Pengusaha Muhammadiyah Bikin Marketplace Kerakyatan Jagalaba.com! Lawan Dominasi Produk Impor
USW4-M0Bawc • 2025-02-28
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
[Musik]
ada satu kondisi memang gitu kan di mana
dulu marketplace itu seperti angin surga
gitu Mas ya angin surga kenapa ya karena
memang itu menjadi awal semua orang itu
beralih ke online tapi kan ternyata
Setelah sekian banyak online Ya kan
ternyata di situ ada jebakan marketplace
yang tidak disadari oleh para pelaku
UMKM ternyata mereka jualan jilbab laku
ya kan kemudian dihantam oleh jilbab
printing dari Cina ya kan kita untuk
produksi itu habis 3030.000 mereka
sampai Indonesia cuma r15.000 ya kan
akhirnya apa ya UMKM kita cuma jadi
pulaan nanti jadinya Jadi Barang semua
itu produk dari luar ya kan kemudian
UMKM di sini enggak hidup gitu Bisa
dicek itu di marketplace itu sudah
berapa persen itu barang impor itu
bahkan kemarin kan Kementerian yang
periode yang lalu kan sempat hampir
menyetop gitu ya termasuk tiktok shop ya
segala macam itu kan karena ternyata
yang dijual itu 80% itu produk luar
artinya apa ya kita cuma jualin barang
orang kebanjiran produk luar negeri
kelihatannya kita tumbuh ekonominya tapi
semuanya itu adalah barang impor gitu
nah itu yang kita tidak inginkan gitu
[Musik]
[Tepuk tangan]
Bismillahirrahmanirrahim asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh Saya Danang
trihartanto dari Natar Lampung Selatan
saya mempelopori jagalaba di wilayah
Lampung Kalau saya di Lampung A itu
Lampung Selatan Bandar lampung Kota
Metro Pesawaran Pring seewu tangga Mus
Lampung Barat dan Pesisir Barat
aktivitas saya itu sebenarnya kan saya
Guru itu mas ya saya guru di SMA
Muhammadiyah dan selain itu juga saya
pelaku UMKM kira-kira saya ini
sebenarnya di Lampung itu kan belum
terlalu lama hitungannya walaupun asli
orang Lampung gitu dari Lampung cuman
dari 2004 sampai 2021 ya kan itu di
Jogja itu kuliah Nikah terus usaha di
Jogja itu terus 2021 pulang ke Lampung
Ya kan karena pertama covid Ya kan
kemudian ya satu sisi juga pengin kangen
gitu rindu dekat dengan orang tua gitu
kan Kalau saya sendiri sebenarnya dekat
dengan Muhammadiyah itu ya dari kecil
karena kebetulan latar belakang keluarga
itu memang dari Muhammadiyah ya cuma
memang ketika di Jogja kuliah itu
memperluas persentuhan saya dengan
tokoh-tokoh Muhammadiyah ya pak Haidar
pak Din Ya kan Pak Amin Rais kira-kira
yaitu memperluas khzanah bermuhammadiyah
saya yang menarik dari Muhammadiyah itu
dia itu unik gitu Mas maksudnya dia
berislam Islam tapi memiliki corak
tersendiri itu di mana dia tidak
terjebak dalam rutinitas itu rutinitas
yang berhenti jadi seolah-olah agama itu
sesuatu yang berulang-ulang betul memang
ada yang ritus seperti salat puasa Haji
zakat ya kan tapi Muhammadiyah tidak
berislam hanya seperti itu gitu itu yang
membuat Muhammadi Menurut saya itu cukup
dinamis dan bagi saya pribadi menarik
gitu menarik dan akhirnya saya ya aktif
Bah sekeluarga Saya itu aktif semua di
di Muhammadiyah dari ibu sampai mbah
dulu ya Kan saya itu aktif di
Muhammadiyah semua untuk
menghidup-hidupi Muhammadiyah ya kan dan
karena saya yakin bahwa menghidupi
Muhammadiyah itu juga bagian dari
membangun Islam itu sendiri itu
[Tepuk tangan]
asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh Kenalkan saya Afif dari
Lembang domisili ya Kabupaten dirembang
Jawa Tengah dan saya pemegang lisensi
untuk operator jatengc yaitu meliputi
Rembang Pati Blora gerobokan dalam hal
jagalaba itu produk waktu di sumu ini
suatu marketplace marketplace yang
digagas Mas Gufron saat itu dengan
teman-teman sumu bagaimana karena kita
mengangkat penjualan UMKM yang utama itu
yang mengangkat dan perputaran itu dari
dan untuk UMKM nah berawal dari situ
maka muncul suatu marketplace maka
dinamakan jaga laba jadi kalau ngomong
jaga laba itu ya filosofinya kan menjaga
laba Siapa yang dijaga dan Siapa yang
menjaga ya labanya seller jangan sampai
labanya itu makin menurun demikian juga
buyer dia yang membeli dia juga tidak
merasa tertipu atau harga menjadi
berubah mahal nah supaya ini dijaga maka
siapa ya harusnya dari kita-kita ini
gitu loh maka jaga laba itu dari UMKM
untuk UMKM Coba kita Lihatlah kita
bangun tidur sampai mau tidur suatu
produk apa yang mendominasi kehidupan
kita tapi Apakah produk dari UMKM itu
ada dari bangun tidur apa yang kita
pegang sampai kita mau tidur lagi banyak
kan mulai kita bangun tidur minum
kemudian setelah minum apa kita ke kamar
mandi Ngapain Gosok gigi mandi Apa alat
mandinya kemudian kita beraktivitas
sampai kita mau tidur bebersih diri cuci
muka cuci tangan gosok gigi Apakah
keseharian ini ada satu produk UMKM yang
ikut
berpartisipasi satu kalaupun ada Apakah
ada ke belangsungan mereka untuk tetap
berjualan produk itu kalaupun tidak bisa
produk industri minimal produk makanan
nah selama ini kan UMKM identik dengan
makanan kecil makanan basah yang hanya
dijangkau oleh lokal ya enggak apa-apa
Tapi kalau ini lokal lokal lokal lokal
akhirnya kan dia bisa ada perputaran nah
ini yang kita harapkan makanya begitu
ada jaga laba konteksnya adalah ya Dari
Kita Untuk kit l gitu loh karena kalau
kita dari lingkungan kecil kemudian kita
sinergikan kita berdayakan ya kita bisa
gitu loh yang penting ada
keberbiehakan Memang dari awal Tu memad
kan dikenal sebagai organisasi yang
fokus kepada Pendidikan gitu ya Bahkan
di provinsi kami sendiri di Lampung itu
kami itu punya lima Universitas Mas tapi
ternyata Muhammadiyah itu tidak hanya
bergerak di wilayah itu gitu ya Selain
sosial pendidikan ya Panti Asuhan
Muhammadiyah banyak ya kan Muhammadiyah
pasca Muktamar di Makassar itu kan
kemudian menghidupkan pilar sosial
kemasyarakatannya muncullah Majelis
Pemberdayaan Masyarakat ya kan dan
kemudian dua periode ini itu fokus
mengembangkan pilar ekonomi pilar
kewirausahaan G sehingga pelan tapi pas
pasti ya kan mulai dari tingkatan
ranting ya kan kami mulai membangun
amal-amal usaha yang berkaitan dengan
menghidupkan ekonomi masyarakat gitu
Kiai Dahlan sendiri kan memang asl itu
pedagang Mas Iya kan pedagang batik di
mana aktivitas dagangnya itu membantu
proses sosialisasi Muhammadiyah gitu dia
pergi ke mana bawa kain batik ya kan
sekaligus juga ngisi pengajian ya kan
akhirnya Muhammadiyah berkembang di
berbagai daerah jadi aktivitas ekonomi
itulah yang kemudian memb up
aktivitasnya k.ih Ahmad halan dan
Muhammadiyah dan sekarang sendiri banyak
itu mas pertumbuhan-pertumbuhan unit
usahanya Muhammadiyah itu karena melihat
pentingnya pilar ekonomi itu kemudian
Muktamar kemarin yang di Solo itu
membentuk satu lembaga khusus untuk
menangani UMKM lembaga pengembang usaha
mikro kecil menengah nah dari situ
muhammadiah ingin fokus bahwa ekonomi di
Indonesia itu harus berbasis kerakyatan
gitu kerakyatan sehingga UMKM itu harus
dijaga gitu ya dijaga dan dia harus
bertumbuh gitu karena UMKM itu kan pilar
nomor satu ekonomi Indonesia walaupun
sering diremehkan gitu nah Muhammadiyah
ingin supaya UMKM itu nanti berdaulat
dan kemudian maju salah satu Bentuknya
itu lpumkm itu kemudian membentuk sumu
Serikat usaha Muhammadiyah gitu artinya
sumu itu berharap menjadi wadah
khususnya bagi pengusaha-pengusaha
Muhammadiyah ya ya kan dan untuk umum
gitu yang ingin Bangkit itu secara
ekonomi gitu karena di sumu itu memang
kita ada beberapa kegiatan ya beberapa
program yang memang ditujukan untuk
meningkatkan kapasitas itu baik dia
kapasitas mengelola perusahaannya usaha
ya kan dan kemudian jejaring bisnis itu
itu yang cukup baik dikembangkan oleh
sumu GU dan nanti salah satu hasil dari
sumu itu sudah ada dua ya itu mas ada
zendo ya kan kemudian ada juga jagalaba
itu Mas itu jagalaba itu lahir dari mana
itu itu sederhananya mungkin jadi anak
zaman gitu ya Mas ya Anak Zaman yang
muncul dari keresahan dari orang
perorang ya kan kemudian ngobrol gitu
kan hingga akhirnya kemudian Muncul
jagalaba itu ya Saya membayangkan
jagalaba itu kalau saya ngomong ke
teman-teman itu seperti ketika
Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam
itu itu memutuskan untuk membuat pasar
sendiri gitu kira-kira padahal waktu itu
di Madinah juga sudah ada pasar milik
Yahudi dan itu besar itu ada empat Pasar
Besar di kota Madinah itu kan dan ketika
Rasulullah hijrah pun pasar itu jalan
dan Rasulullah tidak ada keinginan untuk
membuat pasar sampai ada keluhan dari
para pedagang di situ kemudian ternyata
ada ketidakadilan ya di pasar itu hingga
akhirnya Rasulullah memilih untuk
mendirikan pasar sendiri dan saya rasa
jagalaba itu bagian dari anak sejarah
itu dalam artian ada satu kondisi di
luar ya kan yang kita anggap timpang
gitu ya akhirnya muncullah jagalapa
gitu kalau alasan filosofis Pak
sederhana Mas waktu itu mas yang pertama
ada kesempatan Enggak saya
berpartisipasi Oh ternyata beda dengan
marketplace sebelah saya mempunyai dasar
pemikiran yang gitu Apakah saya bisa
enggak bisa terus kemudian teman saya
yang di wilayah yang lain mau gabung
mengembangkan marketpl itu apa bisa
enggak bisa bisanya hanya dua sebagai
buyer atau sebagai seller nah di
jagalaba keterlibatan lokal-lokal itu
diutamakan akhirnya kan tidak dimiliki
oleh orang pusat artinya ini tidak
dipegang dimonopoli oleh orang penggagas
tapi memberi kesempatan orang yang baru
untuk menjadi operator Nah ini kan lebih
melibatkan berbagai pihak nah Saya
melihat itu nah pertanyaannya lah saya
daftar boleh enggak ternyata ruang untuk
itu diberi kesempatan Ya sudah saya
daftar Apalagi saya lihat royalty Saya
saya hitung-hitungannya sederhana Mas
mampu Enggak saya punya duit enggak
untuk itu punya ya sudah karena saya
paham terhadap sepakat bukan paham
sepakat ya dengan maksud tujuannya itu
ya sudah saya ada kesempatan saya punya
duit untuk itu dan saya mampu Ya sudah
selesai Mas habis itu ternyata dari sini
mendatangkan keuntungan ya alhamdulillah
tapi yang utama lagi selain itu saya ada
kesempatan menggerakkan diri saya maupun
lingkungan saya untuk menambah pemasukan
kalau selama ini usaha terpusatkan maka
yang ber dekatan dengan Perintis itulah
dia itu yang berpartisipasi lah kalau
kita orang daerah mas kita pasti selama
ini semakin jauh dari pusat pemerintahan
pusat kekuasaan ibu kota biasanya segala
sesuatunya kan Agak terlambat itu kan
sudah sudah jamak ya Mas ya Nah maka
dengan adanya kayak gini diberi ruang
royalti daerah operator lokal tapi kan
di situ dia diberi kesempatan Nah dari
sana akhirnya apa yang sepaham atau
bahasa kerennya Sisi Lah ini kan bisa
menggerakkan Dari Kita Untuk Kita kan
yang punya tidak hanya orang pusat aja
mereka diberi kesempatan orang-orang
lokal kalau ini dibagi area-area ya
Sehingga apa dia bisa menampung dari
pertumbuhan atau dari buayar orang-orang
lokal dan harganya murah coba
marketplace sebelah apa bisa mas biaya
berapa ini hanya 4% marketplace at atau
online-online yang lain itu kan dia
lumayan gede Mas 10 sampai 15% mas
memang sebelum jadi operator jaga la di
Lembang aktivitas B apa jadi basic saya
itu kan usaha konstruksi baja kan akibat
saya ikut sumu kenal sana kenal sini
ternyata ada salah satu Mitra kenal di
situ dia pengin bangunkan pabriknya
kemudian dia mempercayakan ke saya ya
sudah karena kalau kita hitung-hitung
byak nya orang mau Mendirikan perusahaan
dengan konsultan yang bunavit gini-gini
perhitungan roinnya perhitungan bp-nya
macam-macam kaki ujung-ujungnya belum
jalan belum profit bahkan geleta banyak
kan perusahaan yang sangat bunafi
tiba-tiba bangkrut banyak juga kan
perusahaan yang dia Ini enggak jelas
awalnya melalui penataan yang Ala
kadarnya malah dia Rising kan nah saya
sebagai umat muslim saya percaya wis
Pokoke saya niat bismillah Ya sudah wong
petani aja Ndak tahu besok itu bakalnya
panen atau tidak hanya modal keyakinan
dia kan enggak bisa berhitung karena
kalau dihitung-hitung capek Mas tapi dia
tetap bertani dan dengan keyakinannya
bakalnya panen begitu tidak panen pun
dia yakin usaha lagi dan bertani lagi
terus kayak gitu dan konsep itu jenengan
terapkan sebagai operator jagalaba ya
Iya
[Musik]
saya itu pernah neliti Mas buat tesis
gitu ya Mas ya jadi tentang gerakan
ekonominya Syarikat Islam gitu kenapa
dulu dia lahir 195 di lawean Solo muncul
Syarikat Dagang Islam oleh Haji Saman
Hudi itu kondisinya Mirip betul dengan
kondisi sekarang gitu di mana ada
monopoli dulu kan perdagangan itu kan
dikuasai oleh Belanda kemudian ada Timur
asing itu salah satunya adalah Cina Arab
India nah pedagang pribumi itu
dipersulit itu untuk mendapatkan akses
barang itu mahal semuanya bahan baku
mahal ya kan sampai akhirnya Syarikat
Dagang Islam lahir untuk membangun
solidaritas awal-awalnya jagalba pun
Saya membayangkan itu seperti itu ya kan
bahwa marketplace marketplace yang di
luar itu kan sudah gede-gede semua Mas
gitu dan di situ kan lama-kelamaan itu
kayak mencekik gitu mencekik di mana
pedagang itu kan sebenarnya nyari untung
itu hanya selisih biaya produksi dengan
yang kita harapkan keuntungan gitu Mas
artinya misalnya kita pengin ngambil
untung r1.000 ya kan harga kan kita
naikin rp.000 tapi ternyata kan kemudian
harus dipotong biaya-biaya ya Kan biaya
admin yang dulu kecil ternyata semakin
ningkat bahkan sekedar untuk nongol di
halaman satu aja kan sekarang harus
beriklan dan itu artinya apa keuntungan
itu semakin kecil sedangkan pelaku di
situ siapa itu kan UMKM sebenarnya UMKM
tapi rumahnya itu bukan rumah UMKM gitu
Jadi marketplacemketplace yang sekarang
ada di negara kita itu itu sudah rumah
asing Sebenarnya rumah asing bagi pelaku
UMKM nah jagalaba muncul ingin mengajak
para pelaku UMKM Ayo kita bergandingan
tangan gitu bergandingan tangan untuk
membangun satu marketplace itu yang
dibangun oleh UMKM dan ketika besar pun
yang akan merasakan itu UMKM jadi bahas
kami kemarin itu jagalaba itu adalah
marketplace kerakyatan gitu kira-kira
Mas ada satu kondisi memang gitu kan di
mana dulu marketplace itu seperti angin
surga gitu Mas ya angin surga kenapa ya
karena memang itu menjadi awal semua
orang itu beralih ke online tapi kan
ternyata Setelah sekian banyak online Ya
kan ternyata di situ ada Trap gitu Mas
ada jebakan gitu i ya kan jadi ada
jebakan marketplace yang tidak disadari
oleh para pelaku UMKM ternyata mereka
jualan jilbab laku ya kan kemudian
dihantam oleh jilbab printing dari Cina
ya kan kita untuk produksi itu habis
r30.000 mereka sampai Indonesia cuma
r.000 ya kan akhirnya apa ya UMKM kita
cuma jadi apa ya kulaan nanti jadin ya
jadi Barang semua itu produk dari luar
ya kan kemudian UMKM di sini enggak
hidup gitu karena cuma jualin
produk-produk Cina dan Bisa dicek itu di
marketplace itu sudah berapa persen itu
barang impor itu bahkan kemarin kan
Kementerian yang periode yang lalu kan
sempat hampir menyetop gitu ya termasuk
tiktok shop ya segala macam itu kan
karena ternyata yang dijual itu 80% itu
produk luar artinya apa ya kita cuma
jualin barang orang kebanjiran produk
luar negeri kelihatannya kita tumbuh
ekonominya tapi semuanya itu adalah
barang impor gitu nah itu yang kita
tidak inginkan gitu Mas karena kami
menyadari di lapangan itu banyak orang
juga yang sudah lansia ya 50-an ke atas
Misalnya yang sudah agak ketinggalan
teknologi misalnya jadi kalau harus
instal aplikasinya hanya untuk sekedar
beli barang itu kan kadang agak ribet gu
Akir Kemarin kami meluncurkan
jagalaba.com gitu kan artinya untuk
transaksi pembelian itu tidak harus
login itu itu bisa itu Mas sekarang itu
itu yang kami kembangkan kemarin A belum
Belum lama itu baru di launching gitu
kan karena itu bagian dari usaha kami
menjawab kebutuhan pasar itu ternyata
banyak orang yang mau beli itu sekarang
itu mbah-mbah itu kan juga pakai Android
ya Mas ya tapi kalau dia suruh download
Instal itu kadang-kadang dia enggak nged
gitu Nah makanya dia kalau dengan web
itu cukup klik linknya langsung bisa
masuk GU dan bisa belanja di
[Tepuk tangan]
[Musik]
situ komitmen kami itu ingin UMKM itu
tumbuh Mas gitu bagaimanapun juga pelaku
UMKM itu kan harus tumbuh mereka harus
menghidupi keluarganya ya kan kemudian
karyawannya itu makanya jagalaba itu kan
sebenarnya singkatan toh Mas itu
singkatan dari belanja keluarga melarisi
sahabat itu mas jadi artinya 4% itu ya
kami anggap cukup gu kami anggap cukup
untuk maintenance dan pengembangan di
daerah karena memang orientasi kami itu
orang itu memindahkan belanja itu
memindahkan belanja yang tadinya kalau
kita belanja online misalnya kita enggak
kenal sama sekali itu Mas itu orang mana
ya kan kemudian jangan-jangan dia itu
sudah tajir melintir misalnya itu yang
kalau kita terus punya tetangga kita
juga yang jualan barang yang sama Itu
kan kemudian kita bisa beli secara
online juga kenapa kita enggak beli ke
tetangga kita gitu artinya tetangga kita
ini lebih membutuhkan dibandingkan
korporasi-korporasi besar itu kami
sendiri Ini kan sebenarnya baru jalan
masuk bulan kedua atau ketiga ya kan
jadi masih sangat muda jagalba itu mas
ya kan Dan sekarang itu masih tahap
perekrutan seller ya kan kemudian
pengenalan ke pelaku-pelaku UMKM itu
Bahwa ini ada marketplace kerakyatan ya
kan punya anak Indonesia ya kan dengan
tujuan membangun kedaulatan UMKM
Indonesia itu harapannya sekian bulan
kemudian 6 bulanan itu kita akan mihat
bahwa Oh ternyata sudah ada yang memang
selalu beli di jagalaba itu kalau
sekarang ya Saya rasa sudah ada itu kan
di Palembang itu udah udah ada ya kan
kemudian di Bandung itu juga sudah ada
jalan itu bagaimanapun juga sesuatu yang
baru itu kan tidak pasti diterima bahkan
di rumah kami sendiri ada yang menolak
gitu pas ada yang tegas menolak ada yang
kemudian ragu gitu Ngapain bikin lagi
marketplace sementara Indonesia ini kan
dianggap sudah the end of history
marketplace gitu jadi sejarah
marketplace itu sudah mati itu pasc
hanya tinggal dua antara ore dan hijau
misalnya yang lain itu kan hanya
penggembira itu tapi kami meyakini bahwa
semua marketplace itu punya pangsa pasar
sendiri G artinya yang biasa keor itu Ya
silakan ke oren ya kan yang ke hijau Ya
silakan ke hijau ya kan tapi kami
memberikan alternatif itu untuk pelaku
UMKM kemudian bagi yang masih cinta
dengan UMKM maka ayo daripada duit kita
kerja beli tapi kemudian keuntungannya
dipakai buat asing gitu kan kenapa
enggak kita beli di Karya Anak bangsa
sendiri yang itu berani dijamin 100% itu
pasti akan kembali kepada perputaran
ekonomi dalam negeri gu mas memang yang
kami kembangkan itu kan salah satu ya
model close Loop gitu kan artinya memang
ada sistem ekonomi yang muutter gitu Mas
Gu Jadi dari jemaah ke jamaah gu
sehingga dia berputar ekonominya di situ
itu dan dalam konteks pembangunan
ekonomi itu enggak ada dalam Islam itu
enggak ada istilah Muhammadiyah
pendidikanpendidikan Wa Ah pendidikan
aja misalnya enggak enggak seperti itu
karena Islam itu mengurus seluruh aspek
kehidupan itu yang terkadang orang itu
sering mengkotak-kotakkan islam Gitu
pikirnya Islam itu cuman salat segala
macam ya kan nah itu yang tadi di awal
sekali saya katakan ini yang membuat
saya yakin bahwa Muhammadiyah itu
memiliki visi yang berbeda dengan
organisasi kemasyarakatan yang lain di
mana dia ingin islam itu tidak hanya
menjadi sebuah ritual tapi Islam itu
menjadi relevan terhadap perkembangan
zaman itu karena saya Kebetulan juga itu
adalah pengurus lpumkm gitu ya Mas ya
Jadi kami memang melibatkan UMKM UMKM
yang ada di lingkungan Muhammadiyah ya
kan dan kemarin itu momennya itu pas
liburan gitu ya Jadi pas liburan itu
karena saya Guru murid-murid itu kan
libur ya kan dan kalau mereka libur itu
kan Gabut G ya Mas ya Gabut itu paling
kalau enggak kerjaannya cuma rebahan
scrolling itu ya cuma main gitu akhirnya
Kemarin saya aceaklah mereka ya kan
beberapa siswa yang tertarik untuk ngisi
liburan gitu Mas dengan belajar bisnis
digital ya artinya kan bagi anak muda
itu bisnis digital itu sekarang itu
sesuatu yang wajib kita pahami ya
apalagi anak-anak SMA Genzi ya kan kalau
mereka sampai enggak paham dengan bisnis
digital itu ya Repot itu
[Musik]
mas kalau yang Kampung mualaf itu kan
sebenarnya itu program dari lazismu
pusat itu mas jadi lazismu pusat itu
tahun kemarin itu meng inisiasi program
Kampung berkemajuan program itu ingin
menjawab pertanyaan itu dari salah satu
peneliti Islam dari Jepang gu kan yang
dia mempertanyakan itu di mana dia bisa
melihat kampung atau masyarakat yang
seperti dicita-citakan oleh Muhammadiyah
itu lazismu kemudian menginisiasi
program kampung berkemajuan Nah kemarin
di Lampung itu kami itu satu-satunya
provinsi di luar pulau Jawa itu yang
dijadikan palet Project yang jadi kami
lolos di luar pulau jawa sisanya Di Jawa
semua sisanya itu di Jogja Jawa Tengah
Jawa Timur Jawa Barat satu Lampung itu
beda-beda Mas itu tapi dalam satu
program kampung berkemajuan Nah
sedangkan kami itu menggarap Kampung
mualaf itu di Watu Agung Lampung Tengah
itu jadi memang satu kampung itu
mayoritas itu mualaf gitu Mas kadang itu
serumah itu ya Bapaknya Nasrani misalnya
kemudian anaknya itu ada yang muslim
kemudian ada satu lagi yang Hindu
misalnya ah jadi kampung itu pun sampai
disebut Kampung Pancasila lah gitu
karena semua agama itu ada di kampung
itu ya kan cuma kemarin itu kenapa kami
pilih waktu Agung itu karena kebetulan
secara ekonomi mereka itu cukup lemah
gitu Mas dalam Islam itu kan salah satu
hal yang harus kita perkuat untuk
memperkuat Akidah itu adalah ekonomi
menurut kami jadi yang kami lakukan itu
coba kenyangkan dulu mereka artinya
cukupkan dulu kebutuhan mereka gitu kan
baru nanti mereka itu akan mendekat itu
artinya pelan-pelan itu mereka juga
pasti akan semakin dekat dengan kita
dengan Islam gitu maksudnya karena
banyak juga yang sudah mualaf tahunan ya
kan tapi masih ngombe gitu ya kan
gitu-gitu tu maksud kan kan sayang gitu
Artinya mereka sudah muslim g kan Tapi
karena tidak ada pembinaan selama ini ya
kan Di begitu syahadat nikah wis Jor
gitu dibiarin gitu akhirnya dia beragama
secara sepengetahuannya aja gitu Mas
kampung itu tuh dikenal dengan Kampung
Pancasila Jadi kalau hari raya Idul
Fitri misalnya itu yang Nasrani yang
Hindu yang budha itu nggih ya ngikut
ramai-ramai bantu bantu persiapan
Salatnya ya kan kemudian ketika ini
silaturahmi itu ya mereka juga ikut ya
kan tapi nanti juga ketika hari natal
pun sama jadi yang Islam juga ikut
membantu kelancaran perayaan natal itu
jadi memang bahasa mereka itu toleransi
di kampung itu tuh Sudah selesailah
bahasa mereka dan tidakang tidak pernah
ada konflik dulu mas
[Musik]
saya itu penginnya gini mengonlinekan
transaksi offline dengan cara mengajak
teman-teman yang selama ini dari UMKM
kan kalau dia hanya offline kan Yang
Mengenal kan hanya itu-itu saja begitu
dia dionlinekan minimal itu orang jagat
raya itu menjadi tahu Oh di sini nih ada
yang jualan ini minimal Oh Pak ini atau
Bu itu oh ini ada yang jualan gini Oh di
sini ada minimal itu kalau dia selama
ini
transaksinya offline kan ada pembeli Dia
jualan ada pembeli kan ini tinggal
dipindah aja menuju transaksi online di
marketplace jagalaba saya mengajak para
pelaku UMKM untuk gabung di jagalaba ya
kan artinya apa Mari kita belanja
keluarga dan larisi sahabat itu Supaya
apa supaya ekonomi bangsa ini juga
semakin kuat UMKM kuat dan Insyaallah
ekonomi umat pun juga akan kuat terakhir
Saya Danang triartanto pelopor jagalaba
di Lampung Terima kasih asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh
[Musik]
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:30:48 UTC
Categories
Manage