Tanpa Hutang Bank, Mantan OB Sukses Punya 10 Cabang Minimarket Buah
lkUG6YqX5q4 • 2024-12-11
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
[Musik]
dari awal aku enggak punya pinjaman bank
dan enggak punya modal sama sekali modal
Kalau aku hitung ya modal yang aku
berantak dari kampung ke Jakarta Pak
r10.000 itu tadi ongkos bis Rp80.000
sisa r40.000 buat makan di Jakarta tiap
hari harus dipelajari Pak buah itu
enggak ada yang sukses Sebenarnya Pak
yang tadinya naik pun jatuhnya cepat
bisa resikonya tinggi aku suplai ke
supermarket itu pernah ditolak sehari 24
t kalau aku jual lagi ke mana overstock
Pak permintaan sama suplai banyak
suplainya jadi sampai kerugianku itu 140
juta dipetani-petani
[Musik]
Kudus total karyawan sekarang 230-an Pak
rata-rata SD SMP banyak yang dari daerah
Pak Selama ada di sini sih karyawan
jarang ada yang resen nambah ya resen
tapi jarang Mungkin dia dikasih
tantangan itu lebih semangat ya pak
kalau betahnya cuma dikasih gaji tok dia
enggak dikasih tantangan baru Mungkin
dia juga lama-lama jenuh Ya tapi kalau
Anak SD disuruh pegang komputer itu kan
bangga bisa nelepon Maknya Pak di
Kampung Mak aku kerja di kantor kan itu
[Musik]
ya karyawan-karyawan itu mungkin ya Yang
aku terapin ke dia kalau kamu udah bisa
dan gaji enggak cocok kamu buka sendiri
kebun Bua siap modalin barang uang Ini
masalah pembayaran tempo enggak masalah
gitu
[Musik]
asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh nama saya Nurahman Pak asli
dari Kudus owner dari kebun buah Pak
kebun buah itu alamatnya ruko melielo 3
Blok 26B nomor 9 Pak Harapan Indah
Bekasi ada 10 Cabang Pak sejarah awal
mulai buka toko Bua ya Pak ya gini
sebelumnya Aku bukan orang asli buah Pak
dulu aku itu pernah jadi OB pernah terus
di Indomaret pernah di es krim wols
pernah Seles Yakul juga pernah gitu Pak
Sejak kapan kebun gua ini berdiri 2012
Pak almarhum Bapakku itu main buah cuma
aku diajak Jualan buah itu dari dulu
Enggak pernah mau Pak gengsi Pak kerjaan
orang tua itu gitu Anak pengin ngubah
nasib sendiri awalnya itu terus almarhum
Bapak meninggal adik-adikku masih kecil
aku lihat dulu ibuku juga nganggur
adikku juga masih kecil-kecil butuh
biaya kalau aku cuma gaji di perusahaan
cukup buat makan sendiri Pak akhirnya
tak beraniin untuk usaha buah itu tadi
ya nerusin lah tapi nerusinnya itu dari
teman-temannya bapakku yang tak suruh
suplai ke Jakarta enggak tahu buah aku
pak bisnis buah dulu itu belum punya
gambaran malah yang penting jualan aja
dulu gitu Kalau dulu bapak kan musiman
Pak jadi enggak bisa buat ring jangka
panjang awalnya Jadi kalau misalkan aku
nerusin nanti kalau enggak musim aku
kerja apa gitu awal itu cuma main buah
matoa alpuket jeruk bali ah itu-itu aja
ngirim ke tukang jus yang alpuket kalau
yang Matoa itu ngirim ke supermarket
tapi enggak tembus Pak dibuang lagi
datang dibuang lagi gitu ya itu kan
namanya orang usaha kan bagian dari
risiko lah ya jadi aku belum bisa
ngerawat barangnya juga belum produk
knowledge-nya Belum tahu marketnya juga
belum tahu ya udah pelajarin aja dulu ya
itu jadi setiap ada masalah di situ ada
solusi semakin gede masalahnya solusinya
semakin gede dan hasilnya pasti ada
overstock Pak permintaan sama suplai
banyak suplainya jadi sampai kerugianku
itu 160 juta di petani-petani Kudus
barang enggak terjual dikirim Dikirim
dikirim tapi di sini enggak bisa jualan
sampai numpuk utang itu Pak aku ke
petani petani pengirimku tak kumpulin
semua aku sanggup bayar cuma aku kemarin
ini ya di sini di sini di sini di sini
gitu Jadi aku belum punya market awalnya
terus sambil masarin lagi kalau aku
balik kerja ke perusahaan yang lama
untuk bayar hutang kelamaan mau enggak
mau jatuhnya di situ bangkitnya harus di
situ lagi gitu ternyata ya itu tadi
kalau kita enggak paham produk mau
jualan ini pasti susah pak tapi
lama-lama kalau kita pelajarin buah itu
ada karakternya ada segmennya pasar
masing-masing jadi semua tak tawarin ke
semua di Jakarta itu jadi ada dua toko
yang support aku itu baru itu mulai
daripada aku kerja di perusahaan lama
sebulan dapat R juta ini sekali kirim
sudah 4 juta berarti kalau utang r0 juta
ah gampanglah gitu ngenalin produk itu
enggak gampang Pak susah jadi konsumen
itu kalau tak kasih ini buah apa ini
buah apa dia enggak tahu Kalaupun dia
tahu dia pasti percaya ke pelanggan lama
jadi kuncinya cuma kalau aku menurutku
waktu aku masarin itu jalin hubungan
baik dulu Pak dan berani ngasih garansi
kalau enggak laku engak usah bayar kan
kita Yakin produk Matoa ini masih belum
banyak suplainya pemainnya gu awalnya
dari Matoa Pak kita jatuh dari Matoa
bangkit dari Matoa semua supermarket
minta produk Matoa ke aku semua pak
sehari 1 ton Matoa itu waktu keluar dari
perusahaan lama selang setahun ngerintis
2013 sudah mulai ngirim ke semua
supermarket Matoa semua itu tiap hari 1
ton terus aku mikir kalau nanti Matoa
enggak musim aku harus jualan apa sambil
masukin Mato sambil nawarin item yang
lain alpuket Muria yang dari Kudus juga
itu pak di Jakarta terkenalnya alpuket
Probolinggo tambah Bingung lagi orang
enggak percaya alpuket Muria itu alpuket
apa gitu kan alpuket Kudus alpuket apa
yang laku kan alpuket Probolinggo harga
lebih murah kualitas lebih bagus yang
kamu tawarin apa ini tapi aku yakin
alpuket Muria ini teksturnya beda sama
alpuket Probolinggo gitu kalau aku dulu
di perusahaan yang lama dikasih soal 10
ya aku kerjain 10 sampai tak tambahin 12
pas pas begitu kita enggak tertekan
enggak ada aturan begitu usaha sendiri
kan lebih bebas Pak lebih kreatif lalu
ya di situ kalau aku di perusahaan
terbatas sama aturan kalau di sini kan
aturan bisa kita kendalikan Pak bisa
kita yang bentuk gitu Jadi malah Justru
lebih senang dibandingin waktu aku kerja
tertekan aku suplai ke supermarket itu
pernah ditolak sehari 24 ton kalau aku
jual lagi ke mana Mau enggak mau kan
bikin toko kecil-kecilan Pak nah dari
situ ya itu kita bisa ngerawat barang
itu enggak kalau kita bisa kita Yakin di
supermarket aja laku masa kita jualan
sendiri enggak laku jadi sewa itu kan
bisa Diego Pak sewa tulisannya setahun
kita bayar 50% dulu kan bisa waktu
ngerintis buka toko itu sudah
habis-habisan kena di supermarket
posisinya juga udah minus duluan kita
setiap ada masalah di situ ada solusi
jadi kita pelajarin terus
karakter-karakter barang
karakter-karakter pelanggan permintaan
konsumen ini kita pelajarin terus maunya
konsumen ini seperti apa sih barang yang
laku ini seperti apa sih itu kita
pelajari terus Pak begitu kita udah bisa
ngendaliin konsumen ngendaliin barang
kan tinggal suplly dan demand aja
permintaan sama barang aja kita jaga
yang biasa aku suplai ke supermarket kan
udah tahu pak item-item yang lakunya
jadi tinggal copy paste
aja dari awal aku enggak punya pinjaman
bank dan enggak punya modal sama sekali
modal Kalau aku hitung ya modal yang aku
berantak dari kampung ke Jakarta Pak
120.000 itu tadi ongkos bis Rp80.000
sisa Rp40.000 buat makan di Jakarta
modal awal dari kampung Kalau selebihnya
sih muterin keuntungan aja rugi untung
rugi untung itu sudah biasa makanya kan
kalau prinsipku itu selalu Yang aku
tekankan ke tim yang bisa dirawat itu
uang orang dan barang kalau kita bisa
mengendalikan barang konsumen bisa kita
kendalikan uang ini kan nomor sekian
banyak yang petani-petani ini dia bisa
nanam tapi enggak bisa jual kita jadi
salesnya aja sama dia kita ngambil dari
sharing profitnya aja yang kedua kalau
barang kita tahu marketnya tahu
pelanggannya market juga butuh barang
kan cuma ada kita aja kita yang suplai
nah muterin dari keuntungan-keuntungan
itu aja Ini kan aku ada tiga divisi Pak
divisi canvasing divisi toko sama divisi
suplai ke supermarketvasing itu seperti
apa Pak Kalau boleh tahu kirim ke kaki
lima k kaki Li Pak support kaki Li Ya
karena kita sistemnya distribusi du hari
sekali kita kunjungin terus emang ya
ngeretil aja ngirim ke titik-titik
warung-warung kecil itu Pak buah itu
agak susah pak buah itu momen tertentu
ya itu kadang produknya yang bagus itu
belum tentu laku tapi kadang yang enggak
bagus malah laku duluan sama kayak toko
buah sendiri juga seperti itu ramai
belum tentu untung sepi belum tentu rugi
Pak tergantung cara maintain barang itu
tadi mengendalikan barang itu ya itu
p-nya paling jaga stok kosong sama jaga
pelanggan jadi rata-rata transaksi
pelanggan kita maintain setiap hari
Jumlah transaksi kita mainten Setiap
hari kalau sampai dia rugi Kita garansi
Pak jadi pelanggan itu biar Gimana
caranya dia enggak kapok Namanya buah
kan produknya beda-beda ya kadang
sama-sama alpuket kemarin beli bagus
besok dia beli kurang bagus Pak karena
produk alam kita selalu mikirin
masalah-masalah dan nyari solusinya jadi
misalkan alpokat gak akaku kadang jusnya
itu justru alpuket yang laku itu alpuket
yang matang kalau di dalam toko alpuket
yang matang ya enggak laku kan Gu Jadi
pas dijus ya kita bikin seenak mungkin
guitu kita Cari solusinya ada buah
potongnya ada kalau gak laku juga Ma
manajemennya Seperti apa kita ada dari
sistem yahir ada dari sistemku sendiri
ada dari yahir itu mungkin kita lihat
stok w-nya berapa dibanding sama
penjualan berapa kita so tiap bulan Pak
Mulai dari ada yahir itu gini ah mulai
kebingungan Pak permintaan banyak
kiriman banyak orderan banyak ruginya
banyak padahal selisih Untung ada gitu
operasional lupa ngitung kadang Pak Nah
terus dengan adanya yahir itu kadang
kita item-item yang face moving itu kita
udah bisa plan duluan Oh ini yang produk
paling laris 10 itemnya itu kita sudah
plan rata-rata per hari berapa oh 1 ton
ya udah ini jangan sampai terjadi stok
kosong belum ada po pun berani kita
spekulasi ambil barang terus repot-repot
penjualan laporan-laporan laporan
keuangan kalau dulu sebelum ada yahir
kan gambaran aja seolah-olah dari rp.000
jual 35 seolah-olah untung tapi
prosesnya ini yang rugi gitu mulai dari
2016 aku sudah mulai pakai yahir nah
dari situ mulai kelihatan kalau dulu
sebelum pakai yahir itu item-item yang
penting ada barang murah kita hajar kita
ambil tapi belum tentu laku Pak tapi
begitu ada yahir spekulasi kita makin
ningkat kayak ada momen-momen duren itu
history tahun lalu bisa dibaca buat
history tahun ini Terus rata-rata minggu
ini bisa buat rata-rata minggu depan
yang penting yang kita jaga customernya
Jangan sampai hilang aja Zahir itu apa
kok sampai sesignifikan itu program
sistem penjualan itu Pak semua pak back
office itu accountingnya juga Jalan
laporan stok juga Jalan analisa juga
Jalan laporan rugi laaba neraca juga ada
dari situ baru kita bisa ngambil
keputusan mungkin kita di item-item
tertentu Kita rugi tapi item-item
tertentu Kita ada opportunity jadi kita
udah enggak takut Jualan buah ya sama
kayak jualan alfamat indomat aja kalau
alfamat indomat ada barang yang enggak
laku kalau buah juga ada barang yang
rusak itu aja Bapak ibuku dulu juga sama
dia enggak pernah pakai aplikasi
buktinya bisa ngedein anak kan gitu tapi
bisa berkembang buat 1 2 3 sampai 10
enggak sampai bisa berkembang untuk copi
paste orang lain yang jalanin Enggak kan
enggak bisa tapi kalau dengan adanya
sistem ya Itu tadi orang yang enggak
bisa kita ajari lama-lama juga bisa yang
enggak bakan buah juga lama-lama dia
tahu
[Musik]
buah total karyawan sekarang 230-an Pak
rata-rata SD SMP banyak yang dari daerah
Pak jadi ada accounting ada admin terus
ada teknisi terus sales sopir Toko Nah
itu itu aja sih Pak sebenarnya kan
ngilangin rasa takut aja sih Kalau
menurutku kalau anak-anak ini kan sama
kayak sepeda aja yang penting dia berani
awalnya emang enggak bisa tapi lama-lama
kan dia bisa Pak yang penting jangan
takut sama produk-produk mati aja itu
kan barang mati ngapain Kita harus takut
gitu toh semua ini kan ada tutorialnya
ya tinggal ngulang-ngulang aja lama-lama
kan rutinitas tertentu Awalnya dia cuma
bisa baca Oh ini caranya begini masukin
kol lama-lama dia kan bisa nganalisa pak
bisa mahamin apa yang aku kerjakan itu
tadi ngambil keputusannya dia tahu
Selama ada di sini sih karyawan jarang
ada yang resen nambah ya resen tapi
jarang Mungkin dia dikasih tantangan itu
lebih semangat ya Pak kalau betahnya
cuma dikasih gaji tok dia enggak dikasih
tantangan baru Mungkin dia juga
lama-lama jenuh Ya tapi kalau Anak SD
disuruh pegang komputer itu kan bangga
bisa nelepon Maknya Pak di Kampung Mak
aku kerja di kantor kan itu ya ya
sebenarnya kan semua itu kan kita jadi
pegawai juga pelayanan kita usaha
sendiri juga pelayanan tim juga kan
pelayanan juga kan kita ngelayanin ke
tim tim ngelayanin ke kita itu itu aja
sih Pak sesederhana itu jadi kita empati
ke anak-anak atau ke pelanggan pelanggan
juga empati ke kita kita empati ke
barang kita perhatian ke barang barang
juga lama-lama kita rawat sehingga kita
tahu kok selahnya nantinya alurnya gitu
Jadi yang sudah setahun itu kalau yang
dia bisanya di lapangan dia harus bisa
nyopir Pak kalau dia cuma bisa jualan
ketemu pelanggan n dia harus bisa sales
dan Kalau menurutku kalau dia ini
ngelayanin ke pelanggannya tulus dan
bisa ngasih solusi ke pelanggan
sebenarnya pelanggan itu enggak butuh
dia S1 atau SMA kok pak yang dibutuhin
pelayanan dia sama barang dia ini ada
solusi buat dia enggak gitu Ini
operasional biaya operasional gitu kan
Ya sebenarnya sih simpel Pak yang
penting biaya operasional itu enggak
lebih dari 10% itu pasti masih posisi
aman sih Kalau menurutku Nah tinggal
Untuk anak-anak gaji yang gede-gede itu
kan dia tinggal dipush untuk masalah
target penjualan ya itu tadi satu orang
targetnya kalau sales ya R juta gitu kan
Kalau toko satu orang R juta itu itu aja
nanti kalau dia enggak tercapai apa yang
dikerjakan dia ya Bisa nulis harus bisa
bacalah intinya di situ sih dia mau gaji
gede ya dia mau tanggung jawab mau
resikonya Itu konsumen itu Masalahnya
dia nyari barang murah kualitas bagus
itu kan jarang ya yang dari langsung
petani kan jarang Terus petaniku yang
support aku banyak Aku sudah enggak
punya suplai ke mana lagi nih mau enggak
mau kan aku kedorong untuk buka toko
Terus yang kedua buah-buah yang fresh
ini di luaran ini dia enggak tahu teknik
cara menghandle barang itu pak jadi
orang-orang ini selalu yang dijual itu
barang-barang yang udah layak makan tapi
yang layak jualnya dia agak sedikit agak
enggak berani beli barang-barang bagus
begitu kita buka setiap buka enggak ada
namanya logo kebun buah di dalam toko
enggak ada Pak tapi konsumen percaya loh
sama kebun Bua yang kita tawarkan kan
itu tadi kualitas pelayanan terus ya
setiap barang rusak kita garansiah gitu
target kita memang untuk ngasih solusi
ke pelanggan tapi kan
kelemahan-kelemahan kita udah kita
pelajari duluan pak sebenarnya yang
jadiin barang rusak itu apa sih
kesalahannya di mana mulai dari
pengirimannya mulai dari pemilihan
barangnya mulai dari pendisplayan barang
mulai dari pengambilan barang dari
petani ini ini kita pelajarin pak tiap
hari harus dipelajari Pak buah itu
enggak ada yang sukses Sebenarnya Pak
yang tadinya naik pun jatuhnya cepat
bisa resikonya tinggi cara metiknya cara
bawanya cara suplainya cara nurunin
barang cara display itu harus kita
pelajari terus Pak kalau untuk buah
lokal itu tingkat ketuaan sama musim
kadang kalau mangga sekarang sudah mulai
musim hujan Kalau enggak buruburu
dipetik secara barang Kelihatan bagus
tapi dalamnya sudah ada uletnya pakah
itu yang kadang kok konsumen-konsumen
atau supermarket yang lain yang enggak
tahu dia c yang penting Oh ini momen
mangga tapi dia enggak tahu sekarang
mangga sudah ada mulai ulat atau enggak
Wah itemnya sampil ratusan Pak ada buah
impor ada buah lokal ya kalau yang unik
itu duren itu juga asik-asik ngeri-ngeri
sedap lah kalau dibilang kalau kita
orang Jawa tahu tahu luka habis jatuh
dari motor itu apa namanya borok ya
kayak itu kalau kita garuk sedikit ini
enak pak Kalau agak kering itu kan
gatel-gatel dikit kita garuk itu kan
enak tapi kalau kita garuknya kencang
itu kan sakit sama kayak duren kalau
posisi lagi stok kosong permintaan kan
pasti banyak begitu kita datangin banyak
kita sudah mulai pusing duluan nih cara
jualnya Bagaimana gitu siasatinnya kan
Ya itu aku ada yang aku Frozen ada yang
aku jual utuh adaanya Emang aku jual
promo aja gitu Dari sekian banyak buah
yang paling sulit dimainten
mengendalikannya itu buah apa Pak duren
baru untuk item-item yang lain kalau
duren aja bisa kita mengendalikan
apalagi item yang lain sekarang visi-
misinya kebun buah kan sekarang selain
merawat mengendalikan dia ada satu lagi
mengembangkan Pak tuh itu yang jadi
dalam hatiku semua kaki lima atau semua
toko buah ini harus berkembang menurutku
lah cara mengembangkannya itu kan kalau
yang kaki lima ini kita ajarin Cara jaga
stok kosong pak dan jangan sampai
belanja overstock itu awal orang usaha
itu dari situ sampai kita maintain itu
pak kalau yang omsetnya udah agak mulai
tinggi maintainnya sekalian di sistem
yahir kita tawarin program kita tawarkan
dia memudahkan dia untuk belanja sih
untuk maintain
[Musik]
juga jadi yang aku pernah itu Ibuku kan
pernah jualan kaki lima juga dapat duit
dapat ini Tapi bilangnya rugi itu tapi
tiap hari kok punya duit kan gitu Iya
kadang belanja tahu-tahu enggak laku
semua kadang ada permintaan tapi dia
sudah enggak ada duit buat belanja nah
itu yang aku merasa Gimana caranya kaki
lima kaki lima terutama yang di Jakarta
ini cash flow dia sehat barang dia sehat
barang dia fresh sampai ke tangan
pelanggan ini masih segar itu yang visi
misiku untuk mengembangkan kaki lima
kalau yang buah lokal visi misiku untuk
lokal itu ke supermarket terutama itu
jangan sampai dia cuma main promo tapi
barang murahan promo tetap promo tapi
kualitas harus dijaga jadi sekarang yang
kaki lima yang masih aku develop sampai
sekarang kaki lima sampai itu ada kalau
dia emang enggak punya sokes dan omset
dia bagus bisa jualan tak kasih sokes
kok pak ada lagi yang lucu dia bisa
jualan tapi enggak punya modal tak
modalin untung buat kamu aja benan
sampai ada konsepku emang mengembangkan
buah ini kan makanan kesehatan yang
pertama yang kedua orang-orang nganggur
ini kan banyak kalau ikikut ke kebun dua
semua belum tentu dia bisa mengembangkan
diri dia Coba ngikut ke owner yang lain
biar kreatif ownernya yang kita support
dari segi harga dari segi kualitas
mungkin bisa dicpare ke tempat lainlah
Kalau menurutku di situ selama ini baru
ada tujuh Pak Tapi kalau sokes itu sudah
nyebar 100 sokes lebih ke pedagang kaki
lima gratis itu pelanggan aja pelanggan
toko kebun buah mau buka toko itu sampai
diajarin cara jualnya cara bukanya
sampai semua barang itu dari kebun buah
loh Pak ada yang orang-orang yang
pensiunan pengin buka ada yang kita
suplai reseller-reseller itu sampai yang
tadinya dia cuma jualan baju sekarang
Jualan buah ada kenal sama kebun buah
kan skedulku ini merawat ini kan du hari
sekali ini kan stok masih ideal segar
jadi du hari sekali ini pelanggan ini
wajib kita kunjungin pak kalau ada
schedul-nya terus kalau emang ada
kerugian kalau emang kesalahan dari tim
kita ya mungkin dari barang yang busuk
atau barangnya dia enggak segar itu bisa
Kita garansi Kok bisa difotoin ditimbang
kita ada kontribusilah buat ganti
repaksi itu makanya kebun buah selalu
kalau belanja Jangan sampai kita salah
ke supplier kita enggak mau bohongin
orang kita juga jangan sampai Dibohongin
orang kalau filosofi sih mungkin aku
enggak ada terus Sukses juga belum pak
cuma kayak itu tadi selama kita bantu
orang Masa enggak dibantu orang sih itu
aja sih konsepnya kadang kan kita masih
ada kesalahan-kesalahan lah Pak untuk
adik D ke tim ini kan kita susah pak
karyawan-karyawan itu mungkin ya Yang
aku terapin ke dia kalau kamu udah bisa
dan gaji enggak cocok kamu buka sendiri
kebun buah siap modalin barang uang Ini
masalah pembayaran tempo enggak masalah
gitu tapi kalau untuk anak-anak yang
enggak mau berkembang ini kan
seolah-olah kita belum berhasil Pak
Mungkin dia di kampung sudahudah enggak
laku masa di kebun buah juga masih
enggak laku juga terus kamu mau ke mana
lagi lah itu yang kadang merasa belum
sukses untuk dididik orang lebih nyaman
seperti biasa sih Pak daripada kita ini
kan sebenarnya Cuma titipan apa ya kita
ini dikasih kelebihan apa sih kalau cuma
bisa bawa motor semua orang juga bisa
mungkin kita cuma dikasih Jalan titipan
aja begini Itu aja sih kalau ke tim yang
aku ini kan Gimana caranya mereka ini
bisa berkembang kita fokus ke KPI Pak ya
itu kan dulu aku juga pernah di
Indomaret yang kita jaga ini kan jumlah
transaksi sama daya beli konsumen jumlah
transaksi begitu turun berarti kan kita
sendiri banyak yang salah harus kita
benerin kesalahanku di mana nih
pelayanannya kah kebersihannya kah atau
asotmen barang kah ituitu aja kalau
untuk di qps sendiri Ini kan ada
target-targetnya jadi minimal 80%nya lah
baru bisa kita jalan-jalan kalau belum
ya kita masih mikir Tapi selama ini kan
belum pernah tercapai Pak jadi belum
sukses karena banyak orang baru yang
harus kita Didik yang orang lama pun kan
enggak kita biarin harus kita kembangin
lagi kalau enggak dia pasti bosan Pak
itu Jadi tiap hari cuma kerjanya ya itu
tadi mikir masalah-masalah baru aja jadi
biar kita ini enggak terlalu ngelihat ke
atas kita kebanyakan lihat ke bawah Pak
kadang aku nanyain timku sendiri ya
Bapaknya udah meninggal tinggal ibunya
kadang tinggal ya tinggal sendirian Itu
itu kan yang masih banyak PR buat aku
pak kalau aku sampai Arogan nanti
anak-anakku Seperti apa kan gitu sering
tiap hari pasti aku ngobrol ke tim itu
pasti Pak jadi selain Dia bisa kerja ini
harus bisa berkembang dirinya karena
tahu aku ini mindsetnya dia cuma lulusan
SMP yang cuma kerja itu buat cari makan
tapi kan enggak cukup di situ gitu kamu
harus bisa harus punya skill lah minimal
ya skill-skill ini kan yang harus kita
gali Pak kan Ini enggak butuh sekolah
tinggi yang penting konsisten tekun
rajin aja dulu tadi ngihat kan buka
durennya itu kan anak-anak SD SMP itu
tapi skill belah durennya kan rapi lah
Yang kalau dia ilmu sekolah sudah enggak
dapat ya ilm lapangan yang harus didapat
jadi enggak ada target ini harus tak
rakup semua enggak enggak seperti itu ya
itu tadi ngembangin toko ngembangin toko
tanpa pinjaman bank aja Udah ya buat
tim-tim lagi kepala toko harus naik jadi
supervisor supervisor harus naik jadi
manajer orang baru yang tadinya kenek
harus jadi sopir itu itu aja
[Musik]
[Tertawa]
usia berapa sekarang kalau minta Maf
38 masih 38 38 Titik terendah itu dari
kecil Bapak itu aku kelas SMP Bapak
struk Pak tulang punggung keluarga itu
bapak Terus buat berobat berobat berobat
terus kan uang habis ini habis sampai
rumah mau dijual g kan mau enggak
nerusin SMA tapi orang tua masih nyuruh
tapi kalau nerusin uang buat biaya apa
gitu itu pernah Dilema juga pak
ini lulus sekolah langsung kerja di
bangunan itu titik terendahnya Ya itu
tadi aku mau nikah itu enggak punya duit
Pak Iya nikahnya meneng-menengan kalau
bahasa jawone waktu aku enggak pakai
sistem yahir ini awal ngerilus Emang
susah kan kalau prinsipku terkenal dulu
baru laku kalau enggak terkenal enggak
kita enggak bakal laku kalau untuk
terkenal kita harus tahu produknya
begitu udah Gaya itu agak beda sedikit
bukan untuk hambur-hamburan uang enggak
tapi karena enggak ada sistem
manajemennya yang berantakan Pak kiriman
banyak orderan banyak hutang banyak ini
yang pernah aku alamin titik udah gitu
mau nikah ditanyain mertua kerja apa
nganggur kan
itu itu Pak titik terendahnya Jadi waktu
aku habis nikah punya janji jangan
sampai istriku tak bikin susah ya
konsisten aja itu tadi konsisten tekun
ya mau mau kerja l gitu nanti juga
jalannya and sendiri kan yang yang berat
itu bukan Ijab kabulnya tapi setelah
ijab kabul ini kan tanggung jawabnya itu
sebenarnya aku ke tim pun sama kamu
masuk ke toko masuk ke kebun Bua itu gak
pernah tak tanyain Ijah gak pernah tak
tanyain kamu dari siapa tapi setelah di
kebun buah kamu harus bisa apa kalau
belum bisa belajar aja dulu ah tuntutan
belajar juga gak enggak ada batasannya
kok sama kayak aku sekarang aja udah
begitu nikah itu gampang r00.000 jadi
setelah nikahnya ini kan gak mungkin
kita terus Biarin aja gitu Pak tanggung
jawab Bapak waktu aku masih SD ini dia
punya anak buah banyak dia juga main
buah dia ya itu kalau menurut sekarang
mungkin pdca ya planning doing check
action itu Bapak itu setiap hari itu
briefing sama anak-anak buahnya itu
setiap habis magrib itu selalu dikasih
rokok sebungus-sebungus baru diajak
ngobrol Pak tapi habis itu isi Kerjanya
dia ada target sehari dua orang satu
truk dia punya anak buah delapan empat
truk ini harus jalan semua dan Jam .00
sore harus kelar nanti review ulang
hasil kerja sehari tadi yang kamu petik
barang apa ukuran berapa ini review ulah
ngobrol terus jadi Didik anak buahnya
dia ini harus tahu apa yang dikerjakan
sampai pernah aku dengar ke bapak itu
kamu kalau ngikut aku terus kamu enggak
berkembang kamu sekarang nyari barang
aku yang beli barangmu itu yang aku buat
prinsip sampai sekarang di situ Pak Jadi
anda dulu anak buah bapak itu sampai
bisa nyekolahin Anaknya tiga-tiganya ya
Kuliah semua sampai jadi anggota semua
ada itu sampai dia naik haji sampai
tanahnya luas itu muridnya bapak pak
gitu Yang aku terusin sekarang itu di
situ sih yang jadiin aku enggak apa sih
yang disombongin gitu penginnya itu Pak
karena konsepku kan mengembangkan kaki
lima kaki lima yang salah langkah atau
yang udah benar dia harus buka cabang
lagi Dia harus mampu ngembangin kalau
bukan orang kita lagi Siapa lagi yang
berkembang lagi pak yang ngasih mata
pencarian buat orang-orang yang nganggur
kaki lima itu jangan sampai putus as
menurutku harus berkembang Pak yang
tadinya omset segini jangan puas diri
harus nambah lagi naik lagi karena buah
ini unik kalau enggak spesialis ini
susah jualnya kalau dia udah setiap hari
megang harusnya dia udah ada profit bisa
jaga stok itu tadi yang tadinya punya 5
cabang harus punya 10 cabang gitu dan
kebun buahnya sendiri tokonya sendiri
pun sama Pak toko itu setiap bulan aku
nyetak karakter nyetak kader-kader ini
ada tiga jabatan MD asisten sama kepala
toko yang sudah kepala toko ini ada
kepala toko Junior ada kepala toko
senior yang Junior kasih kesempatan
untuk jadi senior yang kepala toko lama
ah nyantai aja dulu kamu nongkrong
sambil nunggu toko buka lagi jadi tim
juga harus berkembang toko harus
berkembang kanvas harus berkembang kaki
lima harus berkembang itu prinsipku pak
pesan-pesan ke kaki lima itu jangan
belanja di waktu dia lapar jadi nanti
biar dia enggak salah belanja terlalu
ambisi juga enggak bagus makanya butuh
ada data dat yahir butuh ya minimal
kalau enggak ada data yahir minimal ada
pencatatanlah keluar masuk uang itu yang
pernah aku alami lihat di kaki lima
Kenapa dia penjualannya ramai tapi
uangnya enggak ada karena pencatatannya
enggak ada Pak Jadi kalau bisa itu
seluruh Indonesia l mungkin khusus yang
di Jakarta kaki lima ini jangan sampai
kalah sama modern market modern market
alfamat indomat ini dia emang punya
modal tapi dia kan enggak punya skill
karyawan-karyawan baru semua 4 bulan 6
bulan dia diolling yang pedagang dagang
kaki lima Ini kan setiap hari dia megang
Harusnya dia yang lebih unggul kan gitu
main tiap hari latihan tiap hari Masa
kalah sama yang jarang latihan itu sih
Pak kalau untuk semua orang jangan
sampai asal usaha Pak harus ada namanya
punya pemilihan kalau khusus buah ya
punya supplier yang kuat Pak yang yang
Emang kredibilitasnya dia sudah enggak
dirakukan lagi karena salah belanja
menentukan langkah selanjutnya Pak itu
yang paling bahaya mod berap pun habis
kalau dia seperti itu saya Rohman yang
alamat di Harapan Indah owner dari kebun
buah asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:32:21 UTC
Categories
Manage