Transcript
7H2Vb8AZWTQ • Pria Lulusan SMP, Sukses Beternak 500 Sapi & Bertani Nanas di Lahan 300 Hektar!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/PecahTelur/.shards/text-0001.zst#text/0343_7H2Vb8AZWTQ.txt
Kind: captions
Language: id
[Musik]
jadi saya sekolah cuma lulus sampai SMP
aja saya itu pengin banget membuktikan
bahwasanya meskipun saya cuma lulusan
SMP saya enggak berpendidikan kasarnya
saya ini bodoh tetap punya kesempatan
untuk
maju kalau untuk peternakan kita ada
sapi itu sekitar 500 ekor Mas kalau
untuk perkebunannya Ya kurang lebih
sekitar 300 hektaran lah Mas Jadi kalau
untuk sapi Mas ya dari 500 ekor itu kita
untuk memenuhi biaya pakan terus gaji
karyawan itu per bulan itu
pengeluarannya pengeluarannya paling
enggak sekitar 500 sampai 600 juta Mas
jadi dari pengeluaran 600 juta itu sudah
70%-nya dicover sama penjualan bubuk
cair sama penjualan susu jadi saya
nambahnya pun juga enggak enggak terlalu
banyak mungkin antara 200 sampai R150
juta per bulan itu nanti tertutupnya
waktu kita jual sapi itu tiap 4 bulan
sekali kita
[Musik]
keluarkan nanas itu kan enggak ada
musimnya Mas ya dalam sehari kita bisa
panen 1 hektar mas kurang lebih kalau
kita tanamnya itu sekitar 75.000 batang
nanas karena namanya tanaman pasti ada
yang mati yang mati itu paling enggak
sekitar 10% 1 hektar itu kita bisa panen
biasanya antara r5.000 sampai
[Musik]
67.000 Menurut saya itu usaha yang
berhasil itu ya usaha yang dijalankan
bukan usaha yang ditakuti bukan usaha
yang dikhawatirkan bukan usaha yang
dipikirkan tapi yang penting jalan aja
dulu apakah nanti enggak ada resikonya
pasti ada tapi ya nanti kita selesaikan
nanti
[Musik]
asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh Nama saya Muhamad alamat nya
di Dusun Mangunrejo Desa pranggang
Kecamatan plosok Klaten kabupatennya
Kediri kita ada usaha di peternakan Mas
ya peternakan tapi kita integrasikan
dengan perkebunan perkebunan nanas
selebih tepatnya kalau untuk peternakan
kita ada sapi itu sekitar 500 ekor Mas
kalau untuk perkebunannya Ya kurang
lebih sekitar 300 hektaran lah Mas Seca
ngelolanya ya kita melibatkan warga
sekitar karena sebenarnya usaha utama
saya bukan di situ Mas tapi di properti
Kebetulan saya juga developer Perumahan
jadi awalnya gini Mas beberapa tahun
lalu kita kan sempat kena wabah PMK mas
ya Terus warga sekitar di sini banyak
yang jadi korban PMK Mas ternaknya
banyak yang meninggal akhirnya mereka
bingung mau kerja apa akhirnya Pergi ke
saya minta untuk kerja karena kebetulan
keahliannya di peternakan Akhirnya saya
buka peternakan itu ya tujuannya agar
warga sekitar sini yang terutama
korban-korban PMK itu bisa ada pemasukan
bisa ada kerjaan lagi kita berdayakan
ada yang kita kerjakan di kandang ada
yang di perkebunan untuk men-support
usaha properti saya di sekitar sini
kebetulan saya juga buka pabrik Mas jadi
pabrik galvalum pabrik genteng pabrik
puffing pabrik bat ringan kita bikin
sendiri ya yang kerja juga orang-orang
sekitar
[Musik]
sini kalau awal awal usahanya saya itu
di di properti itu dulu sebagai
kontraktor dulu mas setelah jadi
kontraktor menguasai akhirnya kita buka
jadi developer sendiri Kita bikin
Perumahan sendiri kalau masalah
ngumpulin uang seb banyak itu dari mana
sebenarnya kalau dari bisnis usaha
wirausaha kayak gitu itu modal utamanya
itu bukan bukan seberapa banyak uang
kita Mas tapi kepercayaan karena
ibaratnya gini kalau kita bisa dipercaya
pegang R juta pasti besoknya dikasih
pegang R juta 10 juta bisa dipegang 100
juta dan itu tanpa kita sadari kan sudah
jadi modal kita kepercayaan itu penting
makanya sebisa mungkin kita harus jaga
kepercayaan dari orang karena itu modal
paling penting menurut saya Apalagi
wirausaha kayak saya modalnya cuman
kepercayaan dari mana pun itu termasuk
dari teman dari orang kita harus sesuai
harus konsekuen dengan apa yang yang
sudah kita janjikan orang pertama yang
mempercayai saya di properti itu saya
sampai sekarang saya masih kerja sama
itu namanya Haji Yusuf Haji Yusuf itu
dia usahanya toko material dan galangan
Mas saya ingat waktu itu awal mula jadi
kontraktor itu P enggak ada beliau yang
yang percaya untuk ngasih pinjaman dulu
jadi aku ambil materialnya dulu bayarnya
belakangan dulu nominal masih belum
terlalu besar Mas dulu beliau mungkin
berani ngasih pinjam saya itu cuman di
nominal r0 juta tapi karena saya selalu
tepat waktu pembayaran sesuai dengan apa
yang saya janjikan akhirnya kan seiring
meningkatnya kepercayaan otomatis
nominal material yang dipinjamkan ke
saya meningkat Jadi kalau Mungkin awal
awal dulu waktu jadi kontraktor cuma
bisa bangun 5 rumah 10 rumah terus
meningkat bisa jadi ratusan rumah bangun
rumah Eh Alhamdulillah perkembangannya
pesat dan saya kerja ini juga enggak
sendiri Saya berdua sama adik kandung
saya kebetulan ee saudara saya cuma saya
sama adik saya jadi kerja juga berdua
apa-apa dikerjain berdua kalau untuk
bagi job kita selalu juga enggak pernah
perhitungan masalah job ya Siapa yang
longgar dikerjain masalah profit juga
kita enggak pernah hitung-hitungan
masalah profit Jadi apa yang saya punya
apa yang dia punya itu milik bersama Mas
jadi kita enggak pernah ngomongin
masalah ini bagianmu ini bagianku Enggak
aku butuh tak pakai dia butuh ya Dipakai
misalnya pun ada kelebihan di saya yang
makan juga saudaranya ada kelebihan di
dia yang makai juga keponakan saya jadi
kalau masalah profit kita enggak pernah
enggak pernah hitung-hitungan profit
jadi dapatnya berapa yaitu punya kita
berdua kalau masalah keuangan kita sama
sekali enggak pernah berantem kalau
tukar pendapat beda pendapat itu hal
yang wajar mungkin ada misalnya kalau di
properti ya mungkin ada beli lahan
misalnya menurutku lokasinya bagus
menurutku lokasinya prospek Tapi menurut
adikku enggak terlalu ya mungkin
perselisihannya cuma di situ aja sih
kalau masalah ilmu itu sebenarnya kalau
dikatakan awalnya dulu saya masuk di
properti itu itu punya ilmu enggak juga
Mas Jadi saya itu cuma yang penting
jalan aja dulu waktu itu sekarang Kalau
ngomongin ilmu Mas sama saya sekolah
cuma lulusan SMP ilmu apa yang dipunya
anak SMP modalnya cuma itu tok nekad
sama konsekuen sama orang yang percaya
sama kita pegang janji kita itu aja
sudah kalau masalah kendala di lapangan
beneran Mas aku enggak ada ilmunya sama
sekali waktu itu jadi yang penting sudah
jalan aja dulu Mungkin karena saya bodoh
ya jadi enggak mikirin resiko enggak
mikirin apa Wis yang penting jalan aja
dulu Nanti kalau ada resiko ya
[Musik]
diselesaikan jadi saya kalau ingat jadi
agak sedih orang tua saya almarhum Bapak
saya itu meninggal itu meninggal itu
karena jatuh dari pohon durian Mas itu
wtu saya masih kecil SMP almarhum Bapak
saya itu dulu kerjanya tukang panjat
kelapa mas kalau musim durian buruh Nali
durian durian kalau udah agak tua itu
kan ditali itu lah beliaunya buruh
nali-nali durian kayak gitu waktu kerja
Nali durian itu jatuh Mas dari pohon
durian dan nama IBS itu saya ambil dari
nama beliau Nama beliau itu irfai mas
makanya merek usaha saya saya kasih nama
irfai berkah Sejahtera jadi disingkat
IBS dan setelah Bapak saya meninggal ya
saya enggak bisa ngelanjutin sekolah Mas
Jadi saya sekolah cuma lulus sampai SMP
aja setelah itu ya kerja seadanya Mas ya
Kerja di kebun ya kuli bangunan
apapunlah waktu itu untuk nyambung hidup
tapi ya Alhamdulillah sekarang sudah
lebih enaklah lumayan 24 tahun yang lalu
sudah meninggal ya pernah ikut orang
apapun Kerjaan saya kerjakan yang
penting halal dapat uang saya kerjakan
Ibu sejauh ini selama ini itu ee
beliaunya selalu support apapun yang
saya kerjakan dan adik saya kerjakan itu
selalu support selalu bantu doa ya
karena saya basicnya dari anaknya orang
enggak punya Mas jenengan bisa bayangkan
kalau anaknya buruh panjat kelapa sama
tukang n Nali durian itu kayak gimana
sih dan yang jadi pelecut saya itu terus
terang ya karena saya cuma lulusan SMP
saya itu pengin banget membuktikan
bahwasanya meskipun saya cuma lulusan
SMP saya enggak berpendidikan kasarnya
saya ini bodoh tetap punya kesempatan
untuk maju waktu kecil y enggak kebayang
Mas apalagi Setelah meninggalnya bapak
saya Itu waktu itu Ya waktu itu tuh saya
sudah kayak orang hilang arah patah
semangat Mas ya kayak-kayak masa depan
itu sudah gelap banget kayak gitu Mas
tapi Seiring berjalannya waktu ya Saya
berusaha meyakinkan diri sendiri
meskipun enggak berpendidikan enggak
punya bekal pendidikan enggak punya
ijazah Aku yakin bisa waktu itu yang
yang jadi pelecut semangat saya terus
terang saya sering lihat Bob Sadino Mas
almarhum kalau beliau ngomong itu
kayak-kayak kan semua orang itu punya
kesempatan yang sama untuk sukses jadi
dari dari ngelihat Bob Sadino baca-baca
artikelnya Bob Sadino yaitu yang jadi
penyemangat saya bahwasanya membuka mata
saya bahwasanya untuk sukses itu enggak
harus berp pidikan untuk sukses itu
enggak harus pintar sama enggak peduli
itu yang enggak sekolah luluslulus SD
lulus SMP ataupun yang sarjana semuanya
punya kesempatan yang sama untuk untuk
sukses mungkin sampean juga pernah baca
pernah pernah dengar ya apa wawancaranya
Bob Sadino kan isinya seperti itu
bahwasanya semua orang punya kesempatan
yang samal untuk sukses dari situ titik
balik Saya ketakutan kekhawatiran itu
Ada mas tapi kalau kita terlalu khawatir
kita terlalu kalauu takut ya kita enggak
enggak melangkah-melangkah mas karena
menurut saya itu usaha yang berhasil itu
ya usaha yang dijalankan bukan usaha
yang ditakuti bukan usaha yang
dikhawatirkan bukan usaha yang
dipikirkan tapi yang penting jalan aja
dulu apakah nanti enggak ada resikonya
pasti ada tapi ya nanti kita selesaikan
nanti saya enggak kenal namanya
manajemen resiko mas karena basic saya
itu enggak enggak berpendidikan jadi
manajemen resiko itu saya saya Enggak
seberapa paham ya mungkin kalau aku
mikir ya itu mungkin malah jadi Salah
satu kelebihan saya jadi saya enggak
terlalu mikirin resiko Takutnya kalau
terlalu mikirin resiko nanti resikonya
gini gini gini malah enggak jalan-jalan
mikirin resiko terus jadi mungkin karena
kebodohan saya yang bisa bikin saya jadi
kayak sekarang aneh ya bodoh malah jadi
pernah Mas kalau jatuh pernah tapi ya ya
SEG segera bangkit jatuh bangkit jatuh
yang paling dalam itu apa mas ya kalau
selama hidup saya saya merasa paling
sedih itu ya ditinggal sama almarhum bak
Cak saya aja sih Karena waktu itu saya
sempat Don banget jadi masih SMP
ditinggal mati orang tua sudah dalam
pikiran saya sudah saya pasti enggak
bisa sekolah setelah ini dan ternyata
benar enggak bisa ngelanjutin sekolah
sampai Ibu saya itu setelah ditinggal
almarhum Bapak saya sempat jadi TKW Mas
di Arab Saudi itu titik terendah saya ya
mungkin karena kita sudah mikirin ke
depannya itu sudah kayak- kayak enggak
ada enggak ada harapan Mas sudah enggak
bisa ngelanjutin sekolah waktu itu
mindset saya kan waduh kalau enggak
sekolah apalagi cuman SMP itu mau jadi
apa itu titik terhendah saya kalau cuma
masalah jatuh usaha jatuh apa menurut
saya Ya ya ya enggak terlalu sedih
enggak terlalu saya pikirkan jadi
menurut saya apa yang saya lewati
misalnya saya jatuh sudahah Enggak saya
pikirin ya mikirin ke depannya aja cuma
untuk pembelajaran Lah kemarin jatuhnya
kenapa ya mungkin jatuh dulu waktu
mungkin masih umur-umur masih muda Mas
ya mungkin kita belum terlalu bisa
kontrol jatuhnya ya mungkin karena
hal-hal negatif ya mungkin karena
pergaulan tapi ya sudah saya enggak
enggak pernah ambil
[Musik]
pusing untuk peternakannya awal saya
buka itu populasinya cuma 85 ekor Mas
itu yang kerja masih sekitar 5 orang itu
belum terintegrasi dengan perkebunan
waktu itu jadi 80 ekor kita cuma
pelihara sapi aja kita hitunghitungitung
untuk biaya pakan biaya gaji anak buah
kandang itu kita Min Mas Terus akhirnya
aku berpikir ini gimana caranya biar
tetap bisa Survive peternakan ini bisa
ada keuntungannya akhirnya aku kepikiran
untuk ngolah pupuknya itu mas apa ah
limbah kotorannya sapi sama kencingnya
sapi itu akhirnya tak tampung tak olah
jadi cair tak coba waktu itu untuk
kebunku sendiri untuk pupuk tanamanku
sendiri yang belum Seberapa luas waktu
itu alhamdulillah ternyata hasilnya
bagus sekali Mas akhirnya dari situ aku
berpikir untuk tambah populasi sapi sama
tambah luas perkebunan setelah tak
tambah populasi sekarang ada sekitar 500
ekor Mas perkebunan juga tak perluas ya
alhamdulillah jadi sistemnya sudah
terbentuk ekosistem sendiri di
dipeternakan sama perkebunan itu jadi ee
limbah dari kotoran sapi saya olah jadi
buupuk cair nanti untuk mupuk di
pertanian nanti di pertanian panen
limbah pertaniannya kita kasih makan ke
sapi Jadi dari situ saya hitung-itung
karena dibantu dari limbah pertanian
otomatis biaya pakannya costnya turun
belum lagi kandang ada income dari
penjualan bubuk cairnya itu jadi Jadi
selain tak pakai untuk perkebunanku
sendiri Mas Alhamdulillah buupuk cair
banyak petani-petani yang sekarang pakai
karena sudah tahu hasilnya ternyata juga
sangat bagus kedua karena itu organik
dan bahannya dari kotoran hewan otomatis
e bisa meremajakan tanah lagi tanah
pertanian bisa bisa kembali subur Mas
Alhamdulillah sekarang sudah banyak yang
pakai petani-petani daerah sini jadi
kita ada income lagi dari penjualan
bubuk jahitnya itu Alhamdulillah
terpenuhi tapi ee Masih ada sisa juga
karena buktinya kita masih bisa jual ke
keluar ke petani yang yang maksudnya
bukan perkebunanku sendiri tapi petani
beli untuk dipupukkan ke kebun mereka
modal pertama itu 5 miliar mas karena
waktu itu untuk beli lahan untuk kandang
bangun kandangnya beli sapinya waktu itu
85 ekor 85 ekor kita kasih rata-rata
harganya R30 juta untuk beli sapinya aja
sekitar 2 M Seteng belum beli tanahnya
sama bangunnya ya sekitar 5 miliar waktu
itu mas kalau untuk perkebunannya ya
sebelum usaha sapi pun dikit-dikit sudah
ada mas kita untuk tabungan-tabungan
gitu ya Meskipun Enggak seberapa banyak
suka tok mas G nek
dukane Enggak karena artinya gini Tujuan
saya pertama itu ingin menyerap lapangan
pekerjaan di warga sekitar sini Jadi
sukanya itu kalau lihat mereka terima
gaji terus senyuman kebahagiaan itu saya
terus terang itu jadi penyemangat saya
kalau dukanya mungkin ya itu mas kalau
ya namanya hewan ya mungkin waktu hewan
sakit apalagi waktu itu masih awal buka
itu yang kandang populasi masih 85 itu
kita kan pengalaman juga belum terlalu
ada Mas Ilmu juga enggak ada jadi ya
sapi sakit kesehatannya sapilah terutama
yang bikin kita berat waktu itu karena
kali lagi saya masuk di peternakan sapi
juga enggak ada ilmunya sebenarnya yang
penting jalan aja dulu Nanti kalau ada
masalah ya diselesaikan nanti gitu aja
Jadi kalau untuk sapi Mas ya dari 500
ekor itu kita untuk memenuhi biaya pakan
terus gaji karyawan itu per bulan itu
pengeluarannya pengeluarannya paling
enggak sekitar 500 sampai 600 juta Mas
kalau perputaran uangnya dari r00 juta
itu karena peternakan kita enggak cuma
sapi daging Mas ya Jadi ada sapi perah
jadi kita nanti dibantu sama hasil
penjualan susu dari hasil penjualan susu
sama hasil penjualan bubuk cair Kenapa
hasil penjualan bubuk cair karena
meskipun bubuk cair itu nanti masuk ke
kebun saya Kebun saya ini harus bayar ke
kandang jadi dari pengeluaran 600 juta
itu sudah 70%nya dicover sama penjualan
pupuk cair sama penjualan susu jadi saya
nambahnya pun juga enggak enggak terlalu
banyak mungkin antara 200 sampai R50
juta per bulan itu nanti tertutupnya
waktu kita jual sapi itu tiap 4 bulan
sekali kita keluarkan Mas Jadi tiap 4
bulan sekali itu kita keluar sapi paling
enggak 200 ekor Jadi kalau misalnya satu
sapi dulu kita beli Rp juta 22 juta
nanti kita jual mungkin di harga R
jutaan tips sama triknya untuk
peternakan sapi kalau mau buka
peternakan sapi ini kita ngomong
kapasitas yang yang yang lumayan ya
Misalnya 30 atau 50 ekor ke ataslah ya
pertama yang harus disiapkan itu bank
paknya dulu Mas kecukupan pakannya itu
kita harus siap dulu hijauan terutama
kalau masalah sapinya kita mau kapanp
beli di pasar ada ketersediaan pakan
hijauan itu kita harus pastikan dulu
kedua kebersihan kandang itu penting mas
karena gini Apalagi di penggemukan sapi
itu makan habis makan dia jerum di situ
kan dia memamah biak ya istilahnya itu
proses pencerannya dia itu kan waktu
tidur terus memamah biia itu Jadi kalau
kandangnya enggak bersih kandangnya
enggak NY nyaman ya dia mau jerum aja
juga malas ketiga pakan tercukupi kalau
tiga unsur itu sudah sudah terpenuhi
Insyaallah bisa gemuk sapi Jadi kalau
pakan kita kasih pakan hijauan itu dua
kali sehari terus comboran comboran itu
juga dua kali sehari kalau comborannya
itu ya ya pakan tambahan lah istilahnya
Mas ya jadi bahan dasarnya dari gamblong
gamblong itu Sisa pengolahan singkong
yang diambil sariadtinya itu nah
ampasnya itu itu sama tepung jagung
tepung jagung itu kita masak jadi
dibikin kayak Bubur gitu sama konsentrat
kebetulan kita untuk konsentrat belum
bisa produksi sendiri jadi kita masih
beli untuk gamblong juga kita masih beli
kalau untuk jagung Alhamdulillah kita
tanam sendiri
[Musik]
kesulitan terbesarnya itu kita untuk
perawatan terus terang karena karena
nanas itu kan kita dalam sekali masa
tanam itu kita butuh empat kali
pembupukan butuh pembersihan lahan itu
yang kadang kita lupa ini lahan ini
belum dibersihkan atau apa waktu dulu ya
Tapi sekarang sudah sudah karena
manajemennya sudah bagus sudah
terkontrol sudah ada orang yang yang
saya tugaskan khusus di situ ya sekarang
sudah sudah enggak ada enggak ada
kendala di situ n mungkin di di
pemasaran waktu dulu mas ya kita kan
sering jual ke pemborong-pemborong nanas
kayak gitu cuman kan kadang uangnya
mundur atau kadang malah enggak terbayar
Akhirnya saya beli kios sendiri Mas Jadi
saya beli kios sendiri di Bandung Saya
beli kios sendiri di ngeronggo saya beli
kios sendiri di Babat Lamongan Jadi
pemasarannya sekarang kita tanam sendiri
panen kita taruh di kios kita sendiri
sistemnya sudah terbentuk jadi kendala
cenderung enggak ada sekarang kalaupun
ada beberapa yang yang keluar ke orang
lain itu ya tertentu yang yang yang kita
sudah kenal baik sehari itu 1 hektar
kita bisa panen karena nanas itu kan
enggak ada musimnya Mas ya Tergantung
usianya jadi kita atur penanamannya itu
enggak bareng jadi kita sistem untuk
panennya juga Biar enggak bersamaan jadi
dalam sehari kita bisa panen 1 hektar
mas kurang lebih Oh kalau nanas itu kita
sistemnya bijian Mas enggak gintalan
bijiannya itu ada Gade a b c d ya di
situ yang menentukan harga 1 hektar itu
kalau kita tanamnya itu sekitar r5.000
batang nanas pohon nanas tapi karena
namanya tanaman pasti ada yang mati yang
mati itu paling enggak sekitar 10%. 1
hektar itu kita bisa panen biasanya
antara r65.000 sampai 67.000 Wah Tapi
kan enggak semua dari 67 itu jadi nanas
yang grade-nya a semua campur mungkin
a-nya 60% b-nya sekian persen kan gitu
satu hari itu kalau nanas kayak gitu per
hari itu bisa kita ambil sekitar 6 truk
Mas ya Kenapa budidaya nanas saya Untung
pertama karena saya sudah membentuk
ekosistem dari peternakan itu mas
otomatis untuk cost perawatan pemupukan
itu jauh lebih murah Karena yang
biasanya dulu kita tanam pemupukannya
pakai tet Mas ya itu sekarang kita bisa
potong costnya sampai 50% loh mas jadi
biayanya lebih murah dan hasilnya juga
bagus keuntungannya di situ kedua tanah
kita Subur lagi karena kita pakai
organik dari limbah kotoran sapi yang
kita cairkan saya enggak pakai tetes
sama sekali Mas diganti dengan limbah
cairnya sapi banyak dalam 1 hari itu
kita bisa keluar sekitar 15 satu truk
itu bisa balik tiga kali itu ada 5 truk
ya 15 15 tangki kapasitas 6.000 liter
per hari dari limbah saya aja karena itu
aku enggak bisa ambil limbah dari
lain-lain mas karena itu kan memang kita
harus bikin Tempat khusus kayak
kolaman-kolaman kayak gitu ya bisa
menemukan seperti itu pertama dulu ya
itu karena pertama buka peternakan e
limbahnya sapi itu menumpuk Saya mikir
ini harusnya punya nilai ekonomis karena
ini bagus untuk tanaman ya akhirnya tak
manfaatkan untuk pupuk cair itu riset
juga dan yang dipakai riset karena itu
sesuatu yang yang di sini mungkin baru
Mas Ya enggak tahu kalau dari di daerah
lain ya kita harus coba untuk lahan kita
sendiri nanti kalau lahan kita sendiri
sudah berhasil hasilnya bagus baru kita
baru bisa eh rekomkan ke yang lain punya
lahan sendiri enggak terlalu besar Mas
Mungkin lahan saya sendiri yang e milik
pribadi itu mungkin sekitar 10%nya aja
Mas lainnya itu kita sewa nyucuk Mas
Alhamdulillah ya ituloh Mas Kenapa
nyucuk karena pertama untuk cost
pemupukannya tadi Seperti yang saya
bilang sudah berkurang 50% kedua
limbahnya dari kebun nanti ditaruh
kandang kandang kan harus bayar ke kebun
limbahnya itu meskipun itu e usaha saya
semua tapi manajemennya saya pisah-pisah
Mas kalau limbah kandang kebun ambil
kebun harus bayar kandang limbah kebun
kandang ambil kandang harus bayar ke
kebun kenapa saya berani berinvestasi di
lahan yang seluas itu ya karena
ekosistemnya sudah saya bentuk mas dari
mulai nol sampai pemasaran saya bentuk
sendiri tipsnya untuk petani nanas ya
kalau bisa lahannya itu jangan terlalu
pakai banyak kimia biar tanahnya itu
awet subur Mas sebisa mungkin kita pakai
organik ya mungkin di awal-awal memang
enggak enggak terlalu banyak hasilnya
tapi kan itu berkelanjutan Mas kalau
kita pakai organik itu ibarat kita
investasi jangka panjang Mas apalagi
Tanah ini kan kalau subur nanti kita
wariskan ke anak cucu kita tetap subur
kan Ya enak masa kita ninggalin warisan
tanah yang sudah rusak jadi saya
tujuannya juga bikin buupuk cair itu
sedikit banyak ingin mengedukasi petani
petani di sekitar saya untuk mengurangi
penggunaan pbuk kimia karena menurut
saya itu enggak bagus untuk kesuburan
tanah mungkin bagus untuk saat ini tapi
untuk ke depannya pasti unsur haranya
banyak yang hilang
[Musik]
inginnya saya Mas ya Tujuan saya itu
cuman pengin membuka sebanyak mungkin
lapangan pekerjaan untuk orang lain
inginnya saya itu cuma sebisa mungkin
sebanyak mungkin bermanfaat untuk orang
lain cuma itu aja mas ininja saya Mas
Apalagi saya beragama Islam kan
kan ya sebaik-baik manusia adalah
manusia yang bermanfaat untuk manusia
lain gonya saya cuma di
[Musik]
situ saya Muhammad RI direktur dari
irfai berkas Sejahtera grup
asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh
[Musik]