Transcript
TZjWhmKLl0U • Strategi Bisnis Musiman, Jual Sebulan Untuk Hidup Setahun
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/PecahTelur/.shards/text-0001.zst#text/0256_TZjWhmKLl0U.txt
Kind: captions Language: id [Musik] pada waktu saya akan mengeluarkan satu orang ini saya punya keinginan untuk mengeluarkan tapi ternyata karena yang lain ini sudah terprovokasi mereka mengancam kalau Ibu mengeluarkan orang ini kami semua akan keluar Nah itu akhirnya yang membuat saya akhirnya Oh iya ya nanti kalau keluar gimana nah akhirnya nggak jadi ngecat karena itu gitu ya pada akhirnya saya tidak mengeluarkan karena efeknya ini juga ngefek ke saya gitu akhirnya jadi stress pusing mikirin karyawan Sekuat apapun pada waktu itu saya ingin menjaga tetap Akhirnya lepas Bagaimana rasanya rasanya nggak enak seperti orang gila stress saya setiap pagi minum minum obat pusing gitu Kenapa karena setiap pagi itu nangis tanpa merasa sedih pun ternyata tubuh kita itu bereaksi [Musik] Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh saya Rizki rahmadianti owner dari little bee butik dan Rira clothing konveksi kami domisilinya di Surabaya dulu itu karyawan Jadi saya kerja di televisi swasta sebagai engineer engineer itu teknisi ya jadi Kerjaan saya sama mesin Nama saya Fitri dulu sebelumnya saya bekerja di bank konvensional di BUMN sebelum bergabung Saya juga pernah bisnis sampingan gitu ya Mas ya saya bikin depot gitu tapi saya menjalankan sendiri waktu itu belum berpartner dengan siapa-siapa ternyata umurnya enggak lama Sebentar gitu sudah berhenti sudah bangkrut lah saya dulu memutuskan untuk resign sebetulnya bukan karena pekerjaannya gitu saya tipe orang yang mencintai apapun pekerjaan yang saya lakukan tapi memang pada saat itu saya melakukan beberapa pekerjaan secara sekaligus Jadi saya sebagai karyawan tapi saya juga berbisnis pada waktu itu saya juga sekolah sekolah fashion design jadi yang tidak bisa dipungkiri dari orang yang banyak aktivitas adalah kita tidak bisa menipu waktu 24 jam itu sudah fix gitu sehingga akhirnya akan ada yang dikorbankan yaitu anak ada waktu itu jadi jadwal saya ketemu anak menjadi menjadi sangat minim kalau saya pergi harus kucing-kucingan Karena untuk anak yang masih balita itu Kalau ditinggal ibunya itu kan mesti nangis gitu ya ditinggal kerja Apalagi saya yang relatif jarang di rumah gitu jadi harus memilih mana yang harus saya fokuskan karena ada waktu yang harus saya berikan untuk anak secara finansial tabungan belum ada jadi tabungan khusus tidak ada pada waktu itu bisnis saya dalam kondisi baik jadi uangnya sudah lumayan ya tapi ternyata pada saat resign ternyata tidak seindah itu dan sesudah resign itu saya baru tahu bahwa selama ini gaji saya selama jadi karyawan itu justru sering top up bisnis saya gitu karena enggak punya laporan keuangan di bisnis merasa selama beberapa tahun berjalan baik -baik saja secara keuangannya lupa bahwa itu ada gaji yang ternyata saya top up kan ke bisnis ternyata baru tahu kalau sudah berjalan ya tiga bulan berjalan Ternyata saya baru tahu Oh ternyata duitnya anu ya kurang ya gitu awalnya dulu saya membuat jilbab jilbab Ananda penjualannya lebih banyak secara offline jadi belum belum terlalu banyak di online ya tapi saya pada waktu itu memulainya juga dari website kemudian banyak distributor yang yang rata-rata punya toko offline solusinya adalah ya saya tetap berjalan gitu ya Saya mencari quotes ya Apa sebabnya apa goalnya adalah ingin menaikkan penjualan tapi ternyata tidak semudah itu untuk menaikkan penjualan prosesnya juga panjang saya harus mulai lagi menata pondasi bisnis saya mulai lagi harus menata karyawan dan akhirnya Setelah sekian tahun berjalan ya bahkan sudah 10 tahun lebih berjalan Akhirnya saya menyadari bahwa Oh iya bisnis saya itu memang bisnis musiman nah yang dulu itu saya enggak tahu gitu loh karena banyak motivator yang bilang bahwa musiman atau tidak Itu kan di mindset gitu ya jadi saya berpikir gimana bisnis baju muslim ini bisa tetap jalan walaupun di masa-masa sepi jadi fokusnya adalah bagaimana penjualan sudah bisa menerima bahwa walaupun bisnis musiman itu tidak mengapa tidak harus setiap tahun setiap hari dalam satu tahun itu kita ngoseng gitu Nah yang penting adalah manajemen keuangannya itu saya baru menyadari setelah berjalan beberapa tahun [Musik] pada saat saya resign saya resign 2009 ya saya timbulkhawatiran nanti ini saya mau punya teman siapa ini karena pada waktu karyawan kan teman-teman saya sama-sama karyawan gitu ya pada saat saya resign maka saya harus berpindah lingkungan gitu ketemu dengan TDA pada waktu itu masih menggunakan Yahoo group pakai milis saya bergabung di situ dan kemudian di TDA Surabaya kebetulan sedang ada kopdar jadi saya gabung datang aja diterima Surabaya dan ketemu teman-teman baru yang Ternyata semua punya keinginan untuk bisnis ya karena belum semua punya bisnis tapi kami punya lingkungan baru gitu Saya punya lingkungan baru ketemu dengan orang-orang yang kurang lebih problemnya sama lah dan Kita bisa belajar dari teman-teman yang sudah melewati kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam bisnis karyawan pada waktu itu saya di 2010 ada 100 orang karyawan produksi semua penjualannya Ya hanya Kebanyakan orang produksi ya jadi 100 orang itu dan pada waktu itu juga saya tidak menyadari itu ya bahwa mengelola karyawan pada saat punya satu orang karyawan itu berbeda saat punya 5 orang karyawan punya 50 orang karyawan punya 100 orang karyawan itu berbeda dan ternyata itu ada caranya saya enggak tahu itu saya enggak ngerti bahwa ternyata pada saat banyak karyawan itu bagaimana mengatasi karyawan yang Toxic Nah itu enggak segera saya saya beresin akhirnya malah menyebar itu dan 100 orang itu habis Seperti apa dan kenapa tidak dikeluarkan gitu jadi kebanyakan karyawan saya ini kan perempuannya orang perempuan itu kadang-kadang yang masalah kecil aja dibesar-besarkan jadi pada waktu itu kalau ndak salah itu begini si karyawan ini iri sama owner kita yang kerja ownernya yang enak-enakan Nah kan kayak gitu itu yang kemudian ternyata saya tidak bisa membereskan problem itu dengan dengan tepat akhirnya nular kemana-mana isu-isu itu model semakin menyebar Jadi kalau problem UKM ya saya termasuk saya di awal itu adalah bagaimana cara reboot karyawan itu seolah-olah menjadi suatu hal yang sulit ternyata yang lebih sulit adalah bagaimana cara mengeluarkan karyawan toxic-nya gitu kita itu sebagai pebisnis ya kadang masih ada rasa tidak tega pada saat akan mengeluarkan karyawan atau memberhentikan hubungan kerja karena yang kita pikirkan adalah bagaimana nanti karyawan ini makannya nanti dia dapat duitnya dari mana itu menjadi salah satu hal yang dipikirkan oleh sehingga merasa bersalah pada saat dia harus ngambil keputusan untuk mengeluarkan karyawan Nah akhirnya mindset saya yang saya ubah gitu bisa jadi pada saat dia sudah tidak sama saya lagi dia bisa bekerja di tempat yang lain rezekinya dia lebih luas lebih banyak Nah Semenjak itu akhirnya saya lebih gampang tapi ini setelah beberapa tahun kemudian pada saat itu ya ya enggak bisa merubah pikiran seperti itu gitu loh Ya pada waktu saya akan mengeluarkan satu orang ini saya punya keinginan untuk mengeluarkan tapi ternyata karena yang lain ini sudah terprovokasi mereka mengancam kalau Ibu mengeluarkan orang ini kami semua akan keluar Nah itu akhirnya yang membuat saya akhirnya Oh iya ya nanti kalau keluar gimana nah akhirnya enggak jadi ngecat karena itu gitu ya pada akhirnya saya tidak mengeluarkan karena efeknya ini juga efek ke saya gitu akhirnya jadi stress pusing mikirin karyawan Sekuat apapun pada waktu itu saya ingin menjaga tetap akhirnya karena bisnisnya sedang tidak baik-baik saja bagaimana rasanya rasanya nggak enak seperti orang gila stress saya setiap pagi minum minum obat obat pusing gitu Kenapa karena setiap pagi itu nangis tanpa merasa sedih pun ternyata tubuh kita itu bereaksi sekarang ya saya melihat beberapa tahun ke belakang itu saya lihatnya Oh iya Ternyata problemnya bukan hanya di karyawan tapi juga di penjualan tapi juga di keuangan gitu jadi satu problem tadi pada saat tidak bisa diberesin maka akan nyalur ke hal-hal yang lain [Musik] pada waktu itu saya ikut coaching ya dan sama God saya ditanya model bisnis saya seperti apa gitu kemudian sudah saya bercerita beliau minta harus ada partner yang masuk saya bisa melanjutkan coaching ini kalau Bu Rizki nyari partner harus ada partner nggak bisa sendirian jadi saya nyari partner dan kebetulan adik saya ini yang pada waktu itu masih karyawan punya problem juga problemnya ibu-ibu bekerja itu kan ya anak gitu kemudian saya ajak berpartner waktu itu mau nggak ini berpartner kita untuk mengerjakan bisnis konveksi nah saya pikir wah ini Kebetulan nih ada ada partnernya ada teman berpikir Sementara saya tidak punya background bisnis apa-apa karena kalau kerja kantoran itu kan kita ya apa yang diperintahkan atasan Ya sudah itu yang kita pelajari gitu Akhirnya saya tekadkan ya sudah saya resign juga saya bergabung dengan mbak Rizky nah ternyata benar setelah bergabung ya saya belajar banyak mahal ya sepertinya beda banget gitu ya dengan dengan karyawan yang hanya fokus di ilmu itu yang dipelajari itu jauh lebih luas Saya mengerjakan bidang produksi kemudian keuangan dan HR sedangkan Mbak Rizki lebih dimarketing dan r&d-nya saya masuk dalam kondisi yang enggak baik-baik saja saya masuk ke situ tapi ya enggak apa-apa ya kita lewati sama-sama waktu itu ya sempat penghasilan itu jauh berkurang karena posisi masuk itu kita enggak punya gaji ya waktu itu padahal sebelumnya kan Ya lumayan lah ya kalau di ini di perusahaan nasional pada saat saya bergabung Mbak Rizki sudah ikut coaching jadi saya ikut kemudian ee kami membagi tugas karena sebelumnya semuanya Mbak Rizki sendiri Jadi kami ya berjalannya ngikut panduan dari coach itu Iya jadi pada saat kami didampingi oleh quotes itu kami berdua ya di tatalah istilahnya gitu Bagaimana bisnis itu berpartner kami diatur Bagaimana cara kepemilikan terhadap perusahaan ada prosentase sahamnya itu kami diatur di dipandu Lah terus kemudian family bisnis itu kan rawan rawan ini ya ribut antara misalnya kalau orang tua dan anak atau Kakak Adik itu rawan ribut maka kami dibuat struktur organisasinya dan masing-masing dari kami diberi tanggung jawab di area-area yang berbeda [Musik] bisnisnya adalah dari ujung ke ujung n2n jadi bisnis saya ini mulai produksi sampai akhirnya jual ke in user itu terlalu panjang jika dikerjakan sendiri pada waktu itu kita nggak tahu sih tentang kepribadian ya Jadi disuruh nyari partner dan ternyata ketemu sama adik dan sepanjang perjalanan kok cocok gitu ya ternyata tidak sengaja juga gitu ternyata bahwa saya dan Fitri itu punya tipe karakter yang yang berbeda kalau dalam sebuah permainan sepak bola ya kan kita nggak mungkin striker semua harus ada yang jadi bertugas di striker harus ada yang bertugas di penjaga gawang tahun 2010-2011 itu adalah masa-masa saya mereset ulang bisnis bisnis yang sudah saya jalani jadi waktu itu jilbab Ananda dan rizani muslimah itu saya mati surikan lah saya memulai dari tidak punya modal punyanya mesin jahit maka disitu terbentuklah Rira clothing konveksi jadi karena nggak punya modal kita nggak punya produk yang dijual maka jualnya adalah jasa setelah 2 tahun atau 3 tahun berjalan ya kami membenahi dari sisi produksinya dari penjahitnya dari sopnya penjahit kemudian di tahun 2013 mulai menemukan produk yang ternyata bisa diterima oleh pasar yaitu baju muslim bayi balita awalnya kita brand-nya namanya LB jualnya di Little lebih putih dan setelah beberapa saat berjalan kemudian kita daftarkan ke merek ya ke HQ ternyata sudah ada yang pakai sehingga kami rebranding lagi menjadi lebih sekarang yang berjalan ada ada dua kita punya produk dan secara bahasa yang diracotin konveksi pasti masih jalan kalau Little bibit awalnya karena kami nggak punya modal kami memulai dari PO ya Jadi kami bikin sampel dulu difoto Kemudian dari PO di 2013 itu dalam satu bulan kami terima 4000 pieces ya produksi Saya tidak secepat itu bisa menghasilkan produk sejumlah yang orderan yang masuk ya itu harus di atasi gitu Bagaimana menjadwal ulang pada saat Produk ini tidak terdeliver ke customer on time belajar dari situ akhirnya kami mulai memanage ya kami punya stok sekarang diawali dengan sedikit-sedikit ya dari uang tadi diputar kami tidak pakai duit dari luar pada awal-awal littletik berjalan kami putar modal jualan baju muslim itu biasanya ke wanita Teenager atau ke ibu-ibu tapi ini yang disasar adalah bayi dan balita apalagi masa-masa sosial media mulai berkembang ingin pamer anaknya misalnya ingin anaknya fotonya jadi bagus gitu maka itu kan perlu perlu kostum ya perlu outfit sehingga kami menyasarnya yang di situ Di littlebi ini untuk tim produksi ini yang jumlah sdmnya lebih banyak ya Mas ya dan usianya itu terpaut Jauh antara penjahit penjahit kebanyakan ibu-ibu kemudian tim produksi yang lain yang di luar penjahit itu kebanyakan anak muda jadi baru lulus SMA SMK begitu sehingga treatment-nya ini juga harus beda nah bagaimana supaya dua generasi ini bisa tetap menjadi keluarga ya di Little B ini Jadi kami menggali kenapa kok kamu bekerja di sini itu Kita gali satu persatu gitu dan kami coba menyatukan dengan visi nyali terlebih clothing sehingga mereka merasa keinginannya kebutuhannya itu terakomodir terutama yang ibu-ibu ini punya kebiasaan uangnya kan ngepres ya pada umumnya itu dulu punya kebiasaan kasbon nah ini kami coba aku mudir supaya mereka tidak ka Jadi kami mendirikan koperasi sehingga dengan koperasi itu mereka bisa membeli barang-barang yang mereka butuhkan biasanya barang-barang yang nilainya cukup besar ya beda motor kemudian komputer atau laptop untuk anaknya membeli di Koperasi ini sehingga mereka juga merasa Oh ya ini tepat nih daripada hutang ke tempat lain itu kan ada bunganya juga ya kalau di koperasi kita jual beli konsepnya sehingga dia membeli tapi dengan cara mencicil [Musik] penjualan ya rata-rata itu kalau harian di low season itu kita di angka puluhan pulang paket tapi pada saat high season naiknya bisa sampai 10-20 kali lipat per harinya di pandemi kemarin memang membuat kami di awal khawatir ya ini bagaimana kedepannya Apalagi kita diminta untuk wfh ya untungnya penjahit kami itu sudah punya mesin-mesin di rumah penjahit work from home FH tapi dikerjakan di rumah sehingga secara produksi bisa dibilang kami tidak ada masalah nah di penjualan Justru pada saat pandemi naik kalau sekarang ya untuk berjualan jadi walaupun di masa-masa low season kita harus tetap beraktivitas-aktivitas jualannya harus tetap jadi kita ikutin apa yang sedang trend kalau sekarang trend-nya adalah jualan secara live Kita juga melakukan itu melalui Tik Tok ya kami juga enggak jualan di tik tok jadi tetap harus dilakukan menggunakan influencer sosial media masing-masing sosial media itu punya influencer itu kami berpartner kami mencari affiliate juga kami lakukan supaya tetap berjalan iklan juga terus dilakukan Jadi kalau sekarang saya iklan di sosmed semua sosmed yang saya iklankan kemudian juga di marketplace juga iklan jadi membangun branding ya Mas walaupun di low season pun juga harus tetap menanamkan sesuatu ya di customer sehingga pada saat dia butuh maka yang dicari adalah brand kita [Musik] punya bisnis yang lokasinya di perumahan ya apalagi di Surabaya itu tantangannya cukup besar ya dari segi asetnya Kemudian dari segi karyawannya itu juga lumayan di atas kalau kita punya lokasi atau di tempat yang umr-nya di bawah Surabaya gitu ya jadi saya pun juga ingin membesar gitu ya punya tempat produksi di luar kota supaya biaya-biayanya dapat ditekan tapi ya orang tua menginginkannya adalah tetap bersama beliau gitu Supaya apa setiap hari bisa ketemu tuh Ternyata kalau posisi saya sekarang ya anak-anak itu sudah besar juga pengin ketemu terus gitu ya walaupun kalau punya anak sudah SMP itu biasanya punya dunianya sendiri sebetulnya adalah terutama ibu ya jadi saya ingin itu apa yang saya lakukan itu orang tua itu karena bisa jadi saya berjalan sampai sekarang juga doanya kedua orang tua saya [Musik] saya dulu bekerja di Bank BUMN bank konvensional Waktu itu saya merasa kok waktu saya habis ya kalau yang orang lihat kan mungkin Oh kerja di bank enak setengah lima pulang gitu tapi ternyata kenyataannya tidak seperti itu karena banyak hari pulangnya malam kemudian kadang kalau memang perlu Meeting itu sampai dini hari sehingga saya merasa tidak punya waktu untuk anak-anak bahkan di hari sabtu minggu itu harus stand by Jika ada masalah apa harus berangkat gitu Nah setelah saya bergabung di Little di butik ini saya bisa dekat dengan anak-anak saya lebih punya waktu yang fleksibel saya bisa kalau mau ngantar jemput anak bisa dan juga dekat dengan orang tua selama bertahun-tahun ini sudah jalan saya jalani rasanya ya ini mimpi saya selama ini saya tuh inginnya mimpinya nanti selain detail di butik ya yang sekarang itu lebih butik jual Beberapa brand ya Mas dari lebih kak Eli nanti kedepannya kita juga akan punya brand-brand berikutnya setiap bisnis itu punya perjalanan yang berbeda kita ibaratkan seperti menanam ya ada yang tanamannya padi ada yang tanamannya Jati panennya berbeda Kenapa karena setiap bisnis punya proses yang berbeda jadi Bersabarlah pada proses tetap berbuat baik tetap beraktivitas tetap menanam karena Yakinlah bahwa disaat yang tepat Maka nanti akan ada masa panennya saya Rizky rahmadianti saya Fitriana Nurhayati kami owner Little lebih putih dan Rira clothing konveksi wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh [Musik]