File TXT tidak ditemukan.
File TXT tidak ditemukan.
Tinggalkan Posisi SPV Sampoerna & Nekat Usaha Kuliner Sambal Bawang Modal 13 Juta
uCQXELyhaz4 • 2024-11-29
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
hampir setiap hari kita berantem Mas
dengan istri itu hampir setiap hari kita
berantem itu pagi malam itu hampir
setiap hari kita banting-bantingan pintu
itu sudah biasa bagi kita itu istri
banting pintu jebret kita banting pintu
jebret anak jadi korban kadang dengar
anak juga ngelihat kita berantem setiap
hari itu yang akhirnya apa ya membuat
kayak merasa saya merasa Koh hidup saya
kok jadi menjadi kurang berkah gini ya
gitu karena itu saya benar-benar
Nelongso Mas itu ya kenapa ya saya
secara finansial secara ini sama sekali
tidak ada masalah saya beli apapun bisa
saya ee misalkan pengin apapun mampu
Tetapi kok secara keluarga saya kok
seperti ini
gitu Ini yang saya kenapa Saya
mensyukuri punya istri saya ini ya pada
saat saya jatuh itu saya ingat betul itu
dan saya kalau bicara ini pasti nangis
Saya pasti nangis istri saya itu sampai
tasnya itu sobek-sobek mas ya Allah saya
itu benar-benar ya Allah suatu saat saya
harus bagiakan mereka gitu mudah-mudahan
bisnis ini bisa lancar bisa sukses
[Musik]
gitu asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh
Perkenalkan nama saya zaim fatawi alamat
di Jalan WR Supratman Gang 13 Nomor 1 di
Kota Blitar saat ini kami bisnis
kebetulan di kuliner membangun brand
kuliner ini Mulai tahun 2016 kemudian
berkembang di satu brand di Tahun
2022 kemarin kita membangun satu brand
lagi tetapi yang paling panjang yaitu di
sambal cobek Mbok jilah itu usianya saat
ini sudah sudah 9 tahun ya masuk jalan 9
tahun 2002 itu kita bangun brand bakso
tetelan Cak Tam itu saat ini sudah
berkembang di empat outlet juga lebih
fokus di bakso ya dan tersebar di
wilayah Blitar dan Tulungagung aktivitas
saya sebelum di kuliner saya dulu
profesional Mas beberapa perusahaan juga
sampai terakhir saya di salah satu
perusahaan yang multinasional cukup lama
di situ sampai posisi yang mungkin sudah
middle up kemudian di tahun 2005
Saya memutuskan untuk resain Ya karena
memang banyak pertimbangan waktu itu
karena saya harus mobile ke luar kota
bahkan sampai ke luar pulau juga gitu ya
per 2 tahun sekali pindah 2 tahun sekali
pindah sehingga saya galau Akhirnya saya
berpikir ini sampai kapan seperti ini
gitu ya walaupun Posisi saya sudah cukup
bagus tetapi saya berpikir ini sampai
kapan saya banyak kehilangan momen di
situ gitu ya momen Keluarga banyak yang
saya kehilangan saya harus pulang
setahun sekali paling cepat ya 6 bulan
sekali baru pulang it pun dengan biaya
yang besar gitu ketika kita pas
penempatan di luar Jawa gitu ya dari
kegalauan itu akhirnya Saya memberanikan
diri di tahun 2015 Saya memutuskan untuk
resain untuk pulang ke Jawa Kebetulan
saya mendapatkan jodoh di Blitar
sehingga saya memutuskan untuk pulang ke
Blitar dan membangun bisnis di Kota
Blitar Saya di perusahaan terakhir itu
menjabat sebagai supervisor perusahaan
multinasional ya pthm Sampurna Pak pada
saat saya masuk di sampora itu 1 tahun
teradi peralihan diakuisisi oleh
piliporis internasional di posisi itu
kita sudah mobile gitu ya jadi sudah
megang wilayah gitu ya jadi ketika saya
ditempatkan di satu wilayah itu biasanya
megang sampai empat kabupaten gitu Jadi
saya pernah di Tarakan Malinau Nunukan
Nah itu ada tiga kabupaten kemudian saya
juga pernah di Kalimantan Selatan paling
jauh itu sebelum Saya memutuskan untuk
resain itu saya ditempatkan di Papua di
Timika Setelah itu saya putuskan untuk
balik ke kampung halaman gitu ya
tepatnya kampung halaman istri itu di
Kota Blitar itu rokok di Papua laku atau
tidak Itu di sana justru Laku keras itu
ya khususnya di Papua itu karena memang
di Papua itu agak unik waktu saya
terakhir pengalaman saya ke sana itu
bahwa uang itu paling kecil itu r.000
gitu kalau beli permen atau apa itu
minimal r5.000 jadi karena waktu itu kan
belum Sekarang sudah ada penyetaraan
kayak harga BBM itu sudah setara
nasional itu sama harganya kalau dulu
Memang mahal di sana Mas jadi bisa
Rp50.000 r0.000 Jadi kalau waktu itu
kita kebetulan di Sampurna itu harga
jualnya juga cukup tinggi jadi dibagi di
mereka di sana juga enggak ada masalah
gitu ya cukup Laku keras gitu apalagi
khususnya di Timika itu sendiri karena
mereka di sana ada Freeport ya jadi dari
informasi yang saya dapat itu bahwa
khususnya warga di Timika yang asli sana
itu memang mendapatkan kompensasi dari
Freeport ya jadi memang secara ini tiap
bulan mereka pegang uang yang cukup
besar gitu ya kira-kira seperti itu gitu
[Musik]
kebetulan karena ini perusahaan
multinasional ya pada saat diambil alih
itu kebetulan secara saleri sebenarnya
Enggak ada masalah bagi saya gitu ya
gaji cukup besar fasilitas cukup lengkap
Saya bahkan mobil dapat HP pulsa
semuanya disupport gitu ya kalau secara
finansial pada saat saya di Sampurna itu
tidak ada masalah gitu ya Bahkan Kalau
saya ke mall itu sudah enggak ngelihat
harga waktu itu gitu ya jadi mana yang
disuka tinggal ambil gitu pada saat itu
tapi lebih dari itu ada kegalauan itu
karena tujuan kita sebenarnya kalau saya
pribadi tujuannya Kara kita ketika
bekerja ketika Ini kan mau membahagiakan
keluarga gitu ya tetapi saya merasa itu
kurang tercapai jadi work Life
balance-nya itu Jadi kurang gitu jadi
kayak pikiran saya itu lebih banyak di
perusahaan gitu seperti kita sudah
dibeli gitu ya jadi kadang kalau kita
pas banyak pekerjaan pas stres itu
sampai rumah kita marah-marah sama istri
jadi kena gitu istrinya gitu membuat
saya berpikir akhirnya memutuskan untuk
resen tetapi enggak gampang gitu ya
karena dalam posisi yang seperti itu
namanya orang tua ya Mas ya terutama ibu
saya ini kan juga senang sekali gitu
Ketika saya sudah di perusahaan yang
cukup bagus dengan gaji yang cukup bagus
itu merasa namanya orang tua kan senang
gitu ya wis bangga tenang segala macam
nah Ketika saya menyampaikan itu saya
mau resain bu ah itu terjadi pergolakan
luar biasa gitu kita meyakinkan itu
enggak gampang gitu tapi saya minimal
dua orang ini harus Oke gitu Ketika saya
memutuskan resain itu Ibu saya oke istri
saya oke nah walaupun akhirnya
perjuangan meyakinkan Ibu ini akhirnya
beliau setuju Rida yang penting dua
orang ini Rida gitu ya kemudian istri
istri ini kita yakinkan yang penting
kita ke depan planning-nya Seperti apa
itu kita yakinkan kepada pasangan kita
dan alhamdulillah dua orang Bidadari Ini
akhirnya menyetujui akhirnya Rida
sehingga kita dalam melangkah itu
menjadi benar-benar tenang dan sangat
mantap untuk akhirnya kita memutuskan
untuk resen membangun bisnis di kota
halaman kita ini Mas di momen bekerja
tadi pernah sampai memarahi istri itu
semarah apa dan sampai sekonlik apa
kalau hampir setiap hari kita berantem
Mas dengan istri itu hampir setiap hari
kita berantem itu pagi malam gu hampir
setiap hari kita banting-bantingan pintu
itu sudah biasa bagi kita itu istri
banting pintu jebret kita banting pintu
jebret anak jadi korban kadang dengar
anak juga ngelihat kita berantem setiap
hari itu yang akhirnya apa ya membuat
kayak merasa saya merasa woh hidup saya
kok jadi menjadi kurang berkah gini ya
gitu karena itu saya benar-benar
Nelongso Mas gitu ya kenapa ya saya
secara finansial secara ini sama sekali
tidak ada masalah saya beli apapun bisa
saya ee misalkan pengin apapun mampu
Tetapi kok secara keluarga saya kok
seperti ini gitu dan itu memang saya
akhirnya menyadari itu bahwa efek dari
yang diakibatkan dari karena saya polisi
saya sudah stres gitu ya di perusahaan
dari target segala macam itu yang
membuat kita benar-benar pikiran luar
biasa pulang itu harusnya kita sudah
meletakkan urusan Perusahaan kita pulang
fokus ke keluarga tapi nyatanya enggak
gitu sampai rumah itu masih mikir gitu
ya jadi benar-benar akhirnya istri
ngomong apa gitu nadanya agak sebenarnya
Enggak ini kita sudah langsung naik pita
banting pintu jebret banting ah itu
benar-benar luar biasa kalau kalau saya
sekarang teringat itu gitu ya Allah
Astagfirullahalazim ini betapa saya
berdosa gitu sama keluarga itu padahal
tujuan kita itu kerja tujuan kita
mencari nafkah Itu kan untuk
membahagiakan keluarga itu tapi faktanya
pada saat itu benar-benar loh keluarga
saya kok malah enggak dapat perhatian
Malah dapat ampasnya aja Malah dapat
kita jadi marah-marah jadi ini nah ini
udah enggak sehat bagi saya dan ini
sampai kapan itu akhirnya Saya
memutuskan benar-benar berani mengambil
langkah itu tadi gitu mas
[Musik]
pas cariin ternyata gini tidak semudah
yang kita bayangkan ternyata gitu
sebelum resen kita sudah punya planning
gitu ya bahwa kita nanti bakal membangun
bisnis ini ini ini berbekal pengalaman
kita pada saat di perusahaan gitu ya
kita di perusahaan itu Di trining Mas
setiap bulan gitu mengenai leadership
membangun tim mengembangkan cabang
segala macam gitu kita merasa bekal kita
sudah cukup gitu tapi kita ini kan
enggak ngerti ilmu bisnis mas kita itu
sama sekali enggak ngerti ilmu bisnis
yang tahu adalah kita mindset kita
sebagai karyawan mindset kita belum
sebagai pebisnis jadi enggak tahu ilmu
bisnis tu harus kita dari sekian cash
flow yang kita punya berapa yang harus
kita pakai untuk bisnis segala macam
kita enggak tahu sama sekali akhirnya
kita dapat pesangon dari perusahaan kita
dapat pencairan BBS segala macam kita
kumpulkan itu 80% kita pakai untuk
bisnis waktu itu hampir reng miliar ya
ya Mas ya itu 80%-nya kita pakai untuk
bisnis ini kesalahan saya saya akui baru
sadar saat ini itu kenapa karena satu
cash flow-nya terlalu saya maksimalkan
di situ yang kedua saya terlalu sombong
merasa ilmunya sudah punya pada saat di
perusahaan itu saya kita juga jadi
konselingnya distributor agen-agen k
kalau ada masalah gini gini gini gini
itu kesalahan saya gitu berikutnya Saya
merasa bisa sendiri gitu ya nyatanya itu
enggak gampang gitu ya Dan yang
berikutnya ini kesalahan kan menurut
saya cukup fatal gitu ya Dan ini mungkin
pelajaran juga bagi teman-teman yang
mungkin punya pikiran untuk resain mau
bangun bisnis gitu kebanyakan setelah
resign dari perusahaan besar itu ada
gengsi ketika kita memutuskan bisnis
maunya gede gitu jadi nanti kalau ada
teman-teman datang itu bisnisnya
Kelihatan bagus gitu Jadi kalau dilihat
nanti W bisnisku ini loh terlepas mau
jalan enggak jalan pokoknya bisnisku
gede dulu gitu nah ini sebuah kesalahan
menurut saya gitu Jadi kalau kita resign
sebenarnya harusnya gengsi sudah
hilangin aja kita sekian persen dari cas
ambil 10% misalkan udah kita untuk
bisnis itu Nah itu enggak saya lakukan
karena belum tahu ilmunya gitu pada saat
itu 80% kita habiskan untuk itu
membangun itu karena ada gengsi juga
nanti kalau ada teman-teman datang oh
bisnis saya gede loh gitu Nah itu sebuah
kesalahan mas baru Saya Sadari saat ini
gitu ya jadi benar-benar saya habiskan
di situ tapi manusianya berencana itu
Allah ternyata berkehendak lain usaha
itu harus gulung tikar juga gitu
Akhirnya saya berpikir gitu opo sih ya
kira-kira yang menjadi penyebab Saya
gagal itu Oh ternyata ini ternyata ini
gitu Akhirnya saya memutuskan istri saya
saya suruh belajar masak pakai itu yang
simpel enggak usah neko-neko karena juga
bukan koki tapi basicnya bisa masak lah
ya terus kita juga coba riset Apa sih
yang punya peluang di Blitar gitu ya
yang semua orang senang tapi yang kita
buat diferensiasi yang agak berbeda apa
ya gitu saya mikirnya akhirnya kita
riset itu itu kok lalapan-lalapan itu
eksis ya kadang puluhan tahun itu masih
ada itu saya kalau di puta Belitar ada
pasar Legi itu depannya pasar Legi itu
lalapan itu eksis bertahun-tahun ya
berarti ini substain gitu ya berarti
kuliner ini menjanjikan gitu ya lalapan
ini menjanjikan cuman akhirnya supaya
beda apa ya kita beda dengan lain
akhirnya kita mikir apa sambal bawang ya
karena kebanyakan di sini kan sambal
tomat Mas makanya sambal tomat saya
survei satu-satu itu kuliner itu saya
tanya sambal bawangnya ada Ada Pak
kadang kalau minta ada tapi enggak
terlalu digemari gitu Wah Tapi minimal
ada tapi saya mikirnya adalah bahwa kita
ini basicnya kan dari Desa semua toh Mas
S posisi enggak senang sambai bawang
basicnya kan seperti itu gitu Akhirnya
saya memutuskan buka basicnya lalapan
lah ya tapi menggunakan sambat Bangs
waktu itu belum ada Mas pergeprekan
segala macam belum ada tahun 2015 belum
sebooming saat ini ya pergepran jadi
termasuk kita itu pertama ya perusah
lalapan pakai sambal bawang itu pertama
gitu Akhirnya saya bangun sambut bawang
cobek mok jilah itu di tahun 2016
seadanya karena memang kondisinya kan
sudah ngdrop semua ini posisi cash flow
kita benar-benar sudah habis mas saya
ingat betul itu pada saat itu uang saya
cash flow saya ya kalau aset punya tapi
kan enggak gampang dicairkan pada saat
itu gitu cash flow punya tinggal R juta
Pada saat itu uang tinggal R juta Gitu
dengan modal seadanya itu Saya
memberanikan diri untuk buka itu makanya
apa Cari tempat saya di jalan wratman
itu dulu sepi mas Kenapa bukan karena
tempatnya paling cocok enggak yang murah
saya cari halaman orang saya cari
halaman orang yang enggak ada atapnya
saya atapi sendiri saya cari tukang itu
bukan yang bagus cari tukang yang paling
murah bisa enggak bisa pokoknya paling
murah makanya Mas pada saat saya berdiri
itu kalau hujan bocor dari depan sampai
belakang itu bocor semua itu karena apa
tukangnya memang enggak ahli tapi kan
murah banget itu karena dengan uang 13
juta itu Bagaimana saya bisa membuka
kuliner itu gitu seadanya itu dengan
uang seadanya itu sudah termasuk sewa
tempat loh ya waktu itu sewa tempat R5
juta 5 juta untuk Siwa tempat Rp8 juta
itu untuk buka termasuk bangun tempat
nya termasuk bangun itu ya R juta itu
saya cukup makanya saya ingat betul pada
saat itu pada saat kondisi saya ng-drop
itu saya beli bensin Rp20.000 aja udah
mikir Mas saya mengajak makan keluarga
itu sebulan sekali itu udah bagus itu
itu benar-benar titik Kondisi saya
terbawah itu saya ingat betul ini yang
saya saya benar-benar ini kenapa saya
mensyukuri punya istri saya ini ya pada
saat saya jatuh itu saya ingat betul itu
dan saya kalau bicara ini pasti nangis
Saya pasti nangis pada saat saya belajja
itu kebutuhan peralatan di cobek waktu
mau buka itu istri saya itu sampai
tasnya itu sobek-sobek mas ya Allah saya
itu benar-benar ya Allah suatu saat saya
harus bagiakan mereka gitu mudah-mudahan
bisnis ini bisa lancar bisa sukses gitu
karena saya betul-betul ngelihat
lerekannya rusak itu karena saya enggak
mampu untuk membelikan saat itu mas
benar-benar cash FL Saya habis itu dan
alhamdulillah setelah kita buka ya
awalnya enggak responnya enggak terlalu
bagus gitu ya karena kita harus
ngedukasi ini sambalnya sambal bawang
orang balik lagi gitu ya tomatnya Enggak
ada enggak ada ah Bu ini sambal bawang
Git nyoba gitu balik gitu ya saya ingat
omset saya pertama itu 297 itu saya
ingat GU dan pelanggan pertama saya juga
saya masih ingat itu empat anak kecil
anak SD itu wah itu pertama itu saya
buka jam 10 itu saya keluar itu sudah
ada pelanggan Bun belum karena ya saya
ngulek Mas istri saya yang goreng-goreng
saya ngulek dua orang karena kan enggak
mampu bayar karyawan kondisi ngedrop
semua kita telateni gitu Alhamdulillah
omset makin tambah naik tambah naik
tambah naik Alhamdulillah sampai saat
ini gitu
[Musik]
momen untuk pada saat saya bertumbuh Mas
itu sebenarnya perjalanan cobek dari
awal itu juga berdarah-darah itu saya
sewa tempat itu 2 tahun itu sewa tempat
itu 2 tahun omset saya itu mulai naik
mulai naik mulai naik di saat 1 tahun
pertama cobaan bagi kami gitu saya
datang ke memilik tempat pada saat itu
karena sudah mulai jalan sudah mulai
agak bernafas sudah mulai bisa ngajak
jalan-jalan istri walaupun ya belum ke
tempat yang mewah atau apa sudah bisa
ngajak jalan-jalan istri anak makan di
restoran atau apa nyenengne merek lah
gitu ya di 1 tahun itu kita memutuskan
mau nemui si pemilik tempat untuk kita
perpanjang Bu ini Boleh enggak saya
perpanjang 10 tahun gitu enggak boleh
Mas kalau 5 tahun enggak boleh ini
bolehnya n dibeli atau jenengan Pindah
loh saya kaget betul pada saat itu mas
harus dibeli berapa Bu kalau dibeli Bu
1,7 m Aduh saya langsung sok gitu Mas
itu sama dengan ngusir saya sebenarnya
gitu ya dengan harga yang enggak masuk
akal ini padahal pasaran di sini ya
enggak segitu gitu walaupun gitu di
bawah itu pun saya juga enggak punya
duit pada saat itu gitu Wah saya syok
benar-benar akhirnya ini mau enggak mau
gimana caranya ya saya tetap harus bisa
melanjutkan bisnis ini Akhirnya saya
putar otak Mas gimana caranya bisnis ini
bisa lanjut waktu itu mikirnya kalau
terlalu jauh Nanti kita bangun lagi
babat lagi dari awal itu mikirnya kita
dekat-dekat sini aja kita tanya-tanya
gitu customer kita juga kita tanya
dekat-dekat sini Bu ada tempat Enggak
sekitar sini terus kita keliling setiap
hari Bu ini boleh enggak ini disewa
jatuhnya mahal-mahal semua mas tidak ada
niat untuk beli tempat pada saat itu
sewa tempat belum mampu beli tempat itu
akhirnya kok enggak dapat-dapat ya Ada
sewanya mahal kemudian kok ada satu
tempat gitu ya tempatnya itu kosong gitu
jarak sekitar 200 m dari tempat saya
yang lama gitu ya ibaratnya udah
strategis bangetlah dekatlah Kita pindah
pun enggak ini dan tempatnya besar gitu
ya tapi dijual gitu iseng-iseng Saya
tanya Bu ini disewakan enggak Enggak Mas
ini dijual dijual berapa Bu dijual rp00
juta Boleh nego Bu boleh Oke Bu nanti
saya hubungi lagi gitu padahal enggak
Niat beli itu mas tapi kita sudah
Terusir ini harus pindah atau membeli
dengan harga segitu di tempat kita yang
sudah eksis itu mas akhirnya kita
ngobrol sama istri gimana ya kita punya
punya aset pada saat itu Mas punya rumah
di kota juga hasil saya di perusahaan
juga pada saat itu itu ya baru selesai
dibangun dan belum lama saya tinggali
sekitar 3 bulan lebih gitu Ya tapi kan
butuh waktu untuk menjual gitu ngomong
sama istri gimana kalau kita beli aja
gitu ya Ini rumah kita kita jual kita
belikan di situ gitu Itu yang paling pas
Kayaknya gitu dan saya nelepon yang
punya rumah Bu Baik Bu ini saya tertarik
dengan tempat Ibu saya mau beli gitu nah
enggak lama Mas dari itu ibunya itu kok
kebitar gitu woh berarti ini serius ini
ibunya ini dan saya harus serius juga
komitmen Saya mau beli ituitu berarti
saya harus Akhirnya ketemu gitu kan
ketemu ditawarkan 700 saat itu gitu ya
langsung saat itu Mas belum punya uang
belum megang uang langsung saya tawar Bu
650 Boleh Bu Boleh Mas loh padahal belum
punya uang pada saat itu gitu tapi sudah
pikir nanti gitu Bu saya DP R1 juta
boleh boleh Mas saya DP R1 juta Pada
saat itu mas terus nanti kita bayarnya
kita Cicil ya Bu ya kita termin gitu
orangnya Alhamdulillah Boleh Mas
Alhamdulillah pada saat itu orangnya
pulang R juta saat DP pikir saya kalau
nanti ruahnya enggak kejual Ya sudah deh
R1 juta hilang gitu ya tapi
Alhamdulillah mas qadarullah benar-benar
ini sudahah Allah sudah ngatur yang
awalnya ini sempat berpikiran kok enggak
adil bagi saya ya yang bisnis sudah
mulai jalan sudah kita mulai agak nafas
tapi kok cobaan datang gitu Ya kita
harus pindah tempat ini kan berat bagi
kami Mas Setelah perjuangan panjang tadi
gitu ya Setelah titik terendah saya gitu
Harus hanya punya cash flow segitu
ngajak makan anak istri aja sudahah
berat itu tadi Titik terendah saya itu
tadi sudah mulai bangkit kok ada ujian
seperti itu Sempat berpikir Ya Allah ini
kenapa ini ujian ini datang pada saat
ini gitu sudah mulai jalan sudah mulai
ini awalnya Saya mikir itu mas dapat
uangnya dari mana gitu ya Nah akhirnya
Mas Ketika saya sudah DP R1 juta Saya
tawarkan nih rumah Ini rumah saya gitu
Saya tawarkan 800 pada saat itu G tapi
alhamdulillah Mas rumah saya ini terjual
seharga dengan nilai yang saya harus
beli tempat ini R50 juta ya Allah saya
benar-benar bersyukur berarti ini sudah
jalan dari Allah saya untuk pindah
tempat ke tempat baru jadi benar-benar
tempat yang kita tempati pusatnya cobek
saat ini tidak ada niatan sebenarnya
untuk mengembangkan menjadi lebih besar
atau apa tidak sebenarnya awalnya kalau
dulu mungkin ibunya itu boleh saya
memperbanjang 10 tahun mungkin saat ini
saya masih di sana mas karena usia cobek
saat ini kan 9 tahun Berarti mungkin
masih ada sisa 1 tahun di tempat lama
yang tempatnya cuman ukuran 3 m * 10 m
dengan atap yang seadanya kalau hujan
bocor dari depan sampai belakang mungkin
masih di situ tapi gara-gara ibunya itu
bilang saya harus pindah dari situ
Akhirnya saya bisa membeli tempat ini
dan sampai hari ini kita masih eksis dan
alhamdulillah saat ini kita memiliki
empat cabang untuk cobek Mbok jilah
sendiri gitu
[Musik]
Mas jadi awalnya dulu saya sama Mas
enggak berani membuka cabang pada saat
itu saya pindah ke tempat baru
Alhamdulillah pada saat itu omset
meledak Mas tiga empat kali dari omset
sebelumnya yang di tempat lama gitu
Alhamdulillah kita syukuri betul itu ya
Allah ternyata Allah itu maha adil itu
ternyata ini sudah rencana Allah gitu
pindah ke tempat baru oms kita besar
kita bisa bangun dua lantai di tempat
baru ini tapi itu belum berpikir buka
cabang gitu nah pada saat itu saya masih
tungguin sendiri Mas kasir saya sendiri
Semua sistem saya masih sendiri belanja
juga dibawa saya sendiri saya ke pasar
sendiri masih sendiri semua gitu Dan
suatu ketika pada saat itu ketika bisnis
sudah mulai jalan ramai itu tentu banyak
teman-teman dari komunitas lain atau
dari kampus pada saat itu kan pengin
kita berbagi Mas pada saat itu Kebetulan
saya ingat pada saat itu saya ngisi
materi seminar di Unisba di Universitas
eh Islam Belitar nah pada saat itu
Kebetulan saya pemateri ini barengan
dengan pemateri lain dari komunitas TDA
pada saat itu kayak Komunitas Pengusaha
tangan di atas itu ketua Kom Mas nanti
datang Mas kalau kita kobdar Mas gitu
banyak belajar bisnis di situ gitu Nah
akhirnya itulah momentum saya Mas berani
buka cabang gu saya datang ketika kopdar
Oh ternyata ilmunya seperti ini ya
ternyata kita harus bangun bisnis
seperti ini yang benar seperti ini loh
bisnis itu kita harus cash flow berapa
persen kalau kita punya cash flow kalau
mau buka bisnis berapa persen kalau kita
mau buka cabang Seperti apa itu saya
banyak belajar di komunitas tersebut Mas
di situ banyak belajar akhirnya
memberanikan diri untuk buka cabang itu
di Tulungagung Pak pada saat itu mas di
tahun 2018 saya buka cabang pertama di
Tulungagung ya itu momentumnya adalah
dari situ gitu makanya saya sekarang
nyarankan teman-teman itu kuncinya
bisnis itu kita berjejaring kita harus
punya komunitas itu karena momentum saya
naik bisnis saya adalah karena komunitas
kalau teman-teman bisnis Saran saya dua
itu Bangun jejaring dan jadi pembelajar
yang bagus jangan pernah lelah untuk
belajar Sebesar apapun bisnis kamu
karena bisnis ini dinamis Mas dan satu
lagi kita harus punya mentor dalam
bisnis itu Jadi kalau ada ilmu bisnis
kalau kita enggak punya mentor kita jadi
punya pikiran sendiri tentang ilmu itu
gitu jadi harus ada yang ngarahkan yang
betul seperti ini loh kalau bangun
bisnis seperti ini loh yang benar
seperti ini tetap harus ada yang
ngarahkan Mas itu Saran saya sih cash
flow dalam bisnis saya ya Mas ya untuk
menjaga supaya bisnis saya tetap eksis
segala macam karena bisnis saya ini juga
agak unik mas karena memang berkaitan
dengan satu bahan baku utama yang
harganya juga naik turun kadang bisa
melonjak sampai r100.000 pernah itu
karena bahan baku utama kita cabe karena
bisnis kita ini agak beda Mas Jadi kalau
datang ke sini tuh cabai sesuai request
bahkan rekor tertinggi kita ada cabai
150 mas kita layani juga di situ gitu
saya ini termasuk bermathhab ngambil
untung enggak terlalu besar Mas saya
cuman ngambil margin kotor itu 25%
kemudian operasional kurang lebih 15%
margin bersih kami cuman 10%. kalau
harga cabe tinggi Gimana Pak saya cuman
ng-eset paling turun margin kotor saya
turun di 20% operasional saya 15% saya
masih dapat margin bersih sekitar 5% Nah
kalau saya pribadi Mas ini kan masuk
uang perusahaan semua ya Kalau saya
pribadi digaji Gaji saya berapa Saya
ngobrol sama istri sebenarnya kebutuhan
berapa sih untuk makan berapa untuk anak
sekolah berapa itu kita cukupkan di situ
Mas berapa R juta R juta R3 juta Oke R3
juta kita kunci di situ tapi kan dari
tahun ke tahun tentu ya Mas kebutuhan
pokok naik segala macam kita obrolkan
lagi juga jangan kita sakle pokoknya mau
enggak mau sekian istri cukup enggak
Cukup sekian enggak juga tetap kita
obrolin sama istri ya makanya kita
banyak nemukan ya ya bisnis yang ramai
eksis tapi ketika merpancang tempat
enggak bisa karena cash flownya habis
habis ketika bisnis bagus ada uang untuk
beli ni handphone baru lagi saya itu
handphone itu kalau enggak jatuh pecah
enggak beli mas saya itu kalau kaos itu
kalau enggak Lebaran enggak beli kalau
itu enggak dipaksa istri beli enggak
beli saya Mas tipikal sudah Eman bagi
saya karena betapa saya perjuangan untuk
mendapatkan uang itu enggak gampang gitu
Istilahnya ya jadi benar-benar saya jaga
betul Kita komitmen kalau perusahaan ya
uang perusahaan jangan dipakai sesuai
gaji kita gaji kita kalau tahun depan
kita naik kita hitung masuk gak mungkin
gak gitu gaji kita saya sebagai owner
gajinya naik mungkin kalau gak mungkin
jangan naik dulu saya sebagai owner
harus komitmen di situ Mas gitu
kira-kira
Mas pada saat kita bangun bisnis ini Mas
pada Masa terpuruk ini tadi gitu ya
akhir akhirnya kita akan nyadari betul
bahwa ternyata sulit ya kita bisnis cash
flownya jadi enggak sehat Berarti saya
ini benar-benar harus ibaratnya
mengencangkan ikat pinggang gitu ya
karena saya juga mikir tabungan kan
terkuras terus kita dari bisnis itu
belum lancar pemasukan otomatis kan
pakai tabungan terus ya tabungan
berkurang berkurang otomatis kan kita
bagaimana ini bisa ngirit Mas Jadi
benar-benar harus Segara pengeluaran itu
kita catat dan itu terbawa sampai
sekarang itu bahkan beli Rp1.000 pun
belikan jajan anak 1000 itu sa mas
sampai hari ini kalau jenengan lihat ke
rumah buku saya itu itu sampai hari ini
pengeluaran hari ini Rp1.000 pun Rp500
itu ada tercatat mulai tahun 2015
Kemarin Mas J itu terbiasa sampai
sekarang karena betapa pada saat itu
transisi pada saat itu saya harus
keluarkan saya maksimal sekian
pengeluaran saya bulan ini supaya saya
bisa hidup menggerusnya tabungan Biar
enggak banyak sampai nanti bisnis saya
settle dan saya punya penghasilan lebih
jadi itu saya bangun betul-betul saya
batasi betapa cash flow ini belum banyak
masuk Akhirnya saya ngerus tabungan itu
biar tabungan ini bertahannya lebih lama
gitu ya saya batasi betul di situ
akhirnya apa lama-lama terbiasa Mas ini
Oh iya saya beli sendiri Oh lama-lama
terbiasa bahwa oh enggak perlulah ini oh
ini akhirnya ya itu tadi kebawa sampai
sekarang gitu kalau baju aja sama istri
enggak dibelikan atau ini saya juga
enggak beli mas karena terbiasa Betapa
kita sulitnya di awal untuk dapat
penghasilan itu dari bisnis itu tadi
gitu Mas Jadi gini pada saat bukan hanya
di Indonesia nasional pada saat itu
tahun 2020 kita dapat ujian
bareng-bareng itu ada covid ya itu cukup
menguras pikiran kita pada saat itu
omset kita lagi gede-gedenya gu kita di
sini bagus di tuluangkung bagus tahun
2020 tibalah pandemi yang benar-benar
menguras pikiran kami segala macam omset
kita drop semuanya tapi alhamdulillah
saya syukuri Mas Tidak ada satu pun saya
membiaka karyawan Alhamdulillah itu saya
syukuri betul akhirnya setelah pandemi
waktu itu 2 tahun ya Mas ya mulai
membaik setelah pandemi after pandemi
ini mulai membaik Saya sempat buka lagi
cabang ketiga kami terus kami buka lagi
cabang keempat terus saya berpikir pada
saat itu mas brand Saya cuman satu gitu
ya terus kayaknya brand ini pada saat
ini kompetisinya juga cukup banyak
Insyaallah bisa eksis tetapi untuk
jangka panjangnya kita mikir Bagaimana
ya ke depannya gitu kita akhirnya
berpikir bisnis yang pada saat itu cukup
eksis apa bisnis pada saat itu cukup
bertahan cukup kuat walaupun keserang
pandemi segala macam apa akhirnya kita
berpikir ke situ Mas kita amati betul Oh
ternyata salah satunya bakso ini pada
saat waktu kita berdarah-darah pada saat
pandemi ini m ayam bakso ini kok tetap
Ramai ya gitu ya saya pikirnya gitu itu
Akhirnya saya punya pikiran pada saat
itu wah ini suatu saat ini kalau saya
punya dana ini kita kayaknya bangun
bakso ini mulailah kita ret mas kita ret
itu dari Blitar Surabaya Malang mana ya
di Blitar ini bakso-bakso saya datangi
semua Mas kompetitor-kompetitor saya
amati dari situlah Dari riset-riset
itulah akhirnya kita memunculkan konsep
seperti saat ini bakso telan Cak Tam itu
ternyata begitu kita lihat kekurangannya
ini kekurangannya ini ini harus kita
selesaikan problem customer ini ternyata
pengin tempat yang cukup nyaman buat
bakso ah itu kita selesaikan minumannya
pengin lebih variatif ah itu kita
selesaikan di tempat kita kita ngago
moder juga rata-rata orang ini
penggembar pedas nih buktinya coba eksis
sampai hari ini Oh kita sediakan kuah
versi pedasnya gitu Jadi kalau di bakso
kita itu kita ada dua kuah mas kuah
biasa kuah pedas nah bakso itu di
nasional itu sebenarnya pemainnya cuma
dua bakso Malang sama bakso Solo di mana
pun itu mau di Medan mau di Makassar itu
sebenarnya basicnya ada dua itu bakso
Solo sama bakso malang nah saya mencoba
mengakomodir itu kalau bakso Solo itu
kuahnya yang kuat tapi variannya enggak
banyak bakso malang itu variannya banyak
kuahnya enggak terlalu kuat saya
mengcombine dua itu saya kuahnya Bakso
solu ada yang kuah pedasnya bakso malang
kita buat pedas varian kita banyak jadi
kita mengkombinasi dua itu Jadi kalau
datang ke tempat kita itu bisa mililih
kuahnya yang pedas kuahnya yang enggak
pedas dan itu semua free kita milih kuah
pedas juga free kuah enggak pedas juga
free tetapan gitu Itu si kira-kira
mas sambal cobek Mbok jilah ke depannya
Bagaimana gitu ya saya berpikir begini
mas kalau untuk kita scill up scill Cup
itu sebenarnya kan ada dua ya bisa kita
scill up dengan nambah outlet
oheverage-nya makin banyak bisa kita
scill up di outlet Enggak banyak tapi
kita kembangkan di outlet tersebut dan
saat ini saya lebih memilih outlet yang
ada bagaimana itu bisa kita kembangkan
contohnya saat ini ya kita melihat 60%
konsumen itu sebenarnya sekarang
mayoritas di genz ya kita coba riset itu
ya mereka itu Senangnya gimana sih
preferensi kulinernya dalam berkuliner
itu sebenarnya seperti apa kita harus
ngikutin itu mas kalau kita berburu
nanti menambah cabang segala macam tapi
enggak kita perhatikan bahwa kita saat
ini harus ditambahi supaya masih relevan
dengan kondisi yang ada nanti kita
jatuhnya berfokus pada terjebak dengan
penambahan outlet Terus kalau saya Saat
ini fokus kepada outlet kita saat ini
saat ini sehat Alhamdulillah sehat
tetapi Gimana caranya bisa berbenah dan
bisa mengikuti perkembangan zaman bisa
mengikuti preferensi Mereka dalam
berkuliner genz ini terutama Karena kini
mayoritas kebanyakan peredarani
konsumennya adalah genset dan ini harus
kita bisa mengikuti itu Nah makanya
tempatnya ini saya lebih ke empat outlet
ini bagaimana saya scale up-nya di situ
saya mungkin akan permak di outletnya
tanpa mengurangi konsep kita ya
bagaimana kita menumbuhkan omset di
outlet ini karena saya melihat
potensinya masih besar Pak di outlet
kita saat ini kita lebih fokusnya skill
up-nya di outlet Katakanlah bisa naik
dua kali lipat atau seperti apa tapi
sebenarnya pilihan ya Bagi saya saat ini
saya lebih realistis untuk Bagaimana
outlet-outlet yang ada itu saya scill up
saya tumbuhkan omsetnya saya Gedekan
kemudian turunan an-turunannya itu bisa
saya kembangkan lagi bisa saya buat
bisnis lagi kalau dulu memang saya
mikirnya untuk nambah cabang cabang
cabang cabang Git tapi kan seiring
berkembangan waktu bisa berbeda Mas
Sesuai dengan perkembangan zaman itu sih
jadi untuk menghadapi persaingan saat
ini dan mempertahankan eksistensi tadi
selain termasuk bagaimana kita
mempertahankan posisi sambal kita
makanya tekline kita itu wani Lombok
piro ya ya itu benar-benar kita tantang
ituitu Wani Lombok piro gitu waninya 30
ya kita buatkan 30 itu jadi kekuatan
kita menu-menu desa kita jadi mungkin
menu-menu seperti ikan asin segala macam
tidak ditemukan tempat lain kita punya
itu menu-menu itu Mas Jadi selain nanti
kita mau nambah lagi beberapa menu ke
depan yang tentunya masih deso juga ya
Nah selain di produknya dengan usia saat
ini yang masuk ke 9 tahun dan kebetulan
salah satu pelopor mungkin jadi
satu-satunya pelopor ya sambal bawangnya
ada di Blitar dan juga pelopor outlet 24
jam Mas pelopor outlet 24 jam di Belitar
ini ya sambal cobek Mbok jilah ini gitu
Nah ini salah satu kekuatan kita juga
gitu ya Bagaimana di malam hari itu
nyari tempat yang nyaman untuk ngobrol
dengan temannya yang tempatnya enggak
terlalu formal tempatnya kayak kayak
kampung orang desa itu namanya Kampung
ruang tamu itu sebutannya kampung gitu
ya itu ngobrol kayak Neng kampunge dewe
Terus jam berapa pun bisa orang dari
luar kota mungkin sebelum ke rumah makan
dulu bisa nah ini jadi salah satu
kekuatan kita di situ Mas saya zaim
fatawi dari brand sambal bawang cobek
mok Cila dan baks Lan Cak Tam yang
tersebar di militar dan Agung terima
kasih wasalamualaikum warahmat
Aduh pecah telur Akademi bantu pemula
bisa pecah telur
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:30:03 UTC
Categories
Manage