Transcript
es1ZC1MbZRk • Dulu Dihina Miskin, Kini Sukses Berpenghasilan 200 Juta Per Bulan
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/PecahTelur/.shards/text-0001.zst#text/0491_es1ZC1MbZRk.txt
Kind: captions
Language: id
[Musik]
Saya itu kangen mendengar suara
azan. Ketika lebaran, saya tidak
mendengar orang
takbir malam lebaran. Tiba-tiba waktu
itu
saya mengalah aja yang penting ndak
keluar dari jalur agama. Because you
love me.
Woman is never wrong. Dia bilang
perempuan gak pernah salah.
Penghasilannya banyak tapi habisnya itu
juga cepat gitu loh. Mas pernah juga di
atas R00 juta 1 bulan penghasilan.
Sempat dalam waktu 8 bulan saya
berpenghasilan bersih itu sampai 2
miliar, Mas.
di sekolah, di pondok itu saya selalu
dibully oleh teman-teman saya gara-gara
saya ini anak orang tidak punya, anak
orang yang sangat miskin, sangat
melarat. Untuk dimakan saja enggak ada.
Makanya zaman dulu
itu saya nanti kalau besar ingin jadi
dosen. Itu itu yang pernah saya
ucapkan. Tapi apa yang terjadi? Saya
malah dipukuli oleh teman-teman saya.
Diinjek-injek. Kamu siapa? Kok jadi
dosen kamu itu anak orang
kere? Saya
itu belum bisa membahagiakan ibu
saya. Ibu saya sudah dipanggil Allah.
Allahu Akbar.
2011 saya itu tiba-tiba saja itu di
bulan puasa seperti tergerak dan saya
tuh sampai nangis waktu
itu. Saya tidak tahu tiba-tiba saya
menangis. Saya merasa hidup saya itu ada
yang kurang. Memang di luar negeri itu
saya mau beli apapun mau barang-barang
branded itu ada semua ada. Tapi ada yang
kurang. Saya itu kangen mendengar suara
azan. Ketika lebaran, saya tidak
mendengar orang
takbir malam lebaran. Tiba-tiba waktu
itu saya
menangis. Terus hari itu saya beli tiket
untuk pulang. Dan saya janji sama Allah
ketika nanti saya sudah sampai ke
Indonesia, pertama kali yang akan saya
lakukan adalah saya mau daftar haji dan
insyaallah akan berangkat umrah dan saya
akan mengabdikan diri saya untuk
masyarakat Indonesia. Mungkin yang
sebaik-baik manusia adalah manusia yang
berguna buat banyak orang. mungkin
membantu dalam arti semampu saya itu apa
mengenai keilmuan atau mengenai apa
mungkin kita bisa berbagi ya sharing itu
akan saya lakukan karena itu janji saya
sama Allah insyaallah berapapun sisa
hidup ee yang diberikan Allah kepada
saya semoga hidup saya ini bermanfaat
untuk banyak orang.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Sobat pecah telur, saya
Agung Hartadi terima kasih sudah melihat
tayangan ini. Alhamdulillah per hari ini
pecah telur sudah ada divisi usaha baru
yaitu umrah dan kita namai dengan
Aquatur. Termasuk juga yang teman-teman
lihat dalam video ini, saya doakan nanti
teman-teman bisa berangkat umrah bersama
keluarga. Dan salah satu value dari
usaha umrah kita adalah bagaimana kita
setulus hati melayani sahabat pecah
telur yang ingin umroh berkeluarga
dengan Bapak, Ibu, keluarga besar,
keluarga kecil. Insyaallah kita siap
melayani. Kita melayani selayaknya
keluarga. Jadi insyaallah teman-teman
yang tertarik program umrah bersama
pecah telur nanti teman-teman langsung
follow aja Instagramnya Aquatur di
deskripsi. Semoga kita bisa ke Baitullah
bersama keluarga, quali time bersama di
sana bareng keluarga kita.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Sebelum kejadian itu sebenarnya saya
mengalami sesuatu. Saya tuh tiba-tiba
sakit pas bulan puasa itu di 2010. Jadi
1 tahun sebelum saya pulang ke
Indonesia. Kan di Amerika itu puasa itu
tidak seperti di Indonesia. Jadi
puasanya itu lebih panjang siangnya. Dan
alhamdulillah sebenarnya bisa. Tapi itu
Allah kasih saya ee rezeki sakit gak
tahu tiba-tiba seperti masuk angin terus
saya ternyata kena ilius. Jadi usus saya
itu muntir gitu sudah kayak ya Allah aku
ini hidup atau mati gitu. Dan dari titik
situlah saya merasa di sana itu kan
enggak ada siapa-siapa, Mas. Jadi ee
ketika saya di rumah sakit itu itulah
bagusnya pelayanan kesehatan di luar
negeri. Jadi tidak ditanya kamu ini
siapa dan dari mana. Yang penting
bagaimana bisa menolong saya segera dari
ee maut ya kan. Kalau itu dibiarkan 1 2
jam kan kita bisa lewat, Mas. Terus di
sana itu saya benar-benar ee mendapat
keajaiban Mas karena tidak ada
siapa-siapa ya. Tapi Allah itu memang
maha segalanya. Di saat saya tidak
punya, tidak ada siapa-siapa di sana kan
menangis itu. Ya Allah, itu kisahnya Mas
itu. Semua benda yang ada di kamar itu
bicara dengan saya, "Kamu jangan takut,
saya di sini, saya nemeni kamu." gitu.
Jadi sampai telepon itu bunyi, "Di saat
kita butuh itu akan datang." Setelah itu
saya sudah berjanji saya pengin segera
pulang karena saya merasa ibadah saya
itu benar-benar jauh dari kata baik,
Mas. Karena salat pun tidak bisa lima
waktu. Karena magrib itu kan karena saya
part time di restoran magrib itu lagi
banyak-banyak tamu jadi enggak bisa izin
salat. Nanti selalu dijamak dengan Isya
dan waktu zuhur sama asar selalu dijamak
juga. Dan subuh ketika kita sampai rumah
itu jam .00 pagi jam .00 tidur
kebablasan, kadang subuhnya sering
bolong. Mungkin itu yang membuat saya
benar-benar merasa untuk apa ini semua
gitu. Nah, itu makanya saya sangat
terharu sekali kalau bicara soal itu,
Mas. Sampai di rumah saya juga bingung,
tapi saya ingat janji saya sama Allah
bahwa saya berprinsip bahwa berapapun
sisa hidup saya yang diberikan oleh
Allah, saya akan berusaha semaksimal
mungkin untuk bermanfaat untuk banyak
orang. Nah, pertama yang saya lakukan
waktu itu sampai di Indonesia saya
direkrut oleh sebuah perusahaan network
marketing yang bergerak di bidang
kesehatan dan saya di situ ee sebagai
medical advisor kemudian ya mengisi
seminar-seminarnya gitu. Dan di situlah
saya seperti merasa punya kesempatan
untuk berbagi pengalaman, berbagi
keilmuan mungkin ya. Walaupun mungkin
saya jugaang bukan orang yang pintar,
bukan orang yang pandai juga bukan orang
yang berilmu tinggi, tapi saya sudah
merasa mungkin Allah titipkan sedikit
ilmu kepada saya dan itu saya bahagia
sekali. Jadi membantu banyak orang untuk
memberikan edukasi tentang bagaimana
hidup sehat, bagaimana orang berpikir
positif. Jadi intinya kan semua penyakit
itu kan dari pola berpikir, Mas. Jadi
ketika kita bisa mengendalikan itu dan
itu ketika orang ini tertolong, yang
punya masalah itu tertolong dengan apa
yang saya sampaikan itu membahagiakan
saya, Mas. Dan itu akan saya terus saya
lakukan sampai beberapa perusahaan juga
memakai jasa saya untuk itu. N
alhamdulillah di situ memang Allah kasih
ee rezeki juga ee dan lumayan sangat
besar menurut saya ya. 1 bulan itu
pernah juga di atas R200 juta 1 bulan
penghasilan. Sempat dalam waktu 8 bulan
saya berpenghasilan bersih itu sampai 2
miliar, Mas. Itu satu pencapaian yang
melebihi penghasilan saya di
Amerika. Tapi anehnya di tahun 2016 itu
saya ndak tahu. Tiba-tiba saya mengalami
titik balik. Ee saya berangkat umrah
yang pertama. Sepulang dari umrah, Mas,
itu saya itu mulai kurang nyaman, merasa
kurang nyaman menjalankan bisnis ini
gitu, Mas. Karena saya merasa
penghasilannya banyak tapi habisnya itu
juga cepat gitu loh, Mas. Saya sampai
berpikir kenapa gitu ya. Saya kembali
kepada fitrah karena yang kita anut itu
adalah Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam sebagai role model kita dan
beliau adalah berdagang. Dan saya memang
senang ya ee kembali berdagang.
Iya, sangat Mas. Apa aja kita bisa beli
ya dalam konteks yang normal ya, yang
wajar. Kalau secara materi kami sangat
berkecukupan bahkan lebih bahkan ee
lebih dari cukup sangat berlebih.
Ternyata hidup itu bukan semata-mata
kita nilai dari uang. Ternyata
ketenangan hati, kemudian kedekatan kita
sama Allah itulah yang membuat kita
bahagia yang sesungguhnya. Semua hidup,
mati, rezeki itu semua sudah Allah yang
atur. Kita tinggal menjemput saja. Nah,
dalam rangka menjemput ini, innamal
a'malu biniat kita itu apa? Kalau niat
yang mendasar itu kita sudah diniatkan,
"Aku ingin beribadah, hasil rezekiku ini
untuk ibadah di jalan Allah. Apapun
bentuknya itu apa yang saya jual ini
nanti bermanfaat untuk banyak orang."
Itu kunci satu yang didasari. Kemudian
yang kedua, kita itu harus istikamah dan
amanah. Artinya apa? Istikamah ya ketika
kita sudah menjalani satu produk itu,
apapun yang terjadi, mau jatuh bangun,
mau ya masalah itu selalu ada. Kita
harus tetap istikamah karena Allah itu
sudah tahu jalan rezeki kita itu ada di
situ. Kalau kita istikamah nanti kalau
kita enggak istikamah itu repot, Mas.
Misalkan kita usaha ini, ya. Kita setiap
hari berdoa dan usaha. Ketika Allah mau
ngasih rezeki kita di tempat itu, loh
kok si fulan sudah enggak ada di situ,
di mana lagi ini kan gitu. Ke sini mau
dicari ke sini lagi, mau dikasih rezeki
yang banyak di sini loh. Di mana lagi si
fulan? Sudah pindah lagi kan gitu. Jadi
ini istikamah itu perlu. Jadi apapun
yang terjadi ketika kita istikamah
dengan apa yang kita lakukan bukan hanya
kerja, ibadah pun kalau kita istikamah
insyaallah kita akan mendapat keberkahan
dari Allah Subhanahu wa taala. dan
amanah, Mas. Ada ada oknum ketika sudah
laris komposisinya diganti apa ini
kurang amanah. Allah tidak suka itu,
Mas. Jadi saran saya amanah itu sangat
penting terhadap relasi bisnis. Kalau
kita itu amanah insyaallah kepercayaan
masyarakat, kepercayaan tim, kepercayaan
konsumen kepada kita itu tidak akan
pernah luntur dan kita di mana pun akan
dicari orang. Jadi konsepnya yaitu tadi
niatkan satu, niatkan bekerja untuk
ibadah. Kemudian apa yang kita bisnis
jal jual belikan ini adalah sesuatu yang
itu memberi manfaat dan berkah kepada
banyak orang. Kemudian istikamah dan
amanah. Kalau itu bisa dijaga,
insyaallah rezeki itu akan berkah dari
Allah Subhanahu wa
taala. Kalau flashback ya, Mas dari saya
kecil ya. Saya mengalami perundungan
yang sangat luar biasa. Sampai ada
seseorang itu yang berusaha
menenggelamkan saya di pantai itu. Ada
pulang sekolah itu saya hampir setiap
hari itu jarang menemukan makanan.
Sehingga survive saya itu dari situ, Mas
Timbul. Saya pergi ke sawah itu mencari
apapun yang bisa saya makan. Ketemu
timun, Mas. Ketimun kecil-kecil yang
sisa orang di sawah itu saya ambil dan
itu hanya saya oleskan di baju. Kemudian
saya makan. apapun yang bisa makan telo
itu. Telo yang itu habis dijebol itu kan
ada yang tukul-tukulan itu pun bisa saya
makan makan apapun bahkan jangkrik itu
Mas orang sekarang ee malah dieng ya
ekstrmakan ekstrem. Saya dulu sudah
kenyang Mas bahkan manjat kelapa saya
bisa karena lapar Mas. Jadi jangan
pernah menyerah apapun kondisi kita.
Ternyata makanya saya tidak pernah
membayangkan kalau saya ada di posisi
seperti ini di sekolah, di pondok itu
saya selalu dibully oleh teman-teman
saya gara-gara saya ini anak orang tidak
punya, anak orang yang sangat miskin,
sangat melarat. Untuk dimakan saja
enggak ada. Makanya zaman dulu
itu saya nanti kalau besar ingin jadi
dosen. Itu itu yang pernah saya ucapkan.
Tapi apa yang terjadi? Saya malah
dipukuli oleh teman-teman saya.
Diinjek-injek, "Kamu siapa? Kok jadi
dosen? Kamu itu anak orang kere. Itu
sudah sudah menjadi makanan saya dari
kecil. Saya itu ndak pernah mampu untuk
membeli buku. Saya itu kenal dan saya
sekaligus akan berterima kasih kepada
teman saya ini yang kebetulan anaknya
kepala sekolah SD saya waktu itu. Dia
punya buku banyak. Saya ndak pernah
namanya main istirahat karena selain
saya ndak punya uang untuk jajan. Saya
pinjam buku teman saya itu untuk saya
baca dan harus semua ada di otak saya.
Jadi alhamdulillah, Mas ketika ulangan
orang yang punya buku itu belum tentu
dapat 10. Nilai saya semua 10, Mas.
Karena semua catatannya Allah titipkan
di otak saya.
Dan saya
itu belum bisa membahagiakan ibu
saya. Ibu saya sudah dipanggil
Allah. Jangan pernah berhenti untuk
bermimpi karena bermimpi itu gratis.
gantungkan mimpimu itu setinggi langit,
setinggi apapun sampai orang tidak bisa
melihat mimpimu. Dan buktikan itu dengan
semangat yang tanpa menyerah. Karena
siapapun dari latar belakang apapun,
dari keluarga manaun asalkan kita punya
mimpi dan kita meraih itu dengan
istikamah, dengan semangat, insyaallah
Allah akan menurunkan berkat dan
rahmatnya kepada kita. Dan seperti yang
saya rasakan sekarang, bahkan saya tidak
pernah bermimpi saya bisa makan enak,
saya bisa menyekolahkan anak saya ke
luar negeri. Itu tidak pernah bermimpi
saya, Mas. Lakukan sesuatu semaksimal
apa yang kita bisa. Just do everything
all the best you can do because
everything will become back to you. In
ahsantum
ahsantumfusikumha. Jadi waj seperti itu,
Mas.
menjalankan ibadah di malam hari itu
Allah itu sepertinya mengirim pesan
kepada saya bahwa buatlah sendiri untuk
produk yang kamu bisa jual belikan
dengan konvensional dengan berdagang.
Nah, karena bidang saya adalah e
kesehatan dan kecantikan, maka saya juga
akhirnya membuat merek sendiri, Mas.
Saya bekerja sama dengan ee sebuah
pabrik kosmetik. Saya membuat skinc ya
dengan ee branding itu eh bestf skinc
yang pertama. Kemudian ada juga yang
yukari skinc, kemudian healthy food,
Mas. Yang healthy food itu diminum
seperti glutatine, kolagen itu dalam
bentuk minuman. Dan ini yang terbaru
adalah kita e memproduksi susu kambing
etawa. Karena Rasulullah mengajarkan
kita juga beliau minum susu domba. Nah,
ternyata kelebihannya dari ee etawa ini
adalah sifatnya basah. Jadi bisa membuat
e membantu untuk e beberapa kasus dalam
ee penyakit.
Mas saya itu sudah umrah 4 hari kita di
Makkah, tapi saya belum bisa menyentuh
Ka'bah atau bahkan mencium Hajar Aswad.
Itu malam-malam saya sama suami itu
memang sengaja keluar apa ee dari hotel
itu sendirian, tidak bersama tim dan di
situ aku yakin kalau Allah ini akan
mengabulkan permintaan saya. Saya bilang
gitu, "Ya Allah, mohon ridamu malam ini
saya mohon izinmu. Izinkan hamba bisa
menyentuk Ka'bah atau kalau engkau rida,
akan mencium Hazar Aswad seperti yang
dilakukan Rasulullah." Setelah itu kami
berangkat hanya berdua. Nah, waktu itu
kita sudah sampai ke Masjid Haram. Kami
melihat Ka'bah itu begitu lengang.
Padahal tidak biasanya ya Ka'bah itu kan
selalu penuh, selalu ramai. Loh, kenapa
itu Ka'bahnya lengang? Saya sampai bisa
berlari itu, Mas. sampai bisa berlari
itu mendekat mendekati Ka'bah itu dan
tinggal beberapa langkah lagi itu sudah
itu hajar aswad ya Allah itu akhirnya
saya ditolong oleh polisi. Tiba-tiba itu
polisi itu ah ha gitu diaw-aw gini saya
itu langsung masuk itu tiba-tiba kepala
saya ini sudah ada di dalam hajar aswad
itu. Saya itu nangis sejadi-jadinya itu
sampai air mata saya itu mungkin sudah
banyak di situ. Terus saya ingat suami
saya masih di belakang. Ya Allah, itu
terus gantian sama suami saya masuk
gitu. Ya Allah, akhirnya sudah puas
kayak sudah aku tuh di situ tidak berdoa
apa-apa. Hanya minta ampun. Ya Allah,
astagfirullahalazim mohon ampun. Hanya
mohon ampun. Saya tidak minta apapun
waktu di Hajar Aswad karena saya merasa
ee dosa kita itu begitu besar, begitu
banyak sahnya. Allah rida mengampuni
dosa kami gitu. Nah, setelah itu setelah
kita berpaling dari Hajar Aswad,
masyaallah astagfirullahalazim. kita
enggak bisa keluar karena ternyata penuh
itu, penuh orang di sekitaran Ka'bah itu
penuh. Kita mau keluar enggak bisa.
Masyaallah, Allahu Akbar. Terus kita
tadi lewat mana gitu. Itu itu keajaiban
kalau menurut saya itu memang sesuatu
yang benar-benar di luar kemampuan kita.
Ketika kita memang 1000% bahkan semiliat
persen kita haqul yakin kepada
pertolongan Allah. Di mana pun, kapanp
kita butuh, Allah akan mengirimkan pada
waktu yang tepat. Bukan sesuai keinginan
kita, tapi Allah akan pasti memberikan
pertolongan, memberikan apa namanya ee
bantuan kepada kita tuh di saat yang
tepat. Asakan kita itu meyakini 1000%
bahkan sejuta persiliat pers letakkan
Allah itu ada di hati, ada di manaun.
Dan kita yakin, haakul yakin bahwa
apapun keadaan kita, kita tuh jangan
pernah merasa Allah meninggalkan kita.
Dan itu saya mengalami hal-hal yang
seperti itu berpuluh kali, bukan hanya
sekali. La haula wala quwwata illa
billahil aliyil adzim. Saya yakin itu
tadi manusia atau bukan saya tidak tahu.
Atau mungkin itu adalah malaikat yang
dikirim Allah.
[Musik]
kita itu teman SMP, jadi ceritanya bisa
dibilang itu cinta monyet ya. Tapi
alhamdulillah atas rida Allah dengan
berjalannya waktu kita bisa bertahan
sampai saat ini dan alhamdulillah kita
sudah mempunyai cucu lima perselisihan
dalam perselisihan itu untuk
menyelaraskan apa ya menjalankan rumah
tangga itu ya gak segampang kayak
sekarang. Prinsip itu kalau berbeda
pasti ada kesalahpahaman terus dari situ
itu saya mengalah aja yang penting ndak
keluar dari jalur agama. Because you
love me.
Woman is never wrong. Dia bilang
perempuan itu gak pernah salah. Kenapa
di luar negeri itu eh pasti ee ladies
and gentlemen? Kalau di Indonesia kan
bapak-bapak dan ibu-ibu. Di sana itu
ibu-ibu baru bapak-bapak. Ladies and
gentlemen. Iya. Ladies and gentlemen.
Jadi intinya itu saling menghargailah.
Semua orang di dunia ini kalau dicari
gak cocok semua kan gak cocok. Saya
selalu menghormati beliau karena saya
berprinsip saya sebagai seorang muslimah
beliau adalah surga saya. Kalau beliau
surganya ibu. Saya harus mendukung
beliau juga untuk berbakti kepada
ibunya. Mungkin ya orang bilang
sehebat-hebatnya saya,
sepintar-pintarnya saya. Saya kalau di
luar, kalau di dalam rumah saya tetap
gak pernah saya itu bicara kasar atau
saya melawan sama beliau. Itu tidak.
Karena konsep agama saya bahwa wanita
itu harus ya ini surga saya gitu.
Mas
mungkin karena juga latar belakang saya
dari keluarga yang sederhana dan saya
lahir di pantai selatan tepatnya di
Pantai Perigi itu adalah sebuah kampung
yang sangat terpencil gitu ya. Ee tidak
kepikir bahwa nanti saya itu bisa ee
pergi ke Amerika apalagi di sana kami
berkesempatan untuk bisa belajar atau
sekolah di sana. Awalnya saya tuh keluar
dari kesehatan karena mungkin kurang
panggilan jiwa saya tuh kurang pas kalau
di situ. Karena saya panggilan jiwa saya
adalah sebagai pengusaha. Tidak membantu
orang sakit tapi membantu menyehatkan
banyak orang gitu. Termasuk sehat
kantongnya juga ya gitu ya. Dari situlah
saya kebetulan waktu itu ada event
pameran batik di New York ya tahun 2006.
Kemudian alhamdulillah di situ ee
kebetulan pas juga Ibu Presiden Ani
Yudoyono almarhum waktu itu sidang PBB
di New York ya tahun 2006. Kebetulan
saya termasuk di dalam salah satu tim
pameran batik di New York waktu itu.
Saya lihat visanya itu cukup lama 5
tahun dan saya memperpanjang stay
sehingga saya bisa belajar di sana. Jadi
ee di Amerika ya ada kesempatan banyak
untuk bisa belajar. ada sekolah-sekolah
yang gratis ya karena visa saya bukan
visa pelajar jadi saya belajarnya itu
tidak yang formal gitu tapi at least
saya masih bisa untuk mempelajari
beberapa hal terutama di bidang
kesehatan dan di bidang kecantikan waktu
di sana dan untuk membiayai itu saya
bekerja parttiman di sebuah restoran
jadi untuk ee menghidupi dan membiayai
semua itu. Bahasa Inggris saya juga
belum terlalu bagus, tapi modalnya
adalah niat. Niat kembali ke niat bahwa
kita ingin belajar untuk jadi lebih
baik, gitu. Kebetulan saya punya
pengalaman waktu itu kan pernah tinggal
di Jepang 4 tahun. Basic saya memang
sebelumnya ada belajar untuk masakan
khusus Jepang yaitu masalah sushi. Kalau
saya pengalaman di Jepang dan saya pun
ee bisa di sana untuk bekerja sebagai ee
sushi di Amerika. Kebetulan waktu di
Amerika itu ada sebuah restoran Jepang
yang khusus ee bikin masakan sushi. Jadi
kebetulan saya juga bisa bekerja di situ
gitu.
Kalau menurut saya pengalaman saya
selama di sana itu sangat luar biasa.
Terutama adalah e masyarakatnya.
Masyarakat Amerika itu lebih menghargai
person gitu, Mas. Anak-anak sekolah itu
dari kecil sampai SMA itu ee pembentukan
karakter. Mungkin itu yang harus kita
pelajari ya dari sana itu bahwa karakter
itu dibentuk dari nol. Membuat orang
pintar itu bisa instan. Tapi membentuk
karakter seseorang itu perlu waktu
bertahun-tahun. Anak-anak itu dibentuk
karakternya untuk bagaimana nanti ketika
di usia 18 tahun anak-anak di
negara-negara maju itu harus mandiri.
Nah, untuk mempersiapkan kemandirian itu
harus dipersiapkan dari kecil. Misalkan
bagaimana kamu nanti berbuat baik
terhadap keluargamu? Bagaimana sikapmu
terhadap negaramu? Bagaimana kamu
mencintai negaramu? dan bagaimana kamu
mencintai dirimu sendiri dan bagaimana
kamu bermasyarakat menjadi lebih baik.
Hidup mereka itu tertata dan disiplin,
malu untuk berbuat tidak baik itu dan ee
memanusiakan manusia. Benar ini
contohnya misalkan nih kita pergi ke
supermarket atau di manaun. Jadi kalau
kita ketemu sama orang itu mereka at
least dia tersenyum. Hai gitu.
Karakternya tuh memang sudah terbentuk
bagaimana untuk hidup bermasyarakat.
Nah, kuncinya mungkin seperti itu,
Mas. Kalau anak-anak di sana itu
tentunya, Mas, itu sangat mereka itu
mencintai banget dengan tanah airnya.
Contohnya begini, orang Amerika setahu
saya itu mesti yang dicari adalah
produk-produknya dari Amerika. Misalkan
orang Jepang pun begitu, orang China
juga begitu. Nah, ini yang saya harapkan
mungkin siapapun ya. Marilah kita
sebagai bangsa Indonesia ini, mari
mencintai produk-produk kita sendiri.
Jangan bangga menggunakan produk luar
negeri. Saya pernah punya pengalaman,
saya pergi ke Florida waktu itu saya
vacation di Florida. Saya tertarik beli
sepatu dengan merek Nike itu ya.
Ternyata sampai di rumah apa yang saya
lihat itu made in Indonesia. Tapi antara
bangga dan heran saya gitu loh. Jadi
marilah kita memaksimalkan produk-produk
UMKM kita ini juga tidak kalah bagus,
Mas. Jadi produk UMKM kita kemudian
produk semuanya di Indonesia itu ada
apapun bahkan kata kata Gus Plus tongkat
dan batu jadi tanaman itu seperti itu.
Itu benar. Mereka itu mau daun pisang
saja itu harus impor dari negara luar.
Bahkan saya mau bikin pepes ikan salmon
aja harus beli frozen daun pisang.
Kemudian ee apapun itu mereka itu
sebenarnya banyak impor. Sementara kita
sendiri harus memaksimalkan terutama
kita ee para UMKM ini harus bisa
memaksimalkan apa yang kita bisa
maksimalkan di Indonesia ini. Karena
semuanya bahan semuanya itu melimpah
ruah. tinggal kita maunya seperti apa.
Nah, nanti monggo kalau mungkin ada yang
melihat acara ini, mungkin kita bisa
memaksimalkan kemampuan kita ee
memaksimalkan alam Indonesia seperti
itu.
Oke, terima kasih. Saya Den Suparti dan
saya Aziz, pengusaha bidang kecantikan
dan kesehatan mengucapkan wabillahi
taufik wal hiidayah. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.