Transcript
1UW0ZNMV1bg • Dahsyatnya Sedekah, Langsung Di Ganti Berkali-kali Lipat Sama Allah!!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/PecahTelur/.shards/text-0001.zst#text/0296_1UW0ZNMV1bg.txt
Kind: captions Language: id jadi rumah ini benar-benar jadi pelengkap hidup mereka yang hilang di rumah ini tidak ada Ustaz tidak ada Kiai karena memang bukan Pesantren juga Memang rumah yang ada Abahnya ada Uminya lalu kakak-kakaknya yang paling besar menjaga adiknya masak mengatur layaknya sebuah rumah Dan inilah rumah yang penuh keceriaan Saya memilih untuk menjadi Abah dari sekian puluh anak mungkin sekian ratus anak ujian yang Allah berikan itu bukan ujian hasil tapi ujian sikap dan ujian ikhtiar dan saya melewati ini semua mendapatkan anak tadi bagian dari menjalankan ujian ikhtiar tadi sepanjang jalan itu saya berdoa ya Allah kasih saya kekuatan kesabaran wis mung sabar we [Musik] wis asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh saya Iman Surahman biasa dipanggil kak Iman saya sebagai seorang pendongeng pengkisah pemerhatian juga Ayah dari sekian banyak anak saya enggak tahu lupa jumlahnya berapa hari ini tinggal di rumah ceria dan rumah ceria ini ada di Bekasi tepatnya di Kabupaten k Bekasi ya di kecamatan Setu mendongeng itu menurut saya jadi sesuatu yang sangat istimewa banget karena kalau kita pengin melihat Indonesia atau masa depan Gemilang pastinya kita lihat dari anak kita sekarang dan buat saya anak itu adalah sesuatu yang memberikan cerminan di masa depan kita seperti apa negara ini kita termasuk karena yang akan nolong saya yang akan menyelamatkan saya di depan atau mendoakan saya nanti ketika di liang lahat dan yang lain pasti anak-anak dan saya juga berharap ada dari anak-anak yang bisa menuntun saya atau Menyebut Nama saya ketika dia ada di depan pintu [Musik] surga ini dongeng itu bukan pilihan sebetulnya tapi akhirnya saya putuskan dasar utamanya ketika seorang guru Menjelaskan ke saya kalau pengin senang-senang satu jam katanya pergi cukup pergi tidur siang kalau mau senang-senang satu hari pergi memancing Kebetulan saya enggak senang mancing ya pergi jalan-jalan Katanya Oke kalau mau senang-senang 1 tahun guru Saya bilang tanam padi mau senang-senang 10 setahun tanam pohon-pohon besar di hutan saya bilang kalau mau senang-senang selamanya di dunia dan di akhirat beliau bilang tanam budi pekerti kepada anak-anak yang kita temukan artinya bukan cuma anak kita saja n itu Insyaallah katanya senang selamanya Begitu saya pikir-pikir betul juga bahwa yang mimpin Negeri Ini masa depan adalah ananak yang kita temui sekarang kita enggak pernah tahu yang menyelamatkan kita di yaumul kiyam siapa maka saya pengin menyampaikan pesan-pesan positif ke anak-anak lewat cara yang menyenangkan tidak ditekan tidak ditakut-takuti mendongeng Dan berkisah inilah cara paling tepat buat saya dengan basic saya yang sering ada di dunia anak-anak lebih ke religious ya saya ada di pondok-pondok pesantren di sekolah-sekolah agama di rumah-rumah yatim saya Memang agak kesulitan ketika menempatkan kalimat dongeng itu tapi buat saya dongeng itu adalah kemasan ketika kita harus menyampaikan pesan penuh imajinasi kepada anak sehingga anak-anak bisa menerimanya dengan baik dan buat saya dongeng itu adalah cara singkat cepat padat tapi diingat setiap saat oleh [Musik] anak-anak saya tuh kerja di beberapa lembaga nah di situ tuh karena kecintaan sama anak-anak ya termasuk jadi relawan di beberapa lokasi bencana saya ketemu anak-anak lalu ketika tidak ada bencana saya hadir sebagai seorang profesional diundang perusahaan diundang sekolah diundang apapun untuk hadir sebagai seorang pendongeng maka dari senyum an-anak Ketika saya bercerita main boneka hai hai Kakak apa kabar Baik Ramai anak-anak kan ketawa tuh senang ngelihat kita nah anak-anak tertawa senyum pulang dari mendongeng otomatis saya dapat kafalah dapat honor dan honor itulah yang membuat saya hidup istri saya hidup anak saya hidup terus berangsur-angsur begitu dan ngelihat apa yang terjadi mendongeng empat sampai lima kali sama seperti dulu saya dapat gaji 1 bulan saya pikir nih enggak adil dulu saya untuk mendapatkan uang itu harus masuk kantor Pak pagi sore pagi sore selama 1 bulan penuh hanya libur-libur tertentu sekarang hanya lima kali berkisah mendongeng saya sudah sama seperti 1 bulan ini enggak adil saya pikir masih terlalu banyak ruang yang Allah berikan begitu nikmat maka kita rubah Saya tidak lagi hidup dari senyum anak-anak tapi bagaimana saya bisa menghidupkan senyum anak-anak mulailah ketika kita ke lokasi bencana alam kita bawa anak-anak yang sulit tersenyum kenapa enggak bisa tersenyum karena ayahnya mungkin sudah tidak ada ibunya tidak ada rumahnya luluh lanta nah itu yang kita bawa pulang kita rubah deh tuh bagaimana supaya mereka Senyumnya bisa hidup tertawanya bisa hidup maka muncullah rumah ceria karena ceria Itu haknya anak-anak riang haknya anak-anak gembira haknya anak-anak kadang kita di rumah nih banyak banget orang-orang tua yang memberikan beban ke anak-anak ketika anaknya minta ayah aku belikan sepeda terus ayahnya banyak Nanti dulu listrik belum terbayar ini segala macam itu kan bukan hak anak-anak juga bukan informasi buat anak-anak jadi Akir keriangan itu gugur sama beban orang tua maka ceria itu kita pengin di rumah ini anak-anak e riang seriang apapun secerdas Apun dia harus punya religi agamis Nah di sinilah anak-anak kumpul dari berbagai macam Pulau berbagai macam provinsi jadi satu dan sebagian besar mereka sudah tidak memiliki Ayah seriang apapun secerdas Apun dia harus punya religi agamis tidak memiliki Ibu Andaikan ada memiliki Ayah Dia memiliki Ibu tapi entah Ayahnya di mana entah ibunya di mana Nah di sinilah anak-anak kumpul dari berbagai macam Pulau jadi satu dan sebagian besar mereka sudah tidak memiliki Ayah tidak memiliki Ibu Andaikan ada memiliki Ayah Dia memiliki Ibu tapi entah Ayahnya di mana entah ibunya di mana Dan inilah pola pengasuhan berbasis keluarga jadi rumah ini benar-benar jadi pelengkap hidup mereka yang hilang di rumah ini tidak ada Ustaz tidak ada Kiai karena memang bukan pesantren juga Memang rumah yang ada Abahnya ada Uminya lalu kakak-kakaknya yang paling besar menjaga adiknya masak mengatur layaknya sebuah rumah Dan inilah rumah yang penuh keceriaan Saya memilih untuk menjadi Abah dari sekian puluh anak mungkin sekian ratus anak sampai hari ini ditanya bagaimana bisa terjadi rumah ini saya masih enggak percaya dengan diri saya tapi karena tahadus bikmah saya yakin karena ini Fadli Rabbi Allah yang kasih dan saya yakin doa anak-anak ini termasuk masuk doa orang tua mereka yang menyebabkan tempat ini jadi seperti ini awalnya saya ngontrak tiga kali pindah anak tambah Saya punya rumah kecil sekali tipe 21 jadi anak tiga masuk lama-lama tambah empat sempit rumah tuh kan Akhirnya saya coba cari kontrakan rumah kita kita ngontrak kontrakin pindah yang agak besar tambah lagi anak makin banyak anak saya ngontrak lagi lebih besar lagi rumah dan kontrakan yang keempat itu saya mulai Berdoa sama Allah saya bilang ya Allah enggak mungkin kita pindah-pindah terus dan enggak mungkin juga selamanya kita begini gitu tiba-tiba dengan semangat setengah percaya enggak percaya tapi modal semangat aja Allah kasih Tanah kosong ya kita nyicil proses pembeliannya juga dimudahkan gitu nyicil dapat tanah lalu kita bangun kita bangun pelan-pelan anak pindah ketika kita mulai memberanikan diri proses pindah di rumah yang belum jadi belum jadi karena memang kontrakan sebelumnya sudah waktunya habis sudah waktunya bayar gitu saya pamit sama yang punya rumah anak-anak waktu waktu itu masih e belasan mungkin 19 atau berapa saya ajak pindah ke sini yang punya rumah marah tanya kenapa pindah ke Iman k Saya mau mewakafkan manfaat rumah ini Jadi begitu anak-anak sudah pindah rumah tempat kita kontrak itu dikasihkan Ya Allah ini saya mulai mulai berpransangka sangat baik sama Allah mulai yakin bahwa saya tidak sendiri Saya tidak hidup dengan isi kepala saya tapi saya hidup dengan doa anak-anak yang orang tuanya menitipkan ke saya karena saya sangat yakin orang tua anak ini berdoa ya Allah Jadikan anak saya anak yang Saleh tempatkan anak saya di tempat yang baik dan terbaik ketika doa itu dikabulkan untuk anak tersebut saya bersyukur jadi terkabulnya pelantara doa orang-orang tua ini orang-orang tua yang menitipkan anaknya ke kita jadi akhirnya rumah ini berdiri rumah yang kita kontrak yang ketiga atau keempat diberikan wakaf manfaatnya di sana kita manfaatkan juga untuk kegiatan sosial di sini berj Nah itulah Akhirnya sampai sekarang rumah ceria berdiri bukan cuma di sini akhirnya ada di tiga tempat Mas di sini di Kuningan dan di NTT dengan pola yang sama pengasuhan berbasis keluarga dengan konsep yang sama tidak memasang brand Apun di depan rumah mereka [Musik] tinggal Jadi anak itu kan Manah banyak orang yang sudah berumah tangga cukup lama tapi belum Allah kasih Kenapa karena memang belum dipercaya untuk mendapatkan amanah dan buat saya sama istri itu anak cuma dua satu anak yang lahir dari rahim istri saya dua anak yang lahir dari hati istri saya nah jumlahnya berbeda anak-anaknya dari mana ketika kita ke lokasi bencana alam kita temukan anak-anak kita bawa pulang kalau di lokasi bencana alam tuh saya enggak sehari dua hari enggak Hit and Run saya bisa berbulan-bulan bahkan gempa Jogja Saya 8 bulan Saya punya dongeng ceriani punya program yang menarik di lokasi bencana merubah tenda pengungsian menjadi Bumi Perkemahan Saya masih ingat betul ketika SD itu kemah 3 hari sampai sekarang masih terbayang ceritanya tantangannya padahal cuma 3 hari Tapi sampai hari ini Teringat maka saya dampingi anak-anak full 24 jam menjadi betul-betul perkemahan masak bersama tidur bersama salat jamaah bersama karena basic sebagai pemerhati anak dan pendongeng itu enggak bisa jauh dari anak-anak di tempat itu sampai pada akhirnya kita bisa melihat Mana Anak Yang Ayahnya tidak ada ketemu kan karena interaksi terus di situ baru saya lacak bisa enggak nih anak kita bawa kita tanya ke kepala sekolah tempat di sekolah ke tokoh-tokoh masyarakat itu kita tanya dan kita cari keluarga besar kita diskusi dan Allah mudahkan tuh anak ini ketika bersama saya memang sudah Allah takdirkan jadi enggak dicari juga bahkan pernah satu cerita Mas Mas saya pernah diminta oleh Salah satu tokoh agama ulama yang sangat besar dan konsentrasi terhadap anak yatim tahu saya suka ngumpulin dia pesan ke saya tolong carikan 20 sampai 30 anak yatim kak Iman Nuhun Sewu saya dimodali uang Mas untuk bisa dapatkan itu sampai 3 bulan saya enggak dapat lalu saya menyerah enggak mungkin saya bisa dapat saya bilang padahal uang ada asrama dia Anda gitu saya diminta cari enggak bisa akhirnya Kembali ke tadi saya cerita di awal bahwa anak itu mana bukan berarti kita punya uang kita punya tempat lalu kita mampu bisa menghadirkan anak yatim Sekian banyak karena kita yakin dia pasti hidup dengan fasilitas kita tidak begitu juga dengan menikah berumah tangga dengan halal maka kita akan punya anak Oh tidak juga ternyata di titik yang kita tempati saat ini ini ada 55 anak dari mulai usia paling kecil dia datang ke kita itu usia bulan di bawah 1 bulan hitungan hari bahkan masih ada yang tali pusarnya belum belum kukut ya Belum putus ya sampai dia kuliah sampai dia menikah semua anak prosesnya menarik dan Membekas punya cerita masing-masing yang terdekat ini saya punya satu anak mas Ketika saya road show jalur darat menuju Sumatera tepatnya ke muko-muko saya singgah di sat itu pantai karena saya memang kebiasaan enggak kalau lagi cukup dana ya tidur di penginapan gitu ya enggak cukup dana Ya cari kita k perpenan lah buka tenda di pinggir gitu ya Nah buka tendalah saya di pinggir pantai duduk bareng sama orang yang ditugasi jaga pantai tersebut ternyata dia pernah ngelihat saya Entah di mana dia ngelihat Saya saya enggak tahu terus dia cerit l ada satu anak du kakak beradik dalam satu rumah Ayah Ibunya sudah tidak ada dan tragis ee ayahnya korban pembunuhan di depan matanya sendiri gitu ya lalu enggak lama kemudian sang Ibu menyusul saya dengar cerita itu langsung terenyuh saya sangat yakin Kenapa saya diberhentikan di pantai ini bahwa Allah menuntun saya untuk jumpa anak itu pagi itu saya cari anak itu ketemu rumahnya saya temui aparat desa saya minta izin diizinkan eh kakak beradik ini untuk dibawa terus tapi saya minta untuk mereka prepare perjalanan saya ke ujung tujuan belum sampai saya bilang nanti perjalanan pulang saya jemput wak waktu perjalanan pulang dijemput Ini yang menarik buat saya untuk terus tahadus binikmah dalam perjalanan saya tanya kenapa kamu mau ikut ya dia pengin punya rumah pengin punya ayah saya tanya kamu udah besar mau jadi apa mau kuliah di mana Nanti dia bilang saya mau kuliah di fakultas hukum Kenapa Kak mau kuliah di fakultas hukum ternyata dia mau tahu bagaimana hukum di Indonesia Sang pembunuh ayahnya yang membunuh ayahnya dan dia ngelihat proses kejadian pembunuhan tersebut Bagaimana darah segala macam ada berserakkan persis di depan matanya jadi ya Allah Haruskah saya jadi jembatan anak ini menemukan apa yang dia cari gitu ya antara siap tidak siap gitu ya antara Ya Allah Allah kasih saya masalah pasti Allah kasih solusinya juga walaupun solusinya sudah Allah Tentukan di masa depan tuh anak ini akan begini anakak begitu lalu muncul pertanyaan dari istri kalau Allah sudah kasih solusi di depan Kenapa Allah kasih cobaan ke kita ternyata jawabannya adalah ujian yang Allah berikan itu bukan ujian hasil tapi ujian sikap dan ujian ikhtiar dan saya melewati ini semua mendapatkan anak tadi bagian dari menjalankan ujian ikhtiar tadi jadi ujian sikap saya hari ini berdagang Maka kalau saya melihat hasil keuntungan dagang saya R juta R juta R juta itu adalah hasil hasil itu sudah Allah Tentukan saya beruntung atau tidak Allah sudah Catat itu tapi yang tidak Allah Tentukan adalah bagaimana kita proses menuju itu jadi ujian nya adalah ujian menyikapi ikhtiar anak-anak datang ke sini Allah sudah tentukan ini akan jadi pejabat ini akan jadi pengusaha yang kaya raya ini akan jadi pedagang yang luar biasa ini akan menjadi orang kaya raya rajin sedekah ini akan Oh sudah Allah Tentukan kalau sudah Allah Tentukan ngapain juga kita berproses dan di sinilah saya melewati proses itu untuk menuju apa yang anak-anak cari mendapatkan apa yang Allah ridai Bagaimana makannya kan gitu persoalannya Saya enggak pernah takut anak-anak enggak makan karena Allah akan hadirkan orang orang baik Allah sudah tentukan rezeki dia begitu anak tu dalam kandungan ibunya Anak itu kan sudah ditentukan umurnya sekian wafat tahun sekian rezekinya sekian artinya begitu rezekinya sudah ada sekian sudah ada plotingnya termasuk makannya termasuk minumnya Nah kalau sudah ada berarti ujian saya apa ujian saya ikhtiar menjemput rezeki [Musik] mereka pada sipnya sebagai manusia saya sama istri juga suka ada di titik paling rendah kadang menyerah kadang pengin lari dari keadaan dan fakta yang ada di depan mata anak si A sakit si B sakit kecelakaan jatuh dari pohon Sekian banyak itu lelah itu luar biasa nah ketika lelah itu saya sama istri suka pergi jauh dulu supaya saya punya rindu pertama sama ananak yang kedua Saya pernah dengar kata guru saya salah satu doa yang Allah kabulkan adalah doa orang yang sedang Safar sedang bepergian sepanjang jalan itu saya berdoa ya Allah kasih saya kekuatan kesabaran wis mung sabar we wis dan setiap kali pulang ini yang tidak dimiliki orang tua lain mungkin dengan Sekian banyak anak Setiap kali saya ada di pintu gerbang begitu masuk teriakan anak-anak Abah pulang aba datang itu rebutan semua salaman Nah itu capek hilang tuh [Musik] Saya pernah diminta sama sebuah lembaga kemanusiaan untuk mengajukan proposal dan lembaga kemanusiaan tersebut akan support syaratnya buat proposal proposal pasti kehitung dong biaya makan biaya minum kesehatan pendidikan dan lain-lain semua operasional masuk Maka akan muncul angka saya bilang saya enggak bisa bikin itu saya enggak pernah bikin itu loh Terus gimana kah Iman bisa tahu kebutuhan saya mengalir pertanyaan dia yang paling Dasar kenapa keiman enggak pernah hitung kalau saya hitung saya akan berhenti hitung mengurus anak-anak Kenapa karena akan muncul angka yang sangat besar membuat saya kecil Padahal saya diciptakan oleh zat yang maha besar yang disebut Allahu akbar angka itu akan merubah paradigma saya berpikir menjadi saya sangat kecil Ya Allah uang baru Ada Rp500.000 1 bulan ini memerlukan uang sekian Pul juta Bagaimana kita bisa sampai ke bulan depan Bagaimana sampai ke ke tanggal sekian dan angka itu saya tutup yang saya lihat bersama anak-anak zat yang maha besar tadi bukan angka yang sangat besar jadi saya pakai matematika langit pernah satu ketika istri pagi bilang mah sudah ggak ada beras ih pernah itu enggak ada beras Ternyata bukan orang datang mau antar beras Ada orang datang mau minta beras orang datang mau minta beras Ya Allah lalu si kecil kita anak yang tugas di dapur dia bilang Mbah Mamang ini datang minta beras kasih ada berapa ya paling cuma ada satu gayung atau dua gayung buat kita hari ini aja kasih buat kita y orang tadi datang sudah dia buang rasa malunya sudah dia beranikan diri untuk minta ke kita itu adalah barang mahal dibanding beras yang kakak mau kasih yang penting pagi ini nasi ada ada kasih kasih saya pergi enggak lama kemudian tiba-tiba anak-anak bilang Wah ada beras satu karung Coba ada beras satu karung enggak lama kemudian datang wa kak Iman Tadi aku ke rumah tapi enggak ketemu Kak Iman Aku titip beras hal-hal ajaib buat saya yang Allah turunkan di luar prediksi Kita sebagai manusia sering terjadi dan itu berkat doa orang-orang tua mereka yang Allah kabulkan dan berkat doa mereka sendiri saya ini cuma pelantara saja cuma tumpang [Musik] lewat saya lebih memperdalam karakter dan akhlak saya lebih membuat mereka menjadi juara di luar kelas saya jauhkan kepala mereka tentang angka-angka yang ada di rapot atau di ijazah tapi saya kuatkan value mereka terhadap apa yang ada di luar kelas makanya kita punya pabrik tempe kita punya ee buat mie sehat punya katering punya ternak kambing ini kita Didik ke mereka untuk seperti itu tiga hal yang saya tanamkan ke dalam diri Ana pertama dia harus berakhlak baik dua Dia peduli tinggi tiga cinta Quran itu pondasi pertama yang saya tanam ke [Musik] anak-anak kita latih mereka juga untuk memberikan apa yang kalian punya apa dengan senyuman dengan doa dengan ilmu kalau doa pastilah senyuman itu wajib ilmu ilmu apa yang anak-anak punya anak-anak punya rumah tempe diajarin bikin tempe akhirnya berbondong-bondong orang datang ke sini sekolah-sekolah datang ke sini seusia mereka untuk belajar dan tempat kita jadi salah satu rujukan pil trip beberapa sekolah untuk tujuan edukasi belajar biogas Belajar bikin tempe Belajar bikin mie dan yang menariknya ada saya sebagai [Musik] pendongengnya Jadi kalau Ada orang datang ke saya ka Iman Saya mau kasih anak-anak uang Boleh enggak Enggak boleh saya bilang karena anak-anak enggak pernah kita kasih uang jajan kalau mau kasih uang nanti hari Sabtu karena kita punya aturan Kenapa hari sabtu hari sabtu adalah jatahnya dia menabung dan jatahnya ngambil tabungan jatahnya jajan seminggu sekali kalau kita orang besar punya kafala Sebulan sekali ada seminggu sekali oh saya datang ini hari Senin nih nunggu Sabtu lama saya bilang Beli dagangannya punya apa punya tempe punya miie punya yang lain beli dagangannya tapi saya enggak perlu tempe bilang sama nakak saya borong tempe kamu lalu sedekahkan ke orang lain nah ini orang yang berbuat memberikan tadi tiga pahalanya Mas keuntungannya tiga pertama sedekah dia tetap jalan ya dengan membeli tempe tadi ke anak-anak otomatis keuntungannya Pasti buat anak-anak dapat yang kedua melatih anak-anak untuk peduli karena dia mau enggak mau dia cari mana yang layak dikasih dia keliling kampung tuh dia cari orang-orang tua lansia dia pergi ke ee masjid dia kasih nah yang ketiga sudah melatih anak-anak menjadi entrepreneur muda sama seperti Rasulullah belajar berdagang belajar berwirausaha itu yang dari tempe Mas dari generasi yang katanya mental tempe tadi yang kalau makan tiap hari tempe ngeluh enggak ada yo dicari tempe ini sempat diminta untuk dikirim ke Meksiko waktu itu karena sedang ada pameran UMKM dari Indonesia tempe kita dipinta weh ternyata mau berangkat tuh harus banyak syarat syaratnya izin segala macam sampai label Halal nah permintaan teman-teman yang mau ke mexiko itu jadi ilmu buat saya untuk mengurus semua surat dan alhamdulillah suratnya sudah lengkap semuanya mudah-mudahan tempe anak-anak dengan judul tempe santri sannya San matahari tulisannya Sun tre pohon matahari dan pohon ini bisa jadi wasilah sama seperti Rasulullah dulu berdagang punya apa yang didagang salah satu dagangan anak-anak [Musik] tempel ini ada cerita saya Saya pernah ditahlilin sama orang satu kampung saya sudah enggak ada tapi saya masih dengar mereka menganggap E ini sudah dekat sudah dekat satu kampung datang sakit Saya punya itv itv itu kelainan sel darah saya 2 tahun enggak bangun mas 1 tahun murni saya enggak bangun gereta rumah sakit sampai hafal betul saya 19 bulan saya melakukan perawatan itu bolak-balik rawat jalan rawat inap balik lagi rawat jalan rawat inap balik lagi di rumah sakit saya bilang sama istri saya Andaikan Allah harus panggil saya pengin pergi di tengah anak-anak saat itu itu trombosit saya sudah 1000 hanya 1000 Padahal kalau orang kena demam berdarah ya contohnya demam berdarah di bawah 5.000 50.000 aja sudah sudah luar biasa pasti sudah mulai aneh-aneh lah itu saya cuma seribu sampai dokter tuh enggak percaya tentang trombosit saya tiga lab di rumah sakit itu dihadirkan hari kedua masih sama saya bilang sama istri saya pulang sepertinya sudah waktunya saya bilang enggak dikasih saya bilang kalau enggak pulang saya cabut semua nih yang nempel dalam tubuh saya saya pulang saya pulang saya mau di depan anak-anak saya mau di tengah anak-anak akhirnya istri enggak bisa nolak pulang sampai rumah orang sudah ramai saya sudah ngetak di tengah di pangku dibopong saya sudah siap bismillah Ya Allah Andaikan hari ini kau panggil Insyaallah saya Rida saya bilang selesai saya ngomong begitu ada anak di kanan kiri saya ya dia nangis biasa ngaji tuh orang-orang pada ngaji tuh di samping saya bilang Abah kalau abah enggak ada aku sama siapa dan air mata tuh jatuh tu sepertinya jatuh berasa ke tangan saya tes gitu dingin itu Saya memberanikan diri buka mata bahwa saya lagi ke rumah sakit istri saya kagetwa mobil mobil mobil mobil Gotong semua yang ngaji berhenti semua buka jalan tuh Bawa saya ke rumah sakit lagi pasang lagi cek jantung lagi pasang lagi semuanya Masyaallah ternyata belum [Musik] waktunya ini alat alat bantu sebetulnya alat bantu untuk bisa diterima anak-anak dalam waktu cepat anak-anak Tuh kan apa yang dilihat dia menyenangkan apa yang dia terima membah bagiakan kita harus punya uang lu ngasihkan atau permen atau coklat gitu ya tapi dengan membawa boneka Ini anak-anak tuh sudah senang Heeh Oh iya apalagi dengan kalian kita bisa membuat dia seolah-olah hidup Heeh ya hidup lihat ke depan dulu Lihat ke depan depannya mana Oh itu atas E ini boneka ini namanya Inan Iman loh kalau kamu Iman ini monyet eh [Tertawa] ketuker sabar itu adalah landasan semua buat saya landasan semua sikap saya kebayang anak dengan latar belakang yang beraneka ragam Kalau saya tidak punya itu maka saya akan pulah pilih n n keluarin nih anak pindahin Hah Enggak sanggup jadi akhirnya saya enggak jadi jembatan kebaikan anak-anak sabar itu juga bagi an dari kita bisa mendapatkan sesuatu yang tidak la orang lain dapatkan waktu kita bisa dapat perjalanan waktu tuh banyak ilmu contoh-contoh Saya punya anak yang dulu klepto uang tamu habis barang tamu hilang malam itu saya disepakat sama istri akan kita pindahkan ke pondok pesantren yatim yang memang sangat keras ngedidik disiplin dan lain-lain malam itu ah kita sepakati dan kita kasih tahu sama anak tersebut Kakak besok pagi pindah ke pesantren tempat temannya Apa anak itu malam sudah nyiapin tas sebelum tidur istri berbisik ke telinga saya yakin mau kita pindahin saya bilang yakin istri saya bilang kalau anak ini nanti di sana tidak semakin baik dan kita tidak cerita tentang kondisi anak ini ke ustaz tersebut dosa enggak kita pertanyaan itu otomatis menjawab saya dosa kecuali kita ceritakan kondisi anak kita ist saya bilang kalau kita ceritakan kondisi anak kita enggak bakal diterima Oh iya terus kalau dia menerima lalu anak itu hebat di sana berhenti dari kebiasaan buruknya yang dapat pahala siapa bukan kita Bah dia bilang Ustaz tersebut kita enggak mau pahalanya Dia bilang saya bilang mau jawab istri saya kuncinya sabar dan alhamdulillah anak itu berhenti ada uang berapapun Uang belanja di meja dapur selalu ada uang situ enggak hilang tamu enggak ada sudah aman itu kuncinya sabar itu satu contoh kasus saja kalau saya waktu itu enggak sabar pagi itu tetap saya berangkatkan saya enggak dapat tuh pertama enggak dapat ilmunya kedua enggak dapat [Musik] pahalanya Terima kasih saya Iman Surahman ee pendongeng dan pemerhati anak mengucapkan banyak terima kasih mudah-mudahan banyak manfaat yang bisa kita dapat asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah