Belasan Tahun Merawat Suami Lumpuh: Saya Ambil BAB Suami Pakai Tangan!!
vhD5Ea9lIcY • 2024-03-13
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
kod darulah ya suaminya itu tidak bisa
memuaskan dia gitu ya memuaskan dalam
urusan ranjang ranjang oke nah kemudian
saya berpikir gini ya Coba misalkan dia
di posisi saya Iya
gitu dan ibu siap untuk sampai akhir
nanti bu ya Insyaallah sering ngobrol
sama suami gitu ya Nanti kalau mati
bareng-bareng aja gitu adaduh romantis
juga Ustaz Amr yang minta mati
bareng-bareng Ibu Oh jenengan bagi saya
gitu ya
Ee suami ini adalah ladang pahala bagi
saya tadi ladang emas sekarang ladang
pahala ya kabul kan jadinya dapatnya
dapat Mas dapat pahala dapat pahala kita
belajar di sekolah gitu ya Itu ada masa
selesai ujian itu selesai tapi kalau
belajar sabar itu seumur hidup ah
Masyaallah enggak ada
selesainya Beliau juga saya lihat ada
tanda-tanda mob ap oke kan saya lihat
Saya saya buka memang diinceng gitu ya
diintip itu enggak ini jadi harus
diambil
Enggak kerasa mau itu enggak Enggak
terasa enjoy aja dia enjoy aja ini ada
tanda-tanda apa Enggak kerasa gitu ya
Ini sudah waktunya keluar atau belum
enggak tahu ini ini yang saya pakai
untuk ngambil Oh dicek gitu ya Iya untuk
ngambilnya Oh pertama diinceng dulu nah
terus diambil P Iya e nek nek misalkan
pas Diar itu jadi saya kayak saya tuh
seperti mainan jenang-jenangan gitu I
mainan jenang-jenangan Iya jadi saya
bawa piring bawa sendok saya ngambilin
tak pindah ke piring gitu sebenarnya
nafkah batin itu tidak hanya sebatas
urusan ranjang Oh menarik ini nafkah
batin tidak hanya urusan ranjang Iya
ketika batin istri itu Bahagia Itu sudah
merupakan nafkah batin menurut saya loh
saya sendiri gitu ya jadi meskipun suami
tidak bisa memberikannya Ketika saya
bahagia dengan suami ya sudah saya sudah
bahagia sudah sudah beliau sudah
memberikan nafkah batin ke
saya
Assalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh kita bersama dengan ibu kita
sedang ada di Boyolali Timur ya Bu ya
Boyolali Timur hari ini kita ngobrol
dengan Bu nah ini siapa gitu ya Jadi
kalau di sini ada buku mendobrak
keterbatasan oleh
ada kecil-cil perjuanganami
istah jadi berkah nah suami istri ini
istrinya ini gitu jadi yang berkisah di
sini yang menobrak keterbatasan suaminya
ini adalah Ustaz Amru nah istrinya ini
Ibu Evi ini e Jadi kita ini hari ini
akan mengulik tentang sebuah arti
kesabaran jadi podcast kita hari ini
podcast guayeng ini
eh kami coba untuk mengulik dari ibu Evi
ini untuk ibu-ibu yang di luar sana atau
pasangan ee yang kemudian diuji dengan
sebuah keterpuruk e sebuah apa ya
keterbatasan entah itu fisik ataupun
entah eh mental atau apapun e
keterpurukan atau keterbatasan itu
kemudian Bagaimana sih sikap orang yang
mendampingi begitu nah kita hari ini
akan belajar bersama dengan ibu Evi
karena menurut saya ibu Evi ini hebat ya
jadi Ustaz Amr ini lumpuh dari Ul hati
sampai ke bawah dan bahkan belum dikaruh
seorang anak gitu ya dan bahkan mungkin
potensi itu tidak ada ibu ya J bagaimana
kita belajar kesabaran bersama beliau
nah ini kita langsung bersama
tanya-tanya nanti sama Bu Evi Bu Evi
sehat Alhamdulillah sehat e Bu Evi eh
iya
jadi sekitar tahun memang sudah lama ya
kejadiannya sekitar tahun berapa 2008
2008 Agustus 2008
jatuhnya Ibu menikah dengan Ustaz Amri
itu usia e di tahun berapa tahun
2005 di tahun 2005 menikah Iya 2008
terjadi kecelakaan kecelakaan yang
mengakibatkan e separuh dari lebih dari
Separuh ya iya ee organ tubuhnya tidak
bisa diaktifkan atau lumpuhlah begitu ya
Nah itu 3 tahun loh bu bahkan Ibu waktu
itu bilang pernah memiliki cita-cita
memiliki seorang anak gitu ya tapi belum
kesampaian waktu bel itu gimana itu bu
ya selama kan gini ya Siapa yang tidak
ingin gitu cuman dari awal itu saya gini
pernah ada terlintas gitu ya karena di
awal kita menikah itu awal-awal saya
mulai kenal dengan dakwah Ya mulai
senang-senang ikut ikut kegiatan dakwah
gitu ya terus kemudian ada teman yang
mengatakan alah paling kok nek wis nikah
yo wis leren dakwahe gitu oh jadi
kegiatan dakwah itu sebelum menikah Iya
sudah dimulai
dakwah makudnya Ibu dakwah Apa ya Eh di
sini kita ada sebenarnya kita kan ngajar
TPA juga di siniajar
gituaj kegiatan remaja di Simo ya
Mi kita membantu apa mendampingilah
mendampingi anak-anak SMA oke yang
tergabung di fipmi terus k fipmi itu apa
I forum silaturahmi
eh apa ya siswaak ya Mi itu Madrasah
Islam bukan G ya Oke jadi ibu
mendampingi itu mendampingi anak-anak
itu ya di SMA itu nah jadi saya bertekad
membuktikan bahwasanya dengan menikah
saya tidak berhenti dalam dakwah urusan
dakwah itu Iya tidak berhenti maka
sempat terlintas jangan langsung dikasih
keturunan dulu gitu ya oh malah gitu ya
sempat sempat terlintas kayak gitu biar
saya masih masih pengin dakwah gitu ya
masih Pengin membersamai anak-anak kayak
gitu itu kan juga sayaajar anak bukan
anak anu ya anak-anak yang didakwahi itu
apa ya yang dibersamai dalam dakwah ya
bukan anak asli gitu ya kebetulan itu
juga pas saya masih ngajar TK TK IT
Sambi gitu Jadi pas awal-awal pendirian
tkan juga jadi kadang ya tadi ee masukan
teman-teman alah nak nikah k y selerana
gitu kan saya ingin membuktikan gitu ya
bahwasanya dengan menikah itu kita masih
tap bisa dakwah git
oke dan ternyata ee ada keinginan untuk
menunda memiliki anak dulu karena supaya
fokus begitu dakwahnya tapi terus
kemudian berjalannya waktu kan sampai
setahun kok juga belum lah itu mulai
mikir juga Oh khawatir juga nih gitu ya
Nah terus kemudian ibu mertua gini
serapopo itu kan wong Ibu dulu juga
jaraknya 4 tahun baru ada suami Nah itu
mulai Rod ayam tapi tetap masih masih
kepikiran ya gitu ya masok Yo lama gitu
akhirnya kita sudah usaha juga Nggih ke
beberapa rumah sakit juga untuk ee
promil lah istilahnya dan terakhir
itu di rumah sakit yarsis itu saya
disuruh untuk H HSG ya atau apa ya yang
yang jelas itu dimasukkan cairan untuk
mengetahui bagaimana kondisi
itubafupanya ya itu ya Ee bermasalah apa
tidak gitu tapi di situ saya takut ya
takut tapi setelah itu selang berapa
bulan suami jatuh Oh itu akirnya belum
terjadi waktu itu ya Iya belum
kecelakaan saya masih di yang yang tes
itu belum belum jadi ikut tes berarti ya
selang berapa itu kemudian suamiami
kecelakaan Oke dan yang mengibatkan
lumpuh separuh badan perbadan bahkan
otomatis juga daerah vitalnya juga
enggak bisa anu lagi berarti potensi itu
jadi tidak ada begitu ada apa yang
kemudian ibu pikirkan waktu itu ketika
mengetahui itu itu ketika itu saya
enggak berpikir macam-macam gitu ya
hanya fokus pada kesembuhan suami aja Oh
jadi keinginan itu menjadi menjadi anu
ya menjadi nomor gitu ya Iya Bagaimana
suami ini sembuh gitu Iya jadi enggak
kepikiran saya nanti gimana dan
seterusnya enggak he cuman Bagaimana
suami bisa sembuh bisa Bisa aktivitas
lah gitu ya dan bahkan doa dari awal ya
Sampai sampai sebelum punya motor gitu
ya itu kan masih berdoa supaya suami
sembuh kemudian supaya masih bisa
aktivitas seperti dulu lagi gitu ya
karena memang aktivitas dulunya kan
padat ya padat aktivis memang suami Bu
ya alhamdulillah padat Terus eh Saya
pengin Bisa aktivitas lagi tidak di
rumah Nek Nek Bisa aktivitas kan senang
ya suami senang saya juga senang iya i i
harapannya itu dan Alhamdulillah Allah
kabulkan gitu ya di tahun yang ke-15 ya
suami mendapatkan karunia motor di tahun
ke-15 yang ke-15 setelah kejadian itu
iya oh lama ya iya
Alhamdulillah jadi selama 15 tahun itu
belum punya motor yang seperti ini belum
Iya ya kalau ke mana-mana pakai mobil
itu pun kalau mobil harus cari sopir
cari yang ngantar gitu ya Meskipun
maksudnya pakai mobil ini lebih Ribet
lah ya jadi kan meskipun juga ada bapak
mertua sih yang yang ngantar ke
mana-mana Cuman kadang kan kasihan sudah
sepuh gitu ya harus ngangkat beban
segitu beratnya angangkat terusangkat
Terus kalau ada motor ini lebih bisa
mandiri gitu ya jadi ada motor di
sampingnya
ada kayak grup mungkin teman-teman yang
belum melihat video Saya pernah bikin
video dokumenter kalau teman-teman
penasar motornya Seperti apa lihat nanti
di video yang tentang menu berak
keterbatasan itu saya pernah bikin video
ibu
ee
waktu saya flashback ulang sebelum KJA
15 tahun punya motor tadi diceritakan ya
dalam proses
ee setelah dioperasi atau apa itu apakah
EE ada kayak semacam apa ya
namanya apa Lek ngarani itu di tadi di
tamamu apa namanya Bu ee terapi terapi
ya Apakah ada terapi Iya jadi itu terapi
Apa itu Bu Ee kita di rumah sakit tuh
pas satu bulan di rumah sakit bulan
Masuk tanggal 8 keluar juga tanggal 8
Nah pas pulang itu oke Heeh kan masuknya
8 bulan Agustus keluarnya 8 bulan
September di rumah sakit 1 bulan Iya 1
bulan kemudian sama teman-teman itu kita
dibawa enggak pulang he he gitu ya terus
saya loh Kita mau ke mana gitu ya ke
Tawang Mangu gitu kan Padahal saya
enggak kenal mereka gitu Tapi nek suami
kenal gitu ya oke oke itu ngapain di
sana ee di sana ada terapi ya sama Pak
Supri namanya daerah Tawang mangus itu
yang bisa bisa nerapi eh apa namanya ya
Papah tulang kayak gitu Oh I itu kan
banyak banyak teman-teman yang ke sana
juga untuk terapi sembuh Alhamdulillah
ya atas izin Allah
ya berarti mengharapkan sembuh terapi Ya
itu kan dari teman-teman saya kan enggak
enggak ngikut gitu aja dibawa ke sana
saya ngikut gitu ya Nah pas ke sana itu
sore ya sampai sana itu sore terus
kemudian disambut dengan teman-teman
yang Masyaallah kalau saya melihat
kadang saya kalau ingat itu seperti
seperti mungkin orang-orang Muhajirin
Ansar
gituamatis itu saya merasakan kayak gitu
Masyaallah ya ukhuahnya itu benar-benar
luar biasa itu saya merasa tidak kenal
mereka tapi sambutan mereka ke kita itu
luar biasa gitu ya oh Ee Kita disediakan
satu tempat gitu ya di rumahnya mbah Nur
ya dan di situlah saya digembleng banur
secara langsung ya bagaimana saya harus
menjadi seorang istri yang mandiri gitu
ya itu bermula dari situ oh dari situ
dari Mbah Nur itu Mbah Nur itu yang
sering memotivasi saya siapa Mbah Nur
itu Mbah Nur itu yang punya rumah itu
yang tempat jenengan menginap itu di
sana di fkkd dulu namanya fkkd Tawang
Mangu
Oke jadi di bawah yang di sekretariatnya
itu kita ditaruh di situ he ee satu
rumah gitu ya terus kemudian Mbah nurnya
ada di rumahnya sendiri yang di atas he
he Nah otomatis kan Eh saya sering
berinteraksi dengan beliau baik Mbah Nur
Kakong maupun Putri ya oke sering
seperti saya tuh dianggap seperti anak
sendiri gitu ya bagaimana rasanya ketika
kita diantau di tempat yang jauh
kemudian ada orang yang ngerangkol ya
bahasa saya itu itu nyaman itu
jadiasanya ketakutanetakut suami
gimana-gimana itu sudah mulai berkurang
tenang saya di situ gitu ya terus di
situlah Mbak Nur mulai mulai memberikan
nasihat ke saya bahwasanya suamimu itu
nanti tidak sehari dua hari sembuh tapi
butuh waktu yang lama gitu ya
maka saya harus sabar saya harus
bagaimana nanti bisa ngurus suami dengan
Mandiri gu bermula dari itu ketika pas
sudah 3 bulan kita di Tawangmangu mau
Diba pulang bentar bentar jadi dari
bunur itu dilatih arti kesabaran Iya
bahwasanya suami ini enggak enggak
sebentar karena tulangya belakang apa
namanya patah tulang belakang tulang
punggung apa sih e para plki ya itu yang
patah gitu ya jadi bakaran lama di di di
ajari kesabaran gitu ya dan ibu
bagaimana ketika mendengar bahwasanya
ini akan lama terus harus sabar itu apa
yang terpikirkan di dibu pada saat itu
ya Oh berarti memang ini adalah ee apa
namanya memang tugas saya Oh ya k
langsung bisa accepting ya menerima ya
ketika Allah Memang kemarin belum
mentakdirkan saya punya anak kemudian
saat ini Allah berikan kesempatan saya
untuk merawat anaknya
mertua sama-sama anak ya bukan anak
sendiri cuma merawat anaknya mertua Iya
iya alias suami kita gitu ya Iya oke
kalau kalau mungkin anak kita sendir
bayi itu kanendong ke mana-mana gitu ya
kalau ini kan memang ya bayi besar bayi
besar bukan Gong tapi Dorong ke
mana-mana gitu ya
iyaja sekali kelihatannya Lah gimana ya
diterima aja Oh gitu Ya disyukuri nek
nek saya ee musibah ini banyak banyak
hikmah gitu ya yang saya apa yang harus
disyukuri Bu syukurnya yang pertama tadi
gitu ya saya dipilih oleh Allah untuk
merawat suami mana saya merasa ya ini
pahala Saya di sini
Oh pahala Ketika saya bisa taat kepada
suami saya bisa berkidmat dengan suami
gitu ya Eh dengan cara ya merawat beliau
semampu saya gitu ya karena memang saya
juga tidak punya keahlian kesehatan itu
enggak punya sama sekali basic itu
enggak punya gitu bahkan eh saya diajari
untuk membersihkan luka itu ya pas D
Tawang Mangu karena posisi 3 bulan kan
kan waktu yang lamalan di tawang
sehingga teman-teman itu menghadirkan
dokter di situ untuk membantu perawatan
beliau ya drter Haris ya di situ saya
diajari Bagaimana saya harus mengganti
selang k teter kemudian membersihkan
luka dekubitus yang ke betulanang sudah
ada ya sejak di rumah sakit itu sudah
ada luka dan di situ saya diajari
Bagaimana mersihkannya diobatinya pakai
apa ibu di tawang wangu itu memang
apa ya kayak ibu Berarti bayar ya
artinya berobat di sana atau kayak
semacam bantuan atau seperti apa itu
teman-teman Yang ngurusi oh teman tahu
tah tahu Poka beres itu
ya banyak yang support ya Bu ya
teman-temhamdah di tahun 2008 itu ya
Masyaallah saya ya itu mulai saya
berkenalan dengan banyak publik ya
dengan banyak orang dengan
teman-temannya suami itu ya ketika di
situ karena hampir setiap hari itu orang
menjengok itu banyak karena juga suami
juga aktivis bu ya temannya banyak terus
beliau banyak jasanya di alhamdulillah
teman-teman gitu ya Bu dalam dalam
merawat Ustaz Amru ini yang kemudian
berkesan bu apa bu bagi ibu Evi
eh Ketika saya meraat Beliau selama ini
gitu ya selama 15 tahun ini 15 tahun itu
lama loh bu tahun tapi dijalani Ya sudah
gitu aja ya berjalan aja tah tah 15
tahun gitu ya dan ibu siap untuk sampai
akhir nanti bu ya Insyaallah sering
ngobrol sama suami gitu ya Nanti kalau
mati bareng-bareng aja gitu Waduh
romantis juga Ustaz Amr yang minta mati
bareng-bareng oh jenengan Waduh kenapa
minta mati bareng meskipun kondisinya
seperti itu tapi ketergantungan saya
dengan suami itu besar gitu Saya merasa
Pokoknya saya tergantung sama suami Apa
contohnya apa dalam hal apa
tergantungnya jadi ketika jadi eh suami
itu yang yang Didik saya gitu ya Karena
dulu saya saya sempat ini ya sempat
protes gitu ya Ee istri itu kan jadi
seperti apa itu kan tergantung suami Oh
gitu ya I maka ya jadi kan saya itu
seperti apa yang yang jenengan pinginkan
gitu ya oh akhirnya kan saya diajari
untuk tadi untuk menyampaikan materi
untuk misi kajian kajian ya mengisi
kajian dari beliau Oh itu jadi dari dari
dulu itu zamannya komputer ya itu sajar
ya suami dengan telatennya terus ee
motoran gitu ya itu S ngajari suami bisa
bisa berani di jalan raya itu ya dari
suami I oke oke baik baik luar biasa Ibu
saya kembali lagi ke pertanyaan tadi
dalam merawat suami itu dalam apa yang
tadi yang berkesan tadi Mohon maaf saya
potong tadi
Eh ada beberapa hal yang mungkin bagi
saya yang pertama ketika saya bisa
mengganti selang kateter selang kateter
selang kateter itu untuk untuk
mengeluarkan urinnya kan ee enggak bisa
keluar dengan sendirinya ya Akak sendiri
harus dikeluarkan ee kalaupun enggak
dikasih selang itu biasanya enggak
tuntas keluarnya pipisnya itu urungnya
sehingga dikasih itu untuk memudahkan
juga dan Ee Kita berusaha supaya tidak
najis gitu ya kan untuk salat dan
seterusnya kalau enggak dipakai nanti
saya juga repot sendiri engih engih ya
saya tetap memilih untuk memakaikan itu
selangkaatter ituoke ee biasanya
seminggu sekaliah kita ganti dan itu
susah Bu ya alhamdulillah nak Oh ndak
tapi bagi sebagian teman-teman mereka
juga enggak berani takut kenapa enggak
berani enggak tahu ya Ada teman di
daerah sini yang EE Kenapa harus manggil
Mantri gitu ya Oh biasanya manggil
Mantri Iya kan tetap kalau kita Min
Mantri juga ada biayanya
juga nah itu juga yang dulu membuat saya
Saya harus bisa mandiri harus bisa
merawat suami sendiri sehingga saya
tidak banyak pengeluaran Heeh he he jadi
ee kalau saya bisa sendiri bisa
mengganti sendiri saya tinggal membeli
bahan-bahannya oke ya luka pun juga
demikian kalau luka Kalau sebelum ke
luka Saya mau bahas kateter itu tadi
kalau manggil manti sampai berapa itu ya
mungkin 50-an mungkin ya karena saya
selama ini Alhamdulillah bisa ganti send
di bawah 100 lah ya tapi kalau sering
kan juga Iya seminggu sekali juga
dibayangkan sekali kalau bahannya aja
beli berapa bahannya aja bahan itu kalau
urin bag-nya itu sekitar r.000
rp8.000-an Oh murah juga ya urin bagnya
untuk yang tempat kantong pipisnya kalau
katernya yang agak mahal dari dulu tuh
sekitar 20-an sampai sekarang sekitar 28
Oh ya belum Nanti vijilnya pelumasnya Oh
I untuk melumasi Selangnya yang panjang
itu untuk bisa masuk Oh iya ya ya ya
tapi intinya lebih murah lah ya kalau
beli bahannya aja itu itu juga Ibu
berpikir supaya Mandiri ya di situ ya Ya
tadi dari Mbah Nur yang wanti-wanti
pokoknya harus mandiri jangan merepotkan
banyak orang gigih engih enggih terus
selain ganti katetter apagi Bu yang
menurut Ibu weh berkesan ini gitu
maksudnya itu tidak apa ya masih ingat
dan di luar
rata-rata kesabaran orang gitu jadi
membersihkan luka dekubitus itu kalau
dulu ya awal-awal itu bisa sampai
sekitar 1 jam membersihkan luka
dekubitus dekubitus Apa itu kebetulan di
pantatnya itu ada luka ya e pantat
pantat pas atau atasnya pantat Eh ini
yang pertama itu di pas tulang ekor pas
tulang ekor baik karena kan kebetulan
berbaring terus ya berbaring sehingga
ada luka tekan kata nah bahasanya itu
dikubitus gitukubitus Iya dikubitus dulu
itu eh karena kita masih manual gitu
Jadi ada pembusukan ketika daging itu
menghitam otomatis ee membusuk Kata Kata
dokter gitu ya itu lubang itu ya itu
sebenarnya pertama kan cuman ruam ruam
itu apa ruam itu apa ya memar gitu Heeh
kayak kayak memar sejenis memar itu iya
iya iya kalau menghitam terus kemudian
nanti kita tusuk dengan gunting Kok
tidak mengeluarkan darah berarti kan itu
pembusukan dagingnya I itu harus
dibersihkan gunting iya oh nah
guntingnya itu yang lama 1 jam itu Iya
dulu nek saya Oh jadi karena melebar
gitu ya jadi kecil-kecil gitu ya yang
nlesep-dlesep gitu loh anu pembusukannya
itu itu kalau enggak dihilangin Kenapa
nanti tambah lebar lagi busuknya semakin
parah iya oh betul dan itu katanya
baunya luar biasa ya Bu ya b ya bau lagi
itu dulu pas sempat juga kena apa ya
jadi
dari dari kemaluannya itu mampet atau
gimana itu itu keluar keluar Oh ya
Vistel namanya Oh ada Vistel pernah
mengalami Vistel juga pas itu di kita
malah ee pas ke Jakarta ya jadi habis
dari Tamang Mangu kita ke Jakarta kena
Vistel hm Jadi dari kemaluannya itu air
itu enggak bisa lancar keluar sehingga
jejebos gitu dari kemaluan oke itu
keluar nanah Oh ya Allah ng bau hm tapi
alhamdulillah
sembuh di suumpel-sumpeli gitu ya Bu ya
pakai masker dobel-dobel gitu
Iya tapi anu kalau orang berpuasa itu
kan nanti baunya B mulut kan diganti
minyak apa minyak kasturi ya Ini juga
mungkin juga kasturi juga ya Insyaallah
nanti mudah-mudahan mudah-mudahan k itu
enggak enggak ada anisnya itu Iya
kemudian ya tugas saya kan memang
ee karena pencernaannya juga enggak
lancar sehingga saya mengambil bab-nya
mengambil bab Iya jadi enggak keluar
sendiri juga bab enggak bisa kecuali
Diar kecuali diar kan apa
mench cuer ya itu keluar sendiri Keluar
sendiri pernah ee banyak gitu ya banyak
itu lah saya iseng gitu ya iseng-iseng
ditimbang bab-nya ditimbang kok ya iseng
banget itu ya lebih ditimbang jadi Mas
malam-malam gitu ya malam-mam Kan dulu
itu kalau saya bersihkan kadang siang
enggak sempat membersihkan saya
bersihkan malam e jadi setelah BB
dibersihkan gitu atau gimana Jadi kalau
pas Enggak maksudnya gini saya mengganti
membersihkan luka dekubitus itu kadang
siang Kadang malam Heeh Nah pas itu pas
malam hari terus Kemudian beliau juga
saya lihat ada tanda-tanda mob ap Oke
dan saya lihat Saya saya buka memang
diinceng gitu ya diintim itu enggak ini
jadi harus diambil
Enggak kerasa mau itu enggak Enggak
terasa enjoy aja dia enjoy aja ini ada
tanda-tanda apa Enggak kerasa gitu ya
Ini sudah waktunya keluar atau belum
enggak tahu ini ini yang saya pakai
untuk ngambil Oh dicek gitu ya Iya untuk
ngambilnya Oh pertama diinceng dulu nah
terus diambil pambil giniya ya Allah
tapi kan saya pakai pakai handon ya iya
iya iya pakai handon dan saya punya
piring khusus di kamar mandi buat itu
buat wadah emas itu heeh bund
waktu ditimbang itu Masnya Berapa kilo
Bu 1 kilo 1
kilo kalau umumnya orang berapa ya
berapa H sed tapi enggak mesti juga itu
ngepasi ya Ada ada rule-ru dia itu e
berapa bulan sekali keluar banyak Oh ya
itu eh nek nek misalkan pas Diar itu
jadi saya kayak saya tuh seperti mainan
jenang-jenangan gitu Iya mainan
jenang-jenangan i jadi saya bawa piring
bawa sendok saya ngambilin tak pindah ke
piring gitu berarti prosesnya itu di ee
di kamar mandi ya Bu ya enggak ya di
tempat tidur kan saya enggak bisa bawa
kamar mandi Oh I semua dilakukan di
tempat tidur hm Jadi ya tadi piring
khusus sendok khusus yang saya taruh di
kamar mandi ya jenang-jenangan ya Bu ya
pas Diar ya ya kadang sampai kakak saya
telepon ngopo Bul gitu ya k Mendulang
emas anu Mendulang emas apa namanya itu
kalau orang lagi nambang Oh nambang ya
mendambang emas itu Masyaallah Ya Rabb
iya Alhamdulillah Allah berikan
kemudahannya itu bagi orang itu berat
loh tapi Ibu buat bercandaan loh ya kok
seenjoy itu ibu lah gimana lagi Mak ne
mak saya are mau marah-marah ng ya ya
bismillah gitu a kita sambil ngobrol
gitu ya sama sama suami gu kalau sudah
kalau engak enggak terlalu banyak kan
biasanya cuman
ee cuma saya ambil kemudian saya
perlihatkan Oh dilihat dilihatkan untuk
apa itu
dilihatkan tak lihatin saya bilang gitu
gitu akhirnya nanti ketawa lagi jadi
biar yaang Engak enggak sepaneng gitu ya
I candaannya beda
ya enggak sepaneng ya hiburan
hiburanuran sendiriur kita aja sudah
senang ya Iya Masyaallah Ya Rabb yaah
jadi
eh ada tadi Kapan itu saya juga
berbincang dengan Ust Amr bahkan kondisi
terberat bagi seorang yang diuji dengan
disabilitas atau yang lain itu ketika
orang yang di sekitarnya enggak support
ketika orang di sekitarnya itu kayak
malah ada justru yang meninggalkan dia
karena sudah tidak sanggup terus
kemudian intinya kalupun tidak separah
meninggalkan mungkin tidak Ee
perlakuannya tidak sebagus mungkin yang
jenangan ceritakan tadi itu Ibu gimana
menanggapi seperti itu
Eh bagi saya gitu ya
Eh suami ini adalah ladang pahala bagi
saya ladang emas sekarang ladang pahala
yaul kan jadinya dapatnya dapat emas
dapat pahala dapat pahala baik ee ketika
senangnya aja kita mau masok sakitnya
enggak mau Oh oke dan juga ya tadi
kembali ke ke dari awal berusaha ingin
menjadi istri salihah ya Di mana pernah
juga ini dari suami yang ngajari ada
sebuah hadis yang mengatakan ketika
seorang wanita itu salat lima waktu
kemudian puasa Ramadan menjaga
kemaluannya dan taat pada suaminya maka
dikatakan kepadanya masuklah Jannah
Lewat Pintu mana saja yang kamu
kehendaki oh nah Saya berusaha untuk
taat dengan suami ya harapannya itu
hadus tadi memang pengin Lewat Pintu
mana Bu Ya semua pintu kalau bisa
Masyaallah luar biasa imannya luar biasa
Oh itu yang dicari ya Bu ya Iya jadi
meskipun sakit ya bukan bukan alasan
saya untuk meninggalkan malah di sinilah
pahala saya bagaimana saya harus
berkhidmat dengan suami gitu ya dan
ujian ya ujian
I Oke Berat juga orang beriman bu ya
berarti mending Surga itu kan tidak
murah wuh Ada enggak yang murah Bu apa
ya surga bisa surga tapi tanpa diuji
gitu loh yang murah gitu harus harus ada
ujiannya harus ada diuji yakin enggak
sama
Allah Bu jenengan memiliki pemahaman
yang luar biasa
bahwasanya ketika suami diuji ini ladang
pahala jadi justru Ini adalah sebuah
kesempatan untuk mungkin kalau enggak
dengan ini saya dengan apa lagi gitu ya
Nah Ibu memiliki kesadaran ini apakah
instan atau ada proses dulu Ibu
ee sebenarnya kan saya ikut
kajian-kajian itu sebelum menikah ya oke
belum menikah terus kemudian karulah
ketika sudah menikah ya masih bertemu
dengan lingkungan yang mendukung tadi
Nggih jadi banyak teman-teman yang malah
dari jauh-jauh saya tidak kenal saya di
kenal dari dari hubungan itulah kemudian
itu yang menguatkan saya heeh terus
kemudian ya proseslah proses berjalannya
waktu belajar belajar belajar gitu ya
itu yang menguatkan heeh heeh he jadi
memang sudah kesadaran dari lama ya Bu
ya berarti ya iya Alhamdulillah Oke Baik
Bu kalau jenengan coba kan hari ini tuh
banyak ya kayak perceraian di mana-mana
terus bahkan Bahkan bukan yang diuji
seperti ini kondisi biasa-biasa aja
terus mungkin tergoda dengan apa begitu
Ibu menyikapi itu seperti apa
ee sebelumnya ada kasus ya kemarin tuh
ada kasus seorang akhwat yang kearulah
ya suaminya itu tidak bisa memuaskan dia
gitu ya memuaskan dalam urusan ranjang
ranjang oke nah kemudian saya berpikir
gini ya Coba misalkan dia di posisi saya
Iya
gitu itu sehingga ee nek Saya sendiri
merasa gini sebenarnya nafkah batin itu
tidak hanya sebatas urusan ranjang Oh
menarik ini nafkah batin tidak hanya
urusan ranjang Iya ketika batin istri
itu Bahagia Itu sudah merupakan nafah
batin menurut saya loh saya sendiri gitu
ya jadi meskipun suami tidak bisa
memberikannya Ketika saya bahagia dengan
suami ya sudah saya sudah bahagia sudah
sudah beliau sudah memberikan nafkah
batin ke saya dengan tadi
bercandaan-percandaan tadi
jenang-jenangan sama Mendulang emas tadi
Oke Baik saya paham jadi kayak ibarat ee
nafkah lahir dan batin batin itu bukan
berarti urusan diri situ aja Iya iya
jadi ee memang ada beberapa fenomena
akhir-akhir ini Bu jadi memang kayak
tadi yang Ibu katakan tadi juga saya
juga itu urusan LAN yang tidak selesai
maka sudah akhirnya kan minta cerai tadi
ada setat yang Coba bayangkan ini jadi
ibu ini sudah minta cerai berapa kali
gitu Cobalah nanti ee yang mungkin
sedang ada problem
dengan keluarganya yang mungkin tidak
sesuai dengan keinginan atau apa nanti
diskusilah sama ibu atau Lihat tayangan
ini aja atau minimal baca buku ini aja L
ya baca buku ini di sini ada perjuangan
perjuangan suami istri mengubah musibah
menjadi berkah jadi di sini ada
perjuangan Ustaz Amru dalam kesembuhan
dalam berkarya dalam berkarir berbisnis
dalam di atas kursi roda ada juga
perjuangan ibu Evi yang menemani
sabarannya seperti apa kat-kiiat
mengubah musibah menjadi berkah juga wah
luar
biasa Masyaallah Bu
EV saya lupa mau bahas apa
lagi saya
ngpek baik ibu Evi selain kemudian Baik
Bu baik bu selain merawat
suami Alhamdulillah sudah 15 tahun
seperti itu ternyata jug kayaknya
sekarang juga aktif juga nih ya mengajar
gitu ya atau seperti apa iya
Alhamdulillah ee suami memberikan
kebebasan kepada saya untuk belajar dan
mengajar belajar dan mengajar Iya jadi
dulu sempat ramai-ramainya herbal ya itu
saya minta izin mok Saya pengin belajar
herbal ya dari herbal itu kan ada bekam
du niatnya kalau bisa bekam kan untuk
keluarga gitu terus kemudian satu sisi
saya pengin belajar Tahsin he he Tin
juga terus sama suami Ah kamu belajar
tahin aja Nek herbal bekam itu bisa kita
belajar sendiri Tapi kalau Tahsin kita
harus dengan orang lain dengan guru ya
Iya dengan guru Akhirnya saya belajar ke
Solo ke Solo bersama jauh kan i ya iya
lumayan lalio setengah jam lah setengah
jam berapa setengah jam Oh enggak
jauh-jauh banget Kurang lebih ini
perbatasan Solo juga ya di Solo itu lama
juga saya terus kemudian ee saya
beranikan di saya beranikan diri untuk
mengajar ibu-ibu sekitar sini untuk
membaca Al taksin I baca al-qur'an gitu
dari dari nol dari Abata itu kan ee ada
mereka yang merasa sudah bisa tapi
ternyata ee dengungnya kurang panjang
pendeknya kurang jadi kita dari dari
awal dariuh dari awal Ibu kenapa kok
spesifik belajar Tahsin gitu eh kenapa
ya suka aja Ken suka aja Oh suka gitu ya
Pengin bermul dari saya sendiri juga
pengin bacaan saya benar iya I Iya
pengin benar terus kemudian Sampai
sekarang masih belajar sampai nek
sekarang di rq Bunda Aisyah Oke di Solo
itu ya di Solo juga jadi kalau bacaan
al-qur'an atau taksirnya benending itu
kan enak ya didengar ya kayak iarnya
enak rasanya beda gitu ya rasanya beda
iya kan gitu bu ya oke dan dari belajar
di Solo kemudian juga mengajarkan di
sekitar rumah iya sekitar itu ke mana
sekitar rumah rumah atau ke lembaga atau
apa di jadi Kebetulan saya juga
diamanahi untuk ee kajian ibu-ibu di
sekitar Sambi lah wilayah Sambi Sambi
itu Kecamatan ya Iya Kecamatan gitu ya
Ee nah di situ kadang saya seling dengan
materi kadang dengan Tahsin gitu ya
ketika melihat memang ibu-ibunya banyak
yang belum lancar ya Berarti ada materi
Tahsin ada materi kajian G kalau mereka
sudah lancar enggak ada materi Tasin Hm
kalau sudah lancar materinya apa
materi-materi ya kayak akidah gitu
kadang nek wanita muslimah begitu ya Iya
yang memang tujuan kita untuk bagaimana
kita berusaha mendampingi ibu-ibu untuk
menjadi Istri Salehah iya iya iya
harapannya ke sana gitu siap siap siap
baiku luar biasa jadi
ee kalau istri itu perlu juga belajar
kayaknya Bu ya apa ya kayak menyelingi
waktunya dengan belajar kayaknya Bu Ya
belajar ke menuju ke sana karena godaan
hari ini luar biasa bangetar biasa ini
Iya gitu bu ya tidak harus ke sini
Maksudnya di mana aja gitu ya banyak
tempat gitu Iya di Entahlah berkumpul
dengan orang-orang baik gitu ya Bu
bahkan ada kelas-kelas online kan
sekarang kelas untuk ee rumah tangga itu
ada sejak persiapan menikah dan ternyata
ee setelah saya menikah itu harusnya
gitu ya harusnya ilmu itu sebelum
menikah gitu loh tapi karena memang ya
sekarang ya sudah sambil belajar sambil
praktik di rumah tangga ilmu apa itu ya
ilmu persiapan pernikahan menyiapkan
mental nek kakak saya dulu gini iya ee
apa mbak yang perlu disiapkan ketika
kita menikah ya mental Ah gitu yang
perlu disiapkan menikah adalah mental
bukan modal ya bukan bagi kita seorang
perempuan mental katanya modal enggak
perlu modal itu untuk laki-laki Oh
laki-laki kalau untuk perempuan mental
mental Seperti apa itu Bu jadi ketika
kita bertemu dengan dengan orang yang
tidak kita kenal kemudian kita
berinteraksi dengan mereka karullah juga
Memang keluarga saya dengan suami itu
berbeda
berbed kebiasaan gitu ya Jadi kalau
keluarga saya itu rodok tidak banyak
bicara atau kemudian rodok kalem gitu ya
n keluarga suami itu ee suaranya tu agak
keras tapi meang enggak enggak enggak
bermasuk marah itu enggak cuma Memang
agak tinggi gitu loh baik terus kemudian
keluarga suami sudah pada paham keluarga
saya belum Nah kayak gitu kan berbeda ya
dan saya sendiri enggak pernah dengar
suara keras itu karena Bapak Ibu saya ya
ya kalem-kalem
baik jadi memang belajar mental ya Bu ya
karena di situ pasti
agak ada mungkin suami istri yang
kemudian bertemu dengan pasangan yang
karakternya mirip-mirip itu lebih mudah
mungkin Bu ada juga yang karakternya
agak jauh itu harus pental itu tadi
benar harus banyak menyesuaikan harus
banyak belajar tidak boleh ego sendiri
ya Bu ya egonya yang laki-laki juga
punya ego yang perempuan juga punya
keinginan jadi kayak harus
dikomunikasikan dengan baik ibu terima
kasih
sekali sudah kita bincang-bincang di
siang ini teman-teman nanti juga yang
ingin memiliki buku ini cek link di
deskripsi ya oke begitu ini kayaknya
juga Mulai hujan Bu Jadi guayang itu
podcast di peecah telur gayang ini
memang konsepnya di alam nah kalau musim
hujan gini kalau hujan ya harus segera
selesai gitu teman-teman gitu terima
kasih yang sudah menyimak ibu ada pesan
untuk wanita hebat di luar sana
Eh kepada teman-teman ya para muslimah G
ketika kita di apa
namanya ketika kita sudah berumah tangga
gitu ya kemudian ketika masa senang
dengan suami kita mau gitu ya harapannya
juga ketika suami itu dalam keadaan
diuji oleh Allah ya Mari kita tetap
membersamain he he bersamainya dan
berusaha untuk taat Ya selama memang
suami tidak memerintahkan untuk hal-hal
yang dilarang agama maka istri itu harus
taat dan ini yang Saya berusaha untuk
menggapai Jannah dengan ketaatan kepada
suami ya Eh karena saya merasa saya
tidak punya tidak punya kelebihan
apa-apa gitu ya tidak punya saya pun
juga bukan orang-orang dari Pondok gitu
ya saya lulusan biasa saja gitu ya tapi
berharap gitu ya berharap Allah Rida
dengan apa yang saya lakukan dengan kita
taat kepada suami dengan berkhidmat
dengan suami gitu ya Allah akan
memasukkan kita ke janahnya jadi sekali
lagi bagi teman-teman Mari kita berusaha
untuk taat kepada suami dan ketika
memang suami dalam keadaan bermasalah
punya masalah diuji sama Allah gitu ya
maka bersabar dalam
mendampinginyaungk sabar itu mudah
diucapkan tapi berat dilakukan pernah
itu tetangga bilang gini
ee Masih saudara sih sebenarnya jadi
gini dia tuh Ee pernah jadi kalau dia
tuh kebetulan gini ya istrinya itu juga
sakit istrinya sakit terus kemudian
ingatnya ke saya malahan jadi gini Mbak
Evi aja bisa sabar ngurusi Pak klees
gitu ya maka saya juga harus sabar Oh
dijadikan benchmark kalau
bahasanya kalau Bu Evi bisa saya ya
Harus bisa Harus bisa itu bapak-bapak
malahan bapak-bapak yang kayak gitu yang
merawat ibunya yang sakit istrinya
Istrinya sakit istrinya sakit Iya dia
bilang gitu terus dia juga mengatakan
kalau kita belajar di sekolah gitu ya
Itu ada masa selesai ujian itu selesai
tapi kalau belajar sabar itu seumur
hidup ah Masyaallah enggak ada
selesainya belajar sabar seumur hidup
enggak ada selesainya Oke kita harus
bersabar dulu karena sudah mulai hujan
juga Terima kasih Bu Evi Terima kasih
semuanya kita hari ini
di agrowisata Telaga alam alam Demangan
Sambi Sambi Boyolali Terima kasih juga
untuk yang berikan tempat sampai jumpa
di lain kesempatan asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh
[Musik]
Waalaikumsalam
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:31:18 UTC
Categories
Manage