Transcript
mMzfo9nCZyg • Mantan Atlet Sepak Bola Banting Setir Produksi 200 Lusin Baju/hari, Omset Ratusan Juta!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/PecahTelur/.shards/text-0001.zst#text/0354_mMzfo9nCZyg.txt
Kind: captions Language: id [Musik] saya itu dulu SMP kelas 2 itu sudah mewakili Provinsi Kalimantan Utara Mas di piala suratin Jakarta Saya juga punya Mas buku panduan dari internasional dari indrafri langsung Tanda tanganri itu langsung diberikan pada ayah saya itu juga punya jadi pewaris itu berat Mas jadi pewaris itu gini ketika kita sukses kita ke pearis tapi dia ketika kita gagal kan menjadi cerita ibaratnya kan gitu saya itu pernah Mas dapat omongan itu gini kamu apa mau nasibmu seperti orang tuamu Posisi saya itu gagal di sepak bola baru belajar mengembangkan usaha orang tua saya diberi omongan seperti itu mas berbisnis itu tidak hanya memikirkan kita mas kita berbisnis itu juga memikirkan orang-orang yang bekerja pada kita Saya yakin barang itu semua itu ada customernya jadi jangan tak takut untuk memulai Semua usaha jika pemasarannya belum tahu gitu harus kita berani mencoba mas karena kalau kita enggak mencoba kita enggak enggak bakal tahu apalagi seperti saya dulu Enggak punya ilmu masih istilahnya media sosial juga enggak enggak jago patokan kita sukses itu bukan dengan kesuksesan orang lain karena kita berawal dari keluarga yang beda-beda proses yang berbeda-beda jangan pakai tolak ukur suukesan itu dari kesuksesan orang lain [Musik] asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh nama saya Muhammad Fajar muklisin beralamatkan di desa sobontoro Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung usaha saya berada di bidang tekstil produksi celana dalam anak dewasa kaos-kaos dalam seperti itu Jadi saya dulu pikrnya itu atlet lah saya mendapat tawaran dari ayah untuk melanjutkan usaha konveksi ini waktu itu usaha konveksi ini sangat Don Mas karyawannya cuman tinggal satu di gudang ini saya niatkan untuk membantu orang tua dari pertama jadi saya ingin konveksi Kartika ini bisa kembali Jaya kayak dulu soalnya dulu juga pernah berjaya mempunyai puluhan karyawan dan bisa kirim-kirim barang memiliki customer di luar pulau di luar daerah juga mah pernah suatu ketika itu karyawan itu tinggal satu Mas pada saat itu waktu kuasa mau lebaran pesanan itu enggak ada sama sekali mas sampai kita itu karyawan satu dan ada tiga penjahit luar itu enggak ada yang dikerjakan sampai-sampai itu mbak-mbak yang kerja di sini tinggal satu itu saya ajak bikin opak itu mas agar yang kerja itu tetap bisa kerja tahun 2019 waktu mau covid Alhamdulillah dengan berjalannya waktu covid itu penjualan semua kan berhenti loh Mas itu Alhamdulillah itu saya memiliki inovasi untuk membuat masker Mas dari situ ada sekitar mungkin tiga atau empat karyawan kita bikin masker Alhamdulillah laris Mas di situ jadi biaya operasional dari konveksi itu bisa tercover 100% dari penjualan masker jadi kita jual ke retail-rtaail aksesoris Tulungagung ini terus alhamdulillah juga dapat tender dari provinsi untuk bantuan Alhamdulillah tetap bekerja Mas konveksi Kartika ini memang belum menjadi konveksi besar cuman Alhamdulillah konveksi KK terus berjalan Mas ibaratkan lumintu tahun 2000-an itu sempat berj ya Mas konveksi ini dalam segi penjualan orang tua kan tidak begitu mengenal media sosial Nah akhirnya itu mungkin ya kalah besaing gitu Mas Jadi barang-barang yang sekarang lagi jalan gitu barang yang seperti apa itu mungkin kuranglah kurang mengerti keadaan pasar gitu Mas jadi akhirnya tertinggalah istilahnya seperti itu Sampai pernah mengalami sepi pelanggan Terus akhirnya karyawan juga akhirnya kan ya pada pergi kan Mas soalnya kan ya itu tadi penjualan gak maksimal istilah nya di situ kalau saya kan sebagai Istilahnya membantulah ya kayak mesin rusak seperti itu mas ya mesin rusak itu saya harus bisa nangani juga Mas sedikit-sedikit juga Har kan karena di konveksi ini sering sering terjadi kan Mas mesin rusak kita harus belajar di situ nanti saya juga mengantar barang-barang yang ada di luar seperti penjahit-penjahit luar itu juga saya yang mengantar terus penjualan itu juga saya Mas Mulai dari Papua sampai Sumatera sudah ada Mas jadi di Papua juga ada Sumatera juga ada Surabaya ada di Jawa Tengah juga ada di Jawa Barat juga ada hari itu ya hampir 200 lusin Mas itu masih kurang mas sebennya jadi saya itu juga ngambil dari luar juga jadi saya ada teman-teman konveksi-konveksi luar itu yang saya ambilin garapannya juga untuk memenuhi customer saya satu colol itu mas satu karung besar itu loh mas omsetnya itu 1 bulan itu sampai R150 juta marginnya kecil Mas perlusin itu cuman kan kita kan mengambilnya bukan bukan dari perlusinnya itu kali berapa istilahnya gitu mas seumpama Kayak jual 1 hari bisa 200 dosen gitu Mas ya kita marginnya 5.000 nah itu 5.000 dikali 200 seperti [Musik] itu saya itu berawal dulu itu lewat marketplace Mas Jadi saya dulu itu belajar marketplace pertama itu ikan mas saya itu pernah jualan ikan gobi Mas dulu rameai-ramainya ikan hias itu waktu covid itu saya jualan ikan gobi itu di media sosial gitu Mas terus bisa ketemu orang-orang luar itu Oh ternyata rasanya kita berkomunikasi dengan luar secara langsung seperti ini oh mengenali karakter-karakter orang-orang Seperti apa k gitu Saya mulai dari jualin uang ikan gobi Saya belajar dulu itu bisa enggak sih konveksi ketika ini juga mencari Customer dari marketplace juga akhirnya saya mencoba posting-posting pertamanya itu ya enggak ada yang komen enggak ada yang tertarik juga tapi saya yakin barang itu semua itu ada customernya jadi jangan takut untuk memulai Semua usaha jika pemasarannya belum tahu gitu harus kita berani mencoba m karena kalau kita enggak mencoba kita enggak enggak bakal tahu apalagi seperti saya dulu Enggak punya ilmu masih istilahnya media sosial juga enggak enggak jago jadi online saya jalankan konvensional juga saya jalankan n nanti kan rezeki kan gak tahu mas kita datangnya dari mana gitu orang Bandung itu beli dengan jumlah itu sekitar r juta masmas itu saya sangat-sangat ingat ibaratnya saat Membekas waktu itu enggak apa-apa sekarang masih bisa segini dulu itu waktu saya merintis usaha ini setelah Subuh itu saya antar jemput garapan itu ngobrok mas saya pai monotor umur 19 waktu pulang dari Palembang sepak bola terus saya itu sering ketemu konveksi-konveksi besar yang kirimnya itu satu pick up penuh gitu Mas terus saya di sit itu tu istilahnya melongsol lah Mas Ya Allah kok dulu orang tua saya bisa Jaya sekarang kondisi seperti ini saya dengan melihat orang-orang seperti ini ya Allah Kembalikanlah karena saya tu kan kirimnya cuman berapa tali berapa tali gitu kan Mas julu di sini itu tapi alhamdulillah dengan kita selalu mendekat sama Allah mas kita berdoa Kita berusaha Alhamdulillah Allah memberi lebih lah jujur kayak enggak percaya gitu kok orang kok mau kok bisa percaya sama saya saya itu cas Mas kalau konveksi-konveksi lain itu ngasih tempo Mas jadi ngutangi ibaratnya saya enggak mau Mas ada uang ada barang saya juga enggak resiko ditipu orang pembeli itu ya mau saya kirim itu tak video jadi orang itu yakin Mas sama saya dan akhirnya sampai sekarang ya alhamdulillah ya berjalan seperti itu jadi Ketika saya itu memutuskan berhenti dari sepak bola saya dan jujur karena saya itu sudah hampir 10 tahun itu mencita-citakan menjadi pemain sepak bola setelah Lus SMA itu saya enggak punya pikiran untuk kuliah pikiran untuk bekerja menjadi pengusaha itu belum saya itu dulu SMP kelas 2 itu sudah mewakili Provinsi Kalimantan Utara Mas di piala suratin Jakarta saya di situ juara 4 terus Saya juga mengikuti piala suratin juga waktu SMA u-17 Kalau enggak salah di mahguharjo itu saya mewakili Kalimantan Barat Mas saya juga pernah melinguti seleksi Bali United dari hampir 1000 peserta saya itu masuk 100 besar Mas itu itu bukan cuma dari Indonesia Mas dari Malaysia dari Jepang jadi saya benar-benar dulu itu all out Mas saya juga punya Mas buku panduan dari internasional dari Indra Safri langsung itu ada tanda tangan Indra Safri itu langsung diberikan pada ayah saya itu juga punya jadi sejauh itu jadi ibaratkan kata itu Saya dulu Enggak punya pikiran lain selain pengin jadi main sepak bola se k infeksi ini juga saya tuh Enggak nyangka gitu loh Mas enggak ada kayak pemikiran itu saya yang meneruskan itu juga enggak ada karena saya orientasinya sudah ke menjadi main sepak bola dulunya belelum covid itu saya di Palembang juga itu mas saya di psad psad Sumsel saya banyak diberi masukan-masukan Mas di sana itu sama TNI TNI itu ketika mau covid itu ada tawaran Mas dari klub Jakarta Barat jadi saya disuruh terbang ke sana mengikuti turnamen lah istilahnya di situ juga hampir 4 tahun mas saya sudah vakum dari sepak bola soal ya karena saya ada riwayat cidera juga Mas cidra lutut jadi saya takutlah Mas takut kalau terjadi lagi sedangkan kita enggak bisa bekerja Mas nanti kalau kan harus rest kan Mas itu harus rest berminggu-minggu sangat putus asa Mas saya itu sempat itu enggak bisa berdoa mas karena saya bingung Mas apa yang saya Rintis sejak SD terputus di sini kayak enggak percaya gitu loh Mas itu menjadi titik baliklah Mas dari saya dulu yang all out untuk pengin menjadi main sepak bola akhirnya melanjutkan usaha orang tua yang dulu pernah Don gitu saya tuh juga pernah Mas ditawarin sama kakak Sudahlah kuliah aja bisnis itu nanti pasti mau pegang Tapi saya di hati gini Mas usaha itu ibaratkan tanaman Mas Jadi kalau dibiarin istilahnya UD Hampir mati enggak dipupuk enggak disiram pasti mati Mas istilah dipupuk itu kita belajar apapun bisa mas jadi usaha itu kayak saya tuh enggak harus belajar dari bidang usaha konveksi juga enggak bisa kita belajar dari bidang usaha kuliner Kita bisa belajar dari bidang online Seperti apa ya pemasarannya orangang-rang Kok bisa menemukan customernya terus seperti apa ya membentuk usaha ini agar usaha ini kuat dalam artian kuat mulai hulu kehilirnya kita tahu Oh Ternyata harus telaten Oh Ternyata kalau belum up gitu kita enggak bisa untuk meninggalkan usaha ini seperti itu mas kalau saya itu dan saya di situ juga janji sama mas kakak saya itu wis to ketika usaha ini berjalan saya juga kuliah Jadi saya sekarang itu ya menjadi pengusaha menjadi seorang ayah menjadi mahasiswa akhirnya memutuskan kuliah juga ketika usaha ini sudah mulai stabil bisa ditinggalah Maksudnya ditinggal kan enggak setiap saat menangani usaha ini [Musik] yangemtivasi saya pertama orang tua mas saya itu dekat sama orang tua jadi sering kayak bicara-bicara tentang bisnis-bisnis itu sama orang tua jadi diceritakan dulu ayah gini dulu Ibu pernah berjalan seperti ini itu mengakar lah kalau saya mau istilahnya mau putus as lah ibaratkan teringat perjuangan orang tua dulu yang kedua itu yang memotivasi saya itu adalah satu mentor Mas Ketika saya ada problem pasti saya diberi pejangan diberi masukan dan itu Alhamdulillah saya praktikan itu ada hasilnya lah Mas gitu zaman sekarang itu yang dilihat itu yang sukses-sukses aja cerita yang enggak sukses itu kan juara orang mau mau belajar dari orang yang tidak sukses menjadi sukses itu kan juara Jangan pernah kita mengecewakan orang siapapun mas kita enggak tahu nanti di situ ada rezeki kita enggak gak amanah dalam bisnis itu itu nanti bisa menjadi sebab usahanya itu kurang lancarlah istilahnya patokan kita sukses itu bukan dengan kesuksesan orang lain karena kita berawal dari keluarga yang beda-beda proses yang berbeda-beda jadi jangan pakai tolak ukuresksesan itu dari kesuksesan orang lain yang penting itu gini Mas kita itu mampu melakukan hal-hal kecil itu sebaik mungkin Insyaallah ketika kita melakukan hal-hal kecil itu sebaik mungkin nanti ketika Allah memberikan sesuatu yang besar itu kita mampu untuk yang terbaik gitu Mas yang pertama itu telaten Mas di usaha itu harus telaten kayak saya dulu itu juga malas mas sebenarnya kayak bangun pagi ngantar garapan setiap hari itu Mas juga malas tapi ya namanya kita kita ingin kesuksesan toh Mas kita kalau kita enggak ditelateni hal-hal kecil itu tadi kita kan untuk menjadikan hal besar kan sulit [Musik] Mas kalau saya dianggap pewaris itu juga setuju sih mas Tapi yang terpenting itu dari itu semua itu adalah relasi Mas saya saya emang pewaris pewaris itu juga dilihat lagi mas kita bisa enggak memberi impact kepada usaha yang diwariskan ke kita ibarat bunga kita bisa enggak membesarkan apa Malah nanti mati dipegang pewarisnya kan kita enggak tahu jadi pewaris itu berat Mas jadi pewaris itu gini ketika kita sukses kita dianggap pewaris tapi dia ketika kita gagal kan menjadi cerita ibaratnya kan gitu kita ya sebagai pewaris itu juga perlu ilmuah mas jadi ilmu untuk mengembangkan karena kan metode zaman dulu sama zaman sekarang kan berbeda kan Mas dulu Enggak ada online sekarang kita saingan di online itu juga berat saya itu pernah Mas istilahnya dapat omongan itu gini kamu apa mau nasibmu seperti orang tuamu Posisi saya itu gagal di sepak bola baru belajar mengembangkan usaha orang tua saya diberi omongan seperti itu Mas itu salah satu menjadi acuan Mas buat saya jadi saya itu ketika itu tuh kayak saya tuh menyalah lah Mas istilahnya itu harus membuktikanlah bahwaanya usaha ini tidak bisa dianggap remeh seperti itu itu waktu itu emosi banget Mas saya J ketika turun itu jalan keluarnya itu bukan menyerah Mas tapi untuk belajar terus kita intropeksiah apa yang membuat kita lagi turun Apakah kita kurang beramal Apakah kita kurang mendekat pada Allah apa Apakah kita perlu belajar mungkin skill-skill yang belum kita kuasai seperti itu Mas kan buahnya paling menyenangkan ketika melihat usaha ini jalan bisa bermanfaat bagi banyak orang dan alhamdulillah usaha konveksi Kartika ini Barokah Mas bagi orang-orang jadi usahanya bukan cuman ada di sini jadi saya juga buka usaha di keras juga berbisnis itu tidak hanya memikirkan kita mas kita berbisnis itu juga memikirkan orang-orang yang bekerja pada kita ketika kita itu kan namanya pengusaha ya naik turun kan mas ya Terus namanya pengusaha itu juga kadang ada saingan dalam arti problem di customer apa gitu penjualan kita itu kan Ya berimbas lah Mas di situ nah kalau kita itu ibaratnya tidak memikirkan karyawan itu kita ketika berada di titik rendah itu kita anu libur Mas diliburkan orang tapi kalau di sini itu Alhamdulillah itu enggak pernah libur Mas jadi setiap hari itu pasti masuk Pas kita usahakan sebagai ownernya itu sebagaimanap pun masalah ada problem apapun itu karyawan itu jangan sampai berimbas jadi kita kasih garapan terus itu entah apa yang dikerjakan itu kita Usahakanlah di situ dari hasil yang digarap itu tadi kita gajiannya mingguan Mas jadi setiap minggu itu orang-orang yang bekerja itu bisa mendapat gaji nah kasihan Mas kalau nanti orang gajinya mingguan terus diliburkan gitu kan di kasihan dalam hatian gitu jujur itu saya enggak berpatokan kepada banyaknya karyawan tapi yang saya utamakan itu setiap hari mbak-mbak itu harus bisa bekerja nanti seumpama kita banyak karyawan Tapi bekerjanya seminggu tiga kali seminggu empat kali kan kasihan Mas Daripada kita mencari banyak kerja dalam arti nanti libur Nanti anu kita maksimalkan yang ada Mas sekarang itu sekitar 14 orang Mas yang bantu termasuk yang di cabang yang ada di keras itu sekitar 15 orang yang berada di usaha konveksi Kartika ini untuk anak-anak muda harus semangat terus jangan pantang menyerah sabar nanti Insyaallah kesuksesan pasti berada di situ saya Muhammad Fajar mukrisin honer dari konveksi Kartika wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh