Pagi Karyawan Sore Juragan: Perjuangan Anak Orang Miskin Membangun Usaha Tanpa Hutang
-OrZ8061Yik • 2024-11-20
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id [Musik] jadi rumah yang saya tinggali bersama Bapak itu saya pernah tidur Di dindingnya itu dari triplek itu kaki saya itu enggak sadar pernah di luar rumah gini jadi orangnya di dalam TV Radio itu gak punya saya Beli TV beli radio itu setelah saya kerja tapi saya bahagia jangan salah ya kita sama-sama bukan dari keluarga yang berada semua ng tapi Insyaallah kalau kita sama-sama bekerja nanti uang kita kumpulkan Insyaallah kita bisa makan seorang tokoh Dusun sini namanya Pak Haji Sahlan itu bermimpi lewat depan rumah saya gagang pintu rumah saya itu bersinar warna emas itu terus dia ke sini bilang nak gaweo klinik Insyaallah Eng ramei dan saya dari awal sampai sekarang tidak berhutang berusaha tidak berhutang betul Apakah enggak pernah rugi secara kumulatif 1 bulan tidak pernah karena kami dan karyawan itu sudah sepakat dengan proporsi anggaran tadi itu kalau ramai gaji semua [Musik] naik asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh nama saya Madi saya adalah owner dari di klinik Pratama rawat inap Surya Medika yang beralamat di Jalan Raya Mantup Desa pelang kembang bau lamungan dan ini adalah istri saya Perkenalkan nama saya ibu Laili saya istri dari bapak buati owner dari klinik Surya Medika Lamongan jadi dulu saya adalah karyawan senior di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan ini magang di rumah sakit ugaman sekitar 200221 dan saya memang enggak pernah pacaran dan dalam masa remaja saya itu saya punya prinsip wanita yang saya bawa pulang itu adalah istri saya dan dia adalah wanita pertama yang menginjak rumah saya dan itu usia saya sudah 29 tahun kalau di struktur organisasi klinik saya adalah Pembina Yayasan klinik pertama rawatinf Surya medikal jadi memang dari awal klinik ini saya setting seperti klinik yang tidak milik pribadi yang ownernya itu semua terlibat dalam setiap kegiatan Jadi kami menyerahkan operasional itu kepada direktur klinik tapi kami memantau dari laporan bulanan kebetulan semua laporan kita buat online ya online untuk level dasar mungkin semacam dicloud di Google Drive sehingga saya bisa ngecek setiap saat tapi setiap fungsi dari apoteker pengadaan semua sudah berjalan sebagaimana struktur organisasi dan tata kelola yang disepakati Jadi kalau Bapak misalkan di bagian keuangannya saya kadang-kadang masih di bagian yang sekiranya bapak itu tidak terpikir misalkan Oh ternyata ini butuh kebersihannya kok seperti ini ya enggih jadi peralatan rumah tangganya seperti itu saya lebih ke arah seperti itu Jadi saya perawat sampai saat ini saya bekerja di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan saya bekerja di klinik Muhammadiyah Lamongan itu tahun 1994 jadi saya memulai sebagai perawat yang di IGD gitu dengan memang kondisi yang waktu itu gaji saja gak cukup ya untuk kehidup yang layak gitu Jadi saya ini sebenarnya dibesarkan dari keluarga yang sangat sederhana Bapak saya adalah seorang petani penggarap Ketika saya di SMP itu bapak sudah beberapa kali menyatakan kamu jangan sekolah SMA kamu cukup cari sekolah kejuruan yang apabila nanti lulus itu bisa langsung bekerja karena bapak sudah pasti enggak bisa menguliahkan kamu jadi kamu pasti enggak bisa kuliah waktu itu kan yang ngetren itu kan Pak mantri ya kalau di desa itu kan Pak mantri kalau di sini ya perawat itu akhirnya saya memilih sekolah perawat kesehatan yang dulu SPK itu setara SMA setelah lulus SPK itu kemudian saya di Jawa kok enggak kerja padahal itu ijazah belum keluar jadi saya nekat menghadap pimpinan sekolah untuk membuatkan surat keterangan Lulus dan surat itu saya gunakan untuk mencari pekerjaan di Kalimantan Akhirnya saya berangkat ke sana dengan tiga orang dan ternyata di sana itu di luar ekspektasi kita ternyata cari kerjaan susah juga dan saya harus nganggur selama hampir 1 bulan tapi alhamdulillahnya saya ketemu dengan orang baik beliau seorang pendakwah seorang Ustaz saya ditampung di rumahnya bersama dengan teman-teman saya dan salah satu teman saya itu sekarang menjadi Kiai di Mataram dia gak mau jadi perawat terus namanya Prof muazar Habibi sekarang menjadi seorang pendakwah di Mataram punya pondok pesantren yang cukup besar Nah setelah 1 bulan nganggur saya diterima di sebuah perusahaan saya bagian kesehatannya kemudian saya sudah pamitan Ya sudah intinya Alhamdulillah pokoknya pamit dengan seluruh keluarga itu saya menuju ke perusahaan itu dan siap diberangkatkan ke tempat kerja atau ke kantornya ternyata kantornya itu di tengah hutan Karena perusahaan itu adalah perusahaan mencari minyak explore minyak yang pindah-pindah dari satu titik ke titik lain itu ternyata saya di di batalkan di situ Wah hari ini kamu enggak ada pemberangkatan Saya mau balik ke rumah Pak ustaz Tadi saya sudah malu karena sudah pamit ya Terus akhirnya saya waktu itu tidur di masjid Samarinda sendirian jadi waktu itu tidak ada handphone tidak ada teman nah teman saya berangkat duluan tapi di hutan di sisi yang lain habis itu sampai saya tidur di emperan Masjid itu sampai tengah malam akhirnya ada seorang pemuda dia karyawan toko dia asal dari Banjarmasin kemudian mengajak saya untuk ke kos-kosan nya Akhirnya saya ke kos-kosan dia bermalam di situ dan akhirnya paginya saya kembali berangkat berangkat pakai mobil TF itu sehari penuh perjalanan sampai magrib sampai di baseecamp ternyata itu masih bukan tempat kerja saya nah keesokannya saya diajak ke tempat kerjanya Saya naik mobil sampai jam 10.00 setelah jam 10.00 itu saya turun turun dan jalan kaki masuk hutan itu jalannya adalah pohon-pohon segini itu yang dikebang itu saya jalan di atasnya Hanya dua orang saja yang satu ini karena sudah profesional dia buantter banget ya saya yang ya kayak ayam potong gitu ya dari engak pernah ngapa-ngapain enggak pernah olahraga tiba-tiba harus jalan dan itu berjalan selama dari jam 10 pagi sampai habis magrib enggak azan magrib karena enggak ada tengah hutan ya sampai enggak ada matahari itu saya baru tiba di camp tempat orang-orang mencari minyak itu [Musik] usia berapa wtu 20 tahunan ya kan SPK itu sama dengan SMA habis itu setelah di Jawa saya sekitar 5 bulan gak ada kerjaan kemudian saya dipanggil untuk wawancara di sebuah klinik kalau dulu namanya BP Balai Pengobatan BP Muhammadiyah ya yang berada di Lamongan itu setelah wawancara saya diterima rumah saya dengan BB itu adalah 21 kilo saya enggak punya motor jadi hari-hari itu saya pakai sepeda pancal itu ke mana-mana dan itu pembelian Bapak waktu saya di khitan kelas 4 SD saya pakai sampai saya kerja kalau saya pulang jelas enggak ngatasi ya dari rumah sakit 2 Har 1 kilo PP Akhirnya saya tinggal di klinik atau di PP Muhammadiyah waktu itu karena kalau kos enggak cukup juga gaji akhirnya kami saya dengan sahabat saya almarhum Iskandar itu tidur di sebuah ruangan yang di situ ya ada TV bekas a kayak gudang lah gitu ya tapi sudah dibersihkan Saya tidur di situ sampai hampir 1 tahun Kenapa saya begitu karena saya enggak mau kalau kos dan makan enak Saya enggak punya tabungan Akhirnya saya punya tabungan terus pulang ya Enggak banyak waktu itu tabungan saya sekitar R1 juta terus bapak jual ayam jual mangga serius t mangga itu enggak pernah dimakan Pak selalu dijual pisang akhirnya terkumpul uang R juta terus itu saya beli sepeda motor bekas bebek 2001 Kalau enggak salah itu saya pakai setelah itu kehidupan ekonomi Saya berubah berubahnya karena saya setiap hari bisa pulang dan saya di rumah praktik sebagai seorang perawat ya Mantri kalau di desa Jangan harap ada dokter Satu kecamatan waktu itu dokternya hanya di kecamatan saja nah habis itu ketika saya sudah mulai istilahnya dulu itu maling ya Mantri keliling Mantri yang keliling ya jadi panggilan orang sakit sudah parah-parah datang itu sudah sulit jadi saya keliling dari satu rumah ke rumah lain itu bahkan enggak ada yang punya mobil jadi saya sehari itu bisa ngantar orang sakit kalau musim demam berdarah itu rata-rata tiga kali habis jaga di Malang pulang ngantar ke rumah sakit ya 20 kilo pulang lagi ngantar lagi akhirnya uangnya saya kumpulkan terus-terus pada tahun Saya habis Kuliah ambil ditiga sambil kerja itu sempat juga membuatkan rumah Bapak jadi rumah yang saya tinggali bersama Bapak itu saya pernah tidur Di dindingnya itu dari triplek itu kaki saya itu enggak sadar pernah di luar rumah gini jadi orangnya di dalam TV Radio itu gak punya saya Beli TV beli radio itu setelah saya kerja tapi saya bahagia jangan salah ya ya Secara kasih sayang itu luar biasa bapak dan saya itu jadi ke mana-mana pakai sepeda angin pun saya sampai pantat saya itu panas sampai saya bilang gini Pak lek ono duit belikan kasuran kok pak gitu loh maksud saya sepeda yang di belakang itu kan besi kalau dulu ya habis itu setelah saya praktik jadi Mantri keliling itu akhirnya saya dalam perjalanannya ketemu dengan istri saya saya bilangnya ke dia cuma gini saya mau nikah tahun depan saya enggak pacaran terus dia ngomong Bapakmu Saya ngantar dia ke rumahnya sekali saja terus habis itu Ayahnya itu bilang iku sopo gitu ya terus ya terus bercerita terus saya bilang ke dia saya minggu besok ke sana Saya mau melamar saya lulus kuliah itu 2001 21 22 waktu itu enggih kita menikah umur 23 Saya nutrisionis ahli gizi jadi di rumah sakit 2001 itu saya lulus kuliah dari Malang itu dimagang dulu kerja di Rumah Sakit NU kemudian di Muhammadiyah itu ada lowongan saya ikut tes tapi ikut magang Jadi waktu di RSI NU itu sudah karyawan sebenarnya cuman enggak tahu ya dulu kok kepengin yang Ya Pindah akhirnya Makang di rumah sakit muhammadiah itu 2002 Nggih terus ketemu Bapak ini langsung jadi kita 2003 2003 bulan Mei Nggih kita langsung menikah Iya sebenarnya juga gak terpikir apa-apa ya Yang penting bismillah aja kita menjalani gitu Nggih jadi kita sama-sama bukan dari keluarga yang berada semua Nggih tapi Insyaallah kalau kita sama-sama bekerja nanti uang kita kumpulkan Insyaallah kita bisa makan kemudian saya lihat juga tekadnya kok istilahnya kok untuk menjadi pemimpin itu Imam itu kok mumpuni gitu akhirnya Ya sudahlah bismillah tanpa lihat Oh kalau teman-teman kan ini lihat ini pacaran sama ini sama ini kita gak jadi begitu dia mena kan begitu melamar Ya sudah bismillah Insyaallah bisa jadi imam meskipun enggak tahu ya Oh kita belum punya apa-apa Nggih kebetulan rumahnya kan di desa seperti itu otomatis saya juga nanti mengikuti Padahal kita nanti kerjanya di Lamongan kita jalani aja [Musik] dulu jadi waktu itu memang di sini tidak seperti saat ini enggak ada SPBU tetangga saya cuma dua kiri adalah bengkel mobil kebetulan Masih Milik famili kanan adalah toko bangunan dan kalau malam sama-sama tutup dan kalau saya jaga malam di rumah sakit istri saya itu tidur sendiri di belakang itu banyak burung hantu orang lain takut dia malah senang karena rameai terus ini jalan raya waktu itu itu banyak kejadian kayak pura-pura sakit terus kemudian meminta uang sehingga hampir semua nakes itu baik dokter maupun perawat atau bidan gak ada yang berani buka malam terus kemudian saya tuh 2008 kan sudah bikin rumah ini nah habis itu di sini saya sudah mulai praktik lagi tapi sudah bukan maling Ya sudah tidak keliling tapi Mantap ya Mantri menetap habis itu ramai terus ini agak mistis ya tapi memang harus saya ceritakan ya seorang tokoh Dusun sini namanya Pak Haji Sahlan itu bermimpi lewat depan rumah saya gagang pintu rumah saya itu bersinar warna emas itu terus dia ke sini bilang nak GAW klinik Insyaallah Eng ramei Saya menilainya dari sisi yang lain ya itu ya saya terima masukan dari warga tapi saya melihat memang dari lokasi kita ini paling dekat 7 kilo dari Puskesmas Puskes ke kiri 7 kilo ke kanan 7 kilo ke sana 7 kilo Rumah Sakit malah 14 kilo jadi memang layak untuk membuat sebuah lelayanan kesehatan yang 24 jam maka dari berdiri tekad saya klinik ini harus 24 jam dan dokter 24 jam tidur klinik saya enggak takut rugi jadi awal-awal itu banyak kritik enggak notut itu W klinik baru kok pakai dokter 24 jam karena memang saya prinsipnya ini harus jadi klinik yang bagus secara konsep jadi saya enggak mau saya bikin klinik semua saya jadi konsep klinik ini adalah konsep klinik yang siap melayani 24 jam kami tidak pernah tutup dari berdiri tambah tanggal merah tambah Rami karena yang lain tutup jadi ketika tanggal merah hari raya atau apa itu tambah ramai Kenapa karena kita promo di situ layanan kami buka 24 jam dan semua karyawan paham kenapa bayangkan jika ada hari raya orang bersenang-senang itu ada sekian persen 2% 3% orang yang kesusahan sakit dan kalau ke mana-mana tutup nah tanggung jawab moral kita sebagai petugas pelayan kesehatan itu bagaimana dari situ memang ini mang sampai kapanp Konsep ini saya pertahankan gaji saya ketika awal bikin Klinik di rumah sakit itu kurang dari R juta itu betul ya jadi saya itu memang nabung cukup lama saya bukan anak orang kaya tapi saya itu hemat karena sudah terbiasa hidup sederhana itu beli celana pendek pun saya perhitungkan nah saya punya angan-angan besar maka saya harus tirakat istilahnya dan saya dari awal sampai sekarang tidak berhutang berusaha tidak berhutang betul maka saya nabung tahun 2011 itu saya mulai dengan uang R juta ya Sebagai seorang perawat yang di rumah juga praktik uang segitu tidak banyak memang bisalah itu untuk mondasi saja pondasi belum selesai uang habis berhenti berhenti ya Bu ya 2012 lanjut lagi bikin batanya batu batanya naik habis uang berhenti lagi ber 2013 itu atap dan finishing tapi tidak seperti saat ini waktu itu masih sederhana sekali Utara dan dulu mesti belum ada akreditasi jadi enggak serumit sekarang jadi dulu klinik itu ruangan depan itu merangkap UGD merangkap obat merangkap laboratorium terus ada di belakang itu enam tempat tidur saja itu awalnya dokternya tidur di sini sini jadi ikut tidur di sini tapi tetap dokter di sini dari Buka di sini ya kalau orang itu sudah Satu Frekuensi itu enak jadi kalau beda frekuensi ya enggak bisa kalau Satu Frekuensi artinya dia paham bahwa melayani pasien itu bukan sekedar uang dia pasti setiap orang itu ada nilai-nilai dalam dirinya bahwa setiap dokter pun tahu B bahwa saya ini tidak hanya mencari uang itu itu yang saya tekankan dari awal nah prinsip mengelola SDM saya itu Kalau katanya Mbah saya dulu wuong iku butuh meang loro diuongni Lan diuangni diuongne ituu dihargai dia sebagai manusia dokter sebagai dokter klinik service sebagai klinik service jangan menyakiti hati mereka dan diuangne diuangni itu hargai setiap tetes keringatnya kalau istilah sekarang itu fee For Service harus ada hitungannya semua arti Artinya kita akad itu sudah clear di depan jenengan kalau di sini 24 jam uang hariannya sekian sekali bla bla bla gitu saya gak untung secara materi itu sudah untung secara membangun sistem saya yakin suatu saat pasti orang tahu Dan kalau sudah percaya ini pasti akan menjadi branding tersendiri Alhamdulillah orangnya nak neko-neko apa adanya nafkah Kan dipakai untuk bangun juga iya betul Alhamdulillah kita juga dipertemukan sama orang-orang yang luar biasa ng jadi dokter-dokter kita dari awal buka sampai sekarang ini ada yang masih tetap bertahan Nggih jadi memang luar biasa ngih Kemudian Bapak juga apa adanya Jadi apa yang dari klinik kita kembalikan ke klinik kalau kita untuk makan untuk jajan Insyaallah kita berdua bekerja itu juga sudah cukup jadi yang apa yang dari klinik kita balik lagi klinik supaya kliniknya besar semuanya bisa merasakan Jadi kalau memang apa yang dikatakan Nyonya tadi Benar istri saya ini kan PNS saya juga masih tercatat sebagai karyawan di rumah sakit Muhammadi l sama-sama karyawan awalnya sudah sepakat Dik mangan sekolah anak-anak itu dari gaji kita untuk uang hasil klinik 100% kita kembalikan ke klinik kalau bahasanya anak sekarang kan digulung terus itu dijadikan modal terus nah itu yang salah satu yang kami pegang dan yang kedua tadi gak usah berhutang bagi orang lain yang punya ilmunya hutang Itu bagus saya enggak punya ilmunya untuk berhutang maka saya mendingan Tidak sehingga kami tenang seandainya naudubillah pasien sepi saya tenang enggak ada hutang dan saya selalu menyediakan istilahnya ada cash rasio Jadi seandainya pasien sepi Apa itu jatah Untuk gaji karyawan Insyaallah ada saya memang memang takut kalau diajak hutang ada Ada apa di belakang ada tanah ada pengembangan Ayo minta segit Kita enggak punya cukup uangnya Ayo kita ambil hutang Oh tidak tidak tidak lebih baik tidak dulu Iya saya hak hutang bukan berarti saya punya uang dan memang Kami ingin membuktikan e usaha tanpa hutang itu juga bisa dan kita Alhamdulillah 10 tahun berdiri jadi 2014 klinik kami berdiri kemudian sampai sekarang itu alhamdulillahnya terus bertumbuh tidak defisit bahkan ketika ada gelombang covid kami bertahan dan kami terus melakukan pelayanan jadi memang klinik itu beda dengan rumah sakit kalau Rumah Sakit akuntan semua karena flow-nya kan besar kalau di sini ya ada bagian keuangan tapi ya seperti tadi jadi setiap hari uang itu kemudian ada grup di telegram gitu ya itu semua aktivitas ya dari transaksi itu kuitansinya dijejer ini masih tradisional caranya difoto diupload di grup ini bukti transaksi hari ini terus kemudian Bagaimana dengan ada yang bagian Keuangan itu memasukkan transaksi di Google Drive itu ini termasuk belanja obat operasional gaji karyawan dan kami punya rumus ketika awal berdiri itu dokter dan semua karyawan saya kumpulkan kita sepakati ya teman-teman saya bilang gitu pemasukan itu Nanti sekitar 30% untuk karyawan dan itu nanti saya bagi gaji pokok tunjangan bonus tindakan dan sebagainya mereka faham terus Kemudian untuk operasional 15%, untuk belanja obat 25% dan nanti shu-nya 30 sampai 20% misalkan seperti itu dan mereka Paham sehingga Alhamdulillah 10 tahun tidak ada yang protes minta kenaikkan gaji karena mereka Paham dari situ nah kalau seandainya gajinya terlalu tinggi shu-nya rendah klinik Ini lambat laun akan mati mereka tahu kalau shu-nya untuk pengembangan klinik itu yang menikmati kan bukan saya W saya juga enggak pernah tidur di situ Iya kan yang menikmati mereka ruangan bersih berac pasien nyaman jadi ini sangat fair hasil usaha dari klinik Kembalikan ke klinik supaya pasien dan karyawan merasakan ikut merasakan kalau kita cukup dari gaji sekarang saya sebagai perawat Alhamdulillah cukup gak neko-neko jadi salah satu prinsipnya adalah transparan dan akuntabilitas Salah satu ciri khas klinik ini yang mungkin bagi rumah sakit itu biasa saja tapi bagi klinik lain jarang dilakukan adalah konsisten dalam melakukan rapat Apakah itu rapat unit Apakah itu rapat besar dari berdiri 2004 sampai sekarang enggak pernah absen rapat besar itu dihadiri saya sebagai owner dokter sebagai penanggung jawab atau direkturnya dan semua karyawan dan di situ keuangan semua bisa melihat dari cleining service samp Itu semua tidak pernah ada yang saya tutup-tutupi dari awal berdiri sampai sekarang Insyaallah tetap ada giih mungkin beda Cara penyampaiannya saja dulu kalau awal-awal dulu kan cuman beberapa orang kalau sekarang kan sudah dirapat besar ya memang kadang-kadang pemilik atau pengelola klinik atau rumah sakit kalau menularkan itu ke karyawan itu takut karyawan tahu shu-nya terus protes Min engak karena mereka saat masuk sudah saya kasih tahu seperti itu kalau mau silakan gabung kalau tidak ya gak apa-apa tapi mereka mau maunya Kenapa rata-rata teman-teman juga membandingkan di tempat lain dapat berapa di sini dapat berapa gitu dan di sini insyaallah gak kalah dengan di tempat lain selain Apa yang membuat para pakesum mau untuk diklinik ini kekeluargaan kayaknya kekeluargaan Iya transparansi itu penting kita dari awal buka sampai sekarang beberapa dokter ng Iya karyawan Ya itu masih masih ke sini hari raya ke sini ada pimpinannya sudah dari awal sampai sekarang masih sama salah satu yang di sini menjadi istilahnya teman sharing saya atau itu banyak membantu adalah Dr Irni itu beliau itu dari pimpinan klinik ya kalau di rumah sakit direktur klinik lah Nah itu belum buka ya belum buka masih berupa tanah itu main melihat bergabung beliau memang agamanya sangat-sangat kuat Jadi kalau Rapat bulanan itu saya membahas internal proses untuk bisnisnya beliau membahas akhiratnya selalu begitu dakwahnya biar seimbang dan ada Koperasi Syariah beliau yang ngelola kalau pagi itu selalu ngaji bersama dan itu saya ada CCTV jadi saya bisa memantau terus mereka memfoto Saya itu orangnya mudah percaya dengan orang tapi saya minta bukti gitu dari aktivitas mereka untuk ngaji untuk operan itu selalu difoto dan di-upload di grup kalau tidak begitu tidak bisa orang itu ada malasnya n jadi setiap pagi semuanya kumpul kemudian ngaji bersama setelah ngaji kepalanya unit itu memberikan arahan tentang kinerja kemarin bagaimana masalah yang dihadapi Apa itu setiap pagi habis itu diangkat ke rapat unit habis itu tidak terselesaikan diangkat ke rapat besar [Musik] ya setiap orang kan tahu skala prioritas katanya socrates standan The health of my patient will be my first consideration jadi pertimbangan utama itu keselamatan pasien saya katakan ke teman-teman ketika ada panggilan infus habis pun tinggalkan semua aktivitas bagi kita infus habis itu Enggak penting sebentar lagi juga enggak apa-apa tapi bagi pasien yang enggak paham bisa berasumsi bahaya ini kalau enggak diganti bisa mengancam nyawa nah ini yang harus dijelaskan ke rekan-rekan bahwa persepsi petugas dan persepsi pasien kadang beda Jadi kalau ada yang minta pertolongan tinggalkan semua aktivitas termasuk ngaji tinggalkan gak apa-apa nanti selesai ngaji lagi kayaknya banyak berguraunya daripada ngajinya tapi kenapa kalau orang disuruh ngaji dan itu juga dikembangkan di tempat saya bekerja di Rumah Sakit Muhammadiyah saya sampai sekarang kan sudah 32 tahun bekerja di Rumah Sakit Muhammadiyah dan alhamdulillah saya di sana sebagai kepala unit selalu datang paling pagi jadi saya pagi setelah salat subuh itu ngaji sebentar terus kemudian keliling semua pasien Saya tanya bisa tidur dak kemudian makannya mau ga ada keluhan apa silakan berdoa itu setiap pagi setiap pasien saya kelilingi ini bagian dari dakwah dan pasien selalu mencari itu meskipun saya enggak nerapi karena saya bukan Dokter jadi kita enggak boleh berebut kamplingan dari intensitas kita mendekati pasien berkomunikasi lewat grup dengan karyawan selalu aktif rapat setelah ini saya rasa modal utama untuk menjaga tetap kesenimbangan dalam pelayanan ada grup Tahsin juga ya He ada grup Tahsin jadi satu hari itu harus membaca setoran membaca tapi enggak hafalan sudah tua-tua dan itu masuk penilaian kinerja karyawan ya Jadi kalau karyawan itu mau naik golongan mau perpanjang kontrak itu takeksinya gimana Terus di sini juga ada Lan manajemen yang setiap bagian itu ada penanggung jawabnya bagian ini kebersihan ini bagian ini meskipun ada clining servisnya ada pemantauan setiap lokasi memang awal mula membangun klinik itu ada rasa was-wasnya gak banyak pikiran uang jugaitu engak usah pikir macam-macam terus ditekankan Oh kalau klinik seperti ini ke depannya seperti ini kemudian kalau di ilmu gizi itu kan banyak bermain juga di hitung-hitungan enggih jadi mulai perencanaan bahan apaap itu jadi sedikit tahu tentang itu engih jadi sekiranya dalam 1 bulan itu perkiraan itu seperti ini seperti ini jadi dari hitung-hitungan itu akhirnya bisa diterapkan Jadi kalau keuangan itu seperti ini kalau mengusulkan barang itu seperti ini kalau harus beli seperti ini jadi tahu sedikit-sedikitlah akhirnya Kalau dengan berjalannya klinik otomatis kita juga saling sharing nih jadi saling mengingatkan kadang kalau ya namanya banyak pekerjaannya juga dari rumah sakit kok seperti ini kita yang agak cerewet jadi kita dengan karyawan kayak keluarga awal berdiri waktu itu sepi pernah sehari itu pasien rawat jalan cuma tiga enggak ada rawat inap sat minggu itu biasa dulu awal sekarang ya beda dulu satu minggu enggak ada pasien rawat inap rawat jalan itu tiga dan tiga-tiganya itu karyawan saya dan itu ada dokter jaga yang 24 jam saya pertahankan itu itu namanya komitmen nah terus kemudian Apakah enggak pernah rugi secara kumulatif 1 bulan tidak pernah karena kami dan karyawan itu sudah sepakat dengan proporsi anggaran tadi itu kalau ramai gaji semua naik Kalau sepi Semua turun belanja obat turun Semua turun dan saya mampu mempertahankan minimal 20% dari mulai klinik berdiri Shu gak usah tanya berapanya ya cukup 20% saja tidak berhutang dan proporsional dalam keuangan terus tabungannya ya Kembalikan ke klinik sehingga kita tidak Merasa punya uang banyak yang salah kan semua uang usaha dia pegang kita yang merasa punya uang banyak investasinya ke mana-mana itu yang beresiko Iya tapi saya enjoy karena dari kecil sudah susah saya itu hobi traveling jadi Saya dan istri itu karena dari awal membuat klinik sudah kami konsep secara mandiri artinya klinik ini tidak tergantung kehadiran saya 100% secara fisik ya kalau secara kayak pemantauan CCTV pakai itu masih kayak misalkan pernah saya ditugaskan wilayah yang Muhammadiyah wilayah Kebetulan saya pengurus sampai ke Taiwan 1 bulan itu jalan gak ada masalah dan kami kalau healing itu enggak sehari dua hari seminggu ke Bali pakai mobil gantian nyetir I ituilangkan menghilangkan stres dan selalu dengan anak-anak dan istri saya menghindari pergi sendiri untuk yang Kegiatan saya berprinsip kalau kerja itu susah itu katanya demi keluarga masa bersenang-senang Kok tidak dengan keluarga makanya setiap keluar healing itu apakah itu ke barat ke Jogja ke mana itu rata-rata 1 minggu kami tempat Hotel gitu biasanya tapi gantian nyetir istri saya ggak mahu pakai sopir bukan irit kayak irit juga [Musik] [Tertawa] ya jadi memang masalah orang sakit itu sunatullah ada ilmunya juga misalkan kalau kita di fktp kayak gini pelayanan tingkat pertama orang sakit yang itu 5 bulan sekali rata-rata jadi kalau kita tinggal di satu daerah dengan populasi 5.000 maka Tinggal dihitung aja nanti dia akan kalau ke kita semua itu akan keluar angkanya sekian itu yang menentukan layak enggak di situ didirikan sebuah layanan kesehatan secara ilmunya ya terus kemudian kita enggak pernah berharap ada orang sakit karena orang sakit itu pasti ada yang kita harapkan adalah ketika ada orang sakit itu dilayani dengan baik Saya punya tiga prinsip yang selama ini saya saya pegang yang pertama adalah kepuasan pelanggan atau customer satisfaction untuk memuaskan pelanggan ini setiap pasien yang rawat inap itu pagi saya temui sendiri yang habis salat subuh itu habis itu jam .00 perawat keliling nanti jam 10.00 dokter keliling nanti jam .00 perawat keliling lagi jam .00 ada dokter lagi Jadi di tempat saya itu kunjungan dokter dua kali sehari Apakah itu BPJS atau pasen umum sama saya enggak membedakan jadi senyum kami sama baik apa Pasien itu BPJS asuransi atau pasien umum kadang-kadang mohon maaf ya Pasien itu kalau ini pasien BPJS gitu itu enggak nyaman banget itu saya larang betul jangan sampai terucap pasien sama tapi kalau nanti kualitas kamar atau apa ya tahu sama tahu mereka juga paham tapi jangan disakiti hatinya itu jadi satu itu yang kedua saya mengendalikan betul karyawan kepuasan internal ini penting jadi kepuasan itu kan bisa pasien bisa karyawan ya pas ini sering diajak keluar rapat di resto mana kadang tak ajak ke terawas kadang kalau saya longgar tak ajak ke Ya rapat tapi makan-makan di luar itu yang membuat mungkin mereka merasa ada hiburan atau nyaman itu S jadi itu yang saya pegang yang kedua keuangan yang tadi sudah saya jelaskan saya benar-benar setiap aktivitas meskipun itu tujuannya mulia itu harus diperhitungkan secara bisnis contoh gini kita membuat Baksos ya di suatu daerah kita tidak hanya sekedar beramal beramal wajib melayani wajib Tapi impaknya apa impaknya itu nanti harapan kita dari kegiatan itu yang bisa meningkatkan profit klinik itu apa itu harus jelas Oh nanti targetnya kunjungannya naik sekian termasuk tarif pengelolaan BPJS yang kendali mutu kendali biaya itu nanti menyeimbangkan antara layanan yang ikhlas sebagian dari dakwah dengan profit Prof profit itu penting tidak bisa gak penting jadi kalau di ilmu kesehatan untuk menolong orang itu ada 3A rumusnya aman diri aman lingkungan baru aman pasien jangan aman pasien dirinya enggak aman ada orang kecelakaan di tengah rel sepur Apa yang dilakukan amankan diri dulu aman kiri kanan enggak ada kereta kita bawa dia ke tempat yang aman lingkungan aman baru kita tolong pasien seperti itu jangan sampai menolong terus kita rugi Dengan cara bagaimana makanya banyak inovasi yang dibuat klin ni contoh pasien yang perlu rawat jalan yang BPJS itu kan enggak ditanggung sama BPJS kendaraannya sementara pasien yang buanya itu tidak punya kendaraan dan tidak tahu harus ke mana itu kita antar pakai mobil kemudian ada orang sakit mau USG kita antar di rumah mau ke sini kita jemput Sampai di rumah sakit saya itu terkenal Surya Medika ini perusahaan travel jadi hampir setiap hari ambulans dua itu lalu lalang terus ya jangan free kalau free ya Kita habis ya ada freenya masuk Karen gak ditangung BPJS gak free kalau itu ya ya itu yang untuk profit itu memang kalau dulu awal-awal itu kita Air selalu beli awal-awal berdiri sampai tahun 2000 hampir 3 tahun dari sekarang ya Mas ya baru ada PDAM ini 2 tahun jadi dulu setiap bulan itu Apalagi sudah musim kemarau itu bisa 10 sampai 15 tangki air ya bisa 30 kalau bisa 30 jugatiap hari tapi alhamdulillah sekarang Sudah 2 tahun ini kan ada Pam itu yang membuat kalau sudah mulai musim kemarau itu aduh mudah-mudahan kan kalau telat pas pasien banyak itu air mati itu sudah rasanya itu aduh gimana waktu itu gini kita antisipasi jadi hal-hal yang frekuen itu kita harus punya Kalau enggak punya harus punya rekanan jadi salah satu karyawan saya yang sekarang sopir ambulan itu tak suruh beli mobil tangki beli saya pastikan setiap hari kamu ngisi di sini satu satu satu yang lain ngisi yang lain tapi kalau ada permintaan tinggalkan semua isi kita harus begitu Kalau kita mengandalkan orang lain Gak bisa Ada bagian rumah tangga yang setiap operan dinas itu ngecek Air tinggal seberapa terus jadi enggak sampai kehabisan tapi ya tetap pernah kehabisan namanya juga orang ituakeh tapi sangat jarang setahun sekali kayakak Engak enggak mesti jadi Biasanya keluarga terutama perempuan atau wanita atau istri selama dia mempercayai suaminya dan suaminya itu tidak pernah macam-macam Insyaallah terjaga tapi sekali saja laki-laki itu ketahuan macam-macam seumur hidup bisa dipercaya tidak akan pernah bisa kembali ibaratnya gelas yang pecah itu disusun kembali bisa tapi retakan itu mesti ada dan itu mudah sekali dan itu yang ya kami jaga maka enggak usah heran HP kami tukar-tukar setiap hari Enggak ada masalah laptop juga wa saya masuk sini sangat biasa ya menjaga kepercayaan kalau sudah kepercayaannya hilang itu semua kerja sama bentuk apapun pasti akan [Musik] berantakan saya Borat sekali sih yang kebingunan terbesar ketika covid ketika covid ini kita enggak tahu yang benar yang seperti apa bahkan seorang ahli konsultan covid yang nulis buku habis nulis besoknya dia terserang terus meninggal Nah covid itulah yang membedakan mindset pemiliknya itu entrepreneur atau bukan kalau bukan habis covid pasesti tutup gak buka lagi Jadi kalau niatan pertama bahwa pelayanan kesehatan itu melayani maka ketika covid yang dilakukan bukan menolak pasien banyak klinik-klinik begitu covid pasien ditolaki ditutup rapat-rapat bahkan ada yang benar-benar tutup dirumahkan semua loh Ini berarti sudah melenceng dari tujuan mendirikan amal Kesih kesehatan kalau mendirikan benar-benar tujuannya melayani pasien kalau ada covid ada wabah ya perbanyak atau perketat APD kita gitu itu waktu itu sulitnya luar biasa meyakinkan karena saya melihat beberapa rekan-rekan di klinik dari luar sudah ditanya kenapa Pak batuk pilp sudah Pak Langsung ke sana Pak itu lah itu saya benar-benar mengendalikan itu yang susah padahal gaji dan semua naik semua jadi semua kebutuhan naik pasien ditolak semua bukan pasien enggak ada tapi ditolak tapi saya kumpulkan kemudian saya jelaskan akhirnya Alhamdulillah kita cepat beradaptasi dan akhirnya justru menimbulkan berkah I itu titik terberat bagi saya waktu itu saya memang selalu Yakin nih saya kayak konsisten saya kalau punya prinsip itu tidak berhenti sebelum selesai atau saya mati istilahnya begitu Itu prinsip saya saya meyakini sesuatu itu benar dan manfaat dan saya ingin menggapai saya akan kerjakan sampai selesai itu harus dipegang supaya kita enggak sering gagal karena kadang-kadang kegagalan itu selengkah lagi itu berhasil tapi terus putus asa Terus berhenti itu banyak teman-teman pengusaha begitu yang punya usaha jadi dulu saya sempat kerja di rumah sakit teruselesain karena kita dulu lama ya tidak tidak ada anak ng del8 tahun D anak tahun terus selesain berhenti terus program program program akhirnya hamil waktu hamil lama menanti anak hamil ada tes CPNS saya rasanya sudah gak mau ikut tapi orang tua ibu sama ayah saya kan PNS kalau orang tua PNS itu kan harapannya itu anaknya PNS PNS gak apa-apa ikut to barangkali lolos saya sudah dalam keadaan hamil muda coba-coba kokalah saya sudah gak lihat pengumuan yang melihatkan itu Temannya ibu saya dibel loh putrane masuk Bu akhirnya kasih tahu ini ya suami saya ini terus saya antara Iya Nak Iya nak gimana ya ya lama nak punyanya pengin ngawat anak kan pengin ngerawat anak terus gak apa-apa dijalani aja yang saya terapkan sampai sekarang ini saya selalu mengingat bahwa yang utama adalah tetap keluarga jadi Apun itu tetap anak-anak tetap suami melangkah pun tanpa izin suami juga tidak ya Yang jelas istri tapi yang membentuk karakter saya itu bapak saya ayah itu Bapak itu kasih sayangnya luar biasa jadi meskipun tadi saya ceritakan ekonominya sangat sederhana gitu Tapi waktu SMP itu nampak sekali membangun karakter kayak dia itu saya belajar pakai lampu minyak Ditunggu sampai selesai selesai saya belajar Dia mejt setiap sore begitu Alhamdulillah saya 3 tahun SMP selalu ranking satu dan itu bapak saya itu benar-benar hidupnya hanya untuk saya sekarang kena stroke tapi alhamdulillah sudah bisa ke masjid lagi nah itu yang membuat saya cemburu sampai sekarang belum bisa memperlakukan anak saya seperti bapak memperlakukan saya kasih kasih sayang bapak itu yang kebiasaan Bapak mengajak saya diskusi itu yang banyak membantu karakter saya dalam mengelola usaha bapak itu enggak pernah beli apapun tanpa nanya sama dengan sekarang saya dengan teman-teman gak pernah saya meskipun itu klinik saya apapun mesti kami bicarakan dulu terus mungkin yang ingin saya tekankan bukan tekankan kepada teman-teman yang lain ya in saya sampaikan bahwa pengusaha itu enggak harus resain saya sampai sekarang usia saya 4 tahun lagi itu pensiun pensiun saya enggak resain kenapa Karena kalau usahanya itu sudah bisa dibangun dengan baik ngapain resain itu ini hanya pilihan saya hanya ingin mengatakan Anda resen fokus mengelola usaha itu bagus tidak resen juga tidak buruk karena di tempat saya itu pusat inspirasi dan Intinya saya nyaman itu yang membuat kedua antara pekerjaan teman-teman sih bilang pagi karyawan tadi sore jeragan itu saya benar-benar karyawan mengerjakan apapun perawat yang dan kalau sore ya di sini sebagai owner mungkin seperti itu mas setiap orang yang punya usaha pasti ingin mengembangkan dan saya juga ingin mengembang terus klinik ini tetapi saya dari dulu memang tidak pernah ingin punya cita-cita yang terlalu jauh mungkin karena latar belakang saya saya jadi perawat pun juga cita-cita jadi tidak semua pekerjaan itu cita-cita kalau setiap remaja pelajar ditanya inin jadi apa Insinyur dokter pilot itu hampir tidak ada yang ingin jadi perawat gitu dan bukan cita-cita itu pun bukan berarti jelek saya meyakini bahwa takdir yang benar-benar kita ikhlasi dan kita perjuangkan bisa menjadi sesuatu yang lebih klinik saya jalani saja tapi memang ada angan-angan misalkan menjadi rumah sakit tipe D atau menjadi klinik utama itu ada tapi saya belum berani sampai ke sana saya hutang aja enggak berani kalau saya misalkan saat ini mohon maaf saya menerima investor sudah jadi rumah sakit ini ada beberapa yang invest karena strategis terbuk memang layak untuk diinvest tapi saya takut mengerjakan sesuatu yang saya tidak begitu paham agak konservatif Ya memang ini kan bukan Ipo hanya orang masuk nanam saham kalau sahamnya dia nanti lebih besar dari saya tidak ada yang bisa menjamin bahwa value yang dari awal kami bangun ini bisa dilanjutkan itu dan saya belum ikhlas kalau misalkan ini menjadi murni bisnis atau profit oriented itu belum belum bisa kecuali yang invest itu memang punya frekuensi yang sama Mungkin bisa mungkin bisa saya Munadi bersama istri sayaur oner dari klinik Pratama rawat inap Surya medik Kal Lamongan mengucapkan asalamualaikum warahmatullahi [Musik] wabarakatuh eee
Resume
Categories