Pagi Karyawan Sore Juragan: Perjuangan Anak Orang Miskin Membangun Usaha Tanpa Hutang
-OrZ8061Yik • 2024-11-20
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
[Musik]
jadi rumah yang saya tinggali bersama
Bapak itu saya pernah tidur Di
dindingnya itu dari triplek itu kaki
saya itu enggak sadar pernah di luar
rumah gini jadi orangnya di
dalam TV Radio itu gak punya saya Beli
TV beli radio itu setelah saya kerja
tapi saya bahagia jangan salah ya kita
sama-sama bukan dari keluarga yang
berada semua ng tapi Insyaallah kalau
kita sama-sama bekerja nanti uang kita
kumpulkan Insyaallah kita bisa
makan seorang tokoh Dusun sini namanya
Pak Haji Sahlan itu bermimpi lewat depan
rumah saya gagang pintu rumah saya itu
bersinar warna emas itu terus dia ke
sini bilang nak gaweo klinik Insyaallah
Eng
ramei dan saya dari awal sampai sekarang
tidak berhutang berusaha tidak berhutang
betul Apakah enggak pernah rugi secara
kumulatif 1 bulan tidak pernah karena
kami dan karyawan itu sudah sepakat
dengan proporsi anggaran tadi itu kalau
ramai gaji semua
[Musik]
naik asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh nama saya Madi saya adalah
owner dari di klinik Pratama rawat inap
Surya Medika yang beralamat di Jalan
Raya Mantup Desa pelang kembang bau
lamungan dan ini adalah istri saya
Perkenalkan nama saya ibu Laili saya
istri dari bapak buati owner dari klinik
Surya Medika Lamongan jadi dulu saya
adalah karyawan senior di Rumah Sakit
Muhammadiyah Lamongan ini magang di
rumah sakit
ugaman sekitar 200221
dan saya memang enggak pernah pacaran
dan dalam masa remaja saya itu saya
punya prinsip wanita yang saya bawa
pulang itu adalah istri saya dan dia
adalah wanita pertama yang menginjak
rumah saya dan itu usia saya sudah 29
tahun kalau di struktur organisasi
klinik saya adalah Pembina Yayasan
klinik pertama rawatinf Surya medikal
jadi memang dari awal klinik ini saya
setting seperti klinik yang tidak milik
pribadi yang ownernya itu semua terlibat
dalam setiap kegiatan Jadi kami
menyerahkan operasional itu kepada
direktur klinik tapi kami memantau dari
laporan bulanan kebetulan semua laporan
kita buat online ya online untuk level
dasar mungkin semacam dicloud di Google
Drive sehingga saya bisa ngecek setiap
saat tapi setiap fungsi dari apoteker
pengadaan semua sudah berjalan
sebagaimana struktur organisasi dan tata
kelola yang disepakati Jadi kalau Bapak
misalkan di bagian keuangannya saya
kadang-kadang masih di bagian yang
sekiranya bapak itu tidak terpikir
misalkan Oh ternyata ini butuh
kebersihannya kok seperti ini ya enggih
jadi peralatan rumah tangganya seperti
itu saya lebih ke arah seperti itu Jadi
saya perawat sampai saat ini saya
bekerja di Rumah Sakit Muhammadiyah
Lamongan saya bekerja di klinik
Muhammadiyah Lamongan itu tahun
1994 jadi saya memulai sebagai perawat
yang di IGD gitu dengan memang kondisi
yang waktu itu gaji saja gak cukup ya
untuk kehidup yang layak gitu Jadi saya
ini sebenarnya dibesarkan dari keluarga
yang sangat sederhana Bapak saya adalah
seorang petani penggarap Ketika saya di
SMP itu bapak sudah beberapa kali
menyatakan kamu jangan sekolah SMA kamu
cukup cari sekolah kejuruan yang apabila
nanti lulus itu bisa langsung bekerja
karena bapak sudah pasti enggak bisa
menguliahkan kamu jadi kamu pasti enggak
bisa kuliah waktu itu kan yang ngetren
itu kan Pak mantri ya kalau di desa itu
kan Pak mantri kalau di sini ya perawat
itu akhirnya saya memilih sekolah
perawat kesehatan yang dulu SPK itu
setara SMA setelah lulus SPK itu
kemudian saya di Jawa kok enggak kerja
padahal itu ijazah belum keluar jadi
saya nekat menghadap pimpinan sekolah
untuk membuatkan surat keterangan Lulus
dan surat itu saya gunakan untuk mencari
pekerjaan di Kalimantan Akhirnya saya
berangkat ke sana dengan tiga orang dan
ternyata di sana itu di luar ekspektasi
kita ternyata cari kerjaan susah juga
dan saya harus nganggur selama hampir 1
bulan tapi alhamdulillahnya saya ketemu
dengan orang baik beliau seorang
pendakwah seorang Ustaz saya ditampung
di rumahnya bersama dengan teman-teman
saya dan salah satu teman saya itu
sekarang menjadi Kiai di Mataram dia gak
mau jadi perawat terus namanya Prof
muazar Habibi sekarang menjadi seorang
pendakwah di Mataram punya pondok
pesantren yang cukup besar Nah setelah 1
bulan nganggur saya diterima di sebuah
perusahaan saya bagian kesehatannya
kemudian saya sudah pamitan Ya sudah
intinya Alhamdulillah pokoknya pamit
dengan seluruh keluarga itu saya menuju
ke perusahaan itu dan siap
diberangkatkan ke tempat kerja atau ke
kantornya ternyata kantornya itu di
tengah hutan Karena perusahaan itu
adalah perusahaan mencari minyak explore
minyak yang pindah-pindah dari satu
titik ke titik lain itu ternyata saya di
di batalkan di situ Wah hari ini kamu
enggak ada pemberangkatan Saya mau balik
ke rumah Pak ustaz Tadi saya sudah malu
karena sudah pamit ya Terus akhirnya
saya waktu itu tidur di masjid Samarinda
sendirian jadi waktu itu tidak ada
handphone tidak ada teman nah teman saya
berangkat duluan tapi di hutan di sisi
yang lain habis itu sampai saya tidur di
emperan Masjid itu sampai tengah malam
akhirnya ada seorang pemuda dia karyawan
toko dia asal dari Banjarmasin kemudian
mengajak saya untuk ke kos-kosan nya
Akhirnya saya ke kos-kosan dia bermalam
di situ dan akhirnya paginya saya
kembali berangkat berangkat pakai mobil
TF itu sehari penuh perjalanan sampai
magrib sampai di baseecamp ternyata itu
masih bukan tempat kerja saya nah
keesokannya saya diajak ke tempat
kerjanya Saya naik mobil sampai jam
10.00 setelah jam 10.00 itu saya turun
turun dan jalan kaki masuk hutan itu
jalannya adalah pohon-pohon segini itu
yang dikebang itu saya jalan di atasnya
Hanya dua orang saja yang satu ini
karena sudah profesional dia buantter
banget ya saya yang ya kayak ayam potong
gitu ya dari engak pernah ngapa-ngapain
enggak pernah olahraga tiba-tiba harus
jalan dan itu berjalan selama dari jam
10 pagi sampai habis magrib enggak azan
magrib karena enggak ada tengah hutan ya
sampai enggak ada matahari itu saya baru
tiba di camp tempat orang-orang mencari
minyak itu
[Musik]
usia berapa wtu 20 tahunan ya kan SPK
itu sama dengan SMA habis itu setelah di
Jawa saya sekitar 5 bulan gak ada
kerjaan kemudian saya dipanggil untuk
wawancara di sebuah klinik kalau dulu
namanya BP Balai Pengobatan BP
Muhammadiyah ya yang berada di Lamongan
itu setelah wawancara saya diterima
rumah saya dengan BB itu adalah 21 kilo
saya enggak punya motor jadi hari-hari
itu saya pakai sepeda pancal itu ke
mana-mana dan itu pembelian Bapak waktu
saya di khitan kelas 4 SD saya pakai
sampai saya kerja kalau saya pulang
jelas enggak ngatasi ya dari rumah sakit
2 Har 1 kilo PP Akhirnya saya tinggal di
klinik atau di PP Muhammadiyah waktu itu
karena kalau kos enggak cukup juga gaji
akhirnya kami saya dengan sahabat saya
almarhum Iskandar itu tidur di sebuah
ruangan yang di situ ya ada TV bekas a
kayak gudang lah gitu ya tapi sudah
dibersihkan Saya tidur di situ sampai
hampir 1 tahun Kenapa saya begitu karena
saya enggak mau kalau kos dan makan enak
Saya enggak punya tabungan Akhirnya saya
punya tabungan terus pulang ya Enggak
banyak waktu itu tabungan saya sekitar
R1 juta terus bapak jual ayam jual
mangga serius t mangga itu enggak pernah
dimakan Pak selalu dijual pisang
akhirnya terkumpul uang R juta terus itu
saya beli sepeda motor bekas bebek 2001
Kalau enggak salah itu saya pakai
setelah itu kehidupan ekonomi Saya
berubah berubahnya karena saya setiap
hari bisa pulang dan saya di rumah
praktik sebagai seorang perawat ya
Mantri kalau di desa Jangan harap ada
dokter Satu kecamatan waktu itu
dokternya hanya di kecamatan saja nah
habis itu ketika saya sudah mulai
istilahnya dulu itu maling ya Mantri
keliling Mantri yang keliling ya jadi
panggilan orang sakit sudah parah-parah
datang itu sudah sulit jadi saya
keliling dari satu rumah ke rumah lain
itu bahkan enggak ada yang punya mobil
jadi saya sehari itu bisa ngantar orang
sakit kalau musim demam berdarah itu
rata-rata tiga kali habis jaga di Malang
pulang ngantar ke rumah sakit ya 20 kilo
pulang lagi ngantar lagi akhirnya
uangnya saya kumpulkan terus-terus pada
tahun Saya habis Kuliah ambil ditiga
sambil kerja itu sempat juga membuatkan
rumah Bapak jadi rumah yang saya
tinggali bersama Bapak itu saya pernah
tidur Di dindingnya itu dari triplek itu
kaki saya itu enggak sadar pernah di
luar rumah gini jadi orangnya di
dalam TV Radio itu gak punya saya Beli
TV beli radio itu setelah saya kerja
tapi saya bahagia jangan salah ya
ya Secara kasih sayang itu luar biasa
bapak dan saya itu jadi ke mana-mana
pakai sepeda angin pun saya sampai
pantat saya itu panas sampai saya bilang
gini Pak lek ono duit belikan kasuran
kok pak gitu loh maksud saya sepeda yang
di belakang itu kan besi kalau dulu ya
habis itu setelah saya praktik jadi
Mantri keliling itu akhirnya saya dalam
perjalanannya ketemu dengan istri saya
saya bilangnya ke dia cuma gini saya mau
nikah tahun depan saya enggak pacaran
terus dia ngomong
Bapakmu Saya ngantar dia ke rumahnya
sekali saja terus habis itu Ayahnya itu
bilang iku sopo gitu ya terus ya terus
bercerita terus saya bilang ke dia saya
minggu besok ke sana Saya mau melamar
saya lulus kuliah itu 2001 21 22 waktu
itu enggih kita menikah umur 23 Saya
nutrisionis ahli gizi jadi di rumah
sakit 2001 itu saya lulus kuliah dari
Malang itu dimagang dulu kerja di Rumah
Sakit NU kemudian di Muhammadiyah itu
ada lowongan saya ikut tes tapi ikut
magang Jadi waktu di RSI NU itu sudah
karyawan sebenarnya cuman enggak tahu ya
dulu kok kepengin yang Ya Pindah
akhirnya Makang di rumah sakit
muhammadiah itu 2002 Nggih terus ketemu
Bapak ini langsung jadi kita
2003 2003 bulan Mei Nggih kita langsung
menikah Iya sebenarnya juga gak terpikir
apa-apa ya Yang penting bismillah aja
kita menjalani gitu Nggih jadi kita
sama-sama bukan dari keluarga yang
berada semua Nggih tapi Insyaallah kalau
kita sama-sama bekerja nanti uang kita
kumpulkan Insyaallah kita bisa makan
kemudian saya lihat juga tekadnya kok
istilahnya kok untuk menjadi pemimpin
itu Imam itu kok mumpuni gitu akhirnya
Ya sudahlah bismillah tanpa lihat Oh
kalau teman-teman kan ini lihat ini
pacaran sama ini sama ini kita gak jadi
begitu dia mena kan begitu melamar Ya
sudah bismillah Insyaallah bisa jadi
imam meskipun enggak tahu ya Oh kita
belum punya apa-apa Nggih kebetulan
rumahnya kan di desa seperti itu
otomatis saya juga nanti mengikuti
Padahal kita nanti kerjanya di Lamongan
kita jalani aja
[Musik]
dulu jadi waktu itu memang di sini tidak
seperti saat ini enggak ada SPBU
tetangga saya cuma dua kiri adalah
bengkel mobil kebetulan Masih Milik
famili kanan adalah toko bangunan dan
kalau malam sama-sama tutup dan kalau
saya jaga malam di rumah sakit istri
saya itu tidur sendiri di belakang itu
banyak burung hantu orang lain takut dia
malah senang karena rameai terus ini
jalan raya waktu itu itu banyak kejadian
kayak pura-pura sakit terus kemudian
meminta uang sehingga hampir semua nakes
itu baik dokter maupun perawat atau
bidan gak ada yang berani buka malam
terus kemudian saya tuh 2008 kan sudah
bikin rumah ini nah habis itu di sini
saya sudah mulai praktik lagi tapi sudah
bukan maling Ya sudah tidak keliling
tapi Mantap ya Mantri menetap habis itu
ramai terus ini agak mistis ya tapi
memang harus saya ceritakan ya seorang
tokoh Dusun sini namanya Pak Haji Sahlan
itu bermimpi lewat depan rumah saya
gagang pintu rumah saya itu bersinar
warna emas itu terus dia ke sini bilang
nak GAW klinik Insyaallah Eng ramei Saya
menilainya dari sisi yang lain ya itu ya
saya terima masukan dari warga tapi saya
melihat memang dari lokasi kita ini
paling dekat 7 kilo dari Puskesmas
Puskes ke kiri 7 kilo ke kanan 7 kilo ke
sana 7 kilo Rumah Sakit malah 14 kilo
jadi memang layak untuk membuat sebuah
lelayanan kesehatan yang 24 jam maka
dari berdiri tekad saya klinik ini harus
24 jam dan dokter 24 jam tidur klinik
saya enggak takut rugi jadi awal-awal
itu banyak kritik enggak notut itu W
klinik baru kok pakai dokter 24 jam
karena memang saya prinsipnya ini harus
jadi klinik yang bagus secara konsep
jadi saya enggak mau saya bikin klinik
semua saya jadi konsep klinik ini adalah
konsep klinik yang siap melayani 24 jam
kami tidak pernah tutup dari berdiri
tambah tanggal merah tambah Rami karena
yang lain tutup jadi ketika tanggal
merah hari raya atau apa itu tambah
ramai Kenapa karena kita promo di situ
layanan kami buka 24 jam dan semua
karyawan paham kenapa bayangkan jika ada
hari raya orang bersenang-senang itu ada
sekian persen 2% 3% orang yang kesusahan
sakit dan kalau ke mana-mana tutup nah
tanggung jawab moral kita sebagai
petugas pelayan kesehatan itu bagaimana
dari situ memang ini mang sampai kapanp
Konsep ini saya pertahankan gaji saya
ketika awal bikin Klinik di rumah sakit
itu kurang dari R juta itu betul ya jadi
saya itu memang nabung cukup lama saya
bukan anak orang kaya tapi saya itu
hemat karena sudah terbiasa hidup
sederhana itu beli celana pendek pun
saya perhitungkan nah saya punya
angan-angan besar maka saya harus
tirakat istilahnya dan saya dari awal
sampai sekarang tidak berhutang berusaha
tidak berhutang betul maka saya nabung
tahun
2011 itu saya mulai dengan uang R juta
ya Sebagai seorang perawat yang di rumah
juga praktik uang segitu tidak banyak
memang bisalah itu untuk mondasi saja
pondasi belum selesai uang habis
berhenti berhenti ya Bu ya 2012 lanjut
lagi bikin batanya batu batanya naik
habis uang berhenti lagi ber 2013 itu
atap dan finishing tapi tidak seperti
saat ini waktu itu masih sederhana
sekali Utara dan dulu mesti belum ada
akreditasi jadi enggak serumit sekarang
jadi dulu klinik itu ruangan depan itu
merangkap UGD merangkap obat merangkap
laboratorium terus ada di belakang itu
enam tempat tidur saja itu awalnya
dokternya tidur di sini sini jadi ikut
tidur di sini tapi tetap dokter di sini
dari Buka di sini ya kalau orang itu
sudah Satu Frekuensi itu enak jadi kalau
beda frekuensi ya enggak bisa kalau Satu
Frekuensi artinya dia paham bahwa
melayani pasien itu bukan sekedar uang
dia pasti setiap orang itu ada
nilai-nilai dalam dirinya bahwa setiap
dokter pun tahu B bahwa saya ini tidak
hanya mencari uang itu itu yang saya
tekankan dari awal nah prinsip mengelola
SDM saya itu Kalau katanya Mbah saya
dulu wuong iku butuh meang loro diuongni
Lan diuangni diuongne ituu dihargai dia
sebagai manusia dokter sebagai dokter
klinik service sebagai klinik service
jangan menyakiti hati mereka dan
diuangne diuangni itu hargai setiap
tetes keringatnya kalau istilah sekarang
itu fee For Service harus ada
hitungannya semua arti Artinya kita akad
itu sudah clear di depan jenengan kalau
di sini 24 jam uang hariannya sekian
sekali bla bla bla gitu saya gak untung
secara materi itu sudah untung secara
membangun sistem saya yakin suatu saat
pasti orang tahu Dan kalau sudah percaya
ini pasti akan menjadi branding
tersendiri Alhamdulillah orangnya nak
neko-neko apa
adanya nafkah Kan dipakai untuk bangun
juga iya betul
Alhamdulillah kita juga dipertemukan
sama orang-orang yang luar biasa ng jadi
dokter-dokter kita dari awal buka sampai
sekarang ini ada yang masih tetap
bertahan Nggih jadi memang luar biasa
ngih Kemudian Bapak juga apa adanya Jadi
apa yang dari klinik kita kembalikan ke
klinik kalau kita untuk makan untuk
jajan Insyaallah kita berdua bekerja itu
juga sudah cukup jadi yang apa yang dari
klinik kita balik lagi klinik supaya
kliniknya besar semuanya bisa merasakan
Jadi kalau memang apa yang dikatakan
Nyonya tadi Benar istri saya ini kan PNS
saya juga masih tercatat sebagai
karyawan di rumah sakit Muhammadi l
sama-sama karyawan awalnya sudah sepakat
Dik mangan sekolah anak-anak itu dari
gaji kita untuk uang hasil klinik 100%
kita kembalikan ke klinik kalau
bahasanya anak sekarang kan digulung
terus itu dijadikan modal terus nah itu
yang salah satu yang kami pegang dan
yang kedua tadi gak usah berhutang bagi
orang lain yang punya ilmunya hutang Itu
bagus saya enggak punya ilmunya untuk
berhutang maka saya mendingan Tidak
sehingga kami tenang seandainya
naudubillah pasien sepi saya tenang
enggak ada hutang dan saya selalu
menyediakan istilahnya ada cash rasio
Jadi seandainya pasien sepi Apa itu
jatah Untuk gaji karyawan Insyaallah ada
saya memang memang takut kalau diajak
hutang ada Ada apa di belakang ada tanah
ada pengembangan Ayo minta segit Kita
enggak punya cukup uangnya Ayo kita
ambil hutang Oh tidak tidak tidak lebih
baik tidak dulu Iya saya hak hutang
bukan berarti saya punya uang dan memang
Kami ingin membuktikan e usaha tanpa
hutang itu juga bisa dan kita
Alhamdulillah 10 tahun berdiri jadi 2014
klinik kami berdiri kemudian sampai
sekarang itu alhamdulillahnya terus
bertumbuh tidak defisit bahkan ketika
ada gelombang covid kami bertahan dan
kami terus melakukan pelayanan
jadi memang klinik itu beda dengan rumah
sakit kalau Rumah Sakit akuntan semua
karena flow-nya kan besar kalau di sini
ya ada bagian keuangan tapi ya seperti
tadi jadi setiap hari uang itu kemudian
ada grup di telegram gitu ya itu semua
aktivitas ya dari transaksi itu
kuitansinya dijejer ini masih
tradisional caranya difoto diupload di
grup ini bukti transaksi hari ini terus
kemudian Bagaimana dengan ada yang
bagian Keuangan itu memasukkan transaksi
di Google Drive itu ini termasuk belanja
obat operasional gaji karyawan dan kami
punya rumus ketika awal berdiri itu
dokter dan semua karyawan saya kumpulkan
kita sepakati ya teman-teman saya bilang
gitu pemasukan itu Nanti sekitar 30%
untuk karyawan dan itu nanti saya bagi
gaji pokok tunjangan bonus tindakan dan
sebagainya mereka faham terus Kemudian
untuk operasional 15%, untuk belanja
obat
25% dan nanti shu-nya 30 sampai 20%
misalkan seperti itu dan mereka Paham
sehingga Alhamdulillah 10 tahun tidak
ada yang protes minta kenaikkan gaji
karena mereka Paham dari situ nah kalau
seandainya gajinya terlalu tinggi
shu-nya rendah klinik Ini lambat laun
akan mati mereka tahu kalau shu-nya
untuk pengembangan klinik itu yang
menikmati kan bukan saya W saya juga
enggak pernah tidur di situ Iya kan yang
menikmati mereka ruangan bersih berac
pasien nyaman jadi ini sangat fair hasil
usaha dari klinik Kembalikan ke klinik
supaya pasien dan karyawan merasakan
ikut merasakan kalau kita cukup dari
gaji sekarang saya sebagai perawat
Alhamdulillah cukup gak neko-neko jadi
salah satu prinsipnya adalah transparan
dan akuntabilitas Salah satu ciri khas
klinik ini yang mungkin bagi rumah sakit
itu biasa saja tapi bagi klinik lain
jarang dilakukan adalah konsisten dalam
melakukan rapat Apakah itu rapat unit
Apakah itu rapat besar dari berdiri 2004
sampai sekarang enggak pernah absen
rapat besar itu dihadiri saya sebagai
owner dokter sebagai penanggung jawab
atau direkturnya dan semua karyawan dan
di situ keuangan semua bisa melihat dari
cleining service samp Itu semua tidak
pernah ada yang saya tutup-tutupi dari
awal berdiri sampai sekarang Insyaallah
tetap ada giih mungkin beda Cara
penyampaiannya saja dulu kalau awal-awal
dulu kan cuman beberapa orang kalau
sekarang kan sudah dirapat besar ya
memang kadang-kadang pemilik atau
pengelola klinik atau rumah sakit kalau
menularkan itu ke karyawan itu takut
karyawan tahu shu-nya terus protes Min
engak karena mereka saat masuk sudah
saya kasih tahu seperti itu kalau mau
silakan gabung kalau tidak ya gak
apa-apa tapi mereka mau maunya Kenapa
rata-rata teman-teman juga membandingkan
di tempat lain dapat berapa di sini
dapat berapa gitu dan di sini insyaallah
gak kalah dengan di tempat lain selain
Apa yang membuat para pakesum mau untuk
diklinik ini kekeluargaan kayaknya
kekeluargaan Iya transparansi itu
penting kita dari awal buka sampai
sekarang beberapa dokter ng Iya karyawan
Ya itu masih masih ke sini hari raya ke
sini ada pimpinannya sudah dari awal
sampai sekarang masih sama salah satu
yang di sini menjadi istilahnya teman
sharing saya atau itu banyak membantu
adalah Dr Irni itu beliau itu dari
pimpinan klinik ya kalau di rumah sakit
direktur klinik lah Nah itu belum buka
ya belum buka masih berupa tanah itu
main melihat bergabung beliau memang
agamanya sangat-sangat kuat Jadi kalau
Rapat bulanan itu saya membahas internal
proses untuk bisnisnya beliau membahas
akhiratnya selalu begitu dakwahnya biar
seimbang dan ada Koperasi Syariah beliau
yang ngelola kalau pagi itu selalu ngaji
bersama dan itu saya ada CCTV jadi saya
bisa memantau terus mereka memfoto Saya
itu orangnya mudah percaya dengan orang
tapi saya minta bukti gitu dari
aktivitas mereka untuk ngaji untuk
operan itu selalu difoto dan di-upload
di grup kalau tidak begitu tidak bisa
orang itu ada malasnya n jadi setiap
pagi semuanya kumpul kemudian ngaji
bersama setelah ngaji kepalanya unit itu
memberikan arahan tentang kinerja
kemarin bagaimana masalah yang dihadapi
Apa itu setiap pagi habis itu diangkat
ke rapat unit habis itu tidak
terselesaikan diangkat ke rapat besar
[Musik]
ya setiap orang kan tahu skala prioritas
katanya socrates standan The health of
my patient will be my first
consideration jadi pertimbangan utama
itu keselamatan pasien saya katakan ke
teman-teman ketika ada panggilan infus
habis pun tinggalkan semua aktivitas
bagi kita infus habis itu Enggak penting
sebentar lagi juga enggak apa-apa tapi
bagi pasien yang enggak paham bisa
berasumsi bahaya ini kalau enggak
diganti bisa mengancam nyawa nah ini
yang harus dijelaskan ke rekan-rekan
bahwa persepsi petugas dan persepsi
pasien kadang beda Jadi kalau ada yang
minta pertolongan tinggalkan semua
aktivitas termasuk ngaji tinggalkan gak
apa-apa nanti selesai ngaji lagi
kayaknya banyak berguraunya daripada
ngajinya tapi kenapa kalau orang disuruh
ngaji dan itu juga dikembangkan di
tempat saya bekerja di Rumah Sakit
Muhammadiyah saya sampai sekarang kan
sudah 32 tahun bekerja di Rumah Sakit
Muhammadiyah dan alhamdulillah saya di
sana sebagai kepala unit selalu datang
paling pagi jadi saya pagi setelah salat
subuh itu ngaji sebentar terus kemudian
keliling semua pasien Saya tanya bisa
tidur dak kemudian makannya mau ga ada
keluhan apa silakan berdoa itu setiap
pagi setiap pasien saya kelilingi ini
bagian dari dakwah dan pasien selalu
mencari itu meskipun saya enggak nerapi
karena saya bukan Dokter jadi kita
enggak boleh berebut
kamplingan dari intensitas kita
mendekati pasien berkomunikasi lewat
grup dengan karyawan selalu aktif rapat
setelah ini saya rasa modal utama untuk
menjaga tetap kesenimbangan dalam
pelayanan ada grup Tahsin juga ya He ada
grup
Tahsin jadi satu hari itu harus membaca
setoran membaca tapi enggak hafalan
sudah tua-tua dan itu masuk penilaian
kinerja karyawan ya Jadi kalau karyawan
itu mau naik golongan mau perpanjang
kontrak itu takeksinya gimana Terus di
sini juga ada Lan manajemen yang setiap
bagian itu ada penanggung jawabnya
bagian ini kebersihan ini bagian ini
meskipun ada clining servisnya ada
pemantauan setiap lokasi memang awal
mula membangun klinik itu ada rasa
was-wasnya gak banyak pikiran uang
jugaitu engak usah pikir macam-macam
terus ditekankan Oh kalau klinik seperti
ini ke depannya seperti ini kemudian
kalau di ilmu gizi itu kan banyak
bermain juga di hitung-hitungan enggih
jadi mulai perencanaan bahan apaap itu
jadi sedikit tahu tentang itu engih jadi
sekiranya dalam 1 bulan itu perkiraan
itu seperti ini seperti ini jadi dari
hitung-hitungan itu akhirnya bisa
diterapkan Jadi kalau keuangan itu
seperti ini kalau mengusulkan barang itu
seperti ini kalau harus beli seperti ini
jadi tahu
sedikit-sedikitlah akhirnya Kalau dengan
berjalannya klinik otomatis kita juga
saling sharing nih jadi saling
mengingatkan kadang kalau ya namanya
banyak pekerjaannya juga dari rumah
sakit kok seperti ini kita yang agak
cerewet jadi kita dengan karyawan kayak
keluarga awal berdiri waktu itu sepi
pernah sehari itu pasien rawat jalan
cuma tiga enggak ada rawat inap sat
minggu itu biasa dulu awal sekarang ya
beda dulu satu minggu enggak ada pasien
rawat inap rawat jalan itu tiga dan
tiga-tiganya itu karyawan saya dan itu
ada dokter jaga yang 24 jam saya
pertahankan itu itu namanya komitmen nah
terus kemudian Apakah enggak pernah rugi
secara kumulatif 1 bulan tidak pernah
karena kami dan karyawan itu sudah
sepakat dengan proporsi anggaran tadi
itu kalau ramai gaji semua naik Kalau
sepi Semua turun belanja obat turun
Semua turun dan saya mampu
mempertahankan minimal 20% dari mulai
klinik berdiri Shu gak usah tanya
berapanya ya cukup 20% saja tidak
berhutang dan proporsional dalam
keuangan terus tabungannya ya Kembalikan
ke klinik sehingga kita tidak Merasa
punya uang banyak yang salah kan semua
uang usaha dia pegang kita yang merasa
punya uang banyak investasinya ke
mana-mana itu yang beresiko Iya tapi
saya enjoy karena dari kecil sudah susah
saya itu hobi traveling jadi Saya dan
istri itu karena dari awal membuat
klinik sudah kami konsep secara mandiri
artinya klinik ini tidak tergantung
kehadiran saya 100% secara fisik ya
kalau secara kayak pemantauan CCTV pakai
itu masih kayak misalkan pernah saya
ditugaskan wilayah yang Muhammadiyah
wilayah Kebetulan saya pengurus sampai
ke Taiwan 1 bulan itu jalan gak ada
masalah dan kami kalau healing itu
enggak sehari dua hari seminggu ke Bali
pakai mobil gantian nyetir I ituilangkan
menghilangkan stres dan selalu dengan
anak-anak dan istri saya menghindari
pergi sendiri untuk yang Kegiatan saya
berprinsip kalau kerja itu susah itu
katanya demi keluarga masa
bersenang-senang Kok tidak dengan
keluarga makanya setiap keluar healing
itu apakah itu ke barat ke Jogja ke mana
itu rata-rata 1 minggu kami tempat Hotel
gitu biasanya tapi gantian nyetir istri
saya ggak mahu pakai sopir bukan irit
kayak irit juga
[Musik]
[Tertawa]
ya jadi memang masalah orang sakit itu
sunatullah ada ilmunya juga misalkan
kalau kita di fktp kayak gini pelayanan
tingkat pertama orang sakit yang
itu 5 bulan sekali rata-rata jadi kalau
kita tinggal di satu daerah dengan
populasi 5.000 maka Tinggal dihitung aja
nanti dia akan kalau ke kita semua itu
akan keluar angkanya sekian itu yang
menentukan layak enggak di situ
didirikan sebuah layanan kesehatan
secara ilmunya ya terus kemudian kita
enggak pernah berharap ada orang sakit
karena orang sakit itu pasti ada yang
kita harapkan adalah ketika ada orang
sakit itu dilayani dengan baik Saya
punya tiga prinsip yang selama ini saya
saya pegang yang pertama adalah kepuasan
pelanggan atau customer satisfaction
untuk memuaskan pelanggan ini setiap
pasien yang rawat inap itu pagi saya
temui sendiri yang habis salat subuh itu
habis itu jam .00 perawat keliling nanti
jam 10.00 dokter keliling nanti jam .00
perawat keliling lagi jam .00 ada dokter
lagi Jadi di tempat saya itu kunjungan
dokter dua kali sehari Apakah itu BPJS
atau pasen umum sama saya enggak
membedakan jadi senyum kami sama baik
apa Pasien itu BPJS asuransi atau pasien
umum kadang-kadang mohon maaf ya Pasien
itu kalau ini pasien BPJS gitu itu
enggak nyaman banget itu saya larang
betul jangan sampai terucap pasien sama
tapi kalau nanti kualitas kamar atau apa
ya tahu sama tahu mereka juga paham tapi
jangan disakiti hatinya itu jadi satu
itu yang kedua saya mengendalikan betul
karyawan kepuasan internal ini penting
jadi kepuasan itu kan bisa pasien bisa
karyawan ya pas ini sering diajak keluar
rapat di resto mana kadang tak ajak ke
terawas kadang kalau saya longgar tak
ajak ke Ya rapat tapi makan-makan di
luar itu yang membuat mungkin mereka
merasa ada hiburan atau nyaman itu S
jadi itu yang saya pegang yang kedua
keuangan yang tadi sudah saya jelaskan
saya benar-benar setiap aktivitas
meskipun itu tujuannya mulia itu harus
diperhitungkan secara bisnis contoh gini
kita membuat Baksos ya di suatu daerah
kita tidak hanya sekedar beramal beramal
wajib melayani wajib Tapi impaknya apa
impaknya itu nanti harapan kita dari
kegiatan itu yang bisa meningkatkan
profit klinik itu apa itu harus jelas Oh
nanti targetnya kunjungannya naik sekian
termasuk tarif pengelolaan BPJS yang
kendali mutu kendali biaya itu nanti
menyeimbangkan antara layanan yang
ikhlas sebagian dari dakwah dengan
profit Prof profit itu penting tidak
bisa gak penting jadi kalau di ilmu
kesehatan untuk menolong orang itu ada
3A rumusnya aman diri aman lingkungan
baru aman pasien jangan aman pasien
dirinya enggak aman ada orang kecelakaan
di tengah rel sepur Apa yang dilakukan
amankan diri dulu aman kiri kanan enggak
ada kereta kita bawa dia ke tempat yang
aman lingkungan aman baru kita tolong
pasien seperti itu jangan sampai
menolong terus kita rugi Dengan cara
bagaimana makanya banyak inovasi yang
dibuat klin ni contoh pasien yang perlu
rawat jalan yang BPJS itu kan enggak
ditanggung sama BPJS kendaraannya
sementara pasien yang buanya itu tidak
punya kendaraan dan tidak tahu harus ke
mana itu kita antar pakai mobil kemudian
ada orang sakit mau USG kita antar di
rumah mau ke sini kita jemput Sampai di
rumah sakit saya itu terkenal Surya
Medika ini perusahaan travel jadi hampir
setiap hari ambulans dua itu lalu lalang
terus
ya jangan free kalau free ya Kita habis
ya ada freenya masuk Karen gak ditangung
BPJS gak free kalau itu ya ya itu yang
untuk profit itu memang kalau dulu
awal-awal itu kita Air selalu beli
awal-awal berdiri sampai tahun 2000
hampir 3 tahun dari sekarang ya Mas ya
baru ada PDAM ini 2 tahun jadi dulu
setiap bulan itu Apalagi sudah musim
kemarau itu bisa 10 sampai 15 tangki air
ya bisa 30 kalau bisa 30
jugatiap hari tapi alhamdulillah
sekarang Sudah 2 tahun ini kan ada Pam
itu yang membuat kalau sudah mulai musim
kemarau itu aduh mudah-mudahan kan kalau
telat pas pasien banyak itu air mati itu
sudah rasanya itu aduh gimana waktu itu
gini kita antisipasi jadi hal-hal yang
frekuen itu kita harus punya Kalau
enggak punya harus punya rekanan jadi
salah satu karyawan saya yang sekarang
sopir ambulan itu tak suruh beli mobil
tangki beli saya pastikan setiap hari
kamu ngisi di sini satu satu satu yang
lain ngisi yang lain tapi kalau ada
permintaan tinggalkan semua isi kita
harus begitu Kalau kita mengandalkan
orang lain Gak bisa Ada bagian rumah
tangga yang setiap operan dinas itu
ngecek Air tinggal seberapa terus jadi
enggak sampai kehabisan tapi ya tetap
pernah kehabisan namanya juga orang
ituakeh tapi sangat jarang setahun
sekali kayakak Engak enggak mesti jadi
Biasanya keluarga terutama perempuan
atau wanita atau istri selama dia
mempercayai suaminya dan suaminya itu
tidak pernah macam-macam Insyaallah
terjaga tapi sekali saja laki-laki itu
ketahuan macam-macam seumur hidup bisa
dipercaya tidak akan pernah bisa kembali
ibaratnya gelas yang pecah itu disusun
kembali bisa tapi retakan itu mesti ada
dan itu mudah sekali dan itu yang ya
kami jaga maka enggak usah heran HP kami
tukar-tukar setiap hari Enggak ada
masalah laptop juga wa saya masuk sini
sangat biasa ya menjaga kepercayaan
kalau sudah kepercayaannya hilang itu
semua kerja sama bentuk apapun pasti
akan
[Musik]
berantakan saya Borat sekali sih yang
kebingunan terbesar ketika covid ketika
covid ini kita enggak tahu yang benar
yang seperti apa bahkan seorang ahli
konsultan covid yang nulis buku habis
nulis besoknya dia terserang terus
meninggal Nah covid itulah yang
membedakan mindset pemiliknya itu
entrepreneur atau bukan kalau bukan
habis covid pasesti tutup gak buka lagi
Jadi kalau niatan pertama bahwa
pelayanan kesehatan itu melayani maka
ketika covid yang dilakukan bukan
menolak pasien banyak klinik-klinik
begitu covid pasien ditolaki ditutup
rapat-rapat bahkan ada yang benar-benar
tutup dirumahkan semua loh Ini berarti
sudah melenceng dari tujuan mendirikan
amal Kesih kesehatan kalau mendirikan
benar-benar tujuannya melayani pasien
kalau ada covid ada wabah ya perbanyak
atau perketat APD kita gitu itu waktu
itu sulitnya luar biasa meyakinkan
karena saya melihat beberapa rekan-rekan
di klinik dari luar sudah ditanya kenapa
Pak batuk pilp sudah Pak Langsung ke
sana Pak itu lah itu saya benar-benar
mengendalikan itu yang susah padahal
gaji dan semua naik semua jadi semua
kebutuhan naik pasien ditolak semua
bukan pasien enggak ada tapi ditolak
tapi saya kumpulkan kemudian saya
jelaskan akhirnya Alhamdulillah kita
cepat beradaptasi dan akhirnya justru
menimbulkan berkah I itu titik terberat
bagi saya waktu itu saya memang selalu
Yakin nih saya kayak konsisten saya
kalau punya prinsip itu tidak berhenti
sebelum selesai atau saya mati
istilahnya begitu Itu prinsip saya saya
meyakini sesuatu itu benar dan manfaat
dan saya ingin menggapai saya akan
kerjakan sampai selesai itu harus
dipegang supaya kita enggak sering gagal
karena kadang-kadang kegagalan itu
selengkah lagi itu berhasil tapi terus
putus asa Terus berhenti itu banyak
teman-teman pengusaha begitu yang punya
usaha jadi dulu saya sempat kerja di
rumah sakit teruselesain karena kita
dulu lama ya tidak tidak ada anak ng
del8 tahun D anak tahun terus selesain
berhenti
terus program program program akhirnya
hamil waktu hamil lama menanti anak
hamil ada tes CPNS saya rasanya sudah
gak mau ikut tapi orang tua ibu sama
ayah saya kan PNS kalau orang tua PNS
itu kan harapannya itu anaknya PNS PNS
gak apa-apa ikut to barangkali lolos
saya sudah dalam keadaan hamil muda
coba-coba kokalah saya sudah gak lihat
pengumuan yang melihatkan itu Temannya
ibu saya dibel loh putrane masuk Bu
akhirnya kasih tahu ini ya suami saya
ini terus saya antara Iya Nak Iya nak
gimana ya ya lama nak punyanya pengin
ngawat anak kan pengin ngerawat anak
terus gak apa-apa dijalani aja yang saya
terapkan sampai sekarang ini saya selalu
mengingat bahwa yang utama adalah tetap
keluarga jadi Apun itu tetap anak-anak
tetap suami melangkah pun tanpa izin
suami juga tidak ya Yang jelas istri
tapi yang membentuk karakter saya itu
bapak saya ayah itu Bapak itu kasih
sayangnya luar biasa jadi meskipun tadi
saya ceritakan ekonominya sangat
sederhana gitu Tapi waktu SMP itu nampak
sekali membangun karakter kayak dia itu
saya belajar pakai lampu minyak Ditunggu
sampai selesai selesai saya belajar Dia
mejt setiap sore begitu Alhamdulillah
saya 3 tahun SMP selalu ranking satu dan
itu bapak saya itu benar-benar hidupnya
hanya untuk saya sekarang kena stroke
tapi alhamdulillah sudah bisa ke masjid
lagi nah itu yang membuat saya cemburu
sampai sekarang belum bisa memperlakukan
anak saya seperti bapak memperlakukan
saya kasih kasih sayang bapak itu yang
kebiasaan Bapak mengajak saya diskusi
itu yang banyak membantu karakter saya
dalam mengelola usaha bapak itu enggak
pernah beli apapun tanpa nanya sama
dengan sekarang saya dengan teman-teman
gak pernah saya meskipun itu klinik saya
apapun mesti kami bicarakan dulu terus
mungkin yang ingin saya tekankan bukan
tekankan kepada teman-teman yang lain ya
in saya sampaikan bahwa pengusaha itu
enggak harus resain saya sampai sekarang
usia saya 4 tahun lagi itu pensiun
pensiun saya enggak resain kenapa Karena
kalau usahanya itu sudah bisa dibangun
dengan baik ngapain resain itu ini hanya
pilihan saya hanya ingin mengatakan Anda
resen fokus mengelola usaha itu bagus
tidak resen juga tidak buruk karena di
tempat saya itu pusat inspirasi dan
Intinya saya nyaman itu yang membuat
kedua antara pekerjaan teman-teman sih
bilang pagi karyawan tadi sore jeragan
itu saya benar-benar karyawan
mengerjakan apapun perawat yang dan
kalau sore ya di sini sebagai owner
mungkin seperti itu mas setiap orang
yang punya usaha pasti ingin
mengembangkan dan saya juga ingin
mengembang terus klinik ini tetapi saya
dari dulu memang tidak pernah ingin
punya cita-cita yang terlalu jauh
mungkin karena latar belakang saya saya
jadi perawat pun juga cita-cita jadi
tidak semua pekerjaan itu cita-cita
kalau setiap remaja pelajar ditanya inin
jadi apa Insinyur dokter pilot itu
hampir tidak ada yang ingin jadi perawat
gitu dan bukan cita-cita itu pun bukan
berarti jelek saya meyakini bahwa takdir
yang benar-benar kita ikhlasi dan kita
perjuangkan bisa menjadi sesuatu yang
lebih klinik saya jalani saja tapi
memang ada angan-angan misalkan menjadi
rumah sakit tipe D atau menjadi klinik
utama itu ada tapi saya belum berani
sampai ke sana saya hutang aja enggak
berani kalau saya misalkan saat ini
mohon maaf saya menerima investor sudah
jadi rumah sakit ini ada beberapa yang
invest karena strategis terbuk
memang layak untuk diinvest tapi saya
takut mengerjakan sesuatu yang saya
tidak begitu paham agak konservatif Ya
memang ini kan bukan Ipo hanya orang
masuk nanam saham kalau sahamnya dia
nanti lebih besar dari saya tidak ada
yang bisa menjamin bahwa value yang dari
awal kami bangun ini bisa dilanjutkan
itu dan saya belum ikhlas kalau misalkan
ini menjadi murni bisnis atau profit
oriented itu belum belum bisa kecuali
yang invest itu memang punya frekuensi
yang sama Mungkin bisa mungkin bisa saya
Munadi bersama istri
sayaur oner dari klinik Pratama rawat
inap Surya medik Kal Lamongan
mengucapkan asalamualaikum
warahmatullahi
[Musik]
wabarakatuh eee
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:31:10 UTC
Categories
Manage