Transcript
Z2PjnEmMp8E • Kakek Orang Paling Miskin, Bapak Lulusan SD, Anaknya Miliarder Hidup Sederhana!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/PecahTelur/.shards/text-0001.zst#text/0378_Z2PjnEmMp8E.txt
Kind: captions
Language: id
Allahu akbar
Allahu
akbar keluarga itu segalanya jadi tempat
di mana kebahagiaan pertama kali kita
rasakan tentunya di keluarga tempat di
mana kepedihan ataupun semangat itu
bangkit kembali ya tentunya di keluarga
tempat kita berkeluh kesah pertama kali
di keluarga kakek saya itu dulu di
Kampung ini orang paling miskin Mas
orang paling miskin orang yang paling
dihinakan ibaratnya suruh ngerawat
binatang ternak tapi enggak dapat gaji
ya memang orang tua sangat mempengaruhi
latar belakang saya hari ini gitu sampai
ibaratnya di masa saya sudah bisa pegang
uang miliaran tuh saya merasa biasa saja
dan itu hanyalah sekedar dalam tanda
kutip dunia bahwa uang R miliar itu
seperti apa dulu kayak pikirnya kan uang
1 miliar Wah banyak banget bisa buat ini
buat itu kayak ya pasti semua impian
bisa terwujud dengan 1 miliar tapi di
saat kita sudah pada step R miliar dunia
hanya seperti ini gitu loh enggak enggak
enggak ada perubahan apapun gitu Ketika
saya pegang itu ya ini sebuah barang
yang saya tidak merasa Wow tidak pernah
merasa aneh-aneh gitu ya udahah hari ini
saya mikir 1 triliun ini seperti apa ya
semoga doakan semoga bisa terwujud tapi
mungkin juga rasanya akan sama saja maka
saya tidak merasa ada perubahan apapun
Ya udah let it flow aja
[Musik]
gitu Bismillahirrahmanirrahim
asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh perkenalkan nama saya
Mujahid guni Abdullah kami di tukang
bangun.edi yang ada di Sukoharjo Jawa
Tengah Indonesia Kenapa kita menggunakan
nama tukang bangun jadi nama ini
sebenarnya dari salah seorang guru kami
yang ada di Jogja namanya Pak Aryo
Diponegoro yang kebetulan waktu itu
beliau sudah terinspirasi untuk membikin
nama ini tukang b.id tapi di Kitanya
yang ada sumber ber daya manusianya jadi
kita sudah mulai usaha konstruksi sudah
berjalan dan punya sdm-nya punya
sistemnya akhirnya ngobrolngobrol sama
Pak Aro akhirnya nama itu diberikan
kepada kita dan di bawah mentoringnya
beliau akhirnya kita mendirikan tukang
pondot ID faktor pertamanya itu faktor
keduanya Kenapa nama tukang bangun Ini
yang kita Munculkan karena kita
menganggap ini kayak sebuah kata kunci
jadi memang kita bergeraknya di jasa
rancang dan bangun rumahap apanya dengan
nama tukang bangun itu gampang mengena
gitu Ini kan sebenarnya nama website ya
tukangbangun.id jadi dengan kata kunci
itu harapannya ya kalau mau bangun ya
tukang bangun kurang lebih seperti itu
tukang bangun.id hanyalah sebuah jasa
rancang dan bangun rumah jadi memang
kita hanya desain kemudian plus kita
sampai bangunnya sampai pengawasannya
hingga serah terima kunci memang kita
kadang dikiranya developer Nah kalau
developer menurut pengalaman kami juga
developer itu kan mengembangkan sebuah
kawasan wilayah yang tadinya tanah luas
kemudian di peecah-pecah beberapa
sertifikat kemudian dibangun pemukiman
di situ nah itu developer nah di kita
itu hanya bagian bangunnya saja tidak
mendevelop sebuah kawasan customer kita
kebanyakan ya mereka yang sudah punya
tanah Kemudian datang ke sini untuk
dimintain bangun rumahnya unitnya gitu
nah jadi kita kegiatan bisnis kita lebih
ke sana bukan jual beli rumah tapi
bangun rumah lebih ke Jasa bukan ke
produknya gitu Kenapa tukang bangun.id
memutuskan untuk fokus ke kontraktor
Kebetulan saya sebelum merintes
tukangbohon.id ini kan juga pernah
mencoba sebagai developer nah kemudian
selama proses kita bangun tukang
bangon.id juga kita mau mencoba untuk
mencabangkan fokus kita ke developer
karena berpikirnya bahwa kita hari ini
sudah bisa bangun rumah kita punya tim
manajemen yang lengkap mulai dari
pengawas proyek ek mulai dari
perhitungan proyek sampai keuangan
proyek kita sudah punya komponen
sistemnya Nah maka kita berpikir kenapa
kita tidak masuk ke developer sekalian
nah ternyata setelah Kita uji coba
beberapa kali manajemen yang terhadap
kontraktor dan manajemen terhadap
developer itu berbeda Mas jadi yang satu
berorientasi mendapatkan profit atas
dasar pembangunannya Nah yang satu yang
developer itu berorientasi mendakwarkan
profit dari bangunannya juga tapi sebisa
mungkin hemat gitu maksudnya developer
tuh pasti ee menghitung biaya bangunnya
itu langsung per meter pokokin kapasitas
biaya produksi rumah saya per meternya
harus sekian juta per meter nah
sedangkan kontraktor itu tidak ada
batasan itu kita lebih prioritaskan
kepada tergantung keinginan customer Nah
jadi keputusan itu akhirnya Kenapa kita
pilih bisnis kontraktor ini ya karena
cara mainnya nya beda antara manajemen
kontraktor dengan manajemen developer
tuh berbeda jadi kita fokus terhadap
kontraktor Selain itu mungkin Sisi
penunjang lain ya SDM kita hari ini
Kebanyakan tukang-tukang tukang-tukang
yang memang harus bangun gitu harus
bangun kalau developer kan ketika bangun
rumahnya tidak harus memiliki tukang
Tapi dia bisa subkan ke kontraktor jadi
developer tuh juga salah satu
customernya kontraktor gitu
prerence
Oh kalau developer itu kan banyak
puasanya dulu mengurus perizinannya
kemudian ngeluarin modal yang besar dulu
baru panennya mungkin 2 sampai 3 tahun
mendatang nah sedangkan posisi
kontraktor cash flow-nya lebih cepat
kita bisa bahkan bisa dapat DP dulu
sebelum kita mulai bangun menurut kita
juga resikonya mungkin dari segi cash
flow lebih cepat berarti lebih rendah
tapi kalau yang developer enggak tahu
nanti 2 sampai 3 tahun nanti terjadi
seperti apa Apakah kita akan balik modal
atau enggak kita belum tahu nah cuma
memang di sini ada imbal baliknya sih
memang kita dapat cash flow lebih cepat
tapi sebenarnya kontraktor itu saya
melihatnya kalau di dalam segitiga
bisnis properti kita itu di level paling
bawah level paling bawah di sini
maksudnya posisi kalau harga mau diinjak
itu ya harganya kontraktor jadi yang di
atas-atasnya bisa ambil untung e
maksudnya gini developer pengin jual
rumah harga Rp300 juta maka ongkos
produksi rumahnya harus R juta lah Maka
kalau developer sudah menetapkan harus R
juta maka kan kontraktor yang mikir
Bagaimana caranya bangun rumah ini bisa
sampai r00 juta Nah di sisi lain
kontraktor juga butuh pekerjaan Nah itu
kalau dalam segitiga bisnis properti
perandaian saya gitu nah cuma memang di
tukang bound.id memang jarang sekali
kita ngambil Customer dari para develop
developer karena kita tahu bahwa
developer itu kan pengin dijual lagi
keulaan ke kita ibaratnya dijual lagi
Nah maka dengan seperti itu kan pasti
harga kita dipresin lah di paling ambil
paling rendah Nah maka kita lebih nyaman
jualan ke end user Nah maka kita tidak
begitu kepressure tentang harga karena
user ya langsung menggunakan dia tidak
akan menjual lagi gitu jadi hari ini
banyak sekali kasus developer banyak
sekali kasus ketidakamanahan para
developer kemudian ketidakamanahan para
kontraktor
maka semakin banyak orang itu memilih
Membeli tanah sendiri kemudian nanti
membangun sendiri nah itu peluang kita
malah semakin ke sini kita merasa market
itu semakin luas semakin banyak terutama
orang-orang yang tidak ingin beli ke
developer yang khawatir Nanti
legalitasnya khawatir tentang dibangun
apa enggak nanti dapat sertifikat ak
enggak orang-orang yang berkhawatir
seperti ini biasanya larinya sudah beli
tanah dulu nabung Nanti kalau sudah
punya uang baru bangunnya Jadi mereka
bisa bertahan
keuntungan lain ketika menggunakan jasa
kontraktor seperti kami hari ini kan
yang seperti tukang bangun.id itu banyak
banget Kenapa mereka menggunakan jasa
seperti kami mereka lebih leluasa
mendesain rumahnya sesuai kebutuhan
keluarganya kalau beli ke developer mau
enggak mau kan denahnya seperti itu
desainnya seperti itu lokasinya Ya udah
di situ tapi kalau dia bisa cari tanah
sendiri mereka bisa custom Sesuka mereka
mau cari rumah yang memang berada di
lingkungan Perumahan atau mau cari i
lingkungan yang berada di pedesaan yang
penting dapat tanahnya dulu nanti rumah
itu dicustom sesuai keinginan
anak-anaknya istrinya kemudian dia
sendiri nah maka tekline kita membangun
rumah impian rumah yang dibangun
berdasarkan impian keluarga itu bukan
bukan yang disediakan oleh kita bukan
desain itu bukan dari kita tapi sesuai
kebutuhan customer itu kalau ngambil
dari developer kan mau enggak mau harga
r00 juta desainnya kayak gitu lokasinya
ya di situ gitu diaya Enggak banyak
berekspresi mungkin ada beberapa
developer yang bisa pesan bangun tapi
kan sangat sedikit nanti pesan bangun
resikonya terhadap legalitas izin dan
lain sebagainya nah Karena itulah
tantangan kita sebenarnya bukan market
makin sedikit malah market makin banyak
ini tantangan kita dan tantangan kita
sendiri malah kompetitor kita itu tidak
hanya bisnis serupa Mas tapi pemilik
rumahnya itu jadi kompetitor kita Kenapa
hari ini perkembangan media sangat pesat
banyak orang yang hari ini mengkontenin
proses dia bangun rumah sendiri Nah maka
dia juga kita head to head-nya sama
mereka Dia pengin bangun rumah itu
sendiri cari Bagaimana tantangan mereka
cari tukang tantangan mereka cari
material proses berjalannya rumah itu
dikontainin sama ownernya sendiri lah
ini kan apa ranah pemborong akhirnya
diambil oleh para owner itu sendiri lah
Itu tantangan kita Selain Kita adu value
dengan para kompetitor kita juga adu
value terhadap orang yang punya uang
tapi bisa bangun rumah sendiri kan kan
gitu di tukang bangun hari ini staf yang
ada di kantor tuh sekitar 33 atau 35
orang itu yang ada di kantor itu mulai
dari arsitek drafter teknis sipil
keuangan marketing kayak gitu staf-staf
yang ada di kantor kemudian ada juga
teman-teman tukang kemudian pembantu
tukang mandor dan lain sebagainya itu
sekitar 300-an orang kalau kegiatan
spiritual di tukang bangun sebenarnya
yang hari ini rutin yang kita lakukan
tuh harian tuh memang ngaji setiap pagi
hari kemudian sekarang sudah selesai
Sebenarnya ada kegiatan lanjutanya itu
seminggu sekali itu kelas Tahsin Tahsin
untuk memperbaiki bacaan al-qur'an
teman-teman Sebenarnya ada juga kegiatan
bulanan itu kajian jadi semua semua tim
dikumpulkan kajian gitu Nah nanti ada
juga beberapa kegiatan tahunan ataupun 4
bulanan tuh kita kumpul untuk kajian itu
juga ada juga kayak misal halal bihalal
buka puasa barsama kayak gitu pasti kita
tanamkan nilai-nilai spiritual gitu eh
Apakah mereka tidak merasa terpaksa
dengan kegiatan spiritual yang kita
lakukan di sini termasuk kita juga
menekankan terhadap salat Jumat salat
Jumat itu harus 15 menit sebelum Khatib
naik kita sudah mewajibkan untuk semua
Ma Berangkat kita merelakan dalam tanda
kutip jam kerja kita untuk lebih
disiplin untuk datang di masjid dan
salat zuhur salat zuhur salat asar
ketika azan juga kita oyak-oyak untuk e
yang laki-laki utamanya untuk bisa
berangkat ke masjid Nah apakah mereka
merasa terpaksa atau tidak malah di di
sini yang saya temukan Ketika saya
coaching ke banyak tim yang ada di
tukang bangun salah satu value Kenapa
mereka hari ini memilih tukang bangun
dan hari ini masih di tukang bangun tuh
karena nilai-nilai spiritual itu jadi
bukan malah merasa Kepaksa tapi malah
inilah yang mereka cari banyak sekali
cerita tentang hal itu dari teman-teman
Jadi kalau bicara gaji mungkin kita
tidak sebesar dengan
perusahaan-perusahaan yang serupa
lainnya kalau masalah kenyamanan kerja
ya apalagi kita enggak ada AC enggak ada
apa-apa gitu fasilitas ya secukupnya
seadanya selayaknya saja tapi dengan
adanya tambahan nilai-nilai spiritual
itu itulah yang mereka merasa salatnya
yo dibantu dijogo kalau dampak dari segi
produktivitas mungkin saya yakin malah
dalam tanda kutip Keganggu ya dengan
aktivitas-aktivitas yang di luar
pekerjaan itu kalau secara rasionalnya
pasti jam kerja yang harusnya bisa
dimaksimalkan akhirnya keganggu dengan
beberapa kegiatan seperti Zikir pagi itu
pasti harusnya jam 08.00 sudah mulai
tapi karena ada zikir pargi pasti dengan
proses dan lain sebagainya nanti jam
8.00 lebih baru bisa mulai kemudian
salat salat kan kita ngikuti azan tidak
ngikutin jam 12.00 nah kadang kala kan
Azan jam 11.30 nah itu nanti pasti ada
starting-nya juga harusnya 1 jam tapi
pasti teman-teman radaok molor sedikit
Nah pasti di area produktivitas itu akan
menurun tapi yang saya syukuri dari
semua ini kan kita merasa saling nyaman
kemudian menurut saya di tukang bangun
tuh loyalitasnya cukup tinggi jadi
teman-teman tuh cukup Solid gitu Jadi
kita di sini jarang sekali terjadi
keluar masuk karyawan tu dengan tempo
yang sangat cepat di sini kebanyakan
karyawan lebih dari setahun 2 tahun
bahkan yang sejak tukang Bun berdiri
sampai hari ini pun masih ada gitu jadi
jarang sekali dalam tand dapat kucu
loncatlah karena mereka sudah merasa
nyaman di sini dengan budaya yang kita
bangun kita kan punya budaya namanya
rapi ramah amanah profesional inovatif
jadi ramah dan amanah inilah yang ya
kita saling ramah dengan semua orang di
sini nah ramah itu termasuk berbagi
nilai-nilai spiritual itu kemudian
amanah ya tentunya kita menjalankan
sebagaimana fungsinya kita gitu kita
sebagai pimpinan ya beramanah Kita
sebagai karyawan amanah juga kemudian
profesional ya dengan semuanya kadang
kala ada rasa kekeluargaan itu ada
batasannya juga tapi ada juga kita harus
mengedampakankan profesionalitas gitu
termasuk terhadap customer terhadap
sesama karyawan terhadap pimpinan gitu
inovatif ya tentunya di setiap kita
bekerja di sini harus mengeluarkan
ide-ide baru kreativitas baru gitu terus
[Musik]
hab Apa sih yang baru dari kita hari ini
ya mungkin hari ini kita 2024 tu
mencanakan untuk go nasional Bagaimana
tukang bangun yang hari ini kebanyakan
operasionalnya ada di Solo Raya kita
mencoba untuk bisa melayani masyarakat
secara nasional ya mungkin bicara
nasional kita tidak harus sampai
Sumatera Kalimantan Sulawesi Papua
seperti itu mungkin belum sampai ke sana
tapi semangat spirit go nasional ini
Setidaknya kalau kita bisa
beroperasional dan melayani masyarakat
di pulau Jawa kita anggap ini sudah
nasional kenapa ya karena kalau melayani
pulau Jawa ini pulau Jawa kan unik ya
karena pusat ekonomi seluruh Indonesia
ya ya ada di Jawa Kalau kita sudah bisa
beroperasional di Jawa berarti tinggal
sentuhan sedikit Kita juga bisa
beroperasional di Sumatera Kalimantan
Sulawesi ataupun di Papua gitu Jadi yang
baru di situ nah maka Kenapa sih eh go
nasional ini kita gaungkan kita
kampanyekan dan menjadi visi tahun ini
2024 ini ya karena permintaan market
yang tadi permintaan market ternyata
terus membesar terus tinggi banyak
sekali customer yang meminta pelayanan
kita di luar daerah Solo Nah maka tahun
ini Insyaallah di bulan Agustus ini
nanti kita akan buka kantor cabang
pembantu di Bekasi Nah itu untuk
melayani Jawa Barat gitu Kenapa Bekasi
tentunya kita berdasarkan data market
yang kita dapat lead market yang kita
dapat tuh selalu setiap bulannya itu
paling tinggi di Bekasi di Bekasi itu ya
termasuk sekitarnya ada Bokor Depok
kemudian Bandung dan Jakarta kayak gitu
pasti dari sana Kenapa kita ngambil
Bekasi karena kita anggap Bekasi masih
da yang bertumbuh tapi kalau di Jakarta
mungkin sudah terlalu kodit nah lead
kita setiap bulannya itu bahkan orang
ngchat ya ngechat itu ya belum tentu
order sih tapi dia baru tanya-tanya baru
mengkonfirmasi memvalidasi tentang jasa
kita itu setiap bulan bisa sampai 1000
cat akhir-akhir ini Nah itu juga kita
breakdown Akhirnya ketemu wilayah Jawa
Barat juga tertinggi maka kita putuskan
untuk membuka pelayanan di sana gitu Ada
enggak kebiasaan yang berubah ketika
saya pegang uang yang besar hari ini
dibandingkan dulu Nah akhirnya ketika
kita mengintropeksi diri ini mungkin
kebiasaan yang mungkin sudah saya bangun
sejak kecil dulu Mas sejak kecil tuh
ketika lihat uang 1000 itu selalu
membayangkan kalau aku pegang uang r.000
kayak piye ya gitu rasa pengin l Wah
nanti bisa beli ini bisa beli itu tapi
ketika saya sudah waktunya pegang
Rp100.000 ternyata B aja gitu ternyata
ah cuma gini pegang uang r100.000 nah
ketika pegang uang r.000 pasti pikiran
kalau pegang uang sejuta gimana ya pasti
bisa beli ini itu gitu nah suatu saat
pasti itu kelakon pegang uang R1 juta
ketika sudah ngalami pegang uang R juta
ya ternyata biasa aja enggak ada sesuatu
yang kita bayangkan dulu bayangannya
dulu kalau pegang R juta itu kayak jadi
orang paling kaya gitu nah kemudian
ketika B aja dipegang uang R1 juta
akhirnya kebayang R juta gimana kemudian
10 juta sudah ngerasain ya biasa aja 100
juta gimana sudah ngerasain biasa aja
bawa uang 1 miliar itu seperti apa dulu
kayak pikirnya kan uang 1 miliar Wah
banyak banget bisa buat ini buat itu
kayak ya pasti semua impian bisa
terwujud dengan 1 miliar tapi di saat
kita sudah pada step 1 miliar dunia
hanya seperti ini gitu loh enggak ada
perubahan apapun gitu Ketika saya pegang
itu ya ini sebuah barang yang saya tidak
merasa Wow tidak pernah merasa anehaneh
gitu ya inilah Hari ini saya mikir 1
triliun ini seperti apa ya semoga doakan
semoga bisa berwujud tapi mungkin juga
rasanya akan sama saja maka saya tidak
merasa ada perubahan Apun ya udah let it
flow aja gitu mungkin teman Saya bahkan
mengiranya itu saya y wis masih
pengangguran
atau dari penampilan saya juga biasa
saja gitu
[Musik]
ya memang orang tua sangat mempengaruhi
latar belakang saya hari ini gitu sampai
ibaratnya di masa saya sudah bisa pegang
uang miliaran tuh saya merasa biasa saja
dan itu hanyalah sekedar dalam tanda
kutip dunia memang dunia harus kita raih
untuk kita bisa melakukan lebih untuk
berkaitan dengan dakwah berkaitan dengan
sosial pasti pasti butuh dunia kita mau
ngumrohkan orang pasti butuh uang kita
mau menghajikan orang butuh uang gitu
loh mau sedekah juga butuh uang Nah itu
tetap kita upayakan tapi di saat kita
sudah di posisi pegang uang saya merasa
juga biasa saja Nah itu tetap peran
orang tua yang di mana orang tua itu
memang dari dulu mengajarkan saya tiga
hal yang sampai hari ini tuh menjadi
pegangan hidup saya yaitu tentang sabar
syukur dan ikhlas Nah itu Apapun yang
terjadi kondisi yang terjadi dalam diri
kita kita tinggal mengolah tiga kata ini
aja Kapan saatnya kita harus bersabar
dan kapan saatnya kita harus bersyukur
dan kapan saatnya kita harus ikhlas
Apapun kondisi yang akan kita hadapi
tantangan yang akan kita beri diberikan
kepada kita ya cukup mengoleh Bagaimana
sabar kita bagaimana syukur kita
bagaimana ikhlas kita mau ada karyawan
yang keluar ya sudah sabar aja Disyukuri
aja dengan karyawan yang lain
diikhlaskan aja barangkali dia akan
lebih baik daripada di tukang bangun
hari ini bagaimana kalau ada proyek yang
rugi Ya sudahah sabar aja barangkali
nanti ada proyek lain yang lebih
menguntungkan kita syukuri proyek-proyek
yang lain yang hari ini menguntungkan
diikhlaskan saja Insyaallah nanti ada
gantinya nah semua Apapun yang terjadi
di proyek di kehidupan itulah dari orang
tua saya untuk menanamkan tentang sabar
syukur dan ikhlas itu apakah orang tua
saya adalah orang tua berada ya mungkin
saya tetap mensyukuri e proses yang
dialami Bapak saya nah tapi saya tarik
ke belakang saya itu sebenarnya
termotivasi dari kakek saya
alhamdulillah kakek saya masih hidup dan
saya sering mendapatkan motivasi dari
beliau dan alasan Saya pengin besar
pengin bertumbuh hari ini tu memang dari
kakek saya yang kemudian diturunkan ke
bapak saya kemudian turunkan ke saya apa
sih yang terjadi di kakek saya kakek
saya itu dulu di Kampung ini orang
paling miskin Mas orang paling miskin
orang yang paling dihinakan ibaratnya
suruh ngerawat binatang ternak tapi
enggak dapat gaji Nah akhirnya dapat
tempat tinggal yang paling murah di
kampung ini paling murah y pinggil kari
yang ditempati tukang bangun sekarang
ini ya dulu karena kakek Saya
terpinggirkan di sini pinggir sungai
daerah paling wingit paling angker ya
itu yang bisa didapatkan kakek saya
kenapa ya karena enggak punya uang Nah
akhirnya kakek saya termotivasi semoga
anak cucuku nanti tidak seperti ini nah
kemudian cerita itu turunkan ke bapak
saya bapak saya pun juga demikian Bapak
saya hanya lulusan sd Mas kemudian mulai
dari kenect ladim tukang jadi tukang
habis jadi tukang jadi mandor Bapak saya
dulu kalau cerita sama Saya bahkan
sampai tidak mengenal waktu untuk
bekerja bahkan salat pun ditabrak gitu
nah memang dulu sebelum sebelum belajar
ngaji ya jadi salat pun ditabrak
Akhirnya Bapak saya pengin merubah nasib
yang dulu dialami oleh Bapak waktu kecil
sama kakek saya nah cerita itu dibawakan
ke saya gitu loh bawa dulu terhinakan
seperti itu bapak saya kakek saya
akhirnya memotivasi saya untuk Bagaimana
bisa mengangkat derajat keluarga besar
gitu Nah akhirnya cerita itu saya je
buat motivasi jangan sampai ee
anak turun saya mengalami apa yang
dialami kakek sama bapak saya yang
Alhamdulillah hari ini dulu Gang ini
yang daerah ini adalah daerah paling
wingit yang paling sepi paling
disingkirin orang tempat buang sampah
sekarang jadi yang paling hiduplah
mungkin di sini kita bisa membangun
tukang bangun di sini kita bisa
menghidupkannya Alhamdulillah mungkin
apa yang keberhasilan yang saya dapatkan
hari ini bukan murni jeripaya saya
sendiri bukan murni ikhtiar saya sendiri
bisa jadi itu dari doa-doa Bapak saya
ataupun bahkan doa-doa kakek saya untuk
menjadikan keluarga ini terangkat
derajatnya
[Musik]
gitu makna keluarga keluarga itu
segalanya jadi tempat di mana
kebahagiaan pertama kali kita rasakan
tentunya di keluarga tempat di mana
kepedihan ataupun semangat itu bangkit
kembali ya tentunya di keluarga tempat
kita berkeluh kesah pertama kali di
keluarga apalagi di keluarga saya itu
ada kegiatan rutin sharing bareng
diskusi bareng tentang apa sih yang
menjadi kendala kita apa sih yang
menjadi rencana kita di tahun berikutnya
impian-impian besar selalu ditumbuhkan
di keluarga saya terutama ibu saya ibu
saya itu selalu memimpikan sesuatu yang
hari ini mungkin mustahil tapi Ibu saya
selalu ngomong Sudahlah Nanti kalau kita
sering berdoa sering menyebutkan itu
kita berprasangka kepada Allah apa yang
kita cita-citakan apa yang kita impikan
entah bagaimana jalannya pasti Allah
akan kasih ya itu Ibu saya selalu mimpi
seperti itu Nah mungkin kayak dulu
Kendaraan pertama Bapak saya kan Vespa
Nah itu dulu Ibu bermimpi hanya Kapan
sih kita bisa punya motor gitu kan dulu
Cuma naik Onel punya motor akhirnya
punya vespa ketika sudah punya vespa
akhirnya punya motor yang lebih k Supra
waktu itu habis punya Supra kepikiran
punya mobil ketika ada mobil Panter dulu
kan Panter jadi idaman banget gitu
Panter itu ibu selalu ngomong suatu saat
nanti pasti kewujud ya alhamdulillah
satu persatu apa yang diomongkan ibu itu
selalu kewujud hari ini masih aja Ibu
itu enggak berhenti untuk bermimpi
meskipun kita kayak merasa piye carane
gitu tapi pasti Insyaallah pasti kujud G
Kalau saya itu lebih suka kalau ada
uangnya saya berbagi gitu gu kalau ada
Harta Ya saya berbagi gitu aja sih Mas
Jadi itu yang saya terapkan sekarang
JAdi misal Ya sudah saya makan makan
satu piring cukup Kenapa saya harus
makan dua piring jadi kalau saya punya
dua piring ya pasti yang satu saya coba
untuk bagikan ketika nerima uang banyak
pun bagaimana saya coba untuk bagikan
gitu nah termasuk di sini ya skema di
tukang bangun ini selain gaji kan ada
bonus Nah kita selalu Bagaimana
menghitung bonus itu Selama ada uangnya
kita harus berbagi kita harus
membagikannya kalau memang jatah saya
rezeki saya itu hanya 5.000 ya sudah
dapat 5.000 sudah cukup bagi saya
kembali lagi mengolah rasa sabar syukur
dan ikhlas itu tadi gitu Jadi mungkin
itu yang saya merasa dan bisa saya akui
sebagai amalan ya sedekah mungkin
Apakah saya memenuhkan pola di di dalam
siklus kehidupan ini pasti ada ya
bagaimana itu dan sudah tersuratlah
ibarat tersurat itu ketika kita semakin
dekat dengan Allah pasti Allah akan
semakin dekat dengan kita dan ketika
kita semakin jauh sama Allah pasti Allah
itu makin menjauhi kita bahkan menguji
kita atau memberikan cobaan yang belum
pernah kita alami Nah itu pula itu saya
alami sendiri jadi ketika saya imannya
lagi naik lagi salleeh-soleehnya itu
hidup itu nyaman banget berjalan dengan
baik berjalan dengan lancar tapi ketika
saya rodok Kendo mungkin ada maksiatnya
itu pasti ada aja yang yang jadi kendala
itu pola yang saya temukan g sama ini
saya menemukan pola terkabulnya doa pola
terkabulnya doa yang saya alami itu Eh
mungkin doa harian tetap saya coba
ikhtiarkan ya mendoakan tentang kedua
orang tua saya mendoakan dari fitnah
dunia fitnah siksa kubur kemudian Dajal
dan lain sebagainya doa-doa harian
mungkin saya terapkan Tapi saya
benar-benar merasa doa itu bisa terwujud
dan terkabul itu saat umrah Mas Jadi
saya meriset beberapa kali saya bisa
diperjalankan Allah untuk bisa umrah itu
doa saya di setiap kali umrah itu bisa
terwujud detail sesuai apa yang saya
doakan mulai dari waktunya jumlahnya
apapun itu yang saya doakan saat umrah
itu alhamdulillahnya terwujud Nah itu
pola pola doa yang terkabulkan dari saya
dikabulkan saat umrah walaupun ya harian
Mungkin ada yang dikabulkan cuma yang
benar-benar merasa itu dan
ternotulensi tercatat dengan baik itu
saat umrah pasti pulangnya nanti tinggal
jalanin aja Allah kabulkan doa-doa itu
gitu Alhamdulillah saya diperjalankan
umrah itu sudah en kali Mas umrah
keempat ini saya merasa keajaiban
terjadi saya mengalami turbulensi
keuangan yang cukup luar biasa sampai
saya harus jual aset yang sudah saya
kumpulkan sebelumnya dan saya juga punya
hutang nah di 2022 ini saat saya sudah
di titik puncak pasrah gitu Saya sudah
ngomong sama istri sudahah kita mau
ganti bisnis Nah kita memutuskan Gimana
kalau saya umrah dulu untuk apa
menyelesaikan ini kayaknya ini sudah
levelnya bukan manusia lagi yang bisa
menyelesaikan permasalahan kita saat itu
saya merasa gitu karena kok rumit banget
urusan Urip ini kok rumit banget gitu
saat itu saya pengin niatannya berdua
sama istri nah qadarullah 2020 tuh kita
pernah DP umrah tapi enggak bisa
berangkat karena pandemi Nah jadi DP
umrahlah ini yang menolong kita jadi
setiap apa ya keputusan Allah itu pasti
skenarionya terbaik Kenapa saat itu kita
tidak diberangkatkan Akhirnya saya mau
mengambil kesimpulan gini uang ini tidak
kamu gunakan sekarang Tapi nanti kamu
akan membutuhkan nah saat 2022 itu saya
merasa dapat jawabannya Oh kenapa Allah
waktu itu nahan kita tidak berangkat
karena uang ini lebih pantas kita
gunakan sekarang untuk umrah sekarang
Nah waktu itu dp-nya Rp juta saya
ngomong sama bironya yang menyediakan
itu e untuk bisa diberangkatkan dua
orang tapi dari biro enggak mungkin R
juta berangkat dua orang dan saat itu
kita requestnya Ramadan karena memang
mendekati Ramadan gitu Nah akhirnya
diputuskan bisa mas e diberangkatkan
satu orang saja ya udah satu orang aku
diskusi sama istri sama keluarga ya
Berarti semua titip doa ke akulah gitu
karena saat jatuh itu ya pasti keuangan
Bapak Ibu dan aset-aset mereka juga
sebagian saya pinjam untuk menyelesaikan
permasalahan saya jadi minta titip doa
supaya bisa terselesaikan Selama
perjalanan saya kirim semua pesan ke tim
saya saya kirim pesan ke keluarga saya
meminta maaf Yang sebesar-besarnya atas
semua kesalahan saya Ya intinya semua
pesan yang emosional lah bahwa saya hari
ini berangkat umrah itu bukan karena
saya dalam kondisi punya uang tapi dalam
kondisi
paling minus lah paling minus saat jatuh
saya minta maaf dan terima kasih kayak
gitu ya apa ya narasi narasi kesedihan
yang saya kirimkan ke ke semua keluarga
dan relasi-relasi saya gitu nah sampai
di sana sampai di
Madinah dengan pertolongan Allah juga
setiap hari itu saya ketemu dengan
orang-orang yang tidak pernah ketemu
secara offline ketemunya paling cuma di
Facebook di setiap orang ketemu ini
punya nasihat beda-beda dan semua
nasihatnya itu relate dengan kondisi
Saya pasti Masyaallah sepulang dari sana
itu saya merasa Selesai masalah itu jadi
saya mendapatkan banyak hikmah Ternyata
apa yang saya alami itu bukanlah
problematika paling buruk apa yang saya
alami itu bukan kerugian yang paling
besar apa yang saya alami itu Bukan
kesulitan yang amatlah sulit amatlah
susah payah tapi ternyata masih harus
sabar syukur dan ikhlas dengan kondisi
itu kembali lagi diingatkan tentang tiga
kata kunci itu jadi sampai rumah saya
merasa Ya sudah ikhlas ya termasuk
nasihatnya Mas kamu sudah bangun tukang
bangun segitu lama sudah berkorban
miliaran rupiah kalau sampai kamu
tinggalkan mudoratnya mungkin akan lebih
besar jadi lebih baik diperbaiki Ya
sudah sampai rumah dengan kondisi
tertatih-tatih dengan kondisi apa adanya
dengan niatan Allah Lillahi taala kita
perbaiki tukang bangun termasuk doa saya
saat itu ya Allah kalau memang tukang
bangun ini masih jadi rezeki saya tolong
bantu saya untuk memperbaikinya tapi
kalau memang tukang bangun Ini bukan
lagi menjadi rezeki saya tolong bantu
ikhlaskan dengan sebenar-benarnya ikhlas
dan selesaikan dengan baik-baik saja
[Musik]
gitu bmart tukang bon.id saat kita mulai
merintis itu memang di Solo Raya kita
enggak nemu Mas waktu itu gini
terinspirasinya sama gojek sih Bagaimana
memudahkan orang menikmati jasa
pelayanan konstruksi itu sebagaimana
orang termudahkan dengan adanya gojek
menikmati pelayanan transportasi gitu
aja tapi untuk sampai ke sana Kayaknya
masih cukup jauh jadi Bagaimana orang
bisa pesan rumah Bisa pesan desain bisa
konsultasi hanya baik aplikasi gitu Nah
itu itu cita-cita saya pertama bikin
tukang bangun itu nah tapi kalau yang
murni konstruksi memang tidak ada ya
walaupun akhir-akhir Ini akhirnya
bermunculan banyak Eh banyak apa
kompetitor ataupun model bisnis yang
serupa tapi ternyata setiap setiap
kelasemen setiap brand itu punya kelas
market sendiri-sendiri saya
mengibaratkan bisnis konstruksi
selayaknya tukang bangun tuh kayak
bisnis rtail ada retil yang warung
kelontongan yang mungkin kita temui di
gang-gang kampung kita ada yang lebih
modern nanti sudah ada kasirnya tapi
tetap dilayani sama warung itu ada yang
sudah lebih modern lagi kita sudah
ngambil jajanannya sendiri tapi warung
itu belum begitu terang tidak ada
brandingnya nanti ada yang sudah
dibranding tapi belum begitu meluas
jaringannya ada juga yang sudah Ee
warungnya itu sudah modern sualayan e
sudah ada brandingnya sudah teranglah
gitu Nah itu mungkin kita sebutkan kayak
indomar alpamart dan kawan-kawannya
kayak gitu nah di konstruksi itu
ternyata juga seperti itu ada yang
konstruksi skalanya customer harus
nubungi mandor sendiri nanti ada
customer yang menghubungi koordinator
mandor atau customer yang mulai
menghubungi bisnis kontraktor yang sudah
punya branding tapi belum tersistemasi
Nah atau dan lain sebagainya sampai
nanti dia level kayak total ada kayak
Waskita Karya Wijaya Karya itu kan sudah
level nasional dan corporate yang cukup
besar Nah kita ngambilnya itu kalau
diibaratkan konstruksi dengan rtail kita
pengin kayak Alfamart Indomaret gitu Mas
jadi ya tidak besar-besar banget tidak
mengerjakan projek-projek seperti
Waskita wijayaa Karya Total Persada
Nindia karya kayak gu tidak tapi kita
cukup warungan aja tapi warung yang
sudah
tersistemasi warungnya Padang cahayanya
cukup juga terbranding dan ada di
beberapa wilayah kota kayak gitu
bayangan saya ada resisten engak sih
market luar dengan sty saya yang
berjenggot celana jingkrang ya
alhamdulillah di tukang bangun tu saya
mengedepankan company branding Mas jadi
customer kita kebanyakan lebih mengenal
tukang bangun doid-nya daripada goninya
jadi hampir
98% itu customer kita itu tidak kenal
siapa saya siapa di belakangnya tukang
bangun jadi mereka kenalnya Bagaimana
tukang bangun melayani ketepatan
waktunya kecepatan kerapian sistemasinya
itu Ya tahunya tukang bangun.id bukan
goninya Nah mungkin nanti kalau ada
problem-problem yang eh ibaratnya
terlalu kompleks terlalu apa ya dalam
baru mereka mencari saya siapa sih
ownernya Nanti baru menghubungi saya mas
saya bangun di rumah ini ada kendala
seperti ini Tolong dibantu lah paling
seperti itu jadi maka market yang hari
ini ada di tukang bangun itu tidak
melihat sosok Siapa di balik tukang
bangun.id tapi lebih ke Bagaimana tukang
bangun.id melakukannya gitu aja nah itu
yang kita k depankan di tukang bongon
jadi saya membangun company branding
bukan personal branding saya nah
tujuannya Bagaimana bisnis ini nanti
bisa tersistemasi lebih besar lagi tidak
tergantung sama orang tapi tergantung
sama sistem dan tentunya Saya berharap
tukang bon.id suatu saat nanti bisa
diwariskan ke siapapun entah nanti anak
saya ataupun siapapun yang mungkin
jenjang karirnya dan rezekinya pantas
untuk meneruskan ini ya bisa jadi
menjadi penerusnya tukang bangun yang
tanpa terganggu embel-embel orangnya
Bagaimana jadi suatu saat kalau ada
kejadian sesuatu dengan saya ya tukang
bangun tetap hidup tetap tetap berjalan
sampai harapannya ya sampai kiamat nanti
gitu
[Musik]
di akhir ini saya mengucapkan banyak
terima kasih kepada semua customer di
tukangbangun.id yang telah mempercayakan
kepada kami untuk membangun rumah
impiannya Semoga apa yang menjadi rumah
impian bapak-bapak ibu-ibu semuanya bisa
benar-benar mewujudkan impian
bapak-bapak dan ibu-ibu dan mohon maaf
apabila ketidaksempurnaan kita dalam
proses melayani Semoga ke depan kita
akan lebih baik dan bisa melayani
masyarakat Indonesia lebih luas lagi
dalam membangun rumah impian Terima
kasih asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh
[Musik]