Transcript
1UW0ZNMV1bg • Dahsyatnya Sedekah, Langsung Di Ganti Berkali-kali Lipat Sama Allah!!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/PecahTelur/.shards/text-0001.zst#text/0296_1UW0ZNMV1bg.txt
Kind: captions
Language: id
jadi rumah ini benar-benar jadi
pelengkap hidup mereka yang hilang di
rumah ini tidak ada Ustaz tidak ada Kiai
karena memang bukan Pesantren juga
Memang rumah yang ada Abahnya ada Uminya
lalu kakak-kakaknya yang paling besar
menjaga adiknya masak mengatur layaknya
sebuah rumah Dan inilah rumah yang penuh
keceriaan Saya memilih untuk menjadi
Abah dari sekian puluh anak mungkin
sekian ratus
anak ujian yang Allah berikan itu bukan
ujian hasil tapi ujian sikap dan ujian
ikhtiar dan saya melewati ini semua
mendapatkan anak tadi bagian dari
menjalankan ujian ikhtiar tadi sepanjang
jalan itu saya berdoa ya Allah kasih
saya kekuatan kesabaran wis mung sabar
we
[Musik]
wis
asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh saya Iman Surahman biasa
dipanggil kak Iman saya sebagai seorang
pendongeng pengkisah pemerhatian juga
Ayah dari sekian banyak anak saya enggak
tahu lupa jumlahnya berapa hari ini
tinggal di rumah ceria dan rumah ceria
ini ada di Bekasi tepatnya di Kabupaten
k Bekasi ya di kecamatan Setu mendongeng
itu menurut saya jadi sesuatu yang
sangat istimewa banget karena kalau kita
pengin melihat Indonesia atau masa depan
Gemilang pastinya kita lihat dari anak
kita sekarang dan buat saya anak itu
adalah sesuatu yang memberikan cerminan
di masa depan kita seperti apa negara
ini kita termasuk karena yang akan
nolong saya yang akan menyelamatkan saya
di depan atau mendoakan saya nanti
ketika di liang lahat dan yang lain
pasti anak-anak dan saya juga berharap
ada dari anak-anak yang bisa menuntun
saya atau Menyebut Nama saya ketika dia
ada di depan pintu
[Musik]
surga ini dongeng itu bukan pilihan
sebetulnya tapi akhirnya saya putuskan
dasar utamanya ketika seorang guru
Menjelaskan ke saya kalau pengin
senang-senang satu jam katanya pergi
cukup pergi tidur siang kalau mau
senang-senang satu hari pergi memancing
Kebetulan saya enggak senang mancing ya
pergi jalan-jalan Katanya Oke kalau mau
senang-senang 1 tahun guru Saya bilang
tanam padi mau senang-senang 10 setahun
tanam pohon-pohon besar di hutan saya
bilang kalau mau senang-senang selamanya
di dunia dan di akhirat beliau bilang
tanam budi pekerti kepada anak-anak yang
kita temukan artinya bukan cuma anak
kita saja n itu Insyaallah katanya
senang selamanya Begitu saya pikir-pikir
betul juga bahwa yang mimpin Negeri Ini
masa depan adalah ananak yang kita temui
sekarang kita enggak pernah tahu yang
menyelamatkan kita di yaumul kiyam siapa
maka saya pengin menyampaikan
pesan-pesan positif ke anak-anak lewat
cara yang menyenangkan tidak ditekan
tidak ditakut-takuti mendongeng Dan
berkisah inilah cara paling tepat buat
saya dengan basic saya yang sering ada
di dunia anak-anak lebih ke religious ya
saya ada di pondok-pondok pesantren di
sekolah-sekolah agama di rumah-rumah
yatim saya Memang agak kesulitan ketika
menempatkan kalimat dongeng itu tapi
buat saya dongeng itu adalah kemasan
ketika kita harus menyampaikan pesan
penuh imajinasi kepada anak sehingga
anak-anak bisa menerimanya dengan baik
dan buat saya dongeng itu adalah cara
singkat cepat padat tapi diingat setiap
saat oleh
[Musik]
anak-anak saya tuh kerja di beberapa
lembaga nah di situ tuh karena kecintaan
sama anak-anak ya termasuk jadi relawan
di beberapa lokasi bencana saya ketemu
anak-anak lalu ketika tidak ada bencana
saya hadir sebagai seorang profesional
diundang perusahaan diundang sekolah
diundang apapun untuk hadir sebagai
seorang pendongeng maka dari senyum
an-anak Ketika saya bercerita main
boneka hai hai Kakak apa kabar Baik
Ramai anak-anak kan ketawa tuh senang
ngelihat kita nah anak-anak tertawa
senyum pulang dari mendongeng otomatis
saya dapat kafalah dapat honor dan honor
itulah yang membuat saya hidup istri
saya hidup anak saya hidup terus
berangsur-angsur begitu dan ngelihat apa
yang terjadi mendongeng empat sampai
lima kali sama seperti dulu saya dapat
gaji 1 bulan saya pikir nih enggak adil
dulu saya untuk mendapatkan uang itu
harus masuk kantor Pak pagi sore pagi
sore selama 1 bulan penuh hanya
libur-libur tertentu sekarang hanya lima
kali berkisah mendongeng saya sudah sama
seperti 1 bulan ini enggak adil saya
pikir masih terlalu banyak ruang yang
Allah berikan begitu nikmat maka kita
rubah Saya tidak lagi hidup dari senyum
anak-anak tapi bagaimana saya bisa
menghidupkan senyum anak-anak mulailah
ketika kita ke lokasi bencana alam kita
bawa anak-anak yang sulit tersenyum
kenapa enggak bisa tersenyum karena
ayahnya mungkin sudah tidak ada ibunya
tidak ada rumahnya luluh lanta nah itu
yang kita bawa pulang kita rubah deh tuh
bagaimana supaya mereka Senyumnya bisa
hidup tertawanya bisa hidup maka
muncullah rumah ceria karena ceria Itu
haknya anak-anak riang haknya anak-anak
gembira haknya anak-anak kadang kita di
rumah nih banyak banget orang-orang tua
yang memberikan beban ke anak-anak
ketika anaknya minta ayah aku belikan
sepeda terus ayahnya banyak Nanti dulu
listrik belum terbayar ini segala macam
itu kan bukan hak anak-anak juga bukan
informasi buat anak-anak jadi Akir
keriangan itu gugur sama beban orang tua
maka ceria itu kita pengin di rumah ini
anak-anak e riang seriang apapun
secerdas Apun dia harus punya religi
agamis Nah di sinilah anak-anak kumpul
dari berbagai macam Pulau berbagai macam
provinsi jadi satu dan sebagian besar
mereka sudah tidak memiliki Ayah seriang
apapun secerdas Apun dia harus punya
religi agamis tidak memiliki Ibu
Andaikan ada memiliki Ayah Dia memiliki
Ibu tapi entah Ayahnya di mana entah
ibunya di mana Nah di sinilah anak-anak
kumpul dari berbagai macam Pulau jadi
satu dan sebagian besar mereka sudah
tidak memiliki Ayah tidak memiliki Ibu
Andaikan ada memiliki Ayah Dia memiliki
Ibu tapi entah Ayahnya di mana entah
ibunya di mana Dan inilah pola
pengasuhan berbasis keluarga jadi rumah
ini benar-benar jadi pelengkap hidup
mereka yang hilang di rumah ini tidak
ada Ustaz tidak ada Kiai karena memang
bukan pesantren juga Memang rumah yang
ada Abahnya ada Uminya lalu
kakak-kakaknya yang paling besar menjaga
adiknya masak mengatur layaknya sebuah
rumah Dan inilah rumah yang penuh
keceriaan Saya memilih untuk menjadi
Abah dari sekian puluh anak mungkin
sekian ratus anak sampai hari ini
ditanya bagaimana bisa terjadi rumah ini
saya masih enggak percaya dengan diri
saya tapi karena tahadus bikmah saya
yakin karena ini Fadli Rabbi Allah yang
kasih dan saya yakin doa anak-anak ini
termasuk masuk doa orang tua mereka yang
menyebabkan tempat ini jadi seperti ini
awalnya saya ngontrak tiga kali pindah
anak tambah Saya punya rumah kecil
sekali tipe 21 jadi anak tiga masuk
lama-lama tambah empat sempit rumah tuh
kan Akhirnya saya coba cari kontrakan
rumah kita kita ngontrak kontrakin
pindah yang agak besar tambah lagi anak
makin banyak anak saya ngontrak lagi
lebih besar lagi rumah dan kontrakan
yang keempat itu saya mulai Berdoa sama
Allah saya bilang ya Allah enggak
mungkin kita pindah-pindah terus dan
enggak mungkin juga selamanya kita
begini gitu tiba-tiba dengan semangat
setengah percaya enggak percaya tapi
modal semangat aja Allah kasih Tanah
kosong ya kita nyicil proses
pembeliannya juga dimudahkan gitu nyicil
dapat tanah lalu kita bangun kita bangun
pelan-pelan anak pindah ketika kita
mulai memberanikan diri proses pindah di
rumah yang belum jadi belum jadi karena
memang kontrakan sebelumnya sudah
waktunya habis sudah waktunya bayar gitu
saya pamit sama yang punya rumah
anak-anak waktu waktu itu masih e
belasan mungkin 19 atau berapa saya ajak
pindah ke sini yang punya rumah marah
tanya kenapa pindah ke Iman k Saya mau
mewakafkan manfaat rumah ini Jadi begitu
anak-anak sudah pindah rumah tempat kita
kontrak itu
dikasihkan Ya Allah ini saya mulai mulai
berpransangka sangat baik sama Allah
mulai yakin bahwa saya tidak sendiri
Saya tidak hidup dengan isi kepala saya
tapi saya hidup dengan doa anak-anak
yang orang tuanya menitipkan ke saya
karena saya sangat yakin orang tua anak
ini berdoa ya Allah Jadikan anak saya
anak yang Saleh tempatkan anak saya di
tempat yang baik dan terbaik ketika doa
itu dikabulkan untuk anak tersebut saya
bersyukur jadi terkabulnya pelantara doa
orang-orang tua ini orang-orang tua yang
menitipkan anaknya ke kita jadi akhirnya
rumah ini berdiri rumah yang kita
kontrak yang ketiga atau keempat
diberikan wakaf manfaatnya di sana kita
manfaatkan juga untuk kegiatan sosial di
sini berj Nah itulah Akhirnya sampai
sekarang rumah ceria berdiri bukan cuma
di sini akhirnya ada di tiga tempat Mas
di sini di Kuningan dan di NTT dengan
pola yang sama pengasuhan berbasis
keluarga dengan konsep yang sama tidak
memasang brand Apun di depan rumah
mereka
[Musik]
tinggal Jadi anak itu kan Manah banyak
orang yang sudah berumah tangga cukup
lama tapi belum Allah kasih Kenapa
karena memang belum dipercaya untuk
mendapatkan amanah dan buat saya sama
istri itu anak cuma dua satu anak yang
lahir dari rahim istri saya dua anak
yang lahir dari hati istri saya nah
jumlahnya berbeda anak-anaknya dari mana
ketika kita ke lokasi bencana alam kita
temukan anak-anak kita bawa pulang kalau
di lokasi bencana alam tuh saya enggak
sehari dua hari enggak Hit and Run saya
bisa berbulan-bulan bahkan gempa Jogja
Saya 8 bulan Saya punya dongeng ceriani
punya program yang menarik di lokasi
bencana merubah tenda pengungsian
menjadi Bumi Perkemahan Saya masih ingat
betul ketika SD itu kemah 3 hari sampai
sekarang masih terbayang ceritanya
tantangannya padahal cuma 3 hari Tapi
sampai hari ini Teringat maka saya
dampingi anak-anak full 24 jam menjadi
betul-betul perkemahan masak bersama
tidur bersama salat jamaah bersama
karena basic sebagai pemerhati anak dan
pendongeng itu enggak bisa jauh dari
anak-anak di tempat itu sampai pada
akhirnya kita bisa melihat Mana Anak
Yang Ayahnya tidak ada ketemu kan karena
interaksi terus di situ baru saya lacak
bisa enggak nih anak kita bawa kita
tanya ke kepala sekolah tempat di
sekolah ke tokoh-tokoh masyarakat itu
kita tanya dan kita cari keluarga besar
kita diskusi dan Allah mudahkan tuh anak
ini ketika bersama saya memang sudah
Allah takdirkan jadi enggak dicari juga
bahkan pernah satu cerita Mas Mas saya
pernah diminta oleh Salah satu tokoh
agama ulama yang sangat besar dan
konsentrasi terhadap anak yatim tahu
saya suka ngumpulin dia pesan ke saya
tolong carikan 20 sampai 30 anak yatim
kak Iman Nuhun Sewu saya dimodali uang
Mas untuk bisa dapatkan itu sampai 3
bulan saya enggak dapat lalu saya
menyerah enggak mungkin saya bisa dapat
saya bilang padahal uang ada asrama dia
Anda gitu saya diminta cari enggak bisa
akhirnya Kembali ke tadi saya cerita di
awal bahwa anak itu mana bukan berarti
kita punya uang kita punya tempat lalu
kita mampu bisa menghadirkan anak yatim
Sekian banyak karena kita yakin dia
pasti hidup dengan fasilitas kita tidak
begitu juga dengan menikah berumah
tangga dengan halal maka kita akan punya
anak Oh tidak juga
ternyata di titik yang kita tempati saat
ini ini ada 55 anak dari mulai usia
paling kecil dia datang ke kita itu usia
bulan di bawah 1 bulan hitungan hari
bahkan masih ada yang tali pusarnya
belum belum kukut ya Belum putus ya
sampai dia kuliah sampai dia menikah
semua anak prosesnya menarik dan
Membekas punya cerita masing-masing yang
terdekat ini saya punya satu anak mas
Ketika saya road show jalur darat menuju
Sumatera tepatnya ke muko-muko saya
singgah di sat itu pantai karena saya
memang kebiasaan enggak kalau lagi cukup
dana ya tidur di penginapan gitu ya
enggak cukup dana Ya cari kita k
perpenan lah buka tenda di pinggir gitu
ya Nah buka tendalah saya di pinggir
pantai duduk bareng sama orang yang
ditugasi jaga pantai tersebut ternyata
dia pernah ngelihat saya Entah di mana
dia ngelihat Saya saya enggak tahu terus
dia cerit l ada satu anak du kakak
beradik dalam satu rumah Ayah Ibunya
sudah tidak ada dan tragis ee ayahnya
korban pembunuhan di depan matanya
sendiri gitu ya lalu enggak lama
kemudian sang Ibu menyusul saya dengar
cerita itu langsung terenyuh saya sangat
yakin Kenapa saya diberhentikan di
pantai ini bahwa Allah menuntun saya
untuk jumpa anak itu pagi itu saya cari
anak itu ketemu rumahnya saya temui
aparat desa saya minta izin diizinkan eh
kakak beradik ini untuk dibawa terus
tapi saya minta untuk mereka prepare
perjalanan saya ke ujung tujuan belum
sampai saya bilang nanti perjalanan
pulang saya jemput wak waktu perjalanan
pulang dijemput Ini yang menarik buat
saya untuk terus tahadus binikmah dalam
perjalanan saya tanya kenapa kamu mau
ikut ya dia pengin punya rumah pengin
punya ayah saya tanya kamu udah besar
mau jadi apa mau kuliah di mana Nanti
dia bilang saya mau kuliah di fakultas
hukum Kenapa Kak mau kuliah di fakultas
hukum ternyata dia mau tahu bagaimana
hukum di Indonesia Sang pembunuh ayahnya
yang membunuh ayahnya dan dia ngelihat
proses kejadian pembunuhan tersebut
Bagaimana darah segala macam ada
berserakkan persis di depan matanya jadi
ya Allah Haruskah saya jadi jembatan
anak ini menemukan apa yang dia cari
gitu ya antara siap tidak siap gitu ya
antara Ya Allah Allah kasih saya masalah
pasti Allah kasih solusinya juga
walaupun solusinya sudah Allah Tentukan
di masa depan tuh anak ini akan begini
anakak begitu lalu muncul pertanyaan
dari istri kalau Allah sudah kasih
solusi di depan Kenapa Allah kasih
cobaan ke kita ternyata jawabannya
adalah ujian yang Allah berikan itu
bukan ujian hasil tapi ujian sikap dan
ujian ikhtiar dan saya melewati ini
semua mendapatkan anak tadi bagian dari
menjalankan ujian ikhtiar tadi jadi
ujian sikap saya hari ini berdagang Maka
kalau saya melihat hasil keuntungan
dagang saya R juta R juta R juta itu
adalah hasil hasil itu sudah Allah
Tentukan saya beruntung atau tidak Allah
sudah Catat itu tapi yang tidak Allah
Tentukan adalah bagaimana kita proses
menuju itu jadi ujian nya adalah ujian
menyikapi ikhtiar anak-anak datang ke
sini Allah sudah tentukan ini akan jadi
pejabat ini akan jadi pengusaha yang
kaya raya ini akan jadi pedagang yang
luar biasa ini akan menjadi orang kaya
raya rajin sedekah ini akan Oh sudah
Allah Tentukan kalau sudah Allah
Tentukan ngapain juga kita berproses dan
di sinilah saya melewati proses itu
untuk menuju apa yang anak-anak cari
mendapatkan apa yang Allah ridai
Bagaimana makannya kan gitu persoalannya
Saya enggak pernah takut anak-anak
enggak makan karena Allah akan hadirkan
orang orang baik Allah sudah tentukan
rezeki dia begitu anak tu dalam
kandungan ibunya Anak itu kan sudah
ditentukan umurnya sekian wafat tahun
sekian rezekinya sekian artinya begitu
rezekinya sudah ada sekian sudah ada
plotingnya termasuk makannya termasuk
minumnya Nah kalau sudah ada berarti
ujian saya apa ujian saya ikhtiar
menjemput rezeki
[Musik]
mereka pada sipnya sebagai manusia saya
sama istri juga suka ada di titik paling
rendah kadang menyerah kadang pengin
lari dari keadaan dan fakta yang ada di
depan mata anak si A sakit si B sakit
kecelakaan jatuh dari pohon Sekian
banyak itu lelah itu luar biasa nah
ketika lelah itu saya sama istri suka
pergi jauh dulu supaya saya punya rindu
pertama sama ananak yang kedua Saya
pernah dengar kata guru saya salah satu
doa yang Allah kabulkan adalah doa orang
yang sedang Safar sedang bepergian
sepanjang jalan itu saya berdoa ya Allah
kasih saya kekuatan kesabaran wis mung
sabar we wis dan setiap kali pulang ini
yang tidak dimiliki orang tua lain
mungkin dengan Sekian banyak anak Setiap
kali saya ada di pintu gerbang begitu
masuk teriakan anak-anak Abah pulang aba
datang itu rebutan semua salaman Nah itu
capek hilang tuh
[Musik]
Saya pernah diminta sama sebuah lembaga
kemanusiaan untuk mengajukan proposal
dan lembaga kemanusiaan tersebut akan
support syaratnya buat proposal proposal
pasti kehitung dong biaya makan biaya
minum kesehatan pendidikan dan lain-lain
semua operasional masuk Maka akan muncul
angka saya bilang saya enggak bisa bikin
itu saya enggak pernah bikin itu loh
Terus gimana kah Iman bisa tahu
kebutuhan saya mengalir pertanyaan dia
yang paling Dasar kenapa keiman enggak
pernah hitung kalau saya hitung saya
akan berhenti hitung mengurus anak-anak
Kenapa karena akan muncul angka yang
sangat besar membuat saya kecil Padahal
saya diciptakan oleh zat yang maha besar
yang disebut Allahu akbar angka itu akan
merubah paradigma saya berpikir menjadi
saya sangat kecil Ya Allah uang baru Ada
Rp500.000 1 bulan ini memerlukan uang
sekian Pul juta Bagaimana kita bisa
sampai ke bulan depan Bagaimana sampai
ke ke tanggal sekian dan angka itu saya
tutup yang saya lihat bersama anak-anak
zat yang maha besar tadi bukan angka
yang sangat besar jadi saya pakai
matematika langit pernah satu ketika
istri pagi bilang mah sudah ggak ada
beras ih pernah itu enggak ada beras
Ternyata bukan orang datang mau antar
beras Ada orang datang mau minta beras
orang datang mau minta beras Ya Allah
lalu si kecil kita anak yang tugas di
dapur dia bilang Mbah Mamang ini datang
minta beras kasih ada berapa ya paling
cuma ada satu gayung atau dua gayung
buat kita hari ini aja kasih buat kita y
orang tadi datang sudah dia buang rasa
malunya sudah dia beranikan diri untuk
minta ke kita itu adalah barang mahal
dibanding beras yang kakak mau kasih
yang penting pagi ini nasi ada ada kasih
kasih saya pergi enggak lama kemudian
tiba-tiba anak-anak bilang Wah ada beras
satu karung Coba ada beras satu karung
enggak lama kemudian datang wa kak Iman
Tadi aku ke rumah tapi enggak ketemu Kak
Iman Aku titip beras hal-hal ajaib buat
saya yang Allah turunkan di luar
prediksi Kita sebagai manusia sering
terjadi dan itu berkat doa orang-orang
tua mereka yang Allah kabulkan dan
berkat doa mereka sendiri saya ini cuma
pelantara saja cuma tumpang
[Musik]
lewat saya lebih memperdalam karakter
dan akhlak saya lebih membuat mereka
menjadi juara di luar kelas saya jauhkan
kepala mereka tentang angka-angka yang
ada di rapot atau di ijazah tapi saya
kuatkan value mereka terhadap apa yang
ada di luar kelas makanya kita punya
pabrik tempe kita punya ee buat mie
sehat punya katering punya ternak
kambing ini kita Didik ke mereka untuk
seperti itu tiga hal yang saya tanamkan
ke dalam diri Ana pertama dia harus
berakhlak baik dua Dia peduli tinggi
tiga cinta Quran itu pondasi pertama
yang saya tanam ke
[Musik]
anak-anak kita latih mereka juga untuk
memberikan apa yang kalian punya apa
dengan senyuman dengan doa dengan ilmu
kalau doa pastilah senyuman itu wajib
ilmu ilmu apa yang anak-anak punya
anak-anak punya rumah tempe diajarin
bikin tempe akhirnya berbondong-bondong
orang datang ke sini sekolah-sekolah
datang ke sini seusia mereka untuk
belajar dan tempat kita jadi salah satu
rujukan pil trip beberapa sekolah untuk
tujuan edukasi belajar biogas Belajar
bikin tempe Belajar bikin mie dan yang
menariknya ada saya sebagai
[Musik]
pendongengnya Jadi kalau Ada orang
datang ke saya ka Iman Saya mau kasih
anak-anak uang Boleh enggak Enggak boleh
saya bilang karena anak-anak enggak
pernah kita kasih uang jajan kalau mau
kasih uang nanti hari Sabtu karena kita
punya aturan Kenapa hari sabtu hari
sabtu adalah jatahnya dia menabung dan
jatahnya ngambil tabungan jatahnya jajan
seminggu sekali kalau kita orang besar
punya kafala Sebulan sekali ada seminggu
sekali oh saya datang ini hari Senin nih
nunggu Sabtu lama saya bilang Beli
dagangannya punya apa punya tempe punya
miie punya yang lain beli dagangannya
tapi saya enggak perlu tempe bilang sama
nakak saya borong tempe kamu lalu
sedekahkan ke orang lain nah ini orang
yang berbuat memberikan tadi tiga
pahalanya Mas keuntungannya tiga pertama
sedekah dia tetap jalan ya dengan
membeli tempe tadi ke anak-anak otomatis
keuntungannya Pasti buat anak-anak dapat
yang kedua melatih anak-anak untuk
peduli karena dia mau enggak mau dia
cari mana yang layak dikasih dia
keliling kampung tuh dia cari
orang-orang tua lansia dia pergi ke ee
masjid dia kasih nah yang ketiga sudah
melatih anak-anak menjadi entrepreneur
muda sama seperti Rasulullah belajar
berdagang belajar berwirausaha itu yang
dari tempe
Mas dari generasi yang katanya mental
tempe tadi yang kalau makan tiap hari
tempe ngeluh enggak ada yo
dicari tempe ini sempat diminta untuk
dikirim ke Meksiko waktu itu karena
sedang ada pameran UMKM dari Indonesia
tempe kita dipinta weh ternyata mau
berangkat tuh harus banyak syarat
syaratnya izin segala macam sampai label
Halal nah permintaan teman-teman yang
mau ke mexiko itu jadi ilmu buat saya
untuk mengurus semua surat dan
alhamdulillah suratnya sudah lengkap
semuanya mudah-mudahan tempe anak-anak
dengan judul tempe santri sannya San
matahari tulisannya Sun tre pohon
matahari dan pohon ini bisa jadi wasilah
sama seperti Rasulullah dulu berdagang
punya apa yang didagang salah satu
dagangan anak-anak
[Musik]
tempel ini ada cerita saya Saya pernah
ditahlilin sama orang satu kampung saya
sudah enggak ada tapi saya masih dengar
mereka menganggap E ini sudah dekat
sudah dekat satu kampung datang sakit
Saya punya itv itv itu kelainan sel
darah saya 2 tahun enggak bangun mas 1
tahun murni saya enggak bangun gereta
rumah sakit sampai hafal betul saya 19
bulan saya melakukan perawatan itu
bolak-balik rawat jalan rawat inap balik
lagi rawat jalan rawat inap balik lagi
di rumah sakit saya bilang sama istri
saya Andaikan Allah harus panggil saya
pengin pergi di tengah anak-anak saat
itu itu trombosit saya sudah 1000 hanya
1000 Padahal kalau orang kena demam
berdarah ya contohnya demam berdarah di
bawah 5.000 50.000 aja sudah sudah luar
biasa pasti sudah mulai aneh-aneh lah
itu saya cuma seribu sampai dokter tuh
enggak percaya tentang trombosit saya
tiga lab di rumah sakit itu dihadirkan
hari kedua masih sama saya bilang sama
istri saya pulang sepertinya sudah
waktunya saya bilang enggak dikasih saya
bilang kalau enggak pulang saya cabut
semua nih yang nempel dalam tubuh saya
saya pulang saya pulang saya mau di
depan anak-anak saya mau di tengah
anak-anak akhirnya istri enggak bisa
nolak pulang sampai rumah orang sudah
ramai saya sudah ngetak di tengah di
pangku dibopong saya sudah siap
bismillah Ya Allah Andaikan hari ini kau
panggil Insyaallah saya Rida saya bilang
selesai saya ngomong begitu ada anak di
kanan kiri saya ya dia nangis biasa
ngaji tuh orang-orang pada ngaji tuh di
samping saya bilang Abah kalau abah
enggak ada aku sama siapa dan air mata
tuh jatuh tu sepertinya jatuh berasa ke
tangan saya tes gitu dingin itu Saya
memberanikan diri buka mata bahwa saya
lagi ke rumah sakit istri saya kagetwa
mobil mobil mobil mobil Gotong semua
yang ngaji berhenti semua buka jalan tuh
Bawa saya ke rumah sakit lagi pasang
lagi cek jantung lagi pasang lagi
semuanya Masyaallah ternyata belum
[Musik]
waktunya ini alat alat bantu sebetulnya
alat bantu untuk bisa diterima anak-anak
dalam waktu cepat anak-anak Tuh kan apa
yang dilihat dia menyenangkan apa yang
dia terima membah bagiakan kita harus
punya uang lu ngasihkan atau permen atau
coklat gitu ya tapi dengan membawa
boneka Ini anak-anak tuh sudah senang
Heeh Oh
iya apalagi dengan kalian kita bisa
membuat dia seolah-olah hidup Heeh ya
hidup lihat ke depan dulu Lihat ke depan
depannya mana Oh itu atas E ini boneka
ini namanya Inan Iman loh kalau kamu
Iman ini monyet eh
[Tertawa]
ketuker sabar itu adalah landasan semua
buat saya landasan semua sikap saya
kebayang anak dengan latar belakang yang
beraneka ragam Kalau saya tidak punya
itu maka saya akan pulah pilih n n
keluarin nih anak pindahin Hah Enggak
sanggup jadi akhirnya saya enggak jadi
jembatan kebaikan anak-anak sabar itu
juga bagi an dari kita bisa mendapatkan
sesuatu yang tidak la orang lain
dapatkan waktu kita bisa dapat
perjalanan waktu tuh banyak ilmu
contoh-contoh Saya punya anak yang dulu
klepto uang tamu habis barang tamu
hilang malam itu saya disepakat sama
istri akan kita pindahkan ke pondok
pesantren yatim yang memang sangat keras
ngedidik disiplin dan lain-lain malam
itu ah kita sepakati dan kita kasih tahu
sama anak tersebut Kakak besok pagi
pindah ke pesantren tempat temannya Apa
anak itu malam sudah nyiapin tas sebelum
tidur istri berbisik ke telinga saya
yakin mau kita pindahin saya bilang
yakin istri saya bilang kalau anak ini
nanti di sana tidak semakin baik dan
kita tidak cerita tentang kondisi anak
ini ke ustaz tersebut dosa enggak kita
pertanyaan itu otomatis menjawab saya
dosa kecuali kita ceritakan kondisi anak
kita ist saya bilang kalau kita
ceritakan kondisi anak kita enggak bakal
diterima Oh iya terus kalau dia menerima
lalu anak itu hebat di sana berhenti
dari kebiasaan buruknya yang dapat
pahala siapa bukan kita Bah dia bilang
Ustaz tersebut kita enggak mau pahalanya
Dia bilang saya bilang mau jawab istri
saya kuncinya sabar dan alhamdulillah
anak itu berhenti ada uang berapapun
Uang belanja di meja dapur selalu ada
uang situ enggak hilang tamu enggak ada
sudah aman itu kuncinya sabar itu satu
contoh kasus saja kalau saya waktu itu
enggak sabar pagi itu tetap saya
berangkatkan saya enggak dapat tuh
pertama enggak dapat ilmunya kedua
enggak dapat
[Musik]
pahalanya Terima kasih saya Iman
Surahman ee pendongeng dan pemerhati
anak mengucapkan banyak terima kasih
mudah-mudahan banyak manfaat yang bisa
kita dapat asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh
alhamdulillah