Pekerjaan dg Resiko Tinggi - Bertaruh Nyawa Demi Setetes Gula Kelapa!
a6hldjkSsuc • 2023-09-06
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
pernah satu warga Kampung lain itu
tersambar petir saat menderes dia nggak
bisa turun kakinya terluka Akhirnya cuma
teriak-teriak sama orang yang di bawah
itu yang orang lewat baru kedengeran
baru diberi pertolongan diikat badannya
di bawah Turun itu kodrat yang ketiga
enggak bisa kita hindari tapi kita hanya
bisa meminta pertolongan dari allah agar
diberi keselamatan
nah di sana pohon duren pohon durian itu
dia ngambil pegangannya luput lepas dia
jatuh ke panggung yang besar itu
patah tulang belakangnya patah jatuh ke
bawah meninggal
[Musik]
Assalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh nama saya Wiwit sarwanto
saya tinggal di Dusun semen rentan
candimulyo Magelang untuk saat ini saya
sebagai petani bendera kelapa bandara
situ pekerjaan yang bisa diandalkan
setiap hari bisa untuk kebutuhan
sehari-hari dalam mencukupi dapur yang
kedua bisa untuk mencukupi anak untuk
sekolah
kalau yang pertama kali Sebenarnya ya
takut itu resiko tinggi tetangga sepupu
itu udah banyak yang jadi korban sudah
meninggal jatuh dari pohon kelapa karena
pertama tidak konsentrasi padahal orang
deres itu pertama Harus konsentrasi
selalu ingat dengan Allah makanya
Walisongo juga mengajarkan orang deres
itu juga diajarkan untuk bersholawat dan
berdoa ikhtiarnya gitu kita bersholawat
berikhtiar hasilnya nanti Lira kelapanya
bisa lebih banyak kita bisa selamat
ada dua orang yang sudah meninggal
jadi baru duduk nggak tepat karo papae
jadi kelewat gitu jatuh meninggal di
sana pohon duren pohon durian itu dia
ngambil pegangannya luput lepas dia
jatuh ke panggung yang besar itu geblak
itu patah tulang belakangnya patah jatuh
ke bawah meninggal keretanya ya setiap
bendera itu mesti resikonya di situ ada
Jadi kita harus berhati-hati pertama
saat musim penghujan itu kita double
keamanan maksudnya lebih berhati-hati
lagi cuma berhati-hati dalam sehari-hari
bisa kita naik pelan-pelan pegangan kuat
itu berhati-hati berhati-hati yang kedua
saat musim penghujan itu tataran atau
pijakannya pohon kelapa itu kan Licin
kalau kita tergesa-gesa sedikit aja udah
langsung kaki itu lepas pegangan lepas
jatuh Kebanyakan orang sini enggak pakai
alat ini ini saya sendiri yang dulu
berinisiatif pakai bangkol jelas di sini
Gimana caranya agar pegangan kuat tapi
badek kita bawa turun itu aman jadi
setiap keloh yang namanya tali dalam
jerigen atau Bumbung itu namanya itu loh
Itu diikatkan di besi enggak usah kita
pegang cukup dikaitkan kita sambil turun
kita pegangan pohon udah aman walaupun
musim penghujan kita double keselamatan
berhati-hatinya sudah cukup yang ketiga
itu hati-hati sama petir
[Musik]
yang ini orang nggak bisa menghindar
kalau udah saat petir musim penghujan
orang berhati-hati pun nggak bisa
mengelak pernah satu warga Kampung lain
itu tersambar petir saat menderes dia
nggak bisa turun kakinya terluka
Akhirnya cuma teriak-teriak sama orang
yang di bawah itu yang orang lewat baru
kedengaran baru diberi pertolongan
diikat badannya di bawah Turun itu
kodrat yang ketiga enggak bisa kita
hindari tapi kita hanya bisa meminta
pertolongan dari allah agar diberi
keselamatan
Saya hanya bisa memanjat punyanya orang
untuk punyaan sendiri saja saya tidak
punya nggak punya lahan jadi saya hanya
bisa istilahnya Maro bagi hasil sehari
punya yang mempunyai pohon satu hari
punya saya yang bendera
banyak sedikit sudah rezeki udah dari
Allah ya kita terima dari itu saat ini
saya
memanjat 13 pohon jadi pagi sama sore
naiknya jadi
26 pohon
pagi dan sore Iya dua kali kalau satu
kali nanti hasil gulanya tidak bagus
badak atau niranya itu masam atau
istilahnya kecut istilahnya di sini
baulan kalau setiap hari itu dua kali
pagi sama sore hasil gulanya nanti bagus
bisa
kuning bisa lebih keras manisnya lebih
bagus
[Musik]
dari bawah kan kita sudah persiapan kita
bawa Arit atau Sabit terus bahwa Bumbung
atau jerigen itu tergantung jumlah di
atas ada berapa buah
tangkai yang akan kita beres ada
jumlahnya itu sampai 3 Ya normal
bagusnya itu dua tapi ada yang ketiga
ini sudah sampai Batang bawah ini masih
keluar kita rasanya itu eman-eman untuk
meninggalkan si tangkai tadi karena
masih bisa menetes padahal kualitas gula
itu terbagus terakhir tadi sudah kita
bawa jerigen bawa sapi kita naik ke atas
habis itu kita mengambil jerigen yang
sudah ada isinya tadi kita letakkan di
setiap sela-sela eh bungkang atau
tangkai pohon kelapa itu kita masukkan
situ biar aman biar enggak jatuh baru
kita pagar istilahnya diiris dipotong
gitu ya hampir setengah mili setengah
mili 1 mili itu sudah kebanyakan kalau
bisa setengah mili lebih sedikit lebih
bagus jangan yo nggak dibiarkan panas
ini juga ada pernah dulu orang tua itu
enggak bawa sarit cukup pakai bleber
jusat gitu udah keluar itu kan orang tua
dulu tapi sekarang enggak bisa kita
tetap pakai senjata Ya itu namanya Ari
tadi kita iris sedikit ya sedikit sekali
karena nanti kalau terlalu banyak kita
mengirisnya terlalu cepat tangkai itu
akan habis padahal kita menunggu satu
bulan lebih setiap tangki itu akan ganti
Makanya kalau dua itu normal setiap 8
hari atau 35 hari gampangannya gitu kita
mengirisnya sedikit sekali Biar apa Biar
pertama awet yang kedua itu keluarnya
itu lebih
bagus daripada kita mau ngiris banyak
kualitas gula nanti enggak bagus sudah
selesai kita iris semua kita jadikan
satu wadah kita baru turun nah gitu
semua yang kita beres aktivitasnya gitu
semua Habis selesai baru kita tuang ke
ember semua baru kita bawa pulang
selalu pohon kelapa itu bisa yang
pertama dicoba itu kalau pertama diikat
sehabis dibelah diikat dipotong itu
sekitar satu jengkal dari ujung ini saya
beri gambaran satu jengkal ini buat yang
panjang Hampir ada yang 40 cm ada yang
50 cm ada yang 30 cm tapi yang 50 cm
bisa langsung satu jengkal itu
kemungkinan keluar udah kelihatan kalau
pertama kali mau dideres nanti 3 hari
gitu Terus kalau tetesannya banyak
berarti keluar kalau enggak itu udah
nanti mengering sendiri enggak mungkin
lah keluar badai kalau udah mengering Bu
sampai habis pun begitu
[Musik]
kalau dilihat dari air kelapa atau gula
itu nggak bisa ditentukan yang pertama
itu rezeki dari Allah banyak sedikit Itu
udah ada takarane kalau sedikit ya
alhamdulillah Kalau banyak bisa sampai 5
kilo 13 pohon itu
pas sedikit untung-untung 2 kilo jadi
kalau sekilonya itu buat 15.000 sampai
Rp20.000 gambarannya kan 30 sampai 40
itu dimakan dua hari pas banyak itu 5
kilo kalau digambar dihitung 15 75 Kalau
5 kilo
Rp20.000 Rp100.000 itu buat 2 hari
pekerjaan utama makanya itu saya beres
buat pekerjaan mencukupi dapur kalau di
syukuri kita manusia itu harus pertama
bersyukur setiap rezeki sudah diatur
kita cukup
banyak sedikit udah ditentukan Makanya
kalau mau cari yang lebih banyak kita
kerja di luar dari kegiatan mendera
selera tadi kita mencari pekerjaan
istilahnya di sini buburuh atau kerja
sama orang lain menjadi tukang menjadi
buruh Pacul menjadi tukang tambal ban
atau bengkel itu juga sambilan saya atau
yang saya lakukan dua minggu sekali ya
alhamdulillah buat dagang buah
Alhamdulillah saat ini saya terus
lakukan karena bisa mencukupi kebutuhan
dapur
karena setiap hari keluar bisa nyukupi
kebutuhan dapur tetap saya lakukan kalau
orang menguncir atau istilahnya
menghina lah itu nggak ada karena itu
pekerjaan walaupun dibilang Mulia enggak
Mulia sebenarnya orangnya itu kotor tapi
yang bisa untuk mencukupi dapur orang
bilang apa itu pekerjaan sambilan tapi
bisa untuk pokok gitu aja
[Musik]
Alhamdulillah saya melakukan pekerjaan
ini sudah sampai 20 tahun lebih ya
kira-kira 23 tahun pertama kali tahun
2000 untuk ditanya Sampai kapan itu
kehendak Allah saya mau beres itu buat
cukupi keluarga jadi walaupun keluarga
cukup ya saya syukuri kalau belum cukup
ya tetap saya tetap beres pendapatan
dari depan pekerjaan sambilan Saya dari
bengkel bengkel tambal ban itu walaupun
bersifat sambilan tapi terkadang ada
yang minta tolong buat menambal ban saya
layani yang kedua saya juga menjadi
buruh Pacul atau buruh cangkul itu
gajinya Bukan setiap hari tapi sampai
selesai baru bayar atau menerima gaji
Iya satu ladang luasnya kira-kira 500
meter atau 1000 meter itu selesai
dicangkul semua baru kita mendapatkan
upah Kalau jualan itu bersifat dua
minggu sekali jadi enggak bisa dinikmati
langsung tapi alhamdulillah buat
tambahan mencukupi bisa
[Musik]
harapan saya untuk produk uphkwt itu
untuk membantu masyarakat mengangkat
harga dari pertama gula jawa yang kedua
dari gula semut jadi harapan warga juga
sangat besar untuk bisa ikut andil
menjual gula semut ke UPH ke KWT itu
bisa lebih besar lebih banyak lagi
harapan ke Golden Nira itu lebih
berkembang lagi bisa go internasional
dan bisa bermanfaat bagi warga desa
khususnya Desa rentan desa dan umumnya
bagi warga
secandi Mulyo
[Musik]
kalau keadaan sulit sinyal itu
sebetulnya kurang mendukung kurang
karena kita butuh komunikasi dengan
pembeli dari luar contohnya saya juga
sebagai pedagang buah kirim ke Solo itu
butuh komunikasi pesan pedagang itu kan
seharusnya kita pakai komunikasi dulu 2
hari kita dipesan Saya butuh barang atau
buah-buahan seberapa banyak gitu itu kan
pakai komunisket dulu nanti langsung
hari hanya dua hari tadi kita kumpulkan
baru kita setor ya Saya minta kepada
pemerintah bisa ikut berpartisipasi
untuk menjadikan lebih baik lagi
kualitas sinyal di daerah dusun Semen
ini
[Musik]
Alhamdulillah pekerjaan ini setiap saat
bisa dilakukan bisa dijalani yang kedua
sampai kapanpun selama kita masih ingin
menderes atau bekerja sebagai bendera
masih bisa karena pohon kelapa sendiri
di daerah sini masih banyak apalagi ada
program pohon kelapa genjah itu memberi
peluang yang lebih besar lagi walaupun
kami juga kurang berminat karena
kualitas gula nanti Seperti apa juga
belum tahu kalau udah membuktikan baru
kita berbondong-bondong ikut menanam
pohon yang dinamakan pohon ginjal tadi
pohon kelapa ginjal kita bekerja tapi
tidak bisa mencukupi kebutuhan
sehari-hari juga merasakan sedih tapi
kalau kita pasrah sama Allah kalau itu
cuma rezekinya sampai di situ ya kita
terima akhirnya kita syukuri nggak ada
kata sedih kalau sudah dikembalikan pada
Allah atau batasan rezeki kita segitu
udah gitu aja kalau kita menderes
pertama itu kita mengharap Rezeki itu
dari Allah nggak ada orang yang bisa
mengeluarkan air Nira itu lebih banyak
lebih sedikit nggak bisa karena itu
kehendak Allah kalau lebih banyak
Alhamdulillah sedikit panjang itu rezeki
kita rezeki dari penjara situ sudah
ditentukan Yang kedua kita menderes itu
resikonya cuma satu jatuh kalau jatuh
dari pohon kelapa itu enggak ada
bayangan mau pegangan apa enggak bisa
soalnya di kanan kiri pohon kelapa itu
sendiri enggak ada pohon selain pohon
kelapa Jadi kalau sudah jatuh ke bawah
udah jatuh makanya kita harus
mendekatkan diri kepada Allah senantiasa
berdoa mengharap agar saat kita menderes
dari awal kita manjat sampai di atas
kita pun bersholawat dari atas kita ke
bawah kita syukuri kita selalu
mengingat Allah kalau pekerjaan ini
sangat diridhoi ini pekerjaan yang
sangat diridhoi karena kita itu kalau
selamat Alhamdulillah bawa air merah
kalau itu jatuh ya alhamdulillah
untung-untung kita bisa selamat badan
baru jatuh ya sakitlah minimal kedua ya
sakitnya patah tulang yang ketiga ya
meninggal itu resiko orang penderes
[Musik]
sudah banyak remaja yang tidak
menginginkan untuk menderes lagi yang
kedua remaja ini tidak tertarik sama
pekerjaan yang susah inginnya pekerjaan
itu yang simpel dapat uang jadi langkah
sekali yang menderes itu orang yang dari
dulu sudah menderes tetap sampai
sekarang menderes karena meyakini bisa
mencukupi keluarga bisa untuk kegiatan
sehari-hari badan kita itu menjadi sehat
karena sering berkeringat sehari-hari
kita bergerak pagi bangun tidur habis
salat subuh kita langsung naik kelapa
itu setiap hari setiap pagi lah setiap
pagi itu satu setengah jam kita naik
turun itu pagi nanti sore juga naik
turun
Insyaallah itu sehat karena berkeringat
setiap hari
untuk saat ini jatuh ya alhamdulillah
belum dari pohon kelapa
jangan itu resikonya fatal saya
mengingat-ingat sekali karena itu fatal
yang kedua itu juga pernah jatuh dari
pohon pepaya saya itu ambil buah pepaya
lepas pegangan jatuh ya terkapar
Alhamdulillah masih bisa sembuh 4 meter
kalau untuk pohon kelapa itu kebanyakan
orang itu terserah kepeleset itu kelarut
jadi jatuh ke bawah tapi masih bisa
pegangan
istilahnya pelarut Iya ke larut itu
pegangan Haris ini dahi dada itu
mengenai Batang dari pohon kelapa itu
kan jadi berdarah semua itu naik pelarut
pada musim penghujan kebanyakan
bisa terjadi di situ berjuang demi
kehidupan berdoa demi akhirat saya Wiwit
sarwanto dari Desa semen rentan
candimulyo wassalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh
[Musik]
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:30:14 UTC
Categories
Manage