Transcript
es1ZC1MbZRk • Dulu Dihina Miskin, Kini Sukses Berpenghasilan 200 Juta Per Bulan
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/PecahTelur/.shards/text-0001.zst#text/0491_es1ZC1MbZRk.txt
Kind: captions Language: id [Musik] Saya itu kangen mendengar suara azan. Ketika lebaran, saya tidak mendengar orang takbir malam lebaran. Tiba-tiba waktu itu saya mengalah aja yang penting ndak keluar dari jalur agama. Because you love me. Woman is never wrong. Dia bilang perempuan gak pernah salah. Penghasilannya banyak tapi habisnya itu juga cepat gitu loh. Mas pernah juga di atas R00 juta 1 bulan penghasilan. Sempat dalam waktu 8 bulan saya berpenghasilan bersih itu sampai 2 miliar, Mas. di sekolah, di pondok itu saya selalu dibully oleh teman-teman saya gara-gara saya ini anak orang tidak punya, anak orang yang sangat miskin, sangat melarat. Untuk dimakan saja enggak ada. Makanya zaman dulu itu saya nanti kalau besar ingin jadi dosen. Itu itu yang pernah saya ucapkan. Tapi apa yang terjadi? Saya malah dipukuli oleh teman-teman saya. Diinjek-injek. Kamu siapa? Kok jadi dosen kamu itu anak orang kere? Saya itu belum bisa membahagiakan ibu saya. Ibu saya sudah dipanggil Allah. Allahu Akbar. 2011 saya itu tiba-tiba saja itu di bulan puasa seperti tergerak dan saya tuh sampai nangis waktu itu. Saya tidak tahu tiba-tiba saya menangis. Saya merasa hidup saya itu ada yang kurang. Memang di luar negeri itu saya mau beli apapun mau barang-barang branded itu ada semua ada. Tapi ada yang kurang. Saya itu kangen mendengar suara azan. Ketika lebaran, saya tidak mendengar orang takbir malam lebaran. Tiba-tiba waktu itu saya menangis. Terus hari itu saya beli tiket untuk pulang. Dan saya janji sama Allah ketika nanti saya sudah sampai ke Indonesia, pertama kali yang akan saya lakukan adalah saya mau daftar haji dan insyaallah akan berangkat umrah dan saya akan mengabdikan diri saya untuk masyarakat Indonesia. Mungkin yang sebaik-baik manusia adalah manusia yang berguna buat banyak orang. mungkin membantu dalam arti semampu saya itu apa mengenai keilmuan atau mengenai apa mungkin kita bisa berbagi ya sharing itu akan saya lakukan karena itu janji saya sama Allah insyaallah berapapun sisa hidup ee yang diberikan Allah kepada saya semoga hidup saya ini bermanfaat untuk banyak orang. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Sobat pecah telur, saya Agung Hartadi terima kasih sudah melihat tayangan ini. Alhamdulillah per hari ini pecah telur sudah ada divisi usaha baru yaitu umrah dan kita namai dengan Aquatur. Termasuk juga yang teman-teman lihat dalam video ini, saya doakan nanti teman-teman bisa berangkat umrah bersama keluarga. Dan salah satu value dari usaha umrah kita adalah bagaimana kita setulus hati melayani sahabat pecah telur yang ingin umroh berkeluarga dengan Bapak, Ibu, keluarga besar, keluarga kecil. Insyaallah kita siap melayani. Kita melayani selayaknya keluarga. Jadi insyaallah teman-teman yang tertarik program umrah bersama pecah telur nanti teman-teman langsung follow aja Instagramnya Aquatur di deskripsi. Semoga kita bisa ke Baitullah bersama keluarga, quali time bersama di sana bareng keluarga kita. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Sebelum kejadian itu sebenarnya saya mengalami sesuatu. Saya tuh tiba-tiba sakit pas bulan puasa itu di 2010. Jadi 1 tahun sebelum saya pulang ke Indonesia. Kan di Amerika itu puasa itu tidak seperti di Indonesia. Jadi puasanya itu lebih panjang siangnya. Dan alhamdulillah sebenarnya bisa. Tapi itu Allah kasih saya ee rezeki sakit gak tahu tiba-tiba seperti masuk angin terus saya ternyata kena ilius. Jadi usus saya itu muntir gitu sudah kayak ya Allah aku ini hidup atau mati gitu. Dan dari titik situlah saya merasa di sana itu kan enggak ada siapa-siapa, Mas. Jadi ee ketika saya di rumah sakit itu itulah bagusnya pelayanan kesehatan di luar negeri. Jadi tidak ditanya kamu ini siapa dan dari mana. Yang penting bagaimana bisa menolong saya segera dari ee maut ya kan. Kalau itu dibiarkan 1 2 jam kan kita bisa lewat, Mas. Terus di sana itu saya benar-benar ee mendapat keajaiban Mas karena tidak ada siapa-siapa ya. Tapi Allah itu memang maha segalanya. Di saat saya tidak punya, tidak ada siapa-siapa di sana kan menangis itu. Ya Allah, itu kisahnya Mas itu. Semua benda yang ada di kamar itu bicara dengan saya, "Kamu jangan takut, saya di sini, saya nemeni kamu." gitu. Jadi sampai telepon itu bunyi, "Di saat kita butuh itu akan datang." Setelah itu saya sudah berjanji saya pengin segera pulang karena saya merasa ibadah saya itu benar-benar jauh dari kata baik, Mas. Karena salat pun tidak bisa lima waktu. Karena magrib itu kan karena saya part time di restoran magrib itu lagi banyak-banyak tamu jadi enggak bisa izin salat. Nanti selalu dijamak dengan Isya dan waktu zuhur sama asar selalu dijamak juga. Dan subuh ketika kita sampai rumah itu jam .00 pagi jam .00 tidur kebablasan, kadang subuhnya sering bolong. Mungkin itu yang membuat saya benar-benar merasa untuk apa ini semua gitu. Nah, itu makanya saya sangat terharu sekali kalau bicara soal itu, Mas. Sampai di rumah saya juga bingung, tapi saya ingat janji saya sama Allah bahwa saya berprinsip bahwa berapapun sisa hidup saya yang diberikan oleh Allah, saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk bermanfaat untuk banyak orang. Nah, pertama yang saya lakukan waktu itu sampai di Indonesia saya direkrut oleh sebuah perusahaan network marketing yang bergerak di bidang kesehatan dan saya di situ ee sebagai medical advisor kemudian ya mengisi seminar-seminarnya gitu. Dan di situlah saya seperti merasa punya kesempatan untuk berbagi pengalaman, berbagi keilmuan mungkin ya. Walaupun mungkin saya jugaang bukan orang yang pintar, bukan orang yang pandai juga bukan orang yang berilmu tinggi, tapi saya sudah merasa mungkin Allah titipkan sedikit ilmu kepada saya dan itu saya bahagia sekali. Jadi membantu banyak orang untuk memberikan edukasi tentang bagaimana hidup sehat, bagaimana orang berpikir positif. Jadi intinya kan semua penyakit itu kan dari pola berpikir, Mas. Jadi ketika kita bisa mengendalikan itu dan itu ketika orang ini tertolong, yang punya masalah itu tertolong dengan apa yang saya sampaikan itu membahagiakan saya, Mas. Dan itu akan saya terus saya lakukan sampai beberapa perusahaan juga memakai jasa saya untuk itu. N alhamdulillah di situ memang Allah kasih ee rezeki juga ee dan lumayan sangat besar menurut saya ya. 1 bulan itu pernah juga di atas R200 juta 1 bulan penghasilan. Sempat dalam waktu 8 bulan saya berpenghasilan bersih itu sampai 2 miliar, Mas. Itu satu pencapaian yang melebihi penghasilan saya di Amerika. Tapi anehnya di tahun 2016 itu saya ndak tahu. Tiba-tiba saya mengalami titik balik. Ee saya berangkat umrah yang pertama. Sepulang dari umrah, Mas, itu saya itu mulai kurang nyaman, merasa kurang nyaman menjalankan bisnis ini gitu, Mas. Karena saya merasa penghasilannya banyak tapi habisnya itu juga cepat gitu loh, Mas. Saya sampai berpikir kenapa gitu ya. Saya kembali kepada fitrah karena yang kita anut itu adalah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam sebagai role model kita dan beliau adalah berdagang. Dan saya memang senang ya ee kembali berdagang. Iya, sangat Mas. Apa aja kita bisa beli ya dalam konteks yang normal ya, yang wajar. Kalau secara materi kami sangat berkecukupan bahkan lebih bahkan ee lebih dari cukup sangat berlebih. Ternyata hidup itu bukan semata-mata kita nilai dari uang. Ternyata ketenangan hati, kemudian kedekatan kita sama Allah itulah yang membuat kita bahagia yang sesungguhnya. Semua hidup, mati, rezeki itu semua sudah Allah yang atur. Kita tinggal menjemput saja. Nah, dalam rangka menjemput ini, innamal a'malu biniat kita itu apa? Kalau niat yang mendasar itu kita sudah diniatkan, "Aku ingin beribadah, hasil rezekiku ini untuk ibadah di jalan Allah. Apapun bentuknya itu apa yang saya jual ini nanti bermanfaat untuk banyak orang." Itu kunci satu yang didasari. Kemudian yang kedua, kita itu harus istikamah dan amanah. Artinya apa? Istikamah ya ketika kita sudah menjalani satu produk itu, apapun yang terjadi, mau jatuh bangun, mau ya masalah itu selalu ada. Kita harus tetap istikamah karena Allah itu sudah tahu jalan rezeki kita itu ada di situ. Kalau kita istikamah nanti kalau kita enggak istikamah itu repot, Mas. Misalkan kita usaha ini, ya. Kita setiap hari berdoa dan usaha. Ketika Allah mau ngasih rezeki kita di tempat itu, loh kok si fulan sudah enggak ada di situ, di mana lagi ini kan gitu. Ke sini mau dicari ke sini lagi, mau dikasih rezeki yang banyak di sini loh. Di mana lagi si fulan? Sudah pindah lagi kan gitu. Jadi ini istikamah itu perlu. Jadi apapun yang terjadi ketika kita istikamah dengan apa yang kita lakukan bukan hanya kerja, ibadah pun kalau kita istikamah insyaallah kita akan mendapat keberkahan dari Allah Subhanahu wa taala. dan amanah, Mas. Ada ada oknum ketika sudah laris komposisinya diganti apa ini kurang amanah. Allah tidak suka itu, Mas. Jadi saran saya amanah itu sangat penting terhadap relasi bisnis. Kalau kita itu amanah insyaallah kepercayaan masyarakat, kepercayaan tim, kepercayaan konsumen kepada kita itu tidak akan pernah luntur dan kita di mana pun akan dicari orang. Jadi konsepnya yaitu tadi niatkan satu, niatkan bekerja untuk ibadah. Kemudian apa yang kita bisnis jal jual belikan ini adalah sesuatu yang itu memberi manfaat dan berkah kepada banyak orang. Kemudian istikamah dan amanah. Kalau itu bisa dijaga, insyaallah rezeki itu akan berkah dari Allah Subhanahu wa taala. Kalau flashback ya, Mas dari saya kecil ya. Saya mengalami perundungan yang sangat luar biasa. Sampai ada seseorang itu yang berusaha menenggelamkan saya di pantai itu. Ada pulang sekolah itu saya hampir setiap hari itu jarang menemukan makanan. Sehingga survive saya itu dari situ, Mas Timbul. Saya pergi ke sawah itu mencari apapun yang bisa saya makan. Ketemu timun, Mas. Ketimun kecil-kecil yang sisa orang di sawah itu saya ambil dan itu hanya saya oleskan di baju. Kemudian saya makan. apapun yang bisa makan telo itu. Telo yang itu habis dijebol itu kan ada yang tukul-tukulan itu pun bisa saya makan makan apapun bahkan jangkrik itu Mas orang sekarang ee malah dieng ya ekstrmakan ekstrem. Saya dulu sudah kenyang Mas bahkan manjat kelapa saya bisa karena lapar Mas. Jadi jangan pernah menyerah apapun kondisi kita. Ternyata makanya saya tidak pernah membayangkan kalau saya ada di posisi seperti ini di sekolah, di pondok itu saya selalu dibully oleh teman-teman saya gara-gara saya ini anak orang tidak punya, anak orang yang sangat miskin, sangat melarat. Untuk dimakan saja enggak ada. Makanya zaman dulu itu saya nanti kalau besar ingin jadi dosen. Itu itu yang pernah saya ucapkan. Tapi apa yang terjadi? Saya malah dipukuli oleh teman-teman saya. Diinjek-injek, "Kamu siapa? Kok jadi dosen? Kamu itu anak orang kere. Itu sudah sudah menjadi makanan saya dari kecil. Saya itu ndak pernah mampu untuk membeli buku. Saya itu kenal dan saya sekaligus akan berterima kasih kepada teman saya ini yang kebetulan anaknya kepala sekolah SD saya waktu itu. Dia punya buku banyak. Saya ndak pernah namanya main istirahat karena selain saya ndak punya uang untuk jajan. Saya pinjam buku teman saya itu untuk saya baca dan harus semua ada di otak saya. Jadi alhamdulillah, Mas ketika ulangan orang yang punya buku itu belum tentu dapat 10. Nilai saya semua 10, Mas. Karena semua catatannya Allah titipkan di otak saya. Dan saya itu belum bisa membahagiakan ibu saya. Ibu saya sudah dipanggil Allah. Jangan pernah berhenti untuk bermimpi karena bermimpi itu gratis. gantungkan mimpimu itu setinggi langit, setinggi apapun sampai orang tidak bisa melihat mimpimu. Dan buktikan itu dengan semangat yang tanpa menyerah. Karena siapapun dari latar belakang apapun, dari keluarga manaun asalkan kita punya mimpi dan kita meraih itu dengan istikamah, dengan semangat, insyaallah Allah akan menurunkan berkat dan rahmatnya kepada kita. Dan seperti yang saya rasakan sekarang, bahkan saya tidak pernah bermimpi saya bisa makan enak, saya bisa menyekolahkan anak saya ke luar negeri. Itu tidak pernah bermimpi saya, Mas. Lakukan sesuatu semaksimal apa yang kita bisa. Just do everything all the best you can do because everything will become back to you. In ahsantum ahsantumfusikumha. Jadi waj seperti itu, Mas. menjalankan ibadah di malam hari itu Allah itu sepertinya mengirim pesan kepada saya bahwa buatlah sendiri untuk produk yang kamu bisa jual belikan dengan konvensional dengan berdagang. Nah, karena bidang saya adalah e kesehatan dan kecantikan, maka saya juga akhirnya membuat merek sendiri, Mas. Saya bekerja sama dengan ee sebuah pabrik kosmetik. Saya membuat skinc ya dengan ee branding itu eh bestf skinc yang pertama. Kemudian ada juga yang yukari skinc, kemudian healthy food, Mas. Yang healthy food itu diminum seperti glutatine, kolagen itu dalam bentuk minuman. Dan ini yang terbaru adalah kita e memproduksi susu kambing etawa. Karena Rasulullah mengajarkan kita juga beliau minum susu domba. Nah, ternyata kelebihannya dari ee etawa ini adalah sifatnya basah. Jadi bisa membuat e membantu untuk e beberapa kasus dalam ee penyakit. Mas saya itu sudah umrah 4 hari kita di Makkah, tapi saya belum bisa menyentuh Ka'bah atau bahkan mencium Hajar Aswad. Itu malam-malam saya sama suami itu memang sengaja keluar apa ee dari hotel itu sendirian, tidak bersama tim dan di situ aku yakin kalau Allah ini akan mengabulkan permintaan saya. Saya bilang gitu, "Ya Allah, mohon ridamu malam ini saya mohon izinmu. Izinkan hamba bisa menyentuk Ka'bah atau kalau engkau rida, akan mencium Hazar Aswad seperti yang dilakukan Rasulullah." Setelah itu kami berangkat hanya berdua. Nah, waktu itu kita sudah sampai ke Masjid Haram. Kami melihat Ka'bah itu begitu lengang. Padahal tidak biasanya ya Ka'bah itu kan selalu penuh, selalu ramai. Loh, kenapa itu Ka'bahnya lengang? Saya sampai bisa berlari itu, Mas. sampai bisa berlari itu mendekat mendekati Ka'bah itu dan tinggal beberapa langkah lagi itu sudah itu hajar aswad ya Allah itu akhirnya saya ditolong oleh polisi. Tiba-tiba itu polisi itu ah ha gitu diaw-aw gini saya itu langsung masuk itu tiba-tiba kepala saya ini sudah ada di dalam hajar aswad itu. Saya itu nangis sejadi-jadinya itu sampai air mata saya itu mungkin sudah banyak di situ. Terus saya ingat suami saya masih di belakang. Ya Allah, itu terus gantian sama suami saya masuk gitu. Ya Allah, akhirnya sudah puas kayak sudah aku tuh di situ tidak berdoa apa-apa. Hanya minta ampun. Ya Allah, astagfirullahalazim mohon ampun. Hanya mohon ampun. Saya tidak minta apapun waktu di Hajar Aswad karena saya merasa ee dosa kita itu begitu besar, begitu banyak sahnya. Allah rida mengampuni dosa kami gitu. Nah, setelah itu setelah kita berpaling dari Hajar Aswad, masyaallah astagfirullahalazim. kita enggak bisa keluar karena ternyata penuh itu, penuh orang di sekitaran Ka'bah itu penuh. Kita mau keluar enggak bisa. Masyaallah, Allahu Akbar. Terus kita tadi lewat mana gitu. Itu itu keajaiban kalau menurut saya itu memang sesuatu yang benar-benar di luar kemampuan kita. Ketika kita memang 1000% bahkan semiliat persen kita haqul yakin kepada pertolongan Allah. Di mana pun, kapanp kita butuh, Allah akan mengirimkan pada waktu yang tepat. Bukan sesuai keinginan kita, tapi Allah akan pasti memberikan pertolongan, memberikan apa namanya ee bantuan kepada kita tuh di saat yang tepat. Asakan kita itu meyakini 1000% bahkan sejuta persiliat pers letakkan Allah itu ada di hati, ada di manaun. Dan kita yakin, haakul yakin bahwa apapun keadaan kita, kita tuh jangan pernah merasa Allah meninggalkan kita. Dan itu saya mengalami hal-hal yang seperti itu berpuluh kali, bukan hanya sekali. La haula wala quwwata illa billahil aliyil adzim. Saya yakin itu tadi manusia atau bukan saya tidak tahu. Atau mungkin itu adalah malaikat yang dikirim Allah. [Musik] kita itu teman SMP, jadi ceritanya bisa dibilang itu cinta monyet ya. Tapi alhamdulillah atas rida Allah dengan berjalannya waktu kita bisa bertahan sampai saat ini dan alhamdulillah kita sudah mempunyai cucu lima perselisihan dalam perselisihan itu untuk menyelaraskan apa ya menjalankan rumah tangga itu ya gak segampang kayak sekarang. Prinsip itu kalau berbeda pasti ada kesalahpahaman terus dari situ itu saya mengalah aja yang penting ndak keluar dari jalur agama. Because you love me. Woman is never wrong. Dia bilang perempuan itu gak pernah salah. Kenapa di luar negeri itu eh pasti ee ladies and gentlemen? Kalau di Indonesia kan bapak-bapak dan ibu-ibu. Di sana itu ibu-ibu baru bapak-bapak. Ladies and gentlemen. Iya. Ladies and gentlemen. Jadi intinya itu saling menghargailah. Semua orang di dunia ini kalau dicari gak cocok semua kan gak cocok. Saya selalu menghormati beliau karena saya berprinsip saya sebagai seorang muslimah beliau adalah surga saya. Kalau beliau surganya ibu. Saya harus mendukung beliau juga untuk berbakti kepada ibunya. Mungkin ya orang bilang sehebat-hebatnya saya, sepintar-pintarnya saya. Saya kalau di luar, kalau di dalam rumah saya tetap gak pernah saya itu bicara kasar atau saya melawan sama beliau. Itu tidak. Karena konsep agama saya bahwa wanita itu harus ya ini surga saya gitu. Mas mungkin karena juga latar belakang saya dari keluarga yang sederhana dan saya lahir di pantai selatan tepatnya di Pantai Perigi itu adalah sebuah kampung yang sangat terpencil gitu ya. Ee tidak kepikir bahwa nanti saya itu bisa ee pergi ke Amerika apalagi di sana kami berkesempatan untuk bisa belajar atau sekolah di sana. Awalnya saya tuh keluar dari kesehatan karena mungkin kurang panggilan jiwa saya tuh kurang pas kalau di situ. Karena saya panggilan jiwa saya adalah sebagai pengusaha. Tidak membantu orang sakit tapi membantu menyehatkan banyak orang gitu. Termasuk sehat kantongnya juga ya gitu ya. Dari situlah saya kebetulan waktu itu ada event pameran batik di New York ya tahun 2006. Kemudian alhamdulillah di situ ee kebetulan pas juga Ibu Presiden Ani Yudoyono almarhum waktu itu sidang PBB di New York ya tahun 2006. Kebetulan saya termasuk di dalam salah satu tim pameran batik di New York waktu itu. Saya lihat visanya itu cukup lama 5 tahun dan saya memperpanjang stay sehingga saya bisa belajar di sana. Jadi ee di Amerika ya ada kesempatan banyak untuk bisa belajar. ada sekolah-sekolah yang gratis ya karena visa saya bukan visa pelajar jadi saya belajarnya itu tidak yang formal gitu tapi at least saya masih bisa untuk mempelajari beberapa hal terutama di bidang kesehatan dan di bidang kecantikan waktu di sana dan untuk membiayai itu saya bekerja parttiman di sebuah restoran jadi untuk ee menghidupi dan membiayai semua itu. Bahasa Inggris saya juga belum terlalu bagus, tapi modalnya adalah niat. Niat kembali ke niat bahwa kita ingin belajar untuk jadi lebih baik, gitu. Kebetulan saya punya pengalaman waktu itu kan pernah tinggal di Jepang 4 tahun. Basic saya memang sebelumnya ada belajar untuk masakan khusus Jepang yaitu masalah sushi. Kalau saya pengalaman di Jepang dan saya pun ee bisa di sana untuk bekerja sebagai ee sushi di Amerika. Kebetulan waktu di Amerika itu ada sebuah restoran Jepang yang khusus ee bikin masakan sushi. Jadi kebetulan saya juga bisa bekerja di situ gitu. Kalau menurut saya pengalaman saya selama di sana itu sangat luar biasa. Terutama adalah e masyarakatnya. Masyarakat Amerika itu lebih menghargai person gitu, Mas. Anak-anak sekolah itu dari kecil sampai SMA itu ee pembentukan karakter. Mungkin itu yang harus kita pelajari ya dari sana itu bahwa karakter itu dibentuk dari nol. Membuat orang pintar itu bisa instan. Tapi membentuk karakter seseorang itu perlu waktu bertahun-tahun. Anak-anak itu dibentuk karakternya untuk bagaimana nanti ketika di usia 18 tahun anak-anak di negara-negara maju itu harus mandiri. Nah, untuk mempersiapkan kemandirian itu harus dipersiapkan dari kecil. Misalkan bagaimana kamu nanti berbuat baik terhadap keluargamu? Bagaimana sikapmu terhadap negaramu? Bagaimana kamu mencintai negaramu? dan bagaimana kamu mencintai dirimu sendiri dan bagaimana kamu bermasyarakat menjadi lebih baik. Hidup mereka itu tertata dan disiplin, malu untuk berbuat tidak baik itu dan ee memanusiakan manusia. Benar ini contohnya misalkan nih kita pergi ke supermarket atau di manaun. Jadi kalau kita ketemu sama orang itu mereka at least dia tersenyum. Hai gitu. Karakternya tuh memang sudah terbentuk bagaimana untuk hidup bermasyarakat. Nah, kuncinya mungkin seperti itu, Mas. Kalau anak-anak di sana itu tentunya, Mas, itu sangat mereka itu mencintai banget dengan tanah airnya. Contohnya begini, orang Amerika setahu saya itu mesti yang dicari adalah produk-produknya dari Amerika. Misalkan orang Jepang pun begitu, orang China juga begitu. Nah, ini yang saya harapkan mungkin siapapun ya. Marilah kita sebagai bangsa Indonesia ini, mari mencintai produk-produk kita sendiri. Jangan bangga menggunakan produk luar negeri. Saya pernah punya pengalaman, saya pergi ke Florida waktu itu saya vacation di Florida. Saya tertarik beli sepatu dengan merek Nike itu ya. Ternyata sampai di rumah apa yang saya lihat itu made in Indonesia. Tapi antara bangga dan heran saya gitu loh. Jadi marilah kita memaksimalkan produk-produk UMKM kita ini juga tidak kalah bagus, Mas. Jadi produk UMKM kita kemudian produk semuanya di Indonesia itu ada apapun bahkan kata kata Gus Plus tongkat dan batu jadi tanaman itu seperti itu. Itu benar. Mereka itu mau daun pisang saja itu harus impor dari negara luar. Bahkan saya mau bikin pepes ikan salmon aja harus beli frozen daun pisang. Kemudian ee apapun itu mereka itu sebenarnya banyak impor. Sementara kita sendiri harus memaksimalkan terutama kita ee para UMKM ini harus bisa memaksimalkan apa yang kita bisa maksimalkan di Indonesia ini. Karena semuanya bahan semuanya itu melimpah ruah. tinggal kita maunya seperti apa. Nah, nanti monggo kalau mungkin ada yang melihat acara ini, mungkin kita bisa memaksimalkan kemampuan kita ee memaksimalkan alam Indonesia seperti itu. Oke, terima kasih. Saya Den Suparti dan saya Aziz, pengusaha bidang kecantikan dan kesehatan mengucapkan wabillahi taufik wal hiidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.