Ditinggal Suami dg 4 Anak, Bertahan Hidup Lewat Bisnis, Kini Ekspor ke Amerika!
TGBtKseNHYk • 2025-02-26
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
[Musik]
saat ini penjualan itu semakin meningkat
ke luar pulau sudah sampai ke luar pulau
rata-rata itu di wilayah Papua Nabire
Timika sorong dan sekitarnya sementara
kemarin itu di akhir bulan Januari kami
baru menandatangani mou untukor ke
Amerika Iya ini baru proses untuk
kelengkapan
[Musik]
dokumen Saya hanya bilang sama Tuhan
Tiap hari saya berdoa ya Allah E saya
berikhtiar doa saya itu cuma dua kuatkan
saya ya Allah Lapangkanlah saya
lapangkan hatiku itu saja Apun itu ya
Allah saya hanya menjalani Takdirmu
seperti itu karena tidak mudah harus
kehilangan partner hidup sekaligus
partner bisnis secara bersamaan
dalam hidup itu kita harus punya pondasi
hidup Nah untuk pondasi hidup dari saya
sendiri itu yang saya pegang sampai
sekarang itu empat poin yang pertama itu
doa Ikhtiar tawakal dan yang keempat itu
di jalan yang benar
[Musik]
Bismillahirrahmanirrahim asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh perkenalkan
nama saya ratnailasari saya adalah
founder dari bandeng Sultan bandeng
Sultan itu sendiri merupakan usaha di
bidang kuliner di mana kami memproduksi
olahan ikan bandeng berdiri sejak tahun
2019 kami merintti susah ini bersama
almarhum suami saya kami berdua melihat
fakta di mana di Sulawesi Selatan itu
banyak penghasil ikan bandeng yang
sangat melimpah nah dari situ kami
berinisiatif untuk meningkatkan nilai
tambah dari ikan banding itu sendiri
dengan melakukan inovasi mengolahnya
menjadi berbagai macam olahan seperti
itu kamami melihat cara otodidak belajar
di Youtube untuk mencabut tulang karena
memang produk unggulan kami saat ini itu
bandeng Tanpa Tulang sama bandeng presto
nah dari situ Alhamdulillah Kami mencoba
untuk memasarkan skala kecil dulu di
wilayah Makassar dan Alhamdulillah
banyak peminatnya untuk produk utama
pertama kali itu banding tanpa tulang
dan itu pun belum memiliki brand jadi
usaha itu bermula di 3 bulan sebelum
covid-19 itu pun saya kerja hanya berdua
dengan suami belum memiliki pegawai sama
sekali jadi dari pengambilan ikan
pengantaran pencabutan tulang ikan itu
hanya berdua sama suami subuh-subuh kami
ambil ikan ke pelelang inian sampai
rumah mencabut kisaran 100 ekoran itu
dikerja dari pagi sampai magrib berdua
hanya samasami nah ketika itu lanjut
pengantaran biasa Sudah magrib atau
sudah Isya itu mengantar sampai jam
12.00 malam itu saya kerja menutun
selama 3 bulan karena setelah itu
muncullah covid-19 di covid itu
permintaan frozen food itu semakin
meningkat kami sudah mulai kewalahan
ceritanya nih kewalahan untuk melayani
customer banyak juga pegawai-pegawai
yang diphk ibu-ibu yang rumah tangga
yang butuh pekerjaan seperti itu karena
Kebetulan kami kewalahan banyak ibu-ibu
rumah tangga datang nih ke usaha kami
untuk bisa gak saya k kerja nih bantu
untuk kerja cabut tulang bermuncullah
mulai banyak pegawai dari situ Jadi
mereka datang Saya selalu terbuka untuk
mereka Saya tidak meminta maksudnya
kriteria yang khusus seperti apa sih
pegawai yang harus datang ke kami saya
tidak merekrut pegawai jadi mereka yang
datang Saya bilang ke mereka yang
penting ibu-ibu semua mau belajar cara
cabut tulang seperti ini gajinya sekian
kalau misalnya ibu-ibu mau silakan nah
dari situ berjalan covid-19 itu beberapa
tahun kan Kak di situ mulai semakin
banyak pembeli pegawai
bermunculan untuk cara jualannya itu
sendiri kami selama ini melalui online
melalui Facebook Nah itu juga ada cerita
khusus jadi di awal-awal itu kami
mencoba untuk kasih masuk postingan kami
di suatu grup dagang di mana grup dagang
itu berbayar di Sulawesi Selatan cuma
saya coba-coba untuk kasih masuk sebelum
jadi member Alhamdulillah diloloskan
untuk postingan nah di situ langsung
banyak orderan berawal dari Facebook
yang di grup dagang itu Alhamdulillah
banyak postingan saya posting dan banyak
Orderan di situ awalnya itu untuk
pengantaran itu saya sama suami dari
Isya sampainya jam 12.00 malam biasa
keliling di seluruh wilayah Makassar
dari customer ke customer untuk
mengantar ikan bandeng itu semakin ke
sini semakin ke sini Akhirnya saya
merekrut untuk kurir untuk meerjakan
mereka saat ini penjualan itu semakin
meningkat ke luar pulau sudah sampai ke
luar pulau rata-rata itu di wilayah
Papua nabir Timika sorong dan sekitarnya
Kami lebih mensuplai itu ke rumah makan
dan toko-toko frozen food seiring
berjalan waktu di tahun 2023 itu Masa
terpuruk saya di mana Di situ Kami
merasa di zona nyaman jualan fokus
jualan urusan datang dari rumah ke
tempat produksi di Bulan Mei itu suami
saya meninggal dunia di situ saya
kehilangan arah saya gak tahu mau apa
karena beliau adalah pern hidup saya
sekaligus partner bisnis saya jadi
sangat sulit untuk
melelanjutkan dua-duanya di mana saya
harus mengganti peran sebagai kepala
rumah tangga sekaligus menjadi
womanpreneer dari coule preneer
bertransisi menjadi woman preneer itu
tidak mudah Nah di situ pas meninggal
suami saya di awal-awal itu mungkin 2
Minggu pertama itu yang saya kerjakan
hanya tidur tidur salat tidur main HP
dan tidak sengaja kami scroll-sroll
Instagram di situ saya dapat info dari
gadepreneer itu saya coba-coba untuk
mendaftar Saya tidak berekspektasi
apapun Saya tidak punya goloh apapun
Pokoknya saya cuma mendaftar saja dan
alhamdulillah saya diterima di situ pas
mentor review satu kita harus bawa
produk di program grad preneer itu untuk
dicoba oleh mentor Mas Jaya Setiabudi
nah di situ Alhamdulillah beliau
merespon baik katanya banding Pro saya
itu rasanya enak dan bisa menjadi produk
wiining untuk dipasarkan di pasar
nasional yang lebih luas seperti
[Musik]
itu nah saya ikuti semua program-program
gadepriner di situ ada banyak program
kita mentoring beberapa materi seperti
distribusi produk ret pasar ret produksi
pokoknya banyak sekali ilmu-ilmu yang
saya dapat di gadeprer itu Nah nah dalam
proses program itu akhirnya terkurasi
lagi nih terpilih dua peserta di wilayah
Makassar untuk program rebranding di
program rebranding itu saya belajar
produk saya di rebranding desain saya
logo Saya diedesain ulang seperti itu
dan kami juga difasilitasi Untuk cetak
kemasan nah di situ Alhamdulillah sampai
situ pun saya belum memiliki ekspektasi
apapun tidak ada gol saya Pokoknya saya
mengalir saja di situ saya merasa karena
kehilangan arah Saya tidak mempunyai
ekspektasi Apun Saya hanya bilang sama
Tuhan Tiap hari saya berdoa ya Allah E
saya berikhtiar doa saya itu cuma dua
kuatkan saya ya Allah Lapangkanlah saya
lapangkan hatiku itu saja Apun itu ya
Allah saya hanya menjalani Takdirmu
seperti itu karena tidak mudah harus
kehilangan partner hidup sekaligus
partner bisnis secara bersamaan dengan
meninggalkan
orang anak yang masih
kecil-kecil di mana trek rekord suami
saya juga sangat baik saya sangat susah
untuk bisa keluar dari zona itu karena
memang saya harus melanjutkan sendiri
Semua usaha yang awalnya itu cuma dua
orang bisa 50% 50% kita berbagi tugas
saya harus kerjakan semua sendiri di
situ saya merasa kesulitan nah di
gadpreneer itu saya merasa disupport
tidak hanya segi bisnis tapi segi mental
saya juga disupport saya merasa tidak
sendiri mungkin saya kehilangan support
sistem terbaik saya tapi melalui program
gad triner itu saya mendapatkan support
banyak dari para mentor dari pihak
pkadian dari fasilitator dari
teman-teman saya semua yang di gadpr itu
men-support saya jadi saya mulai muncul
rasa percaya diri kembali saya bangkit
kembali bahwa saya itu tidak sendiri loh
Ternyata saya banyak yang mensupport
saya di gadeprener itu setelah melalui
proses kurasi tadi terpilih rebranding
ada program lanjut binaan di pegadan itu
namanya Ikem nah di Ikem itu saya
belajar tentang lebih ke mindset dan
mental bisnis saya dan alhamdulillah
pulang dari ecam tersebut saya memulai
Ada Harapan Baru mental saya terbentuk
jadi saya mulai berpikir Ketika saya
berhenti untuk tidak melanjutkan bisnis
itu semua akan selesai apa yang saya
bisalah pakai untuk melanjutkan hidup
sama anak-anak saya yang masih
kecil-kecil kalaupun saya kerja Siapa
yang mau jaga anak-anak saya jadi
berpikir saya harus melanjutkan e usaha
ini supaya saya bisa ee merawat
anak-anak saya sembari bisa untuk
berbisnis seperti itu bahkan sampai
sekarang itu namanya kita manusia biasa
Sekuat apapun support sistem itu tetap
ada naik turunnya sekarang saya harus
menanyakan semuanya sendiri ketika ada
masalah di bisnis di keluarga harus saya
selesaikan sendiri dan akhirnya diegadan
itu di gadpreneer itu Setiap saya ada
masalah saya selalu lempar di sebuah
forum itu untuk bukan saya mau minta
apapun itu Tapi saya merasa supaya saya
bisa menemukan solusi dari setiap
permasalahan saya nah saya itu dapatkan
diade preneer itu ya Meskipun tidak
sepenuhnya seperti suami saya tapi
setidaknya di situ saya menemukan
supersistem baru jadi saya merasa lebih
baik ketika saya berkumpul dengan
orang-orang yang memiliki energi positif
tersebut untuk ecam-nya tersendiri itu
kami langsung offline Saya belajar di
Malang Surabaya selama 3 hari 2 malam di
situ langsung lebih ke 80 kita action
jadi lebih ke praktik seperti itu secara
offline e setelah pulang dari Ikem di
Malang itu saya lebih memiliki
ekspektasi baru Tanpa Suami saya jadi
saya memunculkan ekspektasi baru bersama
anak-anak saya saja ketika saya
melanjutkan bisnis ini saya bisa
memberikan kehidupan lebih layak untuk
anak-anak saya saya bisa memberikan
kebermanfaatkan untuk banyak orang dan
ketika bisnis ini semakin berkembang dan
sukses e harapannya itu satu yang
menjadi kekuatan saya itu bisa menjadi
amal jariah untuk suami saya karena di
mana bisa dikatakan bahwa banding Sultan
ini pionirnya adalah suami saya dari
cara cabut tulang dari semua resep yang
ada di banding Sultan ini itu dari suami
saya jadi saya meyakini itu dalam agama
ketika kita memberi ilmu yang bermanfaat
itu akan menjadi amal jariah Ketika saya
melanjutkan bisnis ini itu akan bisa
menjadi amal jariah suami saya dan itu
yang bisa saya berikan untuk suami saya
sekarang karena meskipun sangat sulit
untuk melanjutkan Tapi saya merasa itu
yang menjadi kekuatan yang bisa saya
berikan ke suami saya itu amal jarinya
dari usaha ini bagaimana lebih
berkembang Selama masih ada usaha
banding Sultan ini eh Insyaallah
pahalanya itu akan mengalir ke suami
saya seperti itu mungkin semua orang
bilang banyak kok yang mengalami kasus
seperti kamu kehilangan suami tapi kasus
di sini berbeda karena saya sekaligus
kehilangan dua enggak hanya per hidup
tapi juga partner bisnis secara
tiba-tiba
[Musik]
Nah untuk program gadpr itu sendiri
tidak dipungut biaya sama sekali jadi
kita daftar saja mengisi form seperti
itu nanti kalau terpilih terkurasi kita
bisa mengikuti program lanjutan seperti
binaan lanjutan mentoring secara online
dan offline seperti itu Kalau saya
sendiri itu alumni tahun 2023 jadi
selama 2 tahun terakhir ini kami dibina
sampai sekarang melalui di beberapa
program lanjutan Nah itu juga yang
menjadi support sistem say yang sekarang
ini sampai Alhamdulillah saat ini tembus
ekspor seperti itu pencapaian terbesar
bagi banding suultan itu sendiri bisa
Survive dari keterpurukan itu saja sudah
luar biasa menurut saya dan bonusnya
lagi ketika ikut gad prenol
Alhamdulillah seiring berjalan waktu
bisnis kami juga semakin berkembang
dengan semakin terkenal dari segi
branding lebih baik dan penjualan lebih
luas e bagi semuanya yang untuk
mendaftar itu teman-teman bisa lihat
Instagramnya kita mengikuti Instagram
nanti ketika membuka pendaftaran
teman-teman bisa langsung daftar dan itu
tidak dipungut biaya apapun Instagramnya
apa namanya Gade prener di akhir bulan
Februari nanti kita buka pendaftaran
untuk tahun 2025 ini kalau mentor paling
favorit dan sampai sekarang menjadi guru
kami Itu Mas Jaya Seti Budi tentunya
karena beliau yang pertama juga yang
mencoba tester dari B yang presto Itu
dan beliau kasih support saya bahwa ini
produk kamu untuk segi rasa dan kualitas
itu bagus pantas untuk diperjuangkan
produk kamu itu bisa bersaing secara
global seperti itu Alhamdulillah
penjualan kami sudah semakin luas karena
Alhamdulillah kan sudah Or jadi menurut
saya visi misi dari bandeng Sultan itu
sudah tercapai tapi meskipun sudah
tercapai ee saya akan tetap terus untuk
memperjuangkan lagi supaya lebih banyak
dikenal sementara kemarin itu di akhir
bulan Januari kami baru menandatangani
MOU untuk ekspor ke Amerika Iya ini baru
proses untuk kelengkapan dokumen dan
alhamdulillah di pegadan juga kami
dibina karena kami kemarin kendala di
legalitas jadi legalitas er itu cukup
sulit apalagi produk Frozen
Alhamdulillah Insyaallah kami
difasilitasi rumah produksi komunitas
untuk bisa mendapatkan legalitas yang
lebih standar karena mengingat untuk
rumah produksi Bandung Sultan itu masih
sangat sederhana dan semakin ke sini
setelah di rebranding ini dari pegadian
itu lebih fokus lagi ke yang awalnya
cuma Rumah Makan toko Frozen sekarang
lebih fokus ke oleh-oleh oleh-oleh kas
Makassar jadi nanti mungkin ke depannya
kami akan branding ke oleh-oleh kas
Makassar harapannya bisa membuka outlet
yang lebih besar di poros kota Makassar
dan menjadi oleh-oleh kas Makassar
terbesar di Indonesia
[Musik]
timur Saya bilang Kenapa sebelum suami
saya meninggal Saya merasa di zona
nyaman karena saya sendiri itu sudah
sangat bahagia hidup bersama suami
merawat anak melanjutkan bisnis itu cuma
berdua sama suami itu sudah merasa
nyaman gitu Jadi betul-betul kami sudah
mensyukurilah ceritanya Saya bersyukur
di zona sekarang itu merasa di zona
nyaman tapi di sisi lain hikmah dari
kehilangan suami itu Oh iya Ketika saya
di zona nyaman itu merasa stuck di situ
saja saya tidak berkembang karena memang
di program gadpreneer itu merupakan
program perdana saya jadi selama jalani
bisnis sama suami itu kami tidak
mengikuti binaan apapun tidak mengikuti
program apapun stak cuma semua dilakukan
berdasarkan pengalaman sama suami
pengalaman melanjutkan bisnis tidak
belajar tidak ikut pembinaan apapun itu
jadi saya merasa hikmah ketika tidak ada
suami itu saya bisa upgrade diri saya di
situ saya merasa Oh Ternyata di luar S
banyak kok orang-orang yang lebih hebat
banyak hal yang harus kamu coba banyak
hal yang kamu pelajari untuk berbisnis
itu kamu harus belajar banyak belajar
belajar dan Belajar seperti itu kenapa
saya bilang suami saya trk record yang
baik karena beliau itu tidak pernah
marah bisa diajak kerja sama apapun yang
saya inginkan selalu dia upayakan
pokoknya sama dia bisa jadi kerja sama
yang baik agamanya juga bagus dari segi
apapun dia bertanggung jawab sebagai
seorang suami beliau sakit infeksi paru
dan saat itu hanya satu minggu di rumah
sakit langsung meninggal dan secara
tiba-tiba di situ saya merasa sangat
sulit untuk menerima kenyataan
[Musik]
itu sebenarnya saya orang Jawa orang tua
saya Merantau di Sulawesi Selatan di
Makassar ini lulus SMA saya ikut orang
tua karena orang tua merasa lebih baik
ketika di perantauan itu saya diambil
dari lulus SMA untuk ikut di Makassar
nah di Makassar itu saya melanjutkan
kuliah dulu sebelum bisnis itu saya
kuliah di Makassar Akhirnya berjodoh
dengan suami saya yang orang Makassar
itu nah di situ kami melanjutkan bisnis
sampai sekarang ini Bapak Ibu saya
jualan keliling nasi kuning gado-gado
seperti itu rata-rata orang yang dari
Jawa merantau ke Makassar itu e
menjualan kalau di Sragen orang tua itu
biasa kerja di sawah nanam padi dan
lain-lain sebagainya Itu jadi mereka
mereka itu mencoba untuk mencari
kehidupan yang lebih baik dan lebih
layak mencoba Merantau di Makassar ya
alhamdulillah sampais ini kami menetap
di Makassar Kalau saya sendiri itu
lulusan di tiga keperawatan Pernah kami
kerja di Rumah Sakit Muhammad Tamrin
Jakarta selanjutnya di klinik Kimia
Farma di Makassar Kalau kimia farmanya
saat itu kenapa saya resain di Rumah
Sakit Tamrin Jakarta itu karena saya
merasa gak bisa jauh dari orang tua jadi
orang tua juga gak bisa terlalu jauh
sama anaknya jadi saya memilih untuk
resain mencari pekerjaan di Makassar
jadi saya kembali ke Makassar seperti
itu di Makassar kerja selama kurang
lebih 1 tahun di situ kami sudah
menjalani pacaran ya ceritanya kenal
sama suami saya itu akhirnya setelama 1
tahun kerja kami menjalin hubungan tu
kurang lebih beberapa bulan itu kami
Menikah suami sudah ada usaha memang
sudah usaha percetakan saat itu karena
suami juga merasa kewalahan Akhirnya
saya resin dari tadi saya ikut bantu
suami untuk melanjutkan bisnis sama-sama
yang sebelum dari bandang Sultan itu
kami memiliki usaha percetakan itu
[Musik]
tadi di percetakan itu Alhamdulillah
sebenarnya lumayan bagus dari segi omset
kami juga sudah memiliki beberapa
pegawai nah di saat itu kami mengambil
ini ruko yang kami sewa itu mau dijual
sama pemiliknya Setelah itu kami mencoba
untuk KPR ruko yang kami sewa itu itu
sudah berjalan 1 tahun terasa berat ya
untuk membayar bulanan tiap tahunnya
kurang lebih R1 juta per tahun sudah 1
tahun berjalan kami juga ingin
menghindari riba Ya udah Bagaimana kalau
kita jual saja ini ruko kita mencoba
mencari penghasilan lain Jadi saat itu
setelah menjual rukuk aset semua
percetakan kami jual kami tutup kami ke
kampung suami yang ada di Palopo masih
di sekitar Sulawesi Selatan juga selama
2 tahun untuk Mencari peluang baru
seperti itu di situ bisa dibilang kami
kerjanya serabutan dalam artian untuk
suami itu Mencari peluang dari modal
jual ruko yang ada tadi sama aset-aset
percetakan itu kami pakai model untuk
membuka Rumah Makan e sembari Saya jaga
warung makan suami kerja di kontraktor
selama 2 tahun itu di warung makan itu
tidak menunjukkan penjualan yang
signifikan ceritanya karena mungkin saya
juga masih kecil-kecil anak saya jadi
gak fokus itu kami juga gak punya ilmu
tentang bisnis asal jualan gitu aja jadi
tidak dilanjutkan Nah akhirnya Kenapa
kami bisa kembali ke Makassar lagi pas
hamil anak keempat mau melahirkan anak
keempat saya bilang nih sama suami
bagaimana kalau kita kelahiran di
Makassar jadi jarak tempuh dari Palopo
ke Makassar itu kurang lebih 8 jam pas
kelahiran anak keempat itu saya
merencana mau lahiran di Makassar nih
supaya dekat orang tua akhirnya lahir di
Makassar belum ada pekerjaan nih karena
yang di kampung itu warung Makannya
sudah ditutup jadi selah 6 bulan gitu
Kami nebeng sama orang tua dari
makanannya semua itu orang tua karena
memang tidak ada penghasilan apapun uang
yang saya dapat dari penjualan aset-aset
itu habis untuk bertahan ituup 2 tahun
di kampung saya gak ada pekerjaan apapun
suami juga tidak pekerjaan nah di situ
umur anak saya 1 bulan Saya sempat
ngurir nih jadi kurir jualannya orang
lain Jadi orang lain itu punya produk
nanti saya yang jadi kurirnya jadi saya
pernah sebelum mencari kurir Saya punya
menjadi kurir terus su suami saya
perannya di situ dia jaga anak-anak di
rumah kenapa bukan suami yang ngurir
karena saya k bilang enggak apa-apa
mending saya saja kalau untuk jalanan
apa semua lebih ke saya gitu nah
sebelumnya dipercetakan itu sebenarnya
suami sudah ada ide nih untuk cabut
tulang itu untuk mengembalkan bandeng
Kenapa tidak posting-posting jualan Kamu
itu ikan bandeng di grup-grup tadi Nah
di grup-grup yang berbayar Tadi dikasih
lolos Nah di situ mulai muncul
permintaan banyak makanya muncullah
bandeng Sultan seperti itu
[Musik]
kalau untuk ide cabut tulang itu semua
dari suami untuk resep-resep yang
varian-varian pun itu dari suami semua
dan bersyukurnya lagi di HP suami itu
semua data ada jadi resepnya apa saja
itu su kan sebelumnya itu tidak tercatat
nih tidak ada catatannya karena memang
ketika ada pegawai yang untuk meracik
resep itu tetap didampingi sama suami
jadi di bisnis itu kami bagi tugas saya
lebih ke Digital marketing suami itu
lebih ke internalnya dalam segi resep
pegawai ide inovasi itu suaminya Saya
kehilangan arahnya di situ pas suami
meninggal lihat nih riwayat chat-chatnya
semua dari supplier bahan baku ikan
supplier yang rempah-rempah bahan baku
untuk stiker kemasan itu ada semua di
situ bahkan resep pun masih ada Sema di
situ saya Saya bersyukur karena masih
ada jejak-jejak digital itu dari
chat-chat suami ke suppplayer saya coba
nih untuk saya ambil alih pekerjaan di
situ jadi saya Chat satu peratu resep
pun saya coba untuk belajar lagi sama
pegawai saya untuk Ayo kita pasti bisa
saya mensup semnya Ayo kita cobalah
bikin resep-resep itu dan Alhamdulillah
masih terima masyarakat sampai sekarang
Eh sampai sekarang pun saya masih
menangis tapi menangis saya beda mungkin
dulu nangisnya karena betul-betul
terpuruk hilang arah kalau sekarang
nangisnya itu lebih keterharu Oh
Ternyata saya bisa ya melalui semua itu
meskipun berat tapi alhamdulillah sampai
sekarang saya bisa bisnis saya bisa
berkembang ee hikmahnya itu tadi
usustazah saya semakin besar saya bisa
upgrade skill saya upgrade bisnis
ternyata di luar sana itu banyak loh
orang-orang hebat e banyak hal yang
harus kamu coba di satu kali 24 jam itu
saya betul-betul harus memanage waktu
sebaik mungkin hikmahnya lagi yang
membuat saya lebih semangat Ketika saya
punya uang dari bisnis ini Ketika saya
bisa sukses dari uang itu Meskipun tidak
bisa menghilangkan duka Saya kehilangan
suami tapi setidaknya itu bisa membantu
saya jalan saya untuk Survive untuk bisa
sembuh dari luka Kenapa misalnya nih
kalau anak saya nih Seharusnya saya
semua handle sendiri seperti antar
sekolah gitu saya biasa suruh orang
untuk antar sekolah itu juga dibutuhkan
uang untuk yang lainnya Mungkin pas
meninggal suami itu anak saya yang
kembar itu seharusnya masuk SD dari TK
ni saya vakumkan 1 tahun karena saya
belum ada daya untuk bisa mengurus di
situ tapi bukan berarti saya
menelantarkan Anak saya tidak dengan
uang yang saya punya itu saya mencari
guru les privat jadi saya bayar mereka
untuk les privat di rumah selama 1 tahun
itu dari segi akademiknya dari privat
untuk mengajinya dan itu butuh uang juga
nah dari situ saya merasa terpacu nih
untuk terus mengembangkan bisnis ini
seperti itu itu cara memenat saya di 1
kali 24 jam itu tapi sekarang
Alhamdulillah semakin diriringnya waktu
ini saya sudah mulai ya berdamai dengan
hidup itu lebih fokus ke anak sebisa
mungkin yang terjemput anak saya yang
mengurus di rumah saya untuk urusan
bisnis saya alihkan untuk mencari
pegawai seperti itu Iya kalau anak saya
itu empat perempuan semuau Iya yang
pertama umur 10 tahun kelas 4 SD yang
kedua itu kembar kelas 1 SD yang
terakhir itu umur 5 tahun belum sekolah
nanti tahun depan baru masuk TK
Alhamdulillah di rumah itu saya urus
sendiri semua kecuali kalau misalnya
saya ada kegiatan di luar misalnya
seminar ataupun menjadi narasumber dan
lain-lain saya titip ke orang
tua kalau untuk gadepreneer sendiri itu
saya harapannya semoga program ini itu
terus dilaksanakan untuk tahun-tahun
berikutnya karena menurut saya di luar S
Mungkin banyak seperti saya kasusnya
banyak UMKM UMKM yang perlu butuh
support sistem Entah dari segi segi
bisnis maupun dari segi mentalnya nah di
gadprener itu semua bisa kita dapatkan
dua-duanya enggak hanya untuk
pengembangan bisnis tapi kita
betul-betul juga dari fondasi utama itu
foundernya di situ kita dapat support
dari gadper dan untuk teman-teman
mungkin di luar sana yang merasa
kehilangan support sistem merasa ingin
berkembang bisnisnya mungkin bisa untuk
mencoba ikut program gadpriner gratis
oke dalam hidup itu kita harus punya
pondasi hidup Nah untuk pondasi hidup
dari saya sendiri itu yang saya pegang
sampai sekarang itu empat poin yang
pertama itu doa Ikhtiar tawakal dan yang
keempat itu di jalan yang benar
Insyaallah ketika kita sudah melakukan
keempat itu dengan baik
kebaikan-kebaikan itu akan terbuka jalan
kebaikan-kebaikan itu akan menghampiri
kita untuk perempuan-perempuan di luar
sana yang memiliki kasus yang sama
seperti saya Kalian pasti bisa melalui
semua kalian harus semangat Tunjukkan
bahwa wanita itu mempunyai hak yang sama
untuk sukses dan berdaya tanpa melupakan
fitrahnya sebagai seorang wanita Saya
ratasari dari bandeng Sultan Makassar
Sulawesi Selatan Terima kasih
wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh waikum
[Musik]
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:30:34 UTC
Categories
Manage