahan. Saya tuh kaget kaget tuh kok
kayak kenal gitu. Wah, ternyata Bapak
saya terus ya kita ngobrol-ngobrol
dengan orang yang sedarah dengan kita
tapi tidak pernah bertemu selama sekian
tahun gitu kan. Masih ada rasa kangen
sama ya intinya itu gelo lah kadang niku
gelone niku kok dengan anak kok
bisa-bisanya lepas tanggung jawab gitu.
Meskipun enggak memberi nafkah lahir
batin enggak masalah yang penting bisa
komunikasi. Eh, ternyata ayah saya itu
menikah lagi di Bojonegoro sana, tapi
sekarang sudah meninggal, jatuh dari
bangunan. Sudah mau 2 tahun ini ya yang
jemput saya di rumah K Bayangkara sana
kan istrinya di Bojonegoro kerja di
Surabaya. Surabaya itu jatuh meninggal
terus saya dikabari dari pihak posek
sekitar sana itu saya suruh ngambil
jenazahnya. Kan saya sebagai anak harus
bertanggung jawab merawatlah. Kalau kita
enggak bisa merawat hidupnya, kita harus
bisa merawat matinya ibaratnya gitu.
saya bawa ke sini juga meskipun sekian
tahun enggak pernah memberi saya nafkah
apapun itu, saya tetap insyaallah saya
rawat, saya beri doa yang terbaik untuk
ayah
[Musik]
saya. Iya, dulu itu ya punya dendam yang
amat dalam sebenarnya, tapi saya pikir
alah ngih opo gunane dendam gitu loh.
Kita itu hidup itu kalau bisa itu damai
dengan segala keadaan ya. meskipun
senang, sedih, semua itu pasti berlalu.
Prinsip saya itu badai pasti berlalu.
Sesulit apapun hari ini pasti akan
berlalu. Sesenang apapun hari ini pasti
juga akan berlalu. Gitu. Itu prinsip
pegangan hidup saya. Jadi saya itu
enggak pernah kaget ketika ada momen
jatuh, ada momen senang, bahagia itu
saya enggak pernah begitu merayakan itu
enggak pernah ya. Karena semua itu pasti
akan berlalu, Mas. Sebenarnya itu saya
suruh pulang toh ibu itu. Tapi kan
mungkin ya dia berpikir masih muda masih
layak untuk kerja di sana kan gitu tuh.
Tapi katanya itu habis kontrak ini mau
pulang dari luar itu netap di sini
selamanya menghabiskan kontrak lah
bahasanya 13 tahun ibu. Saya terakhir
apa? Hari 2023 dia pulang cuti selama 1
bulan terus kembali lagi ke sana mungkin
2 tahun lagi sudah pulang ke Indo. Kalau
ibu nonton semoga Ibu di sana diberi
kelancaran, diberi kemudahan dalam
bekerja semoga sehat selalu dan bisa
pulang berkumpul dengan anak-anak dan
keluarga. Semua sudah merindukanmu.
Bertani iya ngonten juga iya ternyata.
Kenapa kok juga dikontenin? ya karena
kita harus personal branding, Mas. Harus
pengenalan diri kita ke dunia luar.
Gimana? Dengan cara promosi yang
sedemikian rupa. Kita kan bisa ya
ibaratnya begini. Saya waktu bertani
saya dokumentasikan, eh ternyata kan
didm sama tim pecah telur lah. Akhirnya
kan diliput kita ya kan gitu toh. Kalau
saya enggak ngonten mungkin kan pecah
telur enggak ngerti saya, saya juga
enggak ngerti pecah telur. Kan gitu ada
baliknya. Untuk mendokumentasi Mas
sebenarnya itu untuk kita itu setiap
tanam itu pasti ada dokumentasi tanaman.
tahun ini, bulan ini, tahun yang lalu,
di bulan apa gitu kan pasti ada
dokumentasinya untuk kenang-kenangan
sebenarnya. TikTok ada, Instagram ada,
Facebook juga
ada. Media sosial itu sebenarnya untuk
saya berkampanye, Mas, untuk
mensosialisasikan agar para
pemuda-pemuda itu suka dengan bertani,
cinta dengan pertanian. Karena saat ini
tuh usia petani di Indonesia mayoritas
itu sudah 40 ke atas. Bnya sudah tua,
sudah cukup umur. Dan kita tuh sebagai
yang muda kita teruskan. Insyaallah
prospek ke depannya kalau pemerintah
bisa ikut andil dalam bidang pertanian
semisal pupuk kita dapatkan dengan mudah
atau ada bantuan benih atau bantuan
insek insektisida mungkin itu lebih
membantu petani karena selama ini petani
itu mandiri Mas ya. Ada kelompok tani
untuk penyaluran pupuk itu ada. Tapi
kadang kita enggak memenuhi apa yang
dibutuhkan lahan kita. Kurang ibaratnya.
Tapi kita dengan kita buat organik bisa,
kita buat beli kimia yang mahal juga
bisa. Tapi kan sebaiknya kan pemerintah
ikut andil dalam bidang pertanian ini
agar para petani-petani itu merasa
dimudahkan gitu. Kadang itu pupuk, Mas.
Pupuk itu waktu banyak yang butuh itu
enggak segera datang, enggak segera
disalurkan. Entah itu dari sana macet
atau dari sini macet itu saya enggak
paham karena kita kan cuma fokus di
usaha kita. Tapi kan bobo itu harus
penyuplai utama nutrisi tanaman toh,
Mas. Ibaratnya orang masa enggak dikasih
makan cuma dikasih minum bisa gede kan
enggak mungkin ya. Itu makannya itu
harus pupuk. Untuk para pemuda yang ada
di seluruh Indonesia khususnya Genzi
jangan malu untuk bertani karena bertani
itu menyenangkan dan jangan gengsi untuk
memulai. Semua itu tidak ada kata
terlambat asalkan kita mau
menjalankannya. Mari tanam cabe
bersamaku dan kita nikmati hasilnya
bersama-sama. Saya Hipi Rizki Susanto,
petani cabai dari Pulau Tondo Ngono
Tulungagung. Terima kasih sudah menonton
video ini. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam.
aku
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:30:48 UTC
Categories
Manage