Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wab. Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu ala taufiqi wumtinani ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarika lahu takziman lisan wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh daila ridwan. Allahumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwani. Hadirin dan hadirat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Kita masih melanjutkan dari bab al-afu wal i'rad anil jahilin. Bab memaafkan dan berpaling dari orang-orang jahil. Pada pertemuan sebelumnya telah kita sampaikan beberapa ayat dan kita lanjutkan ee ayat berikutnya ya, yaitu firman Allah Subhanahu wa taala waquluhu taala walyafu walyasfahu ala tuhibbuna ayagfirallahu lakum. Hendaknya mereka memaafkan dan berlapang dada. Tidakkah ee kalian suka jika Allah mengampuni kalian? Ini ayat terkait dengan kisah hadisatul ifiq di mana Abu Bakar Assiddiq radhiallahu taala anhu memaafkan ee ee seorang sahabat yang mistah yang menuduh Aisyah ee berzina. yang tadinya mistah adalah kerabat dari Abu Bakar yang Abu Bakar radhiallahu anhu senantiasa memberikan kepada Mistah ee nafkah karena dia miskin. Ternyata Mistah kemudian menuduh Aisyah radhiallahu anha berzina. Akhirnya ketika turun ayat membela Aisyah, maka Abu Bakar Assiddiq sempat marah. Kemudian dia mengatakan, "Aku tidak akan beri nafkah lagi kepada Mistah." Ya, artinya selama ini dia beri nafkah kepada Mistah, ternyata air susu dibalas dengan air tuba. Ternyata Mistah malah menuduh Aisyah berzina. Akhirnya Allah turunkan ayat ini, "Walyafu wal yasfahu ala tuhibbuna ayagfirallahu lakum." Kata Allah, "Hendaknya mereka memaafkan dan berlapang dada. Tidakkah kalian suka jika Allah mengampuni kalian?" Akhirnya Abu Bakar pun memaafkan Mistah. Ya, di sini ee dalil bahwasanya siapa yang memaafkan orang lain maka dia akan dimaafkan oleh Allah Subhanahu wa taala. Ya, siapa yang memaafkan orang lain dia akan dimaafkan oleh Allah. Makanya Allah mengatakan, "Ala tuhibbuna ayyagfirallahu lakum." Tidakkah kalian suka jika diampuni oleh Allah subhanahu wa taala? Maka di antara cara agar kita diampuni oleh Allah adalah kita mengampuni, memaafkan orang lain. Ya, dosa kita banyak ya. Kalau ada ternyata kita ditakdirkan ada orang menzalimi kita, menuduh kita yang tidak-tid atau menjatuhkan ya hak kita, mengambil merampas hak kita, maka kalau kita maafkan dia ini kesempatan bagi kita untuk diampuni oleh Allah Subhanahu wa taala. Maka Allah tawarkan dengan perkataan Allah, "Ala tuhibbuna ayyagfirallahu lakum." Tidakkah kalian suka jika Allah mengampuni kalian? Caranya gimana? Maafin orangor lain. Aljaza minisil amal balasan sesuai dengan perbuatan. Siapa yang mengampuni orang lain, dia akan diampuni oleh Allah subhanahu wa taala. Kemudian quluhu taala ayat berikutnya. Walinaas wallahu yuhibbul muhsinin. Ketika Allah menyebutkan tentang eh ciri-ciri orang bertakwa penghuni surga, ayat sudah pernah kita bahas juga dalam surat Al Imran. Kata Allah, "Wasarifikumin arduhawat ardidil muttaqin." Bersegeralah kalian menuju kepada ampunan Allah dan menuju surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang Allah siapkan bagi orang-orang yang bertakwa. Siapa orang bertakwa tersebut? Kata Allah subhanahu wa taala,inafiqu wal min walinaas wallahu yuhibbul muhsinin. Yaitu orang yang senantiasa berinfak dalam kondisi lapang. Dia tetap berinfak dalam kondisi sulit dia tetap berinfak. Wal minal ghait. Orang-orang yang meredam amarah. Walina aninas. Dan orang-orang yang memaafkan orang lain yaitu orang lain yang menzalimi dia. Dia maafkan. Kemudian Allah berfirman, "Wallahu yuhibbul muhsinin." Allah mencintai orang-orang yang berbuat ihsan. Itu yang mencapai derajat tinggi berbuat ihsan. Karena ihsan derajatnya ee terkait dengan Allah Subhanahu wa taala dan ihsan terkait dengan makhluk. Adapun terkait dengan Allah Subhanahu wa taala itu seorang beribadah kepada Allah seakan-akan dia melihat Allah. Anudallaha kaakaahu. Engkau beribadah kepada Allah seakan-akan kau melihat Allah subhanahu wa taala. Faam takun tarahu fainnahu yar. Kalau kau tidak bisa melihat Allah, yakinlah Allah melihatmu. Yaitu seorang ketika ibadah seakan-akan dia sedang berhadapan dengan Allah, sedang melihat Allah. Sebagaimana penghuni surga pada hari kiamat kelak di surga melihat memandang wajah Allah subhanahu wa taala di hadapan mereka. Dan ketika mereka melihat Allah, maka mereka mencintai Allah, mengharap dari Allah dengan penuh harapan. Maka seorang ketika beribadah seakan-akan dia sedang berhadapan dengan Allah Subhanahu wa taala. Seakan-akan dia melihat Allah, ketika itu dia akan menghadirkan rasa harapannya yang tinggi kepada zat yang maha penyayang dan timbul rasa cintanya kepada Allah sehingga dia beribadah dengan khusyuk dan penuh hikmat kepada Allah subhanahu wa taala. Yang kedua, dia tidak mampu maka yakinlah Allah akan Allah senantiasa melihatnya. Ini ihsan terkait dengan Allah. Ketika seorang beribadah merasa melihat Allah atau kalau tidak mampu merasa dilihat oleh Allah subhanahu wa taala. Ihsan terkait dengan makhluk yaitu berbuat baik kepada makhluk ya dengan di antaranya bentuk berbuat baik kepada makhluk adalah memaafkan kesalahan orang lain. Ya. Dia berbuat salah kita maafkan. Ya, orang tidak bisa melakukan demikian kecuali telah mencapai derajat ihsan. Ini derajat yang tinggi karena tidak mudah ya memaafkan orangorang lain. Manusia kalau lagi disakiti, dizalimi, dia berusaha untuk membalas kalau bisa. Bahkan dia balas lebih daripada yang dilakukan kepadanya. Tapi karena dia telah mencapai derajat ihsan, maka dia mudah memaafkan orang lain. Di sini Allah mengatakan walina aninas. Walfin adalah dalam bentuk isim fa'il. Kalau isim fa'il itu kata Thahir bin Asyur lebih kuat daripada fi'il mudhar'. Kalau fi'il mudhar' ya itu menunjukkan ee berulang-ulang suatu kegiatan ya. Tetapi kalau isim fa'il menunjukkan sajiah itu sifat perangnya orangorang tersebut. Antum enggak paham kan? Enggak tahu bahasa Arab apa itu isim fa'il? Apa itu fi'il mudhari? Makanya belajar ya. Saya sampaiin aja lah ya. Isim fa'il itu kalau dalam bahasa Inggris ada namanya fi'il. Ada apa? Fi'il madhi itu past tense. Kalau fi'il mudhar' yang menunjukkan berkesinambungan apa namanya? Present tense ya. Tetapi kalau fi'il mudhar itu menunjukkan berulang-ulang. Berulang-ulang dilakukan lakukan lagi lakukan lagi. Tajaddudalul ala tajaddudil fi'il berulang-ulang. Tetapi kalau sudah isim fa'il seperti sifat dia seperti ini pemaaf. Pemaaf berarti dia senantiasa memaafkan ya. senantiasa sudah menjadi perangai dia. Ketika Allah datangkan dengan isim fail walina aninas, orang-orang yang memaafkan itu senantiasa memaafkan orang yang ee berbuat zalim kepadanya. Ini sangat sulit. Tetapi ee sebagian orang ada yang seperti itu. Mencapai derajat mudah memaafkan dan dia telah mencapai derajat ihsan dan dia dicintai oleh Allah subhanahu wa taala. Maka seorang kalau ingin diampuni oleh Allah maafkan orang. Ingin dicintai oleh Allah maafkan orang. Ya, cari muka sama Allah dengan memaafkan orangorang lain. Memaafkan orang lain kita dicintai oleh Allah Subhanahu wa taala. Ayat berikutnya, waman sharf inzalika lamin azmil umur. Sungguh siapa yang bersabar dan memaafkan maka itu dari perkara yang sangat ditekankan. Ya, perkara yang sangat ditekan itu perkara ya min adimil umur, perkara besar ya. Wama yulaqqoha illalladzina sharuu. Yang tidak dilakukan kecuali orang-orang yang sabar. orang-orang yang hebat. Jadi yang bisa sabar dan mengampuni itu orang hebat ya. Orang hebat yang bisa melakukannya. Tidak semua orang bisa bersabar dan mudah ee memaafkan. Bab saya ee dalam kesempatan ini saya ingin menyampaikan suatu kisah ya tentang model orang maafkan zaman sekarang. Ee kebetulan beberapa hari lalu saya sempat ee berkunjung di kota Hail. Hail adalah suatu provinsi di Arab Saudi sebelah utara Arab Saudi. Ya, di Hail itu adalah dua gunung namanya gunung pegunungan Aja dan pegunungan Salma ya. Situ dengan juga disebut Jabalut Thai. Di situ ada kabilah terkenal namanya kabilah Thai. Dan sahabat yang terkenal bernisbah kepada kabilah tersebut yaitu Adi bin Hatim at-Thai. Bapaknya terkenal Hatim atha di masa jahiliyah terkenal sangat dermawan. Kalau orang Saudi bicara tentang kedermawanan, orang Arab secara umum mereka pasti sebut ini Hatim Atha. Kalau penduduk Saudi bicara tentang kedermawanan, mereka bilang penduduk hail. Sampai saya ketemu dengan kemarin saya pas jalan sama orang Saudi yang lain k mereka terkenal penduduk hail adalah orang yang dermawan. Maak aqillatilyad. Padahal mereka bukan orang kaya tapi mereka apa? Dermawan ya. Dan saya sudah buktikan mereka dermawan. Kalau antum buktikan ke sana ya. Intinya saya ingin menyampaikan ada ada kedermawan uang, ada kedermawanan. Sisi lain kedermawanan terkait dengan ee akhlak yang yang mulia. Ee saya sempat berkunjung di rumah seorang ee namanya Hamud bin Nail bin Thauan as-Yammari. Ya, Syamari salah satu akar dari kabilah Tha. Ya, di sana ada beberapa kabilah. Ada empat kabilah besar kembali kepada kabilah Tha di antaranya Syamar ya. ee kisahnya. Jadi orangnya sudah tua kemudian ee sarapan ya kebetulan alhamdulillah kita sarapan dia siapkan. Dia bilang, "Ayo iftar, ayo sarapan." Cara ala badui ya. Dia kemudian bakar roti, rotinya dibakar di atas bara api. Saya makan roti Badui kemudian ee kopi Badui. Kemudian ya tapi saya tidak ingin bicara makan di sini ya. Intinya yang ingin sampaikan orang ini punya kisah besar di Arab Saudi terjadi pada sekitar tahun ee 2009 ya dan sempat masyhur di internet ya. Ini sekarang saya sedang buka internet baca tentang kisah beliau. Jadi beliau namanya Hamud Nail bin Thauan As-Yammari. Kisahnya bagaimana? Kisah memaafkan yang luar biasa. Beliau punya anak ee namanya Awat. Awat ini masih berusia 17 tahun kemudian senang main bola bahkan dia dijadikan kapten bola karena hebat main bola. Suatu hari mereka sedang main bola di hail di lapangan pasir di sana ya. Di sana lapangan pasir rata-rata ya namanya di kampung. Kemudian mereka main. Ketika mereka sedang main tiba-tiba ada seorang pemuda masukin mobil di dalam lapangan tersebut kemudian main tafhit. Taf itu apa yang cit gitu itu apa bahasa Indonesianya? Trif. Hah? Drift pakai drift. Saya enggak pernah bikin begitu ya. Makanya saya enggak tahu. Intinya dia main-main gitu dia itu bahaya. Akhirnya mereka halangi. Ah, kita lagi main bola berhenti. Dia main terus dihalangi dua kali dia main terus dihalangi tiga kali. Akhirnya sang kapten Awat ini Awat bin Hammud bin Nail bin Tauan Asyamari. Kemudian dia datang kepada laki tersebut, dia stopin mobil. Sudah dinasihati, akhirnya keluar orang itu. Keluar pergi kemereka main lagi. Anak ini yang keluar tadi datang lagi. Ketika datang mereka kira dia mau main bola juga. Ayo main diajak. Dia masuk lapangan tahu-tahu dia dekati awat ini kemudian dia cabut pisau, dia tikam di sebelah kirinya. Akhirnya terluka darah keluar di bagian jantungnya. Kemudian dia kabur. Yang pembunuh ini kabur namanya Abdullah ya. Dia kabur. Akhirnya kabur. Si Awat berusaha mengejar tapi dia tidak kuat. Dia jatuh akhirnya darah berlumuran darah kemudian dibawa ke rumah sakit. Kemudian dia berzikir dan sebelum meninggal dia mengucapkan asyhadu alla ilahaillallah wa asyhadu muhamadar rasulullah. Kemudian meninggal meninggal dunia. Akhirnya ramai kejadian ramai saya apa namanya? Ee akhirnya bapaknya Abdullah ini sini sebutin juga namanya bapaknya, kakaknya yang laki-laki di penjara. Yang pembunuh di penjara ditangkap. Bapak dan kakaknya juga dipenjara khawatir diserang, khawatir ada pembalasan supaya mereka berdua aman. Yang membunuh Abdullah di penjara, kakak dan bapaknya juga di penjara. Di ee dipenjara supaya aman. takut ada pembalasan. Subhanallah. Hamud ini, kakek tua ini, Hamud bin Nail bin Thaau Asssyamari ini tahu keluarganya. Ternyata pembunuhnya itu adalah tetangganya. Jadi tetangga mereka sudah bertetangga sekitar 16 tahun. Yang bunuh adalah anak dari tetangganya. Ketika dia tahu bahwasanya bapaknya dan kakaknya kakak dari sang pembunuh di penjara, maka Hamud ini segera pergi ke penjara. baru baru dapat kabar anaknya meninggal dunia, dia cek ternyata tetangganya juga di penjara. Maka dia segera pergi menuju penjara. Dia bilang, "Keluarkan keluarkan ee bapaknya dan kakaknya. Mereka tidak bersalah. Mereka tidak bersalah. Keluarga mereka lagi nunggu. Kasihan keluarin keluarin sampai dilarang." Jangan. Karena polisi takut ini akan terjadi pembalasan. Tapi ditenangkan dak andak. Enggak ada masalah keluarin-keluar. Kasihan ee orang di rumah, istrinya, anak-anak perempuannya lagi nunggu. ini langsung maafkan. Padahal baru beberapa jam anaknya di dibunuh, akhirnya bapak dan kakaknya pun dikeluarkan, dikembalikan ke rumah. Mulailah hari itu. Kemudian setelah dikuburkan ee orang-orang datang takziah. Datang ke rumahnya takziah dan dia bilang gak ini semua qadarullah ya. Dia bilang ini semua apa? Qadarullah. Ini anak tidak salah ya. Ini anak yang bunuh anak saya. tetangga saya, dia tidak ada dendam sebelumnya. Ini cuma lagi marah tiba-tiba kemudian dia emosi. Dia pun gak ada sebelumnya ada permasalahan. Mereka sering berteman, mereka sering telepon-teleponan, mereka sering main. Ini anak enggak. Dia cuma emosi sesaat kemudian dia bunuh anak saya. Kemudian dia bilang, "Jangan ke rumah saya aja. Pergi ke rumah tetangga juga. Kasihan dia juga. Dia mengalami apa yang kita rasakan. Musibah sama ya. Anak dia juga sedang di dipenjara. Akhirnya dia suruh orang-orang juga pergi ke rumah pembunuh tadi. Orang-orang akhirnya dari rumahnya pergi ke rumah apa? Pembunuh takziah. 10 hari kemudian dia datang ke penjara menuju ke sang pembunuh dan dia bilang ee saya maafkan ee ini dia ini ini enggak ada masalah. Dia cuma emosi sesaat kemudian dia tikam anak saya dan semua qadarullah. Dia tidak ada kaitannya dengan terbunuhnya anak saya. Semua dengan takdir Allah Subhanahu wa taala. Mereka gak percaya. Dia bilang, "Enggak, saya maafkan." Karena kalau dia tidak maafkan akan dibunuh. Karena membunuh akan juga di dibunuh. Subhanallah. Kemudian mereka pastikan untuk nulis semua apa namanya surat resmi tulis semua akhirnya dimaafkan. Keluar dari penjara. Heboh Saudi karena dia maafkan tanpa terima uang sedikit sededikit pun. ya. Sampai kemudian ditulis di apa namanya di Jaridah di waktu itu apa di internet ramai tahun 2000 2009 ya. Saya akhirnya ketemu dengan orang ini yang maafkan tadi seang saya diceritain kemudian ee teman saya telepon kita ketemu sarapan semua. Dia cuma ngomong zikir. Ketika kita lagi makan, dia nahmadullah, nasykurullah. Lafalnya kita puji Allah, kita bersyukur kepada Allah subhanahu wa taala. Sampai dia ngomong, "Lihat, kita enggak ngapa-ngapain, rezeki datang dari Allah subhanahu wa taala. Kita enggak ngapain, rezeki datang dari Allah Subhanahu wa taala." Ya. Kemudian dia bilang, "Lihat hewan-hewan keluar enggak bisa apa-apa. Pulang sudah kenyang. Ada ular enggak bisa lihat, kemudian keluar makan, balik sudah dapat makanan." Ya Allah yang kasih rezeki. Allah yang kasih diulang-ulang ngomong gitu. Allah kasih rezeki. Allah kasih rezeki. Ee kemudian dia tanya kepada kawan saya, kawan saya doktor ya di dosen di sana tanya tentang apa namanya ee salat. Dia tanya masalah fikih kemudian tanya tentang salat dua rakaat sebelum subuh. Maka teman saya jawab dia bilang salat dua rakaat sebelum subuh ada beberapa keutamaan. Ada berapa keistimewaan. Yang pertama di antaranya Rasulullah sahu alaihi wasallam tidak pernah meninggalkannya meskipun safar maupun tidak safar. Yang kedua beda dengan salat rawatib lain Rasulullah tinggalkan. Adapun salat dua rakaat sebelum subuh Rasulull sahu alaihi wasallam tidak tinggalkan. Yang kedua, Rasulullah sallallahu alaihi wasallam salatnya ringkas tidak lama. Karena sunahnya adalah salat tidak tidak lama tapi cepat. Yang ketiga, satu-satunya salat. Kalau orang salat malam selesai salat dua rakaat sebelum subuh disunahkan untuk iftija untuk istirahat sebentar karena capek tadi salat malam kemudian ee tidur apa tidur sebentar berbaring untuk siap salat ee salat subuh. Kemudian di antara keutamaannya bahwasanya pahalanya lebih baik pada dunia dan seisinya. Ketika teman saya bilang gitu, dia langsung tersenyum. Masyaallah, katanya lebih baik dar dunia dan seisinya. Kemudian setelah kita ini sarapan dia hidangkan juga susu kambing. Ini susu kambing baru. Saya enggak berani minum takut bermasalah ya. Karena saya tidak biasa minum apa? Susu ya. Ee kalau jahe saya minum ya. Kita keluar teman saya cerita ya ini kawan saya ini. Saya pernah apa namanya? pergi ke keluar ke daratan sama dia. Ini orang Badui. Jadi saya pernah ngajak ya fulan ayo kita bikin kemah. Kita bakar-bakar di sini bikin kemah. Kata dia. Enggak enggak seru. Saya Badui enggak biasa di sini. Kalau mau kemah kita ke tengah padang pasir. Kita orang Badui ke tengah padang pasir. Musim dingin. Dingin sekali. Dan di hail kalau dingin dingin sekali ya. Sangat dingin sekali ya. Mungkin bisa 0 derajat bisa di bawah 0 derajat. Kita dia bilang orang badui tidak di sini. kita ke tengah padang pasir teman saya ikut akhirnya tengah padang pasir kata teman saya kalau orang Badui tidur mereka tidak tidur di kemah mereka galik tanah seperti bikin kuburan kemudian mereka pasang sesuatu kemudian mereka tidur di atas sesuatu kalau enggak salah dikasih penghangat atau bara api kemudian dilapis sesuatu tidur jadi hangat jadi bukan tidur di ee di kemah itu bukan saya tidak ingin cerita bagaimana cara orang Arab Baduhi cuma dia bilang ini orang ya Firanda kita bermalam di tengah malam-malam se dia tetap salat malam malam. Dia bangun tetap salat salat malam. Jadi, Subhanallah yang menakjubkan bagaimana dia bisa punya sifat memaafkan yang luar luar biasa. Maafkan yang luar luar biasa. Ya. Jadi, anaknya umur 17 tahun dibunuh, dia bisa langsung mema memaafkan. Dan dia bilang semua takdir Allah Subhanahu wa taala. Kita orang Islam beriman ini takdir Allah Subhanahu wa taala. Makanya sekarang kalau terjadi pembunuhan di Arab Saudi sering disebutkan kisah ini supaya ikut memaafkan. kisah tentang si fulan ini ya. Alhamdulillah saya sempat ketemu beliau ee orangnya suka berzikir ya, rajin ibadah. Tapi ini sekedar kisah tentang orang yang maafkan di ee zaman sekarang. Ternyata masih ada orang hebat di zaman kita sekarang ini. Tib. Ee kita lanjutkan hadis yang pertama yang disampaikan oleh Imam Nawawi rahimahullahu taala. Ya, dari Aisyah radhiallahu taala anha annaha qalat, beliau berkata, "Hal ataka hal ata alaika yaumun kana asyadda min yaumi uhud." Aisyah bertanya kepada Nabi, "Ya Rasulullah, apakah pernah datang suatu peristiwa yang lebih berat daripada peristiwa perang Uhud?" Yaitu Aisyah pengin tahu, adakah hari yang lebih berat daripada peristiwa perang perang Uhud? Kita tahu Rasulullah sallallahu alaihi wasallam ketika perang Uhud, beliau mengalami kepayahan yang luar biasa ya. Beliau sempat jatuh di sebuah lubang yang disiapkan oleh kaum musyrikin kemudian dipukul di pundak beliau. Kemudian syjan Nabi sallallahu alaihi wasallam, kepala wajah beliau berdarah waqusat rabatuhu. Kemudian giginya juga beliau patah sallallahu alaihi wasallam. Fisik beliau juga ya banyak mengalami darah sampai dibersihkan oleh ee Fatimah dan Ali bin Abi Thalib ya. Sampai ketika dibersihkan dengan air tidak hilang-hilang, akhirnya Ali atau Fatimah membakar bekas tikar yang lama. Dibakar sampai jadi debu. Kemudian ditempelkan di bekas wajah Nabi sallallahu alaihi wasallam. baru darahnya berhenti. Ya, Rasul Sallahu Alaihi Wasallam sangat kepayahan ketika itu. Apalagi selain itu ee banyak sahabat yang meninggal ya 70 atau 72 sahabat meninggal dunia dan di antara yang meninggal adalah pamannya Hamzah bin Abdul Muthalib juga meninggal dan itu adalah di antara paman Nabi yang sangat disayang oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kenapa? Dari sisi umur, umur mereka mirip cuma beda 2 tahun. Kemudian selain itu Hamzah adalah paman Nabi. Kemudian dia adalah paman Nabi yang pertama masuk Islam. Hamzah. Kemudian juga ee ee Hamzah adalah saudara susuan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Nabi dan Hamzah menyusu dari Suwaibah. Jadi banyak hal yang menjadikan Nabi sangat sayang kepada Hamzah ya. Dia juga jagoan dalam berperang sangat membela Nabi sallallahu alaihi wasallam. Beliau pernah menghantam kepala Abu Jahal ya gara-gara menghina Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ternyata paman yang sangat beliau sayangi tersebut meninggal dunia bahkan di dicincang oleh musuh. Jadi ini adalah hari yang sangat berat bagi Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ya. Maka Aisyah radhiallahu anha ee tahu tentang kisah perang Uhud. Karena Aisyah sudah menikah dengan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Aisyah sudah tahu tentang kisah menyedihkan yang dialami oleh Nabi, baik secara fisik maupun secara mental. Aisyah pengin tahu, adakah peristiwa yang lebih berat daripada ini? Maka beliau bertanya, "Hal ata alaika yaumun kana asyadda min yaumi?" Apakah pernah engkau mengalami suatu hari atau peristiwa yang lebih berat dari peristiwa perang Uhud? Ternyata ada. Ya, ternyata ada. Itu peristiwa ketika Nabi diusir dari kota Thaif. Maka Rasul wasallam berkata, "Laq laqitu miniki wana asaditu minhum yaumal aqabah." Aku telah eh menghadapi gangguan dari kaummu itu orang-orang orang Quraisy ya. Kemudian orang-orang Arab secara umum ya. Wana asad maqitu minhum yaumal aqabah. Hari yang paling berat aku hadapi dari mereka, gangguan dari mereka adalah hari al-Aqabah. Al-Aqabah di sini wallahuam adalah satu tempat di kota Thaif, bukan Aqabah yang ada di Mina. Wallahuam bisawab ya. Hari Aqabah. Id aradu nafsi ala ibni abdin ya lail bin Abdi Qulal. Ketika aku menawarkan diriku, yaitu aku dakwahkan Islam kepada Ibnu Abdinalail bin Abdi Qulal, yaitu di Thaif. Falam yujibni ila ma aradu. Namun dia tidak eh memberi jawaban sesuai dengan yang aku inginkan. Nanti perinciannya akan kita sebutkan. Fantqtu wa ana mahmumun ala wajhi. Karena aku saking sedihnya yaitu di Thaif aku meninggalkan ee meninggalkan kota Thaif dalam kondisi sangat bersedih. Falam astafiq illa wa ana biqarnib. Dan aku tidak sadar kecuali aku sudah berada di suatu tempat namanya Qarnut Ts'alib. Qarn maksudnya tempat yang agak tinggi. Tsalif maksudnya ada yang mengatakan karena tempat tersebut tempat berkumpulnya serigala-serigala. Ts'labah maksudnya serigala jamaknya. Kalau mereka sudah makan, sudah kenyang mereka nongkrong di ee pegunungan ini, bukit ini. Farofsi, aku angkat kepalaku. Waidza ana bhabatin qod adolatni. Tiba-tiba di atasku ada awan yang telah menaungiku. Fadartu faid fiha Jibril. Aku lihat di awan tersebut tiba-tiba ada Jibril alaihalam. Fanadani. Kemudian Jibril memanggilku. Faqala inallaha taala. Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan kaummu kepadamu. W radu alaika. Dan bagaimana jawaban mereka atasmu? Waq baika malakal jibal. Allah telah mengirim kepada engkau malaikat gunung. Litmurahu bima fihim. Agar kau perintahkan malaikat gunung ini melakukan apa yang kau sukai terhadap para pengganggu tersebut. malakul jibal. Maka kemudian malaikat gunung memanggilku dan berkata kepadaku, fasalama alai mengucapkan salam kepadaku. Kemudian malaikat gunung berkata, "Ya Muhammad inallahaka." Wahai Muhammad, sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan kaummu kepadamu. Waakul jibal dan aku malaikat gunung. Waq baika. Allah telah mengutusku kepadamu biamrika agar kau perintahkan kepada aku dengan perintahm apa yang kau kehendaki. Insya alaihim aksabain. Kalau kau mau saya akan angkat dua gunung ya eh Qan dan gunung Abu Qabis ya. Saya akan angkat keduanya dan saya akan lemparkan kepada mereka. Faqala Nabi sallallahu alaihi wasallam. Maka Nabi sallallahu alaihi wasallam berkata, "Bal arju anukallahu min aslabihim man ya'budullaha wahdahu wala yusriku bihi." Jangan. Tapi aku berharap agar Allah mengeluarkan dari keturunan mereka orang-orang yang beribadah kepada Allah semata dan tidak berbuat syirik sama sama sekali. Hadis ini kisah tentang ee kesulitan yang dialami oleh Nabi ketika sedang berdakwah di kota Thaif. Ketika Rasul Sallahu Alaihi Wasallam mendakwahi tiga orang pembesar kota Thaif, yaitu Abdun Yala ee di antaranya Habib ee kemudian satu lagi saya lupa namanya ya, tiga orang yang mereka adalah pembesar kota kota Thaif dan mereka ternyata menolak dakwah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dan itu adalah hari yang paling berat bagi Nabi lebih daripada apa yang Nabi rasakan ketika di perang Uhud. Kenapa? Karena itu terjadi pada tahun 10 kenabian dan Nabi tidak ke Thaif kecuali setelah beliau merasa sulit berdakwah di kota Makkah. Dan ketika itu orang dua orang yang sangat beliau cintai sudah meninggal dunia. Khadijah radhiallahu anha dan juga Abu Abu Thalib. Sehingga para ulama menamakan tahun tersebut dengan amul jamaah. Amul eh amul huz disebut dengan amul huz yaitu tahun kesedihan. Ini pernyataan para ulama tentang tahun tersebut dengan amul huz yaitu tahun kesedihan. Kenapa? Karena Nabi sangat sedih. Abu Thalib yang biasanya membela Nabi kalau Nabi sedang berdakwah di luar rumah meninggal dunia. Dan setelah Abu Thalib meninggal mereka berani untuk mengganggu Nabi sallallahu alaihi wasallam. Tidaklah Nabi diletakkan di atasnya kotoran kecuali setelah ee Abu Thalib meninggal dunia. Ketika Abu Thalib masih meninggal, mereka enggak berani. Kemudian kalau Nabi pulang ke rumah, ada pelipur lara, yaitu Khadijah radhiallahu anha juga meninggal meninggal dunia. Duanya sangat dicintai oleh Nabi. Nabi berbangga dengan Khadijah dengan berkata, "Inni qod ruztu hubbaha." Aku telah diberi anugerah oleh Allah mencintai Khadijah atau Khadijah mencintaiku adalah anugerah dari Allah Subhanahu wa taala. Yang ini membuat Aisyah cemburu. Ya, ketika Aisyah cemburu, Rasulullah malah menekankan. Seakan-akan Rasulullah berkata, "Aku ini dapat anugerah bisa mencintai siapa?" Khadijah. Kemudian Abu Thalib juga sangat dicintai oleh Nabi sampai Allah berfirman, "Innaka la tahdi man ahbabta." Kau tidak bisa beri petunjuk kepada orang yang kau cintai. Sehingga Abu Thalib meninggal dalam kondisi musyrik. J Abu Thalib dicintai oleh Nabi secara tabiat karena dia adalah paman Nabi dan kemudian juga menyedihkan meninggal dalam kondisi musyrik. Dan ketika itu sulit berdakwah di kota Makkah. Akhirnya Nabi punya ide untuk berdakwah di luar Makkah. Maka beliau ingin berdakwah di kota Thaif. Siapa tahu suku lain selain Quraisy menerima dakwah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Maka berjalanlah beliau bersama ee Zaid bin Haritah radhiallahu taala anhu berdua menuju ke Thaif dengan harapan siapa tahu ada yang terima dakwah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Sampai di sana Rasul Sallahu Alaihi Wasallam langsung menemui tiga pembesar ya kalau enggak salah Abdun Yalail, Habib dan Mas'ud ya. Ketika sampai sana dan ini ide Nabi sallallahu alaihi wasallam dengan harapan kalau para pembesar masuk Islam maka anak buah semua akan apa? Masuk Islam. Dalam kondisi sedih maka Nabi berjalan menuju mereka bertiga. Kemudian Nabi tawarkan tentang Islam ternyata mereka menolak dengan perkataan yang menyakitkan. Ya, ada yang berkata, "Ama wajadallah rasulan gira." Apakah tidak ada rasul selain kamu Allah dapatkan? Kok kamu yang jadi rasul? Ya, ini penghinaan. Yaitu seakan-akan mereka berkata, "Kok tidak pantas jadi rasul?" Apa enggak ada orang lain? Kok kamu yang jadi apa? Jadi rasul. Ini penghinaan luar biasa ya. Maksudnya emang enggak ada dai selain kau yang pantas jadi dai? Emang kenapa kau yang bersedak? Masih banyak orang bisa jadi dai. Kenapa kau harus jadi dai? Ya ama wajadallahu rasulan gira. Apakah Allah tidak mendapati orang lain jadi rasul? Kok kamu yang jadi rasul? Ini penghinaan luar biasa merendahkan martabat Nabi sallallahu alaihi wasallam ya. Ee yang kedua ee mereka ada yang berkata, "Kalau engkau ee mending saya diam. Kalau engkau rasul bahaya. Kalau kau bukan rasul, pendusta bahaya. Mending saya enggak usah jawab, ya." Ya. Yang ketiga dia hina juga. Saya lupa dia apa namanya ee saya akan merabek keswah Ka'ba atau apa dia intinya menghina Nabi. Tiga-tiganya tidak hanya menolak tapi juga menghina Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Akhirnya Rasul sahu alaihi wasallam berkata, "Kalau memang kalian tidak terima faakfu anni. Kalau kalian tidak terima dakwaku, maka tolong sembunyikan kedatanganku. Jangan sampai orang-orang Quraisy tahu. Rasulullah tidak pengin jadi isu. Muhammad sudah ditolak di Makkah, kemudian ke Thaif ditolak juga. ini bahan digoreng nanti sama Abu Jahal. Jangan sampai berita ini ditangkap oleh Abu Jahal kemudian digoreng oleh orang-orang Quraisy. Nabi berusaha agar tidak ee dakwah tidak tercemar, tidak tercoreng. Ada kalau ada bahan bisa digoreng maka jangan sampai digoreng. Kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Faakhfu anni." Kalau gitu jangan sebarkan berita kedatanganku kepada kalian. Maka Rasul sahu alaihi wasallam ketika pulang ternyata mereka menyiapkan dua barisan. barisan anak kecil sama barisan orang gila. Kemudian mereka melempari Nabi sallallahu alaihi wasallam. Mereka melempari Nabi ya Zaid bin Haritah radhiallahu anhu bersama Nabi berusaha menangkis tapi akhirnya terkena kaki. Kaki Nabi, kaki Nabi berdarah. Di situlah Nabi sangat bersedih. Seba luka yang dialami Nabi tidak ada bandingannya dengan di Uhud. Tetapi sikap mereka ini luar biasa. Jadi mereka menghina Nabi. Yang kedua mereka mengejek Nabi dengan menghadirkan anak-anak kecil untuk ngelempar. Cuk bayangkan kalau orang besar berkelai-berkelai. Oke, ini anak kecil lempar-lempar Nabi kan ini penghinaan. Disambut dengan anak kecil orang gila ngelempar apa Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Jadi benar-benar mereka ingin menghinakan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Maka di sini Rasulullah sahu alaihi wasallam sangat sedih. Yang sedihnya lebih berat daripada ketika Rasulullah alami ketika di perang apa? Uhud. Rasulullah tidak terhina ketika itu hanya fisik. Tapi di sini mereka menghina. Makanya ketika malaikat gunung, ketika malaikat Jibril datang, ya malaikat Jibril berkata, "Innallaha taala qod sami qula qumika laka." Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan kaummu kepadamu, yaitu penghinaan yang luar luar biasa. Sikap yang mereka lakukan. Bukan hanya sekedar menolak, disertai dengan penghinaan ya. Apalagi yang dihina adalah al-Amin. Orang Quraisy tidak ngomong seperti itu. Orang Quraisy tidak ngomong gitu sama Nabi karena mereka tahu Nabi adalah orang hebat. Secara nasab, nasabnya sangat tinggi. Secara akhlak mereka pernah menggelari Nabi dengan apa? Al-Amin. Tapi ini orang-orang Thaif mereka bilang apa? Enggak ada nabi selain kau enggak ada orang lain kah jadi nabi? Kenapa kau harus jadi nabi? Kenapa Allah utus engkau masih banyak orang hebat? Ya karena mungkin selain mereka tidak suka sama Nabi, mereka juga mungkin hasad ya. Karena Nabi dari Quraisy, mereka bukan dari Quraisy ya. Mereka dari Tqif atau dari Hawazin. Kabilah lain biasa dari kabilah sama kabilah saling apa? saling hasad ya sehingga mereka menghina Nabi. Dan ini sangat menyakitkan Nabi sallallahu alaihi wasallam belum lagi ketika keluar disambut dengan anak-anak kecil jadi bahan bahanan melempari Nabi ya dengan kerikil-kerikil. Maka saking sedihnya kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Fantolqtu wa ana mahmumun ala wajhi." Maka saya berjalan sambil sedih, sambil kalau bahasa kita mungkin agak linglung, enggak tahu apa yang terlalu bersedih. Tidak sadar. sampai nabi berkata, "Falam astafi illa waqnilib." Dan aku tidak sadar kecuali aku sudah sampai di Qorn Talib. Karnali suatu tempat dekat Kornel Manazil. Kornel Manazil Sailul Kabir itu dekat tempat ee miqatnya penduduk Thaf. Sudah pernah ke sana? Belum. Belum kan? Iya. Saya pernah ke sana ya. Jadi jaraknya cukup jauh dari Thaif ke Qarnul Manazil atau Qarnus Salim ini agak jauh ya. Puluhan kilo ya. kilo. Thaif Madinah eh Thaif Makkah sekitar 90 kilo 100 kilo. Artinya di tengah perjalanan puluhan kilo Rasulullah jalan puluhan kilo gak sadar saking sedihnya. Rasulullah yang bilang sendiri falam astafiq indqarni waana inqarni. Aku tidak sadar kecuali sudah sudah aku sudah tiba di kornib. Tadi saya katakan disebut qarn thsali. seperti bukit kecil seali karena banyak serigala kumpul di situ. Kalau sudah makan nongkrong di situ, kekenyangan nongkrong di situ. Jadi Rasulullah jalan puluhan kilo ya. Ya, memiliki kesidihan yang luar luar biasa ya. Saking tidak sampai tidak sadar, begitu sedih yang bertumpuk-tumpuk sedih ee karena diusir dari kota Makkah, dimusuhi oleh kaumnya sendiri, kaum Quraisy. Sedih dengan wafatnya Khadijah radhiallahu anha. sedih dengan wafatnya Abu Thalib, sedih dengan perlakuan kabilah Tsakif. Ya, dihina luar biasa. Sedih dengan dilempari oleh anak-anak. Bertumpu-tumbuh kesedihan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Sampai bahasa kita tidak sadar, linglung, sampai berjalan, Nabi sendiri yang mengatakan, "Falam astafiq." Aku tidak sadar kecuali aku sudah tiba di Qornut Thasalb itu berjalan puluhan kilo entah 20 kilo, 30 kilo ya. Jalan, jalan, jalan, jalan, jalan. Tiba-tiba sudah sampai di Qut Thalib saking sedih yang luar biasa. Tiba-tiba ada malaikat ada angin, ada awan di atas. Tiba-tiba ada malaikat Jibril. Jibril berkata, "Wahai Rasulullah, Allah telah mendengar hinaan perkataan kaumu kepadamu." Dan Allah kirim malaikat malaikat gunung. Kemudian malaikat guna mengatakan, "Ya Rasulullah, aku diutus oleh Allah dan Allah telah mendengar perkataan kaumu, hinaan kaummu. Perintahkan aku apa yang kau sukai. Kalau kau suka, aku angkat-angkat dua gunung ini dan aku timpakan kepada orang-orang tersebut, kepada penduduk Makkah, kepada penduduk Thaf semuanya sekaligus." Ya, selesai di end. Selesai. Kalau kita okelah kasih pelajaran dikitlah. Abu Jahal, Abu Lahab tadi tiga orang tadi. Kasih pelajaran dikitlah biar tahu siapa saya ya. Biar mereka tahu siapa gua ya. Subhanallah. Tapi Rasulullah tidak ya. K Rasulullah tidak. Di saat-saat seperti sedih tersebut, di puncak-puncak kesedihan malah Rasulullah kemudian ma memaafkan. Kata Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, "Ya, balju an yukhrijallahu min aslabihim man ya'budullaha wahdahu la yusriku bai." Justru aku berharap mereka tetap hidup dan punya anak-anak yang kalau mereka tidak mau beriman enggak ada masalah. Sampai Rasulullah pikir panjang. Mungkin mereka beriman. Tarulah mereka tidak bakalan beriman mungkin anak-anak mereka yang beriman. Kalaupun mereka tidak beriman sampai mati enggak ada masalah. Mungkin anak-anaknya yang yang beriman. Aku berharap keluar dari keturunan mereka orang-orang yang beribadah kepada Allah semata dan tidak berbuat syirik sama sama sekali. Dan benar ternyata harapan Nabi terjadi. Banyak kabilah Sakif yang luar biasa yang kemudian beriman menjadi para pejuang membela Islam. Ya, bahkan disebutkan ketika terjadi ayamur riddah, ketika orang-orang banyak murtad. Ada tiga kota yang tidak ada tidak ada ikut murtad. Yaitu Makkah, Madinah, di antaranya ee Thaif. Berapa menit lagi? 1 menit. Jadi intinya ee Rasulullah Sallahu Alaihi Wasallam memaafkan dan berpikir panjang ya. bahwasanya dakwah ini ya ee butuh perjuangan, butuh kesabaran ya. Bahkan Rasulullah tidak ingin membunuh mereka ya. Dan ternyata Rasulullah tidak ingin membunuh penduduk Makkah maupun penduduk Madinah karena berharap anak keturunan mereka nanti ada yang beriman kepada Allah, berbuat tauhid dan tidak berbuat syirik sama sekali. Bahkan ternyata di antara mereka pun ada yang beriman. Jangankan anak-anak mereka, mereka juga ada yang beriman. Tib sampai sini saja. Insyaallah kita lanjutkan kesempatan yang lain. Tib. Demikian saja. Wabillahi taufikah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.