Transcript
W9bFqKm15wM • Hasilkan Ratusan Juta Bertani Kakao di Lahan 30 Hektar - Petani Makmur!
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/PecahTelur/.shards/text-0001.zst#text/0249_W9bFqKm15wM.txt
Kind: captions Language: id [Musik] kurang lebih ada 30 hektar untuk tanaman kakao bukan hamparan tetapi tiap-tiap Kakak atau penduduk itu punya tanaman kakao asalnya dua minggu sampai 3 minggu ini panen kalau di usia muda itu atau cenderung tahan penyakit usia 20 tahunan ini kelihatannya perlu peremajaan juga produktivitas menurun karena pada serangan hama penyakit kalau terlalu banyak daun terlalu banyak cabang akhirnya nutrisi itu diserap oleh cabang-cabang yang tidak berfungsi sehingga tidak menjadi buah pertahun ada kurang lebih 10 ton sampai 12 ton lah satu kilo 35.000 lah kalau non fermentasi lah 30.000 berarti 1 ton itu 30 juta ya kalau 10 ton ya 300 juta lah [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] bismillahirrahmanirrahim assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh nama saya Sugito saya selaku ketua pengelola rumah coklat muda salah satu unit usaha Bun Desa Abadi Desa rumah sobat budak ini merupakan pengolahan Kakao fermentasi menjadi beberapa varian olahan coklat baik coklat batangan maupun pupuk coklat dan butter atau lemak coklat Desa Godak di kecamatan kare Kabupaten Madiun selain merupakan olahan coklat juga kita berinovasi menjadi tempat wisata kuliner wisata edukasi Selain itu untuk tempat edukasi Bagaimana cara pengolahan Kakao dan juga bagaimana cara fermentasi Kakao karena di sini salah satu penghasil coklat atau kakao di samping itu juga Biar ada nilai tambah dari Kakao itu sendiri kalau yang selama ini dijual secara gelondong maupun secara fisika kau mentah Nah kita olah menjadi beberapa varian coklat sehingga satu ada nilai tambahnya Yang kedua juga bisa membuka lapangan kerja ketiga juga meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa kurang lebih ada 30 hektar untuk tanaman kakao sistemnya ini bukan hamparan tetapi tiap-tiap Kakak atau penduduk itu punya tanaman kakao ya ada yang 10 pohon ada yang 20 pohon ada yang 50 pohon tanaman kakao itu di desa Bodak ini Mulai tahun 2000-an lah 2003-2004 ini sudah mulai gencar menanam kakao kakao di sini itu yang dulu itu kan hibrida F1 ada Sulawesi satu dan juga MCC kosong dua kalau yang dulu itu kan yang banyak itu dan dari puslit Jember dulu tidak F1 yang sudah lama kemudian datang lagi seperti Ikri juga dari Bu sleep kemudian yang terakhir kemarin adalah MCC 02 dan Sulawesi satu kalau di usia muda itu akal cenderung tahan penyakit katanya kalau di atas usia 20 tahunan ini memang kelihatannya perlu peremajaan juga ini ya produktivitas menurun karena pada serangan hama penyakit bisa regenerasi atau bisa dipotong Terus diokulasi lagi dengan jenis yang lebih bagus setelah tumbuh nanti dipangkas sehingga tumbuh Tunas baru yang lebih bagus yang lebih produktif di usia 8 tahun itu produktif sekali di usia mulai jorget itu bercabang tiga itu usia 3 tahunan belajar buah seperti yang di sekitaran rumah coklat ini kan usia 3 tahunan gagal yang yang normal ya dalam satu pohon itu bisa produktivitas secara normal bisa 5 kilo saya sampai 10 kilo satu pohon tergantung usianya juga jadi satu buahnya normal tidak besar kecil kalau terlalu banyak ya kita buah itu ya harus kita kurangi tidak semuanya kita pelihara supaya nanti bijinya itu besar-besar kalau banyak kecil nanti bijinya juga kecil untuk musim panen Kakao itu continuitas ya tidak ada masa panen kayak cengkeh itu kalau cengkeh kan tahunan durian juga tahunan tapi kalau nakal itu asal dipelihara dengan bagus ini setiap saat panen ya kalau ditotal ya per tahun ada kurang lebih 10 ton sampai 12 ton lah tidak diserap di rumah coklat semuanya karena yang kami olah di rumah coklat ini yang Kakao fermentasi selebihnya dijual di pasar bebas di rumah coklat kan sekala UMKM skala industri kecil menengah Taruhlah satu kilo 35.000 lah kalau non fermentasi telah 30.000 berarti 1 ton itu 30 juta ya kalau 10 ton ya 300 juta lah potensi juga nah karena itu kalau dirawat dengan bagus karena sepanjang musim ini panen asal perawatan bagus pemeliharaan bagus sehingga setiap musim setiap kali bisa panen massanya 2 minggu sampai 3 minggu ini panen [Musik] yang harus diperhatikan tentunya ada pemeliharaan secara rutin baik pemantasan cabang-cabang yang tidak berfungsi juga kalau ada Penyakitnya ya kita Semprot dengan pestisida baik organik maupun non organik kalau ada hama ya bagaimana pengendalian hama seperti topeng atau yang lainnya kita lihat sesuai dengan kondisi di lapangan ya kalau sudah tumbuh tentunya ada tunas-tunas baru yaitu yang tidak berfungsi harus kita potong cabang-cabang terlalu rimbun tidak beraturan ya kita potong kita lihat cabang yang produktif seperti apa yang non produktif ya perlu kita potong Kakak itu tidak mati meskipun dipotong banyak justru nanti akan tumbuh jadi bunga dan buah kalau terlalu banyak daun terlalu banyak cabang akhirnya nutrisi itu tersedot atau diserap boleh cabang-cabang yang tidak berfungsi sehingga tidak menjadi buah kalau tidak bersih atau tidak disiangi Itu kan banyak juga hama-hama atau penyakit di sekitaran situ sinar matahari cukup tidak terlalu panas tapi tidak terlalu tertutup sehingga ada sinar matahari yang cukup untuk proses pembuahan dan sebagainya tapi kalau terlalu panas juga nggak bagus waktu di musim kemarau kan juga perlu air juga untuk perawatan pemupukan yang rutin ataupun yang seimbang tidak banyak tetapi harus rutin lah baik pupuk organik maupun non organik umpan yang bagus itu di waktu mau musim pengujian Nah jadi nanti bisa langsung diserap oleh tanaman sebetulnya enggak begitu rentan ya asal kita rutin di dalam eee pemeliharaan waktu panen juga harus dipanen karena misalnya buah itu tidak dipanen juga cabangnya nanti juga enggak kuat atau terjadi kering tentunya di era sekarang itu banyak sekali hama-hama ataupun penyakit Nah itu Ya kita harus rutin mengikuti perkembangan zaman kita harus rutin di dalam pemeliharaan penyiangan maupun penyemprotan juga kebutuhan nutrisi tanaman seperti pupuk tadi hama yang ada itu seperti tupai kalau hama ya tupai itu pengerat ya itu bijinya sampai habis sehingga kalau tupainya bisa berkembang banyak juga biji-biji Kakao itu tidak tersisa tinggal lubang-lubang aja tinggal kulitnya aja kalau penyakit itu ya PBK maupun Hello betis itu yang kayak seperti lalat buah itu Penanganannya yaitu sekitar Semprot di samping itu juga kita kasih perangkap biar dia itu mengumpul di suatu tempat nanti mati sendiri perangkatnya pakai namanya cairan petrogenol itu nanti dikasih tabung Aqua itu dikasih air lah ini dipancing supaya masuk situ akhirnya dia mengumpul di situ sehingga tidak menyerang kepada buah kakao tersebut di antara penyakit penyakit itu yang paling fatal yang mana Pak PPK itu karena dia penyakit busuk kulit atau penyakit busuk Kakao itu belum sampai tua belum sampai menguning sudah busuk jadi gagal panen nggak sampai produksi ya Kalau sampai ada serangan serangan hama maupun penyakit tentunya tidak panen karena ini kalau kelihatannya bagus Kakao itu kalau dipecah ini dalamnya kan lengket ya Sehingga produktivitas kan menurun Sehingga mengalami kerugian petani penanggulangannya harus ada penyiangan pemangkasan secara rutin dan-dahan yang tidak berfungsi bisa secara kimiawi maupun non kimiawi kalau non kimiawi ya pakai penyemprotan seperti buat sendiri itu ya seperti Laos atau Babakan Pule yang pahit-pahit itu di diramu terus difermentasi dua minggu ini menjadi obat penangkal juga yang lebih efisien dan murah memang kalau kimia itu kan lebih praktis kita beli sudah langsung diaplikasikan juga naungan naungan itu harus semi terbuka jangan sampai Rindang penyiangan rumput-rumput di sekitar pohon dan juga dibuat rorak-lorak atau lubang untuk ngubur yang kena penyakit hepatitis atau PBK itu biar tidak menjalar akalnya dikubur di dalam lubang cara masih memberikan edukasi kepada petani baik lewat petani langsung maupun lewat kelompok-kelompok Tani Bagaimana cara mengatasi hama dan penyakit Bagaimana pemeliharaan secara rutin untuk tanaman kakao tersebut agar bisa berproduksi dengan bagus [Musik] Saya berpesan kepada para petani Agar tanaman yang sudah ada betul-betul dipelihara dengan bagus kebutuhan nutrisi seperti pupuk maupun air juga perlu diperhatikan Jangan sampai buahnya di pete tapi kebutuhan nutrisinya tidak diperhatikan sehingga mempengaruhi produktivitas Kakao itu sendiri tingkat kelembaban jangan sampai terlalu lembab jamur akar itu juga mematikan juga rumah coklat ini sudah dikenal dan sudah bisa berproduksi tentunya harus ada kelanjutan jangan sampai putus di tengah jalan sehingga dengan adanya rumah coklat ini Tentunya ada multi efek baik dari segi perekonomian dari segi kesejahteraan para petani maupun masyarakat yang ada di desa meskipun tempatnya di pelosok Desa sudah bisa memproduksi coklat dan tidak kalah dengan cepat-cepat dari pabrikan sehingga ini harus benar-benar dikelola dengan bagus agar bisa tumbuh berkembang petani-petani ini tetap eksis untuk memelihara kakao yang masih ada dan tentunya harapan depan bisa ditambah lagi dan dipelihara dengan bagus bagi para teman-teman yang ingin belajar tentang pertanian dan peternakan bisa mengunjungi website edu Farmers Buka website tersebut panjenengan atau teman-teman bisa mendapatkan beberapa edukasi ilmu pengetahuan tentang pertanian Apa saja bisa join dengan Facebook komunitas link-nya ada di deskripsi tempatnya terbuka enak sejuk segar sehingga itu sangat cocok untuk healing atau menikmati suasana alam pedesaan kalau di daerah Magetan punya karangan untuk ngadem di Ponorogo punya Telaga Ngebel untuk ngadem di Madiun tanda tanya punya rumah coklat yang tempatnya di lereng Pegunungan untuk bisa ngadem atau nyoklat sambil melihat nuansa atau pemandangan alam yang mungkin apa yang saya sampaikan ada kurang dan lebihnya mohon maaf yang sebesar-besarnya Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh [Musik]