Transcript
AKou_Lmudfo • CEO Mayangkara Group Ternak 4.000 Domba Dorper, Gunakan Sistem Tanam Microchip
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/PecahTelur/.shards/text-0001.zst#text/0501_AKou_Lmudfo.txt
Kind: captions
Language: id
[Musik]
Saya tuh pakai dorper sudah lama
sebenarnya pakai F1 tapi saya pakai
untuk usaha saya. Saya kan startnya tuh
dari hilir Mas bukan dari hulu ya. Saya
ada namanya kambing guling ajib itu saya
sama Deni Cak
[Musik]
Nan ya. Itu komprehensif sih sebenarnya.
Jadi kita kalau ngelihat pertumbuhan
bagus itu satu genetik. genetik. Yang
kedua ee perlakuan. Perlakuan itu bisa
pakan, bisa suasana. Bagaimana membuat
dia itu bahagia. Si ternak kita ini kan
makhluk hidup, Mas. Jadi kalau dia
bahagia itu biasanya dia ee feedback ke
kita
[Musik]
bagus. Jadi namanya ada namanya
confirmity. Confirmity itu melihat
secara fisiknya dulu. Jadi mulai head,
strong head, strong neck, long barrel,
good muscle, dan reproduksi. Nah, itu
confirmity. Level tertingginya five
confirmity five. Jadi kalau dan head pun
itu ada didetailkan lagi. Head itu kita
harus lihat mata. Kemudian crownnya,
crown itu kerut-kerutnya, kemudian
telinga, bentuk telinga. Kenapa kok
telinga? Kok aneh kok ada debu dengan
daging? Ada hubungannya sama
[Tepuk tangan]
karakter.
Secara manajemen kan kita teknologi ya,
kita pakai teknologi kita ee ini semua
masing-masing ada mikrochipnya. J setiap
domba yang ada ini ada mikrochipnya di
belakang telinga. Jadi setiap domba ini
ada database dia. Jadi ada pakai scanner
kita scan cek di belakang telinganya ini
ada mikrochip-nya. Dia muncul tuh ini
lahir kapan, bapaknya siapa, emaknya
siapa, bobot lahir berapa, bobot minggu
ini berapa, apa pernah disuntek apa aja
dia dari apa geser dari kandang mana ke
mana sampai empat turunan di atasnya.
[Musik]
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh. Saya Aguan
Blitar, owner dari Dorper Prime Range
Indonesia. Saya peternak domba door di
Indonesia. Kita ada empat kandang.
Kandang yang ini di Gandusari. Kemudian
ada lagi kandang di Serengat. Kemudian
di Inji Jiwood kandang pertama kita.
Kemudian di Maliran J masing-masing
kandang ini beda-beda fungsi, beda-beda
tugas klusternya sendiri-sendiri. Jadi
kalau yang gandusari ini khusus untuk
pengembangan doorper eh full blood yang
kita cetak untuk breeding. Cuman kalau
kita fokusnya ke dorper, dorper ini kan
termasuk baru ya di Indonesia. Dorper
ini baru masuk 2018. Itu pun juga belum
hypes ya. Baru
ee
2022 itu Dper baru marak. Setelah itu
saya akhir 2022 itu saya baru start
Dper. Sebelumnya
[Musik]
campur-campur. Dorper itu kenapa kok
booming di Indonesia? Ya memang karena
Dorper ini yang pertama dia fitrahnya
Dorper ini domba pedaging, Mas. Domba
pedaging unggul sudah dikenal di seluruh
dunia. Ada banyak riset itu ini
mengukurkan dorper sebagai domba
pedaging terbaik. Ada lima terunggul,
lima tertinggi. Dorper itu naik
tertinggi sebagai penghasil daging
terbaik baru jenis-jenis yang lain. Dan
ini diakui dan karena Dolper ini salah
satu jenis domba dari luar yang
adaptasinya dia itu bagus sehingga mudah
berkembang di Indonesia. Nah, Dorper ini
kan asalnya dari e South Africa ya, dari
Afrika Selatan. Tapi dia berkembang
bagus di negara-negara empat musim. Dia
berkembang bagus di salju, di bahkan di
China itu di padang pasir mereka
ternaknya masuk di Asia Tengah masuk ke
Australia. Terus di Indonesia berkembang
bagus karena adaptasinya dia bagus
sehingga doperdorper ini cepat ini ya
cepat merakyat dibandingkan jenis yang
lain yang perlu adaptasi. Ada beberapa
jenis domba dari luar e itu yang tidak
bisa beradaptasi. Dper itu memang dia
direate untuk menjadi pendaging. Jadi
dia keunggulannya adalah di satu
pertumbuhan dagingnya. Yang kedua
kualitas dagingnya sangat berbeda
sekali. Dorper ini ADG-nya atau
pertumbuhan hariannya itu bisa 300 gr
per hari untuk anakan ya. Untuk yang ini
sampai umur-umur 6 bulan itu artinya dia
bisa sekitar 9 kilo per bulan
pertumbuhannya sebenarnya. Karena memang
ee untuk yang full blat apapun kuda ya.
Kuda yang jenis bagus itu juga miliar
harganya mahal. Barang kalau bagus mahal
biasanya bagus tapi yang mahal belum
tentu bagus. Demikian juga ini jenis
full blood yang lain juga sama. Jadi
misalnya jenis-jenis kambing sanen,
kambing perah yang full blat juga
harganya juga puluhan juta. Safik atau
kita nyebut di di Indo nyebutnya sufok
itu nyebutnya safik itu sebenarnya
jembah safik itu juga yang full blad
juga mahal sebenarnya tidak hanya dorper
tapi kemampuan dia untuk menciptakan ee
turunan yang baik itu menjadikan dia
sebenarnya kalau dikalkulasi menjadi
sebenarnya gak mahal secara rupiah
sedikit yang dikeluarkan tapi kalau dia
tidak mampu untuk menciptakan produksi
yang bagus jadinya mahal Mas tergantung
tadi sudut pandang mana kita melihatnya
aja sekarang kalau kita yang ngambil
Full blood itu seharusnya itu adalah
breeder. Artinya breeder ini dia
beternak bukan dalam skala kecil 5 ekor,
10 ekor. Bukan seperti jenis yang lain.
Tapi skalanya biasanya cukup banyak
puluhan ratusan ekor lah minimal. Jadi
dia baru butuh full blood. Di bawah itu
sebenarnya dia belum butuh full blood.
Tapi orang ya karena FOMO Mas sebenarnya
dia belum butuh itu. Kemudian orang itu
butuh full blood ketika populasi dia
sudah rasio populasi dia sudah cukup.
Ah, itu baru dia butuh fobah di luar itu
sebenarnya belum
butuh. Saya tuh pakai doorper sudah lama
sebenarnya pakai F1 tapi saya pakai
untuk usaha saya. Saya kan startnya tuh
dari hilir, Mas. Bukan dari hulu ya.
Saya ada namanya kambing guling ajib.
Itu saya sama Deni Caknan ee bikin itu
kambing guling ajib. Ajib ini sudah
hampir 12 tahun. Nah, sebelum-sebelumnya
saya pakai lokal, pakai ini, pakai itu,
segala macam. Tapi once ketika saya
dapat doorper F1 saya langsung wi. Ini
yang harus sudah cocok nih. Ah, ketemu
nih. Ah, klik nih. Akhirnya dari situ
saya pakai doorper pakai F1. Cuman
karena populasinya belum banyak sehingga
ngantrinya lama. Jadi misalnya kebutuhan
saya hari ini, saya harus ngantri untuk
3 bulan ke depan. Karena suatu saat wah
kayaknya harus darper ini harus ee in
house ya. Itu komprehensif sih
sebenarnya. Jadi kita kalau ngelihat
pertumbuhan bagus itu satu genetik.
Genetik. Yang kedua ee perlakuan.
Perlakuan itu bisa pakan, bisa suasana.
Bagaimana membuat dia itu bahagia? Si
ternak kita ini kan makhluk hidup, Mas.
Jadi kalau dia bahagia itu biasanya dia
ee feedback ke kita bagus. Biasanya dia
jarang sakit, artinya cost untuk
kesehatan kita lebih sedikit. dia
produksi susunya dia bagus kalau dia dai
produksi dagingnya dia bagus kalau dia
itu untuk pedaging. Itu perlakuan dari
pakan apa namanya dari kandang bagaimana
membuat dia itu bahagia. Tapi yang lebih
dari dasar itu adalah pondasinya yaitu
genetik. Saya analogikan seperti ayam ya
misalnya satu ayam KT satunya ayam
bangkok. Bedane toh dikasih ayam kate,
dikasih pakan ayam bangkok, dikasih
pakan seaw ya tetap segitu ya. Ayam
bangkok dikasih pakannya ayam kate dia
juga jik gede. Jadi faktor genetik itu
penting. Genetik yang bagus itu ada
kriterianya memang pedomannya namanya eh
bridge standard of excellent. Itu ada
kitab sucinya, ada sekolahnya dan dan
harus disekolahi karena hanya
mempelajari aja enggak akan cukup dan
gak akan paham. kita harus sekolah itu
sekolahnya di Australia dan sekolahnya
pun bertingkat. Jadi apa ada junior,
senior satu, senior du, senior 3 sampai
dia menjadi sekitar sekitar 3 tahun, 4
tahun lah baru bisa. Karena sekolahnya
enggak setiap waktu ada jadi setahun
hanya dua kali. Ya, saya sekolah itu ya
saya pengin dorper saya bagus. Saya
ingin menciptakan dorper saya itu sesuai
yang saya harapkan. Jadi saya pengin
tahu, saya pengin bisa membedakan mana
yang do bagus, mana yang tidak untuk
breeding. Kalau untuk potong jelas gitu
ya. Tapi kalau untuk breeding kita harus
mengenali satu. Kedua, bisa kita dari
kita ambil DNA DNA-nya DNA marking
namanya. Iya. Ada bukan lab ee tapi ada
metodologinya sendiri. Ada metodenya
untuk untuk pengambilan sampel DNA-nya.
Jadi bisa dimarking ini dia anaknya satu
atau dua dia dagingnya bagus atau dak
dia ini kayak gitu. dia bisa dilacak
namanya dena marking itu. Saya enggak
enggak ini karena itu punya ee harus
orang yang sekolah untuk itu saya
sekolahnya di asesornya. Jadi secara
fenotip aja, secara fisik aja. Jadi kita
menilai dari ujung ke ujung ini mereka
punya ciri-ciri yang dominan. Nah,
ciri-cirinya ciri-cirinya ini semuanya
ada ini ya ada dasarnya. Jadi pertama
kalau kita ngelihat dorper itu jadi
namanya ada namanya confirmity.
Confirmity itu melihat secara fisiknya
dulu. Jadi mulai head, strong head,
strong neck, long barrel, good muscle,
dan reproduksi. Nah, itu confirmity.
Level tertingginya five confirmity five.
Jadi kalau dan head pun itu ada
didetailkan lagi. Head itu kita harus
lihat mata. Kemudian crownnya, crown itu
kerut-kerutnya, kemudian telinga, bentuk
telinga. Kenapa kok telinga? Kok aneh
kok ada debu dengan daging? Ada
hubungannya sama karakter. Biasanya
kalau dia tuh ke telinganya itu pendek,
dia kita nyebutnya eloko namanya. Kalau
di Australia, dorper gila, angin susah
diatur sehingga dia biasanya agak kalah
pertumbuhannya, efeknya ke sana. Jadi
pertama kita lihat holper itu strong
head. Biasanya kalau dia strong head itu
ke belakang anunya bagus, tapi tidak
selalu. Tapi ini makanya harus dilihat
ini ya. Next juga begitu harus leher
juga harus strong neck itu kayak M Ton
tuh gede gitu ya. Kemudian front leg
harus kita nilai juga di harus ini
round. Kemudian ada namanya, kemudian
dadanya juga kita harus ee cek ada
namanya dada terlalu maju. Biasanya
kalau ganggu gini biasanya daging di
lengan itu lebih dikit baru barel.
Barrel harus long straight barrel. Jadi
barrel itu harus lurus kemudian tidak
boleh low. Kemudian di frontnya enggak
boleh low, backnya enggak boleh low
karena di sini ada daging. Jadi kalau
biasanya kalau di barelnya itu dia
straight dia lurus, long panjang dan
lurus itu jumlah dagingnya lebih banyak.
dibandingkan yang dia low. Kemudian
muscle. Muscle itu juga harus kita cek
inner outernya. Inner muscel-nya harus
bagus, outernya harus bagus. Yang gede
gitu ya. Jadi makanya dorper ini kan
semok-semok gitu. Jadi saya bilang ke
teman-teman kalau beli doorper jangan
yang tepos. Dorper itu harus semok gitu
karena itu maselnya dia ada di situ. Lag
daging di apa? L itu kan termasuk tinggi
ya permintaan ya. Selain di loin, jadi
selain lem itu lem itu juga termasuk
tinggi. Solver tuh dari turunan pertama
sudah bagus. F1 dia sudah excellent.
Jadi seperti yang di kita di Darper
Prime itu F1 kita potong sudah F1 F2
udah jadi final stok. Jadi dia udah beda
banget dengan kan kalau F1 itu kan
berarti bapaknya full blood, emaknya
yang lokal. F1 itu kita sudah sudah jadi
final stok sudah kita potong. Udah beda
banget dengan domba lokal.
Pertumbuhannya, kualitas dagingnya sudah
beda banget. Satu suasana yang membuat
dia itu bahagia. Dia bisa full exercise
seperti Mas lihat di sini dia happy.
Caranya ngelihatnya kita bisa ngelihat
dari ini ya apa e indikatornya dari
perilaku. Jadi gimana dia dorper itu
domba itu kan koloni ya. Nah, bagaimana
dia bertingkah, dia full exercise, dia
banyak lari-lari ini ini, itu bahagia
dia. Dibandingkan dengan yang di yang
pola intensif pasti ada aja itu nanti
sing inilah sing itu. Tapi kalau di free
range gini kan dorper itu ada sedikit
ada liarnya, Mas. Satu door jantan itu
paling gak 6 tu orang bisa megangi itu.
Iya, kuat banget dar tuh ya. Kalau kita
belajar jadi di Australia itu mereka 1
hektar itu isinya paling cuma 20 ekor.
Karena kan rumput ini harus diberi
kesempatan untuk dia tumbuh ya. Jadi dia
ada sistem roteri. Makanya Mas lihat di
sini ada di agak dibager nih. Ini
memberi kesempatan dia untuk bernapas.
Nah, setelah dia tumbuh baru di ini. Itu
ideal sih gitu kalau full free
range-nya. Ya, kalau saya kan enggak
full nih. Saya masih ada ekstra feeding
karena lahan
terbatas. Saya banyak
kasih upgrade biji-bijian. Ada kedelai,
ada jagung, ada ini biji-bijian. Kita
banyak kasih mereka ekstra ya agar
kualitas dagingnya dia lebih bagus. Ya,
itu kebutuhan dia. Jadi kalau full
grassing biasanya dagingnya lebih alot
ya. Jadi seperti walaupun doorper itu
sudah empuk seperti Kobe. Sapi Kobe di
Jepang Wagyu. Nah, itu kan di Jepang tuh
ada sekitar 300 brand lah. 300 farm
besar sapi wakyu. Itu mereka sama-sama
Kobenya tapi mereka punya rahasia
dipakan dan rata-rata mereka pakai green
untuk apa ya menciptakan istilahnya apa
fat distribusinya itu dia bagus. Jadi
indikator penilaian tadi selain
confirmity itu yang kedua adalah fat
distribution. Fat distribution ini
dibutuhkan di industrinya di daging.
Jadi untuk bikin stik yang enak itu fat
distribusinya harus bagus. Kalau wagyu
itu di fat intramuskuler ya di dalam
daging ya. Sama seperti ini dorper ini
kita untuk memunculkan itu green yang
kita mainkan bukan gras. Gras itu untuk
pertumbuhan. Tapi untuk sudah mendekati
potong itu green. Kalau di kita F1 itu 2
bulan sudah kita potong, 2 bulan sudah
bobot 30 kilo. Sama kalau domba lokal
umur 1 tahun 2 bulan sudah kita potong.
Tapi kita ada produk juga yang customer
yang butuh size besar ya ee lag betul
besar itu ya di atas itu ada yang 4
bulan, ada yang ini. Tapi rata-rata
maksimal di 5 bulan sudah kita potong.
maksimal itu sudah 5 bulan itu sudah
bobot-bobot 60 kilo. Eh, iya yang kita
potong kan bukan full blood-nya, tapi
full blood kita potong juga. Full blood
itu kita yang full blood yang enggak
brid standard itu saya potong ya. Karena
memang ada marketnya juga yang dia mau
kayak wagu sama itu kan juga ada kan
wagu itu wagu full blood dia harganya
beda wagu yang F1, F2 dan seterusnya
sampai F4 F5. Nah, itu sama kita yang
enggak masuk brid standard ya kita
sembelih juga.
[Musik]
Saya dulu saya masih awal memulai saya
itu ada berbuat kesalahan lah mungkin
bisa di lesson learn ya bisa belajar
dari kesalahan saya dulu ketika saya
masih awal-awal memulai saya maunya
langsung
banyak itu domba dari pasar jadi setiap
hari saya ke pasar saya belanja 5 ekor
10 ekor padahal saya enggak punya
ilmunya ya panen itu kita setiap minggu
Mati 10, mati 15, mati
15. Panen kematian ya karena enggak ada
ilmunya, enggak cukup tapi karena pengin
aja. Nah, mungkin kalau kita baru
memulai ya diperdalam ilmunya dengan
satu populasi jangan banyak dulu. Kan
yang sering banyak dilakukan pemula itu
jadi langsung bengkinnya itu gede. Mulai
dari yang ada aja dulu mulai dari yang
kecil. Dulu saya modalnya berapa zaman
itu domba kambing itu kambing ya bukan
domba saya harga masih
Rp150.000 masih Rp200.000 satu ekor
waktu itu ya. Nah, tapi nilai uang waktu
itu ya kalau sekarang ya paling ya
sekitar berapa 500 600 kalau yang
cempe-cempe gitu ya kasih kelas pasar
pasih itu. Jadi ya kita mulai dari modal
enggak banyak tapi kan bergulir gitu
jadi kecil dikit besarkan gitu fokus dan
cinta. Jadi kita menjalankan semua ini
harus dengan cinta. Kalau enggak ada
cinta enggak bisa. Kita harus bisa
mencintai apa yang kita kerjakan. kita
menikmati nanti ya ketemu sendiri. Oh
ternyata begini. Oh gini. Ibaratnya kita
bisa ngobrolah sama mereka baca karakter
kayak tadi ya. Kenapa itu e mencret
kayak gitu? Itu bisa dibaca dari
karakter dari perilaku. Jadi ketika dia
menyendiri dia kepala ke bawah kepala k
makan. Nah itu berarti ada yang enggak
benar misalnya gitu. Kalau domba itu kan
kepala ke atas. Jadi ketika dia
menyendiri atau dia kepalanya terus ke
bawah terus nah ini mesti enggak sehat
ya. Nah, itu harus kita evakuasi, kita
karantina. Satu, pakan harus bergizi,
harus bagus, nutrisi harus tercukupi,
kemudian ee lingkungan, udara, air,
kebahagiaannya dia tadi harus kita
pastikan dia itu bahagia gitu. Kalau dia
sedih, dia susah, kita tahu tahu kita
bisa baca gitu dari
perilaku tahu kita bisa membaca
ekspresi. Terus kemudian dorber itu kan
koloni, domba itu sori, domba itu kan
koloni beda sama kambing. Kalau kambing
soliter. Koloni ketika dia tadi
menyendiri dia ini dia
kelihatan dan domba itu pencemburu, Mas.
Iya. ketika dia sudah punya pasangan
gitu ya, pasangannya didekati oleh cowok
lain, oh dia protektif, posesif ya,
posesif kayak gitu. Ah, itu kita
pelajari itu dari perilaku mereka dan
dari perilaku mereka kita tahu, oh ini
dari nutrisinya kurang ininya, ini
kurang ini pakannya kurang gini dia
kurang
ini. Secara manajemen kan kita teknologi
ya, kita pakai teknologi kita ee ini
semua masing-masing ada mikrochipnya. Di
setiap domba yang ada ini ada
mikrochipnya di belakang telinga. Jadi
setiap domba ini ada database dia. Jadi
ada scanner kita scan di belakang
telinganya ini ada mikrochip-nya. Dia
muncul tuh ini lahir kapan, bapaknya
siapa, emaknya siapa, bobot layar
berapa, bobot minggu ini berapa, apa
pernah disuntek apa aja dia dari apa
geser dari kandang mana ke mana sampai
empat turunan di atasnya. empat di ini
kan pedegri itu di empat turunan di atas
itu database-nya ada setiap individu
setiap domba kita ada 4.000 1000 ekor ya
sekarang ee 4000 4.000-nya kita punya
database-nya dan itu bisa in a second
cuman ketik cek kita tahu bisa dianek
ini kita langsung tahu nih oh ini
bapaknya itu emnya itu turunannya ini
satu database itu pertama yang kedua tim
kita itu juga harus yang satu rasa sama
kita
sebagus-bagusnya sistem kalau pelaku
sistemnya enggak menjalankan dengan
sepenuh hati juga enggak akan jadi. Jadi
manpower kita dari sekian personel itu
semua harus ya itu kita cari yang yang
cinta sama bidang ini gitu. Enggak bisa
hanya sekedar tukang makani, tukang
bersih-bersih. Enggak tadi harus ada
rasa karena ini makhluk hidup. Ini
makhluk hidup yang ada emotional
bonding. Biasanya saya kalau rekrut
orang itu eh berdasar referensi
rekomendasi. Jadi jarang saya apa open
recruitment gitu ya. carang sekali.
Kecuali kalau starting kandang baru
kecuali. Tapi kalau penambahan atau ini
saya referensi dari tim yang sudah ada.
Jadi biar mereka tahu biasanya kita
pakai ilmu ini biasanya orang tuh yang
berkumpul dengan dia orang dan seseorang
itu biasanya kan yang satu jiwa satu ini
biasanya kan ini ya kumpulannya gitu ya
itu kan biasanya yang serupa gitu ya.
Nah, ya cuman itu aja. Jadi simpel saya
pakai coro metode kuno kayak gitu ya.
Kan ada ada probation juga kan ada masa
percobaan. Nah, kalau probation dia
lolos ya lanjut. Kalau enggak ya enggak
bisa dipaksain. Nanti saya
tersiksa dia juga tersiksa.
Masing-masing beda. Jadi kayak di sini
ini empat empat orang ya. Ini populasi
500-an ekor ya kulat ya. di kandang
sengat tu yang paling gede. Kandang
sengat itu 2.500-an lah. Itu ada 11
karena breeding. Jadi dia harus nangani
kelahiran 24 jam. Kemudian ini kalau
yang di Maliran ee dia riring sama
seperti ini tapi dia kandang produksi.
Jadi cukup empat orang itu nangani
hampir ee 500 600-an lah. Sama di
Injwood itu finishing kandang yang mau
potong mau sembelih itu juga empat
orang. RPH kita pakai RPH-nya
pemerintah. Tergantung konsepnya. Kalau
dia untuk di sini kan ini kandang ee
gestasi, gestation. Semua yang di sini
semua bunting. Semua bunting. Jadi sini
kandang untuk dia bumil sampai dia
melahirkan sampai anaknya lepas sape ya
toh. Kemudian maknya kita geser ke
koloni kandang kawin di sengat. Jadi di
sini hanya untuk yang melahirkan. Ini
empat orang ya cukup. Dua shift pagi,
dua shif malam. Karena kadang-kadang
malam lahir kan. Kalau yang diengat
karena populasi lebih banyak jadi butuh
banyak. Kalau dia e fatening seperti
atau finishing itu enggak banyak orang.
Satu orang bisa handle 500 sampai 1.000
bisa. Dia enggak ada handling. Setiap
orang kebahagiaannya sendiri-sendiri.
Ya, bagaimana dia menciptakan
kebahagiaannya sendiri ya itu bebas.
Tapi yang penting kita harus tahu bahwa
semua itu ada ilmunya. bagaimana dia
termasuk tadi ya mention kita ini ini
grade yang apa nih gitu ya apakah type 5
type 4 selection 2 selection one atau
calling itu slouter potong e kelas
potong itu ada sekolahnya tadi ada
ilmunya 55 enggak banyak jantan saya
cuman punya lima iya yang jantan kalau
yang anaknya sudah pada
lakuanya lumayan banyak dulu kalau kalau
yang anakan kita yang top five e lumayan
banyak tapi Udah laku umur-umur 2 bulan
3 bulan udah dibeli orang udah ini yang
type 5 dan dan ini uniknya doorber
yangelaku duluan biasanya malah yang
paling mahal serius ya kalau anakan saya
type 5 itu ada yang 50 Rp50 juta iya
yang beli orang Kediri namanya ee dulu
di sini dinamain monster ya memang dia
memang ee spesial ya tapi rata-rata F5
di kita ya 40-an lah yang dicari itu
yang malah yang mahal yang type F type F
type four type 4 aja orang Ada Tyfe
enggak gitu di Indo ya? Di Indo kalau
yang dewasa paling 100 lah. Paling saya
dewasa ndak tak jual kita itu
mesinnya yang kita pakai untuk ini untuk
memproduksi yang kita jual yang anaknya.
Iya yang anaknya. Kalau yang bapaknya
enggak. Ee karena yang penting tuh
pejantan dari jantannya itu harus yang
bagus. Betina boleh yang biasa-biasa
aja, tapi kalau pejantan harus yang
excellent, harus yang bagus. Karena
jantan itu kuncinya. Jantan itu
kuncinya. Apa ya? Saya ini kan kawulo
rileks, Mas. Jadi ya kulo rileks itu ya
segini aja udah udah senang saya tuh
ngelihat corpor makam
beranak-binak performance bagus itu saya
sudah senang sudah bahagia sesimpel itu.
Memang dari kecil saya tu suka ternak
dari dari kecil W. Iya dari dulu zaman
sekolah itu saya SP itu setiap bolos
saya bolosnya di pasar ternak pasar
hewan SMP SMA itu bolosnya di dulu di
Blitar. Di ini kuliah pun saya zaman
kuliah nongkrong saya di dulu pasarnya
di apa kota lama ya dulu ya sebelum
pindah ke Mendit ya. Ya, itu teman-teman
saya bakul-bakul wedus, bakul sapi yang
itu di dunia perlombaan ya. Ini kita
enggak berhenti riset, kita keep going.
Riset, riset, riset, riset, riset
kerjaan kita itu agar bisa berkembang
dengan baik. Riset mau eh di onfarm-nya
maupun riset di produk heilirnya. Gimana
kita bisa meng-create the best land in
the world itu dari Indonesia. Sekarang
masih dipegang New Zealand sih. New
Zealand bukan Australia. New Zealand
terbaik itu saya udah ngerasain sendiri.
Nah, itu dan itu kita bisa satu genetik
ya. Kita kembangkan genetik ini yang
baik, yang bagus. Kita datangkan yang
terbaik, yang bagus. Kita kelola di sini
yang baik, yang bagus dan juga
manajemennya manajemen onfarm yang sudah
bagus. Untuk ilirnya juga kita sesuai
dengan standar yang ada sehingga produk
kita itu swag ya. Kita kalau mencintai
profesi ini kan all out, Mas. Enggak,
enggak. Ini kita all out ya. kita pagi,
siang, malam itu enggak ada beban. Itu
aja. Kalau kita mencintai apapun gitu
kan, kita cinta otomotif, kita cinta
manusia lain atau kita cinta itu kan
kita all out kan. Kita kan berarti kan
di situ. Saya itu berangkatnya dari
hilir, Mas. Jadi start saya dari finish
dari hilir. Saya dari hilir baru saya
tarik ke hulu ya. Sehingga ya output itu
kan kita e bicara masalah output kan
berarti kan. Jadi kalau healir beres
ulusi bisa dirive se apapun gitu
menyesuaikan. Jadi kita harus paham
target
marketnya ini siapa, bagaimana kita
mencapainya, bagaimana kita meraihnya.
Itu yang harus kita perdalam dan kita
harus detail ya. Attention to details
itu penting. Doorpon ini bisa untuk high
end dia bisa masuk, Mas. Untuk stick
house dia bisa masuk. Jadi karena di
stick house itu kan ada menu lem chop.
Nah, itu doorper top banget di situ.
Lemrek top banget di situ. Stick, lem,
stick, terus kemudian menu-menu
mediteran itu banyak pakai lem. Nah, itu
dorper itu bisa menjawab kebutuhannya
itu. Even di apa? Low market, di pasar
sate, gule, di pasar low market itu
Dolver bisa menjawab karena apa ya? Dia
2 bulan sudah sembelih ya. Berarti kan
peternak kita kan dia HPP-nya rendah.
Dia enggak harus pelihara sampai
setahun. 2 bulan dia sudah cash flow dia
sudah bisa jalan berputar, ya sudah ada
pemasukan, enggak harus nunggu setahun.
Jadi tergantung kita mau masuk yang ke
high end atau low end, mau yang mana
atau dua-duanya. E lama mampu ya
silakan. Kita ada holding company better
Darper Agrotama Investa Holding Company.
Kita punya ada sister company, ada anak
perusahaan juga. Jadi masing-masing ini
ada perusahaan sendiri yang handle. Jadi
kayak pemasaran ada perusahaan sendiri
kita yang nangan khusus pemasarannya
untuk
produksi itu ada perusahaan sendiri kita
yang ini farm on farm. Jadi
masing-masing ada perusahaan sendiri
yang nangani. Saya kalau meng-cover
semuanya it sampai z pasti enggak akan
details. Tapi kalau masing-masing tadi
itu sudah ada yang bisnis yang menangani
dia pasti akan details banget mainnya.
Nah, ini kan bukan ini ya tetap tetap
profit oriented kan pastilah dan di
masing-masing lini tadi harus profit
semua. Itu kan katanya orang-orang yang
modal besar. Yang penting itu tekad yang
besar. Insyaallah ada jalan semua ada
solusinya. Problem itu bukan di modal.
Problemnya itu adalah di itu petarung
bukan jiwanya itu. Dia kalau jiwanya
pewarung ya enggak iso. Harus petarung
memang harus fight. Kita kalau
melihatnya harus komprehensif ya.
Kadang-kadang orang dalam melihat itu
kadang-kadang hanya lihat kulitnya. Jadi
ketika oh ini bisnis bagus oh ikut-ikut.
Ah ternyata loh kok enggak bagus ya?
Karena dia yang ngelihat kulit dia
enggak indef. Ind itu perlu kedalaman
itu perlu. harus detail, harus harus
dipelajari betul step by step ya. Every
single step itu harus dipelajari betul
gitu. Tapi kalau oh ini bagus, oh ini
enggak, oh ini bagus, ini enggak. Orang
hanya peduli itu ke ke what-nya. Orang
kadang-kadang enggak enggak enggak
enggak ngelihat how-nya. Padahal ini
lebih penting. Apapun, enggak cuman
domba ya, apapun di bidang apapun selalu
ada yang sukses di bidang itu. Sebut aja
apa misalnya pasti ada ya orang jualan
ayam goreng. Wah banyak yang sukses
banyak yang enggak juga gitu. Tergantung
kita saya seperti apa. Orang barang
bekas banyak yang sukses. Orang apapun
jangankan apa penjahat, penipu, koruptor
itu kalau dia mau sukses ya kan wah dia
haya harus
nguasai, dia harus militan, dia harus
petarung gitu. Dia harus ini baru dia
menjadi koruptor yang sukses ya. ya.
Apalagi bidang yang bagus, bidang yang
baik, bisnis kemudian ini. Nah, orang
harus harus harus harus lakukan itu.
Yang penting kita fokus kemudian kita
details. Nah, kemudian petarung. Tapi
kalau kita gampang pindahet pindah
pindah terganti. Ya, ibarat masalah gak
matang. Kalau why itu kan gampang itu
why itu kalau orangnya why loh why not.
Iya kan? Lah, kenapa enggak kamu kok
ngejalanin ini sih? Lah, ya, kenapa
enggak? Bisa kok. Nah, kita ngelihat
sekarang apa
bosnya Facebook itu juga sekarang
ternak, bosnya Google Bill Gates itu
juga dia farming. Backham farming, ya
kan? Why not? Fokus aja sih. Fokus.
Enggak usah
pengameng
details. Yang penting ya tadi selama
bidang itu kita itu lakukan dengan cinta
kasih, kita lakukan dengan kasih sayang.
Kalau kita kasih dia pasti sayang sama
kita. Saya Agwan Blitar dari Dorper
Prime Indonesia menyampaikan terima
kasih. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Yeah.