Kind: captions Language: id kami itu memang dari dulu sejak busu merah itu memilih bahan-bahan premium jadi termasuk bawang merah bawang putih juga bukan Los itu kita milih jadi pilihan jadi tetap ayamnya juga ayam kampung jadi Semuanya serba premium lah Mas termasuk cara kami menyajikan termasuk tempatnya sekarang ya alhamdulillah bisa membuat lebih nyaman dan lebih bersih dari yang [Musik] sebelum-sebelumnya kalau digitnya sehari ya sekisaran 2 sampai 3 juta pas ramai Ya lumayanlah bisa 150 mangkok Kalau sepi ya enggak sampai 100 pesan yang paling saya inat S sekarang beres seneng nek warungmu pas rame yo Ojo susah-susah Lek warungmu pas Sei intinya Harus banyak bersyukur sampai sekarang jenengan terapkan betul saya terapkan saya itu setiap hari ke mana-mana sama ibu 10 Mas ndak pernah sendiri diajak ke mana-mana jadi ya sangat kehilangan pada waktu itu meskipun sudah punya suami punya anak t tetap apa kehilangan [Musik] Ibu asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh saya Bu Yuli ownernya SH bumir generasi kedua pada awalnya ya Saya sendiri Mas sama STF karyawan-karyawan Lalu setelah anak saya selesai sekolah saya minta untuk bantu-bantu dia bisa dan mau lalu selanjutnya sekarang ada anak saya yang membantu Sebelumnya saya kan tahun 94 saya selesai kuliah saya kuliahnya di ABM sekarang STIE Malang kusiswara saya ambil jurusan Manajemen Keuangan lalu 95 menikah Setelah itu saya masih ya idealisme sarjana ngelamar kerja sana sini juga sempat jadi tu di sebuah asuransi negeri BUMN Lalu setelah 2 tahun saya resign karena Repot juga ada anak kecil ya jadi saya terus diminta sama Bu sumira Ibu saya tahun 2002 Mas untuk membantu dan nanti selanjutnya untuk meneruskan usahanya ini pada waktu dulu itu mas kan kuliner-kuliner hit gitu kan masih jarang ya cuma Ibu saya itu berpegangan bahwa usaha ini nanti Selanjutnya enggak akan surutlah ittinya masih bisa dan cukup untuk makan dan hidup terus disemangati lebihlah dari kalau hanya gaji karyawan pada waktu itu untuk warungnya itu masih sewa di Diponegoro pada waktu itu lalu di teumar selanjutnya 4 tahun lalu kita pindah di sini kalau dari awal bumirah itu saya masih umur 3 tahunan ya tahun 1974 akhir Kalau enggak salah itu ceritanya begitu Ibu saya merintis shop sumira ini kan dari resep leluhur dari Mbah Buyut jadi Mbah Buyut dulu sempat jualan shop ituitu cuma pikulan dipikul gitu loh Itu bertempat sekarang di Puskesmas Kota di pojokannya itu dulu ada pohon beringin di situ cuma berteduh di situ jadi kayak deprok gitu selalu enggak ada lagi yang meneruskan setelah Mbah Buyut meninggal terus ibu itu punya ide Sebelumnya kan juga jualan nasi cuma bukan sop ayam kayak nasi campur gitu Mas ada rawon ada kayak gitu lalu Bu sumira pengin meneruskan sop ini resepnya Mbah karena dipikir kan gak terlalu banyak masakan yang harus diolah cuma satu macam gitu aja kalau sop ayam sama soto itu tetap beda di bumbu juga Mas Kalau mungkin penyajian isian dan toppingnya itu sama ya S sayurmayur kayak kupit tambah mie sedri ayam suwiir sama berambang goreng ya tapi kalau soto kuahnya sama sop itu beda kalau sop itu hanya bumbu sederhana bawang berambang merico Polo ada sedikit air kunyit untuk penghilang rasa amis gitu aja tapi kalau kuah soto kan ada macam-macam ada yang pakai santan dan tidak terus bumbunya juga lebih lengkap ada kemiri ada tumbar ada daun serai ada serai ada daun jeruk kayak gitu Tapi nek menurut para pelanggan kami sop itu kuahnya segar sekali dan istilahnya jauh lebih aman untuk kesehatan juga Ya enggak ada kemiri enggak ada santan tastnya lebih ringan juga lebih cocok juga kalau sedang sakit du kayak badan Gak enak capek-capek itu kan mengandung banyak kandungan rempah untuk kesehatan kan bawang merah bawang putih merica pala itu kan bagus untuk kesehatan tubuh untuk stamina juga termasuk kaldu ayamnya sendiri kan dari ayam kampung jadi lebih banyak proteinnya juga dari kepala sampai kaki dipakai sampai jeruan semua dipakai diolah semua banyak juga dan saya lihat komentar-komentar di Google juga mahal sekali kayak gitu ya begini mas kami itu memang dari dulu sejak busu merah itu memilih bahan-bahan premium jadi termasuk bawang merah bawang putih juga bukan Los itu kita milih jadi pilihan Kalau beli Los kan lucah ya ada yang kecil ada yang besar kalau kita pilihan termasuk ayamnya juga ayamnya kam memilih khusus untuk ayamnya Kalau jago kan memang lebih murah tapi lebih gede tapi secara kaldu kurang gurih Terus kalau dagingnya juga kurangempuk tampilannya juga lebih cantik ayam babon karena lebih bersih putih terus untuk kaldu juga lebih enak ayam babun jadi tetap ayamnya juga ayam kampung jadi Semuanya serba premium lah Mas termasuk cara kami menyajikan termasuk tempatnya sekarang ya alhamdulillah bisa membuat lebih nyaman dan lebih bersih dari yang sebelum-sebelumnya J bisa untuk gaering untuk acara keluarga kumpul-kumpul sama teman atau menjamu tamu menjamu relasi kayak gitu Saya memilih partner kerja di pasar jadi bakul-bakul yang kami pilih itu adalah bakul-bakul yang bisa ngeladeni permintaan kami kalau yang tidak ya Saya pindah ke bakul lain Jadi sampai sekarang ya sudah puluhan tahun ya kami bekerja sama dengan para bakul ini termasuk bakul sayur mayur bakul ayam kayak gitu terus bakul palen-palennya kayak beras gula minyak itu juga ada punya bakus sendiri semua bisa melayani permintaan kami kan setandarnya kita kan sudah punya standar sendiri kalau karyawan sekarang kan kita siift ya Mas dari pagi ada sampai jam .00 sampai jam . siang bukanya Lalu ada lagi buka jam . sore sampai jam 9.00 malam Jadi kami ada sekitar 15 karyawan ya dulu Ibu saya itu pada awal-awal saya bantu-bantu ya Mas masih ada busu Mirah pada waktu beliau itu saya minta begini Bu kenapa tidak beli lokasi yang di tengah kota nak mau katanya uangnya tidak nutut terus dia mau kenapa ndak pinjam bank saya kan mengusulkan begitu ngak mau saya mikir hutang lalu saya sempat juga berangan-angan Andai nanti sopsumira punya lokasi sendiri ya dipicu juga dari komentar-komentar pelanggan Mas kenapa usaha segede ini belum punya lokasi sendiri semacam kayak gitu Kenapa kok Nak berusaha pinjam bank kan penak anu gitu tapi ya Saya mikir juga ya kami berhitung juga dari sedikit tabungan ditambahkan lalu bisa punya usaha seperti ini bertahap Mas awalnya cuma beli tanah aja lalu kita renov pelan-pelan Bu sumira sendiri kan juga punya tabungan ya sedikitlah celengan lalu diberikan ke saya untuk buat Depot termasuk ini ini tinggalannya buah [Musik] juga kalau digitnya sehari ya sekisaran 2 sampai 3 juta pas ramai Ya lumayanlah bisa 150 mangkok Kalau sepi ya enggak sampai 100 kemarin pas pandemi itu semua kan gak ada yang berani keluar ya Mas ya sampai saya juga merumahkan karyawan juga pada waktu itu masih di Kauman ya karyawan saya masih 8 orang jadi masuk dua hari sekali Giliran dibagi anak depan dua anak belakang dua-dua bergilir masuknya ya tetap mereka saya gaji tetap tapi ya harus libur 2 hari itu tanpa gaji tapi tetap saya kasih beras Mas saya kasihan masalah laukpuk nanti mereka Terserah yang penting kalian dapat beras gak lapar gitu aja itu sepi sekali kita Gak cuma menyembelih ayam 4 l ekor sehari lakunya juga karena ada bantuan kurir itu jadi pembeli itu cuma telepon pesan gitu aja Kalau enggak ya Wa di kurir pesan gitu aja minus saya bayar listriknya ambil tabungan cuma bisa makan gitu aja sosmet Itu sangat-sangat membantu sebelumnya memang sudah ada ya kayak youtuber itu sudah ada beberapa lalu liputan juga pernah sejak pandemi itu SOS kan naik ya mas karena orang jarang keluar rumah ya semua beraktivitas lewat SOS pindah ke sini itu posisi masih pandemi tapi sudah menjelang moling jadi waktu itu kita dibantu juga ya kayak panjenengan itu vogerv-vlogger kayak gitu youtuberyoutuber ya alhamdulillah lalu anak saya kan mulai sudah selesai kuliah bikin Instagram [Musik] Bu Sumirah itu beliau kan single parent Jadi Bapak saya itu meninggal tahun6 saya masih TK pada waktu itu lalu Beliau berusaha bangkit sendiri berjuang sendiri dari nol juga dari sewa warung kecil masih kayu rumah kayu belumbok juga samp bisa membuat rumah tinggal sendiri sampai punya tabungan sampai bisa pindah ke warung yang lebih layak Lebih bagus lebih bersih beliau adalah sosok ibu yang mandiri bijaksana sabar sabar juga ke karyawan sabar juga ke pembeli maka saya agak sedikit kayak gimana gitu kadang dengan pembeli yang ngwel Ya maklum masih muda waktu itu nah sekarang saya juga belajar banyak maklum kita sebagai PJ ya harus tap melay Apun permintaan pembeli pesan yang paling saya ingat samp sekarang Bu itu beresansen susah-susah intinya harus banyakersukur [Tepuk tangan] saya perenah sendiri diajak ke mana-mana jadi ya sangat kehilangan pada waktu itu meskipun sudah punya suami semya anak tetap tetap apa kehilangan Ibu pada waktu kecil tuh masih belum punya bakul tetap ya belanja itu kan ke pasar naik becak saya ikut belum berangkat sekolah subuh gitu bangunin diajak ke pasar karena ya pembantu masih sedikit ya belum ada yang ngasuh jadi diajak ke pasar waktu pasar wagedi bangun itu pindah ke pasar sore yang utaranya stasiun itu Pasar Sayur sore pindah ke situ ya sore diajak belanja mengenang banget gu ya banget panutan Mas E begini karena cara berpikir orang dulu zaman sekarang itu kan beda ya Mas Kalau orang sekarang itu lebih berani menghadapi tantangan ya kalau dulu kayak untuk beli lokasi usaha sendiri aja takut kan Bu sumira kalau anak saya mungkin ya nantinya tinggal melanjutkan aja ya Mas Semoga nanti dia bisa eksis dan bertahan Yang penting kan cara melayani pembeli harus tetap baik mempertahankan kualitas bahan-bahan makanan bahan-bahan masakannya untuk soksumira mempertahankan cita rasa pelayanan harus ditingkatkan juga seperti itu kemarin dibantu seorang teman yang kebetulan kenalan dengan tidak sengaja saya dibantu meresepkan barangkali nanti ssira berkembang ke luar kota kayak semacam itu ya nanti kalau ada rezeki misalkan pengin buka usaha di kota besar atau kota wisata Saya sudah punya bekalah cara menghitungnya sudah diajari mimpi saya yang belum kesampaian itu pengin buka usaha di luar kota terutama Kota Wisata kemarin tuh ya ngomong-ngomong sama keluarga pengin ke Malang dulu sekarang kompetitor di Tulung Agung juga banyak kan makin banyak bermunculan resto-resto depot-depot kulineran-kulineran pas lokalan ya namanya persaingan dagang ya tetap Mas ya namanya tapi Rezeki itu tetap orang punya rezeki masing-masing ya Mas Jadi saya tetap percaya diri pasti masih ada yang pelanggan-pelanggan setia kayak getok tular jadi oh loh aku tahu maam nang kono enak gitu Ada temannya yang direkomkan oh makan di sini karena sering-sering kali memang begitu sadaku saya dikasih tahu teman saya lagi berkunjung ke Tulung Agung jangan lupa makan di sini kayak gitu bahkan kalau ada pelanggan kami datang ke kemari terus dia ada yang tanya Bu kuliner mana aja ya maunya yang seperti apa kalau daging kambing olahannya begini-begini di sana di sana yang recommended kayak gitu kalau kasnya Tulung Agung semacam lodo sumpil tahu lontong Kak itu di sana di sana saya selalu memberi rekom karena Ya saya pikir dengan begini kan nanti Tulung Agung jadi bisa hidup dan berkembang gitu termasuk pariwisatanya juga kalau piknik ke sana Bu kebun belimbing ke sana momen istimewanya ya kalau pas rameai-ramai gitu anak-anak kerjanya kompak kayak gitu tidak ada kesalahan melayani pembeli kayak gitu tuh puas mas rasanya marem banget kayak gitu pada waktu itu kan kuliner belum jadi tujuan wisata orang sekarang berpikir bahwa sabtu minggu itu healing wisata baik wisata jalan-jalan dan wisata kuliner itu sebuah kebutuhan untuk orang sekarang kalau dulu tidak Mas orang makan itu ya hanya untuk makan dan memenuhi rasa lapar karena kebutuhan hidup sekarang gak jadi pelanggan saya sekarang justru anak-anak muda kayak panjenengan itu sama keluar warga bersama teman saudara tu di hari sabtu minggu itu rata-rata rombongan [Musik] keluarga kalau dulu zaman anak saya masih kecil Saya liburannya ya setelah lebaran mas setelah lebaran itu kukatan itu kan kita memang libur kalau Lebaran kan kita buka dari H1 setelah salat itu kita buka nanti sampai hari keenam hari ketujuh sudah libur lah itu baru dolan lah istilahnya sekarang sudah mulai banyak yang saya kasih pelajaran untuk bisa melayani membuat jadi ya alhamdulillah saya lepas pelan-pelan bisa saya jauh lebih santai sekarang ini menjelang autopilot kalau kiat untuk para pelaku kuliner baru ya mas ya itu harus bertahan jadi harus konsisten jangan jualan tidak jualan tidak kayak gitu kalau ada saran-saran dari para pelanggan atau pembeli baru apapun sarannya itu ditampung dan dipikirkan karena pelanggan juga banyak mau juga kan mana yang pas itu nak semua harus direalisasikan terutama harus Fik gitu loh Mas jangan mudah menyerah kalau pengin eksis ya tetap inovatif juga inovatif tidak harus merubah menu misalkan merubah pelayanan merubah kemas itu yang untuk berkemasan kalau untuk Depot ya harus meningkatkan pelayanan kebersihan terutama saya Yuli dari sopayambumira mengucapkan terima kasih sudah diberi kesempatan untuk berbicara menyampaikan pengalaman saya semoga bermanfaat untuk semua Terima kasih asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam Mas