File TXT tidak ditemukan.
Modal 5 Juta, Eks TKI Bisa Raup 50 Juta/Bulan dari Usaha Rumahan!
n1WJJtGiUbw • 2025-04-14
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Peran apa, Pak? Keluarga jenengan
terhadap usani jenengan? Kalau pekerjaan
gak ada, cuman support saja, Mas. Dalam
bentuk apa? Yang penting senyum. Kalau
mecucu atau macam-macam yang buat hati
gak nyaman kan kerjaan pun gak fokus
toh, Mas.
Kalau saya harga tetap tapi kualitas
dijaga. Finishing itu yang penting.
Bukan harus ikut murah tapi nanti
kualitas gak bagus kan seterusnya
takutnya gak laku. Mas biasa kalau
memang orang mau minta garansi saya
garansi juga. Gak harus murah. murah
takut kualitas beda nanti bahan pasti
beda. ya
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Nama saya Zainal Fattah.
Usaha saya mebel. Kalau sekarang biasa
orang kenal interior. Usahanya namanya
mebeli. Kalau dari awal dulu kan bukan
HPL toh, kayu toh. Dulu belajar pertama
niku finishing. Lama-lama kan pengin
belajar juga anu toh permelan. Nah,
lama-lama akhirnya belajar kayu juga.
Terus lama-lama kan ikut
perkembanganlah. Sekarang yang lagi
ramai kan HPL interior itu kan. Jadi itu
lebih mudah pengerjaan juga cepat. HPL
mulai kenal itu saya pernah ke Brunei
Mas. Ke Brunei Darussalam dulu. Heeh.
Dalam rangka kerja jadi TKI tahun 2008.
Terus di sana ndak kerasan 1 seteng
tahun. Terus di sana kan mebele
finishing juga anu mitur ngecat terus
belajar sana. Kalau di Tulungagung belum
ada itu HPL. Terus pakai triplek. Pakai
triplek L melamin. Terus lama-lama ada
tapi belinya di Kediri. Ke Brunei
usia 28 dulu. Masa muda ya macam-macam
Mas. Pernah bikin sangkar burung? Pernah
juga. Terus kalau dulu kan orang tua kan
mebel juga toh. Terus bangunan tapi saya
belajarnya cuman mebel. Kalau bangunan
malas kotor, alasan tidak kerasan dia,
Pak? Mungkin jarang keluar, Gek. Dulu
kan punya anak kecil, Mas, yang umur 4
tahunan. Mungkin kangen sama anak lah.
Akhirnya gak kerasan kepikiran terus
akhirnya pulang.
Ya, anak saya itu kan akhirnya bikin
nama mebel ya. Mebel jagi
gelis.
Mampu produksi apa aja di mebel ini,
Pak? Kalau dulu macam-macam, Mas. ada
pintu, jendela, bahan kayu, furniture
bisalah. Terus sekarang kan sudah ganti
toh. Sekarang ganti HPL itu ya kitchen
set, terus backdrop TV, lemari pakaian,
terus partisi seperti itu. Belajar di
mana waktu kalau bikin? Ya kadang cuman
lihat di HP, Mas ya, di YouTube atau di
TikTok itu kan sekarang banyak. Kalau
mau belajar kan cuman lihat-lihat aja
terus belajar dikit-dikit. Yang penting
beranilah. Kalau biasa alat itu ya kayak
mebel biasa, Mas. Ada gergaji, ada mesin
pasa, grenda, bor, chest itu ada. Kalau
triplek mebel HPL itu biasanya meja
mejanya besar untuk potong-potong
triplek itu biar mudah. Kalau kayu
biasanya cuman kecil. HPL itu ingat saya
bubuk kayu yang dipadatkan ngih. Bukan,
bukan. Bukan. Kalau itu partikel
namanya. Kalau saya pakai triplek yang
semi atau yang meranti asli. Tapi
sekarang ada produk lain tapi agak mahal
itu Mas. Tapi biasa pakai triplek semi
meranti. Jenis bahan terbaik Pak kalau
menurut itu apa? Kalau sekarang HPL itu
saya kira kebanyakan sekarang orang
pakai itu modern minimalis gitu kan.
Lebih elegan, lebih mewah, proses
pengerjaannya cepat. Kalau kayu kan
kelihatan lama. Kalau pakai HPL itu
lebih cepat prosesnya hasilnya pun lebih
mewah. Kalau pengerjaan HBL saya kira
gak ada yang sulit, Mas.
Tapi tergantung klien. Klien kadang ada
yang solid, ada yang minta premium,
kelas premium itu yang agak sulit, Pak.
Masalahnya banyak komplain. Kadang
kurang gini, kurang gini, dikit, kurang
gini itu komplain. Kalau pengerjaan
biasa sebenarnya gak ada yang sulit.
Kelas premium itu semua harus presisi,
finishing bagus, HP pun yang bagus juga.
Kadang minta yang cat duko, tapi
dalamnya HPL semua. Agak sulit, agak
lama posisinya. Yang dalam itu harus
rapat, Mas. Semua sambung-sambungan itu
rapat. Pokoknya harus laten lah
pengerjaan kalau premium. Kalau kelas
umum gak sulit, Mas. Cepat. Bikin kecet
set paling seminggu sudah selesai sama
settingnya. Dulu modal berapa, Pak?
Awali ini kalau dulu semua murah, Mas.
Masih mungkin sekitar R jutaan lah dulu
modal R5 juta beli alat semuanya sudah
tapi belum seperti pabrik lah masih
rumahan kelasnya kalau sekarang mungkin
gak cukuplah 10 R5 juta mungkin kalau
mau yang lebih modern lagi mungkin
sampai 50 atau R juta. Table show ini
aja yang biasa mungkin R30 jutaan kalau
mau yang agak modern lagi. Kalau ini kan
bikin sendiri.
[Musik]
dengan uang R juta gitu dialokasikan ke
apa saja supaya bisnis mebel ini jalan?
Kalau alat sudah lengkap kan kalau HPL
kan perlunya triplek terus lim itu Mas
yang penting tripleknya banyak itu
seperti yang Mas punya harta karun
banyak APL banyak itu wis tinggal bikin
langsung gitu berarti kuncinya usaha
mebel itu apa akhirnya Pak yang penting
kalau menurut saya loh pengerjaan HPL
ini yang penting telaten terus nak
gampang bosan gak gampang emos justru
malah bukan keahlian ya Pak ya tapi
malah karakter Ya, kalau saya kira
keahlian itu mungkin nomor sekian. Yang
penting terjun dulu, telaten dulu, mau
belajarlah gitu, Mas. Bukan punya
keahlian terus. Kalau enggak telaten
percuma Mas, tapi memang seperti itu.
Harus telaten terus teman kerja itu oke,
gak ada masalah itu mungkin bisa jalan
seperti itu. Apa dampaknya kalau orang
bisnis mebel ini gak telatan, Pak? Hasil
kurang bagus, Mas. Pasti pengukuran
lokasi, ngecek lokasi itu mungkin
ngukurnya harus berkali-kali biar kita
kerja itu sekali jalan langsung oke. Itu
bukan
grusa-grusu. Kalau grusa-grusu nanti
pasti gak bagus hasilnya. Hasilnya pun
finishing gak bagus, Mas. Harus telaten.
Yang penting bisa ngidupin sinten maun,
Pak, dari usaha rumah? Ya, alhamdulillah
keluarga mungkin mertua juga mungkin
dekat kan sama orang tua pun dekat sama
kawan kerja. Alhamdulillah, Mas.
Pokoknya saya gaji sekian itu juga ndak
pernah komplain, ndak pernah meminta
tambah juga. Alhamdulillah. Kalau saya
yang saya utamakan pekerja, Mas.
Biasanya kan saya itu setiap hari Sabtu
ya itu saya usahakan teman kerja itu
saya kasih pokoknya setiap Sabtu. Jadi
gak sampai ngarep-ngarep lama lah.
Biarpun mungkin saya kurang atau anu
saya usahakan yang penting pekerja saya
sudah dapat opah gitu. Gak ada impian
untuk dibesarkan usahanya. Sebenarnya
ada, Mas. Tapi mungkin relasi permodalan
itu kan perlu besar juga kalau besar. Ya
kan sekarang saya pikir yang penting
hari-hari kerja terus gak sampai
nganggur, kawan-kawan gak nganggur gitu.
Alhamdulillah umurnya sudah tua, Mas.
Jadi nak muluk-muluk minta yang
besar-besar nanti bebannya malah berat.
Nah, kalau menurut jenengan, Pak, makna
sederhana itu kayak apa, Pak? Kalau
sederhana saya pikir Mas ya yang penting
ada
penghasilan terus permintaan atau
angan-angane enggak terlalu tinggi,
nyantai hidupnya tenang rukun sama
keluarga okelah seperti itu. Tenang
jenengan itu apa? Kalau keluarga gak ada
masalah, istri senyum, anak-anak nyaman,
nyantai, saya sudah senang. Kalau duit
ada tapi istri atau keluarga ndak
nyaman, gak tenang atau gimana gitu kan
gak nyaman Mas hidup yang penting
keluarga. Kalau keluarga gak ada masalah
nyaman itu tenang gak nak kepikiran
macam-macamlah. Seperti peran apa, Pak
keluarga jenengan terhadap usaha
jenengan? Kalau pekerjaan gak ada cuman
support saja Mas. Dalam bentuk apa? Yang
penting senyum. Kalau mecucu atau
macam-macam yang buat hati gak nyaman
kan kerjaan pun gak fokus toh, Mas. Jadi
gak nyaman jadinya kerja. Ini mungkin
berjalannya sekitar 6 tahunan lah, Mas.
Mungkin kalau kerjaan HPL, Mas ya. Kalau
Maybel mungkin memang dari
20087 itu sudah mulai merintis lah.
Kalau HPL ramainya mungkin sekitar 56
tahunan. Kalau dulu kayu itu enggak
segitu berjalan. Mas, sudah dapat apa
aja, Pak, dari usaha mebel 6 tahun?
Kalau dapatnya apa ya, Mas? Ya, yang
penting bisa kerja teruslah. Kalau duit
dikumpulin gak ngumpul, Mas. Gitu ya.
Makanya kebutuhan hari-hari kan pasti
ada. Yang penting bisa kerjalah tiap
hari, Mas. Kadang anu, Mas. Persaingan
harga harganya kadang saya padahal ambil
yang standar ya, ada yang bawah murah,
yang murah lagi ada. Kadang gak masuk
akal, Mas. Saya hitung-hitung bahannya
aja sudah, Min. Tapi dia mau terjun ke
situ. Mungkin dia ada bahan yang lebih
murah, tapi saya tak gak tahu. Tapi
kalau saya hitung-hitung normal itu min
untuk beli bahannya saja. Sebenarnya
yang lebih tinggi ada, tapi mungkin
kalau saya kalau saya kan ndak suka main
apa sosem atau promosi online itu gak
pernah, Mas. cuman klien, temannya
klien. Jadi kalau sosial media saya
jarang mungkin marketing lah kurang lah
saya kadang ya kalau ramai biasanya
cuman dari klien-klienklien gitu bukan
dari sosial media. Kalau kesah
sebenarnya kadang kalau sepi Mas ya
kalau sepi itu mungkin kalau harga
mungkin bisa diaturlah tapi marketingnya
saya kurang. Saya cuman kawan atau klien
temannya klien itu aja. Kalau masalah
harga bisa diatur, tapi enggak sampai
kalah lah, Mas. Kalau saya gini, Mas,
yang murah biar murah. Kalau saya harga
tetap, tapi kualitas dijaga. kualitas
terus finishing itu yang penting bukan
harus ikut murah tapi nanti kualitas gak
bagus kan seterusnya takutnya gak laku
mas saya berani biasa kalau memang orang
mau minta garansi saya garansi juga gak
harus murah murah takut kualitas beda
nanti bahan pasti beda.
[Musik]
ke depannya saya kira yang penting semua
sehat, pekerjaan lancar. Mungkin kalau
badan kuat, Mas ya, kalau banyak proyek
saya terima gitu kan. Ini kan cuman
mungkin hari-hari ini ya dua tiga rumah
okelah. Mungkin nanti kalau memang Gusti
Allah ngasih rezeki banyak mungkin siap
nerima yang lebih besar lagi kan. Yang
penting semua usaha Mas ya. Kalau saya
sekarang saya sudah tua kan yang penting
bekerja itu sabar telat sama apa ya gak
banyak emosi. Kalau pekerjaan emosi
pasti bermasalah terus yang penting
salah ban sabar dilakukan telaten gitu.
Saya Zainal Fatah dari Mebel JAKI Desa
Doraampel Sumbergembol Tulungagung.
Terima kasih. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:30:32 UTC
Categories
Manage