Transcript
F0mpu2MK-Ow • Kitab Riyadush Shalihin 2.94: Sebaik-baik Pemimpin Adalah Yg Mencintai & Dicintai oleh Rakyatnya
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2653_F0mpu2MK-Ow.txt
Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu ala taufiqihi wamtinani asadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuiman lnih. Wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh daila ridwan. Allahumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwani. Kita lanjutkan pembahasan kita masih pada bab alwali al-adil yaitu pemimpin yang adil. Pemimpin yang adil. Ee kita masuk pada hadis-hadis yang terakhir yaitu hadis berikutnya. an Auf bin Malik radhiallahu anhu qala samu Rasulullah sallallahu alaihi wasallam yaakul aku mendengar rasul wasallam bersabda khiaru aimmatikum alladina tuhibbunahum wuhibbunakum sebaik-baik pemimpin kalian adalah yang kalian mencintai mereka dan mereka juga mencintai kalianusuna alaihimusuna alaikum dan mereka mendoakan kalian mendoakan mereka dan mereka juga mendoakan kalian aim Dan seburuk-buruk pemimpin kalian yang kalian benci mereka, mereka juga benci kalianahumunakum yang kalian mendoakan keburukan bagi mereka, melaknat mereka dan mereka juga sebaliknya melaknat kalian itu mendoakan keburukan bagi kalian. Qala kata Auf bin Malik radhiallahu anhu, "Qulna ya Rasulullah, kami berkata wahai Rasulullah, afala nunabiduhum apakah kita melengserkan mereka?" Qata Nabi sallallahu alaihi wasallam tidak sementara mereka masih mendirikan salat di tengah-tengah kalian. Laum jangan selama mereka masih menegakkan salat di antara kalian. Hadis riwayat Muslim. Hadis ini menjelaskan tentang keutamaan pemimpin yang adil. Kalau pemimpin yang adil itu akan dicintai oleh rakyatnya dan dia akan didoakan oleh rakyatnya. Dia akan didoakan oleh rakyatnya. Sehingga Rasulullah mengatakan, "Sebaik-baik mimpin kalian alladzina tuhibbunahum wa yuhibbunakum." Kalian mencintai mereka dan mereka mencintai kalian. Watusuna alaiuna alaikum. Kalian mendoakan mereka, mereka juga mendoakan kalian. Dan sungguh bahagia ketika didoakan oleh rakyat dengan jumlah yang banyak, dengan doa yang tulus, mereka bahagia, memiliki pemimpin yang adil dan tentunya ini adalah kebaikan bagi para pemimpin dunia maupun di akhirat. Dan Rasulull Sallahu Alaihi Wasallam bersabda, "Khairukum anfaukum linas. Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik bagi masyarakat." Oleh karenanya, Ibnu Taimiyah dalam kitabnya Asasah Syariyah, politik syari kalau kita terjemahkan menjelaskan bahwasanya seorang pemimpin yang adil yang berusaha memperbaiki kondisi masyarakat terkait dengan dunia dan agamanya hasabal imkan sesuai dengan kemampuannya ya. Ya, tidak. Dia mungkin tidak mampu merubah secara 100% tapi dia berusaha memperbaiki agama dan dunia rakyatnya ala hasabil imkan sesuai dengan kemampuannya. Fahua afdolu ahli zamanihi. Maka dia adalah ee penduduk atau orang terbaik di zamannya. Orang terbaik di zamannya. Wamin afdolil mujahidina. Dan dia termasuk mujahid yang terbaik. Kenapa? Karena pahalanya sangat sangat besar. Karena manfaatnya sangat luas. Bayangkan kalau seorang penguasa yang adil yang tidak hanya memperhatikan ee dunia rakyat, tapi juga memperhatikan agama rakyat, maka dia memberikan ee sarana bagi para dai, bagi para ulama untuk mengajarkan agama, maka dia juga mendapatkan pahala. Kalau ada perbaikan-perbaikan sebab dakwah para ulama, maka dia juga mendapatkan pahala. Maka dia adalah afdolu ahli zamanihi, adalah orang terbaik di zamannya. itu bisa jadi melebihi para dai, bisa jadi melebihi para ulama karena dia yang memberi kesempatan bagi mereka untuk bisa berdakwah dan perbaiki umat. Ini keutamaan pemimpin yang adil ya. Tetapi sebaliknya kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Wasiraru aimmatikum seburuk-buruk pemimpin kalian alladina tubunahum yang kalian benci mereka. Wubgidunakum dan mereka juga benci kalian. Watalanunahum. Dan kalian melaknat mereka, yaitu mendoakan keburukan bagi mereka. Walanunakum. Dan mereka juga melaknat kalian. Ya, ini sebaliknya kalau pemimpin itu buruk maka dosanya juga banyak karena dia menyakiti banyak orang. Masyarakat dirugikan. Ekonomi mereka semakin terpuruk, agama mereka semakin jauh dari jalan yang lurus. Ya, makanya ketika ee Rasulullah menjelaskan tentang orang-orang yang terhalangi dari telaga Nabi, maka dikatakan kepada Nabi, "Innahum qod gyaru waaddalu Rasulullah mengat, kenapa mereka dijauhkan dari telagaku sementara aku mengenali mereka?" Kata Nabi, dikatakan kepada Nabi, innahum qod gayaru wa baddalu. Mereka telah merubah dan mereka telah mengganti. Sebagian ulama seperti Al-Qurtubi ketika menafsirkan hadis ini, mereka mengatakan yang bisa melakukan perubahan secara besar-besaran adalah penguasa. Bisa merubah agama masyarakat secara ee besar-besaran. Signifikan adalah para penguasa. Ketika mereka bikin peraturan yang membuat agama masyarakat rusak, maka berubah secara signifikan. Berbeda cuma kalau dai satu orang, dua orang, tiga orang pengaruhnya tidak begitu kuat. Tapi kalau penguasa, maka penguasa sangat berbahaya ketika memperbaiki agama suatu rakyat atau merusak agama suatu rakyat karena pengaruh mereka yang sangat luar biasa. Dengan dengan kekuatan mereka bisa merubah apa yang mereka kehendaki. Bayangkan misalnya ada penguasa mengatakan haram pakai jilbab. Semua orang tidak pakai jilbab. Enggak ada yang berani pakai jilbab ya. Pakai jilbab di penjara. Selesai. Semua wanita buka jil jilbab. Misalnya, misalnya ada penguasa yang seperti itu ya. Saya penguasa misalnya bilang semua harus kasih sajan. Semua orang pasang sajan mengajarin syirik. Yang tidak pasang sajen di penjara semua orang syirik. Nama orang takut sama penguasa misalnya ya. Sehingga agama bisa sangat mudah dirubah oleh penguasa. Maka mereka ini sebenarnya para penguasa ini bisa sangat menjadi terbaik di sisi Allah. Dan bisa juga menjadi sangat terburuk di sisi Allah Subhanahu wa taala. Apalagi yang mendoakan mereka banyak orang dilaknat. Semoga dilaknat. Laknat artinya apa? Dijauhkan dari rahmat Allah Subhanahu wa taala. Di dunia dijauhkan apalagi di akhirat kelak. Maka seorang diberi kesempatan menjadi penguasa. Hendaknya mereka benar-benar mengambil ini sebagai kesempatan untuk menjadi terbaik di sisi Allah. Kata Ibnu Taimiyah, alhasabil imkan. Sesuai kemampuan. Sesuai kemampuan. Dan namanya perbaikan itu tidak harus berubah 100%. Kalau ada kemungkaran belum tentu kita bisa hilangkan. Tetapi takqlilul munkar, meminimalkan kemungkaran, mengurangi kemungkaran itu termasuk termasuk jihad fisabilillah. Kemudian ada kemaslahatan di di dipertinggi kemaslahatan tersebut. Ini juga jihad fisabilillah. Bayangkan seorang penguasa kemudian dia berjuang untuk menaikkan ekonomi masyarakat, dunia dia perhatikan agama masyarakat juga dia perhatikan. Maka dia menjadi afdolu ahli zamanihi. Kata Ibnu Taimiyyah, adalah orang terbaik di zamannya. Di zamannya. Kemudian ketika dikabarkan inilah penguasa terburuk, yang paling buruk, yaitu yang kalian benci, mereka juga benci kalian. Saling membenci, saling mendoakan keburukan. Maka kami berkata, "Ya Rasulullah, afala nunabidhum bisaif, apakah kami berontak yaitu kami lengserkan mereka?" Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "La tidak boleh." Maquumat. Sementara mereka masih menegakkan salat. Ada dua tafsiran di kalangan para ulama. Apa maksudnya? Selama mereka masih menegakkan salat. Ada mengatakan dalam riwayat yang lain, ma shau. Selama mereka masih salat, artinya mereka tidak kafir maka mereka tidak boleh diberontaki. Dalam riwayat ma shau selama mereka masih salat. Kemudian dalam riwayat ini ma a fikumusat selama mereka masih membiarkan kalian salat. Yaitu salat Id masih ditegakkan. Ee kemudian salat Jumat masih ditegakkan. Salat lima waktu masih ditegakkan. Mereka tidak melarang. Kemudian haji juga mereka masih ee memudahkan. Maka ini tidak boleh. Meskipun seandainya dia tidak salat. Meskipun seya dia tidak salat. Ini tafsiran kedua. Ma a fikumusat selama mereka masih membiarkan kalian salat. Karena terkadang seorang penguasa kita enggak tahu hakikat dia. Dia tidak muncul kecuali dalam urusan politik. Kadang urusan agama kita enggak ngerti di rumahnya bagaimana. Yang penting salat masih berjalan, lima waktu masih berjalan, Jumat masih berjalan, salat Idul Fitri itu hal masih berjalan, maka tidak boleh memberontak. Dalam riwayat yang lain kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Illa antaru kufran bawahan." Kecuali kalian melihat kekufuran dari pada yang jelas pada mereka. Nanti akan kita jelaskan insyaallah pada bab berikutnya. Intinya ee bahwasanya pemimpin yang baik itu mendapatkan banyak keuntungan dan sebaliknya pemimpin yang zalim maka dia sungguh celaka pada hari kiamat kelak. Ya, kalau seorang menzalimi satu orang aja masih mending di persidangan dia akan dihadirkan oleh Allah subhanahu wa taala saling di hadapan Allah disidang satu lawan satu. Tapi kalau yang dia zalimi adalah rakyat yang dia zalimi 10.000 R000 orang yang dia zalimi, 1 juta orang yang dia zalimi, 100 juta orang. Waliyadubillah. Misalnya, misalnya mereka buat peraturan misalnya berat peraturan kemudian disogok akhirnya harga bayar listrik misalnya dinaikkan. Misalnya dinaikkan. Nah, ini tanda tangan yang penting ada uang masuk di di kantongnya. Akhirnya listrik naik harga tidak wajar. Merugikan berapa orang? Banyak orang satu Indonesia rugi semua. Ini gimana? Hari kiamat kelak dia zalimi banyak orang. Dia zalimi banyak orang gara-gara dia dirugikan bisa jadi jutaan orang. Waliyadubillah. Tib. Hadis berikutnya. Hadis yang terakhir terkait dengan keutamaan pemimpin yang adil. Waan Iyad bin Himar radhiallahu anhu dari sahabat Iyad bin Himar semoga Allah meridainya. Q Rasulullah sallallahu alaihi wasallam yaakul. Aku mendengar Rasul wasallam bersabda. Ahlul jannati salatun. Bahwasanya penghuni surga itu ada ada tiga ya. Penghuni surga ada ada tiga. Zu sultanin muqsitun muwafaq. Yaitu pertama pemilik kekuasaan yang adil dan diberi petunjuk oleh Allah. Ini yang pertama. Yang kedua, rojulun rahimun raqiqul qolbi. Seorang yang rahim, yang baik, penyayang, suka nyambung silaturahmi, dan hatinya lembut. Likullizi qurba wa muslim. Dia lembut kepada kerabatnya maupun kepada muslim secara umum. Yang ketiga, wa afifun mutaafifun duyal. Seorang yang menjaga diri tidak suka minta-minta padahal dia punya anak, punya anak yang banyak. Hadis riwayat Muslim. Ini tiga orang spesial dan Rasulullah mengatakan ahlul jannah salata penghuni surga tiga. Sebenarnya penghuni surga banyak cuma ketika Rasulullah menyebutkan tiga ini menunjukkan mereka ini orang-orang spesial. Artinya mereka ini istimewa. Istimewa. Istimewa. Dan Rasulullah di antara metode Nabi dalam menyampaikan hadis kadang Rasulull sahu alaihi wasallam menyebutkan bilangan tertentu sehingga para sahabat tertarik untuk mendengar sehingga mereka juga mudah menghafalkan. al wasam mengatakan misalnya khamsun atau lima perkara atau sab saba'atun tujuh perkara atau arbaun empat perkara atau salasatun tiga perkara sehingga ee para sahabat mendengar dan mereka mudah untuk menghafalkan ya karena Rasulam menyebutkan bilangan dalam hadis ini kata Rasul sahu alaihi wasallam ahlul jannati salatun penghuni surga tiga. Maksudnya ini orang spesial yang pertama yang yang paling utama du sultanin muwafaq. Muksid muwaff yaitu pemilik kekuasaan yang muksid maksudnya adil ya. Jadi kalau muksid artinya adil, kalau qasid artinya zalim. Sama-sama ada qof sin th. Tetapi kalau wazannya muf'il, muqsid maksudnya adil. Kalau qasid adalah zalim. Maka penguasa yang adil muwaff. Muwafak itu diberi petunjuk oleh Allah untuk melakukan banyak kebaikan sehingga dia apapun yang dilakukan muwafak. Orang ini masih kalau istilah kita muwaffak yaitu apa yang dilakukan baik, apa yang dilakukan baik, apa yang ditetapkan baik, apa yang dia putuskan baik, setiap sentuhannya ada kebaikan. Ini luar biasa. Ini penghuni surga yang paling utama dan ini yang paling sulit. Kenapa paling sulit? Karena ee godaan bagi penguasa sangat besar. Karena penguasa bisa jadi sombong, bisa jadi angkuh, mikir diri sendiri, mikir keluarga sendiri, pengin bersenang-senang. Ya, tetapi penguasa yang mikirin rakyat, maka ini, maka ini berat. Maka ini berat. Apalagi berusaha untuk adil ya, tidak membedakan satu dengan yang lainnya, tidak membedakan antara kerabat maupun bukan kerabat, tidak ada nepotisme. Ya, dan seterusnya. ini pemimpin yang berat. Tapi kalau dia bisa menjadi pemimpin yang adil, muwaf, senantiasa diberi petunjuk oleh Allah dalam melakukan kebaikan-kebaikan, maka dia adalah penghuni surga yang utama. Setelah itu, yang kedua, rajulun rahimun. Seorang lelaki yang rahim, yang penyayang dari rahmah, yaitu memiliki sifat rahmat. Raqiqul qalb, hatinya lembut kepada siapa? Likulli qurba. Kepada setiap kerabatnya. Wa muslim dan kepada setiap muslim. dia lembut kepada kerabat maupun non kerabat. Kenapa? Karena dia penyayang dan hatinya lembut. Ya, ada sebagian orang sama kerabat sayang, tapi non kerabat tidak sayang. Kasar. Ada orang kepada non kerabat lembut, kepada kerabat kasar. Kepada non kerabat lembut, sama kerabat sendiri ka kasar. Ya. Tetapi seorang yang perhatian terhadap kerabatnya dan juga kepada setiap muslim, dia lembut, hatinya lembut, penyayang, tidak mudah emosi, akhlaknya baik, tawadu, maka dia adalah penghuni penghuni surga. Semua orang nyaman sama dia. Kenapa? Hatinya hatinya lembut. Tidak tertampak dalam dirinya omongannya ada kesombongan sedikit pun, ada keangkuan sedikit pun. Ya, kenapa hatinya lembut? Ya, tidak ada arogan dalam dirinya sama sama sekali. Kenapa hatinya lembut? Tidak ada niat menyakiti seorang pun karena dia penya penyayang. Tidak ada niat menyakiti seorang pun. Kerabatnya maupun siapa muslim manapun yang dia temu. Tidak ada niat menyakiti pembantunya, tidak ada niat menyakiti sopirnya, tidak ada niat menyakiti pegawainya. Tidak ada benaknya pikiran seperti itu. Kenapa dia rahim, dia penyayang? Ya. Ya. Kepada kerabat maupun kepada selain kerabat. Dan ini ee disebut kerabat untuk karena kerabat disebut dahulu karena kerabat lebih uta utama. Ini harus kita perhatikan karena kita dapati sebagian orang sama kerabat kasar kepada nonkerabat baik ya. Kerabat non kerabat baik ini salah prioritas ya. Sama teman luar biasa baiknya sama kakak sama adik judes ya. Sama teman masyaallah lembut hormat ketawa ketiwi. Periang. Begitu ketemu kakak dan adik judes semerawut mukanya. apa namanya? Mukanya masam. Ya, ini tidak benar. Kalau ingin menjadi penghuni surga, penuh kasih sayang, hati yang lembut kepada kerabat maupun non kerabat. Yang ketiga, ini juga susah. Wa afifun mutaafifun iyal. Seorang yang tidak minta-minta ya, bahkan mutaafif, bahkan berusaha tidak minta-minta, tidak pernah minta kepada orang baik secara shah, secara terang-terangan, maupun isyarat. Gak secara terang-terangan. Jangankan terang-terang isyarat pun dia tidak mau tidak mau minta. Ya, makanya Rasulullah mengatakan bukanlah miskin yang ketika mengetuk pintu ditolak ya. Tetapi miskin adalah yang dia tidak mencukupi kebutuhannya sementara tidak ada yang tahu kalau dia miskin. Kenapa dia tidak minta-minta? Dia meskipun susah dia berusaha sendiri. Kemudian Rasulullah tambahkan zu iyal dan dia punya keluarga, punya istri, punya anak-anak. Kalau seorang sendirian mungkin dia kuat, dia mungkin tahan lapar, tidak minta-minta, dia tetap jaga harga dirinya. Tapi begitu sulit ketika anaknya yang nangis, istrinya yang nangis. Sehingga terkadang kondisi anak istri membuat dia harus ngemis kepada orang lain, harus memelaskan dirinya agar dikasihani. Adapun rajulun afifun mutaafif, dia tidak pernah melas, tidak pernah memelaskan dirinya, tidak pernah minta dikasih oleh orang lain. Dia menjaga jaga dirinya, dia menjaga dirinya. Dia menjaga tidak pernah dia minta-minta baik secara terang-terangan demikian juga tidak pernah memberi minta-minta dengan isyarat. Maka orang seperti ini ya penghuni surga dan kalau dia berusaha Allah akan berikan dia kecukupan. Makanya Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan, "Yastagni yugnihillah." Siapa yang berusaha mencukupkan dirinya maka Allah akan cukupkan dia. Kata Allah waman yastafif yuihullah. Siapa yang berusaha tidak minta-minta Allah akan bikin dia cukup tidak perlu minta-minta sama orangor lain. Dan kalau sudah kebiasaan dikasihani ya sudah nanti kebiasaan. Setiap dikasihani nanti ada yang kasih, ada yang kasih, ada yang kasih. ya minta dikasihani lewat status, minta dikasihani lewat ya kalau ingin apa namanya ee masuk surga di antaranya adalah dengan menjaga diri tidak minta-minta. Intinya dalam hadis ini ketika Rasulullah menyebutkan tentang tiga penghuni surga, orang pertama yang Rasulullah sebutkan adalah du sultanin muqsid muwafaq yaitu pemilik kekuasaan yang adil dan diberi taufik oleh Allah subhanahu wa taala. Bab. Ini hadis-hadis tentang keutamaan alwali al-adil, yaitu penguasa yang adil. Sekarang berikutnya ee terkait dengan rakyat. Kita sebagai rakyat apa kewajiban kita di hadapan para penguasa? Bab 80. wujubi umur fiir makatinahmiati fil makiah. Bab kewajiban taat kepada para penguasa selama perintahnya bukan maksiat dan mengharamkan ketaatan kepada mereka kalau dalam rangka maksiat. Kalau dalam rangka maksiat. Kemudian Al Imam Nawawi rahimahullah seperti kebiasaan beliau membawakan ayat kemudian hadis-hadis. Q Allahu taala Allah berfirman, "Ya ayyuhalladzina amanu atiullaha wa atiur rasula wa ulil amri minkum." Wahai orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasulullah dan kepada pemegang urusan kalian. Ulil amri itu pemegang urusan kalian. Pemegang urusan kalian. Di sini ketika Allah berbicara tentang Allah, Allah mengatakan pakai kata atiu. Ya ayyuhalladzina amanu atiullaha. Taatlah kepada Allah. Ketika kepada Rasul Allah ulangi lagi kalimat atiu wa atiur rasul. Taatlah kepada Rasulullah. Tetapi ketika kepada ulil amri, Allah tidak mengulangi kata atiu, tapi langsung ulil amri minkum. Kenapa? Kalau taat kepada Allah secara mutlak, taat kepada Rasulullah secara mutlak harus taat. Tapi kalau kepada penguasa tergantung. Kalau dia memerintahkan kepada kebaikan, wajib taat. Kalau dia memerintahkan kepada kemaksiatan, maka tidak boleh taat. Karena ketaatan mereka tidak taat kepada mereka tidak mutlak tapi harus sesuai dengan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Kemudian juga ayat ini kata Syekh Utsimin rahimahullahu taala memberi isyarat ketika di dikhususkan penyebutan ulil amri, penyebutan penguasa menunjukkan mereka punya hak spesial untuk ditaati. Mereka punya hak spesial untuk ditaati bahkan pada perkara-perkara yang tidak ada dalilnya selama bukan maksiat. Jadi kalau penguasa nyuruh apa saja selama itu bukan maksiat, bukan kemudaratan yang jelas, ini perkara ijtihadiah, maka wajib kita untuk taat. Kalau bilang misalnya bupati suruh, bupati apa dalilnya? Kalau dalilnya sudah Allah dan Rasulnya sudah cukup. Kalau cuma kalau taat kepada bupati harus pakai dalil, taat kepada misalnya gubernur harus pakai dalil atau presiden harus pakai dalil, maka cukup kalau gitu. Allah hanya berfirman, ati Allah wa ati rasul. Paham? Cukup. Berarti Allah taat kepada Allah Rasul. Semuanya harus pakai dalil. Ketika Allah menyebutkan wa ulil amri minkum dan juga taat kepada ulil amri. Dikhususkan penyul amri. Berarti mereka punya hak untuk ditaati justru pada perkara-perkara yang tidak ada dalilnya. harus ditaati terkait dengan kemaslahatan-kemaslahatan ee yang mereka undang-undang yang mereka buat selama tidak melanggar Al-Qur'an dan sunah dan itu ada kemaslahatan yang jelas maka wajib untuk ditaati. Oleh karenanya misalnya penguasa membuat aturan lampu merah ya ada lampu merah, lampu hijau ya ya kita kalau di jalan akan kita langgar karena itu peraturan demi maslahat enggak? di maslahat ketahui kemaslahatan maka jangan kita langgar ya jangan kita langgar jangan bilang dibuat peraturan ya untuk dilanggar peraturan ini maslahat enggak maslahat kalau enggak ada lampu merah gimana ee lalu lintas kacau misalnya penguasa membuat undang-undang bahwasanya kalau nikah hendaknya lapor KUA atau harus ada surat nikahnya supaya tidak tidak kacau balu nanti ada laki-laki bawa perempuan dibilang saya sudah nikah nikahnya mana enggak ada sudah resmi secara agama tiib memang tidak secara agama tidak harus ada surat nikah, tetapi secara undang-undang negara harus ada surat nikah. Itu maslahat atau tidak maslahat dan tidak melanggar aturan Al-Qur'an dan sunah. Ini contoh maksud saya. Maka harusnya kita taat karena itu ada maslahatnya sangat je jelas. Kalau masalahnya sangat jelas maka wajib kita untuk taat. Kita berusaha taat sebagai bentuk pengamalan dari firman Allah Subhanahu wa taala. Karena kalau penguasa tidak ditaati, negara kacau. Negara kacau yang memegang kekuasaan mereka. Waulil amri. Siapakah ulil amri? adalah pemegang kekuasaan, pemegang urusan. Ya, kalau tidak ditaati maka akan kacau, akan hancur suatu suatu negara. Maka di sini ee banyak hadis nanti akan disebutkan kewajiban taat kepada penguasa selama bukan pada kema kemaksiatan. Dan banyak sekali undang-undang yang mungkin bisa dibuat oleh penguasa yang tidak yang maksudnya Al-Qur'an dan sunah tidak tidak ada nas khusus terkait dengan masalah itu ya. Masalah tidak ada nas spesifik tentang masalah itu. Maka perkaranya terbuka. Perkaranya terbuka. Selama itu ada maslahatnya dan bukan maksiat, maka kita berusaha taat kepada peraturan pemerintah. Ya, kita berusaha kalau ini kita tahu ini baik, ini maslahat, kita taat ee dan kita dapat pahala dari Allah Subhanahu wa taala karena kita menjalankan perintah Allah Subhanahu wa taala. Tapi kalau peraturannya memang melanggar syariat ya tidak boleh tidak boleh taat. Kemudian Al Imam Nawi rahimahullah membawakan dalil-dalil tentang kewajiban taat kepada penguasa. dalam perkara selain maksiat. Hadis pertama an Ibnu Umar radhiallahu anhuma anin Nabi sallallahu alaihi wasallam q dari Nabi sallallahu alaihi wasallam beliau bersabda alal maril muslim asamuatu ahabari wajib bagi seorang muslim untuk mendengar dan taat pada perkara yang dia sukai maupun yang dia benci artinya terkadang penguasa menyuruh yang sesuai dengan kau sukai dan terkadang ternyata penguasa bikin peraturan yang kau tidak sukai. Misalnya pengikin peraturan kita sebagai pengusaha misalnya. Peraturan itu menyenangkan masyarakat tapi merugikan pengusaha. Mungkin atau tidak? Mungkin tapi kita lihat ada maslahatnya. Ini bukan ada sudah kita taat aja. Kita tidak sukai tapi ada maslahat buat masya masyarakat. Mau nego silakan nego. Tetapi kata Nabi, "Dengar dan taat meskipun pada perkara yang kamu tidak sukai." Saya kemarin ditanya tentang misalnya peraturan orang ee jual beli barang dari luar, ada barang dari luar ilegal masuk kemudian murah. Saya bilang dilarang oleh penguasa enggak? Dilarang oleh pemerintah. Kenapa? Ada maslahat enggak dilarang itu? Ada. Karena kalau dibuka mungkin bisa mematikan pengusaha di tanah air macam-macam. Ada ada. Kalau kau lihat ada maslahat berarti wajib ditaati. Kalau kau lihat ada maslahat memang merugikan engkau karena akhirnya daganganmu kurang. Kalau boleh kan enak tinggal impor dari mana diam-diam diam-diam terus petugas bea cukai kita sogok kemudian masing-masing selesai untung banyak ya tetapi bisa ketika penguasa membuat peraturan demi kemaslahatan para pedagang di tanah air misalnya maka saya tanya sama dia, "Itu peraturan ada maslahatnya enggak?" Kata dia ada. "Ya sudah kalau ada maslahatnya kau taat meskipun kau tidak jadi berdagang." Maka wajib bagi kita untuk taat kepada penguasa pada perkara yang kita suka maupun yang tidak kita suka. yang tidak kita suka. Illa an yar biah. Kecuali dia diperintahkan untuk maksiat. Disuruh zina, disuruh minum khamar, disuruh riba. Ya, enggaklah. Enggak. Disuruh sajen ya disuruh ikut selamat ikut acara natalan. Enggaklah. Enggak. Itu maksiat gak? Gimana kita mau mengucapkan selamat Natal, selamat hari lahir Nabi Isa sebagai anak Tuhan? Kalau hari lahir Nabi Isa sebagai nabi masih mending itu pun tidak perlu kita rayakan. Apalagi hari lahir Nabi Isa sebagai nabi atau sebagai anak Tuhan? Sebagai nabi atau anak versi mereka sebagai nabi atau sebagai anak Tuhan? Anak Tuhan. Kita bilang selamat berarti kita membenarkan keyakinan mereka. Gaklah toleransi-toleransi tanpa harus ikut-ikutan. Gimana kalau saya dihisab oleh Allah? Saya bisa jawab apa? Kau ikut selamatin kelahiran anak saya. Gimana jawabnya? Gimana jawabnya? Repot. Ini kita hidup enggak mau spekulasi. Kalau urusan dunia enggak ada masalah ya. Kalau nyuruh maksiat gak? Gak ya. Ini maksiat gak. Illa any yummar bimsiah. Kecuali diperintahkan untuk ma maksiat. Faidza umir bimaksiatin. Kalau diperintahkan untuk maksiat fala sam wala thaah. Maka tidak ada, tidak perlu mendengar dan tidak perlu taat. Muttafaqun alaih. Hadis riwayat Bukhari dan dan Muslim. Hadis berikutnya. Wa anhu juga dari Ibnu Umar radhiallahu anhuma qala, beliau berkata, kata Ibnu Umar, Ibnu Umar itu maksudnya anaknya Umar bin Khattab namanya Abdullah. Abdullah bin Umar. Maka dikenal dengan Ibnu Umar. Kunna id bayna Rasulullah sallallahu alaihi wasallam alami wah yaakul lana. Kami ketika membaiat Rasulullah sallallahu alaihi wasallam untuk dengar dan taat maka Rasulullah mentalkinkan. Kata Rasulullah fatum sesuai dengan kemampuan kalian muttafaqan alaih. Dan ini kasih sayang Nabi bahwasanya kau kalian baiat aku sesuai kemampuan kalian karena bisa jadi kalian tidak mampu. Bisa jadi kalian kerjakan sesudah semaksimal mungkin tapi ada kesalahan-kesalahan maka itu dimaafkan oleh Allah subhanahu wa taala. Yang penting seorang jujur berusaha menjalankan tugas negara dengan sebaik-baiknya, semampu dia. Kemampuan kita terbatas, waktu kita terbatas, ada human error, banyak hal yang tidak bisa kita sempurna. Maka Rasulullah dengan karena kebaikannya Rasulullah ketika para sahabat mengambil janji setia kepada Nabi untuk mendengar dan taat secara mutlak kepada Nabi, maka Rasulullah bilang, "Katakan fimatum sesuai dengan kemampuan kali kalian agar ini sebagai makhraj, sebagai solusi. Kalau terkadang seorang berusaha menjalankan, ternyata dia tidak mampu atau dia sudah jalankan ternyata masih ada kesalahan-kesalahan tanpa dia sengajai, tanpa dia teledori. Tapi memang namanya manusia human error itu ada, maka dia mungkin terjerumus atau terjadi dalam kesalahan. Maka ini dimaafkan. Diafkan maka seorang berusaha taat kepada penguasa mendengar dan taat semampunya. Wa anhu dari Ibnu Umar radhiallahu anhuma beliau juga berkata Rasulullah wasallam yaakul aku mendengar Rasul wasallam bersabda manadan minatin laqiallah yaumalqiamah w hujahu waman mata waisa fi unqia baiah mata mitatan jahiliyah rwahu muslim barang siapa yang melepas ketaatan tangannya dari ketaatan dulu kalau zaman dahulu kalau ada penguasa baru maka dibaiatlah seluruh masyarakat dimulai Mulai dari ahlul hil wal aqd yaitu para ulama, para kepala-kepala kabilah, kepala-kepala suku, pembesar-pembesar negara itu dibaiat langsung tangan dengan tangan. Yang selanjutnya rakyatnya tidak tidak harus baiat tangan pertangan. Karena cukup perwakilan-perwakilan mereka itulah yang baiat, maka rakyat tinggal mengikuti. Tapi rakyat secara otomatis mengikuti selama dia tinggal di negeri tersebut harusnya dia taat. Ya, dia taat. Apalagi jumlah sekarang ee jumlah masyarakat begitu banyak. Maka dengan perwakilan para ulama, para pembesar-pembesar, para ketua, kepala-kepala suku, orang-orang di muliakan, mereka sudah membaiat yang mereka orang-orang yang cerdas, yang ee pantas untuk bermusyawarah, mengambil keputusan kemudian mereka sudah bayat, maka rakyat tinggal mengikuti. Tidak harus rakyat berjabat tangan dengan sang penguasa langsung. Maka Nabi mengingatkan, "Man khalaa yadan min thaah." Siapa yang kemudian berlepas diri? Saya tidak mau taat. Saya tidak ada baiat, saya tidak ada kepatuhan kepada penguasa manaun. Saya bebas merdeka. Gak laqi allaha yaumalqiamah wala hujjata lahu. Maka dia akan bertemu dengan Allah. Tidak punya hujah untuk membantah. Karena terlalu banyak dalil dari Al-Qur'an maupun sunah yang menyuruh orang untuk membaiat penguasa yang sah. Untuk taat kepada penguasa selama menyeru kepada kebaikan. Kemudian Nabi mengingatkan, waman mata wa fiah. Dan siapa yang meninggal selama di leher, sementara di lehernya tidak ada baiat, yaitu tidak ada janji setia untuk taat kepada penguasa. Mata mitatan jahiliah, maka dia meninggal dengan meninggal jahiliah. Yang dimaksud dengan meninggal jahiliyah di sini maksudnya dia meninggal seperti layaknya orang-orang jahiliyah dahulu. Karena sebelum Nabi menjadi seorang nabi, orang-orang Arab tuh tidak mau bersatu. Mereka kabilah masing-masing kabilah masing-masing suku punya kerajaan sendiri. Mereka gak mau ee taat kepada atasan apalagi lain suku. Mereka merdeka, hidup merdeka. Sehingga siapa yang meninggal tidak punya ketaatan kepada atasan, tidak ada penguasa yang dia taati, maka dia seperti orang-orang jahiliah. Bukan maksudnya mati kafir. Bukan maksudnya mati kafir. Ini dijelaskan oleh para ulama. Bukan maksudnya mati dalam kondisi kafir. Ini karena sebagian kelompok seperti Islam jamaah bilang gitu. Mati enggak punya baiat, mati ja jahiliah. Baiatnya siapa? Imam. Imam kita dong ya. Kalau enggak berbaiat sama imam kita mati jahiliah. Mati ka kafir. Ini Bahlul. Apa namanya? Bahlul. Dia menafsirkan hadis sendiri ya. Kemudian yang jadi patokan Islam atau tidak imamnya sendiri ya. Imamnya sendiri. tiib eh wafi riwayatan lahu dalam riwayat yang lain waman mata wahua mufari lil jamaah fainnahu yamutu mitatan jahiliyah siapa yang meninggal kemudian dia meninggalkan jemah dia berontak keluar dari ee dari kekuasaan penguasa yaitu dia apa namanya ee keluar dari negerinya maka dia kalau mati mati. Matinya mati ja jahiliah. Ini ee menunjukkan penekanan dari Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kita ini hidup bernegara, bernegara ada penguasa dan hanya bisa berjalan kalau ditaati. Tentu ditaati pada perkara yang makruf. Kalau kita ingin sendiri-sendiri maka tidak ada negara. Kalau tidak negara kita yang hancur jadi budak bagi negara-negara yang yang lain. Dikuasai, dihabisi, dibunuh, di maka ya saya sering bilang bahwasanya perjuangan para pejuang sehingga mendirikan negara Indonesia dengan pengorbanan yang luar biasa harus disyukuri. Harus di disyukuri, harus disyukuri. Ya, di antaranya dengan jaga keutuhan negara ya. Di antaranya dengan taat kepada penguasa ya selama menyeruh kepada kebaikan. Adapun mereka punya kekurangan, kita sabar. Kalau bisa nasihati, nasihati. Kalau bisa diperbaiki, diperbaiki. Tapi jangan berpikir untuk merusak negara ini dengan memberontak. Ya. Tib. Hadis berikutnya. W Anas radhiallahu anhu qala. Dari Anas radhiallahu anhu qaqa qala Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Rasul sahu al wasallam bersabda isma wau wailikum abdun habasia kaahu zabibah rawahul bukhari. Kata Rasul Sallahu Alaih Wasallam, "Dengarlah dan taatlah." Ini Rasulullah bercerita tentang para pemimpin nanti setelah beliau meninggal akan datang penguasa seperti ini, seperti ini, seperti ini, seperti ini. Kalau sama Nabi mereka tentu taat semua. Rasulullah bicara tentang penguasa-penguasa nanti belakangan. Ismau wa atiu. Dengar dan taatlah. Meskipun digunakan memimpin kalian adalah seorang hamba Habasyi. Habasyi hamba sahaya yang berkulit hitam. Kaana rasahu zabiba. Seakan-akan kepalanya adalah zabib, kismis. yaitu hitam. Ada kismis dari anggur yang hitam yang penyet ya. Ya, bentuknya kurang menarik ya. Bahkan kalau yang memimpin kalian seorang budak yang penampilannya fisiknya berkulit hitam kemudian kepalanya mungkin peang, tetap aja kalian harus taat selama itu perintah dari penguasa. Tayib. Para ulama sepakat bahwasanya ee penguasa khalifah tidak boleh budak. Khalifah tidak boleh budak. Lain halnya kalau petugas-petugas negara ya misalnya mungkin camat ternyata budak tapi kita taat kepada dia bukan karena dianya tapi karena diperintah oleh ata. Ini di antara tafsiran karena para ulama sepakat budak tidak boleh jadi penguasa. Boleh budak tidak boleh mengurusi orang-orang merdeka. Makanya ada cerita yang masyhur tentang Daulatul Mamalik. Ya, kita tahu bah di Mesir, di Mesir sebelumnya Daulah Abbasiyah. Kemudian setelah itu ee sebelumnya maksud saya, mohon maaf sebelumnya adalah ee kerajaan dari Fatimiyah, dinasti Fatimiyah itu Syiah. Syiah Ismailiyah sampai berkuasa 200 tahun lebih hampir 250 tahun. Setelah itu datang dinasti Ayyubiyah. Dinasti Ayu Ayyubiyah sebelumnya. Sebelumnya mohon maaf dinasti Abbasiyah kemudian Tuluniah setelah Tuluniah. Kemudian Iksidiyah setelah Iksidiyah baru dikuasai oleh dinasti Fatimiyah atau Ubaidiyah. Mereka Syiah Ismailiyah. 200 tahun lebih mereka berkuasa. Setelah itu datang Dinasti Ayyubiyah di dari Salahin al-Ayyubi. Di zaman dinasti Ayyubiyah ternyata mereka Ayyubiyah mereka membeli budak-budak. Budak-budak ini dilatih sebagai orang-orang ahli sampai karena mereka ahli akhirnya mereka memiliki kedudukan-kedudukan sampai mereka jadi panglima-panglima perang. Mereka jagoan-jagoan. Akhirnya panglimanya budak, anak buahnya orang-orang mer merdeka. ini terjadi ya sampai di zaman Aliz bin Abdus Salam, salah seorang ulama besar ya disebut dengan Sultanul Ulama. Dia berpindah dari Damaskus karena ada masalah pindah ke Mesir. Kemudian dia melihat bahwasanya budak-budak tersebut menguasai orang-orang merdeka. Maka dia bilang tidak bisa. Dia kasih fatwa tidak sah pemimpinan mereka karena budak gimana mimpin orang-orang merdeka. Akhirnya budak-budak tersebut marah karena mereka panglima-panglima. Kemudian waktu itu zamannya Najimuddin Ayyub bilang, "Ya, gimana khalifah ee apa ul ee wahai Syekh kata dia, "Enggak, enggak bisa pokoknya enggak sah." Akhirnya tidak diterima fatwanya. Akhirnya dia keluar meninggalkan Mesir. Akhirnya diikuti oleh Banyak. Akhirnya penguasa mengalah. Maunya bagaimana? Ya sudah, mereka harus dijual supaya merdeka. Dijual. Setelah dijual, yang beli merdekakan. Akhirnya budak-budak tersebut dijual, panglima-panglima dijual, dibeli dimerdekakan lagi baru sah untuk menjadi panglima. Ini di antara sikap tegasnya Aliz bin Abdus Salam. Ceritanya masyhur ya. Kemudian akhirnya dinasti Ayyubiyah jatuh. Muncullah dinasti Imam Malik. Budak-budak tadi yang sudah merdeka akhirnya menguasai negara bikin dinasti. bikin dinasti di Mesir. Intinya para ulama sepakat bahwasanya budak tidak boleh menjadi penguasa. Mereka mungkin jadi penguasa dalam dua hal, dalam dua kondisi. Kondisi pertama mereka adalah utusan dari raja. Raja yang merdeka utus budha kamu atur mereka. Ya, ini mungkin karena dia hanya wilayah kecil. Kemungkinan kedua, mereka memberontak sehingga mereka akhirnya menguasai suatu negara. Ya sudah, kalau ketika suatu negara sudah dikuasai bitaghallub dan ternyata yang yang memberontak seorang budak dan akhirnya dia benar-benar jadi raja, maka ketika itu kata Nabi harus taat karena demi maslahat. Jangan memberontak lagi. Karena memberontak lagi akhirnya pertumpahan darah. Siapa yang berhasil memegang kekuasaan dan telah disepakati oleh semua rakyat maka hendaknya di ditaati. Maksudnya Rasulullah memandang kemaslahatan. Ya, oleh karenanya kekuasaan kalau sudah dipegang oleh siapapun baik secara syari maupun tidak syari, baik secara syari maupun tidak syar, tapi kekuasaan semua sudah dipegang oleh seorang maka harus ditaati. Harus ditaati. Makanya bisa jadi kekuasaan diperoleh dengan syari, dengan musyawarah, dengan misalnya dengan bisa juga dengan tagalub, yaitu kudeta. Kudeta itu tidak syari. Kudeta secara syariat tidak syari. Tetapi ketika sudah berkuasa dan dia memegang seluruh urusan negara, maka harus taat. Karena kalau memberontak lagi akan ada silsilah pertumpahan darah tidak ada habisnya. Maka kemaslahatan mengharuskan taat. Dan di antara dalil akan hal ini kata Rasulullah meskipun misalnya yang taamar alikum abdun habasyi. Meskipun yang memerintahkan kalian adalah seorang budak sahaya. Bisa jadi budak tersebut menguasai suatu negara meskipun asalnya tidak sah, tetapi ketika dia berkuasa hendaknya taat demi kemas kemaslahatan. Maka di sini penekanan dari Nabi untuk dengar dan taat meskipun yang mimpin adalah seorang budak yang berkulit hitam yang kepalanya peang seperti ee kismis zabibah. Hadis berikutnya Abi radhiallahu anhu Rasulullah sallallahu alaihi wasallam wajib bagimu untuk mendengar dan taat dalam kesulitan kesulitanmu maupun dalam kesenanganmu ya kondisi kau susah tetap taat kondisi senang kau taatika dalam kondisi kau lagi energik dan kondisi yang kau tidak sukai alik bahkan ketika ada arh itu apa itu dua tafsiran Tafsiran pertama bahwasanya pemerintah atau penguasa memilih orang untuk dijadikan pejabat padahal kau lebih utama. Tapi karena nepotisme kau kau dipinggirin. Akhirnya orang lain yang diangkat. Ini makna asarah yaitu orang yang tidak berhak diangkat karena ada hubungan dengan penguasa. Atau yang kedua penguasa ternyata mengambil keuntungan pribadi untuk keuntungan dirinya. dan keluarganya ini disebut juga dengan asarah. Maka Nabi mengatakan, "Kau akan mungkin menghadapi penguasa model seperti ini karena tidak semua penguasa saleh dan baik." Ya, apalagi siapa yang tidak terpesona dengan fitnah dunia dan kekuasaan? Orang beragama saja bisa terfitnah dengan dunia, dengan duit, dengan dolar. Apalagi orang-orang yang tidak punya, tidak belajar agama dengan baik. Maka kemungkinan bertemu dengan penguasa yang asarah, yang nepotisme. Dia memilih orang bukan dari keahlian. Ya. Tetapi karena dekat, karena dekat, karena penjilat dia maka dia pilih. Itu mungkin sangat mungkin terjadi atau dia asarah yaitu dia ambil uang untuk kepentingan dan keluarganya. Maka seakan-akan berkata urusan mereka dengan Allah. Urusanmu kalau dia nyuruh kebaikan taat. Urusanmu kalau dia nyuruh kebaikan maka taat. Kalau dia suruh maksiat jangan taat. Maka di antara fikih seseorang mengetahui apa kewajiban dia dan apa ee hak dia. Kalau kewajiban dia ya terkait penguasa yaitu taat pada perkara yang yang baik. Jangan dia urusin kewajiban orang penguasa urusan dia dengan Allah Subhanahu wa taala. Ya. Maka kata Nabi, waaratan alaik. Meskipun ternyata engkau di dikesampingkan, kau harus taat. Kau harus taat selama perintah itu pada keba kebaikan. Ini sangat berat. Makanya hadis-hadis tentang ini sangat banyak. Hadis sangat banyak. Karena sulit untuk kita taat karena terkait dengan kemaslahatan ekonomi kita. Sulit. Sulit. Sulit. Adapun kalau Rasulullah perintahkan salat, zakat, orang bayar. Salat, puasa bayar. Tapi Rasulullah bukan cuma memerintahkan salat dan zakat. Bayar zakat saja, haji saja. Rasulullah juga berbicara tentang muamalah dengan penguasaan. Ini lebih berat menurut saya daripada yang lainnya karena terkait dengan kemaslahatan s seseorang. Keputusan yang merugikan dia, yang mempengaruhi ekonomi dia. Ya, kalau memang memang ini keputusan bermaslahat secara umum meskipun merugikan sebagian pihak, maka seorang taat. Ini sangat berat ya, sangat berat. Apalagi seorang sudah ahli kemudian di dilengserkan atau dipinggirkan gara-gara penguasa punya kakak atau punya adik, punya om, punya tante, punya ini sangat berat. Tetapi kalau dia menyuruh kebaikan hendaknya taat. Berapa menit lagi? Tib. Satu hadis lagi. Panjang hadisnya kita baca. W Abdillah bin Amr radhiallahu anhuma qna maa rasulillah sallallahu alaihi wasallam fi safar. Kata Abdullah bin Amr radhiallahu anhuma, "Kami sedang bersama Nabi dalam safar. Fazalna manzilan lalu kami mampir singgahnausliahu." Di antara kami ada yang ngurusin kemahnya diperbaiki. Waminhailu. Di antara kami ada yang latihan panah-panah. Wamin man hua fi eh jasari. Ada yang urusannya masing-masing. Ada munadi Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Jamiah. Tiba-tiba ada seruan ee yang menyeru ya. Jadi ada yang ngurusin ee ngurusin kemahnya, ada yang ngurusin anak apa panah-panahnya, ada yang ngurusin hewannya. Iya. Tiba-tiba ada seruan panggilan fijasyari maksudnya ee apa? Hewan-hewannya dia ngurusin. Jadi karena lagi singgah sibuk masing-masing maka tiba-tiba ada utusan Rasul sahu alaihi wasallam menyeru asalata jamiah. Ayo berkumpul asal jamiah. Orang berkumpul ya. Kalimat asalat jamiah ini dahulu digunakan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam ketika belum ada azan. Belum ada azan. Ketika ada azan maka tidak ada lagi salat jamiah. Karena salat jamiah itu salat jamiah. Ayo kumpul untuk salat. Dulu sebelum ada azan ini digunakan kemudian disyariatkan azan. Tidak ada lagi perkataan salat jamiah untuk salat lima waktu. Enggak ada. Enggak ada. Cuma para ulama khilaf bagaimana dengan salat-salat yang lain seperti salat Id, seperti salat gerhana, seperti salat tarawih. Maka seb ulama mengatakan tidak ada. Ya, yang ada sudah tidak dipakai lagi salat jemah. Beliau mengatakan masih dipakai salat jamiah. Selain salat lima waktu boleh salat Id, boleh salat gerhana pada perkara-perkara yang mengumpulkan banyak orang. Adapun kalau salat tarawih enggak. Sebagian ulama seperti Syafiah mengatakan salat tarawih boleh pun mengatakan salat jamiah. Tapi maksud saya kalimat asalat jamiah itu tidak digunakan untuk salat lima waktu. Ya, makanya terkadang sebagian imam ketika dia ini salat jamiah, ini enggak dipakai lagi salat jamiah ya. Salat jamiah itu dulu digunakan pengganti apa? Sebelum adanya azan. Maka orang-orang kumpulna Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Kami pun berkumpul bersama kepada Rasul wasallam. Kemudian Rasulullah bersabda inahu lam yakunahum. Sesungguhnya tidak ada seorang nabi sebelumku kecuali wajib atasnya untuk menunjukkan umatnya atas kebaikan yang dia tahu. Dan peringatkan mereka atas keburukan yang Nabi tahu. Yaitu semua kebaikan yang Nabi tahu Nabi sampaikan. Tidak ada yang Nabi sembunyikan. Dan seluruh keburukan yang Nabi tahu Nabi akan ingatkan. Wa inna umatakum hadhi. Kalau waktunya habis. Wa inna umatakum hadhi. Juila afiyatuha fi awaliha. Umat ini diberikan keselamatannya di awal umat ini. Wasusibu akirha balaun. Adapun akhir umat akan ditimpa dengan bala ujian. Wa umurun tunkirunaha dan perkara-perkara yang kalian ingkari. Ini fitnah bagi umat akhir zaman. Watajiu fitnatun yurqiqu ba'du ba'dan. Maka akan datang fitnah yang akan meringankan satu yang lainnya. Waktu habis watajiul fitnatu fayqulul mminu hadi muhlikatif. Akan datang fitnah. Saking banyaknya fitnah, fitnah tadinya datang terasa besar kemudian datang fitnah lagi. Akhirnya yang besar ini terasa keringan karena ternyata fitnah yang berikutnya lebih besar lagi. Maka Rasulullah mengatakan fitnah bergulir meringankan satu dengan yang lainnya. Apa maksudnya meringankan satu dengan lainnya? yaitu fitnah yang datang selanjutnya lebih dahsyat lagi. Lebih dahsyat lagi. Seperti kita lihat sekarang ya fitnah mungkin dulu maksiat kecil-kecilan sekarang fitnah maksiat besar-besaran. Sehingga maksiat gitu atau biasalah ini lebih parah karena saking datang maksiat yang lebih parah lebih dahsyat lebih dahsyat. Bab kita sampai sini aja. Ee kalau kalau kalau ada yang bertanya saya persilakan setelah e azan dikomandang.