Transcript
OLNRFGBYC6E • Dulu Dihina Jualan Gorengan, Kini Punya 25 Outlet: Yang Hina Malah Minta Kerjaan!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/PecahTelur/.shards/text-0001.zst#text/0454_OLNRFGBYC6E.txt
Kind: captions Language: id bayangkan 1 bulan aku dapat uang Rp juta r0 juta itu bersih mas Masuk Akak 1 hari itu di angka 67 juta per hari itu anjelok mas jadi cuman Rp300.000 Rp500.000 aku hidup ke Jember ini kan tidak dibiayai sedikit pun sama orang tua mengandalkan uang pemerintah Rp600.000 per bulan uang r600.000 ini Mas uang beasiswa terakhir dari Bidik Misi ini aku belikan peralatan-peralatan bekas di pasar bbo yang ada di Jember aku beli kompor loak beli wajah loowak aku jualan gorengan jualan pisang coklat di Ece aku kok niku Toko Bandung atuh-atuh malah jualan gorengan ngisin-ngisin ae digitukan Mas itu di depan banyak orang ya secara mental ya Malu pasti malu Mas cuman aku mikir kayak gini apa yang salah aku ngak mencuri aku ngak merugikan orang lain itu kejadian 2015 16 aku lupa di 2019 orang yang ngenyek aku ini tadi hubungnya aku minta kerjaan Mas karena ya terkadang ya roda itu berputar [Musik] Jadi sebetulnya usaha saya ini jualan seblak Mas ada beberapa unit usaha sih cuman memang yangedang yang lagi berkembang ini seblak usaha saya sebetulnya ada tiga Mas ada seblak ada kopi ada juga Ayam Bakar untuk yang seblak ini Alhamdulillah ada sekitar 25 outlet Mas itu tersebar dari provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah itu mulai dari Banyuwangi hingga Magelang itu yang paling jauh cabang kita kalau untuk yang di kopi sendiri Ini baru satu Mas itu pun juga kita baru mulai di tahun 2024 kemarin kalau yang ayam bakar juga baru satu nah yang membuat aku datang ke Jember kan sebetulnya karena kuliah Mas Kebetulan kan saya ini kan kuliah masuk 2013 jadi waktu itu ada jalur undangan saya enggak keterima Akhirnya saya ikut jalur tulis itu dan kebetulan memang aku pengen Merantau Nah itu akhirnya ikutan just tes tulis Alhamdulillah keterima di Jember aku masuk jalur beasiswa bid Quis karena kan dari keluarga yang kurang m setidak mampu apa Ya intinya adalah yang namanya kita juga tinggal di kota hidup juga sangat berkec upan orang tua juga waktu itu hanya menjadi Seorang penjahit ibu juga Ibu rumah tangga yang di mana awalnya waktu itu kalau misalkan aku enggak dapat beasiswa mungkin gak kuliah makanya waktu itu aku begitu effort bagaimana untuk bisa mendapatkan beasiswa itu jadi meskipun ke Jember ya aku ambil dan memang awal aku ke Jember masih belum tahu Mas Jember itu di mana Daerah mana W pokok nekat waktu itu pokok Aku pengin ngerantau ke Jawa waktu itunya kayak gitu karena memang yang aku tahu di Jawa biaya hidup [Musik] murah I only we mas make me sebetulnya kalau orang tua itu karena memang lebih memberikan kebebasan dan pilihan dalam hidup Kenapa karena juga merasa orang tua juga tidak bisa membantu secara finansial dan akhirnya juga keinginan dari aku untuk lanjut jenjang untuk studi lebih tinggi juga orang tua enggak bisa support akhirnya mau enggak mau orang tua memberikan kebebasan yang penting apa yang sudah diambil itu harus bertanggung jawab dan juga bagi aku sendiri yang namanya Merantau ini kan suatu pride untuk seorang laki-laki karena apa yang namanya Merantau ini kan kita juga nanti belajar banyak hal mas kita belajar manajemen waktu kita belajar manajemen uang kita belajar manajemen kesehatan Apalagi aku ke jer ini kan juga enggak punya teman gak punya saudara gak punya rekanan jadi pure betul-betul dari orang yang gak tahu apa-apa datang ke Jember gak punya teman gak punya apa-apa jadi itu yang membuat mental kita itu terlatih di situ lebih ke ini sih Mas challenge buat diri sendiri karena Aku merasa bahwa kalau aku misalkan enggak Merantau aku selalu berada di zona nyamanku yang itu membuat akhirnya aku enggak berkembang Karena bagiku zona nyaman itu mengerikan contoh misalkan aku kuliah lagi di Bandung ya teman-temanku itu lagi itu lagi cirkelku itu itu lagi ya pola pikirku mindsetku Ya hanya itu-itu aja jadi aku mencoba untuk mengambil resiko yang lebih besar datang ke tempat baru pasti shock culture itu akan ada karena apa aku perlu adaptasi yang kedua juga perlu untuk belajar bahasa juga alhamdulillah juga aku sekarang bahasa Jawa lumayan sedikit bisa karena kan juga h hampir berapa tahun hampir 11 tahun kayaknya Merantau di Jember sebetulnya kalau kita bicara usaha itu kalau kita bercerita lumayan panjang alurnya Karena aku kan mulai usaha ini Mas dari tahun 2015 itu aku waktu kuliah semester 4 Kalau enggak salah itu sebelumnya itu aku punya usaha kecil-kecilan sebelum aku masuk ke dunia FNB jadi waktu itu juga aku pernah jual beli handphone jual beli baju-baju trip Baba Bebo pernah jadi waktu itu aku kan setiap pulang ke Bandung itu kan mesti kan per semester sekali jadi pulang ke Bandung kulaan baju itu mas baju-baju di tempat-tempat babebo gitu akhirnya baahwa aku pakai kereta aku jual di Jember karena kenapa aku melakukan hal seperti itu ya kembali lagi hal itu aku lakukan memang untuk bisa bertahan hidup karena ya Power Of Kepepet karena jujur Mas aku hidup ke Jember ini kan tidak dibiayai sedikit pun sama orang tua jadi hanya mengandalkan uang pemerintah 6600.000 per bulan dan itu pun 600 pun dipotong buat kosan r300.000 berentian sisa 3p300.000 butuh Jadi bagaimana 3300.000 ini harus cukup untuk kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan akademik juga untuk makan untuk kuliah untuk nugas fotokopi dan lain-lain jadi malah untuk entertain ngopi itu malah gak ada sama sekali jadi kan awalnya Mas sebetulnya karena waktu itu aku sudah jualan mulai dari jualan handphone jualan laptop jualan babebo sampai aku ada di titik yang di mana waktu itu menjadi pedagang asongan pedagang asongan jualan gorengan di kampus jadi waktu itu ceritanya tuh aku jualan gorengan jualan pisang coklat ot-ot tahu isi aku dulu ngasong Mas ngasong ke kampus ngasong ke ruang dekan ngasong ke kelas-kelas ke ruang akademik ya karena saking butuhnya duit waktu itu Nah akhirnya di proses itu aku ketemulah beberapa teman yang di mana waktu itu teman ini ngajak ini di kampus ada program wirausaha nah Kebetulan aku di Cak akhirnya aku ikut ikutlah di situ akhirnya bikin proposal bikin bisnis plan lakhirnya salah satu usahaku bareng-bareng sama teman-teman jualan seblak di situ Mas itu 2015 Kalau enggak salah Setelah Jalan bisnis ini itu kalau kita bicara periode itu mulai dari 2015 sampai 17 mulai banyak belajar terkait masalah profesional disiplin etos kerjaasama kedewasaan yang namanya kita kerja berpartner kan pasti banyak banget kepentingan banyak banget ego dan lain-lain jadi waktu itu aku ngebangun bisnis nih Mas berempat selama 2 tahun Padahal di awal kita sudah punya kesepakatan bahwa ini punya berempat akhirnya setelah berjalan 2 tahun uangnya udah ada nih baru kita berantem ego sama-sama naik jadi di situ aku dianggap sebagai karyawan Padahal aku ngerintis dari awal dan padahal itu resep dari aku nama brand dari aku waktu itu akhirnya di situ karena aku enggak mau ambil pusing akhirnya aku Berhentilah dan keluar baru aku ngebangunlah brand baru di 2017 namanya seblak prenger itulah menjadi salah satu motivasi besarku untuk fokus dan bagaimana membuktikan bahwa aku mampu karena biasanya kan motivasi orang kecewa itu lebih besar jujur Mas aku pernah dititik yang di mana waktu itu sebetulnya kan aku ngebangun usaha yang seblak dari proposal wirausaha itu kan hanya untuk bertahan hidup Mas Jadi aku dulu punya pikiran kayak gini pokok kalau usaha ini jalan aku lulus ini mutakasihkan ke karyawanku aku dulu Enggak ada kepikiran pengen tinggal di Jember jadi lulus pulang cari kerja di Bandung dulu aku mikirnya kayak gitu karena akhirnya waktu itu tepat banget semester 8 konflik itu mulai naik akhirnya waktu itu kan semester 8 itu adalah terakhir aku dapat beasiswa bidik bisi itu Kompleks banget Mas sampai waktu itu tuh aku masih ingat betul karena waktu itu ngerasa di 2017 awal itu ngerasa ah enak nih udah punya uang gitu Akhirnya Aku memberanikan diri mas ngambil sepeda motor nyicil dengan nyicilan waktu itu r00.000 dan bagiku dulu uang segitu kan gede banget Mas karena dulu aku mikirnya gini ah tiap bulan dari usahaku yang ini sama teman dapatlah R juta pikiran amanku seperti itu waktu itu ternyata ada masalah meledak uang milik misiku juga habis semester 8 dan aku punya tanggungan setiap bulan Rp700.000 itu kan lumayan sedikit nge-etrigger ya itu aku sampai stres Mas hampir 3 hari ngelamun Enggak makan enggak minum bingung mau ngapain cuman dari situ akhirnya aku dimotivasi sama temanku kamu aja Bisa kok kemarin di bisnis yang kemarin kenapa sekarang enggak karena semua ide gagasan resep itu kamu yang punya makanya mungkin dari situ Kamu harus belajar bahwa gak bisa kita sembarang mencari partner enggak bisa kita gampang percaya sama orang dan kamu juga harus belajar enggak hanya harus bisa masak jujur basicu dapur Mas Jadi aku cuman bisa masak waktu itu Jadi aku orang dapur Bisa masak dan lain-lain Nah dari sekarang kamu harus bisa belajar kamu harus bisa belajar bahwa bisnis itu enggak hanya soal produk bisnis itu enggak soal masak bisnis itu enggak soal makanannya harus enak kamu harus belajar manajemen kamu harus tahu marketing kamu harus tahu operasional kamu harus tahu desain Dan lain-lain itu kompleks Nah akhirnya dari situ Mulailah aku termotivasi dan akhirnya mulai lagi dari awal dan aku mulai dari awal pun seblak pranker ini Mas itu kalau enggak salah itu aku modal cuman Rp600.000 jadi Rp600.000 ini aku dulu jualannya itu di kos-kosan Mas di kontrakan jadi dulu aku sistemnya dibuat sistem po gitu uang 600.000 ini Mas uang beasiswa terakhir dari Bidik Misi ini aku belikan peralatan-peralatan bekas di pasar babbo yang ada di Jember aku beli komforor loak beli wajahan loak semua karena kan aku memang mean kan uang 600.000 itu tadi jadi dikontrakkan akhirnya dengan alat seadanya kerja juga Sama teman berdua Alhamdulillah Jalan sistemnya ada orang pesan di pagi sorenya diantar sehari itu cuma dapat tiga orderan kadang cuman satu orderan jadi ya belanja ke pasar sendiri masak sendiri ngadminin sendiri ngantterin sendiri di situ nah akhirnya dari situ capek sih memang cuman ya Karena mungkin yang namanya kita memulai itu butuh proses dan butuh effort akhirnya itu aku konsistenkan jadi Alhamdulillah Mas pertolongan dari allah adalah ada momen yang di mana setiap hari kita orderan cuma 1 2 3 tiba-tiba di 2017 itu kan influencer makanan masih belum terlalu banyak tuh ada nama satu akun kuliner aku masih ingat betul dia tuh bikin semacam q&a sore-sore gini enaknya makan apa ya yang anget-anget akhirnya sama followernya itu dikomen coba Kak ini ada seblak enak namanya seblak pranker nomornya Ini akhirnya Akulah dihubungin Mas dihubungin itu gak Endor sama sekali aku dihubungin waktu itu setelah dihubungin aku buatkan aku antar karena mungkin produk yang berbicara ya karena juga rasa enggak bisa bohong akhirnya dia makan dia review dia merasa produknya itu enak akhirnya dia promosikan Nah dari situlah Mas mulai jadi word of mouth yang positif ini yang awalnya orderan sehari cuman 3 4 2 meledak Mas jadi 30 40 itu perorderan awalnya yang aku enggak ada kurir akhirnya aku pakai kurir empat orang berjalan itu mas berjalan terus Alhamdulillah aku sampai ngomong makasih banget ke akun kuliner itu tadi padahal memang Awalnya aku memang gak endorse karena mungkin ini Pertolongan tuhan nah dari situ mulailah banyak permintaan dari customer-customer untuk aku buka tempat per 2017 akhir tahun itu aku pindah ke outlet yang ada di rupo yang ada di Jembel akhirnya buka Alhamdulillah hingga saat ini gitu Itu untuk cabang pertama [Musik] kita kalau bicara kuliah memang Kan kalau diberang lancar enggak lancar tergantung dari sudut mana kita melihat Mas kalau aku pribadi punya pandangan adalah yang namanya kita fokus kepada dua hal dalam waktu bersamaan Itu kan hal yang paling sulit ya Mas kan memang aku dari semester 7 Tu kan kuliah semua sudah selesai itu mas tinggal skripsi aja dan itu pun sudah seminar di semester 8 nah waktu itu aku dibenturkan dengan dua pilihan nih Mas yang pertama merintis lagi dari awal karena semester 8 ini tadi atau aku menyelesaikan kuliah akhirnya aku berpikir Mas ending dari kita kuliah ini kan bekerja dan mencari nafkah nah akhirnya di situ aku mengambil suatu keputusan besar ya sudah kuliah aku ke sampingkan dulu akhirnya bisnis aku fokuskan tapi ya Meskipun memang aku kesampingan tetap aku kerjakan ini kuliah meskipun akhirnya aku kuliah itu hampir 7 tahun setengah nah cuman kan akhirnya setelah aku lulus Alhamdulillah usaha yang sedang aku riti sedang berjalan waktu itu karena memang kan momennya kan ini berbarengan Mas sangat berbarengan yang di mana bisnis Aku sedang sudah dari bawah prittis lagi dari awal kan butuh fokus yang begitu besar kayak gitu aku kuliah jurusan ilmu sejarah Mas di Universitas Jember lumayan enggak nyambung ya memang kalau kita bicara bisnis aku bisa mengatakan bahwa FNB ini adalah salah satu bisnis yang paling kompleks ya karena kita bicara banyak hal kita bicara produk kita bicara supply chain kita bicara marketing W banyak banget variabelnya jujur Mas aku buka usaha ini terutama di seblak dari 2017 hingga saat ini memang mengalami banyak jatuh bangun ya yang di mana Aku memulai usaha atau memulai bisnis ini kan memang bukan dari orang yang paham dan pintar jadi aku memulai ini memang orang yang memang sedikit tahu kenapa akirnya kalau aku terlalu banyak tahu otomatis kan aku banyak perhitungan akhirnya enggak mulai-mulai makanya aku terkadang tipikal orang yang learning by doing pokok jalanin dulu aja jalanin dulu aja jatuh sakit bangkit jalan lagi karena kalau enggak gitu mas kita gak akan [Musik] mulai-mulai Nah waktu itu aku pernah Mas satu punya pengalaman yang di mana di 2017 aku membuka sebelak ini Alhamdulillah ramai ada rasa keinginan untuk kayaknya nambah cabang kayaknya enak nih meskipun secara keilmuan waktu itu aku masih belum tahu gimana sih nambah cabang itu Apakah hanya sesimpel kita memindahkan satu outlet a ke outlet B Waktu itu ternyata karena aku orangnya nekad Mas ya tiba-tiba akhirnya aku ada kesempatan buka outlet di Banyuwangi timku masih belum seberapa aku masih belum punya Central kitchen aku masih belum tahu supply change Seperti apa distribusi barang Bagaimana training karyawan itu seperti apa Nah akhirnya Mas aku mengambil opportunity ini aku buka di Banyuwangi 1 tahun akhirnya tutup Nah akhirnya dari situ aku berpikir bahwa kayaknya untuk kita scale up bisnis kayaknya modal nekad aja gak bisa mungkin kalau untuk memulai itu bisa dengan resiko-resiko yang ada tapi untuk ng-scale up kita butuh ilmu kita butuh relasi kita butuh jaringan karena apa tanpa itu semua ya kita seperti orang yang tersesat dalam hutan gu loh makanya setelah aku Gagal mas di Banyuwangi itu menjadi salah satu bahan evaluasi besar dari tahun 2018 sampai 2021 aku enggak berani buka cabang dan berani baru buka cabang pun di 2002 tapi menariknya mas karena omsetku yang di cabang pertama yang dijempen itu sudah sangat bagus yang di mana itu membuat aku akhirnya merasa di posisi di zona nyaman aku bujang umur masih 22 tahun gak punya cicilan bayangkan 1 bulan aku dapat uang Rp juta R juta itu bersih mas Masuk dan itu habis Gak jadi apa-apa Mas jadi karena orang yang biasa gak pernah megang duit terus tiba-tiba dikasih duit begitu banyak akhirnya bingung ini duit mau di apain di pengembangan bisnis y dak akhirnya uang ini habis untuk apa gaya hidup foya-foya traveling kara aku suka traveling kan ngebosi teman-teman karena aku Royal banget ke karyawan mana makan ke ini makan Wah gitu terus itu berangsur-angsur dari tahun 2018 hingga 2020 akhirnya apa bisnisku y gak berkembang aku yo enggak nambah cabang pakai Angku pribadi aku yo gak beli aset gak beli rumah ya habis untuk gaya hidup terbanyak itu aku pegang uang cuman sekitar di angka R r00 juta lah Mas sebetulnya kalau aku ngumpul bisa mm-an itu mas karena kan dapat 60 habis karena dulu aku mindsetnya gini Mas Januari ini misalkan Jalan 1 bulan sampai aku akhirnya aku dapat uang r0 juta tak habiskan nih Februari mas karena mikir guini Ah masih ada bulan Februari terus gitu Mas mindsetku masih mindset orang miskin waktu itu wajarlah orang miskin akhirnya enggak pernah pegang duit dikasih duit banyak Bingung akhirnya butuh barang enggak butuh barang beli butuh enggak butuh dibeli selalu seperti itu sebetulnya kan gini kita kan dari kecil ini kan gak pernah diajari bagaimana pentingnya suatu literasi keuangan kita SD SMP SMA kita kan enggak pernah cara bagaimana money managemen yang baik itu seperti apa bagaimana kita memperlakukan uang r100.000 R juta R juta 1 miliar kita enggak pernah diajarin itu Bagaimana permainan di bisnis dengan nominal sekian akhirnya Kalau kita bicara mengenai antara R juta dan R juta lebih ke pola pikir kita Jujur aku dulu di saat punya uang R juta gitu aku merasa dulu ini uang yang kecil yang di mana uang kecil Ini akhirnya membuat uang ini cepat habis nah uang R juta juga sama jadi aku pernah berpikiran kayak gini uang R juta ini kalau kita tahu ini akan dibuat seperti apa ini akan menjadi suatu hal yang baik nanti dampaknya gitu jadi lebih ke pola pikir sih Mas Aku terjebak di Pas itu hampir beberapa tahun Berarti 18 19 20 hampir 3 tahun Nah akhirnya Mas di situ datanglah pandemi aku kalau misalkan ingat dulu pandemi Mas Wah itu nyerang mental nyerang dompet Wah sembarang maokok mas karena pandemi itu kan juga aku putus sama pacarku bayangkan Mas aku dari itu dari omset Sat hari itu di angka 67 juta per hari itu anjelok mas jadi cuman r300.000 500.000 nah di situ Mas mentalku betul-betul dipukul bahwa kamu tuh baru mulai kok udah mau ngerasa finish karena dulu aku mikirnya ah enak nih bisnis Jalan owner jalan-jalan Nah pas kena pandemi Aku akhirnya dipukul bawa kamu tuh baru mulai Kamu ke mana aja selama ini kok bisnismu kesarnya kamu ucul gitu loh padahal ini kamu cabang baru satu kamu mau sombong apa gitu loh sampai aku dulu punya pikiran seperti itu akhirnya waktu itu mas semua orang tak liburkan akhirnya aku dari awal lagi sendiri akhirnya ya ke pasar- ke pasar sendiri masak-masak sendiri jaga-jaga sendiri akhirnya mulai lagi dari situ cuman waktu itu karena akhirnya aku di situ punya pandangan bahwa kayaknya kita enggak bisa nih terus mengandalkan penjualan offline waktu itu akhirnya aku bikin seblak ini dalam bentuk kemasan aku jual di e-commerce Alhamdulillah karena pelangganku lumayan banyak akhirnya penjualanku waktu itu banyak yang pindah ke e-comers Dan itu menjadi salah satu hal yang membantu aku untuk menjalankan ini semua jadi pasca pandemi ini kan memang banyak teman-temanku juga yang bisnisnya kan juga dipukul dan hancur kan karena waktu itu aku bisa switch ya dari akhirnya offline ke online aku bikin market di market es aku jualan akhirnya kan revenue streamku masuk lumayan besar itu mas Aku enggak ingin melakukan kesalahan yang sama waktu itu jadi uang keuntungan dari penjualan di e-commerce ini aku masukkan ke usahaku Bagaimana ini dikembangkan waktu itu akhirnya aku bikin Sentral kitchen akhirnya aku beli Armada Bagaimana produk ini aku bisa distribusikan dengan baik akhirnya aku ngebangun jaringan reseller karena kebanyakan basic customerku adalah mahasiswa waktu itu mas dan kebanyakan Jember Ini kan kota Urban Mas yang di mana k Urban ini adalah banyak orang yang datang mengenyam kuliah akhirnya pulang akhirnya banyak banget itu customer-customerku yang menghubungi aku untuk buka cabang di kota-kota di luar kota di Jawa Timur nah akhirnya ada opportunity itu aku ambil dari situ akhirnya sebblak pranker ekspansi ke mana-mana hingga saat ini karena memang banyak dari permintaan customer jadi aku bisa dikatakan aku menjadi salah satu pionir penjual seblak di Jember bahkan di Jawa Timur karena aku mulai dari tahun 2014 akhir jadi 15 awal lah dulu kan di tahun-tahun segitu kan orang seblak tahu apa sih di Jawa Timur terutama itu kan dulu produk yang aneh Bahkan aku pertama kali kejember aku jualan ini aku butuh effort untuk Bagaimana mengedukasi produk ini ke orang-orang sampai akhirnya aku ikut beberapa pameran aku ikut buka-buka bazar di beberapa event-event untuk Bagaimana mengenalkan produk ini tadi aku awalnya berpikiran bahwa ini kayaknya produk bisnis yang jangka pendek deh bisnis musiman deh aku sempat pikiran kayak gitu Tapi kok aku lihat hampir beberapa tahun ini aku cek di tahun pertama dari 15 ke 16 kok masih kencang dari 2015 ke 2020 kok masih kencang akhirnya setelah pandemi covid otomatis kan orang makin kencang Kenapa karena banyak yang dibuat bentuk kemasan orang makin familiar dan pendistribusian barang atau produk seblak tuh Akhirnya sampai ke mana-mana Mas Aku mengatakan sebblak ini menjadi salah satu fenomenal Kenapa yang awalnya ini makanan pilihan menjadi makanan umum bisnisku aja ini berjalan hampir 10 tahun dan aku Mas setiap aku melakukan survei peta market di beberapa kota di Jawa Timur aku misalkan nih mau buka di daerah Probolinggo aku datang ke Probolinggo di saat aku ngeriset tim marketingu ngeriset banyak banget orang yang menjual Seblak Nah akhirnya kan di situ aku menyimpulkan bahwa ini demandnya ada nih akhirnya Kenapa orang melihat itu opportunity Nah makanya aku melihat sebblak ini menjadi salah satu makanan yang akhirnya orang sudah dan aku bisa mengklaim bahwa seblak pranker ini menjadi salah satu brand seblak yang di mana dia betul-betul serius untuk Bagaimana mengenalkan produk seblak ini secara nasional karena sejauh ini belum ada Mas brand seblak yang betul-betul mengerjakan seserius kita bahkan kita sampai mengekspansi dua provinsi karena kan kebanyakan orang yang jualan seblak ini dia hanya lokal Hero Jadi mungkin dia hanya jago di kota ini jago di kota ini bahkan di Bandung sendiri pun gak ada satu brand dari Bandung yang dia mengekspansi dari mana-mana padahal ini brand dari Jao barat sebetulnya jadi ini bakal panjang kayak gitu [Musik] kalau aku melihat diriku sendiri kan terkadang kenapa aku di posisi sekarang ini kan aku yo pintar yo gak pintar aku juga enggak banyak bisanya aku itu cuman modal ulat Mas sebetulnya dan beruntung mungkinnya karena apa aku setiap melakukan sesuatu hal itu aku mesti sampai tuntas dan terkadang itu yang membuat beberapa orang yang pintar itu tidak bisa melakukan wirausaha karena apa uletnya kurang karena kan konsisten persisten itu kan menjadi salah satu pondasi kita untuk bagaimana kita tuh bisa sustain ke suatu hal yang kita mulai contoh bayangkan aku dari 2015 hingga sekarang 2024 ya aku ngubek ngomongin seblak aku enggak pernah geser ke kanan geser ke kiri Meskipun aku punya unit misnis lain Entah itu di ayam bakar maupun yang ada di kopi tapi kan Tetap itu dalam naungan FNB kuliner jadi kan Makanya terkadang fokus kepada suatu hal itu akan membuat impact dampaknya besar karena aku meyakini bahwa ini akan menjadi besar sama seperti halnya waktu aku pertama kali memulai ini di 2017 Waktu itu waktu aku masih memulai pakai modal seadanya masih dikontrakkan dan lain-lain aku punya pandangan bahwa Wah ini akan besar nih aku kayak punya belief di situ sampai aku punya visi ke depan itu kayak gini nanti mungkin suatu saat aku akan punya kantor Aku bakal punya karyawan banyak Aku bakal punya cabang di mana-mana pikiranku waktu itu sudah ada ke sana sampai di tahun 2021 pertama kali punya kantor aku sampai sujud syukur Mas aku pertama kali uh Ya Allah akhir Alhamdulillah aku akhirnya punya kantor punya meja-meja ada komputer ada AC karyawan setiap hari itu itu bekerja aku lihat senang banget sampai nangis itu aku ingat itu karena kalau aku flashback ke 2017 dulu dapur W semerawut kerja wes semeraut uang ya Ala kadarnya ya karena yang menang konsisten itu tadi Andaikan aku enggak konsisten yang namanya bisnis kan enggak akan mungkin Mas lurus terus pasti kan ya jatuh bangun jatuh bangun kan Nah akhirnya yang hal itu yang membuat aku sekarang berdiri di sini dan bisa ngobrol sama teman-teman di sini perjalananku ini kan juga enggak jauh dari doa orang tua itu yang pertama Jujur aku dari dulu mulai bisnis itu kan selalu izin ke orang tua minta restu orang tua aku kalau ingat dulu itu Zaman Aku masih kuliah hingga saat ini aku dulu masih jualan handphone laptop jualan gorengan misalnya kan 1 bulan dapatlah bersih-bersih paling sekitar r400.000 500 itu aku kasih ke orang tua mas r200.000 Terkadang ada beberapa uang aku sisihkan ke orang tua itu tiap bulan Mas continue Nah akhirnya itu yang membuat doa orang tua itu selalu nyambung ke aku karena apa aku kalau ingat apalagi pas jualan gorengan Mas itu pernah ada momen kayak gini aku kan Kalau jualan gorengan gini Mas aku kan waktu itu kan kuliah 24 SKS itu kan padat banget nah waktu itu aku mesti setiap jam 11.00 malam itu ke pasar karena kan aku ngambil jam-jam yang memang harganya murah ke pasar akhirnya aku kulaan kulit lumpia kulaan sayur-sayur Nah akhirnya dari jam 11.00 selesai jam 12 Aku prepare tuh setelah prepare subuh Aku gorenggoreng goreng-goreng akhirnya aku pakai sepedah pancal Git Mas pakai boks kotak gitu ngasong kan Nah akhirnya ada Kom Mas sama temanku di EC aku inget betul aku sampai sekarang temanku nih orang Banyuwangi dia bilang kayak gini sor ya Mas agak kasar soalnya temanku ngomongnya bahasa Jawa kon niku Toko Bandung atuh-atuh malah doolan gorengan uh ngisin-ngisine ae digitukan Mas itu di depan banyak orang ya secara mental yang malu pasti malu Mas cuman aku mikir kayak gini selama aku lakukan itu baik dan enggak merugikan orang dan itu pun juga Aku mencari nafkah untuk hidupku sendiri apa yang salah aku ngak mencuri aku gak merugikan orang lain tapi itu menjadi Sal satu cambukan yang di mana aku harus membuktikan bahwa suatu saat aku bisa melenting itu kayak kita itu berjanji pada diri sendiri dalam hati itu Mas itu kejadian 20151 aku lupa di 2019 orang yang ngenyek aku ini tadi hubungi aku minta kerjaan Mas karena ya terkadang ya roda itu berputar kayak gitu gitu loh Terkadang juga apa Mas hidup ini kan tabur tuai mas kita enggak akan pernah tahu nih bahwa tim kita atau karyawan kita atau manper kita ya mungkin sekarang dia karyawan kita di masa depan mungkin dia akan patter dengan kita akan mungkin melebihi kita makanya apa sesuatu hal itu harus kita tanamkan dengan baik ke semua orang yang terdekat Jangan sampai kita menyakiti orang menyenggol orang memfitnah orang karena apa itu akan menjadi pemerang ya alhamdulillah apa yang sudah aku mulai apa yang sudah aku tanam apa yang sudah aku bangun itu Alhamdulillah itu hal yang baik karena kalau kita nanamnya buruk ya hasilnya juga akan buruk karena itu akan menjadi bumurang ke diri sendiri karena kalau kita bicara bisnis Mas jujur ya kita bicara relasi kita bicara integritas kita bicara respek sama banyak orang otomatis kalau kita banyak membantu orang orang pun juga akan banyak membantu [Musik] kita pernah Mas ada satu kasus jadi waktu itu 2022 kebetulan waktu itu sebelah prenger itu ada pengiriman cabang di Mojokerto di Surabaya di Gersik Di Jombang sama di Kediri waktu itu akhirnya sopirku berangkat Mas dan memang dia ini mungkin karena apes Mas ya dia akhirnya mengalami kecelakaan Mas di jalur Jatiroto bayangkan Mas itu mobilku itu baru baru 6 bulan kayaknya itu aku mengangkut barang itu lumayan banyak Mas itu kalau dinominalkan tuh bisa diangka r0 jutaan itu barang itu karena kan itu didistribusikan ke setiap cabang untuk bahan baku selama 1 bulan Nah karena yang mungkin apesnya suir akhirnya kecelakaan sampai nyemplung Mas itu kekali itu nyemplung kejadian tuh jam 5 sore sopir baru berani bilang ke aku sama timku itu malam Mas jam jam 0.30 berangkatlah aku dari Jember ke lumacang waktu itu ya ada sedikit rasa emosi kan wajar ya Mas manusiawi lah jengkel Kenapa Kok baru bilang sekarang nyampai sana uh itu mobil Mas renang dikali itu akhirnya dibantu terus diangkat akhirnya dibawa pulang ke Jember akhirnya kan dibetulkan dan sebagainya ituu total kerugianku hampir di angka R80 jutaan itu mas akhirnya kan itu menjadi masalah tuh di kantor akhirnya kantor ini terutama hrdku pengin minta pertanggung tang jawaban ke suopirnya aku dengan HRD berangkatlah ke rumah suopir waktu itu ketemu sama keluarga aku datang ke sana itu pihak keluarga tu udah nunggu mas ada hampir sekitar 15 orang Mas Jadi kayak siap untuk menjamu kita datang akhirnya hrdku menyampaikan apa yang disampaikan inti poinnya adalah bagaimana kamu harus bertanggung jawab dengan apa yang sudah kamu lakukan gitu loh di situ pihak keluarga itu bagaimana Karena dia kan merasa gak mampu dan lain sebagainya minta keringanan akhirnya kan Bu Mas aku kan diam di situ di situ akhirnya aku melihat bahwa apa yang mau aku minta dengan kondisi seperti ini kan Mas akhirnya di situ empatiku kena lagi karena aku melihat bahwa itu kan sampai nangis-nangis juga kan keluarga itu akhirnya aku gini Bu Pak sudah aku anggap masalah ini selesai yang penting adalah anak ibu Selamat sudah Ibu enggak usah ganti uang karena dia kan mau ganti uang sekit nominal R juta uang yang 2 juta itu buatkan selamatan buat keluarga ibu sama keluarga saya ini saya tambahin lagi R juta di situ Mas uh dia nangis senang nangis-nangisnya itu anaknya bapaknya ibunya saudara-saudaranya sampai nyium kaki saya itu dan di situ pun hrdku yang awalnya keras ikut nangis juga di situ karena itu momennya betul-betul yang mengharukan lah Mas akhirnya ada di situ Alhamdulillah karena kita enggak akan pernah tahu pertolongan Tuhan dari mana mas ya itu menjadi Pik awalku untuk akhirnya aku mendapatkan banyak permintaan franchise waktu itu jadi kasarannya aku sudah mengikhlaskan ini Mas tiba-tiba banyak banget yang hghubungi mas Bisa enggak buka di sini Mas bisa enggak buka di sini di situlah Mas Mulai nambah-nambah nambah jadi Ternyata kita enggak akan pernah tahu kapan Tuhan menolong kita dari jalur apa dari keikhlasan yang mana seperti itu karena memang aku punya pikiran gini Mas aku selalu berupaya untuk tidak punya perspektif buruk sama orang k aku selalu meyakini bahwa orang itu baik perkara Nanti orang itu punya perspektif buruk itu urusannya dia karena aku punya keyakinan bahwa suatu kebaikan dibalas dengan kebaikan hal yang buruk kita balas Baik Enggak ada masalah karena aku yakin apa Tuhan itu gak tidbu aku meyakini hal itu makanya aku kalau ingat betul itu nangis Mas kok bisa ya tiba-tiba dihubungi Mas Res bisa enggak mas buka di Madiun Mas Res bisa enggak buka misalkan di Banyuwangi Mas Res bisa enggak buka misalkan di lumaceng itu tiba-tiba ada Mas dan itu Misalkan kejadiannya hari senin ya selasa rabu tuh menghubungin aku semua itu aku pikir kok iso yo aku sampai sampai heran gitu loh akhirnya di situ aku diomongin sama temanku ya mungkin karena kejadian kemarin karena kan ikhlas sabar ini kan hal yang berat gitu loh karena ya mungkin akhirnya kamu mendapatkan doa baik dari orang-orang yang kamu tolong karyawan yang sekarang itu berapa hampir 400 orang gensi semua yang lumayan effort yang harus kita bisa kalau kita bicara bisnis kan enggak bisa sendiri Mas Ya makanya kan enggak ada Superman adanya super team karena kalau dipikir sendiri Uh capek Mas Jadi kalau dalam struktur bisnis kan memang aku ngebikin suatu struktur bisnis yang memang itu membantu aku untuk menjalankan bisnis 400 ini kan terpecah dari beberapa karyawan yang ada di dalam kota Jember sama ada yang di luar Jember karena meskipun franchise itu pun kan operatornya kan tetap di kita jadi kan tanggung jawab kepegawaian highnya tetap di kita jadi kalau kita bicara struktur Mas ini kita bicara untuk di internal aja mas ya di usaha ini kan aku tuh merangkap sebagai CEO maupun sebagai owner di bawahku ada General Manager di bawahnya general manager ada beberapa Kepala Divisi mulai dari ada Kepala Divisi pemasaran ada divisi operasional ada divisi keuangan ada divisi HR HRD ada divisi Warehouse Nah akhirnya di situ setiap divisi itu dia punya anak buahnya masing-masing per staf nah per staf itu nanti akan langsung nyambang ke outlet makanya lumayan banyak dan hampir rata-rata timku ini adalah ya anak-anak muda mungkin under umur di angka 18 17 sampai 27 28 karena umurku aja masih 29 tahun aku merasa kalau kerja sama anak-anak muda tuh Gairah dan motivasinya lebih lebih senang dan juga enggak ada capeknya cuman memang bagaimana kita memberikan suatu Aura baik ke teman-teman etos kerja yang baik karena apa mereka tuh butuh percontohan gak bisa kayak kita tiba-tiba nyuruh tanpa ngasih contoh itu gak bisa karena aku punya prinsip bahwa prinsip kita menjadi seorang leader itu adalah kita harus seperti guru digugur dan ditiru jadi minimal kalau kita memberikan suatu hal Minimal kita Contohkan dulu biar dia paham karena kan enggak semua orang itu mudah memahami apa yang kita instruksikan variabel setiap SDM atau mainpower kita kan macam-macam ada yang cepat paham ada yang butuh waktu ada yang gampang tersinggung ada yang gak baper akhirnya kan treatment kita ke setiap tim ini kan beda-beda negosiasinya seperti itu [Musik] sebetulnya kalau kita bicara inovasi seblak ini kan kalau kita lihat beberapa dekade ini kan mengalami banyak improvisasi dari produk itu sendiri mungkin at least dulu di saat aku masih kecil mas tek SD SMP seblak ini kan overall dia hanya kerupuk pakai cabai pakai kencur udah itu aja gak ada tuh tambahan-tambahan yang lain nah dari situ kan kurang terlalu familiar saat dijual keluar keluar Bandung keluar Jawa Barat kan karena kan seleak ini kan makanan-makanan orang desa di saat aku waktu itu kecil lbaran datang ke rumah kakek ke rumah nenek Ayo beli seblak gitu jadi makanan-makanan orang desa itu mas makanan-makanan lokal nah cuman di situ akhirnya perkembangan waktu ini melihat bahwa butuh tantangan nih di produk ini bagaimana bisa eksis untuk bisa diterima oleh kaum-kaum Genzi milenial bahkan orang-orang tua akhirnya di-improve Mas ada penambahan-penambahan produk penambahan-penambahan ingredien banyak tambahan topping-toping bahkan sekarang ada dengan sistem parasmanan jadi selalu melakukan banyak improve ada yang sekarang pakai juga seafood dan lain-lain karena seblak ini gampang dicombine dengan banyak ingredien produk akhirnya itu membuat customer tuh bisa menerima itu dan juga sebblak ini kan identik dengan pedas kencurnya yang itu rempah banget yang di mana akhirnya itu menjadi salah satu motivasiku untuk Bagaimana makanan lokal ini bisa kita eksiskan di Kancah nasional bahkan internasional Aku punya visi ke depan ke sana sebelak pranker itu kenapa ya karena jujur Mas aku merasa lelah di saat banyak banget brand-brand luar membawa makanan-makanan dari luar negeri diekspansi ke negara kita kan banyak sekali kan Mas kayak topoki ramen akhirnya makanan luar negeri kan eksis tempat kita sedangkan makanan kita enggak ada yang eksis keluar nih makanya tujuanku di awal adalah bagaimana makanan lokal ini aku naikkan value-nya untuk bisa eksis di Kancah nasional maupun internasional Sebetulnya aku ingin dikenal sebagai orang yang memberikan banyak manfaat sih Mas ke orang karena jujur kita ini kan hidup cuman sementara Mas apa yang kita miliki apa yang kita punya itu kan sebetulnya hanya titipan Jadi kita mau bicara sombong ya sombong untuk apa makanya kan Jujur aku senang banget ngumpul Aku senang banget banyak ngasih ilmu ke orang aku pun terkadang juga sering ngisi ngisi kuliah juga di kampus aku juga sering ngasih materi di beberapa seminar-seminar wirausaha aku meyakini bahwa experience itu adalah suatu hal yang mahal yang di mana kita enggak bisa melakukan hal itu lagi yang kedua pengalaman itu adalah guru yang terbaik dalam hidup cuman di saat orang yang ingin memulai bisnis daripada kamu ami hal yang buruk lebih baik kamu mendapatkan sharing pengalamanku biar kamu belajar dari pengalamanku bukan dari pengalamanmu minimal kalau misalkan kamu itu tahu bahwa jatuh itu sakit ya jangan jatuh Cukup aku aja yang jatuh ini loh jatuhku sakitku kayak gini Jadi kamu jangan sampai melakukan hal yang sama dengan apa yang aku lakukan Nah itulah bentuk kebermanfaatkan yang selalu aku giatkan dari dulu hingga saat ini itu yang membuat akhirnya aku banyak teman hingga saat ini karena aku membangun respek ke banyak orang karena bagiku adalah teman 1000 itu sedikit musus suu kebanyakan jadi ya itu tadi kebermanfaatan yang selalu aku gabungkan ke banyak orang aku punya mindset adalah kolaborasi itu adalah kunci dari semua hal yang baik jadi sesuatu hal yang kita bisa kolaborasikan kita bersinergi kita saling kerja sama satu sama lain kamu bisa apa aku bisa apa itu kan yang membuat kita bisa jalan bareng-bareng kita bertumbuh kembang bareng-bareng jadi enggak ada kepikiran bahwa Oh kamu bisnisnya ininya kompetitor Enggak enggak ke sana selama kita bisa bersaing secara sehat kita saling sharing knowledge Shing sharing ilmu untuk bertumbuh bareng-bareng industri ini eksis otomatis kan juga orang pun juga akan melihat bahwa ini hal yang baik akuesederhana itu sih Mas cuman aku hanya ingin bermanfaat untuk orang banyak itu aja Oke saya Reza saya founder dari Prasa grup dengan unit bisnis Black pranger mangsa buai Prasa kopi saya domisili dari Jember wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh [Tepuk tangan] [Musik]