Transcript
m120Mnilzss • Tanpa Trik Marketing, Mantan Anak Punk Sukses Usaha Cafe Sehari 300 Pengunjung!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/PecahTelur/.shards/text-0001.zst#text/0374_m120Mnilzss.txt
Kind: captions
Language: id
jadi kita buka yuk kita cuman Tril
opening aja ya kalau ada pengunjung apa
namanya dilayani ternyata di hari
pertama itu kalau kita hitung dari nota
itu ada sekitar 300 Orang yang datang
Saya juga enggak tahu itu dari mana tahu
dari siapa hari pertama aja itu 300
Orang yang datang anak-anak banyak yang
pingsan
[Musik]
gengan kan nampaknya sampai membangon
kafe ini kan keberuntungannya nampaknya
bertugi-tugi Betul amalannya apa Pak
enggak tahu Oh ini mas kayaknya harus
diterapkan di semua orang dia kayak jadi
ibu
[Musik]
asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh Nama saya Yoyok Sugiarto dan
ini istri ibu Yusi saat ini kami
bergerak di bidang usaha kuliner
perkafean the Safah cafe di Karangrejo
di Tulungagung berdirinya kafe ini kita
sebenarnya operasional awal itu di akhir
2020 awalnya sih karena kita melihat
dari konsepnya dulu Mas awalnya malah
kita gak kepikiran kafe terusah kafe itu
malah berada di pikiran kami itu di
menit-menit akhir di tahun 2020 itu
ceritanya gini di tahun 2020 kan covid
kita tidak ada kegiatan sebelumnya kita
juga bergerak di bidang kuliner sih
Terus kita ada tabunganlah
sedikit-sedikit kita kepengin beli tanah
tapi kita enggak tahu itu nanti akan
dibuat apa Jadi kita yang penting cari
tanah dulu dengan budget yang ada di
saya kita cari tanah mulai di ngono di
Bandung di Sumber Gempol Kalidawir jadi
kita dapatnya sih kebetulan di daerah
Karangrejo sini untuk tanahnya itu kan
saya memang asli Sendang kan pas pulang
ke Sendang itu kan mesti lewatin ini kan
kita berhenti Mas di depan sini itu
berhenti kita ngobrol ndak ndak tahu
kenapa juga ya ini kayak Magic sih Ya
itu terus lihatin enak ya kan di depan
tuh padi kan masih depan anu itu Padi
Semua enak ya kalau punya tempat di sini
kayak gitu-gitu kan Mas ngobrol Iya
nilalah mas i kita itu didatangin sama
tetangga depan situ B pundi pakanya sama
bapak moten namung istirat aja Pak
pengin udara segar gitu terus ngobrol
penak yo Pak Lek misalkan teng mriki
Niki adem anune masih
enak jenengan B Pad tanah pripun
langsung ditanya seperti itu jadi k Pak
langsung diyain diain terus sama
bapaknya itu langsung diajak ke belakang
Ini yang dijual ya ini pak iya toh Pak
Git ini mah moga-muga yo ma bajetnya
sesuai sama yang ditawarkan ini gitu
bismillah jadi sambil lihat masuk ke
dalam itu kita bismillah terus mas doa
gitu terus kita diajak ke belakang lah
Bapak ini kan sukanya apa aja kan di
videoin kan gitu loh jadi momen apa aja
itu di di diabadikan gitu di sampai
belakang terus ke belakang Mas lihat kan
tanahnya teras sering gitu kan di
belakang itu wah asik ini G airnya itu
pas pas itu ngalir Mas jadi sungainya
yang di belakang itu ngalir asik Ma ini
dengerin ini itu masih padi di belakang
itu padi terus ininya kali gitu asik ya
Ma ini anu kayaknya semoga boleh g gitu
terus kita ke depan lagi engih toh Pak
dijual toh ini Oh iya terus aneh Pak Lek
Apa Bapak mau nanti saya ketemukan sama
yang punya tanah gitu terus itu terus
ngobrol-ngobrol sama yang punya tanah
budget kita ternyata itu tidak cukup
tidak cukup karena sebenarnya waktu kita
cari tanah di Ngunut Kalidawir pun bukan
enggak ada Tanah Mas ada sebenarnya
cuman budgetnya yang enggak ada gak ada
bet kita engak ada nah itu mas kita
ngobrol sama yang punya Tanah Mas Terus
terang saya ini ada uang segini kayak
gitu Saya cuman ada uangnya itu separuh
mas oh nak apa-apa dibayar nanti setahun
Oh ketemu lagi sama orang baik ya jadi
perjalanan hidup itu yang saya bilang
enggak tahu kita ketemu ketemu sama
orang baik kenapa termasuk tanah ini Mas
manajemen keuangan jenengan Seperti
apa bisa nabung Bisa sampai beli tanah
Saya belajar gini sih kalau manajemen
keuangan itu artinya ee gaya hidup Kita
sesuaikan dengan apa yang kita punya
jadi ketika saya misalnya punya sepeda
ontel ya kita ke mana-mana sepeda ontel
karena saya terusang dulu juga kerja
kerja di sampo lah ya saya rumahnya di
ngontrak di Bangoan kerja awal itu sama
istri selalu dibonceng sepeda sampai di
depan nya penjara situ jadi artinya
kalau menurut saya manajemennya itu
hanya satu gaya hidup kita itu
menyesuaian dengan apa yang kita punya
sih jangan gengsi sih Mas jangan terlalu
kepingin kelihatan sukses k kelihatan
ini di mata orang yang penting kita jadi
diri sendiri aja kalau jadi saya
itu pertama Punya tanah ya punya aja
pertama karena kita kepenginnya aset lah
ya kepinginnya untuk investasi atau aset
jadi kita bingung enggak tahu buat apa
pertama saya kepengin buka toko tapi
ternyata lagi-lagi kalau buka toko Itu
modalnya amat sangat besar sementara
Tanah ini aja belum lunas masih punya
tanggungan sama yang punya kemudian
kedua kepingin buka warung kopi Mas
warung kopi biasa sederhana aja nynya
mikir nih apa enggak Sekalian aja kita
bikin kafe kayak gitu kan He cuman
lagi-lagi kita kan enggak punya dana tuh
modal kan enggak ada kebetulan lagi-lagi
Mas Memang kita akhirnya fix nih Oke
kita buat kafe saya sama istri kebetulan
senang lihat kafe-kafe di luar kota di
Batu di Kediri di Malang itu kita senang
terinspirasi dari itu sebenarnya cuman
modal Kita enggak punya laluan dapat
modal dari mana
samaah ini lagi-lagi kita ketemu sama
orang baik Mas Kak faktor keberuntungan
itu kayak apa nyertain kita itu loh mas
Alhamdulillah banget ya jadi dari tanah
kita beli ketemu orang baik Saya punya
teman orang Blitar teman lama waktu dulu
saya masih Ses S
kebetulan dia itu kontraktor kontraktor
kemudian dia sering bangun-bangun kafe
di bitar dan lain sebagainya saya curhat
sama dia kepengin ngeneeneene terus
bilang tak bangun Oh piye saya bilang
saya cuman punya budget sekian enggak
mungkin kalau budget sekian itu bikin
kafe yangak gak bisa G sesuai keinginan
enggak mungkin lah wis enggak apao S
penting tak bangun dulu sing penting iso
jadi kafe iso menghasilkan uang teman
saya gitu bilang yang kontraktor itu
dibangunlah ini sama teman saya yang di
Blitar itu dibantu saya saya nyumbang
sedikit 10 at Sanya saya aku jugaak tahu
kenapa kafe pertama kita gak tahu yang
penting pertama tadi yang penting dapat
penghasilan dulu karena kita sering
jalan-jalan kepengin buka kafe ada teman
saya yang mau bangunin ya ah kita hanya
bentuk kafe tapi lagi-lagi ketolong
momentum tadi mas kita buka Tril opening
itu akhir tahun 2020 kalau saya gak
salah diulung aku belum ada kafe yang di
tempatnya Desa atauosok tapi dia jual
menu-menu yang kekinian belum ada
sehingga kita di tahun 2020 itu itu
momentum Mas orang terkungkung sekian
lama enggak bisa ke mana-mana ya kan
Terus akhir 20 kita buka kita pesimis
sebenarnya terus terang pesimis terus
terang underestimate banget terhadap
kafe ini pesimisnya gini kita buka kafe
di desa dengan menu seperti ini apaaku
ya he bahkan kontraktor saya teman saya
itu juga bilang yakin tah Buka di sini
gila kamu ya pokoknya kita bismillah aja
Dulah enggak tahu nanti cerita dari yang
puasa seperti apa yang penting kita buka
dulu saya gitu sih dulu kita kan
sebenarnya basicnya bukan k ka juga kan
enggak ngerti juga kopi gitu kayak
gimana yang bagus kayak gimana kan gak
tahu juga gitu loh I itu tadi loh mas
karena faktor keberuntungan tadi ya jadi
ketika kita bangun terus sudah mulai
kayak mau buka gitu ya itu ada salah
satu barista di Surabaya yang memang
rumahnya sini mampir Mas ke sini mampir
mau buat apa Ini k gitu kalau jadi kita
juga kaget ini orang enggak kenal kok
tiba-tiba ngunya gitu terus masuk
padahal ini kan masih berantakan belum
anu masih bangun-bangun apa gitu kan
pengin buat kafe Emang ngerti kafe gitu
Jadi kalau ngomongin dukung siapa tadi
sebenarnya enggak ada sih cuman kita
berdua Cuman karena yang tadi saya
cerita background kita memang dari
kuliner yang dijasera itu agak ngerti
sedikit tentang resep-resep makanan yang
diajarin orang-orang itu tetapi untuk
minuman terusang kita Blank sama sekali
enggak tahu sama sekali percaya apa
enggak yang tadi diceritakan itu
rumahnya di atas sana Orangnya gondrong
katanya dia bekas barista exelso di
Surabaya tiba-tiba dia mampir ke sini
aku dimarahin bayangin orang enggak
kenal tiba-tiba marah-marah aku awal
rencana kita kopikopi sasetan Jas Jus
pokoknya gitu-gitulah Mas yang Kita
sesuaikan lah sama budget ya kondisi
sekitar kayak gitu-gitu awalnya terus
lama-lama berubah lagi eh jangan deh
kayak jangan yang Sas diajar sama bar
daribaya itu gini loh caranya G loh
caranya gu berawal dari situ Mas
[Musik]
kita bagi tugas sebenarnya sebenarnya
gak bagi tugas lah ya kita bareng-bareng
berdua l ya tapi kalau yang teknik
operasional masalah resep makanan
minuman itu lebih ke istri Kalau saya
lebih ke konsep promosinya atau
awarenessnya sih admin IG saya sendiri
ada endos-endos itu juga saya ngubungin
tapi gini di setahun pertama itu kita
engak perlum sama sekali mas kita
biarkan orang itu tahu-tahu sendiri tapi
ternyata aku bersyukur kekuatan sosm ya
mungkin kalau saya bilang ya itu enggak
tahu orang-orang tu kok tahuahu sendiri
sendiri Jadi di awal-awal tu benar-benar
wah bahkan di awal-awal kita buka
sebenarnya kita buka itu gak pernah GR
opening opening atau apa itu gak pernah
kita bilang ke anak-anak kita trial
opening aja ya dulu gitu jangan buka map
dulu kita gak ada map jadi orang belum
bisa review-review mas sambil mateng
anak-anak itu loh mas ibarat seperti
seperti itu bagaimana cara marketing
jenungnya itu yang kita pikirkan dari
awal sebenarnya mau enggak ya orang kota
ke sini bisa ramai enggak ya cuman
memang di daerah sini kan di atas kan
banyak tempat wisata tuh pikiran saya
pastilah pulang pasti dia butuh makanan
dan minuman lah sementara daerah sini
kan memang belum ada yang kafe-kafe yang
menjual makanan dan minuman yang agak
ini makanya saya berani jual itu kalau
marketingnya Terus terang saya enggak
ada trik marketing ya Mas yang pertama
itu jadi kita Bukaka Yuk kita cuman Tril
opening aja ya kalau ada pengunjung apa
namanya dilayan Ternyata di hari pertama
itu kalau kita kita hitung dari nota itu
ada sekitar 300 Orang yang datang Saya
juga enggak tahu itu dari mana tahu dari
siapa hari pertama aja itu 300 Orang
yang datang anak-anak banyak yang
pingsan karena kaget belum menguasai
perkopian belum
menguasaiak Apun tapi sudah harus
melayani di awal buka kita ada 12
darista 3 dapur 3 UB 2 waiters 2 sama
penjaga malam S jadi manajemennya kita
ya manajemen kekeluargaan sebenarnya
Artinya kita enggak ada yang
administrasi harus seperti ini training
harus seperti ini ya kan sop harus
seperti ini sempat kita memang ikut
seminar cuman kita enggak mampu akhirnya
kita jalanin apa yang kita mampu dulu
manajemen kita ngobrol sama istri Jadi
untuk resep makanan minuman itu semua
kita yang pegang Artinya kita tidak
nyewa orang untuk bikin resep dan seb
tidak kita yang pegang semua
manajemennya ya manajemen tradisional
Kalau dibilang Mas administrasinya juga
administrasi yang ya salah-salah di awal
sih cuman pakai kertas itu aja gini
kalau minuman atau makanan khasnya itu
umum lah ya cuman aku kalau boleh kasih
clue-ya mungkin penampilan kafenya yang
kelebihannya karena TL saya kan ngopy
with a view inih awal-awal kita bikin
nama itu waktu itu sgam siapa ya ngomong
mefah-mefah itu Ini anak mefah nih mewah
meah kita tisi di situ sih asal aja deh
Asal aja sawah Safah aja jadi kita bikin
namanya Safah karena memang telisasi ya
sawah juga
gitu nah ini kembali yang ke tadi itu
karena sangat viral orang mungkin butuh
refreshing Butuh hiburan butuh makanan
dan sebagai seainya di 3 bulan pertama
atau 6 bulan pertama itu luar biasa
Omnya terus terang Sehingga tadi itu aku
bisa bayarin yang tanah
tanah Kalau boleh cerita lagi yang
temanku yang kontraktor ini aku punya
utang ke dia sekitar Rp80 juta dia pun
enggak nage Kapan enggak ngasih tempo
kapan kalau ada uang ditransfer kalau
ada uang silakan dibayang kalau enggak
ada juga enggak apa-apa aku enggak Nti
sehingga waktu kita buka di hari pertama
ada uang profit untuk kan saya sisihkan
Mas langsung saya transfer misalnya ada
seap hari ada R3 juta saya kirim ada 4
juta saya kirim ada 5 juta saya kirim
Alhamdulillah untuk yang bangunan ini
itu enggak sampai sebulan kita lunas
tanah sekitar 3 bulan atau 4 bulan kali
ya 6 bulan 6 bulan
lunas pakingan kan nampaknya sampai
membohon kafe ini kan keberuntungannya
nampaknya
bertubi-tubi Betul amalannya apa Pak
enggak tahu Oh ini Mas ini benar-benar
satu kayaknya harus diterapkan di semua
orang di k jadi ibu saya itu sama bapak
Apun yang mau saya lakukan Saya M bilang
dulu sama ibu semua hal yang saya mau
saya lakukan itu dari awal-awal Kita
Nikah dulu mas Emang sengaja seperti itu
dan seorang ibu kalau anaknya
menyampaikan sesuatu yang mau tujuannya
bagus kan pasti yang keluar adalah doa
kan Mas dan saya selalu meyakini Doa
Ibuku pasti akan diijabah saya seperti
itu ketika melakukan sesuatu bilang Ibu
itu pasti kayak ada jajalan gitu loh
jadi kalau orang-orang itu selalu bilang
apa sih yang ya Ibu saya selalu mertua
dan ibu saya sendiri saya selalu seperti
itu seorang ibu itu pasti Nak minta
apa-apa ke anaknya Jadi kalau Ibu saya
selalu bilang ke saya itu yang
ptingatmuong itu pelajaran dari ibu saya
sih dekah sama orang kasih aja orang itu
entah 1000 entah 2.000 kasih aja itu sih
kalau dari
saya jadi saya sebenarnya memang kalau
di Tulungagung itu pendatang pendatang
karena saya asli saya itu di Probolinggo
di akhir tahun 90-an tahun '99 itu saya
di Probolinggo itu nganggur Tapi sebelum
tahun '99 itu aku sebenarnya
penggawaianku ngamen jadi saya ngamen
itu ke Jogjakarta ke Tegal ke Purwokerto
Kalau sekarang itu mungkin nanak Pang
lah kadang nunut truk nunut truk gak
tahu ke mana tiba-tiba nyampai Tegal
Tegal juga ngamen sama orang tiga sih
Tegal ada uang kita nunut lagi ke
Purwokerto perjalanan hidupnya seperti
itu Nah tahun '99 itu nganggur enggak
tahu mau ngapain sumpek Akhirnya saya
lari aku pergi ke Malang naik base naik
Malang Aku ngamen ngamen ada uang saya
lihat di terminal itu ada tulisannya
Blitar aku naik base lagi dari hasil
uang Amen Tadi aku ke Blitar Mas Nyampai
Blitar di teral Blitar Saya ingat tidur
di depan warung makan Saya tidur di situ
bahkan dikasih makan sama orang warung
itu kemudian sambil ngamen ada uang saya
lihat lagi bis Kediri saya naik ke
Kediri Saya tidur di Masjid Agung
alun-alun hampir sekitar seminggu di
situ mungkin marbotnya sudah mulaii wis
pacaane karu-karuan berandalan ya cuma
diingetin aja sih Sampai kapan di sini
hati-hati loh sini banyak orang usil dan
lain sebagainya saya enggak enak hati
saya n truk lagi Nu truk lagi ke
Tulungagung enggak tahu arahnya truk ini
ke mana saya juga enggak tahu sebelumnya
ada kota namanya Tulungagung karena saya
gak pernah ke sini Saya tidur di masjid
alun-alun itu awal saya tahun 2000 awal
saya nyampai di Tulungagung kebetulan
memang mungkin hidup kita serba
kebetulan ya saya ketemu orang saya
tawarin kerjaan Mas jadi pengiriman
shampo sampo-sampo keliling Kantornya di
kepatian kepatian nah di situ kenal sama
istri apa yang menarik dari istri waktu
itu Pak kadang jodoh itu kita enggak
tahu ketertarikannya karena apa enggak
tahu aja tiba-tiba lihat ah kok cocok
iki kok tertarik gitu sehingga kita
tahun 2002 ya baru kita memutuskan untuk
menikah menikah pun status saya
pengangguran pengangguran istri gak
punya pekerjaan saya juga gak punya
pekerjaan kurang nekat apa nikah gak ada
pekerjaan saya bayangin mau mengarungin
kehidupan keluar kerja
malah saya yang saya yakin itu Rezeki
itu enggak akan ke mana sehingga ketika
Tuhan mau ngasih rezeki pasti ada
jalannya Tapi tentu dari kita sendiri
harus berusaha nih artinya Setelah nikah
saya kan nganggur tuh enggak dapat
mengasih akhirnya kita kan pasti muter
otak Ik ngapain ya akhirnya istri waktu
itu jualan sepatu jadi dia ambil sepatu
di Jombang Jombang naik B naik base
sarapan Jaya ambil sepatu terus dibawa
ke Tulungagung sini kelilingin dijual
sambil sesekali bikin donat ya waktu itu
Ya kita jual di tetangga-tetangga waktu
itu saya ngontrak di Tunggulsari di
Ringin pintu
[Musik]
saya ingat sekali titik terendah itu
yang saya cerita tadi habis nikah itu
kita pengangguran itu titik terendah
dalam kehidupan kami berdua jadi saya
ngontrak di Ringin witu gak punya uang
kita ndak bisa bayar kontrakan Listrik
kita ndak bisa bayar
dicabut tiap hari makan miie saya izin
ke istri mas kawinmu waktu itu 100.000
atau berapa kita buat kehidupan ya
karena ketika mas kawin sudah saya
serahkan kan jadi hak dia nih saya izink
ke dia Mas kaw ini digawe Urip disik y
makan juga seadanya parah banget itu mas
parah banget kita benar-benar uang Kalau
enggak salah tinggal r5.000 ya pas itu
r5.000 meskipun kita benar-benar
terpuruk ya Ya gimana lagi kayak gitu
loh udah udah kayak gini Mau diapain
kayak gitu loh kanara list enggak ada ya
kita akhirnya pakai makan pakai l makan
nasi bantingan beli aka gelas tu yang
kecil itu loh mas aka gelas kecil itu
buat minum berdua itu buat sehari loh
mas sehari sampai malam itu loh ketika
sudah habis semua sudah enggak ada yang
buat makan kita pulang ke Sendang
Sendang Saya minta makan di sana
maksudnya gak minta sih sebenarnya kalau
orang tua enggak tahu kan keadaan kita
seperti apa lah ya kan kita juga gak
cerita Takutnya kalau kita cerita orang
tua kanan Seperti apa Jadi pas nganggur
itu orang tua enggak tahugak tah pulang
Jadi posisi kita nganggur itu gak tahu
orang tua pulang ke Sendang kita
makannya di sana 3 hari jadi ketika saya
nganggur itu saya kan butuh pekerjaan
sebementara kan gak ada yang nawarin
waktu itu ada saleles rokok di saya
kejar Mas tak berhentiin aku tanya ke
dia ono lowongan gak perusahaanmu ono
tapi cuman sales kontakan sales rokok
kelilingan y wis gak Poo Alamatnya mana
saya bikin surat lamaran saya taruh di
kantornya sudah saya tinggal Terus yang
kesendang tadi itu makan di sana Padahal
kalau sampean tahu tahun
2002 2002 itu diendang yang bantengan
itu sinyal itu susah sekarang pun sampan
telepon ke sana itu susah pasti susah
gak bisa masuk yang di rumahnya istri
saya ini gak bisa masuk tapi memang
Waktu itu saya punya HP jelek-jelekan
itu suatu saat kita di sana itu mas
waktu kita lagi makan HP ini bunyi ajaib
gak itu sampai sekarang ggak ada sinyal
Mas kalau jenengan ke sana itu ggak ada
sinyal Sampai bunyi hanya Wii kalau di
sana saya angkat ternyata itu panggilan
interview itu saya juga sampai sekarang
masih Kok bisa ya
[Musik]
saya sih punya kafe seperti ini bagi
saya Ini adalah pencapaian tertinggi
bagi saya dari saya yang bukan
siapa-siapa dari saya yang seperti itu
tadi punya kafe ini pun itu bagi saya
itu ada pencapaian tertinggi Meskipun
mungkin untuk beberapa orang biasal ya
tapi kalau saya pribadi sama istri ini
adalah pencapaian tertinggi saya itu
luar biasa saya bersyukurnya kalau
harapannya sekarang kepengin Apa rasa
bersyukur saya ini kepengin saya
Ekspresikan Saya kepengin ke umroh Mas
harapannya sih lebih ke itu sekarang
jadi di usia-usia seperti saya ini
mungkin duniawi sebagai pelengkap Tapi
sekarang sudah mulai berpikirnya ke arah
yang lain aku kepengin umroh atau bahkan
naik
[Musik]
haji saya Pak y dan ibu
kami dari pemilik desafah Cafe
Karangrejo Tulungagung mengucapkan
terima kasih semoga acara ini bermanfaat
bagi semua orang wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh
Waalaikumsalam War