File TXT tidak ditemukan.
File TXT tidak ditemukan.
Tinggalkan Posisi SPV Sampoerna & Nekat Usaha Kuliner Sambal Bawang Modal 13 Juta
uCQXELyhaz4 • 2024-11-29
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id hampir setiap hari kita berantem Mas dengan istri itu hampir setiap hari kita berantem itu pagi malam itu hampir setiap hari kita banting-bantingan pintu itu sudah biasa bagi kita itu istri banting pintu jebret kita banting pintu jebret anak jadi korban kadang dengar anak juga ngelihat kita berantem setiap hari itu yang akhirnya apa ya membuat kayak merasa saya merasa Koh hidup saya kok jadi menjadi kurang berkah gini ya gitu karena itu saya benar-benar Nelongso Mas itu ya kenapa ya saya secara finansial secara ini sama sekali tidak ada masalah saya beli apapun bisa saya ee misalkan pengin apapun mampu Tetapi kok secara keluarga saya kok seperti ini gitu Ini yang saya kenapa Saya mensyukuri punya istri saya ini ya pada saat saya jatuh itu saya ingat betul itu dan saya kalau bicara ini pasti nangis Saya pasti nangis istri saya itu sampai tasnya itu sobek-sobek mas ya Allah saya itu benar-benar ya Allah suatu saat saya harus bagiakan mereka gitu mudah-mudahan bisnis ini bisa lancar bisa sukses [Musik] gitu asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Perkenalkan nama saya zaim fatawi alamat di Jalan WR Supratman Gang 13 Nomor 1 di Kota Blitar saat ini kami bisnis kebetulan di kuliner membangun brand kuliner ini Mulai tahun 2016 kemudian berkembang di satu brand di Tahun 2022 kemarin kita membangun satu brand lagi tetapi yang paling panjang yaitu di sambal cobek Mbok jilah itu usianya saat ini sudah sudah 9 tahun ya masuk jalan 9 tahun 2002 itu kita bangun brand bakso tetelan Cak Tam itu saat ini sudah berkembang di empat outlet juga lebih fokus di bakso ya dan tersebar di wilayah Blitar dan Tulungagung aktivitas saya sebelum di kuliner saya dulu profesional Mas beberapa perusahaan juga sampai terakhir saya di salah satu perusahaan yang multinasional cukup lama di situ sampai posisi yang mungkin sudah middle up kemudian di tahun 2005 Saya memutuskan untuk resain Ya karena memang banyak pertimbangan waktu itu karena saya harus mobile ke luar kota bahkan sampai ke luar pulau juga gitu ya per 2 tahun sekali pindah 2 tahun sekali pindah sehingga saya galau Akhirnya saya berpikir ini sampai kapan seperti ini gitu ya walaupun Posisi saya sudah cukup bagus tetapi saya berpikir ini sampai kapan saya banyak kehilangan momen di situ gitu ya momen Keluarga banyak yang saya kehilangan saya harus pulang setahun sekali paling cepat ya 6 bulan sekali baru pulang it pun dengan biaya yang besar gitu ketika kita pas penempatan di luar Jawa gitu ya dari kegalauan itu akhirnya Saya memberanikan diri di tahun 2015 Saya memutuskan untuk resain untuk pulang ke Jawa Kebetulan saya mendapatkan jodoh di Blitar sehingga saya memutuskan untuk pulang ke Blitar dan membangun bisnis di Kota Blitar Saya di perusahaan terakhir itu menjabat sebagai supervisor perusahaan multinasional ya pthm Sampurna Pak pada saat saya masuk di sampora itu 1 tahun teradi peralihan diakuisisi oleh piliporis internasional di posisi itu kita sudah mobile gitu ya jadi sudah megang wilayah gitu ya jadi ketika saya ditempatkan di satu wilayah itu biasanya megang sampai empat kabupaten gitu Jadi saya pernah di Tarakan Malinau Nunukan Nah itu ada tiga kabupaten kemudian saya juga pernah di Kalimantan Selatan paling jauh itu sebelum Saya memutuskan untuk resain itu saya ditempatkan di Papua di Timika Setelah itu saya putuskan untuk balik ke kampung halaman gitu ya tepatnya kampung halaman istri itu di Kota Blitar itu rokok di Papua laku atau tidak Itu di sana justru Laku keras itu ya khususnya di Papua itu karena memang di Papua itu agak unik waktu saya terakhir pengalaman saya ke sana itu bahwa uang itu paling kecil itu r.000 gitu kalau beli permen atau apa itu minimal r5.000 jadi karena waktu itu kan belum Sekarang sudah ada penyetaraan kayak harga BBM itu sudah setara nasional itu sama harganya kalau dulu Memang mahal di sana Mas jadi bisa Rp50.000 r0.000 Jadi kalau waktu itu kita kebetulan di Sampurna itu harga jualnya juga cukup tinggi jadi dibagi di mereka di sana juga enggak ada masalah gitu ya cukup Laku keras gitu apalagi khususnya di Timika itu sendiri karena mereka di sana ada Freeport ya jadi dari informasi yang saya dapat itu bahwa khususnya warga di Timika yang asli sana itu memang mendapatkan kompensasi dari Freeport ya jadi memang secara ini tiap bulan mereka pegang uang yang cukup besar gitu ya kira-kira seperti itu gitu [Musik] kebetulan karena ini perusahaan multinasional ya pada saat diambil alih itu kebetulan secara saleri sebenarnya Enggak ada masalah bagi saya gitu ya gaji cukup besar fasilitas cukup lengkap Saya bahkan mobil dapat HP pulsa semuanya disupport gitu ya kalau secara finansial pada saat saya di Sampurna itu tidak ada masalah gitu ya Bahkan Kalau saya ke mall itu sudah enggak ngelihat harga waktu itu gitu ya jadi mana yang disuka tinggal ambil gitu pada saat itu tapi lebih dari itu ada kegalauan itu karena tujuan kita sebenarnya kalau saya pribadi tujuannya Kara kita ketika bekerja ketika Ini kan mau membahagiakan keluarga gitu ya tetapi saya merasa itu kurang tercapai jadi work Life balance-nya itu Jadi kurang gitu jadi kayak pikiran saya itu lebih banyak di perusahaan gitu seperti kita sudah dibeli gitu ya jadi kadang kalau kita pas banyak pekerjaan pas stres itu sampai rumah kita marah-marah sama istri jadi kena gitu istrinya gitu membuat saya berpikir akhirnya memutuskan untuk resen tetapi enggak gampang gitu ya karena dalam posisi yang seperti itu namanya orang tua ya Mas ya terutama ibu saya ini kan juga senang sekali gitu Ketika saya sudah di perusahaan yang cukup bagus dengan gaji yang cukup bagus itu merasa namanya orang tua kan senang gitu ya wis bangga tenang segala macam nah Ketika saya menyampaikan itu saya mau resain bu ah itu terjadi pergolakan luar biasa gitu kita meyakinkan itu enggak gampang gitu tapi saya minimal dua orang ini harus Oke gitu Ketika saya memutuskan resain itu Ibu saya oke istri saya oke nah walaupun akhirnya perjuangan meyakinkan Ibu ini akhirnya beliau setuju Rida yang penting dua orang ini Rida gitu ya kemudian istri istri ini kita yakinkan yang penting kita ke depan planning-nya Seperti apa itu kita yakinkan kepada pasangan kita dan alhamdulillah dua orang Bidadari Ini akhirnya menyetujui akhirnya Rida sehingga kita dalam melangkah itu menjadi benar-benar tenang dan sangat mantap untuk akhirnya kita memutuskan untuk resen membangun bisnis di kota halaman kita ini Mas di momen bekerja tadi pernah sampai memarahi istri itu semarah apa dan sampai sekonlik apa kalau hampir setiap hari kita berantem Mas dengan istri itu hampir setiap hari kita berantem itu pagi malam gu hampir setiap hari kita banting-bantingan pintu itu sudah biasa bagi kita itu istri banting pintu jebret kita banting pintu jebret anak jadi korban kadang dengar anak juga ngelihat kita berantem setiap hari itu yang akhirnya apa ya membuat kayak merasa saya merasa woh hidup saya kok jadi menjadi kurang berkah gini ya gitu karena itu saya benar-benar Nelongso Mas gitu ya kenapa ya saya secara finansial secara ini sama sekali tidak ada masalah saya beli apapun bisa saya ee misalkan pengin apapun mampu Tetapi kok secara keluarga saya kok seperti ini gitu dan itu memang saya akhirnya menyadari itu bahwa efek dari yang diakibatkan dari karena saya polisi saya sudah stres gitu ya di perusahaan dari target segala macam itu yang membuat kita benar-benar pikiran luar biasa pulang itu harusnya kita sudah meletakkan urusan Perusahaan kita pulang fokus ke keluarga tapi nyatanya enggak gitu sampai rumah itu masih mikir gitu ya jadi benar-benar akhirnya istri ngomong apa gitu nadanya agak sebenarnya Enggak ini kita sudah langsung naik pita banting pintu jebret banting ah itu benar-benar luar biasa kalau kalau saya sekarang teringat itu gitu ya Allah Astagfirullahalazim ini betapa saya berdosa gitu sama keluarga itu padahal tujuan kita itu kerja tujuan kita mencari nafkah Itu kan untuk membahagiakan keluarga itu tapi faktanya pada saat itu benar-benar loh keluarga saya kok malah enggak dapat perhatian Malah dapat ampasnya aja Malah dapat kita jadi marah-marah jadi ini nah ini udah enggak sehat bagi saya dan ini sampai kapan itu akhirnya Saya memutuskan benar-benar berani mengambil langkah itu tadi gitu mas [Musik] pas cariin ternyata gini tidak semudah yang kita bayangkan ternyata gitu sebelum resen kita sudah punya planning gitu ya bahwa kita nanti bakal membangun bisnis ini ini ini berbekal pengalaman kita pada saat di perusahaan gitu ya kita di perusahaan itu Di trining Mas setiap bulan gitu mengenai leadership membangun tim mengembangkan cabang segala macam gitu kita merasa bekal kita sudah cukup gitu tapi kita ini kan enggak ngerti ilmu bisnis mas kita itu sama sekali enggak ngerti ilmu bisnis yang tahu adalah kita mindset kita sebagai karyawan mindset kita belum sebagai pebisnis jadi enggak tahu ilmu bisnis tu harus kita dari sekian cash flow yang kita punya berapa yang harus kita pakai untuk bisnis segala macam kita enggak tahu sama sekali akhirnya kita dapat pesangon dari perusahaan kita dapat pencairan BBS segala macam kita kumpulkan itu 80% kita pakai untuk bisnis waktu itu hampir reng miliar ya ya Mas ya itu 80%-nya kita pakai untuk bisnis ini kesalahan saya saya akui baru sadar saat ini itu kenapa karena satu cash flow-nya terlalu saya maksimalkan di situ yang kedua saya terlalu sombong merasa ilmunya sudah punya pada saat di perusahaan itu saya kita juga jadi konselingnya distributor agen-agen k kalau ada masalah gini gini gini gini itu kesalahan saya gitu berikutnya Saya merasa bisa sendiri gitu ya nyatanya itu enggak gampang gitu ya Dan yang berikutnya ini kesalahan kan menurut saya cukup fatal gitu ya Dan ini mungkin pelajaran juga bagi teman-teman yang mungkin punya pikiran untuk resain mau bangun bisnis gitu kebanyakan setelah resign dari perusahaan besar itu ada gengsi ketika kita memutuskan bisnis maunya gede gitu jadi nanti kalau ada teman-teman datang itu bisnisnya Kelihatan bagus gitu Jadi kalau dilihat nanti W bisnisku ini loh terlepas mau jalan enggak jalan pokoknya bisnisku gede dulu gitu nah ini sebuah kesalahan menurut saya gitu Jadi kalau kita resign sebenarnya harusnya gengsi sudah hilangin aja kita sekian persen dari cas ambil 10% misalkan udah kita untuk bisnis itu Nah itu enggak saya lakukan karena belum tahu ilmunya gitu pada saat itu 80% kita habiskan untuk itu membangun itu karena ada gengsi juga nanti kalau ada teman-teman datang oh bisnis saya gede loh gitu Nah itu sebuah kesalahan mas baru Saya Sadari saat ini gitu ya jadi benar-benar saya habiskan di situ tapi manusianya berencana itu Allah ternyata berkehendak lain usaha itu harus gulung tikar juga gitu Akhirnya saya berpikir gitu opo sih ya kira-kira yang menjadi penyebab Saya gagal itu Oh ternyata ini ternyata ini gitu Akhirnya saya memutuskan istri saya saya suruh belajar masak pakai itu yang simpel enggak usah neko-neko karena juga bukan koki tapi basicnya bisa masak lah ya terus kita juga coba riset Apa sih yang punya peluang di Blitar gitu ya yang semua orang senang tapi yang kita buat diferensiasi yang agak berbeda apa ya gitu saya mikirnya akhirnya kita riset itu itu kok lalapan-lalapan itu eksis ya kadang puluhan tahun itu masih ada itu saya kalau di puta Belitar ada pasar Legi itu depannya pasar Legi itu lalapan itu eksis bertahun-tahun ya berarti ini substain gitu ya berarti kuliner ini menjanjikan gitu ya lalapan ini menjanjikan cuman akhirnya supaya beda apa ya kita beda dengan lain akhirnya kita mikir apa sambal bawang ya karena kebanyakan di sini kan sambal tomat Mas makanya sambal tomat saya survei satu-satu itu kuliner itu saya tanya sambal bawangnya ada Ada Pak kadang kalau minta ada tapi enggak terlalu digemari gitu Wah Tapi minimal ada tapi saya mikirnya adalah bahwa kita ini basicnya kan dari Desa semua toh Mas S posisi enggak senang sambai bawang basicnya kan seperti itu gitu Akhirnya saya memutuskan buka basicnya lalapan lah ya tapi menggunakan sambat Bangs waktu itu belum ada Mas pergeprekan segala macam belum ada tahun 2015 belum sebooming saat ini ya pergepran jadi termasuk kita itu pertama ya perusah lalapan pakai sambal bawang itu pertama gitu Akhirnya saya bangun sambut bawang cobek mok jilah itu di tahun 2016 seadanya karena memang kondisinya kan sudah ngdrop semua ini posisi cash flow kita benar-benar sudah habis mas saya ingat betul itu pada saat itu uang saya cash flow saya ya kalau aset punya tapi kan enggak gampang dicairkan pada saat itu gitu cash flow punya tinggal R juta Pada saat itu uang tinggal R juta Gitu dengan modal seadanya itu Saya memberanikan diri untuk buka itu makanya apa Cari tempat saya di jalan wratman itu dulu sepi mas Kenapa bukan karena tempatnya paling cocok enggak yang murah saya cari halaman orang saya cari halaman orang yang enggak ada atapnya saya atapi sendiri saya cari tukang itu bukan yang bagus cari tukang yang paling murah bisa enggak bisa pokoknya paling murah makanya Mas pada saat saya berdiri itu kalau hujan bocor dari depan sampai belakang itu bocor semua itu karena apa tukangnya memang enggak ahli tapi kan murah banget itu karena dengan uang 13 juta itu Bagaimana saya bisa membuka kuliner itu gitu seadanya itu dengan uang seadanya itu sudah termasuk sewa tempat loh ya waktu itu sewa tempat R5 juta 5 juta untuk Siwa tempat Rp8 juta itu untuk buka termasuk bangun tempat nya termasuk bangun itu ya R juta itu saya cukup makanya saya ingat betul pada saat itu pada saat kondisi saya ng-drop itu saya beli bensin Rp20.000 aja udah mikir Mas saya mengajak makan keluarga itu sebulan sekali itu udah bagus itu itu benar-benar titik Kondisi saya terbawah itu saya ingat betul ini yang saya saya benar-benar ini kenapa saya mensyukuri punya istri saya ini ya pada saat saya jatuh itu saya ingat betul itu dan saya kalau bicara ini pasti nangis Saya pasti nangis pada saat saya belajja itu kebutuhan peralatan di cobek waktu mau buka itu istri saya itu sampai tasnya itu sobek-sobek mas ya Allah saya itu benar-benar ya Allah suatu saat saya harus bagiakan mereka gitu mudah-mudahan bisnis ini bisa lancar bisa sukses gitu karena saya betul-betul ngelihat lerekannya rusak itu karena saya enggak mampu untuk membelikan saat itu mas benar-benar cash FL Saya habis itu dan alhamdulillah setelah kita buka ya awalnya enggak responnya enggak terlalu bagus gitu ya karena kita harus ngedukasi ini sambalnya sambal bawang orang balik lagi gitu ya tomatnya Enggak ada enggak ada ah Bu ini sambal bawang Git nyoba gitu balik gitu ya saya ingat omset saya pertama itu 297 itu saya ingat GU dan pelanggan pertama saya juga saya masih ingat itu empat anak kecil anak SD itu wah itu pertama itu saya buka jam 10 itu saya keluar itu sudah ada pelanggan Bun belum karena ya saya ngulek Mas istri saya yang goreng-goreng saya ngulek dua orang karena kan enggak mampu bayar karyawan kondisi ngedrop semua kita telateni gitu Alhamdulillah omset makin tambah naik tambah naik tambah naik Alhamdulillah sampai saat ini gitu [Musik] momen untuk pada saat saya bertumbuh Mas itu sebenarnya perjalanan cobek dari awal itu juga berdarah-darah itu saya sewa tempat itu 2 tahun itu sewa tempat itu 2 tahun omset saya itu mulai naik mulai naik mulai naik di saat 1 tahun pertama cobaan bagi kami gitu saya datang ke memilik tempat pada saat itu karena sudah mulai jalan sudah mulai agak bernafas sudah mulai bisa ngajak jalan-jalan istri walaupun ya belum ke tempat yang mewah atau apa sudah bisa ngajak jalan-jalan istri anak makan di restoran atau apa nyenengne merek lah gitu ya di 1 tahun itu kita memutuskan mau nemui si pemilik tempat untuk kita perpanjang Bu ini Boleh enggak saya perpanjang 10 tahun gitu enggak boleh Mas kalau 5 tahun enggak boleh ini bolehnya n dibeli atau jenengan Pindah loh saya kaget betul pada saat itu mas harus dibeli berapa Bu kalau dibeli Bu 1,7 m Aduh saya langsung sok gitu Mas itu sama dengan ngusir saya sebenarnya gitu ya dengan harga yang enggak masuk akal ini padahal pasaran di sini ya enggak segitu gitu walaupun gitu di bawah itu pun saya juga enggak punya duit pada saat itu gitu Wah saya syok benar-benar akhirnya ini mau enggak mau gimana caranya ya saya tetap harus bisa melanjutkan bisnis ini Akhirnya saya putar otak Mas gimana caranya bisnis ini bisa lanjut waktu itu mikirnya kalau terlalu jauh Nanti kita bangun lagi babat lagi dari awal itu mikirnya kita dekat-dekat sini aja kita tanya-tanya gitu customer kita juga kita tanya dekat-dekat sini Bu ada tempat Enggak sekitar sini terus kita keliling setiap hari Bu ini boleh enggak ini disewa jatuhnya mahal-mahal semua mas tidak ada niat untuk beli tempat pada saat itu sewa tempat belum mampu beli tempat itu akhirnya kok enggak dapat-dapat ya Ada sewanya mahal kemudian kok ada satu tempat gitu ya tempatnya itu kosong gitu jarak sekitar 200 m dari tempat saya yang lama gitu ya ibaratnya udah strategis bangetlah dekatlah Kita pindah pun enggak ini dan tempatnya besar gitu ya tapi dijual gitu iseng-iseng Saya tanya Bu ini disewakan enggak Enggak Mas ini dijual dijual berapa Bu dijual rp00 juta Boleh nego Bu boleh Oke Bu nanti saya hubungi lagi gitu padahal enggak Niat beli itu mas tapi kita sudah Terusir ini harus pindah atau membeli dengan harga segitu di tempat kita yang sudah eksis itu mas akhirnya kita ngobrol sama istri gimana ya kita punya punya aset pada saat itu Mas punya rumah di kota juga hasil saya di perusahaan juga pada saat itu itu ya baru selesai dibangun dan belum lama saya tinggali sekitar 3 bulan lebih gitu Ya tapi kan butuh waktu untuk menjual gitu ngomong sama istri gimana kalau kita beli aja gitu ya Ini rumah kita kita jual kita belikan di situ gitu Itu yang paling pas Kayaknya gitu dan saya nelepon yang punya rumah Bu Baik Bu ini saya tertarik dengan tempat Ibu saya mau beli gitu nah enggak lama Mas dari itu ibunya itu kok kebitar gitu woh berarti ini serius ini ibunya ini dan saya harus serius juga komitmen Saya mau beli ituitu berarti saya harus Akhirnya ketemu gitu kan ketemu ditawarkan 700 saat itu gitu ya langsung saat itu Mas belum punya uang belum megang uang langsung saya tawar Bu 650 Boleh Bu Boleh Mas loh padahal belum punya uang pada saat itu gitu tapi sudah pikir nanti gitu Bu saya DP R1 juta boleh boleh Mas saya DP R1 juta Pada saat itu mas terus nanti kita bayarnya kita Cicil ya Bu ya kita termin gitu orangnya Alhamdulillah Boleh Mas Alhamdulillah pada saat itu orangnya pulang R juta saat DP pikir saya kalau nanti ruahnya enggak kejual Ya sudah deh R1 juta hilang gitu ya tapi Alhamdulillah mas qadarullah benar-benar ini sudahah Allah sudah ngatur yang awalnya ini sempat berpikiran kok enggak adil bagi saya ya yang bisnis sudah mulai jalan sudah kita mulai agak nafas tapi kok cobaan datang gitu Ya kita harus pindah tempat ini kan berat bagi kami Mas Setelah perjuangan panjang tadi gitu ya Setelah titik terendah saya gitu Harus hanya punya cash flow segitu ngajak makan anak istri aja sudahah berat itu tadi Titik terendah saya itu tadi sudah mulai bangkit kok ada ujian seperti itu Sempat berpikir Ya Allah ini kenapa ini ujian ini datang pada saat ini gitu sudah mulai jalan sudah mulai ini awalnya Saya mikir itu mas dapat uangnya dari mana gitu ya Nah akhirnya Mas Ketika saya sudah DP R1 juta Saya tawarkan nih rumah Ini rumah saya gitu Saya tawarkan 800 pada saat itu G tapi alhamdulillah Mas rumah saya ini terjual seharga dengan nilai yang saya harus beli tempat ini R50 juta ya Allah saya benar-benar bersyukur berarti ini sudah jalan dari Allah saya untuk pindah tempat ke tempat baru jadi benar-benar tempat yang kita tempati pusatnya cobek saat ini tidak ada niatan sebenarnya untuk mengembangkan menjadi lebih besar atau apa tidak sebenarnya awalnya kalau dulu mungkin ibunya itu boleh saya memperbanjang 10 tahun mungkin saat ini saya masih di sana mas karena usia cobek saat ini kan 9 tahun Berarti mungkin masih ada sisa 1 tahun di tempat lama yang tempatnya cuman ukuran 3 m * 10 m dengan atap yang seadanya kalau hujan bocor dari depan sampai belakang mungkin masih di situ tapi gara-gara ibunya itu bilang saya harus pindah dari situ Akhirnya saya bisa membeli tempat ini dan sampai hari ini kita masih eksis dan alhamdulillah saat ini kita memiliki empat cabang untuk cobek Mbok jilah sendiri gitu [Musik] Mas jadi awalnya dulu saya sama Mas enggak berani membuka cabang pada saat itu saya pindah ke tempat baru Alhamdulillah pada saat itu omset meledak Mas tiga empat kali dari omset sebelumnya yang di tempat lama gitu Alhamdulillah kita syukuri betul itu ya Allah ternyata Allah itu maha adil itu ternyata ini sudah rencana Allah gitu pindah ke tempat baru oms kita besar kita bisa bangun dua lantai di tempat baru ini tapi itu belum berpikir buka cabang gitu nah pada saat itu saya masih tungguin sendiri Mas kasir saya sendiri Semua sistem saya masih sendiri belanja juga dibawa saya sendiri saya ke pasar sendiri masih sendiri semua gitu Dan suatu ketika pada saat itu ketika bisnis sudah mulai jalan ramai itu tentu banyak teman-teman dari komunitas lain atau dari kampus pada saat itu kan pengin kita berbagi Mas pada saat itu Kebetulan saya ingat pada saat itu saya ngisi materi seminar di Unisba di Universitas eh Islam Belitar nah pada saat itu Kebetulan saya pemateri ini barengan dengan pemateri lain dari komunitas TDA pada saat itu kayak Komunitas Pengusaha tangan di atas itu ketua Kom Mas nanti datang Mas kalau kita kobdar Mas gitu banyak belajar bisnis di situ gitu Nah akhirnya itulah momentum saya Mas berani buka cabang gu saya datang ketika kopdar Oh ternyata ilmunya seperti ini ya ternyata kita harus bangun bisnis seperti ini yang benar seperti ini loh bisnis itu kita harus cash flow berapa persen kalau kita punya cash flow kalau mau buka bisnis berapa persen kalau kita mau buka cabang Seperti apa itu saya banyak belajar di komunitas tersebut Mas di situ banyak belajar akhirnya memberanikan diri untuk buka cabang itu di Tulungagung Pak pada saat itu mas di tahun 2018 saya buka cabang pertama di Tulungagung ya itu momentumnya adalah dari situ gitu makanya saya sekarang nyarankan teman-teman itu kuncinya bisnis itu kita berjejaring kita harus punya komunitas itu karena momentum saya naik bisnis saya adalah karena komunitas kalau teman-teman bisnis Saran saya dua itu Bangun jejaring dan jadi pembelajar yang bagus jangan pernah lelah untuk belajar Sebesar apapun bisnis kamu karena bisnis ini dinamis Mas dan satu lagi kita harus punya mentor dalam bisnis itu Jadi kalau ada ilmu bisnis kalau kita enggak punya mentor kita jadi punya pikiran sendiri tentang ilmu itu gitu jadi harus ada yang ngarahkan yang betul seperti ini loh kalau bangun bisnis seperti ini loh yang benar seperti ini tetap harus ada yang ngarahkan Mas itu Saran saya sih cash flow dalam bisnis saya ya Mas ya untuk menjaga supaya bisnis saya tetap eksis segala macam karena bisnis saya ini juga agak unik mas karena memang berkaitan dengan satu bahan baku utama yang harganya juga naik turun kadang bisa melonjak sampai r100.000 pernah itu karena bahan baku utama kita cabe karena bisnis kita ini agak beda Mas Jadi kalau datang ke sini tuh cabai sesuai request bahkan rekor tertinggi kita ada cabai 150 mas kita layani juga di situ gitu saya ini termasuk bermathhab ngambil untung enggak terlalu besar Mas saya cuman ngambil margin kotor itu 25% kemudian operasional kurang lebih 15% margin bersih kami cuman 10%. kalau harga cabe tinggi Gimana Pak saya cuman ng-eset paling turun margin kotor saya turun di 20% operasional saya 15% saya masih dapat margin bersih sekitar 5% Nah kalau saya pribadi Mas ini kan masuk uang perusahaan semua ya Kalau saya pribadi digaji Gaji saya berapa Saya ngobrol sama istri sebenarnya kebutuhan berapa sih untuk makan berapa untuk anak sekolah berapa itu kita cukupkan di situ Mas berapa R juta R juta R3 juta Oke R3 juta kita kunci di situ tapi kan dari tahun ke tahun tentu ya Mas kebutuhan pokok naik segala macam kita obrolkan lagi juga jangan kita sakle pokoknya mau enggak mau sekian istri cukup enggak Cukup sekian enggak juga tetap kita obrolin sama istri ya makanya kita banyak nemukan ya ya bisnis yang ramai eksis tapi ketika merpancang tempat enggak bisa karena cash flownya habis habis ketika bisnis bagus ada uang untuk beli ni handphone baru lagi saya itu handphone itu kalau enggak jatuh pecah enggak beli mas saya itu kalau kaos itu kalau enggak Lebaran enggak beli kalau itu enggak dipaksa istri beli enggak beli saya Mas tipikal sudah Eman bagi saya karena betapa saya perjuangan untuk mendapatkan uang itu enggak gampang gitu Istilahnya ya jadi benar-benar saya jaga betul Kita komitmen kalau perusahaan ya uang perusahaan jangan dipakai sesuai gaji kita gaji kita kalau tahun depan kita naik kita hitung masuk gak mungkin gak gitu gaji kita saya sebagai owner gajinya naik mungkin kalau gak mungkin jangan naik dulu saya sebagai owner harus komitmen di situ Mas gitu kira-kira Mas pada saat kita bangun bisnis ini Mas pada Masa terpuruk ini tadi gitu ya akhir akhirnya kita akan nyadari betul bahwa ternyata sulit ya kita bisnis cash flownya jadi enggak sehat Berarti saya ini benar-benar harus ibaratnya mengencangkan ikat pinggang gitu ya karena saya juga mikir tabungan kan terkuras terus kita dari bisnis itu belum lancar pemasukan otomatis kan pakai tabungan terus ya tabungan berkurang berkurang otomatis kan kita bagaimana ini bisa ngirit Mas Jadi benar-benar harus Segara pengeluaran itu kita catat dan itu terbawa sampai sekarang itu bahkan beli Rp1.000 pun belikan jajan anak 1000 itu sa mas sampai hari ini kalau jenengan lihat ke rumah buku saya itu itu sampai hari ini pengeluaran hari ini Rp1.000 pun Rp500 itu ada tercatat mulai tahun 2015 Kemarin Mas J itu terbiasa sampai sekarang karena betapa pada saat itu transisi pada saat itu saya harus keluarkan saya maksimal sekian pengeluaran saya bulan ini supaya saya bisa hidup menggerusnya tabungan Biar enggak banyak sampai nanti bisnis saya settle dan saya punya penghasilan lebih jadi itu saya bangun betul-betul saya batasi betapa cash flow ini belum banyak masuk Akhirnya saya ngerus tabungan itu biar tabungan ini bertahannya lebih lama gitu ya saya batasi betul di situ akhirnya apa lama-lama terbiasa Mas ini Oh iya saya beli sendiri Oh lama-lama terbiasa bahwa oh enggak perlulah ini oh ini akhirnya ya itu tadi kebawa sampai sekarang gitu kalau baju aja sama istri enggak dibelikan atau ini saya juga enggak beli mas karena terbiasa Betapa kita sulitnya di awal untuk dapat penghasilan itu dari bisnis itu tadi gitu Mas Jadi gini pada saat bukan hanya di Indonesia nasional pada saat itu tahun 2020 kita dapat ujian bareng-bareng itu ada covid ya itu cukup menguras pikiran kita pada saat itu omset kita lagi gede-gedenya gu kita di sini bagus di tuluangkung bagus tahun 2020 tibalah pandemi yang benar-benar menguras pikiran kami segala macam omset kita drop semuanya tapi alhamdulillah saya syukuri Mas Tidak ada satu pun saya membiaka karyawan Alhamdulillah itu saya syukuri betul akhirnya setelah pandemi waktu itu 2 tahun ya Mas ya mulai membaik setelah pandemi after pandemi ini mulai membaik Saya sempat buka lagi cabang ketiga kami terus kami buka lagi cabang keempat terus saya berpikir pada saat itu mas brand Saya cuman satu gitu ya terus kayaknya brand ini pada saat ini kompetisinya juga cukup banyak Insyaallah bisa eksis tetapi untuk jangka panjangnya kita mikir Bagaimana ya ke depannya gitu kita akhirnya berpikir bisnis yang pada saat itu cukup eksis apa bisnis pada saat itu cukup bertahan cukup kuat walaupun keserang pandemi segala macam apa akhirnya kita berpikir ke situ Mas kita amati betul Oh ternyata salah satunya bakso ini pada saat waktu kita berdarah-darah pada saat pandemi ini m ayam bakso ini kok tetap Ramai ya gitu ya saya pikirnya gitu itu Akhirnya saya punya pikiran pada saat itu wah ini suatu saat ini kalau saya punya dana ini kita kayaknya bangun bakso ini mulailah kita ret mas kita ret itu dari Blitar Surabaya Malang mana ya di Blitar ini bakso-bakso saya datangi semua Mas kompetitor-kompetitor saya amati dari situlah Dari riset-riset itulah akhirnya kita memunculkan konsep seperti saat ini bakso telan Cak Tam itu ternyata begitu kita lihat kekurangannya ini kekurangannya ini ini harus kita selesaikan problem customer ini ternyata pengin tempat yang cukup nyaman buat bakso ah itu kita selesaikan minumannya pengin lebih variatif ah itu kita selesaikan di tempat kita kita ngago moder juga rata-rata orang ini penggembar pedas nih buktinya coba eksis sampai hari ini Oh kita sediakan kuah versi pedasnya gitu Jadi kalau di bakso kita itu kita ada dua kuah mas kuah biasa kuah pedas nah bakso itu di nasional itu sebenarnya pemainnya cuma dua bakso Malang sama bakso Solo di mana pun itu mau di Medan mau di Makassar itu sebenarnya basicnya ada dua itu bakso Solo sama bakso malang nah saya mencoba mengakomodir itu kalau bakso Solo itu kuahnya yang kuat tapi variannya enggak banyak bakso malang itu variannya banyak kuahnya enggak terlalu kuat saya mengcombine dua itu saya kuahnya Bakso solu ada yang kuah pedasnya bakso malang kita buat pedas varian kita banyak jadi kita mengkombinasi dua itu Jadi kalau datang ke tempat kita itu bisa mililih kuahnya yang pedas kuahnya yang enggak pedas dan itu semua free kita milih kuah pedas juga free kuah enggak pedas juga free tetapan gitu Itu si kira-kira mas sambal cobek Mbok jilah ke depannya Bagaimana gitu ya saya berpikir begini mas kalau untuk kita scill up scill Cup itu sebenarnya kan ada dua ya bisa kita scill up dengan nambah outlet oheverage-nya makin banyak bisa kita scill up di outlet Enggak banyak tapi kita kembangkan di outlet tersebut dan saat ini saya lebih memilih outlet yang ada bagaimana itu bisa kita kembangkan contohnya saat ini ya kita melihat 60% konsumen itu sebenarnya sekarang mayoritas di genz ya kita coba riset itu ya mereka itu Senangnya gimana sih preferensi kulinernya dalam berkuliner itu sebenarnya seperti apa kita harus ngikutin itu mas kalau kita berburu nanti menambah cabang segala macam tapi enggak kita perhatikan bahwa kita saat ini harus ditambahi supaya masih relevan dengan kondisi yang ada nanti kita jatuhnya berfokus pada terjebak dengan penambahan outlet Terus kalau saya Saat ini fokus kepada outlet kita saat ini saat ini sehat Alhamdulillah sehat tetapi Gimana caranya bisa berbenah dan bisa mengikuti perkembangan zaman bisa mengikuti preferensi Mereka dalam berkuliner genz ini terutama Karena kini mayoritas kebanyakan peredarani konsumennya adalah genset dan ini harus kita bisa mengikuti itu Nah makanya tempatnya ini saya lebih ke empat outlet ini bagaimana saya scale up-nya di situ saya mungkin akan permak di outletnya tanpa mengurangi konsep kita ya bagaimana kita menumbuhkan omset di outlet ini karena saya melihat potensinya masih besar Pak di outlet kita saat ini kita lebih fokusnya skill up-nya di outlet Katakanlah bisa naik dua kali lipat atau seperti apa tapi sebenarnya pilihan ya Bagi saya saat ini saya lebih realistis untuk Bagaimana outlet-outlet yang ada itu saya scill up saya tumbuhkan omsetnya saya Gedekan kemudian turunan an-turunannya itu bisa saya kembangkan lagi bisa saya buat bisnis lagi kalau dulu memang saya mikirnya untuk nambah cabang cabang cabang cabang Git tapi kan seiring berkembangan waktu bisa berbeda Mas Sesuai dengan perkembangan zaman itu sih jadi untuk menghadapi persaingan saat ini dan mempertahankan eksistensi tadi selain termasuk bagaimana kita mempertahankan posisi sambal kita makanya tekline kita itu wani Lombok piro ya ya itu benar-benar kita tantang ituitu Wani Lombok piro gitu waninya 30 ya kita buatkan 30 itu jadi kekuatan kita menu-menu desa kita jadi mungkin menu-menu seperti ikan asin segala macam tidak ditemukan tempat lain kita punya itu menu-menu itu Mas Jadi selain nanti kita mau nambah lagi beberapa menu ke depan yang tentunya masih deso juga ya Nah selain di produknya dengan usia saat ini yang masuk ke 9 tahun dan kebetulan salah satu pelopor mungkin jadi satu-satunya pelopor ya sambal bawangnya ada di Blitar dan juga pelopor outlet 24 jam Mas pelopor outlet 24 jam di Belitar ini ya sambal cobek Mbok jilah ini gitu Nah ini salah satu kekuatan kita juga gitu ya Bagaimana di malam hari itu nyari tempat yang nyaman untuk ngobrol dengan temannya yang tempatnya enggak terlalu formal tempatnya kayak kayak kampung orang desa itu namanya Kampung ruang tamu itu sebutannya kampung gitu ya itu ngobrol kayak Neng kampunge dewe Terus jam berapa pun bisa orang dari luar kota mungkin sebelum ke rumah makan dulu bisa nah ini jadi salah satu kekuatan kita di situ Mas saya zaim fatawi dari brand sambal bawang cobek mok Cila dan baks Lan Cak Tam yang tersebar di militar dan Agung terima kasih wasalamualaikum warahmat Aduh pecah telur Akademi bantu pemula bisa pecah telur
Resume
Categories