Usia 17 Tahun, Masih SMK, Punya Penghasilan Ratusan Juta Dari Berjualan Sayur
dDXUc5P2wpc • 2023-10-28
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id [Musik] itu dulu bisa sampai 6 sampai 8 juta per hari. Nominal per bulan sekitar e 150 ke atas lah. Sekarang cuma 60 70 paling mentok 90 ya. Kalau dirata-rata sekitar R juta lebih lah per bulan. Turunkan gengsimu. Pakailah malumu di saat mudamu. Dan jika nanti ketika kamu sudah tua, kamu sudah tidak malu-maluin. Ngapain malu? Kan kamu enggak merugikan orang lain. Kan malah yang malu itu yang jajan menuruti gengsinya itu dengan duit orang tuanya. Kamu enggak usah malu. Kamu kan jajan menuruti gengsi itu dengan uang kamu sendiri. Enggak usah malu. Kamu buktikan dengan hasil kamu nanti. Definisi sukses dari saya itu bukan kita kerja kepada orang, tapi oranglah yang bekerja kepada kita. Jangan lupa kepada Allah. Karena yang memberikan hidup, yang memberikan rezeki, yang memberikan semua di dunia ini hanyalah Allah. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Perkenalkan nama saya Muhammad Alfa Priandito dari sekolah asal sekolah SMK Alikah Buuk Rubuh. Ee alamat saya Banaran 8, Banaran, Pelain Gunung Kidul, Yogyakarta. Sekarang saya berumur 17 tahun, SMK kelas 12 jurusan RPL rekayasa perangkat lunak. Jadi dulu dari SD kelas 4 dulu saya sekolah juga sambil jualan jajanan pasar seperti martabak, seperti donat ya, jajanan-jajanan pasar lainnya. Terus dari kecil juga sudah terbawa oleh senang e sukanya berjualan. Jadi terbawa sampai sekarang. Jadi saya dulu kelas 1 SMP saya mondok di Pondok Pesantren Alhikmah Gubuh Krubuh. Eh, terus saya keluar dari pondok itu memasuki kelas 2 SMK. Eh, sekarang juga kan orang tua jualan sayur di pasar, jualan ecer. Dulu setelah corona itu kan saya melihat ayah saya itu seperti kekurangan pemasok, terus juga seperti melihat petani-petani itu tidak bisa menjualkan hasil pertaniannya. Jadi saya meminta ide kepada orang tua saya. Akhirnya orang tua saya memberikan solusi. Carilah sayuran dari petani lokal, petani daerah sini. Di sana ada petani. Coba ke sana coba tawarin udah dijual atau belum hasil sayur hasil pertaniannya. Nanti kalau belum terjual bisa kamu beli nanti dijual lagi ke ayah saya. Dulu memang saya membantu ayah saya mencarikan sayur seperti ini. Tapi karena semakin banyak hasil pertaniannya juga semakin banyak petani-petani, jadi sekarang ayah saya yang membantu saya dalam pemasaran. Dulu saat saya memasarkan jamur tiram, terutama yang lainnya pulang sekolah pada main atau gimana, saya dulu ke pasar Wonosari menggunakan motor, belakangnya dikasih bronjong itu terus bawa jamur. dulu membawa 20 kilo itu ya paling kejual 3 kilo, 4 kilo mungkin hanya sampai 5 kilo dan lambat laun waktu ke waktu semakin banyak orang mengenal saya jamur tiram juga sulit dicari jadi banyak yang meminta kontak saya, minta nomor WA saya jadi pada pesan bisa dulu itu sekitar 1 kental lebih, 1,5 kental lebih saya bawa pakai motor dalam 1 hari di Pasar Wonosari. Terus nanti biasanya orang pada nyamperin nanti sudah didata ini pesan berapa kilo, ini pesan berapa kilo gitu. Jadi ke sana cuman nganterin gitulah. Itu sekitar ya 3 bulan setelah itu karena ee hasil jamur menurun juga karena cuaca juga. Terus itu tadi berpikir dan mencari solusi bagaimana caranya saya bisa mendapatkan uang jajan lagi gitulah. Akhirnya saya mencari petani tersebut. Terus saya ambil hasil sayurnya, lalu saya jual lagi ke ayah saya. [Musik] Jadi memang dulu saya diberi modal sekitar R juta untuk ya membeli hasil pertanian dari para petani dari Bapak saya dikasih nanti kamu beli ini, ini, ini, ini. Jelang beberapa waktu, beberapa bulan itu kok hasilnya banyak, uang segitu itu kurang. Akhirnya ee saya memutuskan minta lagi kok semakin banyak. Akhirnya saya ee usaha sendiri. gimana caranya saya bisa membeli hasil pertanian dari para petani dan juga ada yang dari petani itu ada yang dibayar dulu, ada yang dijualkan terlebih dahulu gitu. Itu dulu sekitar 4 sampai 5 bulan yang lalu itu bisa sampai 6 sampai 8 juta per hari. Untuk sekarang mungkin karena cuaca juga tidak mendukung juga kekurangan air apalagi di daerah Gunung Kidul ini di daerah yang sulit air. Jadi banyak tanaman yang mati yang biasanya dalam jangka waktu tertentu itu masih bisa dipanen tapi sekarang sudah tidak bisa dipanen. Jadi ee untuk sekarang mungkin menurun sekitar 2 sampai 3 nominal per bulan sekitar e 150 ke atas lah. sekarang cuma 60 70 paling mentok 90 bahkan bisa lebih tapi ya tergantung hasil panennya juga ya kalau dirata-rata sekitar Rp100 juta lebih lah per bulan. Jadi saya menjual ada gambas ceme, kalau di Jawa Barat biasanya oyong. Terus juga biasanya ada pare, ada timun, ada terong, ada cabe-cabean, ada banyak lagilah. Tapi yang mencolok dari kami, yang biasa kami jual bisa sampai ee luar kabupaten, luar daerah Gunung Kidul itu jamur tiram sama gambas ceme itu biasanya kan petani itu hanya bisa menanam, mengolah juga memanen, tapi tidak bisa menjualkan. Jadi saya membantu para petani untuk menjualkan hasil pertaniannya. Dari awal panen itu biasanya saya sudah survei melihat, "Pak, Bu, ini sayurannya sudah ada yang beli atau belum? apa udah ada yang punya atau belum. Kalau belum boleh saya beli, nanti saya jualkan. Nah, nanti kalau boleh ya kami ambil hasil pertaniannya, kami jual lagi, terus nanti kalau ditolak atau udah ada yang punya ya sudah ya sudah seperti itu. Dan juga dulu memang saya mencari para petani untuk saya beli hasil sayurnya, tapi untuk sekarang alhamdulillah banyak petani-petani yang sudah mengenal saya, mengenal orang tua saya. Jadi banyak yang menawarkan hasil pertaniannya itu ke ke saya biasanya ke saya, ke ayah saya. Tapi untuk mengsel semua urusan yang dipetani itu biasanya saya yang mengsel yang men-handle. Kalau jualnya kami biasanya kalau hasil pertaniannya sedikit mungkin hanya di satu pasar. Tapi kalau ee hasil pertaniannya banyak pasar client khususnya sudah tidak bisa ee memadai menjualnya. Mungkin kami bisa menjualnya ke Pasar Wonosari. Terus juga bisa ke pasar Prambanan, Pasar Muntilan. Dan untuk saat ini mungkin hanya empat pasar itu. Iya. Di wilayah Jogja. Ayah saya itu kan jualan eceran di pasar dan di sebelahnya ayah saya itu ternyata kosong. Sekalian saja disewa untuk ee ya penyimpanan sayur tersebut. Jadi ee setiap saya me-making atau menerima hasil sayur dari petani itu biasanya saya menerimanya di pasar dan di kios. itu kalau di pasar-pasar luar kami biasanya tidak mengantarkan tapi biasanya orang dari pasar tersebut yang datang mengambil barang bisa dibilang distributor. [Musik] Ya, sebulan belakangan ini saya pernah tidak mendapatkan hasil pertanian. mungkin saat-saat sulit pas usaha itu pas harga pasaran menurun atau cuaca atau musim yang lagi tidak baik atau panas ya itu sebagai tantanganlah buat kita untuk bagaimana kita menghadapi ujian tersebut gitu. Untuk sekarang mungkin sulit barang, tapi untuk mulai Januari besok saya punya proyek sekitar e 10 ton gambas per bulan, 30 ton gambas untuk proyek pertama. Nanti mungkin seterusnya ee ke sayur-sayur lainnya. Kita membantu petani mungkin meminjamkan ee modal atau memberikan modal tertentu untuk memberi tolong tanamkan sayur ini gitu. Karena saya juga masih siswa, masih sekolah juga. uang banyak itu untuk apa sebenarnya? Namanya juga cuman buat jajan, buat mungkin beli kebutuhan sekolah atau bayar sekolah juga. Ee jadi saya mengambil keuntungan hanya sedikit juga saya memikirkan para petani-petani itu. Contoh petani seperti ini kan ee maaf sebelumnya petani kecil yang harus kita bantu untuk menjadi besar. kita mengambil untungnya sedikit dan kita beli juga dengan harga yang wajarlah untuk para petani dan juga e untuk harga juga kita untuk gambas sendiri kemarin sekitar 4 sampai 5 bulan yang lalu ketika saya mendapatkan omset sebesar itu tuh kami mengatur harga gambas atau ceme di daerah Istima Yogyakarta di Provinsi Yogyakarta terutamanya karena gambas atau CM ini kan biasanya dikirim dari Boyolali dari Klaten. gitu. Tapi kita membuktikan bahwa hasil dari Daerah Istimewa Yogyakarta bisa bersaing dan kualitasnya juga bagus. Ee untuk mengatur keuangan saya dibantu oleh satu karyawan saya ee alhamdulillah karyawan sudah tidak sekolah, sudah lulus, sudah berkeluarga. Jadi untuk keuangan biasanya diatur ee oleh karyawan saya tersebut atau biasanya dibantu oleh orang tua saya. untuk sekarang ee satu tapi 3 4 sampai 5 bulan yang lalu itu ada empat. Satu karyawan tetap yang sudah lulus itu dan tiga teman saya sekolah daripada di rumah nganggur main game atau gimana saya ajak ee bantu saya barang saya lagi banyak atau ya. Kemarin saya mendapatkan penghargaan wirausahawan belia momenku siap berkemas angkatan 2 2023 tingkat provinsi Yogyakarta. tentunya bangga karena tidak hanya saya juga yang bangga mungkin dari orang tua pernah mengatakan saya bangga dengan Anda. Jadi ini sebagai bentuk bahwa anak muda itu bisa enggak harus kerja di ee orang, enggak harus kerja di mana lah, gitu. Jadi peluang usaha itu ada tapi bagaimana kita mau atau tidak kita menjalankan usaha tersebut gitu. untuk ke depannya akan saya lebih memberikan banyak kapasitas para petani. Seumpama saya sekarang memiliki sekitar 10 sampai 15 petani dan mungkin untuk ke depannya ee mungkin akan menambah sampai ya puluhan lah kalau bisa sampai puluhan dan membantu para petani-petani kecil terutama untuk menjualkan hasil pertaniannya. [Musik] yang membedakan pola berpikir, cara berpikir. Mungkin cara berpikir saya ee atau teman-teman yang sudah berwirausaha itu gimana caranya? Saya di umur segini sudah bisa punya penghasilan, sudah bisa jajan sendiri atau beli kebutuhan sendiri. Tapi biasanya orang anak-anak muda sekarang gengsi untuk melakukan hal-hal yang bisa menguntungkan bagi dia, tidak merugikan orang lain, terutama menjadi wirausaha itu biasanya gengsi, malu. Jadi yang membedakan e kami dengan siswa-siswa lain itu biasanya gengsi dengan malunya. Ya, malu itu hanya membuat kita ya stuck di sini, berhenti di titik ini. Tidak ee mau maju ketika kita mau malu, ketika kita mau berusaha, kita jangan sampai malu. Jadi, habiskan malumu di masa mudamu. Dan ketika kamu sudah tua, sudah tidak malu-maluin lagi. Dulu pernah ketika saya ya, teman-teman saya juga kan ikut ekstrakurikuler futsal. Jadi dulu setelah saya setor jamur Pasar Wonosari, saya masih membawa bronjong itu, masih berbawa karung yang di belakang itu berangkat ke lapangan futsal sampai saya, "Wah, tukang jamur, tukang sayur, tukang jamur." Tapi dengan sekarang banyak orang yang oh gimana sih caranya? Oh, gimana kok bisa begitu? Kok bisa sampai penghasilannya segitu? Tu gimana? Dan itu dulu juga saya pernah waktunya saya berangkat ke ee Pasar Wonosari biasanya sekolah-sekolah itu baru pulang. Jadi saya sering ee berpapasan dengan siswa-siswi dari SMK mungkin wah dia cuman bakul jamur, dia cuman tukang jamur, tukang sayur lah. Tapi memang pekerjaan jual sayur atau membantu petani untuk menjualkan sayurnya itu memang bukan pekerjaan yang wah bisa dibilang pekerjaan yang ee ya bisa dipandang rendah. Tapi bila kamu melakukannya dengan bersungguh-sungguh atau kamu terjun dulu, kamu usaha dulu, nanti kalau tahu hasilnya baru boleh ngomong seperti itu. Mindset-minset seperti itu sama dapat dari mana, Mas? Dari orang tua saya. Karena dari kecil dididik untuk berjualan, untuk ngapain malu? Kan kamu enggak merugikan orang lain. Kan malah yang malu itu yang jajan menuruti gengsinya itu dengan duit orang tuanya. Kamu enggak usah malu. Kamu kan jajan menuruti gengsi itu dengan uang kamu sendiri. Enggak usah malu. Jadi, orang lain biarlah ngomong seperti itu, tapi kamu buktikan dengan hasil kamu nanti. Orang tua yang selalu memberikan mindset jiwa-jiwa wirausaha itu orang tua yang mendidik. Ayah saya, Bapak. Nasihat turunkan gengsimu. Pakailah malumu di saat mudamu, di saat remaja. Dan jika nanti ketika kamu sudah tua atau sudah memiliki pangkat derajat, kamu sudah tidak malu-maluin. Dan juga ada jangan lihat orang dari cara berpakaian, tapi lihatlah orang dari cara bicara. Karena berpakaian belum tentu bisa berbicara dengan attitude, gitu. [Musik] Dari pagi saya berangkat sekolah nanti pulang sekitar kadang jam .00 kadang jam 3. Tergantung jadwal hari tertentu. Nanti setelah pulang sekolah langsung ke sawah ke petani untuk mengambil hasil pertanian. Nah, nanti sekitar jam .00 jam . Nanti kita membawanya ke pasar, di pasar client nanti kita packing. Biasanya e para petani itu m-macking-nya itu dalam bentuk ee sak bagor niko ya. Nanti di lapak itu kita me-making seperti ya 5 kiloan atau 10 kiloan. Nanti tergantung jenis sayurannya. Ee biasanya aktivitas saya sampai jam sekitar jam .00 sampai paling malam juga bisa sampai jam 10. jadwal main mungkin nanti saya menyempatkan waktu karena sekarang juga kan panen e menurun jadi ya saya gunakan waktu itu untuk main gitu. Ee sekolah tentunya selalu support karena di lingkup sekolah itu ada pembelajaran PKWU kewirausahaan. Jadi kami dilatih untuk belajar cara berwirausaha. kita diajarkan untuk membuat peluang usaha dan dari sekolah juga memberikan seperti waktu atau ya biasanya sekolah-sekolah itu pulang jam .00 jam . Sekolah kami biasa pulang jam . jam . Seperti itu. Dan juga dari sekolah biasanya ketika saya ada acara seperti ee harus pulang terlebih dahulu untuk ee mengambil sayur-sayuran yang banyak tentunya mungkin saya bisa pulang terlebih dahulu dari PKWU. saya mempelajari sebuah peluang usaha ee bagaimana kita menyikapi usaha kita ketika kita di bawah atau ketika kita di atas diajarkan untuk berinovasi, berkreasi ee untuk usaha yang kita lakukan untuk ke depannya bagaimana untuk menganalisis peluang usahanya itu sebesar apa dan juga ya membantu kita untuk di sekolah SMK itu sudah berpikir bagaimana kita bisa ee mencari uang jajan sendiri terutamanya ya. Bahkan kalau enggak salah itu pemasok pengangguran terbanyak itu dari lulusan SMK. Karena teknologi yang membuat para lulusan SMK itu tidak bisa kerja di industri-industri yang biasanya dikerjakan oleh lulusan SMK. Jadi dari situ saya berpikir daripada saya kerja di orang atau kerja di di mana, mending saya membuat lapangan pekerjaan tersebut. SMK bisa itu SMK bisa maju, bisa berkarya, bisa berinovasiah. Yang paling penting mungkin guru PKWU saya Pak Wahyu Setiawan Eskom yang saya pelajari dari dia itu dari ketekunan, dari e disiplinnya dia, cara mengajarnya yang banyak yang suka, banyak murid-murid suka. Dan juga Pak Wahyu itu adalah sosok guru. Aslinya itu guru RPL, rekayasa perangkat lunak. guru ya informatika. Tapi dengan apa kepintaran dia, kecerdasan beliau itu bisa mengajar banyak jenis pelajaran. Contohnya juga PKWU tersebut. SMK itu adalah sekolah yang bagus. Banyak orang bilang setelah lulus bisa langsung kerja atau bisa kuliah. Sedangkan mungkin SMA harus kuliah terlebih dahulu baru kerja. Jadi ee SMK itu adalah seperti jalan cepat menuju kita bekerja. Dari SMK di Yogyakarta itu ada sekitar tahun kemarin ada sekitar 91 lebih wirausaha muda yang omsetnya lebih dari 2 juta bahkan bisa sampai lebih dari R juta per bulan dari SMK dari pengusaha kecil, pengusaha besar bahkan menengah juga. untuk setelah SMK mungkin saya terus lanjut untuk berwirausaha membuka lapangan pekerjaan dan mungkin saya akan kuliah karena jurusan saya juga kan rekayasa perangkat lunak bisa dibilang tidak nyambung dengan usaha saya. Jadi mungkin besok untuk kuliah kalau enggak ngambil jurusan bisnis juga pertanian. Orang-orang bilang itu jiwa kamu atau cocoknya itu di bisnis kamu itu bagusnya itu di bisnis. [Musik] Dulu cita-cita saya itu pilot, tapi karena background keluarga yang berbisnis jual, beli itu, jadi saya mungkin merubahnya menjadi cita-cita saya itu menjadi ee wirausahawan. Untuk sekarang mungkin distributor dulu, tapi untuk ke depannya mungkin akan usaha kuliner. Karena orang tua juga dulu ee seorang penjual mie ayam yamin. Kalau saya jangan malu, jangan gengsi. Itu saja. Malu sama gengsi itu hanya membuat kita stop di titik itu. Tidak ada kemajuan. Karena ketika kita mau mengambil langkah untuk maju, kita tidak memikirkan omongan orang lain. Ketika kita sudah nanti sukses atau usaha kita sudah maju, mungkin orang-orang bisa bilang, "Gimana toh caranya? Gimana kok bisa gini? Gimana kok kamu itu bisa mendapatkan ini?" Di pondok itu juga diajarkan kemandirian. Gimana kita terjun di masyarakat, berpikir untuk ke depannya gimana seperti di pondok saya kan pondok Al-Qur'an. Jadi kita punya target dalam sebulan kita harus hafal apa. Dalam sebuah apa setahun kita harus hafal berapa juz dalam kita harus kata berapa juz dan itu membentuk para santrinya untuk setahun kita harus dapat apa, kita harus seperti apa gitu. Jadi kita harus mengaturlah, jadi merencanakan untuk hari esoknya gitu. Ee selalu bersyukur, selalu dalam keadaan susah atau senang. Biasanya orang itu dalam keadaan senang, lupa dengan Tuhannya. Kita diajarkan kalau kita susah kita lari ke Allah. Tapi ketika kita di atas juga kita jangan lupa kepada Allah. Karena yang memberikan hidup, yang memberikan rezeki, yang memberikan semua di dunia ini hanyalah Allah. Untuk anak muda khususnya teman-teman seumuran saya itu gunakan waktumu sebaik mungkin. Karena di waktu-waktu kita ini ee memang banyak waktu untuk belajar, banyak waktu untuk main, tapi sebisa mungkin kita membagi waktu juga untuk membantu orang tua kita untuk perekonomian. dari membantu orang tua itu kita bisa berpikir, "Oh, jadi gini rasanya kerja. Oh, jadi gini rasanya orang tua itu dari pagi sampai ee malam nanti dari malam sampai pagi lagi bahkan pagi sampai pagi lagi itu bekerja banting tulang itu kita bisa ngerasain dan nanti kita sadar sendiri, oh gini ya beratnya cari uang. Jadi sebisa mungkin saya enggak jajan banyak-banyaklah ketika kita membantu orang tua kita sebisa mungkin untuk mencari jajan sendiri. Nanti ketika kita mengeluarkan uang tersebut atau mengeluarkan untuk beli jajan atau beli kebutuhan sendiri ya enggak perlu minta orang tua lah. Intinya umur saya sudah segini juga ya melihat orang tua dari jam 12.00 malam sampai jam 12.00 siang itu di pasar jualan. Gimana toh rasanya? Dan juga saya dulu pernah merasakan jualan dari jam 12.00 sampai pagi saja saya sudah tidak kuat dan akhirnya saya mencoba seperti ini melihat para petani kok mau panas-panasan, mau seperti ini ternyata berat. Dan jadi pesan untuk teman-teman juga pikirkanlah orang tua kalian ketika kalian mau ya itu tadi menuruti gengsi itu untuk meminta apapun. Tidak harus sekali minta harus ada, sekali minta harus dituruti. Jadi sebisa mungkin kalian beli barang yang kalian inginkan dengan usaha kalian sendiri. Dan juga definisi sukses dari saya itu bukan kita kerja kepada orang, tapi oranglah yang bekerja kepada kita. [Musik] Saya Muhammad Alfa Pripriandito dari SMK Alik Gubuk Rubuh. Ee wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullah. [Musik]
Resume
Categories