Transcript
AKou_Lmudfo • CEO Mayangkara Group Ternak 4.000 Domba Dorper, Gunakan Sistem Tanam Microchip
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/PecahTelur/.shards/text-0001.zst#text/0501_AKou_Lmudfo.txt
Kind: captions Language: id [Musik] Saya tuh pakai dorper sudah lama sebenarnya pakai F1 tapi saya pakai untuk usaha saya. Saya kan startnya tuh dari hilir Mas bukan dari hulu ya. Saya ada namanya kambing guling ajib itu saya sama Deni Cak [Musik] Nan ya. Itu komprehensif sih sebenarnya. Jadi kita kalau ngelihat pertumbuhan bagus itu satu genetik. genetik. Yang kedua ee perlakuan. Perlakuan itu bisa pakan, bisa suasana. Bagaimana membuat dia itu bahagia. Si ternak kita ini kan makhluk hidup, Mas. Jadi kalau dia bahagia itu biasanya dia ee feedback ke kita [Musik] bagus. Jadi namanya ada namanya confirmity. Confirmity itu melihat secara fisiknya dulu. Jadi mulai head, strong head, strong neck, long barrel, good muscle, dan reproduksi. Nah, itu confirmity. Level tertingginya five confirmity five. Jadi kalau dan head pun itu ada didetailkan lagi. Head itu kita harus lihat mata. Kemudian crownnya, crown itu kerut-kerutnya, kemudian telinga, bentuk telinga. Kenapa kok telinga? Kok aneh kok ada debu dengan daging? Ada hubungannya sama [Tepuk tangan] karakter. Secara manajemen kan kita teknologi ya, kita pakai teknologi kita ee ini semua masing-masing ada mikrochipnya. J setiap domba yang ada ini ada mikrochipnya di belakang telinga. Jadi setiap domba ini ada database dia. Jadi ada pakai scanner kita scan cek di belakang telinganya ini ada mikrochip-nya. Dia muncul tuh ini lahir kapan, bapaknya siapa, emaknya siapa, bobot lahir berapa, bobot minggu ini berapa, apa pernah disuntek apa aja dia dari apa geser dari kandang mana ke mana sampai empat turunan di atasnya. [Musik] Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Aguan Blitar, owner dari Dorper Prime Range Indonesia. Saya peternak domba door di Indonesia. Kita ada empat kandang. Kandang yang ini di Gandusari. Kemudian ada lagi kandang di Serengat. Kemudian di Inji Jiwood kandang pertama kita. Kemudian di Maliran J masing-masing kandang ini beda-beda fungsi, beda-beda tugas klusternya sendiri-sendiri. Jadi kalau yang gandusari ini khusus untuk pengembangan doorper eh full blood yang kita cetak untuk breeding. Cuman kalau kita fokusnya ke dorper, dorper ini kan termasuk baru ya di Indonesia. Dorper ini baru masuk 2018. Itu pun juga belum hypes ya. Baru ee 2022 itu Dper baru marak. Setelah itu saya akhir 2022 itu saya baru start Dper. Sebelumnya [Musik] campur-campur. Dorper itu kenapa kok booming di Indonesia? Ya memang karena Dorper ini yang pertama dia fitrahnya Dorper ini domba pedaging, Mas. Domba pedaging unggul sudah dikenal di seluruh dunia. Ada banyak riset itu ini mengukurkan dorper sebagai domba pedaging terbaik. Ada lima terunggul, lima tertinggi. Dorper itu naik tertinggi sebagai penghasil daging terbaik baru jenis-jenis yang lain. Dan ini diakui dan karena Dolper ini salah satu jenis domba dari luar yang adaptasinya dia itu bagus sehingga mudah berkembang di Indonesia. Nah, Dorper ini kan asalnya dari e South Africa ya, dari Afrika Selatan. Tapi dia berkembang bagus di negara-negara empat musim. Dia berkembang bagus di salju, di bahkan di China itu di padang pasir mereka ternaknya masuk di Asia Tengah masuk ke Australia. Terus di Indonesia berkembang bagus karena adaptasinya dia bagus sehingga doperdorper ini cepat ini ya cepat merakyat dibandingkan jenis yang lain yang perlu adaptasi. Ada beberapa jenis domba dari luar e itu yang tidak bisa beradaptasi. Dper itu memang dia direate untuk menjadi pendaging. Jadi dia keunggulannya adalah di satu pertumbuhan dagingnya. Yang kedua kualitas dagingnya sangat berbeda sekali. Dorper ini ADG-nya atau pertumbuhan hariannya itu bisa 300 gr per hari untuk anakan ya. Untuk yang ini sampai umur-umur 6 bulan itu artinya dia bisa sekitar 9 kilo per bulan pertumbuhannya sebenarnya. Karena memang ee untuk yang full blat apapun kuda ya. Kuda yang jenis bagus itu juga miliar harganya mahal. Barang kalau bagus mahal biasanya bagus tapi yang mahal belum tentu bagus. Demikian juga ini jenis full blood yang lain juga sama. Jadi misalnya jenis-jenis kambing sanen, kambing perah yang full blat juga harganya juga puluhan juta. Safik atau kita nyebut di di Indo nyebutnya sufok itu nyebutnya safik itu sebenarnya jembah safik itu juga yang full blad juga mahal sebenarnya tidak hanya dorper tapi kemampuan dia untuk menciptakan ee turunan yang baik itu menjadikan dia sebenarnya kalau dikalkulasi menjadi sebenarnya gak mahal secara rupiah sedikit yang dikeluarkan tapi kalau dia tidak mampu untuk menciptakan produksi yang bagus jadinya mahal Mas tergantung tadi sudut pandang mana kita melihatnya aja sekarang kalau kita yang ngambil Full blood itu seharusnya itu adalah breeder. Artinya breeder ini dia beternak bukan dalam skala kecil 5 ekor, 10 ekor. Bukan seperti jenis yang lain. Tapi skalanya biasanya cukup banyak puluhan ratusan ekor lah minimal. Jadi dia baru butuh full blood. Di bawah itu sebenarnya dia belum butuh full blood. Tapi orang ya karena FOMO Mas sebenarnya dia belum butuh itu. Kemudian orang itu butuh full blood ketika populasi dia sudah rasio populasi dia sudah cukup. Ah, itu baru dia butuh fobah di luar itu sebenarnya belum butuh. Saya tuh pakai doorper sudah lama sebenarnya pakai F1 tapi saya pakai untuk usaha saya. Saya kan startnya tuh dari hilir, Mas. Bukan dari hulu ya. Saya ada namanya kambing guling ajib. Itu saya sama Deni Caknan ee bikin itu kambing guling ajib. Ajib ini sudah hampir 12 tahun. Nah, sebelum-sebelumnya saya pakai lokal, pakai ini, pakai itu, segala macam. Tapi once ketika saya dapat doorper F1 saya langsung wi. Ini yang harus sudah cocok nih. Ah, ketemu nih. Ah, klik nih. Akhirnya dari situ saya pakai doorper pakai F1. Cuman karena populasinya belum banyak sehingga ngantrinya lama. Jadi misalnya kebutuhan saya hari ini, saya harus ngantri untuk 3 bulan ke depan. Karena suatu saat wah kayaknya harus darper ini harus ee in house ya. Itu komprehensif sih sebenarnya. Jadi kita kalau ngelihat pertumbuhan bagus itu satu genetik. Genetik. Yang kedua ee perlakuan. Perlakuan itu bisa pakan, bisa suasana. Bagaimana membuat dia itu bahagia? Si ternak kita ini kan makhluk hidup, Mas. Jadi kalau dia bahagia itu biasanya dia ee feedback ke kita bagus. Biasanya dia jarang sakit, artinya cost untuk kesehatan kita lebih sedikit. dia produksi susunya dia bagus kalau dia dai produksi dagingnya dia bagus kalau dia itu untuk pedaging. Itu perlakuan dari pakan apa namanya dari kandang bagaimana membuat dia itu bahagia. Tapi yang lebih dari dasar itu adalah pondasinya yaitu genetik. Saya analogikan seperti ayam ya misalnya satu ayam KT satunya ayam bangkok. Bedane toh dikasih ayam kate, dikasih pakan ayam bangkok, dikasih pakan seaw ya tetap segitu ya. Ayam bangkok dikasih pakannya ayam kate dia juga jik gede. Jadi faktor genetik itu penting. Genetik yang bagus itu ada kriterianya memang pedomannya namanya eh bridge standard of excellent. Itu ada kitab sucinya, ada sekolahnya dan dan harus disekolahi karena hanya mempelajari aja enggak akan cukup dan gak akan paham. kita harus sekolah itu sekolahnya di Australia dan sekolahnya pun bertingkat. Jadi apa ada junior, senior satu, senior du, senior 3 sampai dia menjadi sekitar sekitar 3 tahun, 4 tahun lah baru bisa. Karena sekolahnya enggak setiap waktu ada jadi setahun hanya dua kali. Ya, saya sekolah itu ya saya pengin dorper saya bagus. Saya ingin menciptakan dorper saya itu sesuai yang saya harapkan. Jadi saya pengin tahu, saya pengin bisa membedakan mana yang do bagus, mana yang tidak untuk breeding. Kalau untuk potong jelas gitu ya. Tapi kalau untuk breeding kita harus mengenali satu. Kedua, bisa kita dari kita ambil DNA DNA-nya DNA marking namanya. Iya. Ada bukan lab ee tapi ada metodologinya sendiri. Ada metodenya untuk untuk pengambilan sampel DNA-nya. Jadi bisa dimarking ini dia anaknya satu atau dua dia dagingnya bagus atau dak dia ini kayak gitu. dia bisa dilacak namanya dena marking itu. Saya enggak enggak ini karena itu punya ee harus orang yang sekolah untuk itu saya sekolahnya di asesornya. Jadi secara fenotip aja, secara fisik aja. Jadi kita menilai dari ujung ke ujung ini mereka punya ciri-ciri yang dominan. Nah, ciri-cirinya ciri-cirinya ini semuanya ada ini ya ada dasarnya. Jadi pertama kalau kita ngelihat dorper itu jadi namanya ada namanya confirmity. Confirmity itu melihat secara fisiknya dulu. Jadi mulai head, strong head, strong neck, long barrel, good muscle, dan reproduksi. Nah, itu confirmity. Level tertingginya five confirmity five. Jadi kalau dan head pun itu ada didetailkan lagi. Head itu kita harus lihat mata. Kemudian crownnya, crown itu kerut-kerutnya, kemudian telinga, bentuk telinga. Kenapa kok telinga? Kok aneh kok ada debu dengan daging? Ada hubungannya sama karakter. Biasanya kalau dia tuh ke telinganya itu pendek, dia kita nyebutnya eloko namanya. Kalau di Australia, dorper gila, angin susah diatur sehingga dia biasanya agak kalah pertumbuhannya, efeknya ke sana. Jadi pertama kita lihat holper itu strong head. Biasanya kalau dia strong head itu ke belakang anunya bagus, tapi tidak selalu. Tapi ini makanya harus dilihat ini ya. Next juga begitu harus leher juga harus strong neck itu kayak M Ton tuh gede gitu ya. Kemudian front leg harus kita nilai juga di harus ini round. Kemudian ada namanya, kemudian dadanya juga kita harus ee cek ada namanya dada terlalu maju. Biasanya kalau ganggu gini biasanya daging di lengan itu lebih dikit baru barel. Barrel harus long straight barrel. Jadi barrel itu harus lurus kemudian tidak boleh low. Kemudian di frontnya enggak boleh low, backnya enggak boleh low karena di sini ada daging. Jadi kalau biasanya kalau di barelnya itu dia straight dia lurus, long panjang dan lurus itu jumlah dagingnya lebih banyak. dibandingkan yang dia low. Kemudian muscle. Muscle itu juga harus kita cek inner outernya. Inner muscel-nya harus bagus, outernya harus bagus. Yang gede gitu ya. Jadi makanya dorper ini kan semok-semok gitu. Jadi saya bilang ke teman-teman kalau beli doorper jangan yang tepos. Dorper itu harus semok gitu karena itu maselnya dia ada di situ. Lag daging di apa? L itu kan termasuk tinggi ya permintaan ya. Selain di loin, jadi selain lem itu lem itu juga termasuk tinggi. Solver tuh dari turunan pertama sudah bagus. F1 dia sudah excellent. Jadi seperti yang di kita di Darper Prime itu F1 kita potong sudah F1 F2 udah jadi final stok. Jadi dia udah beda banget dengan kan kalau F1 itu kan berarti bapaknya full blood, emaknya yang lokal. F1 itu kita sudah sudah jadi final stok sudah kita potong. Udah beda banget dengan domba lokal. Pertumbuhannya, kualitas dagingnya sudah beda banget. Satu suasana yang membuat dia itu bahagia. Dia bisa full exercise seperti Mas lihat di sini dia happy. Caranya ngelihatnya kita bisa ngelihat dari ini ya apa e indikatornya dari perilaku. Jadi gimana dia dorper itu domba itu kan koloni ya. Nah, bagaimana dia bertingkah, dia full exercise, dia banyak lari-lari ini ini, itu bahagia dia. Dibandingkan dengan yang di yang pola intensif pasti ada aja itu nanti sing inilah sing itu. Tapi kalau di free range gini kan dorper itu ada sedikit ada liarnya, Mas. Satu door jantan itu paling gak 6 tu orang bisa megangi itu. Iya, kuat banget dar tuh ya. Kalau kita belajar jadi di Australia itu mereka 1 hektar itu isinya paling cuma 20 ekor. Karena kan rumput ini harus diberi kesempatan untuk dia tumbuh ya. Jadi dia ada sistem roteri. Makanya Mas lihat di sini ada di agak dibager nih. Ini memberi kesempatan dia untuk bernapas. Nah, setelah dia tumbuh baru di ini. Itu ideal sih gitu kalau full free range-nya. Ya, kalau saya kan enggak full nih. Saya masih ada ekstra feeding karena lahan terbatas. Saya banyak kasih upgrade biji-bijian. Ada kedelai, ada jagung, ada ini biji-bijian. Kita banyak kasih mereka ekstra ya agar kualitas dagingnya dia lebih bagus. Ya, itu kebutuhan dia. Jadi kalau full grassing biasanya dagingnya lebih alot ya. Jadi seperti walaupun doorper itu sudah empuk seperti Kobe. Sapi Kobe di Jepang Wagyu. Nah, itu kan di Jepang tuh ada sekitar 300 brand lah. 300 farm besar sapi wakyu. Itu mereka sama-sama Kobenya tapi mereka punya rahasia dipakan dan rata-rata mereka pakai green untuk apa ya menciptakan istilahnya apa fat distribusinya itu dia bagus. Jadi indikator penilaian tadi selain confirmity itu yang kedua adalah fat distribution. Fat distribution ini dibutuhkan di industrinya di daging. Jadi untuk bikin stik yang enak itu fat distribusinya harus bagus. Kalau wagyu itu di fat intramuskuler ya di dalam daging ya. Sama seperti ini dorper ini kita untuk memunculkan itu green yang kita mainkan bukan gras. Gras itu untuk pertumbuhan. Tapi untuk sudah mendekati potong itu green. Kalau di kita F1 itu 2 bulan sudah kita potong, 2 bulan sudah bobot 30 kilo. Sama kalau domba lokal umur 1 tahun 2 bulan sudah kita potong. Tapi kita ada produk juga yang customer yang butuh size besar ya ee lag betul besar itu ya di atas itu ada yang 4 bulan, ada yang ini. Tapi rata-rata maksimal di 5 bulan sudah kita potong. maksimal itu sudah 5 bulan itu sudah bobot-bobot 60 kilo. Eh, iya yang kita potong kan bukan full blood-nya, tapi full blood kita potong juga. Full blood itu kita yang full blood yang enggak brid standard itu saya potong ya. Karena memang ada marketnya juga yang dia mau kayak wagu sama itu kan juga ada kan wagu itu wagu full blood dia harganya beda wagu yang F1, F2 dan seterusnya sampai F4 F5. Nah, itu sama kita yang enggak masuk brid standard ya kita sembelih juga. [Musik] Saya dulu saya masih awal memulai saya itu ada berbuat kesalahan lah mungkin bisa di lesson learn ya bisa belajar dari kesalahan saya dulu ketika saya masih awal-awal memulai saya maunya langsung banyak itu domba dari pasar jadi setiap hari saya ke pasar saya belanja 5 ekor 10 ekor padahal saya enggak punya ilmunya ya panen itu kita setiap minggu Mati 10, mati 15, mati 15. Panen kematian ya karena enggak ada ilmunya, enggak cukup tapi karena pengin aja. Nah, mungkin kalau kita baru memulai ya diperdalam ilmunya dengan satu populasi jangan banyak dulu. Kan yang sering banyak dilakukan pemula itu jadi langsung bengkinnya itu gede. Mulai dari yang ada aja dulu mulai dari yang kecil. Dulu saya modalnya berapa zaman itu domba kambing itu kambing ya bukan domba saya harga masih Rp150.000 masih Rp200.000 satu ekor waktu itu ya. Nah, tapi nilai uang waktu itu ya kalau sekarang ya paling ya sekitar berapa 500 600 kalau yang cempe-cempe gitu ya kasih kelas pasar pasih itu. Jadi ya kita mulai dari modal enggak banyak tapi kan bergulir gitu jadi kecil dikit besarkan gitu fokus dan cinta. Jadi kita menjalankan semua ini harus dengan cinta. Kalau enggak ada cinta enggak bisa. Kita harus bisa mencintai apa yang kita kerjakan. kita menikmati nanti ya ketemu sendiri. Oh ternyata begini. Oh gini. Ibaratnya kita bisa ngobrolah sama mereka baca karakter kayak tadi ya. Kenapa itu e mencret kayak gitu? Itu bisa dibaca dari karakter dari perilaku. Jadi ketika dia menyendiri dia kepala ke bawah kepala k makan. Nah itu berarti ada yang enggak benar misalnya gitu. Kalau domba itu kan kepala ke atas. Jadi ketika dia menyendiri atau dia kepalanya terus ke bawah terus nah ini mesti enggak sehat ya. Nah, itu harus kita evakuasi, kita karantina. Satu, pakan harus bergizi, harus bagus, nutrisi harus tercukupi, kemudian ee lingkungan, udara, air, kebahagiaannya dia tadi harus kita pastikan dia itu bahagia gitu. Kalau dia sedih, dia susah, kita tahu tahu kita bisa baca gitu dari perilaku tahu kita bisa membaca ekspresi. Terus kemudian dorber itu kan koloni, domba itu sori, domba itu kan koloni beda sama kambing. Kalau kambing soliter. Koloni ketika dia tadi menyendiri dia ini dia kelihatan dan domba itu pencemburu, Mas. Iya. ketika dia sudah punya pasangan gitu ya, pasangannya didekati oleh cowok lain, oh dia protektif, posesif ya, posesif kayak gitu. Ah, itu kita pelajari itu dari perilaku mereka dan dari perilaku mereka kita tahu, oh ini dari nutrisinya kurang ininya, ini kurang ini pakannya kurang gini dia kurang ini. Secara manajemen kan kita teknologi ya, kita pakai teknologi kita ee ini semua masing-masing ada mikrochipnya. Di setiap domba yang ada ini ada mikrochipnya di belakang telinga. Jadi setiap domba ini ada database dia. Jadi ada scanner kita scan di belakang telinganya ini ada mikrochip-nya. Dia muncul tuh ini lahir kapan, bapaknya siapa, emaknya siapa, bobot layar berapa, bobot minggu ini berapa, apa pernah disuntek apa aja dia dari apa geser dari kandang mana ke mana sampai empat turunan di atasnya. empat di ini kan pedegri itu di empat turunan di atas itu database-nya ada setiap individu setiap domba kita ada 4.000 1000 ekor ya sekarang ee 4000 4.000-nya kita punya database-nya dan itu bisa in a second cuman ketik cek kita tahu bisa dianek ini kita langsung tahu nih oh ini bapaknya itu emnya itu turunannya ini satu database itu pertama yang kedua tim kita itu juga harus yang satu rasa sama kita sebagus-bagusnya sistem kalau pelaku sistemnya enggak menjalankan dengan sepenuh hati juga enggak akan jadi. Jadi manpower kita dari sekian personel itu semua harus ya itu kita cari yang yang cinta sama bidang ini gitu. Enggak bisa hanya sekedar tukang makani, tukang bersih-bersih. Enggak tadi harus ada rasa karena ini makhluk hidup. Ini makhluk hidup yang ada emotional bonding. Biasanya saya kalau rekrut orang itu eh berdasar referensi rekomendasi. Jadi jarang saya apa open recruitment gitu ya. carang sekali. Kecuali kalau starting kandang baru kecuali. Tapi kalau penambahan atau ini saya referensi dari tim yang sudah ada. Jadi biar mereka tahu biasanya kita pakai ilmu ini biasanya orang tuh yang berkumpul dengan dia orang dan seseorang itu biasanya kan yang satu jiwa satu ini biasanya kan ini ya kumpulannya gitu ya itu kan biasanya yang serupa gitu ya. Nah, ya cuman itu aja. Jadi simpel saya pakai coro metode kuno kayak gitu ya. Kan ada ada probation juga kan ada masa percobaan. Nah, kalau probation dia lolos ya lanjut. Kalau enggak ya enggak bisa dipaksain. Nanti saya tersiksa dia juga tersiksa. Masing-masing beda. Jadi kayak di sini ini empat empat orang ya. Ini populasi 500-an ekor ya kulat ya. di kandang sengat tu yang paling gede. Kandang sengat itu 2.500-an lah. Itu ada 11 karena breeding. Jadi dia harus nangani kelahiran 24 jam. Kemudian ini kalau yang di Maliran ee dia riring sama seperti ini tapi dia kandang produksi. Jadi cukup empat orang itu nangani hampir ee 500 600-an lah. Sama di Injwood itu finishing kandang yang mau potong mau sembelih itu juga empat orang. RPH kita pakai RPH-nya pemerintah. Tergantung konsepnya. Kalau dia untuk di sini kan ini kandang ee gestasi, gestation. Semua yang di sini semua bunting. Semua bunting. Jadi sini kandang untuk dia bumil sampai dia melahirkan sampai anaknya lepas sape ya toh. Kemudian maknya kita geser ke koloni kandang kawin di sengat. Jadi di sini hanya untuk yang melahirkan. Ini empat orang ya cukup. Dua shift pagi, dua shif malam. Karena kadang-kadang malam lahir kan. Kalau yang diengat karena populasi lebih banyak jadi butuh banyak. Kalau dia e fatening seperti atau finishing itu enggak banyak orang. Satu orang bisa handle 500 sampai 1.000 bisa. Dia enggak ada handling. Setiap orang kebahagiaannya sendiri-sendiri. Ya, bagaimana dia menciptakan kebahagiaannya sendiri ya itu bebas. Tapi yang penting kita harus tahu bahwa semua itu ada ilmunya. bagaimana dia termasuk tadi ya mention kita ini ini grade yang apa nih gitu ya apakah type 5 type 4 selection 2 selection one atau calling itu slouter potong e kelas potong itu ada sekolahnya tadi ada ilmunya 55 enggak banyak jantan saya cuman punya lima iya yang jantan kalau yang anaknya sudah pada lakuanya lumayan banyak dulu kalau kalau yang anakan kita yang top five e lumayan banyak tapi Udah laku umur-umur 2 bulan 3 bulan udah dibeli orang udah ini yang type 5 dan dan ini uniknya doorber yangelaku duluan biasanya malah yang paling mahal serius ya kalau anakan saya type 5 itu ada yang 50 Rp50 juta iya yang beli orang Kediri namanya ee dulu di sini dinamain monster ya memang dia memang ee spesial ya tapi rata-rata F5 di kita ya 40-an lah yang dicari itu yang malah yang mahal yang type F type F type four type 4 aja orang Ada Tyfe enggak gitu di Indo ya? Di Indo kalau yang dewasa paling 100 lah. Paling saya dewasa ndak tak jual kita itu mesinnya yang kita pakai untuk ini untuk memproduksi yang kita jual yang anaknya. Iya yang anaknya. Kalau yang bapaknya enggak. Ee karena yang penting tuh pejantan dari jantannya itu harus yang bagus. Betina boleh yang biasa-biasa aja, tapi kalau pejantan harus yang excellent, harus yang bagus. Karena jantan itu kuncinya. Jantan itu kuncinya. Apa ya? Saya ini kan kawulo rileks, Mas. Jadi ya kulo rileks itu ya segini aja udah udah senang saya tuh ngelihat corpor makam beranak-binak performance bagus itu saya sudah senang sudah bahagia sesimpel itu. Memang dari kecil saya tu suka ternak dari dari kecil W. Iya dari dulu zaman sekolah itu saya SP itu setiap bolos saya bolosnya di pasar ternak pasar hewan SMP SMA itu bolosnya di dulu di Blitar. Di ini kuliah pun saya zaman kuliah nongkrong saya di dulu pasarnya di apa kota lama ya dulu ya sebelum pindah ke Mendit ya. Ya, itu teman-teman saya bakul-bakul wedus, bakul sapi yang itu di dunia perlombaan ya. Ini kita enggak berhenti riset, kita keep going. Riset, riset, riset, riset, riset kerjaan kita itu agar bisa berkembang dengan baik. Riset mau eh di onfarm-nya maupun riset di produk heilirnya. Gimana kita bisa meng-create the best land in the world itu dari Indonesia. Sekarang masih dipegang New Zealand sih. New Zealand bukan Australia. New Zealand terbaik itu saya udah ngerasain sendiri. Nah, itu dan itu kita bisa satu genetik ya. Kita kembangkan genetik ini yang baik, yang bagus. Kita datangkan yang terbaik, yang bagus. Kita kelola di sini yang baik, yang bagus dan juga manajemennya manajemen onfarm yang sudah bagus. Untuk ilirnya juga kita sesuai dengan standar yang ada sehingga produk kita itu swag ya. Kita kalau mencintai profesi ini kan all out, Mas. Enggak, enggak. Ini kita all out ya. kita pagi, siang, malam itu enggak ada beban. Itu aja. Kalau kita mencintai apapun gitu kan, kita cinta otomotif, kita cinta manusia lain atau kita cinta itu kan kita all out kan. Kita kan berarti kan di situ. Saya itu berangkatnya dari hilir, Mas. Jadi start saya dari finish dari hilir. Saya dari hilir baru saya tarik ke hulu ya. Sehingga ya output itu kan kita e bicara masalah output kan berarti kan. Jadi kalau healir beres ulusi bisa dirive se apapun gitu menyesuaikan. Jadi kita harus paham target marketnya ini siapa, bagaimana kita mencapainya, bagaimana kita meraihnya. Itu yang harus kita perdalam dan kita harus detail ya. Attention to details itu penting. Doorpon ini bisa untuk high end dia bisa masuk, Mas. Untuk stick house dia bisa masuk. Jadi karena di stick house itu kan ada menu lem chop. Nah, itu doorper top banget di situ. Lemrek top banget di situ. Stick, lem, stick, terus kemudian menu-menu mediteran itu banyak pakai lem. Nah, itu dorper itu bisa menjawab kebutuhannya itu. Even di apa? Low market, di pasar sate, gule, di pasar low market itu Dolver bisa menjawab karena apa ya? Dia 2 bulan sudah sembelih ya. Berarti kan peternak kita kan dia HPP-nya rendah. Dia enggak harus pelihara sampai setahun. 2 bulan dia sudah cash flow dia sudah bisa jalan berputar, ya sudah ada pemasukan, enggak harus nunggu setahun. Jadi tergantung kita mau masuk yang ke high end atau low end, mau yang mana atau dua-duanya. E lama mampu ya silakan. Kita ada holding company better Darper Agrotama Investa Holding Company. Kita punya ada sister company, ada anak perusahaan juga. Jadi masing-masing ini ada perusahaan sendiri yang handle. Jadi kayak pemasaran ada perusahaan sendiri kita yang nangan khusus pemasarannya untuk produksi itu ada perusahaan sendiri kita yang ini farm on farm. Jadi masing-masing ada perusahaan sendiri yang nangani. Saya kalau meng-cover semuanya it sampai z pasti enggak akan details. Tapi kalau masing-masing tadi itu sudah ada yang bisnis yang menangani dia pasti akan details banget mainnya. Nah, ini kan bukan ini ya tetap tetap profit oriented kan pastilah dan di masing-masing lini tadi harus profit semua. Itu kan katanya orang-orang yang modal besar. Yang penting itu tekad yang besar. Insyaallah ada jalan semua ada solusinya. Problem itu bukan di modal. Problemnya itu adalah di itu petarung bukan jiwanya itu. Dia kalau jiwanya pewarung ya enggak iso. Harus petarung memang harus fight. Kita kalau melihatnya harus komprehensif ya. Kadang-kadang orang dalam melihat itu kadang-kadang hanya lihat kulitnya. Jadi ketika oh ini bisnis bagus oh ikut-ikut. Ah ternyata loh kok enggak bagus ya? Karena dia yang ngelihat kulit dia enggak indef. Ind itu perlu kedalaman itu perlu. harus detail, harus harus dipelajari betul step by step ya. Every single step itu harus dipelajari betul gitu. Tapi kalau oh ini bagus, oh ini enggak, oh ini bagus, ini enggak. Orang hanya peduli itu ke ke what-nya. Orang kadang-kadang enggak enggak enggak enggak ngelihat how-nya. Padahal ini lebih penting. Apapun, enggak cuman domba ya, apapun di bidang apapun selalu ada yang sukses di bidang itu. Sebut aja apa misalnya pasti ada ya orang jualan ayam goreng. Wah banyak yang sukses banyak yang enggak juga gitu. Tergantung kita saya seperti apa. Orang barang bekas banyak yang sukses. Orang apapun jangankan apa penjahat, penipu, koruptor itu kalau dia mau sukses ya kan wah dia haya harus nguasai, dia harus militan, dia harus petarung gitu. Dia harus ini baru dia menjadi koruptor yang sukses ya. ya. Apalagi bidang yang bagus, bidang yang baik, bisnis kemudian ini. Nah, orang harus harus harus harus lakukan itu. Yang penting kita fokus kemudian kita details. Nah, kemudian petarung. Tapi kalau kita gampang pindahet pindah pindah terganti. Ya, ibarat masalah gak matang. Kalau why itu kan gampang itu why itu kalau orangnya why loh why not. Iya kan? Lah, kenapa enggak kamu kok ngejalanin ini sih? Lah, ya, kenapa enggak? Bisa kok. Nah, kita ngelihat sekarang apa bosnya Facebook itu juga sekarang ternak, bosnya Google Bill Gates itu juga dia farming. Backham farming, ya kan? Why not? Fokus aja sih. Fokus. Enggak usah pengameng details. Yang penting ya tadi selama bidang itu kita itu lakukan dengan cinta kasih, kita lakukan dengan kasih sayang. Kalau kita kasih dia pasti sayang sama kita. Saya Agwan Blitar dari Dorper Prime Indonesia menyampaikan terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Yeah.