Ustadz Punya Usaha Klinik Kecantikan?! Sempat Diragukan Karna Tempatnya Di Ruko Kecil
Y950-s_ZTJg • 2023-11-03
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Imam Syafi'i sampai membuat fatwa dia
bisa kaya dan dia tidak mau usaha jadi
kaya hukumnya haram jadi orang yang
enggak berusaha jadi kaya sebenarnya
bisa jadi kaya tapi enggak mau usaha itu
haram hukumnya jadi kata Prof Dr bo
Hamka berusaha jadi kaya itu wajib
hasilnya jadi kaya atau tidak Itu hak
progatif
Allah sampai ada pasien Saya ini saya
masih ingat banget beliau kan mungkin ya
bos besar ya kemudian biasa home care
nah waktu itu Dok saya mau lihat dong
klinik dokter Iya Bu Boleh saya bilang
kayak gitu kan Nah terus mereka datang
ke klinik saya pasiennya pulang lagi
bilang gini ah Apaan sih dokter enggak
percaya deh kliniknya kecil banget kayak
gitu kayak enggak
[Musik]
meyakinkan Innallaha Jamil yuhibbul
Jamal hadis ini tak pegang terus Allah
itu maha indah dan Allah menyukai
keindahan kalau Allah bilang dalam surah
atagabun ayat ketiga
Allah yang mendesain rupa kita rupa Oke
Allah desain rupa kita dengan kondisi
Ahsan terbaik perkara kok hari ini ada
yang kurang menarik itu karena kurang
dirawat dan kita pengin menjaga Islam
itu good looking Islam itu glowing Gak
boleh langsung
air
[Musik]
bismillah asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh Mas Agung perkenalkan saya
ransi lebih dikenal ransi alindragiri
alindragiri itu nama sungai jadi
dikaitkan ke nama sungai di tempat saya
dulu tumbuh dan besar eh asli dari Riau
datang ke Jawa sejak tahun 2000 2009
masuk pondok pesantren Pondok pertama
itu satu Alma Mater dengan Ustaz Umar m
Pondok kedua kami itu Mahad Ali Annur
kemudian setelah itu merantau ke ke
Jogja tepatnya tahun 2014 mulai
berdakwah Jadi sebenarnya aktivitas
intinya itu berdakwah sekarang mulai
menggeluti usaha ini yaitu saya sama
istri ya diajarkan oleh istri untuk buka
skinc gitu ya Jadi sekarang punya usaha
skinc Kami beri nama to your skin kalau
sederhananya untuk kulitmu gitu ya
berharap usaha ini bukan hanya menjadi
manfaat untuk kami tapi untuk kita semua
ini istri saya satu-satunya namanya Ali
istri saya asli Tegal kemudian setelah
sekolah di Tegal sampai menengah atas
itu melanjutkan Jurusan Kedokteran di
Jogja selesai eh sambil menyelesaikan
kedokteran istri saya ini juga kuliah S1
di bidang psikologi kemudian istri saya
juga mengambil manajemen rumah sakit dan
beliaulah yang pertama menginisiasi
usaha yang kami Sekarang ikut
menggelutinya ini Iya kebetulan untuk
pertemuannya dengan Ustaz ransi saya
jemaahnya sih i ikut kajian terus ya
suka dengerin kajian ngikutin rutin
kayak gitu tapi ya sudah takdirnya sama
Allah dipertemukan lanjut suami istri Ya
sudah saya lebih suka cowok yang apa ya
ngihatnya tuh Smart G aja sih ya ganteng
Bonus
aja jadi karena suka aja lebih mungkin
kalau seandainya punya suami Ustaz bisa
bimbing lebih baik lagi ya lebih banyak
ilmu yang bisa saya dapatin kayak gitu
jadi ya suka melihat beliau gitu tapi
enggak nyangka juga sih dapat suami
Ustaz kemudian sama Ustaz R juga enggak
nyangka ya ini Bonus aja dari Allah sih
rasanya setelah melalui beberapa fase
dalam kehidupan istri saya ini mondok di
pondok yang dulu saya pondok setelah
lulus sekian lama ya istri saya ini
pengin mendekatkan dirilah lebih baik
agamanya masuk Pondok yang tapi
syaratnya tetap bisa aktivitas di luar
jalan mondoklah di pondok yang dulu kami
ee di sana belajar menimba ilmu singkat
cerita setelah sekian waktu dipanggil
sama Ustaz ransi kamu nikahin ini gitu
Setelah dipanggil dua sampai tiga kali
setelah saya tanya ke Beliau apakah
mungkin nih karena kan background-nya
beda Mas ya umumnya kan dokter tuh
dapatnya do dokter lah ya Ya kalau
dokter dapat dosen itu masih masuklah ya
dokter dapat Ustaz ini kan sebuah hal
yang kalau tidak kuat ya bisa berantakan
kan gitu ya saya tanyakan itu ke ustaz
tapi Ustaz berkali-kali meyakinkan saya
bahwa Insyaallah Ali bisa dan kamu juga
bisa itu yang menguatkan saya untuk
bismillah lanjut jadi sampai hari ini
kalau ada masalah apapun saya ngingatnya
ke pesan guru saya saja kata Ustaz bisa
kok Ya sudah jadi saya selalu bilang ke
istri selagi bukan kesalahan yang sangat
Syari Saya tidak akan tinggalkan
keluarga ini kami nikah di pondok dan
dihadiri oleh santri-santri kalau saya
pribadi memang Ayah saya itu istrinya
tidak satu saya belajar untuk saya satu
aja jadi di awal nikah pun memang saya
bilang saya pengin punya istri cuma satu
bukan karena anti poligami Bukan tapi
memilih satu itu karena merasa memang
belum pantas kalau satu saja pusingnya
100 dua nanti
gimanaali lipat gak pusingnya itu
maksudnya mengkondisikan diri sebagai
suami yang baik gitu loh Kita minta
orang enggak bisa yang bisa itu kan
mengkondisikan diri sendiri
[Musik]
itu karena lulusan Pondok dan Pondok
kami ini Pondok yang secara
basically-nya memang Pondok yang EE
literatur turosnya kuat pengetahuannya
memang by literasi Akhirnya saya
mengidolakan guru-guru saya yang beliau
itu fokus kepada dakwah jadi hidupnya
hanya untuk dakwah dakwah dakwah dan
dakwah jadi begitu lulus Pondok yang
dipikirkan hanya berdakwah cita-cita
saya menjadi imam masjid menjadi guru di
pondok pesantren ngajar udah itu dong
begitu menikah dengan istri karena istri
adalah dokter saya pun bilang kamu boleh
bekerja tapi tidak mengurangi kewajiban
kamu sebagai istri dan ibu bagi
anak-anak kita saya selalu sampaikan itu
ke ist ist saya mengizinkan di yang
boleh-bolehnya dakwah-dakwah istri mulai
ituh bisnis awalnya istri jalanin usaha
ini itu Kontribusi saya hanya ngantarin
pun kalau ada karyawan ya yang apa ya
yang ya namanya perusahaan ya Ada aja
masalah gitu ya saya bantulah
nyelesaikan tapi saya tidak berkecimpung
betul-betulan jadi saya tidak ikut jadi
istri buka usaha jalan saya cuma
supporter aja sampai akhirnya suatu hari
istri saya bilang gini Bang kalau nanti
aku mati usaha ini juga ikut mati
sementara usaha ini bermanfaat untuk
banyak orang dulu pikiran itu belum
masuk dalam benak saya itu kalimat itu
pelan-pelan nyadarin Oh iya ya dia sudah
membangun usaha ya walaupun tidak
sebesar usaha orang ya usaha kami tapi
kan setidaknya bisa bermanfaat apakah
untuk kami sebagai keluarga besar di
sini atau semua orang yang menjadi rekan
ya ngambil produk kan gitu ya ngambil
barang atau bahkan konsumen kan yang
memanfaatkan kami untuk karena Skincare
otomatis perawatan kan gitu ya saya
berpikir Oh iya ya kalau istri saya
nanti tidak ada otomatis usaha ini mati
jadi kita dulu istri saya ini One Man
Soul lah jadi yang hitung gaji sendiri
yang reruitmen sendiri marketing sendiri
pengadaan produk sendiri logistik send
logistik sendiri ya Everything lah saya
ngelihat sisi lain istri saya itu kalau
banyak aktivitas karena namanya
perempuan itu kalau banyak yang diurusin
dia Stres Nah karena stres akhirnya
pelan-pelan saya ikut berkecimpung ikut
rekrutmen kalau ada meeting saya ikut
terus mulai ikut memperhatikan Apa sih
yang Perlu diperbaiki idenya apa sih
Gagasan apa ikut sampai akhirnya istri
berani Bang kita buat satu ya tapi abang
yang urusin Abang yang pimpin awalnya
ragu tapi karena didesak oleh istri
istri yang kasih support gitu ya
akhirnya kita mulai ya ini tempat kita
ada ini sebenarnya secara konsep istri
saya yang konsep tapi istri minta saya
yang jkan ini sudah berjalan setahun
lebih yang ini tapi kalau yang istri
buka itu sudah tahun
[Musik]
ke-10 hal lain yang membuat kami membuka
usaha ini sebenarnya itu membaca bukunya
Prof Dr Buya Hamka jadi kata Prof Dr
Buya Hamka berusaha jadi kaya itu wajib
hasilnya jadi kaya atau tidak Itu hak
progratif Allah kemudian kami
Mendengarkan juga ceramahnya Gus Baha
beliau menyampaikan kisah Imam assyafi'i
beliau ini terkenal sangat zuhud tidak
suka dengan orang kaya Sampai suatu hari
beliau bertanya kepada gurunya Imam
Malik ada enggak orang yang sama level
keilmuan dan ketakwaan dengan jenengan
kata Imam Malik ada siapa namanya Imam
Abu Hanifah orangnya masih ada Sudah
meninggal Ada enggak muridnya yang sama
dengan beliau ada siapa namanya Muhammad
Bin Hasan asyaibani ini beliau datang
ketemu Muhammad Bin Hasan assyaibani di
ruang tamu Muhammad Bin Hasan assyaibani
ini ngitung-ngitung uang jadi berangkat
dari rumah dengan penuh kebanggaan
excited nih ketemu orang hebat karena
background-nya Imam Syafi'i enggak suka
orang kaya begitu melihat di ruang tamu
Muhammad Bin Hasan asyaibani ini banyak
uang hitung-itung uang itu excited-nya
hilang Nah akhirnya Imam Syafi'i masuk
terus bilang Anda ini orang berilmu
orang bertakwa amalnya banyak lah kok
cinta harta mazhab Hanafiah ini terkenal
ashabur RI mereka ini menggunakan akal
jadi jawabnya tidak pakai ayat tidak
pakai hadis tapi pakai logika apa kata
Muhammad Bin Hasan assyaibani Bagaimana
kalau uang yang banyak Ini aku kasih
kepada pencuri PSK pemabuk mau enggak
Imam Syafi'i sadar jangan jendengan aja
kalau uang yang banyak ini di jendengan
pasti berguna yang baik-baik ini yang
menyedarkan Imam Syafi'i sampai membuat
fatwa Siapa yang bisa kaya berusaha kaya
dia bisa kaya dan dia tidak mau usaha
jadi kaya hukumnya haram jadi orang yang
enggak berusaha jadi kaya sebenarnya
bisa jadi kaya tapi enggak mau usaha itu
haram hukumnya itu nyandarin istri sudah
buka pikiran sejak awal hal-hal ini yang
menuntun kami untuk udah bismillah toh
kalau kita punya usaha bermanfaat untuk
orang banyak kenapa bidangnya skinc satu
istri saya ada ahlinya selain istri saya
seorang dokter dan istri saya juga
Memang mengkhususkan diri ke estetika
dokter yang memang ke wajah saya
membersamai Beliau ini ke
seminar-seminar jadi kan sebagai dokter
itu harus upgrade keilmuan ya kita ada
pelatihan Mesti ikut dan karena istri
saya tidak ada teman lain selain saya ya
pasti saya harus ikut kan jadi saya
punya landasan kuat untuk produk apapun
treatment apapun ada ahlinya jadi
Insyaallah aman secara ilmu kesehatannya
ilmu estetikanya Aman yang kedua Kenapa
Ustaz ambil estetika kalau orang tanya
saya jadi ada banyak orang tidak peduli
dan tidak care dengan penampilan
terutama wajah kalau orang kenal nabi
nabi itu good looking nabi itu ganteng
nabi itu wajahnya bersih wajahnya GL
jadi kalau kita jelasin wajah nabi yang
glowing good looking bersih bersinar
bercahaya berseri-seri itu kayaknya
Kebanyakan orang kita ketampar
bolak-balik kan kita salatnya rajin tapi
maaf urusan wajah enggak peduli betul
ustaz zaman Nabi kan enggak ada enggak
ada skinc nabi enggak perawatan enggak
pakai krim pagi enggak pakai krim malam
kan gitu ya Beda kenapa satu pola makan
sekarang pola makannya tidak sebaik
zaman dulu kalau zaman dulu pola makan
masih sehat zaman sekarang jadi kalau
istri saya itu lagi m-reatment orang
untuk membersihkan wajah dia ngasih tahu
Bu makan makanan yang tinggi kandungan
minyak itu membuat kulit gelap I jelas
itu kan enak ya itu jadi hari ini
kebutuhan orang sebenarnya kepada
perawatan itu lebih tinggi Kenapa satu
makanan pola makanan yang kurang sehat
yang kedua polusi udara jelas zaman dulu
belum ada kendaraan bermotor yang
menghasilkan polusi untuk udara sekarang
sudah banyak yang ketiga yang paling
penting itu hari ini aktivitas orang itu
tidak seperti zaman dulu Jadi kalau nabi
itu ke mana-mana naik kuda naik unta
jalan kaki sementara kita motor mobil
motor mobil motor mobil kalau enggak
pribadi umum lah rupanya dalam ilmu
kesehatan rupanya kulit itu mengelupas
setiap 28 hari sekali Nah itu kalau
tidak dibersihkan dengan berbagai
treatment kalau malas olahraga kan jadi
tetap kotor itu kulit jadi kusam Nah
makanya saya karena melihat fenomena
makan yang kurang sehat Udara yang
tercemar olahraga yang kurang Saya
memutuskan untuk ah kita buka skinc
selain karena basic istri di situ dan
kita pengin menjaga Islam itu good look
Islam itu glowing Nah kita pengin terus
istri saya ngasih motivasi Gini Bang
Abang itu cocok Bang buka skinc kenapa
Abangnya sendiri wajahnya udah bersih
boleh
dizoom jadi awal pertama ya Saya
ceritain awalnya dulu sejujurnya sudah
menikah saya tuh melihat wajah Ustaz itu
kusem pori-porinya besar benar Ya benar
pori-porinya besar terus jerawatnya
banyak banget bopeng-bopeng mukanya
bulet Heeh kalau ada fotonya ada dulu
bulat gitu sebagai istri kan yang
menikmati suami ya kan kalau suaminya
ganteng kan kita juga istri senang
lihatnya gitu kan Tapi kalau suaminya
kucil Aduh komedonya banyak bisa kayak
gitu kan gemes secara Saya tiap hari
pekerjaannya gitu Nah akhirnya saya coba
bang mau ya pakai krim ya saya bilang
kak gitu Kan awalnya susah banget Apaan
sih Ribet cowok kan malas ya pakai kayak
gitu Ayolah Bang biar mukanya bersih
Abang kan Ustaz dilihat banyak orang
kalau ustaznya good looking kan orang
juga jamaah senang lihatnya tapi kalau
ustaznya kucel kusem bajunya biasa dulu
ketemu saya masih jubahan masih sarung
dulu tuh terus saya e memotivasi suami
Ayo Bang berubah Abang tuh ganteng loh
mukanya kalau dirawat lebih ganteng lagi
lebih enak dilihatnya terus e saya coba
treatmennya dengan krim awalnya susah
banget makainya susah banget kalau lagi
malas ya sudah saya yang bersihin saya
yang makaiin kayak gitu sampai akhirnya
Alhamdulillah 2 bulan lah proses
pengelupasan kulitnya ya bersih dari
yang bopeng-bopeng jerawatnya parah
gede-gede sampai bisa jadi glowing
pori-purinya ngecil mukanya bersih lah
enggak kusem lagi kayak dulu eh lama
lama lama sudah terbiasa pakai krim
kalau enggak pakai krim dia
nyari dia nyari sendiri krimnya mana kok
habis ya Oh iya belum ngambil lagi Oh
dia udah kebentuk nih jadi kalau saya
membiasakannya lebih e pertama Mungkin
dia ngerasa enggak butuh sampai akhirnya
sudah merasakan manfaatnya merasakan
yang yang perubahannya baru dia akan
mencari Walaupun saya tidak memakai
walaupun tidak menyediakan suami yang
akan mencari krimnya akan mencari
treatmennya kayak gitu awalnya se
seperti itu
sih Iya alasannya simpel banget sih
sebenarnya saya enggak pengin cari uang
dari orang sakit dulunya tuh kayak gitu
karena dulu praktik dokter umum cuman
yang datang itu kan Kadang simba-simba
orang yang enggak mampu kayak gitu loh
terus ee banyak yang masih butuh uang
tapi dia harus ngeluarin uang untuk
biaya kesehatan dari situ Kayak hati
nuraninya kayak enggak Tegal deh nyari
uang tapi dari orang yang memang dia
butuh uang kalau usaha di Skincare kan
memang yang orang punya uang tetapi
budgetnya lebih sehingga dia mampu untuk
melakukan perawatan seperti itu jadi
memang dari dulu Enggak pengin di rumah
sakit atau enggak pengin buka praktik
pribadi itu enggak mau terus yang kedua
karena saya enggak mau kerja 24 jam
kayak dokter umum kan biasanya kalau
jaga IGD kan 24 jam ya atau jaga malam
sif jaga malam seperti itu Enggaklah itu
kayaknya hidupnya tidak Merdeka deh
seperti itu terus saya juga pernah
daftar PNS enggak diterima kayak gitu
dulunya ya Ih kok aku enggak diterima
sih sedih ya cuman ternyata sekarang
bisa alhamdulillah ternyata musibah yang
datang ke kita itu malah justru
memberikan jalan yang lain seperti itu
Jadi kalau kita kerja di tempat lain
atau rumah sakit atau PNS waktu kita itu
Kak tersita habis Tapi kalau kita punya
usaha sendiri atau Skincare misalnya
kayak gini ya ya kita mau kerja kapan
aja fleksibel waktunya bisa ngurus suami
suami kajian keluar kota saya bisa ikut
kayak gitu kemudian ee bisa memantau
anak ngurus anak seperti itu jadi memang
enggak pengin kerja yang terikat sih
Awalnya seperti itu selain itu juga
memang suka aja ngurus muka orang ngurus
apa ya badan orang kayak gitu suka aja
pekerjaan yang menurut saya enggak stres
muslimah aja ya muslimah aja kita enggak
menerima apa laki-laki untuk perawatan
atau treatment di klinik Kami memang
woman only I sebelum klinik itu saya
kerja di PMI pernah jadi relawan di PMI
kemudian pernah juga di highlab ya jadi
dokter konsultan di sana terus kayak
ngerasa datangnya itu tadi saya bilang
datang jam . harus pulang jam . itu
kayaknya tuh kayak terkekang banget
kayak gitu loh enggak enak banget sih
kerja kantoran kayak gini seperti itu
terus ya Sudah nyoba e buka home care
karena dulu kan enggak punya modal sama
sekali ya kebetulan Bapak Ibu kan sudah
meninggal dari zaman saya SMA kemudian
saya kuliah Ibu meninggal Jadi apaangal
kurang modal sudah enggak ada modal
berdasarkan Jujur aja ya buka usaha itu
kar ada modal nekad aja sih nekad cuman
udahlah bismillah dari pertamanya ya
home care dari rumah ke rumah gitu nyari
pasien kebetulan dulu waktu the highlab
saya dapat kenalan beliau gemuk saya
dulu berhasil nurunin 30 kilo dalam
waktu 4 bulan awalnya di situ saya
belajar akupungtur waitless juga sliming
awalnya dulu sebelum sein kan sebenarnya
cuman pelangsingan aja Saya enggak
percaya diri buka klinik kecantikan
enggak percaya diri gitu Akhirnya cuma
cuma di sliming dengan metode akupungtur
modal awal cuman Rp600.000 zaman dulu
beli alatnya itu Ya iya beli alatnya itu
belum punya klinik belum dari rumah ke
rumah kalau ada yang mau dong nurunin
berat badan Oh ya boleh getuk tular ya
bahasa Jawa ya Jadi satu orang berhasil
kemudian dia punya relasi ini ada
berhasil sama dokter siapa sama dokter
Lia Ya udah datang ke situ datang ke
situ gitu jadi dari rumah ke rumah
Akhirnya bisa nabung bisa ngumpulin duit
buat sewa ruko yang kecil banget cuman
ada satu ruangan doang sampai ada pasien
Saya ini saya masih ingat banget beliau
kan mungkin ya bos besar ya kemudian
biasa home care nah waktu itu Dok saya
mau lihat dong klinik dokter Iya Pak
boleh Eh Pak Iya Bu Boleh saya bilang
kayak gitu kan suami istri waktu itu
yang mau lihat klinik saya nah terus
mereka datang ke klinik saya itu kan
kayak Rukok kecil banget ya ini front
office-nya aja jadi satu sama bednya
kayak gitu loh pasiennya pulang lagi
bilang gini ah Apaan sih dokter enggak
percaya deh kliniknya kecil banget kayak
gitu kayak enggak meyakinkan Iya saya
punyanya baru segitu Bu saya bilang
kayak gitu sampai sempat itu seingat
banget jadi dari mulai kecil-kecilan
home care kayak gitu terus buka ruko
kecil-kecilan kayak gitu ya
alhamdulillah mulai berkembang di
situ Iya karena itu ya Eh untuk aralia
kan segmennya berbeda dengan to your
skin seperti itu beda kategori Iya sama
krimnya beda treatmentnya beda rata-rata
beda semua jadi untuk Klinik yang aralia
itu memang segmennya yang enggak middle
up sih kalau yang to your skin memang
kita penginnya di middle up to your skin
karena kita ini kan bukanya di jalan
utama ya kalau di Jogja ya Jalan Kali
Urang kayak gitu terus e kalau yang
middle apa yang ke bawah itu kan udah di
ar Lia ya pengin nyoba e yang lain aja
sebenarnya kalau saya boleh bantu jawab
kenapa kita buka yang to your skin
selain karena sudah ada aralie dan
pengen coba itu pernah kita itu ada
beberapa pasien yang branded ada orang
punya orang k k kita itu enggak pede
mereka perawatan di aralia karena aralia
tadi kan menengah ke bawah nah itu
beliau ini jamaah pengin perawatan
pengin dong perawatan di kliniknya istri
Ustaz cuma istri enggak pede Wah Bang
bawa Kita buat yang lain buat satu lagi
Abang yang urus nah alasan lain karena
istri merasa saya punya kenalan yang ada
orang-orang yang menengah ke atas dan
mereka butuh tempat yang lebih baik
makanya udahlah kita buka toyor skin
masih jalan Oh saya kira yang aral sudah
enggak ada Aria itu malah ada tiga ada
tiga to your skin ini baru satu walaupun
tetap kita berniat to your skin ini buka
cabang tapi nanti kita mematangkan dulu
konsep yang sudah ada ini sih ya yang
paling awal basic Kenapa do bikin to
your skin dan saya memang pengin suami
yang ngurus saya tuh pengin usahanya itu
lebih berkah jujur jadi saya bilang ke
suami abang abang urus yang to your skin
Abang yang jadi direkturnya kemudian
nanti karena kan suami kan lagi punya
cita-cita ya Dari dulu sih sebenarnya
punya cita-cita pengin bangun Pondok
pengin Bangun masjid seperti itu jadi
memang untuk to your skin ini kami
peruntukkan pendapatannya bersih kayak
gitu ya untuk sepertiganya ya Abang ya
sepertiganya memang kami untuk
operasional e pembangunan masjid Pondok
karena kan pasti butuh ya butuh dana
kayak gitu jadi memang penginnya kami
biar usahanya berkah itu ada ee untuk
biaya ke situ juga seperti itu
[Musik]
tu dulu begitu lulus pondok pesantren
saya tidak pernah punya kepercayaan diri
untuk bangun Masjid dan Pondok karena
saya sadar ekonomi saya Saya bukan orang
yang terlalu banyak uangnya dan saya
juga tidak PD bahwa saya ini bisa cari
dana punya keinginan sebenarnya Tapi
karena merasa tidak mampu ekonomi tidak
kuat kemudian saya tidak bisa cari dana
nah Sampai suatu malam setelah tahajud
saya sama istri nah terus Habis tahajud
istri saya nangis sebenarnya sudah
berkali-kali istri tuh Ayo Bang kita
bangun Masjid Ayo Bang kita bangun
Pondok dan saya selalu tolak gitu ya
karena kami nabung uang tuh untuk bangun
rumah dan Maaf kami punya semacam
prinsip kami enggak mau pinjam akhirnya
suatu malam setelah tahajud istri saya
tuh nangis istri saya bilang gini Aku
tuh takut kalau nanti aku mati yang
nyolatin dikit amalku enggak ada kalau
abang abang meninggal ilmu yang Abang
ajarkan sudah banyak dipahami orang dan
Abang bisa dapat transferan pahala
sementara aku kata istri saya aku kan
tidak seperti Abang aku tidak
mencerdaskan orang tidak ngajarin orang
Nah akhirnya istri saya bilang aku
pengin Nanti kalau aku meninggal itu ee
masih ada dapat pahal l kita kan nabung
boleh enggak uang yang kita tabung ini
kan sedikit banyak malah mungkin lebih
banyak itu uang tabungan itu istri saya
ah Boleh enggak uang ini aku minta kita
Bangun masjid kami nabung untuk buat
rumah sebenarnya uang t hungan rumah itu
kami pakai untuk ee Bangun masjid bangun
beli tanah bikin pondok pesantren sampai
hari ini ee kita sudah Alhamdulillah
dapat amanah itu kita beli ya
seperempatnya tanah kita diwakafin tapi
selebihnya kita beli kita masjid juga
sudah sampai lantai dua mengecor tapi
memang belum mendinding dan melantai itu
saja Nah itu dan Sisi Lain istri saya
selalu bilang begini Bang Abang ini
punya kapasitas mencerdas orang ngajarin
orang apa salahnya kita buat masjid kita
buat sekolah kita buat pondok pesantren
kita ngajarin orang aku yakin kok Bang
nanti itu bisa berguna Nah itu istri
saya yang nyadarin saya jujur saya tidak
punya kepercayaan diri tentang itu yang
membuat saya bisa jalan itu istri saya
ya saya sih cuma berpikir gak ada yang
bisa diberikan Seorang Istri ya kepada
suami selain dukungan aja dan yang saya
rasa waktu itu yang saya pikirkan kalau
kita sayang sama Sese seorang kemudian
kita juga mau berkorban untuk agama
berikan yang terbaik seperti itu dan
saat itu yang saya miliki cuma itu
sebenarnya nabung itu kan jangka panjang
ya karena kami pengin punya rumah sej
Ini kan kami rumah masih ngontrak pengin
punya rumah sendiri jadi saya nabung
kayak gitu pengin buat beli rumah Cuman
Sudahlah nanti kalau ada rezeki Allah
kasih Kok jalan yang lain yang penting
saat ini yang saya miliki ini saya
pengin semuanya untuk agama seperti itu
dan saya kan bingung mau disalurkan
lewat Siapa takutnya tidak amanah kayak
gitu kan Alhamdulillah Allah kasih suami
saya Ustaz kenapa enggak lewat suami
saya aja kayak gitu jadi ya saya malam
itu ngobrol sama Ustaz Ayo Bang bangun
bersama abang punya ee kemampuan di situ
Kenapa tidak dikembangkan seperti itu
sayang kan kalau potensinya besar tapi
kok hanya gitu-gitu aja Sayang saya cuma
berpikir kayak gitu abang mampu kok
abang mampu kami belum punya rumah kami
jujur aja belum punya rumah masih nyah
kita masih mikirin per bulan di dagi itu
ini bayaran siap gitu ya masih kami
masih ngontrak masih bayar CIC apa bukan
cicilan bayar kontran ya sebenarnya
kalau maaf loh Kalau saya jujur kalau
setannya lagi banyak ngapain Bangun
masjid ngapain Bangun pondok ngpotin aja
kan gitu ya itu kalau Iman lagi down ya
sebenarnya udah siap nih rumah udah jadi
nih segini Kenapa kok malah Bangun
masjid kan pr-nya nambah RAB masjidnya
aja besar Kenapa selain karena jujur
istri saya yang memang khawatir kalau
nanti sudah meninggal kami ini amalnya
kurang memang di sisi lain eh Kami
merasa saya sama istri itu sering di
rumah itu mikir kita besok mati gitu loh
jangan nunggu tua Bangun masjid Jangan
nunggu punya rumah baru bangun Masjid
Iya kalau sudah punya rumah kita masih
hidup kalau kita meninggal sementara
kalau kita meninggal rumah belum ada tuh
enggak apa-apa gitu loh at Insyaallah
kalau ada rezekinya kayak yang istri
saya bilang ya dapat gitu loh Itu yang
membuat kami untuk udah kita segerain
gayung bersambut ada juga jemaah yang
wakaf tanah 700 600 sekian 700 lah kita
bulatin ya sudah kita luasin tanah
beliau kita tambahin utaranya selatannya
sebelah-sebelahnya kita beli kita uruk
ya sampai seperti sekarang ini ya itu
karena khawatir kalau kita bilang Entar
aja kalau rumah udah jadi Iya kalau
masih ada umur gu loh jadi udahlah
disegerain Daripada nunggu rumah jadi
kita belum bisa bangun Entar gimana satu
itu yang kedua kan niatnya itu bisa
berubah-berubah sudah bangun rumah bisa
aja niatnya pengin ke Eropa Amerika
jalan-jalan gitu kan Ya akhirnya tetap
uangnya habis habis habis habis
sementara rezeki ini tidak selalu
sebesar ini datangnya bisa jadi lebih
kecil besoknya kan bisa jadi lebih besar
makanya saya sama istri Ya sudahlah
modal jujur nekat sudahudah kita
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
mulai beda banget sih cara berpikirnya
karena kan basicnya beda ya berdua jadi
ujiannya ya menyamakan persepsinya
kadang yang butuh perjuangan basically
suami saya orang Sumatera saya orang
Jawa pasti kan menyamakannya persepsinya
susah banget basically bel Ustaz saya
orang umum Nah kalau ujian kayaknya
bahtera terberatnya ya menyamakan
persepsi ya kalau suami istri ya Kalau
kami saya yang ngasakan engak tahu kalau
versi suami ya enggak tahu ya Karena kan
menyesuaikan dari yang EE Ustaz dengan
saya yang orang umum itu kan beda banget
dari mulai hal-hal kecil aja L beda
sekali jadi menyamakan persepsi suami
istri dua orang itu kan jangankan yang
Ustaz dengan dokter ya yang sama-sama
misalnya orang ekonomi aja Bis satu
kelas B kayak gitu a susah banget
misalnya kan sama-sama background orang
umum aja kadang berat kan komunikasinya
apalagi yang Kak kalau saya rasa sih
beda dunia kayak
gitu Kalau kami dari orang umum Nih
misalnya kalau dokter ya di rumah sakit
kan banyak yang nawarin obat misalnya
rap-rap ya rap obat dari pabrik itu kan
misalnya perempuan bisa sesama perempuan
boleh ya Ee laki-laki masuk juga kan
boleh misalnya rnya tapi kan kalau dalam
dunia islam atau Ustaz sendiri
mengajarkan ke kami kamu kalau misalnya
cari rap cari yang perempuan trainer
alat maupun pelatihan apa Cari yang
perempuan sementara itu kan susah banget
Enggak semua pabrik menyediakan rap
perempuan kayak gitu loh jadi kalau ada
rap laki-laki saya enggak mau nemuin
karena udah diworth it sama suami Jangan
loh Ya iya kayak gitu terus ee misalnya
batasan-batasannya banyak banget sih Ya
kan jadi kayak ruang lingkupnya tuh
kayak sempit banget dulu ngerasanya
seperti itu cuman akhirnya lambat laun
lambat laun karena suami berkeinginan
seperti itu ya saya berusah menyesuaikan
Ya udahlah nyesuaiin aja daripada ribut
pikirnya kan kayak gitu akhirnya ya
Sekarang saya sendiri request ke
pabriknya kalau misalnya ada mau nawarin
produk atau mau training satu produk
tertentu saya requestnya cuma perempuan
kalau laki-laki ya saya enggak mau saya
bilang kak gitu akhirnya pabriknya
menyesuaikan kami kayak gitu loh bisa
gitu dan akhirnya bisa perang batin
kemudian harus ngundel pastilah ngundel
bangetlah jenggel banget kadang kalau
sekarang sampai sekarang kalau ada
sesuatu yang berbeda pasti ada ngundel
ya ada ngundel cuman akhirnya kembali
lagi ini mau ngedepankan Ego apa enggak
Karang kalau mau ngedepankan ego udahlah
diam-diaman aja sama suami kan suami
juga enggak tahu aku kan di klinik yang
datang siapa juga enggak tahu Cuman kan
saya berpikir enggak lah saya kan kerja
nyari berkah ya kalau suami udah
ngelarang kok kita berantas melanggar
aturannya ya nanti enggak berkah
sementara kerja itu mau cari apa mau
cari uang Cari Berkah kalau misalnya kok
cari uang dapatnya banyak enggak berkah
pasti akan habis enggak tahu habisnya ke
mana entah sakit entah kendaraan rusak
entah apa gitu tapi kalau yang suami
ngizininnya kayak gini kemudian Oh iya
ya aku bisa ngelanggar tapi aku tidak
mau melanggar karena aku takut perintah
suami gitu kemudian E ketika suami Rida
kan kita juga percaya saya kalau saya
akhirnya lama-lama juga memahami konsep
ya Rida suami kan sama dengan Rida Allah
jadi ketika suami enggak Rida kemudian
kita nekat melanggar ya konsekuensi akan
kita terima Tapi ketika suami Rida kita
menjalankannya pun akan tenang Hati akan
tenang akhirnya lama-lama dari yang
berontak lama-lama yang tidak suka
dengan aturan-aturan yang dibuat suami
bisa apa menjalankan dengan enjoy
Udahlah saya yakin kok suami saya sayang
dengan saya dan saya yakin suami saya
pengin memberikan yang terbaik untuk
saya konsepnya seperti itu cari
berkahnya cari ridanya cari sayangnya
karena kalau berantem kan jadi enggak
sayang nanti
gitu memang sayang Ustaz ya
Sayang Sayang enggak B
jadi saya bilang istri saya gini cinta
dan sayang itu harus dialamatkan kepada
yang halal Yang all Allah Tentukan itu
saya gitu Jadi anak itu halal harus
cinta suka enggak suka harus cinta istri
yang sah harus cinta eh dan saya
membiasakan diri kalau lagi ada masalah
saya e balik ke diri saya Saya yang
salah nah saya selalu gitu Jadi kalau
istri Tanya ke saya Abang sayang enggak
sih sama aku Kalau suamimu enggak sayang
suamimu Enggak di sini saya bilang
[Musik]
he hampir 3 tahun kami nikah awal itu
istri itu hanya meluruskan persepsi
emosi karena saya orang Sumatera saya
menganggap legal marah bahkan ada satu
kalimat akhirnya Abang ini marah terus
jadi karena orang Sumatera itu kan kalau
ngomong tinggi ya dulu awal-awal nikah
Sampai suatu ketika saya sadar bahwa
ketika istri saya marah ke saya saya
tidak nyaman Nah maka saya sadar kalau
aku yang orang Sumatera sering marah dan
sering dimarah itu tidak nyaman dimarahi
lah ngapain aku nganggap legal marah
sama orang akhirnya istri satu sisi
paham bahwa suaminya seperti ini tapi di
sisi lain saya juga ngerem diri enggak
boleh sering-sering emosi itu yang
akhirnya ketemu persepsinya tapi kalau
saya sendiri yang saya rasakan di antara
hal yang paling berat dalam episode
kehidupan kami karena background kami
beda Kami sama-sama punya usaha itu
kadang mengatur mood hati karena istri
punya klinik dan punya tiga dan punya
karyawan kami pribadi juga punya usaha
punya jadwal-jadwal kajian punya masjid
yang harus diselesaikan jadi akhirnya
itu jadi anu kan menjadi dua arus yang
berlawanan istri sebenarnya juga capek
pengin cerita Sementara saya sebagai
suami capek kuota bicara sudah habis kan
gitu ya istri pengin curhat Saya cuma
jadi ini kalau tidak hati-hati itu bisa
berbahaya itu yang saya rasain jadi
bahkan saya sering gini mikirin kayak
gini ada orang diuji itu sakit ada orang
diuji itu miskin ada orang diuji itu
pengkhianatan tapi ada juga orang yang
diuji itu perang batin itu sama
sama-sama ujian ya ada suami istri itu
mereka kemistrinya dalam semua hal dapat
tapi diuji dengan enggak punya anak
diuji dengan ekonomi yang susah diuji
dengan sakit-sakitan tapi ada orang Sisi
punya anak ada rezeki ada gitu ya sehat
Iya tapi Sisi Lainnya apa jiwanya
bergejola suamiku gimana sih enggak Maaf
ya kalau kajian senyum tapi pulang ke
rumah kok biasa aja itu itu itu kan
perang batin ya Kok tahu loh Itu kan
perang batin gitu loh Nah kalau bahasa
ilmu psikologinya kan laki-laki itu
Karena kuota bicaranya habis dan
tenaganya habis akhirnya kan ke rumah
itu ngecas tenaga kan akhirnya banyak
diamnya jadi banyak baca al-qur'annya
banyak baca bukunya banyak main sama
anak akhirnya tadi aku ah capek ngurus
klinik aku ah kerja istri gitu saya di
sisi lain aku juga kerja loh gitu loh n
ini ini yang bagi saya ini sebuah seni
yang harus dinikmati yang saya yakin
suatu hari nanti dia akan menjadi hasil
yang besar gitu Jadi saya membolehkan
istri saya bekerja dengan koridornya
aturan-aturannya dan saya juga bekerja
dengan koridornya jadi berusaha harapan
kami berdua sih usaha ini tidak cukup di
sini harapannya lebih besar lagi
manfaatnya untuk kami untuk semua tim
jadi manfaatnya membesar karena tadi
dengan dua background yang berbeda ini
kami yakin nanti suatu hari dia menjadi
sesuatu kekuatan yang
[Musik]
besar kami tuh bekerja tidak hanya untuk
mengejar dunia semata kalaupun Allah
kasih rezeki ke kami Sejujurnya dari
saya pribadi ya Kenapa kok Saya pengin
terus mengembangkan usaha Saya tidak
suka memakai baju yang mahal-mahal atau
tas yang mahal-mahal atau jalan-jalan k
luuar negeri itu tidak saya lebih pada
pengin Ketika saya punya banyak rezeki
yang Allah titipkan ke saya selalu dalam
doa saya saya selalu bilang gini ya
Allah hamba tahu rezeki yang kau kasih
itu adalah titipan harta yang hamba
miliki semua itu adalah titipan jangan
sampai titipan ini membuat hamba terlena
mudah-mudahan harta yang engkau titipkan
untuk menjadikan jalan Saya dan keluarga
saya menuju Surgamu Saya selalu berdoa
seperti itu jadi ketika saya punya uang
ketika saya misalnya usahanya maju itu
tidak ada kepikiran aku Aku mau Janjang
ke sini aku mau beli ini aku mau beli
tas brandit yang 6 juta R juta Sali
tidak ada pemikiran seperti itu yang
saya pikirkan saya nabung saya dapat
uang banyak gimana caranya bisa
dimanfaatkan untuk agama bisa untuk
bangun Masjid bisa ngebantu mewujudkan
cita-cita suami seperti itu Jadi kami
berdua membuka usaha ini tujuan utama
Kami adalah untuk agama lebih ke situ
karena Innallaha Jamil yuhibbul Jamal
hadis ini tak pegang terus hadis ini
riwayat Imam muslim nomor 92 Allah itu
maha indah dan Allah menyukai keindahan
kalau Allah bilang dalam surah atagabun
ayat ketig wasarum faahsanaarum Allah
yang mendesain rupa kita rupa Oke
faahsan Allah desain rupa kita dengan
kondisi Ahsan terbaik Allah tidak pernah
mendesain dan mengkonsep wajah kita
biasa perkara kok hari ini ada yang
kurang menarik itu karena kurang dirawat
maka saya mengamini yang sudah dimulai
oleh istri Ayo kita buka bareng kita
kembangkan kita perbaiki kita buat
seprofesional mungkin mudah-mudahan satu
sisi dia berguna untuk kita dan karyawan
yang ada untuk orang-orang yang
menyediakan produk-produk sisi lain dia
berguna untuk orang-orang yang menjaga
amanah dari Allah Kita diciptakan oleh
Allah dalam kondisi yang semuanya
ganteng dan cantik kata nabi kita Allah
sangat menyukai keindahan dan nabi kita
adalah orang yang sangat indah
penampilannya Kami ingin mengambil di
bidang itu kami pengin jaga pengin
memberikan fasilitas pengin memberikan
sarana prasarana kalau pengin perawatan
Ayo jadi saya tidak malu akan bilang ke
orang saya pakai krim saya pakai sabun
yang beda dengan sabun mandi itu semua
yang ngajarin istri saya yang
mengenalkan istri saya yang menyadarkan
itu istri saya makanya saya percaya
dengan sebuah kata laki-laki hebat itu
ada perempuan hebat di sisinya jadi
kalau saya tidak ada wanita-wanita hebat
seperti Ibu saya istri saya anak
perempuan saya adik perempuan saya saya
tidak akan mungkin bisa berdiri sampai
hari ini kita akhirnya mengkonsep usaha
ini selain karena ingin berguna untuk
agama kita juga pengin tadi loh membantu
orang jaga amanah karena Allah
menciptakan kita sudah yang terbaik
amanah itu harus dijaga makanya kita
harus malu kalau menghadap kepada Allah
dalam kondisi yang tidak baik
mudah-mudahan momen ini menjadi momen
yang baik menjadi keberkahan untuk kami
semua yang menonton dan pastinya kami
juga minta maaf karena pasti ada kurang
salah kemudian semua yang menyimak
mudah-mudahan
terinspirasi yang sudah punya usaha
mudah-mudahan Tambah sukses dan tambah
berkah yang sudah besar dan berkah
mudah-mudahan tambah lagi yang baru
mulai mudah-mudah segera menemukan
ide-ide yang kreatif demikian
asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh
[Tepuk tangan]
Waalaikumsalam
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:30:09 UTC
Categories
Manage