Belasan Tahun Merawat Suami Lumpuh: Saya Ambil BAB Suami Pakai Tangan!!
vhD5Ea9lIcY • 2024-03-13
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id kod darulah ya suaminya itu tidak bisa memuaskan dia gitu ya memuaskan dalam urusan ranjang ranjang oke nah kemudian saya berpikir gini ya Coba misalkan dia di posisi saya Iya gitu dan ibu siap untuk sampai akhir nanti bu ya Insyaallah sering ngobrol sama suami gitu ya Nanti kalau mati bareng-bareng aja gitu adaduh romantis juga Ustaz Amr yang minta mati bareng-bareng Ibu Oh jenengan bagi saya gitu ya Ee suami ini adalah ladang pahala bagi saya tadi ladang emas sekarang ladang pahala ya kabul kan jadinya dapatnya dapat Mas dapat pahala dapat pahala kita belajar di sekolah gitu ya Itu ada masa selesai ujian itu selesai tapi kalau belajar sabar itu seumur hidup ah Masyaallah enggak ada selesainya Beliau juga saya lihat ada tanda-tanda mob ap oke kan saya lihat Saya saya buka memang diinceng gitu ya diintip itu enggak ini jadi harus diambil Enggak kerasa mau itu enggak Enggak terasa enjoy aja dia enjoy aja ini ada tanda-tanda apa Enggak kerasa gitu ya Ini sudah waktunya keluar atau belum enggak tahu ini ini yang saya pakai untuk ngambil Oh dicek gitu ya Iya untuk ngambilnya Oh pertama diinceng dulu nah terus diambil P Iya e nek nek misalkan pas Diar itu jadi saya kayak saya tuh seperti mainan jenang-jenangan gitu I mainan jenang-jenangan Iya jadi saya bawa piring bawa sendok saya ngambilin tak pindah ke piring gitu sebenarnya nafkah batin itu tidak hanya sebatas urusan ranjang Oh menarik ini nafkah batin tidak hanya urusan ranjang Iya ketika batin istri itu Bahagia Itu sudah merupakan nafkah batin menurut saya loh saya sendiri gitu ya jadi meskipun suami tidak bisa memberikannya Ketika saya bahagia dengan suami ya sudah saya sudah bahagia sudah sudah beliau sudah memberikan nafkah batin ke saya Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh kita bersama dengan ibu kita sedang ada di Boyolali Timur ya Bu ya Boyolali Timur hari ini kita ngobrol dengan Bu nah ini siapa gitu ya Jadi kalau di sini ada buku mendobrak keterbatasan oleh ada kecil-cil perjuanganami istah jadi berkah nah suami istri ini istrinya ini gitu jadi yang berkisah di sini yang menobrak keterbatasan suaminya ini adalah Ustaz Amru nah istrinya ini Ibu Evi ini e Jadi kita ini hari ini akan mengulik tentang sebuah arti kesabaran jadi podcast kita hari ini podcast guayeng ini eh kami coba untuk mengulik dari ibu Evi ini untuk ibu-ibu yang di luar sana atau pasangan ee yang kemudian diuji dengan sebuah keterpuruk e sebuah apa ya keterbatasan entah itu fisik ataupun entah eh mental atau apapun e keterpurukan atau keterbatasan itu kemudian Bagaimana sih sikap orang yang mendampingi begitu nah kita hari ini akan belajar bersama dengan ibu Evi karena menurut saya ibu Evi ini hebat ya jadi Ustaz Amr ini lumpuh dari Ul hati sampai ke bawah dan bahkan belum dikaruh seorang anak gitu ya dan bahkan mungkin potensi itu tidak ada ibu ya J bagaimana kita belajar kesabaran bersama beliau nah ini kita langsung bersama tanya-tanya nanti sama Bu Evi Bu Evi sehat Alhamdulillah sehat e Bu Evi eh iya jadi sekitar tahun memang sudah lama ya kejadiannya sekitar tahun berapa 2008 2008 Agustus 2008 jatuhnya Ibu menikah dengan Ustaz Amri itu usia e di tahun berapa tahun 2005 di tahun 2005 menikah Iya 2008 terjadi kecelakaan kecelakaan yang mengakibatkan e separuh dari lebih dari Separuh ya iya ee organ tubuhnya tidak bisa diaktifkan atau lumpuhlah begitu ya Nah itu 3 tahun loh bu bahkan Ibu waktu itu bilang pernah memiliki cita-cita memiliki seorang anak gitu ya tapi belum kesampaian waktu bel itu gimana itu bu ya selama kan gini ya Siapa yang tidak ingin gitu cuman dari awal itu saya gini pernah ada terlintas gitu ya karena di awal kita menikah itu awal-awal saya mulai kenal dengan dakwah Ya mulai senang-senang ikut ikut kegiatan dakwah gitu ya terus kemudian ada teman yang mengatakan alah paling kok nek wis nikah yo wis leren dakwahe gitu oh jadi kegiatan dakwah itu sebelum menikah Iya sudah dimulai dakwah makudnya Ibu dakwah Apa ya Eh di sini kita ada sebenarnya kita kan ngajar TPA juga di siniajar gituaj kegiatan remaja di Simo ya Mi kita membantu apa mendampingilah mendampingi anak-anak SMA oke yang tergabung di fipmi terus k fipmi itu apa I forum silaturahmi eh apa ya siswaak ya Mi itu Madrasah Islam bukan G ya Oke jadi ibu mendampingi itu mendampingi anak-anak itu ya di SMA itu nah jadi saya bertekad membuktikan bahwasanya dengan menikah saya tidak berhenti dalam dakwah urusan dakwah itu Iya tidak berhenti maka sempat terlintas jangan langsung dikasih keturunan dulu gitu ya oh malah gitu ya sempat sempat terlintas kayak gitu biar saya masih masih pengin dakwah gitu ya masih Pengin membersamai anak-anak kayak gitu itu kan juga sayaajar anak bukan anak anu ya anak-anak yang didakwahi itu apa ya yang dibersamai dalam dakwah ya bukan anak asli gitu ya kebetulan itu juga pas saya masih ngajar TK TK IT Sambi gitu Jadi pas awal-awal pendirian tkan juga jadi kadang ya tadi ee masukan teman-teman alah nak nikah k y selerana gitu kan saya ingin membuktikan gitu ya bahwasanya dengan menikah itu kita masih tap bisa dakwah git oke dan ternyata ee ada keinginan untuk menunda memiliki anak dulu karena supaya fokus begitu dakwahnya tapi terus kemudian berjalannya waktu kan sampai setahun kok juga belum lah itu mulai mikir juga Oh khawatir juga nih gitu ya Nah terus kemudian ibu mertua gini serapopo itu kan wong Ibu dulu juga jaraknya 4 tahun baru ada suami Nah itu mulai Rod ayam tapi tetap masih masih kepikiran ya gitu ya masok Yo lama gitu akhirnya kita sudah usaha juga Nggih ke beberapa rumah sakit juga untuk ee promil lah istilahnya dan terakhir itu di rumah sakit yarsis itu saya disuruh untuk H HSG ya atau apa ya yang yang jelas itu dimasukkan cairan untuk mengetahui bagaimana kondisi itubafupanya ya itu ya Ee bermasalah apa tidak gitu tapi di situ saya takut ya takut tapi setelah itu selang berapa bulan suami jatuh Oh itu akirnya belum terjadi waktu itu ya Iya belum kecelakaan saya masih di yang yang tes itu belum belum jadi ikut tes berarti ya selang berapa itu kemudian suamiami kecelakaan Oke dan yang mengibatkan lumpuh separuh badan perbadan bahkan otomatis juga daerah vitalnya juga enggak bisa anu lagi berarti potensi itu jadi tidak ada begitu ada apa yang kemudian ibu pikirkan waktu itu ketika mengetahui itu itu ketika itu saya enggak berpikir macam-macam gitu ya hanya fokus pada kesembuhan suami aja Oh jadi keinginan itu menjadi menjadi anu ya menjadi nomor gitu ya Iya Bagaimana suami ini sembuh gitu Iya jadi enggak kepikiran saya nanti gimana dan seterusnya enggak he cuman Bagaimana suami bisa sembuh bisa Bisa aktivitas lah gitu ya dan bahkan doa dari awal ya Sampai sampai sebelum punya motor gitu ya itu kan masih berdoa supaya suami sembuh kemudian supaya masih bisa aktivitas seperti dulu lagi gitu ya karena memang aktivitas dulunya kan padat ya padat aktivis memang suami Bu ya alhamdulillah padat Terus eh Saya pengin Bisa aktivitas lagi tidak di rumah Nek Nek Bisa aktivitas kan senang ya suami senang saya juga senang iya i i harapannya itu dan Alhamdulillah Allah kabulkan gitu ya di tahun yang ke-15 ya suami mendapatkan karunia motor di tahun ke-15 yang ke-15 setelah kejadian itu iya oh lama ya iya Alhamdulillah jadi selama 15 tahun itu belum punya motor yang seperti ini belum Iya ya kalau ke mana-mana pakai mobil itu pun kalau mobil harus cari sopir cari yang ngantar gitu ya Meskipun maksudnya pakai mobil ini lebih Ribet lah ya jadi kan meskipun juga ada bapak mertua sih yang yang ngantar ke mana-mana Cuman kadang kan kasihan sudah sepuh gitu ya harus ngangkat beban segitu beratnya angangkat terusangkat Terus kalau ada motor ini lebih bisa mandiri gitu ya jadi ada motor di sampingnya ada kayak grup mungkin teman-teman yang belum melihat video Saya pernah bikin video dokumenter kalau teman-teman penasar motornya Seperti apa lihat nanti di video yang tentang menu berak keterbatasan itu saya pernah bikin video ibu ee waktu saya flashback ulang sebelum KJA 15 tahun punya motor tadi diceritakan ya dalam proses ee setelah dioperasi atau apa itu apakah EE ada kayak semacam apa ya namanya apa Lek ngarani itu di tadi di tamamu apa namanya Bu ee terapi terapi ya Apakah ada terapi Iya jadi itu terapi Apa itu Bu Ee kita di rumah sakit tuh pas satu bulan di rumah sakit bulan Masuk tanggal 8 keluar juga tanggal 8 Nah pas pulang itu oke Heeh kan masuknya 8 bulan Agustus keluarnya 8 bulan September di rumah sakit 1 bulan Iya 1 bulan kemudian sama teman-teman itu kita dibawa enggak pulang he he gitu ya terus saya loh Kita mau ke mana gitu ya ke Tawang Mangu gitu kan Padahal saya enggak kenal mereka gitu Tapi nek suami kenal gitu ya oke oke itu ngapain di sana ee di sana ada terapi ya sama Pak Supri namanya daerah Tawang mangus itu yang bisa bisa nerapi eh apa namanya ya Papah tulang kayak gitu Oh I itu kan banyak banyak teman-teman yang ke sana juga untuk terapi sembuh Alhamdulillah ya atas izin Allah ya berarti mengharapkan sembuh terapi Ya itu kan dari teman-teman saya kan enggak enggak ngikut gitu aja dibawa ke sana saya ngikut gitu ya Nah pas ke sana itu sore ya sampai sana itu sore terus kemudian disambut dengan teman-teman yang Masyaallah kalau saya melihat kadang saya kalau ingat itu seperti seperti mungkin orang-orang Muhajirin Ansar gituamatis itu saya merasakan kayak gitu Masyaallah ya ukhuahnya itu benar-benar luar biasa itu saya merasa tidak kenal mereka tapi sambutan mereka ke kita itu luar biasa gitu ya oh Ee Kita disediakan satu tempat gitu ya di rumahnya mbah Nur ya dan di situlah saya digembleng banur secara langsung ya bagaimana saya harus menjadi seorang istri yang mandiri gitu ya itu bermula dari situ oh dari situ dari Mbah Nur itu Mbah Nur itu yang sering memotivasi saya siapa Mbah Nur itu Mbah Nur itu yang punya rumah itu yang tempat jenengan menginap itu di sana di fkkd dulu namanya fkkd Tawang Mangu Oke jadi di bawah yang di sekretariatnya itu kita ditaruh di situ he ee satu rumah gitu ya terus kemudian Mbah nurnya ada di rumahnya sendiri yang di atas he he Nah otomatis kan Eh saya sering berinteraksi dengan beliau baik Mbah Nur Kakong maupun Putri ya oke sering seperti saya tuh dianggap seperti anak sendiri gitu ya bagaimana rasanya ketika kita diantau di tempat yang jauh kemudian ada orang yang ngerangkol ya bahasa saya itu itu nyaman itu jadiasanya ketakutanetakut suami gimana-gimana itu sudah mulai berkurang tenang saya di situ gitu ya terus di situlah Mbak Nur mulai mulai memberikan nasihat ke saya bahwasanya suamimu itu nanti tidak sehari dua hari sembuh tapi butuh waktu yang lama gitu ya maka saya harus sabar saya harus bagaimana nanti bisa ngurus suami dengan Mandiri gu bermula dari itu ketika pas sudah 3 bulan kita di Tawangmangu mau Diba pulang bentar bentar jadi dari bunur itu dilatih arti kesabaran Iya bahwasanya suami ini enggak enggak sebentar karena tulangya belakang apa namanya patah tulang belakang tulang punggung apa sih e para plki ya itu yang patah gitu ya jadi bakaran lama di di di ajari kesabaran gitu ya dan ibu bagaimana ketika mendengar bahwasanya ini akan lama terus harus sabar itu apa yang terpikirkan di dibu pada saat itu ya Oh berarti memang ini adalah ee apa namanya memang tugas saya Oh ya k langsung bisa accepting ya menerima ya ketika Allah Memang kemarin belum mentakdirkan saya punya anak kemudian saat ini Allah berikan kesempatan saya untuk merawat anaknya mertua sama-sama anak ya bukan anak sendiri cuma merawat anaknya mertua Iya iya alias suami kita gitu ya Iya oke kalau kalau mungkin anak kita sendir bayi itu kanendong ke mana-mana gitu ya kalau ini kan memang ya bayi besar bayi besar bukan Gong tapi Dorong ke mana-mana gitu ya iyaja sekali kelihatannya Lah gimana ya diterima aja Oh gitu Ya disyukuri nek nek saya ee musibah ini banyak banyak hikmah gitu ya yang saya apa yang harus disyukuri Bu syukurnya yang pertama tadi gitu ya saya dipilih oleh Allah untuk merawat suami mana saya merasa ya ini pahala Saya di sini Oh pahala Ketika saya bisa taat kepada suami saya bisa berkidmat dengan suami gitu ya Eh dengan cara ya merawat beliau semampu saya gitu ya karena memang saya juga tidak punya keahlian kesehatan itu enggak punya sama sekali basic itu enggak punya gitu bahkan eh saya diajari untuk membersihkan luka itu ya pas D Tawang Mangu karena posisi 3 bulan kan kan waktu yang lamalan di tawang sehingga teman-teman itu menghadirkan dokter di situ untuk membantu perawatan beliau ya drter Haris ya di situ saya diajari Bagaimana saya harus mengganti selang k teter kemudian membersihkan luka dekubitus yang ke betulanang sudah ada ya sejak di rumah sakit itu sudah ada luka dan di situ saya diajari Bagaimana mersihkannya diobatinya pakai apa ibu di tawang wangu itu memang apa ya kayak ibu Berarti bayar ya artinya berobat di sana atau kayak semacam bantuan atau seperti apa itu teman-teman Yang ngurusi oh teman tahu tah tahu Poka beres itu ya banyak yang support ya Bu ya teman-temhamdah di tahun 2008 itu ya Masyaallah saya ya itu mulai saya berkenalan dengan banyak publik ya dengan banyak orang dengan teman-temannya suami itu ya ketika di situ karena hampir setiap hari itu orang menjengok itu banyak karena juga suami juga aktivis bu ya temannya banyak terus beliau banyak jasanya di alhamdulillah teman-teman gitu ya Bu dalam dalam merawat Ustaz Amru ini yang kemudian berkesan bu apa bu bagi ibu Evi eh Ketika saya meraat Beliau selama ini gitu ya selama 15 tahun ini 15 tahun itu lama loh bu tahun tapi dijalani Ya sudah gitu aja ya berjalan aja tah tah 15 tahun gitu ya dan ibu siap untuk sampai akhir nanti bu ya Insyaallah sering ngobrol sama suami gitu ya Nanti kalau mati bareng-bareng aja gitu Waduh romantis juga Ustaz Amr yang minta mati bareng-bareng oh jenengan Waduh kenapa minta mati bareng meskipun kondisinya seperti itu tapi ketergantungan saya dengan suami itu besar gitu Saya merasa Pokoknya saya tergantung sama suami Apa contohnya apa dalam hal apa tergantungnya jadi ketika jadi eh suami itu yang yang Didik saya gitu ya Karena dulu saya saya sempat ini ya sempat protes gitu ya Ee istri itu kan jadi seperti apa itu kan tergantung suami Oh gitu ya I maka ya jadi kan saya itu seperti apa yang yang jenengan pinginkan gitu ya oh akhirnya kan saya diajari untuk tadi untuk menyampaikan materi untuk misi kajian kajian ya mengisi kajian dari beliau Oh itu jadi dari dari dulu itu zamannya komputer ya itu sajar ya suami dengan telatennya terus ee motoran gitu ya itu S ngajari suami bisa bisa berani di jalan raya itu ya dari suami I oke oke baik baik luar biasa Ibu saya kembali lagi ke pertanyaan tadi dalam merawat suami itu dalam apa yang tadi yang berkesan tadi Mohon maaf saya potong tadi Eh ada beberapa hal yang mungkin bagi saya yang pertama ketika saya bisa mengganti selang kateter selang kateter selang kateter itu untuk untuk mengeluarkan urinnya kan ee enggak bisa keluar dengan sendirinya ya Akak sendiri harus dikeluarkan ee kalaupun enggak dikasih selang itu biasanya enggak tuntas keluarnya pipisnya itu urungnya sehingga dikasih itu untuk memudahkan juga dan Ee Kita berusaha supaya tidak najis gitu ya kan untuk salat dan seterusnya kalau enggak dipakai nanti saya juga repot sendiri engih engih ya saya tetap memilih untuk memakaikan itu selangkaatter ituoke ee biasanya seminggu sekaliah kita ganti dan itu susah Bu ya alhamdulillah nak Oh ndak tapi bagi sebagian teman-teman mereka juga enggak berani takut kenapa enggak berani enggak tahu ya Ada teman di daerah sini yang EE Kenapa harus manggil Mantri gitu ya Oh biasanya manggil Mantri Iya kan tetap kalau kita Min Mantri juga ada biayanya juga nah itu juga yang dulu membuat saya Saya harus bisa mandiri harus bisa merawat suami sendiri sehingga saya tidak banyak pengeluaran Heeh he he jadi ee kalau saya bisa sendiri bisa mengganti sendiri saya tinggal membeli bahan-bahannya oke ya luka pun juga demikian kalau luka Kalau sebelum ke luka Saya mau bahas kateter itu tadi kalau manggil manti sampai berapa itu ya mungkin 50-an mungkin ya karena saya selama ini Alhamdulillah bisa ganti send di bawah 100 lah ya tapi kalau sering kan juga Iya seminggu sekali juga dibayangkan sekali kalau bahannya aja beli berapa bahannya aja bahan itu kalau urin bag-nya itu sekitar r.000 rp8.000-an Oh murah juga ya urin bagnya untuk yang tempat kantong pipisnya kalau katernya yang agak mahal dari dulu tuh sekitar 20-an sampai sekarang sekitar 28 Oh ya belum Nanti vijilnya pelumasnya Oh I untuk melumasi Selangnya yang panjang itu untuk bisa masuk Oh iya ya ya ya tapi intinya lebih murah lah ya kalau beli bahannya aja itu itu juga Ibu berpikir supaya Mandiri ya di situ ya Ya tadi dari Mbah Nur yang wanti-wanti pokoknya harus mandiri jangan merepotkan banyak orang gigih engih enggih terus selain ganti katetter apagi Bu yang menurut Ibu weh berkesan ini gitu maksudnya itu tidak apa ya masih ingat dan di luar rata-rata kesabaran orang gitu jadi membersihkan luka dekubitus itu kalau dulu ya awal-awal itu bisa sampai sekitar 1 jam membersihkan luka dekubitus dekubitus Apa itu kebetulan di pantatnya itu ada luka ya e pantat pantat pas atau atasnya pantat Eh ini yang pertama itu di pas tulang ekor pas tulang ekor baik karena kan kebetulan berbaring terus ya berbaring sehingga ada luka tekan kata nah bahasanya itu dikubitus gitukubitus Iya dikubitus dulu itu eh karena kita masih manual gitu Jadi ada pembusukan ketika daging itu menghitam otomatis ee membusuk Kata Kata dokter gitu ya itu lubang itu ya itu sebenarnya pertama kan cuman ruam ruam itu apa ruam itu apa ya memar gitu Heeh kayak kayak memar sejenis memar itu iya iya iya kalau menghitam terus kemudian nanti kita tusuk dengan gunting Kok tidak mengeluarkan darah berarti kan itu pembusukan dagingnya I itu harus dibersihkan gunting iya oh nah guntingnya itu yang lama 1 jam itu Iya dulu nek saya Oh jadi karena melebar gitu ya jadi kecil-kecil gitu ya yang nlesep-dlesep gitu loh anu pembusukannya itu itu kalau enggak dihilangin Kenapa nanti tambah lebar lagi busuknya semakin parah iya oh betul dan itu katanya baunya luar biasa ya Bu ya b ya bau lagi itu dulu pas sempat juga kena apa ya jadi dari dari kemaluannya itu mampet atau gimana itu itu keluar keluar Oh ya Vistel namanya Oh ada Vistel pernah mengalami Vistel juga pas itu di kita malah ee pas ke Jakarta ya jadi habis dari Tamang Mangu kita ke Jakarta kena Vistel hm Jadi dari kemaluannya itu air itu enggak bisa lancar keluar sehingga jejebos gitu dari kemaluan oke itu keluar nanah Oh ya Allah ng bau hm tapi alhamdulillah sembuh di suumpel-sumpeli gitu ya Bu ya pakai masker dobel-dobel gitu Iya tapi anu kalau orang berpuasa itu kan nanti baunya B mulut kan diganti minyak apa minyak kasturi ya Ini juga mungkin juga kasturi juga ya Insyaallah nanti mudah-mudahan mudah-mudahan k itu enggak enggak ada anisnya itu Iya kemudian ya tugas saya kan memang ee karena pencernaannya juga enggak lancar sehingga saya mengambil bab-nya mengambil bab Iya jadi enggak keluar sendiri juga bab enggak bisa kecuali Diar kecuali diar kan apa mench cuer ya itu keluar sendiri Keluar sendiri pernah ee banyak gitu ya banyak itu lah saya iseng gitu ya iseng-iseng ditimbang bab-nya ditimbang kok ya iseng banget itu ya lebih ditimbang jadi Mas malam-malam gitu ya malam-mam Kan dulu itu kalau saya bersihkan kadang siang enggak sempat membersihkan saya bersihkan malam e jadi setelah BB dibersihkan gitu atau gimana Jadi kalau pas Enggak maksudnya gini saya mengganti membersihkan luka dekubitus itu kadang siang Kadang malam Heeh Nah pas itu pas malam hari terus Kemudian beliau juga saya lihat ada tanda-tanda mob ap Oke dan saya lihat Saya saya buka memang diinceng gitu ya diintim itu enggak ini jadi harus diambil Enggak kerasa mau itu enggak Enggak terasa enjoy aja dia enjoy aja ini ada tanda-tanda apa Enggak kerasa gitu ya Ini sudah waktunya keluar atau belum enggak tahu ini ini yang saya pakai untuk ngambil Oh dicek gitu ya Iya untuk ngambilnya Oh pertama diinceng dulu nah terus diambil pambil giniya ya Allah tapi kan saya pakai pakai handon ya iya iya iya pakai handon dan saya punya piring khusus di kamar mandi buat itu buat wadah emas itu heeh bund waktu ditimbang itu Masnya Berapa kilo Bu 1 kilo 1 kilo kalau umumnya orang berapa ya berapa H sed tapi enggak mesti juga itu ngepasi ya Ada ada rule-ru dia itu e berapa bulan sekali keluar banyak Oh ya itu eh nek nek misalkan pas Diar itu jadi saya kayak saya tuh seperti mainan jenang-jenangan gitu Iya mainan jenang-jenangan i jadi saya bawa piring bawa sendok saya ngambilin tak pindah ke piring gitu berarti prosesnya itu di ee di kamar mandi ya Bu ya enggak ya di tempat tidur kan saya enggak bisa bawa kamar mandi Oh I semua dilakukan di tempat tidur hm Jadi ya tadi piring khusus sendok khusus yang saya taruh di kamar mandi ya jenang-jenangan ya Bu ya pas Diar ya ya kadang sampai kakak saya telepon ngopo Bul gitu ya k Mendulang emas anu Mendulang emas apa namanya itu kalau orang lagi nambang Oh nambang ya mendambang emas itu Masyaallah Ya Rabb iya Alhamdulillah Allah berikan kemudahannya itu bagi orang itu berat loh tapi Ibu buat bercandaan loh ya kok seenjoy itu ibu lah gimana lagi Mak ne mak saya are mau marah-marah ng ya ya bismillah gitu a kita sambil ngobrol gitu ya sama sama suami gu kalau sudah kalau engak enggak terlalu banyak kan biasanya cuman ee cuma saya ambil kemudian saya perlihatkan Oh dilihat dilihatkan untuk apa itu dilihatkan tak lihatin saya bilang gitu gitu akhirnya nanti ketawa lagi jadi biar yaang Engak enggak sepaneng gitu ya I candaannya beda ya enggak sepaneng ya hiburan hiburanuran sendiriur kita aja sudah senang ya Iya Masyaallah Ya Rabb yaah jadi eh ada tadi Kapan itu saya juga berbincang dengan Ust Amr bahkan kondisi terberat bagi seorang yang diuji dengan disabilitas atau yang lain itu ketika orang yang di sekitarnya enggak support ketika orang di sekitarnya itu kayak malah ada justru yang meninggalkan dia karena sudah tidak sanggup terus kemudian intinya kalupun tidak separah meninggalkan mungkin tidak Ee perlakuannya tidak sebagus mungkin yang jenangan ceritakan tadi itu Ibu gimana menanggapi seperti itu Eh bagi saya gitu ya Eh suami ini adalah ladang pahala bagi saya ladang emas sekarang ladang pahala yaul kan jadinya dapatnya dapat emas dapat pahala dapat pahala baik ee ketika senangnya aja kita mau masok sakitnya enggak mau Oh oke dan juga ya tadi kembali ke ke dari awal berusaha ingin menjadi istri salihah ya Di mana pernah juga ini dari suami yang ngajari ada sebuah hadis yang mengatakan ketika seorang wanita itu salat lima waktu kemudian puasa Ramadan menjaga kemaluannya dan taat pada suaminya maka dikatakan kepadanya masuklah Jannah Lewat Pintu mana saja yang kamu kehendaki oh nah Saya berusaha untuk taat dengan suami ya harapannya itu hadus tadi memang pengin Lewat Pintu mana Bu Ya semua pintu kalau bisa Masyaallah luar biasa imannya luar biasa Oh itu yang dicari ya Bu ya Iya jadi meskipun sakit ya bukan bukan alasan saya untuk meninggalkan malah di sinilah pahala saya bagaimana saya harus berkhidmat dengan suami gitu ya dan ujian ya ujian I Oke Berat juga orang beriman bu ya berarti mending Surga itu kan tidak murah wuh Ada enggak yang murah Bu apa ya surga bisa surga tapi tanpa diuji gitu loh yang murah gitu harus harus ada ujiannya harus ada diuji yakin enggak sama Allah Bu jenengan memiliki pemahaman yang luar biasa bahwasanya ketika suami diuji ini ladang pahala jadi justru Ini adalah sebuah kesempatan untuk mungkin kalau enggak dengan ini saya dengan apa lagi gitu ya Nah Ibu memiliki kesadaran ini apakah instan atau ada proses dulu Ibu ee sebenarnya kan saya ikut kajian-kajian itu sebelum menikah ya oke belum menikah terus kemudian karulah ketika sudah menikah ya masih bertemu dengan lingkungan yang mendukung tadi Nggih jadi banyak teman-teman yang malah dari jauh-jauh saya tidak kenal saya di kenal dari dari hubungan itulah kemudian itu yang menguatkan saya heeh terus kemudian ya proseslah proses berjalannya waktu belajar belajar belajar gitu ya itu yang menguatkan heeh heeh he jadi memang sudah kesadaran dari lama ya Bu ya berarti ya iya Alhamdulillah Oke Baik Bu kalau jenengan coba kan hari ini tuh banyak ya kayak perceraian di mana-mana terus bahkan Bahkan bukan yang diuji seperti ini kondisi biasa-biasa aja terus mungkin tergoda dengan apa begitu Ibu menyikapi itu seperti apa ee sebelumnya ada kasus ya kemarin tuh ada kasus seorang akhwat yang kearulah ya suaminya itu tidak bisa memuaskan dia gitu ya memuaskan dalam urusan ranjang ranjang oke nah kemudian saya berpikir gini ya Coba misalkan dia di posisi saya Iya gitu itu sehingga ee nek Saya sendiri merasa gini sebenarnya nafkah batin itu tidak hanya sebatas urusan ranjang Oh menarik ini nafkah batin tidak hanya urusan ranjang Iya ketika batin istri itu Bahagia Itu sudah merupakan nafah batin menurut saya loh saya sendiri gitu ya jadi meskipun suami tidak bisa memberikannya Ketika saya bahagia dengan suami ya sudah saya sudah bahagia sudah sudah beliau sudah memberikan nafkah batin ke saya dengan tadi bercandaan-percandaan tadi jenang-jenangan sama Mendulang emas tadi Oke Baik saya paham jadi kayak ibarat ee nafkah lahir dan batin batin itu bukan berarti urusan diri situ aja Iya iya jadi ee memang ada beberapa fenomena akhir-akhir ini Bu jadi memang kayak tadi yang Ibu katakan tadi juga saya juga itu urusan LAN yang tidak selesai maka sudah akhirnya kan minta cerai tadi ada setat yang Coba bayangkan ini jadi ibu ini sudah minta cerai berapa kali gitu Cobalah nanti ee yang mungkin sedang ada problem dengan keluarganya yang mungkin tidak sesuai dengan keinginan atau apa nanti diskusilah sama ibu atau Lihat tayangan ini aja atau minimal baca buku ini aja L ya baca buku ini di sini ada perjuangan perjuangan suami istri mengubah musibah menjadi berkah jadi di sini ada perjuangan Ustaz Amru dalam kesembuhan dalam berkarya dalam berkarir berbisnis dalam di atas kursi roda ada juga perjuangan ibu Evi yang menemani sabarannya seperti apa kat-kiiat mengubah musibah menjadi berkah juga wah luar biasa Masyaallah Bu EV saya lupa mau bahas apa lagi saya ngpek baik ibu Evi selain kemudian Baik Bu baik bu selain merawat suami Alhamdulillah sudah 15 tahun seperti itu ternyata jug kayaknya sekarang juga aktif juga nih ya mengajar gitu ya atau seperti apa iya Alhamdulillah ee suami memberikan kebebasan kepada saya untuk belajar dan mengajar belajar dan mengajar Iya jadi dulu sempat ramai-ramainya herbal ya itu saya minta izin mok Saya pengin belajar herbal ya dari herbal itu kan ada bekam du niatnya kalau bisa bekam kan untuk keluarga gitu terus kemudian satu sisi saya pengin belajar Tahsin he he Tin juga terus sama suami Ah kamu belajar tahin aja Nek herbal bekam itu bisa kita belajar sendiri Tapi kalau Tahsin kita harus dengan orang lain dengan guru ya Iya dengan guru Akhirnya saya belajar ke Solo ke Solo bersama jauh kan i ya iya lumayan lalio setengah jam lah setengah jam berapa setengah jam Oh enggak jauh-jauh banget Kurang lebih ini perbatasan Solo juga ya di Solo itu lama juga saya terus kemudian ee saya beranikan di saya beranikan diri untuk mengajar ibu-ibu sekitar sini untuk membaca Al taksin I baca al-qur'an gitu dari dari nol dari Abata itu kan ee ada mereka yang merasa sudah bisa tapi ternyata ee dengungnya kurang panjang pendeknya kurang jadi kita dari dari awal dariuh dari awal Ibu kenapa kok spesifik belajar Tahsin gitu eh kenapa ya suka aja Ken suka aja Oh suka gitu ya Pengin bermul dari saya sendiri juga pengin bacaan saya benar iya I Iya pengin benar terus kemudian Sampai sekarang masih belajar sampai nek sekarang di rq Bunda Aisyah Oke di Solo itu ya di Solo juga jadi kalau bacaan al-qur'an atau taksirnya benending itu kan enak ya didengar ya kayak iarnya enak rasanya beda gitu ya rasanya beda iya kan gitu bu ya oke dan dari belajar di Solo kemudian juga mengajarkan di sekitar rumah iya sekitar itu ke mana sekitar rumah rumah atau ke lembaga atau apa di jadi Kebetulan saya juga diamanahi untuk ee kajian ibu-ibu di sekitar Sambi lah wilayah Sambi Sambi itu Kecamatan ya Iya Kecamatan gitu ya Ee nah di situ kadang saya seling dengan materi kadang dengan Tahsin gitu ya ketika melihat memang ibu-ibunya banyak yang belum lancar ya Berarti ada materi Tahsin ada materi kajian G kalau mereka sudah lancar enggak ada materi Tasin Hm kalau sudah lancar materinya apa materi-materi ya kayak akidah gitu kadang nek wanita muslimah begitu ya Iya yang memang tujuan kita untuk bagaimana kita berusaha mendampingi ibu-ibu untuk menjadi Istri Salehah iya iya iya harapannya ke sana gitu siap siap siap baiku luar biasa jadi ee kalau istri itu perlu juga belajar kayaknya Bu ya apa ya kayak menyelingi waktunya dengan belajar kayaknya Bu Ya belajar ke menuju ke sana karena godaan hari ini luar biasa bangetar biasa ini Iya gitu bu ya tidak harus ke sini Maksudnya di mana aja gitu ya banyak tempat gitu Iya di Entahlah berkumpul dengan orang-orang baik gitu ya Bu bahkan ada kelas-kelas online kan sekarang kelas untuk ee rumah tangga itu ada sejak persiapan menikah dan ternyata ee setelah saya menikah itu harusnya gitu ya harusnya ilmu itu sebelum menikah gitu loh tapi karena memang ya sekarang ya sudah sambil belajar sambil praktik di rumah tangga ilmu apa itu ya ilmu persiapan pernikahan menyiapkan mental nek kakak saya dulu gini iya ee apa mbak yang perlu disiapkan ketika kita menikah ya mental Ah gitu yang perlu disiapkan menikah adalah mental bukan modal ya bukan bagi kita seorang perempuan mental katanya modal enggak perlu modal itu untuk laki-laki Oh laki-laki kalau untuk perempuan mental mental Seperti apa itu Bu jadi ketika kita bertemu dengan dengan orang yang tidak kita kenal kemudian kita berinteraksi dengan mereka karullah juga Memang keluarga saya dengan suami itu berbeda berbed kebiasaan gitu ya Jadi kalau keluarga saya itu rodok tidak banyak bicara atau kemudian rodok kalem gitu ya n keluarga suami itu ee suaranya tu agak keras tapi meang enggak enggak enggak bermasuk marah itu enggak cuma Memang agak tinggi gitu loh baik terus kemudian keluarga suami sudah pada paham keluarga saya belum Nah kayak gitu kan berbeda ya dan saya sendiri enggak pernah dengar suara keras itu karena Bapak Ibu saya ya ya kalem-kalem baik jadi memang belajar mental ya Bu ya karena di situ pasti agak ada mungkin suami istri yang kemudian bertemu dengan pasangan yang karakternya mirip-mirip itu lebih mudah mungkin Bu ada juga yang karakternya agak jauh itu harus pental itu tadi benar harus banyak menyesuaikan harus banyak belajar tidak boleh ego sendiri ya Bu ya egonya yang laki-laki juga punya ego yang perempuan juga punya keinginan jadi kayak harus dikomunikasikan dengan baik ibu terima kasih sekali sudah kita bincang-bincang di siang ini teman-teman nanti juga yang ingin memiliki buku ini cek link di deskripsi ya oke begitu ini kayaknya juga Mulai hujan Bu Jadi guayang itu podcast di peecah telur gayang ini memang konsepnya di alam nah kalau musim hujan gini kalau hujan ya harus segera selesai gitu teman-teman gitu terima kasih yang sudah menyimak ibu ada pesan untuk wanita hebat di luar sana Eh kepada teman-teman ya para muslimah G ketika kita di apa namanya ketika kita sudah berumah tangga gitu ya kemudian ketika masa senang dengan suami kita mau gitu ya harapannya juga ketika suami itu dalam keadaan diuji oleh Allah ya Mari kita tetap membersamain he he bersamainya dan berusaha untuk taat Ya selama memang suami tidak memerintahkan untuk hal-hal yang dilarang agama maka istri itu harus taat dan ini yang Saya berusaha untuk menggapai Jannah dengan ketaatan kepada suami ya Eh karena saya merasa saya tidak punya tidak punya kelebihan apa-apa gitu ya tidak punya saya pun juga bukan orang-orang dari Pondok gitu ya saya lulusan biasa saja gitu ya tapi berharap gitu ya berharap Allah Rida dengan apa yang saya lakukan dengan kita taat kepada suami dengan berkhidmat dengan suami gitu ya Allah akan memasukkan kita ke janahnya jadi sekali lagi bagi teman-teman Mari kita berusaha untuk taat kepada suami dan ketika memang suami dalam keadaan bermasalah punya masalah diuji sama Allah gitu ya maka bersabar dalam mendampinginyaungk sabar itu mudah diucapkan tapi berat dilakukan pernah itu tetangga bilang gini ee Masih saudara sih sebenarnya jadi gini dia tuh Ee pernah jadi kalau dia tuh kebetulan gini ya istrinya itu juga sakit istrinya sakit terus kemudian ingatnya ke saya malahan jadi gini Mbak Evi aja bisa sabar ngurusi Pak klees gitu ya maka saya juga harus sabar Oh dijadikan benchmark kalau bahasanya kalau Bu Evi bisa saya ya Harus bisa Harus bisa itu bapak-bapak malahan bapak-bapak yang kayak gitu yang merawat ibunya yang sakit istrinya Istrinya sakit istrinya sakit Iya dia bilang gitu terus dia juga mengatakan kalau kita belajar di sekolah gitu ya Itu ada masa selesai ujian itu selesai tapi kalau belajar sabar itu seumur hidup ah Masyaallah enggak ada selesainya belajar sabar seumur hidup enggak ada selesainya Oke kita harus bersabar dulu karena sudah mulai hujan juga Terima kasih Bu Evi Terima kasih semuanya kita hari ini di agrowisata Telaga alam alam Demangan Sambi Sambi Boyolali Terima kasih juga untuk yang berikan tempat sampai jumpa di lain kesempatan asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh [Musik] Waalaikumsalam
Resume
Categories