Transcript
hi1sqzVDkZ4 • Hasilkan Ratusan Juta di Umur 26 Tahun! Sukses Budidaya Lele, Panen 12 Ton Perbulan
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/PecahTelur/.shards/text-0001.zst#text/0241_hi1sqzVDkZ4.txt
Kind: captions Language: id [Musik] kalau dibudidaya makhluk hidup kita belum tentu kita masukkan bibit 23.000 nanti panennya 23.000 ekor kan belum pasti berkurang karena adanya kematian dan seleksi alam Tantan terbesarnya jadi merawat itu sampai benar-benar siap jual Mas Jangan pernah kaget kalau semisal bibit ataupun mengalami kerontokan itu lumayan sering terjadi rontokan itu dalam arti satu kolam itu full mati semua penyakit bibit lele yang paling ganas itu namanya aeromonas ada penyakit yang terkena bibit lele terkena air Monas seperti itu langsung nyebar itu yang kita treatment-nya yang sampai sekarang belum bisa mencegah itu Jadi kalau sudah terkena Aromas Ya udah Wassalam mungkin dalam perjalanannya satu siklus pasti ada Mas yang satu kolam Monas pasti ada [Musik] Perkenalkan nama saya gustavian Ahmad Rivai Saya mempunyai usaha budidaya lele di kawasan piro Kidul Gurah Kabupaten Kediri saya dulu awalnya itu dari pertemanan jadi saya melihat teman-teman saya Apalagi otak Kediri ini kan pusatnya lele Jadi di Jawa Timur itu produksi lele yang terbesar itu di Kediri saya memulai lihat teman-teman sekitar ada yang berkecimpung di dunia Lele dalam skala kecil ada yang berkecimpung di dunia lele dan skala besar sel Senang mas lihat lele diberi makan lele tambah besar lele panen itu saya senang dari situ saya punya pemikiran untuk Wahyu Sepertinya enak sih buat dibikin bisnis seru sih saya belajar untuk mencari peluang dulu saya lihat-lihat di internet ini gimana sih peluangnya lele Seperti apa Ternyata saya dapat info dulu di internet di Dinas Perikanan itu permintaan ikan konsumsi air tawar terbesar itu lele yang pertama dari situ saya juga akhirnya semakin yakin bahwa ini peluang ini yang pertama di situ yang kedua saya juga bertanya kepada yang sudah lama Mas ya di dunia Lele Pak pasarnya lele itu seperti apa saya bertanya kepada Pak Yusron namanya pemilik Republik mengatakan bahwa setiap rumah tangga itu mas zaman lihat pasti setiap Minggu ada menu lele sedangkan kita lihat Indonesia itu ada berapa juta rumah tangga ya itu pasarnya lele Ya siap pak di situ saya juga akhirnya mengulang-olah bahwa ini peluang besar di lele dan akhirnya Saya memutuskan untuk membangun kecil-kecilan dulu kalau dari pendidikan sebenarnya lumayan nyambung juga cuma saya dari manajemen Unair di situ kan juga saya belajar untuk berbisnis juga kalau dari background keluarga Alhamdulillah bapak itu pengusaha juga di bidang Migas elpiji ya mungkin kalau dibilang nyambung ada sambungannya karena saya juga belajar manajemen dulu waktu kuliah Kalau dibilang dari bidang keluarga enggak nyambung ya sedikit berbeda karena bidang ini bisnisnya Bapak Migas sedangkan saya di perikanan cara Seperti apa dulu saya Mulainya di pembibitan dulu belum berani pembesaran karena memang modal dari pembesaran itu cukup besar saya belum berani terjun ke sebuah bisnis besar kalau saya belum menguasai saya awalnya di pembibitan setelah saya melihat mengamati orang-orang yang sudah terjun di dunia lele saya akhirnya survei mencari tahu bagaimana sih konstruksi kolam yang tepat itu seperti apa nyari tukang yang tukang kolam soalnya kan tukang bangunan sama tukang kolam beda Mas kalau tukang bangunan belum tentu bisa tukang kolam karena kolam kan nanggung Banyu Mas harus benar-benar diukur kekuatannya saya dirikan kolam kalau untuk teknisnya itu Saya dulu otorida Mas Jadi kalau ada problem saya lari ke guru saya untuk belajarnya belajar sendiri awalnya main di bening ya Mas ya awalnya di pembibitan mas karena tadi pembesaran biayanya lumayan besar untuk modalnya Sebenarnya saya tidak langsung minta orang tua orang tua sudah memberikan saya sertifikat rumah yaitu saya diberi sesuatu sama orang tua sama bapak Lah terus iki putren dulu saya mulai waktu 2021 awal itu saya mulai awal pembibitan saya mulai awal membangun kolam terus saya belajar ke pemain-pemain pembibitan yang ada di Kediri Terus setelah itu awal kenapa saya mulai membesarkan dikonsumsi atau pembesaran karena saya melihat dulu pernah kondisi banjir Mas banjir dalam arti Saya bingung buangnya bibir itu ke mana pengepul menolak bibirnya enggak bisa dikonsumsi Mas Akhirnya saya putuskan untuk Okelah ini udah ada sedikit modal tambahan untuk saya bangun pembesaran Akhirnya saya memutuskan untuk pembesaran itu di Tahun 2022 pertengahan pelan-pelan membangun pembesaran bibitnya yang sudah siap jual saya Arahkan ke pembesaran untuk pembibitan sekarang ada 10 kolam untuk pembesaran sekarang 14 kolam populasinya satu kolam itu sekitar 30.000 satu kolamnya 30.000 bibit Sebenarnya ada banyak Mas Cuma kan di dalam sebenarnya kan pasti ada kematian kita ambil rata-rata sekitar ya 20 ke-30 kalau untuk kolam pembesaran itu saya 23.000 bibit satu kolam itu nanti satu kolamnya menghasilkan 1,7 sampai 2 ton di dalam pembibitan kan kita dua bulan panen Mas kalau di dalam pembesaran kita 3 bulan panen kalau dibumbutan kita tetap siklus 1 bulan sekali Tutup buku ketika itu 2 bulan pemijahan pertama 1 bulan berikutnya pemijahan kedua Jadi yang pertama sudah tutup buku Kita pindah lagi yang kedua nanti bulan berikutnya Tutup buku jadi terus ke siklus seperti itu kalau untuk konsumsi sama mas kita bermain tiga bulan maksudnya kita tutup bukunya dikonsumsiku 3 bulan 90 hari lah itu nanti juga satu bulan sekali masuk bibit jadi ke siklusnya seperti itu ada berapa kolam yang besar 14 14 itu 9 kolam besar 5 kolam kecil 5 kolam kecil itu saya pakai untuk ketika kita panen pasti ada yang enggak keangkat Mas soalnya ukuran ini masih belum masuk ukuran Lha itu nanti yang nggak ke angkut itu masuk kolam kecil untuk 9 kolam besar itu kita bagi per siklusnya 3 kolam Jadi 3 kolam masuk bulan pertama 3 kolam masuk bulan kedua 3 kolom masuk bulan ketiga kolam Iya sekitar 2 sampai 3 kolam satu kolamnya estimasi 1,7 lah ya paling jelek paling bagus 2 ton tinggal kita kali 3 saja yaitu sebelahnya sekitar 6 ton dalam pembelian lele kelebihan di sini adalah kita full palet Mas Jadi kita tidak pernah menggunakan pakan alternatif entah itu nah ayam giling ataupun apa kita enggak pernah kita enggak mau terlalu banyak bereksperimen dulu pernah sering ngesperimen seperti itu pakai daging giling pakai bekicot pakai apa itu malah membuat lelenya itu tidak berisi jadi Gembos itu ketika diangkat itu benar dia badannya gede cuma ketika diangkat keluar dari air dia Gembos akhirnya jadi kerugian juga di kita kita penginnya operasional murah dengan pakan alternatif tapi ketika panen tidak bisa maksimal kan banyak ya bukan membandingkan sama yang lain ada beberapa peternak lele yang masih pakai pakan alternatif tapi kalau dari kami kami full pelet Mas Jadi tidak pernah eksperimen pakan-pakan alternatif karena kami percaya bahwa kualitas pelet itu terjamin kalau ini terus berjalan berarti profit Mas berarti masa eee secara kalkulasi untung rugi masih untung cuma kan orang banyak tergiur karena embel-embelnya protein tinggi bakal tertarik seperti ini cuma akhirnya malah buntung kelihatannya lelenya besar tapi ketika diangkat Gembos jadinya di pasar nanti malah tidak berisi lelenya jadi akhirnya jadi di masyarakat nanti menganggap lelenya ini lele jelek [Musik] jadi gini Mas karena kita kan problem terbesar dari kita merawat bibit itu adalah cuaca Mas biasanya orang itu banyak ngapunten gagalnya Itu karena dari ukur 5 itu nggak ada sistem pendederan jadi langsung diarahkan ke kolam besar yang di mana itu daya tahan tubuh lelenya belum kuat dari kami akhirnya merubah sistem dari bibit ketika ukur 5 enggak langsung kami Arahkan ke kolam pembesaran tapi ada kolam namanya kolam pendederan di situ sampai ukur 7 ada tanduk sudah kuat di situ lelenya baru saya alihkan ke kolam pembesaran itu yang pertama kolamnya enggak terlalu besar yang kedua di sistem pendederan itu kita menggunakan paranet plastik UV jadi untuk Cuaca panas ataupun cuaca hujan itu bibit masih aman sedangkan di kolam besaran itu nanti kalau kena panas terlalu panas kalau kena hujan nanti juga kadar airnya Berubah itu terlalu rawan kelebihan lain mas ketika ada peredaran Apa kelebihannya adalah lebih menguatkan imunnya bibit dulu Mas Jadi kalau semisal ukur 5 langsung diarahkan ke kolam pembesaran dengan kolam yang luas nanti takutnya dia malah tidak usah adaptasi jadi lebih kepada adaptasi bibit itu sebelum masuk ke kolam besar kalau ukur 7 kan dia sudah lumayan kuat daya tahan tubuhnya jangan umur 5 kita masih lemah jadi jangan langsung dipindah dari kolam kecil langsung ke kolam besar nanti dampaknya kaget sebenarnya gini Mas ya kalau stylish itu kan Tergantung situasi Mas kalau semisal lagi kumpul pertemuan atau kemana yaitu kita berusaha untuk pajak rapi cuma kalau di kolam dan lain-lain yang orang memang itu pekerjaan yang harus saya tekuni ya saya enggak mungkin stylish Maksudnya saya pakaian pakaian Ala kadarnya mungkin pakai celana pendek mungkin ote-ote musik kolam terus bantu panen waktu panen kolam Nah itu enggak enggak mungkin saya pakai kemeja pakai celana panjang seperti ini kalau saat ini kami untuk konsumsi itu tiga orang kalau untuk pembibitan dua orang jadi sekitar 5 orang cuma waktu panen juga nanti ada beberapa orang suruhan lah untuk membantu panen dibayar harian seperti itu kalau untuk omset sekitar 400 ke 500 juta ya per bulan sekilonya kita kan jualnya ke tengkulak Mas Jadi kita belum sampai langsung punya pasar ke konsumen langsung end user Belum cuma saya mau mengarahkan ke situ juga kedepannya untuk ke tengkulak itu enggak di kisaran harga rp19.000 per kilo sebenarnya itu 12 ton Mas tadi saya bilangnya 6 ya soalnya kan 2 ton satu kolam kan 3 kolam 6 Tutup buku itu satu bulan dua kali ya kalau banget enggak juga Mas tetap ada beberapa tantangan kayak pasar lagi sepi terus bibit lagi rewel rewel dalam arti itu kena penyakit itu kan juga mengurangi profit juga cuma kita tetap punya prinsip bahwa selagi kita punya peluang dalam usaha Ini selagi kita menekuni pasti bisa [Musik] kalau dibudidaya makhluk hidup kita belum tentu kita masukkan bibit 23.000 nanti panennya 23.000 ekor kan belum pasti berkurang karena adanya kematian dan seleksi alam dan merawat itu sampai bener-bener siap jual Mas mungkin sama kayak manusia kena penyakit cuaca Predator Predator di sini kan juga beberapa ada juga burung-burung yang suka makan lele itu di situ karena kan tantangan di situ sih cuma jangan pernah kaget kalau semisal bibit ataupun mengalami kerontokan itu lumayan sering terjadi rontokan itu dalam arti satu kolam itu full mati semua hanya tersisa mungkin 1000 ekor ataupun enggak sampai 1000 itu pernah Mas dibilang syok Ya sok cuma kalau kita terus meratapi ya akhirnya kita nyerah harus segera move on untuk lah gantine untuklah hijau ini karena apa ya kita enggak tahu karena penyakit bibit lele yang paling ganas itu namanya aeromonas ada penyakit yang terkenal bibit lele terkena air Monas seperti itu langsung nyebar tapi satu lele penyakit menular kan kena air Monas satu kolam bisa habis itu yang kita treatment-nya yang sampai sekarang belum bisa mencegah itu Jadi kalau sudah terkena arumnas Ya udah Wassalam udah kena berapa kali mungkin dalam perjalanannya satu siklus pasti ada sih Mas yang satu kolam kena air Monas pasti ada Jadi kalau semisal satu kolam kena air Monas saya treatmentnya pencegahannya jangan sampai itu menyebar ke kolam yang lain seenggaknya satu kolam nggak apa-apa rontok tapi kolam yang satu dua tiga empat dan Yang lain-lain jangan sampai rontok itu mungkin ya pencegahannya ganti air terus ganti air kita berikan probiotik kita berikan EM4 kita berikan paling bagus sebenarnya itu obat alami Mas kalau di bibir itu yang paling bagus daun pepaya buat pertumbuhan daya tahan tubuhnya bibit kalau untuk obat-obat dari pabrik kita menggunakan EM4 probiotik sama PK usaha lele itu sebenarnya peluang besar banget karena kita itu masyarakat yang mengkonsumsi lele dan terbukti bahwa lele itu bisa mencegah stunting protein terbaik di perikanan itu sebenarnya ada di lele dengan harga yang merakyat maka pasti permintaan ini akan naik demennya itu sangat besar untuk sementara di lele cuman suplainya masih sedikit jadi untuk peluang di perikanan terutama ikan lele konsumsi air tawar itu Saya rasa cukup bagus untuk ke depan karena belum ada pengganti di mana protein tertinggi dikonsumsi air tawar itu yang lebih lele dengan harga yang bisa dibilang menjangkau semua masyarakat untuk modalnya mungkin dari pembibitan 70 juta kalau dari pembesaran ini sekitar 150-an Terima kasih saya gustavian saya pemilik usaha Tanah air PAM di gurah Umur saya 26 tahun saya terus akan mengembangkan usaha lele dari Indonesia sampai ke luar negeri [Musik]