Transcript
F0mpu2MK-Ow • Kitab Riyadush Shalihin 2.94: Sebaik-baik Pemimpin Adalah Yg Mencintai & Dicintai oleh Rakyatnya
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2653_F0mpu2MK-Ow.txt
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu
ala taufiqihi wamtinani asadu alla
ilahaillallah wahdahu la syarikalahuiman
lnih.
Wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa
rasuluh daila ridwan. Allahumma sholli
alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa
ikhwani. Kita lanjutkan pembahasan kita
masih pada bab alwali al-adil yaitu
pemimpin yang adil. Pemimpin yang adil.
Ee kita masuk pada hadis-hadis yang
terakhir
yaitu
hadis berikutnya.
an Auf bin Malik radhiallahu anhu qala
samu Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam yaakul aku mendengar rasul
wasallam bersabda khiaru aimmatikum
alladina tuhibbunahum wuhibbunakum
sebaik-baik pemimpin kalian adalah yang
kalian mencintai mereka dan mereka juga
mencintai kalianusuna
alaihimusuna alaikum dan mereka
mendoakan kalian mendoakan mereka dan
mereka juga mendoakan kalian
aim
Dan seburuk-buruk pemimpin kalian
yang kalian benci mereka, mereka juga
benci kalianahumunakum
yang kalian mendoakan keburukan bagi
mereka, melaknat mereka dan mereka juga
sebaliknya melaknat kalian itu mendoakan
keburukan bagi kalian. Qala kata Auf bin
Malik radhiallahu anhu, "Qulna ya
Rasulullah, kami berkata wahai
Rasulullah, afala nunabiduhum
apakah kita melengserkan mereka?"
Qata Nabi sallallahu alaihi wasallam
tidak
sementara mereka masih mendirikan salat
di tengah-tengah kalian. Laum
jangan selama mereka masih menegakkan
salat di antara kalian. Hadis riwayat
Muslim. Hadis ini menjelaskan tentang
keutamaan pemimpin yang adil.
Kalau pemimpin yang adil itu akan
dicintai oleh rakyatnya dan dia akan
didoakan oleh rakyatnya. Dia akan
didoakan oleh rakyatnya. Sehingga
Rasulullah mengatakan, "Sebaik-baik
mimpin kalian alladzina tuhibbunahum wa
yuhibbunakum." Kalian mencintai mereka
dan mereka mencintai kalian. Watusuna
alaiuna alaikum. Kalian mendoakan
mereka, mereka juga mendoakan kalian.
Dan
sungguh bahagia ketika didoakan oleh
rakyat dengan jumlah yang banyak, dengan
doa yang tulus, mereka bahagia, memiliki
pemimpin yang adil dan tentunya ini
adalah kebaikan bagi para pemimpin dunia
maupun di akhirat. Dan Rasulull Sallahu
Alaihi Wasallam bersabda, "Khairukum
anfaukum linas. Sebaik-baik kalian
adalah yang terbaik bagi masyarakat."
Oleh karenanya, Ibnu Taimiyah dalam
kitabnya Asasah Syariyah, politik syari
kalau kita terjemahkan menjelaskan
bahwasanya seorang pemimpin yang adil
yang berusaha memperbaiki kondisi
masyarakat terkait dengan dunia dan
agamanya hasabal imkan sesuai dengan
kemampuannya ya. Ya, tidak. Dia mungkin
tidak mampu merubah secara 100% tapi dia
berusaha memperbaiki agama dan dunia
rakyatnya ala hasabil imkan sesuai
dengan kemampuannya. Fahua afdolu ahli
zamanihi. Maka dia adalah ee penduduk
atau orang terbaik di zamannya. Orang
terbaik di zamannya. Wamin afdolil
mujahidina. Dan dia termasuk mujahid
yang terbaik. Kenapa? Karena pahalanya
sangat sangat besar. Karena manfaatnya
sangat luas. Bayangkan kalau seorang
penguasa yang adil yang tidak hanya
memperhatikan ee dunia rakyat, tapi juga
memperhatikan agama rakyat, maka dia
memberikan ee sarana bagi para dai, bagi
para ulama untuk mengajarkan agama, maka
dia juga mendapatkan pahala. Kalau ada
perbaikan-perbaikan
sebab dakwah para ulama, maka dia juga
mendapatkan pahala. Maka dia adalah
afdolu ahli zamanihi, adalah orang
terbaik di zamannya. itu bisa jadi
melebihi para dai, bisa jadi melebihi
para ulama karena dia yang memberi
kesempatan bagi mereka untuk bisa
berdakwah dan perbaiki umat. Ini
keutamaan pemimpin yang adil ya. Tetapi
sebaliknya kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Wasiraru aimmatikum
seburuk-buruk pemimpin kalian alladina
tubunahum yang kalian benci mereka.
Wubgidunakum dan mereka juga benci
kalian.
Watalanunahum. Dan kalian melaknat
mereka, yaitu mendoakan keburukan bagi
mereka. Walanunakum. Dan mereka juga
melaknat kalian. Ya, ini sebaliknya
kalau pemimpin itu buruk maka dosanya
juga banyak karena dia menyakiti banyak
orang. Masyarakat dirugikan. Ekonomi
mereka semakin terpuruk, agama mereka
semakin jauh dari
jalan yang lurus. Ya, makanya ketika
ee Rasulullah menjelaskan tentang
orang-orang yang terhalangi dari telaga
Nabi, maka dikatakan kepada Nabi,
"Innahum qod gyaru waaddalu Rasulullah
mengat, kenapa mereka dijauhkan dari
telagaku sementara aku mengenali
mereka?" Kata Nabi, dikatakan kepada
Nabi, innahum qod gayaru wa baddalu.
Mereka telah merubah dan mereka telah
mengganti. Sebagian ulama seperti
Al-Qurtubi
ketika menafsirkan hadis ini, mereka
mengatakan yang bisa melakukan perubahan
secara besar-besaran adalah penguasa.
Bisa merubah agama masyarakat secara
ee besar-besaran. Signifikan adalah para
penguasa. Ketika mereka bikin peraturan
yang membuat agama masyarakat rusak,
maka berubah secara signifikan. Berbeda
cuma kalau dai satu orang, dua orang,
tiga orang pengaruhnya tidak begitu
kuat. Tapi kalau penguasa, maka penguasa
sangat berbahaya ketika memperbaiki
agama suatu rakyat atau merusak agama
suatu rakyat karena pengaruh mereka yang
sangat luar biasa. Dengan dengan
kekuatan mereka bisa merubah apa yang
mereka kehendaki. Bayangkan misalnya ada
penguasa mengatakan haram pakai jilbab.
Semua orang tidak pakai jilbab. Enggak
ada yang berani pakai jilbab ya. Pakai
jilbab di penjara. Selesai. Semua wanita
buka jil jilbab. Misalnya, misalnya ada
penguasa yang seperti itu ya. Saya
penguasa misalnya bilang semua harus
kasih sajan. Semua orang pasang sajan
mengajarin syirik. Yang tidak pasang
sajen di penjara semua orang syirik.
Nama orang takut sama penguasa misalnya
ya. Sehingga agama bisa sangat mudah
dirubah oleh penguasa. Maka mereka ini
sebenarnya para penguasa ini bisa sangat
menjadi terbaik di sisi Allah. Dan bisa
juga menjadi sangat terburuk di sisi
Allah Subhanahu wa taala. Apalagi yang
mendoakan mereka banyak orang dilaknat.
Semoga dilaknat. Laknat artinya apa?
Dijauhkan dari rahmat Allah Subhanahu wa
taala. Di dunia dijauhkan apalagi di
akhirat kelak. Maka seorang diberi
kesempatan menjadi penguasa. Hendaknya
mereka benar-benar mengambil ini sebagai
kesempatan untuk menjadi terbaik di sisi
Allah. Kata Ibnu Taimiyah, alhasabil
imkan. Sesuai kemampuan. Sesuai
kemampuan. Dan namanya perbaikan itu
tidak harus berubah 100%.
Kalau ada kemungkaran belum tentu kita
bisa hilangkan. Tetapi takqlilul munkar,
meminimalkan kemungkaran, mengurangi
kemungkaran itu termasuk termasuk jihad
fisabilillah. Kemudian ada kemaslahatan
di di dipertinggi kemaslahatan tersebut.
Ini juga jihad fisabilillah. Bayangkan
seorang penguasa kemudian dia berjuang
untuk menaikkan ekonomi masyarakat,
dunia dia perhatikan agama masyarakat
juga dia perhatikan. Maka dia menjadi
afdolu ahli zamanihi. Kata Ibnu
Taimiyyah, adalah orang terbaik di
zamannya. Di zamannya.
Kemudian ketika dikabarkan inilah
penguasa terburuk, yang paling buruk,
yaitu yang kalian benci, mereka juga
benci kalian. Saling membenci, saling
mendoakan keburukan. Maka kami berkata,
"Ya Rasulullah, afala nunabidhum bisaif,
apakah kami berontak yaitu kami
lengserkan mereka?" Kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam, "La tidak boleh."
Maquumat. Sementara mereka masih
menegakkan salat. Ada dua tafsiran di
kalangan para ulama. Apa maksudnya?
Selama mereka masih menegakkan salat.
Ada mengatakan dalam riwayat yang lain,
ma shau. Selama mereka masih salat,
artinya mereka tidak kafir maka mereka
tidak boleh diberontaki. Dalam riwayat
ma shau selama mereka masih salat.
Kemudian dalam riwayat ini ma a
fikumusat selama mereka masih membiarkan
kalian salat. Yaitu salat Id masih
ditegakkan. Ee kemudian salat Jumat
masih ditegakkan. Salat lima waktu masih
ditegakkan. Mereka tidak melarang.
Kemudian haji juga mereka masih ee
memudahkan. Maka ini tidak boleh.
Meskipun seandainya dia tidak salat.
Meskipun seya dia tidak salat. Ini
tafsiran kedua. Ma a fikumusat selama
mereka masih membiarkan kalian salat.
Karena terkadang seorang penguasa kita
enggak tahu hakikat dia. Dia tidak
muncul kecuali dalam urusan politik.
Kadang urusan agama kita enggak ngerti
di rumahnya bagaimana. Yang penting
salat masih berjalan, lima waktu masih
berjalan, Jumat masih berjalan, salat
Idul Fitri itu hal masih berjalan, maka
tidak boleh memberontak.
Dalam riwayat yang lain kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Illa antaru
kufran bawahan." Kecuali kalian melihat
kekufuran dari pada yang jelas pada
mereka. Nanti akan kita jelaskan
insyaallah pada bab berikutnya. Intinya
ee bahwasanya pemimpin yang baik itu
mendapatkan banyak keuntungan dan
sebaliknya pemimpin yang zalim maka dia
sungguh celaka pada hari kiamat kelak.
Ya, kalau seorang menzalimi satu orang
aja masih mending di persidangan dia
akan dihadirkan oleh Allah subhanahu wa
taala saling di hadapan Allah disidang
satu lawan satu. Tapi kalau yang dia
zalimi adalah rakyat yang dia zalimi
10.000 R000 orang yang dia zalimi, 1
juta orang yang dia zalimi,
100 juta orang. Waliyadubillah.
Misalnya, misalnya
mereka buat peraturan misalnya berat
peraturan kemudian disogok akhirnya
harga bayar listrik misalnya dinaikkan.
Misalnya dinaikkan.
Nah, ini tanda tangan yang penting ada
uang masuk di di kantongnya. Akhirnya
listrik naik harga tidak wajar.
Merugikan berapa orang? Banyak orang
satu Indonesia rugi semua. Ini gimana?
Hari kiamat kelak dia zalimi banyak
orang. Dia zalimi banyak orang gara-gara
dia dirugikan bisa jadi jutaan orang.
Waliyadubillah.
Tib. Hadis berikutnya. Hadis yang
terakhir terkait dengan keutamaan
pemimpin yang adil. Waan Iyad bin Himar
radhiallahu anhu dari sahabat Iyad bin
Himar semoga Allah meridainya. Q
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
yaakul. Aku mendengar Rasul wasallam
bersabda.
Ahlul jannati salatun. Bahwasanya
penghuni surga itu ada ada tiga ya.
Penghuni surga ada ada tiga.
Zu sultanin muqsitun muwafaq. Yaitu
pertama pemilik kekuasaan
yang adil dan diberi petunjuk oleh
Allah. Ini yang pertama. Yang kedua,
rojulun rahimun
raqiqul qolbi. Seorang yang rahim, yang
baik, penyayang, suka nyambung
silaturahmi, dan hatinya lembut.
Likullizi qurba wa muslim. Dia lembut
kepada kerabatnya maupun kepada muslim
secara umum. Yang ketiga, wa afifun
mutaafifun duyal. Seorang yang menjaga
diri tidak suka minta-minta padahal dia
punya anak, punya anak yang banyak.
Hadis riwayat Muslim.
Ini tiga orang spesial dan Rasulullah
mengatakan ahlul jannah salata penghuni
surga tiga. Sebenarnya penghuni surga
banyak cuma ketika Rasulullah
menyebutkan tiga ini menunjukkan mereka
ini orang-orang spesial. Artinya mereka
ini istimewa. Istimewa. Istimewa. Dan
Rasulullah di antara metode Nabi dalam
menyampaikan hadis kadang Rasulull sahu
alaihi wasallam menyebutkan bilangan
tertentu sehingga para sahabat tertarik
untuk mendengar sehingga mereka juga
mudah menghafalkan. al wasam mengatakan
misalnya khamsun atau lima perkara atau
sab saba'atun tujuh perkara atau arbaun
empat perkara atau salasatun tiga
perkara sehingga ee para sahabat
mendengar dan mereka mudah untuk
menghafalkan ya karena Rasulam
menyebutkan bilangan dalam hadis ini
kata Rasul sahu alaihi wasallam ahlul
jannati salatun
penghuni surga tiga. Maksudnya ini orang
spesial yang pertama yang yang paling
utama du sultanin muwafaq. Muksid muwaff
yaitu pemilik kekuasaan yang muksid
maksudnya adil ya. Jadi kalau muksid
artinya adil, kalau qasid artinya zalim.
Sama-sama ada qof sin th. Tetapi kalau
wazannya muf'il, muqsid maksudnya adil.
Kalau qasid adalah zalim. Maka penguasa
yang adil muwaff. Muwafak itu diberi
petunjuk oleh Allah untuk melakukan
banyak kebaikan sehingga dia apapun yang
dilakukan muwafak. Orang ini masih kalau
istilah kita muwaffak yaitu apa yang
dilakukan baik, apa yang dilakukan baik,
apa yang ditetapkan baik, apa yang dia
putuskan baik, setiap sentuhannya ada
kebaikan. Ini luar biasa. Ini penghuni
surga yang paling utama dan ini yang
paling sulit. Kenapa paling sulit?
Karena ee godaan bagi penguasa sangat
besar.
Karena penguasa bisa jadi sombong, bisa
jadi angkuh, mikir diri sendiri, mikir
keluarga sendiri, pengin
bersenang-senang. Ya, tetapi penguasa
yang mikirin rakyat, maka ini, maka ini
berat. Maka ini berat. Apalagi berusaha
untuk adil ya, tidak membedakan satu
dengan yang lainnya, tidak membedakan
antara kerabat maupun bukan kerabat,
tidak ada nepotisme. Ya,
dan seterusnya. ini pemimpin yang berat.
Tapi kalau dia bisa menjadi pemimpin
yang adil, muwaf, senantiasa diberi
petunjuk oleh Allah dalam melakukan
kebaikan-kebaikan, maka dia adalah
penghuni surga yang utama. Setelah itu,
yang kedua, rajulun rahimun. Seorang
lelaki yang rahim, yang penyayang dari
rahmah, yaitu memiliki sifat rahmat.
Raqiqul qalb, hatinya lembut kepada
siapa? Likulli qurba. Kepada setiap
kerabatnya. Wa muslim dan kepada setiap
muslim. dia lembut kepada kerabat maupun
non kerabat. Kenapa? Karena dia
penyayang dan hatinya lembut. Ya, ada
sebagian orang sama kerabat sayang, tapi
non kerabat tidak sayang. Kasar. Ada
orang kepada non kerabat lembut, kepada
kerabat kasar.
Kepada non kerabat lembut, sama kerabat
sendiri ka kasar. Ya. Tetapi seorang
yang perhatian terhadap kerabatnya dan
juga kepada setiap muslim, dia lembut,
hatinya lembut, penyayang, tidak mudah
emosi, akhlaknya baik, tawadu, maka dia
adalah penghuni penghuni surga. Semua
orang nyaman sama dia. Kenapa? Hatinya
hatinya lembut.
Tidak tertampak dalam dirinya omongannya
ada kesombongan sedikit pun, ada
keangkuan sedikit pun. Ya, kenapa
hatinya lembut? Ya, tidak ada arogan
dalam dirinya sama sama sekali. Kenapa
hatinya lembut? Tidak ada niat menyakiti
seorang pun karena dia penya penyayang.
Tidak ada niat menyakiti seorang pun.
Kerabatnya maupun siapa muslim manapun
yang dia temu. Tidak ada niat menyakiti
pembantunya, tidak ada niat menyakiti
sopirnya, tidak ada niat menyakiti
pegawainya. Tidak ada benaknya pikiran
seperti itu. Kenapa dia rahim, dia
penyayang? Ya. Ya. Kepada kerabat maupun
kepada selain kerabat. Dan ini ee
disebut kerabat untuk karena kerabat
disebut dahulu karena kerabat lebih uta
utama. Ini harus kita perhatikan karena
kita dapati sebagian orang sama kerabat
kasar
kepada nonkerabat baik ya. Kerabat non
kerabat baik ini salah prioritas ya.
Sama teman luar biasa baiknya sama kakak
sama adik judes ya. Sama teman
masyaallah lembut hormat ketawa ketiwi.
Periang. Begitu ketemu kakak dan adik
judes semerawut mukanya.
apa namanya? Mukanya masam. Ya, ini
tidak benar. Kalau ingin menjadi
penghuni surga, penuh kasih sayang, hati
yang lembut kepada kerabat maupun non
kerabat. Yang ketiga, ini juga susah. Wa
afifun mutaafifun iyal. Seorang yang
tidak minta-minta ya,
bahkan mutaafif, bahkan berusaha tidak
minta-minta, tidak pernah minta kepada
orang baik secara shah, secara
terang-terangan, maupun isyarat. Gak
secara terang-terangan. Jangankan
terang-terang isyarat pun dia tidak mau
tidak mau minta. Ya,
makanya Rasulullah mengatakan bukanlah
miskin yang ketika mengetuk pintu
ditolak ya. Tetapi miskin adalah yang
dia tidak mencukupi kebutuhannya
sementara tidak ada yang tahu kalau dia
miskin.
Kenapa dia tidak minta-minta? Dia
meskipun susah dia berusaha sendiri.
Kemudian Rasulullah tambahkan zu iyal
dan dia punya keluarga, punya istri,
punya anak-anak. Kalau seorang sendirian
mungkin dia kuat, dia mungkin tahan
lapar, tidak minta-minta, dia tetap jaga
harga dirinya. Tapi begitu sulit ketika
anaknya yang nangis, istrinya yang
nangis. Sehingga terkadang kondisi anak
istri membuat dia harus ngemis kepada
orang lain, harus memelaskan dirinya
agar dikasihani.
Adapun rajulun afifun mutaafif, dia
tidak pernah melas, tidak pernah
memelaskan dirinya, tidak pernah minta
dikasih oleh orang lain. Dia menjaga
jaga dirinya, dia menjaga dirinya. Dia
menjaga tidak pernah dia minta-minta
baik secara terang-terangan demikian
juga tidak pernah memberi minta-minta
dengan isyarat. Maka orang seperti ini
ya penghuni surga dan kalau dia berusaha
Allah akan berikan dia kecukupan.
Makanya Nabi sallallahu alaihi wasallam
mengatakan, "Yastagni yugnihillah."
Siapa yang berusaha mencukupkan dirinya
maka Allah akan cukupkan dia. Kata Allah
waman yastafif yuihullah. Siapa yang
berusaha tidak minta-minta Allah akan
bikin dia cukup tidak perlu minta-minta
sama orangor lain. Dan kalau sudah
kebiasaan dikasihani ya sudah nanti
kebiasaan. Setiap dikasihani nanti ada
yang kasih, ada yang kasih, ada yang
kasih. ya minta dikasihani lewat status,
minta dikasihani lewat ya kalau ingin
apa namanya ee masuk surga di antaranya
adalah dengan menjaga diri tidak
minta-minta. Intinya dalam hadis ini
ketika Rasulullah menyebutkan tentang
tiga penghuni surga, orang pertama yang
Rasulullah sebutkan adalah du sultanin
muqsid muwafaq yaitu pemilik kekuasaan
yang adil dan diberi taufik oleh Allah
subhanahu wa taala. Bab. Ini hadis-hadis
tentang keutamaan alwali al-adil, yaitu
penguasa yang adil. Sekarang berikutnya
ee terkait dengan rakyat. Kita sebagai
rakyat apa kewajiban kita di hadapan
para penguasa? Bab 80.
wujubi umur fiir makatinahmiati
fil makiah. Bab kewajiban taat kepada
para penguasa
selama perintahnya bukan maksiat
dan mengharamkan ketaatan kepada mereka
kalau dalam rangka maksiat. Kalau dalam
rangka maksiat.
Kemudian Al Imam Nawawi rahimahullah
seperti kebiasaan beliau membawakan ayat
kemudian hadis-hadis. Q Allahu taala
Allah berfirman, "Ya ayyuhalladzina
amanu atiullaha wa atiur rasula wa ulil
amri minkum." Wahai orang yang beriman,
taatlah kepada Allah dan taatlah kepada
Rasulullah
dan kepada pemegang urusan kalian. Ulil
amri itu pemegang urusan kalian.
Pemegang urusan kalian. Di sini ketika
Allah berbicara tentang Allah, Allah
mengatakan pakai kata atiu. Ya
ayyuhalladzina amanu atiullaha. Taatlah
kepada Allah. Ketika kepada Rasul Allah
ulangi lagi kalimat atiu wa atiur rasul.
Taatlah kepada Rasulullah. Tetapi ketika
kepada ulil amri, Allah tidak mengulangi
kata atiu, tapi langsung ulil amri
minkum. Kenapa? Kalau taat kepada Allah
secara mutlak, taat kepada Rasulullah
secara mutlak harus taat. Tapi kalau
kepada penguasa tergantung. Kalau dia
memerintahkan kepada kebaikan, wajib
taat. Kalau dia memerintahkan kepada
kemaksiatan, maka tidak boleh taat.
Karena ketaatan mereka tidak taat kepada
mereka tidak mutlak tapi harus sesuai
dengan ketaatan kepada Allah dan
Rasul-Nya.
Kemudian juga ayat ini kata Syekh
Utsimin rahimahullahu taala memberi
isyarat ketika di dikhususkan penyebutan
ulil amri, penyebutan penguasa
menunjukkan mereka punya hak spesial
untuk ditaati. Mereka punya hak spesial
untuk ditaati bahkan pada
perkara-perkara yang tidak ada dalilnya
selama bukan maksiat. Jadi kalau
penguasa nyuruh apa saja selama itu
bukan maksiat, bukan kemudaratan yang
jelas, ini perkara ijtihadiah, maka
wajib kita untuk taat.
Kalau bilang
misalnya bupati suruh, bupati apa
dalilnya?
Kalau dalilnya sudah Allah dan Rasulnya
sudah cukup. Kalau cuma kalau taat
kepada bupati harus pakai dalil,
taat kepada misalnya gubernur harus
pakai dalil atau presiden harus pakai
dalil, maka cukup kalau gitu. Allah
hanya berfirman, ati Allah wa ati rasul.
Paham? Cukup. Berarti Allah taat kepada
Allah Rasul. Semuanya harus pakai dalil.
Ketika Allah menyebutkan wa ulil amri
minkum dan juga taat kepada ulil amri.
Dikhususkan penyul amri. Berarti mereka
punya hak untuk ditaati justru pada
perkara-perkara yang tidak ada dalilnya.
harus ditaati terkait dengan
kemaslahatan-kemaslahatan
ee yang mereka undang-undang yang mereka
buat selama tidak melanggar Al-Qur'an
dan sunah dan itu ada kemaslahatan yang
jelas maka wajib untuk ditaati.
Oleh karenanya misalnya penguasa membuat
aturan lampu merah ya ada lampu merah,
lampu hijau ya
ya kita kalau di jalan akan kita langgar
karena itu peraturan demi maslahat
enggak? di maslahat ketahui kemaslahatan
maka jangan kita langgar ya jangan kita
langgar jangan bilang dibuat peraturan
ya untuk dilanggar
peraturan ini maslahat enggak maslahat
kalau enggak ada lampu merah gimana ee
lalu lintas kacau misalnya penguasa
membuat undang-undang bahwasanya kalau
nikah hendaknya lapor KUA atau harus ada
surat nikahnya supaya tidak tidak kacau
balu nanti ada laki-laki bawa perempuan
dibilang saya sudah nikah nikahnya mana
enggak ada sudah resmi secara agama tiib
memang tidak secara agama tidak harus
ada surat nikah, tetapi secara
undang-undang negara harus ada surat
nikah. Itu maslahat atau tidak maslahat
dan tidak melanggar aturan Al-Qur'an dan
sunah. Ini contoh maksud saya. Maka
harusnya kita taat karena itu ada
maslahatnya sangat je jelas. Kalau
masalahnya sangat jelas maka wajib kita
untuk taat. Kita berusaha taat
sebagai bentuk pengamalan dari firman
Allah Subhanahu wa taala. Karena kalau
penguasa tidak ditaati, negara kacau.
Negara kacau yang memegang kekuasaan
mereka. Waulil amri. Siapakah ulil amri?
adalah pemegang kekuasaan, pemegang
urusan. Ya, kalau tidak ditaati maka
akan kacau, akan hancur suatu suatu
negara. Maka di sini ee banyak hadis
nanti akan disebutkan kewajiban taat
kepada penguasa selama bukan pada kema
kemaksiatan.
Dan banyak sekali undang-undang yang
mungkin bisa dibuat oleh penguasa yang
tidak yang maksudnya Al-Qur'an dan sunah
tidak tidak ada nas khusus terkait
dengan masalah itu ya. Masalah tidak ada
nas spesifik tentang masalah itu. Maka
perkaranya terbuka. Perkaranya terbuka.
Selama itu ada maslahatnya dan bukan
maksiat, maka kita berusaha taat kepada
peraturan pemerintah. Ya, kita berusaha
kalau ini kita tahu ini baik, ini
maslahat, kita taat ee dan kita dapat
pahala dari Allah Subhanahu wa taala
karena kita menjalankan perintah Allah
Subhanahu wa taala. Tapi kalau
peraturannya memang melanggar syariat ya
tidak boleh tidak boleh taat.
Kemudian Al Imam Nawi rahimahullah
membawakan dalil-dalil
tentang kewajiban taat kepada penguasa.
dalam perkara selain maksiat.
Hadis pertama an Ibnu Umar radhiallahu
anhuma anin Nabi sallallahu alaihi
wasallam q dari Nabi sallallahu alaihi
wasallam beliau bersabda alal maril
muslim asamuatu ahabari wajib bagi
seorang muslim untuk mendengar dan taat
pada perkara yang dia sukai maupun yang
dia benci artinya terkadang penguasa
menyuruh yang sesuai dengan kau sukai
dan terkadang ternyata penguasa bikin
peraturan yang kau tidak sukai. Misalnya
pengikin peraturan kita sebagai
pengusaha misalnya.
Peraturan itu menyenangkan masyarakat
tapi merugikan pengusaha. Mungkin atau
tidak? Mungkin tapi kita lihat ada
maslahatnya. Ini bukan ada sudah kita
taat aja. Kita tidak sukai tapi ada
maslahat buat masya masyarakat. Mau nego
silakan nego. Tetapi kata Nabi, "Dengar
dan taat meskipun pada perkara yang kamu
tidak sukai." Saya kemarin ditanya
tentang misalnya peraturan orang ee jual
beli barang dari luar, ada barang dari
luar ilegal masuk kemudian murah. Saya
bilang dilarang oleh penguasa enggak?
Dilarang oleh pemerintah. Kenapa? Ada
maslahat enggak dilarang itu? Ada.
Karena kalau dibuka mungkin bisa
mematikan pengusaha di tanah air
macam-macam. Ada ada. Kalau kau lihat
ada maslahat berarti wajib ditaati.
Kalau kau lihat ada maslahat memang
merugikan engkau karena akhirnya
daganganmu kurang.
Kalau boleh kan enak tinggal impor dari
mana diam-diam diam-diam terus petugas
bea cukai kita sogok kemudian
masing-masing selesai untung banyak ya
tetapi bisa ketika penguasa membuat
peraturan demi kemaslahatan para
pedagang di tanah air misalnya maka saya
tanya sama dia, "Itu peraturan ada
maslahatnya enggak?" Kata dia ada. "Ya
sudah kalau ada maslahatnya kau taat
meskipun kau tidak jadi berdagang."
Maka wajib bagi kita untuk taat kepada
penguasa pada perkara yang kita suka
maupun yang tidak kita suka. yang tidak
kita suka.
Illa an yar biah. Kecuali dia
diperintahkan untuk maksiat. Disuruh
zina, disuruh minum khamar, disuruh
riba. Ya, enggaklah. Enggak. Disuruh
sajen ya disuruh ikut selamat
ikut acara natalan. Enggaklah. Enggak.
Itu maksiat gak? Gimana kita mau
mengucapkan selamat Natal, selamat hari
lahir Nabi Isa sebagai anak Tuhan?
Kalau hari lahir Nabi Isa sebagai nabi
masih mending itu pun tidak perlu kita
rayakan. Apalagi hari lahir Nabi Isa
sebagai nabi atau sebagai anak Tuhan?
Sebagai nabi atau anak versi mereka
sebagai nabi atau sebagai anak Tuhan?
Anak Tuhan. Kita bilang selamat berarti
kita membenarkan keyakinan mereka.
Gaklah toleransi-toleransi tanpa harus
ikut-ikutan.
Gimana kalau saya dihisab oleh Allah?
Saya bisa jawab apa? Kau ikut selamatin
kelahiran anak saya. Gimana jawabnya?
Gimana jawabnya?
Repot. Ini kita hidup enggak mau
spekulasi. Kalau urusan dunia enggak ada
masalah ya. Kalau nyuruh maksiat gak?
Gak ya. Ini maksiat gak.
Illa any yummar bimsiah. Kecuali
diperintahkan untuk ma maksiat. Faidza
umir bimaksiatin. Kalau diperintahkan
untuk maksiat fala sam wala thaah. Maka
tidak ada, tidak perlu mendengar dan
tidak perlu taat. Muttafaqun alaih.
Hadis riwayat Bukhari dan dan Muslim.
Hadis berikutnya. Wa anhu juga dari Ibnu
Umar radhiallahu anhuma qala, beliau
berkata, kata Ibnu Umar, Ibnu Umar itu
maksudnya anaknya Umar bin Khattab
namanya Abdullah. Abdullah bin Umar.
Maka dikenal dengan Ibnu Umar.
Kunna id bayna Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam alami wah yaakul lana.
Kami ketika membaiat Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam untuk dengar
dan taat maka Rasulullah mentalkinkan.
Kata Rasulullah fatum sesuai dengan
kemampuan kalian muttafaqan alaih. Dan
ini kasih sayang Nabi bahwasanya kau
kalian baiat aku sesuai kemampuan kalian
karena bisa jadi kalian tidak mampu.
Bisa jadi kalian kerjakan sesudah
semaksimal mungkin tapi ada
kesalahan-kesalahan maka itu dimaafkan
oleh Allah subhanahu wa taala. Yang
penting seorang jujur berusaha
menjalankan tugas negara dengan
sebaik-baiknya, semampu dia. Kemampuan
kita terbatas, waktu kita terbatas, ada
human error, banyak hal yang tidak bisa
kita sempurna. Maka Rasulullah dengan
karena kebaikannya Rasulullah ketika
para sahabat mengambil janji setia
kepada Nabi untuk mendengar dan taat
secara mutlak kepada Nabi, maka
Rasulullah bilang, "Katakan fimatum
sesuai dengan kemampuan kali kalian agar
ini sebagai makhraj, sebagai solusi.
Kalau terkadang seorang berusaha
menjalankan, ternyata dia tidak mampu
atau dia sudah jalankan ternyata masih
ada kesalahan-kesalahan tanpa dia
sengajai, tanpa dia teledori. Tapi
memang namanya manusia human error itu
ada, maka dia mungkin terjerumus atau
terjadi dalam kesalahan. Maka ini
dimaafkan. Diafkan
maka seorang berusaha taat kepada
penguasa mendengar dan taat semampunya.
Wa anhu dari Ibnu Umar radhiallahu
anhuma beliau juga berkata
Rasulullah wasallam yaakul aku mendengar
Rasul wasallam bersabda manadan
minatin laqiallah yaumalqiamah w hujahu
waman mata waisa fi unqia baiah mata
mitatan jahiliyah rwahu muslim
barang siapa yang melepas ketaatan
tangannya dari ketaatan dulu kalau zaman
dahulu kalau ada penguasa baru maka
dibaiatlah seluruh masyarakat dimulai
Mulai dari ahlul hil wal aqd yaitu para
ulama, para kepala-kepala kabilah,
kepala-kepala suku, pembesar-pembesar
negara itu dibaiat langsung tangan
dengan tangan. Yang selanjutnya
rakyatnya tidak tidak harus baiat tangan
pertangan. Karena cukup
perwakilan-perwakilan mereka itulah yang
baiat, maka rakyat tinggal mengikuti.
Tapi rakyat secara otomatis mengikuti
selama dia tinggal di negeri tersebut
harusnya dia taat. Ya, dia taat. Apalagi
jumlah sekarang ee jumlah masyarakat
begitu banyak. Maka dengan perwakilan
para ulama, para pembesar-pembesar, para
ketua, kepala-kepala suku, orang-orang
di muliakan, mereka sudah membaiat yang
mereka orang-orang yang cerdas, yang ee
pantas untuk bermusyawarah, mengambil
keputusan kemudian mereka sudah bayat,
maka rakyat tinggal mengikuti. Tidak
harus rakyat berjabat tangan dengan sang
penguasa langsung. Maka Nabi
mengingatkan, "Man khalaa yadan min
thaah." Siapa yang kemudian berlepas
diri? Saya tidak mau taat. Saya tidak
ada baiat, saya tidak ada kepatuhan
kepada penguasa manaun. Saya bebas
merdeka. Gak laqi allaha yaumalqiamah
wala hujjata lahu. Maka dia akan bertemu
dengan Allah. Tidak punya hujah untuk
membantah. Karena terlalu banyak dalil
dari Al-Qur'an maupun sunah yang
menyuruh orang untuk membaiat penguasa
yang sah. Untuk taat kepada penguasa
selama menyeru kepada kebaikan.
Kemudian Nabi mengingatkan, waman mata
wa fiah. Dan siapa yang meninggal selama
di leher, sementara di lehernya tidak
ada baiat, yaitu tidak ada janji setia
untuk taat kepada penguasa. Mata mitatan
jahiliah, maka dia meninggal dengan
meninggal jahiliah. Yang dimaksud dengan
meninggal jahiliyah di sini maksudnya
dia meninggal seperti layaknya
orang-orang jahiliyah dahulu. Karena
sebelum Nabi menjadi seorang nabi,
orang-orang Arab tuh tidak mau bersatu.
Mereka kabilah masing-masing kabilah
masing-masing suku punya kerajaan
sendiri. Mereka gak mau ee taat kepada
atasan apalagi lain suku. Mereka
merdeka, hidup merdeka.
Sehingga siapa yang meninggal tidak
punya ketaatan kepada atasan, tidak ada
penguasa yang dia taati, maka dia
seperti orang-orang jahiliah. Bukan
maksudnya mati kafir. Bukan maksudnya
mati kafir. Ini dijelaskan oleh para
ulama. Bukan maksudnya
mati dalam kondisi kafir. Ini karena
sebagian
kelompok seperti Islam jamaah bilang
gitu. Mati enggak punya baiat, mati ja
jahiliah. Baiatnya siapa? Imam. Imam
kita dong ya. Kalau enggak berbaiat sama
imam kita mati jahiliah. Mati ka kafir.
Ini Bahlul. Apa namanya? Bahlul. Dia
menafsirkan hadis sendiri ya. Kemudian
yang jadi patokan Islam atau tidak
imamnya sendiri ya. Imamnya sendiri.
tiib eh wafi riwayatan lahu dalam
riwayat yang lain waman mata wahua
mufari lil jamaah fainnahu yamutu
mitatan jahiliyah siapa yang meninggal
kemudian dia meninggalkan jemah dia
berontak keluar dari ee dari
kekuasaan penguasa yaitu dia
apa namanya ee keluar dari negerinya
maka dia kalau mati mati. Matinya mati
ja jahiliah. Ini ee menunjukkan
penekanan dari Nabi sallallahu alaihi
wasallam.
Kita ini hidup bernegara, bernegara ada
penguasa dan hanya bisa berjalan kalau
ditaati. Tentu ditaati pada perkara yang
makruf. Kalau kita ingin sendiri-sendiri
maka tidak ada negara. Kalau tidak
negara kita yang hancur jadi budak bagi
negara-negara yang yang lain. Dikuasai,
dihabisi, dibunuh, di maka ya saya
sering bilang bahwasanya perjuangan
para pejuang sehingga mendirikan negara
Indonesia dengan pengorbanan yang luar
biasa harus disyukuri. Harus di
disyukuri, harus disyukuri. Ya, di
antaranya dengan jaga keutuhan negara
ya. Di antaranya dengan taat kepada
penguasa ya selama menyeruh kepada
kebaikan. Adapun mereka punya
kekurangan, kita sabar. Kalau bisa
nasihati, nasihati. Kalau bisa
diperbaiki, diperbaiki.
Tapi jangan berpikir untuk merusak
negara ini dengan memberontak. Ya. Tib.
Hadis berikutnya. W Anas radhiallahu
anhu qala. Dari Anas radhiallahu anhu
qaqa qala Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam. Rasul sahu al wasallam
bersabda
isma wau wailikum
abdun habasia kaahu zabibah rawahul
bukhari. Kata Rasul Sallahu Alaih
Wasallam, "Dengarlah dan taatlah." Ini
Rasulullah bercerita tentang para
pemimpin nanti setelah beliau meninggal
akan datang penguasa seperti ini,
seperti ini, seperti ini, seperti ini.
Kalau sama Nabi mereka tentu taat semua.
Rasulullah bicara tentang
penguasa-penguasa nanti belakangan.
Ismau wa atiu. Dengar dan taatlah.
Meskipun digunakan memimpin kalian
adalah seorang hamba Habasyi. Habasyi
hamba sahaya yang berkulit hitam. Kaana
rasahu zabiba. Seakan-akan kepalanya
adalah zabib, kismis. yaitu hitam. Ada
kismis dari anggur yang hitam yang
penyet ya. Ya, bentuknya kurang menarik
ya. Bahkan kalau yang memimpin kalian
seorang budak yang penampilannya
fisiknya berkulit hitam kemudian
kepalanya mungkin peang, tetap aja
kalian harus taat selama itu perintah
dari penguasa.
Tayib. Para ulama sepakat
bahwasanya ee penguasa khalifah tidak
boleh budak. Khalifah tidak boleh budak.
Lain halnya kalau
petugas-petugas negara ya misalnya
mungkin camat ternyata budak tapi kita
taat kepada dia bukan karena dianya tapi
karena diperintah oleh ata.
Ini di antara tafsiran karena para ulama
sepakat budak tidak boleh jadi penguasa.
Boleh budak tidak boleh mengurusi
orang-orang merdeka. Makanya ada cerita
yang masyhur tentang Daulatul Mamalik.
Ya, kita tahu bah di Mesir, di Mesir
sebelumnya Daulah Abbasiyah. Kemudian
setelah itu ee sebelumnya maksud saya,
mohon maaf sebelumnya adalah ee kerajaan
dari Fatimiyah, dinasti Fatimiyah itu
Syiah. Syiah Ismailiyah sampai berkuasa
200 tahun lebih hampir 250 tahun.
Setelah itu datang dinasti Ayyubiyah.
Dinasti Ayu Ayyubiyah sebelumnya.
Sebelumnya mohon maaf dinasti Abbasiyah
kemudian Tuluniah setelah Tuluniah.
Kemudian Iksidiyah setelah Iksidiyah
baru dikuasai oleh dinasti Fatimiyah
atau Ubaidiyah. Mereka Syiah Ismailiyah.
200 tahun lebih mereka berkuasa. Setelah
itu datang Dinasti Ayyubiyah di dari
Salahin al-Ayyubi. Di zaman dinasti
Ayyubiyah ternyata mereka Ayyubiyah
mereka
membeli budak-budak. Budak-budak ini
dilatih sebagai orang-orang ahli sampai
karena mereka ahli akhirnya mereka
memiliki kedudukan-kedudukan sampai
mereka jadi panglima-panglima perang.
Mereka jagoan-jagoan.
Akhirnya panglimanya budak, anak buahnya
orang-orang mer merdeka. ini terjadi ya
sampai di zaman Aliz bin Abdus Salam,
salah seorang ulama besar ya disebut
dengan Sultanul Ulama. Dia berpindah
dari Damaskus karena ada masalah pindah
ke Mesir.
Kemudian dia melihat bahwasanya
budak-budak tersebut menguasai
orang-orang merdeka. Maka dia bilang
tidak bisa. Dia kasih fatwa tidak sah
pemimpinan mereka karena budak gimana
mimpin orang-orang merdeka. Akhirnya
budak-budak tersebut marah karena mereka
panglima-panglima.
Kemudian waktu itu zamannya Najimuddin
Ayyub bilang, "Ya, gimana khalifah ee
apa ul ee wahai Syekh kata dia, "Enggak,
enggak bisa pokoknya enggak sah."
Akhirnya tidak diterima fatwanya.
Akhirnya dia keluar meninggalkan Mesir.
Akhirnya diikuti oleh Banyak. Akhirnya
penguasa mengalah. Maunya bagaimana? Ya
sudah, mereka harus dijual supaya
merdeka.
Dijual. Setelah dijual, yang beli
merdekakan. Akhirnya budak-budak
tersebut dijual, panglima-panglima
dijual, dibeli dimerdekakan lagi baru
sah untuk menjadi panglima. Ini di
antara sikap tegasnya Aliz
bin Abdus Salam. Ceritanya masyhur ya.
Kemudian akhirnya dinasti Ayyubiyah
jatuh. Muncullah dinasti Imam Malik.
Budak-budak tadi yang sudah merdeka
akhirnya menguasai negara bikin dinasti.
bikin dinasti di Mesir. Intinya para
ulama sepakat bahwasanya budak tidak
boleh menjadi penguasa. Mereka mungkin
jadi penguasa dalam dua hal, dalam dua
kondisi. Kondisi pertama mereka adalah
utusan dari raja. Raja yang merdeka utus
budha kamu atur mereka. Ya, ini mungkin
karena dia hanya wilayah kecil.
Kemungkinan kedua, mereka memberontak
sehingga mereka akhirnya menguasai suatu
negara. Ya sudah, kalau ketika suatu
negara sudah dikuasai bitaghallub dan
ternyata yang yang memberontak seorang
budak dan akhirnya dia benar-benar jadi
raja, maka ketika itu kata Nabi harus
taat karena demi maslahat. Jangan
memberontak lagi. Karena memberontak
lagi akhirnya pertumpahan darah. Siapa
yang berhasil memegang kekuasaan dan
telah disepakati oleh semua rakyat maka
hendaknya di ditaati. Maksudnya
Rasulullah memandang kemaslahatan.
Ya, oleh karenanya kekuasaan kalau sudah
dipegang oleh siapapun baik secara syari
maupun tidak syari, baik secara syari
maupun tidak syar, tapi kekuasaan semua
sudah dipegang oleh seorang maka harus
ditaati. Harus ditaati. Makanya bisa
jadi kekuasaan diperoleh dengan syari,
dengan musyawarah, dengan misalnya
dengan bisa juga dengan tagalub, yaitu
kudeta. Kudeta itu tidak syari. Kudeta
secara syariat tidak syari. Tetapi
ketika sudah berkuasa
dan dia memegang seluruh urusan negara,
maka harus taat. Karena kalau
memberontak lagi akan ada silsilah
pertumpahan darah tidak ada habisnya.
Maka kemaslahatan mengharuskan taat. Dan
di antara dalil akan hal ini kata
Rasulullah meskipun misalnya yang taamar
alikum abdun habasyi. Meskipun yang
memerintahkan kalian adalah seorang
budak sahaya. Bisa jadi budak tersebut
menguasai suatu negara meskipun asalnya
tidak sah, tetapi ketika dia berkuasa
hendaknya taat demi kemas kemaslahatan.
Maka di sini penekanan dari Nabi untuk
dengar dan taat meskipun yang mimpin
adalah seorang budak yang berkulit hitam
yang kepalanya peang seperti ee kismis
zabibah.
Hadis berikutnya Abi radhiallahu anhu
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
wajib bagimu untuk mendengar dan taat
dalam kesulitan kesulitanmu maupun dalam
kesenanganmu ya kondisi kau susah tetap
taat kondisi senang kau taatika
dalam kondisi kau lagi energik dan
kondisi yang kau tidak sukai
alik bahkan ketika ada arh itu apa itu
dua tafsiran
Tafsiran pertama bahwasanya pemerintah
atau penguasa memilih orang untuk
dijadikan pejabat padahal kau lebih
utama. Tapi karena nepotisme kau kau
dipinggirin.
Akhirnya orang lain yang diangkat. Ini
makna asarah yaitu orang yang tidak
berhak diangkat karena ada hubungan
dengan penguasa. Atau yang kedua
penguasa ternyata mengambil keuntungan
pribadi untuk keuntungan dirinya. dan
keluarganya ini disebut juga dengan
asarah. Maka Nabi mengatakan, "Kau akan
mungkin menghadapi penguasa model
seperti ini karena tidak semua penguasa
saleh dan
baik." Ya, apalagi siapa yang tidak
terpesona dengan fitnah dunia dan
kekuasaan?
Orang beragama saja bisa terfitnah
dengan dunia, dengan duit, dengan dolar.
Apalagi orang-orang yang tidak punya,
tidak belajar agama dengan baik. Maka
kemungkinan bertemu dengan penguasa yang
asarah, yang nepotisme. Dia memilih
orang bukan dari keahlian. Ya. Tetapi
karena dekat, karena dekat, karena
penjilat dia maka dia pilih. Itu mungkin
sangat mungkin terjadi atau dia asarah
yaitu dia ambil uang untuk kepentingan
dan keluarganya. Maka seakan-akan
berkata urusan mereka dengan Allah.
Urusanmu kalau dia nyuruh kebaikan taat.
Urusanmu kalau dia nyuruh kebaikan maka
taat. Kalau dia suruh maksiat jangan
taat. Maka di antara fikih seseorang
mengetahui apa kewajiban dia dan apa ee
hak dia. Kalau kewajiban dia ya terkait
penguasa yaitu taat pada perkara yang
yang baik. Jangan dia urusin kewajiban
orang penguasa urusan dia dengan Allah
Subhanahu wa taala. Ya. Maka kata Nabi,
waaratan alaik. Meskipun ternyata engkau
di dikesampingkan,
kau harus taat. Kau harus taat selama
perintah itu pada keba kebaikan. Ini
sangat berat. Makanya hadis-hadis
tentang ini sangat banyak.
Hadis sangat banyak. Karena sulit untuk
kita taat karena terkait dengan
kemaslahatan ekonomi kita. Sulit. Sulit.
Sulit. Adapun kalau Rasulullah
perintahkan salat, zakat, orang bayar.
Salat, puasa bayar. Tapi Rasulullah
bukan cuma memerintahkan salat dan
zakat. Bayar zakat saja, haji saja.
Rasulullah juga berbicara tentang
muamalah dengan penguasaan. Ini lebih
berat menurut saya daripada yang lainnya
karena terkait dengan kemaslahatan s
seseorang. Keputusan yang merugikan dia,
yang mempengaruhi ekonomi dia. Ya, kalau
memang memang ini keputusan bermaslahat
secara umum meskipun merugikan sebagian
pihak, maka seorang taat. Ini sangat
berat ya, sangat berat. Apalagi seorang
sudah ahli kemudian di dilengserkan
atau dipinggirkan gara-gara
penguasa punya kakak atau punya adik,
punya om, punya tante, punya
ini sangat berat. Tetapi kalau dia
menyuruh kebaikan hendaknya taat.
Berapa menit lagi?
Tib. Satu hadis lagi. Panjang hadisnya
kita baca.
W Abdillah bin Amr radhiallahu anhuma
qna maa rasulillah sallallahu alaihi
wasallam fi safar. Kata Abdullah bin Amr
radhiallahu anhuma, "Kami sedang bersama
Nabi dalam safar. Fazalna manzilan lalu
kami mampir singgahnausliahu."
Di antara kami ada yang ngurusin
kemahnya diperbaiki.
Waminhailu. Di antara kami ada yang
latihan panah-panah. Wamin man hua fi eh
jasari. Ada yang urusannya
masing-masing.
Ada munadi Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam. Jamiah. Tiba-tiba ada seruan
ee yang menyeru ya. Jadi ada yang
ngurusin ee
ngurusin kemahnya, ada yang ngurusin
anak apa panah-panahnya, ada yang
ngurusin hewannya. Iya. Tiba-tiba ada
seruan panggilan fijasyari maksudnya ee
apa? Hewan-hewannya dia ngurusin. Jadi
karena lagi singgah sibuk masing-masing
maka tiba-tiba ada utusan Rasul sahu
alaihi wasallam menyeru asalata jamiah.
Ayo berkumpul asal jamiah.
Orang berkumpul ya. Kalimat asalat
jamiah ini dahulu digunakan oleh Nabi
sallallahu alaihi wasallam ketika belum
ada azan. Belum ada azan. Ketika ada
azan maka tidak ada lagi salat jamiah.
Karena salat jamiah itu salat jamiah.
Ayo kumpul untuk salat. Dulu sebelum ada
azan ini digunakan kemudian disyariatkan
azan. Tidak ada lagi perkataan salat
jamiah untuk salat lima waktu. Enggak
ada. Enggak ada. Cuma para ulama khilaf
bagaimana dengan salat-salat yang lain
seperti salat Id, seperti salat gerhana,
seperti salat tarawih. Maka seb ulama
mengatakan tidak ada. Ya, yang ada sudah
tidak dipakai lagi salat jemah. Beliau
mengatakan masih dipakai salat jamiah.
Selain salat lima waktu boleh salat Id,
boleh salat gerhana pada perkara-perkara
yang mengumpulkan banyak orang. Adapun
kalau salat tarawih enggak. Sebagian
ulama seperti Syafiah mengatakan salat
tarawih boleh pun mengatakan salat
jamiah. Tapi maksud saya kalimat asalat
jamiah itu tidak digunakan untuk salat
lima waktu. Ya, makanya terkadang
sebagian imam ketika dia ini salat
jamiah, ini enggak dipakai lagi salat
jamiah ya. Salat jamiah itu dulu
digunakan pengganti apa? Sebelum adanya
azan.
Maka orang-orang kumpulna
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
Kami pun berkumpul bersama kepada Rasul
wasallam. Kemudian Rasulullah bersabda
inahu lam yakunahum.
Sesungguhnya tidak ada seorang nabi
sebelumku kecuali wajib atasnya untuk
menunjukkan umatnya atas kebaikan yang
dia tahu.
Dan peringatkan mereka atas keburukan
yang Nabi tahu. Yaitu semua kebaikan
yang Nabi tahu Nabi sampaikan. Tidak ada
yang Nabi sembunyikan. Dan seluruh
keburukan yang Nabi tahu Nabi akan
ingatkan. Wa inna umatakum hadhi. Kalau
waktunya habis.
Wa inna umatakum hadhi.
Juila afiyatuha fi awaliha.
Umat ini diberikan keselamatannya di
awal umat ini. Wasusibu akirha balaun.
Adapun akhir umat akan ditimpa dengan
bala ujian. Wa umurun tunkirunaha dan
perkara-perkara yang kalian ingkari.
Ini fitnah bagi umat akhir zaman.
Watajiu fitnatun yurqiqu ba'du ba'dan.
Maka akan datang fitnah yang akan
meringankan satu yang lainnya. Waktu
habis
watajiul fitnatu fayqulul mminu hadi
muhlikatif. Akan datang fitnah. Saking
banyaknya fitnah, fitnah tadinya datang
terasa besar kemudian datang fitnah
lagi. Akhirnya yang besar ini terasa
keringan karena ternyata fitnah yang
berikutnya lebih besar lagi. Maka
Rasulullah mengatakan fitnah bergulir
meringankan satu dengan yang lainnya.
Apa maksudnya meringankan satu dengan
lainnya? yaitu fitnah yang datang
selanjutnya lebih dahsyat lagi. Lebih
dahsyat lagi. Seperti kita lihat
sekarang ya fitnah mungkin dulu maksiat
kecil-kecilan sekarang fitnah maksiat
besar-besaran. Sehingga maksiat gitu
atau biasalah ini lebih parah karena
saking datang maksiat yang lebih parah
lebih dahsyat lebih dahsyat. Bab kita
sampai sini aja. Ee kalau kalau kalau
ada yang bertanya saya persilakan
setelah e azan dikomandang.