Transcript
OLNRFGBYC6E • Dulu Dihina Jualan Gorengan, Kini Punya 25 Outlet: Yang Hina Malah Minta Kerjaan!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/PecahTelur/.shards/text-0001.zst#text/0454_OLNRFGBYC6E.txt
Kind: captions
Language: id
bayangkan 1 bulan aku dapat uang Rp juta
r0 juta itu bersih mas Masuk Akak 1 hari
itu di angka 67 juta per hari itu
anjelok mas jadi cuman Rp300.000
Rp500.000 aku hidup ke Jember ini kan
tidak dibiayai sedikit pun sama orang
tua mengandalkan uang pemerintah
Rp600.000 per bulan uang r600.000 ini
Mas uang beasiswa terakhir dari Bidik
Misi ini aku belikan peralatan-peralatan
bekas di pasar bbo yang ada di Jember
aku beli kompor loak beli wajah loowak
aku jualan gorengan jualan pisang coklat
di Ece aku kok niku Toko Bandung
atuh-atuh malah jualan gorengan
ngisin-ngisin ae digitukan Mas itu di
depan banyak orang ya secara mental ya
Malu pasti malu Mas cuman aku mikir
kayak gini apa yang salah aku ngak
mencuri aku ngak merugikan orang lain
itu kejadian 2015 16 aku lupa di 2019
orang yang ngenyek aku ini tadi
hubungnya aku minta kerjaan
Mas karena ya terkadang ya roda itu
berputar
[Musik]
Jadi sebetulnya usaha saya ini jualan
seblak Mas ada beberapa unit usaha sih
cuman memang yangedang yang lagi
berkembang ini seblak usaha saya
sebetulnya ada tiga Mas ada seblak ada
kopi ada juga Ayam Bakar untuk yang
seblak ini Alhamdulillah ada sekitar 25
outlet Mas itu tersebar dari provinsi
Jawa Timur dan Jawa Tengah itu mulai
dari Banyuwangi hingga Magelang itu yang
paling jauh cabang kita kalau untuk yang
di kopi sendiri Ini baru satu Mas itu
pun juga kita baru mulai di tahun
2024 kemarin kalau yang ayam bakar juga
baru satu nah yang membuat aku datang ke
Jember kan sebetulnya karena kuliah Mas
Kebetulan kan saya ini kan kuliah masuk
2013 jadi waktu itu ada jalur undangan
saya enggak keterima Akhirnya saya ikut
jalur tulis itu dan kebetulan memang aku
pengen Merantau Nah itu akhirnya ikutan
just tes tulis Alhamdulillah keterima di
Jember aku masuk jalur beasiswa bid Quis
karena kan dari keluarga yang kurang m
setidak mampu apa Ya intinya adalah yang
namanya kita juga tinggal di kota hidup
juga sangat berkec upan orang tua juga
waktu itu hanya menjadi Seorang penjahit
ibu juga Ibu rumah tangga yang di mana
awalnya waktu itu kalau misalkan aku
enggak dapat beasiswa mungkin gak kuliah
makanya waktu itu aku begitu effort
bagaimana untuk bisa mendapatkan
beasiswa itu jadi meskipun ke Jember ya
aku ambil dan memang awal aku ke Jember
masih belum tahu Mas Jember itu di mana
Daerah mana W pokok nekat waktu itu
pokok Aku pengin ngerantau ke Jawa waktu
itunya kayak gitu karena memang yang aku
tahu di Jawa biaya hidup
[Musik]
murah I only we
mas make
me sebetulnya kalau orang tua itu karena
memang lebih memberikan kebebasan dan
pilihan dalam hidup Kenapa karena juga
merasa orang tua juga tidak bisa
membantu secara finansial dan akhirnya
juga keinginan dari aku untuk lanjut
jenjang untuk studi lebih tinggi juga
orang tua enggak bisa support akhirnya
mau enggak mau orang tua memberikan
kebebasan yang penting apa yang sudah
diambil itu harus bertanggung jawab dan
juga bagi aku sendiri yang namanya
Merantau ini kan suatu pride untuk
seorang laki-laki karena apa yang
namanya Merantau ini kan kita juga nanti
belajar banyak hal mas kita belajar
manajemen waktu kita belajar manajemen
uang kita belajar manajemen kesehatan
Apalagi aku ke jer ini kan juga enggak
punya teman gak punya saudara gak punya
rekanan jadi pure betul-betul dari orang
yang gak tahu apa-apa datang ke Jember
gak punya teman gak punya apa-apa jadi
itu yang membuat mental kita itu
terlatih di situ lebih ke ini sih Mas
challenge buat diri sendiri karena Aku
merasa bahwa kalau aku misalkan enggak
Merantau aku selalu berada di zona
nyamanku yang itu membuat akhirnya aku
enggak berkembang Karena bagiku zona
nyaman itu mengerikan contoh misalkan
aku kuliah lagi di Bandung ya
teman-temanku itu lagi itu lagi cirkelku
itu itu lagi ya pola pikirku mindsetku
Ya hanya itu-itu aja jadi aku mencoba
untuk mengambil resiko yang lebih besar
datang ke tempat baru pasti shock
culture itu akan ada karena apa aku
perlu adaptasi yang kedua juga perlu
untuk belajar bahasa juga alhamdulillah
juga aku sekarang bahasa Jawa lumayan
sedikit bisa karena kan juga h hampir
berapa tahun hampir 11 tahun kayaknya
Merantau di Jember sebetulnya kalau kita
bicara usaha itu kalau kita bercerita
lumayan panjang alurnya Karena aku kan
mulai usaha ini Mas dari tahun
2015 itu aku waktu kuliah semester 4
Kalau enggak salah itu sebelumnya itu
aku punya usaha kecil-kecilan sebelum
aku masuk ke dunia FNB jadi waktu itu
juga aku pernah jual beli handphone jual
beli baju-baju trip Baba Bebo pernah
jadi waktu itu aku kan setiap pulang ke
Bandung itu kan mesti kan per semester
sekali jadi pulang ke Bandung kulaan
baju itu mas baju-baju di tempat-tempat
babebo gitu akhirnya baahwa aku pakai
kereta aku jual di Jember karena kenapa
aku melakukan hal seperti itu ya kembali
lagi hal itu aku lakukan memang untuk
bisa bertahan hidup karena ya Power Of
Kepepet karena jujur Mas aku hidup ke
Jember ini kan tidak dibiayai sedikit
pun sama orang tua jadi hanya
mengandalkan uang pemerintah 6600.000
per bulan dan itu pun 600 pun dipotong
buat kosan r300.000 berentian sisa
3p300.000 butuh Jadi bagaimana 3300.000
ini harus cukup untuk kebutuhan
sehari-hari dan kebutuhan akademik juga
untuk makan untuk kuliah untuk nugas
fotokopi dan lain-lain jadi malah untuk
entertain ngopi itu malah gak ada sama
sekali jadi kan awalnya Mas sebetulnya
karena waktu itu aku sudah jualan mulai
dari jualan handphone jualan laptop
jualan babebo sampai aku ada di titik
yang di mana waktu itu menjadi pedagang
asongan pedagang asongan jualan gorengan
di kampus jadi waktu itu ceritanya tuh
aku jualan gorengan jualan pisang coklat
ot-ot tahu isi aku dulu ngasong Mas
ngasong ke kampus ngasong ke ruang dekan
ngasong ke kelas-kelas ke ruang akademik
ya karena saking butuhnya duit waktu itu
Nah akhirnya di proses itu aku ketemulah
beberapa teman yang di mana waktu itu
teman ini ngajak ini di kampus ada
program wirausaha nah Kebetulan aku di
Cak akhirnya aku ikut ikutlah di situ
akhirnya bikin proposal bikin bisnis
plan lakhirnya salah satu usahaku
bareng-bareng sama teman-teman jualan
seblak di situ Mas itu 2015 Kalau enggak
salah Setelah Jalan bisnis ini itu kalau
kita bicara periode itu mulai dari 2015
sampai 17 mulai banyak belajar terkait
masalah profesional disiplin etos
kerjaasama kedewasaan yang namanya kita
kerja berpartner kan pasti banyak banget
kepentingan banyak banget ego dan
lain-lain jadi waktu itu aku ngebangun
bisnis nih Mas berempat selama 2 tahun
Padahal di awal kita sudah punya
kesepakatan bahwa ini punya berempat
akhirnya setelah berjalan 2 tahun
uangnya udah ada nih baru kita berantem
ego sama-sama naik jadi di situ aku
dianggap sebagai karyawan Padahal aku
ngerintis dari awal dan padahal itu
resep dari aku nama brand dari aku waktu
itu akhirnya di situ karena aku enggak
mau ambil pusing akhirnya aku
Berhentilah dan keluar baru aku
ngebangunlah brand baru di 2017 namanya
seblak prenger itulah menjadi salah satu
motivasi besarku untuk fokus dan
bagaimana membuktikan bahwa aku mampu
karena biasanya kan motivasi orang
kecewa itu lebih besar jujur Mas aku
pernah dititik yang di mana waktu itu
sebetulnya kan aku ngebangun usaha yang
seblak dari proposal wirausaha itu kan
hanya untuk bertahan hidup Mas Jadi aku
dulu punya pikiran kayak gini pokok
kalau usaha ini jalan aku lulus ini
mutakasihkan ke karyawanku aku dulu
Enggak ada kepikiran pengen tinggal di
Jember jadi lulus pulang cari kerja di
Bandung dulu aku mikirnya kayak gitu
karena akhirnya waktu itu tepat banget
semester 8 konflik itu mulai naik
akhirnya waktu itu kan semester 8 itu
adalah terakhir aku dapat beasiswa bidik
bisi itu Kompleks banget Mas sampai
waktu itu tuh aku masih ingat betul
karena waktu itu ngerasa di 2017 awal
itu ngerasa ah enak nih udah punya uang
gitu Akhirnya Aku memberanikan diri mas
ngambil sepeda motor nyicil dengan
nyicilan waktu itu r00.000 dan bagiku
dulu uang segitu kan gede banget Mas
karena dulu aku mikirnya gini ah tiap
bulan dari usahaku yang ini sama teman
dapatlah R juta pikiran amanku seperti
itu waktu itu ternyata ada masalah
meledak uang milik misiku juga habis
semester 8 dan aku punya tanggungan
setiap bulan Rp700.000 itu kan lumayan
sedikit nge-etrigger ya itu aku sampai
stres Mas hampir 3 hari ngelamun Enggak
makan enggak minum bingung mau ngapain
cuman dari situ akhirnya aku dimotivasi
sama temanku kamu aja Bisa kok kemarin
di bisnis yang kemarin kenapa sekarang
enggak karena semua ide gagasan resep
itu kamu yang punya makanya mungkin dari
situ Kamu harus belajar bahwa gak bisa
kita sembarang mencari partner enggak
bisa kita gampang percaya sama orang dan
kamu juga harus belajar enggak hanya
harus bisa masak jujur basicu dapur Mas
Jadi aku cuman bisa masak waktu itu Jadi
aku orang dapur Bisa masak dan lain-lain
Nah dari sekarang kamu harus bisa
belajar kamu harus bisa belajar bahwa
bisnis itu enggak hanya soal produk
bisnis itu enggak soal masak bisnis itu
enggak soal makanannya harus enak kamu
harus belajar manajemen kamu harus tahu
marketing kamu harus tahu operasional
kamu harus tahu desain Dan lain-lain itu
kompleks Nah akhirnya dari situ Mulailah
aku termotivasi dan akhirnya mulai lagi
dari awal dan aku mulai dari awal pun
seblak pranker ini Mas itu kalau enggak
salah itu aku modal cuman Rp600.000 jadi
Rp600.000 ini aku dulu jualannya itu di
kos-kosan Mas di kontrakan jadi dulu aku
sistemnya dibuat sistem po gitu uang
600.000 ini Mas uang beasiswa terakhir
dari Bidik Misi ini aku belikan
peralatan-peralatan bekas di pasar babbo
yang ada di Jember aku beli komforor
loak beli wajahan loak semua karena kan
aku memang mean kan uang 600.000 itu
tadi jadi dikontrakkan akhirnya dengan
alat seadanya kerja juga Sama teman
berdua Alhamdulillah Jalan sistemnya ada
orang pesan di pagi sorenya diantar
sehari itu cuma dapat tiga orderan
kadang cuman satu orderan jadi ya
belanja ke pasar sendiri masak sendiri
ngadminin sendiri ngantterin sendiri di
situ nah akhirnya dari situ capek sih
memang cuman ya Karena mungkin yang
namanya kita memulai itu butuh proses
dan butuh effort akhirnya itu aku
konsistenkan jadi Alhamdulillah Mas
pertolongan dari allah adalah ada momen
yang di mana setiap hari kita orderan
cuma 1 2 3 tiba-tiba di 2017 itu kan
influencer makanan masih belum terlalu
banyak tuh ada nama satu akun kuliner
aku masih ingat betul dia tuh bikin
semacam q&a sore-sore gini enaknya makan
apa ya yang anget-anget akhirnya sama
followernya itu dikomen coba Kak ini ada
seblak enak namanya seblak pranker
nomornya Ini akhirnya Akulah dihubungin
Mas dihubungin itu gak Endor sama sekali
aku dihubungin waktu itu setelah
dihubungin aku buatkan aku antar karena
mungkin produk yang berbicara ya karena
juga rasa enggak bisa bohong akhirnya
dia makan dia review dia merasa
produknya itu enak akhirnya dia
promosikan Nah dari situlah Mas mulai
jadi word of mouth yang positif ini yang
awalnya orderan sehari cuman 3 4 2
meledak Mas jadi 30 40 itu perorderan
awalnya yang aku enggak ada kurir
akhirnya aku pakai kurir empat orang
berjalan itu mas berjalan terus
Alhamdulillah aku sampai ngomong makasih
banget ke akun kuliner itu tadi padahal
memang Awalnya aku memang gak endorse
karena mungkin ini Pertolongan tuhan nah
dari situ mulailah banyak permintaan
dari customer-customer untuk aku buka
tempat per 2017 akhir tahun itu aku
pindah ke outlet yang ada di rupo yang
ada di Jembel akhirnya buka
Alhamdulillah hingga saat ini gitu Itu
untuk cabang pertama
[Musik]
kita kalau bicara kuliah memang Kan
kalau diberang lancar enggak lancar
tergantung dari sudut mana kita melihat
Mas kalau aku pribadi punya pandangan
adalah yang namanya kita fokus kepada
dua hal dalam waktu bersamaan Itu kan
hal yang paling sulit ya Mas kan memang
aku dari semester 7 Tu kan kuliah semua
sudah selesai itu mas tinggal skripsi
aja dan itu pun sudah seminar di
semester 8 nah waktu itu aku dibenturkan
dengan dua pilihan nih Mas yang pertama
merintis lagi dari awal karena semester
8 ini tadi atau aku menyelesaikan kuliah
akhirnya aku berpikir Mas ending dari
kita kuliah ini kan bekerja dan mencari
nafkah nah akhirnya di situ aku
mengambil suatu keputusan besar ya sudah
kuliah aku ke sampingkan dulu akhirnya
bisnis aku fokuskan tapi ya Meskipun
memang aku kesampingan tetap aku
kerjakan ini kuliah meskipun akhirnya
aku kuliah itu hampir 7 tahun setengah
nah cuman kan akhirnya setelah aku lulus
Alhamdulillah usaha yang sedang aku riti
sedang berjalan waktu itu karena memang
kan momennya kan ini berbarengan Mas
sangat berbarengan yang di mana bisnis
Aku sedang sudah dari bawah prittis lagi
dari awal kan butuh fokus yang begitu
besar kayak gitu aku kuliah jurusan ilmu
sejarah Mas di Universitas Jember
lumayan enggak nyambung
ya memang kalau kita bicara bisnis aku
bisa mengatakan bahwa FNB ini adalah
salah satu bisnis yang paling kompleks
ya karena kita bicara banyak hal kita
bicara produk kita bicara supply chain
kita bicara marketing W banyak banget
variabelnya jujur Mas aku buka usaha ini
terutama di seblak dari 2017 hingga saat
ini memang mengalami banyak jatuh bangun
ya yang di mana Aku memulai usaha atau
memulai bisnis ini kan memang bukan dari
orang yang paham dan pintar jadi aku
memulai ini memang orang yang memang
sedikit tahu kenapa akirnya kalau aku
terlalu banyak tahu otomatis kan aku
banyak perhitungan akhirnya enggak
mulai-mulai makanya aku terkadang
tipikal orang yang learning by doing
pokok jalanin dulu aja jalanin dulu aja
jatuh sakit bangkit jalan lagi karena
kalau enggak gitu mas kita gak akan
[Musik]
mulai-mulai Nah waktu itu aku pernah Mas
satu punya pengalaman yang di mana di
2017 aku membuka sebelak ini
Alhamdulillah ramai ada rasa keinginan
untuk kayaknya nambah cabang kayaknya
enak nih meskipun secara keilmuan waktu
itu aku masih belum tahu gimana sih
nambah cabang itu Apakah hanya sesimpel
kita memindahkan satu outlet a ke outlet
B Waktu itu ternyata karena aku orangnya
nekad Mas ya tiba-tiba akhirnya aku ada
kesempatan buka outlet di Banyuwangi
timku masih belum seberapa aku masih
belum punya Central kitchen aku masih
belum tahu supply change Seperti apa
distribusi barang Bagaimana training
karyawan itu seperti apa Nah akhirnya
Mas aku mengambil opportunity ini aku
buka di Banyuwangi 1 tahun akhirnya
tutup Nah akhirnya dari situ aku
berpikir bahwa kayaknya untuk kita scale
up bisnis kayaknya modal nekad aja gak
bisa mungkin kalau untuk memulai itu
bisa dengan resiko-resiko yang ada tapi
untuk ng-scale up kita butuh ilmu kita
butuh relasi kita butuh jaringan karena
apa tanpa itu semua ya kita seperti
orang yang tersesat dalam hutan gu loh
makanya setelah aku Gagal mas di
Banyuwangi itu menjadi salah satu bahan
evaluasi besar dari tahun
2018 sampai
2021 aku enggak berani buka cabang dan
berani baru buka cabang pun di 2002
tapi menariknya mas karena omsetku yang
di cabang pertama yang dijempen itu
sudah sangat bagus yang di mana itu
membuat aku akhirnya merasa di posisi di
zona nyaman aku bujang umur masih
22 tahun gak punya cicilan bayangkan 1
bulan aku dapat uang Rp juta R juta itu
bersih mas Masuk dan itu habis Gak jadi
apa-apa Mas jadi karena orang yang biasa
gak pernah megang duit terus tiba-tiba
dikasih duit begitu banyak akhirnya
bingung ini duit mau di apain di
pengembangan bisnis y dak akhirnya uang
ini habis untuk apa gaya hidup foya-foya
traveling kara aku suka traveling kan
ngebosi teman-teman karena aku Royal
banget ke karyawan mana makan ke ini
makan Wah gitu terus itu
berangsur-angsur dari tahun 2018 hingga
2020 akhirnya apa bisnisku y gak
berkembang aku yo enggak nambah cabang
pakai Angku pribadi aku yo gak beli aset
gak beli rumah ya habis untuk gaya hidup
terbanyak itu aku pegang uang cuman
sekitar di angka R r00 juta lah Mas
sebetulnya kalau aku ngumpul bisa mm-an
itu mas karena kan dapat 60 habis karena
dulu aku mindsetnya gini Mas Januari ini
misalkan Jalan 1 bulan sampai aku
akhirnya aku dapat uang r0 juta tak
habiskan nih Februari mas karena mikir
guini Ah masih ada bulan Februari terus
gitu Mas mindsetku masih mindset orang
miskin waktu itu wajarlah orang miskin
akhirnya enggak pernah pegang duit
dikasih duit banyak Bingung akhirnya
butuh barang enggak butuh barang beli
butuh enggak butuh dibeli selalu seperti
itu sebetulnya kan gini kita kan dari
kecil ini kan gak pernah diajari
bagaimana pentingnya suatu literasi
keuangan kita SD SMP SMA kita kan enggak
pernah cara bagaimana money managemen
yang baik itu seperti apa bagaimana kita
memperlakukan uang r100.000 R juta R
juta 1 miliar kita enggak pernah
diajarin itu Bagaimana permainan di
bisnis dengan nominal sekian akhirnya
Kalau kita bicara mengenai antara R juta
dan R juta lebih ke pola pikir kita
Jujur aku dulu di saat punya uang R juta
gitu aku merasa dulu ini uang yang kecil
yang di mana uang kecil Ini akhirnya
membuat uang ini cepat habis nah uang R
juta juga sama jadi aku pernah
berpikiran kayak gini uang R juta ini
kalau kita tahu ini akan dibuat seperti
apa ini akan menjadi suatu hal yang baik
nanti dampaknya gitu jadi lebih ke pola
pikir sih Mas Aku terjebak di Pas itu
hampir beberapa tahun Berarti 18 19 20
hampir 3 tahun Nah akhirnya Mas di situ
datanglah
pandemi aku kalau misalkan ingat dulu
pandemi Mas Wah itu nyerang mental
nyerang dompet Wah sembarang maokok mas
karena pandemi itu kan juga aku putus
sama pacarku bayangkan Mas aku dari itu
dari omset Sat hari itu di angka 67 juta
per hari itu anjelok mas jadi cuman
r300.000 500.000 nah di situ Mas
mentalku betul-betul dipukul bahwa kamu
tuh baru mulai kok udah mau ngerasa
finish karena dulu aku mikirnya ah enak
nih bisnis Jalan owner jalan-jalan Nah
pas kena pandemi Aku akhirnya dipukul
bawa kamu tuh baru mulai Kamu ke mana
aja selama ini kok bisnismu kesarnya
kamu ucul gitu loh padahal ini kamu
cabang baru satu kamu mau sombong apa
gitu loh sampai aku dulu punya pikiran
seperti itu akhirnya waktu itu mas semua
orang tak liburkan akhirnya aku dari
awal lagi sendiri akhirnya ya ke pasar-
ke pasar sendiri masak-masak sendiri
jaga-jaga sendiri akhirnya mulai lagi
dari situ cuman waktu itu karena
akhirnya aku di situ punya pandangan
bahwa kayaknya kita enggak bisa nih
terus mengandalkan penjualan offline
waktu itu akhirnya aku bikin seblak ini
dalam bentuk kemasan aku jual di
e-commerce Alhamdulillah karena
pelangganku lumayan banyak akhirnya
penjualanku waktu itu banyak yang pindah
ke e-comers Dan itu menjadi salah satu
hal yang membantu aku untuk menjalankan
ini semua jadi pasca pandemi ini kan
memang banyak teman-temanku juga yang
bisnisnya kan juga dipukul dan hancur
kan karena waktu itu aku bisa switch ya
dari akhirnya offline ke online aku
bikin market di market es aku jualan
akhirnya kan revenue streamku masuk
lumayan besar itu mas Aku enggak ingin
melakukan kesalahan yang sama waktu itu
jadi uang keuntungan dari penjualan di
e-commerce ini aku masukkan ke usahaku
Bagaimana ini dikembangkan waktu itu
akhirnya aku bikin Sentral kitchen
akhirnya aku beli Armada Bagaimana
produk ini aku bisa distribusikan dengan
baik akhirnya aku ngebangun jaringan
reseller karena kebanyakan basic
customerku adalah mahasiswa waktu itu
mas dan kebanyakan Jember Ini kan kota
Urban Mas yang di mana k Urban ini
adalah banyak orang yang datang
mengenyam kuliah akhirnya pulang
akhirnya banyak banget itu
customer-customerku yang menghubungi aku
untuk buka cabang di kota-kota di luar
kota di Jawa Timur nah akhirnya ada
opportunity itu aku ambil dari situ
akhirnya sebblak pranker ekspansi ke
mana-mana hingga saat ini karena memang
banyak dari permintaan customer jadi aku
bisa dikatakan aku menjadi salah satu
pionir penjual seblak di Jember bahkan
di Jawa Timur karena aku mulai dari
tahun 2014 akhir jadi 15 awal lah dulu
kan di tahun-tahun segitu kan orang
seblak tahu apa sih di Jawa Timur
terutama itu kan dulu produk yang aneh
Bahkan aku pertama kali kejember aku
jualan ini aku butuh effort untuk
Bagaimana mengedukasi produk ini ke
orang-orang sampai akhirnya aku ikut
beberapa pameran aku ikut buka-buka
bazar di beberapa event-event untuk
Bagaimana mengenalkan produk ini tadi
aku awalnya berpikiran bahwa ini
kayaknya produk bisnis yang jangka
pendek deh bisnis musiman deh aku sempat
pikiran kayak gitu Tapi kok aku lihat
hampir beberapa tahun ini aku cek di
tahun pertama dari 15 ke 16 kok masih
kencang dari 2015 ke 2020 kok masih
kencang akhirnya setelah pandemi covid
otomatis kan orang makin kencang Kenapa
karena banyak yang dibuat bentuk kemasan
orang makin familiar dan pendistribusian
barang atau produk seblak tuh Akhirnya
sampai ke mana-mana Mas Aku mengatakan
sebblak ini menjadi salah satu fenomenal
Kenapa yang awalnya ini makanan pilihan
menjadi makanan umum bisnisku aja ini
berjalan hampir 10 tahun dan aku Mas
setiap aku melakukan survei peta market
di beberapa kota di Jawa Timur aku
misalkan nih mau buka di daerah
Probolinggo aku datang ke Probolinggo di
saat aku ngeriset tim marketingu
ngeriset banyak banget orang yang
menjual Seblak Nah akhirnya kan di situ
aku menyimpulkan bahwa ini demandnya ada
nih akhirnya Kenapa orang melihat itu
opportunity Nah makanya aku melihat
sebblak ini menjadi salah satu makanan
yang akhirnya orang sudah dan aku bisa
mengklaim bahwa seblak pranker ini
menjadi salah satu brand seblak yang di
mana dia betul-betul serius untuk
Bagaimana mengenalkan produk seblak ini
secara nasional karena sejauh ini belum
ada Mas brand seblak yang betul-betul
mengerjakan seserius kita bahkan kita
sampai mengekspansi dua provinsi karena
kan kebanyakan orang yang jualan seblak
ini dia hanya lokal Hero Jadi mungkin
dia hanya jago di kota ini jago di kota
ini bahkan di Bandung sendiri pun gak
ada satu brand dari Bandung yang dia
mengekspansi dari mana-mana padahal ini
brand dari Jao barat sebetulnya jadi ini
bakal panjang kayak gitu
[Musik]
kalau aku melihat diriku sendiri kan
terkadang kenapa aku di posisi sekarang
ini kan aku yo pintar yo gak pintar aku
juga enggak banyak bisanya aku itu cuman
modal ulat Mas sebetulnya dan beruntung
mungkinnya karena apa aku setiap
melakukan sesuatu hal itu aku mesti
sampai tuntas dan terkadang itu yang
membuat beberapa orang yang pintar itu
tidak bisa melakukan wirausaha karena
apa uletnya kurang karena kan konsisten
persisten itu kan menjadi salah satu
pondasi kita untuk bagaimana kita tuh
bisa sustain ke suatu hal yang kita
mulai contoh bayangkan aku dari 2015
hingga sekarang 2024 ya aku ngubek
ngomongin seblak aku enggak pernah geser
ke kanan geser ke kiri Meskipun aku
punya unit misnis lain Entah itu di ayam
bakar maupun yang ada di kopi tapi kan
Tetap itu dalam naungan FNB kuliner jadi
kan Makanya terkadang fokus kepada suatu
hal itu akan membuat impact dampaknya
besar karena aku meyakini bahwa ini akan
menjadi besar sama seperti halnya waktu
aku pertama kali memulai ini di
2017 Waktu itu waktu aku masih memulai
pakai modal seadanya masih dikontrakkan
dan lain-lain aku punya pandangan bahwa
Wah ini akan besar nih aku kayak punya
belief di situ sampai aku punya visi ke
depan itu kayak gini nanti mungkin suatu
saat aku akan punya kantor Aku bakal
punya karyawan banyak Aku bakal punya
cabang di mana-mana pikiranku waktu itu
sudah ada ke sana sampai di tahun
2021 pertama kali punya kantor aku
sampai sujud syukur Mas aku pertama kali
uh Ya Allah akhir Alhamdulillah aku
akhirnya punya kantor punya meja-meja
ada komputer ada AC karyawan setiap hari
itu itu bekerja aku lihat senang banget
sampai nangis itu aku ingat itu karena
kalau aku flashback ke
2017 dulu dapur W semerawut kerja wes
semeraut uang ya Ala kadarnya ya karena
yang menang konsisten itu tadi Andaikan
aku enggak konsisten yang namanya bisnis
kan enggak akan mungkin Mas lurus terus
pasti kan ya jatuh bangun jatuh bangun
kan Nah akhirnya yang hal itu yang
membuat aku sekarang berdiri di sini dan
bisa ngobrol sama teman-teman di sini
perjalananku ini kan juga enggak jauh
dari doa orang tua itu yang pertama
Jujur aku dari dulu mulai bisnis itu kan
selalu izin ke orang tua minta restu
orang tua aku kalau ingat dulu itu Zaman
Aku masih kuliah hingga saat ini aku
dulu masih jualan handphone laptop
jualan gorengan misalnya kan 1 bulan
dapatlah bersih-bersih paling sekitar
r400.000 500 itu aku kasih ke orang tua
mas r200.000 Terkadang ada beberapa uang
aku sisihkan ke orang tua itu tiap bulan
Mas continue Nah akhirnya itu yang
membuat doa orang tua itu selalu
nyambung ke aku karena apa aku kalau
ingat apalagi pas jualan gorengan Mas
itu pernah ada momen kayak gini aku kan
Kalau jualan gorengan gini Mas aku kan
waktu itu kan kuliah 24 SKS itu kan
padat banget nah waktu itu aku mesti
setiap jam 11.00 malam itu ke pasar
karena kan aku ngambil jam-jam yang
memang harganya murah ke pasar akhirnya
aku kulaan kulit lumpia kulaan
sayur-sayur Nah akhirnya dari jam 11.00
selesai jam 12 Aku prepare tuh setelah
prepare subuh Aku gorenggoreng
goreng-goreng akhirnya aku pakai sepedah
pancal Git Mas pakai boks kotak gitu
ngasong kan Nah akhirnya ada Kom Mas
sama temanku di EC aku inget betul aku
sampai sekarang temanku nih orang
Banyuwangi dia bilang kayak gini sor ya
Mas agak kasar soalnya temanku
ngomongnya bahasa Jawa kon niku Toko
Bandung atuh-atuh malah doolan gorengan
uh ngisin-ngisine ae digitukan Mas itu
di depan banyak orang ya secara mental
yang malu pasti malu Mas cuman aku mikir
kayak gini selama aku lakukan itu baik
dan enggak merugikan orang dan itu pun
juga Aku mencari nafkah untuk hidupku
sendiri apa yang salah aku ngak mencuri
aku gak merugikan orang lain tapi itu
menjadi Sal satu cambukan yang di mana
aku harus membuktikan bahwa suatu saat
aku bisa melenting itu kayak kita itu
berjanji pada diri sendiri dalam hati
itu Mas itu kejadian
20151 aku lupa di 2019 orang yang
ngenyek aku ini tadi hubungi aku minta
kerjaan Mas karena ya terkadang ya roda
itu berputar kayak gitu gitu loh
Terkadang juga apa Mas hidup ini kan
tabur tuai mas kita enggak akan pernah
tahu nih bahwa tim kita atau karyawan
kita atau manper kita ya mungkin
sekarang dia karyawan kita di masa depan
mungkin dia akan patter dengan kita akan
mungkin melebihi kita makanya apa
sesuatu hal itu harus kita tanamkan
dengan baik ke semua orang yang terdekat
Jangan sampai kita menyakiti orang
menyenggol orang memfitnah orang karena
apa itu akan menjadi pemerang ya
alhamdulillah apa yang sudah aku mulai
apa yang sudah aku tanam apa yang sudah
aku bangun itu Alhamdulillah itu hal
yang baik karena kalau kita nanamnya
buruk ya hasilnya juga akan buruk karena
itu akan menjadi bumurang ke diri
sendiri karena kalau kita bicara bisnis
Mas jujur ya kita bicara relasi kita
bicara integritas kita bicara respek
sama banyak orang otomatis kalau kita
banyak membantu orang orang pun juga
akan banyak membantu
[Musik]
kita pernah Mas ada satu kasus jadi
waktu itu 2022 kebetulan waktu itu
sebelah prenger itu ada pengiriman
cabang di Mojokerto di Surabaya di
Gersik Di Jombang sama di Kediri waktu
itu akhirnya sopirku berangkat Mas dan
memang dia ini mungkin karena apes Mas
ya dia akhirnya mengalami kecelakaan Mas
di jalur Jatiroto bayangkan Mas itu
mobilku itu baru baru 6 bulan kayaknya
itu aku mengangkut barang itu lumayan
banyak Mas itu kalau dinominalkan tuh
bisa diangka r0 jutaan itu barang itu
karena kan itu didistribusikan ke setiap
cabang untuk bahan baku selama 1 bulan
Nah karena yang mungkin apesnya suir
akhirnya kecelakaan sampai nyemplung Mas
itu kekali itu nyemplung kejadian tuh
jam 5 sore sopir baru berani bilang ke
aku sama timku itu malam Mas jam jam
0.30 berangkatlah aku dari Jember ke
lumacang waktu itu ya ada sedikit rasa
emosi kan wajar ya Mas manusiawi lah
jengkel Kenapa Kok baru bilang sekarang
nyampai sana uh itu mobil Mas renang
dikali itu akhirnya dibantu terus
diangkat akhirnya dibawa pulang ke
Jember akhirnya kan dibetulkan dan
sebagainya ituu total kerugianku hampir
di angka R80 jutaan itu mas akhirnya kan
itu menjadi masalah tuh di kantor
akhirnya kantor ini terutama hrdku
pengin minta pertanggung tang jawaban ke
suopirnya aku dengan HRD berangkatlah ke
rumah suopir waktu itu ketemu sama
keluarga aku datang ke sana itu pihak
keluarga tu udah nunggu mas ada hampir
sekitar 15 orang Mas Jadi kayak siap
untuk menjamu kita datang akhirnya hrdku
menyampaikan apa yang disampaikan inti
poinnya adalah bagaimana kamu harus
bertanggung jawab dengan apa yang sudah
kamu lakukan gitu loh di situ pihak
keluarga itu bagaimana Karena dia kan
merasa gak mampu dan lain sebagainya
minta keringanan akhirnya kan Bu Mas aku
kan diam di situ di situ akhirnya aku
melihat bahwa apa yang mau aku minta
dengan kondisi seperti ini kan Mas
akhirnya di situ empatiku kena lagi
karena aku melihat bahwa itu kan sampai
nangis-nangis juga kan keluarga itu
akhirnya aku gini Bu Pak sudah aku
anggap masalah ini selesai yang penting
adalah anak ibu Selamat sudah Ibu enggak
usah ganti uang karena dia kan mau ganti
uang sekit nominal R juta uang yang 2
juta itu buatkan selamatan buat keluarga
ibu sama keluarga saya ini saya tambahin
lagi R juta di situ Mas uh dia nangis
senang nangis-nangisnya itu anaknya
bapaknya ibunya saudara-saudaranya
sampai nyium kaki saya itu dan di situ
pun hrdku yang awalnya keras ikut nangis
juga di situ karena itu momennya
betul-betul yang mengharukan lah Mas
akhirnya ada di situ Alhamdulillah
karena kita enggak akan pernah tahu
pertolongan Tuhan dari mana mas ya itu
menjadi Pik awalku untuk akhirnya aku
mendapatkan banyak permintaan franchise
waktu itu jadi kasarannya aku sudah
mengikhlaskan ini Mas tiba-tiba banyak
banget yang hghubungi mas Bisa enggak
buka di sini Mas bisa enggak buka di
sini di situlah Mas Mulai nambah-nambah
nambah jadi Ternyata kita enggak akan
pernah tahu kapan Tuhan menolong kita
dari jalur apa dari keikhlasan yang mana
seperti itu karena memang aku punya
pikiran gini Mas aku selalu berupaya
untuk tidak punya perspektif buruk sama
orang k aku selalu meyakini bahwa orang
itu baik perkara Nanti orang itu punya
perspektif buruk itu urusannya dia
karena aku punya keyakinan bahwa suatu
kebaikan dibalas dengan kebaikan hal
yang buruk kita balas Baik Enggak ada
masalah karena aku yakin apa Tuhan itu
gak tidbu aku meyakini hal itu makanya
aku kalau ingat betul itu nangis Mas kok
bisa ya tiba-tiba dihubungi Mas Res bisa
enggak mas buka di Madiun Mas Res bisa
enggak buka misalkan di Banyuwangi Mas
Res bisa enggak buka misalkan di
lumaceng itu tiba-tiba ada Mas dan itu
Misalkan kejadiannya hari senin ya
selasa rabu tuh menghubungin aku semua
itu aku pikir kok iso yo aku sampai
sampai heran gitu loh akhirnya di situ
aku diomongin sama temanku ya mungkin
karena kejadian kemarin karena kan
ikhlas sabar ini kan hal yang berat gitu
loh karena ya mungkin akhirnya kamu
mendapatkan doa baik dari orang-orang
yang kamu tolong karyawan yang sekarang
itu berapa hampir 400 orang gensi semua
yang lumayan effort yang harus kita bisa
kalau kita bicara bisnis kan enggak bisa
sendiri Mas Ya makanya kan enggak ada
Superman adanya super team karena kalau
dipikir sendiri Uh capek Mas Jadi kalau
dalam struktur bisnis kan memang aku
ngebikin suatu struktur bisnis yang
memang itu membantu aku untuk
menjalankan bisnis 400 ini kan terpecah
dari beberapa karyawan yang ada di dalam
kota Jember sama ada yang di luar Jember
karena meskipun franchise itu pun kan
operatornya kan tetap di kita jadi kan
tanggung jawab kepegawaian highnya tetap
di kita jadi kalau kita bicara struktur
Mas ini kita bicara untuk di internal
aja mas ya di usaha ini kan aku tuh
merangkap sebagai CEO maupun sebagai
owner di bawahku ada General Manager di
bawahnya general manager ada beberapa
Kepala Divisi mulai dari ada Kepala
Divisi pemasaran ada divisi operasional
ada divisi keuangan ada divisi HR HRD
ada divisi Warehouse Nah akhirnya di
situ setiap divisi itu dia punya anak
buahnya masing-masing per staf nah per
staf itu nanti akan langsung nyambang ke
outlet makanya lumayan banyak dan hampir
rata-rata timku ini adalah ya anak-anak
muda mungkin under umur di angka 18 17
sampai 27 28 karena umurku aja masih 29
tahun aku merasa kalau kerja sama
anak-anak muda tuh Gairah dan
motivasinya lebih lebih senang dan juga
enggak ada capeknya cuman memang
bagaimana kita memberikan suatu Aura
baik ke teman-teman etos kerja yang baik
karena apa mereka tuh butuh percontohan
gak bisa kayak kita tiba-tiba nyuruh
tanpa ngasih contoh itu gak bisa karena
aku punya prinsip bahwa prinsip kita
menjadi seorang leader itu adalah kita
harus seperti guru digugur dan ditiru
jadi minimal kalau kita memberikan suatu
hal Minimal kita Contohkan dulu biar dia
paham karena kan enggak semua orang itu
mudah memahami apa yang kita
instruksikan variabel setiap SDM atau
mainpower kita kan macam-macam ada yang
cepat paham ada yang butuh waktu ada
yang gampang tersinggung ada yang gak
baper akhirnya kan treatment kita ke
setiap tim ini kan beda-beda
negosiasinya seperti itu
[Musik]
sebetulnya kalau kita bicara inovasi
seblak ini kan kalau kita lihat beberapa
dekade ini kan mengalami banyak
improvisasi dari produk itu sendiri
mungkin at least dulu di saat aku masih
kecil mas tek SD SMP seblak ini kan
overall dia hanya kerupuk pakai cabai
pakai kencur udah itu aja gak ada tuh
tambahan-tambahan yang lain nah dari
situ kan kurang terlalu familiar saat
dijual keluar keluar Bandung keluar Jawa
Barat kan karena kan seleak ini kan
makanan-makanan orang desa di saat aku
waktu itu kecil lbaran datang ke rumah
kakek ke rumah nenek Ayo beli seblak
gitu jadi makanan-makanan orang desa itu
mas makanan-makanan lokal nah cuman di
situ akhirnya perkembangan waktu ini
melihat bahwa butuh tantangan nih di
produk ini bagaimana bisa eksis untuk
bisa diterima oleh kaum-kaum Genzi
milenial bahkan orang-orang tua akhirnya
di-improve Mas ada penambahan-penambahan
produk penambahan-penambahan ingredien
banyak tambahan topping-toping bahkan
sekarang ada dengan sistem parasmanan
jadi selalu melakukan banyak improve ada
yang sekarang pakai juga seafood dan
lain-lain karena seblak ini gampang
dicombine dengan banyak ingredien produk
akhirnya itu membuat customer tuh bisa
menerima itu dan juga sebblak ini kan
identik dengan pedas kencurnya yang itu
rempah banget yang di mana akhirnya itu
menjadi salah satu motivasiku untuk
Bagaimana makanan lokal ini bisa kita
eksiskan di Kancah nasional bahkan
internasional Aku punya visi ke depan ke
sana sebelak pranker itu kenapa ya
karena jujur Mas aku merasa lelah di
saat banyak banget brand-brand luar
membawa makanan-makanan dari luar negeri
diekspansi ke negara kita kan banyak
sekali kan Mas kayak topoki ramen
akhirnya makanan luar negeri kan eksis
tempat kita sedangkan makanan kita
enggak ada yang eksis keluar nih makanya
tujuanku di awal adalah bagaimana
makanan lokal ini aku naikkan value-nya
untuk bisa eksis di Kancah nasional
maupun internasional Sebetulnya aku
ingin dikenal sebagai orang yang
memberikan banyak manfaat sih Mas ke
orang karena jujur kita ini kan hidup
cuman sementara Mas apa yang kita miliki
apa yang kita punya itu kan sebetulnya
hanya titipan Jadi kita mau bicara
sombong ya sombong untuk apa makanya kan
Jujur aku senang banget ngumpul Aku
senang banget banyak ngasih ilmu ke
orang aku pun terkadang juga sering
ngisi ngisi kuliah juga di kampus aku
juga sering ngasih materi di beberapa
seminar-seminar wirausaha aku meyakini
bahwa experience itu adalah suatu hal
yang mahal yang di mana kita enggak bisa
melakukan hal itu lagi yang kedua
pengalaman itu adalah guru yang terbaik
dalam hidup cuman di saat orang yang
ingin memulai bisnis daripada kamu ami
hal yang buruk lebih baik kamu
mendapatkan sharing pengalamanku biar
kamu belajar dari pengalamanku bukan
dari pengalamanmu minimal kalau misalkan
kamu itu tahu bahwa jatuh itu sakit ya
jangan jatuh Cukup aku aja yang jatuh
ini loh jatuhku sakitku kayak gini Jadi
kamu jangan sampai melakukan hal yang
sama dengan apa yang aku lakukan Nah
itulah bentuk kebermanfaatkan yang
selalu aku giatkan dari dulu hingga saat
ini itu yang membuat akhirnya aku banyak
teman hingga saat ini karena aku
membangun respek ke banyak orang karena
bagiku adalah teman 1000 itu sedikit
musus suu kebanyakan jadi ya itu tadi
kebermanfaatan yang selalu aku gabungkan
ke banyak orang aku punya mindset adalah
kolaborasi itu adalah kunci dari semua
hal yang baik jadi sesuatu hal yang kita
bisa kolaborasikan kita bersinergi kita
saling kerja sama satu sama lain kamu
bisa apa aku bisa apa itu kan yang
membuat kita bisa jalan bareng-bareng
kita bertumbuh kembang bareng-bareng
jadi enggak ada kepikiran bahwa Oh kamu
bisnisnya ininya kompetitor Enggak
enggak ke sana selama kita bisa bersaing
secara sehat kita saling sharing
knowledge Shing sharing ilmu untuk
bertumbuh bareng-bareng industri ini
eksis otomatis kan juga orang pun juga
akan melihat bahwa ini hal yang baik
akuesederhana itu sih Mas cuman aku
hanya ingin bermanfaat untuk orang
banyak itu aja Oke saya Reza saya
founder dari Prasa grup dengan unit
bisnis Black pranger mangsa buai Prasa
kopi saya domisili dari Jember
wassalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh Waalaikumsalam
warahmatullahi wabarakatuh
[Tepuk tangan]
[Musik]