Transcript
Z2PjnEmMp8E • Kakek Orang Paling Miskin, Bapak Lulusan SD, Anaknya Miliarder Hidup Sederhana!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/PecahTelur/.shards/text-0001.zst#text/0378_Z2PjnEmMp8E.txt
Kind: captions Language: id Allahu akbar Allahu akbar keluarga itu segalanya jadi tempat di mana kebahagiaan pertama kali kita rasakan tentunya di keluarga tempat di mana kepedihan ataupun semangat itu bangkit kembali ya tentunya di keluarga tempat kita berkeluh kesah pertama kali di keluarga kakek saya itu dulu di Kampung ini orang paling miskin Mas orang paling miskin orang yang paling dihinakan ibaratnya suruh ngerawat binatang ternak tapi enggak dapat gaji ya memang orang tua sangat mempengaruhi latar belakang saya hari ini gitu sampai ibaratnya di masa saya sudah bisa pegang uang miliaran tuh saya merasa biasa saja dan itu hanyalah sekedar dalam tanda kutip dunia bahwa uang R miliar itu seperti apa dulu kayak pikirnya kan uang 1 miliar Wah banyak banget bisa buat ini buat itu kayak ya pasti semua impian bisa terwujud dengan 1 miliar tapi di saat kita sudah pada step R miliar dunia hanya seperti ini gitu loh enggak enggak enggak ada perubahan apapun gitu Ketika saya pegang itu ya ini sebuah barang yang saya tidak merasa Wow tidak pernah merasa aneh-aneh gitu ya udahah hari ini saya mikir 1 triliun ini seperti apa ya semoga doakan semoga bisa terwujud tapi mungkin juga rasanya akan sama saja maka saya tidak merasa ada perubahan apapun Ya udah let it flow aja [Musik] gitu Bismillahirrahmanirrahim asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh perkenalkan nama saya Mujahid guni Abdullah kami di tukang bangun.edi yang ada di Sukoharjo Jawa Tengah Indonesia Kenapa kita menggunakan nama tukang bangun jadi nama ini sebenarnya dari salah seorang guru kami yang ada di Jogja namanya Pak Aryo Diponegoro yang kebetulan waktu itu beliau sudah terinspirasi untuk membikin nama ini tukang b.id tapi di Kitanya yang ada sumber ber daya manusianya jadi kita sudah mulai usaha konstruksi sudah berjalan dan punya sdm-nya punya sistemnya akhirnya ngobrolngobrol sama Pak Aro akhirnya nama itu diberikan kepada kita dan di bawah mentoringnya beliau akhirnya kita mendirikan tukang pondot ID faktor pertamanya itu faktor keduanya Kenapa nama tukang bangun Ini yang kita Munculkan karena kita menganggap ini kayak sebuah kata kunci jadi memang kita bergeraknya di jasa rancang dan bangun rumahap apanya dengan nama tukang bangun itu gampang mengena gitu Ini kan sebenarnya nama website ya tukangbangun.id jadi dengan kata kunci itu harapannya ya kalau mau bangun ya tukang bangun kurang lebih seperti itu tukang bangun.id hanyalah sebuah jasa rancang dan bangun rumah jadi memang kita hanya desain kemudian plus kita sampai bangunnya sampai pengawasannya hingga serah terima kunci memang kita kadang dikiranya developer Nah kalau developer menurut pengalaman kami juga developer itu kan mengembangkan sebuah kawasan wilayah yang tadinya tanah luas kemudian di peecah-pecah beberapa sertifikat kemudian dibangun pemukiman di situ nah itu developer nah di kita itu hanya bagian bangunnya saja tidak mendevelop sebuah kawasan customer kita kebanyakan ya mereka yang sudah punya tanah Kemudian datang ke sini untuk dimintain bangun rumahnya unitnya gitu nah jadi kita kegiatan bisnis kita lebih ke sana bukan jual beli rumah tapi bangun rumah lebih ke Jasa bukan ke produknya gitu Kenapa tukang bangun.id memutuskan untuk fokus ke kontraktor Kebetulan saya sebelum merintes tukangbohon.id ini kan juga pernah mencoba sebagai developer nah kemudian selama proses kita bangun tukang bangon.id juga kita mau mencoba untuk mencabangkan fokus kita ke developer karena berpikirnya bahwa kita hari ini sudah bisa bangun rumah kita punya tim manajemen yang lengkap mulai dari pengawas proyek ek mulai dari perhitungan proyek sampai keuangan proyek kita sudah punya komponen sistemnya Nah maka kita berpikir kenapa kita tidak masuk ke developer sekalian nah ternyata setelah Kita uji coba beberapa kali manajemen yang terhadap kontraktor dan manajemen terhadap developer itu berbeda Mas jadi yang satu berorientasi mendapatkan profit atas dasar pembangunannya Nah yang satu yang developer itu berorientasi mendakwarkan profit dari bangunannya juga tapi sebisa mungkin hemat gitu maksudnya developer tuh pasti ee menghitung biaya bangunnya itu langsung per meter pokokin kapasitas biaya produksi rumah saya per meternya harus sekian juta per meter nah sedangkan kontraktor itu tidak ada batasan itu kita lebih prioritaskan kepada tergantung keinginan customer Nah jadi keputusan itu akhirnya Kenapa kita pilih bisnis kontraktor ini ya karena cara mainnya nya beda antara manajemen kontraktor dengan manajemen developer tuh berbeda jadi kita fokus terhadap kontraktor Selain itu mungkin Sisi penunjang lain ya SDM kita hari ini Kebanyakan tukang-tukang tukang-tukang yang memang harus bangun gitu harus bangun kalau developer kan ketika bangun rumahnya tidak harus memiliki tukang Tapi dia bisa subkan ke kontraktor jadi developer tuh juga salah satu customernya kontraktor gitu prerence Oh kalau developer itu kan banyak puasanya dulu mengurus perizinannya kemudian ngeluarin modal yang besar dulu baru panennya mungkin 2 sampai 3 tahun mendatang nah sedangkan posisi kontraktor cash flow-nya lebih cepat kita bisa bahkan bisa dapat DP dulu sebelum kita mulai bangun menurut kita juga resikonya mungkin dari segi cash flow lebih cepat berarti lebih rendah tapi kalau yang developer enggak tahu nanti 2 sampai 3 tahun nanti terjadi seperti apa Apakah kita akan balik modal atau enggak kita belum tahu nah cuma memang di sini ada imbal baliknya sih memang kita dapat cash flow lebih cepat tapi sebenarnya kontraktor itu saya melihatnya kalau di dalam segitiga bisnis properti kita itu di level paling bawah level paling bawah di sini maksudnya posisi kalau harga mau diinjak itu ya harganya kontraktor jadi yang di atas-atasnya bisa ambil untung e maksudnya gini developer pengin jual rumah harga Rp300 juta maka ongkos produksi rumahnya harus R juta lah Maka kalau developer sudah menetapkan harus R juta maka kan kontraktor yang mikir Bagaimana caranya bangun rumah ini bisa sampai r00 juta Nah di sisi lain kontraktor juga butuh pekerjaan Nah itu kalau dalam segitiga bisnis properti perandaian saya gitu nah cuma memang di tukang bound.id memang jarang sekali kita ngambil Customer dari para develop developer karena kita tahu bahwa developer itu kan pengin dijual lagi keulaan ke kita ibaratnya dijual lagi Nah maka dengan seperti itu kan pasti harga kita dipresin lah di paling ambil paling rendah Nah maka kita lebih nyaman jualan ke end user Nah maka kita tidak begitu kepressure tentang harga karena user ya langsung menggunakan dia tidak akan menjual lagi gitu jadi hari ini banyak sekali kasus developer banyak sekali kasus ketidakamanahan para developer kemudian ketidakamanahan para kontraktor maka semakin banyak orang itu memilih Membeli tanah sendiri kemudian nanti membangun sendiri nah itu peluang kita malah semakin ke sini kita merasa market itu semakin luas semakin banyak terutama orang-orang yang tidak ingin beli ke developer yang khawatir Nanti legalitasnya khawatir tentang dibangun apa enggak nanti dapat sertifikat ak enggak orang-orang yang berkhawatir seperti ini biasanya larinya sudah beli tanah dulu nabung Nanti kalau sudah punya uang baru bangunnya Jadi mereka bisa bertahan keuntungan lain ketika menggunakan jasa kontraktor seperti kami hari ini kan yang seperti tukang bangun.id itu banyak banget Kenapa mereka menggunakan jasa seperti kami mereka lebih leluasa mendesain rumahnya sesuai kebutuhan keluarganya kalau beli ke developer mau enggak mau kan denahnya seperti itu desainnya seperti itu lokasinya Ya udah di situ tapi kalau dia bisa cari tanah sendiri mereka bisa custom Sesuka mereka mau cari rumah yang memang berada di lingkungan Perumahan atau mau cari i lingkungan yang berada di pedesaan yang penting dapat tanahnya dulu nanti rumah itu dicustom sesuai keinginan anak-anaknya istrinya kemudian dia sendiri nah maka tekline kita membangun rumah impian rumah yang dibangun berdasarkan impian keluarga itu bukan bukan yang disediakan oleh kita bukan desain itu bukan dari kita tapi sesuai kebutuhan customer itu kalau ngambil dari developer kan mau enggak mau harga r00 juta desainnya kayak gitu lokasinya ya di situ gitu diaya Enggak banyak berekspresi mungkin ada beberapa developer yang bisa pesan bangun tapi kan sangat sedikit nanti pesan bangun resikonya terhadap legalitas izin dan lain sebagainya nah Karena itulah tantangan kita sebenarnya bukan market makin sedikit malah market makin banyak ini tantangan kita dan tantangan kita sendiri malah kompetitor kita itu tidak hanya bisnis serupa Mas tapi pemilik rumahnya itu jadi kompetitor kita Kenapa hari ini perkembangan media sangat pesat banyak orang yang hari ini mengkontenin proses dia bangun rumah sendiri Nah maka dia juga kita head to head-nya sama mereka Dia pengin bangun rumah itu sendiri cari Bagaimana tantangan mereka cari tukang tantangan mereka cari material proses berjalannya rumah itu dikontainin sama ownernya sendiri lah ini kan apa ranah pemborong akhirnya diambil oleh para owner itu sendiri lah Itu tantangan kita Selain Kita adu value dengan para kompetitor kita juga adu value terhadap orang yang punya uang tapi bisa bangun rumah sendiri kan kan gitu di tukang bangun hari ini staf yang ada di kantor tuh sekitar 33 atau 35 orang itu yang ada di kantor itu mulai dari arsitek drafter teknis sipil keuangan marketing kayak gitu staf-staf yang ada di kantor kemudian ada juga teman-teman tukang kemudian pembantu tukang mandor dan lain sebagainya itu sekitar 300-an orang kalau kegiatan spiritual di tukang bangun sebenarnya yang hari ini rutin yang kita lakukan tuh harian tuh memang ngaji setiap pagi hari kemudian sekarang sudah selesai Sebenarnya ada kegiatan lanjutanya itu seminggu sekali itu kelas Tahsin Tahsin untuk memperbaiki bacaan al-qur'an teman-teman Sebenarnya ada juga kegiatan bulanan itu kajian jadi semua semua tim dikumpulkan kajian gitu Nah nanti ada juga beberapa kegiatan tahunan ataupun 4 bulanan tuh kita kumpul untuk kajian itu juga ada juga kayak misal halal bihalal buka puasa barsama kayak gitu pasti kita tanamkan nilai-nilai spiritual gitu eh Apakah mereka tidak merasa terpaksa dengan kegiatan spiritual yang kita lakukan di sini termasuk kita juga menekankan terhadap salat Jumat salat Jumat itu harus 15 menit sebelum Khatib naik kita sudah mewajibkan untuk semua Ma Berangkat kita merelakan dalam tanda kutip jam kerja kita untuk lebih disiplin untuk datang di masjid dan salat zuhur salat zuhur salat asar ketika azan juga kita oyak-oyak untuk e yang laki-laki utamanya untuk bisa berangkat ke masjid Nah apakah mereka merasa terpaksa atau tidak malah di di sini yang saya temukan Ketika saya coaching ke banyak tim yang ada di tukang bangun salah satu value Kenapa mereka hari ini memilih tukang bangun dan hari ini masih di tukang bangun tuh karena nilai-nilai spiritual itu jadi bukan malah merasa Kepaksa tapi malah inilah yang mereka cari banyak sekali cerita tentang hal itu dari teman-teman Jadi kalau bicara gaji mungkin kita tidak sebesar dengan perusahaan-perusahaan yang serupa lainnya kalau masalah kenyamanan kerja ya apalagi kita enggak ada AC enggak ada apa-apa gitu fasilitas ya secukupnya seadanya selayaknya saja tapi dengan adanya tambahan nilai-nilai spiritual itu itulah yang mereka merasa salatnya yo dibantu dijogo kalau dampak dari segi produktivitas mungkin saya yakin malah dalam tanda kutip Keganggu ya dengan aktivitas-aktivitas yang di luar pekerjaan itu kalau secara rasionalnya pasti jam kerja yang harusnya bisa dimaksimalkan akhirnya keganggu dengan beberapa kegiatan seperti Zikir pagi itu pasti harusnya jam 08.00 sudah mulai tapi karena ada zikir pargi pasti dengan proses dan lain sebagainya nanti jam 8.00 lebih baru bisa mulai kemudian salat salat kan kita ngikuti azan tidak ngikutin jam 12.00 nah kadang kala kan Azan jam 11.30 nah itu nanti pasti ada starting-nya juga harusnya 1 jam tapi pasti teman-teman radaok molor sedikit Nah pasti di area produktivitas itu akan menurun tapi yang saya syukuri dari semua ini kan kita merasa saling nyaman kemudian menurut saya di tukang bangun tuh loyalitasnya cukup tinggi jadi teman-teman tuh cukup Solid gitu Jadi kita di sini jarang sekali terjadi keluar masuk karyawan tu dengan tempo yang sangat cepat di sini kebanyakan karyawan lebih dari setahun 2 tahun bahkan yang sejak tukang Bun berdiri sampai hari ini pun masih ada gitu jadi jarang sekali dalam tand dapat kucu loncatlah karena mereka sudah merasa nyaman di sini dengan budaya yang kita bangun kita kan punya budaya namanya rapi ramah amanah profesional inovatif jadi ramah dan amanah inilah yang ya kita saling ramah dengan semua orang di sini nah ramah itu termasuk berbagi nilai-nilai spiritual itu kemudian amanah ya tentunya kita menjalankan sebagaimana fungsinya kita gitu kita sebagai pimpinan ya beramanah Kita sebagai karyawan amanah juga kemudian profesional ya dengan semuanya kadang kala ada rasa kekeluargaan itu ada batasannya juga tapi ada juga kita harus mengedampakankan profesionalitas gitu termasuk terhadap customer terhadap sesama karyawan terhadap pimpinan gitu inovatif ya tentunya di setiap kita bekerja di sini harus mengeluarkan ide-ide baru kreativitas baru gitu terus [Musik] hab Apa sih yang baru dari kita hari ini ya mungkin hari ini kita 2024 tu mencanakan untuk go nasional Bagaimana tukang bangun yang hari ini kebanyakan operasionalnya ada di Solo Raya kita mencoba untuk bisa melayani masyarakat secara nasional ya mungkin bicara nasional kita tidak harus sampai Sumatera Kalimantan Sulawesi Papua seperti itu mungkin belum sampai ke sana tapi semangat spirit go nasional ini Setidaknya kalau kita bisa beroperasional dan melayani masyarakat di pulau Jawa kita anggap ini sudah nasional kenapa ya karena kalau melayani pulau Jawa ini pulau Jawa kan unik ya karena pusat ekonomi seluruh Indonesia ya ya ada di Jawa Kalau kita sudah bisa beroperasional di Jawa berarti tinggal sentuhan sedikit Kita juga bisa beroperasional di Sumatera Kalimantan Sulawesi ataupun di Papua gitu Jadi yang baru di situ nah maka Kenapa sih eh go nasional ini kita gaungkan kita kampanyekan dan menjadi visi tahun ini 2024 ini ya karena permintaan market yang tadi permintaan market ternyata terus membesar terus tinggi banyak sekali customer yang meminta pelayanan kita di luar daerah Solo Nah maka tahun ini Insyaallah di bulan Agustus ini nanti kita akan buka kantor cabang pembantu di Bekasi Nah itu untuk melayani Jawa Barat gitu Kenapa Bekasi tentunya kita berdasarkan data market yang kita dapat lead market yang kita dapat tuh selalu setiap bulannya itu paling tinggi di Bekasi di Bekasi itu ya termasuk sekitarnya ada Bokor Depok kemudian Bandung dan Jakarta kayak gitu pasti dari sana Kenapa kita ngambil Bekasi karena kita anggap Bekasi masih da yang bertumbuh tapi kalau di Jakarta mungkin sudah terlalu kodit nah lead kita setiap bulannya itu bahkan orang ngchat ya ngechat itu ya belum tentu order sih tapi dia baru tanya-tanya baru mengkonfirmasi memvalidasi tentang jasa kita itu setiap bulan bisa sampai 1000 cat akhir-akhir ini Nah itu juga kita breakdown Akhirnya ketemu wilayah Jawa Barat juga tertinggi maka kita putuskan untuk membuka pelayanan di sana gitu Ada enggak kebiasaan yang berubah ketika saya pegang uang yang besar hari ini dibandingkan dulu Nah akhirnya ketika kita mengintropeksi diri ini mungkin kebiasaan yang mungkin sudah saya bangun sejak kecil dulu Mas sejak kecil tuh ketika lihat uang 1000 itu selalu membayangkan kalau aku pegang uang r.000 kayak piye ya gitu rasa pengin l Wah nanti bisa beli ini bisa beli itu tapi ketika saya sudah waktunya pegang Rp100.000 ternyata B aja gitu ternyata ah cuma gini pegang uang r100.000 nah ketika pegang uang r.000 pasti pikiran kalau pegang uang sejuta gimana ya pasti bisa beli ini itu gitu nah suatu saat pasti itu kelakon pegang uang R1 juta ketika sudah ngalami pegang uang R juta ya ternyata biasa aja enggak ada sesuatu yang kita bayangkan dulu bayangannya dulu kalau pegang R juta itu kayak jadi orang paling kaya gitu nah kemudian ketika B aja dipegang uang R1 juta akhirnya kebayang R juta gimana kemudian 10 juta sudah ngerasain ya biasa aja 100 juta gimana sudah ngerasain biasa aja bawa uang 1 miliar itu seperti apa dulu kayak pikirnya kan uang 1 miliar Wah banyak banget bisa buat ini buat itu kayak ya pasti semua impian bisa terwujud dengan 1 miliar tapi di saat kita sudah pada step 1 miliar dunia hanya seperti ini gitu loh enggak ada perubahan apapun gitu Ketika saya pegang itu ya ini sebuah barang yang saya tidak merasa Wow tidak pernah merasa anehaneh gitu ya inilah Hari ini saya mikir 1 triliun ini seperti apa ya semoga doakan semoga bisa berwujud tapi mungkin juga rasanya akan sama saja maka saya tidak merasa ada perubahan Apun ya udah let it flow aja gitu mungkin teman Saya bahkan mengiranya itu saya y wis masih pengangguran atau dari penampilan saya juga biasa saja gitu [Musik] ya memang orang tua sangat mempengaruhi latar belakang saya hari ini gitu sampai ibaratnya di masa saya sudah bisa pegang uang miliaran tuh saya merasa biasa saja dan itu hanyalah sekedar dalam tanda kutip dunia memang dunia harus kita raih untuk kita bisa melakukan lebih untuk berkaitan dengan dakwah berkaitan dengan sosial pasti pasti butuh dunia kita mau ngumrohkan orang pasti butuh uang kita mau menghajikan orang butuh uang gitu loh mau sedekah juga butuh uang Nah itu tetap kita upayakan tapi di saat kita sudah di posisi pegang uang saya merasa juga biasa saja Nah itu tetap peran orang tua yang di mana orang tua itu memang dari dulu mengajarkan saya tiga hal yang sampai hari ini tuh menjadi pegangan hidup saya yaitu tentang sabar syukur dan ikhlas Nah itu Apapun yang terjadi kondisi yang terjadi dalam diri kita kita tinggal mengolah tiga kata ini aja Kapan saatnya kita harus bersabar dan kapan saatnya kita harus bersyukur dan kapan saatnya kita harus ikhlas Apapun kondisi yang akan kita hadapi tantangan yang akan kita beri diberikan kepada kita ya cukup mengoleh Bagaimana sabar kita bagaimana syukur kita bagaimana ikhlas kita mau ada karyawan yang keluar ya sudah sabar aja Disyukuri aja dengan karyawan yang lain diikhlaskan aja barangkali dia akan lebih baik daripada di tukang bangun hari ini bagaimana kalau ada proyek yang rugi Ya sudahah sabar aja barangkali nanti ada proyek lain yang lebih menguntungkan kita syukuri proyek-proyek yang lain yang hari ini menguntungkan diikhlaskan saja Insyaallah nanti ada gantinya nah semua Apapun yang terjadi di proyek di kehidupan itulah dari orang tua saya untuk menanamkan tentang sabar syukur dan ikhlas itu apakah orang tua saya adalah orang tua berada ya mungkin saya tetap mensyukuri e proses yang dialami Bapak saya nah tapi saya tarik ke belakang saya itu sebenarnya termotivasi dari kakek saya alhamdulillah kakek saya masih hidup dan saya sering mendapatkan motivasi dari beliau dan alasan Saya pengin besar pengin bertumbuh hari ini tu memang dari kakek saya yang kemudian diturunkan ke bapak saya kemudian turunkan ke saya apa sih yang terjadi di kakek saya kakek saya itu dulu di Kampung ini orang paling miskin Mas orang paling miskin orang yang paling dihinakan ibaratnya suruh ngerawat binatang ternak tapi enggak dapat gaji Nah akhirnya dapat tempat tinggal yang paling murah di kampung ini paling murah y pinggil kari yang ditempati tukang bangun sekarang ini ya dulu karena kakek Saya terpinggirkan di sini pinggir sungai daerah paling wingit paling angker ya itu yang bisa didapatkan kakek saya kenapa ya karena enggak punya uang Nah akhirnya kakek saya termotivasi semoga anak cucuku nanti tidak seperti ini nah kemudian cerita itu turunkan ke bapak saya bapak saya pun juga demikian Bapak saya hanya lulusan sd Mas kemudian mulai dari kenect ladim tukang jadi tukang habis jadi tukang jadi mandor Bapak saya dulu kalau cerita sama Saya bahkan sampai tidak mengenal waktu untuk bekerja bahkan salat pun ditabrak gitu nah memang dulu sebelum sebelum belajar ngaji ya jadi salat pun ditabrak Akhirnya Bapak saya pengin merubah nasib yang dulu dialami oleh Bapak waktu kecil sama kakek saya nah cerita itu dibawakan ke saya gitu loh bawa dulu terhinakan seperti itu bapak saya kakek saya akhirnya memotivasi saya untuk Bagaimana bisa mengangkat derajat keluarga besar gitu Nah akhirnya cerita itu saya je buat motivasi jangan sampai ee anak turun saya mengalami apa yang dialami kakek sama bapak saya yang Alhamdulillah hari ini dulu Gang ini yang daerah ini adalah daerah paling wingit yang paling sepi paling disingkirin orang tempat buang sampah sekarang jadi yang paling hiduplah mungkin di sini kita bisa membangun tukang bangun di sini kita bisa menghidupkannya Alhamdulillah mungkin apa yang keberhasilan yang saya dapatkan hari ini bukan murni jeripaya saya sendiri bukan murni ikhtiar saya sendiri bisa jadi itu dari doa-doa Bapak saya ataupun bahkan doa-doa kakek saya untuk menjadikan keluarga ini terangkat derajatnya [Musik] gitu makna keluarga keluarga itu segalanya jadi tempat di mana kebahagiaan pertama kali kita rasakan tentunya di keluarga tempat di mana kepedihan ataupun semangat itu bangkit kembali ya tentunya di keluarga tempat kita berkeluh kesah pertama kali di keluarga apalagi di keluarga saya itu ada kegiatan rutin sharing bareng diskusi bareng tentang apa sih yang menjadi kendala kita apa sih yang menjadi rencana kita di tahun berikutnya impian-impian besar selalu ditumbuhkan di keluarga saya terutama ibu saya ibu saya itu selalu memimpikan sesuatu yang hari ini mungkin mustahil tapi Ibu saya selalu ngomong Sudahlah Nanti kalau kita sering berdoa sering menyebutkan itu kita berprasangka kepada Allah apa yang kita cita-citakan apa yang kita impikan entah bagaimana jalannya pasti Allah akan kasih ya itu Ibu saya selalu mimpi seperti itu Nah mungkin kayak dulu Kendaraan pertama Bapak saya kan Vespa Nah itu dulu Ibu bermimpi hanya Kapan sih kita bisa punya motor gitu kan dulu Cuma naik Onel punya motor akhirnya punya vespa ketika sudah punya vespa akhirnya punya motor yang lebih k Supra waktu itu habis punya Supra kepikiran punya mobil ketika ada mobil Panter dulu kan Panter jadi idaman banget gitu Panter itu ibu selalu ngomong suatu saat nanti pasti kewujud ya alhamdulillah satu persatu apa yang diomongkan ibu itu selalu kewujud hari ini masih aja Ibu itu enggak berhenti untuk bermimpi meskipun kita kayak merasa piye carane gitu tapi pasti Insyaallah pasti kujud G Kalau saya itu lebih suka kalau ada uangnya saya berbagi gitu gu kalau ada Harta Ya saya berbagi gitu aja sih Mas Jadi itu yang saya terapkan sekarang JAdi misal Ya sudah saya makan makan satu piring cukup Kenapa saya harus makan dua piring jadi kalau saya punya dua piring ya pasti yang satu saya coba untuk bagikan ketika nerima uang banyak pun bagaimana saya coba untuk bagikan gitu nah termasuk di sini ya skema di tukang bangun ini selain gaji kan ada bonus Nah kita selalu Bagaimana menghitung bonus itu Selama ada uangnya kita harus berbagi kita harus membagikannya kalau memang jatah saya rezeki saya itu hanya 5.000 ya sudah dapat 5.000 sudah cukup bagi saya kembali lagi mengolah rasa sabar syukur dan ikhlas itu tadi gitu Jadi mungkin itu yang saya merasa dan bisa saya akui sebagai amalan ya sedekah mungkin Apakah saya memenuhkan pola di di dalam siklus kehidupan ini pasti ada ya bagaimana itu dan sudah tersuratlah ibarat tersurat itu ketika kita semakin dekat dengan Allah pasti Allah akan semakin dekat dengan kita dan ketika kita semakin jauh sama Allah pasti Allah itu makin menjauhi kita bahkan menguji kita atau memberikan cobaan yang belum pernah kita alami Nah itu pula itu saya alami sendiri jadi ketika saya imannya lagi naik lagi salleeh-soleehnya itu hidup itu nyaman banget berjalan dengan baik berjalan dengan lancar tapi ketika saya rodok Kendo mungkin ada maksiatnya itu pasti ada aja yang yang jadi kendala itu pola yang saya temukan g sama ini saya menemukan pola terkabulnya doa pola terkabulnya doa yang saya alami itu Eh mungkin doa harian tetap saya coba ikhtiarkan ya mendoakan tentang kedua orang tua saya mendoakan dari fitnah dunia fitnah siksa kubur kemudian Dajal dan lain sebagainya doa-doa harian mungkin saya terapkan Tapi saya benar-benar merasa doa itu bisa terwujud dan terkabul itu saat umrah Mas Jadi saya meriset beberapa kali saya bisa diperjalankan Allah untuk bisa umrah itu doa saya di setiap kali umrah itu bisa terwujud detail sesuai apa yang saya doakan mulai dari waktunya jumlahnya apapun itu yang saya doakan saat umrah itu alhamdulillahnya terwujud Nah itu pola pola doa yang terkabulkan dari saya dikabulkan saat umrah walaupun ya harian Mungkin ada yang dikabulkan cuma yang benar-benar merasa itu dan ternotulensi tercatat dengan baik itu saat umrah pasti pulangnya nanti tinggal jalanin aja Allah kabulkan doa-doa itu gitu Alhamdulillah saya diperjalankan umrah itu sudah en kali Mas umrah keempat ini saya merasa keajaiban terjadi saya mengalami turbulensi keuangan yang cukup luar biasa sampai saya harus jual aset yang sudah saya kumpulkan sebelumnya dan saya juga punya hutang nah di 2022 ini saat saya sudah di titik puncak pasrah gitu Saya sudah ngomong sama istri sudahah kita mau ganti bisnis Nah kita memutuskan Gimana kalau saya umrah dulu untuk apa menyelesaikan ini kayaknya ini sudah levelnya bukan manusia lagi yang bisa menyelesaikan permasalahan kita saat itu saya merasa gitu karena kok rumit banget urusan Urip ini kok rumit banget gitu saat itu saya pengin niatannya berdua sama istri nah qadarullah 2020 tuh kita pernah DP umrah tapi enggak bisa berangkat karena pandemi Nah jadi DP umrahlah ini yang menolong kita jadi setiap apa ya keputusan Allah itu pasti skenarionya terbaik Kenapa saat itu kita tidak diberangkatkan Akhirnya saya mau mengambil kesimpulan gini uang ini tidak kamu gunakan sekarang Tapi nanti kamu akan membutuhkan nah saat 2022 itu saya merasa dapat jawabannya Oh kenapa Allah waktu itu nahan kita tidak berangkat karena uang ini lebih pantas kita gunakan sekarang untuk umrah sekarang Nah waktu itu dp-nya Rp juta saya ngomong sama bironya yang menyediakan itu e untuk bisa diberangkatkan dua orang tapi dari biro enggak mungkin R juta berangkat dua orang dan saat itu kita requestnya Ramadan karena memang mendekati Ramadan gitu Nah akhirnya diputuskan bisa mas e diberangkatkan satu orang saja ya udah satu orang aku diskusi sama istri sama keluarga ya Berarti semua titip doa ke akulah gitu karena saat jatuh itu ya pasti keuangan Bapak Ibu dan aset-aset mereka juga sebagian saya pinjam untuk menyelesaikan permasalahan saya jadi minta titip doa supaya bisa terselesaikan Selama perjalanan saya kirim semua pesan ke tim saya saya kirim pesan ke keluarga saya meminta maaf Yang sebesar-besarnya atas semua kesalahan saya Ya intinya semua pesan yang emosional lah bahwa saya hari ini berangkat umrah itu bukan karena saya dalam kondisi punya uang tapi dalam kondisi paling minus lah paling minus saat jatuh saya minta maaf dan terima kasih kayak gitu ya apa ya narasi narasi kesedihan yang saya kirimkan ke ke semua keluarga dan relasi-relasi saya gitu nah sampai di sana sampai di Madinah dengan pertolongan Allah juga setiap hari itu saya ketemu dengan orang-orang yang tidak pernah ketemu secara offline ketemunya paling cuma di Facebook di setiap orang ketemu ini punya nasihat beda-beda dan semua nasihatnya itu relate dengan kondisi Saya pasti Masyaallah sepulang dari sana itu saya merasa Selesai masalah itu jadi saya mendapatkan banyak hikmah Ternyata apa yang saya alami itu bukanlah problematika paling buruk apa yang saya alami itu bukan kerugian yang paling besar apa yang saya alami itu Bukan kesulitan yang amatlah sulit amatlah susah payah tapi ternyata masih harus sabar syukur dan ikhlas dengan kondisi itu kembali lagi diingatkan tentang tiga kata kunci itu jadi sampai rumah saya merasa Ya sudah ikhlas ya termasuk nasihatnya Mas kamu sudah bangun tukang bangun segitu lama sudah berkorban miliaran rupiah kalau sampai kamu tinggalkan mudoratnya mungkin akan lebih besar jadi lebih baik diperbaiki Ya sudah sampai rumah dengan kondisi tertatih-tatih dengan kondisi apa adanya dengan niatan Allah Lillahi taala kita perbaiki tukang bangun termasuk doa saya saat itu ya Allah kalau memang tukang bangun ini masih jadi rezeki saya tolong bantu saya untuk memperbaikinya tapi kalau memang tukang bangun Ini bukan lagi menjadi rezeki saya tolong bantu ikhlaskan dengan sebenar-benarnya ikhlas dan selesaikan dengan baik-baik saja [Musik] gitu bmart tukang bon.id saat kita mulai merintis itu memang di Solo Raya kita enggak nemu Mas waktu itu gini terinspirasinya sama gojek sih Bagaimana memudahkan orang menikmati jasa pelayanan konstruksi itu sebagaimana orang termudahkan dengan adanya gojek menikmati pelayanan transportasi gitu aja tapi untuk sampai ke sana Kayaknya masih cukup jauh jadi Bagaimana orang bisa pesan rumah Bisa pesan desain bisa konsultasi hanya baik aplikasi gitu Nah itu itu cita-cita saya pertama bikin tukang bangun itu nah tapi kalau yang murni konstruksi memang tidak ada ya walaupun akhir-akhir Ini akhirnya bermunculan banyak Eh banyak apa kompetitor ataupun model bisnis yang serupa tapi ternyata setiap setiap kelasemen setiap brand itu punya kelas market sendiri-sendiri saya mengibaratkan bisnis konstruksi selayaknya tukang bangun tuh kayak bisnis rtail ada retil yang warung kelontongan yang mungkin kita temui di gang-gang kampung kita ada yang lebih modern nanti sudah ada kasirnya tapi tetap dilayani sama warung itu ada yang sudah lebih modern lagi kita sudah ngambil jajanannya sendiri tapi warung itu belum begitu terang tidak ada brandingnya nanti ada yang sudah dibranding tapi belum begitu meluas jaringannya ada juga yang sudah Ee warungnya itu sudah modern sualayan e sudah ada brandingnya sudah teranglah gitu Nah itu mungkin kita sebutkan kayak indomar alpamart dan kawan-kawannya kayak gitu nah di konstruksi itu ternyata juga seperti itu ada yang konstruksi skalanya customer harus nubungi mandor sendiri nanti ada customer yang menghubungi koordinator mandor atau customer yang mulai menghubungi bisnis kontraktor yang sudah punya branding tapi belum tersistemasi Nah atau dan lain sebagainya sampai nanti dia level kayak total ada kayak Waskita Karya Wijaya Karya itu kan sudah level nasional dan corporate yang cukup besar Nah kita ngambilnya itu kalau diibaratkan konstruksi dengan rtail kita pengin kayak Alfamart Indomaret gitu Mas jadi ya tidak besar-besar banget tidak mengerjakan projek-projek seperti Waskita wijayaa Karya Total Persada Nindia karya kayak gu tidak tapi kita cukup warungan aja tapi warung yang sudah tersistemasi warungnya Padang cahayanya cukup juga terbranding dan ada di beberapa wilayah kota kayak gitu bayangan saya ada resisten engak sih market luar dengan sty saya yang berjenggot celana jingkrang ya alhamdulillah di tukang bangun tu saya mengedepankan company branding Mas jadi customer kita kebanyakan lebih mengenal tukang bangun doid-nya daripada goninya jadi hampir 98% itu customer kita itu tidak kenal siapa saya siapa di belakangnya tukang bangun jadi mereka kenalnya Bagaimana tukang bangun melayani ketepatan waktunya kecepatan kerapian sistemasinya itu Ya tahunya tukang bangun.id bukan goninya Nah mungkin nanti kalau ada problem-problem yang eh ibaratnya terlalu kompleks terlalu apa ya dalam baru mereka mencari saya siapa sih ownernya Nanti baru menghubungi saya mas saya bangun di rumah ini ada kendala seperti ini Tolong dibantu lah paling seperti itu jadi maka market yang hari ini ada di tukang bangun itu tidak melihat sosok Siapa di balik tukang bangun.id tapi lebih ke Bagaimana tukang bangun.id melakukannya gitu aja nah itu yang kita k depankan di tukang bongon jadi saya membangun company branding bukan personal branding saya nah tujuannya Bagaimana bisnis ini nanti bisa tersistemasi lebih besar lagi tidak tergantung sama orang tapi tergantung sama sistem dan tentunya Saya berharap tukang bon.id suatu saat nanti bisa diwariskan ke siapapun entah nanti anak saya ataupun siapapun yang mungkin jenjang karirnya dan rezekinya pantas untuk meneruskan ini ya bisa jadi menjadi penerusnya tukang bangun yang tanpa terganggu embel-embel orangnya Bagaimana jadi suatu saat kalau ada kejadian sesuatu dengan saya ya tukang bangun tetap hidup tetap tetap berjalan sampai harapannya ya sampai kiamat nanti gitu [Musik] di akhir ini saya mengucapkan banyak terima kasih kepada semua customer di tukangbangun.id yang telah mempercayakan kepada kami untuk membangun rumah impiannya Semoga apa yang menjadi rumah impian bapak-bapak ibu-ibu semuanya bisa benar-benar mewujudkan impian bapak-bapak dan ibu-ibu dan mohon maaf apabila ketidaksempurnaan kita dalam proses melayani Semoga ke depan kita akan lebih baik dan bisa melayani masyarakat Indonesia lebih luas lagi dalam membangun rumah impian Terima kasih asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh [Musik]