File TXT tidak ditemukan.
Transcript
1sWuKX7ZFeY • Omzet Turun, Tapi Hidup Lebih Tenang! - Kunci Bisnis yang Sehat
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/PecahTelur/.shards/text-0001.zst#text/0483_1sWuKX7ZFeY.txt
Kind: captions
Language: id
[Musik]
jadi penjahit itu minta uang tapi saya
gak pegang uang ini jadi uangnya di
kasir itu ada nilai produk tapi saya gak
pegang cash dari situ ada sesuatu yang
aneh menurut saya akhirnya saya tanya
yang pegang keuangan di kasir coba
bongkar laporannya dari situ baru sadar
kita ternyata uang di luar itu yang kita
kerja sama orang-orang yang kita ajak
kerja sama tadi r00an juta lebih lah
hampir 400 jadi lebih banyak nilai
produk yang dari kita kita kasih ke
mereka dibandingkan modal dia yang
[Musik]
masuk kayak tidak ada sedikit pun saya
mau mundur dan Maharaja ini harus tetap
ada pokoknya kan piring makannya kita
ada di sini Kita sudah mulai dan tidak
boleh dihentikan ya Jadi pas manajemen
itu sudah tidak bekerja sama lagi
pokoknya suami selalu bilang kapalnya
Maharaja harus tetap berlayar justru pas
covid di situ paling puncaklah di akhir
Desember itu 2020 Kita pernah pecah
penjualan hampir 1,5 m lah sebulan jadi
omsetnya tidak sebanyak dulu Tapi apa ya
Tenang
[Musik]
lah penyesalan yang ketiga Ketika saya
sudah punya uang tapi orang tua sudah
tidak ada itu agak berat juga
sebenarnya beliau tidak sakit juga cuman
tiba-tibal ibaratnya dia cuman sakit
perut saya bawa ke rumah sakit hari itu
Sat hari kemudian sudah gak
ada Bismillahirrahmanirrahim
asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh saya Rahman bersama istri
asmati saat ini kami ada di Makassar
tepatnya di grosir tas Maharaja produk
yang kami pasarkan adalah tas perempuan
jadi kita kerja sama dengan pabrik home
industri kita pasarkan khusus di
Indonesia timur di Makasar khususnya
kalau di dunia fashion kan rata-rata
yang paling sering belanja itu kan
perempuan dulu awalnya sering lihat
online shop lain jualan-jualan kok
kebanyakan jualannya perempuan jadi
kepikiranlah kayaknya ini bagus peluang
besar kalau kita punya usaha usahanya
itu di bidang fashion yang notabandnya
yang belanja itu perempuan awal kita
mulai ini terpaksa sebenarnya terpaksa
oleh keadaan jadi saya ini basicnya
sebenarnya seorang sarjana jurusan
Teknik Mesin beliau ini Jurusan Farmasi
kita menikah itu dalam posisi tidak
bekerja akhirnya kita coba-cobalah
mulailah jualan online seperti ini mulai
dari waktu anak pertama Kami lahir
makanya tokonya kami sebut grosir tas
Maharaja jadi di rumah sakit itu kita
ini hanya pegang uang 500.000 tidak ada
untuk berobatlah Mungkin cukup tapi ya
begitulah akhirnya dari situ besar
hatilah kayaknya kita harus cari
pekerjaan makanya itu kita Pilihlah
mulai jualan seperti ini kalau pekerjaan
karena saya kan basicnya teknik
sebenarnya sempat melamar juga ke
Kalimantan melamar bebera us usahaan
bukan tidak diterima ya ada satu dua
yang ibaratnya mengajak kita ke
kantornya tapi istri bilang kalau kamu
Merantau e terus saya ini sama anak-anak
bagaimana akhirnya tidak jadi lagilah di
situ sebelumnya kita kan berdua kerja
MLM Kurang lebih 3 tahun kita kerjakan
Alhamdulillah jaringan banyak
penghasilan juga ada sebenarnya Tapi e
sesuatu dan lain hal Alhamdulillah kita
istirahatkan lah di situ nah seperti itu
kalau awal-awalnya jadi memang awal
setelah menikah itu masih ada sedikit
biaya dari orang tua sampai anak pertama
lahir Nah dari lahirnya anak pertama
kita mikir kok ini anak sudah ada masih
ada sih orang tua akhirnya kepikiran lah
untuk memulai tasnya itu awalnya dari
saya saya kan dropship ke salah satu
supplier terbesar juga saya dropship lah
di situ yang bikin cambukan besar hari
itu saya dropship satu visisis tas
harganya enggak nampai Rp100.000 tapi
nyakitinnya itu luar biasa soalnya saya
modalin kurang lebih Rp100.000 sampai di
Makassar tasnya Pas saya telepon
customernya di cancel sehari itu saya
gantung tas itu di dinding saya bilang
ya Allah ini Uang sudah minus di php
lagi saya curhatlah sama suami saya
bilang ini bagaimana kalau seperti ini
usaha yang baru dimulai pun sudah minus
akhirnya kata suami Ayolah kembalilah
kita ke kampung sampai di Kampung modal
uang amplop lah ibaratnya saya dikasih
sama mertua R juta buat modal pupu itu
Alhamdulillah hanyaat bertahan 6 bulan
dan menghasilkan hanya satu handphone
seharga sejuta setelah itu bangkrut saya
bilang sama suami ini kayaknya kalau
seperti ini ya hidupnya begini-begini
Terus akhirnya saya nekatlah minjam sama
mertua uang R1 juta Saya mau modal usaha
untuk tas soalnya kemarin untuk stok
saya tidak ready Jadi mungkin lebih
bagus kalau saya readyikan tasnya dengan
modal R1 juta akhirnya minjamlah sama
mertua modal R1 juta kembalilah kita ke
Makassar kembali ke Makassar nyetok beli
ke supplier tas dengan modal R1 juta
kita jualan di rumah orang tua lagi
masih numpang lagi dari modal 1 juta itu
Ya kita putar kembali Akhirnya sudah
mulai belajar manajemen keuangan nah ini
beliau yang untuk manajemen keuangannya
yang mahal bagi saya waktu memulai itu
adalah komitmen lah ya jadi dulu itu kan
dia sebagai cs-nya saya ini mengantar
barang sebagai kurir juga sekalian jadi
saya bilang sama istri untuk uang hasil
untung jualan itu jangan diganggu-ganggu
yang kita pakai ini adalah uang hasil
dari kurir kur kurir di Makassar ini di
Kota satu kali rute itu bisa kita dapat
10 Rib nah dari situ mulai ada Ini
hasilnya dari dapat
Rp300.000 sampai akhirnya berjuta-jut l
dari situ Itu yang kita putar sebenarnya
Dan saya komitmen bahwa uang itu untuk
untungnya jangan dipakai lah Nah itu
sebenarnya yang mahal di awal dan di
belakangan baru kami tersadar Oh
ternyata ini ilmu cara mengatur keuangan
customernya bayar kurir Kakak ini ada
biaya pengiriman Rp10.000 sampai ke
alamatnya Kakak jadi biaya kurirnya
dipakai untuk biaya hidup keuntungan
dari tas itu ditambah UN Iya untuk
modalnya terus sampai ke sekitar 7
bulanan baru kita pindah ke sini
Akhirnya sampai di rumah orang tua e
kondisi sudah tidak memungkinkan sudah
fullas soalnya yang kita pakai ruang
tamu jadi sedikit mengganggu juga kalau
ada tamu sementara tas masih berserakan
akhirnya suami berinisiatif ayo sewa
ruko sajalah banyak sih cecian dari luar
Kana sok-sok sewa ruko padahal
penghasilan masih seberapa dan sewa ruko
pun bukan dari hasil tas minjamlah lagi
kita di sini ruko dulu itu pertama kali
Rp8 juta saya dapat uang ngontrak itu
dari kakak saya yang habis jual tanah
jadi saya pinjam saya janji 6 bulan saya
ganti tapi kayaknya Allah berkehendak
lain 1 bulan kami di sini itu sudah
kembali setengahnya dari pas kita pindah
di sini jadi perputarannya lebih cepat
jadi kita pindah di sini pun uang yang
kita pakai itu hasil pengiriman dan saya
juga kan ada teman yang menitipkan
barangnya di sini ya saya bantu
jualkanlah sememuk ayunan itu nah itu
yang untungnya saya ambil sendiri Jadi
ceritanya saya jual produk lain juga
jadi kita pindah ke sini kita bawalah
sisa stok yang ada di ruang tamu tadi
itu nah pas kita bawa ke sinilah ini
kenapa tempatnya yang terlalu besar atau
barang kita yang terlalu sedikit jadi
Hanya Satu Dinding Di sini saja yang
terpakai ah itu sekitar 7 jutaan lah
kayaknya nilai nya untuk nilai produknya
ya sampai kayaknya 1 tahun berselang di
Ramadan berikutnya jadi kan di rumah itu
kita mulai dari Ramadan 2017 2018 Kita
pindah di sini awal-awal Ramadan ketemu
Ramadan lagi Kayaknya sudah kewalahan
kalau kita kelola berdua akhirnya kita
rekrut karyawan juga Jadi ada orang yang
kita Panggil menggantikan saya mengantar
sama menggantikan ibunya Raja ini Balas
cat karena sudah mulai ramailah
pelanggan kalau di situ untuk biaya
sehar hari-hari itu sudah tidak ada
berarti dari kurir dari Untung
produk-produk lain juga tapi
alhamdulillah penghasilan di situ sudah
amanlah karena di hari lebaran itu saya
saja kaget kan karena kita pegang uang
ini puluhan juta pertama kalinya tapi
ibaratnya barang yang kita ambil dari
produsen itu sudah lunas semua jadi
produsen itu Alhamdulillah kita juga
komitmen juga saya bilang sama beliau
juga karena dia juga barulah ibaratnya
penjahit baru saya online shop baru jadi
saya buat komitmen di awal saya bilang
Mbak kan di Jawa saya di Sulawesi Mbak
tahulah karakternya orang Sulawesi orang
Makassar itu keras dalam artian kerasnya
ini bukan mau berkelahi Bukan tapi
karakternya keras kepada dirinya kalau
mbak komitmen saya jauh lebih komitmen
Mbak akhirnya penjahit itu kadang
mengirimkan barang dulu ke sini kadang
juga dia minta mas saya butuh uang R
juta untuk produksi kita yang kasih uang
jadi timbal baliklah itu ketemu sama
penjahit nanti satu tahun lebih kerja
sama baru saya tahu Oh ini mukanya gak
pernah ketemu cuman wa telepon saja
seperti itu Jadi sampai 2020 itu sekitar
9 penjahit sekarang tersisa du
l kalau yang dij sih tas peruan tapi
lebih ke Lal terus lebih ke remaja kalau
harga karena kita
sudah supplier langsung dari penjahitnya
jadi harga lebih murah dari pasaran di
luaran sana yang paling murah di sini
saat ini r.000 tas yang berbentuk watch
handbag lah untuk dipakai ibu-ibu ke
pasar yang paling mahal di sini r39.000
kalau untuk harga Alhamdulillah masih
bisa bersainglah dengan harga-harga yang
ada di Jawa sebenarnya karena kan
langsung dari angan pertama begitu
market yang besar itu di sini kan dari
awal itu kita hanya main Facebook lah
kita posting di grup dapat pembeli itu
tanpa belajar tanpa ilmu sebenarnya chat
itu lumayan banyak kita kan kewalahan Oh
ini kayaknya ada sesuatu yang perlu kita
perbaiki akhirnya kita belajarlah dari
jualan online dulu kita gak tahu ilmu
closing tidak tahu yang kita tahu itu
Pokoknya kita balas chat saj lah tidak
ada manajemennya terus marketnya itu
yang paling besar dari Facebook sih
Sebenarnya sekarang kan kita juga main
tiktok ada live tiktok juga sesekali
kita live tiktok kebanyakan belanjanya
grosir itu marketnya Makassar ke timur
lah pengiriman terjauh itu kalau di sini
sampai Marauke jadi tas ini kan tanpa
brand ibaratnya jadi polosan nanti
Terserah mau masuk ke butik itu bisa
Kebanyakan yang ambil partaian 200 biji
500 biji itu buat dimasukkan lagi ke
tokonya karena kan terbrandingnya tas
Maharaja ini adalah grosiran Jadi
sebenarnya alam Alhamdulillah nanjak
terus Allah kasih rezeki itu kayak gak
putus-putus lah karena kita kan terbiasa
susah terbiasa hidup yang sederhana lah
begitu makanya uang itu awet itu yang
terus kita gulung terus kita gulung
puncaknya itu di tahun
2019220 Iya justru pas covid di situ
paling puncaklah karena di akhir
Desember itu 2020 Kita pernah pecah
penjualan hampir 1,5 m lah sebulan itu
paling Puncak ibaratnya kan kalau di
Makassar ini masih banyak aturan kita
gak boleh mengirim ke sini belum boleh
mengirim ke sini Tapi kita masih tetap
berjalan alhamdulillahnya di situ itu
paling puncaknya Desember 2020 di
2021 itu ada kurang lebih dua apa tiga
ya momen penyesalan lah kalau saya
bilang kupikir usaha ini bakal lancar eh
malah bikin pusing keuangan bisnis dan
pribadi campur aduk stok Barang
berantakan
ujung-ujungnya telat kirim reseller
protes pelanggan kecewa dan yang paling
nyesek kerja siang malam tapi dompet
tetap kosong Setiap hari kalau kayak
begini terus mana bisa berkembang
bisnisku
Pusing aku pilih pakai Odu karena semua
jadi lebih tertata keuangan rapi akurat
stok bahan baku terkontrol urusan dengan
seller lancar semua tinggal klikklik
doang dan yang penting semuanya bisa
diakses kapanpun dan di manaun saatnya
beralih ke Odu karena pengusaha hebat
pantas mendapatkan software yang
[Musik]
hebat yang pertama itu jadi permodalan
ini sebenarnya yangik cat tergulung jadi
saya ada kerja sama dengan beberapa
orang awalnya customer juga jadi
reseller aktif loyal akhirnya kita
sama-sama komitmen lah untuk sama-sama
bangun brand Maharaja ini Jadi mereka
itu menyetorkan uang modalnya seadanya
jadi kita tidak patok berapa juta dan
saya bongkar harga produksinya sampai
sedetail itu maksudnya kita bongkar
harga produksi Saya cuman ambil untung
produksi saja selisih 1.000 r.000 e
untuk dikir pengirimannya ke sini e
mereka kumpul uang kita kasih barang
Sesuka mereka karena kan ini banyak
ibaratnya barang yang di gudang juga ada
banyak kita kasih uang 2021 itu ada tiga
momen jadi penjahit itu minta uang minta
uang karena mau gajian di hari Sabtu kan
biasanya Kalau penjahit rumahan itu
gajiannya setiap hari sabtu minta uang
tapi saya gak pegang uang ini jadi
uangnya di kasir itu ada nilai produk
tapi saya gak pegang cash dari situ ada
sesuatu yang aneh menurut saya akhirnya
saya tanya yang pegang keuangan Dikas
pastir coba bongkar laporannya dari situ
baru sadar kita ternyata uang di luar
itu yang kita kerja sama orang-orang
yang kita ajak kerja sama tadi 300an
juta lebih lah hampir 400 jadi lebih
banyak nilai produk yang dari kita kita
kasih ke mereka dibandingkan modal dia
yang masuk kan awalnya perjanjiannya
ambil barang sejuta simpan uang sejuta
deposit lah bahasanya kalau orang-orang
tuh karena kami lihat mereka ini kan
loyal-loyal semua kadang juga ada yang
bilang nanti habis saya kirim ada Ang n
saya transfer sampai akhirnya itu
bergulunglah karena kan dalam tempo yang
lama 6 bulan lebih lah itu uang di luar
Ternyata ada 300-an yang mandat
produknya dibawa saya tariklah itu
produk saya inisiatif tarik semua bawa
semua ke toko yang tersisa Nah itulah
300 juta itulah yang terbuku Barangnya
sudah terjual tapi uangnya tidak ada
dari beberapa orang itu dari situ saya
akhirnya memutuskan tidak bekerja sama
lagi dulu untuk sementara kita kasih
barang ke orang memutuskan untuk
mengelola sendiri jadi dulu kita
sebutnya manajemen karena mereka juga
masuk dalam manajemen yang namanya
sesama manusia kadang menagihnya
[Musik]
susah Yang kedua ini Kayaknya belum
pernah publik tahu juga karena memang
kita sembunyikan Jadi sebelum cerita
tadi itu kita pernah kecurian jadi
sebelum kecurian sebelumnya semua tas
yang ada di manajemen tadi kita tarik
semua terus kita sewakanlah satu buah
gedung gedung untuk dikumpulkanlah semu
barang UN dikumpulkan semua barang
ternyata barang yang terkumpul lumayan
banyak pokoknya dia cukup untuk satu
gedunglah satu gedung nikahan nah di
situlah kita jual selama kurang lebih
semingguan ya kita jual selama
semingguan dan masih ada produk yang
tersisa dari sisa produk ada uang yang
terkumpul kisaran r0 jutaan Nah di
sinilah yang penyesalan kedua ya terjadi
istilahnya itu karena saya pegang uang
kita berdua ini mau berbakti ke orang
tua Iya jadi sorenya itu kan Ibu saya di
kampung beliau datang ke Makassar kita
ini mau kasih surprise lah bahasanya ya
Ke Ibu saya dan mertua kita beli emas
cincin ya Iya cincin jadi kita
masing-masing belikan kita mau kasih
surprise lah malamnya kita kasih
pokoknya sebagai tanda syukurlah kita
berada di titik ini sekarang tapi ya
itulah namanya rezeki Mungkin berbedalah
takdir Tuhan berbeda Jadi malamnya kita
nginapnya di rumah orang tua malamnya
setelah dikasih surpriseennya emasnya
besoknya kita dijemputlah hari Jumat
habis salat jumaat dijemput di rumah Ibu
saya setelah itu kembali ke rumah dengan
keadaan kaget kok pintu rumah terbuka R
juta itu harusnya disetorkan pagi untuk
kita bayarkan gaji tukang hari Sabtunya
ternyata r0 juta itu Raib kehilangan
ditambah barang itu juga uang di luar
Akhirnya numpuklah akhirnya belum cukup
semalam tetap kepikiran tapi saya gak
melakukan hal-hal yang lain nah dari
situ 6 bulan itu saya kayak tengkorak
berjalan lah karena bangun tidur pasti
ada tagihan dari penjahit kan Bagaimana
Mas uangnya sudah di ini akhirnya
penjahit itu stop satu persatu yang
tadinya ada yang bantu kita jualan dari
manajemen yang tadi akhirnya
penjualannya kita sedikit menurun
soalnya yang tadinya ada bantuan
akhirnya kita berjuang sendiri sudah
tidak ada kerja sama lagi dari
manajemen-manajemen yang sebelumnya jadi
betul-betul jualannya Ya kembali ke awal
merintis karena kepercayaan itu sudah
hilang penyesalan yang ketiga Ketika
saya sudah punya uang tapi orang tua
sudah tidak ada itu agak berat juga
sebenarnya nya jadi kita sudah komitmen
lah pokoknya kalau kita ada uang nabung
kita umrohkan semua orang tua dari situ
kayak kita menyesal lah sudah ada uang
lah ibaratnya ini ada bahkan untuk
berangkat besok pun saya siap bayar tapi
itu waktu sudah tidak ada itu yang apa
berat sekali dalam hidup saya sebenarnya
beliau tidak sakit juga cuman
tiba-tibalah ibaratnya dia cuman sakit
perut saya bawa ke rumah sakit hari itu
Sat hari kemudian sudah gak ada karena
beliau juga jauh kan dari sini sekitar 3
jam perjalanan dari sini jadi sedihnya
itu karena mengabdinya di ya waktu-waktu
terakhirnya beliau Iya dulu saya melawan
mas maksudnya melawan ke Bapak ini nanti
di belakang-belakang habis menikah
ibaratnya saya tersadarlah kan kayaknya
kita ini anak kayak Pendosa sekali
begitu sama orang tua saya tersadar ke
Bapak ini waktu saya kuliah dan mau
mempersunting istri Jadi saya pamitan
lah sama bapak saya mau menikah karena
Kayaknya sudah saatnya di situ saya baru
akrab saya turunkan ego saya datang ke
rumahnya minta maaf kayaknya Selama saya
masih muda-muda kemarin memang
ngeyel-ngeyel anaknya saya gak sadar
ternyata ringkaslah saya baru mau
mengabdi baratnya ada penghasilan itu
memang sudah diniatkan itu dari awal
pokoknya umrah dulu orang tua itu kita
tabung-tabung jadi Alhamdulillah sempat
mengumrahkan orang tua ada uang senya
cuman Bu belum terpanggilah bahasanya
kalau itu ya Jadi yang sempat
diberangkatkan ibu sama mertua Jadi
Bapak meninggal 2017-nya kita tabung
lagi uangnya 2019 itu kita berangkatkan
mertua Um dan itulah jadi penyesalan
juga Karena di waktu-waktu terakhir
beliau barulah kita mau mendekatkan diri
Iya ternyata beliaunya lebih ini
untuk hutangnya itu kurang lebih 400an
juta lah alhamdulillahnya masih ada
barang yang tersisa tapi sudah tidak
senilai seperti itu itu hampir 2 tahunan
lah sekarang pun masih ada tapi tidak
terlalu banyak itu pun saya masih
cicil-cicil tapi gak seberat waktu di
awal karena memang kaget kita kan Di
mana kita mau cari uang ratusan juta ini
yang ibaratnya bukan kita ini yang
melakukan Iya soalnya uangnya masih ada
di X manajemen tadi masih ada yang belum
diselesaikan pun Ya lumayan susah
dampaknya ke kami usaha kurang lebih 1
tahun lebih lah pokoknya semua Untung
kita pakai membayar karena beban juga
sebenarnya sama produsen kan akhirnya
satu persatu terselesaikan sekarang yang
menjahitnya juga masih ada Alhamdulillah
saya mau terima kasih lah pokoknya masih
Setialah beliau sampai sekarang masih
mempercayai Beliau juga masih kirim
barang minta Ang kita kasih juga
seadanya ke sana Alhamdulillah masih
dipercayalah itu yang dari awal kita
komitmen memang untuk sama-sama jalan
sejauh ini belum pernah sampai yang
tertinggi selama kami kelola sendiri itu
di R50 juta sebulan itu masih ada yang
belanja Alhamdulillah jadi dia
menanjak-menanjak Mas dari 700 kita
briefing lagi hampir setiap bulan kita
liburan bahasanya meeting tapi kita
sebutnya briefing lah sambil liburan
bulan depan pecah target lagi pecah
target
kita
kasih bulan sekali liburannya sampai
setiap orang yang lihat sosmate kita woh
ini maharja jalan-jalan terus kerjaannya
jadi rewardnya memang ke manajemen juga
Jadi kalau misalkan ada salah satu
manajemen yang pecah penjualannya sampai
di targetnya Dikasihlah reward
sebenarnya banyak belajarnya dari
YouTube dan awalnya itu saya kepikiran
tidak mau berhutang karena orang-orang
ini Kan awalnya memang reseller kami
Jadi mereka ini sudah loyal lah belanja
akhirnya mereka kan juga pasti ada
untungnya yang didapatkan setiap
bulannya kita tanyalah kamu ada uang
berapa jadi ada yang menyetor R juta ada
yang R juta bahkan ada juga yang Rp juta
itu hanya perbedaannya dari setiap uang
yang disetor itu hanya di harga saja
harga dari produksi dari situ akhirnya
terkumpullah Rp0 juta kalau gak salah
waktu itu jadi ibaratnya modalnya
dibantuah I sama-sama Iya sama
mereka-mereka ini makanya kita rangkulah
jadi manajemen karena masing-masing juga
punya modal waktu berjalan itu masih
aman-aman saja sebenarnya cuman ada
waktu memang kita tidak bisa kontrol
barang yang datang ini makanya barang
datang langsung diambil jadi modal
kepercayaan saya jadi setiap barang
datang biasa satu truk itu mereka pasti
datang masing-masing ambil barang
masing-masing hitung sendiri ambil
sendiri ping sendiri bawa pulang
alhamdulillah dua-duanya bagus
sebenarnya karena kalau kita bareng
dengan manajemen ada banyak kepala yang
memberikan ide kalau kita sendiri
seperti ini kan kita mikirnya dari
kepala kita sendiri kan Tapi kalau
ditanya lebih tenang Mana lebih tenang
kalau kita kelola sendiri karena kita
hanya e melawan diri kan Paling juga ya
berdebat-berdebat sedikit sama ibunya
Raja ini nyamannya dan tenangnya saya
lebih memilih sendiri sebenarnya
mengelola sendiri jadi omsetnya tidak
sebanyak dulu Tapi apa ya Tenang lah
sebenarnya kita sudah ancang-ancang kita
mau kembali lagi ke kosmetik karena
kosmetik itu sebenarnya berjalan 1 tahun
lebihlah berjalan kita mau perbaiki lagi
kembali kita mau produksi lagi sama
sekarang cari tambahan produk yang bisa
kita branding yang no brand lah
ibaratnya selain tas paling seperti itu
sih Mas kalau medianya kami paling
selain di Facebook paling tiktok
pokoknya yang market CL seperti itu
shopee WhatsApp kita juga ada
fanspack-nya juga sebenarnya
Alhamdulillah dikasih rezeki paham
sedikit ilmunya kita ngiklan jadi kita
ngiklan di Facebook selain itu kita live
streaming juga di tiktok gede tiktok
kalau di sini cuman tiktok itu kan
kembali lagi ke akunnya setelah kemarin
tiktok tutup itu kan banyak aturan yang
berubah kan ah itu lumayan berbed l dari
cara mengelola tiktok sebelumnya Kalau
ilmu yang pertama saya dapat memulai
usaha itu sebenarnya tidak perlu modal
banyak bahkan kita dulu boleh dibilang
kan di awal mulainya dropship itu kan
tanpa modal lah bahasanya kalau kita
sebutnya sampai akhirnya kita berandikan
diri nyetok produk sejuta itu jadi
ternyata memulai usaha itu tidak perlu
tanda kutip modal uang yang besar kedua
setelah kejadian yang kita
salah mengelola orangnya kita belajar Oh
ternyata sifat manusia itu beda-beda dan
ibaratnya secara personal dan bisnis
harus memang Kita pisah ternyata bisnis
ya bisnis berteman ya berteman dari saya
sih Karena saya perempuan ya pelajaran
yang paling berharga yang saya dapatkan
dari beberapa tahun jualan yang paling
berharga itu manajemen keuangannya yang
tadinya perempuan biasanya mau belanja
tinggal belanja kalau ada uang kan
tinggal satset tapi setelah belajar
namanya manajemen keuangan Oh ternyata
ada loh yang lebih penting jadi lebih
belajar yang mana yang dibutuhkan bukan
yang diinginkan seperti itu itu dari
suami pokoknya dulu Itu kan kalau
perempuan kan sedikit-sedikit tinggal
ini tinggal ini tapi memang ditahan dari
pasangan sendiri sih kalau orang yang
sudah berkeluarga memang harus ada
support dari di luar sih karena kalau
dari diri sendiri tu kadang kita bisa
ngelak sendiri dari kadang otak bilang
apa tapi hati maunya ini Alhamdulillah
masih bisalah dikontrol Alhamdulillah
bersyukurnya karena dari awal menemani
pokoknya tidak banyak neko-neko lah dulu
sih Katanya orang keseteraan gender jadi
saya tuh dulu prinsipnya Kalau cowoknya
bisa kok saya tidak bisa jadi orangnya
Sedikit keras pokoknya kalau dia bisa
begini saya bisa begini juga sampai
sekarang pun kita jalan Maharaja berdua
biasa saya yang bawa mobil bawa barang
berkarung-karung di mobil sambil
video-video Kok mau jadi kurir kok mau
angkat-angkat barang tidak apa-apa Kok
saya yang nikmati bukan kalian jadi saya
tu kalau dia bisa nyetir Saya harus bisa
nyetir juga Walaupun mungkin di belakang
ya Ada yang saya tidak bisa tapi yang
penting saya coba dulu Jadi kalau
dikontrol dari Beliau juga ada Masukan
ya pasti saya dengarkan juga
alhamdulillah kalau rasa itu mungkin
karena dari awal sudah ya sama keadaan
kayak tidak ada sedikit pun saya mau
mundur dan Maharaja ini harus tetap ada
pokoknya kan piring makannya kita ada di
sini Kita sudah mulai dan tidak boleh
dihentikan ya Jadi pas manajemen itu
sudah tidak bekerja sama lagi pokoknya
suami selalu bilang kapalnya Maharaja
harus tetap berayar ada yang masih
bertahan tanpa digaji pun dulu pernah
ada pernah ada pernah ada saking maunya
lihat Maharaja ini harus tetap berlayar
bahasanya seperti itu paling kalau dari
saya usaha itu ada ritmenya kadang kita
ada di atas kadang kita ada di bawah
yang perlu kita tahu Tuhan itu tidak
pernah salah memberi rezeki tetap harus
kita jalani tetap harus kita syukuri
Baik saya Rahman bersama istri
mengucapkan terima kasih banyak kami
dari grosirtas Maharaja sekian
asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh