File TXT tidak ditemukan.
Transcript
1sWuKX7ZFeY • Omzet Turun, Tapi Hidup Lebih Tenang! - Kunci Bisnis yang Sehat
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/PecahTelur/.shards/text-0001.zst#text/0483_1sWuKX7ZFeY.txt
Kind: captions Language: id [Musik] jadi penjahit itu minta uang tapi saya gak pegang uang ini jadi uangnya di kasir itu ada nilai produk tapi saya gak pegang cash dari situ ada sesuatu yang aneh menurut saya akhirnya saya tanya yang pegang keuangan di kasir coba bongkar laporannya dari situ baru sadar kita ternyata uang di luar itu yang kita kerja sama orang-orang yang kita ajak kerja sama tadi r00an juta lebih lah hampir 400 jadi lebih banyak nilai produk yang dari kita kita kasih ke mereka dibandingkan modal dia yang [Musik] masuk kayak tidak ada sedikit pun saya mau mundur dan Maharaja ini harus tetap ada pokoknya kan piring makannya kita ada di sini Kita sudah mulai dan tidak boleh dihentikan ya Jadi pas manajemen itu sudah tidak bekerja sama lagi pokoknya suami selalu bilang kapalnya Maharaja harus tetap berlayar justru pas covid di situ paling puncaklah di akhir Desember itu 2020 Kita pernah pecah penjualan hampir 1,5 m lah sebulan jadi omsetnya tidak sebanyak dulu Tapi apa ya Tenang [Musik] lah penyesalan yang ketiga Ketika saya sudah punya uang tapi orang tua sudah tidak ada itu agak berat juga sebenarnya beliau tidak sakit juga cuman tiba-tibal ibaratnya dia cuman sakit perut saya bawa ke rumah sakit hari itu Sat hari kemudian sudah gak ada Bismillahirrahmanirrahim asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh saya Rahman bersama istri asmati saat ini kami ada di Makassar tepatnya di grosir tas Maharaja produk yang kami pasarkan adalah tas perempuan jadi kita kerja sama dengan pabrik home industri kita pasarkan khusus di Indonesia timur di Makasar khususnya kalau di dunia fashion kan rata-rata yang paling sering belanja itu kan perempuan dulu awalnya sering lihat online shop lain jualan-jualan kok kebanyakan jualannya perempuan jadi kepikiranlah kayaknya ini bagus peluang besar kalau kita punya usaha usahanya itu di bidang fashion yang notabandnya yang belanja itu perempuan awal kita mulai ini terpaksa sebenarnya terpaksa oleh keadaan jadi saya ini basicnya sebenarnya seorang sarjana jurusan Teknik Mesin beliau ini Jurusan Farmasi kita menikah itu dalam posisi tidak bekerja akhirnya kita coba-cobalah mulailah jualan online seperti ini mulai dari waktu anak pertama Kami lahir makanya tokonya kami sebut grosir tas Maharaja jadi di rumah sakit itu kita ini hanya pegang uang 500.000 tidak ada untuk berobatlah Mungkin cukup tapi ya begitulah akhirnya dari situ besar hatilah kayaknya kita harus cari pekerjaan makanya itu kita Pilihlah mulai jualan seperti ini kalau pekerjaan karena saya kan basicnya teknik sebenarnya sempat melamar juga ke Kalimantan melamar bebera us usahaan bukan tidak diterima ya ada satu dua yang ibaratnya mengajak kita ke kantornya tapi istri bilang kalau kamu Merantau e terus saya ini sama anak-anak bagaimana akhirnya tidak jadi lagilah di situ sebelumnya kita kan berdua kerja MLM Kurang lebih 3 tahun kita kerjakan Alhamdulillah jaringan banyak penghasilan juga ada sebenarnya Tapi e sesuatu dan lain hal Alhamdulillah kita istirahatkan lah di situ nah seperti itu kalau awal-awalnya jadi memang awal setelah menikah itu masih ada sedikit biaya dari orang tua sampai anak pertama lahir Nah dari lahirnya anak pertama kita mikir kok ini anak sudah ada masih ada sih orang tua akhirnya kepikiran lah untuk memulai tasnya itu awalnya dari saya saya kan dropship ke salah satu supplier terbesar juga saya dropship lah di situ yang bikin cambukan besar hari itu saya dropship satu visisis tas harganya enggak nampai Rp100.000 tapi nyakitinnya itu luar biasa soalnya saya modalin kurang lebih Rp100.000 sampai di Makassar tasnya Pas saya telepon customernya di cancel sehari itu saya gantung tas itu di dinding saya bilang ya Allah ini Uang sudah minus di php lagi saya curhatlah sama suami saya bilang ini bagaimana kalau seperti ini usaha yang baru dimulai pun sudah minus akhirnya kata suami Ayolah kembalilah kita ke kampung sampai di Kampung modal uang amplop lah ibaratnya saya dikasih sama mertua R juta buat modal pupu itu Alhamdulillah hanyaat bertahan 6 bulan dan menghasilkan hanya satu handphone seharga sejuta setelah itu bangkrut saya bilang sama suami ini kayaknya kalau seperti ini ya hidupnya begini-begini Terus akhirnya saya nekatlah minjam sama mertua uang R1 juta Saya mau modal usaha untuk tas soalnya kemarin untuk stok saya tidak ready Jadi mungkin lebih bagus kalau saya readyikan tasnya dengan modal R1 juta akhirnya minjamlah sama mertua modal R1 juta kembalilah kita ke Makassar kembali ke Makassar nyetok beli ke supplier tas dengan modal R1 juta kita jualan di rumah orang tua lagi masih numpang lagi dari modal 1 juta itu Ya kita putar kembali Akhirnya sudah mulai belajar manajemen keuangan nah ini beliau yang untuk manajemen keuangannya yang mahal bagi saya waktu memulai itu adalah komitmen lah ya jadi dulu itu kan dia sebagai cs-nya saya ini mengantar barang sebagai kurir juga sekalian jadi saya bilang sama istri untuk uang hasil untung jualan itu jangan diganggu-ganggu yang kita pakai ini adalah uang hasil dari kurir kur kurir di Makassar ini di Kota satu kali rute itu bisa kita dapat 10 Rib nah dari situ mulai ada Ini hasilnya dari dapat Rp300.000 sampai akhirnya berjuta-jut l dari situ Itu yang kita putar sebenarnya Dan saya komitmen bahwa uang itu untuk untungnya jangan dipakai lah Nah itu sebenarnya yang mahal di awal dan di belakangan baru kami tersadar Oh ternyata ini ilmu cara mengatur keuangan customernya bayar kurir Kakak ini ada biaya pengiriman Rp10.000 sampai ke alamatnya Kakak jadi biaya kurirnya dipakai untuk biaya hidup keuntungan dari tas itu ditambah UN Iya untuk modalnya terus sampai ke sekitar 7 bulanan baru kita pindah ke sini Akhirnya sampai di rumah orang tua e kondisi sudah tidak memungkinkan sudah fullas soalnya yang kita pakai ruang tamu jadi sedikit mengganggu juga kalau ada tamu sementara tas masih berserakan akhirnya suami berinisiatif ayo sewa ruko sajalah banyak sih cecian dari luar Kana sok-sok sewa ruko padahal penghasilan masih seberapa dan sewa ruko pun bukan dari hasil tas minjamlah lagi kita di sini ruko dulu itu pertama kali Rp8 juta saya dapat uang ngontrak itu dari kakak saya yang habis jual tanah jadi saya pinjam saya janji 6 bulan saya ganti tapi kayaknya Allah berkehendak lain 1 bulan kami di sini itu sudah kembali setengahnya dari pas kita pindah di sini jadi perputarannya lebih cepat jadi kita pindah di sini pun uang yang kita pakai itu hasil pengiriman dan saya juga kan ada teman yang menitipkan barangnya di sini ya saya bantu jualkanlah sememuk ayunan itu nah itu yang untungnya saya ambil sendiri Jadi ceritanya saya jual produk lain juga jadi kita pindah ke sini kita bawalah sisa stok yang ada di ruang tamu tadi itu nah pas kita bawa ke sinilah ini kenapa tempatnya yang terlalu besar atau barang kita yang terlalu sedikit jadi Hanya Satu Dinding Di sini saja yang terpakai ah itu sekitar 7 jutaan lah kayaknya nilai nya untuk nilai produknya ya sampai kayaknya 1 tahun berselang di Ramadan berikutnya jadi kan di rumah itu kita mulai dari Ramadan 2017 2018 Kita pindah di sini awal-awal Ramadan ketemu Ramadan lagi Kayaknya sudah kewalahan kalau kita kelola berdua akhirnya kita rekrut karyawan juga Jadi ada orang yang kita Panggil menggantikan saya mengantar sama menggantikan ibunya Raja ini Balas cat karena sudah mulai ramailah pelanggan kalau di situ untuk biaya sehar hari-hari itu sudah tidak ada berarti dari kurir dari Untung produk-produk lain juga tapi alhamdulillah penghasilan di situ sudah amanlah karena di hari lebaran itu saya saja kaget kan karena kita pegang uang ini puluhan juta pertama kalinya tapi ibaratnya barang yang kita ambil dari produsen itu sudah lunas semua jadi produsen itu Alhamdulillah kita juga komitmen juga saya bilang sama beliau juga karena dia juga barulah ibaratnya penjahit baru saya online shop baru jadi saya buat komitmen di awal saya bilang Mbak kan di Jawa saya di Sulawesi Mbak tahulah karakternya orang Sulawesi orang Makassar itu keras dalam artian kerasnya ini bukan mau berkelahi Bukan tapi karakternya keras kepada dirinya kalau mbak komitmen saya jauh lebih komitmen Mbak akhirnya penjahit itu kadang mengirimkan barang dulu ke sini kadang juga dia minta mas saya butuh uang R juta untuk produksi kita yang kasih uang jadi timbal baliklah itu ketemu sama penjahit nanti satu tahun lebih kerja sama baru saya tahu Oh ini mukanya gak pernah ketemu cuman wa telepon saja seperti itu Jadi sampai 2020 itu sekitar 9 penjahit sekarang tersisa du l kalau yang dij sih tas peruan tapi lebih ke Lal terus lebih ke remaja kalau harga karena kita sudah supplier langsung dari penjahitnya jadi harga lebih murah dari pasaran di luaran sana yang paling murah di sini saat ini r.000 tas yang berbentuk watch handbag lah untuk dipakai ibu-ibu ke pasar yang paling mahal di sini r39.000 kalau untuk harga Alhamdulillah masih bisa bersainglah dengan harga-harga yang ada di Jawa sebenarnya karena kan langsung dari angan pertama begitu market yang besar itu di sini kan dari awal itu kita hanya main Facebook lah kita posting di grup dapat pembeli itu tanpa belajar tanpa ilmu sebenarnya chat itu lumayan banyak kita kan kewalahan Oh ini kayaknya ada sesuatu yang perlu kita perbaiki akhirnya kita belajarlah dari jualan online dulu kita gak tahu ilmu closing tidak tahu yang kita tahu itu Pokoknya kita balas chat saj lah tidak ada manajemennya terus marketnya itu yang paling besar dari Facebook sih Sebenarnya sekarang kan kita juga main tiktok ada live tiktok juga sesekali kita live tiktok kebanyakan belanjanya grosir itu marketnya Makassar ke timur lah pengiriman terjauh itu kalau di sini sampai Marauke jadi tas ini kan tanpa brand ibaratnya jadi polosan nanti Terserah mau masuk ke butik itu bisa Kebanyakan yang ambil partaian 200 biji 500 biji itu buat dimasukkan lagi ke tokonya karena kan terbrandingnya tas Maharaja ini adalah grosiran Jadi sebenarnya alam Alhamdulillah nanjak terus Allah kasih rezeki itu kayak gak putus-putus lah karena kita kan terbiasa susah terbiasa hidup yang sederhana lah begitu makanya uang itu awet itu yang terus kita gulung terus kita gulung puncaknya itu di tahun 2019220 Iya justru pas covid di situ paling puncaklah karena di akhir Desember itu 2020 Kita pernah pecah penjualan hampir 1,5 m lah sebulan itu paling Puncak ibaratnya kan kalau di Makassar ini masih banyak aturan kita gak boleh mengirim ke sini belum boleh mengirim ke sini Tapi kita masih tetap berjalan alhamdulillahnya di situ itu paling puncaknya Desember 2020 di 2021 itu ada kurang lebih dua apa tiga ya momen penyesalan lah kalau saya bilang kupikir usaha ini bakal lancar eh malah bikin pusing keuangan bisnis dan pribadi campur aduk stok Barang berantakan ujung-ujungnya telat kirim reseller protes pelanggan kecewa dan yang paling nyesek kerja siang malam tapi dompet tetap kosong Setiap hari kalau kayak begini terus mana bisa berkembang bisnisku Pusing aku pilih pakai Odu karena semua jadi lebih tertata keuangan rapi akurat stok bahan baku terkontrol urusan dengan seller lancar semua tinggal klikklik doang dan yang penting semuanya bisa diakses kapanpun dan di manaun saatnya beralih ke Odu karena pengusaha hebat pantas mendapatkan software yang [Musik] hebat yang pertama itu jadi permodalan ini sebenarnya yangik cat tergulung jadi saya ada kerja sama dengan beberapa orang awalnya customer juga jadi reseller aktif loyal akhirnya kita sama-sama komitmen lah untuk sama-sama bangun brand Maharaja ini Jadi mereka itu menyetorkan uang modalnya seadanya jadi kita tidak patok berapa juta dan saya bongkar harga produksinya sampai sedetail itu maksudnya kita bongkar harga produksi Saya cuman ambil untung produksi saja selisih 1.000 r.000 e untuk dikir pengirimannya ke sini e mereka kumpul uang kita kasih barang Sesuka mereka karena kan ini banyak ibaratnya barang yang di gudang juga ada banyak kita kasih uang 2021 itu ada tiga momen jadi penjahit itu minta uang minta uang karena mau gajian di hari Sabtu kan biasanya Kalau penjahit rumahan itu gajiannya setiap hari sabtu minta uang tapi saya gak pegang uang ini jadi uangnya di kasir itu ada nilai produk tapi saya gak pegang cash dari situ ada sesuatu yang aneh menurut saya akhirnya saya tanya yang pegang keuangan Dikas pastir coba bongkar laporannya dari situ baru sadar kita ternyata uang di luar itu yang kita kerja sama orang-orang yang kita ajak kerja sama tadi 300an juta lebih lah hampir 400 jadi lebih banyak nilai produk yang dari kita kita kasih ke mereka dibandingkan modal dia yang masuk kan awalnya perjanjiannya ambil barang sejuta simpan uang sejuta deposit lah bahasanya kalau orang-orang tuh karena kami lihat mereka ini kan loyal-loyal semua kadang juga ada yang bilang nanti habis saya kirim ada Ang n saya transfer sampai akhirnya itu bergulunglah karena kan dalam tempo yang lama 6 bulan lebih lah itu uang di luar Ternyata ada 300-an yang mandat produknya dibawa saya tariklah itu produk saya inisiatif tarik semua bawa semua ke toko yang tersisa Nah itulah 300 juta itulah yang terbuku Barangnya sudah terjual tapi uangnya tidak ada dari beberapa orang itu dari situ saya akhirnya memutuskan tidak bekerja sama lagi dulu untuk sementara kita kasih barang ke orang memutuskan untuk mengelola sendiri jadi dulu kita sebutnya manajemen karena mereka juga masuk dalam manajemen yang namanya sesama manusia kadang menagihnya [Musik] susah Yang kedua ini Kayaknya belum pernah publik tahu juga karena memang kita sembunyikan Jadi sebelum cerita tadi itu kita pernah kecurian jadi sebelum kecurian sebelumnya semua tas yang ada di manajemen tadi kita tarik semua terus kita sewakanlah satu buah gedung gedung untuk dikumpulkanlah semu barang UN dikumpulkan semua barang ternyata barang yang terkumpul lumayan banyak pokoknya dia cukup untuk satu gedunglah satu gedung nikahan nah di situlah kita jual selama kurang lebih semingguan ya kita jual selama semingguan dan masih ada produk yang tersisa dari sisa produk ada uang yang terkumpul kisaran r0 jutaan Nah di sinilah yang penyesalan kedua ya terjadi istilahnya itu karena saya pegang uang kita berdua ini mau berbakti ke orang tua Iya jadi sorenya itu kan Ibu saya di kampung beliau datang ke Makassar kita ini mau kasih surprise lah bahasanya ya Ke Ibu saya dan mertua kita beli emas cincin ya Iya cincin jadi kita masing-masing belikan kita mau kasih surprise lah malamnya kita kasih pokoknya sebagai tanda syukurlah kita berada di titik ini sekarang tapi ya itulah namanya rezeki Mungkin berbedalah takdir Tuhan berbeda Jadi malamnya kita nginapnya di rumah orang tua malamnya setelah dikasih surpriseennya emasnya besoknya kita dijemputlah hari Jumat habis salat jumaat dijemput di rumah Ibu saya setelah itu kembali ke rumah dengan keadaan kaget kok pintu rumah terbuka R juta itu harusnya disetorkan pagi untuk kita bayarkan gaji tukang hari Sabtunya ternyata r0 juta itu Raib kehilangan ditambah barang itu juga uang di luar Akhirnya numpuklah akhirnya belum cukup semalam tetap kepikiran tapi saya gak melakukan hal-hal yang lain nah dari situ 6 bulan itu saya kayak tengkorak berjalan lah karena bangun tidur pasti ada tagihan dari penjahit kan Bagaimana Mas uangnya sudah di ini akhirnya penjahit itu stop satu persatu yang tadinya ada yang bantu kita jualan dari manajemen yang tadi akhirnya penjualannya kita sedikit menurun soalnya yang tadinya ada bantuan akhirnya kita berjuang sendiri sudah tidak ada kerja sama lagi dari manajemen-manajemen yang sebelumnya jadi betul-betul jualannya Ya kembali ke awal merintis karena kepercayaan itu sudah hilang penyesalan yang ketiga Ketika saya sudah punya uang tapi orang tua sudah tidak ada itu agak berat juga sebenarnya nya jadi kita sudah komitmen lah pokoknya kalau kita ada uang nabung kita umrohkan semua orang tua dari situ kayak kita menyesal lah sudah ada uang lah ibaratnya ini ada bahkan untuk berangkat besok pun saya siap bayar tapi itu waktu sudah tidak ada itu yang apa berat sekali dalam hidup saya sebenarnya beliau tidak sakit juga cuman tiba-tibalah ibaratnya dia cuman sakit perut saya bawa ke rumah sakit hari itu Sat hari kemudian sudah gak ada karena beliau juga jauh kan dari sini sekitar 3 jam perjalanan dari sini jadi sedihnya itu karena mengabdinya di ya waktu-waktu terakhirnya beliau Iya dulu saya melawan mas maksudnya melawan ke Bapak ini nanti di belakang-belakang habis menikah ibaratnya saya tersadarlah kan kayaknya kita ini anak kayak Pendosa sekali begitu sama orang tua saya tersadar ke Bapak ini waktu saya kuliah dan mau mempersunting istri Jadi saya pamitan lah sama bapak saya mau menikah karena Kayaknya sudah saatnya di situ saya baru akrab saya turunkan ego saya datang ke rumahnya minta maaf kayaknya Selama saya masih muda-muda kemarin memang ngeyel-ngeyel anaknya saya gak sadar ternyata ringkaslah saya baru mau mengabdi baratnya ada penghasilan itu memang sudah diniatkan itu dari awal pokoknya umrah dulu orang tua itu kita tabung-tabung jadi Alhamdulillah sempat mengumrahkan orang tua ada uang senya cuman Bu belum terpanggilah bahasanya kalau itu ya Jadi yang sempat diberangkatkan ibu sama mertua Jadi Bapak meninggal 2017-nya kita tabung lagi uangnya 2019 itu kita berangkatkan mertua Um dan itulah jadi penyesalan juga Karena di waktu-waktu terakhir beliau barulah kita mau mendekatkan diri Iya ternyata beliaunya lebih ini untuk hutangnya itu kurang lebih 400an juta lah alhamdulillahnya masih ada barang yang tersisa tapi sudah tidak senilai seperti itu itu hampir 2 tahunan lah sekarang pun masih ada tapi tidak terlalu banyak itu pun saya masih cicil-cicil tapi gak seberat waktu di awal karena memang kaget kita kan Di mana kita mau cari uang ratusan juta ini yang ibaratnya bukan kita ini yang melakukan Iya soalnya uangnya masih ada di X manajemen tadi masih ada yang belum diselesaikan pun Ya lumayan susah dampaknya ke kami usaha kurang lebih 1 tahun lebih lah pokoknya semua Untung kita pakai membayar karena beban juga sebenarnya sama produsen kan akhirnya satu persatu terselesaikan sekarang yang menjahitnya juga masih ada Alhamdulillah saya mau terima kasih lah pokoknya masih Setialah beliau sampai sekarang masih mempercayai Beliau juga masih kirim barang minta Ang kita kasih juga seadanya ke sana Alhamdulillah masih dipercayalah itu yang dari awal kita komitmen memang untuk sama-sama jalan sejauh ini belum pernah sampai yang tertinggi selama kami kelola sendiri itu di R50 juta sebulan itu masih ada yang belanja Alhamdulillah jadi dia menanjak-menanjak Mas dari 700 kita briefing lagi hampir setiap bulan kita liburan bahasanya meeting tapi kita sebutnya briefing lah sambil liburan bulan depan pecah target lagi pecah target kita kasih bulan sekali liburannya sampai setiap orang yang lihat sosmate kita woh ini maharja jalan-jalan terus kerjaannya jadi rewardnya memang ke manajemen juga Jadi kalau misalkan ada salah satu manajemen yang pecah penjualannya sampai di targetnya Dikasihlah reward sebenarnya banyak belajarnya dari YouTube dan awalnya itu saya kepikiran tidak mau berhutang karena orang-orang ini Kan awalnya memang reseller kami Jadi mereka ini sudah loyal lah belanja akhirnya mereka kan juga pasti ada untungnya yang didapatkan setiap bulannya kita tanyalah kamu ada uang berapa jadi ada yang menyetor R juta ada yang R juta bahkan ada juga yang Rp juta itu hanya perbedaannya dari setiap uang yang disetor itu hanya di harga saja harga dari produksi dari situ akhirnya terkumpullah Rp0 juta kalau gak salah waktu itu jadi ibaratnya modalnya dibantuah I sama-sama Iya sama mereka-mereka ini makanya kita rangkulah jadi manajemen karena masing-masing juga punya modal waktu berjalan itu masih aman-aman saja sebenarnya cuman ada waktu memang kita tidak bisa kontrol barang yang datang ini makanya barang datang langsung diambil jadi modal kepercayaan saya jadi setiap barang datang biasa satu truk itu mereka pasti datang masing-masing ambil barang masing-masing hitung sendiri ambil sendiri ping sendiri bawa pulang alhamdulillah dua-duanya bagus sebenarnya karena kalau kita bareng dengan manajemen ada banyak kepala yang memberikan ide kalau kita sendiri seperti ini kan kita mikirnya dari kepala kita sendiri kan Tapi kalau ditanya lebih tenang Mana lebih tenang kalau kita kelola sendiri karena kita hanya e melawan diri kan Paling juga ya berdebat-berdebat sedikit sama ibunya Raja ini nyamannya dan tenangnya saya lebih memilih sendiri sebenarnya mengelola sendiri jadi omsetnya tidak sebanyak dulu Tapi apa ya Tenang lah sebenarnya kita sudah ancang-ancang kita mau kembali lagi ke kosmetik karena kosmetik itu sebenarnya berjalan 1 tahun lebihlah berjalan kita mau perbaiki lagi kembali kita mau produksi lagi sama sekarang cari tambahan produk yang bisa kita branding yang no brand lah ibaratnya selain tas paling seperti itu sih Mas kalau medianya kami paling selain di Facebook paling tiktok pokoknya yang market CL seperti itu shopee WhatsApp kita juga ada fanspack-nya juga sebenarnya Alhamdulillah dikasih rezeki paham sedikit ilmunya kita ngiklan jadi kita ngiklan di Facebook selain itu kita live streaming juga di tiktok gede tiktok kalau di sini cuman tiktok itu kan kembali lagi ke akunnya setelah kemarin tiktok tutup itu kan banyak aturan yang berubah kan ah itu lumayan berbed l dari cara mengelola tiktok sebelumnya Kalau ilmu yang pertama saya dapat memulai usaha itu sebenarnya tidak perlu modal banyak bahkan kita dulu boleh dibilang kan di awal mulainya dropship itu kan tanpa modal lah bahasanya kalau kita sebutnya sampai akhirnya kita berandikan diri nyetok produk sejuta itu jadi ternyata memulai usaha itu tidak perlu tanda kutip modal uang yang besar kedua setelah kejadian yang kita salah mengelola orangnya kita belajar Oh ternyata sifat manusia itu beda-beda dan ibaratnya secara personal dan bisnis harus memang Kita pisah ternyata bisnis ya bisnis berteman ya berteman dari saya sih Karena saya perempuan ya pelajaran yang paling berharga yang saya dapatkan dari beberapa tahun jualan yang paling berharga itu manajemen keuangannya yang tadinya perempuan biasanya mau belanja tinggal belanja kalau ada uang kan tinggal satset tapi setelah belajar namanya manajemen keuangan Oh ternyata ada loh yang lebih penting jadi lebih belajar yang mana yang dibutuhkan bukan yang diinginkan seperti itu itu dari suami pokoknya dulu Itu kan kalau perempuan kan sedikit-sedikit tinggal ini tinggal ini tapi memang ditahan dari pasangan sendiri sih kalau orang yang sudah berkeluarga memang harus ada support dari di luar sih karena kalau dari diri sendiri tu kadang kita bisa ngelak sendiri dari kadang otak bilang apa tapi hati maunya ini Alhamdulillah masih bisalah dikontrol Alhamdulillah bersyukurnya karena dari awal menemani pokoknya tidak banyak neko-neko lah dulu sih Katanya orang keseteraan gender jadi saya tuh dulu prinsipnya Kalau cowoknya bisa kok saya tidak bisa jadi orangnya Sedikit keras pokoknya kalau dia bisa begini saya bisa begini juga sampai sekarang pun kita jalan Maharaja berdua biasa saya yang bawa mobil bawa barang berkarung-karung di mobil sambil video-video Kok mau jadi kurir kok mau angkat-angkat barang tidak apa-apa Kok saya yang nikmati bukan kalian jadi saya tu kalau dia bisa nyetir Saya harus bisa nyetir juga Walaupun mungkin di belakang ya Ada yang saya tidak bisa tapi yang penting saya coba dulu Jadi kalau dikontrol dari Beliau juga ada Masukan ya pasti saya dengarkan juga alhamdulillah kalau rasa itu mungkin karena dari awal sudah ya sama keadaan kayak tidak ada sedikit pun saya mau mundur dan Maharaja ini harus tetap ada pokoknya kan piring makannya kita ada di sini Kita sudah mulai dan tidak boleh dihentikan ya Jadi pas manajemen itu sudah tidak bekerja sama lagi pokoknya suami selalu bilang kapalnya Maharaja harus tetap berayar ada yang masih bertahan tanpa digaji pun dulu pernah ada pernah ada pernah ada saking maunya lihat Maharaja ini harus tetap berlayar bahasanya seperti itu paling kalau dari saya usaha itu ada ritmenya kadang kita ada di atas kadang kita ada di bawah yang perlu kita tahu Tuhan itu tidak pernah salah memberi rezeki tetap harus kita jalani tetap harus kita syukuri Baik saya Rahman bersama istri mengucapkan terima kasih banyak kami dari grosirtas Maharaja sekian asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh