Transcript
9J36X-rRHqU • Sadisnya Persaingan Bisnis Kuliner di Tanah Jawa: Nasi Goreng Isinya Paku?!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/PecahTelur/.shards/text-0001.zst#text/0441_9J36X-rRHqU.txt
Kind: captions
Language: id
[Musik]
di tiktok itu ada satu konten pertanyaan
ya di Alaya umum yang betul-betul
menyentuh hati saya waktu
itu Seandainya saat ini Rasulullah itu
ada di depan apa sih yang mau kamu
omongkan
[Musik]
hal ini betul-betul membuat saya itu
merasa enggak ada apa-apanya ibaratnya
se bagi saya itu sesuatu yang belum
cukup untuk mendapatkan syafaatnya
Rasulullah saya sudah jalanin poligami
atau apa
[Musik]
asalamualaikum warahmatullahi taala
wabarakatuh nama saya Muhammad Effendi
kelahiran Tulung Agung sebenarnya
kelahiran saya Malaysia sih orang tua
Merantau di malaysia jadi saya lahir di
Malaysia membesar di Malaysia sampai SMA
kuliah di Indonesia saya berkecimpung di
dunia kuliner dan peternakan kan
pertanian selama ini saya lebih fokusnya
di kuliner selama ini ya saya juga
sebagai Executive Chef di London yang
sudahah selama 5 tahun dan ini dalam
konteks libur di Tulungagung Sambil
mencoba Raya di Tulungagung itu usia
saya sendiri saat ini saya kelahiran
tahun
1988 bulan mei tanggal 25 dan saya
mempunyai tiga orang istri Alhamdulillah
dikaruniakan lima orang anak tiga dari
istri pertama dua dari istri kedua yang
nomor tiga belum Alhamdulillah puji
syukur P Allah nikmat yang paling besar
bagi saya itu bukan harta tapi kerukunan
dalam rumah tangga saya ya dulu kan saya
pernah mondok ngaju gitu sama kiai itu
dibilang gini Pas saya kan mau lamaran
istri pertama jadi saya sowan sowan dari
beberapa Kiai kondang di Indonesia ya
kayak mah Basir di Bareng Kudus mah
Salman Ke kuanya tareqoh pas itu di
kaliungu dan mereka-mereka pada bilang
istri saya enggak satu katanya saya kan
aneh gitu loh kok kok bisa gitu Akhirnya
saya dikasih amalan suruh amalin puasan
Daud karena Nabi Daud kan istrinya 99
jadi saya ngamalkan itu selama 5 tahun
Alhamdulillah Setelah nikah yang pertama
5 tahun saya dikurniakan satu orang
istri 5 tahun dikurniakan satu orang
istri gitu jadi ya Alhamdulillah
sekarang sudah jalan berapa tahun ya
anak pertama saya aja sudah 16 setahun
umurnya jadi saya nikah itu di usia muda
Mas istri saya yang pertama waktu nikah
itu karenakan bapak mertua sakit dia
minta anaknya cepat-cepat dinikahin
waktu itu dia masih umur 15 tahun
anaknya masih mondok di sunangiri
Alhamdulillah sampai hari ini masih dan
istri itu tahu semuanya Kalau kami dulu
satu rumah kalau kumpul Mas
kalau perihal manajemen konflik saya
enggak bisa nafikan setiap wanita punya
kecemburuannya sendiri-sendiri ya dan
apalagi selisih umurnya juga semakin
beda jadi istri saya yang pertama itu
yang paling muda jadi istri saya yang
kedua lebih tua dari istri pertama istri
ketiga saya lebih tua lagi jadi istri
saya yang ketiga itu selisih 1 tahun
sama saya yang lain Sema selisih 5 tahun
jadi saya lebih berpikiran terbuka aja
jadi saya tu kami di rumah tidak
menerapkan kata aku dalam kondisi apapun
kami jadi psychology mindset seseorang
itu bila kita berbicara karena kata-kata
itu kan doa jadi saya menerapkan mau ke
anak-anak mau ke istri-istri saya itu
kami jadi anak-anak kalau ditanya mereka
bisa menjawab dengan ketulusan mereka
bahwa ibu saya tiga gitu loh jadi Kami
sayang sana Sayang sini jadi enggak ada
perbalahan diantara Oh aku cuma sayang
sayang Umi aku cuma sayang Bunda aku
cuma sayang mama enggak jadi saya
mengajarkan mereka konteks konteks
ikhlas yang di sini Heeh gitu dengan
menerapkan kata Kami cuma simpel sih
gitu jadi setiap kali ada permasalahan
saya lebihh terbuka J enggak enggak
nutup-nutupin atau apa Jadi kalau mereka
ada yang enggak senang ngomong saya
secara terbuka jadi saya juga ya mencari
solusinya seperti itu enggak enggak
saling simpan gitu sewaktu saya mau
nikah Yang kedua juga saya enggak
sembunyi-sembunyi di belakang saya
ngomong Ma yang ketiga juga saya ngomong
gitu jadi semuanya konteks di sini itu
kejujuran Yah itu yang paling penting
jujur dan muafakat muafakat itu kata
kita simpel sih saya enggak enggak
enggak lebih-lebih mau ini mau itu atau
kok tambah karena saya saya sendiri
ngalamin Mas Setiap saya nikah ekonomi
saya merudum enggak tahu kenapa Allah
itu memberi ujian dari sisi ekonomi
setiap kali pernikahan yang baru saya
jatuh bangun jatuh bangun tapi
Alhamdulillah mungkin peribahasanya
orang wanita itu dilihat kesetiaannya
saat lelaki itu jatuh tuh ya mungkin itu
jadi saya dicoba Alhamdulillah kami
mengharungi segala yang Allah kasih
dengan baik sampai saat ini Minta doanya
biar sampai ke Jannah gitu aja dulu
pernah menjadi kontroversi Mas
masyarakat pada enggak terima karena kan
mertua saya dulu itu yang pertama dia
itu ahli syriahnya NU Jadi pas tahu
kalau anaknya itu tapi Abah sudah enggak
ada ya posisi itu setelah tahu anaknya
itu di poligami masyarakat pada enggak
terima saya pernah meringkuk di penjara
dikeranak dengan poligami wallahi orang
enggak senang lalu mereka datang untuk
memisahkan istri saya pertama dengan
istri kedua mereka berbicara karena
enggak ada keadilan tapi mereka enggak
tahu apa yang terjadi dalam rumah tangga
saya waktu itu jadi saya pun waktu itu
masih muda dan enggak bisa terima ya
jadi saya datangin orangnya menanyakan
penaran saat itu dia juga enggak terima
tapi saya kan enggak pernah masuk campur
urusan keluarga dia gitu loh Mas
akhirnya dua-dua kebawa emosi dia dorong
istri saya Anak saya umur 2 bulan jatuh
lah itu jadi kemuncaknya emosi saya
membuatkan saya melakukan tindakan
kekerasan yang berhujung ke penjara saya
tapi alhamdulillah setelah itu
orang-orang bisa tahu bisa nerima dan
alhamdulillah saya kan waktu poligami
yang pertama itu Posisi saya di rumah
Boyolangu sekarang ditinggalin orang tua
saya masyarakat situ support termasuk
Pak lurahnya apa Alhamdulillah mka
support mereka juga saling belajar
mendukung mendoakan ya Ya seharusnya di
konteks masyarakat kita seperti itu
enggak mendoktrin bahwa saya enggak tahu
mungkin selama ini poligami itu dicap
kayak detaktor atau tindak kekejaman
atau kayak gitu ya Jadi mungkin
masyarakat kita masih belum bisa
menerima gitu ya Cuma ya Ini ini yang
saya ajarkan ke orang-orang dan mungkin
ini jalan dakwah saya yang saya mampu
Jadi mereka melihat praktik saya seperti
apa bagaimana saya merawat istri saya
bagaimana saya menjalan kehidupan dunia
itu yang awalnya yang namanya poligami
kalau konteks pemikiran orang kan Harus
kaya harus punya segalanya tapi saya
setiap kali poligami mulainya jadi nol
jadi kata Allah bila manana kamu berumah
tangga di situ ada pintu rezeki buat
kamu ya ya saya Percayakan itu kalau
banyak anak banyak rezeki ya harusnya
banyak istri banyak rezeki lagi
tambahnya Ya kan ya kayak gitu
prinsipnya kayak gitu saya sekarang
[Musik]
selama jatuh Alhamdulillah Allah itu
menjembarkan perasaan istri-istri saya
mereka nerima saya pernah waktu jatuh di
posisi Sebelum saya masuk penjara Mas ya
enggak punya apa-apa Akhirnya saya
iktihar karena kan Saya punya pengalaman
di Australia jadi manajer pertanian di
sini saya coba Jadi pedagang berambang
jadi saya dipinjamin motor Waktu itu
enggak punya motor engak punya apa-apa
Akhirnya saya jual berambang ambil dari
petani-petani Tulung Agung saya jual
sendiri di pasar-pasar jadi saya sendiri
yang manen saya sendiri yang ngangkat
saya sendiri yang ngantar istri-istri
saya enggak malu Mas jadi di sini jangan
salah rumah tangga itu bukan konteks
ekonomi bagi saya Kalau kita itu bisa
sadar burung aja kalau keluar pagi hari
pulang kenyang kok Mas Jadi seandainya
kamu takut dalam menikah kamu meragukan
Allah kamu meragukan Allah kenapa setiap
kali Orang mau nikah titik permasalahan
yang mereka tanyakan mau orang tua mau
siapa pun harta jadi kamu meragukan
gusti Allah loh saya enggak menerapkan
itu dalam rumah tangga saya Mas ya kalau
Allah kasih ya Monggo kalau Allah enggak
ya wis makan apa adanya Saya pernah
hari-hari makan bayam bareng-bareng
pernah saya kutip bayam di sawah-sawah
sama istri ngapain malu saya enggak malu
tapi yang saya rasain I'm Happy I'm
happy what I'm doing here so ini jalan
dakwah saya gitu loh Rasulullah aja dulu
poligami bukan posisi kaya kok dia
seorang Amirul Mukminin pemimpinnya umat
pemimpinnya kita tidak menerapkan kata
harta dalam poligami gitu loh ada enggak
Sisinya harta dari sisi poligaminya
Rasulullah enggak ada Rasulullah
menerapkan ikhlas nerimo apa adanya itu
tapi konteksnya salah orang berpikir
poligami duit duit duit Harta
Tahta bila psikologi ini dirubah Saya
rasa bisa ke orang
titik baliknya itu ya Ini kapanya saya
nerima apa yang jalan Allah kasih
Akhirnya saya dapat Panggilan saya dapat
panggilan karena saya memang punya basic
sebagai chef ya selama di malaysia jadi
saya juga dari SMP orang tua saya
mendidik saya untuk belajar masak Jadi
kami itu dulu bapak bak itu kontraktor
kayu di malaysia jadi setiap kali anu
kan Ada anak buahnya gitu Jadi kami
jualan jualan m goreng apa-apa gitu
waktu istirahat mereka ibu yang jualan
saya yang masak dari SMP Saya sudah
belajar masak mas dan di situ saya
terkenal guru guru saya sendiri pernah
modalin saya untuk buka restoran di sana
Dan akhirnya mereka yang ngembangin ya
juga saya juga pernah masak untuk
beberapa artis Malaysia gitu n dari situ
Nama saya naik Akhirnya saya dipanggil
ke London untuk mengurus restoran yang
rusak dulu restoran itu hampir bangkrut
Mas waktu saya datang saya dikasih
tantangan restoran itu udah jalan 9
tahun ya tapi merudum dikarenakan
chefnya enggak punya background Asian
food jadi kan restoran pertama yang saya
urus tuh namanya thinis mereka berjualan
makanan Thailand sama China cuman yang
masak Bangladesh waktu itu ownernya
ngasih kepercayaan coba kamu romba
manage lagi dari awal jadi saya manage
lagi dari menunya penataan atau apanya
Alhamdulillah sekarang menjadi salah
satu restoran yang terkenal juga di
London kalau ke sana dan kami juga punya
cabang yang raya ini juga di sana gini
Mas ini raya ini hadiah buat saya jadi
owner Bos saya merasa berhutang Budi
Enggak apa-apa saya buatin kamu coba
kamu survei pasar Buka di sini saya
enggak ngulararan modal apapun I just
use my skill jadi sharingnya 51 49 dan
saya ke 51-nya ibaratnya ini bosm enggak
mau tahu ibaratnya Nah kalau profit ya
Monggo gitu ya tapi saya enggak pernah
putus asa memahami pola pasarnya tulong
Agung karena kan saya sering di luar Mas
Jadi selama di luar pemikiran walaupun
kita saya sering berjumpa dengan orang
Indonesia orang Malaysia tapi pola
mereka berpikir beda dengan orang lokal
kita gitu mungkin edukasi ya mereka anak
orang-orang yang terdidik gitu Ji kalau
di sini kan mentalitas kita masih ya
sesama orang-orang Indonesia Jadi kita
itu masih belum expan cara pola pikirnya
gitu saya itu pernah mas ya ada satu
pelanggan kalau saya enggak masak dia
enggak mau makan dan salah satunya itu
pemegang usaha Puma company Puma
ownernya itu salah satu customer loyal
saya sendiri waktu saya mau pulang ke
sini saya tuh dikasih uang amplop
sekitar 6 juta pernah juga dia tuh cuma
makan nasi goreng sama karipap satu itu
saya dikasih sekitar r juta harganya
makan engak nyampai segitu Tapi tanda
terima kasihnya itu sampai seperti itu
kalau di sini makanya saya di sini saya
nerapkan tip di bawah itu kalau di
rest-restor lain kan enggak ada gitu di
sini saya coba mau lihat seperti apa sih
orang bisa menghargai tapi alhamdulillah
banyak kok orang-orang sini ngasih tip
juga tapi bukan ke saya tipnya itu nanti
dikasih ke staf-staf mereka membagi
sesama staf gitu
Kenapa saya mengekpand bisnis di
Tulungagung orang tua saya asli
Tulungagung Mas saya enggak lupa
asal-usul saya kedua ya saya punya
beberapa aset di sini dan anak istri
saya di Tulungagung saya juga melihat
kota Tulungagung berkembang baru-baru
ini dari segi FNB cuman saingan dan
permainan di sini saya enggak tahu entah
itu mitos atau apa tapi lebih ke arah
negatif gitu Kalau menurut saya jadi
hal-hal yang selama saya sebagai
Executive chf enggak pernah terjadi di
sini Terjadi gitu seangkan Saya sudah
menerapkan sop pengurusan makanan dengan
standar Internasional ya cuma
kadang-kadang enggak logis karena
kemarin itu pernah juga entah mungkin
customernya atau gimana dalam makanan
ada paku jadi nasi goreng yang kami buat
kan nasi goreng itu Kalau kami goreng
kan pakai wajan itu mas seandainya ada
paku kan nyerempet De wajan itu mas krek
krek gitu ya logikanya kayak gitu ya oke
itu digoreng enggak ada apa-apa kita ser
ke plate Lepas itu kita plating kita
kasih customer-customer makan
papi ya ya wallahi ya itu satu tapi
banyak hal-hal yang saya sendiri masih
belajar antara itu nyata atau enggak Ya
tapi ini mungkin Allah suruh saya lebih
bertawakal di sini kita bukan enggak
mempercayai mistis tapi ya kita
mengantisipasi aja mungkin ya Jalannya
leluhur tanah Jawa saya juga kemarin pas
buka ini saya gak percaya k mager lah
apa amit ya karena saya di luar enggak
pernah ada yang Kak gitu Paling ya kita
buat syukuran ngasih sodqah gitu tok ya
l saya buat kayak gitu mengundang
tetangga enggak percaya hal-hal seperti
itu gitu tapi ya ternyata terjadi kerusi
jalan
sendiri pintu buka tutup jedar jeder
Sekarang udah enggak dulu tu ngancing
mas ya pintu itu kalau enggak didorong
orang enggak bisa kan rakam CCTV soalnya
itu buka pelan bukanya pelan kayak ada
orang masuk akhirnya jedar kan bur gitu
Saya pun enggak tahu tuh kalau enggak
anak-anak yang kirim ke saya gitu kan
saya yang lihatnya saya sendiri
merinding hal-hal yang enggak tapi ya
welcome lah kalau orang mau bermain Seti
apa ya Monggo karena kan setiap orang
punya pola pikir sendiri-sendiri tapi
saya juga ya punya keyakinan sendiri
sama Allah gitu Insyaallah pasti ada
lelahnya orang-orang seperti itu karena
tinggal kita jalanin aja dengan iktihar
tawakal tapi alhamdulillah sekarang
mudah mula membaik Raya di sini dan
support-support dari tim-tim teman-teman
Saya cukup antusias terutama koko-koko
Tulungagung awal-awal yang support sini
itu rata-rata Chinese Mas kalau sampean
ke malam minggu sini bisa ketemu
orang-orang besar Tulung Agung bkan di
sini kayak pemilik-pemilik usaha ya
alhamdulillah ah saya benar-benar
berterima kasih sama mereka Tanpa mereka
juga Raya kayaknya belum bisa berkembang
gitu waktu itu he Dan dari situ mula
orang-orang lokal kita bisa masuk gitu
dari mulut ke mulut nah saya saya enggak
terlalu menerapkan marketing secara sosm
karena saya enggak punya basic di situ
gitu nah jadi basic saya itu kemasakan
Jadi biarlah dari mulut ke mulut kita
membina market kalau dari mulut ke mulut
itu lebih Kukuh Tapi kalau dari m itu
panasnya cuma sebentar Dia medos viral
Akhirnya merudum saya enggak mau itu
saya mau orang itu bisa menghargai
makanan Jadi mereka datang ke sini
Karena rasa makanannya gitu kalau Raya
itu ada kekurangan mereka sendiri akan
langsung kasih masukan Oh ini kurang di
sini ini kurang di sini kalau ini kurang
ini itu saya ngikutin pola pikirnya
orang Tulung Agung gitu
[Musik]
sebenarnya Kenapa juga saya memilih
Tulung Agung itu dikarenakan di sini kan
banyak orang yang merantau Jadi mereka
sudah tahu makanan-makanan yang saya
jual di sini jadi bisa beradaptasi dan
satu lagi menurut saya Tulung Agung
cukup berkembang pesat dibandingkan
Kediri Belitar ya trenggale sebenarnya
knowledge tentang makanan orang Tulung
Agung itu lebih expan lebih ke depan ya
jadi J kalau sampean lihat di sini tuh
hampir setiap hari ada kafe baru kayak
jamur tumbuh di sini ya dengan konsepnya
seperti ini seperti itu ee Mereka
menjual view gitu ya Dan saya enggak
menerapkan itu saya Ya apa adanya lalu
saya menerapkan di makanan ya makanya
saya setiap bulan itu merti saya rombak
menu di raya ini saya rombak terus saya
rombak saya tambah saya keluarin saya
tambah saya jadi ini cara saya survei
caranya saya sendiri memahami market itu
kalau cuma dari omongan orang kita butuh
proof jadi as what i do now ya Saya
sendiri turun ke lapangan menerapkan
makanan ini oh ini enggak cocok saya
keluarin setelah 1 bulan buat menu
promosi yang baru jadi ya itu saya
memahami pasar itu dengan saya terapkan
sendiri makanan ini makanan itu karena
itu kan namanya kan Asian street food
saya ngambil makanan dari Singapore dari
Thailand dari Malaysia dari India Nah
itu saya terapkan di sini kalau di sini
bahan-bahan di ence stight food ada
beberapa yang kami ambil dari Malaysia
Misnya bumbu bubuk-bubuknya atau apa itu
kami ambil dari sana Di sini enggak ada
cuma ya itu saya lebih karena kan saya
chef saya memodifikasi supaya harganya
bisa terjangkau Saya yakin kok harga
hinan termurah di Tulungagung cuma bisa
didapatkan di Raya dengan kualitas yang
standardnya ya gitu cuma ada di sini
cuma ya orang sini mungkin belum tahu
karena mungkin belum tahu karena mungkin
banyak bos-bos yang masuk sini orang
orang biasa kan mungkin mahal ya gitu
Heeh konteksnya kan restoran gitu tapi
alhamdulillah dari mulut ke mulut orang
mah tahu sekarang udah banyak
orang-orang dari pemerintah
instansi-instansi Pemerintah makan ke
sini booking atau apa Alhamdulillah dan
terima kasih supportnya juga dari orang
Tulungagung ya Selain Hainan di sini
kami ada mie Kobong m Kobong itu hot
plate mie hot plate itu sizling noodle
lalu kami ada spesial laksakari
laksakarinya saya buat standarnya
seperti mana seharusnya di malaysia jadi
Insyaallah untuk dalam Tulung Agung Kami
satu-satunya yang Punya rasa flavor yang
seperti itu bisa di-compare untuk saat
ini tadi kami juga punya roti cane
murtaba India kalau di sini kan konak
ikan bakar rasanya kecap yaah cuma kalau
di Raya Kami punya dua flavor ada rasa
Singapore ada Caribbean kalau Caribbean
itu lebih ke spicy asem ada topping
nanas sptingnya nanas kalau di
singaporea itu lebih ke gurih
bumbu-bumbu gule gitu nah bumbunya
seperti itu minuman-minumannya juga ada
sedikit Sparkling pas itu ada teh tarik
saya juga yang paling spesial di sini es
jeruknya kami kami enggak pakai es jeruk
pers yang seperti-pti dijual pinggir
jalan di pakai jeruk-jeruk gede itu
pakai Limau kasturi mungkin saya
satu-satunya Tulung agu yang pakai itu
[Musik]
motivasi terbesar saya itu untuk saat
ini anak-anak saya sih Mas kedua
guru-guru saya ada guru Saya juga yang
berpoligami gitu lalu orang tua saya
sendiri gak berpoligami jadi yang
memotivasi saya itu ya sebenarnya yang
paling besar adal
Rasulullah saya gak berkesempatan untuk
mengecam duniaes terlalu lama anak saya
kan Saya pondokkan dari kecil gitu jadi
untuk mencapai mahabahnya Rasulullah ada
macam-macam cara ya mungkin ada yang
ahli zikir ada ahli salat ada ahli puasa
ada ahli apa-apa aja tapi saya ya wis
gak apa-olah aku diceluk ahli
kawin ya ini saya terapkan poligami di
sini Rasulullah itu panutan saya untuk
di tiktok itu ada satu konten pertanyaan
ya di kalaya umum yang betul-betul
menyentuh hati saya waktu
itu Seandainya saat ini Rasulullah itu
ada di depanu Apa sih yang mau kamu
omongkan
Rasul hal ini betul-betul membuat saya
itu merasa enggak ada apa-apanya
ibaratnya seandainya Rasulullah ada di
depan enggak ada sesuatu yang bisa saya
banggakan Walaupun saya sudah jalanin
poligami atau apa bagi saya tuh sesuatu
yang belum cukup untuk mendapatkan
syafaatnya Rasulullah jadi iktihar saya
tu ya cuma untuk jadi yang terbaik gitu
mas w nothing compare to profet Muhammad
we are nothing we are is zero complete
Zero amalmu sodqahmu yang sering kamu
bangga-bangga ibadahmu hal ini bagi saya
sesuatu yang abstrak kena ego selalunya
[Musik]
orang-orang saya membina karir di dunia
masakan FNB itu lebih Akak tahu di
Indonesia belum kayaknya ya tapi kalau
di London Alhamdulillah ya karir saya
udah berada di posisi yang saya puas
gitu karena saya sebagai ekutif chef
saya juga udah pernah masak untuk para
rajanya Malaysia ya diplomat-diplomat
Indonesia cuma saya enggak suka
terekspose I always stay at the back ka
bagi saya Saya takut Posisi saya nanti
membuatkan saya berada pada titik
kesombongan Saya menjaga banget itu
karena anak-anak saya saat ini mengenyam
sebagai seorang tahfiz jadi ini hal yang
saya benar-benar jaga gitu J enggak mau
ada rasa sombong atau apa ya I need to
be humble saya banyak dapat tawaran mas
karena pihak Indonesia sendiri waktu di
London mereka menawarkan untuk saya
masuk ke masterch cuma saya sendiri
nolak Malaysia juga sama penghargaan
buat saya sebagai chef Saya pernah
menjadi private chef untuk Tun mahathir
x-nya perdana menterinya Malaysia pas
dia menyambut ulang tahunnya yang ke-100
itu di London ya saya sebagai ekutifnya
for breakfast jadi kan chefnya itu
dibagi breakfast siapa lunch siapa
karena saya mampunya di waktu itu di
breakfast jadi saya dapat bahagian di
breakfast
[Musik]
Saya punya planning ke depan ada
beberapa target yang saya sudah terapkan
di sini setelah saya memahami pola pasar
seperti yang survei saya sudah cukup
kuat Insyaallah kami akan ada beberapa
geberakan yang kemunculannya Nanti akan
saya kabarin Kapan dengan konsep yang
oriental yang benar benar ya kita jual
makanan pokok karena dunia makan ini
kita menjual emosi sebenarnya selain
rasa kita jual emosi jadi emosi Apa yang
saya akan terapkan pada sebuah makanan
itu target saya J orang akan datang itu
bukan karena view bukan karena Space
jadi karena itu kan kena ada rasa bosan
tapi kalau kita makan kita ka ada rasa
rindu aku pengin makan itu aku pengin
gitu Tapi kan gak ada orang bilang aku
kepengin duduk di sana view di restoran
ini engakak karena nya view itu semua
tempat akan ada jadi kafe ini ada
viewnya sendiri kafe sana orang bosan
sini ke sana bosan sini ke sana tapi
kalau makanan kita akan terus dicari
makanya penghargaan maselin Golden
chopstick atau Apun mereka ke dish Bukan
ke tempat sebenarnya ya karena tempat
itu sentiasa 2 tahun pasti dirubah
konsepnya tapi makanan gak mungkin
dirubah konsepnya
saya pemilik Raya di Tulungagung dan
untuk di Raya London berterima kasih
untuk tim pecah telur Sudi mewawancara
saya di sini yang enggak ada apa-apanya
ibatnya I nothing here semua ini atas
pemberiannya gusti Allah
seandainya hal ini diambil sama gusti
Allah Ya saya enggak ada apa-apa di sini
jadi pertemuan saya dengan tim pecah
telur ini sebagai edukasi untuk kita
saling sharing pengalaman kepada semua
orang jadi supaya nanti ke depannya
generasi-generasi yang ada nanti mereka
itu enggak hanya di Tulung Agung bisa
eklore keluar untuk belajar seperti saya
ya karena seorang perantau itu ilmunya
akan lebih jauh Terima kasih
wasalamualaikum warahmatullahi taala
[Musik]
wabarakatuh fore