Transcript
jaASd9etwoA • K-CUNK MOTOR! Dulu Bangkrut Karna Riba, Kini Punya Ribuan Mobil & Ratusan Motor
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/PecahTelur/.shards/text-0001.zst#text/0507_jaASd9etwoA.txt
Kind: captions Language: id Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah. Nah, ini mudah-mudahan bukan bagian dari riak, tapi ini bagian dari syiar. Kita mau mengeluarkan zakat ini, kita wajib syiar, Lur. Ini mudah-mudahan menjadi inspirasi untuk semua pengusaha muslim, Lur, ya. He eh yang belum mengeluarkan zakat. Jadi, zakat itu adalah kewajiban, Lur. Jadi, kalau kita tidak mengeluarkan, kita akan disiksa di yaumul kiamah kelak. Jadi, zakat di kacang motor mungkin ini lebih dua kali lipatnya ini, Lur. Dan ini adalah cuma bagian dari syar aja. Kita enggak akan buka di publik berapa zakat mal kita per tahun karena banyak dampaknya nanti. Jadi kita mohon maaf belum bisa untuk nyepil berapa miliar jam zakat kita per tahun. Pokoknya kita miliaran zakatnya konsisten. Saya bar setiap tahun bisa dicek di kantor saya bisa tanya karyawan saya penyalurannya bagaimana kita di mana ada tahu semua di sana. Itu memang bukan hak kita kan masa itu masih hak orang-orang fakir kita makan juga. 2% setengah kan kalau zakat kan kewajiban Mas. Jenengan bangun bisnis kacung motor ini tanpa hutang bank sama sekali. Sejak saya mengalami kebangutan dulu gak bisa dicekkan di bank ada enggak nama Suryono Hadi Pranoto di bank? Gak ada. Jadi enggak ada sama sekali. Waktu Bang R di 201011 itu sudah menjadi pembelajaran saya yang cukup kan sudah jelas ayatnya yamullah sedekah. Kalau kita perbanyak sedekah pasti banyak. Iya kan? kita selaraskan. Jadi kita memang benar-benar kalau saya punya prinsip ngejar dunia yo banter tapi akhirat yo kudu luwih banter. Jadi kalau dunia benar-benar saya persiapkan seperti ini sehingga saya kaya atas izin Allah subhanahu wa taala, kita juga harus mempersiapkan bagaimana saya mati menghadap Allah Subhanahu wa taala. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya owner dari Kacung Motor. Perkenalkan nama saya adalah Suryo Hati Pranoto. Kita dulu berkecinambung di berbagai bidang, Mas. Bukan cukup dari motor aja. Dari dari berbagai usaha, ya. kayak memberangkatkan PJTKi ke Taiwan. Di umur 20 saya sudah memberangkatkan para pekerja ke Kalimantan untuk bekerja di Sawet dan Nagasia yang membawa ada 100 orang ada di sana. Saya sebagai penyupai tenaga kerjanya dan di sana ada kontraktornya. Jadi ada yang kontraktornya. Saya bekerja sama dengan beliau dengan upah persen. Terus banyak yang kena demam, kena malaria. Bos saya bangkrut. Kemudian saya pulang usaha lagi. Usaha saya sendiri orang tua sebagai tani. Tani. Ibu saya bikin anyaman bambu untuk ikan itu reyek. Kalau sinin sambil cari rosok kalau ibu saya. Tapi kalau ayah saya tukang guli batu sama penggali batu marmer. Memang yo kerjaane soro kabeh wong tuane Mas. Saya di umur 18 sudah sampai Sangat Mas. Di Kalimantan saya ndak sampai cukup sekolah. Jadi ketika saya keluar sekolah itu kelas 2 SMA. Aliah di Ponegoro itu saya keluar sebelum saya melanjutkan lagi sekolah dikeluar karena kendala biaya. Saya keluar kemudian saya nekad pergi ke Kalimantan Sangat waktu itu bupatinya Awang Faruk. Sekarang sudah meninggal katanya Awang Faruk itu di tahun 2002 kalau enggak salah. Usia berapa, Mas? 40 mau 41 ya kita enggak tahu kayak jalan ngalir aja. Dulu setelah kita bawa TK TK itu kita ke bakul durian dulu pernah bakul durian Tulung Agung Mas tegok diobrok gawe tak gawa wis bakul jengkeh wis teko bakul-bakul cilik-cilik tak adai ngono kok pemakai-pemakai tak adai sak kebo modal BPKB dulu saya punya PCR harga R5 juta tak gadekkan Rp1.500 Rp1.500 itu untuk usaha jualan jengkeh itu. Jadi setiap hari muda Rp1.500 dapat bayar Rp50.000. Selepas itu kita mulai menyalurkan hobi di bidang motor. Saya menikah kan 2007. Kita cuma ada modal dikit waktu itu. Kita kembangkan dari usaha saya yang pertama kalau gak salah Kristal Tornado kayak gitu jualan saya dari sepeda motor. Kemudian kita ke mobil. Dari sepeda motor di awal 2007 sampai 2009 baru beranjak ke mobil. Tapi dulu kan belum ada media sosial. Jadi kita masih kesulitan karena aksesnya itu face to face. Pon by pun kan kalau dulu ada barang apa tawar telepon-telepon ini kita memang kesulitan diakses waktu itu beda dengan sekarang kan kita segala multimedia bisa ada Facebook, TikTok dan lain-lain bisa kan tinggal pasarkan orang datang. Kalau dulu gak kita harus cari pembeli. Jadi kita 2010 itu bangkrut karena si istri pertama saya itu merasa kasihan kan modal gak ada terus kasihan saya karena jual ikan gak berhasil, jual cengk gak berhasil, jual ini gak berhasil. Akhirnya dia memutuskan untuk ke luar negeri. 2 tahun di sana beliau tahu kalau saya kesulitan usaha. Akhirnya dia membantu saya untuk memodali untuk jualan motor. Kayak gitu. Akhirnya kita buka showroom yang pertama di 2008 kalau enggak 9 apa showroom di situ tapi dagangannya motor-motor di sini di ngelampir sini di Bandung Tulungagung sini. Iya 15 motor. Paling-paling banyak itu 10 lah 15. itu dibantu sama istri saya yang pertama dulu waktu dari Taiwan itu kalau gak salah punya modal sekitar 50-an atau berapa juta gitu zaman dulu kan sudah dapat 10 ya itu terus saya kembangkan ke mobil saya beli katana jelek-jelekan harga 20 berapa gitu 30 tapi ternyata kan karena saya belum punya pengalaman di mobil saya di situ memberanikan pinjam hutang di bank bangun bensional akhirnya malah membuat saya bangkrut karena bunga terus berjalan sedang mobil penjualannya lemah malah kita mengalami fase bangkrut di situ. Akhirnya sampai keuangan kita benar-benar habis. Kita gak punya apa-apa sampai motor aja tak jualin semua habis. Karena ya itu kita gak punya pengalaman di mobil, kita belum tahu mobil bagus jeleknya. Terus dari segi pemasaran kita kan enggak kayak sekarang kan sudah modern kayak gitu masih face to face by phone kayak gitu. Jadi waktu 2010 itu istri saya memutuskan untuk balik lagi ke Taiwan karena keuangan benar-benar habis kan. Kita sepeda motor aja satu aja gak punya. Kalau kita waktu itu masih punya pinjaman ada 30-an ya tadi bank atau 20 berapa gitu waktu itu sudah banyak uang segitu Mas. Uang sudah habis masih punya hutang saya punya kakak saya itu kakak saya 16 belum yang di bank belum yang lain-lain. Jadi saya pusing Mas bagaimana mengembalikan keadaan. Waktu itu istri saya mengalami stres kan karena keuangan habis dan lain-lain. Akhirnya istri saya berangkat yang kedua itu memutuskan untuk tidak bersama saya lagi. Setelah sampai PT dia memutuskan untuk tidak bersama. Jadi saya yo wis batang karah wis apao tapi utang okeh piye lah anu piye lek bangun wis duwe opo-opo bojomu pisan bingung itu makanya saya bilang di tahun 2010 itu benar-benar kiamat kecil saya itu kalau menceritakan itu saya kembali di tonton segitu kayak miris waktu itu sudah saya di banyak dapat hinaan terus istri enggak mau ke mana-mana kita juga kesusahan gak ada apa-apa orang memandang saya dengan sebelah mata kita iku masa kayak gini saya harus bangkit. Saya harus bangkit, bilang gitu. Terus saya akhirnya gimana ya? Saya dapat uang 16 juta lagi untuk pergi ke Taiwan. Itu yang saya pikir. Saya pengin bangun. Saya enggak mungkin terus dengan keadaan saya yang seperti ini. Saya pengin bangun. Saya pengin mencari istri saya yang di Taiwan pertama dan saya juga pengin kerja di sana supa. Siapa tahu istri saya masih mau sama saya waktu itu. Orang tua tahu keadaan jenengan? Tahu. Ya. Setelah saya pengin mengejar istri saya yang sudah ke sana, saya nekat. Bagaimana saya dapat uang Rp16 juta untuk ke Taiwan? Saya hitung lagi 16 juta untuk biaya ke Taiwannya. Belum pasporanya, belum sakunya ke sana. Total kita harus butuh sekitar R5 juta. Saya dapat dari mana ini? Sedang utang masih banyak. Akhirnya saya nekat, "Mas, pinjam sana sini. Yang masih percaya sama pinjam itu enggak gampang, Mas. Saya pinjam itu enggak ada yang percaya sama saya. Enggak ada posisi bangkrut. Siapa yang percaya? Kalau sudah kaya orang banyak yang percaya sama saya kan. Kalau bangkrut siapa yang percaya?" Saya tanya tahun segitu, "Mas, 2010 cari uang Rp25 juta kan kesulitan. Saya kumpulkan adik saya bantu R juta, 2 juta terus pinjam ke saudara ada yang boleh ada yang gak. Saya memohon pada Allah saja saya bagaimana saya bisa berhasil gitu sampai ke Taiwan untuk pulih dengan supaya saya itu penginnya berbenah, pengin pulih dari keadaan [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] ini. Sampai sana kita pernah sempat ketemu 3 bulan pertama ketemu setelah saya mendapatkan saku sampai sana juga akhirnya saya kalau menceritakan dapatnya dari mana itu kayak nolong sama Mas. Jadi saya dari berbagai orang yang nolong saya malah ada teman juga yang baik sama saya. Banyak yang nyupport waktu ada yang nyumbang 200, ada yang 300. Itu berupa pinjaman M gak ngasih. Terus adik kandung saya waktu itu bantu. Terus kemudian sampailah saya di sana. Waktu saya mau terbang besok waktu itu saya sudah punya uang Rp15 juta. Tak kembangkan lagi. Masih beli-beli motor Mas. Ben iso babar neh. Loh maksud iki nelalah sesok saya ada kabar mau terbang motor belum terjual. Saya harus bayar pelunasan. Masa saya mau pusing akhirnya tak bakar malah rugi saya. Eh berjalannya luar biasa sampai sana kita kerja 1 bulan 2 bulan dikenalkan dengan pekerjaan saya di pabrik Lim kalau enggak salah di daerah Tainan si Hasin Ying. Saya masih ingat betul Hasin Ying Tainan Taiwan daerah sebelum Ciai itu saya kerja di sana di pabrik lim. Nah misalnya saya mulai bekerja 1 bulan pertama 2 bulan perkenalan, 3 bulan saya nemui istri saya. Saya masih ingat pengin ketemu saya tapi jawabannya masih sama. Oke. Enggak mau. Enggak masalah. Terus oke kita kerja lagi 3 bulan kemudian saya ke sana lagi. Masih jawabannya sama saya masih bersahabat. Wis okelah kita enggak mungkin terus larut dalam kesedihan. Wis aku wis golek cewek wis ngono sing aku ben iso ngambani atiku ben ndak koy ngene terus akhire okelah kita bangkit aja sambil bekerja kita golek cewek neh. Wis ben lali aku pikir aku benak koy semraut koy ngene terus terus kalu terus aku dewe akhir fokus kita kerja kerja kerja kerja kita kirim waktu itu 1 bulan itu cuma bisa potongan gaji itu Rp1.500 00, Mas. Karena kita potong gaji 1 tahun, uang sini Rp1.500. Kalau di sana itu sekitar Rp3.500 NT waktu itu. Bisanya itu terus ada tukang bank sering ke tempat saya nage-nage. Nah, Mas Kacongnya gak ada loh, Mas. Saya mau nyaur pakai apa? Saya bilang dengan ratapan orang tua saya telepon sening itu beliau rasa iba kasihan kan. Terus tak transferi setiap bulan, Mas. Saya tanggung jawab punya hutang semua. Alhamdulillah dalam 1 tahun 2 bulan saya lunas utang-utang saya diumah. 1 tahun 3 bulan kalau tidak salah. itu baru saya ada waktu sekitar 7 bulan 8 bulan untuk ngumpulkan lagi. Dan alhamdulillah di situ waktu 2 tahun lebih dikit saya punya modal kalau enggak salah sekitar R0 juta itu. Kemudian saya belum habis kontrak, masih 2 tahun 3 bulan di sana. Sakit sakit emah parah akut tu kan. Saya sudah punya riwayat maah dari rumahnya itu. Tapi ketika parah kan sip saya sip malam Mas jam .00 sore sampai jam .00 Pagi ini malam terus gak kuat badan saya terus akhirnya pulang sudah dari R0 juta saya kembangkan bagaimana ini saya enggak mau gagal di Taiwan saya belajar setiap hari saya buka OLX waktu itu berniaga sama toko bagus masih mulai muncul internet penjualan mobil pertama berniaga sama toko bagus di situ orang-orang cari mobil belum keluar Facebook untuk marketplace belum nah saya belajar di situ painter harganya segini terus saya belajar mobil di sana mandor-manderku mobil oh lek matar apik ngene iki Yo pintune ngene iki nat-natane lurus terus dari situ saya belajar saya pulang ke Jawa nanti saya pengin buktikan kalau saya sudah di Taiwan itu tahu persis kalau bentuk-bentuk mobil yang bagus seperti ini. A keluar dari pabriknya seperti ini. Oh lah ini kalau cat orisinal seperti ini. Saya belajar di sana pulang dari R0 juta itu saya beli pertama ingat Timor. Timur harga Rp33 juta. R33 juta waktu itu saya iseng-iseng gimana ya bikin akun ke toko bagus sama berniaga itu. Saya orangnya itu bersih kalau punya motor bersih. Kalau kotor enggak saya jual tah saya polesi kan sudah punya pengalaman jadi tak bersihkan semua. Kemudian saya foto-foto yang kelihatan bagus tak naikkan di internet dibantu Mas Happy. Ternyata banyak yang telepon Mas punya Timur. Iya ya ini punya sampean ya. Saya ke datang ke situ dilihat dua orang belum jodoh. Tiga orang jodoh. Waktu itu laku 37 bik 4 juta. Baik ternyata payu payu saya esok golek monh mas. Payu cari lagi. Kalau timor itu ketemu sebenarnya mau tak bikinkan kayak monumen kayak gitu. Pelatih op lali aku sekarang nk mana ya? Aku pertama kali itu tahun berapa itu Mas? 2013 akhir. Oh ternyata internetnya payu ya. Mana wis iki aku tuku meneh mobil iki aku se kedua apa ya Jenio apa gitu wis untung lagi tak unggahne payu payu dari 33 jadi 37 beli lagi harga 37 jadi 42 akhirnya kayak gitu Mas. Kemudian saya punya paer waktu itu laku saya belikan dua unit baru satu Forsa satu saya belikan katana udah jadi dua mobil saya ini. Wah war Mas. Akhirnya jadi dua. Wis lah masa motorku loro g omahku koy ngene. Wis aku akhirnya ngomong ambek keluarga saya mas bikinkan saya pondasi. Saya tidak akan menikah sebelum saya punya rumah. Saya trauma dengan yang dulu-dulu. Saya tidak akan menikah lagi. Saya berjanji sama diri saya. Saya tidak akan menikah lagi sebelum saya punya rumah. Gandeng sama orang tua saya bikin pondasi. Ya, akhirnya di situ dari hasil penjualan motor sebagian, "Bah kalau motor aja ini saya gak cukup nih. Saya memberangkatkan TKI-TKI lagi dan itu saya kerjakan sebelum pulang ke Indonesia saya sudah mengerjakan untuk memberangkatkan TKI dari rumah ke Taiwan. Saya cari pabrik di sana, bagus gak?" "Pak, bagus. Saya cari agen ini betul wuongan gak?" Akhirnya tak masukkan sebelum saya pulang ke Indonesia. Saya lanjutkan lagi setelah rumah sambil dagang mobil saya cari orang lagi. Saya berangkatkan lagi lewat PT Davi Jakarta. kemudian terbang yang saya bawa tetangga-tetangga saya dan alhamdulillah sukses [Musik] semua kita dari media ini sangat membantu saya. Jadi kalau itu atas izin Allah ya atas izin Allah mungkin saya dikasih jalan, oh gini loh gini loh. Jangan pakai cara lama kalau jualan mobil kita harus ikut modernisasi. Kalau saya memandangnya gini, Om Mas. Waktu jualan-jualan itu saya itu lihat barang ini saya bagaimana jualan ini orang lain bisa, kenapa saya enggak bisa? Saya lihat barang itu, saya bagaimana jualan itu. Saya bisnis itu bagaimana kan orang lain bisa, kenapa saya enggak bisa saya gitu tolak ukurnya seperti itu. Jadi kalau mobil ini kan setahnya saya ada hobi, memang ada hobi di situ ke bagian otomotif. Jadi makanya foto-motor balap saya juga banyak hobi trail-tril saya banyak. Ada yang ngitung-ngitung anak kantor itu sebenarnya tapi saya bilang saya gak usah dilapori berapa jumlahnya gak perlu. Cuma kalau per bulan sekali kamu audit aja. Intinya wong saya aja mati juga gak tahu kapan sewaktu-waktu. Udah pokoknya saya itu kerja bisa bantu orang bermanfaat bagi orang. Sudah ingat saya sengsara kayak apa dulu. Saya sangat ingat betul saya sangat sengsara. Kalau unitnya kemarin waktu zakat kemarin sekitar hampir 700 tapi sebagian itu di bengkel-bengkel belum kehitung soalnya diperbaikan bengkel-bengkel. Kalau dikatakan 1000 ya adalah kurang lebih ya. Kalau saya simpel aja sama karyawan kan kemarin sempat kehilangan juga saya beberapa unit yang kelihatan delapan. Sebenarnya lebih dari itu banyak tapi kan yang masih ketemu delapan ya gak apa-apa saya kan mungkin kurang kurawasan dari saya sekarang mulai terprogram dengan baik. Nah ada bagian khusus pengejekan mobil di showroom ini berapa jumlahnya keluar masuknya ada yang ngawasi semua sekarang. Terus kemarin untuk BPKB kan masih ditaruh di kayak selorokan kayak sekarang dikasih di brangkas udah gak bisa masuk dan orang yang masuk tertentu hanya orang-orang tertentu. Kemarin kan saking cerobohnya. Mari wonge aku dewe ii wis enggak tahu ngitungi mobilmu berapa, Mas. Kacung di kacung gak pernah ngitung saya. Jenengan bangun bisnis kacung motor ini tanpa hutang bank sama sekali. Sejak saya mengalami kebangutan dulu gak bisa dicekkan di bank ada enggak nama Suryono Hadi Pranoto di bank? Gak ada. Jadi enggak ada sama sekali. Waktu Bang R di 201011 itu sudah menjadi pembelajaran saya yang cukup kan sudah jelas ayatnya yamulah riba sedekah. Kalau kita perbanyak sedekah pasti banyak. Iya kan? Dalil-dalilnya kan sudah banyak itu. Masaluladinafunum fisabilillah di Albaqarah itu kan jelas perumpamaan orang yang menginfakkan harta di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai pada tiap tangga ada 100 biji kan. Masa kita gak percaya sama Tuhan sang pencipta alam, sang pemberi rezeki ya kan kita harus iman dong. Kita punya kitab, kita harus mempelajari kitab itu bagaimana mereka-mereka orang-orang yang sukses, bebas dari hutang, bagaimana mereka sukses. Kita juga harus belajar dari ada suri tauladan yang baik kan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Bagaimana Rasulullah berdagang, terus bagaimana Rasulullah sukses, bagaimana kiat sukses meniru Rasulullah. Kan ada kan. Kita enggak perlu niru-niru hukum kapitalis kita menabung semakin menabung. Mangkal kaya enggak? Kita harus terapkan sebagai seorang muslim sedekah mangal kaya. Kita muslim kan yakin sedekah mengal. Okelah kita sedekah. Kita enggak akan buka di publik berapa zakat mal kita per tahun karena banyak dampaknya nanti. Jadi kita mohon maaf belum bisa untuk nyepil berapa miliar zakat kita per tahun. Pokoknya kita miliaran zakatnya. konsisten. Saya bar setiap tahun bisa dicek di kantor saya, bisa tanya karyawan saya penyalurannya bagaimana, kita di mana ada tahu semua di sana. Itu memang bukan hak kita kan, masa itu masih hak orang-orang fakir kita makan juga 2% setengah kan. Kalau zakat kan kewajiban Mas, kalau sedekah kita enggak sedekah enggak dosa. Kita enggak sedekah 1 tahun, 2 tahun seumur hidup pun gak dosa. Karena itu hukumnya sunah. Kalau kita zakat wajib kan kita harus membagikan ke delapan asnaf. Dulu waktu itu kita usahanya di 2015 sampai 2017 itu terhambat, Mas. Saya lampung saya itu kumat sering ke rumah sakit saya 1 tahun penuh itu mutah-mutah Mas. Jadi 1 tahun itu mutah mutah. Ya Allah saya sampai 1 tahun saya itu cuma di baringan saya tetap jualan online. Kalau bangun berdiri moto motor saya naikkan di berniaga. Bangun moto motor saya naikkan di toko bagus kayak gitu terus. Tapi motor yang ngolah anak-anak yang moles yang anu teman-teman. Saya cuma e masih waktu itu punya sekitar 6 tuuh motor. Padahal saya kondisi saya fit tiap hari mutah-mutah dan saya selalu nangis. Ya Allah kalau saya diberi kesembuhan saya akan merubah hidup saya yang dulu. Dari saya dulu seorang pemabuk saya dari dulu seorang pemakai obat-obatan terlarang doi dulu saya pengin berubah dari pengin keluar dari itu dan saya berjanji pada Allah Subhanahu wa taala saya pengin memperbaiki diri kalau saya dikasih kesembuhan. Dan alhamdulillah 2015 saya benar pengin hijrah waktu itu. Makanya sampan bisa lihat tontonan YouTube saya 20171 saya masih pakai jenggot manjang pakai isbal itu dan orang itu memandang saya kayak ekstremis gitu padahal Heeh ya waktu itu kayak wah Mas Kacung penampilannya gondrong jenggot panjang terus jualan cingkrang padahal kan sunah tapi e orang-orang oh wahabi wahabi wahabi saya yang bilang akhirnya saya okelah kalau masalah penampilan kita rubah tidak masalah hati iman tetap okelah kita pakai celana sobek-sobek masalah bagi saya yang betul menutup aurat kita salat gak terg ganggu tertutup aurat penampilan kita rubah tapi keimanan tidak boleh kita rubah. Saya mulai hijrah di 2015. Saya belajar di tempatnya Pak Nawar waktu itu di Ustaz Hidayatullah waktu ini. Jadi kita benar-benar belajar selama 3 tahun hampir 4 tahun Mas. Itu benar-benar saya mendalami agama siang malam. Saya pengin tahu Islam dan saya pengin mengenal Islam. Saya dari dulu benar terlahir dari keluarga muslim tapi nakal Mas. Itu umben hari-hari diumben sehingga mungkin menyebabkan lambung ini ya. Lambung kiranya akan ambruk. Jadi setiap hari tiada kata tanpa alkohol, Mas. Dan awal-awal hijrah itu dari sakit dulu kemudian memang saya sudah ada niat sebelum sakit, Mas. K saya itu terdengar suara azan terdengar kok gak koy hal biasa. Sebenarnya itu panggilan dari Allah kan. Coba tanda tangi satu kali, dua kali. Prosesnya lama. Jadi 1 tahun pertama saya itu masih bisa jemah magrib tok engok asar enggak salat. Masih prosnya kayak gitu, Mas. Dan saya ingat betul kata-kata dari guru-guru saya, ibadah itu harus dipaksakan. Kalau gak dipaksan mustahil menjadi sesuatu yang diri kita itu bisa menyatu dalam kita. Misal kita enggak tahajud, misal kita enggak biasakan kita untuk berjamaah sampai nanti tua kita tidak akan bisa berjamaah. Kita gak paksakan kaki kita untuk tahajud, kita enggak akan tahajud. Kalau sudah paksakan menjadi terbiasaan, sudah biasa kan. Makanya mulai 2016 sudah rutin salat berjamaah sampai sekarang. E jadi semua untuk pembelian itu semua ditangani sama Pak Sairi sama Pak Amri. Mobil datang sekitar sehari 20 30 ada yang nangani sendiri. Terus kita malam dikasih laporan hari ini belanja ini. Pagi saya menghargai lewat HP. Tapi kita cek lagi kendaraan di lapangan kalau saya sempat. Oh itu ternyata kemahalan kalau kondisinya mobil yang kayak gini. Terus mobil datang itu dicek sama yang bagian ngecek kayak Pak Sairi Pak Amri. laporan sama Pak Sari Amri ke bagian servis ini dan kakinya ini bagian danan ini kurang bagus ini kurang bagus ininya dibenahi dulu di bengkel kita tidak langsung jual langsung jadi dibenahi dulu keluarnya sama ada laporannya setiap hari jadi kita sehari itu tidak kurang dari 10 sudah kayak gitu aja penjualan masuk juga lebih dari itu. Di sini sistem kita yang dipakati adalah sistem dagang kita pakai khiar. Pembeli boleh melihat mobil saya. Saya kasih waktu 3 hari misalnya atau ngecek, cek sebaik-baiknya ngecek. KAR itu waktunya kan 3 hari, Mas, dalam Islam itu ya kan. Kalau kita sudah sepakat, kalau kita sudah deal, sudah dicek, sudah dibayar, nanti kalau kita dijual lagi ke saya, ya kita hitung lagi. Tapi kita pakai hati ke hati, Mas. Kalau DP terbang misal dari sana, kita DP aja, Mas. ini R juta kita enggak nerima. Karena memakan harta seorang muslim secara zalim itu adalah hukuman yang besar. Yaumul kiamah. Kita tidak boleh tanya saja semua nasabah saya enggak ada yang seperti itu. Kita enggak menerima DP kemudian hilang gak. Ya udah kalau mau DP kalau orangnya mau datang misal dia Mas minta DP saya besok mau datang gak boleh saya datang aja Pak besok cek a dulu unitnya jangan DP nanti takutnya hilang Mas N daripada sampean sudah DP nanti sampai sini sampean enggak cocok saya yang dirugikan oleh sampean yang dirugikan saya seharusnya membelaku ada yang datang lihat tapi ada yang sudah di DP orang saya yang rugi nanti. Mending orang gak usah di DP, Pak. Saya bilang. Kemudian orang-orang yang DP di tempat saya kalau misal, "Mas, Pak DP ini maksa kan biasanya orang DP aja takah di DP biasanya tak kembalikan." Kalau sudah akad ya benar-benar akad dia sudah tahu kita akad lagi. Misal gini, Mas. Dia datang sama keluarganya ini bukan ngomongkan DP dari jauh Mas ya. Tak DP dulu ini termulas. Misal kayak kemarin Honda Jazz mati saya jual Rp50 juta. Dan kan banyak banget yang pengin DP. DP DP DP DP. Saya karyawan saya saya ajarkan jangan terima DP-nya. Semua saja jangan terima DP-nya. Kalau dia datang cek dia DP itu baru benar. Kalau dia gak tahu barangnya jangan. Saya juga ada alternatif beli secara online, Mas. Jadi online ketika dibeli dia gak tahu barangnya di DP kemudian dilunasi sampai rumahnya dia gak cocok. Saya juga kasih alternatif milih bareng lagi tanpa dirugikan sama sekali. Pokoknya intinya saya gak mau memakan harta orang-orang secara zalim. Jadi e nanti kan kita selamatkan di dunia tapi gak akan selamat di akhirat. pertanggungjawabannya besar nanti di sana. Biasanya kan gitu yang banyak terjadi kecelakaannya seperti ini. Dia DP di tempat saya misal sudah tahu barangnya dicek diteliti ternyata dia bawa keluarganya lagi tukar unit yang lain atau gak cocok ya kita hitung lagi Mas. Kita kan sudah akad bukan lagi karena sudah dicek sudah dibayar. Kalau giar masih kita membatalkan boleh. Kalau sudah ditransaksi sudah akad dia suka, sudah diteliti, sudah dibayar, ya kita hitung lagi. Misal dia kemarin sudah mengeluarkan DP R10 juta, Mas. Itu kemarin saya sampean beli 70 ya kan. Misal ini sudah dibayar Rp10 juta, ini bagaimana saman lunasi atau gimana? Oh, saya gak mau, Mas. Saya mau pilih yang lain, tapi uang saya ini yang R10 juta gimana? Kita hitung lagi. Atau kalau dia gak beli di tempat saya misalnya, saya mau beli ke tempat lain aja, Mas. Nu, ini yang R10 jutanya ini mohon dikembalikan ke saya. Saya bilang, "Gak bisa Pak, kita sudah akad." Kalau kemarin saman harganya ini 70, ini sudah dibayar 10. Kalau saman yang 60 gak bisa bayar, kita hitung lagi. Okelah saya beli dengan harga ini 68. Berarti sampean sepakat, Pak. Kalau enggak sepakat saya kurangi lagi biasanya kayak gitu. Nego nego nego dapat biar sama-sama rida. Iniak serta-merta uangnya hilang. Gak boleh DP dalam Islam dihilangkan. Gak boleh. Gimana ya orang itu kalau membaca diri kita kan dari perlakuan kita misal dakwah kita itu bagaimana, syiar kita itu bagaimana. Jadi kalau kita syar orang mungkin dengan ucapan, dengan kata-kata dia belum wah mesti kayak iso nganu tapi ung iso ngenyangi kayak coba kita dakwah melalui e media sosial dengan cara sedekah ngasih orang akhirnya orang itu lebih mudah memahami. Kadang kalau saya ngambil jalannya kayak gitu Mas. Jadi kalau saya tiap tahun meskipun saya harta saya miliaran, saya keluarkan zakatnya miliaran otomatis pengusaha-pengusaha lain akan ikut. Akhirnya tanya-tanya ke ustaz ee zakatnya gimana toh Mas Kacong kok gitu. Di media sosial memang tak arahkan ke gitu. Jadi kita sering konten-konten sedekah sebenarnya bukan riak. Demi Allah bukan saya niat saya riak. Saya berani. Demi Allah saya bukan saya niat riak. Yang lebih saya sembunyi-sembunyikan itu cuma yang saya tampilkan gak ada 5%. Kita penginnya itu orang itu tahu dan meniru. Maksud saya kayak gitu. Oh alah Islam itu seperti itu. Siar istilahnya. Mas Kacong setiap tahun zakat. Kalau zakat kan wajib syiar. Orang lain wajib tahu di ke manakan zakatnya. E wajib tahu. Kita syiar. Saya kasihkan di kemarin di Tulungagung sekitar 3.000 fakir. Di dua kecamatan sini ada ribuan orang. Terus saya bawa ke Palestina yang lagi konflik. Palestina saya sudah saya keluarkan saya beri ambulans, beli apa? Beri apa? Ada di TikTok kan biar orang tahu mengikuti. Loh kok Palestina tetangganya sendiri belum? Ya enggak mungkinlah. Kalau sudah ke Palestina berarti tetangganya sudah. Kita sedekah kan juga diajarkan sama Rasulullah kan pertama kepada orang tua, kerabat ya kan? tetangga kemudian yang jauh kan kita sudah diajarkan ya cuma orang-orang awam itu belum mengetahui kita tidak boleh [Musik] marah kita harus ambil segi positif Mas K segi positif saya tuh laki-laki dan saya adalah pemimpin dan saya selalu berdoa pada Allah Subhanahu wa taala ya Allah jadikanlah saya orang yang besar nanti yang bermanfaat bagi banyak umat dan saya pengin memimpin intinya saya pengin jadi seorang pemimpin. Suatu saat kalau saya diberi nikmat kesehatan, kita belajar dari coba diimpin rumah tangga saya dulu. Kita pimpin bagaimana, tanyakan dulu salatnya. Kamu sudah salat belum? Jadi kita masuk rumah, pertama kali yang saya tanyakan pada istri-istri saya adalah bagaimana kamu sudah salat? Kepada anak saya pertama, "Kamu hari ini sudah salat? Kamu hari ini sudah sedekah?" Sampan tanya istri-istri saya. Dan saya selalu berdoa kepada Allah subhanahu wa taala, "Ya Allah, mudah-mudahan saya menjadi orang yang besar dan bermanfaat bagi banyak umat." Kita kalau mau poligami, ya itu yang mau izin masih izin ke istri pasti kesulitan. Kita enggak boleh memaksakan dulu, tapi pahamkan dulu istri-istri kita dengan norma-norma agama. Jadi dikasih pemahaman tentang Islam. Bagaimana kita harus mengimani misal Annisa ayat 3 kita dibolehkan kita beristri lebih dari satu. Ayatnya jelas Anisa ayat 3. Kita tidak suka boleh sebagai seorang perempuan ya. Tapi mengingkari tidak boleh. Tidak boleh kita membenci syariat Allah Subhanahu wa taala. saya tanamkan ke istri pertama begitu waktu itu. Jadi sebelum saya melangkah ke poligami, kita tanamkan dulu tentang norma-norma Islam kepada istri saya. Saya ajarkan dari yang belum mereka yang dulunya tidak berhijab. Oh, kamu harus berhijab. Ini kalau kamu keluar rumah dilihat yang bukan mahram nanti rambu musahah ini bisa menyebabkan kamu dalam jurang neraka. Dan diajarkan dulu dari yang terendah dulu. Terus masalah kita balik ke poligami, ijine piye dan lain-lain. Kita gak boleh langsung ngakor rabinen. Kalau saya dulu sindir-sindir dulu ii wis cukup duit aku rabine oleh gitu. Disindir-sendir dulu enggak langsung kita polis aku pindah karo kain mekon enggak mas dilihat tak sendir dulu kemampuan istri saya gimana ketok iki bojoku lek tah dilihat dulu dari kemampuan istri saya dulu tak sindiri dulu dalam kita nyindir ada 1 tahun Mas tanya ke istri saya sindir-sendiri dulu bagaimana kita itu hidup punya prinsip loh kita itu harus yakin kalau saya Mas ya kita itu punya hidup itu kita bagaimana sukses di dunia dan tidak ketinggalan akhirat bukan kita ngomong sukses akhirat Loh, bagaimana kita sukses di dunia dalam harga keduniaan bisnis kita itu kita harus benar-benar serius kalau kerja. Saya itu Mas start jam 09.00 pagi kerja sampai kadang istirahat saya jam 12.00 malam. Jangan tahu sendiri kan dari padatnya kayak apa. Keseriusan kedisiplinan benar-benar kita disiplin. Benar-benar disiplin serius. Kalau kerja itu ya tenanan supaya kita sukses. Lek mikir ojo separuh-paruh aja me tenan. Kita wi mikir tenanan. Harus serius. Kalau saya pribadi murus kerja ya wis mempeng tenan. Aku kok sa nyantai-nyantai. Bukan alon-alon alas kelakon. Bukan kalau saya bukan prinsip seperti makin cepat makin baik. Itu urusan dunia kalau kita kerja kemudian kita sambungkan lagi ke urusan akhirat kita tawakal kita takwa. Waman yatawakal fahua hasbuh tawakal wqajalah. Jadi kita harus selaraskan kita harus tawakal juga sembari takwa pada Allah subhanahu wa taala. Kalau kita takwa pasti rezekinya datang tanpa disangka-sangka. Itu janji Allah kan kita enggak mungkin kan. Janji Allah pasti. J kalau kita misal ketemu sama siapapun, ketemu orang-orang besar, kita harus ada yang lebih kita pentingkan ketika azan terdengar, tinggalkan semua pekerjaan. Datangi, itu panggalan dari Allah. Datang kita selaraskan. Jadi kita memang benar-benar kalau saya punya prinsip ngejar dunia yo banter tapi akhirat yo kudu luwih banter. Kita enggak tahu ajal kita, Mas. Walau kita sudah kaya raya, walau kita berdiri di ujung tembok yang kokoh, kita tetap mati. Ya, yang intinya bagaimana kita mempersiapkan kematian. Itu poin yang pertama. Kalau saya jadi kalau dunia benar-benar saya persiapkan seperti ini sehingga saya kaya atas izin Allah Subhanahu wa taala, kita juga harus mempersiapkan bagaimana saya mati menghadap Allah Subhanahu wa taala. Ya, Mas ya. Kayak gitu. Untuk Genzy yang sekarang isunya lagi mau males-malesan ya, cuma ngopa-ngopi ngopi tapi penginnya sukses, pengine duwe duit, ya enggak iso toh, Mas. Itu kalau saya, Mas, orang yang santai-santai terus penginnya kaya itu mendapat dua kerugian. Dia di dunia tidak sukses karena nyantai-nyantai, malas-malasan. Terus dia kalau tidak mendekati Allah Subhanahu wa taala, dia tidak takwa, tidak salat, gugi juga di akhirat. Mati sudah rugi, di dunia dia sengsara. Makanya harus kita kejar dua. Dunia kita selaraskan. Kita dunia juga kejar untuk masa depan anak-anak kita, untuk diri kita. Harta kita manfaatkan supaya bermanfaat bagi banyak orang. agar supaya harta kita itu bermanfaat untuk kita setelah nanti mati ya kan harus kita persiapkan enggak kok ya eng bingi ngapiirono ya awan turu bengi ngopi l wis rugi kan engko wis ndak salat wis rugi akhirate rugi dunyone bener yao wis sama-sama kita tekuni dunia kita tekuni akhiratnya juga kita kejar ada dulu sahabat-sahabat apa mereka ngelindo-ngelindoh turu-turu enggak kan mereka berdagang kan mereka para sahabat juga berdagang jihad-jihad ya enggak mencari rida Allah mencari rida Allah ada azan dia datang Mereka jangan salah, orang-orang para sahabat tuh dia seorang saudagar yang kaya-kaya. Banyak yang kaya juga banyak yang miskin. Yang kaya juga dia itu sedekahnya juga luar biasa, kerjanya juga luar biasa. Mudah-mudahan ini menjawab semua pertanyaan, Mas. Ya. Jadi ini kita kacung motor alamatnya di ada beberapa tempat. Jadi satu di Ngelampir Bandung Tulungagung di kemudian ada juga yang di Kacung 1 2 3. Itu ada di Desa Tulungrejo, Besuki Tulungagung. Ada juga yang di Gundang Tulungagung. Ada juga yang suaru Bandung Tulungagung. Ada lagi di Sripit Ngelampir Bandung Tulungagung. Ada lagi. Iya ada enam. Ada en sampai sekitar tujuh. Saya owner dari Kacung Motor. Ee mudah-mudahan ini benar manfaat dari kami Kacung Motor. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Yeah.