Transcript
jaASd9etwoA • K-CUNK MOTOR! Dulu Bangkrut Karna Riba, Kini Punya Ribuan Mobil & Ratusan Motor
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/PecahTelur/.shards/text-0001.zst#text/0507_jaASd9etwoA.txt
Kind: captions
Language: id
Assalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Alhamdulillah. Nah, ini
mudah-mudahan bukan bagian dari riak,
tapi ini bagian dari syiar. Kita mau
mengeluarkan zakat ini, kita wajib
syiar, Lur. Ini mudah-mudahan menjadi
inspirasi untuk semua pengusaha muslim,
Lur, ya. He eh yang belum mengeluarkan
zakat. Jadi, zakat itu adalah kewajiban,
Lur. Jadi, kalau kita tidak
mengeluarkan, kita akan disiksa di
yaumul kiamah kelak. Jadi, zakat di
kacang motor mungkin ini lebih dua kali
lipatnya ini, Lur. Dan ini adalah cuma
bagian dari syar aja.
Kita enggak akan buka di publik berapa
zakat mal kita per tahun karena banyak
dampaknya nanti. Jadi kita mohon maaf
belum bisa untuk nyepil berapa miliar
jam zakat kita per tahun. Pokoknya kita
miliaran zakatnya konsisten. Saya bar
setiap tahun bisa dicek di kantor saya
bisa tanya karyawan saya penyalurannya
bagaimana kita di mana ada tahu semua di
sana. Itu memang bukan hak kita kan masa
itu masih hak orang-orang fakir kita
makan juga. 2% setengah kan kalau zakat
kan kewajiban Mas.
Jenengan bangun bisnis kacung motor ini
tanpa hutang bank sama sekali. Sejak
saya mengalami kebangutan dulu gak bisa
dicekkan di bank ada enggak nama Suryono
Hadi Pranoto di bank? Gak ada. Jadi
enggak ada sama sekali. Waktu Bang R di
201011 itu sudah menjadi pembelajaran
saya yang cukup kan sudah jelas ayatnya
yamullah sedekah. Kalau kita perbanyak
sedekah pasti banyak. Iya kan?
kita selaraskan. Jadi kita memang
benar-benar kalau saya punya prinsip
ngejar dunia yo banter tapi akhirat yo
kudu luwih banter. Jadi kalau dunia
benar-benar saya persiapkan seperti ini
sehingga saya kaya atas izin Allah
subhanahu wa taala, kita juga harus
mempersiapkan bagaimana saya mati
menghadap Allah Subhanahu wa taala.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Saya owner dari Kacung
Motor. Perkenalkan nama saya adalah
Suryo Hati Pranoto. Kita dulu
berkecinambung di berbagai bidang, Mas.
Bukan cukup dari motor aja. Dari dari
berbagai usaha, ya. kayak
memberangkatkan PJTKi ke Taiwan. Di umur
20 saya sudah memberangkatkan para
pekerja ke Kalimantan untuk bekerja di
Sawet dan Nagasia yang membawa ada 100
orang ada di sana. Saya sebagai penyupai
tenaga kerjanya dan di sana ada
kontraktornya. Jadi ada yang
kontraktornya. Saya bekerja sama dengan
beliau dengan upah persen. Terus banyak
yang kena demam, kena malaria. Bos saya
bangkrut. Kemudian saya pulang usaha
lagi. Usaha saya sendiri orang tua
sebagai tani. Tani. Ibu saya bikin
anyaman bambu untuk ikan itu reyek.
Kalau sinin sambil cari rosok kalau ibu
saya. Tapi kalau ayah saya tukang guli
batu sama penggali batu marmer. Memang
yo kerjaane soro kabeh wong tuane Mas.
Saya di umur 18 sudah sampai Sangat Mas.
Di Kalimantan saya ndak sampai cukup
sekolah. Jadi ketika saya keluar sekolah
itu kelas 2 SMA. Aliah di Ponegoro itu
saya keluar sebelum saya melanjutkan
lagi sekolah dikeluar karena kendala
biaya. Saya keluar kemudian saya nekad
pergi ke Kalimantan Sangat waktu itu
bupatinya Awang Faruk. Sekarang sudah
meninggal katanya Awang Faruk itu di
tahun 2002 kalau enggak salah. Usia
berapa, Mas? 40 mau 41 ya kita enggak
tahu kayak jalan ngalir aja. Dulu
setelah kita bawa TK TK itu kita ke
bakul durian dulu pernah bakul durian
Tulung Agung Mas tegok diobrok gawe tak
gawa wis bakul jengkeh wis teko
bakul-bakul cilik-cilik tak adai ngono
kok pemakai-pemakai tak adai sak kebo
modal BPKB dulu saya punya PCR harga R5
juta tak gadekkan Rp1.500 Rp1.500 itu
untuk usaha jualan jengkeh itu. Jadi
setiap hari muda Rp1.500 dapat bayar
Rp50.000. Selepas itu kita mulai
menyalurkan hobi di bidang motor. Saya
menikah kan 2007. Kita cuma ada modal
dikit waktu itu. Kita kembangkan dari
usaha saya yang pertama kalau gak salah
Kristal Tornado kayak gitu jualan saya
dari sepeda motor. Kemudian kita ke
mobil. Dari sepeda motor di awal 2007
sampai 2009 baru beranjak ke mobil. Tapi
dulu kan belum ada media sosial. Jadi
kita masih kesulitan karena aksesnya itu
face to face. Pon by pun kan kalau dulu
ada barang apa tawar telepon-telepon ini
kita memang kesulitan diakses waktu itu
beda dengan sekarang kan kita segala
multimedia bisa ada Facebook, TikTok dan
lain-lain bisa kan tinggal pasarkan
orang datang. Kalau dulu gak kita harus
cari pembeli. Jadi kita 2010 itu
bangkrut karena si istri pertama saya
itu merasa kasihan kan modal gak ada
terus kasihan saya karena jual ikan gak
berhasil, jual cengk gak berhasil, jual
ini gak berhasil. Akhirnya dia
memutuskan untuk ke luar negeri. 2 tahun
di sana beliau tahu kalau saya kesulitan
usaha. Akhirnya dia membantu saya untuk
memodali untuk jualan motor. Kayak gitu.
Akhirnya kita buka showroom yang pertama
di 2008 kalau enggak 9 apa showroom di
situ tapi dagangannya motor-motor di
sini di ngelampir sini di Bandung
Tulungagung sini. Iya 15 motor.
Paling-paling banyak itu 10 lah 15. itu
dibantu sama istri saya yang pertama
dulu waktu dari Taiwan itu kalau gak
salah punya modal sekitar 50-an atau
berapa juta gitu zaman dulu kan sudah
dapat 10 ya itu terus saya kembangkan ke
mobil saya beli katana jelek-jelekan
harga 20 berapa gitu 30 tapi ternyata
kan karena saya belum punya pengalaman
di mobil saya di situ memberanikan
pinjam hutang di bank bangun bensional
akhirnya malah membuat saya bangkrut
karena bunga terus berjalan sedang mobil
penjualannya lemah malah kita mengalami
fase bangkrut di situ. Akhirnya sampai
keuangan kita benar-benar habis. Kita
gak punya apa-apa sampai motor aja tak
jualin semua habis. Karena ya itu kita
gak punya pengalaman di mobil, kita
belum tahu mobil bagus jeleknya. Terus
dari segi pemasaran kita kan enggak
kayak sekarang kan sudah modern kayak
gitu masih face to face by phone kayak
gitu. Jadi waktu 2010 itu istri saya
memutuskan untuk balik lagi ke Taiwan
karena keuangan benar-benar habis kan.
Kita sepeda motor aja satu aja gak
punya. Kalau kita waktu itu masih punya
pinjaman ada 30-an ya tadi bank atau 20
berapa gitu waktu itu sudah banyak uang
segitu Mas. Uang sudah habis masih punya
hutang saya punya kakak saya itu kakak
saya 16 belum yang di bank belum yang
lain-lain. Jadi saya pusing Mas
bagaimana mengembalikan keadaan. Waktu
itu istri saya mengalami stres kan
karena keuangan habis dan lain-lain.
Akhirnya istri saya berangkat yang kedua
itu memutuskan untuk tidak bersama saya
lagi. Setelah sampai PT dia memutuskan
untuk tidak bersama. Jadi saya yo wis
batang karah wis apao tapi utang okeh
piye lah anu piye lek bangun wis duwe
opo-opo bojomu pisan bingung itu makanya
saya bilang di tahun 2010 itu
benar-benar kiamat kecil saya itu kalau
menceritakan itu saya kembali di tonton
segitu kayak miris waktu itu sudah saya
di banyak dapat hinaan terus istri
enggak mau ke mana-mana kita juga
kesusahan gak ada apa-apa orang
memandang saya dengan sebelah mata kita
iku masa kayak gini saya harus bangkit.
Saya harus bangkit, bilang gitu. Terus
saya akhirnya gimana ya? Saya dapat uang
16 juta lagi untuk pergi ke Taiwan. Itu
yang saya pikir. Saya pengin bangun.
Saya enggak mungkin terus dengan keadaan
saya yang seperti ini. Saya pengin
bangun. Saya pengin mencari istri saya
yang di Taiwan pertama dan saya juga
pengin kerja di sana supa. Siapa tahu
istri saya masih mau sama saya waktu
itu. Orang tua tahu keadaan jenengan?
Tahu. Ya. Setelah saya pengin mengejar
istri saya yang sudah ke sana, saya
nekat. Bagaimana saya dapat uang Rp16
juta untuk ke Taiwan? Saya hitung lagi
16 juta untuk biaya ke Taiwannya. Belum
pasporanya, belum sakunya ke sana. Total
kita harus butuh sekitar R5 juta. Saya
dapat dari mana ini? Sedang utang masih
banyak. Akhirnya saya nekat, "Mas,
pinjam sana sini. Yang masih percaya
sama pinjam itu enggak gampang, Mas.
Saya pinjam itu enggak ada yang percaya
sama saya. Enggak ada posisi bangkrut.
Siapa yang percaya? Kalau sudah kaya
orang banyak yang percaya sama saya kan.
Kalau bangkrut siapa yang percaya?" Saya
tanya tahun segitu, "Mas, 2010 cari uang
Rp25 juta kan kesulitan. Saya kumpulkan
adik saya bantu R juta, 2 juta terus
pinjam ke saudara ada yang boleh ada
yang gak. Saya memohon pada Allah saja
saya bagaimana saya bisa berhasil gitu
sampai ke Taiwan untuk pulih dengan
supaya saya itu penginnya berbenah,
pengin pulih dari keadaan
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
ini. Sampai sana kita pernah sempat
ketemu 3 bulan pertama ketemu setelah
saya mendapatkan saku sampai sana juga
akhirnya saya kalau menceritakan
dapatnya dari mana itu kayak nolong sama
Mas. Jadi saya dari berbagai orang yang
nolong saya malah ada teman juga yang
baik sama saya. Banyak yang nyupport
waktu ada yang nyumbang 200, ada yang
300. Itu berupa pinjaman M gak ngasih.
Terus adik kandung saya waktu itu bantu.
Terus kemudian sampailah saya di sana.
Waktu saya mau terbang besok waktu itu
saya sudah punya uang Rp15 juta. Tak
kembangkan lagi. Masih beli-beli motor
Mas. Ben iso babar neh. Loh maksud iki
nelalah sesok saya ada kabar mau terbang
motor belum terjual. Saya harus bayar
pelunasan. Masa saya mau pusing akhirnya
tak bakar malah rugi saya. Eh
berjalannya luar biasa sampai sana kita
kerja 1 bulan 2 bulan dikenalkan dengan
pekerjaan saya di pabrik Lim kalau
enggak salah di daerah Tainan si Hasin
Ying. Saya masih ingat betul Hasin Ying
Tainan Taiwan daerah sebelum Ciai itu
saya kerja di sana di pabrik lim. Nah
misalnya saya mulai bekerja 1 bulan
pertama 2 bulan perkenalan, 3 bulan saya
nemui istri saya. Saya masih ingat
pengin ketemu saya tapi jawabannya masih
sama. Oke. Enggak mau. Enggak masalah.
Terus oke kita kerja lagi 3 bulan
kemudian saya ke sana lagi. Masih
jawabannya sama saya masih bersahabat.
Wis okelah kita enggak mungkin terus
larut dalam kesedihan. Wis aku wis golek
cewek wis ngono sing aku ben iso
ngambani atiku ben ndak koy ngene terus
akhire okelah kita bangkit aja sambil
bekerja kita golek cewek neh. Wis ben
lali aku pikir aku benak koy semraut koy
ngene terus terus kalu terus aku dewe
akhir fokus kita kerja kerja kerja kerja
kita kirim waktu itu 1 bulan itu cuma
bisa potongan gaji itu Rp1.500 00, Mas.
Karena kita potong gaji 1 tahun, uang
sini Rp1.500. Kalau di sana itu sekitar
Rp3.500 NT waktu itu. Bisanya itu terus
ada tukang bank sering ke tempat saya
nage-nage. Nah, Mas Kacongnya gak ada
loh, Mas. Saya mau nyaur pakai apa? Saya
bilang dengan ratapan orang tua saya
telepon sening itu beliau rasa iba
kasihan kan. Terus tak transferi setiap
bulan, Mas. Saya tanggung jawab punya
hutang semua. Alhamdulillah dalam 1
tahun 2 bulan saya lunas utang-utang
saya diumah. 1 tahun 3 bulan kalau tidak
salah. itu baru saya ada waktu sekitar 7
bulan 8 bulan untuk ngumpulkan lagi. Dan
alhamdulillah di situ waktu 2 tahun
lebih dikit saya punya modal kalau
enggak salah sekitar R0 juta itu.
Kemudian saya belum habis kontrak, masih
2 tahun 3 bulan di sana. Sakit sakit
emah parah akut tu kan. Saya sudah punya
riwayat maah dari rumahnya itu. Tapi
ketika parah kan sip saya sip malam Mas
jam .00 sore sampai jam .00 Pagi ini
malam terus gak kuat badan saya terus
akhirnya pulang sudah dari R0 juta saya
kembangkan bagaimana ini saya enggak mau
gagal di Taiwan saya belajar setiap hari
saya buka OLX waktu itu berniaga sama
toko bagus masih mulai muncul internet
penjualan mobil pertama berniaga sama
toko bagus di situ orang-orang cari
mobil belum keluar Facebook untuk
marketplace belum nah saya belajar di
situ painter harganya
segini terus saya belajar mobil di sana
mandor-manderku mobil oh lek matar apik
ngene iki Yo pintune ngene iki
nat-natane lurus terus dari situ saya
belajar saya pulang ke Jawa nanti saya
pengin buktikan kalau saya sudah di
Taiwan itu tahu persis kalau
bentuk-bentuk mobil yang bagus seperti
ini. A keluar dari pabriknya seperti
ini. Oh lah ini kalau cat orisinal
seperti ini. Saya belajar di sana pulang
dari R0 juta itu saya beli pertama ingat
Timor. Timur harga Rp33 juta. R33 juta
waktu itu saya iseng-iseng gimana ya
bikin akun ke toko bagus sama berniaga
itu. Saya orangnya itu bersih kalau
punya motor bersih. Kalau kotor enggak
saya jual tah saya polesi kan sudah
punya pengalaman jadi tak bersihkan
semua. Kemudian saya foto-foto yang
kelihatan bagus tak naikkan di internet
dibantu Mas Happy. Ternyata banyak yang
telepon Mas punya Timur. Iya ya ini
punya sampean ya. Saya ke datang ke situ
dilihat dua orang belum jodoh. Tiga
orang jodoh. Waktu itu laku 37 bik 4
juta. Baik ternyata payu payu saya esok
golek monh mas. Payu cari lagi. Kalau
timor itu ketemu sebenarnya mau tak
bikinkan kayak monumen kayak gitu.
Pelatih op lali aku sekarang nk mana ya?
Aku pertama kali itu tahun berapa itu
Mas? 2013 akhir. Oh ternyata internetnya
payu ya. Mana wis iki aku tuku meneh
mobil iki aku
se kedua apa ya Jenio apa gitu wis
untung lagi tak unggahne payu payu dari
33 jadi 37 beli lagi harga 37 jadi 42
akhirnya kayak gitu Mas. Kemudian saya
punya paer waktu itu laku saya belikan
dua unit baru satu Forsa satu saya
belikan katana udah jadi dua mobil saya
ini. Wah war Mas. Akhirnya jadi dua. Wis
lah masa motorku loro g omahku koy
ngene. Wis aku akhirnya ngomong ambek
keluarga saya mas bikinkan saya pondasi.
Saya tidak akan menikah sebelum saya
punya rumah. Saya trauma dengan yang
dulu-dulu. Saya tidak akan menikah lagi.
Saya berjanji sama diri saya. Saya tidak
akan menikah lagi sebelum saya punya
rumah. Gandeng sama orang tua saya bikin
pondasi. Ya, akhirnya di situ dari hasil
penjualan motor sebagian, "Bah kalau
motor aja ini saya gak cukup nih. Saya
memberangkatkan TKI-TKI lagi dan itu
saya kerjakan sebelum pulang ke
Indonesia saya sudah mengerjakan untuk
memberangkatkan TKI dari rumah ke
Taiwan. Saya cari pabrik di sana, bagus
gak?" "Pak, bagus. Saya cari agen ini
betul wuongan gak?" Akhirnya tak
masukkan sebelum saya pulang ke
Indonesia. Saya lanjutkan lagi setelah
rumah sambil dagang mobil saya cari
orang lagi. Saya berangkatkan lagi lewat
PT Davi Jakarta. kemudian terbang yang
saya bawa tetangga-tetangga saya dan
alhamdulillah sukses
[Musik]
semua kita dari media ini sangat
membantu saya. Jadi kalau itu atas izin
Allah ya atas izin Allah mungkin saya
dikasih jalan, oh gini loh gini loh.
Jangan pakai cara lama kalau jualan
mobil kita harus ikut modernisasi. Kalau
saya memandangnya gini, Om Mas. Waktu
jualan-jualan itu saya itu lihat barang
ini saya bagaimana jualan ini orang lain
bisa, kenapa saya enggak bisa? Saya
lihat barang itu, saya bagaimana jualan
itu. Saya bisnis itu bagaimana kan orang
lain bisa, kenapa saya enggak bisa saya
gitu tolak ukurnya seperti itu. Jadi
kalau mobil ini kan setahnya saya ada
hobi, memang ada hobi di situ ke bagian
otomotif. Jadi makanya foto-motor balap
saya juga banyak hobi trail-tril saya
banyak. Ada yang ngitung-ngitung anak
kantor itu sebenarnya tapi saya bilang
saya gak usah dilapori berapa jumlahnya
gak perlu. Cuma kalau per bulan sekali
kamu audit aja. Intinya wong saya aja
mati juga gak tahu kapan sewaktu-waktu.
Udah pokoknya saya itu kerja bisa bantu
orang bermanfaat bagi orang. Sudah ingat
saya sengsara kayak apa dulu. Saya
sangat ingat betul saya sangat sengsara.
Kalau unitnya kemarin waktu zakat
kemarin sekitar hampir 700 tapi sebagian
itu di bengkel-bengkel belum kehitung
soalnya diperbaikan bengkel-bengkel.
Kalau dikatakan 1000 ya adalah kurang
lebih ya. Kalau saya simpel aja sama
karyawan kan kemarin sempat kehilangan
juga saya beberapa unit yang kelihatan
delapan. Sebenarnya lebih dari itu
banyak tapi kan yang masih ketemu
delapan ya gak apa-apa saya kan mungkin
kurang kurawasan dari saya sekarang
mulai terprogram dengan baik. Nah ada
bagian khusus pengejekan mobil di
showroom ini berapa jumlahnya keluar
masuknya ada yang ngawasi semua
sekarang. Terus kemarin untuk BPKB kan
masih ditaruh di kayak selorokan kayak
sekarang dikasih di brangkas udah gak
bisa masuk dan orang yang masuk tertentu
hanya orang-orang tertentu. Kemarin kan
saking cerobohnya. Mari wonge aku dewe
ii wis enggak tahu ngitungi mobilmu
berapa, Mas. Kacung di kacung gak pernah
ngitung saya. Jenengan bangun bisnis
kacung motor ini tanpa hutang bank sama
sekali. Sejak saya mengalami kebangutan
dulu gak bisa dicekkan di bank ada
enggak nama Suryono Hadi Pranoto di
bank? Gak ada. Jadi enggak ada sama
sekali. Waktu Bang R di 201011 itu sudah
menjadi pembelajaran saya yang cukup kan
sudah jelas ayatnya yamulah riba
sedekah. Kalau kita perbanyak sedekah
pasti banyak. Iya kan? Dalil-dalilnya
kan sudah banyak itu.
Masaluladinafunum fisabilillah di
Albaqarah itu kan jelas perumpamaan
orang yang menginfakkan harta di jalan
Allah seperti sebutir biji yang
menumbuhkan tujuh tangkai pada tiap
tangga ada 100 biji kan. Masa kita gak
percaya sama Tuhan sang pencipta alam,
sang pemberi rezeki ya kan kita harus
iman dong. Kita punya kitab, kita harus
mempelajari kitab itu bagaimana
mereka-mereka orang-orang yang sukses,
bebas dari hutang, bagaimana mereka
sukses. Kita juga harus belajar dari ada
suri tauladan yang baik kan Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam. Bagaimana
Rasulullah berdagang, terus bagaimana
Rasulullah sukses, bagaimana kiat sukses
meniru Rasulullah. Kan ada kan. Kita
enggak perlu niru-niru hukum kapitalis
kita menabung semakin menabung. Mangkal
kaya enggak? Kita harus terapkan sebagai
seorang muslim sedekah mangal kaya. Kita
muslim kan yakin sedekah mengal. Okelah
kita
sedekah. Kita enggak akan buka di publik
berapa zakat mal kita per tahun karena
banyak dampaknya nanti. Jadi kita mohon
maaf belum bisa untuk nyepil berapa
miliar zakat kita per tahun. Pokoknya
kita miliaran zakatnya. konsisten. Saya
bar setiap tahun bisa dicek di kantor
saya, bisa tanya karyawan saya
penyalurannya bagaimana, kita di mana
ada tahu semua di sana. Itu memang bukan
hak kita kan, masa itu masih hak
orang-orang fakir kita makan juga 2%
setengah kan. Kalau zakat kan kewajiban
Mas, kalau sedekah kita enggak sedekah
enggak dosa. Kita enggak sedekah 1
tahun, 2 tahun seumur hidup pun gak
dosa. Karena itu hukumnya sunah. Kalau
kita zakat wajib kan kita harus
membagikan ke delapan asnaf. Dulu waktu
itu kita usahanya di 2015 sampai 2017
itu terhambat, Mas. Saya lampung saya
itu kumat sering ke rumah sakit saya 1
tahun penuh itu mutah-mutah Mas. Jadi 1
tahun itu mutah mutah. Ya Allah saya
sampai 1 tahun saya itu cuma di baringan
saya tetap jualan online. Kalau bangun
berdiri moto motor saya naikkan di
berniaga. Bangun moto motor saya naikkan
di toko bagus kayak gitu terus. Tapi
motor yang ngolah anak-anak yang moles
yang anu teman-teman. Saya cuma e masih
waktu itu punya sekitar 6 tuuh motor.
Padahal saya kondisi saya fit tiap hari
mutah-mutah dan saya selalu nangis. Ya
Allah kalau saya diberi kesembuhan saya
akan merubah hidup saya yang dulu. Dari
saya dulu seorang pemabuk saya dari dulu
seorang pemakai obat-obatan terlarang
doi dulu saya pengin berubah dari pengin
keluar dari itu dan saya berjanji pada
Allah Subhanahu wa taala saya pengin
memperbaiki diri kalau saya dikasih
kesembuhan. Dan alhamdulillah 2015 saya
benar pengin hijrah waktu itu. Makanya
sampan bisa lihat tontonan YouTube saya
20171 saya masih pakai jenggot manjang
pakai isbal itu dan orang itu memandang
saya kayak ekstremis gitu padahal Heeh
ya waktu itu kayak wah Mas Kacung
penampilannya gondrong jenggot panjang
terus jualan cingkrang padahal kan sunah
tapi e orang-orang oh wahabi wahabi
wahabi saya yang bilang akhirnya saya
okelah kalau masalah penampilan kita
rubah tidak masalah hati iman tetap
okelah kita pakai celana sobek-sobek
masalah bagi saya yang betul menutup
aurat kita salat gak terg ganggu
tertutup aurat penampilan kita rubah
tapi keimanan tidak boleh kita rubah.
Saya mulai hijrah di 2015. Saya belajar
di tempatnya Pak Nawar waktu itu di
Ustaz Hidayatullah waktu ini. Jadi kita
benar-benar belajar selama 3 tahun
hampir 4 tahun Mas. Itu benar-benar saya
mendalami agama siang malam. Saya pengin
tahu Islam dan saya pengin mengenal
Islam. Saya dari dulu benar terlahir
dari keluarga muslim tapi nakal Mas. Itu
umben hari-hari diumben sehingga mungkin
menyebabkan lambung ini ya. Lambung
kiranya akan ambruk. Jadi setiap hari
tiada kata tanpa alkohol, Mas. Dan
awal-awal hijrah itu dari sakit dulu
kemudian memang saya sudah ada niat
sebelum sakit, Mas. K saya itu terdengar
suara azan terdengar kok gak koy hal
biasa. Sebenarnya itu panggilan dari
Allah kan. Coba tanda tangi satu kali,
dua kali. Prosesnya lama. Jadi 1 tahun
pertama saya itu masih bisa jemah magrib
tok engok asar enggak salat. Masih
prosnya kayak gitu, Mas. Dan saya ingat
betul kata-kata dari guru-guru saya,
ibadah itu harus dipaksakan. Kalau gak
dipaksan mustahil menjadi sesuatu yang
diri kita itu bisa menyatu dalam kita.
Misal kita enggak tahajud, misal kita
enggak biasakan kita untuk berjamaah
sampai nanti tua kita tidak akan bisa
berjamaah. Kita gak paksakan kaki kita
untuk tahajud, kita enggak akan tahajud.
Kalau sudah paksakan menjadi terbiasaan,
sudah biasa kan. Makanya mulai 2016
sudah rutin salat berjamaah sampai
sekarang.
E jadi semua untuk pembelian itu semua
ditangani sama Pak Sairi sama Pak Amri.
Mobil datang sekitar sehari 20 30 ada
yang nangani sendiri. Terus kita malam
dikasih laporan hari ini belanja ini.
Pagi saya menghargai lewat HP. Tapi kita
cek lagi kendaraan di lapangan kalau
saya sempat. Oh itu ternyata kemahalan
kalau kondisinya mobil yang kayak gini.
Terus mobil datang itu dicek sama yang
bagian ngecek kayak Pak Sairi Pak Amri.
laporan sama Pak Sari Amri ke bagian
servis ini dan kakinya ini bagian danan
ini kurang bagus ini kurang bagus ininya
dibenahi dulu di bengkel kita tidak
langsung jual langsung jadi dibenahi
dulu keluarnya sama ada laporannya
setiap hari jadi kita sehari itu tidak
kurang dari 10 sudah kayak gitu aja
penjualan masuk juga lebih dari itu. Di
sini sistem kita yang dipakati adalah
sistem dagang kita pakai khiar. Pembeli
boleh melihat mobil saya. Saya kasih
waktu 3 hari misalnya atau ngecek, cek
sebaik-baiknya ngecek. KAR itu waktunya
kan 3 hari, Mas, dalam Islam itu ya kan.
Kalau kita sudah sepakat, kalau kita
sudah deal, sudah dicek, sudah dibayar,
nanti kalau kita dijual lagi ke saya, ya
kita hitung lagi. Tapi kita pakai hati
ke hati, Mas. Kalau DP terbang misal
dari sana, kita DP aja, Mas. ini R juta
kita enggak nerima. Karena memakan harta
seorang muslim secara zalim itu adalah
hukuman yang besar. Yaumul kiamah. Kita
tidak boleh tanya saja semua nasabah
saya enggak ada yang seperti itu. Kita
enggak menerima DP kemudian hilang gak.
Ya udah kalau mau DP kalau orangnya mau
datang misal dia Mas minta DP saya besok
mau datang gak boleh saya datang aja Pak
besok cek a dulu unitnya jangan DP nanti
takutnya hilang Mas N daripada sampean
sudah DP nanti sampai sini sampean
enggak cocok saya yang dirugikan oleh
sampean yang dirugikan saya seharusnya
membelaku ada yang datang lihat tapi ada
yang sudah di DP orang saya yang rugi
nanti. Mending orang gak usah di DP,
Pak. Saya bilang. Kemudian orang-orang
yang DP di tempat saya kalau misal,
"Mas, Pak DP ini maksa kan biasanya
orang DP aja takah di DP biasanya tak
kembalikan." Kalau sudah akad ya
benar-benar akad dia sudah tahu kita
akad lagi. Misal gini, Mas. Dia datang
sama keluarganya ini bukan ngomongkan DP
dari jauh Mas ya. Tak DP dulu ini
termulas. Misal kayak kemarin Honda Jazz
mati saya jual Rp50 juta. Dan kan banyak
banget yang pengin DP. DP DP DP DP. Saya
karyawan saya saya ajarkan jangan terima
DP-nya. Semua saja jangan terima DP-nya.
Kalau dia datang cek dia DP itu baru
benar. Kalau dia gak tahu barangnya
jangan. Saya juga ada alternatif beli
secara online, Mas. Jadi online ketika
dibeli dia gak tahu barangnya di DP
kemudian dilunasi sampai rumahnya dia
gak cocok. Saya juga kasih alternatif
milih bareng lagi tanpa dirugikan sama
sekali. Pokoknya intinya saya gak mau
memakan harta orang-orang secara zalim.
Jadi e nanti kan kita selamatkan di
dunia tapi gak akan selamat di akhirat.
pertanggungjawabannya besar nanti di
sana. Biasanya kan gitu yang banyak
terjadi kecelakaannya seperti ini. Dia
DP di tempat saya misal sudah tahu
barangnya dicek diteliti ternyata dia
bawa keluarganya lagi tukar unit yang
lain atau gak cocok ya kita hitung lagi
Mas. Kita kan sudah akad bukan lagi
karena sudah dicek sudah dibayar. Kalau
giar masih kita membatalkan boleh. Kalau
sudah ditransaksi sudah akad dia suka,
sudah diteliti, sudah dibayar, ya kita
hitung lagi. Misal dia kemarin sudah
mengeluarkan DP R10 juta, Mas. Itu
kemarin saya sampean beli 70 ya kan.
Misal ini sudah dibayar Rp10 juta, ini
bagaimana saman lunasi atau gimana? Oh,
saya gak mau, Mas. Saya mau pilih yang
lain, tapi uang saya ini yang R10 juta
gimana? Kita hitung lagi. Atau kalau dia
gak beli di tempat saya misalnya, saya
mau beli ke tempat lain aja, Mas. Nu,
ini yang R10 jutanya ini mohon
dikembalikan ke saya. Saya bilang, "Gak
bisa Pak, kita sudah akad." Kalau
kemarin saman harganya ini 70, ini sudah
dibayar 10. Kalau saman yang 60 gak bisa
bayar, kita hitung lagi. Okelah saya
beli dengan harga ini 68. Berarti
sampean sepakat, Pak. Kalau enggak
sepakat saya kurangi lagi biasanya kayak
gitu. Nego nego nego dapat biar
sama-sama rida. Iniak serta-merta
uangnya hilang. Gak boleh DP dalam Islam
dihilangkan. Gak boleh. Gimana ya orang
itu kalau membaca diri kita kan dari
perlakuan kita misal dakwah kita itu
bagaimana, syiar kita itu bagaimana.
Jadi kalau kita syar orang mungkin
dengan ucapan, dengan kata-kata dia
belum wah mesti kayak iso nganu tapi ung
iso ngenyangi kayak coba kita dakwah
melalui e media sosial dengan cara
sedekah ngasih orang akhirnya orang itu
lebih mudah memahami. Kadang kalau saya
ngambil jalannya kayak gitu Mas. Jadi
kalau saya tiap tahun meskipun saya
harta saya miliaran, saya keluarkan
zakatnya miliaran otomatis
pengusaha-pengusaha lain akan ikut.
Akhirnya tanya-tanya ke ustaz ee
zakatnya gimana toh Mas Kacong kok gitu.
Di media sosial memang tak arahkan ke
gitu. Jadi kita sering konten-konten
sedekah sebenarnya bukan riak. Demi
Allah bukan saya niat saya riak. Saya
berani. Demi Allah saya bukan saya niat
riak. Yang lebih saya
sembunyi-sembunyikan itu cuma yang saya
tampilkan gak ada 5%. Kita penginnya itu
orang itu tahu dan meniru. Maksud saya
kayak gitu. Oh alah Islam itu seperti
itu. Siar istilahnya. Mas Kacong setiap
tahun zakat. Kalau zakat kan wajib
syiar. Orang lain wajib tahu di ke
manakan zakatnya. E wajib tahu. Kita
syiar. Saya kasihkan di kemarin di
Tulungagung sekitar 3.000 fakir. Di dua
kecamatan sini ada ribuan orang. Terus
saya bawa ke Palestina yang lagi
konflik. Palestina saya sudah saya
keluarkan saya beri ambulans, beli apa?
Beri apa? Ada di TikTok kan biar orang
tahu mengikuti. Loh kok Palestina
tetangganya sendiri belum? Ya enggak
mungkinlah. Kalau sudah ke Palestina
berarti tetangganya sudah. Kita sedekah
kan juga diajarkan sama Rasulullah kan
pertama kepada orang tua, kerabat ya
kan? tetangga kemudian yang jauh kan
kita sudah diajarkan ya cuma orang-orang
awam itu belum mengetahui kita tidak
boleh
[Musik]
marah kita harus ambil segi positif Mas
K segi positif saya tuh laki-laki dan
saya adalah pemimpin dan saya selalu
berdoa pada Allah Subhanahu wa taala ya
Allah jadikanlah saya orang yang besar
nanti yang bermanfaat bagi banyak umat
dan saya pengin memimpin intinya saya
pengin jadi seorang pemimpin. Suatu saat
kalau saya diberi nikmat kesehatan, kita
belajar dari coba diimpin rumah tangga
saya dulu. Kita pimpin bagaimana,
tanyakan dulu salatnya. Kamu sudah salat
belum? Jadi kita masuk rumah, pertama
kali yang saya tanyakan pada istri-istri
saya adalah bagaimana kamu sudah salat?
Kepada anak saya pertama, "Kamu hari ini
sudah salat? Kamu hari ini sudah
sedekah?" Sampan tanya istri-istri saya.
Dan saya selalu berdoa kepada Allah
subhanahu wa taala, "Ya Allah,
mudah-mudahan saya menjadi orang yang
besar dan bermanfaat bagi banyak umat."
Kita kalau mau poligami, ya itu yang mau
izin masih izin ke istri pasti
kesulitan. Kita enggak boleh memaksakan
dulu, tapi pahamkan dulu istri-istri
kita dengan norma-norma agama. Jadi
dikasih pemahaman tentang Islam.
Bagaimana kita harus mengimani misal
Annisa ayat 3 kita dibolehkan kita
beristri lebih dari satu. Ayatnya jelas
Anisa ayat 3. Kita tidak suka boleh
sebagai seorang perempuan ya. Tapi
mengingkari tidak boleh. Tidak boleh
kita membenci syariat Allah Subhanahu wa
taala. saya tanamkan ke istri pertama
begitu waktu itu. Jadi sebelum saya
melangkah ke poligami, kita tanamkan
dulu tentang norma-norma Islam kepada
istri saya. Saya ajarkan dari yang belum
mereka yang dulunya tidak berhijab. Oh,
kamu harus berhijab. Ini kalau kamu
keluar rumah dilihat yang bukan mahram
nanti rambu musahah ini bisa menyebabkan
kamu dalam jurang neraka. Dan diajarkan
dulu dari yang terendah dulu. Terus
masalah kita balik ke poligami, ijine
piye dan lain-lain. Kita gak boleh
langsung ngakor rabinen. Kalau saya dulu
sindir-sindir dulu ii wis cukup duit aku
rabine oleh gitu.
Disindir-sendir dulu enggak langsung
kita polis aku pindah karo kain mekon
enggak mas dilihat tak sendir dulu
kemampuan istri saya gimana ketok iki
bojoku lek tah dilihat dulu dari
kemampuan istri saya dulu tak sindiri
dulu dalam kita nyindir ada 1 tahun Mas
tanya ke istri saya sindir-sendiri dulu
bagaimana kita itu hidup punya prinsip
loh kita itu harus yakin kalau saya Mas
ya kita itu punya hidup itu kita
bagaimana sukses di dunia dan tidak
ketinggalan akhirat bukan kita ngomong
sukses akhirat Loh, bagaimana kita
sukses di dunia dalam harga keduniaan
bisnis kita itu kita harus benar-benar
serius kalau kerja. Saya itu Mas start
jam 09.00 pagi kerja sampai kadang
istirahat saya jam 12.00 malam. Jangan
tahu sendiri kan dari padatnya kayak
apa. Keseriusan kedisiplinan benar-benar
kita disiplin. Benar-benar disiplin
serius. Kalau kerja itu ya tenanan
supaya kita sukses. Lek mikir ojo
separuh-paruh aja me tenan. Kita wi
mikir tenanan. Harus serius. Kalau saya
pribadi murus kerja ya wis mempeng
tenan. Aku kok sa nyantai-nyantai. Bukan
alon-alon alas kelakon. Bukan kalau saya
bukan prinsip seperti makin cepat makin
baik. Itu urusan dunia kalau kita kerja
kemudian kita sambungkan lagi ke urusan
akhirat kita tawakal kita takwa. Waman
yatawakal fahua hasbuh tawakal
wqajalah. Jadi kita harus selaraskan
kita harus tawakal juga sembari takwa
pada Allah subhanahu wa taala. Kalau
kita takwa pasti rezekinya datang tanpa
disangka-sangka. Itu janji Allah kan
kita enggak mungkin kan. Janji Allah
pasti. J kalau kita misal ketemu sama
siapapun, ketemu orang-orang besar, kita
harus ada yang lebih kita pentingkan
ketika azan terdengar, tinggalkan semua
pekerjaan. Datangi, itu panggalan dari
Allah. Datang kita selaraskan. Jadi kita
memang benar-benar kalau saya punya
prinsip ngejar dunia yo banter tapi
akhirat yo kudu luwih
banter. Kita enggak tahu ajal kita, Mas.
Walau kita sudah kaya raya, walau kita
berdiri di ujung tembok yang kokoh, kita
tetap mati. Ya, yang intinya bagaimana
kita mempersiapkan kematian. Itu poin
yang pertama. Kalau saya jadi kalau
dunia benar-benar saya persiapkan
seperti ini sehingga saya kaya atas izin
Allah Subhanahu wa taala, kita juga
harus mempersiapkan bagaimana saya mati
menghadap Allah Subhanahu wa taala. Ya,
Mas ya. Kayak gitu. Untuk Genzy yang
sekarang isunya lagi mau males-malesan
ya, cuma ngopa-ngopi ngopi tapi
penginnya sukses, pengine duwe duit, ya
enggak iso toh, Mas. Itu kalau saya,
Mas, orang yang santai-santai terus
penginnya kaya itu mendapat dua
kerugian. Dia di dunia tidak sukses
karena nyantai-nyantai, malas-malasan.
Terus dia kalau tidak mendekati Allah
Subhanahu wa taala, dia tidak takwa,
tidak salat, gugi juga di akhirat. Mati
sudah rugi, di dunia dia sengsara.
Makanya harus kita kejar dua. Dunia kita
selaraskan. Kita dunia juga kejar untuk
masa depan anak-anak kita, untuk diri
kita. Harta kita manfaatkan supaya
bermanfaat bagi banyak orang. agar
supaya harta kita itu bermanfaat untuk
kita setelah nanti mati ya kan harus
kita persiapkan enggak kok ya eng bingi
ngapiirono ya awan turu bengi ngopi l
wis rugi kan engko wis ndak salat wis
rugi akhirate rugi dunyone bener yao wis
sama-sama kita tekuni dunia kita tekuni
akhiratnya juga kita kejar ada dulu
sahabat-sahabat apa mereka
ngelindo-ngelindoh turu-turu enggak kan
mereka berdagang kan mereka para sahabat
juga berdagang jihad-jihad ya enggak
mencari rida Allah mencari rida Allah
ada azan dia datang
Mereka jangan salah, orang-orang para
sahabat tuh dia seorang saudagar yang
kaya-kaya. Banyak yang kaya juga banyak
yang miskin. Yang kaya juga dia itu
sedekahnya juga luar biasa, kerjanya
juga luar biasa. Mudah-mudahan ini
menjawab semua pertanyaan, Mas. Ya. Jadi
ini kita kacung motor alamatnya di ada
beberapa tempat. Jadi satu di Ngelampir
Bandung Tulungagung di kemudian ada juga
yang di Kacung 1 2 3. Itu ada di Desa
Tulungrejo, Besuki Tulungagung. Ada juga
yang di Gundang Tulungagung. Ada juga
yang suaru Bandung Tulungagung. Ada lagi
di Sripit Ngelampir Bandung Tulungagung.
Ada lagi. Iya ada enam. Ada en sampai
sekitar tujuh. Saya owner dari Kacung
Motor. Ee mudah-mudahan ini benar
manfaat dari kami Kacung Motor.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Waalaikumsalam
warahmatullahi wabarakatuh. Yeah.