Transcript
9J36X-rRHqU • Sadisnya Persaingan Bisnis Kuliner di Tanah Jawa: Nasi Goreng Isinya Paku?!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/PecahTelur/.shards/text-0001.zst#text/0441_9J36X-rRHqU.txt
Kind: captions Language: id [Musik] di tiktok itu ada satu konten pertanyaan ya di Alaya umum yang betul-betul menyentuh hati saya waktu itu Seandainya saat ini Rasulullah itu ada di depan apa sih yang mau kamu omongkan [Musik] hal ini betul-betul membuat saya itu merasa enggak ada apa-apanya ibaratnya se bagi saya itu sesuatu yang belum cukup untuk mendapatkan syafaatnya Rasulullah saya sudah jalanin poligami atau apa [Musik] asalamualaikum warahmatullahi taala wabarakatuh nama saya Muhammad Effendi kelahiran Tulung Agung sebenarnya kelahiran saya Malaysia sih orang tua Merantau di malaysia jadi saya lahir di Malaysia membesar di Malaysia sampai SMA kuliah di Indonesia saya berkecimpung di dunia kuliner dan peternakan kan pertanian selama ini saya lebih fokusnya di kuliner selama ini ya saya juga sebagai Executive Chef di London yang sudahah selama 5 tahun dan ini dalam konteks libur di Tulungagung Sambil mencoba Raya di Tulungagung itu usia saya sendiri saat ini saya kelahiran tahun 1988 bulan mei tanggal 25 dan saya mempunyai tiga orang istri Alhamdulillah dikaruniakan lima orang anak tiga dari istri pertama dua dari istri kedua yang nomor tiga belum Alhamdulillah puji syukur P Allah nikmat yang paling besar bagi saya itu bukan harta tapi kerukunan dalam rumah tangga saya ya dulu kan saya pernah mondok ngaju gitu sama kiai itu dibilang gini Pas saya kan mau lamaran istri pertama jadi saya sowan sowan dari beberapa Kiai kondang di Indonesia ya kayak mah Basir di Bareng Kudus mah Salman Ke kuanya tareqoh pas itu di kaliungu dan mereka-mereka pada bilang istri saya enggak satu katanya saya kan aneh gitu loh kok kok bisa gitu Akhirnya saya dikasih amalan suruh amalin puasan Daud karena Nabi Daud kan istrinya 99 jadi saya ngamalkan itu selama 5 tahun Alhamdulillah Setelah nikah yang pertama 5 tahun saya dikurniakan satu orang istri 5 tahun dikurniakan satu orang istri gitu jadi ya Alhamdulillah sekarang sudah jalan berapa tahun ya anak pertama saya aja sudah 16 setahun umurnya jadi saya nikah itu di usia muda Mas istri saya yang pertama waktu nikah itu karenakan bapak mertua sakit dia minta anaknya cepat-cepat dinikahin waktu itu dia masih umur 15 tahun anaknya masih mondok di sunangiri Alhamdulillah sampai hari ini masih dan istri itu tahu semuanya Kalau kami dulu satu rumah kalau kumpul Mas kalau perihal manajemen konflik saya enggak bisa nafikan setiap wanita punya kecemburuannya sendiri-sendiri ya dan apalagi selisih umurnya juga semakin beda jadi istri saya yang pertama itu yang paling muda jadi istri saya yang kedua lebih tua dari istri pertama istri ketiga saya lebih tua lagi jadi istri saya yang ketiga itu selisih 1 tahun sama saya yang lain Sema selisih 5 tahun jadi saya lebih berpikiran terbuka aja jadi saya tu kami di rumah tidak menerapkan kata aku dalam kondisi apapun kami jadi psychology mindset seseorang itu bila kita berbicara karena kata-kata itu kan doa jadi saya menerapkan mau ke anak-anak mau ke istri-istri saya itu kami jadi anak-anak kalau ditanya mereka bisa menjawab dengan ketulusan mereka bahwa ibu saya tiga gitu loh jadi Kami sayang sana Sayang sini jadi enggak ada perbalahan diantara Oh aku cuma sayang sayang Umi aku cuma sayang Bunda aku cuma sayang mama enggak jadi saya mengajarkan mereka konteks konteks ikhlas yang di sini Heeh gitu dengan menerapkan kata Kami cuma simpel sih gitu jadi setiap kali ada permasalahan saya lebihh terbuka J enggak enggak nutup-nutupin atau apa Jadi kalau mereka ada yang enggak senang ngomong saya secara terbuka jadi saya juga ya mencari solusinya seperti itu enggak enggak saling simpan gitu sewaktu saya mau nikah Yang kedua juga saya enggak sembunyi-sembunyi di belakang saya ngomong Ma yang ketiga juga saya ngomong gitu jadi semuanya konteks di sini itu kejujuran Yah itu yang paling penting jujur dan muafakat muafakat itu kata kita simpel sih saya enggak enggak enggak lebih-lebih mau ini mau itu atau kok tambah karena saya saya sendiri ngalamin Mas Setiap saya nikah ekonomi saya merudum enggak tahu kenapa Allah itu memberi ujian dari sisi ekonomi setiap kali pernikahan yang baru saya jatuh bangun jatuh bangun tapi Alhamdulillah mungkin peribahasanya orang wanita itu dilihat kesetiaannya saat lelaki itu jatuh tuh ya mungkin itu jadi saya dicoba Alhamdulillah kami mengharungi segala yang Allah kasih dengan baik sampai saat ini Minta doanya biar sampai ke Jannah gitu aja dulu pernah menjadi kontroversi Mas masyarakat pada enggak terima karena kan mertua saya dulu itu yang pertama dia itu ahli syriahnya NU Jadi pas tahu kalau anaknya itu tapi Abah sudah enggak ada ya posisi itu setelah tahu anaknya itu di poligami masyarakat pada enggak terima saya pernah meringkuk di penjara dikeranak dengan poligami wallahi orang enggak senang lalu mereka datang untuk memisahkan istri saya pertama dengan istri kedua mereka berbicara karena enggak ada keadilan tapi mereka enggak tahu apa yang terjadi dalam rumah tangga saya waktu itu jadi saya pun waktu itu masih muda dan enggak bisa terima ya jadi saya datangin orangnya menanyakan penaran saat itu dia juga enggak terima tapi saya kan enggak pernah masuk campur urusan keluarga dia gitu loh Mas akhirnya dua-dua kebawa emosi dia dorong istri saya Anak saya umur 2 bulan jatuh lah itu jadi kemuncaknya emosi saya membuatkan saya melakukan tindakan kekerasan yang berhujung ke penjara saya tapi alhamdulillah setelah itu orang-orang bisa tahu bisa nerima dan alhamdulillah saya kan waktu poligami yang pertama itu Posisi saya di rumah Boyolangu sekarang ditinggalin orang tua saya masyarakat situ support termasuk Pak lurahnya apa Alhamdulillah mka support mereka juga saling belajar mendukung mendoakan ya Ya seharusnya di konteks masyarakat kita seperti itu enggak mendoktrin bahwa saya enggak tahu mungkin selama ini poligami itu dicap kayak detaktor atau tindak kekejaman atau kayak gitu ya Jadi mungkin masyarakat kita masih belum bisa menerima gitu ya Cuma ya Ini ini yang saya ajarkan ke orang-orang dan mungkin ini jalan dakwah saya yang saya mampu Jadi mereka melihat praktik saya seperti apa bagaimana saya merawat istri saya bagaimana saya menjalan kehidupan dunia itu yang awalnya yang namanya poligami kalau konteks pemikiran orang kan Harus kaya harus punya segalanya tapi saya setiap kali poligami mulainya jadi nol jadi kata Allah bila manana kamu berumah tangga di situ ada pintu rezeki buat kamu ya ya saya Percayakan itu kalau banyak anak banyak rezeki ya harusnya banyak istri banyak rezeki lagi tambahnya Ya kan ya kayak gitu prinsipnya kayak gitu saya sekarang [Musik] selama jatuh Alhamdulillah Allah itu menjembarkan perasaan istri-istri saya mereka nerima saya pernah waktu jatuh di posisi Sebelum saya masuk penjara Mas ya enggak punya apa-apa Akhirnya saya iktihar karena kan Saya punya pengalaman di Australia jadi manajer pertanian di sini saya coba Jadi pedagang berambang jadi saya dipinjamin motor Waktu itu enggak punya motor engak punya apa-apa Akhirnya saya jual berambang ambil dari petani-petani Tulung Agung saya jual sendiri di pasar-pasar jadi saya sendiri yang manen saya sendiri yang ngangkat saya sendiri yang ngantar istri-istri saya enggak malu Mas jadi di sini jangan salah rumah tangga itu bukan konteks ekonomi bagi saya Kalau kita itu bisa sadar burung aja kalau keluar pagi hari pulang kenyang kok Mas Jadi seandainya kamu takut dalam menikah kamu meragukan Allah kamu meragukan Allah kenapa setiap kali Orang mau nikah titik permasalahan yang mereka tanyakan mau orang tua mau siapa pun harta jadi kamu meragukan gusti Allah loh saya enggak menerapkan itu dalam rumah tangga saya Mas ya kalau Allah kasih ya Monggo kalau Allah enggak ya wis makan apa adanya Saya pernah hari-hari makan bayam bareng-bareng pernah saya kutip bayam di sawah-sawah sama istri ngapain malu saya enggak malu tapi yang saya rasain I'm Happy I'm happy what I'm doing here so ini jalan dakwah saya gitu loh Rasulullah aja dulu poligami bukan posisi kaya kok dia seorang Amirul Mukminin pemimpinnya umat pemimpinnya kita tidak menerapkan kata harta dalam poligami gitu loh ada enggak Sisinya harta dari sisi poligaminya Rasulullah enggak ada Rasulullah menerapkan ikhlas nerimo apa adanya itu tapi konteksnya salah orang berpikir poligami duit duit duit Harta Tahta bila psikologi ini dirubah Saya rasa bisa ke orang titik baliknya itu ya Ini kapanya saya nerima apa yang jalan Allah kasih Akhirnya saya dapat Panggilan saya dapat panggilan karena saya memang punya basic sebagai chef ya selama di malaysia jadi saya juga dari SMP orang tua saya mendidik saya untuk belajar masak Jadi kami itu dulu bapak bak itu kontraktor kayu di malaysia jadi setiap kali anu kan Ada anak buahnya gitu Jadi kami jualan jualan m goreng apa-apa gitu waktu istirahat mereka ibu yang jualan saya yang masak dari SMP Saya sudah belajar masak mas dan di situ saya terkenal guru guru saya sendiri pernah modalin saya untuk buka restoran di sana Dan akhirnya mereka yang ngembangin ya juga saya juga pernah masak untuk beberapa artis Malaysia gitu n dari situ Nama saya naik Akhirnya saya dipanggil ke London untuk mengurus restoran yang rusak dulu restoran itu hampir bangkrut Mas waktu saya datang saya dikasih tantangan restoran itu udah jalan 9 tahun ya tapi merudum dikarenakan chefnya enggak punya background Asian food jadi kan restoran pertama yang saya urus tuh namanya thinis mereka berjualan makanan Thailand sama China cuman yang masak Bangladesh waktu itu ownernya ngasih kepercayaan coba kamu romba manage lagi dari awal jadi saya manage lagi dari menunya penataan atau apanya Alhamdulillah sekarang menjadi salah satu restoran yang terkenal juga di London kalau ke sana dan kami juga punya cabang yang raya ini juga di sana gini Mas ini raya ini hadiah buat saya jadi owner Bos saya merasa berhutang Budi Enggak apa-apa saya buatin kamu coba kamu survei pasar Buka di sini saya enggak ngulararan modal apapun I just use my skill jadi sharingnya 51 49 dan saya ke 51-nya ibaratnya ini bosm enggak mau tahu ibaratnya Nah kalau profit ya Monggo gitu ya tapi saya enggak pernah putus asa memahami pola pasarnya tulong Agung karena kan saya sering di luar Mas Jadi selama di luar pemikiran walaupun kita saya sering berjumpa dengan orang Indonesia orang Malaysia tapi pola mereka berpikir beda dengan orang lokal kita gitu mungkin edukasi ya mereka anak orang-orang yang terdidik gitu Ji kalau di sini kan mentalitas kita masih ya sesama orang-orang Indonesia Jadi kita itu masih belum expan cara pola pikirnya gitu saya itu pernah mas ya ada satu pelanggan kalau saya enggak masak dia enggak mau makan dan salah satunya itu pemegang usaha Puma company Puma ownernya itu salah satu customer loyal saya sendiri waktu saya mau pulang ke sini saya tuh dikasih uang amplop sekitar 6 juta pernah juga dia tuh cuma makan nasi goreng sama karipap satu itu saya dikasih sekitar r juta harganya makan engak nyampai segitu Tapi tanda terima kasihnya itu sampai seperti itu kalau di sini makanya saya di sini saya nerapkan tip di bawah itu kalau di rest-restor lain kan enggak ada gitu di sini saya coba mau lihat seperti apa sih orang bisa menghargai tapi alhamdulillah banyak kok orang-orang sini ngasih tip juga tapi bukan ke saya tipnya itu nanti dikasih ke staf-staf mereka membagi sesama staf gitu Kenapa saya mengekpand bisnis di Tulungagung orang tua saya asli Tulungagung Mas saya enggak lupa asal-usul saya kedua ya saya punya beberapa aset di sini dan anak istri saya di Tulungagung saya juga melihat kota Tulungagung berkembang baru-baru ini dari segi FNB cuman saingan dan permainan di sini saya enggak tahu entah itu mitos atau apa tapi lebih ke arah negatif gitu Kalau menurut saya jadi hal-hal yang selama saya sebagai Executive chf enggak pernah terjadi di sini Terjadi gitu seangkan Saya sudah menerapkan sop pengurusan makanan dengan standar Internasional ya cuma kadang-kadang enggak logis karena kemarin itu pernah juga entah mungkin customernya atau gimana dalam makanan ada paku jadi nasi goreng yang kami buat kan nasi goreng itu Kalau kami goreng kan pakai wajan itu mas seandainya ada paku kan nyerempet De wajan itu mas krek krek gitu ya logikanya kayak gitu ya oke itu digoreng enggak ada apa-apa kita ser ke plate Lepas itu kita plating kita kasih customer-customer makan papi ya ya wallahi ya itu satu tapi banyak hal-hal yang saya sendiri masih belajar antara itu nyata atau enggak Ya tapi ini mungkin Allah suruh saya lebih bertawakal di sini kita bukan enggak mempercayai mistis tapi ya kita mengantisipasi aja mungkin ya Jalannya leluhur tanah Jawa saya juga kemarin pas buka ini saya gak percaya k mager lah apa amit ya karena saya di luar enggak pernah ada yang Kak gitu Paling ya kita buat syukuran ngasih sodqah gitu tok ya l saya buat kayak gitu mengundang tetangga enggak percaya hal-hal seperti itu gitu tapi ya ternyata terjadi kerusi jalan sendiri pintu buka tutup jedar jeder Sekarang udah enggak dulu tu ngancing mas ya pintu itu kalau enggak didorong orang enggak bisa kan rakam CCTV soalnya itu buka pelan bukanya pelan kayak ada orang masuk akhirnya jedar kan bur gitu Saya pun enggak tahu tuh kalau enggak anak-anak yang kirim ke saya gitu kan saya yang lihatnya saya sendiri merinding hal-hal yang enggak tapi ya welcome lah kalau orang mau bermain Seti apa ya Monggo karena kan setiap orang punya pola pikir sendiri-sendiri tapi saya juga ya punya keyakinan sendiri sama Allah gitu Insyaallah pasti ada lelahnya orang-orang seperti itu karena tinggal kita jalanin aja dengan iktihar tawakal tapi alhamdulillah sekarang mudah mula membaik Raya di sini dan support-support dari tim-tim teman-teman Saya cukup antusias terutama koko-koko Tulungagung awal-awal yang support sini itu rata-rata Chinese Mas kalau sampean ke malam minggu sini bisa ketemu orang-orang besar Tulung Agung bkan di sini kayak pemilik-pemilik usaha ya alhamdulillah ah saya benar-benar berterima kasih sama mereka Tanpa mereka juga Raya kayaknya belum bisa berkembang gitu waktu itu he Dan dari situ mula orang-orang lokal kita bisa masuk gitu dari mulut ke mulut nah saya saya enggak terlalu menerapkan marketing secara sosm karena saya enggak punya basic di situ gitu nah jadi basic saya itu kemasakan Jadi biarlah dari mulut ke mulut kita membina market kalau dari mulut ke mulut itu lebih Kukuh Tapi kalau dari m itu panasnya cuma sebentar Dia medos viral Akhirnya merudum saya enggak mau itu saya mau orang itu bisa menghargai makanan Jadi mereka datang ke sini Karena rasa makanannya gitu kalau Raya itu ada kekurangan mereka sendiri akan langsung kasih masukan Oh ini kurang di sini ini kurang di sini kalau ini kurang ini itu saya ngikutin pola pikirnya orang Tulung Agung gitu [Musik] sebenarnya Kenapa juga saya memilih Tulung Agung itu dikarenakan di sini kan banyak orang yang merantau Jadi mereka sudah tahu makanan-makanan yang saya jual di sini jadi bisa beradaptasi dan satu lagi menurut saya Tulung Agung cukup berkembang pesat dibandingkan Kediri Belitar ya trenggale sebenarnya knowledge tentang makanan orang Tulung Agung itu lebih expan lebih ke depan ya jadi J kalau sampean lihat di sini tuh hampir setiap hari ada kafe baru kayak jamur tumbuh di sini ya dengan konsepnya seperti ini seperti itu ee Mereka menjual view gitu ya Dan saya enggak menerapkan itu saya Ya apa adanya lalu saya menerapkan di makanan ya makanya saya setiap bulan itu merti saya rombak menu di raya ini saya rombak terus saya rombak saya tambah saya keluarin saya tambah saya jadi ini cara saya survei caranya saya sendiri memahami market itu kalau cuma dari omongan orang kita butuh proof jadi as what i do now ya Saya sendiri turun ke lapangan menerapkan makanan ini oh ini enggak cocok saya keluarin setelah 1 bulan buat menu promosi yang baru jadi ya itu saya memahami pasar itu dengan saya terapkan sendiri makanan ini makanan itu karena itu kan namanya kan Asian street food saya ngambil makanan dari Singapore dari Thailand dari Malaysia dari India Nah itu saya terapkan di sini kalau di sini bahan-bahan di ence stight food ada beberapa yang kami ambil dari Malaysia Misnya bumbu bubuk-bubuknya atau apa itu kami ambil dari sana Di sini enggak ada cuma ya itu saya lebih karena kan saya chef saya memodifikasi supaya harganya bisa terjangkau Saya yakin kok harga hinan termurah di Tulungagung cuma bisa didapatkan di Raya dengan kualitas yang standardnya ya gitu cuma ada di sini cuma ya orang sini mungkin belum tahu karena mungkin belum tahu karena mungkin banyak bos-bos yang masuk sini orang orang biasa kan mungkin mahal ya gitu Heeh konteksnya kan restoran gitu tapi alhamdulillah dari mulut ke mulut orang mah tahu sekarang udah banyak orang-orang dari pemerintah instansi-instansi Pemerintah makan ke sini booking atau apa Alhamdulillah dan terima kasih supportnya juga dari orang Tulungagung ya Selain Hainan di sini kami ada mie Kobong m Kobong itu hot plate mie hot plate itu sizling noodle lalu kami ada spesial laksakari laksakarinya saya buat standarnya seperti mana seharusnya di malaysia jadi Insyaallah untuk dalam Tulung Agung Kami satu-satunya yang Punya rasa flavor yang seperti itu bisa di-compare untuk saat ini tadi kami juga punya roti cane murtaba India kalau di sini kan konak ikan bakar rasanya kecap yaah cuma kalau di Raya Kami punya dua flavor ada rasa Singapore ada Caribbean kalau Caribbean itu lebih ke spicy asem ada topping nanas sptingnya nanas kalau di singaporea itu lebih ke gurih bumbu-bumbu gule gitu nah bumbunya seperti itu minuman-minumannya juga ada sedikit Sparkling pas itu ada teh tarik saya juga yang paling spesial di sini es jeruknya kami kami enggak pakai es jeruk pers yang seperti-pti dijual pinggir jalan di pakai jeruk-jeruk gede itu pakai Limau kasturi mungkin saya satu-satunya Tulung agu yang pakai itu [Musik] motivasi terbesar saya itu untuk saat ini anak-anak saya sih Mas kedua guru-guru saya ada guru Saya juga yang berpoligami gitu lalu orang tua saya sendiri gak berpoligami jadi yang memotivasi saya itu ya sebenarnya yang paling besar adal Rasulullah saya gak berkesempatan untuk mengecam duniaes terlalu lama anak saya kan Saya pondokkan dari kecil gitu jadi untuk mencapai mahabahnya Rasulullah ada macam-macam cara ya mungkin ada yang ahli zikir ada ahli salat ada ahli puasa ada ahli apa-apa aja tapi saya ya wis gak apa-olah aku diceluk ahli kawin ya ini saya terapkan poligami di sini Rasulullah itu panutan saya untuk di tiktok itu ada satu konten pertanyaan ya di kalaya umum yang betul-betul menyentuh hati saya waktu itu Seandainya saat ini Rasulullah itu ada di depanu Apa sih yang mau kamu omongkan Rasul hal ini betul-betul membuat saya itu merasa enggak ada apa-apanya ibaratnya seandainya Rasulullah ada di depan enggak ada sesuatu yang bisa saya banggakan Walaupun saya sudah jalanin poligami atau apa bagi saya tuh sesuatu yang belum cukup untuk mendapatkan syafaatnya Rasulullah jadi iktihar saya tu ya cuma untuk jadi yang terbaik gitu mas w nothing compare to profet Muhammad we are nothing we are is zero complete Zero amalmu sodqahmu yang sering kamu bangga-bangga ibadahmu hal ini bagi saya sesuatu yang abstrak kena ego selalunya [Musik] orang-orang saya membina karir di dunia masakan FNB itu lebih Akak tahu di Indonesia belum kayaknya ya tapi kalau di London Alhamdulillah ya karir saya udah berada di posisi yang saya puas gitu karena saya sebagai ekutif chef saya juga udah pernah masak untuk para rajanya Malaysia ya diplomat-diplomat Indonesia cuma saya enggak suka terekspose I always stay at the back ka bagi saya Saya takut Posisi saya nanti membuatkan saya berada pada titik kesombongan Saya menjaga banget itu karena anak-anak saya saat ini mengenyam sebagai seorang tahfiz jadi ini hal yang saya benar-benar jaga gitu J enggak mau ada rasa sombong atau apa ya I need to be humble saya banyak dapat tawaran mas karena pihak Indonesia sendiri waktu di London mereka menawarkan untuk saya masuk ke masterch cuma saya sendiri nolak Malaysia juga sama penghargaan buat saya sebagai chef Saya pernah menjadi private chef untuk Tun mahathir x-nya perdana menterinya Malaysia pas dia menyambut ulang tahunnya yang ke-100 itu di London ya saya sebagai ekutifnya for breakfast jadi kan chefnya itu dibagi breakfast siapa lunch siapa karena saya mampunya di waktu itu di breakfast jadi saya dapat bahagian di breakfast [Musik] Saya punya planning ke depan ada beberapa target yang saya sudah terapkan di sini setelah saya memahami pola pasar seperti yang survei saya sudah cukup kuat Insyaallah kami akan ada beberapa geberakan yang kemunculannya Nanti akan saya kabarin Kapan dengan konsep yang oriental yang benar benar ya kita jual makanan pokok karena dunia makan ini kita menjual emosi sebenarnya selain rasa kita jual emosi jadi emosi Apa yang saya akan terapkan pada sebuah makanan itu target saya J orang akan datang itu bukan karena view bukan karena Space jadi karena itu kan kena ada rasa bosan tapi kalau kita makan kita ka ada rasa rindu aku pengin makan itu aku pengin gitu Tapi kan gak ada orang bilang aku kepengin duduk di sana view di restoran ini engakak karena nya view itu semua tempat akan ada jadi kafe ini ada viewnya sendiri kafe sana orang bosan sini ke sana bosan sini ke sana tapi kalau makanan kita akan terus dicari makanya penghargaan maselin Golden chopstick atau Apun mereka ke dish Bukan ke tempat sebenarnya ya karena tempat itu sentiasa 2 tahun pasti dirubah konsepnya tapi makanan gak mungkin dirubah konsepnya saya pemilik Raya di Tulungagung dan untuk di Raya London berterima kasih untuk tim pecah telur Sudi mewawancara saya di sini yang enggak ada apa-apanya ibatnya I nothing here semua ini atas pemberiannya gusti Allah seandainya hal ini diambil sama gusti Allah Ya saya enggak ada apa-apa di sini jadi pertemuan saya dengan tim pecah telur ini sebagai edukasi untuk kita saling sharing pengalaman kepada semua orang jadi supaya nanti ke depannya generasi-generasi yang ada nanti mereka itu enggak hanya di Tulung Agung bisa eklore keluar untuk belajar seperti saya ya karena seorang perantau itu ilmunya akan lebih jauh Terima kasih wasalamualaikum warahmatullahi taala [Musik] wabarakatuh fore